BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Transkripsi

1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di beberapa lokasi di Kota Bandung. Pemilihan lokasi berdasarkan pada tempat pelaksanaan pendampingan pengembangan kegiatan laboratorium berbasis inkuiri. Lokasi tersebut adalah kampus UPI Bandung dan tiga Sekolah Menengah Atas. SMA tersebut terdiri dari dua SMA Negeri dan satu SMA swasta. Meskipun sekolah swasta, sekolah ini mempunyai fasilitas laboratorium yang cukup lengkap. Subyek penelitian adalah lima orang guru biologi SMA Kota Bandung yang mengikuti kegiatan pendampingan pengembangan kegiatan laboratorium berbasis inkuiri yang diselenggarakan oleh Dosen Jurusan Pendidikan Biologi UPI pada tahun Kelima orang guru tersebut mengajar di sekolah yang berbeda, dua orang guru mengajar di SMA negeri, dan tiga orang guru mengajar di SMA swasta. Dalam penelitian ini masing-masing guru diberi kode, yaitu A, B, C, D, dan E. Empat orang guru memiliki pengalaman mengajar lebih lama dibandingkan guru E. Keempat orang guru tersebutpun memiliki pengalaman mengikuti pelatihan dan atau lokakarya lebih banyak dibandingkan guru E. Subyek penelitian diambil dari sebagian guru biologi SMA yang mengikuti kegiatan pendampingan tersebut. Penentuan subyek penelitian secara purposif (purposive sampling), yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu (Sugiyono, 2010). Pertimbangannya adalah guru-guru tersebut mendapat bimbingan untuk mengembangkan LKS inkuiri, sehingga penentuan guru-guru tersebut sebagai subyek penelitian akan sesuai dengan tujuan dari penelitian ini. Hal ini senada dengan pernyataan Fraenkel & Wallen (2006) bahwa di dalam penelitian kualitatif cenderung untuk memilih sampel purposif, yaitu memilih sampel yang diperkirakan dapat menghasilkan pemahaman terbaik dari apa yang mereka pelajari. Creswell (1994) menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif, tidak terlalu dibutuhkan pemilihan secara acak (random sampling) terhadap para

2 32 partisipan dan lokasi penelitian. Menurut McMillan & Schumacher (2001), ukuran sampel purposif diantara rentang 1 40 orang atau lebih. B. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dikarenakan dalam penelitian ini, data yang diperoleh dikumpulkan, disusun, dianalisis, diinterpretasi, dan ditriangulasikan untuk memperoleh gambaran tentang literasi sains guru biologi SMA dan penerapannya dalam proses mengembangkan LKS inkuiri. Penelitian kualitatif berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan pada populasi, tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situasi sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus yang dipelajari (Sugiyono, 2010). Situasi sosial dalam penelitian ini adalah pendampingan pengembangan kegiatan laboratorium berbasis inkuiri yang diikuti oleh guru-guru MGMP Biologi Kota dan Kabupaten Bandung. C. Definisi Operasional Untuk menghindari penafsiran yang keliru, maka definisi operasional di dalam penelitian ini ditentukan sebagai berikut: 1. Literasi sains berdasarkan PISA 2006 adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasikan pertanyaan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia. Aspek literasi sains yang digali pada penelitian ini meliputi: aspek kompetensi, konten / pengetahuan, dan sikap. Pada penelitian ini konten dibatasi hanya pada konten biologi. Aspek kompetensi yang diukur terdiri dari tiga indikator, yaitu: mengidentifikasi isu-isu ilmiah, menjelaskan fenomena secara ilmiah, dan menggunakan bukti ilmiah. Aspek sikap yang diukur adalah mendukung inkuiri ilmiah dan ketertarikan terhadap sains. Untuk menjaring literasi sains guru pada penelitian ini dilakukan tes pada awal kegiatan pendampingan pengembangan kegiatan laboratorium berbasis

3 33 inkuiri. Literasi sains guru dianalisis dari skor hasil tes soal literasi sains. Soal literasi sains diambil dari Take the Test: Sample Questions from OECD s PISA Assessment (OECD, 2009). Soal yang digunakan untuk penelitian ini khusus soal dengan konten Biologi yang disusun dan dialihbahasakan oleh Hadinugraha (2012). Aturan pemberian skor tiap butir soal mengikuti panduan skor yang digunakan oleh OECD (2009). 2. Proses mengembangkan LKS inkuiri merupakan tahapan yang dilakukan oleh guru untuk mengembangkan LKS inkuiri. Tahapan tersebut meliputi perencanaan dan uji coba. Untuk memperoleh gambaran aktifitas guru dalam proses tersebut dilakukan observasi dan studi dokumentasi. Hasil observasi dan studi dokumentasi menghasilkan skor berdasarkan rubrik penilaian proses mengembangkan LKS inkuiri. Rubrik tersebut berskala empat (nol sampai tiga) dimodifikasi oleh peneliti dari kategori pelaksanaan sains dari Reichel (2004). Rubrik ini memodifikasi antara kemampuan inkuiri dengan indikator pada aspek literasi sains. D. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang dikembangkan untuk dapat menjaring data yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah: 1. Soal-soal Literasi Sains konten pengetahuan Biologi Soal-soal literasi sains konten pengetahuan Biologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal-soal dari PISA yang diambil dari Take the Test: Sample Questions from OECD s PISA Assessment (OECD, 2009) yang disusun dan dialihbahasakan oleh Hadinugraha (2012), yang meliputi aspek: konten, kompetensi, dan sikap. Soal dari PISA ini digunakan untuk melihat ketercapaiaan tertinggi / terkuat dan terendah / terlemah guru biologi SMA terhadap aspek kompetensi ilmiah, sehingga dapat dibandingkan dengan ketercapaian siswa apakah sama atau tidak. Aspek konten / pengetahuan yang diambil adalah konten pengetahuan Biologi. Sikap sains yang terdapat pada soal-soal yang diambil meliputi dua aspek, yaitu: mendukung inkuiri ilmiah

4 34 No dan ketertarikan terhadap sains. Kompetensi meliputi: mengidentifikasi isuisu ilmiah, menjelaskan fenomena ilmiah, dan menggunakan bukti ilmiah. Sejumlah soal yang dipublikasikan oleh PISA memenuhi validitas logis. Kondisi validitas logis ini karena soal-soal dari PISA dipandang sudah mengikuti teori dan ketentuan yang ada (Arikunto, 2010). Soal dari PISA sudah teruji melalui pengalaman tes dan uji coba pada skala internasional. Hal ini menjadikan soal-soal dari PISA ini memenuhi validitas empiris (Arikunto, 2010). Soal PISA yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 45 butir soal kognitif untuk mengukur aspek kompetensi ilmiah dan 12 butir soal afektif yang digunakan untuk mengukur sikap. Soal pada aspek kompetensi ilmiah terbagi menjadi tiga macam, yaitu: 14 soal kompetensi mengidentifikasi isuisu ilmiah, 18 soal kompetensi menjelaskan fenomena secara ilmiah, dan 13 soal kompetensi menggunakan bukti-bukti ilmiah. Soal untuk sikap terdiri dari dua macam, yaitu: tiga butir soal untuk mengukur sikap mendukung inkuiri ilmiah, dan sembilan butir soal untuk mengukur sikap ketertarikan siswa terhadap sains (Hadinugraha, 2012). Aspek yang Digali Tabel 3.1 Kisi-Kisi Soal Literasi Sains Konten Biologi Indikator 1. Mengidentifikasi isuisu ilmiah Nomor Soal 1.1, 1.2, 4.2, 6.1, 6.2, 9.1, 9.2, 10.1, 11.2, 12.2, 13.1, 14.3, 14.4, Kompetensi Ilmiah 2. Menjelaskan fenomena secara ilmiah 1.3, 2.3, 3.1, 3.2, 3.3, 4.1, 5.1, 5.2, 5.3, 7.2, 10.2, 11.1, 14.1, 14.2, 15.3, 16.1, 16.2, Menggunakan bukti ilmiah 2.1, 2.2, 4.3, 4.4, 7.1, 8.1, 11.3, 12.1, 12.3, 13.2, 13.3, 15.1, Mendukung inkuiri Sikap Sains ilmiah 2. Ketertarikan terhadap 6.3, 12.4, 15.4 sains Jumlah total soal 49

5 35 Bentuk soal literasi sains yang digunakan dalam penelitian ini adalah pilihan obyektif dan uraian. Pilihan obyektif terdiri dari dua macam, yaitu pilihan sederhana (simple multiple-choice) dengan empat alternatif jawaban (A, B, C, dan D) dan pilihan kompleks (complex multiple-choice) dengan jawaban ya atau tidak. Uraian terdiri dari dua macam, yaitu uraian tertutup yang menuntut jawaban singkat berupa kata atau kalimat dan uraian terbuka (close constructed response) yang menuntut jawaban berupa penjelasan. 2. Rubrik penilaian proses mengembangkan LKS Instrumen ini berupa rubrik berskala empat yang terdiri dari beberapa indikator untuk menilai proses guru biologi SMA dalam mengembangkan LKS biologi berbasis inkuiri. Rubrik berskala empat (nol sampai tiga) dimodifikasi oleh peneliti dari kategori pelaksanaan sains dari Reichel (2004). Rubrik tersebut memodifikasi antara indikator kemampuan inkuiri dengan indikator pada aspek literasi sains. Judgement rubrik dilakukan oleh ahli. Data yang diinterpretasikan menggunakan rubrik didapat dari data yang diperoleh menggunakan lembar observasi dan studi dokumentasi. Studi dokumentasi dilakukan pada tahapan perencanaan yang meliputi: analisis kurikulum, pemilihan tema, perancangan desain, dan perencanaan memunculkan kemampuan inkuiri. Lembar observasi berupa daftar check aktifitas guru dari tahapan pengembangan LKS inkuiri. Tahapan tersebut adalah tahapan uji coba yang terdiri dari: prosedur kerja, penggunaan alat dan bahan, penentuan pola perekaman data, penarikan kesimpulan, dan uji coba ulang. Tahap uji coba merupakan tahapan yang berisi aktifitas guru dalam mengujicobakan desain percobaannya di laboratorium sebelum desain percobaan tersebut dipakai dalam praktikum bersama siswa. Daftar check aktifitas tersebut merupakan aktifitas yang menunjukkan perpaduan antara kemampuan inkuiri dan literasi sains dalam mengembangkan LKS inkuiri. Pada lembar observasi, peneliti menggunakan daftar check yang dilengkapi dengan catatan deskriptif dan catatan reflektif. Catatan deskriptif merupakan deskripsi mengenai subjek penelitian, rekonstruksi dialog, deskripsi mengenai setting fisik, catatan

6 36 tentang peristiwa dan aktivitas tertentu. Sedangkan catatan reflektif merupakan pengetahuan pribadi peneliti yang meliputi: spekulasi, perasaan, masalah, gagasan, dugaan, kesan, dan prasangka. Tabel 3.2 Kisi-Kisi Observasi dan Studi Dokumentasi No Tahap Aspek yang diungkap 1 Perencanaan a. Analisis kurikulum b. Pemilihan tema c. Perancangan desain d. Perencanaan memunculkan kemampuan inkuiri Deskripsi dalam kaitannya dengan Literasi Sains a. Kesesuaian materi yang dipilih dengan SK, KD, Indikator, dan Tujuan Pembelajaran Khusus b. Dimensi konteks dan konten dari tema yang dipilih dan kaitannya dengan: 1) Kehidupan umum personal, sosial, global meliputi bidang kesehatan, SDA, lingkungan, bencana, ataupun batas negara 2) Mengidentifikasi isu-isu ilmiah 3) Ketertarikan terhadap sains berupa kemauan untuk mendapatkan tambahan pengetahuan ilmiah dan kemampuan menggunakan sejumlah sumber dan metode c. Rancangan desain percobaan yang meliputi: masalah, hipotesis, variabel, langkah kerja, teknik pengumpulan data (kuantitatif, kualitatif) dan kaitannya dengan: 1) Mengenali fitur kunci penyelidikan ilmiah 2) Menerapkan pengetahuan sains dalam situasi tertentu 3) Menafsirkan fenomena secara ilmiah dan memprediksi perubahan 4) Mengidentifikasi deskripsi, penjelasan dan prediksi yang tepat 5) Menginterpretasikan bukti ilmiah 6) Peran ilmu berbasis teknologi (memecahkan masalah, membuat desain dan melakukan investigasi) 7) Memahami hubungan antara ilmu pengetahuan dan teknologi (teknologi berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan) d. Pemilihan masalah yang dapat digali melalui inkuiri dan kaitannya dengan: 1) Menyadari masalah yang mungkin untuk diselidiki secara ilmiah 2) Sikap dalam mengatasi kesulitan untuk memecahkan masalah secara ilmiah

7 37 No Tahap Aspek yang diungkap 2 Uji coba a. Prosedur kerja b. Alat dan bahan c. Penentuan pola perekaman data d. Kesimpulan e. Uji coba ulang Deskripsi dalam kaitannya dengan Literasi Sains a. Runutan langkah kerja yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan kaitannya dengan: 1) Mengenali fitur kunci dari penyelidikan ilmiah 2) Menerapkan pengetahuan sains dalam situasi tertentu 3) Memahami peran ilmu berbasis teknologi (memecahkan masalah, membantu manusia memenuhi kebutuhan dan keinginan, desain dan melakukan investigasi) 4) Mengerjakan tugas sains secara efektif b. Penggunaan alat dan bahan untuk setiap langkah pelaksanaan percobaan dan kaitannya dengan: 1) Sikap tanggung jawab terhadap sumber daya alam dan lingkungan 2) Memahami hubungan antara ilmu pengetahuan dan teknologi (teknologi berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan) 3) Menggunakan bukti ilmiah c. Penentuan pola perekaman data selama uji coba dan kaitannya dengan: 1) Menerapkan pengetahuan sains 2) Menggambarkan atau menafsirkan fenomena secara ilmiah dan memprediksi perubahan 3) Menunjukkan kekuatan kemampuan ilmiah 4) Menunjukkan kemauan untuk mendapatkan tambahan pengetahuan ilmiah dan kemampuan menggunakan sejumlah sumber dan metode d. Cara menarik kesimpulan dan kaitannya dengan: 1) Menginterpretasikan bukti ilmiah 2) Memahami kebutuhan logika dan proses yang hati-hati dalam menggambarkan kesimpulan e. Pengulangan uji coba dan kaitannya dengan: 1) Menggunakan bukti ilmiah 2) Mengatasi kesulitan untuk memecahkan masalah secara ilmiah 3) Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap sains dengan usaha yang keras dan isu-isu terkait sains 4) Sikap tanggung jawab terhadap sumber

8 38 No Tahap Aspek yang diungkap 3. Lembar angket No 1 2 Deskripsi dalam kaitannya dengan Literasi Sains daya alam dan lingkungan Lembar angket ini berupa sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan literasi sains dan aktifitas guru biologi SMA dalam mengembangkan LKS inkuiri. Angket terdiri dari pertanyaan dengan alternatif jawaban ya dan tidak yang disertai dengan alasan atau penjelasan dari guru. Aspek yang Digali Dimensi konteks Kompetensi Ilmiah 3 Sikap Sains Tabel 3.3 Kisi-Kisi Angket Indikator Nomor Soal Perencanaan Uji coba Berkaitan dengan kehidupan secara umum 1 1. Mengidentifikasi isu-isu ilmiah Menjelaskan fenomena secara 9 6, 8, 10 ilmiah 3. Menggunakan bukti ilmiah Mendukung inkuiri ilmiah Ketertarikan terhadap sains 5 3. Percaya diri sebagai pembelajar 7 sains 4. Tanggung jawab terhadap 13 sumber daya alam dan lingkungan Jumlah total soal Lembar Wawancara Lembar wawancara berupa sejumlah pertanyaan tentang pengalaman guru dalam mengembangkan LKS dan melaksanakan pembelajaran berbasis inkuiri. 6. Catatan Lapangan Catatan lapangan merupakan tulisan peneliti terhadap apa yang dilihat dan didengar selama mengumpulkan data penelitian. Catatan ini merupakan catatan faktual dari aktifitas guru dalam mengembangkan LKS inkuiri. Catatan lapangan merupakan data pelengkap untuk menganalisis data yang diperoleh. Catatan lapangan dilengkapi dengan adanya rekaman video. Catatan lapangan juga digunakan ketika guru melakukan presentasi dan diskusi yang dilakukan bersama fasilitator dan sesama guru yang mengikuti

9 39 pendampingan pengembangan kegiatan laboratorium berbasis inkuiri. Presentasi dilihat dari segi media, bahasa, sistematika, dan ilustrasi / gambar yang digunakan. Diskusi meliputi diskusi dengan fasilitator dan sesama guru, dilihat dari isi diskusi dan sikap-sikap yang dapat dilihat. E. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pengambilan kesimpulan. a. Tahap persiapan 1) Menentukan dan merumuskan masalah 2) Studi literatur dan kepustakaan mengenai masalah yang diteliti 3) Membuat proposal penelitian dengan bimbingan dosen pembimbing 4) Melaksanakan seminar proposal 5) Perbaikan proposal penelitian dengan bimbingan dosen 6) Menyusun instrumen penelitian 7) Mengajukan judgement instrumen pada beberapa dosen ahli di jurusan pendidikan Biologi UPI b. Tahap pelaksanaan 1) Membagikan soal literasi sains konten pengetahuan biologi kepada guru 2) Melakukan observasi dan studi dokumentasi terhadap proses pengembangan LKS inkuiri oleh guru 3) Melakukan penilaian terhadap proses mengembangkan LKS oleh guru 4) Meminta guru mengisi angket tentang penerapan literasi sains dalam proses mengembangkan LKS inkuiri 5) Melakukan wawancara pada guru tentang proses pengembangan LKS inkuiri dan pengalaman sebelumnya dalam membuat LKS c. Tahap pengambilan kesimpulan 1) Menganalisis dan mengolah data hasil penelitian 2) Menganalisis dan membahas hasil temuan penelitian 3) Menarik kesimpulan

10 40 4) Menyusun laporan F. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tiga macam cara yaitu melalui tes, observasi, dan studi dokumentasi. Dalam pengumpulan data ini terlebih dahulu menentukan jenis data, kemudian teknik pengumpulan data, instrumen yang digunakan, dan sumber data. Teknik pengumpulan data tersebut secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 3.1 di bawah ini. Tabel. 3.4 Teknik Pengumpulan Data No. Jenis Data 1 Informasi mengenai literasi sains guru pada konten pengetahuan biologi 2 Informasi mengenai proses guru dalam mengembangkan LKS inkuiri pada tahapan perencanaan 3 Informasi mengenai proses guru dalam mengembangkan LKS inkuiri pada tahapan uji coba 4. Informasi mengenai literasi sains guru dalam proses mengembangkan LKS inkuiri dan tanggapan guru terhadap kegiatan tersebut 5 Informasi mengenai literasi sains guru dan pengalamannya dalam membuat LKS dan dalam pembelajaran 6 Catatan hal- hal penting yang terjadi selama penelitian Teknik Pengumpulan Testing Studi dokumentasi Observasi Instrumen Soal literasi sains konten pengetahuan biologi dari PISA berbentuk uraian dan pilihan obyektif Rubrik penilaian proses guru dalam mengembangkan LKS inkuiri Rubrik penilaian proses guru dalam mengembangkan LKS inkuiri Sumber Data Guru Guru Guru Kuisioner Lembar angket Guru Wawancara Pedoman wawancara Guru Dokumentasi Catatan lapangan Fasilitator, sekolah, guru G. Analisis Data

11 41 Data yang diperoleh dari setiap sumber data ditriangulasi untuk menghasilkan kesimpulan yang bersifat kuat. Menganalisa data sebuah penelitian kualitatif pada dasarnya mensintesis informasi yang diperoleh peneliti dari berbagai macam sumber (seperti dari, pengamatan, wawancara, dokumen) ke dalam sebuah deskripsi koheren tentang apa yang telah diamati atau yang tidak ditemukan. Data berupa statistik, seperti persentase, dapat dihitung jika dibutuhkan untuk memperjelas rincian spesifik tentang fenomena dalam penyelidikan (Fraenkel & Wallen, 2006). Data yang terkumpul setelah dianalisis kemudian diinterprestasikan atau ditafsirkan dan dideskripsikan agar kesimpulankesimpulan penting dapat ditangkap. 1. Analisis data hasil tes Literasi Sains Data berupa skor hasil tes literasi sains dari masing-masing guru biologi SMA. Skor tersebut dianalisis secara deskriptif dari setiap indikatornya pada setiap aspek literasi sains. Hal ini dilakukan untuk melihat bagaimana literasi sains konten biologi guru biologi SMA dalam pendampingan pengembangan kegiatan laboratorium berbasis inkuiri. Pendeskripsian literasi sains dilakukan pada setiap individu yang mengikuti pendampingan tersebut, dan juga akan dideskripsikan secara total dari seluruh guru. Setiap soal pilihan memiliki jawaban benar yang bernilai skor 2 (dua), dan jawaban salah yang bernilai skor 0 (nol). Soal yang menuntut jawaban berupa uraian akan memungkinkan terdapat jawaban benar dan lengkap (benar penuh), jawaban benar namun tidak lengkap (setengah benar), dan jawaban yang salah. Jawaban benar dan lengkap akan mendapat skor 2 (dua), jawaban setengah benar mendapat skor 1 (satu), dan jawaban yang salah akan mendapat skor salah yaitu 0 (nol). Pada soal yang digunakan dalam penelitian ini terdapat tujuh butir soal yang memungkinkan mendapat skor setengah benar, yaitu soal nomor 2.2, 4.1, 8.1, 9.1, 9.2, 13.3, dan Kunci jawaban diambil dari Take the Test: Sample Questions from OECD s PISA Assessment (OECD, 2009). Pengolahan skor hasil tes literasi sains guru dilakukan sebagai berikut: a. Skor literasi sains dari setiap guru merupakan jumlah total skor dari semua soal kognitif. Jumlah skor maksimal yang mungkin dicapai oleh guru adalah

12 42 90, yang didapat dari mengalikan jumlah soal kognitif dengan skor dua ( 45 x 2 = 90 ). Setiap butir soal dianggap setara. b. Capaian literasi sains dihitung dengan cara membagi skor total yang didapat guru dengan skor maksimal dan dikalikan dengan 100%. c. Membuat penafsiran persentase berdasarkan hasil perhitungan di atas. Penafsiran dilakukan berdasarkan kategori yang disusun Purwanto (2009) sebagai berikut: Tabel 3.5 Kategori Persentase Persentase Predikat % Sangat Baik % Baik % Cukup % Kurang 54 % Kurang Sekali Pada soal sikap, dibuat skala sikap rentang 4 1. Sangat Setuju dan Sangat Tertarik: 4, Setuju dan Tertarik: 3, Tidak Setuju dan Cukup Tertarik: 2, Sangat Tidak Setuju dan Tidak Tertarik: Analisis data hasil penerapan literasi sains dalam proses mengembangkan LKS Data hasil penerapan literasi sains dalam proses mengembangkan LKS inkuiri dianalisis dari rubrik yang memuat kategori proses mengembangkan LKS inkuiri. Analisis yang dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut: a. Melakukan penskoran pada semua aspek proses guru dalam mengembangkan LKS inkuiri dengan menggunakan rubrik penilaian proses mengembangkan LKS inkuiri. b. Menghitung persentase menggunakan rumus Purwanto (2009), yaitu: NP = R SM x 100% Keterangan: NP = Nilai persen yang dicari atau diharapkan

13 43 R = Skor mentah yang diperoleh SM = Skor maksimum ideal dari tes yang bersangkutan 100 = Bilangan tetap 3. Analisis data angket Analisis angket dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, kemudian interpretasinya dilakukan berdasarkan hasil perhitungan persentase dari alternatif jawaban yang diungkapkan subyek penelitian. Nilai persentase didapatkan dengan menggunakan rumus: Jumlah guru yang menjawab ya/tidak pada setiap item Persentase jawaban guru = x 100% Jumlah seluruh guru (Koentjaraningrat, 1990; Suhartini, 2007) Selanjutnya, hasil perhitungan di atas diinterpretasikan dengan cara membuat kategori untuk setiap kriteria berdasarkan tabel yang disusun menurut Koentjaraningrat (1990) sebagai berikut: Tabel 3.6 Kategori untuk setiap Kriteria Persentase Kategori 0% Tidak ada 1%-25% Sebagian kecil 26%-49% Hampir separuhnya 50% Separuhnya 51%-75% Sebagian besar 76%-99% Hampir seluruhnya 100% Seluruhnya 4. Analisis data wawancara Hasil wawancara diolah dengan cara direkapitulasi, kemudian secara keseluruhan diinterpretasi sebagai keterangan pelengkap untuk interpretasi data penelitian secara umum. Deskripsi tersebut diarahkan untuk mendapat gambaran utuh proses guru dalam mengembangkan LKS inkuiri.

14 44 H. Alur Penelitian Studi Pendahuluan Identifikasi Masalah Kajian literatur tentang Literasi Sains dan LKS Pendampingan Pengembangan Kegiatan Laboratorium Berbasis Tes Literasi Sains Guru mengembangkan LKS Observasi dan studi dokumentasi terhadap proses guru mengembangkan LKS Penilaian terhadap proses mengembangkan LKS menggunakan rubrik penilaian Angket dan Wawancara Pengolahan dan Analisis Data Penarikan Kesimpulan Pelaporan

15 45 Gambar 3.1 Alur Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Lokasi dalam penelitian ini dilakukan di FPMIPA A Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Menurut Sukmadinata (2008) penelitian deskriptif merupakan penelitian yang mendeskripsikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dalam bentuk persentase. Penelitian deskriptif menggambarkan kegiatan

BAB III METODE PENELITIAN. dalam bentuk persentase. Penelitian deskriptif menggambarkan kegiatan 24 BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik kualitatif yang hasilnya dalam bentuk persentase. Penelitian deskriptif menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta Laboratorium Percontohan UPI Bandung tahun ajaran 2013/ 2014. Subjek yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. siswa, kesulitan belajar, dan Keterampilan Proses Sains (KPS). Secara

BAB III METODE PENELITIAN. siswa, kesulitan belajar, dan Keterampilan Proses Sains (KPS). Secara 29 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Penelitian ini menitikberatkan pada tiga aspek, yaitu jurnal kegiatan siswa, kesulitan belajar, dan Keterampilan Proses Sains (KPS). Secara terperinci,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan variabel-variabel yang

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan variabel-variabel yang BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka perlu adanya penjelasan mengenai variabel tersebut.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Subyek Penelitian Pada penelitian ingin mengungkap literasi hakikat sains guru-guru biologi SMA yang tidak mengikuti program pendampingan yang diselenggarakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan variabel, gejala, atau keadaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dapat terjadi, untuk menghindari hal tersebut maka diberikan penjelasan beberapa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dapat terjadi, untuk menghindari hal tersebut maka diberikan penjelasan beberapa 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini dapat terjadi, untuk menghindari hal tersebut maka diberikan penjelasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari berbagai penafsiran yang keliru terhadap definisi yang

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari berbagai penafsiran yang keliru terhadap definisi yang 23 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari berbagai penafsiran yang keliru terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini, maka operasional dari masing-masing variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 26 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Inquiry lesson yang dimaksud adalah pembelajaran inquiry tentang kompetensi dasar, Mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan transformasi energi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan penafsiran terhadap istilah-istilah yang terkandung dalam judul penelitian

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2013 di seluruh SMA Negeri

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2013 di seluruh SMA Negeri III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2013 di seluruh SMA Negeri Kabupaten Pringsewu. B. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk mempermudah pembahasan, terlebih dahulu akan diuraikan definisi operasional dalam penelitian yaitu sebagai berikut: 1. Pedagogy Knowledge (PK)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Penjelasan definisi operasional dalam penelitian diuraikan sebagai berikut: 1. Asesmen alternatif elektronik yang dimaksud adalah software yang dapat menilai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 22 Bandung yang beralamat di Jalan Rajamantri Kulon No. 7A, Bandung, pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan model

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan model 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini, maka diberikan penjelasan beberapa defenisi operasional

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang digunakan sebagai variabel dalam penelitian ini, maka diperlukan penjelasan tentang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Berikut ini diuraikan beberapa definisi operasional dari istilah yang terkait dalam permasalahan penelitian ini, di antaranya: 1. Pengembangan tes tertulis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 41 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari penafsiran yang berbeda maka diperlukan penjelasan mengenai beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian melalui definisi operasional

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. DEFINISI OPERASIONAL 1. Skenario baru asesmen kinerja adalah penilaian kinerja siswa dengan menggunakan rubrik sederhana yang memuat indikator esensial yang mewakili sub indikator

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. ini, maka diperlukan penjelaskan tentang istilah yang digunakan, yaitu:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. ini, maka diperlukan penjelaskan tentang istilah yang digunakan, yaitu: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi operasional Untuk menghindari kesalahan dalam penafsiran istilah dalam penelitian ini, maka diperlukan penjelaskan tentang istilah yang digunakan, yaitu: 1. Kreativitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Keterampilan berkomunikasi merupakan keterampilan untuk menyampaikan

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Keterampilan berkomunikasi merupakan keterampilan untuk menyampaikan 23 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Keterampilan berkomunikasi merupakan keterampilan untuk menyampaikan hasil analisis fenetik baik secara lisan maupun tulisan. Keterampilan berkomunikasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek/Objek Penelitian Penelitian ini difokuskan pada konstruksi alat ukur penilaian literasi sains/kimia pada konten sel Volta menggunakan konteks baterai Li-ion

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian deskriptif analisis. Metode penelitian ini diambil karena berkesesuaian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian deskriptif analisis. Metode penelitian ini diambil karena berkesesuaian 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis. Metode penelitian ini diambil karena berkesesuaian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai lokasi dan subjek/objek penelitian, model penelitian, desain penelitian, metode penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, alur

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN A.

BAB III METODE PENELITIAN A. 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pembelajaran Inquiry lab Pembelajaran inquiry lab yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah salah satu tahapan inquiry dengan metode eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Penjelasan definisi operasional dari variabel penelitian ini untuk menghindari berbagai macam penafsiran yang berbeda. Variabel penelitian ini adalah 1.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai profil capaian literasi sains siswa SMA di Garut berdasarkan kerangka

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai profil capaian literasi sains siswa SMA di Garut berdasarkan kerangka BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan dan mengungkapkan suatu masalah, keadaan, peristiwa sebagaimana

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pendidikan (educational research and development) meliputi tahapan define,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pendidikan (educational research and development) meliputi tahapan define, BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan pendidikan (educational research and development) meliputi tahapan define, design and develop

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII Laboratorium Percontohan UPI Bandung sebanyak 3 kelas semester 1. Sampel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini akan dijelaskan sebagai berikut: 1. Keterampilan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lemah (weak experimental atau pre experimental). Penelitian ini tidak menggunakan kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 3 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment karena kelompok eksperimen maupun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut : 37 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut : 1. Kemampuan representasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif yang ditujukan untuk menilai dan mendeskripsikan fakta sebanyakbanyaknya terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan dan membuktikan desain

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan dan membuktikan desain BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan dan membuktikan desain pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Penelitian ini

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai lokasi dan subjek/objek penelitian, model penelitian, desain penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, alur penelitian, teknik

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan definisi operasional; metode penelitian; populasi dan sampel penelitian; instrumen penelitian; teknik pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. materi, sarana, serta prasarana belajar. Variabel bebas adalah lembar kerja siswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. materi, sarana, serta prasarana belajar. Variabel bebas adalah lembar kerja siswa A. Metode dan Desain Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian ini digunakan metode penelitian quasi eksperimen karena tidak semua variabel ekstra dapat dikendalikan oleh peneliti. Variabel

Lebih terperinci

C. Langkah-langkah Penelitian Langkah-langkah dalam penelitian yang dilakukan, penulis menyusun alur penelitian seperti pada Gambar 3.

C. Langkah-langkah Penelitian Langkah-langkah dalam penelitian yang dilakukan, penulis menyusun alur penelitian seperti pada Gambar 3. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010). Metode yang digunakan dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian yang diambil yaitu ex post facto, dimana penelitian ini hanya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian yang diambil yaitu ex post facto, dimana penelitian ini hanya 37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, bertujuan membuat gambaran secara sistematis, faktual mengenai fakta dari suatu populasi. Desain penelitian yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu metode penelitian yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu metode penelitian yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu metode penelitian yang mengangkat fakta, keadaan, variabel, dan fenomena-fenomena yang berlangsung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pengembangan asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pengembangan asesmen alternatif untuk menilai karakter peduli 23 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Dengan metode deskriptif ini peneliti menerangkan kondisi dari objek yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan disalah satu SMA yang ada di kota Bandung yaitu SMA Pasundan 2 Bandung, lokasi sekolah ini berada di jalan Cihampelas Bandung.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini, maka penjelasan dari masing-masing definisi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini, maka penjelasan dari masing-masing definisi 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini, maka penjelasan dari masing-masing definisi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan bukti-bukti atau karya-karya hasil belajar siswa meliputi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan bukti-bukti atau karya-karya hasil belajar siswa meliputi BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka dibuat definisi operasional sebagai berikut: 1. Asesmen portofolio Asesmen portofolio adalah penilaian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Populasi/ Sampel Lokasi dilakukannya penelitian ini adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 25 yang beralamat di Jl. Baturaden VIII no.21 kota Bandung. Populasi dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengembangan berarti proses mengembangkan dari yang sederhana menjadi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengembangan berarti proses mengembangkan dari yang sederhana menjadi 19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pengembangan praktikum Pengembangan berarti proses mengembangkan dari yang sederhana menjadi kompleks agar sesuai dengan tujuan, yaitu meliputi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dipilihnya SMP Negeri 1 Lembang dikarenakan sekolah ini merupakan salah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dibuat beberapa definisi operasional sebagai berikut:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dibuat beberapa definisi operasional sebagai berikut: 41 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. DEFINISI OPERASIONAL Agar tidak meluasnya beberapa pengertian dalam penelitian ini, maka dibuat beberapa definisi operasional sebagai berikut: 1. Asesmen Portofolio

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif (deskriptif research). Peneliti hanya menggambarkan kondisi dilapangan sesuai fakta yang terjadi saat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang memberikan gambaran mengenai (1) ketercakupan dimensi kognitif, (2) konten soal berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan komunikasi tertulis siswa dalam sistem ekskresi dilakukan pada : Lokasi Penelitian : SMAN A

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Fraenkel & Wallen (2008: 261) mengatakan bahwa penelitian eksperimen adalah cara terbaik untuk mengetahui sebab-akibat dan hubungan antara berbagai

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA YP Unila Bandar Lampung dengan kelas XI

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA YP Unila Bandar Lampung dengan kelas XI 20 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA YP Unila Bandar Lampung dengan kelas XI yang berjumlah 5 kelas. Penentuan subjek penelitian didasarkan pada pertimbangan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kegiatan laboratorium berbasis inkuiri adalah kegiatan praktikum pada

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kegiatan laboratorium berbasis inkuiri adalah kegiatan praktikum pada 46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Kegiatan laboratorium berbasis inkuiri adalah kegiatan praktikum pada kelompok eksperimen dengan membuat LKM sendiri atau merancang percobaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Sudjana (2009: 64) penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kemampuan afektif yang dianalisis dalam penelitian ini adalah perilaku siswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kemampuan afektif yang dianalisis dalam penelitian ini adalah perilaku siswa BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Kemampuan afektif yang dianalisis dalam penelitian ini adalah perilaku siswa selama kegiatan praktikum uji makanan berlangsung yang dijaring melalui

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Kemampuan merencanakan percobaan merupakan salah satu keterampilan

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Kemampuan merencanakan percobaan merupakan salah satu keterampilan BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Kemampuan merencanakan percobaan merupakan salah satu keterampilan proses sains, yang didalamnya meliputi beberapa indikator kemampuan yang harus dimiliki

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu metode yang tidak memberikan perlakuan, manipulasi, atau pengubahan pada

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Profil merupakan suatu gambaran secara umum atau secara terperinci tentang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Profil merupakan suatu gambaran secara umum atau secara terperinci tentang 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Profil merupakan suatu gambaran secara umum atau secara terperinci tentang keadaan siswa berkaitan dengan potensi yang terdapat di dalam setiap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 21 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 7 Bandung dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 7 Bandung Tahun

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 63 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek/Objek Penelitian Penelitian ini difokuskan pada alat ukur literasi sains/kimia dan pengujian kualitas alat ukur yang telah dikonstruksi menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendidikan (educational research and development) menggunakan 4D

BAB III METODE PENELITIAN. pendidikan (educational research and development) menggunakan 4D 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pengembangan bahan ajar khususnya Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan pendidikan (educational

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif, karena penelitian ini hanya bertujuan untuk mendapatkan gambaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Definisi operasional diperlukan untuk menghindari kekeliruan mengenai maksud dan tujuan yang ingin dicapai dengan menyamakan persepsi istilah yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak terjadi salah pengertian dalam mengartikan judul yang

BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak terjadi salah pengertian dalam mengartikan judul yang BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak terjadi salah pengertian dalam mengartikan judul yang dikemukakan dalam proposal penelitian skripsi ini, maka perlu kiranya peneliti menguraikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 27 A III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pembelajaran berbasis praktikum merupakan pembelajaran yang sintaknya terdiri atas lima fase, yaitu (1) fase orientasi masalah, pada fase ini guru

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode 25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain penelitian the matching only pretest-posttest control group design (Fraenkel

Lebih terperinci

O 1 X O 2. Gambar 3.1 One Group Pretest-Posttest Design

O 1 X O 2. Gambar 3.1 One Group Pretest-Posttest Design BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design, yaitu penelitian dilakukan kepada satu kelompok eksperimen yang sampelnya tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang gejala alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 32 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Asesmen portofolio Asesmen portofolio merupakan bentuk penilaian terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA yang berada di kota Bandung yaitu SMA Kartika XIX-2

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 19 Bandung tahun ajaran 2010/2011. Sampel dalam penelitian ini sebanyak tiga kelas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kemampuan kinerja adalah aktivitas belajar yang dilakukan siswa dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kemampuan kinerja adalah aktivitas belajar yang dilakukan siswa dalam 24 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Kemampuan kinerja adalah aktivitas belajar yang dilakukan siswa dalam kelompok selama berlangsung kegiatan praktikum, yang diharapkan muncul

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang

BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 1. Kesulitan belajar

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode pre experimental (Sugiyono, 2009).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode pre experimental (Sugiyono, 2009). 48 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode pre experimental (Sugiyono, 2009). Desain yang digunakan adalah The One-Group Pretest-Posttest Design

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sebenarnya (Suryabrata, 2005 : 38). Dalam penelitian ini peneliti ingin

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sebenarnya (Suryabrata, 2005 : 38). Dalam penelitian ini peneliti ingin 33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen yang bertujuan memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini mengambarkan keadaan berdasarkan fenomena yang ada (Sukmadinata, 2008:

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. (LKS) stoikiometri berbasis keterampian proses sains. Oleh karena itu, metode

III. METODOLOGI PENELITIAN. (LKS) stoikiometri berbasis keterampian proses sains. Oleh karena itu, metode III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk yaitu lembar kerja siswa (LKS) stoikiometri berbasis keterampian proses sains. Oleh karena itu,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi penelitian di salah satu SMAN di kota Bandung pada siswa kelas XII. Subjek penelitian pada tahap uji coba I berjumlah 12 orang. Subjek

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran keterampilan proses sains siswa pada sub pokok bahasan sifatsifat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahpahaman dari judul yang dikemukakan, maka

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahpahaman dari judul yang dikemukakan, maka 21 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahpahaman dari judul yang dikemukakan, maka diperlukan penjelasan tentang istilah-istilah berikut ini: 1. Desain kegiatan laboratorium

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 29 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Yogyakarta yang terletak di Jalan Yos Sudarso nomer 7,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian dilakukan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian dilakukan untuk BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian dilakukan untuk membuat pencandraan atau gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan tujuan penelitian, yaitu untuk memperoleh gambaran mengenai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan tujuan penelitian, yaitu untuk memperoleh gambaran mengenai BAB III METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan tujuan penelitian, yaitu untuk memperoleh gambaran mengenai jenis soal-soal Biologi yang dikembangkan dalam TIMSS 2007 berdasarkan Kognitif Bloom Revisi dan sekaligus

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode deskriptif digunakan dalam meneliti status suatu objek, kondisi, atau kejadian untuk memberikan gambaran atau lukisan mengenai fakta-fakta secara akurat.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Dan Desain Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam setiap kegiatan pelaksanaan penelitian metode penelitian yang digunakan sesuai dengan permasalahan, tujuan penelitian, dan kerangka pemikiran

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengembangan pendidikan (Educational Research and Development) yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengembangan pendidikan (Educational Research and Development) yang 45 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan pendidikan (Educational Research and Development) yang meliputi tahapan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan dan mengungkapkan suatu masalah, keadaan, peristiwa sebagaimana

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan menggunakan metode pre-eksperimental, yaitu paradigma penelitian dimana terdapat suatu kelompok yang diberi perlakuan yang diasumsikan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek/Obyek Penelitian Penelitian ini difokuskan pada kualitas validitas isi dan validitas konstruk pada alat ukur penilaian literasi sains yang dikembangkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA PGII 1 Bandung, Jawa Barat. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA PGII

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Mind Map dalam penelitian ini digunakan sebagai tugas yang harus

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Mind Map dalam penelitian ini digunakan sebagai tugas yang harus 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Mind Map dalam penelitian ini digunakan sebagai tugas yang harus dikerjakan siswa sebelum dimulainya PBM. Pembuatan mind map dalam penugasan tersebut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Kesulitan belajar siswa yang dimaksud adalah profil kemampuan siswa dalam

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Kesulitan belajar siswa yang dimaksud adalah profil kemampuan siswa dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Kesulitan belajar siswa yang dimaksud adalah profil kemampuan siswa dalam merespon soal tes diagnosis serta latar belakang siswa yang mempengaruhi kemampuan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan instrumen asesmen

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan instrumen asesmen 27 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan instrumen asesmen pengetahuan ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 32 BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di salah satu SMK Negeri di Kota Bandung pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Sampel

Lebih terperinci