STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP)"

Transkripsi

1

2 DAFTAR ISI: STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) Hal 1. Penanganan Bisnis Baru (New Business).( 2 5 ) I. Prospect / Calon Nasabah II. Presentasi Mengenai Fungsi dan Peranan Pialang Asuransi III. Risk Survey/Collecting Data and Information IV. Desing and Arrange Insurance Programme V. Selection of Insurer (s) VI. Insurance Placement VII. Propose Quotation to Prospect VIII. Presentation and Negotiation with Prospect IX. Award Closing Instruction to Insurer (s) X. Collect the Policy Documents and Issue Debit Note XI. Delivers All Policy Documents to Insured XII. Collecting Premium from Insured and Pay to Insurer(s) XIII. Filing Flowchart Penutupan Asuransi New Business 2. Penanganan Perpanjangan Polis Asuransi ( 6 9 ) I. Existing Client /Policy II. Review and Redesign Existing Policy III. Selection of Insurer(s) IV. Insurance Placement V. Propose Quotation to Insured VI. Presentation and Negotiation with Insured VII. Closing Instruction to Insurer(s) VIII. Collect Policy Documents IX. Deliver Policy Document to Insured X. Premium Payment from Insured and Pay to Insurer(s) XI. Filing Flowchart Penutupan Asuransi Renewal Business 3. Penanganan Klaim. (10 12 ) I. Claim Occurs II. Claim Notification III. Claim Survey IV. Furnishing Claim Documents V. Submission Claim Documents to Insurer/Adjuster VI. Obtain Claim Adjustment from Insurer VII. Claim Agreement VIII. Monitoring Claim Settlement/Payment Process IX. Closed File Flowchart Penanganan Klaim 4. Keuangan & Akuntansi. (13 14 ) 1. Bagian Keuangan 2. Bagian Akuntansi Flowchart Keuangan & Akuntasi 1

3 STANDARD OPERATING PROCEDURES PENANGANAN BISNIS BARU (NEW BUSINESS) I. Prospect / Calon Nasabah Sedapat mungkin dibuatkan/didapatkan Company Profile dari calon klien yang antara lain memuat rincian informasi mengenai aktifitas usaha, data obyek yang akan dipertanggungkan, data-data perusahaan/proyek, contact person, sumber dana, susunan pemegang saham, group perusahaan dan data/informasi lainnya yang diperlukan. Pada tahap ini, Program Mengenal Nasabah sudah mulai dilakukan. II. Presentasi Mengenai Fungsi dan Peranan Pialang Asuransi Melakukan presentasi mengenai fungsi dan peranan pialang asuransi, serta penjelasan akan manfaat yang diperoleh jika menggunakan jasa pialang asuransi. Perlu disampaikan Surat Perkenalan dan usulan program pengelolaan risiko, jika dianggap perlu. III. Risk Survey/Collecting Data and Information Setelah menerima permintaan penutupan asuransi dari Calon Nasabah, segera dilakukan peninjauan atau survey risiko atas objek dan/atau kepentingan yang akan diasuransikan, sekaligus mengumpulkan data/informasi terkait dengan Calon Nasabah. Pada tahap ini perlu diperhatikan mengenai ketentuan perundang-undangan yang berlaku khususnya penerapan ketentuan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer) dan Customer Due Diliegence. IV. Desing and Arrange Insurance Programme Berdasarkan evaluasi data-data yang dikumpulkan dan setelah dilakukan analisa resiko, agar dirancang/disusun Program Asuransi yang kiranya dibutuhkan oleh Calon Nasabah tersebut. Program Asuransi yang diajukan hendaknya memiliki kelebihan/ keunggulan (added value). V. Selection of Insurer (s) Langkah berikutnya adalah pemilihan perusahaan asuransi yang akan dijadikan sebagai Penanggung. Perlu diperhatikan agar perusahaan asuransi yang dipilih harus memenuhi kriteria dari berbagai aspek berdasarkan profil risiko, diantaranya reputasi, kredibilitas, pengalaman dan tenaga ahli, kapasitas, pemodalan (asset, ekuitas dan RBC), komitmen manajemen dan pelayanan klaim, dukungan atas jenis risiko tertentu, serta kriteria terkait lainnya. VI. Insurance Placement Menawarkan dan menegosiasikan usulan program asuransi kepada perusahaan yang terpilih menjadi Penanggung untuk mendapatkan dukungan (back-up) penempatan risiko. 2

4 VII. Propose Quotation to Prospect Program Asuransi yang telah mendapatkan konfirmasi dukungan dari Penanggung, maka selanjutnya program tersebut dikirimkan kepada Calon Nasabah dalan bentuk Quotation Slip. Perlu diperhatikan agar konfirmasi dukungan perusahaan asuransi harus dalam bentuk tertulis, dan sedapat mungkin menghindari konfirmasi yang bersifat verbal. VII. Presentation and Negotiation with Prospect Mempresentasikan dan menegosiasikan penawaran program asuransi yang dikirimkan kepada Calon Nasabah yang mencakup penjelasan teknis (luas jaminan, premi, hak dan kewajiban), alasan pemilihan perusahaan asuransi dan hal terkait lainnya. Negosiasikan kembali ruang atas beberapa hal menyangkut kondisi pertanggungan dan harga premi dengan perusahaan asuransi, bilamana diperlukan. Bilamana program asuransi yang ditawarkan kepada Calon Nasabah tidak mendapat persetujuan, agar dibuat pemberitahuan kepada perusahaan asuransi, dan selanjutnya closed file. IX. Award Closing Instruction to Insurer (s) Bilamana Calon Nasabah menyetujui Program Asuransi berdasarkan kondisi dan premi yang ditawarkan, maka selanjutnya Pialang Asuransi mengirimkan instruksi penutupan dan penerbitan dokumen polis asuransi (closing instruction) kepada perusahaan asuransi. Sementara menantikan proses penerbitan dokumen polis, Pialang Asuransi meminta konfirmasi tertulis dari perusahaan asuransi sebagai bukti bahwa resiko telah discover. Segera setelah konfirmasi tertulis dari perusahaan asuransi diperoleh, penutupan atas nama Tertanggung tersebut sudah dapat dicatatkan dalam Laporan Produksi. X. Collect the Policy Documents and Issue Debit Note Penerbitan dokumen polis dari perusahaan asuransi harus dimonitor, dan setelah dokumen polis tersebut diterima, agar diteliti terlebih dahulu apakah syarat dan ketentuan pertanggungan yang tercantum dalam polis telah sesuai dengan syarat dan ketentuan pertanggungan yang tercantum dalam Closing Instruction. Berdasarkan dokumen Polis Asuransi tersebut, maka segera diterbitkan dokumen Debit/Credit Note. XI. Delivers All Policy Documents to Insured Semua dokumen polis (Polis dan Debit/Credit Note) yang telah diperiksa kebenaran dan keakuratannya, kemudian dikirimkan kepada Tertanggung. Sesuai ketentuan perundangan lainnya, agar diterbitkan Surat Penunjukan dan Standar Pelayanan Broker Asuransi yang ditandatangani oleh Broker dengan Tertanggung. 3

5 XII. Collecting Premium from Insured and Pay to Insurer(s) Berdasarkan dokumen Debit Note, kemudian Bagian Keuangan melakukan penagihan premi kepada Tertanggung, dan segera memproses pembayaran premi kepada Penanggung segera setelah pembayaran premi dari Tertanggung diterima. Pialang Asuransi tidak diperkenankan menahan dan menginvestasikan premi yang diterima dari Tertanggung, dan pembayaran premi harus memperhatikan tenggang waktu pembayaran premi dari Tertanggung dan kepada Penanggung, serta harus selalu memperhatikan perimbangan antara harta kekayaan dan hutang premi. XII. Filing Semua dokumen penutupan asuransi termasuk pembayaran premi dari Tertanggung dan kepada Penanggung dibuatkan dalam file secara updated. 4

6 FLOWCHART PENUTUPAN ASURANSI NEW BUSINESS PROSPECT CLIENT PRESENTATION THE ROLES AND FUNCTIONS OF BROKER RISK SURVEY COLLECTING DATA/ INFORMATION KNOWING YOUR CUSTOMER / KYC DESIGN/ARRANGE PROGRAMME SELECTION OF INSURER (S) INSURANCE PLACEMENT NEGOTIATION WITH INSURER (S) PROPOSE QUOTATION TO PROPECT CLOSE FILE NOT DEAL PRESENTATION, NEGOTIATION WITH INSURED RE-NEGOTIATION WITH INSURER (S) DEAL AWARD CLOSING INSTRUCTION TO INSURER (S) COLLECT POLICY DOCUMENTS DELIVERS POLICY DOCUMENTS TO INSURED PREMIUM PAYMENT FROM/TO INSURED/INSURER PRODUCTION REPORT FILE 5

7 STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) PENANGANAN PERPANJANGAN POLIS ASURANSI I. Existing Client /Policy Minimal 1 atau 2 bulan sebelum periode polis/pertanggungan tertentu berakhir, agar diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Apakah terdapat outstanding premi yang belum diselesaikan oleh Tertanggung, dan untuk hal ini agar dikoordinasikan dengan Divisi/Unit Kerja yang terkait. 2. Apakah kondisi pertanggungan yang tengah berjalan sudah merupakan yang terbaik untuk kondisi insurance market saat ini? Jika belum, agar perluasan jaminan/kondisi pertanggungan dimaksud dapat dimasukkan pada penawaran program perpanjangan asuransi untuk periode berikutnya. 3. Apakah nilai atau obyek pertanggungan tidak mengalami perubahan, baik penambahan maupun pengurangan dan agar untuk hal ini ditanyakan kepada pihak Tertanggung. 4. Agar diteliti bilamana masih ada kasus klaim atas Polis Asuransi bersangkutan yang belum selesai prosesnya dan agar hal ini disampaikan kepada pihak Tertanggung. II. Review and Redesign Existing Policy 1. Sebelum membuat review atas existing policy terlebih dahulu dilakukan analisa mengenai current market conditions untuk mengetahui perkembangan terkini dalam industry perasuransian. 2. Agar dikirimkan Renewal Notice yang dilengkapi dengan usulan program perpanjangannya ( Renewal Program ) dan penawaran jenis penutupan asuransi lainnya, bilamana ada. 3. Atas dasar evaluasi data/informasi yang dikumpulkan, maka selain menawarkan program perpanjangan Polis Asuransi yang sudah ada, juga menawarkan penutupan Asuransi lainnya yang sekiranya diperlukan oleh Tertanggung. 4. Bilamana diperlukan, survey ulang ke lokasi resiko dapat dilakukan. 5. Pada tahap ini, Prinsip Mengenal Nasabah (Knowing Your Customer) sudah dapat dilakukan. III. Selection of Insurer(s) Langkah berikutnya adalah pemilihan perusahaan asuransi yang akan dijadikan sebagai Penanggung. Perlu diperhatikan agar perusahaan asuransi yang dipilih harus memenuhi kriteria dari berbagai aspek berdasarkan profil risiko, diantaranya reputasi, kredibilitas, pengalaman dan tenaga ahli, kapasitas, pemodalan (asset, ekuitas dan RBC), komitmen manajemen dan pelayanan klaim, dukungan atas jenis risiko tertentu, serta kriteria terkait lainnya. 6

8 Perlu juga diperhatikan kinerja dan layanan atas existing Insurer(s) sebagai acuan dalam pemilihan perusahaan asuransi pada program penutupan perpanjangan. IV. Insurance Placement Usulan program perpanjangan asuransi (renewal programme) yang telah disusun, selanjutnya ditawarkan kepada Perusahaan Asuransi guna mendapatkan dukungan (back-up) asuransi. V. Propose Quotation to Insured Segera setelah program perpanjangan asuransi mendapatkan dukungan (back-up), agar penawaran program perpanjangan asuransi (Quotation Slip) kepada Tertanggung dikirimkan. VI. Presentation and Negotiation with Insured Adakan pertemuan dengan pihak Tertanggung guna membahas program perpanjangan asuransi dimaksud dan penawaran jenis penutupan asuransi lainnya, bilamana ada. 1. Bilamana Tertanggung tidak menyetujui penawaran program perpanjangan asuransi, maka selanjutnya closed file. 2. Bilaman terdapat bagian-bagian tertentu yang belum mendapat persetujuan dari Tertanggung, agar hal tersebut kembali dinegosiasikan ulang kepada perusahaan asuransi. VII. Closing Instruction to Insurer(s) Bilamana Tertanggung menyetujui penawaran renewal sesuai quotation slip yang diajukan, maka segera dilakukan instruksi penutupan asuransi kepada Perusahaan Asuransi yang memberikan dukungan. Dapatkan konfirmasi ulang dari Penanggung tersebut secara tertulis sebagai bukti bahwa resiko telah dicover, dan sedapat mungkin hindari konfirmasi yang bersifat verbal. Segera setelah mendapatkan konfirmasi tertulis dari Penanggung, maka account tersebut segera dicatatkan dalam Laporan Produksi. VIII. Collect Policy Documents Monitor penerbitan dokumen polis dari perusahaan asuransi. Setelah dokumen polis perpanjangan diterima, agar diteliti terlebih dahulu apakah syarat dan ketentuan pertanggungan yang tercantum dalam polis telah sesuai dengan syarat dan ketentuan pertanggungan yang disepakati. Kemudian penerbitan Debit/Credit Note dapat diproses. IX. Deliver Policy Document to Insured Setelah seluruh dokumen polis dipastikan benar, segera kirimkan dokumen Debit Note beserta Polis Asuransi/Cover Note/Certificate kepada Tertanggung. 7

9 Sesuai ketentuan perundangan lainnya, agar diterbitkan Surat Penunjukan dan Standar Pelayanan Broker Asuransi yang ditandatangani dan Tertanggung. X. Premium Payment from Insured and Pay to Insurer(s) Berdasarkan dokumen Debit Note, agar Divisi Keuangan & Administrasi dapat melakukan penagihan premi kepada Tertanggung, dan segera memproses pembayaran premi kepada Penanggung segera setelah Tertanggung melakukan pembayaran premi. XI. Filing Semua dokumen polis termasuk administrasi penutupan perpanjangan agar disusun secara akurat, lengkap dan updated. 8

10 FLOWCHART PENUTUPAN ASURANSI RENEWAL BUSINESS EXISTING CLIENT/POLICY - RENEWAL NOTICE - REVIEW MARKET CONDITIONS REVIEW/ RE-DESIGN EXISTING POLICY RISK RE-SURVEY COLLECTING DATA/ INFORMATION, IF REQUIRED KNOWING YOUR CUSTOMER/KYC SELECTION OF INSURER INSURANCE PLACEMENT NEGOTIATION WITH INSURERS PROPOSE RENEWAL QUOTATION TO INSURED FILE NOT RENEW PRESENTATION, NEGOTIATION WITH INSURED RE-NEGOTIATION WITH INSURERS RENEW CLOSING INSTRUCTION TO INSURERS COLLECT POLICY DOCUMENTS DELIVERS POLICY DOCUMENTS TO INSURED PREMIUM PAYMENT FROM/TO INSURED/INSURER PRODUCTION REPORT FILE 9

11 STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENANGANAN KLAIM I. Claim Occurs Merupakan suatu peristiwa yang menyebabkan kerugian, kerusakan, kehilangan, luka badan, meninggal, tanggung jawab hukum atas suatu objek dan/atau kepentingan yang dipertanggungkan. II. Claim Notification 1. Laporan Pendahuluan klaim (notification of claim) yang diterima dari Tertanggung dicatat dalam buku registrasi klaim dan bilamana laporan pendahuluan klaim ini baru disampaikan secara lisan, agar kemudian hal ini ditegaskan secara tertulis. Setiap klaim harus dimaksukkan dalam Claim Record yang memuat ringkasan mengenai klaim tersebut. 2. Periksa validitas Polis Asuransi yang bersangkutan (premi, jangka waktu pertanggungan, jenis polis dan sebagainya) dan teliti apakah klaim tersebut liable berdasarkan kondisi polis. Jika tidak liable, agar dibuatkan surat pemberitahuan dan penjelasan kepada Tertanggung untuk selanjutnya closed file. 3. Teruskan laporan klaim pendahuluan kepada Penanggung dan perlu diperhatikan batas waktu pelaporan klaim harus sesuai dengan persyaratan polis yang bersangkutan agar tidak melampaui batas waktu pelaporan klaim yang diisyaratkan. 4. Periksa apakah premi sudah dibayar lunas oleh Tertanggung, dan apakah sudah diteruskan pembayarannya kepada Penanggung. Jika belum dilunasi, agar penagihannya dikoordinasikan bersama Divisi Keuangan. III. Claim Survey Pelajari kasus klaim tersebut dan bilamana perlu, lakukan survey. IV. Furnishing Claim Documents Inventarisir dokumen-dokumen klaim yang diperlukan untuk selanjutnya dimintakan kelengkapannya kepada Tertanggung. Claim Form (bila ada) yang diberikan oleh Penanggung agar diteruskan kepada Tertanggung dan dibantu dalam hal proses pengisiannya. Dokumen klaim yang disampaikan oleh Tertanggung, harus diperiksa, dianalisa dan diverifikasi kelengkapannya V. Submission Claim Documents to Insurer/Adjuster Dokumen klaim yang telah diperiksa dan telah diverifikasi kelengkapannya kemudian dikirimkan kepada Penanggung/Loss Adjuster. 10

12 VI. Obtain Claim Adjustment from Insurer Evaluasi dan negosiasikan kasus klaim tersebut dengan Penanggung dan/atau Loss Adjuster agar Tertanggung dapat memperoleh hak-haknya secara penuh dalam hal ganti rugi (klaim) sesuai dengan syarat dan kondisi polis. Selalu melaksanakan pemantauan atas proses klaim dan berupaya sedapat mungkin agar penyelesaian klaim dilaksanakan secara cepat dan tepat. VII. Claim Agreement Sampaikan, jelaskan dan rekomendasikan Claim Adjustment kepada Tertanggung untuk mendapat persetujuan. Setiap kasus klaim yang tidak dijamin oleh kondisi polis harus dijelaskan kepada pihak Tertanggung secara tertulis dan selanjutnya dinyatakan berkas klaim ini ditutup ( Close no Claim ). Bilamana besarnya ganti rugi belum mendapat persetujuan dari Tertanggung agar hal tersebut dinegosiasikan kembali dengan pihak Penanggung / Adjuster. VII. Monitoring Claim Settlement/Payment Process Claim Adjustment yang telah mendapat persetujuan dari Tertanggung untuk selanjutnya dikonfirmasikan kepada Penanggung untuk dilakukan pembayaran klaim. Proses pembayaran klaim kepada Tertanggung sudah harus dilaksanakan dalam kurun waktu 30 hari sejak tanggal persetujuan klaim oleh Tertanggung. VIII. Closed File Jika pembayaran kepada kepada Tertanggung sudah direalisasikan, kemudian agar dilakukan closed file atas indivual claim tersebut, dan selanjutnya claim tersebut dicatat dalam Claim Record pada Claim Settled. 11

13 FLOWCHART PENANGANAN KLAIM CLAIM OCCURS CLAIM RECORD CLAIM NOTIFICATION CHECKING POLICY CONDITIONS, PREMIUM PAYMENT STATUS NOT LIABLE FILE LIABLE CLAIM SURVEY, IF REQUIRED FURNISHING CLAIM DOCUMENTS ANALYSING AND VERIFYING CLAIM DOCUMENTS SUBMISSION CLAIM DOCUMENTS TO INSURER/ADJUSTER OBTAIN CLAIM ADJUSTMENT FROM INSURER CLAIM NEGOTIATION WITH INSURER/ ADJUSTTER DEAL CLAIM AGREEMENT MONITORING CLAIM SETTLEMENT/ PAYMENT PROCESS CLAIM RECORD CLOSED FILE 12

14 STANDARD OPERATING AND PROCEDURES KEUANGAN & AKUNTANSI BAGIAN KEUANGAN I. Pengiriman Polis dan Dokumen Tagihan Premi (Debit/Credit Note) kepada Tertanggung. II. Membuat Surat Daftar Tagihan Premi kepada Tertanggung, dan untuk selanjutnya melakukan penagihan premi (untuk klien korporasi dengan jumlah polis banyak). III. Melakukan pemeriksaan rekening bank, apakah premi sudah dibayarkan oleh Tertanggung. Jika belum direalisasikan pembayarannya, agar Tertanggung diingatkan kembali agar terms of payment sesuai dengan kondisi polis. IV. Dalam hal pembayaran premi sudah diterima dari Tertanggung, agar diterbitkan Kuitansi tanda penerimaan pembayaran (Payment Receipt) dalam 3 (tiga) rangkap, dimana Lembaran Asli dikirimkan kepada Tertanggung, 1 copy diberikan kepada Bagian Akuntasi dan 1 copy lagi untuk file Bagian Keuangan. V. Melaksanakan pembayaran premi kepada Penanggung melalui tahapan mempersiapkan dokumen pembayaran premi diantaranya bukti transfer, cek/bilyet giro, Debit/Credit Note. VI. Penyampaian dokumen pembayaran premi dan permintaan persetujuan (tanda tangan) dari pejabat yang berwenang. VII. Bilamana telah disetujui dan ditandatangani oleh pejabat berwenang, Kasir kemudian sudah dapat melakukan transaksi pembayaran premi kepada Penanggung, dan selanjutnya dimintakan bukti kuitansi pembayaran dari Penanggung, untuk selanjutnya diserahkan kepada Bagian Akuntasi. BAGIAN AKUNTANSI I. Menerima dokumen bukti pembayaran dan penerimaan premi dari Bagian Keuangan. II. Dokumen tersebut diperiksa terlebih dahulu, untuk kemudian disesuaikan dengan data Bagian Akuntasi. III. Pemberian Nomor Perkiraan sesuai dengan akun yang bersangkutan. IV. Melakukan input data ke komputer dan memeriksa journal entry-nya. V. Mencetak Buku Besar Piutang dan Hutang Premi, untuk memastikan apakah input tersebut sudah masuk. VI. File dokumen tersebut dalam bentuk Bukti Penerimaan dan Bukti Pembayaran Premi. VII. Mencetak Laporan Keuangan perusahaan diantaranya Laporan Keuangan, Laporan Laba-RugI, Laporan Ekuitas dan Laporan Arus Kas. 13

15 FLOWCHART KEUANGAN & AKUNTASI PEMERIKSAAN POLIS & PENERBITAN DEBIT/CREDIT NOTE MEMBUAT SURAT & DAFTAR TAGIHAN KEPADA TERTANGGUNG PENERIMAAN PREMI DARI TERTANGGUNG KUITANSI PENERIMAAN PREMI KEPADA TERTANGGUNG (PAYMENT RECEIPT) MEMPERSIAPKAN DOKUMEN PEMBAYARAN DAN PEMERIKSAAN/ PERSETUJUAN PEJABAT BERWENANG PEMBAYARAN PREMI KEPADA PENANGGUNG KASIR MELAKUKAN PEMBAYARAN PREMI DAN MEMINTA OFFICIAL RECEIPT DARI PENANGGUNG BAGIAN AKUNTANSI PEMERIKSAAN DOKUMEN DAN PEMBERIAN NOMOR AKUN INPUT KE KOMPUTER DAN PEMERIKSAAN JOURNAL ENTRY MENCETAK BUKU BESAR PIUTANG/HUTANG PREMI OUTPUT: - LAPORAN KEUANGAN - LAPORAN L/R - LAPORAN EKUITAS - LAPORAN ARUS KAS FILE BUKTI PENERIMAAN/ PEMBAYARAN PREMI 14

BAB III PELAKSANAAN KULIAH KERJA PRAKTEK. Pada kegiatan kerja praktek di PT Asuransi Ramayana Tbk. penulis

BAB III PELAKSANAAN KULIAH KERJA PRAKTEK. Pada kegiatan kerja praktek di PT Asuransi Ramayana Tbk. penulis BAB III PELAKSANAAN KULIAH KERJA PRAKTEK 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Pada kegiatan kerja praktek di PT Asuransi Ramayana Tbk. penulis ditempatkan di Divisi Akuntansi. Sesuai dengan judul dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. I. Implementasi Sistem Informasi atas Pembelian dan Penjualan pada CV.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. I. Implementasi Sistem Informasi atas Pembelian dan Penjualan pada CV. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian I. Implementasi Sistem Informasi atas Pembelian dan Penjualan pada CV. Barezky Total CV. Barezky Total adalah termasuk dalam Usaha Mikro, Kecil,

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG

RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/ TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PERUSAHAAN PIALANG ASURANSI, PERUSAHAAN PIALANG REASURANSI, DAN PERUSAHAAN PENILAI KERUGIAN ASURANSI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

LAMPIRAN - I SK. DIREKSI NO. 061/KEPT/DU/VIII/2008

LAMPIRAN - I SK. DIREKSI NO. 061/KEPT/DU/VIII/2008 LAMPIRAN - I SK. DIREKSI NO. 061/KEPT/DU/VIII/00 Surat Keputusan Direksi Nomor 061/Kept/DU/VIII/00 tentang Prosedur Pengelolaan Tagihan Premi sebagai berikut: I. Penerbitan Polis dan Penagihan Premi 1.

Lebih terperinci

KONSORSIUM ASURANSI PENYINGKIRAN KERANGKA KAPAL

KONSORSIUM ASURANSI PENYINGKIRAN KERANGKA KAPAL Halaman 1 dari 6 I. DASAR HUKUM: 1. Perjanjian Kerjasama antara PT TUGU PRATAMA INDONESIA dengan Perusahaan Asuransi Anggota Konsorsium tentang KONSORSIUM (WRECK REMOVAL INSURANCE) No. 022/PK/CGS-TPI/III/2015

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem pengendalian internal menurut Rama dan Jones (2008) adalah suatu

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem pengendalian internal menurut Rama dan Jones (2008) adalah suatu 9 BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Pengertian Sistem Pengendalian Internal Sistem pengendalian internal menurut Rama dan Jones (2008) adalah suatu proses yang di pengaruhi oleh dewan direksi

Lebih terperinci

PROPOSAL KERJASAMA PENUTUPAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR PT ADI SARANA ARMADA Tbk.

PROPOSAL KERJASAMA PENUTUPAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR PT ADI SARANA ARMADA Tbk. PROPOSAL KERJASAMA PENUTUPAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR PT ADI SARANA ARMADA Tbk. MATRIX PEMENUHAN SERVICE LEVEL AGREEMENT Service Level Agreement sesuai RFP A. Proses Penutupan Unit Penutupan atas unit

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL DAN PROSEDUR PENYELESAIAN KELUHAN DAN PENGADUAN NASABAH PT. (PERSERO) ASURANSI KREDIT INDONESIA Jl. Angkasa Blok B 9 Kav.8 Kota Baru Bandar Kemayoran Jakarta-10610 KEBIJAKAN DAN SOP

Lebih terperinci

Lampiran 1 Program Audit

Lampiran 1 Program Audit Lampiran 1 Program Audit Pemagang melakukan proses audit pada PT. XY yang berada di kota Surabaya. Proses audit tersebut difokuskan pada siklus penjualan dan penagihan pada PT. XY: 1) Penerimaan Customer

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR: KEP-28/PM/2000 TENTANG

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR: KEP-28/PM/2000 TENTANG KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR: KEP-28/PM/2000 TENTANG Peraturan Nomor V.D.9 PERATURAN NOMOR V.D.9 TENTANG PEDOMAN PERJANJIAN AGEN PERUSAHAAN EFEK ANGGOTA BURSA EFEK KETUA BADAN PENGAWAS

Lebih terperinci

6. RENEWAL AND CANCELLATION

6. RENEWAL AND CANCELLATION 6. RENEWAL AND CANCELLATION A. Renewal B. Cancellation Terjemahan dari The Principles & Practices of Insurance 6. RENEWAL AND CANCELLATION A. Renewal B. Cancellation Pertanyaan (Questions) Tujuan Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ketidakpastian merupakan salah satu atribut yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia. Ketidakpastian menyebabkan adanya risiko. Risiko adalah kemungkinan

Lebih terperinci

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.05/2016 TENTANG SALURAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI MELALUI KERJA SAMA DENGAN BANK (BANCASSURANCE)

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.05/2016 TENTANG SALURAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI MELALUI KERJA SAMA DENGAN BANK (BANCASSURANCE) Yth. 1.!Direksi Perusahaan Asuransi Umum; dan 2.!Direksi Perusahaan Asuransi Jiwa, di tempat SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.05/2016 TENTANG SALURAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI MELALUI KERJA

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut American Accounting Association (AAA) Siti Kurnia Rahayu

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut American Accounting Association (AAA) Siti Kurnia Rahayu BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Auditing Menurut American Accounting Association (AAA) Siti Kurnia Rahayu dan Ely Suhayati. Auditing merupakan suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi

Lebih terperinci

No. 11/11/DASP Jakarta, 13 April 2009 S U R A T E D A R A N. Perihal : Uang Elektronik (Electronic Money)

No. 11/11/DASP Jakarta, 13 April 2009 S U R A T E D A R A N. Perihal : Uang Elektronik (Electronic Money) No. 11/11/DASP Jakarta, 13 April 2009 S U R A T E D A R A N Perihal : Uang Elektronik (Electronic Money) Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12./PBI/2009 tanggal 13 April

Lebih terperinci

KONSORSIUM ASURANSI PENYINGKIRAN KERANGKA KAPAL

KONSORSIUM ASURANSI PENYINGKIRAN KERANGKA KAPAL Tanggal Pembuatan Halaman 1 dari 6 I. DASAR HUKUM: 1. Perjanjian Kerjasama antara PT TUGU PRATAMA INDONESIA dengan Perusahaan Asuransi Anggota Konsorsium tentang KONSORSIUM (WRECK REMOVAL INSURANCE) No.

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Penulis melaksanakan Kuliah Kerja Praktek di PT. Dirgantara

BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Penulis melaksanakan Kuliah Kerja Praktek di PT. Dirgantara BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1 Pelaksanaan Kuliah Kerja Preaktek Penulis melaksanakan Kuliah Kerja Praktek di PT. Dirgantara Indonesia Bandung, penulis ditempatkan di Direktorat

Lebih terperinci

- 1 - UMUM. Mengingat

- 1 - UMUM. Mengingat - 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/15/PBI/2007 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH BANK UMUM UMUM Dalam rangka meningkatkan efisiensi kegiatan

Lebih terperinci

Devi Herdiana Putri Sihombing Muhammad Saifi Achmad Husaini Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Devi Herdiana Putri Sihombing Muhammad Saifi Achmad Husaini Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya EVALUASI PENGENDALIAN INTERN TERHADAP SISTEM AKUNTANSI PENGELUARAN KAS ATAS PENGAJUAN PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI JIWA (Studi Kasus Pada AJB Malang) Devi Herdiana Putri Sihombing Muhammad Saifi Achmad Husaini

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/ 38 /DPNP tanggal 31 Desember 2010 PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI Lampiran Surat

Lebih terperinci

SOSIALIASI ASURANSI Dalam Rangka Penggunaan Transaksi Non Tunai Dalam Asuransi TKI. Jakarta, Februari 2015

SOSIALIASI ASURANSI Dalam Rangka Penggunaan Transaksi Non Tunai Dalam Asuransi TKI. Jakarta, Februari 2015 SOSIALIASI ASURANSI Dalam Rangka Penggunaan Transaksi Non Tunai Dalam Asuransi TKI Jakarta, Februari 2015 Pengertian Asuransi Pasal 1 angka 1 UU NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN Asuransi adalah

Lebih terperinci

TRANSLATED. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN No. 28 (revisi 1996) AKUNTANSI ASURANSI KERUGIAN PENDAHULUAN

TRANSLATED. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN No. 28 (revisi 1996) AKUNTANSI ASURANSI KERUGIAN PENDAHULUAN TRANSLATED PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN No. 28 (revisi 1996) AKUNTANSI ASURANSI KERUGIAN PENDAHULUAN 01 Industri asuransi berkembang selaras dengan perkembangan dunia usaha pada umumnya. Kehadiran

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER

Lebih terperinci

MANAJEMEN RISIKO PENGELOLAAN DEPOSITO

MANAJEMEN RISIKO PENGELOLAAN DEPOSITO FUNGSI INVESTASI I Penyiapan Informasi Deposito untuk Manajer Investasi Analis Usaha Deposito 1. Membuat cashflow harian untuk dana/ rekening pada Bank Custody A. Saham (T+3) a. Mengumpulkan data transaksi

Lebih terperinci

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negar

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negar No.396, 2014 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN. OJK. Reksa Dana. Penjual. Agen. Pencabutan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5653) PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Profil PT. Indo Tekhnoplus PT.Indo Tekhnoplus adalah sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang distribusi dan perdagangan alat-alat kesehatan

Lebih terperinci

Tiga fungsi dasar yang dilaksanakan oleh Sistem Informasi Akuntansi (SIA).

Tiga fungsi dasar yang dilaksanakan oleh Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Tiga fungsi dasar yang dilaksanakan oleh Sistem Informasi Akuntansi (SIA). 1. Mengumpulkan dan menyimpan data mengenai kegiatan bisnis organisasi secara efisien dan efektif. Menangkap data transaksi pada

Lebih terperinci

Buku Manual KEUANGAN. JIBAS Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah. Yayasan Mahadhika.

Buku Manual KEUANGAN. JIBAS Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah. Yayasan Mahadhika. Buku Manual KEUANGAN JIBAS Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah Yayasan Mahadhika http://www.mahadhika.or.id 1 2 DAFTAR ISI 1. Sistem Keuangan (SIMKEU)... 7 2. Aplikasi JIBAS Keuangan (SIMKEU)... 10

Lebih terperinci

KEUANGAN. Versi 3.2. tanggal 07 Januari Yayasan Indonesia Membaca JIBAS KEUANGAN

KEUANGAN. Versi 3.2. tanggal 07 Januari Yayasan Indonesia Membaca JIBAS KEUANGAN KEUANGAN Versi 3.2. tanggal 07 Januari 2012 1 Yayasan Indonesia Membaca JIBAS KEUANGAN JIBAS Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah http://www.jibas.net Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net

Lebih terperinci

Matriks Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Matriks Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR../ /POJK/2015 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN PENJELASAN ATAS PERATURAN DEWAN KOMISIONER NOMOR../.../POJK/2015

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : /PMK.010/2012 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI

RANCANGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : /PMK.010/2012 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI RANCANGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : /PMK.010/2012 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa semakin beragam dan kompleksnya Produk Asuransi dan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN NOMOR 1/PLPS/2005 TENTANG PROGRAM PENJAMINAN SIMPANAN DEWAN KOMISIONER LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN,

SALINAN PERATURAN LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN NOMOR 1/PLPS/2005 TENTANG PROGRAM PENJAMINAN SIMPANAN DEWAN KOMISIONER LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN, c SALINAN PERATURAN NOMOR 1/PLPS/2005 TENTANG PROGRAM PENJAMINAN SIMPANAN DEWAN KOMISIONER, Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan perlu

Lebih terperinci

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT KURNIA MULIA CITRA LESTARI IV. 1. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN AUDIT

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT KURNIA MULIA CITRA LESTARI IV. 1. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN AUDIT BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT KURNIA MULIA CITRA LESTARI IV. 1. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN AUDIT Untuk memulai suatu pemeriksaan, seorang auditor harus terlebih

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA PSAK 28: Akuntansi Asuransi Kerugian (Revisi 2012) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 28 bertujuan untuk

II. TINJAUAN PUSTAKA PSAK 28: Akuntansi Asuransi Kerugian (Revisi 2012) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 28 bertujuan untuk 7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 PSAK 28: Akuntansi Asuransi Kerugian (Revisi 2012) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 28 bertujuan untuk mengatur bagaimana perlakuan akuntansi

Lebih terperinci

SIKLUS PENDAPATAN. By: Mr. Haloho

SIKLUS PENDAPATAN. By: Mr. Haloho SIKLUS PENDAPATAN By: Mr. Haloho Sifat Siklus Pendapatan Siklus pendapatan terdiri dari aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan pertukaran barang dan jasa dengan pelanggan dan penagihan pendapatan dalam

Lebih terperinci

Panduan Penggunaan. Transaksi Reksa Dana Buana Fund Online. Selling Agent. PT. Buana Capital In Partnership with: Panduan Penggunaan

Panduan Penggunaan. Transaksi Reksa Dana Buana Fund Online. Selling Agent. PT. Buana Capital In Partnership with: Panduan Penggunaan Transaksi Reksa Dana Buana Fund Online Selling Agent In Partnership with: I. PERMULAAN Selamat Datang dan Terima Kasih karena telah memilih Buana Fund Online PT Buana Capital sebagai aplikasi Nasabah untuk

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. beban underwriting ada baiknya terlebih dahulu mengetahui kebijakan akuntansi yang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. beban underwriting ada baiknya terlebih dahulu mengetahui kebijakan akuntansi yang BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk melanjutkan pembahasan mengenai analisa pengakuan pendapatan dan beban underwriting ada baiknya terlebih dahulu mengetahui kebijakan akuntansi yang diterapkan

Lebih terperinci

2 d. bahwa melalui layanan keuangan tanpa kantor (branchless banking) tersedia produk-produk keuangan yang dapat dijangkau, sederhana, mudah dipahami,

2 d. bahwa melalui layanan keuangan tanpa kantor (branchless banking) tersedia produk-produk keuangan yang dapat dijangkau, sederhana, mudah dipahami, LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.350, 2014 KEUANGAN. OJK. Layanan. Tanpa Kantor. Keuangan Inklusif. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5628) PERATURAN OTORITAS JASA

Lebih terperinci

BAB 4 PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Proses Bisnis Asuransi Kerugian Proses Bisnis Asuransi Kerugian Secara Umum

BAB 4 PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Proses Bisnis Asuransi Kerugian Proses Bisnis Asuransi Kerugian Secara Umum BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Analisis Proses Bisnis Asuransi Kerugian 4.1.1 Proses Bisnis Asuransi Kerugian Secara Umum Pada subbab ini penulis akan membahas mengenai bagaimana suatu perusahaan asuransi kerugian

Lebih terperinci

Bab II Dasar Teori 2.1 Pengertian Sistem Akuntansi 2.2 Pengertian Penjualan Kredit 2.3 Pengertian Sistem Penjualan Kredit

Bab II Dasar Teori 2.1 Pengertian Sistem Akuntansi 2.2 Pengertian Penjualan Kredit 2.3 Pengertian Sistem Penjualan Kredit Bab II Dasar Teori 2.1 Pengertian Sistem Akuntansi Sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa industri perasuransian yang sehat, dapat diandalkan,

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.337, 2014 EKONOMI. Asuransi. Penyelenggaraan. Pencabutan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5618). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

TINJAUAN PROSES BISNIS

TINJAUAN PROSES BISNIS TINJAUAN PROSES BISNIS N. Tri Suswanto Saptadi 3/29/2016 nts/sia 1 Tiga Fungsi Dasar Sistem Informasi Akuntansi (SIA) 1. Mengumpulkan dan menyimpan data mengenai kegiatan bisnis organisasi secara efisien

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kerusakan, kehilangan atau resiko lainnya. Oleh karena itu setiap resiko yang

BAB I PENDAHULUAN. kerusakan, kehilangan atau resiko lainnya. Oleh karena itu setiap resiko yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Resiko di masa datang dapat terjadi terhadap kehidupan seseorang misalnya kematian, sakit, atau resiko dipecat dari pekerjaannya. Dalam dunia bisnis, resiko

Lebih terperinci

REKAP SOAL UN SMK AKUNTANSI 2008/ /2010

REKAP SOAL UN SMK AKUNTANSI 2008/ /2010 REKAP SOAL UN SMK Kumpulan Bank Soal UKK Teori Akuntansi AKUNTANSI 2008/2009 2009/2010 1. Definisi akuntansi adalah A. Ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai perhitungan uang perusahaan B. Kegiatan

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN PROSES BISNIS BIDANG USAHA

BAB 3 GAMBARAN PROSES BISNIS BIDANG USAHA BAB 3 GAMBARAN PROSES BISNIS BIDANG USAHA 3.1 Pembatasan Area Bisnis Dalam struktur organisasi perusahaan yang melakukan penjualan konsinyasi pada umumnya terbagi menjadi beberapa divisi. Divisi tersebut

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 11/ 20 /PBI/2009 TENTANG TINDAK LANJUT PENANGANAN TERHADAP BANK PERKREDITAN RAKYAT DALAM STATUS PENGAWASAN KHUSUS

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 11/ 20 /PBI/2009 TENTANG TINDAK LANJUT PENANGANAN TERHADAP BANK PERKREDITAN RAKYAT DALAM STATUS PENGAWASAN KHUSUS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 11/ 20 /PBI/2009 TENTANG TINDAK LANJUT PENANGANAN TERHADAP BANK PERKREDITAN RAKYAT DALAM STATUS PENGAWASAN KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2013 TENTANG PERILAKU AGEN PENJUAL EFEK REKSA DANA

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2013 TENTANG PERILAKU AGEN PENJUAL EFEK REKSA DANA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2013 TENTANG PERILAKU AGEN PENJUAL EFEK REKSA DANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS

Lebih terperinci

ANALISIS STANDARD OPERATIONAL PROCEDURES DAN PENGENDALIAN INTERNAL SIKLUS PEMBELIAN (STUDI PRAKTIK KERJA PADA HOTEL X )

ANALISIS STANDARD OPERATIONAL PROCEDURES DAN PENGENDALIAN INTERNAL SIKLUS PEMBELIAN (STUDI PRAKTIK KERJA PADA HOTEL X ) ANALISIS STANDARD OPERATIONAL PROCEDURES DAN PENGENDALIAN INTERNAL SIKLUS PEMBELIAN (STUDI PRAKTIK KERJA PADA HOTEL X ) OLEH : ELIYA SENGGONO 3203012144 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN MASALAH. kompensasi (PK) beserta lampirannya dari bagian verifikasi.

BAB III PEMBAHASAN MASALAH. kompensasi (PK) beserta lampirannya dari bagian verifikasi. BAB III PEMBAHASAN MASALAH 3.1 Bidang Pelaksanaan Praktek Kerja Berdasarkan pelaksanaan kuliah kerja praktek di PT. Dirgantara Indonesia penulis ditempatkan di departemen akuntansi keuangan. Bagian ini

Lebih terperinci

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN. siklus penjualan di PT Cisangkan serta berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN. siklus penjualan di PT Cisangkan serta berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan terhadap pengendalian intern siklus penjualan di PT Cisangkan serta berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada

Lebih terperinci

Sistem Penerimaan PT. Kimia Sukses Selalu dimulai dari datangnya Purchase Order (PO)

Sistem Penerimaan PT. Kimia Sukses Selalu dimulai dari datangnya Purchase Order (PO) Keterangan Flowchart : Sistem Penerimaan PT. Kimia Sukses Selalu dimulai dari datangnya Purchase Order (PO) dari pelanggan ke perusahaan yang diterima oleh Customer Sales Representative (CSR) perusahaan

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 28 /POJK.05/2015 TENTANG PEMBUBARAN, LIKUIDASI, DAN KEPAILITAN PERUSAHAAN ASURANSI, PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH,

Lebih terperinci

TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI

TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI SALINAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 481/KMK.017/1999 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa industri perasuransian yang sehat, dapat diandalkan,

Lebih terperinci

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2015 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

CASH and RECEIVABLES

CASH and RECEIVABLES CHAPTER 7 CASH and RECEIVABLES Bab ini membahas mengenai elemen dari Laporan Keuangan, yaitu current assets Cash and Cash Equivalents and Receivables. Untuk kas, kata kuncinya adalah internal kontrol dan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Definisi piutang menurut Standar Akuntansi Keuangan No.9 (revisi 2009)

BAB II LANDASAN TEORI. Definisi piutang menurut Standar Akuntansi Keuangan No.9 (revisi 2009) BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Piutang 2.1.1 Definisi Piutang Definisi piutang menurut Standar Akuntansi Keuangan No.9 (revisi 2009) adalah: Menurut sumber terjadinya, piutang digolongkan dalam dua kategori

Lebih terperinci

Panduan Penggunaan. AndaraLink Web Portal (AWP) Version 2.0. Bank Andara 2015

Panduan Penggunaan. AndaraLink Web Portal (AWP) Version 2.0. Bank Andara 2015 Panduan Penggunaan AndaraLink Web Portal (AWP) Version 2.0 Bank Andara 2015 1 P a n d u a n P e n g g u n a a n A n d a r a L i n k W e b P o r t a l ( A W P ) DAFTAR ISI I. Login AWP... 3 II. Request

Lebih terperinci

KRESNA DIRECT REGISTRATION FORM

KRESNA DIRECT REGISTRATION FORM FORMULIR REGISTRASI KRESNA DIRECT KRESNA DIRECT REGISTRATION FORM INFORMASI NASABAH CLIENT INFORMATION Nama Nasabah Name of Client No. KTP/SIM/KITAS ID Number Alamat Address Nama Gadis Ibu Kandung Name

Lebih terperinci

Lampiran 1. Tagihan UKM Kolom Nama Sebagai Catatan Realisasi Simpanan Wajib

Lampiran 1. Tagihan UKM Kolom Nama Sebagai Catatan Realisasi Simpanan Wajib Lampiran 1. Tagihan UKM Kolom Nama Sebagai Catatan Realisasi Simpanan Wajib Lampiran 2. Tagihan UKM Kolom Tanda Tangan Sebagai Catatan Realisasi Lampiran 3. Standard Operating Procedure (SOP) Prosedur

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 11/ 28 /PBI/2009 TENTANG PENERAPAN PROGRAM ANTI PENCUCIAN UANG DAN PENCEGAHAN PENDANAAN TERORISME BAGI BANK UMUM

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 11/ 28 /PBI/2009 TENTANG PENERAPAN PROGRAM ANTI PENCUCIAN UANG DAN PENCEGAHAN PENDANAAN TERORISME BAGI BANK UMUM PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 11/ 28 /PBI/2009 TENTANG PENERAPAN PROGRAM ANTI PENCUCIAN UANG DAN PENCEGAHAN PENDANAAN TERORISME BAGI BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. IV.1 Perencanaan dan Tujuan Kegiatan Audit Operasional

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. IV.1 Perencanaan dan Tujuan Kegiatan Audit Operasional BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN IV.1 Perencanaan dan Tujuan Kegiatan Audit Operasional Audit operasional adalah suatu pemeriksaan terhadap kegiatan dan kebijakan operasional suatu perusahaan yang ditentukan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dengan asersi tentang tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dengan asersi tentang tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1.1. Landasan Teori 2.1.1. Pengertian Audit Definisi auditing menurut Jusup (2014:10) adalah suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti yang berhubungan dengan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa situasi lingkungan eksternal dan internal perbankan mengalami

Lebih terperinci

B A B I I L A N D A S A N T E O R I

B A B I I L A N D A S A N T E O R I 7 B A B I I L A N D A S A N T E O R I 2.1. Penjualan Penjualan mempunyai pengertian secara umum yaitu merupakan suatu proses dimana dalam proses tadi terjadi penukaran suatu produk berupa barang ataupun

Lebih terperinci

-1- PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 2 /BC/2011 TENTANG PENGELOLAAN JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN

-1- PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 2 /BC/2011 TENTANG PENGELOLAAN JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN -1- PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 2 /BC/2011 TENTANG PENGELOLAAN JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN Menimbang DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI, : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2015 TENTANG

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2015 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2015 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN ASURANSI, PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH, PERUSAHAAN REASURANSI,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem berasal dari bahasa yunani system yang artinya adalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem berasal dari bahasa yunani system yang artinya adalah BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Sistem Menurut Mulyadi (2001:1), menyatakan bahwa sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya yang berfungsi bersama-sama

Lebih terperinci

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. Sejarah Singkat dan Struktur Organisasi Perusahaan

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. Sejarah Singkat dan Struktur Organisasi Perusahaan 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Singkat dan Struktur Organisasi Perusahaan PT. Hasjrat Abadi Cabang Ambon adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan barang bermerek Yamaha. Kehadirannya

Lebih terperinci

BAB 1. Instruksi Penggunaan Buku

BAB 1. Instruksi Penggunaan Buku BAB 1 Instruksi Penggunaan Buku Buku Praktikum ini dirancang untuk memberikan panduan bagi mahasiswa dalam menerapkan konsep-konsep mata kuliah Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi untuk sistem akuntansi

Lebih terperinci

INSTRUMEN INVESTASI BAGI PEMODAL YANG MEMILIKI DANA TERBATAS (INVESTOR INDIVIDUAL)

INSTRUMEN INVESTASI BAGI PEMODAL YANG MEMILIKI DANA TERBATAS (INVESTOR INDIVIDUAL) INSTRUMEN INVESTASI BAGI PEMODAL YANG MEMILIKI DANA TERBATAS (INVESTOR INDIVIDUAL) Oleh: DEDEN MULYANA Disampaikan pada Seminar Bulanan Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi 15 Mei 2013 Pendahuluan Investasi

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI ASURANSI. Materi 1 PENGENALAN ASURANSI

SISTEM INFORMASI ASURANSI. Materi 1 PENGENALAN ASURANSI SISTEM INFORMASI ASURANSI Materi 1 PENGENALAN ASURANSI Dr. Kartika Sari U niversitas G unadarma Materi 1-1 Pengertian Asuransi Asuransi adalah: Suatu mekanisme pemindahan risiko dari tertanggung (nasabah)

Lebih terperinci

S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA. Perihal : Pembatasan Transaksi Rupiah dan Pemberian Kredit Valuta Asing oleh Bank

S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA. Perihal : Pembatasan Transaksi Rupiah dan Pemberian Kredit Valuta Asing oleh Bank No. 7/23/DPD Jakarta, 8 Juli 2005 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal : Pembatasan Transaksi Rupiah dan Pemberian Kredit Valuta Asing oleh Bank Sehubungan dengan telah ditetapkannya

Lebih terperinci

No. 16/12/DPAU Jakarta, 22 Juli 2014 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

No. 16/12/DPAU Jakarta, 22 Juli 2014 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA No. 16/12/DPAU Jakarta, 22 Juli 2014 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal: Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital Dalam Rangka Keuangan Inklusif Melalui Agen Layanan Keuangan Digital

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Dengan adanya perkembangan di bidang ekonomi saat ini, penyedia modal sangat dibutuhkan. Adanya penyedia modal mendukung jalannya

PENDAHULUAN Dengan adanya perkembangan di bidang ekonomi saat ini, penyedia modal sangat dibutuhkan. Adanya penyedia modal mendukung jalannya PENDAHULUAN Dengan adanya perkembangan di bidang ekonomi saat ini, penyedia modal sangat dibutuhkan. Adanya penyedia modal mendukung jalannya kegiatan perekomian. Dalam hal ini, salah satu bentuk usaha

Lebih terperinci

TINJAUAN MENYELURUH PROSES BISNIS

TINJAUAN MENYELURUH PROSES BISNIS TINJAUAN MENYELURUH PROSES BISNIS 1/total Outline KEGIATAN BISNIS DAN KEBUTUHAN INFORMASI PEMROSESAN TRANSAKSI : DOKUMEN DAN PROSEDUR MENYEDIAKAN INFORMASI UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Banyaknya perusahaan yang ada saat ini membuat industri yang ada di Indonesia semakin berkembang. Semakin berkembangnya suatu perusahaan, maka semakin beragam masalah yang

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN SESI STATISTIK BADAN PENGELOLA PUSAT DATA ASURANSI NASIONAL (BPPDAN) TAHUN 2013

PETUNJUK PELAKSANAAN SESI STATISTIK BADAN PENGELOLA PUSAT DATA ASURANSI NASIONAL (BPPDAN) TAHUN 2013 PETUNJUK PELAKSANAAN SESI STATISTIK BADAN PENGELOLA PUSAT DATA ASURANSI NASIONAL () TAHUN 2013 Agar pelaksanaan sesi statistik dapat berjalan dengan baik, mencapai sasaran secara efektif dan efisien, ReINDO

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. PT. Bumi Maestroayu dijelaskan pada bab keempat ini. Berdasarkan ruang lingkup yang

BAB IV PEMBAHASAN. PT. Bumi Maestroayu dijelaskan pada bab keempat ini. Berdasarkan ruang lingkup yang BAB IV PEMBAHASAN Pembahasan audit operasional atas fungsi penjualan dan penerimaan kas pada PT. Bumi Maestroayu dijelaskan pada bab keempat ini. Berdasarkan ruang lingkup yang telah penulis uraikan pada

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Obyek penelitian untuk penelitian ini adalah PT Mandom Indonesia, Tbk. PT Mandom Indonesia Tbk, dahulu bernama PT Tancho Indonesia, Tbk, didirikan pada

Lebih terperinci

BAB VII SIKLUS PENDAPATAN: PENJUALAN DAN PENAGIHAN KAS

BAB VII SIKLUS PENDAPATAN: PENJUALAN DAN PENAGIHAN KAS BAB VII SIKLUS PENDAPATAN: PENJUALAN DAN PENAGIHAN KAS A. Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang

Lebih terperinci

BAB II. Dasar Teori. 2.1 Konsep dan Dasar Definisi Konsep

BAB II. Dasar Teori. 2.1 Konsep dan Dasar Definisi Konsep BAB II Dasar Teori 2.1 Konsep dan Dasar Definisi Konsep 1. Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. (Mulyadi, 2001:5) 2.

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORAN. Awalludiyah Ambarwati

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORAN. Awalludiyah Ambarwati SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORAN Awalludiyah Ambarwati Accounting Information Systems Fungsi Utama Mengumpulkan dan mengatur data dari sumber-sumber berikut Semua sub sistem SIA

Lebih terperinci

No. 14/ 17 /DASP Jakarta, 7 Juni 2012 S U R A T E D A R A N

No. 14/ 17 /DASP Jakarta, 7 Juni 2012 S U R A T E D A R A N 1 No. 14/ 17 /DASP Jakarta, 7 Juni 2012 S U R A T E D A R A N Perihal : Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu

Lebih terperinci

BERITA NEGARA PERATURAN KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER-03/1.02.1/PPATK/03/12 TENTANG

BERITA NEGARA PERATURAN KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER-03/1.02.1/PPATK/03/12 TENTANG No.283,2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER-03/1.02.1/PPATK/03/12 TENTANG PELAKSANAAN PENGHENTIAN SEMENTARA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.283, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PPATK. Penghentian Sementara. Penundaan. Transaksi. Perbankan. Pasar Modal. Asuransi. PERATURAN KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN NOMOR

Lebih terperinci

PANDUAN PEMBUKAAN REKENING GARUDA ERJANGKA SECARA ONLINE ELEKTRONIK PT GARUDA BERJANGKA

PANDUAN PEMBUKAAN REKENING GARUDA ERJANGKA SECARA ONLINE ELEKTRONIK PT GARUDA BERJANGKA PANDUAN PEMBUKAAN REKENING GARUDA ERJANGKA SECARA ONLINE ELEKTRONIK 1 Panduan / Manual PT Garuda Berjangka untuk penerimaan nasabah secara elektronik online: SELAMAT BERTRANSAKSI DI PLATFORM GARUDA BERJANGKA

Lebih terperinci

Medicare

Medicare Medicare Medicare * S.V Saya menyatakan bahwa semua keterangan yang terdapat di dalam Formulir Permohonan Produk ini adalah keterangan yang diberikan oleh Calon Pemegang Polis dan/atau Calon Tertanggung,

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN REGISTRASI NASABAH SECARA ELEKTRONIK (ONLINE)

BUKU PANDUAN REGISTRASI NASABAH SECARA ELEKTRONIK (ONLINE) BUKU PANDUAN REGISTRASI NASABAH SECARA ELEKTRONIK (ONLINE) PT. Starpeak Equity Futures l Copyright 2014 INFORMASI Buku Panduan ini dibuat untuk menerangkan Tahapan Penerimaan Nasabah secara elektronik

Lebih terperinci

M E M U T U S K A N :

M E M U T U S K A N : 7. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 01/M-DAG/PER/3/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perdagangan sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri

Lebih terperinci

Rencana Perubahan KIK dan Prospektus Reksa Dana Aberdeen Dana Pendapatan Riil Oktober 2016

Rencana Perubahan KIK dan Prospektus Reksa Dana Aberdeen Dana Pendapatan Riil Oktober 2016 Rencana Perubahan KIK dan Prospektus Reksa Dana Aberdeen Dana Pendapatan Riil Oktober 2016 MATRIKS RENCANA PENAMBAHAN DAN PERUBAHAN PADA KIK DAN PROSPEKTUS I Perubahan Kebijakan Pembagian Hasil Investasi

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/1/PBI/2013 TENTANG LEMBAGA PENGELOLA INFORMASI PERKREDITAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/1/PBI/2013 TENTANG LEMBAGA PENGELOLA INFORMASI PERKREDITAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/1/PBI/2013 TENTANG LEMBAGA PENGELOLA INFORMASI PERKREDITAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Bank Indonesia berwenang untuk

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Prosedur Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada PT. Pos Indonesia ( PERSERO ) Jakarta Pusat

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Prosedur Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada PT. Pos Indonesia ( PERSERO ) Jakarta Pusat BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Prosedur Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada PT. Pos Indonesia ( PERSERO ) Jakarta Pusat Adapun sumber-sumber penerimaan kas pada PT. Pos Indonesia (Persero) Jakarta

Lebih terperinci

Manual Book. PG Online

Manual Book. PG Online Manual Book PG Online WWW.PG-AM.COM I. PENDAFTARAN NASABAH BARU (New Customer) 1. Buka browser Anda dan masukan alamat link : https://www.pgonline.co.id 2. Maka akan tampil gambar seperti dibawah ini ;

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53/PMK.010/2012 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53/PMK.010/2012 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 53/PMK.010/2012 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 8 /POJK.03/2016 TENTANG PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM MELAKSANAKAN AKTIVITAS KEAGENAN PRODUK KEUANGAN LUAR NEGERI

Lebih terperinci

PERHATIAN! PERJANJIAN INI MERUPAKAN KONTRAK HUKUM, HARAP DIBACA DENGAN SEKSAMA PERJANJIAN PEMBERIAN AMANAT

PERHATIAN! PERJANJIAN INI MERUPAKAN KONTRAK HUKUM, HARAP DIBACA DENGAN SEKSAMA PERJANJIAN PEMBERIAN AMANAT Formulir Nomor IV.PRO.11 PERHATIAN! PERJANJIAN INI MERUPAKAN KONTRAK HUKUM, HARAP DIBACA DENGAN SEKSAMA PERJANJIAN PEMBERIAN AMANAT Pada hari ini, tanggal.. bulan tahun., bertempat di Kantor Pusat atau

Lebih terperinci

Sistem akuntansi penjualan, terdiri dari kegiatan-kegiatan transaksi penjualan: kredit dan tunai

Sistem akuntansi penjualan, terdiri dari kegiatan-kegiatan transaksi penjualan: kredit dan tunai Sistem akuntansi penjualan, terdiri dari kegiatan-kegiatan transaksi penjualan: kredit dan tunai Jika order dari pelanggan telah dipenuhi oleh perusahaan dimana barang atau jasa yang dipesannya telah dikirimkan

Lebih terperinci

Safe General (Business Application For Insurance). Proposal Implementasi Aplikasi Asuransi Kerugian

Safe General (Business Application For Insurance). Proposal Implementasi Aplikasi Asuransi Kerugian Safe General (Business Application For Insurance). Proposal Implementasi Aplikasi Asuransi Kerugian PT. Technetindo Utama Jl. Jatinegara Barat No. 166H Kp. Melayu Jakarta Timur Telp. (021) 8194919 Fax.

Lebih terperinci