PENDIDIKAN PRANATAL DALAM ISLAM
|
|
|
- Widyawati Pranoto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENDIDIKAN PRANATAL DALAM ISLAM Bahrun Ali Murtopo Pascasarjana IAINU Kebumen Abstrak Pendidikan menurut ta lim, dan ta d ib. Tarbiyah sendiri mengandung empat (4) unsur yaitu Pertama, memelihara pertumbuhan. Kedua, mengembangkan potensi dan kelengkapan manusia yang beraneka ragam (termasuk akal-budinya). Ketiga, mengarahkan fitra dan potensi manusia menuju kesempurnaannya. Keempat, melaksanakan secara bertahap dengan irama perkembangan anak. Sementara ta lim dalam pengertian lain, lebih bersifat pemberian atau penyampaian pengertian, pengetahuan, dan ketrampilan. Adapun arti ta dib lebih tertuju pada penyempurnaan akhlaq (budi pekerti). Persoalan mendidik anak di dalam konsepsi Islam adalah persoalan yang sangat penting. Proses pendidikan Islam tidak hanya dimulai sejak anak dilahirkan, akan tetapi sejak dalam kandungan, pendidikan Islam sudah dimulai, bahkan sejak pernikahan itu disiapkan. Dengan demikian, Islam yang bersumber pada al-qur an dan hadith sangat menjunjung nilai-nilai pendidikan. Islam menuntut setiap orang tua untuk memperhatikan masalah pendidikan anak, bahkan masih berupa janin dalam kandungan. Ini kian dikukuhkan oleh hasil-hasil penelitian ilmiah yang menyatakan betapa perilaku anak setelah besar sangat ditentukan oleh perilaku orang tuanya sejak anak masih di dalam kandungan serta pola pendidikan yang diterapkan oleh keluarga, sekolah, serta lingkungannya Kata Kunci: Pendidikan Pranatal, Ta lim, Ta dib 285
2 An-Nidzam Volume I, Nomor 2, Mei-Agustus 2014 PENDAHULUAN Pendidikan dalam Islam tidak dapat dilepaskan dari asal terciptanya manusia itu sendiri. Kata pendidikan dalam bahasa Arabnya adalah tarbiyah (mengembangkan, menumbuhkan, menyuburkan) berakar satu kata dengan Rabb (Tuhan). Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan adalah sebuah nilai-nilai luhur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Terpisahnya pendidikan dan terpilah-pilahnya bagian-bagiannya dalam kehidupan manusia berarti terjadi pula disintegrasi dalam kehidupan manusia yang konsekwensinya melahirkan ketidak-harmonisan dalam kehidupannya. Manusia adalah pelaksana dari pendidikan. Dalam al-quran, manusia sebagai makhluk Allah yang mempunyai dua tugas utama yaitu sebagai Khalifah fi al- Ardh dan sebagai hamba ( abid) yang diperintahkan untuk melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangannya dengan bekal dasar yaitu penglihatan, pendengaran, potensi akal (af-idah) dan dengan ketiga indera tersebut merupakan sarana dasar manusia dalam menerima pendidikan. walaupun pada awalnya manusia dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui apapun. Sebagaimana dalam al-quran: Artinya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. an-nahl: 78). 1 Menurut Ibnu Qayyim al-jauziyah dalam kitab Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud mengatakan: Bahwa orang yang berpendapat tentang janin dalam kandungan ibu tidak bisa melihat dan tidak mendengar suara itu tidak benar dan tidak ada dalilnya. Menurut dia, ayat itu menunjukkan bahwa media penglihatan, pendengaran dan akal itu sudah diciptakan sejak dalam kandungan beserta kekuatan dasarnya. Dan tidak mungkin Allah menciptakan sesuatu tanpa fungsi, namun fungsi itu masih bersifat pasif dan akan berfungsi aktif setelah janin itu dilahirkan dari rahim ibunya. 2 1 Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur an dan Terjemahannya, (Surabaya: Penerbit Al-Hidayah, 2002), hlm Menurut Ibnu Qayyim al-jauziyah QS. an-nahl:
3 Pendidikan Pranatal dalam Islam Dengan adanya fungsi itu, seharusnya orang tua -khususnya ibu- selalu melakukan stimulus-stimulus dengan memperlakukan janin dengan baik, perlakuan yang baik itu diantaranya memberikan pelayanan yang baik dan tepat terhadap anaknya yang masih dalam kandungan, tidak melakukan tindakantindakan kekerasan yang menyebabkan dampak negatif baik fisik maupun psikis. Sebagaimana yang telah diisyaratkan oleh Nabi Muhammad dalam sabdanya: Anak yang celaka adalah anak yang telah mendapatkan kesempitan di masa dalam perut ibunya (HR. Imam Muslim). 3 Dalam Islam bukan hanya pada masa kandungan yang harus diperhatikan, tapi mulai sejak memilih pasangan, dianjurkan memilih yang baik dan utama. Sebagaimana perintah Nabi Muhammad dalam sabdanya: Memilihlah kalian semua untuk mani kalian (anak/keturunan) karena sesungguhnya iriq adalah dassas, (HR. Ibnu Majah dari Aisyah). 4 Dalam kamus bahasa Arab al-munjid, kata al-irqu dassasun, artinya sesungguhnya akhlak orang tua berpindah kepada anak-anaknya. Hadits ini menjelaskan bahwa anjuran untuk mencari lahan yang subur untuk menanam benih (sperma) sehingga anak-anaknya tidak mewarisi sifat tercela. Mendidik atau rabba dalam bahasa Arab bukan berarti mengganti (tabdiil) dan bukan pula berarti merubah (taghyiir). Melainkan menumbuhkan, mengembangkan dan menyuburkan, atau lebih tepat mengkondisikan sifatsifat dasar (fithrah) seorang anak yang ada sejak awal penciptaannya agar dapat tumbuh subur dan berkembang dengan baik. Jika tidak, maka fithrah yang ada dalam diri seseorang akan terkontaminasi dengan hal-hal negatif dalam kehidupan itu sendiri. Hal negatif dalam kehidupan inilah yang diistilahkan oleh hadits Nabi dengan tahwiid (mengyahudikan) tanshiir (menasranikan) dan tamjiis (memajusikan). Sebagaimana Hadits Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah dalam kitab Shohih Muslim, yaitu: 3 Muhammad bin Abu Bakar al-jauziyah, Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud, (Libanon: Darr al-kitab al-araby, 2001), hlm Umar Ahmad Umar, Manhaj at-tarbiyah fi al-quran wa as-sunnah, (Damsyiq: Dar al-ma rifah, 1996), hlm
4 An-Nidzam Volume I, Nomor 2, Mei-Agustus 2014 Tidak seorangpun dilahirkan kecuali dalam keadaan suci (memilki sifat-sifat dasar) kemudian kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nashrani dan majusi.(al-hadits) Di samping itu, pendidikan merupakan suatu tujuan dan proses menjaga eksistensi fitrah manusia. Secara lebih filosofis Muhammad Natsir dalam tulisan Ideologi Pendidikan Islam menyatakan; yang dinamakan pendidikan, ialah suatu pimpinan jasmani dan ruhani menuju kesempurnaan dan kelengkapan arti kemanusiaan dengan arti sesungguhnya. 5 Pendidikan sering dikatakan sebagai seni pembentukan masa depan. Ini tidak hanya terkait dengan manusia seperti apa yang diharapkan di masa depan, tetapi juga dengan proses seperti apa yang akan diberlakukan sejak awal keberadaannya mulai dari kandungan. Baik dalam konteks peserta didik maupun proses, oleh karenanya pendidikan isla 6, perlu memperhatikan realitas sekarang untuk menyusun format langkah-langkah yang akan dilakukan. Untuk merealisasikan tujuan pendidikan islam sebagai usaha membentuk dan menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang berakhlak mulia dan bertaqwa, harus di mulai sejak dini, saat manusia itu sendiri masih dalam kandungan. Karena saat itulah watak seorang anak dibentuk melalui stimulus-stimulus edukatif. Pada hakikatnya, anak-anak sebagai generasi unggul tidak akan berkembang dengan sendirinya. Mereka memerlukan lingkungan subur yang sengaja diciptakan untuk itu, yang memungkinkan potensi mereka tumbuh dengan optimal. Orang tua memegang peranan penting menciptakan kondisi lingkungan tersebut guna memotivasi anak agar dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi. Menurut penelitian Craig dari University of Alabama menunjukkan hasil bahwa program stimulasi dini meningkatkan nilai tes kecerdasan dalam pelajaran utama pada semua anak yang diteliti masa pra lahir hingga usia 15 tahun. Anakanak tersebut mencapai kecerdasan 15 persen hingga 30 persen lebih tinggi. Selain itu, menurut F. Rene Van de Carr, dkk, bahwa The Prenatal Enrichment di Hua 5 Hadits Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah dalam kitab Shohih Muslim (al-hadits ) 6 M. Yusuf al-qardhawi, Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, (Jakarta, Logos Wacana Ilmu, 2002), hlm
5 Pendidikan Pranatal dalam Islam Chiew General Hospital di Bangkok Thailand yang dipimpin C. Panthura-Amphorn, telah melakukan penelitian bahwa bayi yang diberi stimulasi pralahir cepat mahir bicara, menirukan suara, menyebut kata pertama, tersenyum secara spontan, lebih tanggap, dan juga mengembangkan pola sosial lebih baik saat ia dewasa. 7 Dalam hal ini, Imam Ali bin Abi Tholib berrkata kepada puteranya yaitu al-hasan. hati anak bagaikan lahan kosong. Apa yang ditanam di atasnya akan diterima. Maka tanamlah di dalamnya sopan santun sebelum hatimu menjadi keras dan pikiranmu menjadi rusak. Selaras dengan teori tabularasa John Loke yang menyebutkan bahwa seorang anak bagaikan kertas putih dan juga merujuk pada sabda Nabi Muhammad di atas tentang semua anak yang akan lahir mengacu pada fitrahnya. 8 Dalam konteks pendidikan anak, peran orang tua sangatlah menentukan karena orang tua adalah the fisth education for child atau awwalu tarbiyah fil manzil dan yang sangat berperan dalam hal ini adalah ibu. Ayah dan ibu sebagai pihak yang bertanggung jawab harus berusaha keras menghiasi anaknya dengan sifat-sifat kemuliaan dan akhlak terpuji. Mulai sejak berada dalam kandungan, perasaan anak muncul dan tercipta secara pasif yang hanya bisa menerima sebelum akalnya berkembang. Dalam lingkungan keluarga dewasa ini, pendidikan prenatal masih sering dianggap hanya sebagai bentuk tradisi yang turun temurun, menjaga anak dalam kandungan sekedar merupakan kewajiban orang tua untuk mempunyai anak yang sehat dan lahir dengan sempurna, tidak cacat dan tidak keguguran. Sehingga pola gerak, tindak dan pola makanan ibu saat mengandung lebih dijaga dan diperhatikan. Bahkan ada keluarga di masyarakat yang menganggap itu bukan hanya tradisi tapi juga mitos (sangat sedikit yang memahami bahwa hal itu ada dasarnya dalam agama), sehingga ada anggapan bagi keluarga ibu hamil itu, tidak boleh berkata kotor, tidak boleh menyakiti manusia dan hewan karena akan mempengaruhi kepada janin yang sedang dikandung. 9 Di sisi lain, fenomena pendidikan saat ini, mengalami tantangan berat, dimana banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan, kenakalan remaja, kasus narkoba, 7 Ubes Nur Islam, Mendidik Anak dalam Kandungan, (Jakarta: Gema Insani, 2004), hlm Teori Tabularasa John Loke 9 Ubes Nur Islam, Mendidik Anak dalam Kandungan, (Jakarta: Gema Insani, 2004) 289
6 An-Nidzam Volume I, Nomor 2, Mei-Agustus 2014 pemerkosaan, tawuran antar sekolah, antar kampus, bahkan pembunuhan sering diliput oleh media cetak dan media informasi yang hasilnya kebanyakan dari mereka adalah golongan pelajar (peserta didik). Golongan yang selalu melakukan proses belajar, golongan yang masih didominasi oleh pembentukan karakter pertama kalinya yaitu masa anak-anak. Siapakah yang salah? Atau apakah yang salah?. Sebenarnya permasalahan dalam pendidikan prenatal adalah bukan bagaimana mendidik anak dalam kandungan secara efektif, tapi bagaimana menjadi orang tua yang efektif. Orang tua harus berusaha melakukan stimulus dan menjaga sikapnya baik dalam ranah emosional dan spiritual bukan hanya sekedar tradisi dan mitos. Anak adalah refleksi dari orang tuanya, anak juga merupakan representasi dari keadaan suatu keluarga. PENDIDKAN PRANATAL Pranatal, secara etimologi berasal dari kata pre yang berarti sebelum dan natal berarti lahir, jadi berarti sebelum melahirkan atau keadaan sebelum kelahiran. 10 Apabila dihubungkan dengan kata pendidikan, maka pendidikan prenatal berarti pendidikan anak dalam kandungan, agar anak terdidik oleh orang tuanya sejak dalam kandungan. Istilah Pranatal dalam Kamus Bahasa Indonesia mempunyai arti pra-lahir atau sebelum lahir. 11 Istilah tersebut digunakan sebagai sebutan bagi anak yang masih berada dalam kandungan. Jadi dengan kata lain pranatal adalah masa anak dalam kandungan sampai lahir. Dengan demikian, yang dimaksud pendidikan anak dalam kandungan atau pendidikan pranatal adalah pendidikan yang diberikan kepada anak sebelum lahir atau sejak dalam kandungan sampai anak tersebut lahir. Jadi apapun yang dilakukan oleh orang tua, itulah pendidikan yang diberikan pada anak dalam kandungan (pranatal). Jika pengertian pendidikan pranatal itu dikaitkan dengan pengertian pendidikan yang telah dirumuskan sebelumnya, maka pendidikan anak dalam kandungan merupakan usaha secara sadar yang dilakukan oleh orang yang lebih dewasa (sebagai pendidik) dalam upaya mengembangkan potensi yang dimiliki 10 Echols Shadily, 1989, hlm Departemen P Dan K, hlm
7 Pendidikan Pranatal dalam Islam oleh setiap manusia agar dapat berkembang secara maksimal sesuai dengan tujuan pendidikan, yang dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan ibu (pranatal) sampai anak tersebut lahir ke dunia. Pendidikan pranatal bersifat peneladanan atau pembiasaan orang tua. Sikap dan apapun perbuatan orang tua pada saat anak masih dalam kandungan ataupun sudah lahir sangat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa anak. Jadi orang tua harus selalu menjaga sikap dan tingkah lakunya agar tetap sesuai dengan ajaran agama sebagai upaya pendidikan anak dalam kandungan (pendidikan pranatal). METODE PENDIDIKAN PRANATAL Pendidikan pra-natal diberikan ketika Ibu merasa adanya gerakan-gerakan baik responsif atau bukan pada janin yang dikandungnya baik tenggangnya lama atau agak lama, karena hal itu menandakan bahwa janin sedang sadar atau terjaga. Jika tidak ada gerakan, menandakan janin sedang tidur. Pemberian stimulan lebih efektif bila kehamilan sudah menginjak usia empat bulan. Perkembangan embrio pada bulan keempat telah sempurna dan sejak saat inilah embrio sudah bisa mendengar suara yang berada di luar dan juga mampu mendengar gemuruh isi perut ibunya. 12 Hal ini disebabkan karena ruh telah ditiupkan ke dalam janin sehingga menjadi makhluk baru. Makhluk baru ini mampu bergerak dan mendengar. Mulai itulah jantungnya tidak pernah lagi berhenti berdenyut. Fenomena inilah yang diisyaratkan al-quran dalam surah al-mu minunayat 13. Kemampuan mendengar ini sebaiknya digunakan oleh ibu untuk membuat anak terbiasa dengan ayat-ayat al-qur an. Karena suara ibulah yang paling jelas, maka yang terbaik bagi anak dalam rahim adalah bacaan ayat al-qur an oleh ibunya sendiri, bukan dari tape atau radio atau dari yang lain. Semakin sering ibu membaca al-quran selama kehamilan semakin kuatlah guratan memori al-qur an di otak anak. Di antara metode pra-natal yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Najati, Psikologi dalam Tinjauan Hadith, hlm Petrus Lukmanto, Keajaiban Kehidupan, Alih bahasa oleh Joshua Simbodo, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 1996), hlm Muhyiddin, Mendidik Anak Soleh, hlm
8 An-Nidzam Volume I, Nomor 2, Mei-Agustus Metode bermain (haptonomi: kontak dengan janin), yaitu dengan mengelus perut ibu dengan penuh kasih sayang, bernyanyi dengan didekatkan ke perut ibu. 2. Uswatun hasanah, yaitu dengan melakukan aktivitas, prilaku, dan tutur kata yang baik sesuai ajaran Islam. 3. Metode ceramah. Metode ini bisa dilakukan dengan berceramah di depan kaca sambil mengelus perut Ibu. 4. Membaca al-quran, Berdoa, dan mendengarkan musik-musik Islami. Adapun materi yang dapat diberikan kepada janin, sebagai berikut: 1. Materi keislaman, ketauhidan, atau syari at dalam batas-batas tertentu. 2. Bahasa (pengenalan terhadap huruf, kata, kalimat yang berkaitan dengan keluarga atau lingkungan sekitar. 3. Pengetahuan umum. Zakiah Daradjat mengungkapkan bahwa keadaan dan sikap orang tua ketika anak dalam kandungan mempunyai pengaruh terhadap pembinaan pribadi anak. 15 Oleh karena itu, Islam menganjurkan pada umatnya untuk memulai pendidikan anak sejak dalam kandungan dengan cara mendidik ibunya dan menciptakan suasana yang tenang dan tenteram dalam kehidupan keluarga. Selain itu, Baihaqi telah menyusun materi-materi pendidikan untuk anak pranatal dengan berlandaskan pada pendidikan Islam, sebagai berikut : Shalat fardlu lima waktu, Shalat-shalat sunah, Membaca Al-Qur an, Aqidah/ tauhid, Ilmu pengetahuan, Akhlak mulia, Do a dan Lagu-lagu 16. F. Rene Van De Carr dan Marc Lehrer, juga telah menyusun program pendidikan pralahir secara umum, yang meliputi, latihan komunikasi pertama dengan bayi, detak jantung dan irama gendang, permainan bayi menendang, menentukan posisi bayi, daftar kata-kata utama, cerita, dan permainan musik. 17 Menurut Sabda Nabi, masa kehamilan memiliki beberapa tahapan, yaitu : 15 Zakiah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, (Bandung: Bulan Bintang, 1970), hlm F. Rene. Van de Carr, hlm Baihaqi, AK., Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan, (Jakarta: Darul Ulum Press, 2000), hlm
9 Pendidikan Pranatal dalam Islam 1. Tahap Nuthfah, yakni pada tahap ini, calon anak masih dalam bentuk cairan sperma dan sel telur. Tahap ini berlangsung selama 40 hari. 2. Tahap Alaqah, yakni setelah berumur 80 hari, cairan tersebut berkembang bagaikan segumpal darah kental dan bergantung pada dinding rahim ibu. 3. Tahap Mudghah, yakni setelah berumur 120 hari, segumpal darah tadi berkembang menjadi segumpal daging. Pada masa inilah, calon bayi telah siap menerima hembusan ruh dari Malaikat utusan Allah. Ada tiga faktor yang perlu dibicarakan berkaitan dengan proses pendidikan. Yaitu, pertama harus diyakini bahwa periode ini berawal dari adanya kehidupan. Hal ini dinyatakan dengan adanya perkembangan yang berawal dari nuthfah sampai menjadi mudghah, yang kemudian menjadi seorang bayi. Kedua, setelah berbentuk daging (mudghah), Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya. Tamapaknya, ruh inilah yang menjadi tahap awal bergeraknya kehidupan psikis manusia. Disisi lain, perkembanagan psikis manusia juga dipengaruhi oleh kegembiraan ataupun penderitaan yang dialami oleh sang ibu. Kebahagiaan, kelincahan ataupun kesedihan, kemurungan yang ditunjukkan oleh sanh ibu ketika mengandung akan tercermin kepada tingkah laku bayi yang dilahirkan. Ketiga, aspek yang paling penting adalah aspek agama. Naluri agama sebenarnya sudah ada pada setiap individu jauh sebelum kelahirannya didunia nyata. Dalam fase kehamilan ini, ada beberapa kewajiban seorang wanita yang sedang mengandung. Yaitu, 1. Memakan makanan yang bergizi 2. Menghindari benturan-benturan 3. Menjauhi minuman keras, merokok, dan berbagai jenis makanan yang diharamkan Allah SWT 4. Menjaga rahim dengan baik Proses pendidikan konsepsi ini dilaksanakan secara tidak langsung. Yaitu sebagai berikut : 293
10 An-Nidzam Volume I, Nomor 2, Mei-Agustus Seorang ibu yang telah hamil harus mendo akan anaknya 2. Ibu harus selalu menjaga dirinya agar tetap memakan makanan dan minuman yang halal 3. Ikhlas mendidik anak 4. Memenuhi kebutuhan istri, Menurut Baihaqi A.K ada beberapa kebutuhan istri yang harus dipenuhi. Misalnya, kebutuhan untuk diperhatikan, kasih sayang, makanan ekstra, mengabulkan beberapa kemauan yang aneh, ketenangan, pengharapan, perawatan, dan keindahan Taqarrub kepada Allah melalui ibadah wajib dan sunah 6. Kedua orang tua berakhlak mulia. Akhlak mulia yang harus menjadi hiasan kedua orang tua antara lain, kasih sayang, sopan, lembut, pemaaf dan rukun. Menurut Zakiah Daradjad, proses pendidikan akan lebih berpengaruh kepada anak apabila diamalkan langsung oleh orang tuanya selama janin ada dalam kandungan. Kontak psikis secara langsung antara orang tua, terutama ibu dengan si janinlah yang sebenarnya disebut dengan pendidikan pada masa kehamilan. 19 Tujuan dari pemberian materi ini di antaranya adalah mengembangkan aksi potensial janin, syaraf pusat (otak) dan perifernia, memberikan rekaman kepada kepekaan daya memori serta harapan agar janin berkembang pesat setelah kelahirannya. IMPLIKASI PENDIDIKAN PRANATAL TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK Pendidikan pra-natal akan berpengaruh besar dalam perkembangan janin. Perkembangan ini meliputi: perkembangan jasmani, perkembangan mental spiritual, kecerdasan intelegensi, dan perkembangan kecerdasan emosi.pengaruh pendidikan pra-natal pada tingkah laku sesudah dilahirkan mendapat perhatian para ahli psikologi perkembangan, banyak pula pendapat dan dugaan mengenai 18 Baihaqi, AK., Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan, (Jakarta: Darul Ulum Press, 2000) 19 Zakiah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, (Bandung: Bulan Bintang, 1970) 294
11 Pendidikan Pranatal dalam Islam masalah tersebut. Penelitian Rene Van de Carr dan March Lehrer menunjukan beberapa hal berikut ini: 1. Stimulasi pra-natal dapat membantu mengembangkan orientasi dan keefektifan bayi dalam mengatasi dunia luar setelah ia dilahirkan. 2. Bayi-bayi yang mendapat stimulasi pra-natal dapat lebih mampu mengontrol gerakan-gerakan mereka dan lebih siap untuk menjelajahi dan mempelajari lingkungan setelah mereka dilahirkan. 3. Para orang tua yang telah berpartisipasi dalam program pendidikan pranatal lebih tenang, waspada, dan bahagia. SIMPULAN Jadi proses pendidikan pra-natal -dalam konsep Islam- dimulai dengan memilih pasangan hidup dengan mengutamakan agama dan akhlaknya yang nanti diharapkan akan menjadi jaminan bagi pendidikan dan pertumbuhan anak-anak secara baik dan benar. Di sinilah intinya, mendidik anak sejak dalam kandungan menurut konsep Islam hanyalah kelanjutan dari proses mendidik anak sejak seseorang menetapkan pilihan pada lawan jenis untuk menjadi pasangan hidupnya. Pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhnya; akal dan hatinya; rohani dan jasmaninya; akhlak dan keterampilannya. Karena itu, pendidikan islam menyiapkan manusia untuk hidup baik dalam keadaan damai maupun perang, dan menyiapkan untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannaya, manis dan pahitnya. Sementra itu, Hasan Langgulung merumuskan pendidikan islam sebagai suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat. Bentuk pendidikan pra-natal dapat dilakukan dengan mengkondisikan kesehatan fisik dan psikis ibu hamil secara benar dan tepat dengan pola hidup sehat. Karena, ada keterkaitan erat antara kesehatan fisik dan keadaan emosional yang baik dengan perkembangan janin. 295
12 An-Nidzam Volume I, Nomor 2, Mei-Agustus 2014 Pemberian rangsangan berupa elusan, pembacaan al-quran, doa, serta prilaku yang baik akan merangsang janin menuju perkembangannya secara sempurna. 296
13 Pendidikan Pranatal dalam Islam DAFTAR RUJUKAN Zakiah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, Bulan Bintang, Baihaqi, AK., Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan, Darul Ulum Press, Jakarta, 2000 Petrus Lukmanto, Keajaiban Kehidupan, Alih bahasa oleh Joshua Simbodo, Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta, 1996 Ubes Nur Islam, Mendidik Anak dalam Kandungan, Jakarta: Gema Insani, Azyumardi Azra, Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, Jakarta, Logos Wacana Ilmu, 2002 Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur an dan Terjemahannya, Surabaya: Penerbit Al-Hidayah,
BAB VI PENUTUP. 1. Konsep Pendidikan Prenatal Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam
149 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian hasil penelitian dan analisis yang peneliti kemukakan, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Konsep Pendidikan Prenatal Perspektif Ibnu
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sepanjang perjalanan hidup manusia tidak akan terlepas dari apa yang disebut pendidikan. Pendidikan pada dasarnya adalah untuk mengembangkan potensi invidual sebagai
PENGURANGAN JAM KERJA BAGI PEREMPUAN: PROBLEM ATAU SOLUSI PERSPEKTIF PENDIDIKAN OLEH NURLENA RIFAI
PENGURANGAN JAM KERJA BAGI PEREMPUAN: PROBLEM ATAU SOLUSI PERSPEKTIF PENDIDIKAN OLEH NURLENA RIFAI Disampaikan pada diskusi publik PSGA Ruang Teater Psikologi Ciputat, 22 Desember 2014 MENGAPA PERLU PENGURANGAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
binasa. 1 Keluarga merupakan satu elemen terkecil dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seorang anak ketika pertama kali lahir kedunia dan melihat apa yang ada didalam rumah dan sekelilingnya, tergambar
BAB IV ANALISIS TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KELUARGA PADA Q.S. AT- TAHRIM AYAT 6
BAB IV ANALISIS TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KELUARGA PADA Q.S. AT- TAHRIM AYAT 6 A. Analisis Terhadap Konsep Pendidikan Keluarga Pendidikan dalam keluarga adalah pendidikan utama dan pertama
ABSTRAK PENDIDIKAN ANAK DALAM KANDUNGAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM. Zakiyah
ABSTRAK PENDIDIKAN ANAK DALAM KANDUNGAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Zakiyah Islam adalah ajaran agama yang memuat sejumlah aturan yang tidak sebatas pada aspek ritual semata tetapi juga mencakup aspek
BAB IV ANALISIS TEORI KONVERGENSI DAN RELEVENSINYA DENGAN HADIST NABI MUHAMMAD SAW TENTANG FITRAH MANUSIA
BAB IV ANALISIS TEORI KONVERGENSI DAN RELEVENSINYA DENGAN HADIST NABI MUHAMMAD SAW TENTANG FITRAH MANUSIA Pendidikan dalam kehidupan manusia, mempunyai peranan penting dalam rangka mentrasformasikan nilai-nilai
BAB I PENDAHULUAN. social sebagai pedoman hidup. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Sepanjang perjalanan hidup manusia tidak akan terlepas dari apa yang disebut pendidikan dan sebuah proses belajar. Pendidikan pada dasarnya adalah sebuah objek
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam. Ilustrasi pendidikan anak. usia dini dalam islam
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam usia dini dalam islam Ilustrasi pendidikan anak Pendidikan demikian berpengaruh kepada perkembangan seorang manusia baik emosi, intelektual maupun sosial,
BAB I PENDAHULUAN. Hadist di atas menunjukkan bahwa peran keluarga khususnya orang tua sangat penting dalam membentuk karakter
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bagi setiap pasangan pengantin yang telah disahkan dalam perkawinan suci yaitu pernikahan, kehadiran seorang bayi mungil tentu dinantikan, sebab merekalah lambang cinta
BAB I PENDAHULUAN. yang tepat agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal (Mansur,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan anak usia dini adalah suatu proses pembinaan tumbuh kembang anak usia lahir hingga enam tahun secara menyeluruh, yang mencakup aspek fisik dan
BAB I PENDAHULUAN. juga sebagai makhluk sosial. Dalam hidup bermasyarakat, manusia sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia dilahirkan di muka bumi ini selain menjadi makhluk individu juga sebagai makhluk sosial. Dalam hidup bermasyarakat, manusia sebagai makhluk sosial harus
BAB I PENDAHULUAN. Peraturan Pelaksanaannya (Bandung: Citra Umbara, 2010), h. 6.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembinaan akhlak sangat penting ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat, agar menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur.
BAB IV ANALISIS PENDIDIKAN AKHLAK ANAK DALAM KELUARGA NELAYAN DI DESA PECAKARAN KEC.WONOKERTO KAB. PEKALONGAN
BAB IV ANALISIS PENDIDIKAN AKHLAK ANAK DALAM KELUARGA NELAYAN DI DESA PECAKARAN KEC.WONOKERTO KAB. PEKALONGAN A. Analisis Tujuan Pendidikan Akhlak Anak dalam Keluarga Nelayan di Desa Pecakaran Kec. Wonokerto.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI. menurut Muhammad Abduh dan Muhammad Quthb serta implikasinya
14 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI A. Tinjauan Pustaka Penelitian mengenai perbandingan konsep pendidikan Islam menurut Muhammad Abduh dan Muhammad Quthb serta implikasinya terhadap pendidikan
BAB I PENDAHULUAN Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2009, hlm. 1.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan agama adalah unsur terpenting dalam pembangunan mental dan akhlak. Jika kita mempelajari pendidikan agama, maka akhlak merupakan sesuatu yang sangat
BAB I PENDAHULUAN. membacanya ibadah dan tidak ditolak kebenarannya (Al-hafidz, 2005: 1).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Al-Qur an adalah kalam Allah yang bersifat mu jizat, diturunkan kepada nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril, diriwayatkan secara mutawatir, membacanya ibadah
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut; Eksistensi spiritualitas guru dalam
204 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut; Eksistensi spiritualitas guru dalam perspektif pendidikan Islam adalah aktualisasi
(Personality Development, Elizabeth B. Hurlock) Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
CHAPTER FOUR Molding The Personality Pattern (Personality Development, Elizabeth B. Hurlock) Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Dari Bapak Dr. H. A. Juntika Nurihsan,
BAB I PENDAHULUAN. sampai mencapai kedewasaan masing-masing adalah pendidikan. Pengalaman
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Aspek kehidupan yang harus dan pasti dijalani oleh semua manusia di muka bumi sejak kelahiran, selama masa pertumbuhan dan perkembangannya sampai mencapai kedewasaan
BAB I PENDAHULUAN. Bintang, hlm Zakiah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, cet-17; Jakarta, PT Bulan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejalan dengan berbagai fenomena pendidikan dewasa ini, sebagai akibat globalisasi yang kian merambah berbagai dimensi kehidupan, kehadiran Pendidikan Agama khususnya
A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan didefinisikan dengan educations, is a process or an activity which is directed at producing desirable changes in the behavior of human beings 1 (pendidikan
Islam adalah satu-satunya agama yang haq dan diridhoi Alloh SWT yang. disampaikan melalui nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia agar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam adalah satu-satunya agama yang haq dan diridhoi Alloh SWT yang disampaikan melalui nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia agar dijadikan sebagai
BAB IV ANALISA. masyarakat Jemur Wonosari yang beragama Islam meyakini bahwa al-qur an
BAB IV ANALISA Melihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa mayoritas masyarakat Jemur Wonosari yang beragama Islam meyakini bahwa al-qur an merupakan acuan moral untuk memecahkan problem
2010), hlm. 57. Khayyal, Membangun keluarga Qur ani, (Jakarta : Amzah, 2005), hlm 3. 1 Fuad Ihsan, Dasar-dasar Kependidikan, (Jakarta: Rineka Cipta,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keluarga adalah merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa. Bentuk
BAB IV ANALISIS UPAYA GURU PAI DALAM MEMBINA MORAL SISWA SMP NEGERI 1 KANDEMAN BATANG
BAB IV ANALISIS UPAYA GURU PAI DALAM MEMBINA MORAL SISWA SMP NEGERI 1 KANDEMAN BATANG A. Analisis tentang Upaya Guru PAI dalam Membina Moral Siswa SMP Negeri 1 Kandeman Batang Sekolah adalah lingkungan
BAB I PENDAHULUAN. bagi kehidupan manusia yakni al-qur'an dan al-hadits yang di dalamnya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Islam adalah agama yang memberikan arti yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Islam memiliki dasar pokok yang menjadi pedoman bagi kehidupan manusia yakni al-qur'an
MEMAHAMI DASAR PENDIDIKAN ANAK DALAM AL QURAN Oleh: Farida, M.Si
MEMAHAMI DASAR PENDIDIKAN ANAK DALAM AL QURAN Oleh: Farida, M.Si Empat belas abad yang lalu, Al Quran telah menjelaskan bahwa Allah Swt telah memberikan fitrah kepada manusia. Fitrah bermakna khilqah yaitu
Irfani ISSN E ISSN Volume 11 Nomor 1Juni 2015 Halaman
Irfani ISSN 1907-0969 E ISSN 2442-8272 Volume 11 Nomor 1Juni 2015 Halaman 108-115 URGENSI PENDIDIKAN AGAMA LUAR SEKOLAH TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK DALAM RUMAH TANGGA Munirah Institut Agama Islam Negeri
BAB I PENDAHULUAN. Sastra secara nyata memang berbeda dengan psikologi. Psikologi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Sastra secara nyata memang berbeda dengan psikologi. Psikologi merupakan aktivitas ilmiah tentang prilaku manusia yang berkaitan dengan proses mental
BAB IV ANALISIS PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK AKHLAQUL KARIMAH PADA REMAJA DI DUSUN KAUMAN PETARUKAN PEMALANG
77 BAB IV ANALISIS PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK AKHLAQUL KARIMAH PADA REMAJA DI DUSUN KAUMAN PETARUKAN PEMALANG A. Analisis Tentang Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam
BAB I PENDAHULUAN. Algensindo, 2005, hlm Nana Sudjana, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah, Bandung, Sinar Baru
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah upaya manusia untuk memanusiakan manusia. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain-nya.
BAB I PENDAHULUAN. manusia (SDM) yang berdaya tahan kuat dan perilaku yang handal. Kualitas. oleh sumber daya alamnya saja, melainkan SDM-nya juga.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era globalisasi menuntut setiap bangsa memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berdaya tahan kuat dan perilaku yang handal. Kualitas SDM sangat penting, karena kemakmuran
I. PENDAHULUAN. Keluarga adalah satuan sosial yang paling mendasar, dan terkecil dalam
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keluarga adalah satuan sosial yang paling mendasar, dan terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak (baik yang dilahirkan ataupun diadopsi). Menurut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan (seperti sekolah dan madrasah) yang digunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai
BAB 1 PENDAHULUAN. Teknologi serta masuknya budaya-budaya asing telah mempengaruhi gaya
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi sekarang, kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta masuknya budaya-budaya asing telah mempengaruhi gaya hidup manusia, kenyataan semacam
BAB I PENDAHULUAN. alam. Pedoman dalam mengajarkan ajarannya yaitu berupa Al-Qur an. Al-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam mempunyai pedoman ajaran yag sempurna dan rahmat bagi seluruh alam. Pedoman dalam mengajarkan ajarannya yaitu berupa Al-Qur an. Al- Qur an merupakan kitab
BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN REKOMENDASI
BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A. Simpulan 1. Secara Umum Konsep pendidikan yang Islami menurut Mohammad Natsir menjelaskan bahwa asas pendidikan Islam adalah tauhid. Ajaran tauhid manifestasinya
BAB IV ANALISIS PEMIKIRAN IMAM AL- GHAZALI DAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL ATTAS
BAB IV ANALISIS PEMIKIRAN IMAM AL- GHAZALI DAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL ATTAS A. Persamaan pemikiran Imam Al Ghazali dan Syed Muhammad Naquib Al Attas. Pendidikan akhlak merupakan pendidikan yang menekankan
BAB I PENDAHULUAN. rangka mewujudkan dinamika peradaban yang dinamis.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan sesuatu yang urgen bagi kehidupan manusia. Maju tidaknya peradaban manusia, tidak terlepas dari eksistensi pendidikan. Untuk itu manusia berpacu
BAB I PENDAHULUAN. (Yogyakarta: Teras, 2010), hlm Juwariyah, Dasar-Dasar Pendidikan Anak dalam Al-Qur an,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak merupakan amanat dari Allah SWT yang harus di jaga dan dibina, hatinya yang suci adalah permata yang sangat mahal harganya, anak pada dasarnya harus memperoleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bimbingan konseling adalah suatu hal yang sangat erat hubungannya dengan pendidikan. Pendidikan yang merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka merubah
BAB I PENDAHULUAN. semua pihak terhadap pendidikan anak-anak, karena anak adalah amanah yang
BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penulisan Dalam kehidupan yang modern seperti sekarang ini tanggung jawab semua pihak terhadap pendidikan anak-anak, karena anak adalah amanah yang dititipkan oleh Allah SWT.
و إ نك ل ع ل ى خ ل ق ع ظ يم
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Misi utama Rasulullah di utus ke dunia adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia dan sejarah mencatat bahwa faktor pendukung keberhasilan dakwah beliau
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tantangan dan masalah kehidupan selalu muncul secara alami seiring dengan berputarnya waktu dan perkembangan zaman. Berbagai masalah muncul dari berbagai sudut
BAB I PENDAHULUAN. yakni tingginya angka korupsi, semakin bertambahnya jumlah pemakai narkoba,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini bukan hanya mengenai ekonomi, keamanan dan kesehatan, tetapi juga menurunnya kualitas sumber daya
E٤٨٤ J٤٧٧ W F : :
[ ] E٤٨٤ J٤٧٧ W F : : MENGHORMATI ORANG LAIN "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak menyayangi yang muda dari kami." Orang yang paling pantas dihormati dan dihargai
BAB I PENDAHULUAN. ( Jakarta: Indeks, 2009), hlm. 6. Islami, (Jogjakarta: Darul Hikmah, 2009), hlm. 83
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang harus dikembangkan. Anak memiliki karakteristik tertentu yang khas dan tidak sama dengan orang dewasa, mereka
Tauhid Yang Pertama dan Utama
Tauhid Yang Pertama dan Utama Khutbah Pertama:??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.??????????????:
BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi pada diri seseorang yang meliputi tiga aspek
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan diartikan sebagai proses yang berkaitan dengan upaya untuk mengembangkan potensi pada diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan, yaitu pandangan
BAB IV ANALISIS POLA BIMBINGAN AGAMA ISLAM ANAK KARYAWAN PT. PISMATEX DI DESA SAPUGARUT
BAB IV ANALISIS POLA BIMBINGAN AGAMA ISLAM ANAK KARYAWAN PT. PISMATEX DI DESA SAPUGARUT Pada bab ini, peneliti akan menganalisis kegiatan bimbingan agama Islam anak karyawan PT. Pismatex di desa Sapugarut
KISI-KISI PENULISAN SOAL USBN PAI
KISI-KISI PENULISAN USBN PAI Jenjang Sekolah : SMP Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kurikulum : Kurikulum 2013 Alokasi Waktu : 120 Menit Bentuk Soal : Pilihan Ganda Nomor 1.s.d.
Rajawali Pers, 2009), hlm Abudin Nata, Ilmu Pendidikan Islam dengan Pendekatan Multidisipliner, (Jakarta:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan mempunyai peran dan fungsi ganda, pertama peran dan fungsinya sebagai instrumen penyiapan generasi bangsa yang berkualitas, kedua, peran serta fungsi sebagai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Permasalahan moral banyak dibicarakan pada akhir abad 20 dan abad 21 ini. Dari hasil mengamati dan membaca fenomena yang akhir-akhir ini terjadi banyak peristiwa yang
BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan kepribadian dan kemampuan belajar baik dari segi kognitif,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut undang-undang sistem pendidikan nasional No. 20 tahun 2003 Bab ketentuan umum pasal 1 ayat 1 bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf
I TIKAF Pengertian I'tikaf Secara harfiyah, I tikaf adalah tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Dengan demikian, I tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah
BAB I PENDAHULUAN. ajaran Islam sangat mementingkan pemeliharaan terhadap lima hal, yaitu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam adalah agama yang suci, yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, sebagai rahmat untuk semesta alam. Setiap makhluk hidup mempunyai hak untuk menikmati kehidupan,
BAB I PENDAHULUAN. tahu terhadap apa yang dilihat, didengar, mereka seolah-olah tak pernah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan, karena anak memiliki karakteristik yang khas dan tidak sama dengan orang dewasa,
Pendidikan Anak Dimulai dari Rumah
Pendidikan Anak Dimulai dari Rumah Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.
BAB I PENDAHULUAN. dikenang sepanjang masa, sejarah akan menulis dikemudian hari. Di sekolahsekolah. pelajaran umum maupun mata pelajaran khusus.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rajin pangkal pandai, itulah pepatah yang sering kita dengarkan dahulu sewaktu kita masih duduk di bangku Sekolah Dasar, agar kita mempunyai semangat untuk belajar,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Al-Qur an adalah kitab suci yang merupakan sumber utama ajaran islam dan menjadi petunjuk kehidupan manusia karena isinya mencakup segala pokok ajaran agama
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, baik bagi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, baik bagi perseorangan maupun kelompok. Dengan jalan perkawinan yang sah, pergaulan laki-laki dan perempuan
Mendidik Anak Menuju Surga. Ust. H. Ahmad Yani, Lc. MA. Tugas Mendidik Generasi Unggulan
Mendidik Anak Menuju Surga Ust. H. Ahmad Yani, Lc. MA Tugas Mendidik Generasi Unggulan Pendidikan merupakan unsur terpenting dalam proses perubahan dan pertumbuhan manusia. Perubahan dan pertumbuhan kepada
BAB 1 PENDAHULUAN. Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan, Terj. Rahmani Astuti, dkk, (Bandung: Mizan, 2002), hlm. 3.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memiliki anak dengan kecerdasan intelektual tinggi merupakan dambaan bagi setiap orang tua, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan prestasi intelektual
Landasan Sosial Normatif dan Filosofis Akhlak Manusia
Landasan Sosial Normatif dan Filosofis Akhlak Manusia A. Landasan Sosial Normatif Norma berasal dari kata norm, artinya aturan yang mengikat suatu tindakan dan tinglah laku manusia. Landasan normatif akhlak
dari Ibnu Mas ud bahwa dia menafsirkan kalimat diatas dengan menyatakan, Nutfah yang memancar kedalam rahim bila Allah menghendaki untuk dijadikan
HADITS KEempat 14 Arti Hadits / : Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas ud radiallahuanhu beliau berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar
BAB I PENDAHULUAN. bahwa masyarakat dunia semakin dinamis dan komplek dikarenakan adanya. saling tukar menukar informasi dengan cepat.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi seperti sekarang ini dapat digambarkan bahwa masyarakat dunia semakin dinamis dan komplek dikarenakan adanya penemuan-penemuan di bidang
BAB I PENDAHULUAN. mengalami gejolak dalam dirinya untuk dapat menentukan tindakanya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Usia anak-anak merupakan usia yang sangat penting dalam perkembangan psikis seorang manusia. Pada usia anak-anak terjadi pematangan fisik yang siap merespon apa yang
BAB I PENDAHULUAN. lainnya, karena keterbatasan kemampuan manusia. hubungannya dengan manusia lainnya, baik dirumah, sekolah, tempat berkerja
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Allah SWT telah memberikan tuntunan hidup berupa Al Qur an dan Sunnah, sebagai pedoman yang sempurna, karena dalamnya terkandung hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era globalisasi telah membawa kehidupan manusia menjadi semakin universal pada setiap asepek, baik budaya, adat istiadat maupun kehidupan beragama.sehingga masyarakat
BAB I PENDAHULUAN. istilah tersebut adalah pendidikan dan pengajaran. Pengajaran merupakan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di dalam khazanah pemikiran pendidikan Islam, ada dua istilah penting yang saling memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lain. Dua istilah tersebut adalah
hlm Nana Sudjana, Cara Belajar Peserta didikaktif, (Bandung: Sinar Baru Algensind, 1996),
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam proses pembelajaran komponen utama adalah guru dan peserta didik. Agar pembelajaran dapat memperoleh hasil sebaik-baiknya maka guru harus dapat membangkitkan minat
BAB I PENDAHULUAN. hlm Ismail SM. Et. All. Paradigma Pendidikan Islam, (Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2001),
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada hakekatnya manusia adalah makhluk yang dilahirkan dalam keadaan lemah dan tidak berdaya, namun dengan demikian ia telah mempunyai potensi bawaan yang bersifat
BAB I PENDAHULUAN. Persada, 2003), hlm Jalaluddin, Teologi Pendidikan,(Jakarta: PT. Raja Grafindo
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia pada konsep al-nas lebih ditekankan pada statusnya sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia dilihat sebagai makhluk yang memiliki dorongan
BAB I PENDAHULUAN. bersifat fisik maupun rohani (Ahid, 2010: 99). Beberapa orang juga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak ketika dilahirkan di dunia dalam keadaan lemah tanpa pertolongan orang lain, terutama orang tuanya mereka tidak bisa berbuat banyak. Di balik keadaan yang lemah
BAB I PENDAHULUAN. dapat menghadapi segala tantangan yang akan timbul, lebih-lebih dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan masalah fundamental dalam pembangunan bangsa dan merupakan bekal yang harus dimiliki oleh setiap generasi muda agar kelak dapat menghadapi
BAB I PENDAHULUAN. prestasi akademik yang dicapai seseorang, akan tetapi harus di imbangi dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Kualitas sumber daya manusia yang berkarakter bukan hanya dilihat dari prestasi akademik yang dicapai seseorang, akan tetapi harus di imbangi dengan meningkatnya
[ ] E٣٢٧ J٣١٩ W F : : Al- HAYA' (Sifat PEMALU) "al Haya' ( Rasa malu) tidak datang kecuali dengan kebaikan." Sesungguhnya di antara fenomena keseimbangan dan tanda-tanda kesempurnaan dalam tarbiyah bahwa
BAB I PENDAHULUAN. membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaannya.
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Dalam perkembangan manusia, pendidikan mempunyai peran penting dalam usaha membentuk manusia yang berkualitas. Pendidikan bagi kehidupan umat manusia merupakan
BAB I PENDAHULUAN. karna masa ini merupakan masa emas bagi seorang anak. yang diselenggarakan dengan tujuan untuk menfasilitasi pertumbuhan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak usia dini merupakan cikal bakal dari penerus bangsa. Sebuah Negara yang maju itu didasari dari para generasi muda yang mempunyai pemikiran yang maju dan
BAB IV PENGEMBANGAN KONSEP RABBANI DALAM PENINGKATAN KEPRIBADIAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
78 BAB IV PENGEMBANGAN KONSEP RABBANI DALAM PENINGKATAN KEPRIBADIAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM A. Hubungan Konsep Rabbani dengan Kepribadian guru Sebagaimana telah dimaklumi bahwa pada hakikatnya seorang
BAB I LATAR BELAKANG. kehidupan manusia, baik terhadap aktivitas jasmaniahnya, pikiran-pikirannya,
BAB I LATAR BELAKANG A. Latar Belakang Pendidikan yaitu mengajarkan segala sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik terhadap aktivitas jasmaniahnya, pikiran-pikirannya, maupun terhadap ketajaman
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Agama merupakan pendidikan yang memperbaiki sikap dan tingkah laku manusia untuk membina budi pekerti luhur seperti kebenaran keikhlasan, kejujuran, keadilan,
Barangsiapa yang dikaruniai seorang anak, lalu ia menyukai hendak membaktikannya (mengaqiqahinya), maka hendaklah ia melakukannya.
Aqiqah Kelahiran seorang anak bagi sebuah keluarga akan menambah kebahagiaan dan kerukunan rumah tangga. Mengikut sunnah Rasulullah SAW mengadakan aqiqah dan memberikan dagingnya sebagai sedekah kepada
BAB IV ANALISIS PENDAPAT HUKUM TENTANG IDDAH WANITA KEGUGURAN DALAM KITAB MUGHNI AL-MUHTAJ
BAB IV ANALISIS PENDAPAT HUKUM TENTANG IDDAH WANITA KEGUGURAN DALAM KITAB MUGHNI AL-MUHTAJ A. Analisis Pendapat Tentang Iddah Wanita Keguguran Dalam Kitab Mughni Al-Muhtaj Dalam bab ini penulis akan berusaha
BAB I PENDAHULUAN. merupakan negara berkembang, dimana saat ini Indonesia mengerahkan segala
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Zaman modern seperti saat ini terjadi persaingan dari berbagai negara maju baik dalam ilmu pendidikan, kesehatan, teknologi, agama dan lain sebagainya. Begitupun dengan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pendidikan anak usia dini merupakan penjabaran dari sebuah pendidikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan anak usia dini merupakan penjabaran dari sebuah pendidikan yang bermula dari seluruh negara di dunia yang dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan early childhood
Diantara perintah Allah Azza wa Jalla kepada kita adalah perintah agar kita mengikuti Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.
Akhlak Rasulullah Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????:??????????????????????????????????:???????????????????????
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. agama. Minat terhadap agama pada remaja tampak dari aktivitas mereka dalam
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu minat yang berkembang pada masa remaja adalah minat terhadap agama. Minat terhadap agama pada remaja tampak dari aktivitas mereka dalam membahas hal-hal
BAB I PENDAHULUAN. Amzah, 2010), hlm Samsul Munir Amin, Bimbingan dan Konseling Islam, (Jakarta:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dalam rangka mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya secara optimal. Bimbingan harus
