SURAT KEPUTUSAN NOMOR : SKEP-03/IW PUSAT/IV/2004

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SURAT KEPUTUSAN NOMOR : SKEP-03/IW PUSAT/IV/2004"

Transkripsi

1 + IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA SURAT KEPUTUSAN NOMOR : SKEP-03/IW PUSAT/IV/2004 TENTANG PENGGABUNGAN/PENYEMPURNAAN ANGGARAN DASAR, ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PEDOMAN TATA KERJA IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Menimbang : Bahwa untuk mempermudah dalam mempelajari dan melaksanakan aturan-aturan yang diatur dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Pedoman Tata Kerja, maka dipandang perlu untuk menggabungkan penyempurnaan-penyempurnaan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Pedoman Tara Kerja yang pernah diterbitkan. Mengingat : 1. Surat Keputusan IWABRI Tingkat Pusat KEP.13/IWPUSAT/IX/2000 tanggal 18 Oktober 2000 tentang Anggaran Dasar IWABRI Bab XIII pasal 23 ayat Surat Keputusan Tingkat Pusat No. KEP.14/IWPUSAT/X/2000 tanggal 18 Oktober 2000 tentang Anggaran Rumah Tangga IWABRI. 3. Surat Keputusan IWABRI Tingkat Pusat No. KEP.17/IW PUSAT/2000 tanggal 18 Oktober 2000 tentang Pedoman Tata Kerja IWABRI. Memperhatikan : 1. Surat Keputusan IWABRI Tingkat Pusat No. KEP.06/IW PUSAT/VIII/2001 tanggal 20 Oktober 2001 tentang Penyempurnaan Pedoman Tata Kerja IWABRI. 2. Surat IWABRI Tingkat Pusat No. B-79/Sekr/IW PUSAT/X/2001 tanggal 16 Oktober 2001 tentang masa bakti Ketua IWABRI Tingkat Wilayah. 3. Surat Keputusan IWABRI Tingkat Pusat No.KEP.05/IW PUSAT/ X/2003 tanggal 6 Oktober 2003 tentang Penyempurnaan Anggaran Dasar IWABRI. 4. Surat Keputusan IWABRI Tingkat Pusat No.KEP.06/IW PUSAT/ X/2003 tanggal 6 Oktober 2003, tentang Penyempurnaan Rumah Tangga IWABRI. 5. Surat Keputusan IWABRI Tingkat Pusat No. KEP.07/IW PUSAT/ X/2003 tanggal 6 Oktober 2003 tentang Penyempurnaan Pedoman Tata Kerja IWABRI. 6. Program Kerja Sekretariat IWABRI Tingkat Pusat Tahun 2004, bertepatan dengan HUT IWABRI ke IV. 1

2 MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : Menggabungkan Penyempurnaan-penyempurnaan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Pedoman Tata Kerja yang pernah di terbitkan oleh IWABRI Tingkat Pusat, sesuai lampiran Surat Keputusan ini. Kedua : Dengan diterbitkan Surat Keputusan ini maka Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Pedoman Tata Kerja yang diterbitkan dengan Surat Keputusan No. KEP /IW PUSAT/X/2000 tanggal 18 Oktober 2000 dinyatakan tidak berlaku lagi. Ketiga : Apabila dikemudian hari kami ternyata terdapat kekeliruan, akan diadakan ralat seperlunya. Keempat : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 25 April 2004 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TINGKAT PUSAT KETUA Wakil Ketua NY. M. RUDJITO 1. Ny. A. Askandar 2. Ny. Wuyun Alit Antara 3. Ny. Akhmad Amien Mastur 4. Ny. Hendrawan Trenggana 5. Ny. Krisna Wijaya 2

3 ANGGARAN DASAR IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Pembukaan Kami, istri pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, menyadari sepenuhnya kewajiban kami untuk ikut mewujudkan dan meningkatkan persatuan dan kesatuan Keluarga Besar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kewajiban tersebut akan berhasil apabila istri pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, mau dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki dalam menghadapi tuntutan dan tantangan kehidupan, baik pada era reformasi yang sedang terjadi di negara kita maupun dalam menghadapi globalisasi pada abad 21. Bahwa sejalan dengan tuntuan dan tantangan kehidupan tersebut di atas, serta adanya perubahan ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa Dharma Wanita yang tidak memperbolehkan lagi istri pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi anggota Dharma Wanita, maka perlu dibentuk suatu wadah baru bagi istri pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang lebih mandiri dan efektif dalam menangani program kegiatan organisasi yang bermanfaat untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan, meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya melalui peningkatan sumber daya yang dimiliki. Bahwa untuk mewujudkan wadah tersebut, kami istri pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam Rapat anggota Dharma Wanita PT Bank Rakyat Indonesia tanggal 25 April 2000 sepakat untuk membentuk organisasi istri pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan nama Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia, yang disusun berdasarkan Anggaran Dasar organisasi sebagai berikut : ANGGARAN DASAR BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian Yang dimaksud dengan : 1. Pegawai adalah Direksi dan seluruh pegawai tetap pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 2. Istri Pegawai adalah istri pegwai yang tercatat dibagian administrasi kepegawaian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 3. Anggota adalah istri pegawai dan pihak lain yang memenuhi persyaratan sesuai AD dan ART. 4. Kantor Pusat adalah Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang beralamat Jl. Jenderal Sudirman Kav Jakarta Pusat. 5. Kantor Wilayah adalah Kantor Wilayah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang beralamat pada masing-masing yang ditunjuk sebagai Kantor Wilayah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 6. Kantor Inspeksi adalah Kantor Inspeksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang beralamat pada masing-masing yang ditunjuk sebagai Kantor Inspeksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 3

4 7. Kantor Cabang adalah Kantor Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang beralamat pada masing-masing yang ditunjuk sebagai Kantor Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 8. KCP : Kantor Cabang Pembantu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 9. Unit : Kantor Unit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 10. Organisasi adalah organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. BAB II NAMA, WAKIL, SIFAT DAN KEDUDUKAN ORGANISASI Pasal 2 Organisasi istri pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk adalah Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia yang ditingkat IWABRI. Pasal 3 Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia ditetapkan pada Rapat Anggota tanggal 25 April 2000 di Jakarta untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Pasal 4 Pengertian 1. Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan kegiatan dalam bidang Pendidikan, ekonomi dan sosial budaya. 2. Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia adalah organisasi mandiri yang non politik dan tidak terikat pada organisasi politik manapun. Pasal 5 Kedudukan organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Pusat di Jakarta. BAB III ASAS DAN TUJUAN Pasal 6 Asas Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia adalah Pancasila. Pasal 7 Tujuan organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia adalah terwujudnya persatuan dan kesatuan anggota, meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan kualitas sumber daya anggota dan keluarganya. 4

5 BAB IV TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pasal 8 Tugas pokok Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia adalah : a. Membina anggota dalam memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai pihak serta meningkatkan kepedulian sosial. b. Melaksanakan pembinaan mental dan spiritual sehingga menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bermoral tinggi, berkepribadian serta berbudi pekerti luhur. Pasal 9 Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia berfungsi sebagai wadah untuk melaksanakan pembinaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan yang berkaitan dengan Tugas Pokok organisasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 7. BAB V KEANGGOTAAN Pasal 10 Anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia adalah : a. Istri Pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bersedia menjadi anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. b. Istri Pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang ditugaskan di Anak Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Instansi lain yang bersedia menjadi anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. c. Istri Pensiunan dan Warakawuri Pegawai PT Bank Rakyat Indonesia yang bersedia menjadi anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. d. Karyawati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bersedia menjadi anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. e. Istri Pegawai Kontrak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bersedia menjadi anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. BAB VI BAGIAN KESATU SUSUNAN ORGANISASI Pasal 11 Susunan Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia adalah : 1. Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat. 2. Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat. 3. Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah. 4. Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Perwakilan di Luar Negeri. 5. Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Cawang. 5

6 BAGIAN KEDUA UNSUR PELAKSANA Pasal Unsur Pelaksanaan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat adalah Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 2. Unsur Pelaksana Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat adalah Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat yang terdiri dari 7 kelompok yang masing-masing diketuai oleh istri Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 3. Unsur Pelaksanaan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah adalah Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah dan Kantor Inspeksi dan Sentra Pendidikan, kantor cabang masing-masing PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di bawah naungan wilayahnya. 4. Unsur Pelaksana Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Perwakilan di Luar Negeri adalah Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kantor Perwakilan di Luar Negeri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 5. Unsur Pelaksana Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Cabang adalah Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang KCP dan Unit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bernaung di bawah Cabang tersebut. BAB VII KEPENGURUSAN Bagian Pertama Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat Pasal Susunan Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat terdiri dari: a. Ketua b. Beberapa Wakil Ketua c. Sekretaris dan Wakil Sekretaris d. Bendahara dan Wakil Bendahara e. 3 (tiga) orang Ketua Bidang dan Wakil Ketua Bidang 2. Ketua adalah istri Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 3. Wakil Ketua adalah Istri Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 4. Pemilihan Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf c, d dan e pasal ini dipilih dari anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat dan ditetapkan oleh Ketua. 5. Bidang, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf e pasal ini adalah : a. Bidang Pendidikan b. Bidang Ekonomi c. Bidang Sosial Budaya 6. Dalam hal apabila Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagaimana dimaksud pada ayat 2 tidak beristri dalam arti tidak lagi mempunyai istri atau belum mempunyai istri atau seorang wanita maka jabatan Ketua secara langsung otomatis dijabat oleh unsur pengurus dibawahnya atau yang ditunjuk. 6

7 Pasal 14 Tugas Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat adalah : 1. Menetapkan kebijaksanaan umum organisasi sesuai AD, ART, Rapat Anggota dan Rapat Kerja. 2. Mengesahkan susunan Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah 3. Melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi. Bagian Kedua Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat Pasal Susunan Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat terdiri dari : a. Ketua b. Sekretaris c. Bendahara 2. Ketua Ikatan Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat adalah istri Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 3. Pemilihan Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf, c, d, e pasal ini dipilih dari istri Kepala Divisi, istri Wakil Kepala Divisi, istri Kepala Bagian, anggota lingkungannya dan pejabat yang ditempatkan pada Anak Perusahaan Bank Rakyat Indonesia dan ditetapkan oleh Ketua. 4. Bidang sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf d pasal ini adalah : a. Bidang Pendidikan b. Bidang Ekonomi c. Bidang Sosial Budaya 5. Dalam hal apabila salah satu Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagaimana dimaksud ayat 2 tidak beristri dalam arti tidak lagi mempunyai istri atau belum mempunyai istri atau seorang wanita, maka Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat yang bersangkutan tersebut diatas digabung dan atau bergabung dengan kelompok sesuai kesepakatan Ketua dan Wakil-Wakil Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat. Pasal 16 Tugas Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat : a. Melaksanakan kebijaksanaan unsur organisasi sesuai Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan Rapat Anggota/Rapat Kerja serta Kebijaksanaan Pimpinan Organisasi satu tingkat diatasnya. b. Melaksanakan program kerja dan kegiatan sesuai situasi dan kondisi. c. Mengevaluasi dan memantau pelaksanaan Program Kerja. 7

8 Bagian Ketiga Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah dan Tingkat Cabang Pasal Susunan Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah, Tingkat Cabang, dan Perwakilan Bank Rakyat Indonesia di Luar Negeri, terdiri dari : a. Ketua b. Wakil Ketua c. Sekretaris d. Bendahara e. 3 (tiga) orang Ketua Bidang 2. Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah adalah istri Pemimpin Wilayah atau istri Inspektur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setempat yang dijabat secara bergiliran. 3. Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Cabang adalah istri Pemimpin Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setempat. 4. Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Perwakilan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk diluar negeri adalah istri Pimpinan Perwakilan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di luar negeri. 5. Pemilihan Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia sebagaimana yang dimaksud ayat 1 huruf b, c, d dan e dipilih dari anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia masingmasing tingkat organisasi dan ditetapkan oleh Ketua. 6. Dalam hal apabila pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dimaksud pada ayat 2, 3 dan 4 dalam keadaan tidak beristri, dalam arti sudah tidak lagi mempunyai istri atau belum mempunyai istri atau seorang wanita, maka jabatan Ketua secara otomatis dijabat oleh unsur pengurus dibawahnya atau yang ditunjuk. Pasal 18 Tugas Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah, Tingkat Cabang dan tingkat Perwakilan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di luar negeri : a. Menetapkan kebijaksanaan organisasi pada lingkungan masing-masing sesuai dengan AD, ART, Keputusan Rapat Anggota/Rapat Kerja serta Kebijaksanaan Pimpinan Organisasi satu tingkat diatasnya. b. Menetapkan dan melaksanakan program dan kegiatan sesuai dengan situasi dan kondisi. c. Mengevaluasi dan memantau pelaksanaan kegiatan program kerja pada pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia satu tingkat dibawahnya. d. Mengesahkan susunan pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia satu tingkat dibawahnya. Bagian Keempat Masa Bakti Pasal Masa kerja pengurus pada semua tingkat kepengurusan adalah 3 (tiga) tahun. 2. Apabila dalam kurun waktu masa bakti pengurus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini karena satu dan lain hal tidak dapat melaksanakan tugasnya, maka dilakukan pergantian antar waktu. 8

9 BAB VIII PEMBINA Pasal Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk adalah Pembina Utama Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 2. Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk adalah Pembina Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 3. Pimpinan Wilayah/Inspektur dan Pimpinan Cabang adalah pembina Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Unit Kerja yang bersangkutan. 4. Pembina Utama dan Pembina sebagaimana dimaksud ayat 1, 2 dan 3 pasal ini, mempunyai tugas memberikan saran dan pertimbangan baik diminta ataupun tidak kepada Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. BAB IX RAPAT Pasal Rapat adalah forum untuk membahas rencana kerja dan hal-hal lain pada masing-masing tingkat organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 2. Rapat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia terdiri dari : a. Rapat Kerja b. Rapat Anggota c. Rapat Pengurus BAB X ATRIBUT ORGANISASI Pasal 22 Atribut Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia terdiri atas panji, vandel, lencana, hymne, mars, serta pakaian seragam. BAB XI KEUANGAN Pasal 23 Keuangan organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia diperoleh dari : a. Iuran anggota b. Sumbangan lain yang tidak mengikat c. Usaha lain yang sah 9

10 BAB XII PEMBUBARAN ORGANISASI Pasal Pembubaran organisasi ditetapkan dengan keputusan Rapat Kerja yang khusus diselenggarakan untuk itu, setelah Pimpinan Pengurus Pusat melakukan konsultasi dengan Pembina dan memperhatikan usul dari Pimpinan Pelaksana Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah. 2. Dalam hal organisasi dibubarkan maka status kekayaan organisasi ditetapkan lebih lanjut oleh Pengurus berdasarkan hasil rapat kerja. BAB XIII LAIN-LAIN Pasal Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini diatur lebih lanjut di dalam Anggaran Rumah Tangga dan Pedoman Tata Kerja. 2. Anggaran Rumah Tangga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ini ditetapkan oleh Pengurus Pusat. BAB XIV PENUTUP Pasal 26 Anggaran Dasar Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 10

11 ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Anggaran Rumah Tangga ini yang dimaksud dengan : 1. Anggaran Dasar adalah Anggaran Dasar Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 2. Anggaran Rumah Tangga adalah Anggaran Rumah Tangga Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 3. Unsur pelaksana adalah satuan organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia yang menyelenggarakan fungsi sebagai pelaksana kebijaksanaan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pimpinan organisasi. 4. Istilah kata-kata yang telah diartikan secara lain dalam Anggaran Rumah Tangga ini mempunyai pengertian yang sama sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar. BAB II KEANGGOTAAN Bagian Pertama Syarat dan Ketentuan Keanggotaan Pasal 2 Pernyataan untuk menjadi anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 1. Istri pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, karyawati, istri pensiunan, warakawuri, dan istri pegawai kontrak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan mengisi formulir pendaftaran keanggotaan, melengkapi persyaratan administrasi lainnya jika diperlukan. 2. Mendapat persetujuan dari pengurus tingkat organisasi yang bersangkutan. 3. Bersedia mentaati AD/ART serta peraturan dan keputusan/ketetapan organisasi. Pasal 3 Hak Anggota Anggota berhak : a. Memberikan pendapat dan saran. b. Memilih pengurus. c. Dipilih untuk menjadi pengurus, kecuali anggota pada pasal 10 huruf c, d dan e Anggaran Dasar. 11

12 Pasal 4 Kewajiban Anggota Anggota berkewajiban untuk : a. Menjunjung tinggi kehormatan organisasi, perusahaan, bangsa, negara dan pemerintah Republik Indonesia. b. Menjaga persatuan dan kesatuan, memelihara dan meningkatkan nama baik, mentaati dan melaksanakan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta ketentuan organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk c. Membayar iuran. Pasal 5 Larangan Anggota Anggota pada semua tingkat organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dilarang membawa aspirasi politiknya dilingkungan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. Pasal 6 Sanksi Terhadap Anggota 1. Pengurus Pusat atas usul pengurus masing-masing tingkatan organisasi yang disampaikan secara tertulis dapat menjatuhkan sanksi terhadap anggota apabila dianggap melanggar AD/ART dan keputusan/ketetapan organisasi. 2. Anggota yang dikenai sanksi mempunyai hak mengajukan pembelian dan atau keberatan atas sanksi yang dijatuhkan. 3. Apabila keberatan diterima, pengurus tingkat organisasi yang bersangkutan harus memulihkan hak keanggotaannya. 1. Peringatan lisan 2. Peringatan tertulis Pasal 7 Jenis Sanksi Bagian Kedua Berakhirnya Keanggotaan Pasal 8 Keanggotaan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia berakhir apabila : a. Meninggal dunia b. Menyatakan diri keluar dari keanggotaan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. c. Suami tidak berstatus lagi sebagai pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan atau tidak lagi sebagai istri pensiunan pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. d. Melanggar ketentuan organisasi. 12

13 BAB III PEMBINA Pasal 9 Kedudukan dan Masa Bakti Pembina 1. Kedudukan Pembina sebagaimana diatur dalam Pasal 18 Anggaran Dasar adalah otomatis melekat pada pegawai yang menjabat sebagai Direktur Utama, Direktur, Pimpinan Wilayah, Inspektur dan Pimpinan Cabang. 2. Masa bakti Pembina adalah sesuai dengan masa bakti masing-masing dalam jabatannya sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini. BAB IV KEPENGURUSAN Bagian Pertama Susunan Tugas Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat Pasal Susunan Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat terdiri dari: a. Ketua b. Beberapa orang wakil ketua sesuai kebutuhan c. Sekretaris dan Wakil Sekretaris d. Bendahara dan Wakil Bendahara e. 3 (tiga) orang Ketua Bidang dan Wakil Ketua Bidang 2. Tugas Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat adalah : a. Menetapkan kebijaksanaan umum organisasi pada tingkat nasional sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan keputusan rapat kerja tingkat pusat. b. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijaksanaan umum yang telah ditetapkan dan dilaksanakan oleh unsur pelaksana Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. c. Melaksanakan pembinaan terhadap organisasi pelaksana Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dalam bentuk penetapan pedoman, petunjuk pelaksanaan, dan petunjuk teknis dalam pelaksanaan kegiatan organisasi. Bagian Kedua Susunan, Tugas Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat Pasal Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat terdiri dari 7 kelompok dengan nama kelompok I, II, III, IV, V, VI, VII dan diketuai oleh beturut-turut ketua dan wakil-wakil ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat sesuai urutan Ketua dan Wakil Ketua. 2. Adapun pembagian Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat akan diatur dengan Surat Keputusan tersendiri, sesuai kesepakatan Ketua dan Wakil-Wakil Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat berdasarkan pembagian tugas Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 13

14 3. Susunan Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat terdiri dari : a. Ketua b. Sekretaris c. Bendahara d. 3 (tiga) bidang 4. Tugas Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat adalah: a. Melaksanakan kebijaksanaan organisasi dalam lingkungannya berdasarkan Rapat Kerja, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan kebijakan pimpinan organisasi satu tingkat diatasnya. b. Melaksanakan pembinaan terhadap organisasi unsur pelaksanaan dilingkungannya. c. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijaksanaan yang dilakukan oleh organisasi unsur pelaksanaan dalam lingkungannya. d. Melaksanakan program kegiatan sesuai situasi dan kondisi. Pasal Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat adalah istri Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 2. Wakil Ketua adalah istri Direktur PT Bank Rakyat Indonesia. 3. Anggota Pengurus Tingkat Pusat sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat 1 huruf c, d dan e dipilih dari anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Pusat dan ditetapkan oleh Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 4. Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris dan dibantu beberapa wakil sekretaris. 5. Bendahara dipegang oleh seorang bendahara dan dibantu oleh seorang wakil bendahara. 6. Susunan pengurus bidang terdiri dari atas : a. Seorang Ketua b. Seorang Wakil Ketua merangkap anggota c. Seorang Sekretaris d. Seorang Bendahara e. Beberapa orang anggota bidang Pasal Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat adalah istri Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 2. Anggota Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat sebagaimana diatur dalam Pasal 10A, ayat 3 huruf b, c, d dipilih dari anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat terdiri dari istri Kepala Divisi, istri wakil Kepala Divisi, istri Kepala Bagian, istri Pejabat yang ditempatkan pada Anak Perusahaan serta anggota dilingkungan kelompoknya. 3. Ketua mempunyai tugas dan wewenang : a. Memimpin dan membina organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat. b. Melaksanakan keputusan rapat kerja. c. Menetapkan kebijaksanaan organisasi. d. Memantau dan mengevaluasi kegiatan unsur pelaksana organisasi 14

15 4. Sekretaris membantu Ketua dalam pengelolaan : a. Administrasi dan rumah tangga b. Organisasi dan hukum c. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Ketua 5. Bendahara mempunyai tugas membantu Ketua dalam pengelolaan keuangan organisasi dan melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua. 6. Ketua-ketua bidang mempunyai tugas membantu ketua dalam mempersiapkan perumusan kebijakan teknis dan operasional sesuai dengan bidangnya masing-masing serta melaporkan pelaksanaan kepada Ketua. Tugas dan wewenang pengurus : Pasal Tugas Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat : a. Menetapkan kebijaksanaan umum organisasi pada tingkat Nasional (sesuai dengan AD, ART dan keputusan Rapat Kerja Tingkat Pusat) b. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijaksanaan umum yang telah ditetapkan dan dilaksanakan oleh unsur pelaksana Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. c. Melaksanakan pembinaan terhadap organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dalam bentuk penetapan pedoman, petunjuk pelaksanaan, dan petunjuk teknis dalam pelaksanaan kegiatan organisasi. 2. Ketua mempunyai tugas dan wewenang : a. Memimpin dan membina organisasi b. Melaksanakan keputusan rapat kerja pusat c. Menetapkan kebijaksanaan umum organisasi d. Memantau dan mengevaluasi kegiatan unsur pelaksanaan organisasi 3. Wakil Ketua mempunyai tugas : a. Membantu Ketua dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud ayat 2. b. Mewakili Ketua dalam melaksanakan tugas yang bersifat teknis khusus dan operasional. c. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada pelaksanaan kegiatan organisasi 4. Sekretaris membantu Ketua dalam pengelolaan : a. Administrasi dan rumah tangga b. Organisasi dan hukum c. Humas dan publikasi 5. Bendahara mempunyai tugas membantu Ketua dalam pengelolaan keuangan organisasi dan melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua. 6. Ketua Bidang mempunyai tugas membantu Ketua dan mempersiapkan perumusan kebijaksanaan teknis dan operasional sesuai dengan bidangnya masing-masing serta melaporkan pelaksanaannya kepada Ketua. 15

16 Bagian Ketiga Susunan, Tugas Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah dan Tingkat Cabang Pasal Susunan Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah dan Tingkat Cabang: a. Ketua b. Wakil Ketua c. Sekretaris d. Bendahara e. Tiga orang ketua bidang 2. Tugas Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah dan Tingkat Cabang: a. Menetapkan kebijaksanaan organisasi dalam lingkungannya berdasarkan hasil rapat kerja, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan kebijaksanaan pimpinan organisasi satu tingkat diatasnya. b. Melaksanakan pembinaan terhadap organisasi unsur pelaksana dilingkungannya. c. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijaksanaan yang dilakukan oleh organisasi unsur pelaksana dalam lingkungannya. d. Melaksanakan program dan kegiatan sesuai situasi dan kondisi. Pasal 16 1a. Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah, dipilih diantara istri Pemimpin Wilayah dan istri Inspektur yang dijabat secara bergiliran untuk masa jabatan 1 (satu) tahun. 1b. Jabatan Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah diserahterimakan setiap tanggal 1 Januari tahun berjalan. 2. Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Cabang adalah istri Pemimpin Cabang setempat. 3. Ketua mempunyai tugas dan wewenang : a. Memimpin dan membina organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. b. Melaksanakan keputusan rapat kerja. c. Menetapkan kebijaksanaan umum organisasi. d. Memantau dan mengevaluasi kegiatan unsur pelaksana organisasi. 4. Wakil Ketua mempunyai tugas : a. Membantu Ketua dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud ayat 2. b. Mewakili Ketua dalam melaksanakan tugas yang bersifat teknis dan operasional. c. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Ketua. 5. Sekretaris membantu Ketua dalam pengelolaan : a. Administasi dan rumah tangga b. Organisasi dan hukum c. Humas dan Publikasi 6. Bendahara mempunyai tugas membantu Ketua dalam pengelolaan keuangan organisasi dan melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua. 7. Ketua Bidang mempunyai tugas membantu Ketua dalam mempersiapkan perumusan kebijaksanaan teknis dan operasional sesuai dengan bidangnya masing-masing serta melaporkan pelaksanaannya kepada Ketua. 16

17 Bagian Keempat Pemberhentian dari Kepengurusan Pasal 17 Berhenti dari Pengurus Anggota Pengurus diberhentikan, karena : 1. Meninggal 2. Atas permintaan sendiri 3. Tidak lagi menjadi istri pegawai Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 4. Untuk jabatan ketua dan wakil ketua bila suami tidak lagi menjabat sebagaimana diatur pada pasal 15 ayat 1 sampai dengan 4. Pasal 18 Penggantian Pengurus Antar Waktu 1. Penggantian pengurus antar waktu adalah tindakan pengisian kekosongan jabatan pengurus organisasi karena hal-hal sebagaimana dimaksud pasal 16 ART atau sebab lain yang mengakibatkan kekosongan jabatan tersebut. 2. Pengisian lowongan pengurus antar waktu dilakukan dengan keputusan rapat pengurus disetiap tingkat organisasi yang bersangkutan dan dilaporkan kepada organisasi setingkat diatasnya. BAB V PERTANGGUNGJAWABAN, PENGESAHAN DAN SERAH TERIMA Bagian Kesatu Pertanggungjawaban Pasal Dalam menjalankan tugasnya : a. Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat bertanggung jawab kepada anggota dalam rapat kerja Tingkat Pusat. b. Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat bertanggung jawab kepada anggota dalam rapat anggota. c. Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah bertanggung jawab kepada anggota dalam rapat kerja wilayah. d. Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Cabang bertanggung jawab kepada anggota dalam Rapat Anggota Cabang. 2. Ketua unsur pelaksana Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia memantau kegiatan organisasi satu tingkat dibawahnya. Bagian Kedua Pengesahan dan Serah Terima Pasal Penggantian Ketua diikuti dengan serah terima jabatan yang dituangkan dalam Berita Acara dan ditandatangani oleh Ketua yang lama dan baru, serta penyerahan memori pertanggung jawaban. 2. Pengesahan pengurus pusat lainnya ditetapkan dengan keputusan Ketua. 3. Pengesahan Ketua pada unsur pelaksana pada semua tingkat organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia ditetapkan oleh Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia satu tingkat diatasnya. 17

18 4. Penggantian Ketua pada unsur pelaksana Kelompok Tingkat Pusat, Tingkat Wilayah dan Tingkat Cabang harus dilaporkan kepada Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia satu tingkat diatasnya. 5. Pengesahan Pengurus pada unsur pelaksana pada Kelompok Tingkat Pusat, Tingkat Wilayah dan Tingkat Cabang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia ditetapkan oleh Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia satu tingkat diatasnya hanya satu kali dalam masa bakti. BAB VI RAPAT, KUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Bagian Kesatu Rapat Pasal 21 Rapat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia terdiri dari : a. Rapat Kerja b. Rapat Pengurus c. Rapat Anggota Pasal 22 Rapat Kerja 1. Rapat kerja diselenggarakan oleh pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat dan Tingkat Wilayah. 2. Rapat kerja diselenggarakan untuk membahas, mengkoordinasikan dan mengintensifkan pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. 3. Rapat Kerja Tingkat Pusat adalah Rapat Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat dengan pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan. 4. Rapat Kerja Tingkat Pusat berwenang untuk : a. Menetapkan dan/atau mengubah Anggaran Dasar b. Menetapkan rencana kerja c. Menetapkan keputusan lainnya 5. Rapat Kerja Tingkat Wilayah adalah Rapat Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah dengan Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Cabang dilingkungannya, dan diselenggarakan sesuai situasi dan kebutuhan. 6. Rapat Kerja Tingkat Wilayah berwenang untuk : a. Menetapkan rencana kerja b. Menetapkan keputusan lainnya 7. Tata cara rapat diatur lebih lanjut berdasarkan rapat pengurus masing-masing tingkatan organisasi. Pasal 23 Rapat Pengurus 1. Rapat pengurus adalah pertemuan periodik antara pimpinan dan anggota pengurus untuk membahas dan mengambil keputusan tentang masalah organisasi dan kegiatan dalam lingkungannya. 2. Rapat pengurus diselenggarakan sesuai kebutuhan. 18

19 3. Rapat pengurus terdiri dari : a. Rapat Pimpinan b. Rapat Pengurus Inti c. Rapat Pengurus Lengkap 4. Rapat pimpinan dihadiri oleh ketua, dan para wakil ketua 5. Rapat pengurus inti dihadiri oleh ketua, para wakil ketua, sekretaris, bendahara, para ketua bidang 6. Rapat pengurus lengkap dihadiri oleh seluruh anggota pengurus. Pasal 24 Rapat Anggota 1. Rapat Anggota adalah pertemuan antara pengurus lengkap dengan anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia untuk membahas masalah yang menyangkut organisasi dan kegiatan dalam lingkungannya. 2. Rapat anggota diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam 2 (dua) tahun. 3. Apabila jumlah anggota terlalu banyak, sehingga tidak memungkinkan untuk menghadirkan seluruhnya, maka rapat anggota dapat dilakukan dengan cara perwakilan atau utusan. 4. Tata cara penentuan perwakilan dan utusan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) pasal ini, ditentukan lebih lanjut oleh masing-masing pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia yang bersangkutan. Bagian Kedua Kuorum Pasal Rapat Kerja Tingkat Pusat dan Rapat Kerja Tingkat Wilayah adalah sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya setengah ditambah satu dari jumlah peserta. 2. Apabila kuorum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini tidak terpenuhi, maka rapat kerja ditunda sesuai dengan kebijaksanaan pimpinan rapat. Bagian Ketiga Pengambilan Keputusan Pasal Setiap keputusan diambil secara musyawarah dan mufakat. 2. Apabila cara tersebut pada ayat (1) sulit dicapai, maka keputusan diambil dengan suara terbanyak. BAB VII KEUANGAN Pasal Keuangan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia diperoleh dari : a. Iuran anggota b. Sumbangan yang tidak mengikat c. Usaha lain yang sah 19

20 2. Besarnya iuran anggota ditetapkan oleh pengurus masing-masing tingkat organisasi yang penggunaannya sepenuhnya menjadi wewenang dan untuk kepentingan masing-masing tingkat organisasi yang bersangkutan. 3. Keuangan organisasi dipergunakan untuk kepentingan organisasi dengan berpedoman pada program kerja yang sudah ditetapkan. 4. Rencana anggaran dan program kerja dibuat oleh masing-masing tingkatan pengurus pada setiap awal tahun. 5. Pengurus organisasi berkewajiban memberikan laporan keuangan kepada rapat pengurus sedikitnya sekali dalam 1 (satu) tahun. BAB VIII ATRIBUT Pasal Atribut Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia meliputi panji, vandel, lencana, hymne, dan mars, serta pakaian seragam. 2. Jenis, bentuk, ukuran, warna, cara penggunaan atribut sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini, diatur lebih lanjut oleh pengurus pusat. BAB IX TATA KERJA Pasal Pedoman tata kerja Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Pusat diatur oleh Pengurus Pusat. 2. Pedoman tata kerja pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia pada semua tingkat organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia diatur oleh pengurus yang bersangkutan dengan memperhatikan pedoman atau petunjuk dari pengurus pusat. BAB X LAIN-LAIN Pasal 30 Hal-hal lain yang belum cukup diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini diatur lebih lanjut oleh Pengurus Pusat. BAB XI PENUTUP Pasal 31 Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. 20

21 PEDOMAN TATA KERJA IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1. Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia adalah organisasi istri karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sesuai dengan AD/ART Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia ditetapkan berdasarkan AD/ART Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 2. Pengurus adalah pengurus Tingkat Pusat, Kelompok Tingkat Pusat, Tingkat Wilayah, Tingkat Cabang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia yang ditunjuk dan ditetapkan berdasarkan AD/ART Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 3. Anggota adalah anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia yang memenuhi syarat sesuai AD/ART Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 4. Administrasi Kesekretariatan adalah kegiatan pengendalian informasi dalam pelaksanaan kegiatan organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 5. Administrasi keuangan adalah kegiatan keuangan dan asset Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia meliputi perencanaan, pengelolaan asset, penerimaan, pengeluaran, serta pelaporan keuangan yang diperlukan sebagai pelaksanaan kegiatan organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. BAB II KEDUDUKAN, SIFAT DAN TUGAS PENGURUS PUSAT, KELOMPOK TINGKAT PSUAT, WILAYAH CABANG IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Pasal 2 Kedudukan Pengurus Pusat, Kelompok Tingkat Pusat, Wilayah, Cabang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia 1. Pengurus Pusat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia adalah penanggung jawab tertinggi organisasi ke dalam dan keluar. 2. Pengurus Pusat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia membawahi seluruh organisasi yang ada dibawahnya, serta berwenang untuk memutus kepentingan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan AD/ART. 3. Pengurus IWABRI Kelompok Tingkat Pusat membawahi anggota yang berada di bawahnya sesuai AD Pasal Pengurus Wilayah Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia membawahi anggota yang dimaksud pasal 1 Anggaran Dasar Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia yang bernaung di Kantor Wilayah dan Kantor Inspeksi serta Kantor Cabang dan berwenang untuk memutus kepentingan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan AD/ART. 5. Pengurus Cabang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia membawahi anggota yang dimaksud Pasal 2 Anggaran Dasar Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia yang bernaung di Kantor Cabang yang bersangkutan dan berwenang untuk memutus kepentingan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan AD/ART. 21

22 6. Dalam pelaksanaan tugas-tugas organisasi, pengurus pusat/kelompok tingkat pusat/ wilayah/cabang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia melaporkan pelaksanaan program kerjanya sebagai wujud pertanggung jawaban pada akhir masa jabatannya, kepada rapat pemilihan pengurus atau pada Rapat Kerja ditingkat masing-masing. Pasal 3 Sifat Kepemimpinan Pengurus Pusat, Kelompok Tingkat Pusat, Wilayah, Cabang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kepemimpinan Pengurus Pusat, Kelompok Tingkat Pusat, Wilayah, Cabang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia bersifat kebersamaan dengan cara musyawarah untuk mufakat. Pasal 4 Tugas Pengurus Pusat, Kelompok Tingkat Pusat, Wilayah, Cabang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia 1. Mengkoordinir dan mengarahkan perangkat organisasi dibawahnya. 2. Melaksanakan kegiatan dan tugas-tugas lainnya sesuai program kerja Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 3. Mewakili kepentingan anggota untuk menjalankan kegiatan organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. BAB III SUSUNAN PENGURUS PUSAT IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Pasal 5 Susunan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Pengurus Pusat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia terdiri dari : 1. Pimpinan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia 2. Pengurus Inti Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia 3. Pengurus Lengkap Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Pimpinan adalah Ketua dan Wakil-Wakil Ketua. Pasal 6 Pimpinan Pasal 7 Pengurus Inti Pengurus inti terdiri dari ketua, wakil-wakil ketua, sekretaris dan bendahara dan para ketua bidang. 22

23 Pasal 8 Pengurus Lengkap Pengurus lengkap terdiri dari pengurus inti, dan seluruh pengurus seperti tercantum pada AD/ART Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. BAB IV WEWENANG PENGURUS Pasal 9 Wewenang Pimpinan 1. Menegakkan disiplin terhadap pengurus dan anggota di semua tingkatan organisasi. 2. Melaksanakan koordinasi dan memberikan arahan kepada organisasi dibawahnya. 3. Mengadakan kerjasama dengan badan-badan pemerintah atau swasta baik di dalam maupun di luar negeri, sebagai pelaksanaan program kerja organisasi. 4. Melaksanakan wewenang lainnya sesuai dengan kewenangan yang diberikan dalam AD/ART. Pasal 10 Wewenang Pengurus Inti dan Pengurus Lengkap 1. Merumuskan dan menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan dan peraturan organisasi yang bersifat umum. 2. Mengevaluasi pelaksanaan atas keputusan-keputusan organisasi. 3. Menyusun dan menetapkan prioritas rencana kerja dan anggaran. 4. Melaksanakan program kerja organisasi. Pasal 11 Tata Cara Cuti 1. Untuk Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat, apabila akan melaksanakan cuti maka harus memberitahukan secara lisan kepada Ketua Bidang terkait untuk kemudian diteruskan kepada Wakil Ketua pendamping bidang terkait dan ketua. 2. Sedang Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Kantor Wilayah dan Tingkat Cabang, pelaksanaan cuti diberitahukan secara lisan kepada ketua organisasi di masingmasing tingkat kepengurusan. Pasal 12 Pengunduran Diri dan Pengangkatan Pengurus Antar Waktu 1. Pengurus dapat mengundurkan diri sebelum habis masa bakti, karena : a. Suami memasuki MPP b. Suami mutasi ke daerah lain c. Sebab lain sehingga tidak dapat melaksanakan tugas 2. Pengurus yang akan mengundurkan diri dapat mengajukan surat pengunduran diri kepada Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia di masing-masing tingkat kepengurusan. 23

24 3. Pengurus diangkat dari anggota yang berhak dan memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam pasal 3 huruf c Anggaran Rumah Tangga Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 4. Pengangkatan pengurus antar waktu, ditetapkan oleh Ketua dengan Surat Keputusan berdasarkan usulan dari Ketua Bidang yang bersangkutan. BAB V ORGANISASI IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Pasal 13 Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia di tingkat pusat terdiri dari : a. Pembina Utama b. Pembina c. Ketua d. Wakil-Wakil Ketua e. Sekretaris dan Wakil-Wakil Sekretaris f. Bendahara dan Wakil Bendahara g. Bidang-bidang : 1. Bidang Pendidikan, terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota Bidang. 2. Bidang Ekonomi, terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota Bidang. 3. Bidang Sosial Budaya, terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota Bidang. Pasal 14 Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Kelompok Tingkat Pusat terdiri dari : a. Pembina b. Ketua c. Sekretaris d. Bendahara e. Bidang-bidang : 1. Bidang Pendidikan 2. Bidang Ekonomi 3. Bidang Sosial Budaya Pasal 15 Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah 1. Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah terdiri dari : a. Pembina b. Ketua c. Wakil-Wakil Ketua d. Sekretaris dan Wakil Sekretaris e. Bendahara dan Wakil Bendahara 24

25 f. Bidang-Bidang : - Bidang Pendidikan, terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota Bidang. - Bidang Ekonomi, terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota Bidang. - Bidang Sosial Budaya, terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota Bidang. 2. Pembina adalah Pemimpin Wilayah, Inspektur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, di wilayah setempat pada saat yang sama istri yang bersangkutan menjadi Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah. 3. Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah dijabat secara bergiliran oleh istri Pemimpin Wilayah dan Inspektur untuk masa 1 (satu) tahun. 4. Dalam hal Kantor Wilayah dan Kantor Inspeksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tidak berkedudukan pada kota yang sama, maka anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia yang berasal dari Kantor Inspeksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dapat membentuk Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah yang berdiri sendiri dengan menginduk langsung kepada Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat. 5. Dalam hal disana wilayah terdapat Sentra Pendidikan, maka anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia di Sentra Pendidikan yang bersangkutan termasuk dalam unsur pelaksana Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah tersebut. Pasal 16 Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Cabang 1. Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Cabang terdiri dari : a. Pembina b. Ketua c. Wakil Ketua d. Sekretaris e. Bendahara f. Bidang-Bidang - Bidang Pendidikan terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota Bidang. - Bidang Ekonomi, terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota Bidang. - Bidang Sosial Budaya, terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota Bidang. 2. Pembina adalah pemimpin cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada saat yang sama istri yang bersangkutan menjadi Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Cabang. 3. Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Cabang adalah istri Pemimpin Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setempat. BAB VI PEMBAGIAN TUGAS POKOK PENGURUS TINGKAT PUSAT Pasal 17 Tugas Ketua 1. Tugas pokok Ketua adalah memimpin, mengkoordinasikan dan mengarahkan pelaksanaan fungsi, tujuan dan usaha Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 2. Memimpin rapat-rapat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 25

26 3. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang ditugaskan pimpinan organisasi dan atau pengurus lengkap, memberikan dan saran pertimbangan yang dipandang perlu. 4. Mengkoordinir pengurus pusat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. Pasal 18 Tugas Wakil-Wakil Ketua 1. Mewakili Ketua dalam hal ketua berhalangan. 2. Melaksanakan tugas organisasi sesuai dengan bidang tugasnya. 3. Menganalisa dan mengusulkan kebijaksanaan kepada pengurus inti sesuai dengan bidang tugasnya. 4. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang ditentukan oleh pengurus inti atau pengurus lengkap. 5. Selain pembidangan tugas para wakil ketua, kepada masing-masing wakil ketua diberikan tugas pendamping sekretaris, bendahara, bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang sosial budaya. 6. Dalam melaksanakan tugas wakil ketua mendapat bantuan dari unsur sekretaris, bendahara dan bidang yang didampinginya, dan memberikan saran serta pertimbangan yang dipandang perlu kepada ketua. Pasal 19 Tugas Sekretaris 1. Melaksanakan koordinasi dan pelayanan terhadap kegiatan-kegiatan organisasi terutama dibidang administrasi. 2. Memimpin dan mengarahkan kegiatan-kegiatan sekretaris, organisasi, hukum, humas dan publikasi, dan administrasi rumah tangga untuk mencapai tertib administrasi. 3. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang ditugaskan oleh pimpinan organisasi dan atau pengurus lengkap. 4. Mengkoordinir kebutuhan kelengkapan organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia bekerja sama dengan bidang ekonomi. 5. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya sekretaris berkoordinasi dengan ketua, wakil ketua, bendahara dan bidang-bidang. 6. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada ketua. 7. Menyusun program kerja dan laporan-laporan. Pasal 20 Tugas Wakil Sekretaris 1. Mewakili sekretaris dalam hal sekretaris berhalangan. 2. Melaksanakan tugas-tugas organisasi sesuai bidang tugasnya. 3. Menganalisa dan mengusulkan kebijaksanaan organisasi sesuai bidang tugasnya kepada pimpinan. 4. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang ditentukan oleh pengurus lengkap. 26

27 5. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya wakil sekretaris, berkoordinasi dengan ketua, wakil ketua terkait, sekretaris, bendahara dan bidang-bidang. 6. Membantu sekretaris untuk mengkoordinir kegiatan dan kelengkapan organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia bekerjasama dengan bidang ekonomi. 7. Membantu sekretaris dalam pelayanan organisasi terutama dibidang administrasi. 8. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada ketua. Pasal 21 Tugas Bendahara 1. Melayani dan mengkoordinir kebutuhan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dalam pencatatan dibidang keuangan. 2. Melaksanakan tugas-tugas organisasi sesuai bidang tugasnya. 3. Mengkoordinir dan menyusun rencana anggaran Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dari masing-masing bidang. 4. Melaksanakan tertib administasi keuangan (penerimaan dan pengeluaran) organisasi. 5. Menyampaikan laporan secara rutin dan berkala sesuai ketentuan dan kebutuhan organisasi. 6. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang ditugaskan oleh pimpinan dan atau pengurus lengkap. 7. Dalam melaksanakan tugasnya bendahara berkoordinasi dengan ketua, wakil ketua, sekretaris dan bidang-bidang. 8. Menyusun rencana program kerja dan laporan tahunan. 9. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada ketua. Pasal 22 Tugas Wakil Bendahara 1. Mewakili bendahara, dalam hal bendahara berhalangan. 2. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang ditugaskan oleh pimpinan dan atau pengurus lengkap. Pasal 23 Tugas Masing-Masing Bidang 1. Tugas pokok bidang pendidikan adalah : a. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan bidang pendidikan di tingkat pusat. b. Menyelaraskan program pendidikan ditingkat pusat dan tingkat wilayah serta cabang. c. Bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan tugas bidangnya. d. Menyusun program kerja dan laporan pelaksanaan. e. Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada ketua. 27

28 2. Tugas pokok bidang ekonomi adalah : a. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan usaha dibidang ekonomi. b. Menyelaraskan program ekonomi di tingkat pusat dan tingkat wilayah serta cabang. c. Memberikan saran pertimbangan bila dipandang perlu kepada ketua. d. Bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan tugas bidangnya. e. Menyusun program kerja dan laporan pelaksanaan. 3. Tugas pokok bidang sosial budaya adalah : a. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan dibidang sosial budaya ditingkat pusat. b. Menyelaraskan program sosial budaya ditingkat pusat dan wilayah serta cabang, c. Bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan tugas bidangnya. d. Memberikan saran dan pertimbangan bila dipandang perlu kepada ketua. e. Menyusun program kerja dan laporan pelaksanaan. 4. Tugas pokok sekretaris pada tiap-tiap bidang adalah melaksanakan penataan administrasi, menyiapkan kebutuhan pertemuan pada masing-masing bidang yang bersangkutan, serta menjadi penghubung antara kedua bidang yang bersangkutan dengan bidang lainnya. 5. Tugas pokok bendahara pada tiap-tiap bidang adalah menyusun rencana anggaran dan melaksanakan pencatatan penerimaan dan pengeluaran serta pelaporan keuangan dan memelihara rekening pada masing-masing bidang yang bersangkutan, serta menjadi penghubung antara ketua bidang yang bersangkutan dengan bendahara Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. BAB VII Pasal 24 Pembagian Tugas Pokok Pengurus Kelompok Tingkat Pusat Pembagian tugas pokok pengurus kelompok tingkat pusat yang diatur dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing kelompok dengan pedoman pada pembagian tugas pokok pengurus tingkat pusat seperti tercantum pada Bab VI pasal 14, 1, 18 dan 20. Pasal 25 Pembagian Tugas Pokok Pengurus Tingkat Wilayah dan Tingkat Cabang Pembagian tugas pokok pengurus tingkat wilayah dan tingkat cabang diatur dan disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing dengan berpedoman pada pembagian tugas pokok pengurus tingkat pusat seperti tercantum pada pasal 17, 18, 19, 20, 21, 22 dan 23 Pedoman Tata Kerja. BAB VIII RAPAT DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pasal 26 Jenis Rapat Jenis rapat pengurus tingkat pusat, tingkat wilayah, dan tingkat cabang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia terdiri dari : 1. Rapat pimpinan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (khusus untuk tingkat pusat). 2. Rapat pengurus inti Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 3. Rapat pengurus lengkap Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 4. Rapat Pengurus Bidang-Bidang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 28

29 Pasal 27 Rapat Pimpinan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia 1. Rapat pimpinan diselenggarakan sesuai kebutuhan. 2. Rapat pimpinan memutuskan dan menetapkan sesuai wewenang unsur pimpinan. 3. Rapat pimpinan dipimpin oleh ketua. Pasal 28 Rapat Pengurus Inti Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia 1. Rapat pengurus inti diselenggarakan sesuai kebutuhan. 2. Rapat pengurus inti memutuskan dan menetapkan sesuai wewenang pengurus inti. 3. Rapat pengurus inti dipimpin oleh ketua atau yang mewakili. 4. Rapat pengurus inti dihadiri oleh pengurus inti. Pasal 29 Rapat Pengurus Lengkap Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia 1. Rapat pengurus lengkap diselenggarakan sesuai kebutuhan. 2. Rapat pengurus lengkap bertugas memutuskan dan menetapkan sesuai wewenang pengurus lengkap. 3. Rapat pengurus lengkap dipimpin oleh ketua atau yang mewakili. Pasal 30 Rapat Pengurus Bidang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia 1. Rapat pengurus bidang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia adalah rapat yang dilaksanakan untuk memusyawarahkan pelaksanaan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab masingmasing bidang. 2. Rapat pengurus bidang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dipimpin oleh ketua bidang atau yang mewakili. Pasal 31 Risalah Rapat 1. Setiap pelaksanaan rapat pengurus inti dan pengurus lengkap dibuat risalah rapat yang ditandatangani oleh Notulis dan diketahui oleh Pimpinan Rapat. 2. Risalah rapat pengurus inti dan pengurus lengkap disampaikan kepada seluruh peserta rapat baik yang hadir maupun yang tidak hadir. Pasal 32 Qourum Rapat 1. Rapat pengurus inti dan rapat pengurus lengkap, sah apabila dihadiri oleh lebih dari 1/2 peserta yang diundang. 2. Dalam hal rapat tidak memenuhi qourum maka rapat ditunda paling sedikit 30 (tiga puluh) menit. 3. Bila rapat telah ditunda satu kali ternyata belum memenuhi quorum maka rapat dapat dilanjutkan dan dinyatakan sah mengambil keputusan. 29

30 4. Peserta rapat yang tidak hadir karena sakit, ijin, atau sedang melaksanakan tugas diluar maka dianggap hadir. 5. Rapat-rapat yang mengambil keputusan tentang anggota harus memenuhi quorum. BAB IX PROSEDUR ADMINISTRASI Pasal 33 SURAT MASUK 1. Semua surat-surat masuk dicatat dalam buku surat masuk lalu didistribusikan untuk ditindak lanjuti sebagaimana mestinya. 2. Surat-surat masuk melalui Sekretariat disampaikan kepada Ketua untuk didisposisi dan didistribusikan kepada pengurus Bidang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia yang berkepentingan melalui Sekretaris atau Wakil Sekretaris. Pasal 34 SURAT KELUAR 1. Surat Keluar diberi nomor secara tertib dan dicatat dalam buku surat keluar. 2. Surat-surat keluar ditandatangani oleh Ketua. 3. Dalam hal mendesak surat-surat keluar dapat ditandatangani oleh Wakil Ketua yang ditunjuk. 4. Surat-surat yang bersifat rutin dan intern Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dapat ditandatangani oleh Wakil Ketua sesuai penugasannya sebagai pendamping. Pasal 35 SURAT KEPUTUSAN 1. Surat Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia ditanda tangani oleh Ketua. 2. Surat Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (Surat Keputusan, Petunjuk Pelaksanaan) baru dapat diterbitkan setelah dibahas dalam rapat pengurus inti sesuai hak dan wewenangnya. Pasal 36 JENIS SURAT Sesuai dengan sifat isinya surat-surat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dapat dikelompokkan dalam : 1. Surat Biasa : Surat Keluar yang berisi hal-hal yang sifatnya biasa 2. Surat Rahasia : Surat Keluar yang berisi hal-hal yang sifatnya rahasia 3. Surat Keputusan : Surat Keluar yang merupakan suatu Keputusan 4. Surat Perintah Kerja (SPK) : Surat Perintah Kerja untuk Rekanan IWABRI 5. Nota Intern : Surat antar pengurus suatu tingkat kepengurusan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia 30

31 PASAL 37 TENTANG LOGO IWABRI Logo di atas berlaku sebagai Master Logo Logo hasil cipta : Sekretariat IWABRI Tingkat Pusat Jenis Huruf Ikatan Bank Rakyat Indonesia : FrizQuadrata 20 Point Jenis Huruf IWABRI : Helvetica Black 32 Point Tebal Pita kiri, kanan dan tengah : 13 mm Jumlah Kuncup Kiri dan Kanan : 7 buah Tebal Garis : 1.3 (width) Tebal Garis Putih pada Sanggul : 0.5 (width) Deskripsi Logo : Bunga Melati Berwarna Putih : Melambangkan keanggunan, kelembutan serta kesahajaan seorang wanita khususnya pada Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia, selain itu Bunga Melati mempunyai harum yang semerbak demikian pula dengan IWABRI diharapkan senantiasa dapat menebarkan keharuman nama BRI di dalam maupun diluar. Warna Putih, melambangkan kesucian hati. Kuncup Yang Sedang Mekar : Melambangkan Eksistensi serta Dinamisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI) dalam menunjang perkembangan BRI khususnya dalam persaingan perbankan yang semakin kompetitif. Sanggul Di tengah Kuncup Bunga : Melambangkan ciri khas wanita Indonesia. Tulisan Melingkar : Melambangkan sebagai alat pemersatu Wanita BRI. Line Melingkar Sekeliling Logo : Melambangkan pelindung/perisai dari berbagai tantangan. Warna Biru : Melambangkan warna kebanggaan Bank Rakyat Indonesia. Warna Hijau Pada Garis Bunga : Melambangkan keindahan dan menjadi penyejuk dalam kehidupan. Presentasi Warna : Cyan 1.00% - Yellow 100% Cyan 100% - Magenta 90% - Yellow 20% LENCANA : Spesifikasi Lencana : Tebal garis : 1 point Tebal garis kuncup : 1 point Tulisan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Jenis Huruf : FrizQuadrata Bold, size : 4.2 point Tulisan IWABRI huruf : Helvetica Bold, size 7 point Diameter lingkaran : 2.5 cm Logo 32% dari Master Logo tanpa garis yang mengelilingi Logo 31

32 1 cm Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Jenis Huruf : Gaudy Bolg, Size : 18 point Canden : 95%, Warna Biru (C=100 M=20 Y=30) Jarak dari logo ke ujung kertas : 1 cm Besar Logo 30% dari logo Master Dengan spesifikasi Tebal garis : 1 point Tebal garis kuncup : 1 point Tulisan Ikatan Bank Rakyat Indonesia size : 6,4 point Jenis huruf : Fritzquadrata Bold Tulisan IWABRI Jenis huruf : Helvetika Black Size : 9,5 point Ukuran sebenarnya A4 (21 cm x 29,7 cm) Jenis Huruf: Gaudy, size : 10 point Warna : Hitam Jarak dari tulisan ke ujung kertas : 1 cm IWABRI Tingkat Pusat : Jl. Sisingamangaraja No Jakarta Selatan 12120, Telepon

33 Amplop 1 cm Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia IWABRI Tingkat Pusat : Jl. Sisingamangaraja No Jakarta Selatan Telepon : cm 11 cm 1 cm Jenis Huruf : Helveska, size : 9 point Warna Hitam (C=100 M =29 Y=30) Jenis Huruf : Gaudy Bold, size : 18 point Conden : 95% Warna Biru (C=100 M=20 Y=30) Besar Logo 30% Dari Logo Master Jarak dari logo ke ujung kertas : 1 cm Dengan spesifikasi : Tebal garis : 1 point Tebal garis kuncup : 1 point Tulisan IkatanWanita Bank Rakyat Indonesia, Jenis Huruf: Fritzquadrata Bold size : 6.4 point Tulisan IWABRI Jenis Huruf : Helvetika Black, size : 9.5 point Sample: Amplop adalah Amplop Jaya cm

34 BAB X Pasal 38 REGISTRASI KEANGGOTAAN 1. Keanggotaan disusun dalam suatu daftar anggota yang dibuat dalam bentuk BUKU INDUK ANGGOTA. Buku Induk Anggota paling tidak berisi data tentang : 1. Nomor induk Anggota 2. Nama : - Nama Kecil - Nama Suami 3. Alamat 4. Tanggal lahir 5. Agama 6. Jabatan dalam kepengurusan 7. dll 2. Setiap anggota mempunyai NOMOR INDUK ANGGOTA (NIA), dengan susunan : 1. Nomor Urut 2. Kode kelompok anggota 3. Kode tingkat kepengurusan 4. Registrasi Contoh : Tingkat Pusat : 025/JK/TP/2000 Tingkat Kanwil Banda Aceh : 008/K/KW.BA/2000 Tingkat Kanca Medan Pemuda : 017/PS/TC.Md.P/ Anggota baru mendapat nomor setelah nomor terakhir daftar anggota atau mengisi nomor anggota yang kosong karena mengikuti pindah tugas suami atau berhenti menjadi anggota IWABRI. KODE KELOMPOK ANGGOTA 1. Istri Karyawan : IK 2. Karyawan : K 3. Pensiunan : Ps 4. Warakawuri : W 5. Pegawai kontrak : Pk KODE TINGKAT KEPENGURUSAN I. TINGKAT PUSAT : TP II. TINGKAT WILAYAH : TW III. TINGKAT CABANG : TC 34

35 DAFTAR KANTOR WILAYAH & KANTOR CABANG BRI SELINDO PER : APRIL 2010 A. TINGKAT WILAYAH BANDA ACEH : TW.BA 1. TINGKAT CABANG BANDA ACEH : TC.BA 2. TINGKAT CABANG BIREUEN : TC.Br 3. TINGKAT CABANG BLANGPIDIE : TC.Bp 4. TINGKAT CABANG KUTACANE : TC.Kc 5. TINGKAT CABANG LANGSA : TC.L 6. TINGKAT CABANG LHOKSUMAWE : TC.Ls 7. TINGKAT CABANG MEULABOH : TC.MI 8. TINGKAT CABANG SIGLI : TC.Sig 9. TINGKAT CABANG TAKENGON : TC.Tt 10. TINGKAT CABANG TAPAKTUAN : TC.Tk B. TINGKAT WILAYAH : TW.MD 1. TINGKAT CABANG BALIGE : TC.Blg 2. TINGKAT CABANG BINJAI : TC.Bj 3. TINGKAT CABANG GUNUNG SITOLI : TC.GS 4. TINGKAT CABANG KABANJAHE : TC.Kj 5. TINGKAT CABANG KISARAN : TC.Ks 6. TINGKAT CABANG LUBUK PAKAM : TC.LP 7. TINGKAT CABANG MEDAN ASIA : TC.Md.As 8. TINGKAT CABANG MEDAN GATSU : TC.M.Gat 9. TINGKAT CABANG MEDAN ISKANDAR MUDA : TC.MIM 10. TINGKAT CABANG MEDAN PUTRI HIJAU : TC.Md.PH 11. TINGKAT CABANG MEDAN SISINGAMANGARAJA : TC.Md.Sing 12. TINGKAT CABANG PADANG SIDEMPUAN : TC.Pd.Sid 13. TINGKAT CABANG PEMATANG SIANTAR : TC.Pem.Si 14. TINGKAT CABANG RANTAU PRAPAT : TC.Rapat 15. TINGKAT CABANG SIBOLGA : TC.Sib 16. TINGKAT CABANG SIDIKALANG : TC.Sika 17. TINGKAT CABANG STABAT : TC.Stab 18. TINGKAT CABANG TANJUNG BALAI : TC.Tabai 19. TINGKAT CABANG TARUTUNG : TC.Tar 20. TINGKAT CABANG TEBING TINGGI : TC.Teti 21. TINGKAT CABANG PEDAGANGAN : TC.Pdg 22. TINGKAT CABANG KOTA PINANG : TC.Kopi 23. TINGKAT CABANG PANYA BUNGAN : TC.Pbn 24. TINGKAT CABANG SIBUHUAN : TC.Sbh C. TINGKAT WILAYAH PADANG : TW.PD 1. TINGKAT CABANG BATUSANGKAR : TC.Basa 2. TINGKAT CABANG BUKIT TINGGI : TC.Buti 3. TINGKAT CABANG DHARMAS RAYA : TC.Dhara 4. TINGKAT CABANG LUBUK SIKAPING : TC.Lsk 5. TINGKAT CABANG PADANG : TC.Pd 6. TINGKAT CABANG PADANG PANJANG : TC.Pd.Pj 7. TINGKAT CABANG PAINAN : TC.Pai 35

36 8. TINGKAT CABANG PARIAMAN : TC.Par 9. TINGKAT CABANG PAYAKUMBUH : TC.Pakum 10. TINGKAT CABANG SIJUNJUNG : TC.Sj 11. TINGKAT CABANG SIMPANG EMPAT : TC.SE 12. TINGKAT CABANG SOLOK : TC.So 13. TINGKAT CABANG SUNGAI PENUH : TC.Supe 14. TINGKAT CABANG KHATIB SULAIMAN : TC.KS D. TINGKAT WILAYAH PEKAN BARU : TW.PB 1. TINGKAT CABANG BAGAN SIAPI-API : TC.Bg.A 2. TINGKAT CABANG BANGKINANG : TC.Benang 3. TINGKAT CABANG BATAM : TC.Bat 4. TINGKAT CABANG BENGKALIS : TC.Bengk 5. TINGKAT CABANG DUMAI : TC.Dm 6. TINGKAT CABANG DURI : TC.Du 7. TINGKAT CABANG PEKANBARU : TC.Pkb 8. TINGKAT CABANG RENGAT : TC.Re 9. TINGKAT CABANG SELAT PANJANG : TC.SP 10. TINGKAT CABANG TANJUNG PINANG : TC.Tapi 11. TINGKAT CABANG TELUK KUANTAN : TC.TK 12. TINGKAT CABANG TEMBILAHAN : TC.Temb 13. TINGKAT CABANG TUANKU TAMBUSAI : TC.Tutam E. TINGKAT WILAYAH PALEMBANG : TW.PL 1. TINGKAT CABANG RIMBO BUJANG : TC.RB 2. TINGKAT CABANG ABUNJANI SIPIN : TC.AS 3. TINGKAT CABANG BANGKO : TC.Bang 4. TINGKAT CABANG BATURAJA : TC.Bara 5. TINGKAT CABANG JAMBI : TC.Jam 6. TINGKAT CABANG KAYU AGUNG : TC.Ka 7. TINGKAT CABANG KOTABUMI : TC.Kb 8. TINGKAT CABANG KUALA TUNGKAL : TC.Kat 9. TINGKAT CABANG LAHAT : TC.Lah 10. TINGKAT CABANG LUBUKLINGGAU : TC.Lli 11. TINGKAT CABANG MUARA BULIAN : TC.Muabu 12. TINGKAT CABANG MUARA BUNGO : TC.Muango 13. TINGKAT CABANG MUARA ENIM : TC.Muamin 14. TINGKAT CABANG PAGAR ALAM : TC.Paga 15. TINGKAT CABANG PALEMBANG A. RIVAI : TC.PL.A 16. TINGKAT CABANG PALEMBANG SRIWIJAYA : TC.PLM.SW 17. TINGKAT CABANG PANGKAL PINANG : TC.P.Pi 18. TINGKAT CABANG PRABUMULIH : TC.Prabu 19. TINGKAT CABANG SAROLANGUN : TC.Sala 20. TINGKAT CABANG SEKAYU : TC.Sek 21. TINGKAT CABANG SUNGAI LIAT : TC.Suli 22. TINGKAT CABANG TANJUNG PANDAN : TC.Tapa 36

37 F. TINGKAT WILAYAH JAKARTA : TW.JKT1 1. TINGKAT CABANG JAKARTA CEMPAKA MAS : TC.JCM 2. TINGKAT CABANG JAKARTA CUT MUTIAH : TC.JMut 3. TINGKAT CABANG JAKARTA GUNUNG SAHARI : TC.JGS 4. TINGKAT CABANG JAKARTA HAYAM WURUK : TC.JHW 5. TINGKAT CABANG JAKARTA JATINEGARA : TC.JJa 6. TINGKAT CABANG JAKARTA KALIMALANG : TC.JKM 7. TINGKAT CABANG JAKARTA KELAPA GADING : TC.KG 8. TINGKAT CABANG JAKARTA KELAPA GADING 2 : TC.KG2 9. TINGKAT CABANG JAKARTA KEMAYORAN : TC.JKmy 10. TINGKAT CABANG JAKARTA KRAMAT : TC.JKra 11. TINGKAT CABANG JAKARTA KREKOT : TC.JKre 12. TINGKAT CABANG JAKARTA MANGGA DUA : TC.JMD 13. TINGKAT CABANG JAKARTA OTISTA : TC.JOt 14. TINGKAT CABANG JAKARTA PLUIT : TC.JPlu 15. TINGKAT CABANG JAKARTA RASUNA SAID : TC.JRS 16. TINGKAT CABANG JAKARTA RAWAMANGUN : TC.JR 17. TINGKAT CABANG JAKARTA SEGITIGA SENEN : TC.JSS 18. TINGKAT CABANG JAKARTA SUDIRMAN : TC.JSud 19. TINGKAT CABANG JAKARTA TANAH ABANG : TC.JTA 20. TINGKAT CABANG JAKARTA TANJUNG PRIOK : TC.JTP 21. TINGKAT CABANG JAKARTA VETERAN : TC.JVet 22. TINGKAT CABANG JAKARTA WAHID HASYIM : TC.JWH 23. TINGKAT CABANG PANTAI INDAH KAPUK : TC.PIK 24. TINGKAT CABANG MALL AMBASADOR : TC.MA 25. TINGKAT CABANG ARTHA GADING : TC.AG 26. TINGKAT CABANG SUNTER : TC.Str G. TINGKAT WILAYAH JAKARTA2 : TW.JKT2 1. TINGKAT CABANG BEKASI : TC.Bek 2. TINGKAT CABANG BEKASI BARAT : TC.BB 3. TINGKAT CABANG BOGOR DEWI SARTIKA : TC.BDS 4. TINGKAT CABANG BOGOR PAJAJARAN : TC.Bopa 5. TINGKAT CABANG CIBINONG : TC.Cib 6. TINGKAT CABANG CIBUBUR : TC.Cbr 7. TINGKAT CABANG CIKAMPEK : TC.Cipek 8. TINGKAT CABANG CIKARANG : TC.Cirang 9. TINGKAT CABANG CIMANGGIS : TC.Cmg 10. TINGKAT CABANG CINERE : TC.Cnr 11. TINGKAT CABANG DEPOK : TC.Dpk 12. TINGKAT CABANG JAKARTA FATMAWATI : TC.JFat 13. TINGKAT CABANG JAKARTA GATOT SUBROTO : TC.JGS 14. TINGKAT CABANG JAKARTA KEBAYORAN BARU : TC.JKB 15. TINGKAT CABANG JAKARTA PANGLIMA POLIM : TC.JPP 16. TINGKAT CABANG JAKARTA PASAR MINGGU : TC.JPM 17. TINGKAT CABANG JAKARTA PONDOK INDAH : TC.JPI 18. TINGKAT CABANG JAKARTA WARUNG BUNCIT : TC.JWB 19. TINGKAT CABANG KALIBATA : TC.Klbt 20. TINGKAT CABANG KARAWANG : TC.Krwg 21. TINGKAT CABANG PANCORAN : TC.Pcr 37

38 22. TINGKAT CABANG PEKAYON : TC.Pky 23. TINGKAT CABANG PIERE TENDEAN : TC.PT 24. TINGKAT CABANG PONDOK GEDE : TC.PG 25. TINGKAT CABANG RADIO DALAM : TC.RD 26. TINGKAT CABANG SAHARJO : TC.Shj 27. TINGKAT CABANG CIPULIR : TC.Cpr 28. TINGKAT CABANG CILANGKAP : TC.CLP 29. TINGKAT CABANG KRAMAT JATI : TC.KJ 30. TINGKAT CABANG PONDOK INDAH : TC.PI 31. TINGKAT CABANG TB SIMATUPANG : TC.TB.Sp 32. TINGKAT CABANG TAMBUN : TC.Tbn H. TINGKAT WILAYAH JAKARTA3 : TW.JKT3 1. TINGKAT CABANG BANDARA SOEKARNO HATTA : TC.Soeta 2. TINGKAT CABANG GADING SERPONG : TC.GS 3. TINGKAT CABANG GAJAH MADA : TC.GM 4. TINGKAT CABANG MELAWI : TC.Mli 5. TINGKAT CABANG PAMULANG : TC.Pmg 6. TINGKAT CABANG TANGERANG CITY : TC.TC 7. TINGKAT CABANG TANGERANG MERDEKA : TC.TM 8. TINGKAT CABANG BALARAJA : TC.Bala 9. TINGKAT CABANG BINTARO : TC.Bin 10. TINGKAT CABANG BUMI SERPONG DAMAI : TC.BSD 11. TINGKAT CABANG CILEDUK : TC.Ciduk 12. TINGKAT CABANG CILEGON : TC.Cigon 13. TINGKAT CABANG CIPUTAT : TC.Cpt 14. TINGKAT CABANG JAKARTA DAAN MOGOT : TC.JDM 15. TINGKAT CABANG JAKARTA JOGLO : TC.JJ 16. TINGKAT CABANG JAKARTA KALIDERES : TC.JK 17. TINGKAT CABANG JAKARTA KEBON JERUK : TC.JKJ 18. TINGKAT CABANG JAKARTA KOTA : TC.JKt 19. TINGKAT CABANG JAKARTA PALMERAH : TC.JPal 20. TINGKAT CABANG JAKARTA PURI NIAGA : TC.JPN 21. TINGKAT CABANG JAKARTA ROXI : TC.JRx 22. TINGKAT CABANG JAKARTA S. PARMAN : TC.JSP 23. TINGKAT CABANG JELAMBAR : TC.Jelbar 24. TINGKAT CABANG KETAPANG : TC.Ktp 25. TINGKAT CABANG LABUAN : TC.Lab 26. TINGKAT CABANG MEMPAWAH : TC.Mpw 27. TINGKAT CABANG PANDEGLANG : TC.Pdgl 28. TINGKAT CABANG PONTIANAK : TC.Pont 29. TINGKAT CABANG PUTUSSIBAU : TC.Ptb 30. TINGKAT CABANG RANGKASBITUNG : TC.Rbt 31. TINGKAT CABANG SANGGAU : TC.Sang 32. TINGKAT CABANG SERANG : TC.Srg 33. TINGKAT CABANG SINGKAWANG : TC.Sing 34. TINGKAT CABANG SINTANG : TC.Sin 35. TINGKAT CABANG TANGERANG : TC.Tgr 36. TINGKAT CABANG TANJUNG DUREN : TC.TD 38

39 I. TINGKAT WILAYAH BANDUNG : TW.BDG 1. TINGKAT CABANG BANDUNG A.YANI : TC.BAY 2. TINGKAT CABANG BANDUNG AH.NASUTION : TC.BAN 3. TINGKAT CABANG BANDUNG ASIA AFRIKA : TC.BAA 4. TINGKAT CABANG BANDUNG DAGO : TC.BD 5. TINGKAT CABANG BANDUNG DEWI SARTIKA : TC.DS 6. TINGKAT CABANG BANDUNG KOPO : TC.BK 7. TINGKAT CABANG BANDUNG NARIPAN : TC.BN 8. TINGKAT CABANG BANDUNG SETIA BUDI : TC.BSB 9. TINGKAT CABANG BANDUNG SOEKARNO HATTA : TC.BSH 10. TINGKAT CABANG BANJAR : TC.Banj 11. TINGKAT CABANG CIAMIS : TC.Cia 12. TINGKAT CABANG CIANJUR : TC.Cian 13. TINGKAT CABANG CIBADAK : TC.Cib 14. TINGKAT CABANG CIMAHI : TC.Cmh 15. TINGKAT CABANG CIREBON : TC.Crb 16. TINGKAT CABANG CIREBON GUNUNG JATI : TC.Ciguja 17. TINGKAT CABANG GARUT : TC.Grt 18. TINGKAT CABANG INDRAMAYU : TC.Inma 19. TINGKAT CABANG JATIBARANG : TC.Jbr 20. TINGKAT CABANG KUNINGAN : TC.Kng 21. TINGKAT CABANG MAJALAYA : TC.Mala 22. TINGKAT CABANG MAJALENGKA : TC.Maja 23. TINGKAT CABANG PAMANUKAN : TC.Pnk 24. TINGKAT CABANG PURWAKARTA : TC.Purta 25. TINGKAT CABANG SINGAPARNA : TC.Sina 26. TINGKAT CABANG SUBANG : TC.Sub 27. TINGKAT CABANG SUKABUMI : TC.Sumi 28. TINGKAT CABANG SUMEDANG : TC.Smd 29. TINGKAT CABANG TASIKMALAYA : TC.Tasma 30. TINGKAT CABANG SOREANG : TC.Srg J. TINGKAT WILAYAH SEMARANG : TW.SMG 1. TINGKAT CABANG BATANG : TC.Bat 2. TINGKAT CABANG BLORA : TC.Blo 3. TINGKAT CABANG BREBES : TC.Bre 4. TINGKAT CABANG BRIGJEN SUDIARTO : TC.Brisu 5. TINGKAT CABANG BUMIAYU : TC.Bmy 6. TINGKAT CABANG CEPU : TC.Cp 7. TINGKAT CABANG DEMAK : TC.Dmk 8. TINGKAT CABANG JEPARA : TC.Jpr 9. TINGKAT CABANG KENDAL : TC.Kdl 10. TINGKAT CABANG KUDUS : TC.Kd 11. TINGKAT CABANG PATI : TC.Pa 12. TINGKAT CABANG PEKALONGAN : TC.Pkl 13. TINGKAT CABANG PEMALANG : TC.Pml 14. TINGKAT CABANG PURWODADI : TC.Pwd 15. TINGKAT CABANG REMBANG : TC.Rmb 16. TINGKAT CABANG SALATIGA : TC.Stg 39

40 17. TINGKAT CABANG SEMARANG A. YANI : TC.SAY 18. TINGKAT CABANG SEMARANG PANDANARAN : TC.SPan 19. TINGKAT CABANG SEMARANG PATTIMURA : TC.SPat 20. TINGKAT CABANG SLAWI : TC.Slw 21. TINGKAT CABANG TEGAL : TC.Teg 22. TINGKAT CABANG UNGARAN : TC.Ung K. TINGKAT WILAYAH YOGYAKARTA : TW.YOG 1. TINGKAT CABANG ADI SUCIPTO : TC.Ajb 2. TINGKAT CABANG AJIBARANG : TC.Ajb 3. TINGKAT CABANG BANJARNEGARA : TC.Baneg 4. TINGKAT CABANG BANTUL : TC.Bant 5. TINGKAT CABANG BOYOLALI : TC.Boy 6. TINGKAT CABANG CILACAP : TC.Clip 7. TINGKAT CABANG GOMBONG : TC.Gmb 8. TINGKAT CABANG KARANGANYAR : TC.Kara 9. TINGKAT CABANG KEBUMEN : TC.Kbm 10. TINGKAT CABANG KLATEN : TC.Kla 11. TINGKAT CABANG KUTOARJO : TC.Ktr 12. TINGKAT CABANG MAGELANG : TC.Mgl 13. TINGKAT CABANG MAJENANG : TC.Mjn 14. TINGKAT CABANG MUNTILAN : TC.Mun 15. TINGKAT CABANG PARAKAN : TC.Par 16. TINGKAT CABANG PURBALINGGA : TC.Purb 17. TINGKAT CABANG PURWOKERTO : TC.Pwt 18. TINGKAT CABANG PURWOREJO : TC.Pwj 19. TINGKAT CABANG SLEMAN : TC.Sle 20. TINGKAT CABANG SOLO KARTUSURO : TC.SK 21. TINGKAT CABANG SOLO SLAMET RIYADI : TC.Sosri 22. TINGKAT CABANG SRAGEN : TC.Sra 23. TINGKAT CABANG SUKOHARJO : TC.Shj 24. TINGKAT CABANG SURAKARTA SUDIRMAN : TC.Sosud 25. TINGKAT CABANG TEMANGGUNG : TC.Tmg 26. TINGKAT CABANG WATES : TC.Wa 27. TINGKAT CABANG WONOGIRI : TC.Wogi 28. TINGKAT CABANG WONOSARI : TC.Wori 29. TINGKAT CABANG WONOSOBO : TC.Woso 30. TINGKAT CABANG YOGYAKARTA CIK DI TIRO : TC.Yotiro 31. TINGKAT CABANG YOGYAKARTA KATAMSO : TC.Yoso 32. TINGKAT CABANG YOGYAKARTA MAGELANG : TC.Yomag 33. TINGKAT CABANG YOGYAKARTA MELATI : TC.YM 34. TINGKAT CABANG SOLO BARU : TC.SB L. TINGKAT WILAYAH SURABAYA : TW.SBY 1. TINGKAT CABANG BANGKALAN : TC.Baka 2. TINGKAT CABANG BOJONEGORO : TC.Boneg 3. TINGKAT CABANG GRESIK : TC.Gres 4. TINGKAT CABANG HR MUHAMMAD : TC.HRM 5. TINGKAT CABANG JEMUR SARI : TC.Jeri 40

41 6. TINGKAT CABANG JOMBANG : TC.Jmb 7. TINGKAT CABANG KAPAS KRAMPUNG : TC.KK 8. TINGKAT CABANG KUSUMA BANGSA : TC.SKB 9. TINGKAT CABANG LAMONGAN : TC.Lam 10. TINGKAT CABANG MOJOKERTO : TC.Mojo 11. TINGKAT CABANG PAHLAWAN : TC.SPI 12. TINGKAT CABANG PAMEKASAN : TC.Pks 13. TINGKAT CABANG RAJAWALI : TC.SRW 14. TINGKAT CABANG SAMPANG : TC.Spg 15. TINGKAT CABANG SIDOARJO : TC.Sido 16. TINGKAT CABANG SUMENEP : TC.Sam 17. TINGKAT CABANG SURABAYA DIPONEGORO : TC.Sudi 18. TINGKAT CABANG SURABAYA KALIASIN : TC.SKJ 19. TINGKAT CABANG SURABAYA KERTAJAYA : TC.SK 20. TINGKAT CABANG TANJUNG PERAK : TC.STP 21. TINGKAT CABANG TUBAN : TC.Tu 22. TINGKAT CABANG MULYO SARI : TC.MS 23. TINGKAT CABANG MANUKAN : TC.Mnk 24. TINGKAT CABANG WARU : TC.Wr 25. TINGKAT CABANG KRIAN : TC.Kri M. TINGKAT WILAYAH MALANG : TW.SBY 1. TINGKAT CABANG BANYUWANGI : TC.Bangi 2. TINGKAT CABANG BLITAR : TC.Bli 3. TINGKAT CABANG BONDOWOSO : TC.Bowo 4. TINGKAT CABANG JEMBER : TC.Jb 5. TINGKAT CABANG KEDIRI : TC.Kdr 6. TINGKAT CABANG LUMAJANG : TC.Lu 7. TINGKAT CABANG MADIUN : TC.Mad 8. TINGKAT CABANG MAGETAN : TC.Mag 9. TINGKAT CABANG MALANG SUTOYO : TC.MS 10. TINGKAT CABANG MALANG KAWI : TC.Maka 11. TINGKAT CABANG MALANG MARTADINATA : TC.Mata 12. TINGKAT CABANG NGANJUK : TC.Ngan 13. TINGKAT CABANG NGAWI : TC.Ngaw 14. TINGKAT CABANG PACITAN : TC.Pct 15. TINGKAT CABANG PASURUAN : TC.Psr 16. TINGKAT CABANG PONOROGO : TC.Prg 17. TINGKAT CABANG PROBOLINGGO : TC.Probo 18. TINGKAT CABANG SITUBONDO : TC.Situ 19. TINGKAT CABANG TRENGGALEK : TC.Trg 20. TINGKAT CABANG TULUNGAGUNG : TC.Tlg 21. TINGKAT CABANG MALANG SOEKARNO HATTA : TC.Masoeta 22. TINGKAT CABANG MALANG KEPANJEN : TC.Make 23. TINGKAT CABANG GENTENG : TC.Gtg 24. TINGKAT CABANG PARE : TC.Pare 41

42 N. TINGKAT WILAYAH BANJARMASIR : TW.BM 1. TINGKAT CABANG AHMAD YANI : TC.AY 2. TINGKAT CABANG AMUNTAI : TC.Atai 3. TINGKAT CABANG BALIKPAPAN : TC.Bapa 4. TINGKAT CABANG BANJARMASIN : TC.Bms 5. TINGKAT CABANG BARABAI : TC.Bai 6. TINGKAT CABANG BATULICIN : TC.Blc 7. TINGKAT CABANG BONTANG : TC.Bon 8. TINGKAT CABANG BUNTOK : TC.Bunt 9. TINGKAT CABANG KANDANGAN : TC.Kdg 10. TINGKAT CABANG KOTABARU : TC.Koba 11. TINGKAT CABANG KUALA KAPUAS : TC.Kuka 12. TINGKAT CABANG MARABAHAN : TC.Mahan 13. TINGKAT CABANG MARTAPURA : TC.Mara 14. TINGKAT CABANG MUARA TEWEH : TC.Mute 15. TINGKAT CABANG PALANGKARAYA : TC.Pakaya 16. TINGKAT CABANG PANGKALAN BUN : TC.Bun 17. TINGKAT CABANG PLEIHARI : TC.Plei 18. TINGKAT CABANG RANTAU : TC.Rau 19. TINGKAT CABANG SAMARINDA : TC.Sarin 20. TINGKAT CABANG SAMPIT : TC.Sam 21. TINGKAT CABANG SANGATA : TC.Sgt 22. TINGKAT CABANG TANAH GROGOT : TC.TGi 23. TINGKAT CABANG TANJUNG REDEP : TC.TR 24. TINGKAT CABANG TANJUNG SELOR : TC.TS 25. TINGKAT CABANG TANJUNG TABALONG : TC.TT 26. TINGKAT CABANG TARAKAN : TC.Tar 27. TINGKAT CABANG TENGGARONG : TC.Tgr 28. TINGKAT CABANG BALIKPAPAN A. YANI : TC.Bani 29. TINGKAT CABANG SAMARINDA DUA : TC.Sarin TINGKAT CABANG NUNUKAN : TC.NNK 31. TINGKAT CABANG SENDAWAR : TC.Sen O. TINGKAT WILAYAH DENPASAR : TW.DPS 1. TINGKAT CABANG AMLAPURA : TC.Amla 2. TINGKAT CABANG ATAMBUA : TC.Aram 3. TINGKAT CABANG BAJAWA : TC.Baja 4. TINGKAT CABANG BANGLI : TC.BI 5. TINGKAT CABANG DENPASAR GAJAHMADA : TC.BG 6. TINGKAT CABANG DENPASAR GATOT SUBROTO : TC.DGS 7. TINGKAT CABANG DENPASAR RENON : TC.DR 8. TINGKAT CABANG DOMPU : TC.Dom 9. TINGKAT CABANG ENDE : TC.En 10. TINGKAT CABANG GIANYAR : TC.Gia 11. TINGKAT CABANG KALABAHI : TC.Klb 12. TINGKAT CABANG KEDIRI : TC.Kdi 13. TINGKAT CABANG KEFAMENANU : TC.Kefa 14. TINGKAT CABANG KUPANG : TC.Kup 15. TINGKAT CABANG KUTA : TC.Kt 42

43 16. TINGKAT CABANG LARANTUKA : TC.Latu 17. TINGKAT CABANG MATARAM : TC.Mtr 18. TINGKAT CABANG MAUMERE : TC.Mau 19. TINGKAT CABANG NEGARA : TC.Neg 20. TINGKAT CABANG PRAYA : TC.Pra 21. TINGKAT CABANG RABABIMA : TC.Rbm 22. TINGKAT CABANG RUTENG : TC.Rut 23. TINGKAT CABANG SELONG : TC.Sl 24. TINGKAT CABANG SEMARAPURA : TC.Spr 25. TINGKAT CABANG SINGARAJA : TC.Sira 26. TINGKAT CABANG SOE : TC.Soe 27. TINGKAT CABANG SUMBAWA BESAR : TC.Sube 28. TINGKAT CABANG TABANAN : TC.Tahan 29. TINGKAT CABANG UBUD : TC.Ubd 30. TINGKAT CABANG WAIKABUBAK : TC.Waika 31. TINGKAT CABANG WAINGAPU : TC.Wai P. TINGKAT WILAYAH MANADO : TW.MND 1. TINGKAT CABANG BITUNG : TC.Bit 2. TINGKAT CABANG GORONTALO : TC.Gota 3. TINGKAT CABANG KOTAMOBAGO : TC.Komo 4. TINGKAT CABANG LIMBOTO : TC.Limbo 5. TINGKAT CABANG LUWUK : TC.Luk 6. TINGKAT CABANG MARISA : TC.Masa 7. TINGKAT CABANG MANADO : TC.Mnd 8. TINGKAT CABANG MANADO BOULEVARD ex PINAESAAN : TC.MB 9. TINGKAT CABANG PALU : TC.PI 10. TINGKAT CABANG PARIGI : TC.Pagi 11. TINGKAT CABANG POSO : TC.Pso 12. TINGKAT CABANG SOA SIO : TC.Sosi 13. TINGKAT CABANG TAHUNA : TC.Tana 14. TINGKAT CABANG TERNATE : TC.Tnt 15. TINGKAT CABANG TOBELO : TC.Tbl 16. TINGKAT CABANG TOLI-TOLI : TC.Toli 17. TINGKAT CABANG TONDANO : TC.Tdn Q. TINGKAT WILAYAH MAKASAR : TW.MKS 1. TINGKAT CABANG RANTAI PAU : TC.Rapau 2. TINGKAT CABANG MASAMBA : TC.Maba 3. TINGKAT CABANG SAUM LAKI : TC.Saki 4. TINGKAT CABANG KENDARI SAM RATULANGU : TC.KS 5. TINGKAT CABANG KENDARI BAY PASS : TC.KBP 6. TINGKAT CABANG AMBON : TC.Amb 7. TINGKAT CABANG BANTAENG : TC.Banta 8. TINGKAT CABANG BANTENG SELAYAR : TC.Bensel 9. TINGKAT CABANG BARRU : TC.Baru 10. TINGKAT CABANG BAU BAU : TC.Bau 43

44 11. TINGKAT CABANG BULUKUMBA : TC.Bumba 12. TINGKAT CABANG ENREKANG : TC.Enre 13. TINGKAT CABANG JENEPONTO : TC.Jpt 14. TINGKAT CABANG KENDARI : TC.Keri 15. TINGKAT CABANG KOLAKA : TC.Kola 16. TINGKAT CABANG MAJENE : TC.Mjn 17. TINGKAT CABANG MAMUJU : TC.Mamu 18. TINGKAT CABANG MAROS : TC.Mrs 19. TINGKAT CABANG MASOHI : TC.Msh 20. TINGKAT CABANG PALOPO : TC.Plp 21. TINGKAT CABANG PANAKUKANG : TC.Paku 22. TINGKAT CABANG PANGKEP : TC.Pkp 23. TINGKAT CABANG PARE PARE : TC.Pare 24. TINGKAT CABANG PINRANG : TC.Pnr 25. TINGKAT CABANG POLEWALI : TC.Pwl 26. TINGKAT CABANG RAHA : TC.Rh 27. TINGKAT CABANG SENGKANG : TC.Seka 28. TINGKAT CABANG SIDRAP : TC.Sidr 29. TINGKAT CABANG SINJAI : TC.Sji 30. TINGKAT CABANG SUNGGUMINASA : TC.Sumi 31. TINGKAT CABANG TAKALAR : TC.Tlr 32. TINGKAT CABANG TAMALANREA : TC.Talan 33. TINGKAT CABANG TUAL : TC.Tl 34. TINGKAT CABANG WATAMPONE : TC.Wapo 35. TINGKAT CABANG WATANSOPENG : TC.Waso R. KANTOR CABANG KHUSUS S. TINGKAT WILAYAH JAYAPURA : TW.SP 1. TINGKAT CABANG BIAK : TC.Bi 2. TINGKAT CABANG JAYAPURA : TC.Japu 3. TINGKAT CABANG FAK FAK : TC.Fafak 4. TINGKAT CABANG MANOKWARI : TC.Mano 5. TINGKAT CABANG MERAUKE : TC.MERE 6. TINGKAT CABANG NABIRE : TC.Nbr 7. TINGKAT CABANG SENTANI : TC.Sent 8. TINGKAT CABANG SERUI : TC.Sri 9. TINGKAT CABANG SORONG : TC.Srng 10. TINGKAT CABANG TIMIKA : TC.Tmk 11. TINGKAT CABANG WAMENA : TC.Wana 12. TINGKAT CABANG BINTUNI : TC.Btn 13. TINGKAT CABANG ABEPURA : TC.Bera T. TINGKAT WILAYAH BANDAR LAMPUNG : TW.BL 1. TINGKAT CABANG KALIANDA : TC.Kld 2. TINGKAT CABANG TULANG BAWANG : TC.TB 3. TINGKAT CABANG LIWA : TC.Lw 4. TINGKAT CABANG MUKOMUKO : TC.Mm 5. TINGKAT CABANG ARGA MAKMUR : TC.Arma 44

45 6. TINGKAT CABANG BANDAR JAYA : TC.Banja 7. TINGKAT CABANG BENGKULU : TC.Belu 8. TINGKAT CABANG CURUP : TC.Cu 9. TINGKAT CABANG KOTA BUMI : TC.Kb 10. TINGKAT CABANG MANNA : TC.Man 11. TINGKAT CABANG METRO : TC.Met 12. TINGKAT CABANG PRING SEWU : TC.Prs 13. TINGKAT CABANG TANJUNG KARANG : TC.Taka 14. TINGKAT CABANG TELUNG BETUNG : TC.Tebet 45

46 Pasal 39 PENULISAN NAMA ORGANSIASI 1. Tingkat Pusat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat 2. Tingkat Wilayah Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Wilayah.. 3. Tingkat Cabang Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Cabang. Pasal 40 PENOMERAN SURAT 1. Setiap surat-surat keluar dan tulisan-tulisan organisasi diberikan tanggal surat dan nomor surat dalam satu tahun yang dimulai pada awal tahun dengan mencantumkan : 1. Kode Jenis Surat - Surat Biasa : B - Surat Rahasia : R - Surat Keputusan : SKEP - Surat Perintah Kerja : SPK - Undangan : UND - Nota Intern : NT 2. Kode Tingkat Kepengurusan - Tingkat Pusat - Pusat - Tingkat Wilayah - WIL - Tingkat Cabang - CAB 3. Kode Bidang - Sekretariat - SEKR - Bendahara - BEND - Pendidikan - DIK - Ekonomi - EK - Sosial Budaya - SB 2. Setiap jenis, mempunyai nomor urut tersendiri dengan menatausahakan buku register tersendiri 1. Surat Biasa : B.75/Dik/IW PUSAT/V/ Surat Rahasia : B.03/Sekr/IW WIL/IV/ Surat Keputusan : SKEP.25/IW PUSAT/X/ Surat Perintah Kerja : SKP.01/IW PUSAT/XI/ Undangan : UND/07/IW CAB/VII/ Nota Intern : NT.11/SEKR/IW PUSAT/VII/

47 Pasal 41 STEMPEL ORGANISASI Setiap surat-surat keluar dan tulisan organisasi harus dibubuhi stempel organisasi dengan ciri-ciri sbb : 1. Bentuk Bulat 2. Ukuran : - Diameter lingkaran luar 4 cm - Diameter lingkaran dalam 3,5 cm - Jarak antara tengah atas dan garis tengah bawah 0,5 cm 3. Contoh sbb : 1. Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Pusat : 2. Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Wilayah : 3. Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Cabang : 47

48 BAB XI KEUANGAN ORGANISASI Pasal 42 PENGELOLAAN KEUANGAN 1. Sistim pengelolaan keuangan organisasi berada pada Bendahara dan wakil-wakil Bendahara Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia sedangkan keuangan untuk kegiatan program kerja berada pada Bendahara dimasing-masing Bidang : 2. Sarana pengelolaan keuangan adalah : - Nota permohonan keuangan - Bukti/tanda penerimaan uang (kwitansi) - Bukti/tanda pengeluaran uang (kwitansi) - Pertanggung jawaban keuangan (PJK) 3. Pembukuan keuangan a. Buku kas b. Buku Bank c. Buku pengelolaan UUDP (uang untuk dipertanggung jawabkan) d. Mutasi posisi keuangan BAB XII LEMBAGA KESEKRETARIATAN Pasal 43 Untuk memperlancar tugas-tugas organisasi dan membantu tugas Pengurus Pusat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dibentuk Sekretariat yang bertanggung jawab kepada Ketua melalui Sekretaris Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dengan fungsi dan tugas sebagai berikut : 1. Fungsi Sekretariat adalah memperlancar tugas pokok Pengurus Pusat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia sekaligus sebagai pelaksana prosedur administrasi dan administrasi keuangan sebagaimana diatur dalam peraturan organisasi ini. 2. Tugas Sekretariat ditetapkan sebagai berikut : a. Sebagai pelaksana dalam kegiatan surat menyurat, meliputi pembuatan surat, penomoran surat, dan pengiriman surat serta menerima surat masuk, pencatatan surat masuk dalam register, dan pendistribusian surat masuk kepada pengurus melalui sekretaris, serta melakukan kegiatan kearsipan. b. Melakukan tertib pencatatan keanggotaan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dan pengaturan kartu anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (bila ada). c. Menyusun laporan dan kegiatan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (memori) sebagai lampiran pertanggung jawaban dalam hal penggantian Ketua. d. Melakukan tugas-tugas lain dibidang kesekretariatan sesuai dengan keputusan Pengurus. 3. Petugas Sekretariat mendapat bimbingan dan supervisi dan Sekretariat dan Bendahara atau Wakil Bendahara, sesuai dengan masing-masing fungsinya. 4. Sekretariat mendapat acuan dan Sekretaris dalam pelaksanaan tugas yang berkait dengan keorganisasian. 5. Pegawai di Sekretariat jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kepada Pegawai Sekretariat dapat diberikan honor atau penggantian transport dan uang makan yang wajar. 6. Pegawai Sekretariat hanya ada di Tingkat Pusat, dan Penunjukan Pegawai Sekretariat serta pengaturannya ditetapkan dalam Surat Keputusan Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 48

49 BAB XIII TATA CARA SERAH TERIMA Pasal Serah terima dilaksanakan dengan sederhana mungkin dan disesuaikan situasi dan kondisi setempat. 2. Dihadiri oleh : 1. Pembina lama dan baru 2. Ketua lama dan baru 3. Pengurus lengkap 4. Anggota 3. Pakaian : Seragam IWABRI 4. Serah terima Ketua ditandai dengan : 1. Penandatanganan Berita Acara Serah Terima 2. Penyerahan Memori Serah Terima 5. Memori Serah Terima berisi : 1. Praktis/Pendahuluan 2. Kegiatan yang telah dilaksanakan 3. Program yang belum dilaksanakan 4. Problem-problem yang dihadapi 5. Kesimpulan/saran 6. Lampiran-lampiran - Susunan Pengurus - Program kerja tahun yang bersangkutan - Posisi keuangan terakhir - Lampiran Bidang Ekonomi - Daftar Inventaris - dan lain-lain. 6. a. Ketua IWABRI Tingkat Wilayah vide ART IWABRI Bab IV pasal 14 ayat 1 dilaksanakan setiap bulan Januari. b. Pada saat serah terima tidak perlu membuat memori serah terima, cukup membuat naskah Serah Terima dan melapor ke IWABRI Tingkat Pusat. 7. Dalam hal terjadi pergantian Ketua IWABRI Tingkat Wilayah ditengah-tengah masa jabatan tersebut karena mutasi jabatan PINWIL/INSPEKTUR, diwajibkan membuat: 1. Memori Serah Terima (sesuai Pasal 40 ayat 5) 2. Naskah Serah Terima dan melaporkan ke IWABRI Tingkat Pusat BAB XIV PENYUSUNAN PENETAPAN RENCANA KERJA Pasal Rencana Kerja dibuat bentuk Program Kerja. 2. Program Kerja dibuat oleh Pengurus Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat, sesuai masa bakti Kepengurusan yaitu 3 tahun (menunjuk Anggaran Pusat IWABRI Pasal 17) dalam rapat pengurus yang dibuat dengan Program Kerja 3 tahunan. 3. Program kerja 3 tahunan tersebut dilaksanakan oleh semua Tingkat Kepengurusan dengan membuat Program Kerja Tahunan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. 49

50 BAB XV PENUTUP Pasal Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam Pedoman Tata Kerja ini akan diatur lebih lanjut dalam peraturan organisasi dan atau Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 2. Peraturan ini berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan dan apabila terdapat kekeliruan akan diadakan ralat seperlunya. 50

51 CONTOH BERITA ACARA SERAH TERIMA JABATAN Pada hari ini,.., tanggal... ( ) bertempat di Jakarta, kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Nama : Jabatan : Ketua IWABRI Tingkat Pusat/Wilayah/Cabang Yang lama, selanjutnya disebut : PIHAK PERTAMA 2. Nama : Jabatan : Ketua IWABRI Tingkat Pusat/Wilayah/Cabang Yang baru, selanjutnya disebut : PIHAK KEDUA Berdasarkan : Pertama : Surat Keputusan tentang pengangkatan/mutasi (Dirut/Pinwil/Pincab) Kedua : - Anggaran Dasar IWABRI pasal 3 ayat 2 (untuk Tingkat Pusat) - Anggaran Dasar IWABRI pasal 15 ayat 2 (untuk Tingkat Wilayah) - Anggaran Dasar IWABRI pasal 15 ayat 3 (untuk Tingkat Cabang) Pihak Kesatu menyerahkan tugas tanggung jawab jabatan Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia kepada Pihak Kedua. Pihak Kedua menerima penyerahan tugas dan tanggung jawab jabatan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dari Pihak Kesatu. Pada saat penandatanganan Berita Acara Serah Terima ini, segala tugas dan tanggung jawab Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia beralih dari Pihak Kesatu kepada Pihak Kedua dan Pihak Kedua menerima dengan baik. Berita Serah Terima ini dibuat dan ditandatangani pada hari, tanggal dan tahun tersebut di atas oleh kedua belah pihak dengan disaksikan oleh Pembina Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia serta dilengkapi dengan Memori Pertanggungjawaban sebagai lampiran. Pihak Kedua, Pihak Kesatu, ( ) ( ) 51

52 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TINGKAT PUSAT FORMULIR PENDAFTARAN KEANGGOTAAN IKATAN WANITA BRI Kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Tempat/Tgl Lahir : Unit Kerja (khusus untuk Karyawati) : Nama Suami : (khusus untuk pegawai/pegawai kontrak BRI) Unit Kerja Suami : (khusus untuk pegawai/pegawai kontrak BRI) Alamat : Dengan ini mengajukan permohonan untuk menjadi anggota Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI) dan untuk itu menyatakan : 1. Bersedia untuk mentaati pada perturan-peraturan lain yang telah dan akan ditetapkan oleh IWABRI. 2. Bersedia membayar iuran anggota IWABRI setiap bulan kepada Pengurus IWABRI sebesar Rp ( /Rp /Rp )* dengan cara memotong gaji saya (untuk karyawati/gaji suami saya (untuk istri pegawai)* setiap bulan. 3. Formulir pendaftaran ini sekaligus menjadi surat kuasa potong gaji untuk kewajibankewajiban sebagai anggota (Iuran). Demikian permohonan ini kami sampaikan. Dengan Pengurus IWABRI Tanggal Jakarta, Pemohon, ( ) ( ) *Coret yang tidak perlu 52

53 PROGRAM KERJA IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA SEKRETARIAT PERIODE 2000 S/D 2003 NO PROGRAM KERJA KEGIATAN JADWAL ANGGARAN KETERANGAN 1. Administrasi Umum 1. Membuat dan mengarsipkan semua jenis tulisan organisasi 2. Menyelesaikan/menindaklanjuti surat masuk/ keluar sesuai dengan kebutuhan 3. Mengasakan dan mengirim kartu ucapan lebaran dan Tahun Baru Setiap waktu - - Setiap waktu - - Lebaran & Tahun Baru Pengadaan dan pemeliharaan inventaris kantor Mengkoordinasikan pelaksanaan organisasi 1. Mengesahkan susunan pengurus Mengkoordinasikan jadwal kegiatan Bidang Rapat pengurus Memberikan kenang-kenangan untuk pengurus yang pensiun Penerangan / Humas Menyusun dokumentasi kegiatan organisasi Lain-lain 1. Menyusun program & anggaran Awal th. Anggota Menyusun laporan pelaksanaan program kerja Akhir tahun - - anggaran 3. Pertemuan anggota Sekretariat

54 PROGRAM KERJA IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA BIDANG PENDIDIKAN PERIODE 2000 S/D 2003 NO PROGRAM KERJA KEGIATAN JADWAL ANGGARAN KETERANGAN 1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan anggota beserta keluarganya - Memperingati hari-hari besar keagamaan - Mengadakan ceramah agama/pembinaan mental Membudayakan minat mendalami agama: Pengajian - Kebaktian - Mengadakan Halal Bihalal dan Tahun Baru Meningkatkan pengetahuan ketrampilan K u r s u s Mengusahakan berasiswa santunan pendidikan bagi putra-putri karyawan gol. I & II - Memberikan bantuan/santunan kepada anak asuh putra putri karyawan gol I & II - Memberikan hadiah untuk anak asuh yang berprestasi Lain-lain - Menyusun program kerja Menyusun laporan pelaksanaan program kerja

55 PROGRAM KERJA IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA BIDANG SOSIAL BUDAYA PERIODE 2000 S/D 2003 NO PROGRAM KERJA KEGIATAN JADWAL ANGGARAN KETERANGAN 1. Meningkatkan NILAI DAN WAWASAN TERHADAP PT BRI (Persero) : a. Meningkatkan kesadaran anggota dan keluarga tentang perusahaan dan kecintaan terhadap PT BRI (Persero) b. Mewujudkan rasa cinta diantara sesama anggota 2. Meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan a. Menumbuhkan sikap cinta lingkungan b. Memasyarakatkan kesadaran hemat energi c. Membantu anggota dan masyarakat yang memerlukan bantuan - Mengikutsertakan keluarga dalam rangka HUT BRI - Silaturahmi Halal Bihalal - Memperingati HUT IWABRI - Mengadakan pertemuan berkala - Mengunjungi anggota yang sakit/meninggal kena musibah - Memberikan bantuan sembako & uang untuk karyawan & peninjauan golongan I & II - Memberikan bantuan untuk korban bencana alam

56 NO PROGRAM KERJA KEGIATAN JADWAL ANGGARAN KETERANGAN - Memberikan bantuan untuk panti asuhan yatim piatu - Donor darah - Tabur bunga 3. Meningkatkan kesehatan jasmani anggota dan keluarga a. Olah Raga : - Latihan : - Volley - Tennis lapangan - Senam - Lomba pertandingan : - - b. Kesenian - - c. Penyuluhan tentang Budaya bersih dan sehat Mengusahakan untuk mengadakan penyuluhan tentang bahaya Narkoba zat adiktif lainnya dan HIV/AIDS 5. Meningkatkan kemitraan peran pria dan wanita yang harmonis 6. Mensosialisasikan kepada anggota - Ceramah - Ceramah - AD/ART - Hymne / Mars - Atribut IWABRI Pada pertemuan berkala 7. N.K.K.B.S. Posyandu Kunjungan ke Posyandu Binaan Bila memungkinkan

57 NO PROGRAM KERJA KEGIATAN JADWAL ANGGARAN KETERANGAN 8. Pembinaan generasi penerus dan Warakawuri/ Istri pensiunan - Remaja : a. Memantau kegiatan remaja b. Mendata jumlah remaja c. Olah Raga : - gerak jalan d. Rekreasi e. Silaturahmi antara remaja dan pengurus IWABRI Desember - - Dalam rangka HUT BRI Bila memungkin kan - Warakawuri / Isteri Pensiunan a. Mengadakan silaturahmi antara pengurus dengan Warakawuri/isteri Pensiunan Bila diperlukan b. Memberikan bantuan modal 9. Lain-lain - Menyusun program kerja Menyusun laporan pelaksanaan program kerja 57

58 PROGRAM KERJA IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA BIDANG EKONOMI PERIODE 2000 S/D 2003 NO PROGRAM KERJA KEGIATAN JADWAL ANGGARAN KETERANGAN 1. Mengusahakan dana yang sesuai dengan AD/ART - Mengadakan bazar - Menjual lotre - Menerima pesanan barang-barang kebutuhan anggota - Menyediakan seragam dan atribut IWABRI - Menampung dan memasarkan hasil ketrampilan anggota 2. Melaksanakan pembinaan pemberdayaan ekonomi produktif bagi anggota - Mengadakan kursus-kursus ketrampilan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota keluarganya 3. Memusnahkan membentuk koperasi dan memotivasi anggota untuk menjadi anggota koperasi 4. Lain-lain - Membuat program kerja dan laporan pelaksanaan program kerja - Pertemuan anggota Bidang Ekonomi 58

59 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA SURAT KEPUTUSAN Nomor : SKEP-04/IW PUSAT/IV/2001 TENTANG PAKAIAN SERAGAM DAN LENCANA IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka melengkapi Atribut Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dipandang perlu menetapkan pakaian seragam dan lencana Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 2. Bahwa kebutuhan akan pakaian seragam Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia sudah sangat mendesak, selain untuk keseragaman dan kesatuan seluruh anggota, juga sebagai identitas Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia ditengah organisasi kemasyarakatan yang lain. Mengingat : 1. Anggaran Dasar Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Bab X Pasal 20 tentang Atribut Organisasi. 2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Bab VIII Pasal 26 tentang Atribut. Memperhatikan : Hasil rapat Pengurus Lengkap Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pasal tanggal 14 Februari MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : 1. Pakaian Seragam Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia : 1.1 Warna : Biru (shade no ) 1.2 Bahan : ELB, produk PT TEXMACO JAYA 1.3 Model : two pieces (dua potong) terdiri dari rok dan blus 1.4 Pelengkap : 1. Scarf atau Jilbab (untuk muslim) 2. Sepatu & tas warna hitam 3. Perhiasan yang sederhana 59

60 2. Lencana Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia : 2.1 bentuk : bulat 2.2 ukuran : garis tengah 2,8 cm 2.3 warna dasar : putih 2.4 gambar : sesuai logo IWABRI Kedua Ketiga Keempat Kelima : Pakaian seragam dan lencana merupakan kesatuan. : Pakaian seragam ini merupakan Pakaian Kerja Harian, yang dikenakan untuk kegiatan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia, baik kedalam maupun keluar. : Apabila diperlukan dapat diadakan pakaian seragam yang lain sesuai dengan kebutuhan, yang diatur dengan Surat Keputusan. : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 25 April 2001 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TINGKAT PUSAT KETUA NY. M. RUDJITO Salinan Surat Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Yth. Pembina Utama Ikatan Wanita BRI Tingkat Pusat 2. Yth. Wakil Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Pusat 3. Yth. Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Wilayah Selindo 4. Yth. Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Cabang Selindo 5. Arsip 60

61 Lampiran : SURAT KEPUTUSAN IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TK. PUSAT Nomor : Skep.04/IW PUSAT/IV/2001 Tanggal : 25 April 2001 KETENTUAN SERAGAM IWABRI 1. Warna : Biru Shade no Produk PT TEXMACO JAYA 2. Model : Terdiri dari dua potong (blus + rok) a. Blus - Panjang Blus 25 cm dari pinggang - Potongan Princes dari bahu - Saku tutup 2 buah (lebar 4 cm) - Lengan Pendek - Krah rebah (turun 7-10 cm dari kerung leher) - Lebar krah 8 cm - Kancing depan 5 buah - Kancing Bungkus diameter 2 cm b. Rok - Potongan & span rok - Panjang rok minimal 15 cm di bawah lutut - Belah belakang tertutup c. Scraf - Panjang 125 cm, lebar 35 cm dillipat 4 diletakkan di bawah krah 3. Lencana : Di pakai di dada sebelah kiri 4. Sepatu / tas : Warna hitam 5. Catatan : Pada waktu memakai seragam agar memakai perhiasan yang sederhana IKATAN WANITA BRI TK. PUSAT KETUA, NY. M. RUDJITO 61

62 62

63 Lampiran : SURAT KEPUTUSAN IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TK. PUSAT Nomor : Skep.04/IW PUSAT/IV/2001 Tanggal : 25 April 2001 KETENTUAN SERAGAM IWABRI MUSLIM 1. Warna : Biru Shade no Produk PT TEXMACO JAYA 2. Model : Terdiri dari dua potong (blus + rok) a. Blus - Panjang Blus 35 cm dari pinggang - Potongan Princes dari bahu - Saku tutup 2 buah lebar 4 cm Lengan Panjang ( jas ) dengan bukaan sepanjang 5-6 cm berkancing 3 buah diameter 1 cm - Krah rebah (turun 7-10 cm dari kerung leher) - Lebar krah 8 cm - Kancing depan 5 buah - Kancing Bungkus diameter 2 cm b. Rok - Potongan Span rok - Panjang sampai dengan mata kaki - Belah belakang tertutup c. Jilbab dipakai sebagai kerudung / jilbab ukuran jilbab 110 x 110 cm 3. Lencana : Di pakai di dada sebelah kiri 4. Sepatu / tas : Warna hitam 5. Catatan : Pada waktu memakai seragam agar memakai perhiasan yang sederhana IKATAN WANITA BRI TK. PUSAT KETUA, NY. M. RUDJITO 63

64 64

65 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Nomor : B.62/Sekr/IW/PUSAT/VII/2001 Jakarta, 26 Juli 2001 Lam. : - Hal : Pakaian Seragam IWABRI Kepada Yth. 1. Ketua IWABRI Tingkat Wilayah 2. Ketua IWABRI Tingkat Cabang SELINDO Memperhatikan Surat Keputusan Ikatan Wanita Nomor : SKEP 04/IW PUSAT/IV/2001 tanggal 25 April 2001 tentang Pakaian Seragam IWABRI dan Permasalahan yang berkembang pada akhir-akhir ini, dapat kami jelaskan tentang, tata cara pemakaian seragam IWABRI yaitu : 1. Pakaian seragam ini adalah merupakan pakaian kerja harian, yang dikenakan untuk kegiatan IWABRI baik kedalam maupun keluar. 1.1 Yang dimaksud kegiatan kedalam adalah : Arisan / pertemuan-pertemuan intern Peringatan HUT IWABRI Kegiatan lain yang membutuhkan seragam 1.2 Yang dimaksud kegiatan keluar adalah : dalam hal ini menghadiri undangan dari luar lingkungan IWABRI, kehadiran mana atas nama IWABRI. 2. Dalam hal karyawati BRI yang menjadi anggota IWABRI dipergunakan menggunakan pakaian seragam IWABRI apabila menghadiri acara-acara yang diselenggarakan oleh IWABRI dan atau bertindak mewakili IWABRI. 3. Yang dimaksud dengan Pakaian Seragam yang lain yang ditetapkan pada butir keempat surat Keputusan tersebut diatas adalah : 3.1 Pakaian Upacara (lengan panjang) 3.2 Pakaian Resmi (Kain / Kebaya) dan akan diatur dengan Surat Keputusan IWABRI Tingkat Pusat 65

66 Dalam hal ini pada IWABRI Tingkat Wilayah atau Tingkat Cabang yang telah membuat seragam lain yang tidak diatur oleh IWABRI Tingkat Pusat, maka pakaian tersebut adalah bukan merupakan seragam IWABRI. Selanjutnya agar dapat menjadi pedoman untuk masa yang akan datang harap surat ini disatukan dengan SK IWABRI Nomor : SKEP-04/IW PUSAT/IV/2001 tanggal 25 April Demikian penjelasan kami, atas perhatiannya diucapkan terima kasih. KETUA NY. M. RUDJITO Tembusan : - Yth. Wakil Ketua IWABRI Tk. Pusat - Arsip 66

67 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA SURAT KEPUTUSAN NOMOR : SKEP.03/IW PUSAT/VIII/2002 TENTANG HYMNE DAN MARS IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka melengkapi Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dipandang perlu menetapkan Hymne dan Mars, Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 2. Bahwa kebutuhan akan Hymne dan Mars Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia sudah sangat mendesak. Selain untuk ikut serta bertanggung jawab dan meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga dan senantiasa menunjukkan keteladanan dan sikap perilaku, mempererat rasa persatuan dan kesatuan keluarga besar Bank Rakyat Indonesia ditengah organisasi kemasyarakatan yang lain. Mengingat : 1. Anggaran Dasar Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Bab X Pasal 20 tentang Atribut Organisasi. 2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Bab VIII Pasal 26 tentang Atribut. Memperhatikan : Hasil Rapat Pengurus lengkap Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat tanggal 10 Januari MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : 1. Hymne Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 1.1 G Do, 4/4 1.2 Grave 1.3 Lagu oleh : P. Pardosi 1.4 Syair oleh : IWABRI Tingkat Pusat Kedua : 2. Mars Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 2.1 G = Do, 4/4 67

68 2.2 Marcia L 2.3 Lagu oleh : P. Pardosi 2.4 Syair oleh : IWABRI Tingkat Pusat Ketiga Ketiga Kelima : Hymne dan Mars merupakan Hymne dan Mars Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. : Hymne dan Mars Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dinyanyikan pada saat acara-acara antara lain : 1. Hari-hari Besar Nasional 2. HUT IWABRI 3. Acara-acara Resmi IWABRI 4. Upacara-upacara lainnya dimana IWABRI ingin menyanyikan Hymne dan Mars. : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 14 Agustus 2002 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TINGKAT PUSAT KETUA, NY. M. RUDJITO Salinan Surat Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Yth. Pembina Utama Ikatan Wanita BRI Tingkat Pusat 2. Yth. Wakil Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Pusat 3. Yth. Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Wilayah Selindo 4. Yth. Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Cabang Selindo 5. Arsip 68

69 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Lampiran : SURAT KEPUTUSAN IWABRI TK. PUSAT BANK RAKYAT INDONESIA TK. PUSAT Nomor : Skep.03/IW. PUSAT/VIII/2002 Tanggal : 14 Agustus 2002 HYMNE IWABRI (Demi Tugas Mulia) G = 1 ; 4/4 Adagio Syair : IWABRI Arr : P. Pardosi 69

70 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Lampiran : SURAT KEPUTUSAN IWABRI TK. PUSAT BANK RAKYAT INDONESIA TK. PUSAT Nomor : Skep.03/IW. PUSAT/VIII/2002 Tanggal : 14 Agustus 2002 MARS IWABRI G = 1 : 4/4 Marcia Syair : IWABRI Arr : P. Pardosi 70

71 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA SURAT KEPUTUSAN NOMOR : SKEP.04/IW PUSAT/VIII/2002 TENTANG PANJI DAN VANDEL IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka melengkapi Atribut Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dipandang perlu menetapkan Panji dan Vandel Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 2. Bahwa kebutuhan akan Panji dan Vandel Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia sudah sangat mendesak, sebagai identitas Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia ditengah organisasi kemasyarakatan yang lain. Mengingat : 1. Anggaran Dasar Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Bab X Pasal 20 tentang atribut. 2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Bab VII Pasal 26 tentang atribut. Memperhatikan : Hasil Rapat Pengurus lengkap Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat tanggal 10 Januari MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : Panji Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI) 1. Pengertian Panji adalah Bendera Organisasi yang merupakan Tanda Kebesaran (kebanggaan organisasi). 2. Panji dibuat oleh Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat dan ditempatkan satu di setiap tingkat kepengurusan (Tingkat Pusat, Tingkat Wilayah dan Tingkat Cabang) Kedua : Vandel Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI) 1. Pengertian Vandel adalah semacam bendera kecil dengan rumbai di pinggir, diberi tali untuk menggantung membuat gambar/tulisan sebagai tanda kenangan. 71

72 2. Vandel dapat di buat setempat sesuai kebutuhan organisasi disetiap Tingkat Kepengurusan. Ketiga : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 14 Agustus 2002 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TINGKAT PUSAT KETUA, NY. M. RUDJITO Salinan Surat Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Yth. Pembina Utama Ikatan Wanita BRI Tingkat Pusat 2. Yth. Wakil Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Pusat 3. Yth. Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Wilayah Selindo 4. Yth. Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Cabang Selindo 5. Arsip 72

73 Lampiran : SURAT KEPUTUSAN IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TK. PUSAT Nomor : Skep.04/IW PUSAT/VI/2002 Tanggal : 14 Agustus 2002 I. PANJI IWABRI 1. Panji berbentuk segi lima dengan lengkung di bawah, bidang berwarna (lampiran 6c) dan logo ditengahnya. 2. Panji dibuat oleh Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat dan ditempatkan satu disetiap tingkat kepengurusan IWABRI (Tingkat Pusat, Tingkat Wilayah, Tingkat Cabang) 3. Panji digunakan pada upacara-upacara resmi seperti : a. Hari-hari Besar Nasional b. Hari Ulang Tahun IWABRI c. Acara-acara Resmi IWABRI d. Upacara-upacara lainnya dimana IWABRI perlu mengeluarkan Panji 4. Panji tempatkan : a. didepan hadirin b. disebelah kanan Sangsaka Merah Putih dilihat oleh hadirin, apabila sangsaka Merah Putih ada. 5. Panji dikeluarkan sebelum acara di mulai. 73

74 6a. UKURAN PANJI A B = 60 cm C D = 50 cm E F = 80 cm F F = 7,0 cm F F = 2,0 cm E G = 25 cm E G = 15 cm F G = 65 cm B B = 1,5 cm C D = 54 cm 6b. UKURAN KOMPONEN LOGO SKALA 1 : 8 Huruf I (IKATAN ) : FrizQuadrata-Bold Huruf II (IWABRI ) : Helvetica Black Warna Garis : Biru Tulisan : Biru Konde : Biru Pita : Biru Bunga : Hijau Presentasi Warna : Biru (C100, M90, Y20) Hijau (C100, Y100) KETERANGAN Panjang Logo : 1099 Point Tinggi Logo : 922 Point Tebal Garis Luar : 14 Point Tebal Garis Bunga : 12 Point Tebal Garis Sanggul : 5 Point Tebal Bendera : 142 Point Panjang Bendera : 1006 Point Tinggi Huruf (Ikatan) : 62,5 Point Tinggi Huruf (IWABRI) : 88 Point Tinggi Sanggul : 227 Point Lebal Sanggul : 135 Point Lebar Bunga : 605 Point Tinggi Bunga : 425 Point Jarak Sisi Samping Bawah Lis : 1,5 cm Jarak Sisi Atas Lis : 7 cm 74

75 6c. BENTUK DAN UKURAN TIANG Keterangan gambar a. Kepala tiang terdiri dari bulatan garis tengah 5 cm. b. B (batang/bulu tiang) terbuat dari kayu polos (tidak berukir). Berbentuk bulat panjang dengan garis tengah 4 cm dan tinggi 200 cm. c. Tiang ini diletakkan pada sebuah standart yang tingginya tidak lebih dari 75 cm. A (kepala tiang terbuat dari kayu) II. Vandel IWABRI 1. Ukuran Vandel, disesuaikan dengan kebutuhan setempat 2. a. Vandel dapat dibuat sewaktu-waktu bila diperlukan b. Vandel dapat diberikan sebagai tanda kenang-kenangan kepada sesama Organisasi, Perorangan atau lainnya. 75

76 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA SURAT KEPUTUSAN NOMOR : SKEP-04/IW PUSAT/V/2003 TENTANG PAKAIAN SERAGAM RESMI IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka melengkapi Atribut Organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dipandang perlu menetapkan Pakaian Seragam Resmi, Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 2. Bahwa kebutuhan akan pakaian seragam resmi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia sudah sangat mendesak. Selain untuk keseragaman dan kesatuan seluruh anggota, juga sebagai identitas Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia ditengah organisasi kemasyarakatan yang lain. 3. Bahwa untuk memenuhi aspirasi dari IWABRI Tingkat Wilayah yang disampaikan pada rapat kerja tanggal 31 Agustus 2002 dan hasil konsolidasi Ketua IWABRI Tingkat Pusat ke daerah-daerah. Mengingat : 1. Anggaran Dasar Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Bab X Pasal 20 tentang Atribut Organisasi. 2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Bab VIII Pasal 26 tentang Atribut. Memperhatikan : 1. Surat Keputusan IWABRI Tingkat Pusat Nomor : SKEP-04/IW PUSAT/IV/2001 tanggal 25 April 2001 tentang Pakaian Seragam dan lencana IWABRI. 2. Hasil Rapat Pengurus Lengkap Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat tanggal 12 Mei

77 MEMUTUSKAN Menetapkan Pertama : Pakaian Seragam Resmi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia : 1.1 Model : Kebaya, sarung dan selendang dengan motif khusus IWABRI (ketentuan sesuai lampiran) 1.2 Kebaya Warna : Royal blue (biru IWABRI) Bahan : Nasiji polos, Produk PT. INDOFORTEX 1.3 Sarung + Selendang Warna : Dominan biru Bahan : Katun Prima Ukuran : a. Sarung : Panjang 2,25 cm, lebar standar kain b. Selendang : Panjang 175 cm, lebar standar kain Motif Batik : Parang Seling Sekar (khas IWABRI) Jenis Produk : Printing 1.4 Pelengkap : 1. Selendang 2. Jilbab (untuk yang berbusana muslim) 3. Pin / Lencana 4. Selop dan tas warna hitam 5. Perhiasan yang sederhana 6. Sanggul modern (sederhana) Kedua : Pakaian Seragam Resmi ini merupakan Pakaian Resmi IWABRI yang dikenakan untuk kegiatan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia baik ke dalam maupun keluar, dengan ketentuan sbb: 1. Seragam Resmi diutamakan untuk pengurus IWABRI Tingkat Pusat, Tingkat Wilayah dan Tingkat Cabang. 2. Bagi anggota yang membutuhkan diperkenankan untuk memiliki Pakaian Seragam Resmi. Ketiga : Pakaian Seragam Resmi dipakai untuk : 1. Ke luar Mewakili IWABRI 2. Ke dalam Menghadiri Upacara-upacara Hasi Besar Nasional dan HUT BRI. 3. Acara-acara Resmi lainnya yang dianggap perlu. Keempat : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan. 77

78 Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 29 Mei 2003 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TINGKAT PUSAT KETUA NY. M. RUDJITO Salinan Surat Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Yth. Pembina Utama Ikatan Wanita BRI Tingkat Pusat 2. Yth. Wakil Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Pusat 3. Yth. Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Wilayah Selindo 4. Yth. Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Cabang Selindo 5. Arsip 78

79 Lampiran SURAT KEPUTUSAN IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TK PUSAT Nomor : Skep.04/IW PUSAT/V/2003 Tanggal : 29 Mei 2003 KETENTUAN SERAGAM RESMI IWABRI 1. Warna : - Kebaya Biru Produk PT INDOFORTEX - Sarung motif khusus IWABRI Produk Gunawan Setiawan, Solo 2. Model : - Terdiri dari Kebaya, Sarung dan Selendang a. Kebaya - Panjang Kebaya 15 cm diatas lutut - Lengan Panjang - Krah Kebaya dibagian belakang tinggi 2,5 cm - Kerung leher 9 cm - Kancing depan sengkelit 3x3 BH - Kancing bungkus diameter 1 cm b. Sarung Gambar tumpal diletakkan di bagian muka c. Selendang, dilipat 3 (tiga) diletakkan di bahu kanan 3. Lencana : Di pakai di dada sebelah kiri 4. Selop/tas : Warna hitam 5. Sanggul : Modern (sederhana) 6. Catatan : Pada waktu memakai seragam agar memakai perhiasan yang sederhana KETUA NY. M. RUDJITO 79

80 80

81 Lampiran SURAT KEPUTUSAN IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TK PUSAT Nomor : Skep.04/IW PUSAT/V/2003 Tanggal : 29 Mei 2003 KETENTUAN SERAGAM RESMI IWABRI BERBUSANA MUSLIM 1. Warna : - Kebaya Biru Produk PT INDOFORTEX - Sarung motif khusus IWABRI Produk Gunawan Setiawan, Solo 2. Model : - Terdiri dari Kebaya, Sarung Selendang dan Jilbab 3. Lencana : Di pakai di dada sebelah kiri 4. Selop/tas : Warna hitam 5. Sanggul : Modern (sederhana) a. Kebaya - Panjang Kebaya 15 cm diatas lutut - Lengan Panjang - Krah Shanghai tinggi 2 cm - Kancing depan sengkelit 4 x 3 BH - Kancing bungkus diameter 1 cm b. Sarung Gambar tumpal diletakkan di bagian muka c. Selendang, dilipat 3 (tiga) diletakkan di bahu kanan 6. Catatan : Pada waktu memakai seragam agar memakai perhiasan yang sederhana KETUA NY. M. RUDJITO 81

82 82

83 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA SURAT KEPUTUSAN NOMOR : SKEP.01/IW PUSAT/I/2008 TENTANG PAKAIAN SERAGAM KERJA LAPANGAN IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka melengkapi atribut organisasi Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia dipandang perlu menetapkan pakaian seragam lapangan, Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. 2. Bahwa kebutuhan akan seragam kerja lapangan wanita Bank Rakyat Indonesia, selain untuk dan kesatuan Bank Rakyat Indonesia ditengah organisasi kemasyarakatan yang lain. Mengingat : 1. Anggaran Dasar Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Bab X Pasal 20 tentang Atribut Organisasi. 2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Bab VIII Pasal 26 tentang Atribut. Memperhatikan : Hasil Rapat Pengurus Lengkap Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Tingkat Pusat tanggal 30 Januari MEMUTUSKAN Menetapkan Pertama : 1. Pakaian seragam kerja Lapangan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia : 1.1 Model : Dyed Biru Prosentase Warna : C = 90% M = 70%, Y = 10% 1.2 Bahan : Kode PA Model : Two Pieces (dua potong) terdiri dari blus + Celana Panjang 1.4 Perlengkapan : 1. Jilbab (untuk muslim) 2. Sepatu & tas warna Hitam Kedua : Pakaian seragam kerja lapangan dan Lencana merupakan kesatuan. 83

84 Ketiga Keempat : Pakaian seragam ini merupakan pakaian kerja lapangan harian yang dikenakan untuk kegiatan sosial keluar (lapangan) Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia. : Keputusan ini berlaku pada tanggal Ditetapkan. Ditetapkan di : J a k a r t a Pada tanggal : 30 Januari 2008 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA KETUA NY. SOFYAN BASIR Salinan Surat Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Yth. Pembina Utama Ikatan Wanita BRI Tingkat Pusat 2. Yth. Wakil Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Pusat 3. Yth. Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Wilayah Selindo 4. Yth. Ikatan Wanita BRI Tingkat Cabang Selindo 5. Arsip 84

85 Lampiran SURAT KEPUTUSAN IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TK PUSAT Nomor : SKEP.01/IW PUSAT/I/2008 Tanggal : 30 Januari 2008 KETENTUAN SERAGAM KERJA LAPANGAN IWABRI 1. Warna : Dyed Biru 2. Model : Terdiri dari Dua Potong (Blouse + celana Panjang) a. Blouse Model I dengan garis melintang didada 1. Kancing depan dimulai dari ujung pinggang sampai ujung leher dibagi empat bagian dengan menggunakan kancing jepret di bagian dalam. Jarak kancing sekaligus menjadi jarak garis melintang dada. 2. Lubang kancing (paspol) berada di posisi garis melintang jumlahnya empat buah, dengan menggunakan kancing bungkus no Krah bagian depan ada kap dengan panjangnya 5,5 cm dan krah bagian belakang tinggi sambungan 2 cm. 4. Lidah saku leher 5,5 cm. 5. Manset tangan lebar 8,5 cm dibagian belakang diberi kancing bungkus No.22 sebanyak tiga buah pada posisi sambungan tangan blouse. 6. Panjang Blouse 10 s/d 12 cm jarak dari mestak (selangkang kaki) b. Blouse Model II tanpa garis melintang di dada 1. Kancing depan dimulai dari pinggang sampai ujung leher dibagi menjadi 4 bagian dengan menggunakan kancing jepret di bagian dalam. 2. Selanjutnya sesuai dengan model I. c. Celana Panjang Model Pipa yang besarnya pergelangan kaki relatif lurus dengan tungkai d. Jilbab IWABRI bagi yang berbusana muslim dipakai sebagai kerudung (ditetapkan/disediakan oleh IWABRI tingkat pusat). 3. Lencana : Di pakai di dada sebelah kiri 4. Sepatu/tas : Warna Hitam 5. Catatan : Pada waktu memakai seragam agar memakai perhiasan yang sederhana IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA KETUA NY. SOFYAN BASIR 85

86 Model I 86

87 Model I 87

88 Model II 88

89 Model II 89

90 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA SURAT KEPUTUSAN NOMOR : SKEP.02/IW PUSAT/IV/2010 TENTANG PERUBAHAN SERAGAM OLAH RAGA IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka penyempurnaan Seragam Olah Raga IWABRI, dipandang perlu merubah Model, Warna dan Bahan Seragam Olah Raga pertama (sesuai Surat Keputusan nomor SKEP.01/IW PUSAT IV/2005). 2. Bahwa untuk menunjukkan kebersamaan pada waktu Melaksanakan kegiatan Olah Raga atau pembukaan PORSENI pada HUT BRI. Mengingat : 1. Anggaran Dasar IWABRI Bab X Pasal 20 tentang Atribut Organisasi. 2. Anggaran Rumah Tangga IWABRI Bab VIII Pasal 26 tentang Atribut. Memperhatikan Menetapkan : Hasil kesepakatan bersama Rapat Pengurus Lengkap IWABRI Tingkat Pusat tanggal 15 Januari MEMUTUSKAN Pertama : 1. Pakaian Olah Raga Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia Seluruh Indonesia Model Training, terdiri dari Atasan T-shirt dan Celana panjang dengan detail sebagai berikut : 1. Untuk atasan T-shirt, warna biru B Royale F 5037 CT 28330, Bahan: Double Katun dengan kombinasi warna Orange F 5037 CT Kiri kanan Badan di variasi dengan model Pakai Piping Tali kasur - Lengan panjang - Bagian ujung lengan pakai RIB Katun Spandek warna Warna biru - Pakai krah warna Orange, dengan model krah tulang double - Pakai Plaket menggunakan Variasi bahan warna orange - Krah menggunakan Bis Warna Biru - Kancing depan warna biru sebanyak 3 buah - Pakai Logo IWABRI di bordir di dada sebelah kiri 2. Untuk celana, warna biru B Royale F 5037 CT 28330, dengan Bahan Double Katun Pakai Variasi Warna Orange F 5037 CT

91 - Bagian sisi kanan dan sisi kiri samping celana di variasi dengan model piping tali kasur. - Pakai kantong sebelah kiri dan sebelah kanan - Pinggang pakai karet 3. Bagi yang berbusana muslim, mengenakan jilbab orange seragam lapangan IWABRI. Kedua Ketiga : Pakaian seragam ini merupakan pakaian yang dikenakan, anggota IWABRI pada saat melaksanakan semua kegiatan olah raga, pembukaan Porseni, termasuk kegiatan pertandingan baik ke dalam maupun keluar lingkungan IWABRI. : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan seperlunya. Ditetapkan di : J a k a r t a Pada tanggal : 14 April 2010 IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA KETUA NY. SOFYAN BASIR Salinan Surat Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Yth. Pembina Utama Ikatan Wanita BRI Tingkat Pusat 2. Yth. Wakil Ketua Ikatan Wanita BRI Tingkat Pusat 3. Yth. Ketua IWABRI Tingkat Wilayah Selindo 4. Yth. Ketua IWABRI Tingkat Cabang Selindo 5. A r s i p. 91

92 Lampiran SURAT KEPUTUSAN IKATAN WANITA BANK RAKYAT INDONESIA TK PUSAT Nomor : SKEP.02/IW PUSAT/I/2010 Tanggal : 12 April 2010 KETENTUAN SERAGAM OLAH RAGA IWABRI Pakaian Olah Raga Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia : 1. Model : Training, terdiri dari atasan t-shirt dan celana panjang : dengan detail sebagai berikut : a. Untuk atasan/t-shirt warna Biru B Royale F 5037, CT Bahan : Double katun, dengan kombinasi warna orange F 5037/CT Kiri-kanan badan divariasi dengan model pakai, Piping Tali Kasur lengan panjang - Bagian ujung lengan pakai RIB katun Spandex warna biru - Pakai kerah warna orange, dengan model krah Tulang double - Pakai plaket menggunakan variasi bahan warna orange - Krah menggunakan bis warna biru - Kancing depan warna biru sebanyak 3 buah - Pakai Logo IWABRI dibordir di dada sebelah kiri b. Untuk celana warna biru B Royale F 5037 CT Dengan bahan double katun pakai variasi warna orange F 5037 CT Bagian sisi kanan dan sisi kiri samping celana divariasi dengan model Piping Tali Kasur Pakai 2 kantong sebelah kiri dan sebelah kanan pinggang pakai karet Contoh Warna : Biru Orange 92

93 93

ANGGARAN DASAR DHARMA WANITA PERSATUAN

ANGGARAN DASAR DHARMA WANITA PERSATUAN ANGGARAN DASAR DHARMA WANITA PERSATUAN ANGGARAN DASAR ANGGARAN DASAR (Lama) (Hasil Munas III) 1 2 PEMBUKAAN PEMBUKAAN Kami, istri pegawai negeri sipil, menyadari sepenuhnya kewajiban kami untuk menyukseskan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II (IKAPENDA) PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II (IKAPENDA) PEMBUKAAN ANGGARAN DASAR IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II (IKAPENDA) PEMBUKAAN Bahwa pembangunan nasional Indonesia pada hakekatnya adalah pembangunan manusia seutuhnya dan seluruh tanah air Indonesia untuk

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR BADAN SEMI OTONOM TEKNOLOGI INFORMASI DAN MULTIMEDIA HIMATIKA UNY

ANGGARAN DASAR BADAN SEMI OTONOM TEKNOLOGI INFORMASI DAN MULTIMEDIA HIMATIKA UNY ANGGARAN DASAR BADAN SEMI OTONOM TEKNOLOGI INFORMASI DAN MULTIMEDIA HIMATIKA UNY BAB I NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Nama Organisasi ini bernama BADAN SEMI OTONOM TEKNOLOGI INFORMASI DAN MULTIMEDIA

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA U-GREEN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA U-GREEN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA U-GREEN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ====================================================================== ANGGARAN DASAR U-GREEN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG MUKADDIMAH

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II BAB I IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II DAN WILAYAH KERJA.

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II BAB I IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II DAN WILAYAH KERJA. ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II BAB I IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II DAN WILAYAH KERJA Pasal 1 (1) Ikatan Pensiunan Pelabuhan Indonesia II disingkat IKAPENDA sebagaimana

Lebih terperinci

IKATAN KELUARGA ALUMNI PENDIDIKAN KESEHATAN PANTI RAPIH (IKADIKTIRA) Sekretaris Akper Panti Rapih Jl. Kaliurang KM 14 Yogyakarta (0274)

IKATAN KELUARGA ALUMNI PENDIDIKAN KESEHATAN PANTI RAPIH (IKADIKTIRA) Sekretaris Akper Panti Rapih Jl. Kaliurang KM 14 Yogyakarta (0274) LAMPIRAN KEPUTUSAN NOMOR:005 RUA I/IKADIKTIRA/XII/2012 TENTANG BIDANG ORGANISASI ANGGARAN DASAR IKATAN KELUARGA ALUMNI PENDIDIKAN BAB I IDENTITAS ORGANISASI Pasal 1 Nama, bentuk dan lambang 1. Organisasi

Lebih terperinci

IKATAN ZEOLIT INDONESIA (Indonesian Zeolite Association)

IKATAN ZEOLIT INDONESIA (Indonesian Zeolite Association) IKATAN ZEOLIT INDONESIA (Indonesian Zeolite Association) KAWASAN PUSPIPTEK, BATAN-Gd.20 SERPONG 15314. TELEPHONE: 021-7560212, 7560562 ext.2027-223, 021-7560915 FACSIMILE: 021-7560909,7560926 EMAILS: samini@rocketmail.com,

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR BADAN KOORDINASI PAGUYUBAN KULON PROGO

ANGGARAN DASAR BADAN KOORDINASI PAGUYUBAN KULON PROGO Lampiran Nomor Tanggal : Ketetapan Tim Perumus : 001 /PKP/X/2012 : 14 Oktober 2012 ANGGARAN DASAR BADAN KOORDINASI PAGUYUBAN KULON PROGO PENDAHULUAN Bahwa sesungguhnya rasa cinta dan kasih sayang terhadap

Lebih terperinci

PENGUKUHAN 16 Oktober 2016 JAKARTA

PENGUKUHAN 16 Oktober 2016 JAKARTA PENGUKUHAN 16 Oktober 2016 JAKARTA Halaman ini sengaja dikosongkan AD ANGGARAN DASAR NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Perkumpulan ini bernama Alumni Rancang Kota ITB disingkat ARKI dan berkedudukan di

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ASOSIASI DOSEN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR INDONESIA PENDAHULUAN

ANGGARAN DASAR ASOSIASI DOSEN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR INDONESIA PENDAHULUAN ANGGARAN DASAR ASOSIASI DOSEN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR INDONESIA 2011-2016 PENDAHULUAN Sejarah terbentuknya Asosiasi Dosen pendidikan guru sekolah dasar di Indonesia didasari dengan adanya keinginan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR SERIKAT PEKERJA PT INDOSAT BAB I NAMA, SIFAT, JANGKA WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1 Nama

ANGGARAN DASAR SERIKAT PEKERJA PT INDOSAT BAB I NAMA, SIFAT, JANGKA WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1 Nama ANGGARAN DASAR SERIKAT PEKERJA PT INDOSAT BAB I NAMA, SIFAT, JANGKA WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Nama Serikat ini bernama Serikat Pekerja PT Indosat (Persero) Tbk disingkat SP Indosat. Pasal 2 Sifat

Lebih terperinci

KETETAPAN MUSYAWARAH ANGGOTA KELUARGA BESAR MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Nomor : 010/ MUSYANGKBMK/ I/ 2017

KETETAPAN MUSYAWARAH ANGGOTA KELUARGA BESAR MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Nomor : 010/ MUSYANGKBMK/ I/ 2017 KETETAPAN MUSYAWARAH ANGGOTA KELUARGA BESAR MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Nomor : 010/ MUSYANGKBMK/ I/ 2017 TENTANG : ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA KELUARGA BESAR MAHASISWA

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ORGANISASI SAYAP PEMUDA PARTAI PERINDO Jakarta, 17 Desember 2015 ANGGARAN DASAR & ANGGARAN RUMAH TANGGA PEMUDA PERINDO PEMBUKAAN Pemuda Indonesia sebagai salah

Lebih terperinci

KEPPRES 24/1999, PENGESAHAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DEWAN KOPERASI INDONESIA

KEPPRES 24/1999, PENGESAHAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DEWAN KOPERASI INDONESIA Copyright (C) 2000 BPHN KEPPRES 24/1999, PENGESAHAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DEWAN KOPERASI INDONESIA *48766 KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (KEPPRES) NOMOR 24 TAHUN 1999 (24/1999) TENTANG PENGESAHAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT BUPATI GARUT LD. 24 2011 R PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN DAN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA PERIODE

ANGGARAN DASAR IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA PERIODE ANGGARAN DASAR IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA PERIODE 2012-2015 MUKADIMAH Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa serta semangat mewujudkan visi organisasi yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR FORUM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI INDONESIA. Anggaran Dasar FPPTI

ANGGARAN DASAR FORUM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI INDONESIA. Anggaran Dasar FPPTI ANGGARAN DASAR FORUM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI INDONESIA PENDAHULUAN Organisasi Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi diusulkan pada Seminar Forum Komunikasi Pembinaan Perpustakaan Perguruan Tinggi se

Lebih terperinci

Halaman PEMBUKAAN

Halaman PEMBUKAAN Halaman - 1 - PEMBUKAAN 1. Dengan Rachmat Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa Indonesia melalui perjuangan yang luhur telah mencapai Kemerdekaannya yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA (APSPBI)

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA (APSPBI) ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA (APSPBI) Daftar isi ANGGARAN DASAR... 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA... 6 STRUKTUR ORGANISASI... 10 ANGGARAN DASAR

Lebih terperinci

KEPPRES 76/1993, PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA AKADEMI ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

KEPPRES 76/1993, PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA AKADEMI ILMU PENGETAHUAN INDONESIA KEPPRES 76/1993, PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA AKADEMI ILMU PENGETAHUAN INDONESIA Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 76 TAHUN 1993 (76/1993) Tanggal: 18 AGUSTUS 1993 (JAKARTA)

Lebih terperinci

KEPALA DESA SUKARAJA KABUPATEN CIAMIS PERATURAN DESA SUKARAJA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PENDIRIAN BADAN USAHA MILIK DESA CIPTA BINA MANDIRI

KEPALA DESA SUKARAJA KABUPATEN CIAMIS PERATURAN DESA SUKARAJA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PENDIRIAN BADAN USAHA MILIK DESA CIPTA BINA MANDIRI KEPALA DESA SUKARAJA KABUPATEN CIAMIS PERATURAN DESA SUKARAJA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PENDIRIAN BADAN USAHA MILIK DESA CIPTA BINA MANDIRI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DESA SUKARAJA Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 20 TAHUN 1999 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN,

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 20 TAHUN 1999 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN, PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 20 TAHUN 1999 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN, Menimbang Mengingat : : a. bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI ARSITEKTUR TARUMANAGARA ILUMARTA

ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI ARSITEKTUR TARUMANAGARA ILUMARTA ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI ARSITEKTUR TARUMANAGARA ILUMARTA PEMBUKAAN Bahwa Universitas Tarumanagara sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan penelitian bertujuan untuk mendidik manusia

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA, PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA, Menimbang : a. bahwa untuk membantu kelancaran penyelenggaraan

Lebih terperinci

MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI BUMISERAM ( IKAB )MAKASSAR

MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI BUMISERAM ( IKAB )MAKASSAR MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI BUMISERAM ( IKAB )MAKASSAR ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI BUMISERAM (IKAB) MAKASSAR JAKARTA, 19 JULI 2009 KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI

Lebih terperinci

KEPALA DESA WONOSARI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL PERATURAN DESA NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG

KEPALA DESA WONOSARI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL PERATURAN DESA NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG KEPALA DESA WONOSARI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL PERATURAN DESA NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DESA MAKARTI MULYA DESA WONOSARI, KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Lebih terperinci

A N G G A R A N D A S A R

A N G G A R A N D A S A R A N G G A R A N D A S A R D A F T A R I S I : 1. Mukadimah 2. Bab I: Ketentuan Umum Pasal 1 3. Bab II: Nama, Tempat Kedudukan dan Jangka Waktu Pendirian Pasal 2 4. Bab III: Asas, Landasan, Tujuan dan Kegiatan

Lebih terperinci

:: LDII Sebagai Ormas/Anggaran Rumah Tangga:

:: LDII Sebagai Ormas/Anggaran Rumah Tangga: 1 :: LDII Sebagai Ormas/Anggaran Rumah Tangga: ANGGARAN RUMAH TANGGA LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Anggota dan Warga [1] Keanggotaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia terdiri dari

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PERPAJAKAN FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PERPAJAKAN FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PERPAJAKAN FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Pembukaan Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa Indonesia telah berhasil merebut kemerdekaan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 5 2015 SERI : E PERATURAN DAERAH KOTA BEKASI NOMOR 05 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA

ANGGARAN DASAR FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA ANGGARAN DASAR FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA PEMBUKAAN Kegiatan panjat tebing di Indonesia merupakan wujud nyata dari dinamika warga negara Indonesia yang dengan sadar menghimpun dirinya dalam berbagai

Lebih terperinci

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA KONGRES LUAR BIASA IKATAN NOTARIS INDONESIA BANTEN, MEI 2015

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA KONGRES LUAR BIASA IKATAN NOTARIS INDONESIA BANTEN, MEI 2015 PERUBAHAN ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA KONGRES LUAR BIASA IKATAN NOTARIS INDONESIA BANTEN, 29-30 MEI 2015 1. Beberapa ketentuan dalam MENIMBANG diubah dan disesuaikan dengan adanya Undang-Undang

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR NINJA OWNERS CLUB

ANGGARAN DASAR NINJA OWNERS CLUB ANGGARAN DASAR NINJA OWNERS CLUB BAB I NAMA, BENTUK, SIFAT, ASAS, VISI, MISI, WAKTU DAN KEDUDUKAN Pasal 1 NAMA Organisasi ini bernama NINJA OWNERS CLUB, yang dapat disingkat dengan nama N O C. Pasal 2

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG 1 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 14 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa Desa sebagai

Lebih terperinci

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 214 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA Ketua Kwartir Nasional

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PELAJAR DAN MAHASISWA INDONESIA DI PHILIPPINA (PPMIP)

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PELAJAR DAN MAHASISWA INDONESIA DI PHILIPPINA (PPMIP) ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PELAJAR DAN MAHASISWA INDONESIA DI PHILIPPINA (PPMIP) ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN PELAJAR DAN MAHASISWA INDONESIA DI PHILIPPINA (PPMIP) MUKADIMAH Dengan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA. PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (Indonesian Agricultural Extensionist Association) PERHIPTANI IAEA

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA. PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (Indonesian Agricultural Extensionist Association) PERHIPTANI IAEA ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (Indonesian Agricultural Extensionist Association) PERHIPTANI IAEA ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO NOMOR 9 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO

PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO NOMOR 9 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO NOMOR 9 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MOJOKERTO, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR MOBILIO INDONESIA

ANGGARAN DASAR MOBILIO INDONESIA ANGGARAN DASAR MOBILIO INDONESIA BAB I NAMA, WAKTU, DAN KEDUDUKAN Pasal 1 Perkumpulan ini bernama MOBILIO INDONESIA, merupakan suatu wadah yang menghimpun semua pemilik, pengguna maupun pemerhati mobil

Lebih terperinci

Anggaran Rumah Tangga Daihatsu Zebra Club (ZEC)

Anggaran Rumah Tangga Daihatsu Zebra Club (ZEC) Anggaran Rumah Tangga Daihatsu Zebra Club (ZEC) BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Anggota Anggota ZEC adalah seperti yang dimaksud dalam Pasal 11 Anggaran Dasar Daihatsu Zebra Club. Pasal 2 Ketentuan dan Syarat

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR MASYARAKAT PERIKANAN NUSANTARA (INDONESIAN FISHERIES SOCIETY) PERUBAHAN MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR MASYARAKAT PERIKANAN NUSANTARA (INDONESIAN FISHERIES SOCIETY) PERUBAHAN MUKADIMAH ANGGARAN DASAR MASYARAKAT PERIKANAN NUSANTARA (INDONESIAN FISHERIES SOCIETY) PERUBAHAN MUKADIMAH Bahwa sesungguhnya sumberdaya perikanan yang ada di wilayah kedaulatan Republik Indonesia merupakan karunia

Lebih terperinci

WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL (Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul) Nomor : 15 Tahun : 2008 Seri : E

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL (Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul) Nomor : 15 Tahun : 2008 Seri : E BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL (Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul) Nomor : 15 Tahun : 2008 Seri : E PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 22 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN ANGGARAN

Lebih terperinci

DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG TENTANG PERMUSYAWARATAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BUPATI MUSI RAWAS

DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG TENTANG PERMUSYAWARATAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BUPATI MUSI RAWAS PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang Mengingat BUPATI MUSI RAWAS, : bahwa

Lebih terperinci

Oktober Tata Kerja. Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi. S u r a b a y a, O k t o b e r

Oktober Tata Kerja. Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi. S u r a b a y a, O k t o b e r Oktober 2011 Tata Kerja Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi S u r a b a y a, O k t o b e r 2 0 1 1 Daftar Isi Mukadimah BAB I Nama, Waktu dan Kedudukan Pasal 1 Nama Pasal 2 Waktu Pasal 3 Kedudukan

Lebih terperinci

KETETAPAN SENAT MAHASISWA FISIP UNDIP Nomor : 002/TAP/SMFISIP/UNDIP/II/2017. Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SMFISIP UNDIP 2017

KETETAPAN SENAT MAHASISWA FISIP UNDIP Nomor : 002/TAP/SMFISIP/UNDIP/II/2017. Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SMFISIP UNDIP 2017 KETETAPAN SENAT MAHASISWA FISIP UNDIP 2017 Nomor : 002/TAP/SMFISIP/UNDIP/II/2017 Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SMFISIP UNDIP 2017 Menimbang 1. Bahwa Untuk Kelancaran Kinerja SMFISIPUNDIP2017

Lebih terperinci

PENGURUS BESAR IGPKhI SELAKU PIMPINAN MUNAS I IGPKhI Sekretaris Jenderal,

PENGURUS BESAR IGPKhI SELAKU PIMPINAN MUNAS I IGPKhI Sekretaris Jenderal, AD/ART IKATAN GURU PENDIDIKAN KHUSUS INDONESIA KEPUTUSAN MUNAS I IKATAN GURU PENDIDIKAN KHUSUS INDONESIA Nomor : 2/MUNAS I/ IGPKhI /I/ 2017 Tentang : ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IGPKhI DENGAN

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA HISWARA MIGAS INDONESIA MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA HISWARA MIGAS INDONESIA MUKADIMAH ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA HISWARA MIGAS INDONESIA MUKADIMAH Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan kenikmatan bagi Bangsa Indonesia dalam kandungan bumi pertiwi Indonesia berupa sumber daya alam

Lebih terperinci

MUSYAWARAH NASIONAL IX HISKI HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA (HISKI)

MUSYAWARAH NASIONAL IX HISKI HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA (HISKI) MUSYAWARAH NASIONAL IX HISKI HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA (HISKI) Universitas Pattimura, Ambon 3 Desember 2015 Bertempat di hotel Swiss Bell ANGGARAN DASAR HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2009 NOMOR 27 PERATURAN WALIKOTA SUKABUMI Tanggal : 29 Desember 2009 Nomor : 27 Tahun 2009 Tentang : PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBENTUKAN DAN BUKU ADMINISTRASI RUKUN WARGA

Lebih terperinci

Reuni tersebut memberikan makna positif dari semua alumni yang telah lama terpisah dengan kesibukannya masing masing.

Reuni tersebut memberikan makna positif dari semua alumni yang telah lama terpisah dengan kesibukannya masing masing. 0 LATAR BELAKANG ILUNI 80 (Ikatan Alumni STMN 80/SMKN 4) Tangerang berdiri pada saat acara Reuni Akbar tanggal 12-02 - 2012 yang digagas oleh angkatan ke 1 sampai ke 30 semua disiplin ilmu dari Mesin,

Lebih terperinci

KONGRES KEENAM IKATAN ALUMNI PENDIDIKAN TINGGI KEDINASAN STAN (IKANAS STAN) Keputusan Sidang Pleno Tetap Nomor :.../IKANAS/KONGRES-VI/XI/2016.

KONGRES KEENAM IKATAN ALUMNI PENDIDIKAN TINGGI KEDINASAN STAN (IKANAS STAN) Keputusan Sidang Pleno Tetap Nomor :.../IKANAS/KONGRES-VI/XI/2016. KONGRES KEENAM IKATAN ALUMNI PENDIDIKAN TINGGI KEDINASAN STAN (IKANAS STAN) Keputusan Sidang Pleno Tetap Nomor :.../IKANAS/KONGRES-VI/XI/2016 tentang PENETAPAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA GERINDRA

ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA GERINDRA ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA GERINDRA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Syarat Keanggotaan Syarat menjadi Anggota Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) adalah : 1. Warga Negara Indonesia.

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 214 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 214 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 214 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA Ketua, Menimbang : a. bahwa Dewan Kerja Pramuka Penegak

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN DAN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERUSAHAAN DAERAH BATURAJA MULTI GEMILANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERUSAHAAN DAERAH BATURAJA MULTI GEMILANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERUSAHAAN DAERAH BATURAJA MULTI GEMILANG Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu PERATURAN DAERAH

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Nama Organisasi Asosiasi Antropologi Indonesia disingkat AAI selanjutnya disebut AAI. Pasal 2 Makna AAI adalah wadah tunggal

Lebih terperinci

MUKADDIMAH. Forum Pimpinan Fakultas Bidang Ilmu Pertanian PTM se Indonesia (FPF-BIP PTM) mempunyai:

MUKADDIMAH. Forum Pimpinan Fakultas Bidang Ilmu Pertanian PTM se Indonesia (FPF-BIP PTM) mempunyai: MUKADDIMAH Dalam rangka menunjang pencapaian sasaran pembangunan pertanian (Pertanian, Peternakan, Perikanan, Kehutanan dan Teknologi Pertanian), diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas untuk mengelola

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) PEMBUKAAN ANGGARAN DASAR PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) PEMBUKAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA : BAHWA KEMERDEKAAN, KEADILAN, DAN KEBENARAN ADALAH IDAMAN SETIAP BANGSA INDONESIA, SEBAGAI NEGARA

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PERSATUAN MAHASISWA INDONESIA DI AMERIKA SERIKAT (PERMIAS) NEW JERSEY

ANGGARAN DASAR PERSATUAN MAHASISWA INDONESIA DI AMERIKA SERIKAT (PERMIAS) NEW JERSEY ANGGARAN DASAR PERSATUAN MAHASISWA INDONESIA DI AMERIKA SERIKAT (PERMIAS) NEW JERSEY DAFTAR ISI PEMBUKAAN 3 BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WAKTU DIDIRIKAN 4 PASAL 1 NAMA 4 PASAL 2 TEMPAT KEDUDUKAN 4

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 3 Tahun : 2012 Seri : D PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN BADAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG 1 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 14 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa Desa sebagai

Lebih terperinci

Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman

Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman Pembukaan ANGGARAN DASAR Bab I (Tata Organisasi) 1. Nama, Waktu dan Kedudukan 2. Sifat dan Bentuk 3. Lambang Bab II (Dasar,

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA INSTITUT AKUNTAN MANAJEMEN INDONESIA TAHUN 2009 BAB I KEANGGOTAAN. Pasal 1 KETENTUAN UMUM

ANGGARAN RUMAH TANGGA INSTITUT AKUNTAN MANAJEMEN INDONESIA TAHUN 2009 BAB I KEANGGOTAAN. Pasal 1 KETENTUAN UMUM ANGGARAN RUMAH TANGGA INSTITUT AKUNTAN MANAJEMEN INDONESIA TAHUN 2009 BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 KETENTUAN UMUM Anggota Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI) adalah perseorangan dan perusahaan yang

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG

PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN KETAPANG NOMOR 6 TAHUN 2007 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KETAPANG, Menimbang : Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR/ANGGARAN RUMAH TANGGA SERIKAT KARYAWAN PT ANGKASA PURA II (PERSERO) (SEKARPURA II) PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR/ANGGARAN RUMAH TANGGA SERIKAT KARYAWAN PT ANGKASA PURA II (PERSERO) (SEKARPURA II) PEMBUKAAN Lampiran KEP.005/MUNAS-V/SEKARPURA II/2011 - AD/ART ANGGARAN DASAR/ANGGARAN RUMAH TANGGA SERIKAT KARYAWAN PT ANGKASA PURA II (PERSERO) (SEKARPURA II) PEMBUKAAN Bahwa untuk mencapai cita-cita Kemerdekaan

Lebih terperinci

Indonesian Student s Association in Japan 在日インドネシア留学生協会 Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang

Indonesian Student s Association in Japan 在日インドネシア留学生協会 Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang KETETAPAN KONGRES XXXVI PERSATUAN PELAJAR INDONESIA DI JEPANG Nomor: 06/TAP/KONGRES/PPI-JEPANG/IX/2016 Tentang ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PPI JEPANG Dengan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, Kongres

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) KELUARGA MAHASISWA MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS GADJAH MADA PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) KELUARGA MAHASISWA MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS GADJAH MADA PEMBUKAAN ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) KELUARGA MAHASISWA MAGISTER ILMU HUKUM PEMBUKAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Bahwa salah satu upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat adalah

Lebih terperinci

Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga PPI SPANYOL

Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga PPI SPANYOL Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga PPI SPANYOL Doddy Irawan Ni Wayan Bejug W. Kurniawan Rizalina Tama S. Yogawira Prada Pasiaji Shantosa Yudha Siswanto Seilendria Hadiwardoyo Negara Kerajaan Spanyol,

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA TAHUN 2017

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA TAHUN 2017 ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TAHUN 2017 BAB I VISI DAN MISI PASAL 1 VISI BERSATU, BERSINERGI, MEMBANGUN PASAL 2 MISI 1. MENINGKATKAN PERAN AKTIF SERTA KESOLIDAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 58 TAHUN 1999 TENTANG DIREKSI DAN DEWAN PENGAWAS BANK PEMBANGUNAN DAERAH MENTERI DALAM NEGERI,

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 58 TAHUN 1999 TENTANG DIREKSI DAN DEWAN PENGAWAS BANK PEMBANGUNAN DAERAH MENTERI DALAM NEGERI, PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 58 TAHUN 1999 TENTANG DIREKSI DAN DEWAN PENGAWAS BANK PEMBANGUNAN DAERAH MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang Mengingat : a. bahwa Bank Pembangunan Daerah sebagai Bank Umum

Lebih terperinci

HIMPUNAN AHLI KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA

HIMPUNAN AHLI KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA KETETAPAN MUSYAWARAH NASIONAL VI HIMPUNAN AHLI KESEHATAN LINGKUNGAN (HAKLI) NOMOR : VI/MUNAS VI/HAKLI/2015 TENTANG ANGGARAN DASAR HIMPUNAN AHLI KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA (HAKLI) DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

AD/ART PPI UT Pokjar Kuala Lumpur

AD/ART PPI UT Pokjar Kuala Lumpur AD/ART PPI UT Pokjar Kuala Lumpur ANGGARAN DASAR PPI-UTKL Mukadimah Yakin akan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa serta sadar akan tugas dan kewajiban sebagai pelajar Indonesia untuk

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI MITRA SEJAHTERA JAKARTA. BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN DAERAH KERJA Pasal 1

ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI MITRA SEJAHTERA JAKARTA. BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN DAERAH KERJA Pasal 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI MITRA SEJAHTERA JAKARTA BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN DAERAH KERJA Pasal 1 1. Koperasi ini bernama Koperasi Karyawan PT. Bank Central Asia Mitra Sejahtera Jakarta disingkat

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA KOALISI INDONESIA UNTUK KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN BAB I UMUM. Pasal 1 Nama dan Sifat Organisasi

ANGGARAN RUMAH TANGGA KOALISI INDONESIA UNTUK KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN BAB I UMUM. Pasal 1 Nama dan Sifat Organisasi ANGGARAN RUMAH TANGGA KOALISI INDONESIA UNTUK KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN BAB I UMUM Pasal 1 Nama dan Sifat Organisasi 1. Organisasi ini bernama Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan yang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA INDONESIAN LEGAL AID AND HUMAN RIGHTS ASSOCIATION

PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA INDONESIAN LEGAL AID AND HUMAN RIGHTS ASSOCIATION PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA BAB I PERHIMPUNAN WILAYAH Syarat dan Tatacara Pendirian Perhimpunan Wilayah Pasal 1 (1) Perhimpunan Wilayah adalah

Lebih terperinci

IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS 4 IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI

Lebih terperinci

11 LEMBARAN DAERAH Oktober KABUPATEN LAMONGAN 7/E 2006 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG

11 LEMBARAN DAERAH Oktober KABUPATEN LAMONGAN 7/E 2006 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG 11 LEMBARAN DAERAH Oktober KABUPATEN LAMONGAN 7/E 2006 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 4 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN RUKUN TETANGGA DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 4 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN RUKUN TETANGGA DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 4 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN RUKUN TETANGGA DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER UTARA, Menimbang

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN SENAT MAHASISWA PETERNAKAN INDONESIA (ISMAPETI) HASIL MUNAS XIII Universitas Muhammadiyah Malang Januari 2015 MUKADDIMAH

ANGGARAN DASAR IKATAN SENAT MAHASISWA PETERNAKAN INDONESIA (ISMAPETI) HASIL MUNAS XIII Universitas Muhammadiyah Malang Januari 2015 MUKADDIMAH HASIL MUNAS XIII Universitas Muhammadiyah Malang 22-24 Januari 2015 ANGGARAN DASAR IKATAN SENAT MAHASISWA PETERNAKAN INDONESIA () MUKADDIMAH Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, sesungguhnya mahasiswa peternakan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 19 TAHUN 2003 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT BANK PASAR KULON PROGO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI KONTRAKTOR MEKANIKAL ELEKTRIKAL INDONESIA ( A S K O M E L I N ) BAB I UMUM Pasal 1 DASAR 1. Anggaran Rumah Tangga ini

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI KONTRAKTOR MEKANIKAL ELEKTRIKAL INDONESIA ( A S K O M E L I N ) BAB I UMUM Pasal 1 DASAR 1. Anggaran Rumah Tangga ini ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI KONTRAKTOR MEKANIKAL ELEKTRIKAL INDONESIA ( A S K O M E L I N ) BAB I UMUM Pasal 1 DASAR 1. Anggaran Rumah Tangga ini disusun berdasarkan Anggaran Dasar yang ditetapkan pada

Lebih terperinci

WALIKOTA BANJARMASIN

WALIKOTA BANJARMASIN WALIKOTA BANJARMASIN PERATURAN DAERAH KOTA BANJARMASIN NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN RUKUN TETANGGA (RT) DAN RUKUN WARGA (RW) DI WILAYAH KOTA BANJARMASIN DENGAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH ANEKA USAHA KABUPATEN MAGELANG

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH ANEKA USAHA KABUPATEN MAGELANG PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH ANEKA USAHA KABUPATEN MAGELANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MAGELANG, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG BADAN PERWAKILAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG BADAN PERWAKILAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG BADAN PERWAKILAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO, Menimbang : a. bahwa dalam rangka peningkatan

Lebih terperinci

Anggaran Dasar. Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH

Anggaran Dasar. Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH Anggaran Dasar Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH Bahwa kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat adalah salah satu hak asasi manusia yang sangat

Lebih terperinci

IAP KETETAPAN KONGRES ISTIMEWA IKATAN AHLI PERENCANAAN INDONESIA (IAP) NO. 3 TAHUN 2009 TENTANG

IAP KETETAPAN KONGRES ISTIMEWA IKATAN AHLI PERENCANAAN INDONESIA (IAP) NO. 3 TAHUN 2009 TENTANG Lampiran IAP KETETAPAN KONGRES ISTIMEWA IKATAN AHLI PERENCANAAN INDONESIA (IAP) NO. 3 TAHUN 2009 TENTANG PENETAPAN ANGGARAN DASAR IKATAN AHLI PERENCANAAN INDONESIA (IAP) ANGGARAN DASAR IKATAN AHLI PERENCANAAN

Lebih terperinci

WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan

Lebih terperinci

Matraman, Kelurahan Kebon Manggis, Rukun Tetangga 011, Rukun Warga 001,

Matraman, Kelurahan Kebon Manggis, Rukun Tetangga 011, Rukun Warga 001, Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kota Administrasi Jakarta Timur, Kecamatan-- Matraman, Kelurahan Kebon Manggis, Rukun Tetangga 011, Rukun Warga 001, ------ alamat Jalan Matraman Salemba VIII/9,

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR (AD) BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DESA BANJARAN. BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1

ANGGARAN DASAR (AD) BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DESA BANJARAN. BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 ANGGARAN DASAR (AD) BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DESA BANJARAN BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Badan Usaha ini disebut Badan Usaha Milik Desa dengan nama BUMDes Banjaran 2. BUMDes Banjaran

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 11 TAHUN 2009 SERI E.5 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 11 TAHUN 2009 SERI E.5 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 11 TAHUN 2009 SERI E.5 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT DI KABUPATEN CIREBON DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 21 TAHUN 2002 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT KOTA BANDUNG

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 21 TAHUN 2002 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT KOTA BANDUNG LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2002 TAHUN : 2002 NOMOR : 28 S E R I : D PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 21 TAHUN 2002 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT KOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA BAUBAU NOMOR : TAHUN 2011 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN DAERAH WIRA USAHA WOLIO SEMERBAK KOTA BAUBAU

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA BAUBAU NOMOR : TAHUN 2011 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN DAERAH WIRA USAHA WOLIO SEMERBAK KOTA BAUBAU RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA BAUBAU NOMOR : TAHUN 2011 TENTANG PENDIRIAN PERUSAHAAN DAERAH WIRA USAHA WOLIO SEMERBAK KOTA BAUBAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BAUBAU, Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 2 TAHUN 2007 SERI D.2

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 2 TAHUN 2007 SERI D.2 BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 2 TAHUN 2007 SERI D.2 PERATURAN BUPATI KABUPATEN CIREBON NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BUPATI CIREBON Menimbang : a. bahwa ketentuan mengenai

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ANGGARAN RUMAH TANGGA

ANGGARAN DASAR ANGGARAN RUMAH TANGGA Masyarakat Telematika Indonesia The Indonesian ICT Society ANGGARAN DASAR ANGGARAN RUMAH TANGGA Anggaran Dasar MASTEL MUKADIMAH Bahwa dengan berkembangnya teknologi, telah terjadi konvergensi bidang Telekomunikasi,

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA HASIL KONGRES XIX IKATAN NOTARIS INDONESIA JAKARTA, 28 JANUARI 2006

ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA HASIL KONGRES XIX IKATAN NOTARIS INDONESIA JAKARTA, 28 JANUARI 2006 ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA HASIL KONGRES XIX IKATAN NOTARIS INDONESIA JAKARTA, 28 JANUARI 2006 MENIMBANG : a. Bahwa Undang-undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris telah disahkan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GRESIK Menimbang : bahwa sebagai wujud pelaksanaan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI SMAN PLUS PROPINSI RIAU

ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI SMAN PLUS PROPINSI RIAU ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI SMAN PLUS PROPINSI RIAU BAB I Nama, Sifat, Kedudukan,dan Status Pasal 1 Nama Organisasi ini bernama Ikatan Alumni SMAN Plus Propinsi Riau disingkat IKA SMAN Plus Pasal 2 Sifat

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH

PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SUNGAI PENUH NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DAERAH PT. MAPAN KOTA SUNGAI PENUH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAA ESA

Lebih terperinci