PENURUNAN KEMATIAN IBU MELALUI PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENURUNAN KEMATIAN IBU MELALUI PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)"

Transkripsi

1 PENURUNAN KEMATIAN IBU MELALUI PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) ANUNG SUGIHANTONO KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH SRAGEN 7 FEBRUARI

2 IDENTITAS DIRI Nama : Dr Anung Sugihantono MKes NIP : Pangkat/Golongan : Pembina Utama Madya/IVD Status : Menikah (anak 2 orang ) RIWAYAT PENDIDIKAN SD : SD Ngadirejo I Temanggung Lulus 1971 SMP : SMP Negeri II Temanggung Lulus 1974 SMA : SMA Negeri IV Yogyakarta Lulus 1977 Sarjana/Profesi : Fakultas Kedokteran Undip Semarang Lulus 1984 Pasca Sarjana : Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta Lulus 2001 ALAMAT Rumah : Jl Udan Riris I/34 Tlogosari Semarang Telp Kantor : Jl P Tendean No 24 Semarang Telp HP

3 RIWAYAT PEKERJAAN/JABATAN 1 Ka Puskesmas Pancur Kab Rembang Ka Puskesmas Sumber Kab Rembang Ka Puskesmas Sarang Kab Rembang Ka Seksi Usaha Kesehatan Sekolah Dinkes Prov Jateng Ka Seksi Usaha Kesehatan Institusi Dinkes Prov Jateng Ka Subdin P2M Dinkes Prov Jateng Ka Bagian Sosial Biro Kesra Setda Prov Jateng Ka Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Jateng Ka Biro Pembangunan Setda Prov Jateng Wakil Kepala Bappeda Prov Jateng Kepala Bappeda Prov Jateng Kepala Badan Litbang Prov Jateng Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Prov Jateng Kepala Dinas Kesehatan Prov Jateng 4 OKT skrg Staf Pengajar Promosi Kesehatan di FKM (S1 & S2) Undip sekarang 3

4 OUTLINE 1. PENDAHULUAN 2. PENGUATAN P4K 3. PENUTUP 4

5 POKOK BAHASAN PERTAMA PENDAHULUAN 5

6 JABAR PETA SARANA KESEHATAN PER EKS KARESIDENAN JATIM EKS KARS. PEKALONGAN Jml. Kec. : 91 Jml. Desa/Kel : / 118 Jml RS Pem/TNI-POLRI : 10 / 1 Jml RSU/K Swt : 19 / 6 Jml BKPM/BKIM : 2 / 0 Jml Labkes Pem/Swt : 7 / 18 Jml. Pusk : 156 (RI 43) Brebe s Cilacap Cilac a p EKS KARS. BANYUMAS Jml. Kec. : 89 Jml. Desa/Kel : / 72 Jml RS Pem/TNI-POLRI : 7 / 1 Jml RSU/K Swt : 17 / 15 Jml BKPM/BKIM : 1 / 1 Jml Labkes Pem/Swt : 4 / 18 Jml. Pusk : 134 (RI 51) EKS KARS. SEMARANG Jml. Kec. : 92 Jml. Desa/Kel : 990 / 259 Jml RS Pem/TNI-POLRI : 9 / 3 Jml RS K.TNI-POLRI : 1 Jml RSJ : 1 Jml RSU/K Swt : 24 / 8 Jml BKPM/BKIM : 3 / 1 Jml Labkes Pem/Swt : 7 / 46 Jml. Pusk : 156 (RI 60) Jepara Jepara Kota Tegal Kota Kudus Pekalonga n Batang Demak Tegal Pemalang Bata Kendal Kota Smg Pekalongan n Groboga g Kab Semarang n Temanggung Purbalingg Salatiga Sragen Banyumas a Wonosobo Kab. Banjarnegar MagelM a a gl Boyolali Kota Mgl Surakarta S Kebumen n Klaten R Kr.anyar PurworejoMagelan g Sukoharj K g o DI. Yogyakarta Wonogiri EKS KARS. KEDU Jml. Kec. : 101 Jml. Desa/Kel : / 110 Jml RS Pem/TNI-POLRI : 6 / 1 Jml RSJ : 1 Jml RSU/K Swt : 22 / 12 Jml BKPM/BKIM : 2 / 0 Jml Labkes Pem/Swt : 6 / 10 Jml. Pusk : 144 (RI 35) EKS KARS. SURAKARTA Jml. Kec. : 124 Jml. Desa/Kel : / 152 Jml RS Pem/TNI-POLRI : 11 / 2 Jml RSJ : 2 Jml RSU/K Swt : 33 / 15 Jml BKPM/BKIM : 2 / 0 Jml Labkes Pem/Swt : 7 / 10 Jml. Pusk : 172 (RI 72) Pati EKS KARS. PATI Jml. Kec. : 76 Jml. Desa/Kel : / 56 Jml RS Pem/TNI-POLRI : 8 / 2 Jml RSU/K Swt : 17 / 6 Jml BKPM/BKIM : 1 / 0 Jml Labkes Pem/Swt : 5 / 20 Jml. Pusk : 111 (RI 46) Rembang Blora PROVINSI JAWA TENGAH Jml. Kec.: 573 Jml Desa/Kel : / 767 Jml RS.Pem/TNI-POLRI: 51/ 10 Jml RSJ : 4 Jml RSU/K Swt : 132 / 62 Jml BKPM/BKIM : 11 / 2 Jml Labkes Pem/Swt : 36 / 122 Jml Pusk : 873 (RI 307) 6

7 DERAJAT KESEHATAN NO KONDISI Umur Harapan Hidup (UHH) Angka Kematian Ibu (per kelahiran hidup) Angka Kematian Bayi (0-1th) (per 1000 kelahiran hidup) Angka Kematian Balita (0-5th) (per 1000 kelahiran hidup) Kasus Balita Gizi Buruk (BB/TB) 71,1 71,25 71,40 72,6 *) - 114,42 117,02 104,97 116,01 116,34 *) 9,71 10,37 10,62 10,34 10,75 *) 10,25 11,74 12,02 11,50 11,85 *) Kesakitan DBD (IR per penduduk) 59,2 57,9 56,8 15,3 19,29 (*) : Angka sementara 7

8 DERAJAT KESEHATAN NO KONDISI Kesakitan Malaria (API per penduduk) 0,05 0,05 0,1 0,1 0, Penemuan TB Paru (% CDR) Kesembuhan TBC Paru (% CR) HIV/AIDS (kasus baru) Avian Influenza (kasus/mati) 47,98 48,15 55,38 59,52 58,45 83,9 85,01 85,15 82,90-259/ / / / /797 3/3 1/1 1/1 0/0 0/0 8

9 DERAJAT KESEHATAN NO KONDISI Penemuan Penderita Baru Kusta (PB/MB) 196/ / / / / Proporsi Penderita Kusta Cacat Tk.2 13, ,9 12,49 16,59 14 Penderita Polio Non Polio AFP Rate 2,23 2,37 2,16 2,62 2,3 9

10 CAKUPAN KINERJA KESEHATAN IBU TAHUN 2008 SD K1 94,98 98,75 98,27 98,71 98,89 K4 88,13 93,39 92,04 93,04 92,99 PN 88, ,93 94,85 97,14 KF 88,18 91,19 93,42 93,33 96,53 10

11 JABAR JATIM EKS KARS. PEKALONGAN 197 KASUS (29,19 %) KASUS KEMATIAN IBU PER EKS KARESIDENAN EKS KARS. SEMARANG 108 KASUS (16,0 %) EKS KARS. SOLO 98 KASUS (14,52 %) Jepara Pati EKS KARS. PATI 86 KASUS (12,74 %) EKS KARS. BANYUMAS 110 KASUS (16,29 %) Brebes Cilacap Kota Tegal Tegal Banyumas Batang Bata Pekalongan ng Pemalang Pekalonga n Purblg EKS KARS. KEDU 76 KASUS (11,26 %) Bj negara Wonosob o Kebumen Kota Pekalongan Kendal Kota Smg Kab Semarang Salatiga Temanggung Kab. Mgl Mage Kt. lang Mgl Demak Boyolali Klaten PurworejoMagela ng DI. Yogyakarta Kudus Grobogan Sragen Surakarta S Kr.anyar Sukoharjo R K Wonogiri Rembang Blora JAWA TENGAH 675 KASUS (AKI = 116,34) Keterangan : Kasus kematian tertinggi 11

12 KASUS KEMATIAN IBU Jateng = 675 kasus (AKI = 116,34)

13 PENYEBAB KEMATIAN IBU Perdarahan 2 Hipertensi 3 Infeksi 4 Abortus 5 Partus Lama 6 Lain-Lain

14 JABAR JATIM EKS KARS. PEKALONGAN 1488 KASUS (23,87 %) EKS KARS. SEMARANG 1018 KASUS (16,33 %) ANGKA KEMATIAN BAYI PER EKS KARESIDENAN EKS KARS. SOLO 898 KASUS (14,40 %) Jepara Pati EKS KARS. PATI 869 KASUS (13,94 %) Brebes Cilacap EKS KARS. BANYUMAS 1096 KASUS (17,58 %) Keterangan : Kota Tegal Batang Pekalongan Bata Kendal Tegal Pemalang ng Pekalonga n Temanggung Purblg Bj negara Banyumas Angka kematian > 10,75 Kebumen EKS KARS. KEDU 866 KASUS (13,89 %) Kota Pekalongan Wonosobo Purworejo Demak Kota Smg Kab Semarang Salatiga Kab. Mgl Mage Boyolali Kt. lang Mgl Magela Klaten ng DI. Yogyakarta Kudus Grobogan Sukoharjo Sragen Surakarta Kr.anyar Wonogiri Rembang Blora JAWA TENGAH KASUS (AKB = 10,75) 14

15 ANGKA KEMATIAN BAYI 20,0 18,0 16,0 14,0 12,0 10,0 8,0 6,0 Jateng = kasus (AKB = 10,75) 5,3 5,6 6,6 6,7 6,9 7,1 8,1 14,7 14,9 15,0 13,0 13,1 13,2 13,5 14,4 11,8 10,2 10,3 10,4 10,5 10,6 10,7 10,7 11,1 11,2 11,5 8,8 9,3 9,3 9,6 9,7 10,0 16,5 16,6 18,2 4,0 2,0 0,0 15

16 JABAR JATIM EKS KARS. PEKALONGAN 1647 KASUS (23,96 %) ANGKA KEMATIAN BALITA PER EKS KARESIDENAN EKS KARS. SEMARANG 1135 KASUS (16,51 %) EKS KARS. SURAKARTA 977 KASUS (14,22 %) Jepara Pati EKS KARS. PATI 964 KASUS (14,03 %) EKS KARS. BANYUMAS 1207 KASUS (17,56 %) Brebes Cilacap Kota Tegal Kota Pekalongan Kudus Kota Demak Batang Bata Kendal Smg Pekalongan Tegal ng Pemalang Groboga Pekalonga n n Kab Semarang Temanggung Salatiga Purblg Bj negara Wonosobo Sragen Banyumas Kab. Mgl Mage lang Boyolali Surakarta Kt. Mgl S Kr.anya Kebumen R Klaten Sukoharjor Purworejo Magela K ng DI. Yogyakarta Wonogiri EKS KARS. KEDU 943 KASUS (13,72 %) Rembang Blora JAWA TENGAH 6873 KASUS (AKBA = 11,85) Keterangan : Angka kematian > 11,85 16

17 ANGKA KEMATIAN BALITA 20,00 18,00 16,00 14,00 12,00 10,00 8,00 6,00 6,01 Jateng = kasus (AKBA = 11,85) 9,23 8,21 8,92 7,44 7,60 6,61 7,29 14,47 13,77 14,72 13,91 12,51 11,82 12,99 11,17 11,61 12,26 10,43 10,77 10,62 11,82 11,37 11,08 10,75 10,43 10,07 15,28 15,89 16,53 16,56 17,38 17,55 19,50 19,94 4,00 2,00 0,00 17

18 JABAR JATIM KASUS BALITA GIZI BURUK (BB/TB) Jateng = kasus Jepara Pati Kota Tegal Kota Pekalongan Kudus Rembang Keterangan : Cilacap Brebes Tegal Banyumas Batang Pekalongan Bata Pemalang n Pekalonga g n Purblg Wonosob Bj negara o Kebumen Purworej o Kendal Kota Semarang Temanggung Salatiga Demak Kab Semarang Kab. Mgl Mage l Boyolali Kt. Mgl a Magela n Klaten ng g DI. Yogyakarta Grobogan Sragen Surakarta S Kr.anya Sukoharjo R r K Wonogiri Blora Kasus Gizi Buruk Tertinggi 18

19 KASUS BALITA GIZI BURUK (BB/TB) 120 Jateng = kasus

20 BIDAN DESA NO. KABUPATEN JML DESA BIDAN DESA PNS PTT JML Ratio 1. KAB. CILACAP ,59 2. KAB. BANYUMAS ,20 3. KAB. PURBALINGGA ,11 4. KAB. BANJARNEGARA ,08 5. KAB. KEBUMEN ,14 6. KAB. PURWOREJO ,64 7. KAB. WONOSOBO ,92 8. KAB. MAGELANG ,92 9. KAB. BOYOLALI , KAB. KLATEN , KAB. SUKOHARJO , KAB. WONOGIRI , KAB. KARANGANYAR , KAB. SRAGEN , KAB. GROBOGAN ,53 20

21 BIDAN DESA NO. KABUPATEN JML DESA BIDAN DESA PNS PTT JML Ratio 16. KAB. BLORA , KAB. REMBANG , KAB. PATI , KAB. KUDUS , KAB. JEPARA , KAB. DEMAK , KAB. SEMARANG , KAB. TEMANGGUNG , KAB. KENDAL , KAB. BATANG , KAB. PEKALONGAN , KAB. PEMALANG , KAB. TEGAL , KAB. BREBES ,38 JUMLAH ,19 Sumber : Laporan Bidan PTT Dinkes Prov.jateng 21

22 RATIO BIDAN DESA 2,00 1,80 1,60 Jateng : Bidan Desa = Ratio = 1,19 1,49 1,53 1,53 1,56 1,59 1,66 1,97 1,40 1,20 1,00 0,92 0,92 0,97 0,98 0,98 1,00 1,04 1,08 1,11 1,14 1,17 1,18 1,18 1,20 1,21 1,25 1,27 1,27 1,30 1,33 1,38 0,80 0,65 0,60 0,40 0,20-22

23 CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT MISKIN No. Kab./Kota Sangat Miskin Kepala Keluarga (KK) Hampir Miskin Miskin Peserta Jamkesmas 2013 Jumlah Rentan Jiwa Miskin Jumlah Miskin Murni Tambaha Jumlah n Peserta Jamkesda Sasaran Jampersal 1 Kab. Grobogan Kab. Blora Kab. Rembang Kab. Pati Kab. Kudus Kab. Jepara Kab. Demak Kab. Semarang Kab. Kendal Kota Salatiga Kota Semarang

24 CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT MISKIN No. Kab./Kota Sangat Miskin Kepala Keluarga (KK) Hampir Miskin Miskin Peserta Jamkesmas 2013 Jumlah Rentan Jiwa Miskin Jumlah Miskin Murni Tambaha Jumlah n Peserta Jamkesda Sasaran Jampersal 12 Kab. Kebumen Kab. Purworejo Kab. Wonosobo Kab. Magelang Kab. Boyolali Kab. Klaten Kab. Sukoharjo Kab. Wonogiri Kab. Karanganyar Kab. Sragen Kab. Temanggung Kota Magelang Kota Surakarta

25 CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT MISKIN No. Kab./Kota Sangat Miskin Kepala Keluarga (KK) Hampir Miskin Miskin Peserta Jamkesmas 2013 Jumlah Rentan Jiwa Miskin Jumlah Miskin Murni Tambaha Jumlah n Peserta Jamkesda Sasaran Jampersal 25 Kab. Cilacap Kab. Banyumas Kab. Purbalingga Kab. Banjarnegara Kab. Batang Kab. Pekalongan Kab. Pemalang Kab. Tegal Kab. Brebes Kota Pekalongan Kota Tegal Jumlah ,758,

26 POKOK BAHASAN KEDUA PENGUATAN P4K 26

27 PERENCANAAN PERNIKAHAN PERENCANAAN KEHAMILAN PERENCANAAN PERSALINAN DIKENALI SEJAK DINI DITANGANI SEJAK AWAL HINDARI TERLALU MUDA TERLALU TUA TERLALU DEKAT TERLALU BANYAK P4K PENGASUHAN TUMBUH KEMBANG DILAYANI YANG TERBAIK DIKURANGI ATAU DIHILANGKAN RESIKO 27

28 PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PENGERTIAN Kegiatan dalam rangka peningkatan PERAN AKTIF suami, keluarga dan masyarakat agar persalinan aman (termasuk antisipasi komplikasi) dan perencanaan penggunaan kontrasepsi pasca persalinan FASILITATOR PERAN AKTIF SUAMI TANGGUNGJAWAB PERAN AKTIF KELUARGA PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERAN AKTIF MASYARAKAT KOHESI SOSIAL MOTIVATOR STATUS KESH IBU BIAYA PILIHAN TINDAKAN 28

29 INSTRUMENT P4K BUKU KIA Catatan Ibu Catatan Layanan Kesehatan Informasi Tumbuh Kembang Catatan Persalinan Catatan Kesehatan Anak STICKER Taksiran Persalinan Transportasi Perenc KB CAMAT KADES TOMA TANGGUNG JAWAB BERSAMA NAKES PLKB FAS PNPM 29

30 CAMAT KEPALA DESA/KEL TENAGA KESEHATAN PENYADARAN PENGORGANISASIAN PENGUATAN POSISI TAWAR PEMBELAJARAN ADVOKASI PENGUATAN EKONOMI PLKB HAL YANG PERLU DILAKUKAN IDENTIFIKASI PASANGAN USIA SUBUR IDENTIFIKASI IBU HAMIL KENALI FAKTOR RESIKO KENALI POTENSI PENDUKUNG PASTIKAN DUKUNGAN LAYANAN MOTIVASI DORONG UTK KB PASTIKAN DUKUNGAN LOGISTIK BERI TANDA DENGAN STIKER PASTIKAN SEMUA BERJALAN FASILITATOR PNPM 30

31 Contoh Stiker P4K Nama Ibu Taksiran persalinan Penolong persalinan Tempat persalinan Pendamping persalinan Transportasi Calon pendonor darah Metode Kontrasepsi : Menuju Persalinan Yang Aman dan Selamat : : : : : : Anita 21 Juli 9 Bidan Sari Polindes Desa Bojong Bp. Rahmat Udin, Harto, Budi Mumun, Abu, Ria 31

32 PENGGUNAAN BUKU KIA Hospital Private Clinic Referral Counseling ANC, Child welfare Home Read it with all family members Integrated Service Post(Posyandu) Growth monitoring Immunizations Health Education PHC Polindes Counseling ANC Child welfare IMCI Use of the MCH Handbook Mothers Class Community support Exercise INDONESIAN FOR KENYA 32

33 POKOK BAHASAN KETIGA PENTUP 33

34 SEMANGAT N K R I 1. NIAT BAIK awali semua pikiran, perbuatan dengan semangat berbagi untuk sesama. 2. KERJA KERAS KERJA CERDAS. Lakukan yang terbaik dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya BEKERJA tapi BERKARYA 3. RASIONAL gunakan fakta, data, analisa, jangan emosional, sadar kemampuan diri dan tantangan yang dihadapi. 4. IKHLAS tetap semangat, biarkan orang lain memberikan penilaian, semua pasti ada skenario besar dari Alloh Tuhan YME 34

35 TERIMA KASIH SELAMAT BERKARYA JADILAH YANG TERBAIK SEMOGA ALLOH MEMBIMBING DAN MERIDHOI USAHA LUHUR KITA

PELAYANAN KB DAN PENURUNAN AKI AKB DI JAWA TENGAH

PELAYANAN KB DAN PENURUNAN AKI AKB DI JAWA TENGAH PELAYANAN KB DAN PENURUNAN AKI AKB DI JAWA TENGAH ANUNG SUGIHANTONO DIREKTUR JENDERAL BINA GIZI DAN KIA KEMENTRIAN KESEHATAN DISAMPAIKAN PADA RAPAT KOORDINASI KB KES JAWA TENGAH TAHUN 2014 SEMARANG, 18

Lebih terperinci

PERCEPATAN PENCAPAIAN INDIKATOR PEMBANGUNAN KESEHATAN PRIORITAS

PERCEPATAN PENCAPAIAN INDIKATOR PEMBANGUNAN KESEHATAN PRIORITAS PERCEPATAN PENCAPAIAN INDIKATOR PEMBANGUNAN KESEHATAN PRIORITAS Oleh: KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH DISAMPAIKAN PADA RAKERKESDA KAB KEBUMEN 5 Februari 2013 1 OUTLINE 1. PENDAHULUAN 2. CAPAIAN

Lebih terperinci

ASPEK : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU

ASPEK : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU BULAN : KABUPATEN/KOTA IUD MOW MOP KDM IMPL STK PILL JML PPM PB % 1 Banyumas 728 112 20 1,955 2,178 2,627 1,802 9,422 57,379 16.42 2 Purbalingga 70 50 11 471

Lebih terperinci

PERAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN & PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K( P4K) ) dalam PELAKSANAAN PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN KB

PERAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN & PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K( P4K) ) dalam PELAKSANAAN PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN KB PERAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN & PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K( P4K) ) dalam PELAKSANAAN PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN KB Oleh: KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH Dr. Hartanto, M.Med.Sc Disampaikan

Lebih terperinci

TRIWULAN 2 TAHUN 2014

TRIWULAN 2 TAHUN 2014 Dinas Kesehatan TRIWULAN 2 TAHUN 2014 DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Piere Tendean No. 24 Semarang Telp. 024-3511351 (Pswt.313) Fax. 024-3517463 Website : www.dinkesjatengprov.go.id e-mail :

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH

GUBERNUR JAWA TENGAH GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 78 TAHUN 2013 TAHUN 2012 TENTANG PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU BAGIAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA

Lebih terperinci

PENEMPATAN TENAGA KERJA

PENEMPATAN TENAGA KERJA PENEMPATAN TENAGA KERJA A. Jumlah Pencari Kerja di Prov. Jateng Per Kab./Kota Tahun 2015 NO. KAB./KOTA 2015 *) L P JUMLAH 1 KABUPATEN SEMARANG 3,999 8,817 12816 2 KABUPATEN REMBANG 1,098 803 1901 3 KOTA.

Lebih terperinci

KONDISI UMUM PROVINSI JAWA TENGAH

KONDISI UMUM PROVINSI JAWA TENGAH KONDISI UMUM PROVINSI JAWA TENGAH Kondisi umum Provinsi Jawa Tengah ditinjau dari aspek pemerintahan, wilayah, kependudukan dan ketenagakerjaan antara lain sebagai berikut : A. Administrasi Pemerintah,

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013 No. 50/08/33/Th. VIII, 4 Agustus 2014 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 145,04 RIBU TON, CABAI RAWIT 85,36 RIBU TON, DAN BAWANG

Lebih terperinci

TRIWULAN 3 TAHUN 2015

TRIWULAN 3 TAHUN 2015 Dinas Kesehatan TRIWULAN 3 TAHUN 2015 DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Piere Tendean No. 24 Semarang Telp. 024-3511351 (Pswt.313) Fax. 024-3517463 Website : www.dinkesjatengprov.go.id e-mail :

Lebih terperinci

LUAS TANAM, LUAS PANEN DAN PREDIKSI PANEN PADI TAHUN 2016 DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH

LUAS TANAM, LUAS PANEN DAN PREDIKSI PANEN PADI TAHUN 2016 DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH LUAS TANAM, LUAS PANEN DAN PREDIKSI PANEN PADI TAHUN 2016 DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH OUT LINE 1. CAPAIAN PRODUKSI 2. SASARAN LUAS TANAM DAN LUAS PANEN 3. CAPAIAN

Lebih terperinci

REVITALISASI KEGIATAN PEMBINAAN GIZI MELALUI PGS DAN PSG

REVITALISASI KEGIATAN PEMBINAAN GIZI MELALUI PGS DAN PSG REVITALISASI KEGIATAN PEMBINAAN GIZI 2015 2019 MELALUI PGS DAN PSG ANUNG SUGIHANTONO Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan RI Disampaikan pada: Workshop Cakupan Indikator Pembinaan

Lebih terperinci

PROGRAM KB NASIONAL BAGI MHS KKN UNDIP

PROGRAM KB NASIONAL BAGI MHS KKN UNDIP PROGRAM KB NASIONAL BAGI MHS KKN UNDIP 1 SITUASI KEPENDUDUKAN DAN PROGRAM KB NASIONAL JAWA TENGAH 2 DISTRIBUSI dan KEPADATAN PENDUDUK = 0 50 Pddk/Km2 = 51 100 Pddk/Km2 = 101 500 Pddk/Km2 = >500 Pddk/Km2

Lebih terperinci

TIM KOORDINASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KABUPATEN KENDAL. 0 Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LP2KD) Kabupaten Kendal

TIM KOORDINASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KABUPATEN KENDAL. 0 Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LP2KD) Kabupaten Kendal LP2KD Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Kendal TIM KOORDINASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KABUPATEN KENDAL TAHUN 2012 0 Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah

Lebih terperinci

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015 No.42/06/33/Th.X, 15 Juni 2016 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015 IPM Jawa Tengah Tahun 2015 Pembangunan manusia di Jawa Tengah pada tahun 2015 terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus

Lebih terperinci

Gambar 4.1 Peta Provinsi Jawa Tengah

Gambar 4.1 Peta Provinsi Jawa Tengah 36 BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TENGAH 4.1 Kondisi Geografis Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di tengah Pulau Jawa. Secara geografis, Provinsi Jawa Tengah terletak

Lebih terperinci

EVALUASI DAERAH PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENARGETAN BERBASIS WILAYAH

EVALUASI DAERAH PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENARGETAN BERBASIS WILAYAH EVALUASI DAERAH PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENARGETAN BERBASIS WILAYAH Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Penanganan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah Surakarta, 9 Februari 2016 Kemiskinan

Lebih terperinci

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH No.31 /05/33/Th.VIII, 05 Mei 2014 KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH FEBRUARI 2014: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 5,45 PERSEN Jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah Februari 2014 yang sebesar 17,72

Lebih terperinci

PEMODELAN PROFIL KESRA PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

PEMODELAN PROFIL KESRA PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS F.2. Pemodelan Profil Kesra Provinsi Jawa Tengah Dengan Sistem Informasi Geografis... (Budi Widjajanto) PEMODELAN PROFIL KESRA PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS F.10 Budi Widjajanto

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TENGAH

BPS PROVINSI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 05/12/33/Th.III, 1 Desember 2009 KONDISI KETENAGAKERJAAN DAN PENGANGGURAN JAWA TENGAH AGUSTUS 2009 Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) dilaksanakan dua kali dalam setahun,

Lebih terperinci

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH No.70 /11/33/Th.VIII, 05 November 2014 KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH AGUSTUS 2014: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 5,68 PERSEN Jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah Agustus 2014 yang sebesar

Lebih terperinci

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH No.69 /11/33/Th.VII, 06 November 2013 KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH AGUSTUS 2013: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 6,02 PERSEN Jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah Agustus 2013 mencapai 16,99

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH

GUBERNUR JAWA TENGAH GUBERNUR JAWA TENGAH KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR : 561.4/69/2010 TENTANG UPAH MINIMUM PADA 35 (TIGA PULUH LIMA) KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2011 GUBERNUR JAWA TENGAH, Menimbang

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN KEUANGAN DAERAH KAB/KOTA DI JAWA TENGAH

BAB 3 GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN KEUANGAN DAERAH KAB/KOTA DI JAWA TENGAH BAB 3 GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN KEUANGAN DAERAH KAB/KOTA DI JAWA TENGAH 3.1 Keadaan Geografis dan Pemerintahan Propinsi Jawa Tengah adalah salah satu propinsi yang terletak di pulau Jawa dengan luas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. meningkat. Kemampuan yang meningkat ini disebabkan karena faktor-faktor. pembangunan suatu negara (Maharani dan Sri, 2014).

BAB I PENDAHULUAN. meningkat. Kemampuan yang meningkat ini disebabkan karena faktor-faktor. pembangunan suatu negara (Maharani dan Sri, 2014). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makroekonomi jangka panjang. Dari satu periode ke periode berikutnya kemampuan suatu negara untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pariwisata merupakan salah satu hal yang penting bagi suatu negara. Dengan adanya pariwisata, suatu negara atau lebih khusus lagi pemerintah daerah tempat

Lebih terperinci

PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013

PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013 PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013 DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Daftar Lampiran BAB I PENDAHULUAN... A. Latar Belakang. B. Sistematika

Lebih terperinci

BAPPEDA PROV. JATENG

BAPPEDA PROV. JATENG DISAMPAIKAN PADA ACARA: RAPAT KERJA DAERAH PROGRAM KEPENDUDUKAN, KELUARGA BERENCANA DAN PEMBANGUNAN KELUARGA TAHUN 2015 Semarang, 5 Mei 2015 BAPPEDA PROV. JATENG KONDISI UMUM JAWA TENGAH Luas wilayah :

Lebih terperinci

Oleh : Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah

Oleh : Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Oleh : Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah POPULASI PENDUDUK DI JAWA TENGAH SEBANYAK 33.270.207 JIWA JUMLAH PMKS SEBESAR 5.016.701 JIWA / 15,08 % DARI PENDUDUK JATENG PERINCIAN : KEMISKINAN 4,468,621

Lebih terperinci

Keadaan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah April 2015

Keadaan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah April 2015 KATA PENGANTAR Sektor pertanian merupakan sektor yang vital dalam perekonomian Jawa Tengah. Sebagian masyarakat Jawa Tengah memiliki mata pencaharian di bidang pertanian. Peningkatan kualitas dan kuantitas

Lebih terperinci

RAPAT TEKNIS PERENCANAAN PROGRAM, KEGIATAN DAN ANGGARAN APBN TA Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Surakarta, Oktober 2015

RAPAT TEKNIS PERENCANAAN PROGRAM, KEGIATAN DAN ANGGARAN APBN TA Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Surakarta, Oktober 2015 RAPAT TEKNIS PERENCANAAN PROGRAM, KEGIATAN DAN ANGGARAN APBN TA 2016 Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Surakarta, 29-30 Oktober 2015 1 1. 2 REALISASI ANGGARAN APBN TA 2015 SATKER PAGU ANGGARAN

Lebih terperinci

BOKS PERKEMBANGAN KINERJA BPR MERGER DI JAWA TENGAH

BOKS PERKEMBANGAN KINERJA BPR MERGER DI JAWA TENGAH BOKS PERKEMBANGAN KINERJA BPR MERGER DI JAWA TENGAH 1. Perkembangan Jumlah BPR Merger Sejak paket kebijakan bidang perbankan digulirkan pada bulan Oktober 1988 atau yang dikenal dengan Pakto 88, jumlah

Lebih terperinci

DAFTAR NOMINASI SEKOLAH PENYELENGGARA UN CBT TAHUN 2015

DAFTAR NOMINASI SEKOLAH PENYELENGGARA UN CBT TAHUN 2015 280 Jawa Tengah Kab. Banjarnegara SMA SMAN 1 Banjarnegara 281 Jawa Tengah Kab. Banjarnegara SMA SMAN 1 Purwareja Klampok 282 Jawa Tengah Kab. Banjarnegara SMK SMK HKTI 1 Purwareja Klampok 283 Jawa Tengah

Lebih terperinci

REKAP JUMLAH KELAS GELOMBANG 5 ( 2 s/d 6 JULI 2014 ) PELATIHAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU SASARAN

REKAP JUMLAH KELAS GELOMBANG 5 ( 2 s/d 6 JULI 2014 ) PELATIHAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU SASARAN REKAP JUMLAH KELAS GELOMBANG 5 ( 2 s/d 6 JULI 2014 ) NO PENANGGUNGJAWAB NAMA KABUPATEN JML WILAYAH TPK NAMA TPK MTK IPA B. INGG IPS SENI PRAKARYA PJOK BK JML KLS 1 Johan Johanis P. SE, MM KAB. BLORA 1

Lebih terperinci

EVALUASI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN (Indikator Makro)

EVALUASI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN (Indikator Makro) EVALUASI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN (Indikator Makro) Pusat Data dan Statistik Pendidikan Setjen, Kemdikbud Jakarta, 2013 LATAR BELAKANG LATAR BELAKANG LATAR BELAKANG LATAR BELAKANG KONSEP Masyarakat Anak

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Daftar Lampiran

DAFTAR ISI. Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Daftar Lampiran DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Daftar Lampiran BAB I PENDAHULUAN... A. Latar Belakang. B. Sistematika Penyajian BAB II GAMBARAN UMUM. A. Keadaan Geografi

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Mengingat pentingnya tanah bagi kehidupan manusia, khususnya bagi. bangsa Indonesia, peranan negara sangat penting di dalam mengatur

I. PENDAHULUAN. Mengingat pentingnya tanah bagi kehidupan manusia, khususnya bagi. bangsa Indonesia, peranan negara sangat penting di dalam mengatur I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mengingat pentingnya tanah bagi kehidupan manusia, khususnya bagi bangsa Indonesia, peranan negara sangat penting di dalam mengatur penguasaan tanah. Negara sebagai organisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. rakyat. Untuk mencapai cita-cita tersebut pemerintah mengupayakan. perekonomian adalah komponen utama demi berlangsungnya sistem

BAB I PENDAHULUAN. rakyat. Untuk mencapai cita-cita tersebut pemerintah mengupayakan. perekonomian adalah komponen utama demi berlangsungnya sistem BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang senantiasa memperbaiki struktur pemerintahan dan kualitas pembangunan nasional, guna mewujudkan cita-cita

Lebih terperinci

BOKS RINGKASAN EKSEKUTIF PENELITIAN PERILAKU PEMBENTUKAN HARGA PRODUK MANUFAKTUR DI JAWA TENGAH

BOKS RINGKASAN EKSEKUTIF PENELITIAN PERILAKU PEMBENTUKAN HARGA PRODUK MANUFAKTUR DI JAWA TENGAH BOKS RINGKASAN EKSEKUTIF PENELITIAN PERILAKU PEMBENTUKAN HARGA PRODUK MANUFAKTUR DI JAWA TENGAH 1. LATAR BELAKANG MASALAH Upaya pengendalian harga dapat dimulai dari mencari sumber-sumber penyebab inflasi

Lebih terperinci

DAFTAR INSTRUKTUR NASIONAL (IN) PELATIHAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU SASARAN SMK PROV. JATENG DISELENGGARAKAN OLEH PPPPTK MATEMATIKA MAPEL : PPKn

DAFTAR INSTRUKTUR NASIONAL (IN) PELATIHAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU SASARAN SMK PROV. JATENG DISELENGGARAKAN OLEH PPPPTK MATEMATIKA MAPEL : PPKn DAFTAR INSTRUKTUR NASIONAL (IN) PELATIHAN KURIKULUM 013 BAGI GURU SASARAN SMK PROV. JATENG DISELENGGARAKAN OLEH PPPPTK MATEMATIKA MAPEL : PPKn Tahap Tanggal Tempat/Lokasi Kab/Kota Lokasi GS Kls No Nama

Lebih terperinci

BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH KONSOLIDASI LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT TAHUN 2015

BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH KONSOLIDASI LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT TAHUN 2015 BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH KONSOLIDASI LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT TAHUN 2015 1 2 (a) PADA TAHUN 2008 BANK DUNIA MEMPERINGATKAN BAHWA CADANGAN PANGAN INDONESIA BERADA DALAM TITIK TERENDAH

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. RAD MDGs Jawa Tengah

DAFTAR ISI. RAD MDGs Jawa Tengah DAFTAR ISI Hal Daftar Isi... ii Daftar Tabel dan Gambar... xii Daftar Singkatan... xvi Bab I Pendahuluan... 1 1.1. Kondisi Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium di Jawa Tengah... 3 Tujuan 1. Menanggulangi

Lebih terperinci

PENELITIAN POTENSI DAN KETERSEDIAAN PANGAN DALAM RANGKA KETAHANAN PANGAN DI JAWA TENGAH

PENELITIAN POTENSI DAN KETERSEDIAAN PANGAN DALAM RANGKA KETAHANAN PANGAN DI JAWA TENGAH PENELITIAN POTENSI DAN KETERSEDIAAN PANGAN DALAM RANGKA KETAHANAN PANGAN DI JAWA TENGAH Rachman Djamal, dkk Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Tengah Jl. Imam Bonjol No. 190 Semarang Telp.

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TENGAH

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TENGAH BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TENGAH Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali

Lebih terperinci

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM 1.2 LATAR BELAKANG. Bab 1 Pendahuluan 1-1

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM 1.2 LATAR BELAKANG. Bab 1 Pendahuluan 1-1 Bab 1 Pendahuluan 1-1 1.1 TINJAUAN UMUM 1 BAB I PENDAHULUAN Sumber Daya Air merupakan salah satu unsur utama untuk kelangsungan hidup manusia, disamping itu air juga mempunyai arti penting dalam rangka

Lebih terperinci

Disampaikan Oleh KEPALA DINAS KESEHATAN PROV JAWA TENGAH DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH

Disampaikan Oleh KEPALA DINAS KESEHATAN PROV JAWA TENGAH DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH Disampaikan Oleh KEPALA DINAS KESEHATAN PROV JAWA TENGAH DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH 20/03/2015 1 20/03/2015 2 POKOK BAHASAN KE SATU PENDAHULUAN 20/03/2015 3 KEBIJAKAN PEMBANGUNAN 1. Menggerakkan

Lebih terperinci

RAPAT KOORDINASI. Pilot Project Reforma Agraria. Kasubdit Pertanahan Rabu, 30 Oktober 2013

RAPAT KOORDINASI. Pilot Project Reforma Agraria. Kasubdit Pertanahan Rabu, 30 Oktober 2013 1 RAPAT KOORDINASI Pilot Project Reforma Agraria Kasubdit Pertanahan Rabu, 30 Oktober 2013 Rencana Lokasi Pilot Project 2 Koordinasi lintas K/L untuk kegiatan Access Reform Lokasi yang diusulkan: Prov.

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PEMUDA DAN OLAH RAGA

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PEMUDA DAN OLAH RAGA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PEMUDA DAN OLAH RAGA Jl. Ki Mangun Sarkoro No. 12 Semarang 50241 Telpon 024-8419956 Fax. 024-8419959 website : www.dinpora.jatengprov.go.id PENGUMUMAN TENTANG PENDAFTARAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan perencanaan gizi di Indonesia telah mulai dilakukan dari Pelita I. Pada awal-awal pelaksanaannya perencanaan gizi dilandasi oleh informasi yang sangat terbatas,

Lebih terperinci

Juang Akbardin. Program Studi Teknik Sipil, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Setiabudi No.207 Bandung

Juang Akbardin. Program Studi Teknik Sipil, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Setiabudi No.207 Bandung OPTIMALISASI SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI PERGERAKAN BARANG ANGKUTAN JALAN RAYA BERDASARKAN JARAK DISTRIBUSI TERPENDEK (STUDI KASUS PERGERAKAN BARANG POKOK DAN STRATEGIS INTERNAL REGIONAL JAWA TENGAH) (049T)

Lebih terperinci

1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 51 Tahun 2011 tentang Juknis Penggunaan Dana BOS dan Laporan Keuangan BOS TA 2012; 2.

1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 51 Tahun 2011 tentang Juknis Penggunaan Dana BOS dan Laporan Keuangan BOS TA 2012; 2. 1 1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 51 Tahun 2011 tentang Juknis Penggunaan Dana BOS dan Laporan Keuangan BOS TA 2012; 2. Peraturan Menteri Dalam Negeri RI No. 62 Tahun 2011 tentang

Lebih terperinci

NOTA DINAS. Indikator Kinerja. Indikator Kinerja RPJMD Persentase Koperasi Aktif terhadap Jumlah Koperasi

NOTA DINAS. Indikator Kinerja. Indikator Kinerja RPJMD Persentase Koperasi Aktif terhadap Jumlah Koperasi PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH Jl. Sisingamangaraja No. 3A Telp. (024) 8310556 8318773 Fax. (024) 8414165 Website : http://dinkop-umkm.jawatengah.go.id

Lebih terperinci

PENYERAPAN LAPANGAN KERJA LULUSAN JURUSAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI FIS UNNES ANGKATAN Abstract

PENYERAPAN LAPANGAN KERJA LULUSAN JURUSAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI FIS UNNES ANGKATAN Abstract PENYERAPAN LAPANGAN KERJA LULUSAN JURUSAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI FIS UNNES ANGKATAN 2001-2003 Moh.Solehatul Mustofa Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS Unnes Abstract The absorption of graduates in

Lebih terperinci

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA 2013

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA 2013 BADAN PUSAT STATISTIK INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA 2013 BPS KABUPATEN WONOSBO Visi: Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua Nilai-nilai Inti BPS: Profesional Integritas Amanah Pelopor Data Statistik

Lebih terperinci

APLIKASI PENGGUNAAN METODE KOHONEN PADA ANALISIS CLUSTER (Studi Kasus: Pendapatan Asli Daerah Jawa Tengah Dalam Menghadapi Asean Community 2015)

APLIKASI PENGGUNAAN METODE KOHONEN PADA ANALISIS CLUSTER (Studi Kasus: Pendapatan Asli Daerah Jawa Tengah Dalam Menghadapi Asean Community 2015) APLIKASI PENGGUNAAN METODE KOHONEN PADA ANALISIS CLUSTER (Studi Kasus: Pendapatan Asli Daerah Jawa Tengah Dalam Menghadapi Asean Community 015) Rezzy Eko Caraka 1 (1) Statistics Center Undip, Jurusan Statistika,

Lebih terperinci

DAFTAR LEMBAGA LAYANAN

DAFTAR LEMBAGA LAYANAN DAFTAR LEMBAGA LAYANAN PROVINSI : Jawa Tengah NO NAMA LEMBAGA ALAMAT KONTAK PERSON JENIS LAYANAN YANG DIBERIKAN Kab. Demak 1. PPT Harapan Baru Jln. Kyai Mugni No 2 Demak Bidang Komunikasi dan Edukasi Bidang

Lebih terperinci

Optimalisasi Penyerapan Gabah/Beras Dalam Negeri Tahun Surakarta, 28 April 2016 PERUM BULOG DIVRE JATENG

Optimalisasi Penyerapan Gabah/Beras Dalam Negeri Tahun Surakarta, 28 April 2016 PERUM BULOG DIVRE JATENG Optimalisasi Penyerapan Gabah/Beras Dalam Negeri Tahun 2016 Surakarta, 28 April 2016 PERUM BULOG DIVRE JATENG ALUR OPERASIONAL PROGRAM KETAHANAN PANGAN PETANI PRODUSEN SATKER ADA DN Mitra Kerja Pengadaan

Lebih terperinci

RENCANA UMUM PENGADAAN (RUP) MELALUI PENYEDIA DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN 2015

RENCANA UMUM PENGADAAN (RUP) MELALUI PENYEDIA DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN 2015 RENCANA UMUM PENGADAAN (RUP) MELALUI PENYEDIA DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN NO KEGIATAN NAMA PAKET JENIS BELANJA JENIS PENGADAAN METODE PENGADAAN VOL. PAGU SUMBER

Lebih terperinci

Seminar Nasional Pendayagunaan Informasi Geospatial Untuk Optimalisasi Otonomi Daerah 2013 ISBN:

Seminar Nasional Pendayagunaan Informasi Geospatial Untuk Optimalisasi Otonomi Daerah 2013 ISBN: ANALISIS ANGKATAN KERJA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) JAWA TENGAH TAHUN 2010 DENGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Priyono, Akhmad Susanto Fakultas Geografi, Universitas

Lebih terperinci

PROFIL PEMBANGUNAN PROVINSI JAWA TENGAH

PROFIL PEMBANGUNAN PROVINSI JAWA TENGAH 1 A. GEOGRAFIS DAN ADMINISTRASI WILAYAH Provinsi Jawa Tengah terletak 5 o 40' dan 8 o 30' Lintang Selatan dan antara 108o30' dan 111o30' Bujur Timur. Provinsi Jawa Tengah letaknya diapit oleh dua Propinsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sejahtera, makmur dan berkeadilan. Akan tetapi kondisi geografis dan

BAB I PENDAHULUAN. sejahtera, makmur dan berkeadilan. Akan tetapi kondisi geografis dan digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam meningkatkan pendapatan suatu pembangunan perekonomian di Indonesia, tentunya diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera, makmur

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. Kabupaten yang berada di wilayah Jawa dan Bali. Proses pembentukan klaster dari

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. Kabupaten yang berada di wilayah Jawa dan Bali. Proses pembentukan klaster dari BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Penelitian ini mengembangkan model pengklasteran Pemerintah Daerah di Indonesia dengan mengambil sampel pada 30 Pemerintah Kota dan 91 Pemerintah Kabupaten

Lebih terperinci

FORMULIR PENGESAHAN BADAN HUKUM KOPERASI DATA AKTA PENDIRIAN KOPERASI

FORMULIR PENGESAHAN BADAN HUKUM KOPERASI DATA AKTA PENDIRIAN KOPERASI A. Data Akta Pendirian Koperasi LAMPIRAN I PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR : 2 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN

Lebih terperinci

INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012

INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012 INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012 Berikut Informasi Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang telah dikeluarkan masing-masing Regional atau Kabupaten

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan dasar hidup sehari-hari. Padahal sebenarnya, kemiskinan adalah masalah yang

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan dasar hidup sehari-hari. Padahal sebenarnya, kemiskinan adalah masalah yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemiskinan seringkali dipahami dalam pengertian yang sangat sederhana yaitu sebagai keadaan kekurangan uang, rendahnya tingkat pendapatan dan tidak terpenuhinya kebutuhan

Lebih terperinci

66Tahun TERB IT PER D ANA 11 FEBRUARI 1950

66Tahun TERB IT PER D ANA 11 FEBRUARI 1950 66Tahun TERB IT PER D ANA 11 FEBRUARI 1950 Suara Merdeka Hadir Lebih dari 66 Tahun sejak terbit perdana 11 Februari 1950, Menjadi satu-satunya koran di Indonesia yang dimiliki oleh satu keluarga dan tetap

Lebih terperinci

Arif Sofianto, Akmal Afif FY, Alfina Handayani Balitbang Provinsi Jawa Tengah

Arif Sofianto, Akmal Afif FY, Alfina Handayani Balitbang Provinsi Jawa Tengah DILEMA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH Studi Kasus Implementasi Progam Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Jawa Tengah Arif Sofianto, Akmal Afif FY, Alfina Handayani

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PEDOMAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013 PEDOMAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013 PEDOMAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ijazah merupakan salah satu dokumen negara yang diperoleh peserta didik setelah lulus

Lebih terperinci

BUKU SAKU DINAS KESEHATAN KOTA MAKASSAR TAHUN 2014 GAMBARAN UMUM

BUKU SAKU DINAS KESEHATAN KOTA MAKASSAR TAHUN 2014 GAMBARAN UMUM BUKU SAKU DINAS KESEHATAN KOTA MAKASSAR TAHUN 214 GAMBARAN UMUM Kota Makassar sebagai ibukota Propinsi Sulawesi Selatan dan merupakan pintu gerbang dan pusat perdagangan Kawasan Timur Indonesia. Secara

Lebih terperinci

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH UPAYA PEMANTAPAN SWASEMBADA PADI, JAGUNG DAN KEDELAI UNTUK MENDUKUNG PERWUJUDAN KEDAULATAN PANGAN NASIONAL DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH LAHAN BASAH (HA) 990.652

Lebih terperinci

2. Awal Musim kemarau Bilamana jumlah curah hujan selama satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter serta diikuti oleh dasarian berikutnya.

2. Awal Musim kemarau Bilamana jumlah curah hujan selama satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter serta diikuti oleh dasarian berikutnya. I. PENGERTIAN A. DEFINISI AWAL MUSIM 1. Awal Musim hujan Bilamana jumlah curah hujan selama satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter serta diikuti oleh dasarian berikutnya. 2. Awal Musim

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH, EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN 2010 DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH...

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH, EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN 2010 DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH... DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... iii DAFTAR GAMBAR... v BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Dasar Hukum Penyusunan... 2 C. Hubungan Antar Dokumen... 5 D. Sistematika Dokumen RKPD...

Lebih terperinci

Juknis Operasional SPM

Juknis Operasional SPM DIREKTORAT JENDERAL OTONOMI DAERAH KEMENTERIAN DALAM NEGERI Juknis Operasional SPM 1. KESEHATAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI KABUPATEN : Jawa Timur : Tulungagung KEMENTERIAN KESEHATAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PEMUDA DAN OLAH RAGA

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PEMUDA DAN OLAH RAGA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PEMUDA DAN OLAH RAGA Jl. Ki Mangun Sarkoro No. 12 Semarang 50241 Telpon 024-8419956 Fax. 024-8419959 website : PENGUMUMAN Nomor : 427 / 024 TENTANG PENDAFTARAN PENERIMAAN

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Halaman : 1 DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN 201 Formulir DPPA - SKPD 2.2 Urusan Pemerintahan : 2.03. - ENERGI DAN SUMBER

Lebih terperinci

Data Nonpendidikan. Pengawas Sekolah JUMLAH PENGAWAS SATUAN PENDIDIKAN MENURUT SERTIFIKASI. Taman Kanak-kanak

Data Nonpendidikan. Pengawas Sekolah JUMLAH PENGAWAS SATUAN PENDIDIKAN MENURUT SERTIFIKASI. Taman Kanak-kanak Data Nonpendidikan NP KEC-1 KEC-2 ANGG Pengawas Sekolah PS Taman Kanak-kanak TK-1 TK-2 Raudlatul Atfal (RA) RA-1 RA-2 Pendidikan Luar Biasa (PLB) PLB-1 PLB-2 Sekolah Dasar (SD) SD-1 SD-2 SD-3 SD-4 SD-5

Lebih terperinci

PENGARUH PENDIDIKAN, PDRB PERKAPITA, DAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI TERHADAP FERTILITAS DI 35 KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN

PENGARUH PENDIDIKAN, PDRB PERKAPITA, DAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI TERHADAP FERTILITAS DI 35 KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN PENGARUH PENDIDIKAN, PDRB PERKAPITA, DAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI TERHADAP FERTILITAS DI 35 KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2009-2013 SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk menyelesaikan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Gorontalo, Agustus 2011 KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO

KATA PENGANTAR. Gorontalo, Agustus 2011 KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO KATA PENGANTAR Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahirobbilalamin, segala puji bagi Allah SWT atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-nya sehingga Buku Profil Kesehatan Provinsi

Lebih terperinci

BUKU PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2012

BUKU PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2012 Dinas Kesehatan BUKU PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2012 DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Piere Tendean No. 24 Semarang Telp. 024-3511351 (Hunting) Fax. 024-3517463 Website : www.dinkesjatengprov.go.id

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) UNIT KERJA : DINAS KESEHATAN A. Tugas Pokok : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan serta melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN Kondisi Wilayah Letak Geografis dan Wilayah Administrasi Wilayah Joglosemar terdiri dari kota Kota Yogyakarta, Kota Surakarta dan Kota Semarang. Secara geografis ketiga

Lebih terperinci

PENANGANAN TERHADAP anak dengan disabilitas (anak berkebutuhan khusus) DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH 1

PENANGANAN TERHADAP anak dengan disabilitas (anak berkebutuhan khusus) DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH 1 PENANGANAN TERHADAP anak dengan disabilitas (anak berkebutuhan khusus) DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH 1 PEMBANGUNAN ANAK Bagaimana suatu bangsa memberikan prioritas kepada pembangunan anak menunjukkan

Lebih terperinci

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 26 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 26 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 26 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT KABUPATEN SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA Jalan Ki Mangunsarkoro No Telpon : (024) Faximile (024) Semarang 50136

DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA Jalan Ki Mangunsarkoro No Telpon : (024) Faximile (024) Semarang 50136 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA Jalan Ki Mangunsarkoro No. 10-12 Telpon : (02) 819960 Faximile (02) 819960 Semarang 50136 PENGUMUMAN Nomor : 27/023 TENTANG PENDAFTARAN PENERIMAAN

Lebih terperinci

TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas

TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kota Tebing Tinggi 011-016 3 NAMA UNIT ORGANISASI : DINAS KESEHATAN TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi

Lebih terperinci

Lampiran 1 Surat No. : PR Ca/297 Tanggal : 12 Juni 2015

Lampiran 1 Surat No. : PR Ca/297 Tanggal : 12 Juni 2015 Lampiran 1 Surat No. : PR.01.03-Ca/297 Tanggal : 12 Juni 2015 Perihal : Penyampaian Hasil Sosialisasi Paket Pamsimas Hibah Insentif Kabupaten/Kota (HIK) dan Paket Hibah Khusus Pamsimas (HKP) Tahun 2015

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN 2016 PROVINSI JAWA TENGAH

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN 2016 PROVINSI JAWA TENGAH Dinas Kode RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN PROVINSI JAWA TENGAH 00 NON URUSAN 00 00 PROGRAM SETIAP 00 00 01 Program Pelayanan Administrasi Peran 00 00 01 0156 Kegiatan Penyediaan Jasa

Lebih terperinci

VI. KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka ditarik kesimpulan sebagai

VI. KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka ditarik kesimpulan sebagai VI. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Evaluasi program P4K dengan stiker yang dilaksanakan oleh Puskesmas Rawat

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanasi, karena dalam penelitian ini menggunakan dua variabel. Metode eksplanasi

Lebih terperinci

Graph. Rembang. Kudus. Brebes Tegal. Demak Semarang. Pemalang. Kendal. Pekalongan Blora. Slawi. Purwodadi. Temanggung Salatiga Wonosobo Purbalingga

Graph. Rembang. Kudus. Brebes Tegal. Demak Semarang. Pemalang. Kendal. Pekalongan Blora. Slawi. Purwodadi. Temanggung Salatiga Wonosobo Purbalingga TEORI GRAPH Graph Graph Graph digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Gambar berikut ini sebuah graph yang menyatakan peta jaringan jalan raya yang

Lebih terperinci

PERJANJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN TAHUN 2016

PERJANJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN TAHUN 2016 PERJANJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN TAHUN 2016 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Lebih terperinci

Metode Statistika (STK211) Statistika Deskriptif (2) Dr. Ir. Kusman Sadik Dept. Statistika IPB, 2015

Metode Statistika (STK211) Statistika Deskriptif (2) Dr. Ir. Kusman Sadik Dept. Statistika IPB, 2015 Metode Statistika (STK211) Statistika Deskriptif (2) Dr. Ir. Kusman Sadik Dept. Statistika IPB, 2015 1 Pertanyaan Jika kita punya data mengenai daya hidup dari baterai Laptop merk XXX Dimana lokasi atau

Lebih terperinci

PENDATAAN PERLINDUNGAN SOSIAL DI KABUPATEN KEBUMEN

PENDATAAN PERLINDUNGAN SOSIAL DI KABUPATEN KEBUMEN PENDATAAN PERLINDUNGAN SOSIAL DI KABUPATEN KEBUMEN Disampaikan pada Dialog Warga Tentang Pola Pendataan Peserta Jamkesmas Menjadi Peserta BPJS Kesehatan Kebumen, 19 September 2013 BADAN PUSAT STATISTIK

Lebih terperinci

ANUNG SUGIHANTONO DIRJEN KESEHATAN MASYARAKAT KEMENTERIAN KESEHATAN

ANUNG SUGIHANTONO DIRJEN KESEHATAN MASYARAKAT KEMENTERIAN KESEHATAN ANUNG SUGIHANTONO DIRJEN KESEHATAN MASYARAKAT KEMENTERIAN KESEHATAN PERTEMUAN NASIONAL DITJEN P2P KEMENKES TANGGERANG 10 MEI 2016 ANUNG untuk PERNAS P2P 2016 1 POKOK BAHASAN 1. PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS, PENELUSURAN DATA KOHORT DAN RENCANA TINDAK LANJUT

BAB V ANALISIS, PENELUSURAN DATA KOHORT DAN RENCANA TINDAK LANJUT BAB V ANALISIS, PENELUSURAN DATA KOHORT DAN RENCANA TINDAK LANJUT A. Analisis A n a lis is adal ah suat u pem eri ksaan dan evaluasi dari suat u inf or m asi yang sesuai dan r el evant dalam menyeleksi

Lebih terperinci

3,950,000 4,020,000 4,824,000 5,788,800 6,715,008 25,297,808

3,950,000 4,020,000 4,824,000 5,788,800 6,715,008 25,297,808 Tabel 5.1 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN,, KELOMPOK SASARAN DAN NO PROGRAM KEGIATAN 1 Pencegahan ###### 3,300,000 3,800,000 4,500,000 5,100,000 19,800,000 dan Penanggu Pencegahan dan langan Penanggulangan

Lebih terperinci

BAB. II PEMERINTAHAN Government

BAB. II PEMERINTAHAN Government BAB. II PEMERINTAHAN Government 21 22 BAB II CHAPTER II PEMERINTAHAN GOVERNMENT 1. Wilayah Administrasi Provinsi Jawa Tengah, terbagi dalam 29 kabupaten dan 6 Kota. Wilayah tersebut terdiri dari 573 kecamatan

Lebih terperinci

Perubahan Jadwal pelaksanaan Diklat Pencak Silat Pagar Nusa (PSNU)

Perubahan Jadwal pelaksanaan Diklat Pencak Silat Pagar Nusa (PSNU) Perubahan Jadwal pelaksanaan Diklat Pencak Silat Pagar Nusa (PSNU) Berdasarkan surat edaran nomor 521/PW.11/LPM/UM/I/ dari Pengurus Wilayah LP Maarif NUJawa Tengah tentang diwajibkannya ekstra kulikurer

Lebih terperinci

dan Tata Cara Pemberian Suara

dan Tata Cara Pemberian Suara Tahapan dan Tata Cara Pemberian Suara Pegangan Bagi Pemilih KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWATahapan TENGAH dan Tata Cara Pemberian Suara Tahapan dan Tata Cara Pemberian Suara Pegangan Bagi Pemilih

Lebih terperinci

GUBERNURJAWATENGAH. KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 560 / 66 TAHUN 201s TENTANG GUBERNUR JAWA TENGAH,

GUBERNURJAWATENGAH. KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 560 / 66 TAHUN 201s TENTANG GUBERNUR JAWA TENGAH, GUBERNURJAWATENGAH KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 560 / 66 TAHUN 201s TENTANG UPAH MINIMUM PADA 35 (TIGA PULUH LIMA) KABUP.ryIEN/KOTA DI PRO\,'II\ISI JAWA TENGAH TAHUN 2016 Menimbang Mengingat a.

Lebih terperinci