SINOPSIS RENCANA PENELITIAN TESIS

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SINOPSIS RENCANA PENELITIAN TESIS"

Transkripsi

1 1 SINOPSIS RENCANA PENELITIAN TESIS Judul Penelitian Tradisi Betuturan Ibu Terhadap Keputusan Memilih Penolong Persalinan Pada Masyarakat Suku Sasak di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat I. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan kesehatan pada hakekatnya diarahkan guna tercapainya kesadaran kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, menyangkut fisik, mental maupun sosial budaya dan ekonomi. Untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan yang menyeluruh, terarah dan berkesinambungan. Masalah kesehatan reproduksi di Indonesia mempunyai dua dimensi, pertama kematian ibu dan kematian bayi yang masih tinggi akibat berbagai faktor termasuk pelayanan kesehatan yang relatif kurang baik, yang kedua timbulnya penyakit degeneratif yaitu menopause dan kanker (Depkes RI, 2007a). Tujuan pembangunan melinium (Milenium Development Goals, MDGs) yaitu pengurangan angka kemiskinan dan kelaparan, pendidikan dasar yang universal, keadilan gender dan pemberdayaan perempuan, peningkatan kesehatan ibu, penurunan angka kematian anak, pemberantasan penyakit TB, malaria dan HIV/AIDS, keselarasan lingkungan yang berkelanjutan, kemitraan global dalam pembangunan yang semuanya ditargetkan akan tercapai pada tahun 2015 (Bapenas, 2010). Berdasarkan konsep Bloom (Notoatmodjo, 2007) faktor perilaku mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Perilaku pencarian pertolongan kesehatan saat ibu hamil amatlah erat hubungannya dengan kematian ibu. Pemerintah telah membuat kebijakan tentang persalinan yaitu semua persalinan ditolong oleh tenaga yang terampil. Tahun 1998 telah diterbitkan Permenkes nomor 572/1996 yang isinya menyebutkan bahwa bidan di desa telah diberi wewenang untuk menangani komplikasi kehamilan dan persalinan tertentu. Persalinan yang aman memastikan bahwa semua penolong persalinan mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan alat untuk memberikan pertolongan yang aman dan bersih, serta memberikan pelayanan nifas kepada ibu dan bayi. Tenaga yang dapat memberikan pertolongan persalinan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tenaga profesional dan dukun bayi. Berdasarkan indikator cakupan pelayanan kesehatan ibu dan anak,

2 2 pertolongan persalinan sebaiknya oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan (dokter spesialis kebidanan, dokter umum, bidan, pembantu bidan, dan perawat bidan) tidak termasuk oleh dukun bayi (Prawirohardjo, 2006). Saat ini status kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih jauh dari harapan, ditandai dengan tingginya angka kematian ibu (AKI) yaitu 228 per kelahiran hidup (Depkes RI, 2007a). Jika dibandingkan dengan tahun yaitu 307 per kelahiran hidup, angka ini mengalami penurunan akan tetapi angka ini tertinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia (62), Srilangka (58), dan Philipin (230). Angka Kematian Bayi (AKB) tidak jauh berbeda dengan AKI, saat ini kematian sebesar 34 per kelahiran hidup (Depkes RI, 2007a), dan terjadi penurunan bila dibandingkan dengan SDKI tahun 2003 yaitu 35 per kelahiran hidup. Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya AKB di Indonesia masih paling tinggi yaitu Malaysia (10 per 1.000), Vietnam (18 per 1.000), Thailand (20 per 1.000). Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa penurunan angka kematian ibu maupun bayi di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan untuk dapat mencapai target MDG s tahun Angka kematian neonatal di Indonesia menunjukkan kecendrungan penurunan yang sangat lambat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir jika dibandingkan dengan kematian bayi dan balita. AKN pada tahun 1997 sebesar 26 per kelahiran hidup menurun menjadi 20 per kelahiran hidup dan 19 per kelahiran hidup sesuai hasil SDKI 2007 (Depkes RI, 2007a). Perhatian terhadap upaya penurunan angka kematian neonatal menjadi penting karena kematian neonatal memberikan kontribusi yaitu 56% kematian bayi. Penurunan AKB berdasarkan target MDG s tahun 2015 yaitu sebesar 23 per kelahiran hidup maka peningkatan akses pelayanan, penolong persalinan dan kualitas pelayanan bagi bayi baru lahir (neonatal) menjadi perioritas utama. Penolong persalinan memberikan andil yang cukup besar pengaruhnya dalam menentukan status kesehatan ibu dan bayi karena sekitar 40% kelahiran di Indonesia dibantu oleh dukun bayi, keadaan ini umumnya terjadi di daerah perdesaan yang belum mampu dijangkau oleh pelayanan kesehatan secara memadai seperti Puskesmas, Pustu dan Polindes (Gita, 2010). Penolong persalinan pada bayi dapat dijadikan sebagai salah satu indikator kesehatan terutama dalam kesehatan ibu dan anak serta pelayanan kesehatan secara umum. Data penolong persalinan bayi pertama dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh sosial budaya (kepercayaan) masyarakat dalam peroses penentuan penolong persalinan. Secara umum

3 3 sebagian besar penolong persalinan dilakukan oleh bidan yaitu 61,24% dan yang kedua ditolong oleh dukun sebesar 21,29% dan sisanya ditolong oleh dokter, dan keluarga lainnya (BPS, 2009). Penelitian yang dilakukan oleh Evistron Juliwanto (2009) di Aceh Tenggara tentang faktor penentu pemilihan penolong persalinan diketahui sebesar 78,2% ditolong oleh bidan dan 21,8% ditolong oleh dukun bayi dan ada pengaruh pendapatan keluarga, pengetahuan, sikap dan budaya masyarakat dengan pemilihan penolong persalinan. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Bungsu (2001) mengemukakan bahwa keputusan masyarakat memilih pertolongan persalinan oleh dukun bayi cendrung dipengaruhi oleh kemudahan mendapatkan pelayanan yang diberikan oleh dukun dan pelayanannya tersebut bersifat all in yaitu mulai dari menolong persalinan, membantu pekerjaan ibu hamil pada hari persalinannya, memandikan bayi bahkan bersedia merawat bayi hingga tali pusat putus dan kondisi ibu hamil pulih kembali. Peran dukun yang terdapat di masing-masing wilayah masih sangat dominan dalam penolong proses persalinan seperti yang terjadi di Maluku (55,48%), Sulawesi Tenggara (50,60%) dan Maluku Utara (49,39%) di lain pihak persalinan yang ditolong oleh dokter atau bidan masih sangat rendah ini artinya jika persalinan terus ditolong oleh dukun maka kematian ibu dan bayipun akan tetap terjadi tanpa ada pengawasan atau bermitra dengan tenaga kesehatan khususnya bidan desa (BPS, 2009). Di Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri peran dukun sebagai penolong persalinan pertama maupun terakhir baik di perkotaan maupun perdesaan diketahui sebesar 34,25% persalinan oleh dukun dan 55,86% persalinan oleh bidan dan tenaga kesehatan lainnya, sedangkan persalinan terakhir sebesar 27,71% ditolong oleh dukun dan 62,76% oleh bidan, ini berarti peran dukun masih sangat berpengaruh dalam membantu proses persalinan masyarakat di NTB. Data awal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah tahun 2013 pada bulan Januari sampai dengan pada bulan Desember diketahui ibu hamil sebanyak orang dengan sasaran persalinan sebanyak orang dengan target persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan sebesar 90% namun berdasarkan data terakhir diketahui 56,8% persalinan ditolong oleh bidan dan sebesar 13,5% persalinan ditolong oleh non nakes (dukun) (Dikes Kab. Lombok Tengah, 2013). Sarwono (2004) dalam teori Lawrance Green, mengemukakan bahwa perubahan perilaku masyarakat untuk mencari pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh tiga komponen yaitu : (1) Komponen predisposisi terdiri dari pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, norma sosial

4 4 yang mengatur masyarakat dan bentuk lain yang terdapat di dalamnya; (2) komponen enabling terdiri dari sumber informasi, akses pelayanan, rasio petugas kesehatan serta sarana prasarana pelayanan kesehatan; (3). Komponen reinforcing terdiri dari perilaku keluarga, perilaku masyarakat dan tokoh yang dituakan di lingkungan masyarakat tersebut. Berdasarkan analisis teori tersebut maka dapat disimpulkan determinan keputusan ibu hamil untuk melakukan pertolongan persalinan dipengaruhi oleh faktor karakteristik ibu hamil, keluarga, petugas kesehatan serta masyarakat itu sendiri yang didukung oleh sarana dan perasarana pelayanan kesehatan. Hasil penelitian Karjono (2013) menemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil (X 2 =20,79; p=0,003), akses pelayanan kesehatan (X 2 =10,34; p=0,006), sumber informasi (X 2 =6,15; p=0,011) peran orang tua (X 2 =10,64;p=0,002), dan peran tokoh masyarakat (X 2 =10,21; p=0,006) dengan penolong persalinan pada ibu hamil di Kabupaten Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun Hasil penelitian tersebut juga menemukan bahwa peran orang tua merupakan salah satu faktor dominan dalam menentukan penolong persalinan OR=2,018; p=0,013; CI=1,160-3,510; R 2 =0,126. Penelitian sejenis juga pernah dilakukan oleh Endang (2010) menemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan keputusan memilih penolong persalinan (p=0,001) pada masyarakat Suku Sasak di Kecamatan Pujut tahun Merujuk dari permasalahan dan tradisi masyarakat tersebut di atas serta didukung oleh hasil penelitian terdahulu maka perlu dilakukan sebuah penelitian dan menemukan model intervensi pada judul penelitian tradisi betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong persalinan pada masyarakat Suku Sasak di Wilayah Puskesmas Bagu Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 1.2 Rumusan Masalah a. Apakah ada pengaruh isi betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat?. b. Apakah ada pengaruh cara betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat?. c. Apakah ada pengaruh kapan betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat?.

5 5 d. Apakah ada pengaruh frekuensi betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat?. e. Apakah ada pengaruh lama betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat?. f. Apakah ada pengaruh rentang waktu betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong persalinan pada masyarakat Suku Sasak di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat?. 1.3 Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum a. Menganalisis tradisi betuturan Ibu terhadap keputusan memilih penolong Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. b. Menghasilkan bentuk intervensi kesehatan terhadap tradisi betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong persalinan pada masyarakat Suku Sasak di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2. Tujuan Khusus 1. Menganalisis pengaruh isi betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2. Menganalisis pengaruh cara betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 3. Menganalisis pengaruh kapan betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 4. Menganalisis pengaruh frekuensi betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong persalinan pada masyarakat Suku Sasak di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

6 6 5. Menganalisis pengaruh lama betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 6. Menganalisis rentang waktu betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 7. Menemukan model intervensi tradisi betuturan kerabat keluarga terhadap keputusan memilih penolong persalinan pada masyarakat Suku Sasak di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 1.4 Manfaat Penelitian a. Akademik 1) Menambah pengalaman dan kemampuan peneliti dalam menjalankan penelitian operasional pada masyarakat. 2) Sebagai bagian dari pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang penelitian. b. Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB 1) Sebagai acuan perencanaan ke depan terkait dengan rencana penolong persalinan. 2) Sebagai pendudukung pelaksanaan Program Kesehatan Ibu dan Anak. c. Masyarakat Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB 1) Menambah pengetahuan dan kemampuan masyarakat khususnya ibu hamil dalam merencanakan persalinan yang sehat. 2) Sebagai landasan untuk melakukan intervensi sehingga masyarakat Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah memiliki derajat kesehatan Ibu dan Anak lebih baik. II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teori Perilaku merupakan hasil dari segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Pembentukan perilaku masyarakat dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor predisposisi (pengetahuan, sikap, tradisi (kepercayaan) dan norma masyarakat), faktor pendukung (sarana pelayanan, fasilitas kesehatan, akses pelayanan, biaya persalinan) dan faktor

7 7 pendorong (petugas kesehatan, tingkat kepuasan, kenyamanan, peran tokoh masyarakat/tokoh agama dan peran orang tua/mertua) itu sendiri. Perubahan perilaku masyarakat yang didasari oleh pengetahuan, kesadaran dan sikap yang positif, maka perilaku tersebut akan bersifat langgeng (long lasting). Pembentukan perilaku masyarakat selain datang dari ketiga faktor tersebut, perilaku masyarakat juga terbentuk yang berasal dari dalam maupun dari luar perilaku masyarakat tersebut. Pembentukan perilaku masyarakat khususnya ibu hamil sangat erat kaitanya dengan budaya dan tradisi masyarakat setempat yaitu tradisi betuturan ibu kepada anaknya terkait dengan pengalaman yang dirasakan oleh ibu kandung/mertua dengan pengalaman masalalunya. Perubahan perilaku masyarakat (ibu hamil) ke arah yang lebih baik mempermudah dalam pengambilan keputusan termasuk di dalam mengambil keputusan memilih penolong persalinan yang diinginkan. Penolong persalinan yang dimaksud di sini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tenaga profesional (tenaga kesehatan) dan dukun bayi. Keputusan memilih penolong persalinan seharusnya semua persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan karena keputusan ibu hamil tersebut merupakan salah satu bentuk perubahan perilaku masyarakat ke arah yang positif sesuai dengan harapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) rangka menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi. Penguat 1. Pengetahuan 2. Sikap 3. Tradisi Kepercayaan) 4. Norma Masyarakat Pendukung 1.Sarana Pelayanan 2.Fasilitas Kesehatan 3.Akses Pelayanan 4.Biaya Persalinan 5.Jumlah Informasi Pendorong 1.Petugas Kesehatan 2.Tingkat Kepuasan 3.Kenyamanan 4.Peran Tokoh Masyarakat 5.Peran Orang Tua Faktor Dalam Perilaku Keputusan Memilih Penolong Persalinan Faktor Luar Perilaku

8 8 2.2 Kerangka Konsep Kerangka konsep penelitian ini dapat disajikan pada bagan di bawah ini: Predisposisi Pengetahuan Sikap Tradisi (Kepercayaan) Norma Masyarakat Pendukung Sarana Pelayanan Fasilitas Kesehatan Akses Pelayanan Biaya Persalinan Jumlah Informasi Pendorong Petugas Kesehatan Tingkat Kepuasan Kenyamanan Peran Tokoh Masyarakat Betuturan Ibu Peran Suami Ibu Hamil Keputusan Memilih Penolong Persalinan Keterangan : : Diteliti : Tidak diteliti

9 9 2.3 Hipotesis 1. Ada pengaruh isi betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong persalinan di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2. Ada pengaruh cara betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong persalinan di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 3. Ada pengaruh kapan betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong persalinan di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 4. Ada pengaruh frekuensi betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong persalinan di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 5. Ada pengaruh lama betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong persalinan di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 6. Ada rentang waktu betuturan ibu terhadap keputusan memilih penolong persalinan di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2.4 Batasan Operasional Tabel 1. Batasan Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Pengukuran No Variabel Definisi Operasional Penilaian Skala Data 1 Isi Betuturan Isi betuturan yang terkait kehamilan Wawancara Nominal dengan pengalaman persalinan masa lalu seorang ibu yang diceritakan kembali kepada anaknya secara turun temurun. 2 Cara Betuturan Cara ibu dalam menyampaikan isi Wawancara Ordinal betuturan tersebut kepada anaknya secara turun menurun. 3 Kapan Betuturan Waktu yang sering dipergunakan Wawancara Ordinal

10 10 oleh seorang ibu untuk melakukan betuturan kepada anaknya sejak hamil sampai melahirkan 4 Frekuensi Berapa kali seorang ibu melakukan Betuturan betuturan kepada anaknya sejak hamil sampai peruses melahirkan 5 Dimana betuturan Lokasi/tempat yang biasa dipergunakan oleh seorang ibu melakukan betuturan kepada anakanya selama hamil sampai proses persalinan 6 Lama Betuturan Jeda waktu yang dipergunakan oleh seorang ibu untuk melakukan betuturan kepada anaknya selama hamil sampai peroses kehamilan 7 Rentang Waktu Jarak waktu betuturan ibu kapada Betuturan anaknya sampai memutuskan untuk memilih penolong, lokasi persalinan yang dilakukan oleh ibu hamil Wawancara Wawancara Wawancara Wawancara Interval Nominal Interval Interval

11 11 III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan observasional (cross-sectional) yaitu peneliti melakukan observasi atau pengukuran variabel pada saat waktu yang sama dan dilakukan satu kali saja (Sudigdo, 2011). 3.2 Tempat dan Waktu a. Tempat Penelitian dilakukan di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. b. Waktu Bulan sampai dengan bulan Populasi dan Sampel a. Populasi Penelitian Seluruh Ibu yang tinggal di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah dan memiliki anak yang sudah melahirkan di tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan tahun b. Sampel Penelitian Sebagian ibu yang memiliki anak yang sudah melahirkan di tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan tahun Kreteria Inklusi dan Ekslusi a. Kreteria Inklusi 1) Bersedia menjadi sampel penelitian 2) Mampu berkomunikasi dengan baik dan mengerti bahasa sasak 3) Bedomisisli di Wilayah Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah dan suku sasak 4) Memiliki orang tua/mertua b. Kretiria Ekslusi Sampel penelitian akan diekslusi apabila sampel tersebut tidak bersedia menjadi sampel, bukan suku sasak (pendatang) dan tidak ditemukan pada saat dilakukan penelitian karena menolak atau karena alasan lain. 3.5 Intrumen dan Cara Pengumpulan Data Bahan dan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur masing-masing variabel menggunakan alat bantu dengan pertanyaan terstruktur yang sudah dilakukan uji validitas konstruksi (construct validity) yaitu dengan cara mengkorelasikan

12 12 skor tiap butir pertanyaan dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir pertanyan. Bila nilai koefesien korelasi masing-masing item pertanyaan tersebut positif dan lebih atau sama dengan 0,3 maka tersebut memiliki kontruksi yang baik dan valid (Sugiyono, 2008). 3.6 Manajemen Data 1. Editing Dalam melakukan editing data perlu diperhatikan beberapa hal antara lain : a. Memeriksa kelengkapan data hasil penelitian. b. Memeriksa kesinambungan data hasil penelitian. c. Memeriksa keseragaman data hasil penelitian. 2. Coding Setelah dilakukan editing data meka perlu dilakukan pengkodean (coding) dengan tujuan untuk mempermudah dalam menganalisis data yang ingin dicari berdasarkan bentuk pertanyaan terbuka maupun pertanyaan tertutup untuk menggali informasi kepada responden penelitian. 3. Tabulating Pengelompokan data dalam bentuk tabel, grafik berdasarkan sifat-sifat data yang didapatkan berdasarkan hasil penelitian. Tabulasi data dapat dilakukan dalam bentuk : a. Menyusun data yang tersedia menurut urutan data yang dibutuhkan. b. Pengelompokan dan menghitung jumlah masing-masing variabel yang dibutuhkan untuk mempermudah dalam menganalisis data. 3.7 Analisa Data 1. Analisis secara univariat bertujuan untuk mendiskripsikan distribusi frekuensi masing-masing variabel penelitian baik variabel bebas maupun variabel terikat. 2. Analisis secara bivariate bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan antara variable bebas dengan variable terikat. 3. Analisis secara multivariate bertujuan Analisis secara multivariat bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersamaan.

13 13 Daftar Kepustakaan Badan Pusat Statistik (BPS) Indikator Kesehatan Anak. Jakarta. Bapenas Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium di Indonesia Jakarta. Bungsu Dukun Bayi Sebagai Pilihan Utama Tenaga Penolong Persalinan. Jurnal Penelitian UNIB Vol. VII No. 2. Depkes RI. 2007a. Indonesia Health Profil Ministri of Health Republic of Indonesia. Jakarta. Dikes Lombok Tengah 2013, Profil dan Laporan Tahunan Tahun Endang, Hubungan peran orang tua dengan keputusan memilih penolong persalinan pada ibu hamil pada masyarakat Suku Sasak di Kecamatan Pujut tahun Evistron, J Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Memilih Penolong Persalinan Pada Ibu Hamil Dikecamatan Babul Rahmah Kabupaten Aceh Tenggara (tesis) Universitas Sumatra Utara. Gita, S Model Sosial dan Pemilihan Dukun Dalam Peroses Persalinan: Apakah Relevan. Makara. Kesehatan. Vol. 14. No. 1 Juni 2010 (11-16). Karjono, Pengetahuan sebagai faktor utama dalam mengambil keputusan memilih penolong persalinan pada ibu hamil di Kab. Lombok Tengah. Public health and preventive medicine archive. Vol. 1 Nomor 1, Juni 2013 Notoadmodjo Kesehatan Masyarakat, Ilmu dan Seni. Rineka Cipta: Jakarta. Prawirohardjo Dokumentasi Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka : Jakarta. Sudigdo Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis, Jakarta: Binarupa Aksara. Sugiyono Metode Penelitian Administrasi. Alpabeta. Bandung. Sulistiadi Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Ibu Dalam Melakukan Kunjungan ANC di Kabupaten Belitung Tahun 2000 (tesis): Pascasarjana UI. Suyanto Riset Kebidanan Metodologi dan Aplikasi. Jogjakarta: Mitra Cendikia Prss.

I. PENDAHULUAN. dalam bidang kesehatan. Sampai saat ini Angka Kematian Ibu (AKI) di. Indonesia menempati teratas di Negara-negara ASEAN, yaitu 228 per

I. PENDAHULUAN. dalam bidang kesehatan. Sampai saat ini Angka Kematian Ibu (AKI) di. Indonesia menempati teratas di Negara-negara ASEAN, yaitu 228 per 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia kematian ibu melahirkan masih merupakan masalah utama dalam bidang kesehatan. Sampai saat ini Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia menempati teratas di

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN. Lia Amalia (e-mail: lia.amalia29@gmail.com)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN. Lia Amalia (e-mail: lia.amalia29@gmail.com) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN Lia Amalia (e-mail: lia.amalia29@gmail.com) Jurusan Kesehatan Masyarakat FIKK Universitas Negeri Gorontalo ABSTRAK: Dalam upaya penurunan

Lebih terperinci

Jurnal Kesehatan Kartika 27

Jurnal Kesehatan Kartika 27 HUBUNGAN MOTIVASI KERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL DENGAN KEPATUHAN PENDOKUMENTASIAN KARTU IBU HAMIL DI PUSKESMAS UPTD KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2008 Oleh : Yulia Sari dan Rusnadiah STIKES A. Yani Cimahi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4 adalah untuk

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4 adalah untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah

Lebih terperinci

FACTORS-FACTORS WITH ROLE RELATED MIDWIFE VILLAGE IN EFFORT DERIVE MATERNAL MORTALITY WORKING WOMEN HEALTH REGION LHOONG DISTRICT OF ACEH BESAR

FACTORS-FACTORS WITH ROLE RELATED MIDWIFE VILLAGE IN EFFORT DERIVE MATERNAL MORTALITY WORKING WOMEN HEALTH REGION LHOONG DISTRICT OF ACEH BESAR FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAN BIDAN DESA DALAM UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU HAMIL DIWILAYAH KERJA LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2012 FACTORS-FACTORS WITH ROLE RELATED MIDWIFE VILLAGE

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan jumlah kematian perinatal sebesar 10.000 orang. Dari jumlah

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan jumlah kematian perinatal sebesar 10.000 orang. Dari jumlah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut WHO jumlah kematian ibu sekitar 500.000 persalinan hidup, sedangkan jumlah kematian perinatal sebesar 10.000 orang. Dari jumlah kematian ibu dan perinatal tersebut,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. wanita. Pada proses ini terjadi serangkaian perubahan besar yang terjadi

BAB I PENDAHULUAN. wanita. Pada proses ini terjadi serangkaian perubahan besar yang terjadi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan merupakan suatu proses fisiologis yang dialami oleh wanita. Pada proses ini terjadi serangkaian perubahan besar yang terjadi pada ibu untuk dapat melahirkan

Lebih terperinci

POLICY UPDATE WIKO SAPUTRA

POLICY UPDATE WIKO SAPUTRA POLICY UPDATE Arah dan Strategi Kebijakan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA) di Indonesia WIKO SAPUTRA Peneliti Kebijakan Ekonomi dan Publik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang khusus agar ibu dan janin dalam keadaan sehat. Karena itu kehamilan yang

BAB I PENDAHULUAN. yang khusus agar ibu dan janin dalam keadaan sehat. Karena itu kehamilan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehamilan merupakan proses reproduksi yang normal, tetapi perlu perawatan diri yang khusus agar ibu dan janin dalam keadaan sehat. Karena itu kehamilan yang normal

Lebih terperinci

Perencanaan Persalinan Peserta Kelas Ibu Hamil

Perencanaan Persalinan Peserta Kelas Ibu Hamil Perencanaan Persalinan Peserta Kelas Ibu Hamil Siti Rahmadani Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I Email : aksarahmadani@gmail.com Abstrak Angka kematian ibu yang tinggi di indonesia menjadi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. yang dapat diceritakan ke orang lain. Memori melahirkan, peristiwa dan orang-orang

BAB 1 PENDAHULUAN. yang dapat diceritakan ke orang lain. Memori melahirkan, peristiwa dan orang-orang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persalinan merupakan salah satu peristiwa penting dan senantiasa diingat dalam kehidupan wanita. Setiap wanita memiliki pengalaman melahirkan tersendiri yang dapat

Lebih terperinci

KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN BAYI DI KAB TRENGGALEK

KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN BAYI DI KAB TRENGGALEK KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN BAYI DI KAB TRENGGALEK Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi di Kabupaten Trenggalek merupakan suatu bentuk kerja sama antara bidan dan dukun dengan tujuan meningkatkan akses ibu dan

Lebih terperinci

GAMBARAN CARA PERAWATAN TALI PUSAT DAN LAMA WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN BAKI SUKOHARJO

GAMBARAN CARA PERAWATAN TALI PUSAT DAN LAMA WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN BAKI SUKOHARJO GAMBARAN CARA PERAWATAN TALI PUSAT DAN LAMA WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN BAKI SUKOHARJO SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Meraih Derajat Sarjana

Lebih terperinci

Imelda Erman, Yeni Elviani Dosen Prodi Keperawatan Lubuklinggau Politeknik Kesehatan Palembang ABSTRAK

Imelda Erman, Yeni Elviani Dosen Prodi Keperawatan Lubuklinggau Politeknik Kesehatan Palembang ABSTRAK HUBUNGAN PARITAS DAN SIKAP AKSEPTOR KB DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI KELURAHAN MUARA ENIM WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2012 Imelda Erman, Yeni Elviani

Lebih terperinci

ANALISIS ALASAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN OLEH IBU BERSALIN DI KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2013

ANALISIS ALASAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN OLEH IBU BERSALIN DI KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2013 ANALISIS ALASAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN OLEH IBU BERSALIN DI KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2013 1) Akper Ngudi Waluyo Ungaran ABSTRAK AKI dan AKB di Kabupaten Semarang masih tinggi yaitu 146,24/100.000

Lebih terperinci

PONED sebagai Strategi untuk Persalinan yang Aman

PONED sebagai Strategi untuk Persalinan yang Aman PONED sebagai Strategi untuk Persalinan yang Aman Oleh: Dewiyana* Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) adalah pelayanan untuk menanggulangi kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal yang

Lebih terperinci

Aplikasi System Dynamic pada Model Perhitungan Indikator Millennium Development Goals (MDGs)

Aplikasi System Dynamic pada Model Perhitungan Indikator Millennium Development Goals (MDGs) 45 Aplikasi System Dynamic pada Model Perhitungan Indikator Millennium Development Goals (MDGs) A Mufti Kepala Bagian Data & Informasi Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium

Lebih terperinci

PERSEPSI IBU BAYI TENTANG PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH DUKUN DI KECAMATAN BALANTAK UTARA KABUPATEN BANGGAI TAHUN 2013. Ramli

PERSEPSI IBU BAYI TENTANG PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH DUKUN DI KECAMATAN BALANTAK UTARA KABUPATEN BANGGAI TAHUN 2013. Ramli Promosi Kesehatan PERSEPSI IBU BAYI TENTANG PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH DUKUN DI KECAMATAN BALANTAK UTARA KABUPATEN BANGGAI TAHUN 2013 Ramli Abstrak Usaha untuk penurunan AKI/AKB telah menjadi arus utama

Lebih terperinci

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG BAYI DI PUSKSMAS ANTANG KOTA MAKASSAR

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG BAYI DI PUSKSMAS ANTANG KOTA MAKASSAR GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG BAYI DI PUSKSMAS ANTANG KOTA MAKASSAR Novendra Charlie Budiman, Muh. Askar, Simunati Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan STIKES Nani Hasanuddin Makassar Dosen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau rancangan penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian diarahkan untuk mendiskripsikan suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo,

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Kehamilan merupakan proses alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita. Lama kehamilan sampai aterm adalah 280 sampai 300 hari atau 39

PENDAHULUAN Kehamilan merupakan proses alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita. Lama kehamilan sampai aterm adalah 280 sampai 300 hari atau 39 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS TERHADAP PERILAKU ANC PUSKESMAS LATAMBAGA KABUPATEN KOLAKA The Relationship Of Knowledge And Attitude Of Pregnant

Lebih terperinci

KONTRIBUSI PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN UNTUK MENCEGAH KEMATIAN IBU DI PROVINSI SUMATERA SELATAN

KONTRIBUSI PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN UNTUK MENCEGAH KEMATIAN IBU DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No.1 April 2009 KONTRIBUSI PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN UNTUK MENCEGAH KEMATIAN IBU DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Ekowati Retnaningsih 1 Abstract In the year 2004, maternal

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN OLEH IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROMBONG KELURAHAN BAROMBONG

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN OLEH IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROMBONG KELURAHAN BAROMBONG Jurnal Kesehatan Volume II No. 4 Tahun 2009 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN OLEH IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROMBONG KELURAHAN BAROMBONG Asriani Staf Pengajar

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen kategori cukup yaitu pada interval 50-57 dengan nilai rata-rata 55. BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang penulis peroleh selama mengadakan penelitian, maka pada bab ini akan dianalisa dengan

Lebih terperinci

Farid Husin Prodi S2 Kebidanan FKUP International Conference on Women s Health in Science & Engineering, Bandung 6 Desember 2012

Farid Husin Prodi S2 Kebidanan FKUP International Conference on Women s Health in Science & Engineering, Bandung 6 Desember 2012 Farid Husin Prodi S2 Kebidanan FKUP International Conference on Women s Health in Science & Engineering, Bandung 6 Desember 2012 SISTEMATIKA 1 Analisis Hambatan dalam penurunan AKI/AKB Penerapan Standar

Lebih terperinci

Diah Eko Martini ...ABSTRAK...

Diah Eko Martini ...ABSTRAK... PERBEDAAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT BAYI BARU LAHIR YANG MENDAPATKAN PERAWATAN MENGGUNAKAN KASSA KERING DAN KOMPRES ALKOHOL DI DESA PLOSOWAHYU KABUPATEN LAMONGAN Diah Eko Martini.......ABSTRAK....... Salah

Lebih terperinci

DETERMINAN MOTIVASI BIDAN DALAM MEMATUHI SOP PERTOLONGAN PERSALINAN DI KABUPATEN BANYUASIN DAN KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2010

DETERMINAN MOTIVASI BIDAN DALAM MEMATUHI SOP PERTOLONGAN PERSALINAN DI KABUPATEN BANYUASIN DAN KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2010 DETERMINAN MOTIVASI BIDAN DALAM MEMATUHI SOP PERTOLONGAN PERSALINAN DI KABUPATEN BANYUASIN DAN KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2010 Ekowati Retnaningsih ABSTRAK Di provinsi Sumatera Selatan

Lebih terperinci

HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSU MEURAXA BANDA ACEH

HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSU MEURAXA BANDA ACEH HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSU MEURAXA BANDA ACEH NURLAILA RAMADHAN 1 1 Tenaga Pengajar Pada STiKes Ubudiyah Banda Aceh Abtract

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN KONSEP DIRI PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROV.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN KONSEP DIRI PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROV. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN KONSEP DIRI PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROV. SULAWESI SELATAN Beatris F. Lintin 1. Dahrianis 2. H. Muh. Nur 3 1 Stikes Nani Hasanuddin

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS, PENELUSURAN DATA KOHORT DAN RENCANA TINDAK LANJUT

BAB V ANALISIS, PENELUSURAN DATA KOHORT DAN RENCANA TINDAK LANJUT BAB V ANALISIS, PENELUSURAN DATA KOHORT DAN RENCANA TINDAK LANJUT A. Analisis A n a lis is adal ah suat u pem eri ksaan dan evaluasi dari suat u inf or m asi yang sesuai dan r el evant dalam menyeleksi

Lebih terperinci

Ekowati Retnaningsi dan Nuryanto

Ekowati Retnaningsi dan Nuryanto KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP STANDAR OPERASIOANAL PROSEDUR PERTOLONGAN PERSALINAN UNTUK MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Ekowati Retnaningsi dan Nuryanto ABSTRAK Tujuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Lingkup penelitian ini mempelajari analisis mutu dan pengaruhnya terhadap keputusan pasien BPJS ASKES memilih layanan kesehatan di Rumah Sakit Dr

Lebih terperinci

50 Media Bina Ilmiah ISSN No. 1978-3787

50 Media Bina Ilmiah ISSN No. 1978-3787 50 Media Bina Ilmiah ISSN No. 1978-3787 PERBEDAAN TUMBUH KEMBANG ANAK 1 3 TAHUN DARI YANG DILAHIRKAN DAN NON DIWILAYAH PUSKESMAS MENINTING KABUPATEN LOMBOK BARAT Oleh: Maria Ulfah STIKES Yahya Bima Abstrak:

Lebih terperinci

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN ii iii iv vi viii x xii xiii BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Posyandu wilayah binaan Puskesmas Kelurahan Duri Kepa Jakarta Barat. Puskesmas ini terletak di Jalan Angsana Raya

Lebih terperinci

ISSN No. 1978-3787 Media Bina Ilmiah 19

ISSN No. 1978-3787 Media Bina Ilmiah 19 ISSN No. 1978-3787 Media Bina Ilmiah 19 PERBEDAAN BERAT BADAN BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN PARTUS LAMA KALA II DI RUANG VK TERATAI RSUP NTB Oleh: Linda Meliati Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes

Lebih terperinci

SITUASI UPAYA KESEHATAN JAKARTA PUSAT

SITUASI UPAYA KESEHATAN JAKARTA PUSAT SITUASI UPAYA KESEHATAN JAKARTA PUSAT A.UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK Salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah pelayanan kesehatan dasar. UU no.3 tahun 2009 tentang

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian ini berjudul Studi deskriptif mengenai tingkat kematangan bawahan pada pramugara PT X Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kematangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.1 Sedangkan penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis

Lebih terperinci

Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan, Keteraturan Pemeriksaan Kehamilan (ANC)

Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan, Keteraturan Pemeriksaan Kehamilan (ANC) PENGARUH PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I DAN II TENTANG DETEKSI DINI KOMPLIKASI KEHAMILAN DENGAN KETERATURAN ANC Ninik Suhartini Akademi Kebidanan Pamenang Pare, Kediri ABSTRAK Tingginya angka kematian

Lebih terperinci

KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN BAYI : Sebuah Inovasi dalam Pelayanan Publik

KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN BAYI : Sebuah Inovasi dalam Pelayanan Publik KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN BAYI : Sebuah Inovasi dalam Pelayanan Publik Renny Savitri Peneliti Pertama Pusat Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Email : savitri_renny@yahoo.com PENDAHULUAN Indonesia

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN MOTIVASI KUNJUNGAN ULANG DI POS KESEHATAN DESA KARANGKEPOH KARANGGEDE BOYOLALI TAHUN 2012.

HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN MOTIVASI KUNJUNGAN ULANG DI POS KESEHATAN DESA KARANGKEPOH KARANGGEDE BOYOLALI TAHUN 2012. HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN MOTIVASI KUNJUNGAN ULANG DI POS KESEHATAN DESA KARANGKEPOH KARANGGEDE BOYOLALI TAHUN 2012 Oleh Etik Sulistyorini 1) dan Tutik Hartanti 2) 1) Dosen

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANC DI KLINIK DINA BROMO UJUNG LINGKUNGAN XX MEDAN TAHUN 2013

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANC DI KLINIK DINA BROMO UJUNG LINGKUNGAN XX MEDAN TAHUN 2013 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANC DI KLINIK DINA BROMO UJUNG LINGKUNGAN XX MEDAN TAHUN 2013 Oleh: ARIHTA BR. SEMBIRING Dosen Poltekkes Kemenkes

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Yang menjadi obyek dalam peneitian ini adalah Bait Maal Wa Tamwil (BMT Ikhlasul Amal Indramayu). Penelitian ini dilakukan di BMT Ikhlasul Amal Indramayu

Lebih terperinci

Abstrak. iii. Universitas Kristen Maranatha

Abstrak. iii. Universitas Kristen Maranatha Abstrak Maksud dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data mengenai expectancy-task value pada perawat RSB X Ciamis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran mengenai expectancy

Lebih terperinci

DAFTAR ISI JATIM DALAM ANGKA TERKINI TAHUN 2012-2013 TRIWULAN I

DAFTAR ISI JATIM DALAM ANGKA TERKINI TAHUN 2012-2013 TRIWULAN I DAFTAR ISI JATIM DALAM ANGKA TERKINI TAHUN 2012-2013 TRIWULAN I 1 DERAJAT KESEHATAN (AHH, AKB DAN AKI) 2 STATUS GIZI KURANG DAN GIZI BURUK PADA BALITA 3 JUMLAH RUMAH SAKIT BERDASARKAN KEPEMILIKAN DAN PELAYANAN

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

Lebih terperinci

PANDUAN PENERAPAN PRAKTIK CERDAS JAMINAN RUJUKAN PERSALINAN BAGI IBU HAMIL RISIKO TINGGI

PANDUAN PENERAPAN PRAKTIK CERDAS JAMINAN RUJUKAN PERSALINAN BAGI IBU HAMIL RISIKO TINGGI A JAMINAN RUJUKAN PERSALINAN BAGI IBU HAMIL RISIKO TINGGI Praktik Cerdas ini didukung oleh Proyek BASICS melalui mekanisme BASICS Responsive Initiative pada tahun 2010-2013 Penulis Tim BASICS Penyunting

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian...

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian... ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai derajat tingkah laku prososial pada remaja usia 13-15 tahun dalam masyarakat Kasepuhan kawasan Gunung Halimun Jawa Barat. Sesuai dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus investasi untuk keberhasilan pembangunan bangsa. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mencapai Indonesia Sehat,

Lebih terperinci

HUBUNGAN TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA MISRINA

HUBUNGAN TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA MISRINA ,Jurnal Karya Tulis Ilmiah HUBUNGAN TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA MISRINA Mahasiswi Pada STIKes U Budiyah

Lebih terperinci

BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN

BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN YANG BERKUALITAS Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan

Lebih terperinci

PERUBAHAN PEMILIHAN PENOLONG DAN TEMPAT PERSALINAN IBU MULTIPARA DI DAERAH PEDESAAN KECAMATAN PA JUKUKANG KABUPATEN BANTAENG

PERUBAHAN PEMILIHAN PENOLONG DAN TEMPAT PERSALINAN IBU MULTIPARA DI DAERAH PEDESAAN KECAMATAN PA JUKUKANG KABUPATEN BANTAENG PERUBAHAN PEMILIHAN PENOLONG DAN TEMPAT PERSALINAN IBU MULTIPARA DI DAERAH PEDESAAN KECAMATAN PA JUKUKANG KABUPATEN BANTAENG PATTERN TYPES OF DELIVERY ASSISTANCE AND PLACE OF DELIVERY AMONG MULTIPAROUS

Lebih terperinci

HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA

HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA KARYA TULIS ILMIAH Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR GRAFIK...

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR GRAFIK... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR GRAFIK... I II VII VIII X BAB I PENDAHULUAN BAB II GAMBARAN UMUM KOTA BANDUNG A. GEOGRAFI... 4 B. KEPENDUDUKAN / DEMOGRAFI...

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk ,,* N _ PENn. \. I s ^ rut r >, Wit al" BAB III 3w^v METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan tugas atau

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TEMPAT PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIPUCANG KABUPATEN PANGANDARAN PROVINSI JAWA BARAT

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TEMPAT PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIPUCANG KABUPATEN PANGANDARAN PROVINSI JAWA BARAT FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TEMPAT PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIPUCANG KABUPATEN PANGANDARAN PROVINSI JAWA BARAT Ejawati *), Puji Pranowowati, SKM. M.Kes **), Fitria Primi

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA JARAK KELAHIRAN YANG DEKAT DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-3 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDONG BOYOLALI

HUBUNGAN ANTARA JARAK KELAHIRAN YANG DEKAT DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-3 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDONG BOYOLALI 0 HUBUNGAN ANTARA JARAK KELAHIRAN YANG DEKAT DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-3 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDONG BOYOLALI Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Meraih Derajat Sarjana

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA CARA BELAJAR, HASIL BELAJAR MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN I DENGAN KEMAMPUAN ANTENATAL CARE MAHASISWA TINGKAT II AKKES SWAKARSA TAHUN

HUBUNGAN ANTARA CARA BELAJAR, HASIL BELAJAR MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN I DENGAN KEMAMPUAN ANTENATAL CARE MAHASISWA TINGKAT II AKKES SWAKARSA TAHUN HUBUNGAN ANTARA CARA BELAJAR, HASIL BELAJAR MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN I DENGAN KEMAMPUAN ANTENATAL CARE MAHASISWA TINGKAT II AKKES SWAKARSA TAHUN 2012/2013 ABSTRAK Berdasarkan UU RI No. 20 Tahun 2003

Lebih terperinci

pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012

pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012 pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012 Variabel: suatu objek yang dapat memiliki lebih dari satu nilai. Contoh variabel: Jenis kelamin: ada dua

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Rumah sakit merupakan salah satu unit usaha yang memberikan pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu pelayanan kesehatan yang diberikan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu sebagai factor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau segala

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu sebagai factor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau segala BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Menurut Sumadi suryabrata, variable sering dikatakan sebagai gejala yang menjadi obyek pengamatan penelitian. Sering juga dinyatakan variable penelitian

Lebih terperinci

HUBUNGAN PERSALINAN KALA II LAMA DENGAN ASFIKSIA BAYI BARU. LAHIR DI RSUD.Dr.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2011. Husin :: Eka Dewi Susanti

HUBUNGAN PERSALINAN KALA II LAMA DENGAN ASFIKSIA BAYI BARU. LAHIR DI RSUD.Dr.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2011. Husin :: Eka Dewi Susanti HUBUNGAN PERSALINAN KALA II LAMA DENGAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR DI RSUD.Dr.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2011 Husin :: Eka Dewi Susanti ISSN : 2086-3454 VOL 05. NO 05 EDISI 23 JAN 2011 Abstrak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, pada Pasal 5 ayat 2

BAB I PENDAHULUAN. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, pada Pasal 5 ayat 2 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan nasional salah satunya adalah agar setiap penduduk mendapatkan hak-hak kesehatannya seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 36

Lebih terperinci

BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH

BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH 5.1. Sasaran Pokok dan Arah Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tujuan akhir pelaksanaan pembangunan jangka panjang daerah di Kabupaten Lombok Tengah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menular maupun tidak menular (Widyaningtyas, 2006). bayi dan menempati posisi pertama angka kesakitan balita.

BAB I PENDAHULUAN. menular maupun tidak menular (Widyaningtyas, 2006). bayi dan menempati posisi pertama angka kesakitan balita. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengetahuan yang ibu peroleh dapat menentukan peran sakit maupun peran sehat bagi anaknya. Banyak ibu yang belum mengerti serta memahami tentang kesehatan anaknya, termasuk

Lebih terperinci

KOMPETENSI BIDAN INDONESIA

KOMPETENSI BIDAN INDONESIA KOMPETENSI BIDAN INDONESIA PP-IBI PENDAHULUAN Bidan membuat kontribusi besar bagi kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir di negara mereka. Pelayanan kebidanan merupan aspek penting dalam pelayanan kesehatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data 3.1.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh nantinya berupa angka. Dari angka

Lebih terperinci

Karya Tulis Ilmiah. Disusun oleh: RASTIFIATI 20080320108

Karya Tulis Ilmiah. Disusun oleh: RASTIFIATI 20080320108 HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN PRIMIGRAVIDA TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA Karya Tulis Ilmiah Disusun dan Diajukan untuk

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PADA MINIMARKET INDOMARET DENGAN ALFAMART DI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS

ANALISIS PERBANDINGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PADA MINIMARKET INDOMARET DENGAN ALFAMART DI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS 1 ANALISIS PERBANDINGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PADA MINIMARKET INDOMARET DENGAN ALFAMART DI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan

Lebih terperinci

PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN. Stefani Gita Cakti. Erly Suandy

PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN. Stefani Gita Cakti. Erly Suandy PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN Stefani Gita Cakti Erly Suandy Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari 43-44 Yogyakarta.

Lebih terperinci

DESI MAHFUDHAH 1. Intisari

DESI MAHFUDHAH 1. Intisari HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PEKERJAAN IBU TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA REUKIH DAYAH KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR THE RELATIONSHIPBETWEENT KNOWLEDGE,

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Renstra Dikes NTB 09-13 36

KATA PENGANTAR. Renstra Dikes NTB 09-13 36 KATA PENGANTAR Puji Syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa senantiasa kita panjatkan dan atas Rahmat dan Karunia-nya maka Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat menyelesaikan Dokumen Rencana

Lebih terperinci

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Baiq Neni Sugiatni, Jumailiyah, dan Baiq Rohiyatun Administrasi pendidikan, FIP IKIP Mataram Email :Baiqnenysugiatni@gmail.com

Lebih terperinci

JAMINAN MUTU LAYANAN KESEHATAN

JAMINAN MUTU LAYANAN KESEHATAN Mutu Asuhan JAMINAN MUTU LAYANAN KESEHATAN Menurut Jacobalis(1989) Dua pendekatan: 1. Pendekatan kesehatan masyarakat(public healt) 2. Pendekatan Institusional(individu) Pendekatan Kesehatan Masyarakat

Lebih terperinci

FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi.

FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi. FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi. Disampaikan Pada: DIKLAT KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SILIWANGI PERIODE II TAHUN AKADEMIK 2011/2012 FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Bagian

Lebih terperinci

Jakarta, Maret 2013 Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, DR. Sudibyo Alimoeso, MA

Jakarta, Maret 2013 Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, DR. Sudibyo Alimoeso, MA 1 SAMBUTAN Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan SDM seutuhnya dimana untuk mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas harus dimulai sejak usia dini. Berbagai studi menunjukkan bahwa periode

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013 Zuraidah, Yeni Elviani Dosen Prodi Keperawatan Lubuklinggau Politeknik

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN PEMIKIRAN

BAB II LANDASAN PEMIKIRAN BAB II LANDASAN PEMIKIRAN 1. Landasan Filosofis Filosofi ilmu kedokteran Ilmu kedokteran secara bertahap berkembang di berbagai tempat terpisah. Pada umumnya masyarakat mempunyai keyakinan bahwa seorang

Lebih terperinci

penulis adalah pendekatan sosiologis, pedagogis, dan filosofis.

penulis adalah pendekatan sosiologis, pedagogis, dan filosofis. ( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.word-to-pdf-converter.netbab III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah Field Rescarch. Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Rumah sakit sebagai institusi penyedia jasa pelayanan kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Rumah sakit sebagai institusi penyedia jasa pelayanan kesehatan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit merupakan sarana penyedia layanan kesehatan untuk masyarakat. Rumah sakit sebagai institusi penyedia jasa pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2014 TENTANG TENAGA KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2014 TENTANG TENAGA KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2014 TENTANG TENAGA KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa tenaga kesehatan memiliki peranan penting

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

PETUNJUK TEKNIS SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PETUNJUK TEKNIS SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DINAS KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2011 PETUNJUK TEKNIS SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI NUSA

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Mataram, Juli 2011. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat

KATA PENGANTAR. Mataram, Juli 2011. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya atas karunia dan limpahan rahmatnya Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2010 ini dapat

Lebih terperinci

Kata Kunci: Posisi Dorsal Recumbent, Posisi litotomi, Keadaan Perineum

Kata Kunci: Posisi Dorsal Recumbent, Posisi litotomi, Keadaan Perineum KEADAAN PERINEUM LAMA KALA II DENGAN POSISI DORSAL RECUMBENT DAN LITOTOMI PADA IBU BERSALIN Titik Lestari, Sri Wahyuni, Ari Kurniarum Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Kebidanan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapat data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam metodologi penelitian harus didasarkan pada ciri-ciri

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja 2. Variabel Bebas : a.persepsi Keharmonisan Keluarga : b. Konsep Diri B. Definisi Operasional

Lebih terperinci

Target MDGs Menurunkan Angka Kematian Ibu Tahun 2015 Sulit Dicapai

Target MDGs Menurunkan Angka Kematian Ibu Tahun 2015 Sulit Dicapai Target MDGs Menurunkan Angka Kematian Ibu Tahun 05 Sulit Dicapai Target MDGs Menurunkan Angka Kematian Ibu Tahun 05 Sulit Dicapai Women Research Institute 00 Target MDGs Menurunkan Angka Kematian Ibu

Lebih terperinci

SPSS 10: Transformasi Data. Transformasi Data

SPSS 10: Transformasi Data. Transformasi Data SPSS 0: Transformasi Data Transformasi Data Transformasi data adalah suatu proses dalam merubah bentuk data. Misalnya merubah data numerik menjadi data kategorik atau merubah dari beberapa variabel yang

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN SOSIAL (BANSOS) PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN SOSIAL (BANSOS) PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT PETUNJUK TEKNIS BANTUAN SOSIAL (BANSOS) PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN KESEHATAN R I TAHUN 2008 BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

Faktor Determinan Pemilihan Tenaga Penolong Persalainan di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Baru Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011.

Faktor Determinan Pemilihan Tenaga Penolong Persalainan di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Baru Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011. Faktor Determinan Pemilihan Tenaga Penolong Persalainan di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Baru Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011 Oleh : Sri Yenita (Dibawah bimbingan bapak DR.dr. Hafni Bachtiar, MPH dan

Lebih terperinci

KONSEPTUAL RPJMN BIDANG KESEHATAN TAHUN 2015-2019. KEPALA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Drg. Tini Suryanti Suhandi, M.Kes

KONSEPTUAL RPJMN BIDANG KESEHATAN TAHUN 2015-2019. KEPALA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Drg. Tini Suryanti Suhandi, M.Kes KONSEPTUAL RPJMN BIDANG KESEHATAN TAHUN 2015-2019 KEPALA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Drg. Tini Suryanti Suhandi, M.Kes RAKERKESDA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang, 22 Januari 2014 UPAYA POKOK UU No. 17/2007

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Arikunto (2010:162), objek merupakan variabel penelitian. Objek penelitian terdiri dari objek variabel dan objek lokasi. Objek variabel dalam penelitian

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui derajat stress kerja yang dialami oleh para manajer madya di perusahaan X Bandung. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA MASYARAKAT DI DESA SENURO TIMUR

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA MASYARAKAT DI DESA SENURO TIMUR HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA MASYARAKAT DI DESA SENURO TIMUR Nur Alam Fajar * dan Misnaniarti ** ABSTRAK Penyakit menular seperti diare dan ISPA (Infeksi

Lebih terperinci