BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Gambaran Responden Penelitian. Responden dalam penelitian ini adalah adalah ibu primigravida

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Gambaran Responden Penelitian. Responden dalam penelitian ini adalah adalah ibu primigravida"

Transkripsi

1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Responden Penelitian Responden dalam penelitian ini adalah adalah ibu primigravida yang mengalami nyeri persalinan kala 1 fase aktif di RSB Mutiara Bunda-Salatiga. Jumlah seluruh responden adalah 31 orang, tetapi pada saat persalinan ternyata 6 orang diantaranya tidak memenuhi kriteria inklusi yang telah di tetapkan maka dianggap tidak terhitung sebagai responden. Jadi responden yang diteliti berjumlah 25 orang. 4.2 Hasil Penelitian Analisa Univariat Analisa univariat adalah analisa yang dilakukan untuk satu variabel atau tiap variabel. Analisa ini hanya menghasilkan distribusi dan presentase data tiap variabel (Notoadmodjo, 2002). Analisa data demografi responden dapat dilihat pada tabel 4.1 di bawah ini. Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Usia Responden Variabel Mean SD Minimal Maksimal Usia 27,00 3,

2 Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat bahwa rata-rata usia responden penelitian adalah 27 tahun. Dengan standar deviasi 3, Usia termuda responden adalah 21 tahun dan tertua adalah 33 tahun. Dengan demikian data menunjukkan bahwa semua responden tidak ada yang merupakan ibu beresiko. Gambar 4.1 Distribusi Usia Responden 0% Usia 20% 48% 32% tahun tahun tahun Berdasarkan data gambar 4.1 menunjukkan bahwa responden yang terlibat dalam penelitian berkisar antara usia tahun. Rentang usia ini merupakan usia produktif sehingga sangat baik untuk ibu primigravida. Responden lebih banyak berusia tahun sebesar 48%. 62

3 Gambar 4.2 Distribusi Tingkat Pendidikan Responden Tingkat pendidikan SD 0% SMP 0% Sarjana 36% SMA 32% Diploma (D3) 32% Berdasarkan data gambar 4.2 menunjukkan bahwa Pendidikan tertinggi responden yaitu SMA, diploma (D3) dan sarjana (S1), dengan angka pendidikan tertinggi adalah sarjana (S1) sebesar 36%. Gambar 4.3 Distribusi Pekerjaan Responden Pekerjaan 24% 20% 24% 32% Ibu Rumah Tangga Karyawan Swasta Wiraswata PNS 63

4 Berdasarkan data gambar 4.3 menunjukkan bahwa pekerjaan responden yaitu ibu rumah tangga (24%), karyawan swasta (32%), wiraswasta (20%), dan PNS (24%). Pekerjaan yang banyak digeluti responden adalah karyawan swasta sebesar 32%. Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Pengukuran Skala Nyeri Sebelum dan Sesudah diberi Perlakuan Distraksi Imajinasi Terbimbing Variabel Mean SD Minimal Maksimal Skala Nyeri Sebelum Perlakuan 6,60 1,08 5,00 9,00 Skala Nyeri Sesudah Perlakuan 5,84 0,94 4,00 8,00 Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa rata-rata skala nyeri sebelum diberi perlakuan sebesar 6,60 (nyeri sedang) dengan standar deviasi 1,08. Skala nyeri sebelum diberi perlakuan berada pada rentang skala nyeri sedang (5,00)-skala nyeri berat (9,00). Rata-rata skala nyeri sesudah diberi perlakuan sebesar 5,84 (nyeri sedang) dengan standar deviasi 0,94. Skala nyeri sesudah diberi perlakuan berada pada rentang skala nyeri sedang (4,00)-skala nyeri berat (8,00). Tabel 4.3 Pengukuran Skala Nyeri Sebelum dan Sesudah diberi Perlakuan Distraksi Imajinasi Terbimbing (n=25) N Frekuensi Persentase (%) Skala Nyeri o Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah 1 0 (tidak nyeri) 0 0 0% 0% (nyeri ringan) 0 0 0% 0% (nyeri sedang) % 80% 64

5 (nyeri berat) % 20% Total % 100% Tabel 4.3 Menunjukkan bahwa skala nyeri pada responden dengan nyeri persalinan berada pada rentang skala nyeri sedang dan skala nyeri berat. Skala nyeri sebelum diberi perlakuan distraksi imajinasi terbimbing sebanyak 12 responden (48%) dengan skala nyeri 4-6 (nyeri sedang), dan sebanyak 13 responden (52%) dengan skala nyeri 7-10 (nyeri berat). Sedangkan skala nyeri sesudah diberi perlakuan distraksi imajinasi terbimbing sebanyak 20 responden (80%) skala nyeri 4-6 (nyeri sedang ) dan sebanyak 5 responden (20%) skala nyeri 7-10 (nyeri berat). Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Pengukuran Respon Psikologi Pasien Terhadap Nyeri Sebelum dan Sesudah diberi Perlakuan Distraksi Imajinasi Terbimbing Variabel Mean SD Minimal Maksimal Respon Psikologi Sebelum Perlakuan 36,16 2, Respon Psikologi Sesudah Perlakuan 36,76 2, Dari tabel 4.4 Rata-rata nilai observasi pengungkapan respon psikologi responden terhadap nyeri pada kelompok sebelum diberi perlakuan sebesar 36,16 dengan standar deviasi 2,74. Skor terendah pengungkapan respon psikologi terhadap nyeri sebesar 31 dan skor tertinggi sebesar 41. Hasil ini dapat dikatakan rata-rata responden kelompok sebelum perlakuan tidak mampu mengontrol 65

6 respon nyeri yang dirasakan, karena berada dalam rentang skor rata-rata sebesar (respon tidak terkontrol). Rata-rata nilai observasi pengungkapan respon psikologi responden terhadap nyeri pada kelompok sesudah diberi perlakuan sebesar 36,76 dengan standar deviasi 2,38. Skor terendah pengungkapan respon psikologi terhadap nyeri sebesar 32 dan skor tertinggi sebesar 41. Hasil ini, dapat dikatakan rata-rata responden kelompok sesudah perlakuan tidak mampu mengontrol respon nyeri yang dirasakan, karena berada dalam rentang skor rata-rata sebesar (respon tidak terkontrol). Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Pengukuran Skala Nyeri Respon Fisiologi Tekanan Darah Sistole Sebelum dan Sesudah diberi Perlakuan Distraksi Imajinasi Terbimbing Variabel Mean SD Minimal Maksimal Respon Fisiologi (TDS*) Sebelum Perlakuan 122,40 13, Respon Fisiologi (TDS*) Sesudah Perlakuan 117,60 7, TDS* Tekanan Darah Sistole Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa rata-rata tekanan darah sistole sebelum diberi perlakuan sebesar 122,40 dengan standar deviasi 13,31. Tekanan darah sistole sebelum diberi perlakuan berada pada rentang tekanan darah terendah (90mmHg) dan dan tekanan darah tertinggi (160mmHg). Rata-rata tekanan darah sistole sesudah diberi perlakuan sebesar 117,60 dengan standar deviasi 7,23. Tekanan darah sistole sesudah diberi 66

7 perlakuan berada pada rentang tekanan darah terendah (110mmHg) dan tekanan darah tertinggi (140mmHg). Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Pengukuran Skala Nyeri Respon Fisiologi Tekanan Darah Diastole Sebelum dan Sesudah diberi Perlakuan Distraksi Imajinasi Terbimbing Variabel Mean SD Minimal Maksimal Respon Fisiologi (TDD*) Sebelum Perlakuan 78,40 9, Respon Fisiologi (TDD*) Sesudah Perlakuan 76,80 6, TDD* Tekanan Darah Diastole Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa rata-rata tekanan darah diastole sebelum diberi perlakuan sebesar 78,40 dengan standar deviasi 9,86. Tekanan darah diastole sebelum diberi perlakuan berada pada rentang tekanan darah terendah (60 mmhg) dan dan tekanan darah tertinggi (110 mmhg). Rata-rata tekanan darah diastole sesudah diberi perlakuan sebesar 76,80 dengan standar deviasi 6,90. Tekanan darah diastole sesudah diberi perlakuan berada pada rentang tekanan darah terendah (70 mmhg) dan dan tekanan darah tertinggi (100 mmhg). Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi dan Persentase Respon Fisiologi Tekanan Darah Responden Terhadap Nyeri Sebelum dan Sesudah diberi Perlakuan Distraksi Imajinasi Terbimbing N o Tekanan Darah Frekuensi Persentase (%) Sistole Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah mmhg 1-4% 0% mmhg % 36% 67

8 mmhg % 60% mmhg % 4% mmhg 1-4% 0% Diastole mmhg % 40% mmhg % 56% mmhg 4-16% 0% mmhg 1 1 4% 4% Berdasarkan data tabel 4.7 dapat dilihat bahwa tekanan darah sistole dikategorikan dalam 5 kelas, diastole sebanyak 4 kelas. Sebanyak 16 responden (64%) memiliki tekanan darah sistole antara mmhg sebelum diberi perlakuan. Sedangkan sesudah diberikan perlakuan sebanyak 15 responden (60%) memiliki tekanan darah sistole antara mmhg. Sebanyak 1 (4%) responden memiliki tekanan darah sistole antara mmhg sebelum diberi perlakuan. Sebanyak 3 (12%) responden memiliki tekanan darah sistole antara mmhg sebelum diberi perlakuan, sedangkan sesudah diberi perlakuan responden bertambah sebanyak 9 (36%) responden. Sebanyak 1 (4%) responden memiliki tekanan darah sistole antara mmhg sebelum diberi perlakuan. Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Pengukuran Skala Nyeri Respon Fisiologi Nadi Sebelum diberi Perlakuan Distraksi Imajinasi Terbimbing Variabel Mean SD Minimal Maksimal Respon Fisiologi Nadi Sebelum Perlakuan 76,80 11, Respon Fisiologi Nadi Sesudah Perlakuan 75,44 9,

9 Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat bahwa rata-rata denyut nadi sebelum diberi perlakuan sebesar 76,80 dengan standar deviasi 11,74. Denyut nadi sebelum diberi perlakuan berada pada rentang nadi rendah (54 x/menit) dan nadi normal (96 x/menit). Rata-rata denyut nadi sesudah diberi perlakuan sebesar 75,44 dengan standar deviasi 9,47. Denyut nadi sesudah diberi perlakuan berada pada rentang nadi rendah (52 x/menit) dan nadi normal (92 x/menit). Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi dan Persentase Respon Fisiologi Denyut Nadi Responden Terhadap Nyeri Sebelum diberi Perlakuan Distraksi Imajinasi Terbimbing N o Denyut Nadi Frekuensi Persentase (%) Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah < 60 x/menit % 4% x/menit % 96% > 100 x/menit - - 0% 0% Pada tabel 4.9 didapat bahwa denyut nadi seluruh ibu bersalin adalah kali/menit. Denyut nadi terendah yaitu < 60 kali/menit (52, 54, 56 kali/menit) sebanyak 4 (16%) responden sebelum diberi perlakuan. Sedangkan setelah diberi perlakuan sebanyak 1 (4%) responden. Sebanyak 21 (84%) responden memiliki denyut nadi sebesar kali/menit sebelum diberi 69

10 perlakuan dan 24 (96%) responden setelah diberi perlakuan dengan denyut tertinggi sebesar 96 kali/menit Uji Normalitas Pada penelitian ini penulis menggunakan uji Kolmogorov- Smirnov untuk menguji normalitas data. Dari hasil uji normalitas diperoleh skala intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberi perlakuan berdistribusi normal terlihat dari nilai koefisien uji Kolmogorov-Smirnov, p=0,323 dan p=0,094 (p > 0,05). Uji normalitas juga dilakukan untuk menguji data respon psikologi dan respon fisiologi responden terhadap nyeri sebelum dan sesudah diberi perlakuan dengan hasil (p < 0,05) yang berarti data berdistribusi tidak normal. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada bagian lampiran Analisa Bivariat Analisa bivariat merupakan analisa yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan atau pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat (Notoatmodjo, 2002). Analisa bivariat dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh teknik distraksi imajinasi terbimbing terhadap intensitas nyeri inpartu kala 1 fase aktif sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Hasil penelitian dapat ditunjukkan pada tabel

11 Tabel 4.10 Hasil Uji Pair t-test Intensitas Nyeri Inpartu Sebelum dan Sesudah diberi Distraksi Imajinasi Terbimbing Variabel Mean SD df P-value Intensitas Nyeri 0,76 0, ,000 Data responden sebelum perlakuan dan setelah perlakuan merupakan data rasio. Hasil rata-rata Uji Pair t-test adalah 0,76 dengan standar deviasi sebesar 0,66. Pada pengujian Pair t-test kriteria pengujian: jika pvalue < 0,05, maka H0 ditolak, jika pvalue > 0,05, maka H0 diterima. Dari hasil pengujian Pair t-test pada penelitian ini, diketahui pvalue adalah 0,000. Karena pvalue < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini bahwa ada pengaruh teknik distraksi imajinasi terbimbing terhadap penurunan intensitas nyeri inpartu kala 1 fase aktif pada persalinan normal ibu primigravida di Rumah Sakit Bersalin Mutiara Bunda-Salatiga. 4.3 Pembahasan Intensitas Nyeri Responden Persalinan Kala I Fase Aktif Sebelum dan Sesudah Perlakuan Distraksi Imajinasi Terbimbing Berdasarkan pengukuran nyeri yang dilakukan sebelum diberi perlakuan, didapatkan bahwa intensitas nyeri responden berada pada rentang skala nyeri sedang dan nyeri berat dengan posisi nyeri berat yang lebih banyak dirasakan responden (52%). Sesudah diberi perlakuan, nyeri yang dirasakan responden mengalami 71

12 penurunan skala nyeri beratnya dari rentang sebesar 52% menjadi 20% yang artinya sebanyak 32% responden mengalami penurunan skala nyeri beratnya menjadi nyeri sedang. Pada hasil penelitian juga diperoleh bahwa ketika diberi perlakuan distraksi imajinasi terbimbing skala nyeri sedangnya mengalami peningkatan sebesar 48% menjadi 80 %. Hal ini disebabkan karena, nyeri persalinan bersifat alamiah sehingga tidak dapat dihilangkan. Hasil ini menunjukkan bahwa intensitas nyeri sedikit menurun sesudah diberi distraksi imajinasi terbimbing. Price & Wilson (2005) mengatakan bahwa teknik distraksi dapat membantu mengurangi nyeri. Lubkin (2006) juga mengatakan bahwa mengalihkan perhatian ke hal yang lain dapat menurunkan persepsi nyeri seseorang Respon Psikologi Responden Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Sebelum dan Sesudah Perlakuan Distraksi Imajinasi Terbimbing Kozier (2010) mengatakan bahwa ketika mengalami nyeri tubuh akan mengalami perubahan pada aspek psikologi dan fisiologi. Faktor-faktor yang menyebabkan rasa nyeri pada persalinan secara psikologis yaitu panik, ketakutan, otot rahim tegang, ligamen uterus meregang (Regina, 2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon psikologi yang tampak pada saat responden tidak mampu mengontrol nyeri seperti tidak tenang, berkeringat, merasa lelah, kening berkerut, lemas, mengeluh, mengadu, menjerit, menangis, 72

13 berteriak dsbnya. Bobak (2005) juga berpendapat bahwa ketika responden mengalami nyeri maka ekspresi sikap juga mengalami perubahan meliputi peningkatan kecemasan dengan penurunan lapang persepsi, menangis, mengerang, tangan mengepal dan menggengam serta otot mudah terangsang Respon Fisiologi Responden Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Sebelum dan Sesudah Perlakuan Distraksi Imajinasi Terbimbing Berbagai sistem tubuh ibu beradaptasi selama proses persalinan. Selama proses persalinan terjadi perubahan pada beberapa sistem diantaranya sistem kardiovaskular, respirasi, termoregulasi, perkemihan dan persarafan. Hasil penelitian didapat bahwa tekanan darah sistole pada responden sebelum diberi perlakuan ada yang termasuk dalam kategori tekanan darah sistole melebihi batas normal (TD > 120 mmhg) yaitu pada responden dengan nomor urut 3, 5, 6, 20 dan 24, sedangkan sesudah diberi perlakuan tekanan darah responden kembali dalam batas normal hanya responden dengan nomor urut 24 yang tidak mengalami penurunan tekanan darah sistole dalam batas normal. Peningkatan tekanan darah ibu selama kala I persalinan dapat disebabkan berbagai hal. Ibu bersalin yang bereaksi terhadap nyeri dengan rasa takut dan kecemasan akan meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis dan hasilnya adalah 73

14 peningkatan sekresi katekolamin (Kinney, 2000). Berdasarkan data tekanan darah sistole keseluruhan reponden maka rata-rata tekanan darah sistole sebelum dan sesudah diberi perlakuan distraksi imajinasi terbimbing berada dalam rentang normal ( mmhg). Rata-rata tekanan darah sistole sebelum diberi perlakuan sebesar 122,40 mmhg sedangkan rata-rata tekanan sistole sesudah diberi perlakuan sebesar 117,60 mmhg. Peningkatan tekanan darah yang terjadi tiba-tiba sebanyak lebih dari 30 mmhg pada sistole dan 15 mmhg pada diastole dari batas normal menunjukkan tanda munculnya preeklampsia (Detiana Prilia, 2010). Tekanan darah diastole responden sebelum diberi perlakuan distraksi imajinasi terbimbing berada dalam kategori tekanan darah diastole normal (60-90 mmhg), kecuali responden dengan nomor urut 24 yang memilki tekanan darah diastole melebihi batas normal sebesar 110 mmhg. Rata-rata tekanan darah diastole responden sebelum dan sesudah diberi perlakuan berada dalam rentang normal (60-90 mmhg). Rata-rata tekanan darah diastole sebelum diberi perlakuan sebesar 78,40 mmhg sedangkan rata-rata tekanan darah diastole sesudah diberi perlakuan sebesar 76,80 mmhg. Denyut nadi yang stabil menandakan bahwa ibu dalam kondisi yang baik. Kecepatan denyut nadi normal adalah 60 sampai 100 kali per menit (Hillman, 2011). Jika denyut nadi meningkat menjadi lebih dari 100 kali per menit, maka dapat mengindikasikan 74

15 terjadinya infeksi, ketosis atau hemoragi (Uprichard, 1999). Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa sebelum diberi perlakuan denyut nadi responden dengan nomor urut 3, 5, 6 dan 24 berada pada rentang dibawah batas normal, sedangkan sesudah diberi perlakuan denyut nadi seluruh responden berada pada batas normal, kecuali responden dengan nomor urut 24. Rata-rata denyut nadi responden sebelum dan sesudah diberi perlakuan berada dalam rentang normal ( x/menit). Rata-rata denyut nadi sebelum diberi perlakuan sebesar 76,80 kali/menit sedangkan ratarata denyut nadi sesudah diberi perlakuan sebesar 75,44 kali/menit Pengaruh Teknik Distraksi Imajinasi Terbimbing terhadap Intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif Persalinan Primigravida Berdasarkan hasil uji Paired t-test menunjukkan bahwa secara signifikan terdapat pengaruh teknik distraksi imajinasi terbimbing terhadap intensitas nyeri inpartu kala 1 fase aktif. Didapatkan nilai koofisien pvalue 0,000 (p < 0,05). Hasil ini didukung oleh National Safety Council (2004) yang mengatakan bahwa ketika seseorang mampu mencapai efek positif misalnya imajinasi terbimbing maka akan membawanya menuju ketenangan. Selain itu, Brunner & Suddarth (2002) juga mengungkapkan bahwa dengan mengalihkan perhatian responden ke hal lain dapat menurunkan persepsi nyeri yang dirasakan. Teknik ini hanya bekerja pada waktu singkat pada nyeri untuk beberapa menit selama prosedur invasif (Brunner & 75

16 Suddarth, 2002). Dr. Prabowo PB, MM (2009) juga mengungkapkan bahwa sebuah sensasi lembut atau perhatian yang teralihkan merupakan suatu stimuli yang dapat mengubah keseimbangan aktivitas neuron sensorik yang ikut mengatur proses nyeri. Walaupun teknik distraksi imajinasi terbimbing menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan tetapi kalau dilihat dari mean tingkat nyeri sesudah diberi perlakuan distraksi imajinasi terbimbing responden masih mengalami nyeri hal ini mengiindikasikan pasien belum terbebas dari rasa nyeri tetapi tujuan dari imajinasi terbimbing bukan untuk menghilangkan rasa nyeri sekaligus tetapi bagaimana responden dapat mengontrol nyerinya sehingga pada saat memasuki kala 2 persalinan dapat berlangsung dengan lancar (Mander, 2002). Muttaqin (2008) juga berpendapat bahwa imajinasi terbimbing bisa efektif jika dipraktekkan secara terus menerus dan membutuhkan waktu yang banyak agar dapat menjelaskan tekniknya sehingga responden juga dapat mempraktekkannnya dengan baik. Penelitian teknik distraksi imajinasi terbimbing terhadap intensitas nyeri pasien inpartu kala 1 fase aktif terhadap persalinan normal ibu primigravida sampai saat ini masih jarang yang menggunakan teknik ini dalam kasus yang diangkat peneliti sehingga menyebabkan kesulitan terhadap penulis untuk dijadikan sebagai bahan acuan. Untuk mendukung penelitian ini penulis 76

17 mendapat beberapa penelitian yang juga mendukung hasil penelitian penulis tetapi dalam kasus yang berbeda, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Urip Rahayu, S.Kp.,M.Kep (2010) Hasilnya menunjukkan guided imagery berpengaruh dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien cedera kepala ringan secara signifikan dengan uji statistik (p=0,01), tetapi pasien belum terbebas rangsang nyeri karena metode ini hanya bersifat meminimalkan rasa nyeri. Hal ini juga didukung oleh Aprilina Nurhayati dkk (2012) dalam penelitiannya dengan hasil yang diperoleh teknik relaksasi imajinasi terbimbing mampu menurunkan hipertensi dengan uji statistik (p=0,01). Kwekkeboom, et al (2006) dalam penelitiannya dengan hasilnya menunjukkan guided imagery berpengaruh dalam menurunkan nyeri pada pasien kanker dengan uji statistik (p=0,01). Maj Eric A. et al (2010) dalam penelitiannya dengan hasil yang diperoleh guide imagery berpengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien (p=0,002). Kelompok yang mengalami nyeri mengalami penurunan intensitas nyeri (p=0,041). Moffatt FW, et al (2010) dalam penelitiannya dengan hasil yang diperoleh guided imagery berpengaruh dalam menurunkan hipertensi pada wanita hamil dengan uji statistik (p=0,02). 77

18 4.4 Keterbatasan Penelitian - Pada penelitian ini penulis hanya memberikan perlakuan pada satu kelompok yaitu kelompok sebelum perlakuan dan kelompok sesudah perlakuan tanpa menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding akibatnya bisa berpengaruh pada hasil penelitian. - Kurangnya tenaga profesional dalam penelitian ini sehingga penulis harus menangani beberapa responden yang akan diberikan perlakuan. - Terbatasnya sampel yang digunakan. 78

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen yaitu untuk

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen yaitu untuk BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Tipe penelitian kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menurut World Health Organization (WHO), Angka Kematian. jiwa setiap tahun (Ayude, 2009). Tingginya AKI di Indonesia yaitu

BAB I PENDAHULUAN. Menurut World Health Organization (WHO), Angka Kematian. jiwa setiap tahun (Ayude, 2009). Tingginya AKI di Indonesia yaitu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut World Health Organization (WHO), Angka Kematian Ibu (AKI) dalam kehamilan dan persalinan dunia mencapai 586.000 jiwa setiap tahun (Ayude, 2009). Tingginya AKI

Lebih terperinci

ADAPTASI NYERI PERSALINAN DI KLINIK HJ. MARIANI

ADAPTASI NYERI PERSALINAN DI KLINIK HJ. MARIANI ADAPTASI NYERI PERSALINAN DI KLINIK HJ. MARIANI Adekita Ginting*, Ellyta Aizar** *Mahasiswa **Staf pengajar keperawatan maternitas Fakultas Keperawatan, Universitas Sumatera Utara Jl. Jamin Ginting No

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada

BAB I PENDAHULUAN. dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup

Lebih terperinci

HUBUNGAN SENAM HAMIL TERHADAP TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEMPAKA PUTIH

HUBUNGAN SENAM HAMIL TERHADAP TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEMPAKA PUTIH HUBUNGAN SENAM HAMIL TERHADAP TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEMPAKA PUTIH NOR ANIAH, S.ST., MM AKADEMI KEBIDANAN BUNGA KALIMANTAN LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. progresif. Perubahan serviks ini memungkinkan keluarnya janin dan produk

BAB I PENDAHULUAN. progresif. Perubahan serviks ini memungkinkan keluarnya janin dan produk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persalinan atau partus merupakan proses fisiologis terjadinya kontraksi uterus secara teratur yang menghasilkan penipisan dan pembukaan serviks secara progresif. Perubahan

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGGUNAAN TEKHNIK BIRTHBALL DENGAN TINGKAT NYERI PADA IBU BERSALIN KALA I DI BPM UMU HANI YOGYAKARTA TAHUN 2015

HUBUNGAN PENGGUNAAN TEKHNIK BIRTHBALL DENGAN TINGKAT NYERI PADA IBU BERSALIN KALA I DI BPM UMU HANI YOGYAKARTA TAHUN 2015 HUBUNGAN PENGGUNAAN TEKHNIK BIRTHBALL DENGAN TINGKAT NYERI PADA IBU BERSALIN KALA I DI BPM UMU HANI YOGYAKARTA TAHUN 2015 Umu Hani Akademi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyiyah E-mail

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal.

BAB I PENDAHULUAN. Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Persalinan merupakan kejadian fisiologi yang normal dialami oleh

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Persalinan merupakan kejadian fisiologi yang normal dialami oleh 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan merupakan kejadian fisiologi yang normal dialami oleh seorang ibu berupa pengeluaran hasil konsepsi yang hidup didalam uterus melalui vagina ke dunia luar.

Lebih terperinci

Jurnal Keperawatan, Volume XIII, No. 2, Oktober 2017 ISSN

Jurnal Keperawatan, Volume XIII, No. 2, Oktober 2017 ISSN PENELITIAN PENGARUH TEHNIK RELAKSASI GUIDE IMAGERY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PREOPERASI KATARAK Budi Antoro*, Gustop Amatiria** *Dosen Prodi Keperawatan STIKes Mitra Lampung **Dosen Jurusan Keperawatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Gambaran Rumah Sakit Kristen Tayu. sakit swasta yang ada di Tayu. RSK Tayu merupakan rumah sakit

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Gambaran Rumah Sakit Kristen Tayu. sakit swasta yang ada di Tayu. RSK Tayu merupakan rumah sakit BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Rumah Sakit Kristen Tayu Rumah Sakit Kristen Tayu merupakan satu satunya rumah sakit swasta yang ada di Tayu. RSK Tayu merupakan rumah sakit umum yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Tempat Penelitian Kecamatan Getasan merupakan salah satu kecamatan dari 19 Kecamatan di Kabupaten Semarang. Secara administratif batas wilayah Kecamatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dilakukan di Puskesmas Wonosari pada bulan September-Oktober 2016.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dilakukan di Puskesmas Wonosari pada bulan September-Oktober 2016. 47 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. Lokasi Penelitian Penelitian tentang Hubungan Antara Faktor Demografi dengan Pada Penderita Hipertensi di Kabupaten Gunungkidul DIY telah dilakukan di Puskesmas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan adalah rangkaian proses fisiologis yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Proses yang fisiologis pada umumnya dimulai dengan adanya kontraksi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Karakteristik Responden Menurut Usia. responden adalah 9 tahun dan tertinggi 15 tahun. Selanjutnya distribusi

BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Karakteristik Responden Menurut Usia. responden adalah 9 tahun dan tertinggi 15 tahun. Selanjutnya distribusi BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Karakteristik Responden 1. Karakteristik Responden Menurut Usia Karakteristik responden menurut usia diperoleh data usia terendah responden adalah 9 tahun dan tertinggi

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. Penelitian yang berjudul Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur an. terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif telah dilakukan pada bulan

BAB V PEMBAHASAN. Penelitian yang berjudul Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur an. terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif telah dilakukan pada bulan BAB V PEMBAHASAN A. Karateristik Responden Penelitian yang berjudul Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur an terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif telah dilakukan pada bulan Februari sampai bulan April

Lebih terperinci

PENGARUH DEEP BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN. Liva Maita STIKes Hangtuah Pekanbaru, Indonesia

PENGARUH DEEP BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN. Liva Maita STIKes Hangtuah Pekanbaru, Indonesia PENGARUH DEEP BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN Liva Maita STIKes Hangtuah Pekanbaru, Indonesia email : livamaita@gmail.com Abstract: Labor pain occurs because of the contraction, if not

Lebih terperinci

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP RESPON ADAPTASI NYERI PADA IBU INPARTU KALA I FASE AKTIF DI BPM BIDAN P KOTA YOGYAKARTA

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP RESPON ADAPTASI NYERI PADA IBU INPARTU KALA I FASE AKTIF DI BPM BIDAN P KOTA YOGYAKARTA PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP RESPON ADAPTASI NYERI PADA IBU INPARTU KALA I FASE AKTIF DI BPM BIDAN P KOTA YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI Disusun oleh: WINNY PUTRI LESTARI 201410104200 PROGRAM

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan pada 36 ibu hamil multigravida yang. kecemasan ibu hamil multigravida.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan pada 36 ibu hamil multigravida yang. kecemasan ibu hamil multigravida. 29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Penelitian ini dilakukan di RB Bhakti Ibu di jalan Jeruk VII no 28A Lamper Tengah Semarang pada tanggal Juli-Agustus 2011.

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB V HASIL PENELITIAN BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Hasil Analisis Karakteristik Responden 5.1.1 Usia Gambar 5.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia di Instalasi Gawat Darurat RS. Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pengaruh Teknik Relaksasi...,Bayu Purnomo Aji,Fakultas Ilmu Kesehatan UMP,2017

BAB I PENDAHULUAN. Pengaruh Teknik Relaksasi...,Bayu Purnomo Aji,Fakultas Ilmu Kesehatan UMP,2017 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemasangan kateter merupakan tindakan keperawataan dengan cara memasukkan kateter ke dalam kandung kemih melalui uretra yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan

BAB I PENDAHULUAN. Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan lahirnya bayi, placenta dan membran dari rahim ibu (Depkes, 2004). Persalinan dan kelahiran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga bulan Mei tahun 2017 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang merupakan salah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORI. Kecemasan adalah respon emosional terhadap penilaian yang

BAB II TINJAUAN TEORI. Kecemasan adalah respon emosional terhadap penilaian yang BAB II TINJAUAN TEORI A. Kecemasan 1. Definisi Kecemasan Kecemasan adalah respon emosional terhadap penilaian yang menggambarkan keadaan khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai berbagai keluhan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian Wilayah Semarang Timur memiliki tiga pasar yaitu Pasar Gayamsari, Pasar Pedurungan,dan Pasar Parangkusuma. Pada masing masing

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Bangsal Firdaus RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Bangsal Firdaus RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta yang BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Karakteristik Penelitian Subjek penelitian adalah ibu bersalin dengan Sectio Caesarea di Bangsal Firdaus RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta

Lebih terperinci

BAB IV. Pendidikan SMP SMA DIII S1 S2 Jumlah 2.9% 100% S2 3% SMP 29% DIII 15%

BAB IV. Pendidikan SMP SMA DIII S1 S2 Jumlah 2.9% 100% S2 3% SMP 29% DIII 15% 46 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Pendidikan Pendidikan terakhir responden di RW 04 Kelurahan Sukasari Kecamatan Tangerang Kota Tangerang yaitu SMP, SMA, DIII, S1, dan S2 dengan distribusi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menular yang sering disebut dengan istilah sillent killer, yaitu penyakit yang

BAB I PENDAHULUAN. menular yang sering disebut dengan istilah sillent killer, yaitu penyakit yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering disebut dengan istilah sillent killer, yaitu penyakit yang sering

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang digunakan yaitu tahun. Penelitian ini menggunakan. tiap panti tersebut mengalami hipertensi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang digunakan yaitu tahun. Penelitian ini menggunakan. tiap panti tersebut mengalami hipertensi. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Partisipan Penelitian Partisipan pada penelitian ini yaitu para lanjut usia (lansia) yang ada di Panti Wredha Salib Putih Salatiga sebagai kelompok

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Kecemasan merupakan unsur kejiwaan yang menggambarkan perasaan,

BAB 1 PENDAHULUAN. Kecemasan merupakan unsur kejiwaan yang menggambarkan perasaan, BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kecemasan merupakan unsur kejiwaan yang menggambarkan perasaan, keadaan emosional yang dimiliki oleh seseorang pada saat menghadapi kenyataan atau kejadian dalam hidupnya.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Aloei Saboe Kelurahan Wongkaditi, Kecamatan Kota Utara, Kota

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Aloei Saboe Kelurahan Wongkaditi, Kecamatan Kota Utara, Kota 55 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Hi. Aloei Saboe merupakan Rumah Sakit Umum (RSU) terbesar yang

Lebih terperinci

Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 2, Oktober 2015 ISSN

Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 2, Oktober 2015 ISSN PENELITIAN INTENSITAS NYERI KALA I FASE AKTIF SEBELUM DAN SESUDAH PEMIJATAN PUNGGUNG PADA IBU PRIMIPARA Idawati* *Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Tanjungkarang Proses persalinan identik dengan nyeri

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian tentang pengaruh komunikasi terapeutik terhadap. tingkat kecemasan pasien pre sectio caesarea telah dilakukan oleh

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian tentang pengaruh komunikasi terapeutik terhadap. tingkat kecemasan pasien pre sectio caesarea telah dilakukan oleh BAB IV HASIL PENELITIAN Penelitian tentang pengaruh komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan pasien pre sectio caesarea telah dilakukan oleh peneliti di RS Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang selama

Lebih terperinci

PENGARUH TEKNIK BIRTHBALL TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA I DI BPS HERANOVITA KABUPATEN ACEH UTARA

PENGARUH TEKNIK BIRTHBALL TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA I DI BPS HERANOVITA KABUPATEN ACEH UTARA PENGARUH TEKNIK BIRTHBALL TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA I DI BPS HERANOVITA KABUPATEN ACEH UTARA Sinopsis Rencana Tesis Oleh : Husna Maulida, SST BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Angka Kematian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Lokasi Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Lokasi Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Penelitian 4.1.1 Gambaran Lokasi Penelitian Dusun Grompol, Desa Jembrak terletak di Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah

Lebih terperinci

PENELITIAN PENGARUH TERAPI MUSIK RELIGI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2012

PENELITIAN PENGARUH TERAPI MUSIK RELIGI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2012 PENELITIAN PENGARUH TERAPI MUSIK RELIGI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2012 Penelitian Keperawatan Jiwa SITI FATIMAH ZUCHRA BP. 1010324031

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ada di MA Cokroaminoto adalah : Kelas X ada 10 orang, kelas XI ada 10 orang,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ada di MA Cokroaminoto adalah : Kelas X ada 10 orang, kelas XI ada 10 orang, BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Gambaran Lokasi Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di Madrasah Aliyah Cokroaminoto Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo sejak tanggal 18 Mei sampai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Persalinan adalah rangkaian proses fisiologis yang berakhir dengan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Persalinan adalah rangkaian proses fisiologis yang berakhir dengan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan adalah rangkaian proses fisiologis yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Proses yang fisiologis pada umumnya dimulai dengan adanya kontraksi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menurut data statistik yang dikeluarkan World Health Organization. (WHO) sebagai badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani

BAB I PENDAHULUAN. Menurut data statistik yang dikeluarkan World Health Organization. (WHO) sebagai badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut data statistik yang dikeluarkan World Health Organization (WHO) sebagai badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani masalah bidang kesehatan, tercatat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Lokasi Penelitian RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan berada di wilayah Kota Pekalongan namun kepemilikannya adalah milik Pemerintah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tingkatannya, dan hanya orang tersebutlah yang dapat menjelaskan atau mengevaluasi

BAB I PENDAHULUAN. tingkatannya, dan hanya orang tersebutlah yang dapat menjelaskan atau mengevaluasi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Nyeri merupakan kondisi berupa perasaan yang tidak menyenangkan. Sifatnya sangat subjektif karena perasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam hal skala atau tingkatannya,

Lebih terperinci

GAMBARAN TINGKAT NYERI PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL. Karya Tulis Ilmiah

GAMBARAN TINGKAT NYERI PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL. Karya Tulis Ilmiah GAMBARAN TINGKAT NYERI PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Karya Tulis Ilmiah Disusun untuk Memenuhi Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Keperawatan pada Program Studi Ilmu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep Kerangka konsep pada penelitian ini menggambarkan perbedaan pengaruh musik klasik Mozart dan instrumental modern Kitaro terhadap tingkat kecemasan ibu hamil

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tepatnya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Basket dan Program Studi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. subyek, nama subyek, usia subyek dan subyek penelitian berjumlah 70 sampel ibu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. subyek, nama subyek, usia subyek dan subyek penelitian berjumlah 70 sampel ibu 43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Subyek Gambaran umum subyek penelitian ini diperoleh dari data yang di isi subyek, nama subyek, usia subyek dan subyek penelitian berjumlah 70

Lebih terperinci

Kata Kunci: Pengetahuan Mahasiswi, Persalinan, Hypnobirthing

Kata Kunci: Pengetahuan Mahasiswi, Persalinan, Hypnobirthing GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWI KEBIDANAN TENTANG PERSALINAN DENGAN HYPNOBIRTHING DI AKADEMI KEBIDANAN MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN Gusni Rahmarianti Akademi Kebidanan Manna Abstrak: Hypnobirthing

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di ruang instalasi bedah sentral (ruang operasi) RSUP Dr. Kariadi semarang. Instalasi Bedah Sentral adalah ruang untuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. pengalaman yang membahagiakan. Kehamilan merupakan pengalaman yang

BAB 1 PENDAHULUAN. pengalaman yang membahagiakan. Kehamilan merupakan pengalaman yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada umumnya wanita mengatakan bahwa menjadi hamil adalah suatu pengalaman yang membahagiakan. Kehamilan merupakan pengalaman yang luar biasa untuk wanita, dengan hadirnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lahir. Ini didefinisikan sebagai pembukaan serviks yang progresif, dilatasi atau

BAB I PENDAHULUAN. lahir. Ini didefinisikan sebagai pembukaan serviks yang progresif, dilatasi atau BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persalinan adalah suatu proses fisiologis yang memungkinkan serangkaian perubahan yang besar pada ibu untuk dapat melahirkan janinnya melalui jalan lahir. Ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (2010) diketahui komplikasi kehamilan secara nasional dialami oleh 6,5% ibu hamil. Ibu melahirkan dengan cesaria adalah 15,3%.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Meningkatkan derajat kesehatan yang adil dan merata seperti

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Meningkatkan derajat kesehatan yang adil dan merata seperti BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Meningkatkan derajat kesehatan yang adil dan merata seperti ditingkatkan melalui sikap respontif dan efektif dalam melakukan suatu tindakan untuk memberi kenyamanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perhatian lebih dikarenakan angka kematian ibu 60% terjadi pada masa nifas

BAB I PENDAHULUAN. perhatian lebih dikarenakan angka kematian ibu 60% terjadi pada masa nifas BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa nifas atau postpartum adalah masa setelah persalinan selesai sampai 6 minggu atau 42 hari. Setelah masa nifas, organ reproduksi secara berlahan akan mengalami perubahan

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. terhadap intensitas nyeri ibu nifas post sectio caesarea di RSUD Surakarta

BAB V PEMBAHASAN. terhadap intensitas nyeri ibu nifas post sectio caesarea di RSUD Surakarta BAB V PEMBAHASAN A. Analisis Univariat Penelitian dengan judul Perbedaan terapi musik dan relaksasi terhadap intensitas nyeri ibu nifas post sectio caesarea di RSUD Surakarta telah dilaksanakan pada bulan

Lebih terperinci

GAMBARAN KECEMASAN IBU PRA SECTIO CAESAREA (SC) DI RUANG VK RSUD HASANUDDIN DAMRAH MANNA BENGKULU SELATAN

GAMBARAN KECEMASAN IBU PRA SECTIO CAESAREA (SC) DI RUANG VK RSUD HASANUDDIN DAMRAH MANNA BENGKULU SELATAN GAMBARAN KECEMASAN IBU PRA SECTIO CAESAREA (SC) DI RUANG VK RSUD HASANUDDIN DAMRAH MANNA BENGKULU SELATAN Dolis Yesti Fennyria Akademi Kebidanan Manna Abstrak: Sectio caesarea merupakan salah satu cara

Lebih terperinci

PENGARUH KOMUNIKASI TERAUPETIK DENGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE LATEN DI KLINIK DELIMA MEDAN TAHUN 2014

PENGARUH KOMUNIKASI TERAUPETIK DENGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE LATEN DI KLINIK DELIMA MEDAN TAHUN 2014 PENGARUH KOMUNIKASI TERAUPETIK DENGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE LATEN DI KLINIK DELIMA MEDAN TAHUN 2014 Dina Indarsita, Sri Utami, Rina Sari Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Medan `

Lebih terperinci

Jurnal Keperawatan, Volume X, No. 1, April 2014 ISSN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KELANCARAN PROSES PERSALINAN DI BPS MUKSININ

Jurnal Keperawatan, Volume X, No. 1, April 2014 ISSN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KELANCARAN PROSES PERSALINAN DI BPS MUKSININ PENELITIAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KELANCARAN PROSES PERSALINAN DI BPS MUKSININ Idawati *, Helmi Yenie* Mudah atau sulitnya suatu proses persalinan tergantung oleh banyak faktor, salah satunya adalah

Lebih terperinci

Oleh Sherli Mariance Sari Program Studi Ilmu Keperawatan STIK Bina Husada Palembang

Oleh Sherli Mariance Sari Program Studi Ilmu Keperawatan STIK Bina Husada Palembang pp PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNANTEKANANDARAH PADA LANSIA PENDERITAHIPERTENSIDI PANTISOSIAL WARGA TAMA INDRALAYA TAHUN 2014 Oleh Sherli Mariance Sari Program Studi Ilmu Keperawatan STIK Bina

Lebih terperinci

PERBEDAAN NYERI PERSALINAN PADA KALA I FASE AKTIF SEBELUM DAN SESUDAH MENDENGARKAN AYAT SUCI AL-QUR AN DI BPS DIANA ERNAWATI,

PERBEDAAN NYERI PERSALINAN PADA KALA I FASE AKTIF SEBELUM DAN SESUDAH MENDENGARKAN AYAT SUCI AL-QUR AN DI BPS DIANA ERNAWATI, PERBEDAAN NYERI PERSALINAN PADA KALA I FASE AKTIF SEBELUM DAN SESUDAH MENDENGARKAN AYAT SUCI AL-QUR AN DI BPS DIANA ERNAWATI, Amd. Keb. PARENGAN KECAMATAN MADURAN TAHUN 0 Heny Ekawati.... ABSTRAK.... Nyeri

Lebih terperinci

LEMBAR KUESIONER PENELITIAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN RUJUKAN IBU BERSALIN DI RSUD GUNUNGSITOLI, KABUPATEN NIAS TAHUN 2014

LEMBAR KUESIONER PENELITIAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN RUJUKAN IBU BERSALIN DI RSUD GUNUNGSITOLI, KABUPATEN NIAS TAHUN 2014 LEMBAR KUESIONER PENELITIAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN RUJUKAN IBU BERSALIN DI RSUD GUNUNGSITOLI, KABUPATEN NIAS TAHUN 2014 No. Urut : Hari/tanggal : Jam masuk : Wib Nama ibu : Umur :

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial (Brunner & Suddarth, 2002).

BAB I PENDAHULUAN. dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial (Brunner & Suddarth, 2002). 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial (Brunner & Suddarth, 2002). Nyeri

Lebih terperinci

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP RESPON ADAPTASI NYERI PADA PASIEN INPARTU KALA I FASE LATEN DI RSKDIA SITI FATIMAH MAKASSAR TAHUN 2013

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP RESPON ADAPTASI NYERI PADA PASIEN INPARTU KALA I FASE LATEN DI RSKDIA SITI FATIMAH MAKASSAR TAHUN 2013 Rini Fitriani Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam... PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP RESPON ADAPTASI NYERI PADA PASIEN INPARTU KALA I FASE LATEN DI RSKDIA SITI FATIMAH MAKASSAR TAHUN 2013

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA KONSEP. dalam penelitian ini adalah metode masase dan variabel dependen adalah nyeri

BAB III KERANGKA KONSEP. dalam penelitian ini adalah metode masase dan variabel dependen adalah nyeri BAB III KERANGKA KONSEP A. Kerangka Konsep Kerangka konseptual adalah kerangka hubungan antar variabel yang ingin diamati dan diukur melalui penelitian yang telah dilakukan. Variabel independen dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Penelitian ini dilakukan di RW 03 Kelurahan Bulustalan Semarang Selatan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juni. RW 03 ini terdiri

Lebih terperinci

FORMULIR PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT)

FORMULIR PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT) Lampiran I FORMULIR PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT) Judul : Pengaruh relaksasi pernapasan terhadap intensitas nyeri pada persalinan kala I. Nama peneliti : Nurlis Mawarni Nim : 095102066 Saya adalah mahasiswa

Lebih terperinci

TINGKAT KECEMASAN PASIEN PREOPERATIF PADA PEMBEDAHAN SEKSIO SESAREA DI RUANG SRIKANDI RSUD KOTA SEMARANG

TINGKAT KECEMASAN PASIEN PREOPERATIF PADA PEMBEDAHAN SEKSIO SESAREA DI RUANG SRIKANDI RSUD KOTA SEMARANG TINGKAT KECEMASAN PASIEN PREOPERATIF PADA PEMBEDAHAN SEKSIO SESAREA DI RUANG SRIKANDI RSUD KOTA SEMARANG Iis Sriningsih* ), Dhani Afriani** ) *) Dosen Prodi DIV Keperawatan Semarang, Poltekkes Kemenkes

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karena disertai nyeri berat, bahkan terkadang menimbulkan kondisi fisik dan mental yang

BAB I PENDAHULUAN. karena disertai nyeri berat, bahkan terkadang menimbulkan kondisi fisik dan mental yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan dan kelahiran merupakan proses fisiologi yang menyertai kehidupan hampir setiap wanita. Walaupun proses fisiologis, tetapi pada umumnya menakutkan, karena

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. operasi melalui tiga fase yaitu pre operasi, intraoperasi dan post. kerja dan tanggung jawab mendukung keluarga.

BAB 1 PENDAHULUAN. operasi melalui tiga fase yaitu pre operasi, intraoperasi dan post. kerja dan tanggung jawab mendukung keluarga. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani. Tindakan operasi

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan uji hasil olah data descriptive tingkat kecemasan di kedua kelompok yakni

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan uji hasil olah data descriptive tingkat kecemasan di kedua kelompok yakni digilib.uns.ac.id BAB IV PEMBAHASAN A. Pembahasan Berdasarkan uji hasil olah data descriptive tingkat kecemasan di kedua kelompok yakni kelompok intervensi hypnobirthing dan kelompok kontrol didapatkan

Lebih terperinci

LEMBAR PERSTUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN

LEMBAR PERSTUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN Lampiran 4 LEMBAR PERSTUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN Judul Penelitian : Hubungan Tingkat Kecemasan Klien Pre Operasi Dengan Gangguan Pola Tidur Di Ruang Kenanga RS. PELNI Jakarta Tahun 2010 Peneliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah descriptive correlational yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah descriptive correlational yaitu BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah descriptive correlational yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelasi antar variabel (Nursalam,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan (experiment), yang

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan (experiment), yang BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu, yaitu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan (experiment), yang bertujuan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. normal atau masa sebelum melahirkan (Wong & Perry, 2006). Sedangkan, postpartum blues

METODE PENELITIAN. normal atau masa sebelum melahirkan (Wong & Perry, 2006). Sedangkan, postpartum blues Definisi Operasional METODE PENELITIAN Postpartum adalah jangka antara kelahiran bayi dan kembalinya organ reproduksi ke normal atau masa sebelum melahirkan (Wong & Perry, 2006). Sedangkan, postpartum

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Penelitian 1. Gambaran Lokasi Penelitian Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr.Amino Gondohutomo Semarang (RSJD Dr.Amino Gondohutomo Semarang) yang beralamat di Jl. Brigjend

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Tempat Penelitian Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi yang berdiri pada tahun 1925 merupakan salah satu rumah sakit di Semarang yang pengelolaannya dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan Penelitian. jalan yang banyak dikunjungi oleh customer dan menjadi produk

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan Penelitian. jalan yang banyak dikunjungi oleh customer dan menjadi produk BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN A. Orientasi Kancah dan Persiapan Penelitian 1. Orientasi Kancah Rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit 1 adalah salah satu rumah sakit swasta di Yogyakarta,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kemajuan suatu bangsa seringkali dinilai dari umur harapan hidup penduduknya

BAB I PENDAHULUAN. kemajuan suatu bangsa seringkali dinilai dari umur harapan hidup penduduknya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang memiliki umur harapan hidup penduduk yang semakin meningkat seiring dengan perbaikan kualitas hidup dan pelayanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. repository.unimus.ac.id

BAB I PENDAHULUAN. repository.unimus.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Penyakit jantung koroner adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner (Riskesdas, 2013). Data

Lebih terperinci

PENGARUH DONOR DARAH TERHADAP PERUBAHAN TANDA-TANDA VITAL. Abstrak

PENGARUH DONOR DARAH TERHADAP PERUBAHAN TANDA-TANDA VITAL. Abstrak PENGARUH DONOR DARAH TERHADAP PERUBAHAN TANDA-TANDA VITAL Hendy Lesmana Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan E-mail: hendylesmana2@gmail.com Abstrak Tujuan: Tujuan umum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa yang terdiri dari dewasa awal,

BAB I PENDAHULUAN. masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa yang terdiri dari dewasa awal, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia akan mengalami perkembangan sepanjang hidupnya, mulai dari masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa yang terdiri dari dewasa awal, dewasa menengah,

Lebih terperinci

FASE A YANG YANG DIBERI SURAKARTA HERMAWATI. S1 Keperawatan

FASE A YANG YANG DIBERI SURAKARTA HERMAWATI. S1 Keperawatan KARAKTERISTIK NYERI PADAA IBU INPARTU KALA I FASE AKTIF ANTARA A YANG DIBERII DISTRAKSI MUSIK KLASIKK & MASSASE DENGAN YANG DIBERI MASSASE SAJA DI RUMAH BERSALIN GRATIS KEPATIHAN KULON JEBRES SURAKARTAA

Lebih terperinci

repository.unimus.ac.id

repository.unimus.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi dimasa sekarang ini, dimana seseorang dengan mudahnya memperoleh informasi yang diinginkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Partisipan Penelitian. primigravida maupun multigravida dengan usia kandungan 22 32

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Partisipan Penelitian. primigravida maupun multigravida dengan usia kandungan 22 32 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Partisipan Penelitian Responden dalam penelitian ini adalah ibu hamil primigravida maupun multigravida dengan usia kandungan 22 32 minggu. Adapun responden

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 20 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT Primatexco Batang Jawa Tengah, perusahaan ini merupakan pabrik yang memproduksi kain mori untuk bahan

Lebih terperinci

Diploma III Kebidanan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang. Abstrak

Diploma III Kebidanan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang. Abstrak PERBEDAAN TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA I PADA IBU BERSALIN NORMAL PRIMIGRAVIDA DAN MULTIGRAVIDA DI RB NUR HIKMAH DESA KUWARON GUBUG KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 11 Durotun Afifah 1, Budi Mulyono, Ninik Pujiati

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. Dilihat dari kualifikasinya, maka penelitian ini berfungsi sebagai penelitian

METODOLOGI PENELITIAN. Dilihat dari kualifikasinya, maka penelitian ini berfungsi sebagai penelitian III. METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode dalam sebuah penelitian memegang peranan penting karena salah satu ciri dari kegiatan ilmiah adalah terdapatnya suatu metode yang tepat dan sistematis

Lebih terperinci

hamil, ibu sudah mengalami kecemasan. Kecemasan akan meningkat menjelang

hamil, ibu sudah mengalami kecemasan. Kecemasan akan meningkat menjelang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehamilan merupakan babak baru dalam kehidupan wanita. Banyak perubahan yang terjadi, yakni perubahan fisik dan perubahan psikologis. Sejak hamil, ibu sudah mengalami

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei (non eksperimen) analitik. Penelitian suvei analitik adalah suatu penelitian yang mencoba menggali bagaimana

Lebih terperinci

SURAT PERNYATAAN MENJADI RESPONDEN

SURAT PERNYATAAN MENJADI RESPONDEN SURAT PERNYATAAN MENJADI RESPONDEN Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama/inisial : Umur : Alamat : No responden : Berdasarkan permintaan dan permohonan serta penjelasan yang sudah di sampaikan kepada

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat gigi masih kurang.

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat gigi masih kurang. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat gigi masih kurang. Seseorang seharusnya memeriksakan giginya setiap enam bulan sekali. Sebagian masyarakat awam

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS HASIL Gambaran umum responden. bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai identitas responden.

BAB 4 ANALISIS HASIL Gambaran umum responden. bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai identitas responden. BAB 4 ANALISIS HASIL 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran umum responden Responden dalam penelitian ini adalah anggota dari organisasi nonprofit yang berjumlah 40 orang. Pada bab ini akan dijelaskan tentang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan pre - post

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan pre - post BAB III METODE PENELITIAN A. Desain penelitian Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan pre - post test with control group design, dimana pada kelompok pertama diberikan perlakuan terapi musik

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB II TINJAUAN TEORI BAB II TINJAUAN TEORI A. Teori 1. Kecemasan Situasi yang mengancam atau yang dapat menimbulkan stres dapat menimbulkan kecemasan pada diri individu. Atkinson, dkk (1999, p.212) menjelaskan kecemasan merupakan

Lebih terperinci

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara Bagian 1 Kuisioner Data Demografi Lampiran 2 Petunjuk: 1. Isilah titik- titik pada pertanyaan nomor 1 sampai nomor 7. 2. Berilah tanda check list (V) pada kolom yang tersedia sesuai dengan pilihan saudara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode True Eksperiment Pre-

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode True Eksperiment Pre- BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode True Eksperiment Pre- Post Test Design yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu intervensi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. eksperimental quasi dengan desain pre post test yang dilaksanakan di Rumah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. eksperimental quasi dengan desain pre post test yang dilaksanakan di Rumah BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Subyek Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental quasi dengan desain pre post test yang dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. adalah pendekatan cross sectional, dimana variabel independen dan dependen

BAB III METODE PENELITIAN. adalah pendekatan cross sectional, dimana variabel independen dan dependen BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah non eksperimen dengan metode kuantitatif. dan menggunakan desain deskriptif korelasional. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan

Lebih terperinci

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI SAAT PERAWATAN LUKA DI RSUD MAJALENGKA TAHUN 2014

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI SAAT PERAWATAN LUKA DI RSUD MAJALENGKA TAHUN 2014 PENGARUH TEKNIK RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI SAAT PERAWATAN LUKA DI RSUD MAJALENGKA TAHUN 2014 Oleh: Tresna Komalasari ABSTRAK Teknik relaksasi dengan

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS HASIL. Responden di dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan mahasiswi

BAB 4 ANALISIS HASIL. Responden di dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan mahasiswi BAB 4 ANALISIS HASIL 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Responden Responden di dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Bina Nusantara yang sedang mengambil

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelasi antara korelatif antara variabel independen

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESPON TERHADAP NYERI PASIEN POST OPERASI MAYOR DI IRNA BEDAH RSUP. Dr. DJAMIL PADANG 2014.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESPON TERHADAP NYERI PASIEN POST OPERASI MAYOR DI IRNA BEDAH RSUP. Dr. DJAMIL PADANG 2014. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESPON TERHADAP NYERI PASIEN POST OPERASI MAYOR DI IRNA BEDAH RSUP. Dr. DJAMIL PADANG 04 Dedi Adha* ABSTRAK Semua pasien post operasi akan mengalami nyeri setelah

Lebih terperinci