DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI BANTEN TAHUN 2013

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI BANTEN TAHUN 2013"

Transkripsi

1 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI BANTEN TAHUN 2013 KAWASAN PUSAT PEMERINTAHAN PROVINSI BANTEN (KP3B) Jl. Syech Nawawi Al-Bantani, Curug, Palima, Serang

2 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Dokumen Rencana Kerja DPRD Provinsi Banten Tahun 2014 ini telah dapat kita selesaikan. Rencana Kerja Tahun 2014 merupakan tindak lanjut hasil rapat Badan Musyawarah DPRD Provinsi Banten berdasarkan saran, masukan dari Alat Kelengkapan Dewan yang dituangkan dalam bentuk Keputusan Pimpinan Dewan. Rencana Kerja ini merupakan acuan bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Banten dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya untuk masa kerja 1 (satu) tahun yaitu dari 1 Januari s/d 31 Desember Rencana Kerja dimaksudkan memuat Kegiatan/Program Utama dan Tentatif DPRD Provinsi Banten dengan 5 (lima) lampiran yang terdiri dari : 1. Lampiran 1.1. berisi fungsi, Tugas dan Wewenang DPRD Provinsi Banten; 2. Lampiran 1.2. berisi indikator kinerja Alat Kelengkapan DPRD Provinsi Banten; 3. Lampiran 1.3. tentang Rencana Jadwal Tahunan Kegiatan DPRD Provinsi Banten Tahun 2014 berisi masa sidang dibagi menjadi 3 (tiga) kali masa sidang yang terdiri dari : a. Masa Sidang I : dari Bulan Januari sampai dengan April; b. Masa Sidang II : dari Bulan Mei sampai dengan Agustus; c. Masa Sidang III : dari Bulan September sampai dengan Desember. 5. Lampiran 1.4. tentang Rencana Jadwal Kegiatan Menurut Masa Sidang Kegiatan DPRD Provinsi Banten Tahun Semoga Rencana Kerja DPRD Provinsi Banten Tahun 2014 ini bisa menjadi pedoman dan bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Serang, 2013 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KETUA, A ENG HAERUDIN

3 DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTRA LAMPIRAN... I Ii iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Maksud dan Tujuan... 2 C. Landasan Penyusunan... 3 D. Sistematika Penyusunan... 4 BAB II GAMBARAN UMUM A. Kedudukan, Fungsi, Tugas dan Wewenang DPRD... 6 B. Alat Kelengkapan DPRD... 8 C. Fraksi... 8 BAB III IMPLEMENTASI FUNGSI, TUGAS DAN WEWENANG DPRD A. Fungsi DPRD B. Implementasi Fungsi, Tugas dan Wewenang DPRD BAB IV MEKANISME PELAKSANAAN KEGIATAN A. Tahapan Pelaksanaan B. Pelaksanaan Kegiatan BAB V PENUTUP A. Kaidah Pelaksanaan B. Kaidah Pembiayaan... 28

4 LAMPIRAN KEPUTUSAN PIMPINAN DPRD PROVINSI BANTEN DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lamp. 1.1 : Fungsi DPRD, Tugas dan Wewenang DPRD Lamp : Indikator Kinerja Alat Kelengkapan DPRD Lamp : Rencana Jadwal Tahunan Kegiatan Lamp : Rencana Jadwal Kegiatan Menurut Masa Sidang Kegiatan DPRD Provinsi Banten Tahun

5 NOMOR : TANGGAL : / /2013 TENTANG : RENCANA KERJA DPRD PROVINSI BANTEN TAHUN 2014 P E N D A H U L U A N BAB I A. LATAR BELAKANG Undang-Undang No 27 Tahun 2009 tentang Majelis Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah telah menegaskan bahwa DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota adalah merupakan Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah yang berkedudukan sebagai penyelenggara Pemerintahan Daerah Provinsi. Sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten bersama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Banten diharapkan mampu mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat Banten berdasarkan penyerapan aspirasi masyarakat dalam Sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai bagian dari penyelenggara Permerintahan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten memiliki beban dan tanggung jawab mengembangkan kehidupan demokrasi, menjamin keterwakilan rakyat, meningkatkan kualitas dan produktifitas kinerja, serta mengembangkan hubungan dan mekanisme checks and balances antara Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah dengan Permerintah Daerah demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat, utamanya masyarakat Banten. Agar dalam mengemban beban tanggung jawab dan tuntutan kinerja yang produktif dan berkualitas dapat diupayakan pelaksanaanya secara holistik dan sistematis, maka diperlukan 2

6 adanya Rencana Kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten yang disusun secara periodik pada setiap Tahun Anggaran. Disisi lain, pelaksana tugas Pemerintah Daerah menuntut adanya peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang mampu melaksanakan fungsi, baik dalam tataran legislasi, anggaran maupun pengawasan sehingga dapat mendorong akuntabilitas kinerja DPRD. Untuk mengaktualisasi tiga fungsi sebagaimana diatas, perlu disusun program kerja sehingga keberadaan DPRD dapat mengedepankan peran yang dirasakan oleh masyarakat, melalui keberadaan Alat Kelengkapan DPRD. Keberadaan Alat Kelengkapan DPRD dituntut untuk mampu merumuskan program kerja, yang sekaligus mendorong terlaksananya program yang dikoordinasikan oleh Badan Musyawarah atau Banmus. Dalam konteks inilah, agar terbangun kesamaan persepsi antara Banmus dengan Pimpinan dan anggota Dewan, hal ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2004 pasal 44 ayat 1 huruf b, sebagaimana yang telah dirubah beberapa kali bahwa Pimpinan mempunyai tugas menyusun rencana kerja dan mengadakan pembagian kerja antara Ketua dan Wakil Ketua maka diperlukan adanya pedoman pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD Tahun 2014 yang sisitematis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan atas kegiatankegiatan Dewan. B. MAKSUD DAN TUJUAN Rencana Kerja (Renja) DPRD Tahun 2014 ini dimaksudkan untuk dijadikan acuan pelaksanaan kegiatan kelembagaan DPRD Provinsi Banten agar dalam memerankan fungsi, tugas dan wewenangnya dapat berjalan secara holistik dan

7 sistematik, sehingga upaya optimalisasi kinerja kelembagaan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Disamping itu, Rencana Kerja ini disusun pula petunjuk pelaksanaan kegiatan yang dimaksud untuk dapat dipakai sebagai pedoman bagi pimpinan maupun anggota Dewan dan Alat Kelengkapan DPRD sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi tahun 2014 dapat berjalan secara efektif dan efisien, serta mengedepankan akuntabilitas. C. LANDASAN PENYUSUNAN 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah; 2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 2. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; 3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD sebagaimana perubahan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;

8 7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah; 8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 9. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2007 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten; 9. Peraturan DPRD Nomor 1 Tahun 2010 tentang Tata Tertib sebagaimana telah diubah dengan Peraturan DPRD Provinsi Banten Nomor 2 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan DPRD Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Tata Tertib. D. SISTEMATIKA PENULISAN Rencana Kerja (Renja) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Banten Tahun 2014 ini disusun dengan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan tentang latar belakang, maksud dan tujuan, landasan penyusunan dan sistematika penyusunan Renja DPRD Provinsi Banten Tahun 2014; BAB II GAMBARAN UMUM Bab ini menguraikan tentang Kedudukan, Fungsi, Tugas dan Wewenang DPRD, Alat Kelengkapan DPRD dan Fraksi; BAB III IMPLEMENTASI FUNGSI, TUGAS DAN WEWENANG DPRD

9 Bab ini menguraikan tentang Fungsi DPRD dan Implementasi Fungsi, Tugas dan Wewenang DPRD; BAB IV MEKANISME PELAKSANAAN Bab ini menguraikan tentang deksripsi tahapan pelaksanaan dan pelaksanaan serta matrikulasi Rencana Kerja DPRD Tahun 2014; BAB V PENUTUP Bab ini menguraikan tentang kaidah pelaksanaan dan kaidah pembiayaan Renja DPRD Tahun 2014.

10 BAB II GAMBARAN UMUM A. KEDUDUKAN, FUNGSI, TUGAS DAN WEWENANG DPRD 1. Kedudukan DPRD merupakan Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 40 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan sebagai lembaga Perwakilan Rakyat di Daerah, DPRD menerima Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur sebagaimana amanat Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang No 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD pasal 291 menegaskan pula bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi merupakan Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah di Provinsi. 2. Fungsi Sesuai Pasal 292 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 DPRD Provinsi mempunyai 3 (tiga) fungsi, yaitu : a. Legislasi; Fungsi Legislasi sebagaimana diwujudkan dalam membentuk Peraturan Daerah bersama Gubernur; b. Anggaran;

11 Fungsi Anggaran diwujudkan dalam bentuk merencanakan, menyusun dan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah bersama Pemerintah Daerah; c. Pengawasan; Fungsi pengawasan diwujudkan dalam bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang, Peraturan Daerah, Peraturan Gubernur dan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. 3. Tugas dan Wewenang. Di dalam pasal 293 Undang-undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR dan DPRD dijelaskan bahwa DPRD Provinsi membentuk tugas dan wewenang, yaitu : a. membentuk Peraturan Daerah bersama Gubernur; b. membahas dan memberikan persetujuan rancangan PERDA mengenai APBD yang diajukan Gubernur; c. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Undangundang, PERDA, Peraturan Gubernur; d. mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Gubernur dan/atau Wakil Gubernur kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan; e. memilih Wakil Gubernur dalam hal terjadi kekosongan Wakil Gubernur; f. memberikan pendapat dan pertimbangan kepada Pemerintah Daerah terhadap rencana perjanjian internasional di daerah; g. memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama internasional yang dilakukan Pemerintah Daerah;

12 h. meminta Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah; i. memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama dengan daerah lain atau dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah; j. mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; k. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan; dan l. melakukan pengawasan dan meminta laporan KPUD dalam penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. B. ALAT KELENGKAPAN DPRD Alat Kelengkapan DPRD Provinsi Banten Tahun 2014 terdiri atas: 1. Pimpinan; 2. Badan Musyawarah; 3. Komisi; 4. Badan Legislasi Daerah; 5. Badan Anggaran; 6. Badan Kehormatan;dan 7. Alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk oleh rapat paripurna. C. FRAKSI 1. Keberadaan Fraksi Fraksi adalah Pengelompokan Anggota DPRD Provinsi Banten yang mencerminkan konfigurasi Partai Politik peserta Pemilihan Umum. Fraksi dibentuk sebagai wadah berhimpun

13 anggota DPRD dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan fungsi, tugas dan wewenang DPRD Provinsi, serta hak dan kewajiban anggota DPRD Provinsi (Pasal 301 ayat (1) Undangundang Nomor 27 Tahun 2009). Adapun fraksi-fraksi DPRD Provinsi Banten terdiri atas : 1. Fraksi Partai Demokrat; 2. Fraksi Partai Golkar; 3. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera; 4. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan; 5. Fraksi Partai Hanura; 6. Fraksi Partai Gerindra; 7. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan; 8. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa; 9. Fraksi Bulan Bintang Peduli Bangsa; 10. Fraksi Amanat Reformasi Daulat Ummah. 2. Fraksi mempunyai tugas : a. menyatukan dan memperjuangkan penyerapan aspirasi anggota masing-masing fraksinya; b. menentukan dan mengatur segala sesuatu yang menyangkut urusan fraksi; c. meningkatkan kualitas, kemampuan, efisiensi dan efektifitas kerja para anggota; d. memberikan pertimbangan kepada Pimpinan DPRD mengenai hal-hal yang dianggap perlu, berkenaan dengan bidang tugas DPRD, baik diminta atau tidak diminta.

14 BAB III IMPLEMENTASI FUNGSI, TUGAS DAN WEWENANG DPRD A. FUNGSI DPRD Dengan berlandaskan pada kedudukan, fungsi, tugas dan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, maka seluruh program kerja DPRD Provinsi Banten senantiasa mengarah pada implementasi ketiga fungsi DPRD, yaitu Legislasi, Anggaran dan Pengawasan. 1. Fungsi Legislasi Penyelenggaraan Pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, serta mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah memerlukan arah, kebijakan dan peraturan yang menjadi rambu rambu sebagai aturan main bagi pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya. DPRD Provinsi Banten, sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah, bersama sama dengan Gubernur, harus menentukan arah/kebijakan melalui penetapan Peraturan Daerah. 2. Fungsi Penganggaran Wujud pelaksanaan fungsi penganggaran adalah keterlibatan DPRD Provinsi Banten secara aktif dan proaktif dalam rangka menyusun, membahas dan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten. Dengan senantiasa mencari dan mengumpulkan berbagai data dan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar melakukan penyusunan dan evaluasi di dalam proses penyusunan, pembahasan dan penetapan APBD. 3. Fungsi Pengawasan Wujud pelaksanaan fungsi pengawasan adalah berjalannya roda dan mekanisme kinerja pemerintahan daerah di dalam

15 melaksanakan peraturan daerah, termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan APBD. DPRD Provinsi Banten berkewajiban pula melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kerjasama internasional di daerah, serta pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai kebijakan lainnya, baik kebijakan pemerintah daerah maupun kebijakan pemerintah. B. IMPLEMENTASI FUNGSI, TUGAS DAN WEWENANG DPRD Implementasi pelaksanaan fungsi, tugas dan wewenang DPRD diwujudkan dalam berbagai program kerja DPRD Provinsi Banten sebagai berikut : 1. Rapat Paripurna DPRD Rapat paripurna merupakan forum rapat tertinggi anggota DPRD dalam pengambilan keputusan yang dipimpin oleh Ketua atau wakil ketua DPRD dalam hal pengambilan keputusan. Dihadiri oleh Muspida, Tokoh Masyarakat dan atau Tokoh Agama dan undangan lainnya sesuai dengan kapasitasnya. Untuk tahun 2014 diagendakan rapat paripurna sebagai berikut : 1. Rapat Paripurna Pembukaan dan Penutupan Masa Sidang. 2. Rapat Paripurna Penetapan APBD Perubahan Tahun Rapat Paripurna Penetapan APBD Tahun 2015; 4. Rapat Paripurna Laporan Pertanggungjawaban Kinerja DPRD Tahun 2014; 5. Rapat Paripurna Penetapan Peraturan DPRD dan Peraturan Daerah;

16 6. Rapat Paripurna lainnya. 2. Rapat Paripurna Istimewa DPRD Rapat paripurna istimewa merupakan rapat anggota DPRD yang dipimpin oleh ketua atau wakil ketua untuk melaksanakan acara tertentu dan tidak mengambil keputusan. Rapat Paripurna Istimewa diselenggarakan dalam rangka peringatan acara-acara tertentu yang bersifat istimewa. Dihadiri oleh Muspida, Tokoh Masyarakat dan atau Tokoh Agama dan undangan lainnya sesuai dengan kapasitasnya. Untuk tahun 2014 diagendakan rapat paripurna Istimewa sebagai berikut : 1. Rapat Paripurna Penyampaian Laporan hasil pemeriksaan BPK-RI. 2. Rapat Paripurna Istimewa Mendengarkan/Menyaksikan Pidato Kenegaraan. 3. Rapat Paripurna Istimewa Pengambilan Sumpah Pimpinan dan Anggota DPRD Periode Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT RI ke Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT Banten ke Rapat Paripurna Istimewa Pengganti Antar Waktu. 7. Rapat Paripurna istimewa lainnya. 3. Rapat-Rapat DPRD Rapat alat kelengkapan DPRD adalah rapat-rapat yang dilaksanakan oleh Alat Kelengkapan DPRD dapat dilaksanakan secara internal dan atau dilaksanakan atas inisiatif alat kelengkapan DPRD maupun berdasar atas permintaan mitra kerja, Stakeholders, maupun permintaan masyarakat luas yang meliputi : 1. Rapat pimpinan DPRD merupakan rapat para anggota pimpinan DPRD yang dipimpin oleh ketua atau wakil

17 ketua DPRD. (Dalam Tahun 2014 direncanakan 4 kali x 12 bulan); 2. Rapat fraksi adalah rapat anggota fraksi yang dipimpin oleh pimpinan fraksi. (Dalam Tahun 2014 direncanakan 4 kali x 12 bulan); 3. Rapat konsultasi adalah rapat antara pimpinan DPRD dengan pimpinan fraksi dan pimpinan alat kelengkapan DPRD yang dipimpin oleh pimpinan DPRD. (Dalam Tahun 2014 direncanakan 4 kali x 12 bulan); 4. Rapat Bamus merupakan rapat anggota Bamus yang dipimpin oleh ketua atau wakil ketua Bamus. (Dalam Tahun 2014 direncanakan 4 kali x 12 bulan); 5. Rapat komisi merupakan rapat anggota komisi yang dipimpin oleh ketua atau wakil ketua komisi. (Dalam Tahun 2014 direncanakan 2 kali x 12 bulan); 6. Rapat gabungan komisi merupakan rapat antar komisi yang dipimpin oleh Ketua atau Wakil Ketua DPRD. (Dalam Tahun 2014 direncanakan 2 kali x 6 bulan); 7. Rapat Badan Anggaran merupakan rapat anggota Banangg yang dipimpin oleh Ketua atau Wakil Ketua Banangg. (Dalam Tahun 2014 direncanakan 3 kali x 1 tahun); 8. Rapat Badan Legislasi Daerah merupakan rapat anggota Balegda yang dipimpin oleh ketua atau wakil ketua Balegda. (Dalam Tahun 2014 direncanakan 1 kali x 12 bulan); 9. Rapat Badan Kehormatan merupakan rapat anggota BK DPRD yang dipimpin oleh ketua atau wakil ketua BK DPRD. (Dalam Tahun 2014 direncanakan 2 kali x 12 bulan); 10. Rapat panitia khusus merupakan rapat anggota panitia khusus yang dipimpin oleh ketua atau wakil ketua panitia khusus. (Tentatif);

18 11. Rapat kerja merupakan rapat antara DPRD dan Gubernur atau pejabat yang ditunjuk atau antara Badan Anggaran, komisi, gabungan komisi, atau panitia khusus dan Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. (Tentatif); 12. Rapat dengar pendapat merupakan rapat antara DPRD dengan Pemerintah Daerah. (Tentatif); 13. Rapat dengar pendapat umum merupakan rapat antara DPRD dan masyarakat baik lembaga/organisasi kemasyarakatan maupun perorangan atau antara komisi, gabungan komisi, atau panitia khusus dan masyarakat baik lembaga/organisasi kemasyarakatan maupun perorangan. (Tentatif); 4. Reses Masa Reses adalah masa kegiatan DPRD di luar kegiatan masa sidang dan di luar gedung DPRD Provinsi Banten dalam rangka mengunjungi daerah pemilihan oleh masing masing anggota guna menyerap informasi/menjaring aspirasi masyarakat dalam hal memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen, berdasarkan pada daerah pemilihannya. Kegiatan reses dilaksanakan sebanyak 3 kali dalam 1 tahun anggaran dengan alokasi waktu selama 6 hari kerja dalam setiap kegiatan reses. 5. Kunjungan Kerja Pengawasan, Koordinasi dan Konsultasi Untuk melaksanakan fungsi, tugas, wewenang, hak dan kewajiban DPRD pimpinan dan anggota DPRD dapat

19 melakukan kunjungan kerja dalam bentuk Koordinasi, Konsultasi dan Pengawasan, sesuai dengan kebutuhan bagi DPRD. Dalam hal DPRD melakukan Koordinasi, Konsultasi dan Pengawasan, untuk menyikapi, mengelola serta menyelesaikan berbagai permasalahan pemerintahan dan kemasyarakatan sekaligus upaya pengayaan dan penguatan kelembagaan dengan berbagai pihak yang berkompeten sesuai dengan kapasitasnya. Setelah kunjungan kerja, pimpinan dan anggota DPRD berkewajiban menyampaikan laporan secara tertulis kepada Pimpinan DPRD selambatlambatnya 7 (tujuh) hari terhitung dari selesainya kunjungan kerja. Yang kemudian dapat dipertimbangkan menjadi masukan bagi Pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan. Kegiatan kunjungan kerja meliputi kunjungan kerja dalam Provinsi, kunjungan kerja keluar provinsi, serta kunjungan kerja keluar negeri. a. Kunjungan Kerja dalam Daerah Kunjungan kerja Dalam Provinsi Banten dalam rangka proses Pengawasan dan Koordinasi, Tindak Lanjut dan Observasi DPRD terhadap pelaksanaan Perda, Pergub, APBD tahun 2014, Kebijakan Pemerintah Daerah dan Pemerintah. Pelaksanaan Kunjungan Kerja dalam Provinsi Banten dialokasikan bagi : 1. Pimpinan DPRD a. Undangan - 5 orang x 1 kali x 1 tahun b. Koordinator Komisi - 5 orang x 7 kali x 12 bulan c. Badan Kehormatan DPRD

20 - 5 orang x 2 kali x 1 tahun d. Badan Legislasi Daerah - 5 orang x 1 kali x 1 tahun e. Badan Musyawarah - 5 orang x 2 kali x 1 tahun 2. Komisi - 80 orang x 7 kali x 12 bulan 3. Badan Kehormatan DPRD - 7 orang x 2 kali x 1 tahun 4. Badan Legislasi Daerah a. Kajian Draf Raperda Usul Prakarsa DPRD - 19 orang x 1 kali x 1 kegiatan b. Pembahasan Prolegda - 19 orang x 2 kali x 1 kegiatan c. Kajian Draf Raperda Usul Gubernur Banten - 19 orang x 1 kali x 4 kegiatan 5. Badan Musyawarah - 30 orang x 2 kali x 1 tahun 6. Badan Anggaran a. RKUA RPPAS APBD-P 2014 dan RAPBD-P orang x 1 hari x 3 kali x 2 kegiatan b. RKUA RPPAS APBD 2015 dan RAPBD orang x 1 hari x 3 kali x 2 kegiatan 7. Rapat koordinasi Pansus/Komisi/Gab.Komisi a. Usul Gubernur - 35 orang x 3 kali x 4 kegiatan b. Usul Prakarsa DPRD - 35 orang x 3 kali x 1 kegiatan c. Keputusan DPRD - 35 orang x 3 kali x 2 kegiatan

21 b. Kunjungan Kerja Keluar Daerah (DKI, Jabar, Lampung) Dalam rangka rapat koordinasi dan konsultasi sekaligus memperoleh informasi kebijakan pemerintah di daerah lain maka diperlukan Kunjungan Kerja ke DKI, Jabar, Lampung dengan alokasi sebagai berikut : 1. Pimpinan DPRD a. Undangan DKI - 5 orang x 1 kali x 1 tahun Jabar - 5 orang x 2 kali x 1 tahun b. Koordinator Komisi - DKI 5 orang x 4 kali x 12 bulan - Jabar 5 orang x 4 kali x 12 bulan c. Badan Kehormatan DPRD DKI - 5 orang x 2 kali x 1 tahun Jabar - 5 orang x 2 kali x 1 tahun d. Badan Legislasi Daerah DKI - 5 orang x 3 kali x 1 tahun Jabar - 5 orang x 1 kali x 1 tahun e. Badan Musyawarah DKI - 5 orang x 3 kali x 1 tahun 2. Komisi DPRD - DKI 80 orang x 4 kali x 12 bulan - Jabar

22 80 orang x 4 kali x 12 bulan 3. Badan Kehormatan DPRD DKI 7 orang x 2 kali x 1 tahun Jabar 7 orang x 2 kali x 1 tahun 4. Badan Legislasi Daerah a. Raperda Usul Prakarsa DPRD DKI 19 orang x 3 kali x 1 tahun Jabar 19 orang x 2 kali x 1 tahun b. Pembahasan Prolegda DKI 19 orang x 3 kali x 1 tahun Jabar 19 orang x 2 kali x 1 tahun c. Kajian Draft Usul Gubernur Banten 19 orang x 3 kali x 4 kegiatan 5. Badan Musyawarah - 30 orang x 3 kali x 1 tahun 6. Badan Anggaran a. LPP APBD tahun orang x 1 hari x 8 kali x 1 kegiatan b. RKUA RPPAS APBD-P 2014 dan RAPBD-P orang x 1 hari x 8 kali x 2 kegiatan c. RKUA RPPAS APBD 2015 dan RAPBD orang x 1 hari x 8 kali x 2 kegiatan 7. Rapat koordinasi/konsultasi Pansus/Komisi/Gab.Komisi a. Usul Gubernur - 35 orang x 8 kali x 4 kegiatan b. Usul Prakarsa DPRD - 35 orang x 8 kali x 1 kegiatan c. Keputusan DPRD - 35 orang x 8 kali x 2 kegiatan

23 b. Pelaksanaan Kunjungan Kerja Luar Wilayah Provinsi Lainnya Dalam rangka rapat koordinasi dan konsultasi sekaligus memperoleh infromasi kebijakan Pemerintah dan di daerah lain maka diperlukan Kunjungan kerja ke beberapa Provinsi dengan alokasi sebagai berikut : 1. Pimpinan DPRD a. Undangan - 5 orang x 1 kali x 1 tahun b. Koordinator Komisi - 5 orang x 6 kali x 1 tahun c. Badan Kehormatan DPRD - 5 orang x 1 kali x 1 tahun d. Badan Legislasi Daerah - 5 orang x 1 kali x 1 tahun e. Badan Musyawarah - 5 orang x 1 kali x 1 tahun 2. Komisi DPRD - 80 orang x 6 kali x 1 tahun 3. Badan Kehormatan DPRD - 7 orang x 1 kali x 1 tahun 4. Badan Legislasi Daerah - 19 orang x 2 kali x 1 tahun 5. Badan Musyawarah - 30 orang x 1 kali x 1 tahun 6. Badan Anggaran Konsultasi LPP APBD TA.2013,RKUA PPAS APBD-P TA.2014 & RAPBD-P 2014, RKUA PPAS APBD TA.2015 & RAPBD orang x 1 kali x 5 kegiatan x 1 tahun 7.Kunjungan Kerja Pansus/Komisi/Gabungan Komisi a. Usul Gubernur

24 - 35 orang x 1 kali x 4 kegiatan b. Usul Prakarsa DPRD - 35 orang x 1 kali x 1 kegiatan c. Keputusan DPRD - 35 orang x 1 kali x 2 kegiatan 6. Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Profesionalisme Keterlibatan Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Banten didalam kegiatan Workshop, seminar, lokakarya dan lain lain kegiatan sejenis, baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, Sekretariat DPRD dan pihak lain yang kompetensinya di syahkan oleh Badan Diklat Departemen Dalam Negeri, hal ini diharapkan dapat menjadi daya dukung bagi upaya optimalisasi pelaksanaan fungsi, tugas dan wewenang DPRD. Yang akan diselenggarakan sebagai berikut : a. Diklat Mandiri/In house Training Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sekretariat DPRD 3 kali dalam 1 tahun anggaran tiap masa sidang, sesuai dengan keberadaan Fungsi DPRD yaitu Fungsi Legislasi, Anggaran dan Pengawasan. b. Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Profesionalisme Peningkatan kapasitas dalam rangka pemantapan pelaksanaan Tugas dan Wewenang DPRD berdasarkan Tugas dan Wewenang DPRD maka perlu diselenggarakan Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Profesionalisme. Yaitu : 1. Luar Daerah - 85 orang x 4 kali x 1 tahun

25 7. Menghadiri Undangan Forum Pemerintah Daerah Dihadiri oleh Ketua, Pimpinan DPRD atau anggota DPRD yang mewakili undangan dari instansi vertikal atau pemerintah daerah. Kegiatan ini dilaksanakan paling banyak 5 kali dalam 1 bulan dengan alokasi waktu paling lama 1 hari dalam setiap undangan. 8. Sosialisasi Kegiatan Sosialisasi dimaksudkan agar masyarakat luas dapat mengetahui terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh DPRD sekaligus sebagai upaya menyampaikan produk DPRD yang dihasilkan. Dengan tujuan agar masyarakat luas mengetahui program kerja DPRD dan Peraturan Daerah yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Selain masyarakat luas, sasaran sosialisasi adalah pemerintahan Kabupaten/Kota, dengan harapan kebijakan yang diambil oleh pemerintahan kabupaten/kota dapat disinegriskan dengan kebijakan pemerintahan Provinsi yang diselenggarakan bekerjasama dengan Media Cetak, Media masa, Media elekronik dan Spanduk. 9. Pembahasan dan Penetapan Peraturan daerah Merupakan implementasi dari fungsi Legislasi DPRD. Yang menjadi Badan Legislasi Daerah sebagai upaya melaksanakan penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Kegiatan Pembahasan rancangan Peraturan daerah didasarkan atas skala Program Legislasi Daerah (PROLEGDA) yang telah ditetapkan bersama-sama antara pihak DPRD dengan Pemerintah Daerah.

26 Pada tahun 2014 direncanakan akan membahas 6 (enam) raperda usul Gubernur dan 3 (tiga) raperda inisiatif DPRD, 2 (dua) Keputusan DPRD serta 3 (tiga) raperda APBD. Dalam hal pembahasan raperda inisiatif DPRD, didukung dengan penyusunan naskah akademik raperda. Dengan harapan raperda yang dihasilkan dapat memenuhi kriteria akademik. 10. Pembahasan dan Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Merupakan implementasi dari fungsi anggaran DPRD. Yang melaksanakan tugas-tugas Anggaran Daerah. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan anggaran adalah pada : 1. Pembahasan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2013 dilaksanakan bulan Maret April 2014; 2. Pembahasan dan Penetapan KUA-PPAS Perubahan Tahun 2014 dan penetapan Perubahan APBD Tahun 2014, dilaksanakan bulan Juli -Agustus 2014; 3. Konsultasi dan penetapan perubahan APBD 2014 ke Kementerian Dalam Negeri; 4. Pembahasan dan Penetapan KUA-PPAS Tahun 2015 dan penetapan APBD Tahun 2015, dilaksanakan bulan November-Desember 2014; 5. Konsultasi dan penetapan APBD 2015 ke Kementerian Dalam Negeri.

27 BAB IV MEKANISME PELAKSANAAN KEGIATAN A. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan yang merupakan pelaksanaan dari fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan agar dapat berjalan dengan baik sehingga harus disusun melalui tahapan perencanaan, penetapan, pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi. 1. Perencanaan Kegiatan Perencanaan hanya untuk Alat Kelengkapan DPRD. Dalam rangka menyusun perencanaan dan jadwal pelaksanaan kegiatan alat kelengkapan DPRD setiap bulan untuk bulan berikutnya, yang selanjutnya dijadikan bahan/materi pembahasan dalam rapat Banmus. 2. Penetapan Keputusan Banmus atas rencana kegiatan menjadi agenda kegiatan Dewan yang diformulasikan menjadi keputusan Pimpinan Dewan. Atas keputusan ini maka Sekretariat Dewan mendukung kelancaran kegiatan tersebut sesuai dengan bentuk kebutuhan yang harus difasilitasi. 3. Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan yang telah diputuskan oleh Pimpinan Dewan, dilaksanakan oleh Alat Kelengkapan DPRD dengan penuh rasa tanggungjawab, baik pelaksanaannya dalam bentuk tim ataupun perorangan. Dalam hal pelaksanaannya dilakukan oleh tim, maka pimpinan tim mengkoordinasikan langkah dan kegiatan sehingga melahirkan tanggungjawab bersama.

28 4. Pelaporan Setiap pelaksanaan kegiatan berakhir maka wajib menyusun dan menyampaikan laporan kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku, atau kepada Pimpinan Dewan. Untuk dijadikan bahan dalam rapat pertanggungjawaban kinerja DPRD. 5. Evaluasi Berdasarkan atas laporan kegiatan maka dilakukan evaluasi kegiatan, untuk disampaikan dalam rapat Banmus sebagai dasar pertimbangan Banmus melakukan pembahasan dan penetapan agenda berikutnya. B. Pelaksanaan Kegiatan Pada dasarnya kegiatan Pimpinan dan Anggota Dewan dapat dikategorikan beberapa kegiatan, yaitu: Rapat, Kunjungan kerja, peningkatan SDM, Reses, Sosialisasi serta Kunjungan Kerja Luar Provinsi. 1. Rapat Kegiatan rapat-rapat baik yang diselenggarakan dalam bentuk rapat paripurna maupun rapat alat kelengkapan DPRD, dilaksanakan untuk melakukan pembahasan sesuai dengan agenda rapat dimaksud. Dijadwalkan setiap bulan dalam Badan Musyawarah, untuk ditetapkan sebagai agenda bulanan. 2. Kunjungan Kerja Kunjungan Kerja adalah bentuk kegiatan Dewan untuk berkomunikasi dengan masyarakat secara langung dalam bentuk tatap muka untuk menjaring penyerapan aspirasi masyarakat, sosialisasi, atau koordinasi/konsultasi dengan pihak lain. Dalam kegiatan ini, dilakukan melalui perjalanan dinas, yang dikategorikan dalan tiga bentuk, yaitu : dalam provinsi, dan keluar provinsi.

29 Kunjungan kerja dalam Provinsi Banten dilakukan dalam konteks investigasi DPRD terhadap persoalan yang terjadi pada masyarakat dan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku sekaligus dan sosialisasi kinerja DPRD oleh komisi terkait. Sedangkan dalam hal penyerapan aspirasi sebagaimana dimaksud dapat berbentuk masukan Rancangan Peraturan Daerah dan Usulan Pembangunan Sarana dan Prasarana guna mempercepat pembangunan kesejahteraan masyarakat. 3. Peningkatan SDM Peningkatan wawasan dan pengetahuan melalui jalur pendidikan dan pelatihan, seminar, workshop, lokakarya, dan sebagainya dapat dilakukan secara swakelola oleh Sekretariat Dewan atas dasar kebutuhan, atau dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi. Peningkatan wawasan dan pengetahuan bagi Anggota DPRD dapat dilaksanakan oleh : a. Diselenggarakan oleh Sekretariat Dewan Kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diselenggarkan oleh Sekretariat Dewan, didasarkan pada usulan Pimpinan atau Anggota Dewan dengan disertai kebutuhan materi. Narasumber dalam pelaksanaan ini antara lain pejabat struktural atau pejabat fungsional, pakar/praktisi, atau akademisi yang sesuai dengan keahlian dibidangnya. b. Diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Keikutsertaan Anggota Dewan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi didasarkan jadwal yang ditetapkan oleh Banmus atau Pimpinan DPRD. Bagi Anggota yang berminat mengikuti, dapat menyampaikan

30 pemberitahuan kepada pimpinan DPRD dengan melampirkan undangan serta profil lembaga penyelenggara yang memenuhi ketentuan yang berlaku. Anggota dapat mengikuti setelah mendapatkan penugasan dari pimpinan Dewan dan selanjutnya Sekretariat Dewan memberikan biaya kontribusi dan perjalanan dinas tanpa staf pendampingan. 4. Reses Substansi kegiatan Reses bagi anggota Dewan, selain menyerap dan menampung penyerapan aspirasi konstituen juga kewajiban Anggota Dewan menyampaikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituennya di Daerah Pemilihan. Sehubungan dengan urgensi reses, maka tahapan kegiatan reses dilaksanakan sebagai berikut: a. Banmus, dengan mengacu pada RENJA DPRD untuk menetapkan waktu pelaksanaan Reses. b. Pelaksanaan Reses ditetapkan dalam rapat Paripurna. c. Paling lama 7 (tujuh) hari setelah waktu kegiatan Reses, Anggota Dewan menyampaikan laporan hasil reses melalui rapat Paripurna penyampaian hasil Reses untuk disampaikan kepada Gubernur Banten sebagai bahan bahan/materi penyusunan Rencana Pembangunan Pemerintah Daerah. 5. Sosialisasi Sosialisasi kebijakan atau Peraturan Daerah (PERDA) adalah merupakan tindakan Dewan untuk memberi pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat atas kebijakan atau PERDA yang telah ditetapkan sehingga kebijakan atau perda tersebut dapat diimplementasikan secara baik dilingkungan masyarakat.

31 C. Matrikulasi Rencana Kerja DPRD Provinsi Banten Tahun 2014 Seluruh agenda kerja DPRD Provinsi Banten Tahun 2014 beserta rencana pelaksanaannya, tertuang dalam matrikulasi rencana kerja DPRD tahun 2014 sebagaimana terlampir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.

32 BAB V P E N U T U P A. Kaidah Pelaksanaan Rencana Kerja DPRD Provinsi Banten Tahun 2014 merupakan penjabaran secara operasional rencana kerja sesuai dengan kedudukan, fungsi, tugas dan wewenang DPRD dengan harapan dapat dijadikan pedoman oleh seluruh Pimpinan dan Anggota DPRD serta Sekretariat DPRD Provinsi Banten dalam melaksanakan program kerja tahun B. Kaidah Pembiayaan Pembiayaan program dan kegiatan dalam Rencana Kerja DPRD Provinsi Banten Tahun 2014 berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten serta dari pihak lain, baik organisasi pemerintah maupun swasta, dalam negeri maupun luar negeri yang diperoleh melalui skema kemitraan strategis.

NOMOR TAHUN 2015 TENTANG ACARA MASA PERSIDANGAN III TAHUN ANGGARAN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

NOMOR TAHUN 2015 TENTANG ACARA MASA PERSIDANGAN III TAHUN ANGGARAN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR RANCANGAN KEPUTUSAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR TAHUN 2015 TENTANG ACARA MASA PERSIDANGAN III DEWAN PERWAKILAN

Lebih terperinci

PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH,

PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH, KEPUTUSAN PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 4A TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015 PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DAN PRODUK HUKUM DEWAN PERWAKILAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANTUL. No.04,2015 Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. Pedoman, pembentukan, produk hukum, daerah

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANTUL. No.04,2015 Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. Pedoman, pembentukan, produk hukum, daerah 1 2015 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANTUL No.04,2015 Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. Pedoman, pembentukan, produk hukum, daerah BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA NOMOR 14 TAHUN 2014

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA NOMOR 14 TAHUN 2014 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA NOMOR 14 TAHUN 2014 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

Lebih terperinci

INFORMASI PUBLIK PPID PEMBANTU SEKRETARIAT DPRD PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014

INFORMASI PUBLIK PPID PEMBANTU SEKRETARIAT DPRD PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 INFORMASI PUBLIK PPID PEMBANTU SEKRETARIAT DPRD PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 1. INFORMASI PUBLIK YANG WAJIB DISEDIAKAN DAN DIUMUMKAN SECARA BERKALA a. Informasi tentang Profil Badan Publik Sekretariat

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 07 TAHUN 2016 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 07 TAHUN 2016 TENTANG 1 2016 No.07,2016 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANTUL Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. PEMERINTAH DAERAH.HUKUM.Pedoman.Pembentukan. Produk Hukum Daerah. BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Lebih terperinci

PROVINSI RIAU BUPATI KEPULAUAN MERANTI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI NOMOR 07 TAHUN 2014 TENTANG

PROVINSI RIAU BUPATI KEPULAUAN MERANTI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI NOMOR 07 TAHUN 2014 TENTANG PROVINSI RIAU BUPATI KEPULAUAN MERANTI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI NOMOR 07 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Gambaran Umum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Gambaran Umum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4. 1 Gambaran Umum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro Anggota DPRD memiliki hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. Anggota DPRD Kota

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN, Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN DAERAH KOTA KEDIRI NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN DAERAH KOTA KEDIRI NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN WALIKOTA KEDIRI PERATURAN DAERAH KOTA KEDIRI NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA KEDIRI, Menimbang : a. bahwa produk hukum

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN DEMAK KEPUTUSAN BADAN MUSYAWARAH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN DEMAK

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN DEMAK KEPUTUSAN BADAN MUSYAWARAH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN DEMAK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KEPUTUSAN BADAN MUSYAWARAH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH NOMOR : 04/BAMUS. DPRD/ TENTANG JADWAL KEGIATAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TAHUN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH,

Lebih terperinci

2016, No (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5568) sebagaimana telah

2016, No (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5568) sebagaimana telah BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1361, 2016 DPR. Prolegnas. Penyusunan. Tata Cara. Pencabutan. PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PROGRAM

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1124 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT. Program Legislasi Nasional. Penyusunan. Tata Cara. PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG TATA

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

- 1 - PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SALINAN - 1 - PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR : 64 TAHUN 2017

PERATURAN KEPALA DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR : 64 TAHUN 2017 PERATURAN KEPALA DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR : 64 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN RESES PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT

Lebih terperinci

GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 9 TAHUN 2017

GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 9 TAHUN 2017 GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG PELAKSANAAN HAK KEUANGAN DAN ADMINISTRATIF PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI SUMATERA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA MEMPERSIAPKAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG TATA TERTIB DENGAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.805, 2015 DPR. Tata Tertib. Perubahan. PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PROGRAM LEGISLASI NASIONAL

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PROGRAM LEGISLASI NASIONAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PROGRAM LEGISLASI NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PENGUATAN FUNGSI LEGISLASI DPRD DALAM PEMBUATAN RAPERDA INISIATIF. Edy Purwoyuwono Dosen Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

PENGUATAN FUNGSI LEGISLASI DPRD DALAM PEMBUATAN RAPERDA INISIATIF. Edy Purwoyuwono Dosen Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda YURISKA, VOL. 2, NO. 1, AGUSTUS 2010 72 PENGUATAN FUNGSI LEGISLASI DPRD DALAM PEMBUATAN RAPERDA INISIATIF Edy Purwoyuwono Dosen Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda ABSTRAK Hubungan

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA. Akuntabilitas Kinerja Sekretariat DPRD Kota Bandung. merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja selama tahun

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA. Akuntabilitas Kinerja Sekretariat DPRD Kota Bandung. merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja selama tahun BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas Kinerja merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja selama tahun 2014 yang memuat realisasi kinerja yang diperjanjikan tahun 2014. Dalam bab ini juga akan disajikan

Lebih terperinci

PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1/DPR RI/TAHUN 2009 TENTANG TATA TERTIB

PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1/DPR RI/TAHUN 2009 TENTANG TATA TERTIB PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1/DPR RI/TAHUN 2009 TENTANG TATA TERTIB Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan kehidupan kenegaraan yang demokratis konstitusional berdasarkan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

JADWAL KEGIATAN DPRD KABUPATEN LAMONGAN TAHUN ANGGARAN 2015 Hasil Rapat Badan Musyawarah Ke-1 tanggal 13 Januari 2015

JADWAL KEGIATAN DPRD KABUPATEN LAMONGAN TAHUN ANGGARAN 2015 Hasil Rapat Badan Musyawarah Ke-1 tanggal 13 Januari 2015 JADWAL KEGIATAN DPRD KABUPATEN LAMONGAN TAHUN ANGGARAN 2015 Hasil Rapat Badan Musyawarah Ke-1 tanggal 13 Januari 2015 KALENDER JANUARI 1 JANUARI 1 Kamis 2 Jum at 3 Sabtu 4 Minggu 5 Senin 6 Selasa 7 Rabu

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Tata Tertib DPR Bagian Kesatu Umum Pasal 99 Pasal 100 Pasal 101 Pasal 102

Tata Tertib DPR Bagian Kesatu Umum Pasal 99 Pasal 100 Pasal 101 Pasal 102 Tata Tertib DPR Bagian Kesatu Umum Pasal 99 1. Rancangan undang-undang dapat berasal dari DPR, Presiden, atau DPD. 2. Rancangan undang-undang dari DPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diajukan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PROBOLINGGO NOMOR : 01 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PROBOLINGGO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN TATA TERTIB

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN TATA TERTIB PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH I. UMUM Sejalan dengan perkembangan kehidupan

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG

PEMERINTAH PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG PEMERINTAH PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG KEUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI

Lebih terperinci

WALIKOTA SERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

WALIKOTA SERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH WALIKOTA SERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SERANG, Menimbang : a. bahwa pembentukan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG 1 PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 3 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUKOMUKO,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG, Menimbang : a. bahwa Peraturan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK, BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 12 TAHUN 2017 TENTANG PENJABARAN TUGAS SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK,

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN,

PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN, PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN, Menimbang : a. bahwa pembentukan produk hukum daerah yang

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR Rencana Kerja DPRD Kabupaten Bogor Tahun 2015

KATA PENGANTAR Rencana Kerja DPRD Kabupaten Bogor Tahun 2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-nya kita masih diberikan kesehatan baik jasmani maupun rohani, sehingga kita masih dapat menjalankan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

PERAN ALAT KELENGKAPAN DEWAN DAN PENGUATAN FUNGSI LEGISLASI DPRD. Oleh : Imam Asmarudin, SH

PERAN ALAT KELENGKAPAN DEWAN DAN PENGUATAN FUNGSI LEGISLASI DPRD. Oleh : Imam Asmarudin, SH PERAN ALAT KELENGKAPAN DEWAN DAN PENGUATAN FUNGSI LEGISLASI DPRD Oleh : Imam Asmarudin, SH Abstraks Pemerintahan daerah dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan otonomi daerah,

Lebih terperinci

BUPATI SAMBAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMBAS NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PROGRAM LEGISLASI DAERAH

BUPATI SAMBAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMBAS NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PROGRAM LEGISLASI DAERAH BUPATI SAMBAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMBAS NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PROGRAM LEGISLASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SAMBAS, Menimbang : a. bahwa pembangunan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SITUBONDO NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI SITUBONDO Menimbang

Lebih terperinci

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

PROVINSI KALIMANTAN BARAT PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMBAS NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PROGRAM LEGISLASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SAMBAS, Menimbang : Mengingat : a. bahwa pembangunan

Lebih terperinci

PROVINSI BANTEN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SERANG PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG

PROVINSI BANTEN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SERANG PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PROVINSI BANTEN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SERANG PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

- 1 - PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

- 1 - PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH - 1 - PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN KEBERADAAN LEMBAGA PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA

BAB II TINJAUAN KEBERADAAN LEMBAGA PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA BAB II TINJAUAN KEBERADAAN LEMBAGA PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA A. Pengertian Sistem Ketatanegaraan Istilah sistem ketatanegaraan terdiri dari kata sistem dan ketatanegaraan.

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DERAH PROVINSI JAWA TIMUR

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DERAH PROVINSI JAWA TIMUR DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR

Lebih terperinci

PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN NGANJUK NOMOR : 1 TAHUN 2014 TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN NGANJUK

PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN NGANJUK NOMOR : 1 TAHUN 2014 TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN NGANJUK 1 PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN NGANJUK NOMOR : 1 TAHUN 2014 TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN NGANJUK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN NGANJUK,

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT,

Lebih terperinci

PROVINSI JAWA TENGAH

PROVINSI JAWA TENGAH PROVINSI JAWA TENGAH KEPUTUSAN BADAN MUSYAWARAH DPRD KABUPATEN DEMAK NOMOR : 07/BAMUS. DPRD/ TENTANG JADWAL KEGIATAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN DEMAK TAHUN KETUA BADAN MUSYAWARAH DPRD KABUPATEN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa dalam rangka penyelenggaraan

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang a. bahwa Peraturan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

2 c. bahwa beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakila

2 c. bahwa beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakila LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.383, 2014 LEGISLATIF. MPR. DPR. DPD. DPRD. Kedudukan. Perubahan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5650) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN PROGRAM LEGISLASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA

Lebih terperinci

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDOARJO, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

TATA TERTIB DPR. Bab I Ketentuan Umum. Pasal 1. Dalam Peraturan Tata Tertib ini yang dimaksud dengan :

TATA TERTIB DPR. Bab I Ketentuan Umum. Pasal 1. Dalam Peraturan Tata Tertib ini yang dimaksud dengan : TATA TERTIB DPR 2009 Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Dalam Peraturan Tata Tertib ini yang dimaksud dengan : 1. Dewan Perwakilan Rakyat, selanjutnya disingkat DPR, adalah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka penyelenggaraan

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH. Muchamad Ali Safa at

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH. Muchamad Ali Safa at DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH Muchamad Ali Safa at DPRD Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Unsur Penyelenggara Pemerintahan Daerah FUNGSI: Legislasi; Anggaran; Pengawasan; Representasi RAKYAT DI DAERAH

Lebih terperinci

- 1 - PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR

- 1 - PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR - 1 - PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

RANCANGAN BUPATI BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2014 TENTANG

RANCANGAN BUPATI BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2014 TENTANG RANCANGAN BUPATI BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH, RANCANGAN PERATURAN BUPATI, RANCANGAN PERATURAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 08 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 08 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 08 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN KABUPATEN LAMONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN, PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN, Menimbang : a. bahwa Peraturan Daerah merupakan peraturan

Lebih terperinci

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, Menimbang : a. bahwa pembentukan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG NOMOR 09 TAHUN 2010

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG NOMOR 09 TAHUN 2010 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG NOMOR 09 TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG NOMOR 09 TAHUN 2010 TENTANG LEGISLASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDENRENG

Lebih terperinci

GUBERNUR DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

GUBERNUR DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA GUBERNUR DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DAN PRODUK HUKUM DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BUPATI BANTAENG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTAENG NOMOR 8 TAHUN 2012 T E N T A N G PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH KABUPATEN BANTAENG

BUPATI BANTAENG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTAENG NOMOR 8 TAHUN 2012 T E N T A N G PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH KABUPATEN BANTAENG BUPATI BANTAENG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTAENG NOMOR 8 TAHUN 2012 T E N T A N G PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH KABUPATEN BANTAENG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTAENG Menimbang : a.

Lebih terperinci

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

- 1 - PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR

- 1 - PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR - 1 - PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR : 170/ 04/PIMP/ /2011 TENTANG

KEPUTUSAN PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR : 170/ 04/PIMP/ /2011 TENTANG KEPUTUSAN PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 170/ 04/PIMP/424.042/2011 TENTANG PEDOMAN KEGIATAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2011 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka penyelenggaraan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka penyelenggaraan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TULUNGAGUNG, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SEMARANG

PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SEMARANG DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SEMARANG Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa sebagai pelaksanaan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2003 TENTANG SUSUNAN DAN KEDUDUKAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

Ketentuan DPR, Alokasi Anggaran dan Kendala Implementasinya

Ketentuan DPR, Alokasi Anggaran dan Kendala Implementasinya Ketentuan DPR, Alokasi Anggaran dan Kendala Implementasinya Setyanta Nugraha Setyanta Nugraha Disampaikan dalam Diskusi Publik ProRep : Menghidupkan kembali Gagasan Rumah Aspirasi 13 Desember 2013 7/03/2013

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2003 TENTANG SUSUNAN DAN KEDUDUKAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

STANDAR BIAYA BELANJA PENUNJANG KEGIATAN DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) KOTA BOGOR TAHUN ANGGARAN 2010

STANDAR BIAYA BELANJA PENUNJANG KEGIATAN DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) KOTA BOGOR TAHUN ANGGARAN 2010 BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2010 NOMOR 1 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR BIAYA BELANJA PENUNJANG KEGIATAN DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2003 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2003 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2003 TENTANG SUSUNAN DAN KEDUDUKAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2014 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2010 NOMOR 21 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 22 TAHUN 2010 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2010 NOMOR 21 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 22 TAHUN 2010 TENTANG BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2010 NOMOR 21 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 22 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR BIAYA BELANJA PENUNJANG KEGIATAN DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

Lebih terperinci

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BLITAR DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PROVINSI BALI

BUPATI BADUNG PROVINSI BALI 1 BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAb BUPATI BADUNG, Menimbang : a. bahwa produk

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM

Lebih terperinci