BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2012

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2012"

Transkripsi

1 BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2012 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 1

2 DAFTAR TABEL Bab I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A. Lahan dan Hutan Tujuannya adalah untuk mengetahui luas wilayah, penggunaan lahan dan hutan yang merupakan sumberdaya alam yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan baik dari segi ekologi maupun ekonomi. Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan/Tutupan Lahan Tabel SD-2. Luas Kawasan Hutan Menurut Fungsi atau Statusnya Tabel SD-3. Luas Kawasan Lindung Berdasarkan RTRW dan Tutupan Lahannya Tabel SD-4. Luas Penutupan Lahan dalam Kawasan Hutan dan Luar Kawasan Hutan Tabel SD-5. Luas Lahan Kritis Tabel SD-5A Evaluasi Kerusakan Tanah di Lahan Kering Akibat Erosi Air Tabel SD-5B Evaluasi Kerusakan Tanah di Lahan Kering Tabel SD-5C Evaluasi Kerusakan Tanah di Lahan Basah Tabel SD-6. Luas Kerusakan Hutan Tabel SD-7. Luas Konversi Hutan Tabel SD-8. Luas Hutan Tanaman Industri B. Keanekaragaman Hayati Tujuan dari bagian ini adalah untuk mengidentifikasi kekayaan UPasma nutfah di wilayah Indonesia yang memiliki sedikitnya 47 ekosistem alami yang berbeda. Tabel SD-9. Jumlah Spesies Flora dan Fauna yang Diketahui dan Dilindungi. Tabel SD-10. Keadaan Flora dan Fauna yang Dilindungi C. Air Tujuan dari bagian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan sumber-sumber air dan mengindentifikasi berbagai permasalahannya, seperti keperluan, kekurangan, dan pencemaran. Tabel SD-11. Inventarisasi Sungai Tabel SD-12. Inventarisasi Danau/Waduk/Situ/Embung Tabel SD-13. Kualitas Air Sungai Tabel SD-14. Kualitas Air Danau/Situ/Embung Tabel SD-15. Kualitas Air Sumur D. Udara Tujuan dari bagian ini adalah untuk mengetahui kualitas udara ambien di lokasi permukiman, industri, dan daerah padat lalu lintas Tabel SD-16 Kualitas Udara Ambien menurut Lokasi Tabel SD-17 Kualitas Air Hujan E. Laut, Pesisir dan Pantai Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan laut pesisir dan pantai yang sangat penting untuk kehidupan nelayan dan kegiatan pariwisata. Tabel SD-18. Kualitas Air Laut Tabel SD-19. Luas Tutupan dan Kondisi Terumbu Karang Tabel SD-20. Luas dan Kerusakan Padang Lamun Tabel SD-21. Luas dan Kerapatan Hutan Mangrove F. Iklim Tujuannya untuk mengetahui kondisi iklim dan mengindentifikasi ada atau tidaknya pengaruh dari perubahan iklim global. Tabel SD-22. Curah Hujan Rata-rata Bulanan Tabel SD-23. Suhu Rata-rata Bulanan G. Bencana Alam Tujuannya untuk mengetahui intensitas terjadinya bencana baik yang disebabkan oleh proses alam maupun akibat dari kegiatan manusia. Tabel BA-1. Bencana Banjir, Korban, dan Kerugian Tabel BA-2. Bencana Kekeringan, Luas, dan Kerugian Tabel BA-3. Bencana Tanah Lopngsor, Korban, dan Kerugian Tabel BA-4. Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan, Luas, dan Kerugian Tabel BA-5. Bencana Gempa Bumi, Korban, dan Kerugian Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 2

3 Bab II Tekanan Terhadap Lingkungan A. Kependudukan Tujuannya untuk mengetahui struktur penduduk, penyebaran, golongan umur dan jenis kelamin yang dapat dipakai sebagai indikator pola migrasi, rasio ketergantungan umur, dan rasio jenis kelamin. Sedangkan indikator pendidikan bertujuan untuk mengetahui korelasi tingkat pendidikan dengan kualitas lingkungan hidup. Tabel DE-1. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Laju Pertumbuhan dan Kepadatan per Kecamatan Tabel DE-2. Penduduk Laki-laki menurut Golongan Umur per Kecamatan Tabel DE-3. Penduduk Perempuan menurut Golongan Umur per Kecamatan Tabel DE-4. Migrasi Selama Hidup Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin Tabel DE-5. Jumlah Penduduk di Laut, di Pesisir Tabel DS-1. Penduduk Laki-laki Berusia 5-24 Tahun Menurut Golongan Umur dan Status Pendidikan Tabel DS-2. Penduduk Perempuan Berusia 5-24 Tahun Menurut Golongan Umur dan Status Pendidikan Tabel DS-3. Penduduk Laki-laki Berumur 5 Tahun Keatas Menurut Golongan Umur dan Pendidikan Tertinggi Tabel DS-4. Penduduk Perempuan Berumur 5 Tahun Keatas Menurut Golongan Umur dan Pendidikan Tertinggi Tabel DS-5. Jumlah Penduduk, Luas Daerah, Kepadatan, Jumlah Sekolah Menurut Kecamatan dan Tingkat Pendidikan B. Permukiman Tujuannya adalah untuk mengetahui perkiraan beban limbah cair dan padat yang bersumber dari rumah tangga. Tabel SE-1. Jumlah Rumah Tangga Miskin menurut Kecamatan Tabel SE-2. Jumah Rumah Tangga menurut Lokasi Tempat Tinggal Tabel SE-3. Jumlah Rumah Tangga dan Sumber Air Minum Tabel SP-1. Jumlah Rumah Tangga dan menurut Cara Pembuangan Sampah Tabel SP-2. Jumlah Rumah Tangga dan Fasilitas Tempat Buang Air Besar Tabel SP-3. Jumlah Rumah Tangga dan Tempat Buangan Akhir Tinja Tanpa Tanki Septik Tabel SP-4. Jumlah Rumah Tangga menurut Kecamatan dan Perkiraan Timbulan Sampah per Hari. C. Kesehatan Tujuannya untuk menghitung angka kelahiran umur khusus, angka kelahiran umum dan angka kelahiran kasar, estimasi angka kematian anak, dan mengetahui pola penyakit yang dominan pernah diderita menurut kelompok umur. Tabel DS-6. Jumlah Pasangan Usia Subur, Jumlah Anak Lahir Hidup, dan Jumlah Anak Masih Hidup menurut Golongan Umur Ibu Tabel DS-7. Jumlah Kematian dalam Setahun Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin Tabel DS-8. Jenis Penyakit Utama yang Diderita Penduduk Tabel SP-5. Perkiraan Volume Limbah Padat dan Limbah Cair dari Rumah Sakit D. Pertanian Tujuannya adalah untuk menghitung perkiraan beban pencemaran air limbah dan emisi CO2 dari Kegiatan Pertanian dan Peternakan serta untuk mengetahui luas perubahan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian Tabel SE-4. Luas Lahan Sawah menurut Frekuensi Penanaman, dan Hasil Produksi per Hektar Tabel SE-5. Produksi Tanaman Palawija menurut Jenis Tanaman Tabel SE-6. Luas Lahan dan Produksi Perkebunan Besar dan Rakyat menurut Jenis Tanaman Tabel SE-7. Penggunaan Pupuk untuk Tanaman Perkebunan menurut Jenis Pupuk Tabel SE-8. Penggunaan Pupuk untuk Tanaman Padi dan Palawija menurut Jenis Pupuk Tabel SE-9. Luas Perubahan Lahan Pertanian menjadi Lahan Non Pertanian Tabel SE-10. Jumlah Hewan Ternak menurut Jenis Ternak Tabel SE-11. Jumlah Hewan Unggas menurut Jenis Unggas Tabel SP-6. Perkiraan Emisi Gas Metan (CH4) dari Lahan Sawah Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 3

4 Bab III Tabel SP-7. Perkiraan Emisi Gas Metan (CH4) dari Kegiatan Peternakan Tabel SP-8. Perkiraan Emisi Gas CO2 dari Penggunaan Pupuk Urea E. Industri Tujuannya adalah untuk mengetahui beban pencemaran industri yang masuk ke lingkungan, terutama media air dan udara Tabel SE-12. Jumlah Industri/Kegiatan Usaha Skala Menengah dan Besar Tabel SE-13. Jumlah Industri/Kegiatan Usaha Skala Kecil Tabel SP-9. Perkiraan Beban Pencemaran Limbah Cair dari Industri Skala Menengah dan Besar Tabel SP-10. Perkiraan Beban Pencemaran Limbah Cair dari Industri Skala Kecil F. Pertambangan Tabel SE-14 Luas Areal dan Produksi Pertambangan menurut Jenis dan Golongan Pertambangan Tabel SE-15 Luas Areal dan Produksi Pertambangan Rakyat menurut Jenis dan Golongan Pertambangan G. Energi Tujuannya untuk mengetahui jumlah penggunaan energi dari berbagai sektor dan memperkirakan emisi CO2 yang dihasilkan. Tabel SE-16. Jumlah Kendaraan Bermotor menurut Jenis Kendaraan dan Bahan Bakar yang Digunakan Tabel SE-17. Jumlah Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU) dan Rata-rata Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Tabel SE-18. Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Sektor Industri menurut Jenis Bahan Bakar Tabel SE-19. Jumlah Rumah Tangga dan Penggunaan Bahan Bakar untuk Memasak Tabel SP-11. Perkiraan Emisi CO2 dari Konsumsi Energi menurut Sektor Pengguna H. Transportasi Tabel SE-20. Panjang Jalan menurut Kewenangan Tabel SE-21. Sarana Terminal Kendaraan Penumpang Umum Tabel SE-22. Sarana Pelabuhan Laut, Sungai, dan Danau Tabel SE-23. Sarana Pelabuhan Udara Tabel SP-12. Perkiraan Jumlah Limbah Padat dari Sarana Transportasi I. Pariwisata Tujuannya adalah untuk mengetahui jumlah limbah padat dan cair yang dihasilkan dari obyek wisata dan hotel Tabel SE-24. Lokasi Obyek Wisata, Jumlah Pengunjung, dan Luas Kawasan Tabel SE-25. Sarana Hotel/Penginapan, Jumlah Kamar, dan Tingkat Hunian Tabel SP-13. Perkiraan Volume Limbah padat dari Obyek Wisata Tabel SP-14. Perkiraan Beban Pencemaran Limbah Cair dan Volume Limbah Padat dari Hotel J. Limbah B3 Tujuannya untuk mendeteksi jumlah Limbah B3 yang dihasilkan oleh kegiatan di suatu daerah dan statusnya, termasuk aktivitas pemindahan atau pengangkutannya. Tabel SP-15. Perusahaan Penghasil Limbah B3, Jenis Limbah dan Volumenya Tabel SP-16. Perusahaan yang Mendapat izin untuk Penyimpanan, Pengumpulan, Pengolahan, Pemanfaatan, dan Pemusnahan (Land fill) Limbah B3. Tabel SP-17. Perusahaan yang Mendapat Rekomendasi dan Izin dari Perhubungan untuk Pengangkutan Limbah B3 Upaya Penglolaan Lingkungan A. Rehabilitasi Lingkungan Tujuannya adalah untuk mengetahui realisasi kegiatan fisik yang dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas lingkungan Tabel UP-1. Rencana dan Realisasi Kegiatan Penghijauan Tabel UP-2. Rencana dan Realisasi Kegiatan Reboisasi Tabel UP-3. Kegiatan Fisik Lainnya B. Pengawasan Amdal Tujuannya adalah untuk mengetahui ketaatan pemilik kegiatan terhadap ketentuanketentuan yang ditetapkan dalam dokumen Amdal atau UKL/UUP Tabel UP-4. Rekomendasi Amdal/UKL/UUP yang Ditetapkan oleh Komisi Amdal Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 4

5 Daerah Tabel UP-5. Pengawasan UKL/UUP C. Penegakan Hukum Tujuannya adalah untuk mengetahui kesadaran masyarakat untuk mengadukan kasus-kasus lingkungan hidup melalui jalur hukum, dan upaya aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya Tabel UP-6. Jumlah Pengaduan Masalah Lingkungan menurut Jenis Masalah Tabel UP-7. Status Pengaduan D. Peran Serta Masyarakat Tujuannya adalah untuk mengetahui kesadaran masyarakat dan dunia usaha bahwa masalah lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama Tabel UP-8. Jumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan Tabel UP-9. Penerima Penghargaan Lingkungan Tabel UP-10. Kegiatan Penyuluhan, Pelatihan, Workshop, Seminar Lingkungan Tabel UP-11. Kegiatan Fisik Perbaikan Kualitas Lingkungan E. Kelembagaan Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi sumber daya kelembagaan Institusi Pengelola Lingkungan Hidp Daerah sebagai bahan evaluasi dan penyusunan rencana kerja tahun berikutnya Tabel UP-12. Produk Hukum Bidang Pengelolaan Lingkungan Tabel UP-13. Anggaran Pengelolaan Lingkungan Tabel UP-14. Jumlah Personil Institusi Lingkungan Menurut Tingkat Pendidikan Tabel UP-15. Jumlah Jabatan Fungsional Lingkungan, PPNS, dan PUPHD Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 5

6 BAB I KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA A. LAHAN DAN HUTAN Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan/Tutupan Lahan Kabupaten: Bantul Kecamatan Luas Lahan (Ha) Non Pertanian Sawah Tegal Perkebunan Hutan Lainnya Total 1 Srandakan , Sanden , , Kretek , , ,809 4 Pundong , Bambanglipuro , , Pandak , Bantul , , Jetis , , Imogiri 1, , , , Dlingo 1, , , , Pleret , Piyungan , , Banguntapan 1, , , Sewon 1, , , Kasihan 1, , Pajangan , , Sedayu , , Total 14, , , , , , , Sumber : Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 6

7 Tabel SD-2. Luas Kawasan Hutan Menurut Fungsi/Statusnya Fungsi Luas (Ha) 1 Kawasan Konservasi - 2 Cagar Alam Suaka Margasatwa - 4 Taman Wisata - 5 Taman Buru - 6 Taman Nasional - 7 Taman Hutan Raya - 8 Hutan Lindung 1, Hutan Produksi - 10 Hutan Produksi Terbatas - 11 Hutan Produksi Konservasi - 12 Hutan Kota - Total Luas Hutan 1,053 Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kabupaten Bantul Tabel SD-3. Luas Kawasan Lindung berdasarkan RTRW dan Tutupan Lahannya Luas Tutupan Lahan (Ha) Nama Kawasan Kawasan (Ha) Vegetasi Area Terbangun Tanah Terbuka Badan Air I. Kawasan Lindung A. Kawasan Perlindungan Terhadap Kawasan Bawahannya 1 Kawasan Hutan 1,041.2 Lindung 2 Kawasan Bergambut 3 Kawasan Resapan Air 1,001 Jumlah 2,042.2 B. Kawasan Perlindungan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 7

8 Setempat 1 Sempadan Pantai Sempadan Sungai 2,805 3 Kawasan Sekitar 1,578 Danau atau Waduk 4 Ruang Terbuka Hijau* Jumlah 4506 C. Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam dan Cagar Budaya 1 Kawasan Suaka Alam Kawasan Suaka Laut dan Perairan Lainnya 3 Suaka Margasatwa 0.1 dan Suaka Margasatwa Laut (Penyu) 4 Cagar Alam dan Cagar Alam Laut 5 Kawasan Pantai Berhutan Bakau 6 Taman Nasional dan - Taman Nasional Laut 7 Taman Hutan Raya - 8 Taman Wisata Alam dan Taman Wisata Alam Laut 9 Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan Jumlah 11.5 D. Kawasan Rawan Bencana 1 Kawasan Rawan Tanah Longsor 2 Kawasan Rawan Gelombang Pasang 3 Kawasan Rawan Banjir Jumlah E. Kawasan Lindung Geologi 1 Kawasan Cagar Alam Geologi i. Kawasan Keunikan Batuan dan Fosil ii. Kawasan Keunikan Bentang Alam Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 8

9 iii. Kawasan Keunikan Proses Geologi Jumlah 2 Kawasan Rawan Bencana Alam Geologi i. Kawasan Rawan Letusan Gunung Berapi ii. Kawasan Rawan Gempa Bumi iii. Kawasan Rawan Gerakan Tanah iv. Kawasan yang Terletak di Zona Patahan Aktif v. Kawasan Rawan Tsunami vi. Kawasan Rawan Abrasi vii. Kawasan Rawan Gas Beracun Jumlah 3 Kawasan yang Memberikan Perlindungan Terhadap Air Tanah i. Kawasan Imbuhan Air Tanah ii. Sempadan Mata Air 1,578 Jumlah 1,578 Jumlah 1,578 F. Kawasan Lindung Lainnya 1 Cagar Biosfer 2 Ramsar 3 Taman Buru 4 Kawasan Perlindungan UPasma Nutfah 5 Kawasan pengungsian Satwa 6 Terumbu Karang 7 Kawasan Koridor bagi Jenis Satwa atau Biota Laut yang Dilindungi Jumlah Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 9

10 Jumlah Total Kawasan Lindung II. Kawasan Budidaya 38,287 Jumlah Total Kawasan Budidaya 38,287 Sumber : Bappeda Kabupaten Bantul Tabel SD-4. Luas Penutupan Lahan dalam Kawasan Hutan dan Luar Kawasan Hutan Tahun Data : 2012 KABUPATEN/ KAWASAN HUTAN NO KECAMATAN HUTAN TETAP KSA- KPA HL HPT HL JUMLAH HPK JUMLAH AUP JUMLAH Kec. Dlingo a. Hutan , b. Non Hutan c. Data tidak lengkap Kab/Kec B a. Hutan b. Non Hutan c. Data tidak lengkap Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kabupaten Bantul Tabel SD-5A. Evaluasi Kerusakan Tanah di Lahan Kering Akibat Erosi Air Tebal Tanah Ambang Kristis Erosi (PP 150/2000) (mm/10 tahun) 1 <20 cm 0,2-1, <50 cm 1,3-< <100 cm 4,0-<9, cm 9, >150 cm >12 Besaran Erosi (mm/10 tahun) Melebihi/Tidak BLH tdk melakukan uji kualitas tanah lahan kering akibat erosi Sumber : BLH Kab. Bantul dan Tim LSLHD Kab. Bantul Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 10

11 Tabel SD-5B. Evaluasi Kerusakan Tanah di Lahan Kering Lokasi Sampel Parameter Ambang Kristis (PP 150/2000) Payungan, Dusun Tiren, Triharjo, Pandak Hasil pengamatan Melebihi/Tidak 1 Ketebalan Solum <20 cm Tidak 2 Kebatuan Permukaan > 40% 3 Tidak 3 Komposisi Fraksi < 18% koloid Tidak >80% pasir kuarsitik Tidak 4 Berat Isi 1,4 g/cm Tidak 5 Porositas total <30 % ; >70% Tidak 6 Derajat Pelulusan Air <0,7 cm/jam, >8,0 cm/jam Melebihi 7 ph (H2O) 1 : 2,5 <4,5 ; > 8, Tidak 8 Daya Hantar >4,0 ms/cm Listrik/DHL Tidak 9 Redoks <200 mv 165 Melebihi 10 Jumlah Mikroba <10² cfu/g tanah 9,91 x 10 5 Tidak Lokasi Sampel Parameter Ambang Kristis (PP 150/2000) Kadek, Gilangharjo, Pandak Hasil pengamatan Melebihi/Tidak 1 Ketebalan Solum <20 cm > 150 tidak 2 Kebatuan Permukaan > 40% 3 tidak 3 Komposisi Fraksi < 18% koloid tidak >80% pasir kuarsitik tidak 4 Berat Isi 1,4 g/cm tidak 5 Porositas total <30 % ; >70% tidak 6 Derajat Pelulusan Air <0,7 cm/jam, >8,0 cm/jam tidak 7 ph (H2O) 1 : 2,5 <4,5 ; > 8, tidak 8 Daya Hantar >4,0 ms/cm Listrik/DHL 1.16 tidak 9 Redoks <200 mv 151 melebihi 10 Jumlah Mikroba <10² cfu/g tanah 1,08 x 10 6 tidak Lokasi Sampel Parameter Ambang Kristis (PP 150/2000) tajeman, Palbapang, Bantul Hasil pengamatan Melebihi/Tidak 1 Ketebalan Solum <20 cm tidak 2 Kebatuan Permukaan > 40% 0 tidak 3 Komposisi Fraksi < 18% koloid tidak >80% pasir kuarsitik tidak 4 Berat Isi 1,4 g/cm tidak 5 Porositas total <30 % ; >70% 34.4 tidak 6 Derajat Pelulusan Air <0,7 cm/jam, >8,0 cm/jam melebihi 7 ph (H2O) 1 : 2,5 <4,5 ; > 8, tidak 8 Daya Hantar >4,0 ms/cm Listrik/DHL 1.02 tidak 9 Redoks <200 mv 146 melebihi 10 Jumlah Mikroba <10² cfu/g tanah 9,3 x 10 5 tidak Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 11

12 Lokasi Sampel Parameter Ambang Kristis (PP 150/2000) Code, Trirenggo, Bantul Hasil pengamatan Melebihi/Tidak 1 Ketebalan Solum <20 cm > 150 tidak 2 Kebatuan Permukaan > 40% 0 tidak 3 Komposisi Fraksi < 18% koloid tidak >80% pasir kuarsitik tidak 4 Berat Isi 1,4 g/cm tidak 5 Porositas total <30 % ; >70% tidak 6 Derajat Pelulusan Air <0,7 cm/jam, >8,0 cm/jam melebihi 7 ph (H2O) 1 : 2,5 <4,5 ; > 8, tidak 8 Daya Hantar >4,0 ms/cm Listrik/DHL 0.74 tidak 9 Redoks <200 mv 127 melebihi 10 Jumlah Mikroba <10² cfu/g tanah 1,03 x 10 6 tidak Lokasi Sampel Parameter Ambang Kristis (PP 150/2000) Senangsari, Pajangan Hasil pengamatan Melebihi/Tidak 1 Ketebalan Solum <20 cm < 50 tidak 2 Kebatuan Permukaan > 40% 1 tidak 3 Komposisi Fraksi < 18% koloid tidak >80% pasir kuarsitik tidak 4 Berat Isi 1,4 g/cm3 1.3 tidak 5 Porositas total <30 % ; >70% tidak 6 Derajat Pelulusan Air <0,7 cm/jam, >8,0 cm/jam melebihi 7 ph (H2O) 1 : 2,5 <4,5 ; > 8, tidak 8 Daya Hantar >4,0 ms/cm Listrik/DHL tidak 9 Redoks <200 mv 164 melebihi 10 Jumlah Mikroba <10² cfu/g tanah 4,28 x 10 5 tidak Lokasi Sampel Parameter Ambang Kristis (PP 150/2000) Depok, Gilangharjo, Pandak Hasil pengamatan Melebihi/Tidak 1 Ketebalan Solum <20 cm tidak 2 Kebatuan Permukaan > 40% 3 tidak 3 Komposisi Fraksi < 18% koloid tidak >80% pasir kuarsitik tidak 4 Berat Isi 1,4 g/cm tidak 5 Porositas total <30 % ; >70% tidak 6 Derajat Pelulusan Air <0,7 cm/jam, >8,0 cm/jam melebihi 7 ph (H2O) 1 : 2,5 <4,5 ; > 8, tidak 8 Daya Hantar >4,0 ms/cm Listrik/DHL tidak 9 Redoks <200 mv 162 melebihi 10 Jumlah Mikroba <10² cfu/g tanah 1,42 x 10 5 tidak Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 12

13 Lokasi Sampel Parameter Ambang Kristis (PP 150/2000) Bambanglipuro Hasil pengamatan Melebihi/Tidak 1 Ketebalan Solum <20 cm tidak 2 Kebatuan Permukaan > 40% 3 tidak 3 Komposisi Fraksi < 18% koloid 52.4 tidak >80% pasir kuarsitik 47.6 tidak 4 Berat Isi 1,4 g/cm tidak 5 Porositas total <30 % ; >70% tidak 6 Derajat Pelulusan Air <0,7 cm/jam, >8,0 cm/jam melebihi 7 ph (H2O) 1 : 2,5 <4,5 ; > 8, tidak 8 Daya Hantar >4,0 ms/cm Listrik/DHL tidak 9 Redoks <200 mv 143 melebihi 10 Jumlah Mikroba <10² cfu/g tanah 1,07 x010 6 tidak Lokasi Sampel Parameter Ambang Kristis (PP 150/2000) Sumberagung, Jetis Hasil pengamatan Melebihi/Tidak 1 Ketebalan Solum <20 cm tidak 2 Kebatuan Permukaan > 40% 0 tidak 3 Komposisi Fraksi < 18% koloid tidak >80% pasir kuarsitik tidak 4 Berat Isi 1,4 g/cm tidak 5 Porositas total <30 % ; >70% melebihi 6 Derajat Pelulusan Air <0,7 cm/jam, >8,0 cm/jam melebihi 7 ph (H2O) 1 : 2,5 <4,5 ; > 8, tidak 8 Daya Hantar >4,0 ms/cm Listrik/DHL tidak 9 Redoks <200 mv 147 melebihi 10 Jumlah Mikroba <10² cfu/g tanah 5,64 x 10 5 tidak Lokasi Sampel Parameter Ambang Kristis (PP 150/2000) Kategan, Patalan Hasil pengamatan Melebihi/Tidak 1 Ketebalan Solum <20 cm tidak 2 Kebatuan Permukaan > 40% 0 tidak 3 Komposisi Fraksi < 18% koloid 51.3 tidak >80% pasir kuarsitik 48.7 tidak 4 Berat Isi 1,4 g/cm tidak 5 Porositas total <30 % ; >70% tidak 6 Derajat Pelulusan Air <0,7 cm/jam, >8,0 cm/jam melebihi 7 ph (H2O) 1 : 2,5 <4,5 ; > 8, tidak 8 Daya Hantar >4,0 ms/cm Listrik/DHL tidak 9 Redoks <200 mv 145 melebihi 10 Jumlah Mikroba <10² cfu/g tanah 7,56 x 10 5 tidak Lokasi Sampel Parameter Ambang Kristis (PP 150/2000) gatak, Timbulharjo, Sewon Hasil pengamatan Melebihi/Tidak 1 Ketebalan Solum <20 cm >150 tidak 2 Kebatuan Permukaan > 40% 0 tidak 3 Komposisi Fraksi < 18% koloid tidak Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 13

14 >80% pasir kuarsitik tidak 4 Berat Isi 1,4 g/cm tidak 5 Porositas total <30 % ; >70% 76.5 melebihi 6 Derajat Pelulusan Air <0,7 cm/jam, >8,0 cm/jam tidak 7 ph (H2O) 1 : 2,5 <4,5 ; > 8, tidak 8 Daya Hantar >4,0 ms/cm Listrik/DHL tidak 9 Redoks <200 mv 144 melebihi 10 Jumlah Mikroba <10² cfu/g tanah 1,24 x 10 6 tidak Sumber : Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul Tabel SD-5C. Evaluasi Kerusakan Tanah di Lahan Basah Parameter Ambang Kristis (PP 150/2000) Subsidensi Gambut di atas pasir kuarsa Kedalaman lapisan berpirit dari permukaan tanah Kedalaman Air Tanah dangkal Redoks untuk tanah berpirit >35 cm untuk ketebalan gambut 3 m atau 10% / 5 tahun untuk ketebalan gambut < 3 tahun Hasil pengamatan Melebihi/Tidak - - < 25 cm dengan ph 2,5 - - > 25 cm - - > mv Redoks untuk gambut > 200 mv ph (H2O) 1 : 2,5 < 4,0 ; > 7, Daya Hantar Listrik > 4,0 ms/cm /DHL Jumlah mikroba < 102 cfu/g tanah - - BLH tidak melakukan uji kualitas tanah dilahan basah Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kabupaten Bantul Tabel SD-5. Luas Lahan Kritis Kecamatan Luas (Ha) 1 Piyungan Pleret 67 3 Dlingo Imogiri Banguntapan - 6 Bantul - 7 Sewon - 8 Jetis 15 9 Pundong 94 Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 14

15 10 Kretek Bambanglipuro Sedayu Pajangan Kasihan Srandakan Pandak Sanden 20 Total 2, (-) tidak ada lahan kritis Sumber : Dinas Pertanian,Kehutanan dan Peternakan Kabupaten Bantul Tabel SD-6. Luas Kerusakan Hutan Penyebab Kerusakan Luas (Ha) 1 Kebakaran Hutan - 2 Ladang Berpindah - 3 Penebangan Liar - 4 Perambahan Hutan - 5 Lainnya - Total - (-) tidak ada kerusakan hutan Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kabupaten Bantul Tabel SD-7. Luas Konversi Hutan Peruntukan Luas (Ha) 1 Pemukiman - 2 Pertanian - 3 Perkebunan - 4 Industri - 5 Pertambangan - 6 Hutan - Total - (-) tidak ada konversi hutan Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Bantul Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 15

16 Tabel SD-8. Luas Hutan Tanaman Industri Kecamatan Luas (Ha) Total - (-) di Kabupaten Bantul tidak ada hutan tanaman industri Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kabupaten Bantul B. KEANEKARAGAMAN HAYATI Tabel SD-9. Jumlah Spesies Flora dan Fauna yang Diketahui dan Dilindungi Golongan Jumlah spesies diketahui Jumlah spesies dilindungi 1 Mamalia Burung Reptil Amphibi 12-5 Ikan 45-6 Molusca 14-7 Coelenterata 1-8 Arthropoda 85-9 Tumbuh-tumbuhan Jumlah (-) tidak ada spesies yang dilindungi Sumber : BLH Kabupaten Bantul Tabel SD-10. Keadaan Flora dan Fauna yang Dilindungi Golongan Nama spesies Status 1 Hewan menyusu 1. Trenggiling Terancam 2. Tupai Terancam 3. Rusa timor Terancam 2 Burung 1. Alap-alap Terancam 2. Alap-alap Terancam macan 3. Gagak Terancam 4. Burung madu Terancam Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 16

17 kelapa 5. Burung madu Terancam sriganti 6. Cikakak Jawa Terancam 7. Elang ular bido Terancam 8. Gagak Terancam 9. Jalak Putih 10. Jalak bali Terancam 11. Kuntul Terancam 3 Reptil 1. Penyu sisik Terancam 2. Penyu hijau Terancam 3. Penyu lekang Terancam 4. Penyu belimbing Terancam 4 Amphibi Ikan Keong Serangga Tumbuh-tumbuhan Pilihan status adalah endemik, terancam, dan berlimpah Sumber : BLH Kabupaten Bantul C. AIR Tabel SD-11. Inventarisasi Sungai Lebar (m) Debit (m3/dtk) Nama Sungai Panjang Permukaan Dasar Kedalaman Maks Min (km) (m) 1 Bedog 40, Winongo 22, Code 8, Gajah Wong 6, Opak 33, lebar dan kedalaman dihitung rata-ratanya Sumber : BLH Kabupaten Bantul Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 17

18 Tabel SD-12. Inventarisasi Danau/Waduk/Situ/Embung Nama Danau/Waduk/Situ/Embung Luas (Ha) 1 Tuk Gayam 2 2 Tuk Pangkah Tuk Beji I 20 4 Tuk Beji II 15 5 Tuk Butuh 4 6 Tuk Demen 5 7 Tuk Kalicandi 8 8 Tuk Kedung Bunder Tuk Kunden Tuk Sendang Tuk Bito 3 12 Tuk Blimbing Tuk Dadap Tulis Tuk Kretek Tuk Ngringinan Tuk Pampringan 7 17 Silonong Tuk Dung Biru Tuk Setro 3 20 Tuk Gayam Tuk Geger 2 22 Tuk Klampok Tuk Pontang 4 24 Tuk Pucung 5 25 Tuk Pule Tuk Soko Tuk Surocolo Tuk Jambu Tuk Bodeh 7 30 Tuk Jomblang 2 31 Tuk Jomblangan Tuk Ngembong Tuk Jagalan Tuk Duku 5 35 Tuk Jambidan 4 36 Tuk Selirang Tuk Goa Siluman 4 38 Tuk Sumber Sentono II 5 39 Tuk Koripan I Tuk Koripan II 1 41 Tuk Banyu urip 5 42 Tuk Semuten Tuk Duren Tuk Jati Sari Tuk Karangasem 9 Volume (m3) Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 18

19 46 Tuk Kembang Tuk Sepet 7 48 Tuk Goa Cerme Tuk Kalidadap Tuk Nawungan Tuk Nogosari Tuk Pancuran Tuk Patukan Tuk Song Bolong Tuk Talak Tuk Wonosari Tuk Depok 2 58 Tuk jambuwangi 1 59 Tuk Bronjong 5 60 Tuk Gempol 7 61 Tuk Ringin 8 62 Tuk Salak 8 63 Tuk Sendangsari 2 64 Tuk Bulu Tuk Niten Tuk Sibalong Tuk Sorowajan Tuk Jurug 3 69 Tuk Silayon Sumber : Dinas Sumber Daya Air Tabel SD-13. Kualitas Air Sungai Lokasi Sampling Parameter Satuan Hulu (Jomegatan, Tirtonirmolo, Kasihan) Nyem engan ( Tengah (Kweni, Panggungharjo, Sewon Bantul) Tengah (Manding, Bantul) Hilir (Gading Lumbung, Kretek) Nama Sungai : Bantul Sungai Winongo Waktu Pemantauan (tgl/bln/thn) 6/11/2012 FISIKA Tempelatur 6/11/ /11/2012 6/12/2012 6/12/2012 o C Residu Terlarut mg/ L Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK ph BOD COD DO Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 19

20 Total Fosfat sbg PO NO3 sebagai NO NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron ,001 0, Selenium Kadmium 0,006 0,001 0, ,001 Khrom (VI) Tembaga Besi Timbal Mangan Air Raksa 0,025 0,025 0,025 0,025 0,025 Seng Fenol 0, ,1 0,1 Khlorida mg/l Sianida 0,02 0,02 0,02 0,02 0,02 Fluorida 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 Nitrit sebagai NO Sulfat Khlorin bebas Belerang sebagai S MIKROBIOLOGI Fecal coliform Total coliform jml/100 ml 1,1 x ,6 x ,6 x ,3 x ,3 x 10 4 jml/100 4,6 x ml 1,1 x ,1 x ,3 x 104 4,3 x 10 4 Gross-A Bq /L Gross-B Bq /L KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak ug /L Detergen sebagai MBAS ug /L Senyawa Fenol sebagai Fenol ug /L BHC ug /L Aldrin / Dieldrin ug /L Chlordane ug /L DDT ug /L Heptachlor dan heptachlor epoxide ug /L Lindane ug /L Methoxyclor ug /L Endrin ug /L Toxaphan ug /L Fisik Lokasi Pemantauan Koordinat Ketinggian di atas permukaan laut Lebar sungai Kedalaman sungai Kemiringan sisi kiri Kemiringan sisi kanan meter meter meter derajat derajat Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 20

21 Parameter Nama Sungai : Bantul Satuan Sungai Bedog Hulu (Menayu Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan Waktu Pemantauan (tgl/bln/thn) 6/11/2012 FISIKA Tempelatur Lokasi Sampling Tengah (Sindon, Guwos ari, Pajang an) Hilir (Mangir Kidul, Sendangsari, Pajangan) 6/14/ /14/2012 o C Residu Terlarut mg/ L Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK ph BOD COD DO Total Fosfat sbg PO NO3 sebagai NO NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron 0, Selenium Kadmium 0,01 0,001 0,001 Khrom (VI) Tembaga Besi Timbal Mangan Air Raksa ,025 0,025 Fenol 0,1 0,1 0,1 Seng Khlorida mg/l Sianida 0,02 0,02 0,02 Fluorida ,001 0,001 Nitrit sebagai NO Sulfat Khlorin bebas Belerang sebagai S MIKROBIOLOGI Fecal coliform Total coliform RADIOAKTIVITAS Gross-A Bq /L Gross-B Bq /L KIMIA ORGANIK jml/100 ml 4,3 x ,5 x ,3 x 10 4 jml/100 1,1 x ml 4,6 x ,3 x 10 4 Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 21

22 Minyak dan Lemak ug /L Detergen sebagai MBAS ug /L Senyawa Fenol sebagai Fenol ug /L BHC ug /L Aldrin / Dieldrin ug /L Chlordane ug /L DDT ug /L Heptachlor dan heptachlor epoxide ug /L Lindane ug /L Methoxyclor ug /L Endrin ug /L Toxaphan ug /L Fisik Lokasi Pemantauan Koordinat Ketinggian di atas permukaan laut meter Lebar sungai meter Kedalaman sungai meter Kemiringan sisi kiri derajat Kemiringan sisi kanan derajat Lokasi Sampling Parameter Satuan Hulu (Ngoto, Bangunharjo, Sewon) Tengah (Kemba ng Songo, Trimuly o, Jetis) Nama Sungai : Bantul Sungai Code Waktu Pemantauan (tgl/bln/thn) 6/14/2012 FISIKA Tempelatur 6/18/20 12 o C Residu Terlarut mg/ L Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK ph BOD 10 4 COD DO Total Fosfat sbg PO NO3 sebagai NO3 4 2 NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron 0, Selenium Kadmium 0,001 0,001 Khrom (VI) Tembaga Besi Timbal Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 22

23 Mangan Air Raksa 0,025 0,025 Seng Fenol 0,1 0,1 Khlorida mg/l Sianida 0,02 0,02 Fluorida 0,001 0,001 Nitrit sebagai NO Sulfat Khlorin bebas 0 0 Belerang sebagai S MIKROBIOLOGI Fecal coliform Total coliform RADIOAKTIVITAS Gross-A Bq /L Gross-B Bq /L KIMIA ORGANIK jml/100 ml 9,3 x ,1 x 10 6 jml/100 2,4 x ml 9,3 x Minyak dan Lemak ug /L Detergen sebagai MBAS ug /L Senyawa Fenol sebagai Fenol ug /L BHC ug /L Aldrin / Dieldrin ug /L Chlordane ug /L DDT ug /L Heptachlor dan heptachlor epoxide ug /L Lindane ug /L Methoxyclor ug /L Endrin ug /L Toxaphan ug /L Fisik Lokasi Pemantauan Koordinat Ketinggian di atas permukaan laut Lebar sungai Kedalaman sungai Kemiringan sisi kiri Kemiringan sisi kanan meter meter meter derajat derajat Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 23

24 Parameter Nama Sungai : Bantul Satuan Sungai Opak Hulu (Kloron, Segoroyoso, Pleret) Waktu Pemantauan (tgl/bln/thn) 6/18/2012 FISIKA Tempelatur Lokasi Sampling Tengah (Klengg otan, Sitimul yo, Piyung an) Hilir (Putat, Selopamioro, Imogiri) 6/18/ /12/2012 o C Residu Terlarut mg/ L Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK ph BOD COD DO Total Fosfat sbg PO NO3 sebagai NO NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron 0.1 0,001 0,001 Selenium Kadmium 0,001 0, Khrom (VI) Tembaga Besi Timbal Mangan Air Raksa 0,025 0,025 0,025 Seng Fenol 0,1 0,1 0,1 Khlorida mg/l Sianida 0,02 0,02 0,02 Fluorida 0.1 0,001 0,001 Nitrit sebagai NO ,001 Sulfat Khlorin bebas Belerang sebagai S MIKROBIOLOGI Fecal coliform Total coliform RADIOAKTIVITAS Gross-A Bq /L Gross-B Bq /L KIMIA ORGANIK jml/100 ml 4,6 x ,3 x ,3 x 10 3 jml/100 1,5 x ml 1,1 x ,3 x 10 4 Minyak dan Lemak ug /L 1,000 1, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 24

25 Detergen sebagai MBAS ug /L Senyawa Fenol sebagai Fenol ug /L BHC ug /L Aldrin / Dieldrin ug /L Chlordane ug /L DDT ug /L Heptachlor dan heptachlor epoxide ug /L Lindane ug /L Methoxyclor ug /L Endrin ug /L Toxaphan ug /L Fisik Lokasi Pemantauan Koordinat Ketinggian di atas permukaan laut meter Lebar sungai meter Kedalaman sungai meter Kemiringan sisi kiri derajat Kemiringan sisi kanan derajat Lokasi Sampling Parameter Satuan Hulur (Bodon, Jagalan, Banguntapan) Hilir (Kangg otan, Wonokr omo, Pleret) Nama Sungai : Bantul Sungai Gajah Wong Waktu Pemantauan (tgl/bln/thn) 6/14/2012 FISIKA Tempelatur 6/14/20 12 o C Residu Terlarut mg/ L Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK ph BOD 10 7 COD DO Total Fosfat sbg PO NO3 sebagai NO3 5 3 NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium 0,001 0,001 Khrom (VI) Tembaga Besi Timbal Mangan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 25

26 Air Raksa 0, Seng Fenol 0,1 0,1 Khlorida mg/l Sianida 0,02 0,02 Fluorida 0,001 0,001 Nitrit sebagai NO Sulfat Khlorin bebas 0 0 Belerang sebagai S MIKROBIOLOGI Fecal coliform Total coliform RADIOAKTIVITAS Gross-A Bq /L Gross-B Bq /L KIMIA ORGANIK jml/100 ml 7 x ,3 x 10 4 jml/100 2,4 x ml 7 x Minyak dan Lemak ug /L 0 1,000 Detergen sebagai MBAS ug /L Senyawa Fenol sebagai Fenol ug /L BHC ug /L Aldrin / Dieldrin ug /L Chlordane ug /L DDT ug /L Heptachlor dan heptachlor epoxide ug /L Lindane ug /L Methoxyclor ug /L Endrin ug /L Toxaphan ug /L Fisik Lokasi Pemantauan Koordinat Ketinggian di atas permukaan laut Lebar sungai Kedalaman sungai Kemiringan sisi kiri Kemiringan sisi kanan meter meter meter derajat derajat Sumber : BLH Kabupaten Bantul Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 26

27 Tabel SD-14. Kualitas Air Danau/Situ/Embung Tahun Data : 2012 Parameter Satuan Lokasi Sampling Lokasi Sampling 1 2 Nama Lokasi : Situ/Sumber air : Beji Pajangan Koordinat Waktu Pemantauan 10/18/ /18/2012 FISIKA Tempelatur o C Residu Terlarut mg/ L Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK ph 9-Jun BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N NH3-N 0,0094 0,0094 Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium 0,001 0,001 Khrom (VI) Tembaga Besi 0,0011 0,0011 Timbal Mangan 0,01 0,01 Air Raksa Seng Khlorida mg/l Sianida Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Fecal coliform Total coliform RADIOAKTIVITAS Gross-A Bq /L Gross-B Bq /L KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak ug /L jml/100 ml jml/ ml 2400 Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 27

28 Detergen sebagai MBAS ug /L Senyawa Fenol sebagai Fenol ug /L BHC ug /L Aldrin / Dieldrin ug /L Chlordane ug /L DDT ug /L Heptachlor dan heptachlor epoxide ug /L Lindane ug /L Methoxyclor ug /L Endrin ug /L Toxaphan ug /L (-) parameter tidak diuji Sumber : BLH Kabupaten Bantul Tabel SD-15. Kualitas Air Sumur Tahun Data : 2012 Lokasi Sampling Parameter Nama Lokasi : Bantul Satuan PT. Merapi Agung Lestari PT. Yogyakarta Tembakau PT. Cahaya Mulia persada Waktu Pemantauan 6/25/2012 6/25/2012 6/25/2012 FISIKA Tempelatur o C Residu Terlarut mg/ L Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK ph BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium ,001 0,001 Khrom (VI) Tembaga Besi Timbal Mangan Air Raksa 0,025 0,025 0,025 Seng Khlorida mg/l Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 28

29 Sianida 0,02 0,02 0,02 Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Fecal coliform jml/100 ml Total coliform jml/100 ml 4,3 x ,3 x ,3 x 10 2 RADIOAKTIVITAS Gross-A Bq /L Gross-B Bq /L KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak ug /L Detergen sebagai MBAS ug /L Senyawa Fenol sebagai Fenol ug /L BHC ug /L Aldrin / Dieldrin ug /L Chlordane ug /L DDT ug /L Heptachlor dan heptachlor epoxide ug /L Lindane ug /L Methoxyclor ug /L Endrin ug /L Toxaphan ug /L Sumber : BLH Kabupaten Bantul Tabel SD-14. Kualitas Air Danau/Situ/Embung Tahun Data : 2012 Parameter Satuan Lokasi Sampling Lokasi Sampling 1 2 Nama Lokasi : Situ/Sumber air : Beji Pajangan Koordinat Waktu Pemantauan 10/18/ /18/2012 FISIKA Tempelatur o C Residu Terlarut mg/ L Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK ph 9-Jun BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 29

30 NH3-N 0,0094 0,0094 Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium 0,001 0,001 Khrom (VI) Tembaga Besi 0,0011 0,0011 Timbal Mangan 0,01 0,01 Air Raksa Seng Khlorida mg/l Sianida Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Fecal coliform jml/100 ml jml/ Total coliform ml 2400 RADIOAKTIVITAS Gross-A Bq /L Gross-B Bq /L KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak ug /L Detergen sebagai MBAS ug /L Senyawa Fenol sebagai Fenol ug /L BHC ug /L Aldrin / Dieldrin ug /L Chlordane ug /L DDT ug /L Heptachlor dan heptachlor epoxide ug /L Lindane ug /L Methoxyclor ug /L Endrin ug /L Toxaphan ug /L (-) parameter tidak diuji Sumber : BLH Kabupaten Bantul Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 30

31 Tabel SD-15. Kualitas Air Sumur Tahun Data : 2012 Parameter Nama Lokasi : Bantul Satuan PT. Merapi Agung Lestari Lokasi Sampling PT. Yogyakarta Tembakau PT. Cahaya Mulia persada Waktu Pemantauan 6/25/2012 6/25/2012 6/25/2012 FISIKA Tempelatur o C Residu Terlarut mg/ L Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK ph BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium ,001 0,001 Khrom (VI) Tembaga Besi Timbal Mangan Air Raksa 0,025 0,025 0,025 Seng Khlorida mg/l Sianida 0,02 0,02 0,02 Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Fecal coliform jml/100 ml jml/100 Total coliform ml 4,3 x ,3 x ,3 x 10 2 RADIOAKTIVITAS Gross-A Bq /L Gross-B Bq /L KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak ug /L Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 31

32 Detergen sebagai MBAS ug /L Senyawa Fenol sebagai Fenol ug /L BHC ug /L Aldrin / Dieldrin ug /L Chlordane ug /L DDT ug /L Heptachlor dan heptachlor epoxide ug /L Lindane ug /L Methoxyclor ug /L Endrin ug /L Toxaphan ug /L Sumber : BLH Kabupaten Bantul D. UDARA Tabel SD-16. Kualitas Udara Ambient Menurut Lokasi Tahun Data : 2012 Parameter Satuan Lokasi : Bantul Lama Pengukuran 1 SO2 g/nm3 24 jam Perempat an Jejeran, Jl. Imogiri Timur Bantul Pertigaan Pasar Piyungan, Jl. Wonosari Lokasi Peremp atan ketanda n, Jl. Wonosar i Peremp atan depan BRIMO B, Jl. Imogiri Timur Perempa tan Klodran, Jl. Bantul Perempa tan Madukis mo, Jl. Ringroad Selatan 1 jam tahun 1 jam 2 CO g/nm3 24 jam 1 tahun 3 N02 g/nm3 24 jam 4 O3 g/nm3 1 jam tahun 1 jam tahun 5 HC g/nm3 3 jam 6 PM10 g/nm3 24 jam PM2.5 g/nm3 8 TSP g/nm3 9 Pb g/nm3 24 jam tahun 24 jam tahun 24 jam <0, tahun Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 32

33 10 Dustfall g/nm3 30 hari Total 24 jam 11 Fluorides g/nm3 sebagai F 90 hari 12 Fluor Index g/nm3 30 hari 13 Khlorine & Khlorine g/nm3 24 jam Dioksida 14 Sulphat Index g/nm3 30 hari Sumber : BLH Kabupaten Bantul Tabel SD-17. Kualitas Air Hujan Tahun Data : 2012 Parameter Satuan Waktu Pemantauan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sep Okt Nov Des 1 ph DHL mhos/em S N Cl NH Na Ca DO (-) tidak di analisa Sumber : BLH Kabupaten Bantul E. LAUT, PESISIR DAN PANTAI Tabel SD-18. Kualitas Air Laut Nama Lokasi Koordinat Parameter Waktu sampling (tgl/bln/thn) Fisika Satuan 1. Warna CU 2. Bau - Baku Mutu 3. Kecerahan M - Lokasi Sampling Titik 1 Titik 2 Pantai Kwaru Pantai Parangtritis 18 Oktober Otober 2012 Tak berbau Tak berbau Tak berbau 4. Kekeruhan FTU Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 33

34 5. TSS mg/l Sampah Lapisan Minyak Temperatur Kimia o C Alami ph Salinitas DO mg/l > BOD mg/l COD mg/l Amonia total mg/l 0.3 0,0094 0, NO 2-N mg/l - 8. NO 3-N mg/l - 9. PO 4-P mg/l Sianida (CN - ) mg/l Sulfida (H 2S) mg/l Klor mg/l Minyak bumi mg/l Fenol mg/l ,0001 0, Pestisida mg/l PCB mg/l Deterjen mg/l Merkuri (Hg) mg/l Krom (Cr) mg/l Mangan (Mn) mg/l Arsen (As) mg/l Selenium (Se) mg/l Kadmium (Cd) mg/l ,001 0, Tembaga (Cu) mg/l Timbal (Pb) mg/l Besi mg/l - 0,0011 0, Seng (Zn) mg/l Nikel mg/l Cobalt (Co) mg/l Perak (Ag) mg/l - Biologi 31. E coli 32. Coliform MPN/100 ml 200 MPN/100 ml Sumber : BLH Kabupaten Bantul Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 34

35 Tabel SD-19. Luas Tutupan dan Kondisi Terumbu Karang Kecamatan Luas Persentase Luas Terumbu Karang (%) (di pesisir) Tutupan (Ha) Sangat Baik Baik Sedang Rusak 1 Sanden Kretek Srandakan (-) di kabupaten Bantul tidak mempunyai terumbu karang Sumber : Tim LSLHD Kab. Bantul Tabel SD-20. Luas dan Kerusakan Padang Lamun No Kecamatan Luas (Ha) Persentase Area Kerusakan (%) Total (-) Kabupaten Bantul tidak mempunyai Padang Lamun Sumber : Tim LSLHD Kab. Bantul Tabel SD-21. Luas dan Kerapatan Hutan Mangrove Tahun Data: 2011 No Lokasi Luas Lokasi Persentase Kerapatan (ha) tutupan (%) (pohon/ha) 1 Desa Tirtoharjo Total Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kabupaten Bantul Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 35

36 F. IKLIM Tabel SD-22. Curah Hujan Rata-Rata Bulanan Kecamatan Curah Hujan Rata-Rata Bulanan (mm) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 1 Jetis Bantul Dlingo Sewon Pandak Banguntapan Kasihan Imogiri Piyungan Pundong Sedayu TOTAL 4,450 4,087 3,095 1, ,905 (0) tidak ada hujan ( - ) tidak ada data Sumber : BMKG stasiun geofisika kelas I Yogyakarta Tabel SD-23. Suhu Rata-Rata Bulanan Tahun Data: 2011 Suhu Udara Rata-Rata Bulanan ( 0 C) No Kecamatan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 1 Srandakan Sanden Kretek Pundong Bambanglipuro Pandak Pajangan Bantul , Jetis Imogiri Dlingo Banguntapan Pleret Piyungan Sewon Kasihan Sedayu TOTAL (-) tidak ada data Sumber :BMKG Yogyakarta Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 36

37 G. BENCANA ALAM Tabel BA-1. Bencana Banjir, Korban, dan Kerugian Tahun Data : 2012 No Kecamatan Total Area Korban Perkiraan Terendam (ha) Mengungsi Meninggal Kerugian (Rp.) 1 Srandakan Sanden Kretek Pundong Bambanglipuro ,648,500 6 Pandak Pajangan Jetis Imogiri 8 Desa - - 9,875, Dlingo Bantul Banguntapan Pleret Piyungan Sewon Kasihan 8 Desa Sedayu TOTAL 120 ha + 16 Desa ,523,500 (-) Tidak terjadi bencana Sumber : Badan Penanggulangan Bencana Daerah & Kecamatan-kecamatan Tabel BA-2. Bencana Kekeringan, Luas, dan Kerugian Tahun Data : 2012 No Kecamatan Total Areal Padi Gagal Panen (Ha) Perkiraan Kerugian (Rp) 1 Srandakan Sanden Kretek Pundong Bambanglipuro Pandak Pajangan Jetis Imogiri Dlingo Bantul Banguntapan Pleret Piyungan - - Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 37

38 15 Sewon Kasihan Sedayu - - TOTAL - - (-) tahun 2012 di Kab. Bantul tidak terjadi bencana kekeringan Sumber : Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Lingkungan Hidup Tabel BA-3. Bencana Tanah Longsor, Korban, dan Kerugian Tahun Data : 2012 No Kecamatan Jumlah Korban Meninggal Perkiraan Kerugian (jiwa) (Rp.) 1 Srandakan Sanden Kretek Pundong - 20,000,000 5 Bambanglipuro Pandak - 25,000,000 7 Pajangan - 15,000,000 8 Jetis Imogiri - 35,000, Dlingo - 20,000, Bantul Banguntapan Pleret - 12,500, Piyungan - 6,000, Sewon Kasihan - 2,000, Sedayu - - TOTAL 0 135,500,000 (-) Tidak terjadi bencana Longsor Sumber : Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 38

39 Tabel BA-4. Bencana Kebakaran Hutan/Lahan, Luas, dan Kerugian Tahun Data : 2012 No Kecamatan Perkiraan Luas Hutan/Lahan Terbakar (Ha) Perkiraan Kerugian (Rp.) 1 Srandakan Sanden Kretek Pundong Bambanglipuro 1.2 4,000,000 6 Pandak Pajangan 3-8 Jetis Imogiri 9-10 Dlingo Bantul Banguntapan 1.5 5,000, Pleret ,000, Piyungan 6-15 Sewon ,000, Kasihan 0.5 5,000, Sedayu 1 10,000,000 TOTAL ,000,000 (-) Tidak terjadi bencana kebakaran hutan Sumber : Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Lingkungan Hidup Tabel BA-5. Bencana Alam Gempa Bumi, Korban, dan Kerugian No Kecamatan Jumlah Korban Meninggal Perkiraan Kerugian (jiwa) (Rp.) 1 Sanden Srandakan Kretek Bambanglipuro Pajangan Pandak Banguntapan Kasihan Pleret Pundong Sedayu Jetis - - Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 39

40 13 Imogiri Dlingo Sewon Piyungan Bantul - - TOTAL - - (-) tahun 2012 di Kab. Bantul tidak terjadi bencana gempa bumi Sumber : Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan BMKG Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 40

41 BAB II TEKANAN TERHADAP LINGKUNGAN Tabel DE-1. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Laju Pertumbuhan dan Kepadatan per Kecamatan Kabupaten :Bantul Tahun Data : 2012 Kecamatan Luas (km 2 ) Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kepadatan Penduduk 1 Srandakan , , Sanden , , Kretek , , Pundong , , Bambanglipuro , , Pandak , , Pajangan , , Bantul , , Jetis , , Imogiri , , Dlingo , Banguntapan , , Pleret , , Piyungan , , Sewon , , Kasihan , , Sedayu , , Total ,010, , Sumber : Dinas Kependudukan & Catatan Sipil Kabupaten Bantul Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 41

42 Tabel DE-2. Penduduk Laki-Laki Menurut Golongan Umur per Kecamatan Kabupaten: Bantul Kecamatan Jumlah 1 Srandakan 2 Sanden 3 Kretek 4 Pundong 5 Bambanglipuro 6 Pandak 7 Pajangan 8 Bantul 9 Jetis 10 Imogiri 11 Dlingo 12 Banguntapan 13 Pleret 14 Piyungan 15 Sewon 16 Kasihan 17 Sedayu 3,353 1,179 3,863 1,471 1,675 11,541 3,329 1,332 4,416 1,605 2,078 12,760 3,223 1,214 4,141 1,467 1,744 11,789 3,831 1,391 4,669 1,641 1,852 13,384 4,512 1,552 5,714 1,838 2,098 15,714 5,737 1,951 6,495 2,268 2,500 18,951 3,844 1,349 3,778 1,403 1,432 11,806 7,075 2,321 8,511 2,926 2,699 23,532 6,301 2,058 7,162 2,470 2,315 20,306 6,935 2,301 7,225 2,970 2,984 22,415 4,298 1,697 4,426 1,915 1,940 14,276 12,794 4,128 12,663 4,503 3,321 37,409 5,921 1,854 5,352 1,902 1,822 16,851 6,087 1,925 5,641 2,040 1,937 17,630 10,393 3,554 11,910 4,494 3,762 34,113 11,855 3,962 11,901 4,441 3,477 35,636 5,369 1,824 5,671 2,040 1,977 16,881 Total 104,857 35, ,538 41,394 39, ,994 Sumber : Dinas Kependudukan & Catatan Sipil Kabupaten Bantul Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul 42

Daftar Tabel. halaman. Bab I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A. Lahan dan Hutan

Daftar Tabel. halaman. Bab I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A. Lahan dan Hutan Daftar Tabel Bab I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A. Lahan dan Hutan halaman Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan/Tutupan Lahan... I - 1 Tabel SD-2. Luas Kawasan Hutan Menurut

Lebih terperinci

Daftar Tabel. Kualitas Air Rawa... I 28 Tabel SD-15. Kualitas Air Sumur... I 29

Daftar Tabel. Kualitas Air Rawa... I 28 Tabel SD-15. Kualitas Air Sumur... I 29 Daftar Tabel Bab I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A. Lahan dan Hutan Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan/Tutupan Lahan... I - 1 Tabel SD-2. Luas Kawasan Hutan Menurut Fungsi

Lebih terperinci

BAB I. KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA

BAB I. KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA DAFTAR TABEL Daftar Tabel... i BAB I. KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA A. LAHAN DAN HUTAN Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan/Tutupan Lahan. l 1 Tabel SD-1A. Perubahan Luas Wilayah

Lebih terperinci

DATA MINIMAL YANG WAJIB DITUANGKAN DALAM DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH

DATA MINIMAL YANG WAJIB DITUANGKAN DALAM DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH Lampiran II. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : Tanggal : DATA MINIMAL YANG WAJIB DITUANGKAN DALAM DOKUMEN INFORMASI KINERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH Tabel-1. Lindung Berdasarkan

Lebih terperinci

SLHD Kabupaten Sinjai Tahun 2013 BUKU DATA I- 1

SLHD Kabupaten Sinjai Tahun 2013 BUKU DATA I- 1 SLHD Kabupaten Sinjai Tahun 2013 BUKU DATA I- 1 BAB 1 KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA I-A. Lahan Dan Hutan Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan / Tutupan Lahan No. Kecamatan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Tabel SD-1 Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama Tabel SD-2 Luas Kawasan Hutan Menurut Fungsi/Status... 1

DAFTAR ISI. Tabel SD-1 Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama Tabel SD-2 Luas Kawasan Hutan Menurut Fungsi/Status... 1 DAFTAR ISI A. SUMBER DAYA ALAM Tabel SD-1 Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama... 1 Tabel SD-2 Luas Kawasan Hutan Menurut Fungsi/Status... 1 Tabel SD-3 Luas Kawasan Lindung berdasarkan RTRW dan

Lebih terperinci

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama... 1 Tabel SD-1A. Perubahan Luas Wilayah Menurut Penggunaan lahan Utama Tahun 2009 2011... 2 Tabel SD-1B. Topografi Kota Surabaya...

Lebih terperinci

Lampiran 1 Hasil analisa laboratorium terhadap konsentrasi zat pada WTH 1-4 jam dengan suplai udara 30 liter/menit

Lampiran 1 Hasil analisa laboratorium terhadap konsentrasi zat pada WTH 1-4 jam dengan suplai udara 30 liter/menit Lampiran 1 Hasil analisa laboratorium terhadap konsentrasi zat pada WTH 1-4 jam dengan suplai udara 30 liter/menit Konsentrasi zat di titik sampling masuk dan keluar Hari/ mingg u WT H (jam) Masu k Seeding

Lebih terperinci

Lampiran F - Kumpulan Data

Lampiran F - Kumpulan Data Lampiran F - Kumpulan Data TABEL 1.1.d. PEMANTAUAN KUALITAS AIR Jenis Perairan : Sungai Code Tahun Data : Desember 2006 Air Klas III Titik 1 Titik 2 1 1 Residu terlarut *** mg/l 1000 245 280 2 Residu tersuspensi

Lebih terperinci

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 1 DAFTAR TABEL Bab I Bab II Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR: 429/ MENKES/ PER/ IV/ 2010 TANGGAL: 19 APRIL 2010 PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM

PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR: 429/ MENKES/ PER/ IV/ 2010 TANGGAL: 19 APRIL 2010 PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR: 429/ MENKES/ PER/ IV/ 2010 TANGGAL: 19 APRIL 2010 PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM I. PARAMETER WAJIB No. Jenis Parameter Satuan Kadar Maksimum Yang Diperbolehkan 1. Parameter

Lebih terperinci

BAB I KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA

BAB I KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA DAFTAR ISI Kata Pengantar... i Daftar Isi... iii Daftar Tabel... vi Daftar Gambar... ix Daftar Grafik... xi BAB I KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA A. LAHAN DAN HUTAN... Bab I 1 A.1. SUMBER

Lebih terperinci

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG BAKU MUTU AIR LAUT

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG BAKU MUTU AIR LAUT SALINAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 200 TENTANG BAKU MUTU AIR LAUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA,

Lebih terperinci

LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan

Lebih terperinci

Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 Tanggal 14 Desember Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air

Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 Tanggal 14 Desember Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air Lampiran 1. Baku Mutu Kualitas Air Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 Tanggal 14 Desember 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air Tabel 4. Standar Baku Mutu Kualitas Air

Lebih terperinci

LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2012 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2012 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2012 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR.........

Lebih terperinci

LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2015

LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2015 LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH PROPINSI JAWA BARAT No Seri D

LEMBARAN DAERAH PROPINSI JAWA BARAT No Seri D LEMBARAN DAERAH PROPINSI JAWA BARAT No. 27 2000 Seri D PERATURAN DAERAH JAWA BARAT NOMOR : 39 TAHUN 2000 TENTANG PERUNTUKAN AIR DAN BAKU MUTU AIR PADA SUNGAI CITARUM DAN ANAK-ANAK SUNGAINYA DI JAWA BARAT

Lebih terperinci

LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Tahun 2013 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......

Lebih terperinci

Lampiran 1. Kebutuhan air di kampus IPB Dramaga saat libur

Lampiran 1. Kebutuhan air di kampus IPB Dramaga saat libur LAMPIRAN 55 Lampiran 1. Kebutuhan air di kampus IPB Dramaga saat libur Hari/ Tgl Menara Fahutan No Jam Meteran terbaca Volume Ketinggian Air Di Air Menara Terpakai Keterangan (m 3 ) (m 3 ) (m 3 ) 1 6:00

Lebih terperinci

FORMULIR ISIAN IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR KE LAUT. 1. Nama Pemohon : Jabatan : Alamat : Nomor Telepon/Fax. :...

FORMULIR ISIAN IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR KE LAUT. 1. Nama Pemohon : Jabatan : Alamat : Nomor Telepon/Fax. :... Lampiran I Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : Tanggal : FORMULIR ISIAN IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR KE LAUT I. INFORMASI UMUM A. Pemohon 1. Nama Pemohon :... 2. Jabatan :... 3. Alamat :...

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bogor, 08 Desember 2015 Walikota Bogor, Dr. Bima Arya Sugiarto

KATA PENGANTAR. Bogor, 08 Desember 2015 Walikota Bogor, Dr. Bima Arya Sugiarto WALIKOTA BOGOR KATA PENGANTAR Dalam rangka pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan perlu didukung data dan informasi lingkungan hidup yang akurat, lengkap dan berkesinambungan. Informasi

Lebih terperinci

ISU PRIORITAS DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

ISU PRIORITAS DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA ISU PRIORITAS DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Tahun 2016 adalah dokumen yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang kecenderungan keadaan lingkungan hidup di DIY, kegiatan-kegiatan yang menyebabkan terjadinya

Lebih terperinci

PENENTUAN STATUS MUTU AIR

PENENTUAN STATUS MUTU AIR PENENTUAN STATUS MUTU AIR I. METODE STORET I.. URAIAN METODE STORET Metode STORET ialah salah satu metode untuk menentukan status mutu air yang umum digunakan. Dengan metode STORET ini dapat diketahui

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH PROPINSI JAWA BARAT

LEMBARAN DAERAH PROPINSI JAWA BARAT LEMBARAN DAERAH PROPINSI JAWA BARAT NO. 13 2000 SERI D KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 28 TAHUN 2000 T E N T A N G PERUNTUKAN AIR DAN BAKU MUTU AIR PADA SUNGAI CIWULAN DAN SUNGAI CILANGLA DI JAWA

Lebih terperinci

ph TSS mg/l 100 Sulfida mg/l 1 Amonia mg/l 5 Klor bebas mg/l 1 BOD mg/l 100 COD mg/l 200 Minyak lemak mg/l 15

ph TSS mg/l 100 Sulfida mg/l 1 Amonia mg/l 5 Klor bebas mg/l 1 BOD mg/l 100 COD mg/l 200 Minyak lemak mg/l 15 69 Lampiran 1 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor :06 tahun 2007 Tanggal : 8 Mei 2007 BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN YANG MELAKUKAN LEBIH DARI

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR: 51 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LAUT MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR: 51 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LAUT MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, SALINAN KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR: 51 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LAUT MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan laut

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Lampiran 1. Kriteria mutu air berdasarkan kelas (PP Nomor 82 Tahun 2001) PARAMETER SATUAN KELAS I II III IV FISIKA

LAMPIRAN. Lampiran 1. Kriteria mutu air berdasarkan kelas (PP Nomor 82 Tahun 2001) PARAMETER SATUAN KELAS I II III IV FISIKA LAMPIRAN Lampiran 1. Kriteria mutu air berdasarkan kelas (PP Nomor 82 Tahun 2001) PARAMETER SATUAN KELAS I II III IV FISIKA o C Temperatur mg/l Deviasi 3 Deviasi 3 Deviasi 3 Deviasi 3 Residu Terlarut mg/l

Lebih terperinci

TARIF LINGKUP AKREDITASI

TARIF LINGKUP AKREDITASI TARIF LINGKUP AKREDITASI LABORATORIUM BARISTAND INDUSTRI PALEMBANG BIDANG PENGUJIAN KIMIA/FISIKA TERAKREDITASI TANGGAL 26 MEI 2011 MASA BERLAKU 22 AGUSTUS 2013 S/D 25 MEI 2015 Bahan Atau Produk Pangan

Lebih terperinci

LAMPIARAN : LAMPIRAN 1 ANALISA AIR DRAIN BIOFILTER

LAMPIARAN : LAMPIRAN 1 ANALISA AIR DRAIN BIOFILTER LAMPIARAN : LAMPIRAN 1 ANALISA AIR DRAIN BIOFILTER Akhir-akhir ini hujan deras semakin sering terjadi, sehingga air sungai menjadi keruh karena banyaknya tanah (lumpur) yang ikut mengalir masuk sungai

Lebih terperinci

BAB VII KAWASAN LINDUNG DAN KAWASAN BUDIDAYA

BAB VII KAWASAN LINDUNG DAN KAWASAN BUDIDAYA PERENCANAAN WILAYAH 1 TPL 314-3 SKS DR. Ir. Ken Martina Kasikoen, MT. Kuliah 10 BAB VII KAWASAN LINDUNG DAN KAWASAN BUDIDAYA Dalam KEPPRES NO. 57 TAHUN 1989 dan Keppres No. 32 Tahun 1990 tentang PEDOMAN

Lebih terperinci

Daftar Isi. halaman Kata Pengantar... i Pendahuluan... iii Daftar Isi... ix Daftar Tabel... x Daftar Gambar... xiv

Daftar Isi. halaman Kata Pengantar... i Pendahuluan... iii Daftar Isi... ix Daftar Tabel... x Daftar Gambar... xiv Daftar Isi halaman Kata Pengantar... i Pendahuluan... iii Daftar Isi... ix Daftar Tabel... x Daftar Gambar... xiv Bab I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A. Lahan dan Hutan... I-1 B. Keanekaragaman

Lebih terperinci

Peraturan Pemerintah RI No. 20 tahun 1990, tanggal 5 Juni 1990 Tentang Pengendalian Pencemaran Air

Peraturan Pemerintah RI No. 20 tahun 1990, tanggal 5 Juni 1990 Tentang Pengendalian Pencemaran Air Lampiran Peraturan Pemerintah RI No. 20 tahun 1990, tanggal 5 Juni 1990 Tentang Pengendalian Pencemaran Air A. Daftar Kriteria Kualitas Air Golonagan A (Air yang dapat digunakan sebagai air minum secara

Lebih terperinci

TARIF LAYANAN JASA TEKNIS BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI SAMARINDA

TARIF LAYANAN JASA TEKNIS BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI SAMARINDA TARIF LAYANAN JASA TEKNIS BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI SAMARINDA BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI SAMARINDA Jl. M.T. Haryono / Banggeris

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TABALONG TAHUN 2011 NOMOR

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TABALONG TAHUN 2011 NOMOR LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TABALONG TAHUN 2011 NOMOR 02 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABALONG NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG PENETAPAN KELAS AIR PADA SUNGAI DI WILAYAH KABUPATEN TABALONG DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

L A M P I R A N DAFTAR BAKU MUTU AIR LIMBAH

L A M P I R A N DAFTAR BAKU MUTU AIR LIMBAH L A M P I R A N DAFTAR BAKU MUTU AIR LIMBAH 323 BAKU MUTU AIR LIMBAH INDUSTRI KECAP PARAMETER BEBAN PENCEMARAN Dengan Cuci Botol (kg/ton) Tanpa Cuci Botol 1. BOD 5 100 1,0 0,8 2. COD 175 1,75 1,4 3. TSS

Lebih terperinci

LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2014

LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2014 LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BANTUL TAHUN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Letak Geografis. 08º00'27" Lintang Selatan dan 110º12'34" - 110º31'08" Bujur Timur. Di

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Letak Geografis. 08º00'27 Lintang Selatan dan 110º12'34 - 110º31'08 Bujur Timur. Di IV. KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI A. Letak Geografis Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai lima Kabupaten dan satu Kotamadya, salah satu kabupaten tersebut adalah Kabupaten Bantul. Secara geografis,

Lebih terperinci

SNI butir A Air Minum Dalam Kemasan Bau, rasa SNI butir dari 12

SNI butir A Air Minum Dalam Kemasan Bau, rasa SNI butir dari 12 LAMPIRAN SERTIFIKAT AKREDITASI LABORATORIUM NO. LP-080-IDN Bahan atau produk yang Jenis Pengujian atau sifat-sifat yang Spesifikasi, metode pengujian, teknik yang Kimia/Fisika Pangan Olahan dan Pakan Kadar

Lebih terperinci

NO SERI. E PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NO SERI. E

NO SERI. E PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NO SERI. E PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NO. 16 2008 SERI. E PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG

Lebih terperinci

BAKU MUTU LIMBAH CAIR UNTUK INDUSTRI PELAPISAN LOGAM

BAKU MUTU LIMBAH CAIR UNTUK INDUSTRI PELAPISAN LOGAM L A M P I R A N 268 BAKU MUTU LIMBAH CAIR UNTUK INDUSTRI PELAPISAN LOGAM PARAMETER KADAR MAKSIMUM BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (gram/ton) TSS 20 0,40 Sianida Total (CN) tersisa 0,2 0,004 Krom Total (Cr) 0,5

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1990 TENTANG PENGELOLAAN KAWASAN LINDUNG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1990 TENTANG PENGELOLAAN KAWASAN LINDUNG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1990 TENTANG PENGELOLAAN KAWASAN LINDUNG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa ruang selain merupakan sumber alam yang penting artinya bagi

Lebih terperinci

GUNAKAN KOP SURAT PERUSAHAAN FORMULIR PERMOHONAN IZIN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE SUMBER AIR

GUNAKAN KOP SURAT PERUSAHAAN FORMULIR PERMOHONAN IZIN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE SUMBER AIR GUNAKAN KOP SURAT PERUSAHAAN FORMULIR PERMOHONAN IZIN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE SUMBER AIR I. DATA PEMOHON Data Pemohon Baru Perpanjangan Pembaharuan/ Perubahan Nama Perusahaan Jenis Usaha / Kegiatan Alamat........

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2003 NOMOR : 6 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 6 TAHUN 2005 T E N T A N G

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2003 NOMOR : 6 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 6 TAHUN 2005 T E N T A N G BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2003 NOMOR : 6 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 6 TAHUN 2005 T E N T A N G BAKU MUTU AIR LAUT DI PERAIRAN KOTA CILEGON Menimbang : a. bahwa air laut merupakan salah satu

Lebih terperinci

19 Oktober Ema Umilia

19 Oktober Ema Umilia 19 Oktober 2011 Oleh Ema Umilia Ketentuan teknis dalam perencanaan kawasan lindung dalam perencanaan wilayah Keputusan Presiden No. 32 Th Tahun 1990 Tentang : Pengelolaan Kawasan Lindung Kawasan Lindung

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 DAFTAR PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM. - Mg/l Skala NTU - - Skala TCU

LAMPIRAN 1 DAFTAR PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM. - Mg/l Skala NTU - - Skala TCU 85 LAMPIRAN 1 PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR : 416/MENKES/PER/IX/1990 TANGGAL : 3 SEPTEMBER 1990 DAFTAR PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. No Parameter Satuan A. FISIKA Bau Jumlah

Lebih terperinci

Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990 Tentang : Pengelolaan Kawasan Lindung

Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990 Tentang : Pengelolaan Kawasan Lindung Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990 Tentang : Pengelolaan Kawasan Lindung Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 32 TAHUN 1990 (32/1990) Tanggal : 25 JULI 1990 (JAKARTA) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN WILAYAH BANTUL

BAB III TINJAUAN WILAYAH BANTUL BAB III TINJAUAN WILAYAH BANTUL 3.1. Tinjauan Kabupaten Bantul 3.1.1. Tinjauan Geografis Kabupaten Bantul Kabupaten Bantul merupakan salah satu Kabupaten dari 5 Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA PASURUAN

PEMERINTAH KOTA PASURUAN PEMERINTAH KOTA PASURUAN PERATURAN DAERAH KOTA PASURUAN NOMOR 19 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PASURUAN, Menimbang

Lebih terperinci

Lampiran 1 ph. Hasil seperti pada tabel berikut : Tabel 1 Hasil pengukuran ph sebelum dan sesudah elektrokoagulasi ph. Pengambilan Sampel 1 4,7 6,9

Lampiran 1 ph. Hasil seperti pada tabel berikut : Tabel 1 Hasil pengukuran ph sebelum dan sesudah elektrokoagulasi ph. Pengambilan Sampel 1 4,7 6,9 97 Lampiran 1 ph Alat Ukur : ph meter Prosedur Pengukuran 1. Kalibrasi dengan larutan buffer sampai ph 4 2. Pengukuran ph air gambut (dicelupkan ph meter ke air gambut) 3. Dicatat berapa ph yang terukur

Lebih terperinci

Tabel 24.1 Status Kualitas Air Sungai di Provinsi Jawa barat Tahun Frekuensi Sampling. 1 Sungai Ciliwung 6 5 memenuhi-cemar ringan

Tabel 24.1 Status Kualitas Air Sungai di Provinsi Jawa barat Tahun Frekuensi Sampling. 1 Sungai Ciliwung 6 5 memenuhi-cemar ringan 24. LINGKUNGAN HIDUP 184 Tabel 24.1 Status Kualitas Air Sungai di Provinsi Jawa barat Tahun 2010 No Nama Jumlah Titik Sampling Frekuensi Sampling Kisaran Status Mutu Air Sungai Berdasarkan KMA PP 82/2001

Lebih terperinci

BAB 5 RTRW KABUPATEN

BAB 5 RTRW KABUPATEN BAB 5 RTRW KABUPATEN Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten terdiri dari: 1. Rencana Struktur dan Pola Pemanfaatan Ruang; 2. Rencana Pengelolaan Kawasan Lindung dan Budidaya; 3. Rencana Pengelolaan

Lebih terperinci

Tabel Lampiran 2. Sifat fisik dan kimia air permukaan

Tabel Lampiran 2. Sifat fisik dan kimia air permukaan LAMPIRAN 58 59 Tabel Lampiran 1. Sifat kimia air hujan No Contoh Air ph P-total (mg/l) Nitrat (mg/l) Pb (mg/l) 1 Air Hujan 1 6.3 0.25 6.2 0.13 2 Air Hujan 2 6.3 0.2 0 0.09 3 Air Hujan 3 6.1 0.33 6.2 0.13

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKABUMI NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH BERUPA LABORATORIUM

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKABUMI NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH BERUPA LABORATORIUM PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKABUMI NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH BERUPA LABORATORIUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKABUMI, Menimbang : a. bahwa untuk menjaga

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN, PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 TENTANG BAKU MUTU LINDI BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15/PRT/M/2017 TENTANG TATA CARA PENGHITUNGAN BESARAN NILAI PEROLEHAN AIR PERMUKAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

Geografi PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUN BERKELANJUTAN I. K e l a s. xxxxxxxxxx Kurikulum 2006/2013. A. Kerusakan Lingkungan Hidup

Geografi PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUN BERKELANJUTAN I. K e l a s. xxxxxxxxxx Kurikulum 2006/2013. A. Kerusakan Lingkungan Hidup xxxxxxxxxx Kurikulum 2006/2013 Geografi K e l a s XI PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUN BERKELANJUTAN I Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut.

Lebih terperinci

Lampiran 1. Dokumentasi Penelitian. Pengambilan Sampel Rhizophora apiculata. Dekstruksi Basah

Lampiran 1. Dokumentasi Penelitian. Pengambilan Sampel Rhizophora apiculata. Dekstruksi Basah Lampiran 1. Dokumentasi Penelitian Pengambilan Sampel Rhizophora apiculata Dekstruksi Basah Lampiran 1. Lanjutan Penyaringan Sampel Air Sampel Setelah Diarangkan (Dekstruksi Kering) Lampiran 1. Lanjutan

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN A. Deskripsi Umum Kabupten Bantul a. Geografis Kabupaten Bantul merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Luas wilayah seluruhnya

Lebih terperinci

PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN IV

PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN IV xxxxxxxxxx Kurikulum 2006/2013 Geografi K e l a s XI PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN IV Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan

Lebih terperinci

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara Lampiran 1. Dokumentasi Penelitian Pengambilan sampel di lapangan Pengeringan Udara Sampel Lampiran 1. Lanjutan Sampel sebelum di oven Sampel setelah menjadi arang Lampiran 1. Lanjutan. Tanur (Alat yang

Lebih terperinci

PROGRAM MENUJU INDONESIA HIJAU KABUPATEN BANTUL 2013

PROGRAM MENUJU INDONESIA HIJAU KABUPATEN BANTUL 2013 PROGRAM MENUJU INDONESIA HIJAU KABUPATEN BANTUL 2013 1. PROFIL KABUPATEN BANTUL 1.1. Kabupaten Bantul merupakan salah satu dari lima daerah kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Apabila

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 32 TAHUN 1990 TENTANG PENGELOLAAN KAWASAN LINDUNG

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 32 TAHUN 1990 TENTANG PENGELOLAAN KAWASAN LINDUNG KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 32 TAHUN 1990 TENTANG PENGELOLAAN KAWASAN LINDUNG KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 32 TAHUN 1990 TENTANG PENGELOLAAN KAWASAN LINDUNG PRESIDEN

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI. dengan fasilitas dan infrastruktur perkotaan yang sesuai dengan kegiatan ekonomi yang dilayaninya;

KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI. dengan fasilitas dan infrastruktur perkotaan yang sesuai dengan kegiatan ekonomi yang dilayaninya; Lampiran III : Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor : 21 Tahun 2012 Tanggal : 20 Desember 2012 Tentang : RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2012 2032 KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI

Lebih terperinci

Lampiran 1. Perhitungan Jumlah Zooplankton yang ditemukan. Jumlah Individu/l St 1 St 2 St 3 St 4 St 5

Lampiran 1. Perhitungan Jumlah Zooplankton yang ditemukan. Jumlah Individu/l St 1 St 2 St 3 St 4 St 5 75 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1. Perhitungan Jumlah Zooplankton yang ditemukan Genus Jumlah Individu/l St 1 St 2 St 3 St 4 St 5 Total Ind/l Rata-rata Nauplius 3 2 2 3 1 11 2,2 Cylopoid 3 3 2 2 1 11 2,2

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PERIZINAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE LAUT

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PERIZINAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE LAUT SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PERIZINAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE LAUT MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : bahwa dalam

Lebih terperinci

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN NGAWI

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN NGAWI Rencana Pola ruang adalah rencana distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya. Bentukan kawasan yang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air

PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air SALINAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syaratsyarat Dan Pengawasan Kualitas Air MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

EVALUASI KUALITAS AIR MINUM PADA HIPPAM DAN PDAM DI KOTA BATU

EVALUASI KUALITAS AIR MINUM PADA HIPPAM DAN PDAM DI KOTA BATU EVALUASI KUALITAS AIR MINUM PADA HIPPAM DAN PDAM DI KOTA BATU Afandi Andi Basri,1), Nieke Karnaningroem 2) 1) Teknik Sanitasi Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jurusan Teknik Lingkungan FTSP

Lebih terperinci

BAB 7 Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Utara

BAB 7 Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Utara BAB 7 Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Utara Arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Provinsi Sumatera Utara digunakan sebagai merupakan acuan dalam pelaksanaan pengendalian

Lebih terperinci

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. DIY. Secara geografis, Kabupaten Bantul terletak antara 07 44' 04" ' 27"

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. DIY. Secara geografis, Kabupaten Bantul terletak antara 07 44' 04 ' 27 IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Kondisi Geografis Kabupaten Bantul merupakan salah satu dari lima kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kabupaten Bantul terletak di sebelah selatan

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB IV GAMBARAN UMUM 51 BAB IV GAMBARAN UMUM A. Keadaan Geografis 1. Keadaan Alam Wilayah Kabupaten Bantul terletak antara 07 o 44 04 08 o 00 27 Lintang Selatan dan 110 o 12 34 110 o 31 08 Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten

Lebih terperinci

BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI LOMBOK BARAT NOMOR 11 TAHUN 2016 T E N T A N G JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN DAERAH BUKAN PAJAK PADA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN

Lebih terperinci

LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN 2014

LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN 2014 LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT ABSTRAK Kabupaten Dharmasraya dengan ibukota Pulau Punjung adalah salah satu

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 1997 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 1997 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 1997 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa ruang wilayah negara kesatuan Republik Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENGANTAR. laju pembangunan telah membawa perubahan dalam beberapa aspek kehidupan

BAB I PENGANTAR. laju pembangunan telah membawa perubahan dalam beberapa aspek kehidupan BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Manusia memiliki hubungan timbal balik dengan lingkungannya. Secara alamiah, hubungan timbal balik tersebut terdapat antara manusia sebagai individu dan manusia sebagai

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUKOMUKO, Menimbang

Lebih terperinci

LAMPIRAN I. No Jenis Parameter Satuan 1 Parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan

LAMPIRAN I. No Jenis Parameter Satuan 1 Parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan LAMPIRAN I Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 / Menkes / Per / IV / 2010 Tanggal 19 April 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. I. PARAMETER WAJIB No Jenis Parameter Satuan 1 Parameter yang berhubungan

Lebih terperinci

KEADAAN UMUM WILAYAH. Projotamansari singkatan dari Produktif-profesional, ijo royo royo, tertib, aman,

KEADAAN UMUM WILAYAH. Projotamansari singkatan dari Produktif-profesional, ijo royo royo, tertib, aman, IV. KEADAAN UMUM WILAYAH A. Keadaan Fisik Daerah Kabupaten Bantul merupakan kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibukotanya adalah Bantul. Motto dari Kabupaten ini adalah Projotamansari

Lebih terperinci

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2012

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2012 BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2012 PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAFTAR TABEL Halaman DAFTAR TABEL...i BAB I. KONDISI LINGKUNGAN HIDUP

Lebih terperinci

LAMPIRAN VII PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SLEMAN TAHUN

LAMPIRAN VII PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SLEMAN TAHUN Lampiran VII PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR TAHUN 2011 LAMPIRAN VII PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2011 2031 MATRIK

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan Negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang termasuk rawan

Lebih terperinci

Contoh Makalah Penelitian Geografi MAKALAH PENELITIAN GEOGRAFI TENTANG LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA

Contoh Makalah Penelitian Geografi MAKALAH PENELITIAN GEOGRAFI TENTANG LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Contoh Makalah Penelitian Geografi MAKALAH PENELITIAN GEOGRAFI TENTANG LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Disusun oleh: Mirza Zalfandy X IPA G SMAN 78 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas

Lebih terperinci

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAFTAR TABEL Halaman DAFTAR TABEL... i BAB I. KONDISI LINGKUNGAN HIDUP

Lebih terperinci

02/03/2015. Sumber daya Alam hayati SUMBER DAYA ALAM JENIS-JENIS SDA SUMBERDAYA HAYATI. Kepunahan jenis erat kaitannya dengan kegiatan manusia

02/03/2015. Sumber daya Alam hayati SUMBER DAYA ALAM JENIS-JENIS SDA SUMBERDAYA HAYATI. Kepunahan jenis erat kaitannya dengan kegiatan manusia SUMBER DAYA ALAM (SDA) Kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran dan kemaslahatan manusia SUMBER DAYA ALAM TIM ILMU LINGKUNGAN FMIPA UNSYIAH JENIS-JENIS SDA Sumber daya alam yang dapat diperbaharui

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN BIDANG PENGENDALIAN KERUSAKAN PERAIRAN DARAT TAHUN 2015

PELAKSANAAN KEGIATAN BIDANG PENGENDALIAN KERUSAKAN PERAIRAN DARAT TAHUN 2015 PELAKSANAAN KEGIATAN BIDANG PENGENDALIAN KERUSAKAN PERAIRAN DARAT TAHUN 2015 A. PEMANTAUAN KUALITAS AIR DANAU LIMBOTO Pemantauan kualitas air ditujukan untuk mengetahui pengaruh kegiatan yang dilaksanakan

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAMBI

PEMERINTAH PROVINSI JAMBI PEMERINTAH PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH PROVINSI JAMBI NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI LABORATORIUM LINGKUNGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, Menimbang : a. bahwa melestarikan

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Lampiran 1. Alat dan Bahan Penelitian DO Meter ph Meter Termometer Refraktometer Kertas Label Botol Sampel Lampiran 1. Lanjutan Pisau Cutter Plastik Sampel Pipa Paralon Lampiran 2. Pengukuran

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 8 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU LINGKUNGAN HIDUP DAN KRITERIA BAKU KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 8 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU LINGKUNGAN HIDUP DAN KRITERIA BAKU KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 8 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU LINGKUNGAN HIDUP DAN KRITERIA BAKU KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a.

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 07 TAHUN 2013

LEMBARAN DAERAH PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 07 TAHUN 2013 LEMBARAN DAERAH NOMOR 07 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 08 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

LAMPIRAN A : KOMPILASI DATA KUESIONER. Tabel 1 Perhitungan Profil Sosial-Ekonomi

LAMPIRAN A : KOMPILASI DATA KUESIONER. Tabel 1 Perhitungan Profil Sosial-Ekonomi LAMPIRAN A : KOMPILASI DATA KUESIONER Tabel 1 Perhitungan Profil Sosial-Ekonomi No Pertanyaan Jawaban Jumlah Responden (jiwa) Persentase (%) SD 15 50.0 1 2 3 Pendidikan terakhir Apa pekerjaan Bapak/ Ibu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak sehingga perlu dilindungi agar dapat bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta mahkluk

Lebih terperinci

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BULELENG TAHUN 2010

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BULELENG TAHUN 2010 BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN BULELENG TAHUN 2010 PEMERINTAH KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI vi DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL BAB I... ii... iii KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Administrasi

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Administrasi GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 26 Administrasi Kabupaten Sukabumi berada di wilayah Propinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak diantara 6 o 57`-7 o 25` Lintang Selatan dan 106 o 49` - 107 o 00` Bujur

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3. 1 Waktu dan Tempat Penelitian Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Kampus IPB Dramaga dan dilakukan dari bulan Juni hingga bulan Oktober 2010. 3. 2 Alat dan Bahan 3.2.

Lebih terperinci

REPUBLIK INDONESIA 47 TAHUN 1997 (47/1997) 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA)

REPUBLIK INDONESIA 47 TAHUN 1997 (47/1997) 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA) Menimbang : PP 47/1997, RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL Bentuk: PERATURAN PEMERINTAH (PP) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 47 TAHUN 1997 (47/1997) Tanggal: 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA) Sumber:

Lebih terperinci

Dasar Legalitas : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG

Dasar Legalitas : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG Dasar Legalitas : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG Menggantikan UU No. 24 Tahun 1992 Tentang Penataan Ruang Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Bantul terletak pada Lintang Selatan dan 110

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Bantul terletak pada Lintang Selatan dan 110 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Deskripsi Daerah Daerah hulu dan hilir dalam penelitian ini adalah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul. Secara geografis Kabupaten Sleman terletak pada 110 33 00

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sewon dibangun pada awal

BAB I PENDAHULUAN. Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sewon dibangun pada awal BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang a. Profil IPAL Sewon Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sewon dibangun pada awal Januari 1994 Desember 1995 yang kemudian dioperasikan pada tahun 1996. IPAL Sewon

Lebih terperinci