Unit 4. Pengembangan Bahan Pembelajaran Cetak. Isniatun Munawaroh. Pendahuluan

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Unit 4. Pengembangan Bahan Pembelajaran Cetak. Isniatun Munawaroh. Pendahuluan"

Transkripsi

1 Unit 4 Pengembangan Bahan Pembelajaran Cetak Isniatun Munawaroh Pendahuluan Bahan pembelajaran cetak merupakan bahan pembelajaran yang sudah umum digunakan bagi para guru tak terkecuali di tingkat Sekolah Dasar. Oleh karena itu, seorang guru diharapkan memiliki kemampuan mengembangkan bahan ajar cetak yang sesuai dengan karakteristik siswa untuk digunakan dalam pembelajaran. Pada unit 4 ini Anda akan kami ajak untuk memahami uraian tentang bagaimana pengembangan bahan pembelajaran cetak di SD. Materi ini patut Anda pahami sebagai seorang guru SD karena bahan pembelajaran cetak sangat membantu siswa mencapai ketuntasan materi belajar sesuai dengan irama belajarnya masingmasing. Mudah-mudahan Anda dapat memahami secara menyeluruh apa yang akan diuraikan dalam unit ini. Setelah mempelajari unit 4 ini secara tuntas, Anda diharapkan dapat : 1. mendeskripsikan konsep bahan pembelajaran cetak 2. memahami berbagai macam bentuk bahan pembelajaran cetak 3. memahami cara mengembangkan bahan pembelajaran cetak Untuk membantu Anda dalam mencapai kemampuan-kemampuan tersebut di atas, dalam unit 4 ini disajikan dalam beberapa sub unit yang dilengkapi dengan pembahasan disertai latihan. Sub-sub unit dalam unit 3 ini terdiri dari : Subunit 1. Bahan Pembelajaran Cetak Subunit 2. Cara Pengembangan Bahan Pembelajaran Cetak Agar Anda dapat berhasil dengan baik dalam mempelajari unit 4 ini, ada beberapa petunjuk belajar yang dapat Anda ikuti : Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-1

2 1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan dalam unit ini sampai Anda memahami secara tuntas tentang apa, untuk apa dan bagaimana mempelajari unit ini. 2. Kuasai konsep demi konsep yang disampaikan dalam unit ini melalui pemahaman sendiri dan bertukar pemahaman dengan mahasiswa lainnya atau dengan tutor Anda. 3. Jika pembahasan yang disajikan dalam unit ini dianggap masih kurang, upayakan Anda untuk dapat membaca atau mempelajari sumber-sumber lain yang relevan untuk menambah wawasan Anda. 4. Mantapkan pemahaman Anda dengan mengerjakan latihan yang telah disajikan di setiap sub unit dan melalui diskusi dalam kegiatan tutorial dengan mahasiswa lain atau teman sejawat. 5. Jangan lewatkan untuk menjawab soal-soal yang telah disajikan untuk mengetahui apakah Anda sudah memahami dengan benar materi dalam unit ini. Selamat belajar! 4-2 Unit 4

3 Subunit 1 Bahan Pembelajaran Cetak Pendahuluan B ahan pembelajaran cetak merupakan bahan pembelajaran yang sangat umum digunakan oleh para guru, namun masih sedikit sekali para guru yang memiliki kemampuan untuk mengembangkannya. Hal ini karena para guru sudah terbiasa menggunakan bahan pembelajaran cetak yang sudah jadi dan beredar luas di pasaran. Hal tersebut tidaklah keliru, namun ketergantungan tersebut menyebabkan para guru tidak kreatif untuk menulis dan mengembangkan materi ajar sesuai dengan karakteristik siswa yang dihadapinya. Karena yang ada dari materi ajar cetak yang selama ini digunakan adalah adanya suatu penyeragaman untuk semua siswa di seluruh Indonesia, baik yang tinggal di kota-kota besar maupun yang ditinggal di daerah pedesaan. Untuk itu sangatlah penting jika para guru memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai tentang bahan pembelajaran cetak yang baik untuk menunjang proses pembelajaran. A.Pengertian Bahan Pembelajaran Cetak Bahan pembelajaran cetak dapat diartikan sebagai perangkat bahan yang memuat materi atau isi pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dituangkan dengan menggunakan teknologi cetak. Suatu bahan pembelajaran cetak memuat materi yang berupa ide, fakta, konsep, prinsip, kaidah atau teori yang tercakup dalam mata pelajaran sesuai dengan disiplin ilmunya serta informasi lainnya dalam pembelajaran. Bahan ajar perlu dikembangkan dan diorganisasikan agar pembelajaran tidak jauh dari tujuan/kompetensi yang akan dicapai dan diharapkan akan efektif dan efisien. Efektif artinya pembelajaran akan berhasil baik dan efisien berarti tidak memerlukan waktu yang lama. Dalam proses pembelajaran bahan ajar cetak memiliki posisi yang sangat strategis untuk menyampaikan materi yang akan diajarkan. Keberadaannya sebagai pedoman belajar bagi siswa saat tidak bertemu gurunya secara langsung, misalnya saat para siswa belajar di rumah. Maka bahan ajar harus memiliki kemampuan berinteraksi untuk membelajarkan siswa. Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-3

4 Mengingat peran yang disandangnya, maka bahan ajar tidaklah sama dengan buku teks. Jika buku teks bersifat umum dan hanya memuat materi pelajaran saja maka bahan ajar cetak tidaklah demikian. Bahan ajar cetak lebih bersifat khusus dan lengkap. Artinya khusus bagi siapa bahan ajar tersebut ditujukan sehingga sangat sesuai dengan calon penggunanya dan lengkap berarti hal-hal yang dipandang perlu dalam proses pembelajaran juga dicantumkan pada bagian karakteristik bahan ajar cetak tersebut. Selain itu penyusunannya harus sesuai dengan kurikulum sekolah yang digunakan. Jika melihat fenomena kurikulum yang kini tengah berlaku di negara kita yaitu kurikulum tungkat satuan pendidikan, maka seorang guru tidak bisa lagi dengan begitu saja memilih bahan ajar cetak yang dapat digunakan untuk pembelajaran siswa. Pertimbangan yang paling mendasar adalah apakah bahan ajar cetak tersebut sangat sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah. Pemberlakuan kurikulum tersebut memberi ruang sekaligus sebuah tuntutan bagi para guru untuk mengembangkan bahan ajar cetak yang sesuai dengan kurikulum di sekolahnya dan tentunya sesuai dengan karakteristik siswa yang dihadapinya. B. Karakteristik Bahan Pembelajaran Cetak Selain mutlak menggunakan teknologi cetak, bahan ajar cetak memiliki karakteristik harus mampu membelajarkan sendiri para siswa (self-instructional). Artinya bahan ajar cetak harus mempunyai kemampuan menjelaskan yang sejelasjelasnya untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran, baik dalam bimbingan guru maupun secara mandiri. Proses pembelajaran yang baik adalah bukan hanya menyampaikan materi yang harus dikuasai siswa, tetapi juga merangsang siswa agar termotivasi untuk belajar mandiri, karena kemampuan belajar mandiri adalah kemampuan yang harus dimiliki SDM masa mendatang agar dapat selalu meningkatkan kualitas dirinya dan keberadaan bahan pembelajaran cetak mampu mengakomodasi hal tersebut. Bahan ajar cetak bersifat lengkap (self-contained) artinya memuat hal-hal yang sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Hal-hal tersebut adalah tujuan pembelajaran/kompetensi, prasyarat yaitu materi-materi pelajaran yang mendukung atau perlu dipelajari terlebih dahulu sebelumnya, prosedur pembelajaran, materi pembelajaran yang tersusun sistematis, latihan/tugas-tugas, soal-soal evaluasi beserta kunci jawaban dan tindak lanjut yang harus dikerjakan oleh siswa. Selain karakteristik yang telah disebutkan di atas, bahan ajar cetak juga memiliki karakteristik mampu membelajarkan peserta didik (self-instructional 4-4 Unit 4

5 material), artinya dalam bahan pembelajaran cetak harus mampu memicu siswa untuk aktif dalam proses belajarnya bahkan membelajarkan siswa untuk dapat menilai kemampuan belajarnya sendiri. C. Macam Bahan Pembelajaran Cetak untuk SD 1. Modul Modul merupakan suatu unit program pembelajaran yang disusun dalam bentuk tertentu untuk keperluan belajar, dalam pengertian ini dapat diketahui bahwa modul yang dimaksud sebagai modul pembelajaran (instructional module). Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa modul merupakan suatu paket belajar yang berkenaan dengan satu unit bahan pelajaran. Menurut BP3K Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, modul didefinisikan sebagai suatu unit program pembelajaran terkecil yang secara rinci menggariskan hal sebagai berikut. a. Tujuan instruksional yang akan dicapai b. Topik yang akan dijadikan dasar proses pembelajaran c. Pokok-pokok materi yang dipelajari d. Kedudukan dan fungsi modul dalam kesatuan program yang lebih luas e. Peranan guru dalam proses pembelajaran f. Alat-alat dan sumber yang akan digunakan g. Kegiatan belajar yang harus dilakukan h. Lembar kerja yang harus dikerjakan i. Program evaluasi yang harus dilaksanakan Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa modul memiliki beberapa karakteristik tertentu, yaitu; berbentuk unit pembelajaran terkecil dan lengkap, berisi rangkaian kegiatan belajar yang dirancang secara sistematis, berisi tujuan belajar, memungkinkan belajar mandiri dan merupakan realisasi perbedaan individual serta perwujudan pembelajaran individual. Namun bukan berarti modul tidak dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas, karena beberapa metode pembelajaran di kelas, sebagian atau seluruhnya didasarkan atas modul. Misalnya ada guru yang mengandalkan metode ceramah tetapi menyelipkan pemanfaatan satu atau beberapa modul untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Ada juga guru yang menggunakan serangkaian modul lengkap dari suatu pelajaran atau memberikan keleluasaan bagi siswa untuk memilih modul yang akan dipelajari. Aplikasi penggunaannya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai sesuai dengan irama belajarnya masing-masing. Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-5

6 Untuk di SD, para guru harus menghindari penggunaan modul-modul yang tebal dan berukuran besar, tetapi bukan berarti modul yang dikembangkan tidak memiliki kelengkapan isi karena menghindari tampilan yang tebal. Ada kecenderungan bahwa siswa di tingkat SD akan keengganan untuk membaca bahkan mempelajari buku materi pembelajaran yang berukuran tebal dan besar. Oleh karena itu tidak ada salahnya jika kita harus mencuri perhatian siswa dengan mengembangkan modul saku yang memiliki tampilan tidak tebal dan tidak berukuran besar (kurang lebih berukuran buku tulis), tetapi mudah di bawa dan menarik untuk dipelajari. Hal ini memang membutuhkan kreativitas guru untuk dapat mengembangkannya 2. Handout Handout diartikan sebagai buku pegangan siswa yang berisi tentang suatu materi pelajaran secara lengkap. Berbeda halnya dengan modul yang isinya disajikan per unit terkecil dari materi, jika handout menyajikan keseluruhan materi yang harus dipelajari. Namun walaupun memiliki perbedaan ada beberapa kesamaan karakteristik antara handout dan modul. Walaupun tidak disajikan dalam unitunit kecil, tapi sajiannya tetap memunculkan komponen-komponen yang diperlukan dalam pembelajaran yang meliputi; tujuan pembelajaran/kompetensi, prasyarat yaitu materi-materi pelajaran yang mendukung atau perlu dipelajari terlebih dahulu sebelumnya, prosedur pembelajaran, materi pembelajaran yang tersusun sistematis, latihan/tugas-tugas dan soal-soal evaluasi. 3. Lembar kerja siswa Berbeda dengan modul dan handout, bahan pembelajaran cetak berbentuk LKS (lembar kerja siswa) dikemas dengan hanya menekankan pada latihan, tugas atau soal-soal saja. Walaupun hanya menekankan pada hal tersebut, LKS tetap menyajikan uraian materi namun disajikan secara singkat. Soal-soal yang disajikan dalam LKS harus benar-benar dikembangkan berdasarkan pada analisis tujuan pembelajaran/kompetensi yang telah dijabarkan kedalam indicator pencapaian. Agar tetap mampu membelajarkan secara baik, LKS tidak hanya memuat serangkaian soal dan tugas tetapi juga menyediakan rambu-rambu pengerjaannya sehingga siswa benar-benar dapat mempelajari bahan pembelajaran melalui soalsoal dan tugas. Selain itu kesimpulan disetiap akhir pokok bahasan juga tetap harus disampaikan sebagai perulangan dan penguatan materi untuk siswa. 4-6 Unit 4

7 Latihan Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut ini : 1. Coba Anda jelaskan karakteristik dari bahan pembelajaran cetak? 2. Jelaskan berbagai macam bahan pembelajaran cetak yang dapat digunakan di SD? Rambu - rambu Pengerjaan Latihan Untuk mempermudah Anda dalam mengerjakan latihan di atas, cermatilah ramburambu pengerjaan latihan berikut ini! 1. Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus mengingat kembali karakteristik dari bahan pembelajaran cetak. 2. Dalam menjawab pertanyaan ini Anda harus mengkaji secara keseluruhan tentang konsep bahan pembelajaran cetak untuk SD. Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-7

8 Rangkuman Bahan pembelajaran cetak diartikan sebagai perangkat bahan yang memuat materi atau isi pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dituangkan dengan menggunakan teknologi cetak. Suatu bahan pembelajaran cetak memuat materi yang berupa ide, fakta, konsep, prinsip, kaidah atau teori yang tercakup dalam mata pelajaran sesuai dengan disiplin ilmunya serta informasi lainnya dalam pembelajaran. Karakteristik bahan pembelajaran cetak adalah sebagai berikut. (1) Mampu membelajarkan sendiri para siswa (self-instructional). Artinya bahan ajar cetak harus mempunyai kemampuan menjelaskan yang sejelas-jelasnya untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran, baik dalam bimbingan guru maupun secara mandiri. (2) Bahan ajar cetak bersifat lengkap (self-contained) artinya memuat halhal yang sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. (3) Mampu membelajarkan peserta didik (self-instructional material), artinya dalam bahan pembelajaran cetak harus mampu memicu siswa untuk aktif dalam proses belajarnya bahkan membelajarkan siswa untuk dapat menilai kemampuan belajarnya sendiri. Berbagai macam bahan pembelajaran cetak yang dapat dikembangkan untuk SD, yaitu : 1. Modul 2. Handout 3. Lembar Kerja Siswa (LKS) 4-8 Unit 4

9 Tes Formatif 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan! 1. Pengertian bahan pembelajaran cetak adalah.. A. Sebagai perangkat bahan yang memuat materi atau isi pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dituangkan dengan menggunakan teknologi cetak. B. Sebagai proses pengembangan bahan pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan teknologi mutakhir C. Sebagai pengembangan perangkat bahan pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi yang sederhana/tidak kompleks D. Sebagai bahan pembelajaran yang pengembangannya hanya berdasarkan pengalaman guru tentang materi yang akan diajarkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 2. Berikut ini adalah karakteristik dari bahan ajar cetak kecuali... A. Self-instructional B. Self-contained C. Self-intructional objective D. Self-instructional material 3. Bahan ajar harus memiliki karakteristik kelengkapan materi atau yang dikenal dengan... A. Self-instructional B. Self-contained C. Self-intructional objective D. Self-instructional material Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-9

10 Umpan Balik dan Tindak Lanjut Cocokkan jawaban yang telah Anda pilih dengan kunci jawaban tes formatif 1 yang terdapat pada bagian akhir unit ini. Coba Anda hitung jawaban yang benar, kemudian pergunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi sub unit 1. Rumus: Jumlah jawaban benar Tingkat penguasaan= x 100% 10 Apabila tingkat penguasaan Anda terhadap materi sub unit 1 telah mencapai 80% ke atas, Anda dapat meneruskan ke materi berikutnya. Berarti Anda telah menguasai materi tersebut. Bagus! Tetapi bila tingkat pemahaman Anda masih di bawah 80%, Anda perlu mengulangi pada bagian-bagian yang belum Anda kuasai atau pelajari kembali seluruh sub unit di atas 4-10 Unit 4

11 Subunit2 Cara Pengembangan Bahan Pembelajaran Cetak Pengantar P ada subunit sebelumnya Anda telah mempelajari tentang pengertian, karakteristik dan berbagai macam dari bahan pembelajaran cetak yang dapat digunakan di tingkat SD. Selanjutnya pada subunit ini Anda akan kami ajak untuk mempelajari bagaimana cara pengembangan beberapa bahan pembelajaran cetak untuk SD. Kuasai dengan baik materi ini dan kerjakanlah latihan yang telah disediakan. A. Tahapan Pengembangan Bahan Pembelajaran Cetak Pengembangan bahan ajar cetak dapat dilakukan dengan 4 cara yaitu; (1) cara kompilasi terhadap bahan yang telah tersedia dan dilengkapi dengan panduan belajar, (2) menggunakan buku teks yang telah tersedia di pasaran dengan disertai panduan belajar, (3) menyadur buku teks yang sudah tersedia, (4) menulis bari bahan ajar cetak yang diperlukan yang dirancang sesuai dengan karakteristik yang dibutuhkan. Untuk mengembangkan bahan ajar cetak harus ditempuh tahap-tahap berikut ini. 1. Menyusun Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) bahan ajar tercetak yang akan dikembangkan. GBPP bahan pembelajaran cetak adalah rumusan tujuan pembelajaran/kompetensi dan pokok-pokok materi yang akan dikembangkan ke dalam bahan ajar cetak. Di dalam GBPP bahan ajar cetak harus memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, topik/pokok bahasan, sub pokok bahasan, esstimasi waktu dan daftar pustaka yang akan digunakan. 2. Menulis bahan ajar dengan mengikuti strategi instruksional tertentu. Bahan ajar ditulis dengan menggunakan strategi instruksional yang sama seperti yang digunakan pengajaran di dalam kelas biasa. Menulis bahan ajar berarti mengajar mengajarkan mata pelajaran melalui tulisan. Oleh karena itu, prinsipprinsip yang digunakan dalam menulis bahan ajar sama halnya dengan prinsipprinsip pengajaran biasa. Perbedaannya adalah bahasa yang digunakan bersifat Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-11

12 setengah formal dan setengah lisan, bukan bahasa buku teks yang bersifat sangat formal. 3. Mereviuw, melakukan uji coba lapangan dan merivisi bahan ajar sebelum digunakan di lapangan. Dalam bentuk bagan tahap pengembangan tersebut tampak sebagai berikut : Menulis GBPP bahan ajar cetak Menulis bahan ajar cetak Reviuw lapangan dan revisi Digunakan Pada sub unit sebelumnya kita sudah mengenal 3 macam bentuk bahan pembelajaran cetak untuk SD, yaitu Modul, Handout dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Berikut akan disajikan komponen-komponen dan cara penulisannya. 1. Modul Telah dijelaskan sebelumnya bahwa modul menyajikan materi dalam unitunit terkecil atau biasanya sub dari suatu pokok bahasan yang dikembangkan secara mendalam. Di dalam setiap modul terdapat komponen-komponen utama yang harus ada didalamnya yaitu; tinjauan mata pelajaran, pendahuluan, kegiatan belajar, latihan, rambu-rambu jawaban latihan, rangkuman, tes formatif dan kunci jawaban tes formatif. a. Tinjauan mata pelajaran Merupakan paparan umum mengenai keseluruhan pokok-pokok isi mata pelajaran yang mencakup; deskripsi mata pelajaran, kegunaan mata pelajaran, tujuan pembelajaran/kompetensi, bahan pendukung lainnya dan petunjuk belajar. Perlu diketahui bahwa letak atau posisi tinjauan mata pelajaran di dalam modul sangat tergantung kepada pembagian pokokpokok bahasan dalam mata pelajaran. Mungkin saja dalam satu mata pelajaran terdiri dari beberapa pokok bahasan, sehingga letak tinjauan mata pelajaran hanya terletak pada modul pertama saja Unit 4

13 Contoh : Tinjauan Mata Pelajaran Mata pelajaran IPS untuk kelas 4 Sekolah Dasar semester 1 akan membahas tentang Pelestarian sumber daya alam dan pemetaan wilayah. Olah karena itu mata pelajaran ini sangat penting bagi Kamu sebagai siswa SD kelas 4. Setelah membaca modul ini Kamu diharapkan mampu : 1. Menjelaskan. 2. Memahami 3... Selain modul, mata pelajaran ini dilengkapi dengan satu set bahan belajar kaset Audio interaktif sebagai bahan pendukung. Materi dalam modul ini disajikan dalam 2 mosul, yaitu : 1. Pelestarian sumber daya alam 2. Pemetaan wilayah Agar berhasil dengan baik, Kamu harus mengikuti petunjuk umum penggunaan modul berikut : 1. Baca dan pahami dengan seksama isi modul 2. Diskusikan dengan teman dan guru jika menemui kesulitan 3. Jangan lupa kerjakan latihan dan soal yang telah disediakan b. Pendahuluan Merupakan pembukaan pembelajaran suatu modul yang harus memuat; cakupan isi modul dalam bentuk deskripsi singkat, tujuan pembelajaran/kompetensi, deskripsi perilaku awal yang meliputi pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya, relevansi yang mencakup keterkaitan pembahasan materi dan kegiatan dalam modul dengan materi dan kegiatan dalam modul lain dalam satu mata pelajaran dan pentingnya mempelajari materi modul tersebut, serta petunjuk belajar yang berisi panduan secara teknis mempelajari modul. Pendahuluan harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu; dapat merangsang rasa ingn tahu siswa, urutan sajian yang logis, mudah dicerna dan enak dibaca. Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-13

14 Contoh : Pendahuluan Modul ini merupakan kelanjutan dari modul pertama. Tentu kalian masih ingat bahasan dari modul 1 bukan? Dari modul 1 kalian telah mendapatkan informasi tentang pelestariansumber daya alam. Dalam modul ini kalian akan mempelajari tentang pemetaan wilayah. Setelah kamu mempelajari modul 2 ini, diharapkan kamu dapat memiliki kemampuan tentang pengertian pemetaan wilayah, dan mampu menggambar peta. Kemampuan tersebut sangat penting bagi kalian sebagai siswa SD kelas 4 sehingga kalian memiliki pengetahuan yang lebih luas lagi tentang pemetaan wilayah. Untuk membantu kalian dalam mencapai tujuan pembelajaran tersebut dalam modul ini disajikan dalam 2 kegiatan belajar yaitu : 1. Pemetaan wilayah 2. Menggambar peta Agar dapat berhasil dalam mempelajari modul in, ikuti petunjuk belajar berikut : 1. Baca dengan cermat. 2. Kerjakanlah latihan yang telah disediakan c. Kegiatan belajar Bagian ini merupakan inti dari modul, karena berisi tentang pemaparan materi yang disampaikan. Bagian ini terdiri dari beberapa sub bagian yang disebut dengan Kegiatan Belajar 1, Kegiatan Belajar 2 dan sebagainya tergantung pada sub pokok bahasan yang kan dikembangkan dalam satu mata pelajaran. Dalam kegiatan belajar terdapat uraiuan atau penjelasan secara rinci tentang isi pelajaran yang diikuti contoh dan noncontoh. Sedapat mungkin setiap pemaparan disertai dengan gambargambar yang berkaitan dengan materi dan mampu menarik perhatian siswa. Prosedur dalam penulisan uraian materi dalam setiap kegiatan belajar sebaiknya ; (1) merumuskan pokok-pokok uraian, (2) membuat pemetaan konsep pokok uraian sesuai dengan GBPP yang telah dikembangkan sebelumnya, (3) menentukan urutan penyajian, (4) menulis uraian secara 4-14 Unit 4

15 deduktif/induktif dengan menggunakan bahasa yang komunikatif, (5) menyediakan bahan pendukung berupa gambar, diagram dsb. d. Latihan dan rambu-rambu jawaban Secara prinsip latihan hendaknya; relevan dengan materi yang disajikan, sesuai dengan kemampuan siswa, bentuknya bervariasi, bermakna/bermanfaat, menantang siswa untuk berpikir kritis dan penyajiannya sesuai dengan karakteristik setiap mata pelajaran. Sementara langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penyajian latihan adalah : a. tentukan konsep, dalil, teori dll yang memerlukan latihan b. cari berbagai bentuk latihan yang sesuai c. pilih bentuk latihan yang paling sesuai d. tentukan teknik latihan yang digunakan e. tentukan sasaran f. rumuskan latihan g. dan membuat rambu-rambu pengerjaan latihan Rambu-rambu pengerjaan latihan merupakan hal-hal yang harus diperhatikan siswa agar dapat mengerjakan latihan dengan baik. Kegunaannya untuk mengarahkan pemahaman siswa tentang jawaban yang diharapkan dari latihan tersebut. e. Rangkuman Rangkuman adalah inti dari uraian materi yang disajikan pada kegiatan belajar dari suatu modul yang berfungsi menyimpulkan dan suatu perulangan terhadap materi yang telah disajikan sehingga dapat mengkondisikan tumbuhnya konsep atau skemata baru dalam pikiran siswa. f. Tes formatif Merupakan tes untuk mengukur penguasaan siswa setelah meyelesaikan materi dalam satu kegiatan belajar. Tes formatif berfungsi untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaan terhadap materi yang telah dipelajari. Hasil tes formatif digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan ke kegiatan belajar selanjutnya. Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-15

16 g. Kunci jawaban dan tindak lanjut Setelah Anda memahami komponen-komponen yang telah tersebut di atas, berikut akan dipaparkan struktur penyajian modul sebagai berikut : Struktur Modul : PENDAHULUAN Berisi uraian singkat tentang : Cakupan materi modul, tujuan pembelajaran/kompetensi, perilaku awal (jika ada), keterkaitan modul bagi siswa dan urutan kegiatan belajar KEGIATAN BELAJAR berisi uraian, contoh dan non-contoh, latihan dan rambu-rambu jawaban latihan RANGKUMAN TES FORMATIF DAN TINDAK LANJUT KUNCI JAWABAN KEGIATAN BELAJAR SELANJUTNYA, jika ada. Setelah satu mata pelajaran terselesaikan penulisan modulnya, maka tiba saatnya untuk mengemas modul dalam bentuk bendel dengan urutan sebagai berikut : 1. Kover modul/sampul muka 2. Kata pengantar 3. Daftar Isi 4. Tinjauan mata pelajaran 5. Modul I : Pendahuluan Kegiatan belajar 1 (uraian, contoh dan non-contoh, latihan dan rambu jawaban latihan, rangkuman, tes formatif, kunci jawaban, daftar pustaka, glosarium Kegiatan belajar 2 dst. 6. Modul II dan seterusnya 4-16 Unit 4

17 2. Handout Komponen-komponen pada handout tidaklah serumit seperti pada modul, karena telah dijelaskan sebelumnya bahwa handout tidak disajikan dalam unit-unit terkecil bagian pembelajaran. Handout berisi materi ajar dalam suatu mata pembelajaran secara utuh tanpa disajikan dalam kegiatan belajar. Biasanya penyajiannya berdasarkan pada pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam suatu mata pelajaran pada semester tertentu. Jika dilihat sepintas handout hampir sama dengan buku teks biasa, tetapi yang membedakan adalah dalam handout terdapat panduan belajar bagi siswa dan tujuan/kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran. Komponen-komponen Handout. 1. Kata pengantar 2. Daftar isi 3. Pendahuluan (seperti tinjauan mata pelajaran dalam modul) 4. Bab 1 berisi : uraian dari setiap pokok bahasan dalam suatu mata pelajaran, rangkuman dan latihan (biasanya dalam bentuk pertanyaan esai/tugas). 5. Bab 2 dst 6. Daftar Pustaka 3. LKS Lembar kerja siswa atau yang biasa disingkat dengan LKS merupakan bahan pembelajaran cetak yang paling sederhana karena komponen isinya bukan pada materi ajar tetapi pada pengembangan soal-soal dan latihan. Hal yang sangat perlu diperhatikan dalam mengembangkan bahan pembelajaran cetak bentuk ini adalah pada pengembangan GBPP bahan ajar cetak yang telah dikembangkan sebelumnya, terutama pada analisis kompetensi sampai pada indikator ketercapaiannya. Pengembangan indikator dalam GBPP haruslah benar-benar mewakili standar kompetensi dan kompetensi dasarnya, karena nantinya indikator inilah yang akan dijadikan panduan dalam membuat soalsoal. Materi yang disajikan dalam LKS bukanlah pemaparan secara menyeluruh seperti layaknya dalam modul maupun handout, tetapi hanya berupa ringkasan saja, tetapi pada bagian materi tertentu yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi maka pemaparan materi lebih difokuskan. Perlu diperhatikan, bahwa latihan dan soal-soal yang dikembangkan harus menggunakan berbagai bentuk dan teknik yang beraneka ragam sehingga Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-17

18 tidak membosankan. Harus dicantumkan pula langkah-langkah pengerjaannya jika soal tersebut berbentuk esai dan penugasan. Komponen-komponen LKS 1. Kata pengantar 2. Daftar isi 3. Pendahuluan (berisi analis/daftar dari tujuan pembelajaran dan indikator ketercapaian berdasarkan hasil analisis dari GBPP) 4. Bab 1 berisi : ringkasan materi/penekanan materi dari pokok bahasan tersebut. 5. Lembar kerja : berisi berbagai soal yang dikembangkan dalam berbagai bentuk dan teknik. 6. Bab 2 dst 7. Daftar Pustaka Latihan Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut ini : Coba Anda kembangkan rancangan penulisan bahan ajar (GBPP bahan ajar) dalam bentuk modul, handout atau LKS (pilih salah satu) untuk mata pelajaran tertentu di SD. Rambu - rambu Pengerjaan Latihan Untuk mempermudah Anda dalam mengerjakan latihan di atas, cermatilah rambu-rambu pengerjaan latihan berikut ini! 1. Tentukan terlebih dahulu mata pelajaran, tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan sesuai dengan kurikulum yang digunakan di tingkat SD. 2. Anda perlu mencermati dengan baik langkah-langkah pengembangan bahan pembelajaran cetak Unit 4

19 Rangkuman Komponen-komponen LKS sebagai berikut. 1. Kata pengantar 2. Daftar isi 3. Pendahuluan (berisi analis/daftar dari tujuan pembelajaran dan indikator ketercapaian berdasarkan hasil analisis dari GBPP) 4. Bab 1 berisi : ringkasan materi/penekanan materi dari pokok bahasan tersebut. 5. Lembar kerja : berisi berbagai soal yang dikembangkan dalam berbagai bentuk dan teknik. 6. Bab 2 dst 7. Daftar Pustaka Pengembangan bahan ajar cetak dapat dilakukan dengan 4 cara yaitu; (1) cara kompilasi terhadap bahan yang telah tersedia dan dilengkapi dengan panduan belajar, (2) menggunakan buku teks yang telah tersedia di pasaran dengan disertai panduan belajar, (3) menyadur buku teks yang sudah tersedia, (4) menulis baru bahan ajar cetak yang diperlukan yang dirancang sesuai dengan karakteristik yang dibutuhkan. Untuk mengembangkan bahan ajar cetak harus ditempuh tahap-tahap berikut ini. 1. Menyusun Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) bahan ajar tercetak yang akan dikembangkan. 2. Menulis bahan ajar dengan mengikuti strategi instruksional tertentu. 3. Mereviuw, melakukan uji coba lapangan dan merivisi bahan ajar sebelum digunakan di lapangan. Struktur Modul adalah sebagai berikut. 1. Pendahuluan 2. Kegiatan belajar (uraian, contoh dan non-contoh, latihan dan rambu jawaban) 3. Rangkuman 4. Tes formatif dan tindak lanjut 5. Kunci jawaban 6. Kegiatan belajar selanjutnya Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-19

20 Komponen-komponen Handout. 1. Kata pengantar 2. Daftar isi 3. Pendahuluan (seperti tinjauan mata pelajaran dalam modul) 4. Bab 1 berisi : uraian dari setiap pokok bahasan dalam suatu mata pelajaran, rangkuman dan latihan (biasanya dalam bentuk pertanyaan esai/tugas). 5. Bab 2 dst 6. Daftar Pustaka Tes Formatif 2 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan! 1. Pengembangan bahan ajar cetak dapat dilakukan dengan cara-cara berikut, kecuali.. A. Kompilasi beberapa bahan B. Dari buku teks ditambah dengan panduan belajar C. Penyaduran buku-buku yang telah tersedia D. Penggandaan bahan-bahan ajar cetak lainnya 2. Berikut ini adalah tahap-tahap yang harus dilalui dalam pengembangan bahan ajar cetak, kecuali A. Mengembangkan GBPP bahan ajar B. Analisis tujuan pembelajaran C. Menulis bahan ajar D. Mereview dan uji coba lapangan 3. Bahan ajar cetak yang menyajikan unit-unit terkecil dari materi pembelajaran adalah pengertian dari. A. Buku teks B. Handout C. Modul D. LKS 4-20 Unit 4

21 4. Komponen dalam modul yang memuat tentang deskripsi mata pelajaran adalah.. A. Tinjauan mata pelajaran B. Pendahuluan mata pelajaran C. Tinjauan isi D. Pendahuluan 5. Kegunaan dari komponen rambu-rambu pengerjaan latihan pada modul adalah A. Untuk mengarahkan pemahaman siswa tentang jawaban yang diharapkan. B. Untuk membertahukan kepada siswa tentang jawaban yang benar dari latihan yang diberikan. C. Untuk memberi semangat siswa dalam menjawab latihan yang diberikan. D. Untuk mengecoh siswa dalam mengerjakan latihan yang diberikan dalam modul. 6. Handout adalah.. A. Jenis bahan pembelajaran cetak yang disajikan dalam unit-unit terkecil dari materi pelajaran. B. Jenis bahan pembelajaran cetak yang disajikan dalam bentuk latihan-latihan soal. C. Jenis bahan ajar cetak yang penyajian materinya secara lengkap, tidak terbagi dalam unit-unit kecil materi. D. Bahan ajar cetak yang disajikan berdasarkan kegiatan-kegiatan belajar pada suatu mata pelajaran 7. Bahan ajar cetak yang penyajiannya dalam bentuk latihan-latihan soal adalah bahan ajar A. Modul B. LKS C. Handout D. Buku teks Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-21

22 8. Isi dari kegiatan pembelajaran dalam komponen bahan ajar cetak berupa modul adalah sebagai berikut, kecuali A. Uraian materi B. Contoh atau non-contoh C. Latihan dan rambu-rambu jawaban D. Rangkuman 9. Berikut ini adalah komponen-komponen dalam bahan ajar cetak jenis handout, kecuali. A. Kegiatan belajar 1 B. Rangkuman C. Latihan D. Pendahuluan 10. Urutan dari komponen pembelajaran cetak bentuk LKS adalah.. A. Kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, Bab 1, latihan dan rangkuman B. Kata pengantar, pendahuluan, daftar isi, latihan soal-soal, rangkuman C. Kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, ringkasan materi, lembar kerja, daftar pustaka D. Kata pengantar, daftar isi, tinjauan mata pelajaran, pendahuluan, kegiatan belajar 1, rangkuman, tes formatif dan daftar pustaka 4-22 Unit 4

23 Umpan Balik dan Tindak Lanjut Cocokkan jawaban yang telah Anda pilih dengan kunci jawaban tes formatif 2 yang terdapat pada bagian akhir unit ini. Coba Anda hitung jawaban yang benar, kemudian pergunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi sub unit 2. Rumus: Jumlah jawaban benar Tingkat penguasaan= x 100% 10 Apabila tingkat penguasaan Anda terhadap materi sub unit 2 telah mencapai 80% ke atas, Anda dapat meneruskan ke materi berikutnya. Berarti Anda telah menguasai materi tersebut. Bagus! Tetapi bila tingkat pemahaman Anda masih di bawah 80%, Anda perlu mengulangi pada bagian-bagian yang belum Anda kuasai atau pelajari kembali seluruh sub unit di atas. Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-23

24 Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif 1 1. : B Sebagai perangkat yang memuat materi atau isi pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dituangkan dengan menggunakan teknologi cetak. 2. : C Self-instructional objective 3. : B Self-contained 4. : B 5. : B Tes Formatif 2 1. : D Penggandaan bahan-bahan ajar cetak lainnya 2. : B Analisis tujuan pembelajaran 3. : C Modul 4. : C Tinjauan mata pelajaran 5. : A Untuk mengarahkan pemahaman siswa tentang jawaban yang diharapkan 6. : C Jenis bahan ajar cetak yang penyajiannya secara lengkap, tidak terbagi dalam unit-unit kecil materi. 7. : B LKS 8. : D Rangkuman 9. : A Kegiatan belajar 10. : C Kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, ringkasan materi, lembar kerja, daftar pustaka 4-24 Unit 4

25 Daftar Pustaka Atwi suparman Pokok-pokok Panduan Penulisan Bahan Ajar. Jakarta: Depdikbud. M. Yunus dkk Pedoman Pengembangan Bahan Ajar Cetak. Jakarta: Depdiknas. Nana sudjana Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar baru. Suhartono dkk Pengembangan Bahan Ajar. Malang: Universitas Negeri Malang. Sungkono dkk Pengembangan Bahan Ajar. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta Pengembangan Bahan Pembelajaran 4-25

Modul Pelatihan PENGEMBANGAN BAHAN BELAJAR KEMDIKBUD. Kegiatan Belajar 3. Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi Pendidikan. IKA KURNIAWATI, M.

Modul Pelatihan PENGEMBANGAN BAHAN BELAJAR KEMDIKBUD. Kegiatan Belajar 3. Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi Pendidikan. IKA KURNIAWATI, M. Modul Pelatihan PENGEMBANGAN BAHAN BELAJAR KEMDIKBUD Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi Pendidikan Kegiatan Belajar 3 IKA KURNIAWATI, M.Pd Modul Pelatihan 7 PENGEMBANGAN BAHAN BELAJAR KB 3 TEKNIK PENULISAN

Lebih terperinci

Teknik Penyusunan MODUL

Teknik Penyusunan MODUL Teknik Penyusunan MODUL Asep Herry Hernawan Program Studi Teknologi Pendidikan FIP UPI PENGERTIAN MODUL Satu unit program pembelajaran yang terrencana, didesain guna membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Oleh: Drs. Asep Herry Hernawan, M.Pd. Dra. Hj. Permasih, M.Pd. Laksmi Dewi, M.Pd. PENGANTAR Bahan pembelajaran merupakan komponen isi pesan dalam kurikulum yang harus disampaikan

Lebih terperinci

Drs Doddy Rusmono, MLIS

Drs Doddy Rusmono, MLIS Pelatihan Penulisan MODUL Mata Kuliah Semester 1 TA 2009/2010 Program Studi Perpustakaan dan Informasi Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Pendidikan Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL DALAM RANGKA PROSES BELAJAR MENGAJAR PROGRAM PROFESIONAL 1

PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL DALAM RANGKA PROSES BELAJAR MENGAJAR PROGRAM PROFESIONAL 1 PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL DALAM RANGKA PROSES BELAJAR MENGAJAR PROGRAM PROFESIONAL 1 Disusun oleh : Pudji Muljono 2) JURUSAN ILMU-ILMU SOSIAL EKONOMI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Teori perkembangan Kognitif Piaget. dan interaksi aktif anak dengan lingkungan. Pengetahuan datang dari

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Teori perkembangan Kognitif Piaget. dan interaksi aktif anak dengan lingkungan. Pengetahuan datang dari BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Teori-Teori Belajar yang Relevan 1. Teori perkembangan Kognitif Piaget Perkembangan kognitif sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan interaksi aktif anak dengan lingkungan.

Lebih terperinci

BAHAN AJAR MODUL. Irnin Agustina D.A., M.Pd.

BAHAN AJAR MODUL. Irnin Agustina D.A., M.Pd. BAHAN AJAR MODUL Irnin Agustina D.A., M.Pd. 1. definisi modul Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru (depdiknas)

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Bahan Ajar 2.1.1 Pengertian Bahan Ajar Hamdani (2011:218) mengemukakan beberapa pengertian tentang bahan ajar, yaitu sebagai berikut: a. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN BAHAN AJAR MODUL DALAM PROSES PEMBELAJARAN. Oleh: Sungkono

PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN BAHAN AJAR MODUL DALAM PROSES PEMBELAJARAN. Oleh: Sungkono ABSTRACT PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN BAHAN AJAR MODUL DALAM PROSES PEMBELAJARAN Oleh: Sungkono Teachers need the competencies to develop learning material especially module, considering that the development

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR: 5 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENULISAN MODUL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR: 5 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENULISAN MODUL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR: 5 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENULISAN MODUL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA JAKARTA, 2009 PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI

Lebih terperinci

Pengertian Bahan Ajar

Pengertian Bahan Ajar Pengertian Bahan Ajar Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan di era globalisasi sekarang ini menyebabkan

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan di era globalisasi sekarang ini menyebabkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan di era globalisasi sekarang ini menyebabkan meningkat dan bervariasinya kebutuhan manusia. Hal tersebut mendorong tumbuhnya

Lebih terperinci

REVIEW DAN REVISI SILABUS-RPP MAPAEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Oleh: Ajat Sudrajat

REVIEW DAN REVISI SILABUS-RPP MAPAEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Oleh: Ajat Sudrajat REVIEW DAN REVISI SILABUS-RPP MAPAEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Oleh: Ajat Sudrajat PRODI ILMU SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2009 REVIEW

Lebih terperinci

Kesesuaian Antara GBPP dengan modul matakuliah IPS I Program D-II Penyetaraan Guru SD di FKIP-UT. Oleh: Wia Zuwila Nuzila FKIP UT.

Kesesuaian Antara GBPP dengan modul matakuliah IPS I Program D-II Penyetaraan Guru SD di FKIP-UT. Oleh: Wia Zuwila Nuzila FKIP UT. Kesesuaian Antara GBPP dengan modul matakuliah IPS I Program D-II Penyetaraan Guru SD di FKIP-UT. Oleh: Wia Zuwila Nuzila FKIP UT Pengantar Pada laporan penelitian ini penulis meneliti mengenai Kesesuaian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Modul 1. Pengertian Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENGEMBANGAN BAHAN AJAR R. Nety Rustikayanti 2016 materi didownload di dosen.stikesdhb/nety/ Pengertian Pengembangan bahan ajar proses pemilihan, adaptasi, dan pembuatan bahan ajar berdasarkan kerangka

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK MODUL PEMBELAJARAN

KARAKTERISTIK MODUL PEMBELAJARAN MODUL PEMBELAJARAN PENGERTIAN MODUL PEMBELAJARAN Merupakan paket belajar mandiri yang meliputi serangkaian pengalaman belajar yang direncanakan dan dirancang secara sistematis untuk membantu peserta didik

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK PENDIDIKAN TINGGI PAU-PPAI, UNIVERSITAS TERBUKA 2008

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK PENDIDIKAN TINGGI PAU-PPAI, UNIVERSITAS TERBUKA 2008 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK PENDIDIKAN TINGGI PAU-PPAI, UNIVERSITAS TERBUKA 2008 JENIS BAHAN AJAR 4 CETAK 4 NON - CETAK CETAK Buku Teks Bahan Ajar Mandiri = Modul = BAJJ Panduan = Petunjuk = Pedoman

Lebih terperinci

Mekarkeun Bahan Ajar Basa dina Kapaigelan Basa Sunda ku Usep Kuswari

Mekarkeun Bahan Ajar Basa dina Kapaigelan Basa Sunda ku Usep Kuswari Mekarkeun Bahan Ajar Basa dina Kapaigelan Basa Sunda ku Usep Kuswari A. Karakteristik Bahan Ajar 1. Self Instructional a. Aya tujuan nu dirumuskeun kalayan jentre, boh tujuan ahir boh tujuan antara. b.

Lebih terperinci

UNIT 5 MERANCANG PEMBELAJARAN MATEMATIKA

UNIT 5 MERANCANG PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNIT 5 MERANCANG PEMBELAJARAN MATEMATIKA PENDAHULUAN Kesuksesan pelaksanaan pembelajaran karena adanya rancangan pembelajaran yang dilakukan dengan baik. Hal ini menjadi kewajiban bagi para guru termasuk

Lebih terperinci

Prinsip dan Langkah-Langkah Pengembangan Silabus

Prinsip dan Langkah-Langkah Pengembangan Silabus Prinsip dan Langkah-Langkah Pengembangan Silabus A. Prinsip Pengembangan Silabus Prinsip-prinsip pengembangan silabus adalah: 1. Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR HANDOUT.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR HANDOUT. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR HANDOUT asepherry@upi.edu Pendahuluan Mahasiswa perlu alat bantu dalam menguasai bahan yang disajikan dengan lebih jelas dan sistematis, terutama mereka yang memiliki kemampuan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR R. NETY RUSTIKAYANTI 2017

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR R. NETY RUSTIKAYANTI 2017 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR R. NETY RUSTIKAYANTI 2017 Pengertian Pengembangan bahan ajar proses pemilihan, adaptasi dan pembuatan bahan ajar berdasarkan kerangka acuan tertentu Bahan ajar uraian yang sistematik

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN. Endang Mulyatiningsih

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN. Endang Mulyatiningsih PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN Endang Mulyatiningsih Mengajar merupakan tugas utama seorang pendidik (guru, dosen, tutor, instruktur, widyaiswara). Pendidik yang kreatif akan selalu menciptakan ide-ide

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL PEMBELAJARAN UNIVERSITAS ESAUNGGUL. Modul merupakan sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan,

PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL PEMBELAJARAN UNIVERSITAS ESAUNGGUL. Modul merupakan sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL PEMBELAJARAN UNIVERSITAS ESAUNGGUL A. PENGERTIAN Modul merupakan sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis.

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI CHAPTER 4 Pengembangan dan Pemanfaatan Modul Husni Mubarok, S.Pd., M.Si. Tadris Biologi IAIN Jember Apa Bedanya MODUL dgn HANDOUT?? MODUL HANDOUT DIKTAT BUKU Pengertian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik,

BAB I PENDAHULUAN. sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu Negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian merupakan kegiatan pencarian, penyelidikan, dan percobaan secara

TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian merupakan kegiatan pencarian, penyelidikan, dan percobaan secara II. TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Pengembangan Penelitian merupakan kegiatan pencarian, penyelidikan, dan percobaan secara alamiah dalam bidang tertentu untuk mendapatkan suatu informasi yang datanya

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Guru harus mampu membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan adalah dengan

TINJAUAN PUSTAKA. Guru harus mampu membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan adalah dengan II. TINJAUAN PUSTAKA A. Bahan Ajar Proses Pembelajaran haruslah dalam suasana belajar yang menyenangkan. Guru harus mampu membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. Membuat suasana pembelajaran menyenangkan

Lebih terperinci

BAB V MODUL PEMBELAJARAN SASTRA

BAB V MODUL PEMBELAJARAN SASTRA BAB V MODUL PEMBELAJARAN SASTRA 5.1 Pengantar Modul pada dasarnya merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik, mengacu pada standar kompetensi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kualitas sumber daya manusia dan sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu

BAB I PENDAHULUAN. kualitas sumber daya manusia dan sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu bangsa. Pemerintah terus

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan erat kaitannya dengan proses belajar mengajar. Seperti di sekolah tempat pelaksanaan pendidikan, peserta didik dan pendidik saling melaksanakan pembelajaran

Lebih terperinci

Seminar Pendidikan Matematika

Seminar Pendidikan Matematika Seminar Pendidikan Matematika TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH Oleh: Khairul Umam dkk Menulis Karya Ilmiah adalah suatu keterampilan seseorang yang didapat melalui berbagai Latihan menulis. Hasil pemikiran,

Lebih terperinci

TINJAUAN MATA KULIAH...

TINJAUAN MATA KULIAH... iii Daftar Isi TINJAUAN MATA KULIAH... ix MODUL 1: KURIKULUM DAN PENGEMBANGANNYA 1.1 Pengertian Kurikulum dan Pengembangannya... 1.3 Latihan... 1.16 Rangkuman... 1.17 Tes Formatif 1..... 1.17 Peranan Teknologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan bersifat sangat penting demi terwujudnya kehidupan pribadi yang mandiri dengan taraf hidup yang lebih baik. Sebagaimana pengertiannya menurut Undang-undang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji berbagai disiplin ilmu sosial dan humaniora serta kegiatan dasar manusia yang dikemas secara

Lebih terperinci

ANALISIS BUKU AJAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KELAS IX. Oleh Meilia Pratiwi Drs. Syamsul Arif, M.Pd.

ANALISIS BUKU AJAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KELAS IX. Oleh Meilia Pratiwi Drs. Syamsul Arif, M.Pd. ANALISIS BUKU AJAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KELAS IX Oleh Meilia Pratiwi Drs. Syamsul Arif, M.Pd. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi, konsistensi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta,

Lebih terperinci

Penggunaan Modul, Kaset, dan Audiografis

Penggunaan Modul, Kaset, dan Audiografis ix U Penggunaan Modul, Kaset, dan Audiografis Untuk membantu Anda dalam mempelajari materi Perumusan Masalah Penelitian, Metode Pengamatan, Metode Wawancara, serta Analisa dan Interpretasi Data, modul

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori Landasan teori ini berisi tentang beberapa pendapat para ahli mengenai pembelajaran IPA, metode pembelajaran mind mapping, hasil belajar, penerapan mind mapping

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sekolah. Dalam kegiatan ini, seorang penulis harus terampil memanfaatkan

BAB I PENDAHULUAN. sekolah. Dalam kegiatan ini, seorang penulis harus terampil memanfaatkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menulis merupakan aspek berbahasa yang tidak dapat dipisahkan dari aspek lain dalam proses belajar yang dialami siswa selama menuntut ilmu di sekolah. Dalam

Lebih terperinci

Pendahuluan Peserta didik perlu alat bantu dalam menguasai bahan yang disajikan dengan lebih jelas dan sistematis, terutama mereka yang memiliki kemam

Pendahuluan Peserta didik perlu alat bantu dalam menguasai bahan yang disajikan dengan lebih jelas dan sistematis, terutama mereka yang memiliki kemam PENYUSUNAN HANDOUT Pendahuluan Peserta didik perlu alat bantu dalam menguasai bahan yang disajikan dengan lebih jelas dan sistematis, terutama mereka yang memiliki kemampuan menerima secara lisan kurang

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2011 Perencanaan Mengkaji dan memetakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) adalah suatu sistem pendidikan yang ditandai

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) adalah suatu sistem pendidikan yang ditandai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) adalah suatu sistem pendidikan yang ditandai dengan karakteristik, salah satunya adalah keterpisahannya antara individu yang belajar

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Dalam dharma pengajaran setiap dosen dituntut

Dalam dharma pengajaran setiap dosen dituntut Pengantar Pengembangan Bahan Ajar di Perguruan Tinggi 30 April 2009, di Pekanbaru Oleh Said Suhil Achmad A. Pengantar Dalam dharma pengajaran setiap dosen dituntut untuk mempersiapkan diri dalam pembelajaran

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Teori Pada sub bab ini, peneliti akan membahas mengenai teori - teori yang berkaitan dengan variabel yang sudah ditentukan. Adapaun teori yang berkaitan dengan variabel

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. Di dalam sebuah proses

Lebih terperinci

Selamat belajar, semoga sukses

Selamat belajar, semoga sukses PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN SD Unit-8 PENDAHULUAN Dalam membuat suatu program kadang-kadang dibedakan atas dua jenis kegiatan yaitu pertama program umum dan kedua program yang lebih khusus. Misalnya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. di dalam kelas, maka penelitian ini disebut Penelitian Tindakan atau Action

BAB III METODE PENELITIAN. di dalam kelas, maka penelitian ini disebut Penelitian Tindakan atau Action BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan. Karena ruang lingkupnya adalah pembelajaran di sekolah yang dilaksanakan guru

Lebih terperinci

VIII. RUBRIK PENILAIAN KINERJA GURU

VIII. RUBRIK PENILAIAN KINERJA GURU VIII. RUBRIK PENILAIAN KINERJA GURU PETUNJUK 1. Kumpulkan dokumen perangkat dari guru sebelum pengamatan, cacatan hasil pengamatan selama dan sesudah, serta cacatan kemajuan dan hasil belajar peserta didik.

Lebih terperinci

PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DALAM KEGIATAN LESSON STUDY

PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DALAM KEGIATAN LESSON STUDY PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DALAM KEGIATAN LESSON STUDY Erry Hidayanto erryhidayantoum@gmail.com Jurusan Matematika FMIPA UM Abstrak:. Tahap awal Lesson Study adalah plan (perencanaan).

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. segi empat dengan pendekatan problem solving (pemecahan masalah) yang telah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. segi empat dengan pendekatan problem solving (pemecahan masalah) yang telah BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Berdasarkan penelitian mengenai pengembangan modul matematika materi segi empat dengan pendekatan problem solving (pemecahan masalah) yang telah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat.

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. Perkembangan ini memiliki dampak semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan pengetahuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas (Sistem

BAB I PENDAHULUAN. Dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas (Sistem BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) Pasal 37 ditegaskan bahwa mata pelajaran matematika merupakan salah

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal yang penting pada kehidupan setiap orang. Menurut

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal yang penting pada kehidupan setiap orang. Menurut I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang penting pada kehidupan setiap orang. Menurut Sagala (2011:4), pendidikan ialah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah

Lebih terperinci

BBM 6 MODEL PERENCANAAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

BBM 6 MODEL PERENCANAAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR BBM 6 MODEL PERENCANAAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR P embelajaran adalah proses yang diatur sedemikian rupa menurut langkahlangkah tertentu agar pelaksanaannya mencapai hasil yang diharapkan. Pengaturan

Lebih terperinci

2014 PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN CERITA PENDEK BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK

2014 PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN CERITA PENDEK BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Potret pembelajaran sastra di berbagai sekolah (di Indonesia) selama ini terlihat buram dan sedih. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian Alwasilah (dalam

Lebih terperinci

PENYUSUNAN BAHAN AJAR. Diklat Pra Uji Kompetensi Pendidik Kursus dan Pelatihan Pendidikan Nonformal

PENYUSUNAN BAHAN AJAR. Diklat Pra Uji Kompetensi Pendidik Kursus dan Pelatihan Pendidikan Nonformal PENYUSUNAN BAHAN AJAR Diklat Pra Uji Kompetensi Pendidik Kursus dan Pelatihan Pendidikan Nonformal IDENTITAS Nama : U. Hendra Irawan Tempat Tgl Lahir : Bandung, 02 Juli 1969 Alamat : Komplek Puri Budi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar dengan tujuan untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Melalui pengajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar, siswa diharapkan dapat memiliki pengetahuan tentang bahasa Indonesia, mampu mengapresiasi, bersikap positif

Lebih terperinci

Eko Budiono, Hadi Susanto PENDAHULUAN

Eko Budiono, Hadi Susanto PENDAHULUAN PENYUSUNAN DAN PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN BERDASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI SUB POKOK BAHASAN ANALISA KUANTITATIF UNTUK SOAL-SOAL DINAMIKA SEDERHANA PADA KELAS X SEMESTER I SMA Eko Budiono, Hadi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Bahan Ajar 1. Pengertian Bahan Ajar Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar Depdiknas, 2008: 6).

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN ELECTRONIC MODULE OF CHEMISTRY MATERI IKATAN KIMIA KELAS X SMA/MA

PENGEMBANGAN ELECTRONIC MODULE OF CHEMISTRY MATERI IKATAN KIMIA KELAS X SMA/MA PENGEMBANGAN ELECTRONIC MODULE OF CHEMISTRY MATERI IKATAN KIMIA KELAS X SMA/MA THE DEVELOPMENT OF ELECTRONIC MODULE OF CHEMISTRY ON CHEMICAL BONDING FOR GRADE X SMA/MA Sri Sunarmiati, Regina Tutik Padmaningrum

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pengembangan diartikan sebagai suatu proses (perbuatan) yang bertujuan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pengembangan diartikan sebagai suatu proses (perbuatan) yang bertujuan II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengembangan Sistem Pembelajaran Pengembangan diartikan sebagai suatu proses (perbuatan) yang bertujuan untuk mengembangkan sesuatu. Pengembangan senantiasaa didasarkan kepada pengalaman,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar Menurut Gagne dalam Agus Suprijono (2011: 5-6) bahwa hasil belajar itu berupa: informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif,

Lebih terperinci

Pengertian Bahan Ajar

Pengertian Bahan Ajar Pengertian Bahan Ajar Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang. warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab.

BAB I PENDAHULUAN. didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang. warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi perubahan di segala bidang. Salah satu bidang yang mengalami perubahan yaitu bidang pendidikan. Pendidikan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Bahan Ajar a. Pengertian Bahan Ajar Bahan ajar merupakan salah satu hal yang penting dalam proses pembelajaran. Ada banyak tokoh yang memberikan definisi mengenai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Bahasa merupakan sesuatu yang penting untuk dikuasai karena bahasa adalah sarana interaksi dan alat komunikasi antar manusia. Negara Indonesia merupakan

Lebih terperinci

Modul Pelatihan PENGEMBANGAN BAHAN BELAJAR KEMDIKBUD. Kegiatan Belajar 1. Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi Pendidikan. IKA KURNIAWATI, M.

Modul Pelatihan PENGEMBANGAN BAHAN BELAJAR KEMDIKBUD. Kegiatan Belajar 1. Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi Pendidikan. IKA KURNIAWATI, M. Modul Pelatihan PENGEMBANGAN BAHAN BELAJAR KEMDIKBUD Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi Pendidikan Kegiatan Belajar 1 IKA KURNIAWATI, M.Pd Modul Pelatihan 7 PENGEMBANGAN BAHAN BELAJAR KB 1 KONSEP,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teori 1. Pengembangan Bahan Ajar a. Bahan ajar Menurut Depdiknas (2006: 4) bahan ajar merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis yang memungkinkan siswa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berlandaskan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang Standar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Menurut kurikulum KTSP SD/MI tahun 2006 Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai

Lebih terperinci

DESKRIPSI BUTIR ANGKET PENILAIAN MODUL MATEMATIKA PROGRAM BILINGUAL PADA MATERI SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN PMRI

DESKRIPSI BUTIR ANGKET PENILAIAN MODUL MATEMATIKA PROGRAM BILINGUAL PADA MATERI SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN PMRI Lampiran B6 DESKRIPSI BUTIR ANGKET PENILAIAN MODUL MATEMATIKA PROGRAM BILINGUAL PADA MATERI SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN PMRI UNTUK SISWA SMP KELAS VII SEMESTER GENAP 1. Kelayakan Penyajian UNTUK AHLI MEDIA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perilaku seseorang. Perilaku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap,

BAB I PENDAHULUAN. perilaku seseorang. Perilaku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas perilaku

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS MODUL ANALISIS KOMPLEKS DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT

EFEKTIVITAS MODUL ANALISIS KOMPLEKS DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT EFEKTIVITAS MODUL ANALISIS KOMPLEKS DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT Merina Pratiwi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini semakin pesat. Manusia dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, sistematis, logis, kreatif, bernalar,

Lebih terperinci

PANDUAN PENGEMBANGAN RPP

PANDUAN PENGEMBANGAN RPP PANDUAN PENGEMBANGAN RPP 1. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa tidak akan lepas dari dunia pembelajaran. Kita semua sebagai elemen di dalamnya memerlukan bahasa yang baik dan benar dalam proses pembelajaran. Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya dan upaya mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Tanpa pendidikan manusia tidak lebih seperti kelakuan binatang.

Lebih terperinci

BAGIAN I PENDAHULUAN

BAGIAN I PENDAHULUAN BAGIAN I PENDAHULUAN Selamat datang! Selamat datang dan selamat bergabung dalam pelatihan terintegrasi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. semoga anda dapat menikmati pelatihan ini dan akhirnya

Lebih terperinci

iii Workshop Matematika/PEMA4104/2sks Kompetensi Umum Peta Kompetensi

iii Workshop Matematika/PEMA4104/2sks Kompetensi Umum Peta Kompetensi i M Tinjauan Mata Kuliah ata kuliah Workshop Matematika merupakan salah satu mata kuliah yang dimaksudkan untuk membekali para guru agar mampu merancang, membuat, dan menggunakan berbagai media (alat peraga)

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Deskripsi Waktu Pengembangan Perangkat Pembelajaran

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Deskripsi Waktu Pengembangan Perangkat Pembelajaran 77 BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Waktu Pengembangan Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masalah pendidikan yang menjadi perhatian saat ini adalah sebagian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masalah pendidikan yang menjadi perhatian saat ini adalah sebagian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah pendidikan yang menjadi perhatian saat ini adalah sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatannya

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG Dwi Sulistyorini Abstrak: Dalam kegiatan pembelajaran menulis, siswa masih banyak mengalami kesulitan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA YANG DILENGKAPI MIND MAP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA YANG DILENGKAPI MIND MAP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA YANG DILENGKAPI MIND MAP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ayu Rahmadani 1), Nonong Amalita 2), Helma 3) 1) FMIPA UNP, email: ayurahmadani61@ymail.com 2,3) Staf Pengajar Jurusan

Lebih terperinci

Pembelajaran Remedial

Pembelajaran Remedial Pembelajaran Remedial Posted on 13 Agustus 2008 Dalam rangka membantu peserta didik mencapai standar isi dan standar kompetensi lulusan, pelaksanaan atau proses pembelajaran perlu diusahakan agar interaktif,

Lebih terperinci

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP (Oleh: Dra. Neti Budiwati, M.Si.)

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP (Oleh: Dra. Neti Budiwati, M.Si.) PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP (Oleh: Dra. Neti Budiwati, M.Si.) 1. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM PENDIDIKAN IPS DI SMP 1.1. Latar Belakang Pembelajaran Kontekstual Ada kecenderungan dewasa ini utnuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menentukan keberhasilan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), yang meliputi: guru,

BAB I PENDAHULUAN. menentukan keberhasilan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), yang meliputi: guru, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kegiatan pendidikan pada umumnya dilaksanakan disetiap jenjang pendidikan melalui pembelajaran. Oleh karena itu, ada beberapa komponen yang menentukan keberhasilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menulis, yaitu menulis teks laporan hasil observasi, menulis teks prosedur

BAB I PENDAHULUAN. menulis, yaitu menulis teks laporan hasil observasi, menulis teks prosedur 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu perubahan yang terjadi di dunia pendidikan dewasa ini yaitu dibentuknya kurikulum baru yang sering disebut dengan Kurikulum 2013. Dalam pembelajaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peradaban kehidupan di era globalisasi semakin berkembang dan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal tersebut telah dirasakan oleh seluruh umat manusia,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sekolah sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam

BAB I PENDAHULUAN. sekolah sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang dipelajari di sekolah sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perkembangan ilmu dan teknologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada suatu lingkungan belajar. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang

BAB I PENDAHULUAN. pada suatu lingkungan belajar. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses, dimana pendidikan merupakan usaha sadar dan penuh tanggung jawab dari orang dewasa dalam membimbing, memimpin, dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 21 memiliki implikasi luas dan mendalam terhadap berbagai rancangan

BAB 1 PENDAHULUAN. 21 memiliki implikasi luas dan mendalam terhadap berbagai rancangan BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dewasa ini perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi (IPTEK) dan SDM berkembang sangat pesat. Perkembangan ini salah satu pendukungnya adalah pendidikan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan cara untuk memenuhi dan meningkatkan mutu

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan cara untuk memenuhi dan meningkatkan mutu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan cara untuk memenuhi dan meningkatkan mutu hidup seseorang. Pendidikan seseorang dapat meningkatkan potensi yang ada pada dirinya. Namun,

Lebih terperinci

UNIT 8. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR Unik Ambar Wati PENDAHULUAN

UNIT 8. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR Unik Ambar Wati PENDAHULUAN 1 UNIT 8 MEDIA DAN SUMBER BELAJAR Unik Ambar Wati PENDAHULUAN Saudara-saudara mahasiswa saat ini terjadi pergeseran paradigma pengajaran menjadi paradigma pembelajaran yang mempunyai implikasi terhadap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. belajar yang dicapai siswa dapat memenuhi kriteria pencapaian tujuan yang

BAB I PENDAHULUAN. belajar yang dicapai siswa dapat memenuhi kriteria pencapaian tujuan yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam proses pembelajaran dikelas, setiap guru SD berperan sebagai pengajar dan pembimbing wajib melakukan layanan bimbingan belajar baik secara kelompok maupun

Lebih terperinci