KUALITAS BUTIR SOAL ULANGAN SEMESTER GENAP IPA BIOLOGI DI SMP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 JURNAL. Oleh SRI NURLAILA DJAKARIA NIM :

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KUALITAS BUTIR SOAL ULANGAN SEMESTER GENAP IPA BIOLOGI DI SMP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 JURNAL. Oleh SRI NURLAILA DJAKARIA NIM :"

Transkripsi

1 KUALITAS BUTIR SOAL ULANGAN SEMESTER GENAP IPA BIOLOGI DI SMP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 JURNAL Oleh SRI NURLAILA DJAKARIA NIM : UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA JURUSAN BIOLOGI

2 1

3 KUALITAS BUTIR SOAL ULANGAN SEMESTER GENAP IPA BIOLOGI DI SMP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Sri, Nurlaila, Djakaria 1. Lilan, Dama 2, Elya, Nusantari 2. 1) Mahasiswa Jurusan Biologi, 2) Dosen Jurusan Biologi, 2) Dosen Jurusan Biologi. Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas butir soal di SMP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif, yang dilaksanakan di SMPN 1 Limboto dan SMPN 2 Limboto, Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui format validasi soal pilihan ganda dan uraian dan kuantitatif untuk menghitung tingkat kesukaran, validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan pengecoh atau distractor. Hasil penelitian menunjukan kualitas butir soal pilihan ganda, di SMPN 1 Limboto dan di SMPN 2 Limboto memiliki tingkat kesukaran sedang (32%-63%), daya beda baik (54%-66%). Validitas soal valid untuk kelas VII SMPN 1 Limboto dengan korelasi(0,48-0,69), dan di kleas VIII SMPN 1 dan SMPN 2 Limboto soal tidak valid dengan korelasi(-0,17-0,40), reliabilitas kelas VII SMPN 1 Limboto lebih tinggi dibanding SMPN 2 Limboto dengan perbandingan 0,72>0,23, dan di kelas VIII SMPN 1 Limboto rendah (r=0,32) sedang di SMPN 2 Limboto tidak berarti(r=0,07), untuk distractor masih banyak butir soal yang tidak berfungsi dan penyebarannya belum merata. Soal uraian di SMPN 1 dan SMPN 2 Limboto; tingkat kesukaran di SMPN 1 Limboto mudah (75%-80%) dan di SMPN 2 Limboto sedang (36%-60%), daya beda dari kedua sekolah baik (47%-80%), validitas soal untuk kedua sekolah valid dengan korelasi(0,74-0,88), reliabilitas kedua sekolah dalam kriteria tinggi dengan nilai(0,6-0,8). Dari aspek materi di SMPN 1 Limboto dan di SMPN 2 Limboto sudah sesuai untuk soal pilihan ganda dan uraian, hanya saja terdapat beberapa soal yang perlu diperbaiki pada aspek konstruksi dan bahasa, serta kunci jawaban. Kata kunci : Analisis, Tingkat Kesukaran, Validitas, Reliabilitas, Daya Beda. Distractor PENDAHULUAN Evaluasi dalam dunia pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar dan pembelajaran karena dari kegiatan evaluasi dapat diketahui hasil dari kegiatan kegiatan tersebut. Menurut Depdiknas (2003) evaluasi adalah penilaian yang sistematik tentang manfaat atau kegunaan suatu objek. Selanjutnya evaluasi meliputi pengukuran dan penilaian. Penilaian merupakan istilah umum yang mencakup semua metode yang biasa digunakan untuk menilai unjuk kerja individu atau kelompok peserta didik 2

4 (Depdiknas, 2008 dalam Ratumanan dan Laurens 2011). Proses mencakup pengumpulan bukti yang menunjukkan pencapaian belajar peserta didik. Penilaian dapat dilakukan dengan teknik-teknik tertentu, baik teknik tes maupun bukan tes. Tes merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan penilaian. Tes merupakan pengukuran terencana yang dipakai guru untuk memberikan kesempatan bagi siswa memperlihatkan prestasi mereka dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditetapkan (Ratumanan dan Laurens, 2011). Tes sebagai alat evaluasi dalam pendidikan mempunyai peranan penting dalam mengukur prestasi hasil belajar siswa. Menurut Arikunto (2001:57), tes dikatakan baik sebagai alat ukur apabila memenuhi persyaratan tes, yaitu memiliki: 1) validitas, 2) reliabilitas, 3) objektifitas, 4) praktisibilitas dan 5) ekonomis. Sebuah tes dikatakan valid apabila tes itu dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur. Tes dikatakan reliable apabila memberikan hasil yang tepat apabila diteskan berkali-kali. Susunan tes dikatakan objektif apabila dalam melaksanakan tes itu tidak ada faktor subjektif yang mempengaruhi. Sebuah tes dikatakan memiliki praktisibilitas tinggi apabila tes tersebut bersifat praktis yaitu mudah dilaksanakan, mudah pemeriksaannya dan dilengkapi petunjuk-petunjuk yang jelas. Sedangkan persyaratan ekonomis artinya bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan biaya yang mahal, tenaga yang banyak dan waktu yang lama. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, di SMP Negeri 1 Limboto yang dulunya merupakan sekolah bertaraf Internasional (RSBI) dan di SMP Negeri 2 Limboto yang menjadi tempat PPL peneliti, soal ulangan semester untuk IPA Biologi disusun sendiri oleh guru pengampu bidang studi IPA Biologi di sekolah tersebut. Soal ulangan semester IPA Biologi kelas VII dan kelas VIII yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Limboto dan di SMP Negeri 2 Limboto tahun pelajaran 2012/2013 sebagai salah satu alat evaluasi, sebelumnya soal-soal uraian dan soal pilihan ganda tidak diujicobakan dan tidak dilakukan analisis butir soal terlebih dahulu, sehingga tes yang diberikan kepada siswa belum diketahui kualitasnya yang dilihat dari vaiditas isi dan validitas empiriknya dari setiap butir soal tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan dari soal ulangan akhir 3

5 itu sendiri agar tidak bocor sebelum ujian dilaksanakan. Oleh karena itu perlu diketahui kualitas butir soalnya, apakah syarat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda dan distaktornya atau efektivitas pengecohnya telah terpenuhi ataukah belum. Di samping itu juga harus diketahui butir soal dapat menunjukkan seberapa jauh kemampuan siswanya dan kemampuan mana saja yang akan diukur atau dinilai. Untuk menentukan tingkat kemampuan maka harus berpedoman pada setiap kompetensi dasar dan indikator yang mengacu pada ranah aspek kognitif yang terbagi dari pengetahuan hafalan, pemahaman, penerapan, analisis dan sintesis, evaluasi serta kreatif yang harus dicapai pada semester tersebut. Melihat seluruh aspek yang ada, diperlukan analisis soal terhadap soal tes sumatif yaitu pada ulangan semester mampu digunakan baik pada soal-soal objektif juga dapat digunakan untuk soal-soal uraian, karena sampai saat ini guru bidang studi pengampu IPA Biologi di SMP Negeri 1 Limboto dan SMP Negeri 2 Limboto belum mengetahui kualitas soal yang disusun sendiri, baik dari soal tes objektif pilihan ganda maupun soal tes uraian. Soal tes objektif pilihan ganda dapat digunakan karena bentuk ini mencakup banyak materi pelajaran, penskoran objektif, dan dapat di koreksi siapa saja dengan mudah, tingkat berpikir yang terlibat bisa dari tingkat pengetahuan sampai tingkat sintesis dan analisis. Sedangkan untuk soal tes uraian dapat digunakan karena bentuk ini dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan, dan dapat menguraikan proses pemecahan masalah. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis melakukan penelitian dengan judul penelitian Kualitas Butir Soal Ulangan Semester Genap IPA Biologi Di SMP Tahun Pelajaran 2012/2013 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Limboto dan SMP Negeri 2 Limboto, Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo dengan waktu penelitian selama 3 bulan dari penyusunan proposal sampai penyusunan skripsi. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2012/

6 Obyek dalam penelitian ini adalah soal (termasuk kunci jawaban) dan lembar jawaban siswa ulangan semester genap IPA biologi kelas VII dan kelas VIII di SMP Negeri 1 Limboto dan SMP Negeri 2 Limboto tahun pelajaran 2012/2013. Hal-hal yang diteliti dalam penelitian ini meliputi analisis teoritik atau validitas logis yang meliputi isi dan konstruksi dan analisis empiric atau validitas empiris yang meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas, reliabilitas dan distraktor. Populasi dalam penelitian ini yaitu soal dan seluruh jawaban tes ulangan semester genap IPA biologi dari siswa di SMPN 1 Limboto dan SMPN 2 Limboto tahun pelajaran 2012/2013. Sedangkan Sampel pada penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik pengambilan Purposive sampling. Sehingga dalam penelitian ini, kelas yang digunakan sebagai sampel yaitu kelas VII.2 dan VIII.6 SMP Negeri 1 Limboto dan kelas VII.2 dan VIII.2 SMP Negeri 2 Limboto. Definisi operasional dalam penelitian ini yaitu kualitas butir soal dapat diketahui dengan cara menganalisis butir soal, baik secara kuantitatif dan secara kualitatif. Analisis butir soal merupakan cara atau kegiatan yang dilakukan untuk menganalisis butir soal untuk menghasilkan soal yang berkualitas dan bermutu. Analisis soal dilakukan dengan dua cara yaitu: 1. Analisis kualitatif yang dinamakan validitas logis yaitu berupa penelahan terhadap soal yang meliputi penelaahan soal yang diukur melalui aspek materi, konstruksi dan bahasa. 2. Analisis kuantitatif yang dinamakan validitas empiris yaitu untuk mengetahui berfungsi tidaknya soal yang dilakukan melalui uji statistik atau informasi statistik, analisis kuantitatif meliputi tingkat kesukaran, validitas, daya beda reliabilitas dan kulitas pengecoh untuk soal pilihan ganda. a. Tingkat kesukaran merupakan kemampuan siswa menjawab menjawab soal yang betul, tingkat kesukaran soal pilihan ganda diukur dengan menggunakan rumus TK = x 100% dan untuk soal uraian diukur dengan menggunakan rumus TKU = x 100%. 5

7 b. Daya beda, digunakan untuk mengethui kesanggupan soal dalam membedakan siswa yang berkemampuan rendah dan siswa yang berkemampuan tinggi. Daya beda soal pilihan ganda di ukur dengan menggunakan rumus indeks daya beda DP = x 100% dan untuk soal uraian menggunakan rumus DP = x 100%. c. Validitas merupakan penentu soal itu berkualitas melalui ketepatan dalam pengukuran. Validitas soal diukur dengan menggunakan rumus validitas item r pbi =. d. Reliabilitas juga termasuk dalam penentu soal yang berkualitas, reliabitas sama halnya dengan keajegan atau ketepatan dalam mengukur, reliabilitas diukur dengan menggunakan rumus korelasi produk moment dan koefisien reliabilitas tes. e. Kualitas pengecoh khusus pada soal pilihan ganda, merupakan penyebaran option-option pada setiap butir soal yang berfungsi secara merata atau tidak, kualitas pengecoh diukur dengan menggunakan rumus: IPc = ( ) / ( ) x 100% Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, secara kualitatif dan kuantitatif. Menurut Nazir (2005) metode deskriptif adalah metode penelitian untuk membuat Gambaran mengenai situasi atau kejadian, sehingga metode ini akan mengadakan akumulasi data dasar belaka. Sedangkan analisis secara kualitatif adalah penelaahan dari segi isi dan konstruksi (bentuknya). Analisis secara kualitatif dilakukan dengan menggunakan format penelaahan soal essay dan pilihan ganda yang dilakukan oleh peneliti. Akan tetapi dalam penelitian ini juga dilakukan analisis secara kuantitatif yaitu menggunakan Program ANATES versi untuk soal pilihan ganda dan ANATES versi untuk soal uraian yang hasilnya meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas dan reliabilitas soal serta efektifitas pengecoh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Dalam penelitian ini dokumentasinya berupa soal termasuk pula 6

8 kunci jawaban dan lembar jawaban siswa kelas VII dan kelas VIII SMPN 1 Limboto dan SMPN 2 Limboto. Teknik analisis data meliputi dua bagian yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan pada soal bentuk pilihan ganda dan essay dengan menggunakan format penelaahan atau fomat validasi. Sedangkan secara kuantitatif dalam penelitian ini dilakukan pada soal bentuk pilihan ganda dan essay dengan menggunakan program ANATES Versi untuk ANATES pilihan ganda dan ANATES Versi untuk uraian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis secara kuantitatif soal pihan ganda sebanyak 17 item untuk kelas VII SMP Negeri 1 Limboto dan 20 item untuk kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto, sedangkan untuk SMP Negeri 2 Limboto kelas VII dan kelas VIII memiliki soal sebanyak 17 item dapat diketahui validitas empirik yang meliputi tingkat kesukaran soal, daya pembeda, validitas, reliabilitas dan kualitas pengecoh. Hasil analisis kuantitatif tingkat kesukaran soal kelas VII SMP Negeri 1 Limboto memiliki 3 kategori tingkat kesukaran, tingkat kesukaran sedang dengan jumlah 11 soal, tingkat kesukaran mudah terdapat 5 soal dan tingkat kesukaran sangat mudah ada 1 soal. Hasil analisis kuantitatif tingkat kesukaran soal dari kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto memiliki 5 kategori tingkat kesukaran. Tingkat kesukaran sangat sukar 1 soal, tingkat kesukaran sukar 2 soal, tingkat kesukaran sedang 10 soal, tingkat kesukaran mudah terdapat 5 soal dan terdapat 2 soal untuk tingkat kesukaran sangat mudah. Hasil analisis kuantitatif tingkat kesukaran dari kelas VII SMP Negeri 2 Limboto memiliki 5 kategori tingkat kesukaran. Tingkat kesukaran sangat sukar 3 soal, tingkat kesukaran sukar 2 soal, tingkat kesukaran sedang 7 soal, tingkat kesukaran mudah terdapat 2 soal dan terdapat 3 soal untuk tingkat kesukaran sangat mudah. Hasil analisis kuantitatif tingkat kesukaran dari kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto memiliki 3 kategori tingkat kesukaran. tingkat kesukaran sangat sukar 3 7

9 soal, tingkat kesukaran sukar 4 soal, dan 10 soal untuk soal tingkat kesukaran sedang. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa harga indeks deskriminasi (D) yang diperoleh oleh kelas VII SMP Negeri 1 Limboto soal pilihan ganda memiliki 4 kategori daya beda. Daya beda sangat jelek 1 soal, daya beda cukup 3 soal, daya beda baik 7 soal dan daya beda baik sekali 6 soal. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa harga indeks deskriminasi (D) yang diperoleh oleh kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto soal pilihan ganda memiliki 4 kategori daya beda. Daya beda sangat jelek 2 soal, daya beda jelek 8 soal, daya beda cukup 2 soal, dan daya beda baik 8 soal. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa harga indeks deskriminasi (D) yang diperoleh oleh kelas VII SMP Negeri 2 Limboto soal pilihan ganda memiliki 5 kategori daya beda sangat jelek 1 soal, daya beda jelek 4 soal, daya beda cukup 4 soal, baik 7 soal dan daya beda baik sekali 1 soal. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa harga indeks deskriminasi (D) yang diperoleh oleh kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto soal pilihan ganda memiliki 4 kategori daya beda. Daya beda sangat jelek 2 soal, daya beda jelek 3 soal, daya beda cukup 6 soal, dan daya beda baik 6 soal. Hasil analisis kuantitatif validitas soal kelas VII SMP Negeri 1 Limboto memiliki 7 soal yang tidak valid, dan 10 soal valid dan di kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto memiliki 15 soal tidak valid dan 5 soal valid. Sedangkan kelas VII SMP Negeri 2 Limboto memiliki 12 soal yang tidak valid, dan 5 soal valid dan di kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto memiliki 12 soal tidak valid dan 5 soal valid. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif dapat diketahui kelas VII SMP Negeri 1 Limboto memiliki nilai reliabilitas tinggi dengan nilai 0,72 yang berarti soal memiliki keajegan tinggi. Sedangkan untuk kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto dapat diketahui memiliki nilai reliabilitas rendah dengan nilai 0,32. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif dapat diketahui reliabilitas dari soal pilihan ganda ulangan semester genap di kelas VII SMP Negeri 2 Limboto memiliki nilai reliabilitas rendah dengan nilai 0,23. Sedangkan untuk kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto memiliki nilai reliabilitas tidak berarti dengan nilai

10 Berikut hasil analisis data dari kualitas pengecoh kelas VII dan kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto, serta kelas VII dan kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto dapat diketahui kualitas pengecoh di SMP Negeri 1 Limboto dan Di SMP Negeri 2 Limboto masih terdapat beberapa butir soal yang perbaiki dan belum berfungsi dengan baik. Hasil analisis secara kuantitatif soal uraian sebanyak 3 nomor soal untuk kelas VII dan kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto begitupun dengan soal uraian kelas VII dan kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto memiliki 3 nomor soal dapat diketahui validitas empirik yang meliputi tingkat kesukaran soal, daya pembeda, validitas, dan reliabilitas tes. Berikut data tingkat kesukaran, daya beda, validitas dan reliabilitas dari kelas VII dan kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto serta kelas VII dan kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto. Hasil analisis kuantitatif tingkat kesukaran soal kelas VII SMP Negeri 1 Limboto memiliki tingkat kesukaran mudah terdapat 2 soal dan tingkat kesukaran sangat mudah terdapat 1 soal. Sedangkan hasil analisis kuantitatif tingkat kesukaran soal di kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto hanya memiliki 1 tingkat kesukaran, tingkat kesukaran mudah dengan 3 nomor soal. Di kelas VII SMP Negeri 2 Limboto memiliki 1 kategori tingkat kesukaran. Tingkat kesukaran sedang 3 soal. Sedangkan di kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto soal uraian hanya memiliki 1 tingkat kesukaran, tingkat kesukaran sedang terdapat 3 soal. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa harga indeks deskriminasi (D) yang diperoleh oleh kelas VII SMP Negeri 1 Limboto soal uraian memiliki 2 kategori daya beda. Daya beda jelek 1 soal, dan daya beda baik 2 soal. Sedangkan di kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto soal uraian memiliki 2 kategori daya beda. Daya beda cukup 2 soal, dan daya beda baik 1 soal. Di kelas VII SMP Negeri 2 Limboto soal uraian memiliki 2 kategori daya beda. Daya beda baik 1 soal, dan daya beda baik sekali 2 soal. Sedangkan di kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto soal uraian memiliki 2 kategori daya beda. Daya beda jelek 1 soal, dan daya beda baik sekali 2 soal. Hasil analisis kuantitatif validitas soal dari kelas VII SMP Negeri 1 Limboto memiliki 3 soal yang valid dan di kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto memiliki 3 9

11 soal valid sedangkan kelas VII SMP Negeri 2 Limboto memiliki 3 soal yang valid dan di kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto memiliki 1 soal yang tidak valid dan 2 soal valid. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif dapat diketahui kelas VII SMP Negeri 1 Limboto memiliki nilai reliabilitas tinggi dengan nilai 0,79 yang berarti soal memiliki kehandalan atau keajegan tinggi dan di kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto memiliki nilai reliabilitas sangat tinggi dengan nilai 0,86 yang berarti soal memiliki kehandalan atau keajegan sangat tinggi. Sedangkan berdasarkan hasil analisis kuantitatif dapat diketahui kelas VII SMP Negeri 2 Limboto memiliki nilai reliabilitas tinggi dengan nilai 0,70 yang berarti soal memiliki kehandalan atau keajegan tinggi. Sedangkan di kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto memiliki nilai reliabilitas tinggi dengan nilai 0,68 yang berarti soal memiliki kehandalan atau keajegan tinggi. Selain secara kuantitatif, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui penilaian dari segi kualitatif yang meliputi validasi logis yaitu validasi isi dengan aspek materi, konstruksi dan bahasa dari soal yang telah dibuat oleh guru. Adapun soal yang ditelaah yakni soal pilihan ganda dan soal uraian kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Limboto dan SMP Negeri 2 Limboto. Dari hasil penelitian di kelas VII SMP Negeri 1 Limboto untuk soal pilihan ganda, soal sudah sesuai dari aspek materi, konstruksi, kecuali pada aspek bahasa perlu perbaikan di soal nomor 8 dan perlu perbaikan pula pada kunci jawaban pada soal nomor 11. Di kelas VII SMP Negeri 2 Limboto, dari aspek materi sesuai, aspek konstruksi perlu perbaikan pada butir soal nomor 5 dan perlu perbaikan kunci jawaban pada butir soal nomor 3, 6, 7 dan soal nomor 16. Di kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto dari aspek materi sesuai, aspek konstruksi perlu perbaikan pada soal nomor 2, 3, dan 8, serta perlu perbaikan pula pada soal nomor 15. Di kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto, dari aspek materi sesuai, aspek konstruksi perlu perbaikan pada soal nomor 3, 1, 8, serta perlu perbaikan kunci jawaban pada soal nomor 1. Untuk soal uraian secara keseluruhan di SMP Negeri 1 Limboto dan SMP Negeri 2 Limboto dari aspek materi sudah sesuai, dari aspek konstruksi semua soal ulangan semester tidak mencantumkan pedoman 10

12 penskoran, dari aspek bahasa semuanya sesuai kecuali pada soal nomor 2 di kelas VII SMP Negeri 1 Limboto perlu perbaikan. Dari hasil analisis tingkat kesukaran melalui program komputer ANATES versi untuk soal pilihan ganda dan soal uraian di kelas VII dan kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto memiliki soal yang tergolong dalam tingkat kesukaran sedang dan mudah. Begitupun dengan kelas VII dan kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto, soal tergolong dalam tingkat kesukaran sedang untuk soal pilihan ganda dan uraian dengan kisaran 31% sampai dengan 70%. Dikatakan sedang karena lebih banyak terdapat butir-butir soal yang termasuk kategori sedang dalam ulangan semester genap IPA biologi untuk soal pilihan ganda. Tingkat kesukaran sedang ini biasanya digunakan oleh guru mata pelajaran, menurut Surapranata (2005) untuk penggunaan di kelas biasanya sebagian pendidik menggunakan tes sedang yaitu kisaran 0,3 sampai dengan 0,7 bila dikonversi ke persen maka kisarannya 30% sampai dengan 70%. Dari hasil analisis daya beda soal pilihan ganda dan soal uraian ulangan semester genap IPA biologi kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Limboto dan kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Limboto memiliki banyak butir soal telah mampu membedakan siswa yang memiliki kemampuan rendah dan tinggi. Jika dilihat hasil analisis dari daya beda dan Tingkat kesukaran di SMP Negeri 1 Limboto dan SMP Negeri 2 Limboto yang memiliki tingkat kesukaran sedang dan daya beda yang terdapat banyak butir soal termasuk dalam kategori baik baik, hal ini sangat berpengaruh. Menurut (Surapranata, 2005) tingkat kesukaran berpengaruh langsung pada daya beda soal. Jika setiap orang memilih benar jawaban (p=1), atau jika setiap orang menjawab soal (p=0), maka soal tidak dapat digunakan untuk membedakan kemampuan peserta tes. Hasil analisis kuantitatif yang menunjukan bahwa tingkat kesukaran (p) = 0,50 yang jika di konversikan menjadi 50%, dalam kategori sedang akan diperoleh daya beda yang maksimum. Ini menunjukan bahwa soal yang memiliki tingkat kesukaran 0,5 atau yang termasuk dalam kategori sedang akan merupakan soal yang memiliki daya pembeda terbaik. 11

13 Berdasarkan hasil analisis validitas soal pilihan ganda dan soal uraian pada korelasi item terhadap korelasi skor total di kelas VII memiliki bnayak soal yang valid dan kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto dan di kelas VII dan kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto sebagian besar soal tidak valid. Dan untuk soal uraian semua soal di di kelas VII dan kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto dan SMP Negeri 2 Limboto valid. Sehingga tes tersebut dapat mengukur apa yang diharapkan, menurut Arikunto (2002), sebuah tes dikatakan valid apabila tes itu dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur. Reliabilitas suatu tes ditentukan oleh nilai korelasi capaian yang disebut indeks reabilitas. Berdasarkan hasil pengolahan data melalui program ANATES versi untuk soal pilihan ganda dapat diketahui nilai reliabilitas tes. Nilai reliabilitas dari kelas VII SMP Negeri 1 Limboto adalah 0,72, yang berarti soal memiliki kehandalan atau kejegan yang tinggi, dan di kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto adalah 0,32 yang berarti memiliki nilai reliabilitas rendah. Sedangkan soal pilihan ganda di kelas VII SMP Negeri 2 Limboto memiliki nilai reliabilitas rendah dengan nilai 0,23, sedangkan dikelas VIII memiliki nilai reliabilitas yang tidak berarti. Tinggi rendahnya koefisien reliabilitas dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Surapranata (2005) faktor utama yang berpengaruh terhadap reliabilitas adalah adanya perbedaan individual terkadang reliabilitas dipengaruhi oleh faktor yang permanen atau faktor yang terjadi karena factor sementara seperti kelelahan, menerka atau pengaruh latihan. Berdasarkan hasil pengolahan data melalui program ANATES versi untuk soal uraian dapat diketahui nilai reliabilitas tes. Nilai reliabilitas soal uraian dari kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Limboto dan kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Limboto memiliki reliabilitas tinggi, dan memiliki kehandalan dalam pengukuran. Kualitas pengecoh hanya untuk tes soal pilihan ganda melalui program ANATES di SMP Negeri 1 Limboto dan di SMP Negeri 2 Limboto memiliki alternative jawaban yang pada beberapa soal belum berfungsi dengan baik perlu di perbaiki. Setiap alternatif jawaban diharapkan dapat bermanfaat dan penyebarannya pun dapat merata. Menurut Karno (2003) butir soal yang baik, pengecohnya akan dipilih secara merata oleh siswa yang tidak dapat menjawab 12

14 dengan benar. Sebaliknya, butir soal yang buruk, pengecohnya dipilih secara tidak merata. Sehingga option atau alternative jawaban tersebut dapat berfungsi dengan baik. Berdasarkan hasil telaah untuk soal pilihan ganda dari hasil telaah di kelas VII SMP Negeri 1 Limboto dapat diketahui yang meliputi kesesuaian dengan kompetensi dasar, kesesuaian dengan kompetensi (urgensi, kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari) sebanyak 4 kompetensi. Soal hanya memiliki satu kunci jawaban dan soal telah mengacu pada ranah kognitif C1 sebanyak 13 soal dan C2 sebanyak 4 soal. Soal yang ada hanya mampu mengukur C1 dan C2, proporsi C1 dan C2 tidak berimbang lebih banyak dalam kategori C1. untuk C3 dan C4 dalam soal pilihan ganda tidak ada sama sekali begitupun dengan soal C5 dan C6 tidak ada sama sekali. Soal C3 dan C4 seharusnya ada dalam soal pilihan ganda. Dari aspek konstruksi sudah sesuai dengan aspek penelaahan. Sedangkan dari aspek bahasa soal pilihan ganda sudah sesuai dengan aspek penelaahan. Soal pilihan ganda kelas VII masih terdapat kunci jawaban yang salah. Kunci jawaban yang salah terdapat pada soal nomor 11 dan pada soal nomor 8 terdapat kata yang tidak sesuai dengan petunjuknya. Analisis kualitatif juga dilakukan di kelas VII SMP negeri 2 Limboto melalui lembar validasi yang mencakup aspek materi, konstruksi dan bahasa terdapat beberapa soal yang perlu diperbaiki. Dari hasil telaah dapat diketahui yang meliputi kesesuaian dengan kompetensi dasar, kesesuaian dengan kompetensi (urgensi, kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari) sebanyak 4 kompetensi. Soal hanya memiliki satu kunci jawaban dan soal telah mengacu pada ranah kognitif C1 sebanyak 14 soal dan C2 sebanyak 3 soal. Soal yang ada hanya mampu mengukur C1 dan C2, proporsi C1 dan C2 tidak berimbang lebih banyak dalam kategori C1. untuk C3 dan C4 dalam soal pilihan ganda tidak ada sama sekali begitupun dengan soal C5 dan C6 tidak ada sama sekali. Soal C3 dan C4 seharusnya ada dalam soal pilihan ganda. Dari aspek konstruksi sudah sesuai dengan aspek penelaahan. Sedangkan dari aspek bahasa soal pilihan ganda sudah sesuai dengan aspek penelaahan. Soal pilihan ganda kelas VII masih terdapat 13

15 kunci jawaban yang salah. Kunci jawaban yang salah terdapat pada soal nomor 3, 6, 7 dan 16. Analisis kualitatif bukan hanya dilakukan pada jenjang kelas VII tapi juga dilakukan pada jenjang kelas VIII SMP negeri 1 Limboto melalui lembar validasi yang mencakup aspek materi, konstruksi dan bahasa terdapat beberapa soal yang perlu diperbaiki. Dari hasil telaah dapat diketahui yang meliputi kesesuaian dengan kompetensi dasar, kesesuaian dengan kompetensi (urgensi, kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari) sebanyak 8 kompetensi. Soal hanya memiliki satu kunci jawaban dan soal telah mengacu pada ranah kognitif C1 sebanyak 17 soal dan C2 sebanyak 3 soal. Soal yang ada hanya mampu mengukur C1 dan C2, proporsi C1 dan C2 tidak berimbang lebih banyak dalam kategori C1. untuk C3 dan C4 dalam soal pilihan ganda tidak ada sama sekali begitupun dengan soal C5 dan C6 tidak ada sama sekali. Soal C3 dan C4 seharusnya ada dalam soal pilihan ganda. Dalam soal pilihan ganda ranah kognitif C5 dan C6 tidak ada. Dari aspek konstruksi masih terdapat beberapa soal yang perlu diperbaiki sesuai dengan aspek penelaahan. Sedangkan dari aspek bahasa soal pilihan ganda sudah sesuai dengan aspek penelaahan. Soal pilihan ganda kelas VIII memiliki kunci jawaban yang sudah tepat dan benar. Analisis kualitatif juga dilakukan pada jenjang kelas VIII SMP Negeri 2 Limboto melalui lembar validasi yang mencakup aspek materi, konstruksi dan bahasa terdapat beberapa soal yang perlu diperbaiki. Dari hasil telaah dapat diketahui yang meliputi kesesuaian dengan kompetensi dasar, kesesuaian dengan kompetensi (urgensi, kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari) sebanyak 8 kompetensi. Soal hanya memiliki satu kunci jawaban dan soal telah mengacu pada ranah kognitif C1 sebanyak 17 soal. Soal yang ada hanya mampu mengukur C1, seluruh soal termasuk dalam kategori C1. untuk C2, C3 dan C4 dalam soal pilihan ganda tidak ada sama sekali begitupun dengan soal C5 dan C6 tidak ada sama sekali. Soal C2, C3 dan C4 seharusnya ada dalam soal pilihan ganda. Dalam soal pilihan ganda ranah kognitif C5 dan C6 tidak ada. Dari aspek konstruksi masih terdapat beberapa soal yang perlu diperbaiki. Sedangkan dari aspek bahasa 14

16 soal pilihan ganda sudah sesuai. Soal pilihan ganda kelas VIII memiliki kunci jawaban yang salah/tidak sesuai pada soal nomor 1. Untuk soal uraian semester genap di kelas VII, kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto dan di kelas VII dan kelas VIII memiliki 3 soal, dan berdasarkan hasil telaah dapat diketahui soal uraian meliputi kesesuaian dengan kompetensi dasar, kesesuaian dengan kompetensi (urgensi, kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari). Ketiga soal tersebut sudah sesuai dengan indicator, batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan, materi yang ditanyakan juga sudah sesuai dengan kompetensi dan isi materi sudah sesuai dengan jenjang tingkat kelas. Dari aspek konstruksi dalam soal uraian di kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Limboto dan kelas VII dan VIII SMP Negeri 2 Limboto sudah sesuai. Dari aspek bahasa, sudah sesuai kecuali pada soal nomor 2 di kelas VII SMP Negeri 1 Limboto. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kualitas butir soal ulangan semester genap IPA Biologi di SMP Negeri 1 Limboto dan SMP Negeri 2 Limboto, dapat disimpulkan bahwa kualitas soal berdasarkan analisis kuantitatif yaitu untuk soal pilihan ganda, di SMP Negeri 1 Limboto dan di SMP Negeri 2 Limboto memiliki tingkat kesukaran sedang (32%-63%), daya beda termasuk cukup dan baik (54%-66%). Validitas soal valid untuk kelas VII SMP Negeri 1 Limboto dengan korelasi(0,4-0,6) dan untuk kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto dan SMP Negeri 2 Limboto tidak valid, reliabilitas kelas VII SMP Negeri 1 Limboto lebih tinggi dibanding SMP Negeri 2 Limboto dengan perbandingan 0,72>0,23, dan di kelas VIII SMPN 1 Limboto rendah (r=0,32) sedang di SMP Negeri 2 Limboto tidak berarti(r=0,07), untuk distractor masih banyak butir soal yang tidak berfungsi. Untuk soal uraian di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Limboto memiliki tingkat kesukaran di SMP Negeri 1 Limboto mudah (75%- 80%, di SMP Negeri 2 Limboto memiliki tingkat kesukaran sedang (38%-60%). Daya beda dari kedua sekolah baik (47%-80%), validitas soal untuk kedua sekolah valid dengan korelasi (0,74-0,88), dan reliabilitas kedua sekolah dalam kriteria tinggi dengan nilai (0,6-0,8). Kualitas soal berdasarkan analisis dari soal 15

17 pilihan ganda dan uraian dari aspek materi sudah sesuai, aspek konstruksi terdapat beberapa soal yang perlu diperbaiki dan aspek bahasa sudah sesuai. SARAN Kepada guru mata pelajaran IPA Biologi diharapkan untuk sering mengikuti pelatihan/seminar untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara-cara membuat soal yang berkualitas serta cara mudah menganalisisnya. Kepada guru mata pelajaran IPA Biologi diharapkan mengadakan analisis terlebih dahulu terhadap butir-butir soal pilihan ganda dan soal uraian. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Arikunto, Suharsimi Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta Depdiknas Pedoman Pengembangan Instrumen Penilaian Revisi Akhir. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Nazir M Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia. Surapranata S Analisis, Validitas, Reliabilitas dan Interpretasi Hasil Tes. Bandung : Remaja Rosdakarya. Ratumanan, TG dan Theresia Laurens Penilaian Hasil Belajar Pada Tingkat Satuan Pendidikan Edisi 2. Surabaya: Unesa University Press. To, Karno Mengenal Analisis Tes (Pengantar ke Program Komputer ANATES. Bandung: Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia. Tri Arriyana, Lilis Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester Gasal Ipa Kelas IX SMP Di Kabupaten Grobogan. Semarang: Universitas Negeri Semarang. 16

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Limboto dan SMP

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Limboto dan SMP 34 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Limboto dan SMP Negeri 2 Limboto, Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo dengan waktu penelitian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian, Peranan, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi dalam Kegiatan Pembelajaran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian, Peranan, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi dalam Kegiatan Pembelajaran 11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian, Peranan, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi dalam Kegiatan Pembelajaran Evaluasi adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menentukan nilai dari suatu kegiatan pembelajaran

Lebih terperinci

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012 ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN SEMESTER MAHASISWA BIOLOGI MATA KULIAH BIDANG PENDIDIKANSEMESTER GASAL PROGRAM STUDI BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN AJARAN

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER (UAS) BIOLOGI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 KELAS X DAN XI PADA MAN SAMPIT. Nurul Septiana

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER (UAS) BIOLOGI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 KELAS X DAN XI PADA MAN SAMPIT. Nurul Septiana ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER (UAS) BIOLOGI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 KELAS X DAN XI PADA MAN SAMPIT Nurul Septiana Prodi TBG Jurusan PMIPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palangkaraya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 22 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Cibadak Sukabumi yang terletak di Jalan Almuwahidin No.691 RT/RW.03/02 Desa Karang Tengah Kecamatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang

BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 1. Kesulitan belajar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yaitu menggunakan perhitungan statistik yang hasilnya dapat dilihat berupa angka-angka. Sedangkan data dianalisis

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL PADA MATA PELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN AJARAN 2014/2015

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL PADA MATA PELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN AJARAN 2014/2015 ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL PADA MATA PELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN AJARAN 2014/2015 Usulan Penelitian Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 19 Bandung tahun ajaran 2010/2011. Sampel dalam penelitian ini sebanyak tiga kelas

Lebih terperinci

BAHAN AJAR EVALUASI PEMBELAJARAN

BAHAN AJAR EVALUASI PEMBELAJARAN BAHAN AJAR EVALUASI PEMBELAJARAN ANALISIS POKOK UJI DRA. SITI SRIYATI, M.Si JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA UPI ANALISIS POKOK UJI / TEKNIK ANALISIS SOAL TES ISTILAH YANG DIBERIKAN PADA PEKERJAAN YANG

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dan sampel dalam penelitian ini berupa soal dan seluruh lembar jawaban soal siswa peserta ujian akhir semester 2 dengan bentuk pilihan ganda

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian deskriptif dengan dua pendekatan yaitu pendekatan kualitatif dan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian deskriptif dengan dua pendekatan yaitu pendekatan kualitatif dan 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam menyusun tes matematika. Dengan demikian jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif

Lebih terperinci

KUALITAS TES UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN MATEMATIKA SMP PADA SUB RAYON II KOTA KENDARI TAHUN PELAJARAN 2011/2012. Muhammad Idris 1), Arvyaty 2)

KUALITAS TES UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN MATEMATIKA SMP PADA SUB RAYON II KOTA KENDARI TAHUN PELAJARAN 2011/2012. Muhammad Idris 1), Arvyaty 2) Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Volume 1 No. 1 Mei 213 KUALITAS TES UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN MATEMATIKA SMP PADA SUB RAYON II KOTA KENDARI TAHUN PELAJARAN 211/212 Muhammad Idris 1), Arvyaty

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan bukti-bukti atau karya-karya hasil belajar siswa meliputi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan bukti-bukti atau karya-karya hasil belajar siswa meliputi BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka dibuat definisi operasional sebagai berikut: 1. Asesmen portofolio Asesmen portofolio adalah penilaian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Kesulitan belajar siswa yang dimaksud adalah profil kemampuan siswa dalam

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Kesulitan belajar siswa yang dimaksud adalah profil kemampuan siswa dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Kesulitan belajar siswa yang dimaksud adalah profil kemampuan siswa dalam merespon soal tes diagnosis serta latar belakang siswa yang mempengaruhi kemampuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 18 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang digunakan sebagai variabel penelitian ini, maka diperlukan penjelasan tentang beberapa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Definisi operasional bertujuan memberikan persamaan persepsi terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. Definisi operasional bertujuan memberikan persamaan persepsi terhadap BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Definisi operasional bertujuan memberikan persamaan persepsi terhadap istilah yang ada dalam penelitian ini. 1. Analisis kualitas soal, soal dianalisis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. diperlukan penjelasan tentang istilah-istilah, berikut di bawah ini:

BAB III METODE PENELITIAN. diperlukan penjelasan tentang istilah-istilah, berikut di bawah ini: 37 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menjelaskan maksud dari judul yang dikemukakan, maka diperlukan penjelasan tentang istilah-istilah, berikut di bawah ini: 1. Pada kelas eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 41 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari penafsiran yang berbeda maka diperlukan penjelasan mengenai beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian melalui definisi operasional

Lebih terperinci

THE QUALITY OF TRYOUTS ITEM ANALYSIS FOR EVERY SENIOR HIGH SCHOOL CLASS XII IN PEKANBARU BY USING ITEM ANALYSIS PROGRAM

THE QUALITY OF TRYOUTS ITEM ANALYSIS FOR EVERY SENIOR HIGH SCHOOL CLASS XII IN PEKANBARU BY USING ITEM ANALYSIS PROGRAM 1 THE QUALITY OF TRYOUTS ITEM ANALYSIS FOR EVERY SENIOR HIGH SCHOOL CLASS XII IN PEKANBARU BY USING ITEM ANALYSIS PROGRAM Jenlifita Marla Putri 1, Muhammad Nasir 2, Azhar 3 Email:jenlifitamarlap.utie@gmail.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan hal yang terpenting bagi kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan hal yang terpenting bagi kehidupan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang terpenting bagi kehidupan manusia. Melalui pendidikan maka akan membantu kemajuan bangsa dan Negara dalam berbagai hal. Kemajuan suatu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berupa deskriptif dari gejala yang diamati, berupa angka-angka atau koefisien

BAB III METODE PENELITIAN. berupa deskriptif dari gejala yang diamati, berupa angka-angka atau koefisien BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang dianalisis tidak untuk menerima atau menolak hipotesis, melainkan hasil analisis berupa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian tentang analisis butir soal Ulangan Akhir Semester (UAS) mata pelajaran Fisika kelas XI SMA Negeri 1 Purwokerto Tahun Ajaran 2015/2016 ini sesuai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Experimental Design

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Experimental Design BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Experimental Design (penelitian eksperimen tidak sebenarnya). Pre experimental design sering disebut

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISA DAN HASIL PENELITIAN BAB IV ANALISA DAN HASIL PENELITIAN Pengolahan tes hasil belajar dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain: 1) Dengan membuat analisis soal (item

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah tahapan-tahapan atau cara dalam melakukan penelitian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 15 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Arikunto (2006), penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Tes Mata Pelajaran Biologi kelas XI yang disusun oleh MGMP Biologi Kendal terdiri atas 40 butir soal berbentuk multiple choice. Sampel yang diambil

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB II TINJAUAN TEORI 1 BAB II TINJAUAN TEORI A. Konsep Teoretis 1. Pengertian Tes Tes dalam dunia Pendidikan dipandang sebagai salah satu alat pengukuran. 1 Tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar dengan bahasa akhlak dalam menyelesaikan persoalan penjumlahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian evaluatif. Penelitian evaluatif yaitu penelitian dengan mengumpulkan data

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di SMKN 2 Indramayu yang terletak di Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 3.2 Subjek

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Profil beban kognitif siswa SMA wilayah Bandung merupakan deskripsi hasil pengukuran tiga komponen beban kognitif. Komponen beban kognitif terdiri dari,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Mind map dalam penelitian ini merupakan teknik mencatat yang dikembangkan

BAB III METODE PENELITIAN. Mind map dalam penelitian ini merupakan teknik mencatat yang dikembangkan BAB III METODE PENELITIAN Definisi Operasional Mind Map Mind map dalam penelitian ini merupakan teknik mencatat yang dikembangkan oleh Tony Buzan yang merupakan pendekatan keseluruhan otak yang mampu membuat

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Dengan menggunakan model Kurt Lewin. Jenis penelitian ini melibatkan guru yang bersangkutan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang termasuk dalam jenis penelitian pra-eksperimental dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Penilitian deskrispi kualitatif merupakan metode menggambarkan dan menginterpretasikan objek

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL MATEMATIKA PADA UKA PLPG LPTK FAKULTAS TARBIYAH IAIN ANTASARI BANJARMASIN Oleh Rahmawati

ANALISIS BUTIR SOAL MATEMATIKA PADA UKA PLPG LPTK FAKULTAS TARBIYAH IAIN ANTASARI BANJARMASIN Oleh Rahmawati ANALISIS BUTIR SOAL MATEMATIKA PADA UKA PLPG LPTK FAKULTAS TARBIYAH IAIN ANTASARI BANJARMASIN Oleh Rahmawati Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal matematika pada UKA PLPG

Lebih terperinci

Kata kunci: analisis butir soal, mata pelajaran geografi,

Kata kunci: analisis butir soal, mata pelajaran geografi, 0 ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN SEMESTER GENAP MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X SMA NEGERI 1 NATAR Rima Melati 1, Drs. Hi. Sudarmi, M.Si. 2 Drs. Zulkarnain, M.Si. 3 The objective of the research was to analyze

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen semu yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen (kelas perlakuan)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen semu yaitu penelitian yang tidak mengalami pengacakan murni melainkan peneliti menerima

Lebih terperinci

b. Cara menentukan Tingkat Kesukaran Untuk menghitung tingkat kesukaran tiap butir soal digunakan persamaan: Tabel 1. Klasifikasi Tingkat Kesukaran

b. Cara menentukan Tingkat Kesukaran Untuk menghitung tingkat kesukaran tiap butir soal digunakan persamaan: Tabel 1. Klasifikasi Tingkat Kesukaran TINGKAT KESUKARAN a. Pengertian Analisis tingkat kesukaran dimaksudkan untuk mengetahui apakah soal tersebut tergolong mudah atau sukar. Tingkat kesukaran adalah bilangan yang menunjukan sukar atau mudahnya

Lebih terperinci

Analisis Butir Soal Matematika Buatan Guru Yang Digunakan Untuk Tes Semester II Kelas X SMA Negeri 8 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012

Analisis Butir Soal Matematika Buatan Guru Yang Digunakan Untuk Tes Semester II Kelas X SMA Negeri 8 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012 Analisis Butir Soal Matematika Buatan Guru Yang Digunakan Untuk Tes Semester II Kelas X SMA Negeri 8 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012 Ariandani a, Syofni b, Hj. Zetrisulita c a Alumni Program Studi

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandarlampung. Populasi dalam

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandarlampung. Populasi dalam III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandarlampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester genap SMP Negeri 8 Bandarlampung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi pada penelitian ini yaitu sekolah SMA Negeri 1 Bandung yang berlokasi di Jl. Ir Juanda no 93. Subjek dari penelitian ini

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN TEORI KEJURUAN AKUNTANSI

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN TEORI KEJURUAN AKUNTANSI Analisis Butir Soal (Nur Fitrah Ramadhani L.) 1 ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN TEORI KEJURUAN AKUNTANSI ANALYSIS OF THE FINAL EXAMINATION ITEMS OF TEORI KEJURUAN AKUNTANSI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan dua

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan dua BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan dua perlakuan. Kelompok siswa pertama mendapatkan pembelajaran dengan model kooperatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Berikut ini diuraikan beberapa definisi operasional dari istilah yang terkait dalam permasalahan penelitian ini, di antaranya: 1. Pengembangan tes tertulis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen semu yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen (kelas perlakuan),

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti tidak mampu mengontrol sepenuhnya variabel-variabel yang mungkin

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti tidak mampu mengontrol sepenuhnya variabel-variabel yang mungkin BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan Quasi Eksperimen, hal ini disebabkan peneliti tidak mampu mengontrol sepenuhnya variabel-variabel yang mungkin dapat mempengaruhi

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI Analisis Butir Soal...(Fitriani Fajar Sahwan) 1 ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI AN ANALYSIS OF THE FINAL EXAMINATION ITEMS OF ACCOUNTING ECONOMIC COURSE

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian yang diambil yaitu ex post facto, dimana penelitian ini hanya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian yang diambil yaitu ex post facto, dimana penelitian ini hanya 37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, bertujuan membuat gambaran secara sistematis, faktual mengenai fakta dari suatu populasi. Desain penelitian yang

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 22 Bandarlampung semester genap

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 22 Bandarlampung semester genap 35 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 22 Bandarlampung semester genap tahun pelajaran 2014/2015. SMP Negeri 22 Bandarlampung terletak di

Lebih terperinci

Edu Geography 2 (1) (2013) Edu Geography.

Edu Geography 2 (1) (2013) Edu Geography. Edu Geography 2 (1) (2013) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PENGEMBANGAN TES PILIHAN GANDA YANG BERKUALITAS PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS SEMESTER GENAP SMA NEGERI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini tidak menguji hipotesa atau tidak menggunakan hipotesa, melainkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER MATA KULIAH BIOLOGI UMUM DI UNIVERSITAS PAPUA

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER MATA KULIAH BIOLOGI UMUM DI UNIVERSITAS PAPUA Prosiding Seminar Nasional Volume 02, Nomor 1 ISSN 2443-1109 ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER MATA KULIAH BIOLOGI UMUM DI UNIVERSITAS PAPUA Insar Damopolii 1 Universitas Papua 1 i.damopoli@unipa.ac.id

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 yaitu mulai tanggal 13 Januari sampai 29 Januari 2014 di SMP N 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 yaitu mulai tanggal 13 Januari sampai 29 Januari 2014 di SMP N 1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 yaitu mulai tanggal 13 Januari sampai 29 Januari 2014 di SMP N 1 Kampar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A III METODE PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 33 Metode penelitian juga merupakan suatu proses pemecahan masalah

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ngambur Pesisir Barat. Populasi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ngambur Pesisir Barat. Populasi 1 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri Ngambur Pesisir Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX semester ganjil SMP Negeri Ngambur Pesisir

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN PENGANTAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN PENGANTAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN Analisis Butir Soal... (Ratna Candra Wulaningtyas) 1 ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN PENGANTAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN AN ITEM ANALYSIS OF FINAL EXAMINATION ITEM OF PENGANTAR

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari salah penafsiran variabel yang digunakan dalam penelitian ini, berikut ini adalah penjelasan operasionalnya: 1. Model Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. karena melihat keadaan dan kondisi siswa di Madrasah Tsanawiyah. dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.

BAB III METODE PENELITIAN. karena melihat keadaan dan kondisi siswa di Madrasah Tsanawiyah. dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013. BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu Penelitian dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Desa Gobah Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Lokasi ini dipilih karena melihat

Lebih terperinci

JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN ALL DISTRICTS OF TUMIJAJAR, ACADEMIC YEAR

JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN ALL DISTRICTS OF TUMIJAJAR, ACADEMIC YEAR ANALISIS BUTIR SOAL UAS GANJIL MAPEL PENJASORKES KELAS VII SMPN SE- KECAMATAN TUMIJAJAR TA 2016/2017 ANALYSIS OF THE FINAL SEMESTER EXAM QUESTIONS ON THE SUBJECT OF PHYSICAL EDUCATION, SPORTS, AND HEALTH

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Peternakan Negeri Lembang Cikole

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Peternakan Negeri Lembang Cikole 31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Peternakan Negeri Lembang Cikole (SNAKMA Cikole) yang beralamat di Jl. Raya Tangkuban Parahu KM. 22 Cikole

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen bentuk quasi eksperimental design, kelompok kontrol tidak dapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari

BAB III METODE PENELITIAN. dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan bulan. September 2013 di MTs Islamiyah Palangka Raya.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan bulan. September 2013 di MTs Islamiyah Palangka Raya. 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan bulan September 2013 di MTs Islamiyah Palangka Raya. B. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kemampuan numerik peserta didik terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 23

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 23 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode ini disebut metode kuantitatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Experimental (Sugiyono, 008: 114). B. Desain Penelitian Adapun desain penelitian dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan Penelitian Eksperimen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen murni. Sedang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. untuk menghasilkan suatu produk di bidang pendidikan. Sugiyono. menyatakan bahwa penelitian pengembangan adalah

BAB III METODE PENELITIAN. untuk menghasilkan suatu produk di bidang pendidikan. Sugiyono. menyatakan bahwa penelitian pengembangan adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produk di bidang pendidikan. Sugiyono menyatakan bahwa penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian 1. Jenis Penelitian Menurut Azwar (2010: 5) jenis-jenis penelitian dapat dibagi menjadi dua macam yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

Lebih terperinci

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES SUMATIF FISIKA MENGGUNAKAN METODE SELF DAN FEEDBACK REVISION

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES SUMATIF FISIKA MENGGUNAKAN METODE SELF DAN FEEDBACK REVISION 63 PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES SUMATIF FISIKA MENGGUNAKAN METODE SELF DAN FEEDBACK REVISION Kenny Anindia Ratopo, Sutadi Waskito, Dewanto Harjunowibowo Universitas Sebelas Maret

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 32 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Asesmen portofolio Asesmen portofolio merupakan bentuk penilaian terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN SEKOLAH DASAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 20013/201 DI KABUPATEN PURBALINGGA

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN SEKOLAH DASAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 20013/201 DI KABUPATEN PURBALINGGA ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN SEKOLAH DASAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 20013/201 DI KABUPATEN PURBALINGGA Dwi Haryanto Guru SDN 1 Kutasari, Kabupaten Puralingga Email: dwiharyanto1968@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan menurut Arikunto (2002), yaitu Weak

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan menurut Arikunto (2002), yaitu Weak 53 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan menurut Arikunto (2002), yaitu Weak Eksperiment karena tidak menggunakan kelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuasi eksperimen yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen (kelas perlakuan) merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Menurut Panggabean (1996:27) penelitian ini bertujuan untuk memperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pekanbaru. Waktu penelitian ini dimulai bulan Januari-Februari 2013.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pekanbaru. Waktu penelitian ini dimulai bulan Januari-Februari 2013. 1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 12 Pekanbaru. Waktu penelitian ini dimulai bulan Januari-Februari 2013. 2.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN O X O

BAB III METODE PENELITIAN O X O BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian quasi eksperimen, dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Diagram desain penelitian adalah sebagai berikut:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berpikir dalam menyelesaikan soal. Namun setelah diprediksi lebih lanjut,

BAB I PENDAHULUAN. berpikir dalam menyelesaikan soal. Namun setelah diprediksi lebih lanjut, 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika adalah ilmu pengetahuan yang abstrak, sehingga kita membutuhkan pemahaman dan keterampilan yang mendalam untuk bisa menguasainya. Di antara keterampilan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. perlakuan, yaitu penerapan strategi pembelajaran Inquiry pada pembelajaran. matematika dan pembelajaran konvensional.

BAB III METODE PENELITIAN. perlakuan, yaitu penerapan strategi pembelajaran Inquiry pada pembelajaran. matematika dan pembelajaran konvensional. BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen karena terdapat unsur manipulasi yaitu mengubah keadaan biasa secara sistematis kekeadaan tertentu serta tetap

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 di MAN 1 Pringsewu Kabupaten Pringsewu. 3.2 Populasi Penelitian Populasi penelitian

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL TES PENJAJAKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI

ANALISIS BUTIR SOAL TES PENJAJAKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI Analisis Butir Soal... (Ayu Nafisa) 1 ANALISIS BUTIR SOAL TES PENJAJAKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI AN ANALYSIS OF TEST QUESTION OF LEARNING ASSESSMENT RESULT OF THE STUDENT OF

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik soal try out

BAB V PENUTUP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik soal try out BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik soal try out mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XII SMA Negeri se-kota Bima tahun pelajaran 2011/2012. Identifikasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka diperlukan penjelasan tentang beberapa istilah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada datadata

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada datadata 56 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada datadata

Lebih terperinci

suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Gambar konsep Gambar konsep yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu alat bantu penyampaian pemahaman yang direpresentasikan dalam bentuk teks

Lebih terperinci

TES HASIL BELAJAR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER KELAS XI MADRASAH ALIYAH NEGERI MATA PELAJARAN FIQIH DI KOTA PALEMBANG TAHUN 2014

TES HASIL BELAJAR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER KELAS XI MADRASAH ALIYAH NEGERI MATA PELAJARAN FIQIH DI KOTA PALEMBANG TAHUN 2014 1 Tadrib Vol. II No. 2 Edisi Desember 2016 TES HASIL BELAJAR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER KELAS XI MADRASAH ALIYAH NEGERI MATA PELAJARAN FIQIH DI KOTA PALEMBANG TAHUN 2014 Robi Awaludin Alumni UIN Raden Fatah

Lebih terperinci