Studi Korelasional Mengenai Hubungan Persepsi Mahasiswa Tentang Feedback yang

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Studi Korelasional Mengenai Hubungan Persepsi Mahasiswa Tentang Feedback yang"

Transkripsi

1 Studi Korelasional Mengenai Hubungan Persepsi Mahasiswa Tentang Feedback yang Diberikan Oleh Dosen Pembimbing Dengan Prokrastinasi Dalam Mengerjakan Skripsi Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Disusun Oleh: Mirsa Windiantie Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran 2014 ABSTRAK Mahasiswa tingkat akhir diharuskan untuk menyelesaikan skripsi sebagai syarat kelulusan jenjang sarjana. Dalam pengerjaan skripsi mahasiswa akan melakukan bimbingan skripsi yang berisikan pemberian feedback mengenai skripsi yang sedang mahasiswa kerjakan. Feedback yang dipersepsikan kurang memadai dan tidak sesuai dengan apa yang mahasiswa harapkan dapat membuat mahasiswa kebingungan dan melakukan penundaan dalam pengerjaan dan penyelesaian skripsi yang disebut sebagai prokrastinasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan dosen pembimbing dengan prokrastinasi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Penelitian ini merupakan penelitian non-experimental design, lebih spesifik disebut dengan metode korelasional dengan data kuantitatif. Kepada 71 orang responden diberikan alat ukur persepsi mahasiswa tentang feedback berdasarkan konsep Goldstein (2002) dan Carl Rogers (dalam Pearson, 1987) dan prokrastinasi berdasarkan konsep Schouwenberg (dalam Ferrari dkk, 1995). Dengan α (taraf signifikansi) sebesar 0,05 dan P value 0,745 hasil penelitian menunjukkan

2 bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan dosen pembimbing dengan prokrastinasi mahasiswa yang mengerjakan skripsi. Kata kunci : Persepsi, Feedback, Prokrastinasi, Mahasiswa, Skripsi PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran adalah salah satu jalur pendidikan tinggi dengan akademik-profesional yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dengan kedisiplinan, kreativitas, dan etos kerja yang tinggi. Sesuai dengan alur kurikulum pendidikan di perguruan tinggi, pada semester delapan mahasiswa diharuskan untuk menyelesaikan skripsi sebagai syarat kelulusan jenjang sarjana. Skripsi adalah suatu karya ilmiah, berupa paparan tulisan hasil penelitian yang membahas suatu masalah dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku dalam ilmu tersebut (Tb. Zulrizka Iskandar & Hendriati Agustiani, 2005). Batas waktu penyelesaian skripsi menurut buku panduan skripsi adalah satu semester. Apabila dalam jangka waktu satu semester belum dapat menyelesaikan skripsinya, maka waktu penyelesaian mata kuliah skripsi dapat diperpanjang dalam waktu maksimal satu semester lagi (Tb. Zulrizka Iskandar & Hendriati Agustiani, 2005). Namun, pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran ditemukan fenomena keterlambatan dalam menyelesaikan skripsi. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap tujuh orang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran yang sedang mengerjakan skripsi dan sudah lebih dari satu semester, mereka mengaku bahwa mereka cukup sering melakukan penundaan aktivitas pengerjaan skripsi, seperti mengerjakan skripsi hanya saat akan bimbingan, menunda

3 mengerjakan revisi skripsi karena lebih senang bemain bersama teman, dan menghindari dosen pembimbing karena belum sempat mengerjakan skripsi sehingga hal-hal tersebut menghambat mahasiswa untuk menyelesaikan skripsi dan lulus tepat waktu. Dalam psikologi, fenomena penundaan pekerjaan yang seharusnya dilakukan dikenal dengan istilah prokrastinasi. Istilah prokrastinasi pertama kali digunakan oleh Brown &Holtzman (1976) yang menunjukan pada bentuk kecenderungan menunda-nunda penyelesaian suatu pekerjaan. Lebih jelasnya Schouwenberg (dalam Ferrari dkk., 1995) menyatakan bahwa prokrastinasi merupakan perilaku penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan tugas yang dilakukan pada jenis tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik, seperti halnya skripsi. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap tujuh orang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran yang sedang mengerjakan skripsi, lima diantara tujuh mahasiswa mengatakan bahwa salah satu penyebab mereka melakukan prokrastinasi dalam mengerjakan skripsi yaitu karena feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing pada saat mereka melakukan bimbingan. Mahasiswa menyatakan bahwa mereka sering kebingungan dan kurang memahami feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing mereka atas draft skripsi yang mereka buat. Feedback adalah memberikan respon balik kepada seseorang atas tingkah laku yang telah orang tersebut lakukan (Pearson, 1987). Pearson (1987) menyatakan bahwa untuk mendapatkan proses belajar yang optimal diperlukan feedback yang paling kuat yaitu feedback yang berasal dari respon manusia. Pada wawancara diatas dapat dilihat bahwa dalam pengerjaan skripsi, mahasiswa akan mendapatkan feedback yang berasal dari dosen pembimbing atas apa yang telah

4 mereka kerjakannya. Feedback berupa respon verbal lebih sering diberikan oleh dosen pembimbing dalam proses bimbingan skripsi atas skripsi yang telah dikerjakan oleh mahasiswa. Mahasiswa dalam mempersepsikan feedback tersebut secara bermacam-macam dan tidak jarang dipersepsikan secara negatif sehingga feedback tersebut menjadi tidak efektif dan malah membuat mahasiswa menjadi malas untuk mengerjakan skripsi ataupun melakukan revisi mengenai skripsi yang sedang mereka kerjakan sehingga menimbulkan prokrastinasi. Identifikasi Masalah Berdasarkan pemaparan latar belakang pada bagian sebelumnya, maka peneliti merumuskan permasalahan yang ingin diteliti sebagai berikut Apakah terdapat hubungan antara persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing dengan prokrastinasi dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data empirik mengenai persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing dan prokrastinasi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran yang sedang mengerjakan skripsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai hubungan antara persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing dengan prokrastinasi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran yang sedang mengerjakan skripsi.

5 Kegunaan Penelitian Kegunaan ilmiah Memberikan sumbangan informasi yang dapat memperkaya kekhasan ilmu pengetahuan di bidang psikologi, khususnya Psikologi Sosial-Komunikasi dan Psikologi Pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan menjadi data tambahan bagi penelitian selanjutnya mengenai persepsi tentang feedback dengan prokrastinasi dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa. Kegunaan Praktis Masukan untuk dunia akademis khususnya psikologi pendidikan dan psikologi sosialkomunikasi dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan persepsi tentang feedback dan prokrastinasi. Sebagai saran dan masukan informasi mengenai pentingnya persepsi tentang feedback pada mahasiswa dan prokrastinasi dalam mengerjakan skripsi, sehingga dapat dipertimbangkan penanganan yang tepat bagi mahasiswa. Kerangka Pemikiran Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran memiliki kewajiban untuk menyelesaikan skripsi yang merupakan salah satu syarat agar mahasiswa dapat lulus ujian sarjana dan mendapatkan gelar S1 secara tepat waktu. Proses pengerjaan skripsi yang dilakukan mahasiswa akan mendapatkan arahan dan bimbingan dari dosen pembimbing agar skripsi yang dikerjakan sesuai dengan tuntutan yang ada. Arahan dan bimbingan yang diberikan oleh dosen pembimbing mengenai hasil pengerjaan skripsi yang dilakukan oleh mahasiswa biasa disebut sebagai feedback.

6 Feedback adalah memberikan respon balik kepada seseorang atas tingkah laku yang telah orang tersebut lakukan (Pearson, 1987). Pearson (1987) menyatakan bahwa untuk mendapatkan proses belajar yang optimal diperlukan feedback yang paling kuat yaitu feedback yang berasal dari respon manusia, sehingga dapat dikatakan bahwa feedback yang diberikan dosen pembimbing sangatlah kuat dan penting guna kelancaran pengerjaan skripsi. Carl Rogers dalam Pearson (1987) menyatakan bahwa feedback yang diberikan pada saat terjadi komunikasi terdiri dari evaluative, interpretive, supportive, probing, dan understanding. Pada saat mahasiswa menerima feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing, mahasiswa akan mempersepsikan feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing secara berbeda-beda. Persepsi merupakan pengalaman sensoris yang disadari (Goldstein, 2002). Ketika mahasiwa mepersepsikan bahwa kelima dimensi feedback kurang mencukupi kebutuhan mereka sehingga mereka memahami proses bimbingan, mahasiswa dapat merasa kebingungan sehingga lebih memilih untuk menunda pengerjaan skripsi yang disebut sebagai prokrastinasi. Prokrastinasi merupakan perilaku penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan tugas yang dilakukan pada jenis tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik (Schouwenberg dalam Ferrari dkk., 1995).

7 Faktor yang mempengaruhi : Diri kita sendiri (defensiveness, egocentrism) Persepsi tentang orang yang memberi feedback (stereotype) Lingkungan Persepsi Mahasiswa Mengenai Feedback Feedback: Evaluative Interpretive Supportive Probing Understanding (Carl Rogers dalam Pearson, 1987) r Prokrastinasi akademik : Penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan tugas, Keterlambatan dan kelambanan dalam mengerjakan tugas Kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual dalam mengerjakan tugas Melakukan aktivitas lain yang dianggap menyenangkan (Schouwenburg dalam Ferrari dkk., 1995) Faktor yang mempengaruhi : 1. Faktor Internal : Kondisi fisik dan kesehatan individu, Kondisi psikologis individu (rendahnya control diri, locus of control eksternal, efikasi diri yang rendah, dan regulasi diri yang kurang baik). 2. Faktor eksternal: gaya pengasuhan orang tua, reward dan punishment, tugas yang terlalu banyak atau menumpuk, kondisi lingkungan. Keterangan bagan: ---- = tidak akan diukur = diukur Bagan Kerangka Pemikiran

8 TINJAUAN PUSTAKA Persepsi Goldstein (2002) menyatakan bahwa Perception is conscious sensory experience (persepsi merupakan pengalaman sensoris yang disadari). Terdapat dua kegunaan utama dari persepsi, yaitu memberikan informasi kepada manusia mengenai berbagai hal penting yang terdapat di lingkungan agar manusia dapat bertahan hidup dan untuk membantu manusia bertingkah laku dalam berhubungan dengan lingkungan (Goldstein, 2002). Persepsi merupakan suatu proses yang memiliki tahap berurutan, yaitu proses seleksi, organisasi, dan pemaknaan terhadap stimulus sensoris yang ditangkap seseorang. Lalu akan dihasilkan tingkah laku persepstual (perceptual behaviors) dalam bentuk pengenalan suatu objek (recognition) dan tingkah laku (action), sebagai keluaran yang penting dari proses perceptual ini. Feedback Feedback adalah memberikan respon balik kepada seseorang atas tingkah laku yang telah orang tersebut lakukan (Pearson, 1987). Carl Rogers dalam Pearson (1987) menyatakan bahwa feedback terdiri atas: 1. Evaluative feedback adalah respon yang berupa penilaian tentang nilai, kebaikan, atau kelayakan dari perkataan atau perbuatan yang dilakukan orang lain, baik bersifat positif dan menyenangkan ataupun negatif atau tidak menyenangkan. 2. Interpretive feedback adalah respon yang mencoba menjelaskan maksud dari perkataan komunikator dengan menginterpretasikan dan menafsirkan kembali apa yang telah komunikator katakan.

9 3. Supportive feedback adalah respon yang menunjukan indikasi bahwa komunikan menganggap apa yang disampaikan komunikator sama penting dan signifikan. 4. Probing adalah mencari lebih banyak dan rinci informasi yang komunikator katakan, biasanya dalam bentuk pertanyaan. 5. Understanding yaitu mencari pemahaman tentang keseluruhan pembicaraan yang dilakukan. Kelima dimensi feedback ini haruslah ada ketika pemberian feedback berlangsung, namun frekuensi pemberiannya tidaklah harus selalu sama dan tidak perlu berurutan (Pearson, 1987). Prokrastinasi Prokrastinasi dapat dilakukan pada semua area atau jenis pekerjaan, termasuk dalam area akademik (Ferrari, et al., 1995). Aspek-aspek Prokrastinasi akademik dalam menyelesaikan skripsi menurut Schouwenberg (dalam Ferrari dkk., 1995) meliputi: a. Penundaan baik untuk memulai maupun menyelesaikan skripsi Mahasiswa yang melakukan skripsi tahu bahwa skripsi yang dihadapinya harus segera diselesaikan dan berguna bagi dirinya, akan tetapi cenderung menunda-nunda untuk memulai mengerjakan atau menunda-nunda untuk menyelesaikan sampai tuntas apa yang telah ia kerjakan sebelumnya. b. Keterlambatan atau kelambanan dalam mengerjakan skripsi Mahasiswa yang melakukan prokrastinasi cenderung memerlukan waktu yang lebih lama daripada waktu yang dibutuhkan pada umumnya dalam mengerjakan skrips tanpa memperhitungkan keterbatasan waktu yang dimilikinya. c. Kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual

10 Mahasiswa yang melakukan prokrastinasi mempunyai kesulitan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya. d. Melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan Mahasiswa yang melakukan prokrastinasi cenderung menggunakan waktu yang dimiliki untuk melakukan aktivitas lain yang dipandang lebih menyenangkan dan mendatangkan hiburan, seperti membaca majalah, menonton televisi, mengobrol dengan teman, dll. Mahasiswa Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi (http://kbbi.web.id/mahasiswa) Skripsi Skripsi adalah suatu karya ilmiah, berupa paparan tulisan hasil penelitian yang membahas suatu masalah dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku dalam ilmu tersebut (Tb. Zulrizka Iskandar & Hendriati Agustiani, 2005). METODE PENELITIAN Rancangan penelitian menggunakan metode penelitian korelasional dengan menggunakan dua variabel, yaitu persepsi mahasiswa tentang feedback dan prokratinasi. Pengambilan data dalam penelitian ini akan menggunakan kuesioner yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan teori persepsi dari Goldstein (2002) dan feedback dari Carl Roger (Pearson, 1987) sebagai alat ukur dan alat ukur derajat prokrastinasi yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan konsep Schouwenburg (dalam Ferrari dkk., 1995). Data yang akan diperoleh dari hasil kuesioner akan dilakukan penghitungan statistika dan untuk mengetahui korelasional, reabilitas dan validitas dengan menggunakan SPSS 13 for windows.

11 Populasi dan sampel penelitian adalah Mahasiswa S1 Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran angkatan 2007, 2008, dan 2009 yang sedang mengambil mata kuliah skripsi dengan karakteristik mahasiswa S1 yang sudah mengambil mata kuliah skripsi lebih dari satu semester dan tidak mengambil lebih dari dua mata kuliah lain selain mata kuliah skripsi, sudah melakukan bimbingan skripsi minimal tiga kali dalam satu semester (enam bulan) secara tatap muka dengan dosen pembimbing dan belum mengajukan seminar usulan penelitian dan atau belum mengajukan seminar hasil. Besarnya sampel yang dipakai adalah seluruh populasi dikurangi responden penelitian pada saat try out. Penelitian dilakukan dengan cara membagikan kuesioner baik kepada sampel penelitian yang memenuhi kriteria. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2014 di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Hasil Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Hipotesis penelitian dalam penelitian ini adalah : H0 : Tidak terdapat hubungan antara persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing dengan prokrastinasi dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. H1 : Terdapat hubungan antara persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing dengan prokrastinasi dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Setelah dilakukan uji korelasi dengan menggunakan uji Pearson menggunakan spss 13 for windows diperoleh koefisien korelasi (rs) sebesar -0,039 dan jika dikaitkan dengan kategori

12 Guilford (1956), koefisien korelasi yang didapatkan yaitu sebesar -0,039 termasuk ke dalam kategori tidak ada korelasi. Lalu dilakukan uji signifikansi dan memiliki nilai p (p value) sebesar 0,745 dengan membandingkannya pada taraf kekeliruan α = 5% di uji pada dua pihak. Sesuai dengan kriteria uji tolak H0 jika nilai p < 0,05, karena 0,745> 0,05 maka H0 diterima. Berdasarkan hasil didapatkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak terdapat hubungan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing dengan prokrastinasi dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Penyebaran Kategorisasi Skor Responden Pada Variabel Persepsi Mahasiswa Tentang Feedback Dengan Variabel Prokrastinasi. Prokrastinasi Persepsi mahasiswa tentang feedback Rendah Sedang Tinggi N % N % N % Jumlah Rendah % % 2 Sedang % % % 55 Tinggi % % % 14 Jumlah Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa yang mengerjakan skripsi mempersepsikan feedback yang diberikan sedang yang berarti feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing dimaknakan mahasiswa cukup

13 menggambarkan kelima dimensi feedback walaupun tidak terlalu berdampak secara positif ataupun negatif. Selain itu dapat dilihat juga bahwa prokrastinasi yang dimiliki oleh sebagan besar mahasiswa adalah sedang yang berarti mahasiswa tidak secara konsisten melakukan penundaan dalam pengerjaan skripsi. Pembahasan Pembahasan Mengenai Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa Tentang Feedback Yang Diberikan Oleh Dosen Pembimbing Dengan Prokrastinasi Dalam Pengerjaan Skripsi Berdasarkan hasil pengujian hipotesis mengenai hubungan persepsi mahasiswa tentang feedback dan prokrastinasi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran pada tabel 4.1, didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel penelitian. Nilai korelasi yang substansial menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa tentang feedback beserta dimensi-dimensi penyusunnya tidak berhubungan secara signifikan dengan prokrastinasi beserta dimensi-dimensinya Hal ini didukung pula dengan nilai koefisien determinasi relatif kecil, yang berarti bahwa prokrastinasi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran tidak dipengaruhi oleh persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing. Sebagian besar mahasiswa masuk kedalam kategori sedang untuk mempersepsikan feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing. Hasil persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing menunjukkan bahwa kelima dimensi yang membentuk persepsi mahasiswa tentang feedback ini dimaknakan oleh mahasiswa diberikan secara cukup, artinya kelima dimensi hadir secara cukup sesuai dengan kebutuhan mahasiswa akan feedback

14 yang diberikan oleh dosen pembimbing namun tidak sampai kesemua dimensi tidak hadir dalam proses pemberian feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing skripsi. Persepsi mahasiwa tentang feedback yang sedang ini tidak mengarahkan mahasiswa pada prokrastinasi yang dialami. Asumsi peneliti yang menyatakan bahwa semakin mahasiswa mempersepsikan feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing rendah maka tingkat prokrastinasi yang dialami oleh mahasiswa akan semakin tinggi pula, dan begitu pula sebaliknya, hanya terlihat pada 3 responden penelitian. Hal ini dikarenakan banyak fakor lain dari kedua variabel yang dapat mempengaruhi persepsi mahasiswa tentang feedback dan prokrastinasi dan tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti stereotype mahasiswa terhadap dosen pembimbingnya, revisi dari dosen pembimbing skripsi yang terlalu banyak sehingga mahasiswa kebingungan dalam memilih mana revisi yang harus dikerjakan terlebih dahulu, tingkat pengawasan yang rendah dari orang tua, dsb (Burka & Yuen, 1983). KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing dengan prokrastinasi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran yang sedang mengerjakan skripsi tidak memiliki hubungan yang signifikan. 2. Berdasarkan pemaparan data yang diperoleh, peneliti menemukan bahwa prokrastinasi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi lebih dari dua semester berada pada kategori sedang, begitu pula dengan persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan

15 oleh dosen pembimbing berada pada kategori sedang. Walaupun kedua variabel samasama berada pada kategorisasi sedang, tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan diantara keduanya. Saran 1. Untuk membuat mahasiswa mempersepsikan feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing sangat memadai, diharapkan para dosen pembimbing dapat lebih melakukan diskusi selama bimbingan berlangsung dan lebih memastikan apakah proses bimbingan yang dilakukan dapat dipahami oleh mahasiswa. 2. Untuk menurunkan prokrastinasi mahasiswa dalam pengerjaan skripsi, diharapkan para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi lebih mendapatkan pengawasan dan dorongan (motivasi) dari lingkungan sekitarnya seperti teman-teman, dosen pembimbing, dan orang tua mahasiswa. 1. Penelitian selanjutnya lebih baik menyertakan depth interview dalam pengambilan data. 2. Melakukan penelitian lanjutan untuk meneliti faktor lain yang berkaitan dengan persepsi mahasiswa tentang feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing dengan prokrastinasi, misalnya mengenai stereotype yang dimiliki mahasiswa terhadap dosen pembimbing mereka, self defense, perasaan bahwa tugas yang diberikan menumpuk, dll. DAFTAR PUSTAKA Anastasi, A. & Urbina, S Psychological Testing (second impressions). Pearson, NJ: Prentice-Hall

16 Burka, J.B. & Yuen, L.M Procrastination: Why you do it and what to do about it. Reading, PA: Addison-Wesley. Christensen, Larry B Experimental Methodology 9 th edition. Boston: Allyn & Bacon Ferrari, Joseph R, et al Procrastination and Task Avoidance: Theory, Research Treatment. New York: Plenum Press Gamble, T.K.; Gamble, M Communication Worlds 10 th Edition. New York: McGraw Hill Companies, Inc Goldstein, E. Bruce Sensation and Perception. Pacific Grove: Wadsworth (dalam e-book) Hurn, C. J The Limits and Possibilities of Schooling 3 rd edition. Boston: Ally & Bacon Iskandar, Tb. Zulrizka; Hendriati Agustiani Buku Mutu Mata Kuliah Skripsi. Jatinangor : Tidak Dipublikasikan. Kerlinger, Fred N Asas-asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Kidder, L. H., and Judd Research Method in Social Relation 5 th edition. Tokyo : CBS college Koentjaraningrat Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama London, Manuel Job Feedback: Giving, Seeking, and Using Feedback For Performance Improvement 2th edition. New Jersey : Lawrance Erlbaum Associates, Publisher. (dalam e-book) Pearson, Judy C Interpersonal Communication. USA: Wm, C. Brown Publisher Riduwan Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alpabeta Santrock, John W Adolescence. Boston: McGraw Hill Companies, Inc

17 INTERNET (diakses tanggal 30 Juni 2013) Rothblum, Esther D.; Solomon, Laura J Academic Procrastination: Frequency and Cognitive-Behavioral Correaltes, Journal of Counseling Psychology (diakses tanggal 4 Agustus 2014)

HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN PROKRASTINASI DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN

HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN PROKRASTINASI DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN PROKRASTINASI DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN Karya Ilmiah Aktaria Linanda (190110090026) Fakultas Psikologi

Lebih terperinci

HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG

HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG Nindya Prameswari Dewi dan Y. Sudiantara Fakultas Psikologi

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING FIP UNJ

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING FIP UNJ Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan... HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING FIP

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMA NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMA NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMA NASKAH PUBLIKASI Diajukan kepada Fakultas Psikologi Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana ( S1 ) Psikologi Disusun

Lebih terperinci

HUBUNGAN PERSEPSI KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN KONFORMITAS DALAM KENAKALAN REMAJA PADA SISWA SMP TERBUKA FIRDAUS

HUBUNGAN PERSEPSI KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN KONFORMITAS DALAM KENAKALAN REMAJA PADA SISWA SMP TERBUKA FIRDAUS HUBUNGAN PERSEPSI KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN KONFORMITAS DALAM KENAKALAN REMAJA PADA SISWA SMP TERBUKA FIRDAUS ANGGI SEPTIA NIZARWAN ABSTRAK Masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak menuju

Lebih terperinci

Kata Kunci : Emotional Intelligence, remaja, berpacaran

Kata Kunci : Emotional Intelligence, remaja, berpacaran Studi Deskriptif Mengenai Emotional Intelligence Pada Siswa dan Siswi SMA Negeri X yang Berpacaran Muhamad Chandika Andintyas Dibimbing oleh : Esti Wungu S.Psi., M.Ed ABSTRAK Emotional Intelligence adalah

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DANGAN PROKRASTINASI MENYELESAIKAN TUGAS PADA ASISTEN MATA KULIAH PRAKTIKUM NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DANGAN PROKRASTINASI MENYELESAIKAN TUGAS PADA ASISTEN MATA KULIAH PRAKTIKUM NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DANGAN PROKRASTINASI MENYELESAIKAN TUGAS PADA ASISTEN MATA KULIAH PRAKTIKUM NASKAH PUBLIKASI Diajukan Oleh: Evita Tri Purnamasari F 100 100 145 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi ini, setiap orang dituntut untuk memiliki keahlian

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi ini, setiap orang dituntut untuk memiliki keahlian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi ini, setiap orang dituntut untuk memiliki keahlian dalam bidang tertentu. Semakin tinggi penguasaan seseorang terhadap suatu bidang, semakin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang mengutamakan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang mengutamakan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang mengutamakan pembangunan di berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, ekonomi, teknologi dan budaya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman sekarang, pendidikan merupakan salah satu sarana utama dalam

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman sekarang, pendidikan merupakan salah satu sarana utama dalam 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman sekarang, pendidikan merupakan salah satu sarana utama dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh manusia. Pendidikan bisa berupa pendidikan

Lebih terperinci

BAB III METODELOGIPENELITIAN. Setelah menguraikan teori-teori yang digunakan pada penelitian ini, selanjutnya peneliti

BAB III METODELOGIPENELITIAN. Setelah menguraikan teori-teori yang digunakan pada penelitian ini, selanjutnya peneliti BAB III METODELOGIPENELITIAN Setelah menguraikan teori-teori yang digunakan pada penelitian ini, selanjutnya peneliti akan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan metode penelitian. Pada bab ini, akan

Lebih terperinci

Hubungan Self Efficacy dengan Procrastination pada Pegawai Departemen Pemesinan PT. PINDAD (Persero)

Hubungan Self Efficacy dengan Procrastination pada Pegawai Departemen Pemesinan PT. PINDAD (Persero) Prosiding Psikologi ISSN: 2460-6448 Hubungan Self Efficacy dengan Procrastination pada Pegawai Departemen Pemesinan PT. PINDAD (Persero) 1 Indra Irawan, 2 Ali Mubarak 1 Fakultas Psikologi,Universitas Islam

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP 137 JAKARTA

HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP 137 JAKARTA Hubungan Antara Prokrastinasi Akademik Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP 137 Jakarta HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP 137 JAKARTA Andini Megiantara

Lebih terperinci

PERAN EMOSI NEGATIF TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI PADA SUATU PERGURUAN TINGGI DI JAWA BARAT ANDI HILDA ADANI

PERAN EMOSI NEGATIF TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI PADA SUATU PERGURUAN TINGGI DI JAWA BARAT ANDI HILDA ADANI PERAN EMOSI NEGATIF TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI PADA SUATU PERGURUAN TINGGI DI JAWA BARAT ANDI HILDA ADANI SURYA CAHYADI Skripsi adalah tugas akhir mahasiswa yang

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI DI LINGKUNGAN KAMPUS PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI DI LINGKUNGAN KAMPUS PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI DI LINGKUNGAN KAMPUS PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN EXA ALIFA BUDIYANTO ABSTRAK Ketika mahasiswa memasuki perguruan tinggi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. segala bidang dan karenanya kita dituntut untuk terus memanjukan diri agar bisa

BAB I PENDAHULUAN. segala bidang dan karenanya kita dituntut untuk terus memanjukan diri agar bisa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan dan merupakan kunci utama untuk mencapai kemajuan suatu bangsa. Pendidikan dapat memotivasi terciptanya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Masa kini semakin banyak orang menyadari arti pentingnya pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. Masa kini semakin banyak orang menyadari arti pentingnya pendidikan. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masa kini semakin banyak orang menyadari arti pentingnya pendidikan. Orang rela membayar mahal untuk dapat mengecap pendidikan di perguruan tinggi. Salah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dunia pendidikan. Perguruan Tinggi sebagai salah satu jenjang pendidikan di

BAB I PENDAHULUAN. dunia pendidikan. Perguruan Tinggi sebagai salah satu jenjang pendidikan di BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia tidak terlepas dari dunia pendidikan. Perguruan Tinggi sebagai salah satu jenjang pendidikan di Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. informal (seperti pendidikan keluarga dan lingkungan) dan yang terakhir adalah

BAB I PENDAHULUAN. informal (seperti pendidikan keluarga dan lingkungan) dan yang terakhir adalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Di Indonesia, pendidikan terbagi menjadi tiga jenis, yang pertama adalah pendidikan non formal (seperti kursus dan les), yang kedua adalah pendidikan informal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dunia kerja nantinya. Perguruan Tinggi adalah salah satu jenjang pendidikan setelah

BAB I PENDAHULUAN. dunia kerja nantinya. Perguruan Tinggi adalah salah satu jenjang pendidikan setelah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, serta seni menciptakan persaingan yang cukup ketat dalam dunia pendidikan

Lebih terperinci

PROKRASTINASI AKADEMIK DITINJAU DARI EFIKASI DIRI AKADEMIK DAN LAMA STUDI PADA MAHASISWA JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

PROKRASTINASI AKADEMIK DITINJAU DARI EFIKASI DIRI AKADEMIK DAN LAMA STUDI PADA MAHASISWA JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO PROKRASTINASI AKADEMIK DITINJAU DARI EFIKASI DIRI AKADEMIK DAN LAMA STUDI PADA MAHASISWA JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Adelia Dyah Pratiwi, Dian Ratna Sawitri Fakultas Psikologi,

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGGUNAAN STRATEGI SELF- REGULATED LEARNING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS VIII SMP N 1 TAMBUN SELATAN

HUBUNGAN PENGGUNAAN STRATEGI SELF- REGULATED LEARNING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS VIII SMP N 1 TAMBUN SELATAN Hubungan Penggunaan Strategi Self-regulated Learning Dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VIII... 71 HUBUNGAN PENGGUNAAN STRATEGI SELF- REGULATED LEARNING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA CORRELATION BETWEEN SELF-EFFICACY AND ACADEMIC PROCRASTINATION ON

Lebih terperinci

2014 GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PROKRASTINASI AKAD EMIK D ALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI PAD A MAHASISWA PSIKOLOGI UPI

2014 GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PROKRASTINASI AKAD EMIK D ALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI PAD A MAHASISWA PSIKOLOGI UPI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mahasiswa dalam Peraturan Pemerintah RI No. 30 tahun 1990 adalah: Peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Mahasiswa akhir program S1 harus

Lebih terperinci

GAMBARAN INTENSI MELAKUKAN OBSESSIVE CORBUZIER S DIET (OCD) PADA MAHASISWA

GAMBARAN INTENSI MELAKUKAN OBSESSIVE CORBUZIER S DIET (OCD) PADA MAHASISWA GAMBARAN INTENSI MELAKUKAN OBSESSIVE CORBUZIER S DIET (OCD) PADA MAHASISWA Studi Deskriptif Mengenai Intensi untuk Melakukan Diet OCD Pada Mahasiswa Universitas Padjadjaran dilihat dari Attitude Toward

Lebih terperinci

1. Pendahuluan.

1. Pendahuluan. Prosiding SNaPP2015 Kesehatan pissn 2477-2364 eissn 2477-2356 STUDI KORELATIONAL ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK DALAM PEMENUHAN MATA KULIAH PRAKTIKUM (STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. siswa. Menurut Sarwono (1978) mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. siswa. Menurut Sarwono (1978) mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa terdiri dari dua kata yaitu maha yang berarti besar dan siswa yang berarti orang yang sedang melakukan pembelajaran, jadi mahasiswa merupakan seseorang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa adalah murid pada pendidikan tinggi dan memulai jenjang. kedewasaan (Daldiyono, 2009). Mahasiswa digolongkan pada tahap

BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa adalah murid pada pendidikan tinggi dan memulai jenjang. kedewasaan (Daldiyono, 2009). Mahasiswa digolongkan pada tahap BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mahasiswa adalah murid pada pendidikan tinggi dan memulai jenjang kedewasaan (Daldiyono, 2009). Mahasiswa digolongkan pada tahap perkembangan remaja akhir (18-20 tahun)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Oleh sebab itu, sekarang ini

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Oleh sebab itu, sekarang ini BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana yang sangat membantu dalam meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Oleh sebab itu, sekarang ini pemerintah berupaya meningkatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan elemen penting bagi kehidupan. Menurut. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pasal (1) ayat 1,

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan elemen penting bagi kehidupan. Menurut. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pasal (1) ayat 1, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan elemen penting bagi kehidupan. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pasal (1) ayat 1, pendidikan adalah usaha sadar

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PROKRASTINASI DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MURIA KUDUS

HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PROKRASTINASI DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MURIA KUDUS HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PROKRASTINASI DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MURIA KUDUS Aliya Noor Aini Iranita Hervi Mahardayani 1 2 Abstract This study aims to examine the

Lebih terperinci

ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara locus of control dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang menempuh Usulan Penelitian di Fakultas Psikologi Universitas X Bandung.

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MENUNDA TUGAS AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN FT UNP

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MENUNDA TUGAS AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN FT UNP CIVED ISSN 2302-3341 Vol. 3, Nomor 3, September 2015 677 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MENUNDA TUGAS AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN FT UNP Andika *, Fahmi Rizal

Lebih terperinci

PERPUSTAKAAN DAN UPAYA MENGURANGI ACADEMIC DYSFUNGSIONAL PROCRASTINATE

PERPUSTAKAAN DAN UPAYA MENGURANGI ACADEMIC DYSFUNGSIONAL PROCRASTINATE PERPUSTAKAAN DAN UPAYA MENGURANGI ACADEMIC DYSFUNGSIONAL PROCRASTINATE Ika Febrian Kristiana Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto, Tembalang, Semarang Ika.f.kristiana@gmail.com

Lebih terperinci

1.1 Latar Belakang. Hubungan Antara..., Bagus, Fakultas Psikologi 2016

1.1 Latar Belakang. Hubungan Antara..., Bagus, Fakultas Psikologi 2016 BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan keaslian penelitian 1.1 Latar Belakang Memasuki era perkembangan

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI Disusun Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai

Lebih terperinci

kata kunci : kemandirian, penyesuaian diri, social adjustment, mahasiswa

kata kunci : kemandirian, penyesuaian diri, social adjustment, mahasiswa HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DENGAN PENYESUAIAN DIRI DALAM LINGKUNGAN KAMPUS PADA MAHASISWA AMANDA RIZKI NUR Dosen Pembimbing : Drs. Aris Budi Utomo, M.Si ABSTRAK Mahasiswa tentunya memiliki tugas perkembangan

Lebih terperinci

Hubungan Antara Self-Efficacy Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Agama Islam Di Universitas Islam 45 Bekasi

Hubungan Antara Self-Efficacy Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Agama Islam Di Universitas Islam 45 Bekasi Prosiding Psikologi ISSN: 2460-6448 Hubungan Antara Self-Efficacy Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Agama Islam Di Universitas Islam 45 Bekasi 1) Jimmi Putra, 2) Lilim Halimah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. serta teknik pengujian instrumen. Terakhir akan dibahas mengenai prosedur

BAB III METODE PENELITIAN. serta teknik pengujian instrumen. Terakhir akan dibahas mengenai prosedur BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan pembahasan mengenai desain penelitian, variabel penelitian dan subyek penelitian. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai metode pengumpulan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menjalani jenjang pendidikan di universitas atau sekolah tinggi (KBBI, 1991). Dalam

BAB I PENDAHULUAN. menjalani jenjang pendidikan di universitas atau sekolah tinggi (KBBI, 1991). Dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Mahasiswa adalah label yang diberikan kepada seseorang yang sedang menjalani jenjang pendidikan di universitas atau sekolah tinggi (KBBI, 1991). Dalam peraturan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa merupakan masa yang memasuki masa dewasa, pada masa tersebut

BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa merupakan masa yang memasuki masa dewasa, pada masa tersebut 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa merupakan peserta didik yang terdaftar dan sedang menempuh proses pendidikan di Perguruan Tinggi. Pada umumnya mahasiswa berusia antara 18-24 tahun

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. pendidikan menengah. Tujuan pendidikan perguruan tinggi ialah untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. pendidikan menengah. Tujuan pendidikan perguruan tinggi ialah untuk BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perguruan tinggi adalah jenjang pendidikan yang merupakan lanjutan dari pendidikan menengah. Tujuan pendidikan perguruan tinggi ialah untuk mempersiapkan peserta

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. oleh kedua orang tuanya untuk mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan di

BAB 1 PENDAHULUAN. oleh kedua orang tuanya untuk mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan di BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Siswa atau peserta didik adalah mereka yang secara khusus diserahkan oleh kedua orang tuanya untuk mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah, dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tuntutlah ilmu setinggi bintang di langit, merupakan semboyan yang

BAB I PENDAHULUAN. Tuntutlah ilmu setinggi bintang di langit, merupakan semboyan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Masalah Tuntutlah ilmu setinggi bintang di langit, merupakan semboyan yang sering didengungkan oleh para pendidik. Hal ini menekankan pentingnya pendidikan bagi setiap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dan siswa sering melakukan prokrastinasi tugas-tugas akademik. Burka dan Yuen

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dan siswa sering melakukan prokrastinasi tugas-tugas akademik. Burka dan Yuen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Prokrastinasi merupakan salah satu masalah dalam lingkungan akademis dan siswa sering melakukan prokrastinasi tugas-tugas akademik. Burka dan Yuen (dalam Dahlan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diharapkan Indonesia bisa lebih tumbuh dan berkembang dengan baik disegala

BAB I PENDAHULUAN. diharapkan Indonesia bisa lebih tumbuh dan berkembang dengan baik disegala BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Periode saat ini merupakan zaman modern, Negara Indonesia dituntut untuk mampu menjadi sebuah negara yang hebat dan mampu bersaing di era globalisasi dan diharapkan

Lebih terperinci

sendiri seperti mengikuti adanya sebuah kursus suatu lembaga atau kegiatan

sendiri seperti mengikuti adanya sebuah kursus suatu lembaga atau kegiatan BAB I PENDAHULUAN Pendidikan adalah salah satu cara yang digunakan agar sesorang mendapatkan berbagai macam ilmu. Pendidikan dapat diperoleh secara formal maupun informal. Pendidikan secara formal seperti

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kemampuan untuk membagi waktunya dengan baik dalam menyelesaikan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kemampuan untuk membagi waktunya dengan baik dalam menyelesaikan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa sebagai subyek menuntut ilmu di perguruan tinggi tidakakan terlepas dari keaktivan belajar dan mengerjakan tugas. Salah satu kriteria yang menunjukkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. di perguruan tinggi dengan jurusan tertentu. Mahasiswa diharapkan

BAB 1 PENDAHULUAN. di perguruan tinggi dengan jurusan tertentu. Mahasiswa diharapkan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mahasiswa merupakan sekelompok individu yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi dengan jurusan tertentu. Mahasiswa diharapkan mendapatkan pelajaran dan pengalaman

Lebih terperinci

STUDI MENGENAI GAMBARAN HARDINESS PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN

STUDI MENGENAI GAMBARAN HARDINESS PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN STUDI MENGENAI GAMBARAN HARDINESS PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN AININ RAHMANAWATI ABSTRAK Mahasiswa, sebagai anggota dari pendidikan tinggi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dan dapat bertanggung jawab di dunia sosial. Mengikuti organisasi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dan dapat bertanggung jawab di dunia sosial. Mengikuti organisasi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang memberikan pengetahuan akademik bagi mahasiswanya. Mahasiswa tidak hanya dituntut secara akademik, tetapi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. memadai, untuk lembaga pendidikan terdiri dari SMP, SMA, DINIYYAH, dan di

BAB 1 PENDAHULUAN. memadai, untuk lembaga pendidikan terdiri dari SMP, SMA, DINIYYAH, dan di BAB 1 PENDAHULUAN Pondok modern Al-Rifaie terletak di Desa Ketawang no 1 tepatnya di daerah Gondanglegi Kabupaten Malang, di dalamnya dihuni sekitar 800 santri dari berbagai daerah. Di dalamnya terdiri

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA MA AL-HIDAYAH WAJAK MALANG ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA MA AL-HIDAYAH WAJAK MALANG ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA MA AL-HIDAYAH WAJAK MALANG Ilham Nuruddin Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang ABSTRAK Kebiasaan menunda adalah sebuah kebiasaan

Lebih terperinci

Hubungan antara Gaya Regulasi Motivasi dengan Psychological Well Being pada Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Ilmu Budaya Unpad Novita Purnamasari

Hubungan antara Gaya Regulasi Motivasi dengan Psychological Well Being pada Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Ilmu Budaya Unpad Novita Purnamasari Hubungan antara Gaya Regulasi Motivasi dengan Psychological Well Being pada Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Ilmu Budaya Unpad Novita Purnamasari Dibimbing Oleh : Dr.Ahmad Gimmy Prathama Siswandi, M.Si ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Dasar (SD). Di

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Dasar (SD). Di BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah jenjang pendidikan pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Dasar (SD). Di Indonesia, SMP berlaku sebagai

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN. Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis sebagaimana yang telah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN. Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis sebagaimana yang telah 106 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis sebagaimana yang telah disajikan pada bab 4, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Ada hubungan negatif sangat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karena pada dasarnya belajar merupakan bagian dari pendidikan. Selain itu

BAB I PENDAHULUAN. karena pada dasarnya belajar merupakan bagian dari pendidikan. Selain itu 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan aktivitas yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Pendidikan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari istilah belajar karena pada dasarnya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian korelasional merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian korelasional merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui 31 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan teknik korelasional. Penelitian korelasional merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA INTENSI BERMEDIA SOSIAL DENGAN PROKRASTINASI SKRIPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

HUBUNGAN ANTARA INTENSI BERMEDIA SOSIAL DENGAN PROKRASTINASI SKRIPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG HUBUNGAN ANTARA INTENSI BERMEDIA SOSIAL DENGAN PROKRASTINASI SKRIPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Riyandita Destiana, Ika Febrian Kristiana Fakultas Psikologi, Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu syarat tercapainya Sumber Daya

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu syarat tercapainya Sumber Daya BAB I PENDAHULUAN 1. 1. LATAR BELAKANG MASALAH Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara. Maju tidaknya suatu negara dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Pendidikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia

Lebih terperinci

NEVER BE AFRAID HUBUNGAN ANTARA FEAR OF FAILURE

NEVER BE AFRAID HUBUNGAN ANTARA FEAR OF FAILURE NEVER BE AFRAID HUBUNGAN ANTARA FEAR OF FAILURE DAN PROKRASTINASI AKADEMIK Ivan Sebastian Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya Sebastian.ivan28@gmail.com ABSTRAK Prokrastinasi merupakan kecenderungan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Fakultas Psikologi merupakan salah satu Fakultas yang berada di

BAB I PENDAHULUAN. Fakultas Psikologi merupakan salah satu Fakultas yang berada di BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Fakultas Psikologi merupakan salah satu Fakultas yang berada di Universitas X Bandung didirikan berdasarkan pertimbangan praktis, yakni melengkapi syarat untuk

Lebih terperinci

HUBUNGAN ACHIEVEMENT EMOTIONS DAN SELF-REGULATION MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI LIDYA KEMALA SARI PANJAITAN SURYA CAHYADI

HUBUNGAN ACHIEVEMENT EMOTIONS DAN SELF-REGULATION MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI LIDYA KEMALA SARI PANJAITAN SURYA CAHYADI HUBUNGAN ACHIEVEMENT EMOTIONS DAN SELF-REGULATION MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI LIDYA KEMALA SARI PANJAITAN SURYA CAHYADI ABSTRAK Pengerjaan skripsi adalah hal yang harus dilalui mahasiswa sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang membedakan dengan makhluk lainnya. Kelebihan yang dimiliki manusia

BAB I PENDAHULUAN. yang membedakan dengan makhluk lainnya. Kelebihan yang dimiliki manusia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk Tuhan yang diberi berbagai kelebihan yang membedakan dengan makhluk lainnya. Kelebihan yang dimiliki manusia adalah akal pikiran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. non-formal dan informal. Setiap jenis pendidikan tersebut memiliki tujuan yang

BAB I PENDAHULUAN. non-formal dan informal. Setiap jenis pendidikan tersebut memiliki tujuan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu sarana utama dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh manusia. Pendidikan dapat berupa pendidikan formal, non-formal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Siti Solihah, 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Siti Solihah, 2015 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu fenomena yang kerap terjadi di kalangan mahasiswa adalah prokrastinasi akademik. Menurut Lay (LaForge, 2005) prokrastinasi berarti menunda dalam

Lebih terperinci

Abstrak. iii. Universitas Kristen Maranatha

Abstrak. iii. Universitas Kristen Maranatha Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif mengenai derajat prokrastinasi akademik pada siswa kelas 8 SMP X Bandung. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik survei. Tujuan dari

Lebih terperinci

STUDI DESKRIPTIF MENGENAI MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMK ISLAMIYAH DARUSSALAM BABAKAN KABUPATEN CIREBON SUNENGSIH ABSTRAK

STUDI DESKRIPTIF MENGENAI MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMK ISLAMIYAH DARUSSALAM BABAKAN KABUPATEN CIREBON SUNENGSIH ABSTRAK STUDI DESKRIPTIF MENGENAI MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMK ISLAMIYAH DARUSSALAM BABAKAN KABUPATEN CIREBON SUNENGSIH ABSTRAK SUNENGSIH. Studi Deskriptif Mengenai Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu merupakan

BAB III METODE PENELITIAN. pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu merupakan BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian dalam suatu penelitian ilmiah digunakan sebagai pedoman bagi peneliti untuk melakukan penelitian. Jenis penelitian pada penelitian

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA. Wheny Ervita Sari Fakultas Psikologi Universitas Semarang ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA. Wheny Ervita Sari Fakultas Psikologi Universitas Semarang ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Wheny Ervita Sari Fakultas Psikologi Universitas Semarang ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan Tinggi merupakan salah satu jenjang yang penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan Tinggi merupakan salah satu jenjang yang penting dalam BAB I PENDAHULUAN 1. 1. LATAR BELAKANG MASALAH Perguruan Tinggi merupakan salah satu jenjang yang penting dalam pendidikan. Perguruan Tinggi diadakan dengan tujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Mahasiswa merupakan suatu tahapan pendidikan formal yang menuntut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Mahasiswa merupakan suatu tahapan pendidikan formal yang menuntut BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa merupakan suatu tahapan pendidikan formal yang menuntut manusia untuk bisa bertindak dan menghasilkan karya. Mahasiswa sebagai anggota dari suatu lembaga

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pada bab ini peneliti akan memaparkan tentang metode penelitian yang

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pada bab ini peneliti akan memaparkan tentang metode penelitian yang BAB 3 METODE PENELITIAN Pada bab ini peneliti akan memaparkan tentang metode penelitian yang digunakan. Akan dipaparkan secara singkat variabel penelitian, definisi operasional dari variabel, karakterisitik

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Abstrak... i. Kata Pengantar... ii. Daftar Isi... vii. Daftar Bagan... x. Daftar Tabel... xi. Daftar Lampiran... xiii

DAFTAR ISI. Abstrak... i. Kata Pengantar... ii. Daftar Isi... vii. Daftar Bagan... x. Daftar Tabel... xi. Daftar Lampiran... xiii ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran derajat prokrastinasi akademik pada mahasiswa pencinta alam di Universitas X Bandung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bidang akademik, dimana hasil akhir pendidikan dapat mempengaruhi masa depan seseorang

BAB I PENDAHULUAN. bidang akademik, dimana hasil akhir pendidikan dapat mempengaruhi masa depan seseorang BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Salah satu aspek yang penting dalam kehidupan adalah kesuksesan atau kegagalan di bidang akademik, dimana hasil akhir pendidikan dapat mempengaruhi masa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada setiap individu tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau statusnya sebagai

BAB I PENDAHULUAN. pada setiap individu tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau statusnya sebagai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Memasuki era globalisasi sekarang ini, manusia dituntut untuk dapat menggunakan waktu dengan efektif sehingga efisiensi waktu menjadi sangat penting, namun sampai sekarang

Lebih terperinci

Prosiding SNaPP2012: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN

Prosiding SNaPP2012: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN Prosiding SNaPP2012: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 2089-3590 GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB PROKRASTINASI PADA MAHASISWA PROKRASTINATOR YANG MENGONTRAK SKRIPSI 1 Siti Qadariah, 2 Sukarti Hilmi Manan, 3

Lebih terperinci

Key Word : academic procrastination, competing motivation, Senior High School Student, Credit Semester System. *penulis penanggung jawab

Key Word : academic procrastination, competing motivation, Senior High School Student, Credit Semester System. *penulis penanggung jawab HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERKOMPETISI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMA NEGERI 1 SALATIGA (Studi Korelasi pada Sekolah denga Sistem Kredit Semester) Ferry Afriyan Komara, Imam Setyawan* Fakultas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. oleh dinamika-dinamika untuk mengakarkan diri dalam menghadapi

BAB I PENDAHULUAN. oleh dinamika-dinamika untuk mengakarkan diri dalam menghadapi BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak, masa yang dikuasai oleh dinamika-dinamika untuk mengakarkan diri dalam menghadapi kehidupan, dimana masa untuk menentukan

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN ANTARA KESABARAN DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI

NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN ANTARA KESABARAN DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN ANTARA KESABARAN DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI Oleh: WIWIT ATININGSIH QUROTUL UYUN FAKULTAS PSIKOLOGI DAN ILMU SOSIAL BUDAYA UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Pengertian Prokrastinasi Akademik.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Pengertian Prokrastinasi Akademik. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Prokrastinasi Akademik 1. Pengertian Prokrastinasi Akademik. Secara etimologis atau menurut asal katanya, istilah prokrastinasi berasal dari bahasa latin yaitu pro atau forward

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Kata prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dengan awalan

BAB II LANDASAN TEORI. Kata prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dengan awalan BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Prokrastinasi Akademik 2.1.1 Pengertian prokrastinasi Kata prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dengan awalan pro yang berarti mendorong maju atau bergerak

Lebih terperinci

PERSEPSI TENTANG LINGKUNGAN APARTEMEN DI KOTA BANDUNG SEBAGAI TEMPAT TINGGAL TETAP PADA MAHASISWA PERANTAU FITRIYANTI

PERSEPSI TENTANG LINGKUNGAN APARTEMEN DI KOTA BANDUNG SEBAGAI TEMPAT TINGGAL TETAP PADA MAHASISWA PERANTAU FITRIYANTI PERSEPSI TENTANG LINGKUNGAN APARTEMEN DI KOTA BANDUNG SEBAGAI TEMPAT TINGGAL TETAP PADA MAHASISWA PERANTAU FITRIYANTI Dibimbing oleh: Prof. Dr. Tb. Zulrizka Iskandar, S.Psi., M.Sc. ABSTRAK Keterbatasan

Lebih terperinci

Rancangan Intervensi Berbasis Cognitive-Behavioral Therapy untuk Menanggulangi Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Unisba

Rancangan Intervensi Berbasis Cognitive-Behavioral Therapy untuk Menanggulangi Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Unisba Prosiding SNaPP2011: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 2089-3590 Rancangan Intervensi Berbasis Cognitive-Behavioral Therapy untuk Menanggulangi Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Fakultas Psikologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. hari esok untuk menyelesaikannya. Menunda seakan sudah menjadi kebiasaan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. hari esok untuk menyelesaikannya. Menunda seakan sudah menjadi kebiasaan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap individu mempunyai cara yang berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan mereka. Ada yang menginginkan pekerjaan agar cepat selesai, ada pula yang menunda dalam menyelesaikan

Lebih terperinci

PENGARUH KONTROL DIRI DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK

PENGARUH KONTROL DIRI DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PENGARUH KONTROL DIRI DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK Anastasia Sri Maryatmi Sondang Maria J Silaen Fakultas Psikologi, Universitas Persada Indonesia YAI anasaocie@yahoo.com.au Abstrak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. waktu yang dimiliki. Artinya, seseorang menyelesaikan pekerjaan di bawah waktu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. waktu yang dimiliki. Artinya, seseorang menyelesaikan pekerjaan di bawah waktu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu permasalahan yang dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan studi adalah pengelolaan waktu atau disiplin waktu. Mengelola waktu berarti mengarah pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menyelesaikan Tugas Akhir (TA) atau skripsi, skripsi merupakaan karya ilmiah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menyelesaikan Tugas Akhir (TA) atau skripsi, skripsi merupakaan karya ilmiah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa Strata 1 (S1) memiliki tujuan diakhir masa studinya untuk menyelesaikan Tugas Akhir (TA) atau skripsi, skripsi merupakaan karya ilmiah yang berupa

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA TIPE POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PERILAKU REMAJA AKHIR. Dr. Poeti Joefiani, M.Si

HUBUNGAN ANTARA TIPE POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PERILAKU REMAJA AKHIR. Dr. Poeti Joefiani, M.Si HUBUNGAN ANTARA TIPE POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PERILAKU REMAJA AKHIR DYAH NURUL HAPSARI Dr. Poeti Joefiani, M.Si Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Pada dasarnya setiap individu memerlukan

Lebih terperinci

BAB I PENGANTAR. A. Latar Belakang Masalah. Pada awal abad ke-21 ini, telah memasuki suatu rentangan waktu yang

BAB I PENGANTAR. A. Latar Belakang Masalah. Pada awal abad ke-21 ini, telah memasuki suatu rentangan waktu yang BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Masalah Pada awal abad ke-21 ini, telah memasuki suatu rentangan waktu yang sangat menentukan, dengan ditandai perubahan-perubahan besar yang belum pernah terjadi sepanjang

Lebih terperinci

RANCANGAN KONSELING UNTUK MENDORONG MUNCULNYA EMOSI POSITIF DAN MENEKAN MUNCULNYA EMOSI NEGATIF PADA MAHASISWA YANG MENGERJAKAN SKRIPSI

RANCANGAN KONSELING UNTUK MENDORONG MUNCULNYA EMOSI POSITIF DAN MENEKAN MUNCULNYA EMOSI NEGATIF PADA MAHASISWA YANG MENGERJAKAN SKRIPSI RANCANGAN KONSELING UNTUK MENDORONG MUNCULNYA EMOSI POSITIF DAN MENEKAN MUNCULNYA EMOSI NEGATIF PADA MAHASISWA YANG MENGERJAKAN SKRIPSI Leni Syariyenti, S,Psi., Dr. Surya Cahyadi, Dra. Rasni Adha Yuanita,

Lebih terperinci

SELF-REGULATED LEARNING DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 PURWOKERTO

SELF-REGULATED LEARNING DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 PURWOKERTO SELF-REGULATED LEARNING DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 PURWOKERTO Windriya Sri Santika, Dian Ratna Sawitri Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perguruan tinggi merupakan jenjang pendidikan selanjutnya yang ditempuh oleh individu setelah lulus SMA. Individu yang melanjutkan pada jenjang perguruan tinggi akan

Lebih terperinci

HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK

HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK JURNAL HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KARANGREJO TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 THE RELATION INTENSITY OF FACEBOOK

Lebih terperinci

Kata kunci : Iklim, Iklim Organisasi, Litwin & Stringer

Kata kunci : Iklim, Iklim Organisasi, Litwin & Stringer ABSTRAK CHIKA ANINDYAH HIDAYAT. Gambaran Mengenai Iklim Organisasi pada Pegawai Biro Umum Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional. Iklim Organisasi merupakan sesuatu yang dihayati sebagai pengaruh subjektif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menggunakan waktu dengan efektif sehingga efisiensi waktu menjadi sangat penting

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menggunakan waktu dengan efektif sehingga efisiensi waktu menjadi sangat penting 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Memasuki era teknologi dan globalisasi, manusia dituntut untuk menggunakan waktu dengan efektif sehingga efisiensi waktu menjadi sangat penting (Husetiya,

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh mata kuliahnya sesuai dengan program akademis dalam arti bahwa mahasiswa tersebut telah menempu

PENDAHULUAN Mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh mata kuliahnya sesuai dengan program akademis dalam arti bahwa mahasiswa tersebut telah menempu Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Prokrastinasi pada Mahasiswa yang Menyusun Skripsi di Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma Sarah Devina Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma ABSTRAK Kecerdasan

Lebih terperinci

STUDI DESKRIPTIF MENGENAI KOMPETENSI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA DI KECAMATAN JATINANGOR

STUDI DESKRIPTIF MENGENAI KOMPETENSI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA DI KECAMATAN JATINANGOR STUDI DESKRIPTIF MENGENAI KOMPETENSI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA DI KECAMATAN JATINANGOR RINA ANDINI ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi akan pentingnya kompetensi yang dimiliki oleh pegawai aparatur

Lebih terperinci

STUDI DESKRIPTIF MENGENAI MOTIVASI KERJA PADA PEGAWAI BAGIAN JARINGAN PLN AREA BANDUNG DAN SEKSI TEKNIK PLN RAYON BANDUNG

STUDI DESKRIPTIF MENGENAI MOTIVASI KERJA PADA PEGAWAI BAGIAN JARINGAN PLN AREA BANDUNG DAN SEKSI TEKNIK PLN RAYON BANDUNG STUDI DESKRIPTIF MENGENAI MOTIVASI KERJA PADA PEGAWAI BAGIAN JARINGAN PLN AREA BANDUNG DAN SEKSI TEKNIK PLN RAYON BANDUNG NADIA RAHMI ANDITA ABSTRAK Manusia menggunakan sumber daya alam untuk memenuhi

Lebih terperinci