BAB 1 PENDAHULUAN. dunia yang sangat cepat, mayoritas dari populasi membutuhkan perjalanan

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 1 PENDAHULUAN. dunia yang sangat cepat, mayoritas dari populasi membutuhkan perjalanan"

Transkripsi

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembuatan Event Seiring dengan perkembangan jaman dan pertumbuhan jumlah populasi di dunia yang sangat cepat, mayoritas dari populasi membutuhkan perjalanan sebagai salah satu cara untuk menghilangkan kepenatan dan melarikan diri dari rutinitas yang padat. Namun, pada jaman era globaliasasi sekarang ini, tujuan dari berjalan jalan menjadi heterogen dan terdapat banyak aspek yang mempengaruhinya seperti; kepentingan usaha, kepentingan agama, kepentingan keluarga dan berelasi, dan lain sebagainya. Salah satu dari tujuan tersebut yaitu untuk menghadiri acara, seperti acara pertemuan rapat, acara perkumpulan/ reuni, acara pernikahan keluarga dan lain lain. Menurut Noor (2013: 8), acara merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan untuk memperingati hal hal penting sepanjang hidup manusia baik secara individu atau kelompok yang terkait secara adat, budaya, tradisi dan agama yang diselenggarakan untuk tujuan tertentu serta melibatkan lingkungan masyarakat yang diselenggarakan pada waktu tertentu. Apabila dilihat lebih dalam mengenai acara - acara tersebut, dibalik acara pasti ada seseorang atau beberapa orang yang saling bekerjasama untuk menyukseskan acara tersebut. Mereka merancang dan merencanakan acara agar dapat berjalan dengan lancar dan sesuai tujuan. Orang orang atau kelompok tersebut dapat disebut dengan Event Organizer (Megananda & Wijaya, 2009:1). Event Organizer merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang MICE. Biasanya Event Organizer akan merencanakan dan membuat acara 1

2 2 acara yang berhubungan dengan MICE, seperti mengadakan rapat bagi perusahaan, pameran, insentif untuk karwayan, dan konferensi besar. MICE merupakan jenis acara bisnis yang biasanya dilakukan oleh perusahaan atau instansi. MICE merupakan singkatan dari (Noor, 2013: 24): 1. Meeting Merupakan kegiatan rapat yang dilakukan oleh perusahaan. Biasanya orang yang mengelola acara rapat ini dinamakan meeting planner. Disini organizer berperan untuk mempersiapkan semua kebutuhan rapat, seperti merencanakan tempat rapat yang akan diadakan, bekerjasama dengan pemilik tempat, menyiapkan alat alat yang dibutuhkan, dan lain sebagainya. 2. Incentive Merupakan perjalanan wisata yang diadakan oleh perusahaan bagi karyawannya karena prestasi atas pekerjaan yang telah dilakukannya. Disini, organizer berperan sebagai tour planner yang merencanakan kegiatan kegiatan yang akan dilakukan beserta seluruh unsur yang terkait untuk mendukung keberhasilan acara. 3. Conference Merupakan sebuah acara yang mempertemukan orang secara langsung dalam jumlah yang besar untuk berdiskusi mengenai suatu masalah, kasus, negosiasi, membangun hubungan dan jaringan bisnis, meningkatkan performa baik individu maupun perusahaan.

3 3 4. Exhibition Merupakan sebuah acara yang mempertemukan penyedia produk dan jasa dengan pembeli dalam suatu tempat. Penyedia produk menampilkan produk atau jasanya kepada pengunjung. Sebenarnya profesi Event Organizer ini sudah ada sejak dulu, contohnya, seperti apabila di sekolah atau di tempat kerja diadakan acara - acara sederhana. Biasanya ada susunan kepanitiaan, mulai dari penanggung jawab acara, seksi pendanaan, seksi perlengkapan, seksi konsumsi dan sebagainya, mereka sudah dapat dikategorikan sebagai Event Organizer secara sederhana, karena mereka bekerja bersama sama dan bersinergi untuk mengorganisir seluruh proses mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara. Di era moderen ini, Event Organizer bukan lagi hanya sebagai sekelompok orang yang berguna untuk melancarkan sebuah acara, melainkan cakupannya menjadi lebih luas yaitu sebagai alat promosi dimana berguna untuk meningkatkan brand image dan awareness (popularitas) daripada produk yang pada akhirnya akan mempengaruhi angka penjualan yang meningkat bagi perusahaan yang bekerjasama dalam acara/ perusahaan yang mengadakan acara tersebut (Megananda & Wijaya, 2009: xvii). Pada posisi ini, Event Organizer berperan untuk menciptakan konsep promosi melalui aktivitas acara yang unik, komunikatif dan atraktif untuk menarik perhatian target pasar, hal tersebut disebabkan strategi promosi secara konvensional dianggap sudah tidak dapat memenangkan persaingan. Dari penjelasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu usaha yang menjanjikan adalah usaha Event Organizer, dimana sekarang sedang

4 4 berkembang dalam industri pariwisata dengan pasar yang menjanjikan. Tetapi, sangat disayangkan usaha ini belum terlalu dikenal baik di kalangan orang Indonesia. Dengan banyaknya pihak yang terlibat dalam perkembangan usaha di bidang MICE, yaitu salah satunya adalah institusi pendidikan, maka diharapkan para kaum muda dapat meneruskan dan mengembangkan bidang MICE ini. Universitas Bina Nusantara merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berkecimpung di dunia pariwisata. Universitas Bina Nusantara memfasilitasi para calon mahasiswa mahasiswi yang berminat dan tertarik dengan dunia pariwisata melalui program Jurusan Hotel Management. Jurusan Hotel Management ini memiliki program studi yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu MICE, Culinary dan Host. Program penjurusan ini ditujukan untuk para mahasiswa mahasiswi agar mereka dapat lebih fokus dalam mendalami bidang yang diminatinya. Program studi penjurusan Culinary merupakan program yang diciptakan kepada para mahasiswa mahasiswi yang tertarik dan berminat pada hal hal yang berhubungan dengan kuliner. Sedangkan penjurusan Host, merupakan program yang memberikan edukasi mengenai operasional kerja yang berhubungan langsung dengan tamu hotel, seperti; Housekeeping, Front Office dan Food and Beverage Service. Kemudian penjurusan yang terakhir yaitu MICE, merupakan program studi yang memberikan edukasi mengenai dunia Event Organizer. Jurusan Hotel Management Universitas Bina Nusantara memiliki Event Organizer yang pada umumnya bertugas untuk menyediakan acara acara bagi para mahasiswa mahasiswi Hotel Management, disebut dengan HOME

5 5 (Himpunan Hotel Management). Biasanya, HOME memiliki perencanaan acara yang akan diadakan setiap tahunnya. Salah satu dari acara tahunan tersebut adalah HM Expo, acara tersebut diupayakan bagi Jurusan Hotel Management untuk memperkenalkan pariwisata dan dunia hospitality lebih dalam kepada para mahasiswa mahasiswi Jurusan Hotel Management maupun diluar Jurusan Hotel Management melalui seminar, talkshow dan pameran. Pada tahun ini, jurusan Hotel Management mengadakan acara yang bertema HM Exhibition 13 Ethnic and Cultural Performance, yang membuat perbedaan pada acara kali ini adalah adanya penambahan acara yang akan diadakan, yaitu kompetisi. Sehingga, para peserta tidak hanya melihat atau menonton saja melainkan juga dapat mempraktekkan kemampuannya melalui kompetisi tersebut. Acara HM Exhibition 13 Ethnic and Cultural Performance ini tidak hanya dibawahi oleh HOME, melainkan dibawahi juga oleh beberapa organisasi atau kelompok sebagai panitia yang mengambil ahli dan bertanggung jawab atas acara yang dilimpahkan kepada masing masing kelompok. Kelompok kami merupakan salah satu kelompok yang bekerjasama dalam acara HM Exhibition 13 Ethnic and Cultural Performance. Kami bertanggung jawab atas acara perlombaan yaitu perlombaan memasak. Maka kami membuat sebuah organisasi kecil yang hanya terdiri atas lima orang, yaitu FACE Organizer. FACE Organizer merupakan singkatan dari Food Addict Creativity for Education, sebuah Event Organizer yang khusus untuk menangani acara yang berkaitan dengan kuliner dan edukasi. Acara yang ditawarkan dapat berupa

6 6 seminar, talkshow, perlombaan maupun pameran yang berhubungan dengan kuliner dan kreativitas yang berhubungan dengan kuliner. Visi dari FACE Organizer adalah menjadi Event Organizer yang dikenal oleh masyarakat luas pecinta kuliner. Misi kami adalah mengadakan acara acara yang berhubungan dengan kuliner untuk para pecinta kulier dan orang orang yang ingin mengenal kuliner lebih dalam dengan ide ide yang menarik dan kreativitas yang tinggi agar mereka mendapatkan edukasi yang tepat mengenai kuliner. Terbentuknya ide perlombaan memasak dari kelompok kami dan keikutsertaan kelompok kami dalam acara HM Exhibition 13 Ethnic and Cultural Performance disebabkan oleh adanya kewajiban dari program studi kami di Jurusan Hotel Management Universitas Bina Nusantara yang mengharuskan kami untuk membuat sebuah proyek sebagai salah satu syarat kelulusan program D4 Hotel Management. Maka kami membuat acara perlombaan dengan judul Be Innovative with Ketela. 1.2 Tipe Tipe Event Event atau acara merupakan sebuah program yang akan dilakukan dengan terencana untuk mencapai suatu tujuan. Pada proses yang biasanya yaitu menentukan konsep/ tema/ tipe dari acara, lalu menentukan apa saja tujuan dari acara tesebut. Tetapi dapat juga, yang dilakukan pertama tama adalah menentukan tujuan, lalu dari tujuan akan mendapatkan gambaran seperti apa acara yang akan direncanakan. Tidak ada yang salah dari pilihan kedua proses tersebut, tetapi yang mutlak adalah harus adanya kesinambungan antara konsep acara dengan tujuan acara. Perlu dilakukan upaya untuk mengetahui

7 7 tipe tipe acara untuk lebih mengerti acara yang akan direncanakan. Tipe tipe acara menurut Suseno (2009:18-19), dapat dikategorikan dalam bentuk: 1. Acara Perusahaan HUT perusahaan Employee/ Family gathering Peresmian kantor baru Penghargaan kepada karyawan 2. Acara Promosi Petas musik oleh sponsor Pameran produk Presentasi produk Sampling dan selling Customer gathering 3. Acara Pribadi Pesta pernikahan Perayaan ulang tahun Syukuran 4. Acara Pendidikan Seminar Talkshow, workshop Perlombaan yang berhubungan dengan pendidikan 5. Acara Olahraga Kompetisi olahraga profesional Pertandingan olahraga semi pro

8 8 6. Acara Seni Pagelaran seni musik Pagelaran seni tari Pagelaran seni teater Fashion show 7. Acara Amal Berbagai pagelaran penggalangan dana Lelang untuk penggalangan dana 8. Acara Publikasi Konfrensi pers Media gathering Acara yang akan kami adakan termasuk tipe acara pendidikan, karena kami mengutamakan kreativitas dari siswa siswi dari Sekolah Menengah Kejuruan untuk dipertandingkan serta mempraktekan ilmu ilmu yang sudah didapatkan oleh mereka dari sekolahnya. 1.3 Proses Pelaksanaan Proses pelaksanaan sebuah acara dapat dimulai dengan menentukan tujuan yang dapat diterima oleh seluruh anggota tim yang akan terlibat didalam pelaksanaan acara. Penentuan tujuan bersama ini akan sangat mempengaruhi kinerja daripada tim. Event Organizer harus dapat membuat alasan yang tepat mengenai rencana kegiatan acara dan harus dicocokkan dengan peserta atau pengunjung yang diharapkan. Tahap selanjutnya adalah mencari informasi mengenai acara yang akan diselenggarakan dan mengumpulkan informasi yang berhubungan. Proses

9 9 pencarian informasi dilakukan untuk melihat kelayakan dari perencanaan pelaksanaan acara, untuk menilai apakah acara yang akan dilaksanakan memiliki manfaat dan dampak positif bagi pihak yang terlibat ataukah akan menjadi dampak negatif. Dengan mengumpulkan informasi informasi yang berhubungan, diharapkan Event Organizer dapat merencanakan sebuah acara dengan sematang mungkin, sehingga meminimalisasikan dampak negatif yang mungkin akan terjadi. Setelah menggali informasi yang diperlukan, maka informasi tersebut dapat dituangkan kedalam perencanaan yang lebih detail lagi dan dilakukan oleh anggota tim yang lebih kompeten sesuai dengan bidangnya, yaitu bidang keuangan, bidang operasional, dan bidang pemasaran. Bidang keuangan memiliki tugas untuk membuat rencana detail mengenai keuangan, seperti penyusunan anggaran acara, penentuan harga tiket (bila ada), menentukan pemasukan yang diharapkan, hal hal mengenai sponsor, investasi yang dibutuhkan dan laporan keuangan acara. Bidang operasional bertanggung jawab untuk menyusun rencana keseluruhan yang berhubungan dengan acara yang akan diadakan, mulai dari sumberdaya yang dibutuhkan, tempat pelaksanaan, waktu pelaksanaan, peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan bagi acara. Hal hal tersebut harus mempertimbangkan keselamatan, kesehatan dan keamanan kerja. Bidang pemasaran merupakan bagian yang akan menentukan jumlah pengunjung atau peserta yang akan berpartisipasi dalam acara. Hal tersebut dipengaruhi oleh cara pemasaran dan penyampaian informasi yang efektif dan tepat pada sasaran atau target serta jadwal pemasaran dilakukan.

10 10 Tahap selanjutnya adalah melakukan persiapan acara sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sampai pada acara akan berlangsung. Pada tahap penyelenggaraan acara, diharapkan berjalan sesuai dengan rencana (rundown) yang telah dibentuk sebelumnya. Pada tahap terakhir yaitu, tahap evaluasi. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah acara yang sama dapat dilakukan dimasa yang akan datang, ataukah masih perlu dilakukan perbaikan dan perubahan format demi kebaikan acara. Tahapan perencanaan diatas dapat disimpulkan kedalam gambar dibawah ini (Noor, 2013: 135): Penetapan tujuan Apa yang diinginkan? Ide dan pembuatan proposal: Penetapan kriteria dan tujuan detail acara Rencana awal Pencarian informasi Mengumpulkan informasi Rencana detail Rencana keuangan: Anggaran Tiket Sponsor Investasi Laporan keuangan Rencana operasional: Sumberdaya Lokasi Peralatan Logistik Jadwal pekerjaan dan acara Diskusi tentang perencanaan Mengatur persiapan acara Penyelenggaraan acara Evaluasi Rencana pemasaran: Aktivitas pemasaran Promosi Jadwal pemasaran Gambar 1.1 Proses Perencanaan Event

11 Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan acara ini melingkupi mulai dari perencanaan pada tanggal 21 Februari 2013 (Pra-event) sampai dengan tanggal 10 dan 11 Juni 2013, yang merupakan hari eksekusi. Dibawah ini merupakan rencana dari waktu pelaksanaan yang akan kami lakukan: Tabel 1.1 Timeline Tahap Februari Maret April Mei Juni Membuat susunan kepanitian X Membuat proposal untuk bidding X Bidding (presentasi) X Meeting X X X X X X X X X X X X X X Membuat undangan sekolah X Membuat proposal sekolah X Menyebarkan undangan dan X X X X proposal sekolah Membuat proposal sponsorship X X Menyebarkan proposal X X X X X X X sponsorship Follow-up proposal sponsorship X X X X X X X X X X Promosi X X X X X X Pendaftaran X X X X X Technical meeting X Hari pelaksanaan lomba X Sumber: Penulis

12 Keorganisasian Menurut Suharsono dalam bukunya Pengetahuan Dasar Organisasi (2012: 14 15), organisasi memiliki ciri sebagai berikut: 1. Organisasi merupaka lembaga sosial, yaitu sebagai tempat sekelompok orang yang saling berinteraksi dan bekerjasama. 2. Secara sadar dibentuk dan dikoordinasikan. Anggota organisasi sadar tentang mengapa bergabung kedalam organisasi serta mengetahui tugas apa yang harus dilakukan. 3. Organisasi dikembangkan untuk mencapai tujuan. Organisasi bukan hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan, tetapi juga menciptakan lingkungan tempat kehidupan para anggotanya. Kerjasama orang orang yang menjadi anggota organisasi diarahkan untuk mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, organisasi juga memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku anggotanya. 4. Terstruktur secara formal, ada pembagian kerja, tugas dan wewenang secara jelas. Dari ciri ciri di atas, dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan sekelompok orang yang terstruktur secara formal dan dibentuk secara sadar, dimana orang orang tersebut saling berinteraksi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Adapun unsur unsur penting yang dapat membentuk sebuah organisasi menurut Suharsono (2012: 18 19), yaitu:

13 13 1. Pelaku Pelaku merupakan sekumpulan beberapa anggota atau orang yang melakukan sesuatu. Didalam kegiatan acara kami, yang dimaksudkan dengan pelaku adalah FACE Organizer sebagai pelaku utama atau tim inti dalam menjalankan acara ini dan mahasiswa mahasiswi dari jurusan Hotel Manajemen Universitas Bina Nusantara yaitu mahasiswa mahasiswi angkatan 2014 sebagai panitia yang membantu kelancaran eksekusi. 2. Kegiatan Kegiatan ditandai dengan adanya hal hal yang dilakukan bersama sama, secara berulang ulang serta rutin untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Kegiatan yang kami lakukan selama perencanaan, yang dilakukan secara rutin dan bersama sama seperti; rapat tim inti, rapat keseluruhan acara, menyebarkan undangan kepada sekolah sekolah, memohon perijinan kerjasama sponsor dan pencarian dana. Semua perencanaan tersebut dilakukan agar tercapainya tujuan bersama yaitu kesuksesan dari acara. 3. Tujuan Adanya kesamaan dalam tujuan yang ingin dicapai, sehingga pekerjaan dari masing masing individu mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan bersama kami dalam membuat acara ini adalah kelulusan dari program D4 Jurusan Hotel Management Universitas Bina Nusantara, yaitu melalui keberhasilan dari acara yang akan kami adakan.

14 14 Di dalam pembentukan sebuah acara dibutuhkan sekelompok orang atau organisasi yang dapat bekerjasama dengan baik dari awal perencanaan, prosesnya dan sampai pada pelaksanaan acara. Hal tersebut disusun sedemikian rupa sehingga waktu pengerjaan akan lebih efektif dan hasil yang dicapai akan menjadi lebih maksimal dibandingkan melakukan pekerjaan secara sendirian. Oleh karena itu, kami membuat organisasi atau susunan kepanitiaan seperti di bawah ini: Keterangan: - Kolom berwarna biru menunjukkan seksi yang bertugas pada sebelum acara dan pada saat acara berlangsung. - Kolom berwarna ungu menunkukkan seksi yang bertugas pada hari eksekusi. Gambar 1.2 Struktur Organisasi

15 15 Agar pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan dengan lebih efisien dan terorganisir dengan baik, maka dibutuhkan pembagian tugas untuk masing - masing jabatan atau sering kita kenal dengan nama Job Description. Manfaat lain dari pembagian tugas ini juga adalah agar masing masing panitia mengerti serta sangat paham mengenai hal hal apa yang harus mereka lakukan dan kerjakan. Setiap panitia harus mempertanggung jawabkan jabatan yang telah diamanahkan kepada mereka, sesuai dengan penjelasan mengenai Job Description dibawah ini: 1. Ketua Bertanggung jawab atas kelancaran keseluruhan proses kegiatan, mulai dari persiapan sampai dengan hari pelaksanaan selesai. Mengontrol dan menkoordinasi seksi seksi yang ada dibawahnya. Mengatur dan memimpin rapat rapat yang akan diadakan seperlunya serta memiliki andil tinggi dalam pengambilan sebuah keputusan. 2. Wakil Ketua Bekerja sama dan membantu ketua dalam mengambil sebuah keputusan. Membuat surat surat yang dibutuhkan guna memperlancar proses persiapan acara. Memimpin rapat ketika ketua berhalangan hadir. 3. Seksi Publikasi Mencari informasi sekolah sekolah menengah atas yang sekiranya dapat diundang untuk berpartisipasi dalam perlombaan. Menyebarkan informasi acara perlombaan dengan datang ke sekolah sekolah yang sudah dipilih oleh ketua dan didiskusikan dengan seluruh anggota dan mampu menarik mereka untuk mengikuti perlombaan.

16 16 Membuat brosur dan alat alat promosi lainnya yang akan disebarkan ke sekolah sekolah serta diaplikasikan di tempat perlombaan. 4. Seksi Pendaftaran Menerima dan membuat daftar sekolah sekolah yang akan mendaftar untuk mengikuti perlombaan. Menyimpan uang pendaftaran sampai terkumpul semua, lalu memberikannya kepada seksi dana berserta laporannya. 5. Seksi Dana Bertanggung jawab atas seluruh arus dana yang keluar dan masuk serta membuat laporannya. Menyebarkan proposal kepada sponsor sponsor yang sudah ditentukan oleh ketua. Mencari dana tambahan diluar biaya pendaftaran dan sponsor, serta mencari donatur yang sekiranya dapat membantu keuangan acara ini. 6. Seksi Acara Menyusun rencana kegiatan pada saat perlombaan. Bertanggung jawab atas kelancaran operasional. Mencari dan berkoordinasi dengan juru masak yang akan menjadi juri dalam perlombaan. Memastikan acara dapat berjalan lancar sesuai dengan rundown serta membuat rencana lain apabila terjadi sebuah hal diluar rencana. 7. Seksi Perlengkapan Bertanggung jawab untuk mengatur serta pengadaan perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan dalam perlombaan.

17 17 Mengatur proses pengijinan penggunaan tempat acara. Membuat laporan barang barang pinjaman dan mendaftar barang barang yang akan dibeli. 8. Keamanan Menjaga keamanan, kebersihan serta ketertiban acara, dan juga menjaga perlengkapan dan peralatan yang digunakan Bekerja sama dengan seksi acara untuk mengamankan situasi acara. Menentukan area parkiran 9. Konsumsi Bertanggung jawab atas pengadaan konsumsi untuk panitia panitia dan juri juri. Memastikan semua panitia dan juri mendapatkan makanan dan minuman sesuai ketentuan. 10. Dokumentasi Meliput dan mendokumentasikan seluruh rangkaian acara lomba. Merealisasikan dokumentasi, dapat berupa foto, video atau bukti dalam bentuk lainnya. 11. Pembawa Acara Memastikan dan membawa acara sesuai dengan rundown yang telah dibuat. Dapat mengendalikan waktu serta memuaskan hadirin dengan kata kata yang menarik serta semangat. Bekerja sama dengan seksi acara demi kelancaran acara. 12. Dekorasi Membuat dekorasi tempat lomba sesuai dengan keputusan ketua.

18 18 Bertanggung jawab atas ketahanan dekorasi selama acara berlangsung. 13. Registrasi Bertugas pada hari eksekusi, yaitu membantu seksi pendaftaran untuk registrasi ulang para peserta lomba. Melaporkan kepada PIC lomba para peserta yang sudah daftar ulang. 14. PIC Lomba PIC lomba mengambil alih pengurusan perlombaan kategori main course, dessert, dan fruit carving. Memastikan semuanya berjalan sesuai dengan rundown acara. Menanggapi pertanyaan peserta mengenai alat alat yang dibutuhkan untuk memasak. Bertanggung jawab untuk mempersiapkan bahan bahan dasar, yaitu singkong dan ubi.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pembuatan Event

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pembuatan Event BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembuatan Event Dewasa ini, fotografi sangatlah berkembang, Hal ini ditandai dengan menjamurnya komunitas fotografi, dan juga ditandai dengan banyaknya kegiatan kegiatan

Lebih terperinci

BAB 2 TUJUAN DAN KONSEP EVENT. itu sendiri (Suseno, 2009: 59). Judul atau tema ini dapat menjadi kekuatan untuk

BAB 2 TUJUAN DAN KONSEP EVENT. itu sendiri (Suseno, 2009: 59). Judul atau tema ini dapat menjadi kekuatan untuk BAB 2 TUJUAN DAN KONSEP EVENT 2.1 Tema dan Konsep Event Judul atau tema sebuah event memiliki unsur kuat bagi segi pemasaran event itu sendiri (Suseno, 2009: 59). Judul atau tema ini dapat menjadi kekuatan

Lebih terperinci

BERINOVASI DENGAN KETELA

BERINOVASI DENGAN KETELA BERINOVASI DENGAN KETELA Civara Lamanta octopus_vara@yahoo.co.id Meilisa Gisela_meilisa@yahoo.com Mery Merry.li378@gmail.com Monica Monicque1990@gmail.com Stephanie Elloys Peppi_touya@yahoo.com Civara

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Profil Perusahaan PT. Mahakarya Anak Indonesia atau UNLIMITED adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa, yaitu event organizer. UNLIMITED berdiri sejak 2007 yang

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya terdiri dari individu dan

II. LANDASAN TEORI. Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya terdiri dari individu dan II. LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya terdiri dari individu dan kelompok untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan nyata dalam memberikan konstribusinya terhadap kehidupan ekonomi, sosial

BAB I PENDAHULUAN. dengan nyata dalam memberikan konstribusinya terhadap kehidupan ekonomi, sosial BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pariwisata merupakan industri yang mendunia dan menjadi suatu bisnis yang semakin berkembang. Di Indonesia pariwisata telah memperlihatkan perannya dengan nyata dalam

Lebih terperinci

Hari / Tanggal : Jumat, 6 Juni 2014 Waktu : Pukul WIB Tempat : Ruang Praktek Restaurant Hotel Management Universitas Bina Nusantara

Hari / Tanggal : Jumat, 6 Juni 2014 Waktu : Pukul WIB Tempat : Ruang Praktek Restaurant Hotel Management Universitas Bina Nusantara BAB 3 RENCANA PELAKSANAAN ACARA 3.1 Perencanaan Implementasi Acara Proses perencanaan merupakan kunci terselenggaranya sebuah kegiatan. Tahap perencanaan acara dimulai dengan jenis kegiatan apa yang akan

Lebih terperinci

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN. Tabel 5.1 Analisis Strategi SWOT oleh Stephanie Elloys SWOT ANALYSIS

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN. Tabel 5.1 Analisis Strategi SWOT oleh Stephanie Elloys SWOT ANALYSIS BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Analisis SWOT oleh Stephanie Elloys Tabel 5.1 Analisis Strategi SWOT oleh Stephanie Elloys SWOT ANALYSIS Internal Factor External Factor Strength a. Memiliki konsep yang

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA. merupakan salah satu sarana untuk mengenal lebih jauh dunia kerja nyata

BAB IV PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA. merupakan salah satu sarana untuk mengenal lebih jauh dunia kerja nyata BAB IV PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Salah satu syarat untuk memperoleh gelar profesional mahasiswa tingkat akhir adalah Kuliah Kerja Media (KKM). Praktek Kuliah Kerja

Lebih terperinci

EVENT MANAGEMENT. MEMBUAT PROPOSAL dan PENYELENGGARAAN EVENT di KAMPUS Modul ke: SUHENDRA, S.E., M.Ikom. Periklanan dan Komunikasi Pemasaran

EVENT MANAGEMENT. MEMBUAT PROPOSAL dan PENYELENGGARAAN EVENT di KAMPUS Modul ke: SUHENDRA, S.E., M.Ikom. Periklanan dan Komunikasi Pemasaran EVENT MANAGEMENT MEMBUAT PROPOSAL dan PENYELENGGARAAN EVENT di KAMPUS Modul ke: SUHENDRA, S.E., M.Ikom Fakultas Fakultas Ilmu Komunikasi Program Studi Periklanan dan Komunikasi Pemasaran www.mercubuana.ac.id

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dunia pariwisata tak terlepas dari industri yang berperan penting

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dunia pariwisata tak terlepas dari industri yang berperan penting BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dunia pariwisata tak terlepas dari industri yang berperan penting dalam pelaksanaan dan perkembangan pariwisata. Industri pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata

Lebih terperinci

BAB 2 TUJUAN DAN KONSEP EVENT. Tema yang akan diangkat dalam acara HM Ethnic and Cultural Expo 13

BAB 2 TUJUAN DAN KONSEP EVENT. Tema yang akan diangkat dalam acara HM Ethnic and Cultural Expo 13 BAB 2 TUJUAN DAN KONSEP EVENT 2.1 Tema dan Konsep Event Tema yang akan diangkat dalam acara HM Ethnic and Cultural Expo 13 adalah mengenai Culinary Art. Seni kulinari adalah seni memasak. Seni kulinari

Lebih terperinci

Pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. [1]

Pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. [1] Pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. [1] Pameran merupakan suatu bentuk dalam usaha jasa pertemuan. Yang mempertemukan

Lebih terperinci

PROPOSAL ACCOUSTIC CONTEST THE KAPE. Instagram Dibuat Oleh : Beny Prastya Yuskrisna Altrifira

PROPOSAL ACCOUSTIC CONTEST THE KAPE. Instagram Dibuat Oleh : Beny Prastya Yuskrisna Altrifira PROPOSAL ACCOUSTIC CONTEST THE KAPE Instagram : @thecornerup Dibuat Oleh : Beny Prastya 085642989669 Yuskrisna Altrifira 089604518002 TAWARAN KERJA SAMA Sponsorship sangat diharapkan dalam kegiatan ini,

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. S1: Adanya koneksi baik yang dimiliki anggota tim dengan pihak sponsor yang

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. S1: Adanya koneksi baik yang dimiliki anggota tim dengan pihak sponsor yang BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Analisis SWOT Strenght S1: Adanya koneksi baik yang dimiliki anggota tim dengan pihak sponsor yang mendukung pelaksanaan acara. S2: Penyusunan waktu dalam perkiraan setiap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. periklanan yang berdiri. Hal tersebut dikarenakan sekarang ini iklan telah

BAB I PENDAHULUAN. periklanan yang berdiri. Hal tersebut dikarenakan sekarang ini iklan telah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era modern ini, perkembangan dunia bisnis sangatlah pesat. Tidak terkecuali di bidang periklanan. Ditandai dengan semakin banyaknya biro periklanan yang berdiri.

Lebih terperinci

PELUANG BISNIS EVENT ORGANIZER (EO)

PELUANG BISNIS EVENT ORGANIZER (EO) PELUANG BISNIS EVENT ORGANIZER (EO) Dwiky Darmawan Putra S1 TI 2L / 10.11.4399 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2010 2011 ABSTRAK Persaingan bisnis dalam lingkup penyedia jasa seperti Event Organizer (EO) di era

Lebih terperinci

EVENT ORGANIZER. b. Mempunyai Spesifikasi

EVENT ORGANIZER. b. Mempunyai Spesifikasi EVENT ORGANIZER Definisi Event Organizer (EO) adalah penyedia jasa profesional penyelenggara acara dan bertugas melaksanakan keinginan klien untuk mengerjakan acaranya mulai dari konsep, persiapan, eksekusi

Lebih terperinci

EVENT MANAGEMENT Modul ke: Fakultas Fakultas Ilmu Komunikasi Program Studi Periklanan dan Komunikasi Pemasaran

EVENT MANAGEMENT Modul ke: Fakultas Fakultas Ilmu Komunikasi Program Studi Periklanan dan Komunikasi Pemasaran EVENT MANAGEMENT Proposal Event Sponsorship Modul ke: SUHENDRA, S.E., M.Ikom Fakultas Fakultas Ilmu Komunikasi Program Studi Periklanan dan Komunikasi Pemasaran www.mercubuana.ac.id 1. Proposal Event Sponsorship

Lebih terperinci

EVENT MANAGEMENT. Timeline dan Action Plan Modul ke: SUHENDRA, S.E., M.Ikom. Periklanan dan Komunikasi Pemasaran. Fakultas Ilmu Komunikasi.

EVENT MANAGEMENT. Timeline dan Action Plan Modul ke: SUHENDRA, S.E., M.Ikom. Periklanan dan Komunikasi Pemasaran. Fakultas Ilmu Komunikasi. EVENT MANAGEMENT Timeline dan Action Plan Modul ke: SUHENDRA, S.E., M.Ikom Fakultas Fakultas Ilmu Komunikasi Program Studi Periklanan dan Komunikasi Pemasaran www.mercubuana.ac.id 1. Perencanaan Event

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Semakin meningkatnya persaingan bisnis baik di pasar nasional maupun

BAB I PENDAHULUAN. Semakin meningkatnya persaingan bisnis baik di pasar nasional maupun BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Semakin meningkatnya persaingan bisnis baik di pasar nasional maupun international berimbas pada semakin tingginya aktivitas para pelaku usaha dari berbagai

Lebih terperinci

ASOSIASI PROFESI TEKNIK INDONESIA

ASOSIASI PROFESI TEKNIK INDONESIA ASOSIASI PROFESI TEKNIK INDONESIA Sekretariat Pusat : Kampus B Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jl.Cempaka Putih Tengah No.27.Jakarta Pusat.10510. Telp : 021-4256024.Faxs : 021-4256023

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG RINGKASAN RENJA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA TANGERANG TAHUN 2017 Rencana Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Tahun 2017 yang selanjutnya disebut Renja Disbudpar adalah dokumen

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. pemerintah, sumber daya manusia merupakan aspek yang sangat penting dan

BAB 1 PENDAHULUAN. pemerintah, sumber daya manusia merupakan aspek yang sangat penting dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam setiap perusahaan, organisasi maupun dalam sebuah instansi pemerintah, sumber daya manusia merupakan aspek yang sangat penting dan berpengaruh bagi kelangsungan

Lebih terperinci

BAB 2 KONSEP DASAR CORPORATE EVENT

BAB 2 KONSEP DASAR CORPORATE EVENT BAB 2 KONSEP DASAR CORPORATE EVENT 2.1 Learning Outcomes Setelah menyelesaikan topik ini, mahasiswa diharapkan akan memahami konsep dasar corporate event (CE), yang mencakup: pengertian manajemen even,

Lebih terperinci

INTERVIEW GUIDE. 3. Siapa pengunjung event Sleman Fashion Festival? 1. Apakah ada riset dalam pembentukan event SFF ini?

INTERVIEW GUIDE. 3. Siapa pengunjung event Sleman Fashion Festival? 1. Apakah ada riset dalam pembentukan event SFF ini? LAMPIRAN INTERVIEW GUIDE Event 1. Apa itu Sleman Fashion Festival? 2. Apa saja bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam event Sleman Fashion Festival? 3. Siapa pengunjung event Sleman Fashion Festival?

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pun semakin berkembang seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi.

BAB I PENDAHULUAN. pun semakin berkembang seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia bisnis pada saat ini semakin berkembang pesat di sertai juga dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat. Gaya hidup masyarakat pun semakin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Event merupakan bagian dari kegiatan Public Relations. Sebuah acara

BAB I PENDAHULUAN. Event merupakan bagian dari kegiatan Public Relations. Sebuah acara BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Event merupakan bagian dari kegiatan Public Relations. Sebuah acara diselenggarakan untuk membantu humas dalam mencapai tujuannya. Event adalah rangkaian kegiatan yang

Lebih terperinci

[Nama Acara] [Tema Acara] Gambar PROPOSAL ACARA. [NAMA LEMBAGA] [Kota Penyelenggaraan] [Tahun Acara]

[Nama Acara] [Tema Acara] Gambar PROPOSAL ACARA. [NAMA LEMBAGA] [Kota Penyelenggaraan] [Tahun Acara] [Nama Acara] [Tema Acara] Gambar PROPOSAL ACARA [NAMA LEMBAGA] [Kota Penyelenggaraan] [Tahun Acara] PENDAHULUAN Rancang kata pengantar seperti ucapan terima kasih, harapan penyusun dan lain-lain. Nama

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG TIMUR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

BUPATI BELITUNG TIMUR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SALINAN BUPATI BELITUNG TIMUR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG TIMUR NOMOR 50 TAHUN 2014 TENTANG PELAKSANAAN VISIT BELTIM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG TIMUR,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. disebut wisata MICE (Meeting, Incentive, Conference/Convention, Exhibition). MICE

BAB 1 PENDAHULUAN. disebut wisata MICE (Meeting, Incentive, Conference/Convention, Exhibition). MICE BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini industri kepariwisataan Indonesia berkembang semakin pesat terutama dalam sektor industri perhotelan dan sektor wisata konvensi, atau yang biasa disebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Herlindri, 2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Herlindri, 2014 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Program Studi Pendidikan Tata Busana merupakan program studi yang terdapat di Jurusan PKK FPTK UPI. Program Studi Pendidikan Tata Busana memiliki mata kuliah

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 : TRANSKRIP WAWANCARA. Jabatan : President Director, Prominent Public Relations

LAMPIRAN 1 : TRANSKRIP WAWANCARA. Jabatan : President Director, Prominent Public Relations L1 LAMPIRAN 1 : TRANSKRIP WAWANCARA Transkrip Wawancara 1 : Nama : Ibu Ika Sastrosoebroto Jabatan : President Director, Prominent Public Relations Mengenai : Latar Belakang Strategi Kegiatan MICE di Manado

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. SDM yang baik atau SDA yang menguntungkan. Banyak sekali sektor pariwisata

BAB 1 PENDAHULUAN. SDM yang baik atau SDA yang menguntungkan. Banyak sekali sektor pariwisata BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, perkembangan ekonomi di Indonesia sangat berkembang pesat. Banyak hal yang mempengaruhi perkembangan ekonomi di Indonesia. Salah satu hal yang mempengaruhi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Event merupakan salah satu instrumen komunikasi yang banyak dimanfaatkan

BAB I PENDAHULUAN. Event merupakan salah satu instrumen komunikasi yang banyak dimanfaatkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Event merupakan salah satu instrumen komunikasi yang banyak dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memperkenalkan diri kepada khalayaknya. Pemanfaatan event yang digunakan

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. event Jawa Barat Travel Exchange. Maka ada beberapa point yang dapat. disimpulkan dari penelitian yang telah dilakukan.

BAB V PENUTUP. event Jawa Barat Travel Exchange. Maka ada beberapa point yang dapat. disimpulkan dari penelitian yang telah dilakukan. BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil wawancara studi kepustakaan dan observasi mengenai strategi event marketing Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat dalam event Jawa Barat Travel Exchange.

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PENYELENGGARAAN WORKSHOP/PELATIHAN JURUSAN SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MANUAL PROSEDUR PENYELENGGARAAN WORKSHOP/PELATIHAN JURUSAN SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MANUAL PROSEDUR PENYELENGGARAAN WORKSHOP/PELATIHAN JURUSAN SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Jurusan Sosiologi FISIP UB MANUAL PROSEDUR PENYELENGGARAAN WORKSHOP Disusun

Lebih terperinci

Semua informasi tentang buku ini, silahkan scan QR Code di cover belakang buku ini

Semua informasi tentang buku ini, silahkan scan QR Code di cover belakang buku ini PENGELOLAAN WISATA KONVENSI, oleh Nyoman Dini Andiani, S.St. Par., M.Par. Hak Cipta 2014 pada penulis GRAHA ILMU Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283 Telp: 0274-889398; Fax: 0274-889057; E-mail: info@grahailmu.co.id

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PELAKSANAAN

BAB III PROSEDUR PELAKSANAAN BAB III PROSEDUR PELAKSANAAN 3.1 Proses Pelaksanaan Umum Gambar 9. Service of Logincom Sumber: Arsip Perusahaan 16 3.1.1 Penawaran Projek Penawaran Projek Pada umumnya dari pihak luar atau klien akan diterima

Lebih terperinci

PENGORGANISASIAN KEGIATAN / KEPANITAAN

PENGORGANISASIAN KEGIATAN / KEPANITAAN PENGORGANISASIAN KEGIATAN / KEPANITAAN Disampaikan Oleh: Mustofa LKMM FISE UNY Ruang Ki Hajar Dewantoro, 13 Februari 2010 PERSEPSI KERJA DALAM ORGANISASI design by djoko aw GAYA KERJA DALAM ORGANISASI

Lebih terperinci

Mengenal Organisasi Riil Melalui Event Organizer Pertemuan 3

Mengenal Organisasi Riil Melalui Event Organizer Pertemuan 3 Mengenal Organisasi Riil Melalui Event Organizer Pertemuan 3 Politeknik Negeri Kupang Jessi benu s.sos.,m.si Bisnis EO Bisnis event organizer (EO) kini makin prospektif. Pemainnya tak hanya orang lokal

Lebih terperinci

HARI PANGAN SEDUNIA XXXVI TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2016

HARI PANGAN SEDUNIA XXXVI TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2016 HARI PANGAN SEDUNIA XXXVI TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2016 P e n y e l e n g g a r a Hari Pangan Sedunia (HPS) atau World Food Day adalah satu momen di mana masyarakat dunia diajak untuk merefleksikan

Lebih terperinci

CONTOH PROPOSAL FESTIVAL BAND 1. GAMBARAN UMUM 2. DASAR PEMIKIRAN 3. NAMA KEGIATAN

CONTOH PROPOSAL FESTIVAL BAND 1. GAMBARAN UMUM 2. DASAR PEMIKIRAN 3. NAMA KEGIATAN CONTOH PROPOSAL FESTIVAL BAND 1. GAMBARAN UMUM Berbicara mengenai musik tidak terlepas dari keselarasan, harmonisasi dan perasaan. Musik merupakan bahasa yang global dimana musik sebagai wujud menyampaikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (mobil, komputer, handycraft), sampai wedding pun tersedia. Event Organizer

BAB I PENDAHULUAN. (mobil, komputer, handycraft), sampai wedding pun tersedia. Event Organizer BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Event Organizer yang diartikan sebagai penyedia jasa profesional penyelenggara acara merupakan salah satu bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Event Organizer

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari uraian bab-bab sebelumnya, peneliti dapat menyimpulkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Program Semarak Wayang Pesona Indonesia 2017 lalu telah berjalan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sarana akomodasi, objek wisata, biro perjalanan usaha, restaurant, dan lain

BAB I PENDAHULUAN. sarana akomodasi, objek wisata, biro perjalanan usaha, restaurant, dan lain BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan meningkatnya arus kunjungan wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, fasilitas penunjang kepariwisataan juga meningkat seperti sarana akomodasi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bahwa musik memiliki fungsi dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan kita

BAB I PENDAHULUAN. bahwa musik memiliki fungsi dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan kita 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Musik merupakan salah satu dari kebudayaan, berarti musik diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya akan sebuah keindahan. Dapat diartikan bahwa

Lebih terperinci

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11, Tambahan Lembaran N

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11, Tambahan Lembaran N No.1996, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPAR. Pameran Pariwisata. Partisipasi. Penyelenggaraan. Pedoman PERATURAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. penelitian yang telah dilakukan peneliti. Penelitian ini terkait manajemen event

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. penelitian yang telah dilakukan peneliti. Penelitian ini terkait manajemen event BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pada bab ini akan diuraikan kesimpulan yang didapat berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti. Penelitian ini terkait manajemen event Nova Inspiring

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Definisi Pariwisata

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Definisi Pariwisata BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Pariwisata Pengembangan sektor pariwisata ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan serta dapat memberikan manfaat terhadap pemenuhan kebutuhan

Lebih terperinci

MEKARSARI YOUTH FESTIVAL

MEKARSARI YOUTH FESTIVAL MEKARSARI YOUTH FESTIVAL Dalam rangka merayakan gebyar pesona akhir tahun, Karang Taruna Kelurahan Mekarsari bersama Kantor Kelurahan Mekarsari Pemerintah Kota Depok akan menyelenggarakan : Mekarsari Youth

Lebih terperinci

PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 68 TAHUN 2016 TENTANG

PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 68 TAHUN 2016 TENTANG PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 68 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PARIWISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

Mekanisme Produksi Usaha

Mekanisme Produksi Usaha Mekanisme Produksi Usaha 1. Man Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam menjalankan sebuah wirausaha. SDM dalam hal ini merupakan pemilik NSO dan karyawan yang mempunyai jam kerja selama 8 jam,

Lebih terperinci

BUKU PEDOMAN PRAKTIKUM PROGRAM STUDI MANAJEMEN RESOST DAN LEISURE

BUKU PEDOMAN PRAKTIKUM PROGRAM STUDI MANAJEMEN RESOST DAN LEISURE BUKU PEDOMAN PRAKTIKUM PROGRAM STUDI MANAJEMEN RESOST DAN LEISURE FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009 TIM PENYUSUN Dr. Darsiharjo, M.S. Fitri Rahmafitria,

Lebih terperinci

BAB II Manusia, Aktifitas dan Ruang

BAB II Manusia, Aktifitas dan Ruang BAB II Manusia, Aktifitas dan Ruang Setelah mendapatkan data dan menganalisisnya, hal yang kami lakukan selanjutnya adalah merancang program ruang. hal yang pertama yang kami lakukan adalah mengidentifikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kota Bandung termasuk salah satu Kota Pariwisata dimana banyak

BAB I PENDAHULUAN. Kota Bandung termasuk salah satu Kota Pariwisata dimana banyak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Bandung termasuk salah satu Kota Pariwisata dimana banyak dikunjungi para wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Tentunya para wisatawan yang berkunjung

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar atau Umum Secara umum teori - teori yang digunakan menjadi dasar dalam penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut : 2.1.1 Definisi Komunikasi Setiap orang memerlukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Usaha Jasa Pertemuan, Insentif, Konferensi dan Pameran (Meeting, Incentive,

BAB I PENDAHULUAN. Usaha Jasa Pertemuan, Insentif, Konferensi dan Pameran (Meeting, Incentive, 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN Kegiatan kepariwisataan yang saat ini dianggap sangat potensial adalah Usaha Jasa Pertemuan, Insentif, Konferensi dan Pameran (Meeting, Incentive, Convention,

Lebih terperinci

Bogor sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama sudah sewajarnyalah untuk memfasilitasi penggunaan produk halal dimasyarakat.

Bogor sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama sudah sewajarnyalah untuk memfasilitasi penggunaan produk halal dimasyarakat. Latar Belakang Setifikasi halal pada perdagangan internasional mendapatkan perhatian baik dalam memberikan perlindungan konsumen umat Islam diseluruh dunia, maupun sebagai stategi menghadapi tantangan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan sektor ekonomi dan bisnis di Indonesia pada era ini sedang mengalami peningkatan ditandai dengan muculnya perusahaan-perusahaan yang bermunculan dan akan

Lebih terperinci

BAB 4 KEAMANAN DAN PENDANAAN

BAB 4 KEAMANAN DAN PENDANAAN BAB 4 KEAMANAN DAN PENDANAAN 4.1 Perizinan dan Regulasi Perizinan yang dilakukan selama proses acara ini adalah: 1. Perizinan untuk pemasangan spanduk di area Kampus Anggrek Bina Nusantara kepada pihak

Lebih terperinci

BUILDING MATERIAL EXPO

BUILDING MATERIAL EXPO BUILDING MATERIAL EXPO 26 30 APRIL 2017 JEC HALL A ORGANIZED BY. SUPPORTED BY. LOGO EXINDO 26-30 HALL A APRIL 2017 JEC BIMEX 2017 Apa itu BIMEX? Pameran Bahan bangunan 2017 akan digelar kembali di gedung

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. peningkatan kualitas hidupnya pun semakin berkembang. Hal paling dasar yang

BAB 1 PENDAHULUAN. peningkatan kualitas hidupnya pun semakin berkembang. Hal paling dasar yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan jaman, kebutuhan manusia akan peningkatan kualitas hidupnya pun semakin berkembang. Hal paling dasar yang dapat menunjang kualitas hidup

Lebih terperinci

LEMBAR PENGESAHAN NIP: NIP:

LEMBAR PENGESAHAN NIP: NIP: LEMBAR PENGESAHAN Telah diperiksa, disetujui dan disahkan oleh pihak program studi Usaha Jasa Pariwisata Universitas Negeri Jakarta, sebuah proposal yang berisikan rencana kegiatan Tourism Event tahun

Lebih terperinci

PRODUCTION TEAM Project Officer / Event Manager Field Officer Show Director

PRODUCTION TEAM Project Officer / Event Manager Field Officer Show Director EVENT ORGANIZERS Event Organizer (EO) merupakan organisasi yang didalamnya terdapat sekumpulan orang yang memiliki fungsi menyelenggarakan dan melaksanakan sebuah acara dengan fungsi dan peran masing -

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERNYATAAN... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN PANITIA UJIAN... HALAMAN MOTTO...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERNYATAAN... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN PANITIA UJIAN... HALAMAN MOTTO... DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERNYATAAN... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN PANITIA UJIAN... HALAMAN MOTTO... HALAMAN PERSEMBAHAN... INTISARI... ABSTRACT... KATA PENGANTAR...

Lebih terperinci

PROPOSAL RAKERDA KE IV & HUT PHRI KE-49

PROPOSAL RAKERDA KE IV & HUT PHRI KE-49 PROPOSAL RAKERDA KE IV & HUT PHRI KE-49 BPD PHRI JAWA BARAT 28 JANUARY 8 FEBUARI 2018 PENDAHULUAN Dalam rangka mewujudkan Target Pariwisata 20 Juta Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan 275 Juta Perjalanan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. ide baru untuk menemukan cara-cara baru untuk melihat masalah dan

BAB 1 PENDAHULUAN. ide baru untuk menemukan cara-cara baru untuk melihat masalah dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Zimmerer, Scarborough, & Wilson dalam Wijatno (2009: 42) kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan suatu gagasan atau ide baru untuk menemukan cara-cara

Lebih terperinci

PPI HAMBURG INDUSTRIAL REVIVAL: OPTIMIZING STRATEGY ON BUSINESS, GOVERNMENT AND EDUCATION

PPI HAMBURG INDUSTRIAL REVIVAL: OPTIMIZING STRATEGY ON BUSINESS, GOVERNMENT AND EDUCATION PPI HAMBURG INDUSTRIAL REVIVAL: OPTIMIZING STRATEGY ON BUSINESS, GOVERNMENT AND EDUCATION 2016 ICONIC (International Conference of Integrated Intellectual Community) adalah sebuah konferensi internasional

Lebih terperinci

Akhir kata, besar harapan kami agar Cicenfest #5 dapat berjalan dengan sukses. Atas perhatian dan bantuan semua pihak, kami ucapkan terima kasih.

Akhir kata, besar harapan kami agar Cicenfest #5 dapat berjalan dengan sukses. Atas perhatian dan bantuan semua pihak, kami ucapkan terima kasih. Pengantar Hari sumpah pemuda merupakan hari bersejarah dan penting bagi Bangsa Indonesia. Pemuda mengikrarkan semangat persatuan dan kesatuan Indonesia. Untuk membangun bangsa yang lebih maju, seharusnya

Lebih terperinci

SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI SERTIFIKAT LEVEL BIDANG BISNIS KONVENSI

SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI SERTIFIKAT LEVEL BIDANG BISNIS KONVENSI 2016 LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI PIHAK PERTAMA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BANDUNG SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI SERTIFIKAT LEVEL BIDANG BISNIS KONVENSI Disusun oleh Komite Skema Sertifikasi yang merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini dengan mendatangi event tourism fair. Melalui acara tersebut para wisatawan

BAB I PENDAHULUAN. ini dengan mendatangi event tourism fair. Melalui acara tersebut para wisatawan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berwisata tidak semata-mata hanya mengunjungi pantai, gunung, dan objek wisata saja. Tetapi wisatawan juga dapat mengenal potensi wisata lain di Indonesia ini dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri kreatif adalah industri yang bermuara pada intelektualitas, ide, dan gagasan orisinil yang kemudian di realisasikan berdasarkan pemikiran insan kreatif yang

Lebih terperinci

BAB 4 KEAMANAN DAN PENDANAAN. berhubungan dengan siapa pun nantinya (Fadhli, 2013). Perizinan yang dilakukan selama proses acara ini adalah:

BAB 4 KEAMANAN DAN PENDANAAN. berhubungan dengan siapa pun nantinya (Fadhli, 2013). Perizinan yang dilakukan selama proses acara ini adalah: BAB 4 KEAMANAN DAN PENDANAAN 4.1 Perizinan dan Regulasi Membuat surat perizinan adalah langkah pertama yang harus anda lakukan sebelum memulai usaha atau bisnis event organizer. Karena dengan surat surat

Lebih terperinci

Public Relation terpecah kedalam marketing public relations dan corporate public relations.

Public Relation terpecah kedalam marketing public relations dan corporate public relations. MARKETING PR Public Relation terpecah kedalam marketing public relations dan corporate public relations. Marketing public relations untuk membentuk citra perusahaan yang berdampak terhadap keputusan pembelian.

Lebih terperinci

STRATEGI PROMOSI EVENT INACRAFT 2015 UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA PT MEDIATAMA BINAKREASI JAKARTA

STRATEGI PROMOSI EVENT INACRAFT 2015 UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA PT MEDIATAMA BINAKREASI JAKARTA STRATEGI PROMOSI EVENT INACRAFT 2015 UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA PT MEDIATAMA BINAKREASI JAKARTA Skripsi ini Disusun Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan Oleh:

Lebih terperinci

TEAXOLOGY ON FRAME. Christian Rionaldo Wijaya Daniel Riyadi Ferry Irawan

TEAXOLOGY ON FRAME. Christian Rionaldo Wijaya Daniel Riyadi Ferry Irawan TEAXOLOGY ON FRAME Christian Rionaldo Wijaya Crionaldo28@gmail.com Daniel Riyadi Sukenma@yahoo.com Ferry Irawan Ferry.2291@yahoo.co.id Christian Rionaldo Wijaya-Daniel Riyadi-Ferry Irawan, Dr.Vitria Ariani,A.Par,PGDIP.M.Sc

Lebih terperinci

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian dalam bab hasil penelitian dan pembahasan maka penulis dapat memberikan kesimpulan sebagai berikut: 1. Strategi komunikasi pemasaran terpadu Dinas Kebudayaan

Lebih terperinci

URAIAN PEKERJAAN. Ketua Komite Pelaksana GDEAI Anggota Koordinator 4 Nama

URAIAN PEKERJAAN. Ketua Komite Pelaksana GDEAI Anggota Koordinator 4 Nama URAIAN PEKERJAAN I. IDENTITAS JABATAN Nomor 004/UP-GD/Adhoc/KP-DAI/2011 Jabatan Koordinator 4 Komite Pelaksana (Team Adhoc) Gran Disain Edukasi Asuransi Indonesia Unit Kerja Bidang Perumus Rencana Penyelenggara

Lebih terperinci

PANDUAN TATA TERTIB I. PERSYARATAN LOMBA

PANDUAN TATA TERTIB I. PERSYARATAN LOMBA PANDUAN TATA TERTIB v Peserta wajib merupakan Karyawan Tetap perusahaan BUMN atau Kementerian BUMN v Peraturan Peserta Lomba sebagai berikut: Ø Terbuka untuk segala kalangan dan usia (dalam batas kepegawaian

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 112 TAHUN 2016 TENTANG NOMENKLATUR, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Visi pembangunan Industri Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional adalah Indonesia menjadi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DATA PROYEK

BAB III ANALISIS DATA PROYEK BAB III ANALISIS DATA PROYEK 3.1 Data Proyek 3.1.1 Data Umum Proyek Gambar 3.1 Logo Yusan Bridal Sumber : http://www.google.com/fyusangriyapengantin.com Nama Proyek Sifat Proyek Bentuk Usaha Pemilik Pengelola

Lebih terperinci

URAIAN PEKERJAAN I. IDENTITAS JABATAN

URAIAN PEKERJAAN I. IDENTITAS JABATAN URAIAN PEKERJAAN I. IDENTITAS JABATAN Nomor Jabatan Unit Kerja Bentuk Organisasi Kedudukan Dalam Organisasi a. Atasan langsung b. Bawahan langsung Nama 005/UP-GD/Adhoc/KP-DAI/2011 Koordinator 5 Komite

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. konvensi diselenggarakan melalui kegiatan-kegiatan pertemuan asosiasi,

BAB I PENDAHULUAN. konvensi diselenggarakan melalui kegiatan-kegiatan pertemuan asosiasi, 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Wisata konvensi adalah pertemuan sekelompok orang yang secara bersama-sama bertukar pengalaman dan informasi melalui pembicaraan, mendengar, belajar dan mendiskusikan

Lebih terperinci

Trend Customer Preference dalam memilih Bridal

Trend Customer Preference dalam memilih Bridal Halaman 1 / 1 KUESIONER Trend Customer Preference dalam memilih Bridal Responden Yth. Kami adalah mahasiswa MM.CIO & MM.Finance Universitas Bina Nusantara Jakarta yang sedang mengadakan penelitian mengenai

Lebih terperinci

Standar Kompetensi Lulusan. Hubungan Masyarakat

Standar Kompetensi Lulusan. Hubungan Masyarakat Standar Kompetensi Lulusan Hubungan Masyarakat Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2012

Lebih terperinci

BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF. Andalucia Party Planner and Decoration adalah bisnis yang bergerak di

BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF. Andalucia Party Planner and Decoration adalah bisnis yang bergerak di 1 BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF 1.1 Deskripsi Konsep Bisnis Andalucia Party Planner and Decoration adalah bisnis yang bergerak di bidang jasa penyelenggaraan acara. Bisnis jasa ini dipilih karena dapat dikatakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan tempat wisata di Lampung merupakan daya tarik tersendiri bagi

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan tempat wisata di Lampung merupakan daya tarik tersendiri bagi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberadaan tempat wisata di Lampung merupakan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Lampung sebagai wisatawan khususnya yang menginginkan tempat wisata dengan berbagai

Lebih terperinci

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA KARYA ILMIAH Peluang Bisnis "Event Organizer" STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Bayu tri laksana (11.11.5566) 11.S1TI.13 ABSTRAK Usaha Event Organizer Event adalah penyedia jasa professional penyelenggara sebuah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini industri pariwisata di Indonesia sedang dikembangkan oleh pemerintah sebagai salah satu penghasil devisa. Indonesia dikenal memiliki banyak tempat-tempat

Lebih terperinci

PANDUAN TATA TERTIB I. PERATURAN PESERTA LOMBA

PANDUAN TATA TERTIB I. PERATURAN PESERTA LOMBA PANDUAN TATA TERTIB I. PERATURAN PESERTA LOMBA v Peserta wajib merupakan Karyawan Tetap atau Karyawan Kontrak 1 tahun perusahaan BUMN atau Kementerian BUMN v Peraturan Peserta Lomba sebagai berikut: Ø

Lebih terperinci

PROPOSAL DUKUNGAN KEGIATAN

PROPOSAL DUKUNGAN KEGIATAN PROPOSAL DUKUNGAN KEGIATAN PARAGLIDING ASIAN CUP 2017 Road To Asian Games 2018 TEST EVENT Puncak, Jawa Barat 11 14 Agustus 2017 Disampaikan Oleh: PGPI Bidang Paralayang, PB - FASI Jakarta, 01 Juni 2017

Lebih terperinci

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 104 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian tentang Strategi Komunikasi Pemasaran Museum Gunungapi Merapi, maka dapat dikemukakan kesimpulan dan saran-saran sebagai berikut: A. KESIMPULAN Dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau

BAB I PENDAHULUAN. Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma

Lebih terperinci

Contoh Proposal Kegiatan Dan Sponsorship Lengkap

Contoh Proposal Kegiatan Dan Sponsorship Lengkap Contoh Proposal Kegiatan Dan Sponsorship Lengkap PROPOSAL LAUNCHING ALBUM BROTHER TO BROTHER THE PLUM 1. GAMBARAN UMUM Berbicara mengenai musik tidak terlepas dari keselarasan, harmonisasi dan perasaan.

Lebih terperinci

BRANDING HIPMI PEDULI JAWA TENGAH MELALUI KEGIATAN KOMUNIKASI STRATEGIS. Abstrak

BRANDING HIPMI PEDULI JAWA TENGAH MELALUI KEGIATAN KOMUNIKASI STRATEGIS. Abstrak BRANDING HIPMI PEDULI JAWA TENGAH MELALUI KEGIATAN KOMUNIKASI STRATEGIS Abstrak Tugas akhir berupa karya bidang ini dilatarbelakangi oleh badan organisasi baru dibawah naungan HIPMI Jawa Tengah yaitu HIPMI

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN : Konsep dasar manajemen program Even Tujuan pembelajaran umum : Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar manajemen program Even dan hubungan dengan bidang-bidang pendidikan lainnya. Jumlah pertemuan :

Lebih terperinci

BAB 3 RENCANA PELAKSANAAN EVENT

BAB 3 RENCANA PELAKSANAAN EVENT BAB 3 RENCANA PELAKSANAAN EVENT 1.1 Pra Event 1.1.1 Brief 1. Jenis acara Acara yang kami adakan adalah perlombaan memasak untuk taraf siswa siswi sekolah menengah keatas, dimana mereka menggunakan ketela

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sekarang ini tidak dapat dipungkiri lagi jika dunia pariwisata Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Sekarang ini tidak dapat dipungkiri lagi jika dunia pariwisata Indonesia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekarang ini tidak dapat dipungkiri lagi jika dunia pariwisata Indonesia sudah menjadi komoditas yang penting bagi sumber devisa negara karena sudah semakin banyaknya

Lebih terperinci