PENDAHULUAN. Chairman Mario Moretti Polegato

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENDAHULUAN. Chairman Mario Moretti Polegato"

Transkripsi

1 RESPIRA Codice Etico Code of Ethics Code Éthique Código Ético 道 德 准 则 Kode Etik Bộ Quy Tắc Đạo Đức Кодекс профессиональной этики Etički kodeks İş Ahlakı Kuralları የስነ-ምግባር ደንብ

2 PENDAHULUAN Dengan bangga saya mempersembahkan Kode Etik Geox, dokumen yang disusun untuk mengarahkan dan mendorong komitmen dan perilaku etis Perusahaan dalam seluruh kegiatannya sehari-hari. Kode Etik ini adalah hasil kerja Komite Etik dan Pengembangan Berkelanjutan Geox S.p.A., yang ditunjuk untuk mendorong penghormatan atas prinsip-prinsip dasar yang tercantum di dalamnya dalam kegiatan bisnis sehari-hari dan dalam pengambilan keputusan setiap orang dalam Perusahaan. Kode Etik ini berisi prinsip-prinsip yang harus dipatuhi oleh para pegawai, direktur, kolaborator, konsumen dan pemasok, serta seluruh pihak secara umum yang melakukan kontak dengan perusahaan Geox. Saya yakin bahwa menerapkan prinsip-prinsip etik, keadilan dan rasa hormat, solidaritas, keberlanjutan, dan perlindungan lingkungan dalam cara kami berbisnis adalah penting untuk pengembangan tak berkesudahan bagi perusahaan kami dan bumi tempat kita hidup. Di Geox, kami melakukan semua upaya untuk memastikan bahwa produk-produk kami memang merupakan hasil dari pekerjaan yang memuaskan yang dilakukan oleh ribuan orang di seluruh dunia dan proses produksi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan dan menghargai ekosistem. Tujuan ambisius dari Kode Etik ini adalah untuk berfungsi sebagai dasar dari setiap aspek bisnis dan aspek perilaku Perusahaan Geox. Selain itu, dari sudut pandang tata kelola perusahaan, Kode Etik ini merupakan komponen penting dari sistem model organisasi dan kontrol internal Grup, berdasarkan keyakinan bahwa etika dalam manajemen bisnis adalah dasar kesuksesan bisnis perusahaan. Komitmen langsung saya adalah mematuhi dengan cermat prinsip-prinsip yang ditetapkan di bawah ini, memfasilitasi penerapannya dalam Perusahaan, melibatkan semua pihak yang berinteraksi dengan Perusahaan, serta berkontribusi terhadap peningkatan nilai Geox dan peningkatan kondisi sosial dan lingkungan tempat kami melakukan kegiatan bisnis. Chairman Mario Moretti Polegato 3

3 Indeks PENDAHULUAN 3 Indeks 5 PASAL 1 Penerima Kode Etik dan Prinsip Umum 6 PASAL 2 Teknologi dan Inovasi 6 PASAL 3 Kepatuhan 6 PASAL 4 Modal Insani 7 PASAL 5 Perlindungan Lingkungan 7 PASAL 6 Hubungan Pasokan 8 PASAL 7 Hubungan dengan Konsumen 8 PASAL 8 Hubungan dengan Pasar Keuangan dan Persaingan 8 PASAL 9 Sumbangan dan Sponsor 8 PASAL 10 Pelaksanaan Kode Etik 8 PASAL 11 Sanksi 9 PASAL 12 Ketentuan Penutup 9 5

4 PASAL 1 Penerima Kode Etik dan Prinsip Umum 1. Kode Etik ini ditujukan untuk badan hukum dan komponennya, para pegawai, pekerja sementara, konsultan dan seluruh kolaborator mulai dari agen hingga perwakilan, dan pihak lain yang dapat bertindak untuk dan atas nama Geox S.p.A., serta seluruh pihak yang melakukan kontak dalam kegiatan mereka dengan Geox S.p.A. dan perusahaan lain dalam Grup (selanjutnya disebut Penerima Kode Etik ). 2. Dalam pelaksanaan kegiatan mereka, Penerima Kode Etik harus melaksanakan kegiatan berdasarkan prinsip-prinsip Kode Etik yang diilhami oleh nilai-nilai loyalitas, ketekunan, ketidakberpihakan, kebenaran dan transparansi, sesuai dengan hukum yang berlaku. 3. Dalam hubungan resiprokal, Penerima Kode Etik harus mendasarkan perilaku mereka pada kerja sama dan kolaborasi timbal balik. Penerima Kode Etik harus bertindak bersama untuk menghindari sikap diskriminatif berdasarkan umur, kesehatan, jenis kelamin, agama, ras, kelompok etnis, preferensi seksual, dan pendapat politik dan budaya, serta harus menerapkan sikap berdasarkan rasa saling menghargai dan menghormati. 4. Kesuksesan Geox adalah hasil dari penerapan nilai-nilai berikut ini yang harus dimiliki oleh setiap Penerima Kode Etik: a. Antusiasme dan kedinamisan b. Percaya pada gagasan dan proyek inovatif sendiri c. Keyakinan d. Kejujuran dan integritas e. Keseriusan f. Tanggung jawab 5. Setiap situasi yang dapat menimbulkan potensi konflik antara kepentingan pribadi dan kepentingan Geox S.p.A. harus dihindari atau, jika tidak mungkin dihindari, konflik tersebut harus dilaporkan kepada Badan Pengawas sebagaimana tertera pada pasal 10. PASAL 2 Teknologi dan Inovasi 1. Pengembangan Geox adalah hasil dari perhatian yang konstan pada evolusi teknologi produk dan jasa, yang menjadi dasar untuk mencapai standar kualitas tertinggi. 2. Inovasi harus menjadi hasil dari suatu proses yang terbuka untuk semua Penerima Kode Etik, yang dicapai dengan memanfaatkan gagasan-gagasan terbaik dan diterapkan melalui kajian dan eksperimen. 3. Setiap inovasi yang dicapai secara langsung atau tidak langsung oleh Geox cenderung mengarah pada keberlanjutan lebih besar yang semakin meningkat, sebagai unsur penting kelangsungan perusahaan. Inovasi tersebut harus diperoleh dengan memanfaatkan teknologi paling canggih dan mencari solusi yang menjamin keunggulan produk dan jasa Geox, dan pada saat yang sama meningkatkan karakteristik sosial dan lingkungan dari inovasi tersebut. 4. Geox memberikan perhatian maksimal untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatannya menunjukkan Inovasi Bertanggung Jawab yang konstan, sehingga solusi yang dipakai saat ini tidak menjadi masalah di kemudian hari. PASAL 3 Kepatuhan 1. Hubungan dengan Administrasi Publik, pejabat pemerintah atau pihak-pihak yang ditunjuk untuk menyelenggarakan pelayanan publik harus sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. 2. Asumsi komitmen dan manajemen atau hubungan dengan pihak-pihak yang disebutkan di atas berlaku khusus untuk departemen di perusahaan yang ditunjuk secara khusus dan untuk personel yang berwenang, sehubungan dengan prosedur internal yang menjamin sikap yang benar, jujur, loyal, dan transparan. 3. Dalam hal hubungan dengan pihak ketiga, baik pihak pemerintah maupun swasta, Penerima Kode Etik harus menghindari perbuatan menawarkan, bahkan secara tidak langsung, uang atau manfaat lain kepada pihak-pihak terkait, anggota keluarga mereka atau orang-orang yang terkait dengan pihak-pihak tersebut dengan cara apapun, dan Penerima Kode Etik tidak boleh menjalin atau membangun hubungan dengan tujuan untuk memengaruhi pilihan-pilihan dan kegiatankegiatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. 4. Penyusunan laporan keuangan dan jenis dokumen keuangan lain harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan menerapkan praktik dan standar akuntansi terbaru, dan menunjukkan prinsip transparansi dalam hubungan dengan para pemangku kepentingan, serta menyajikan dengan tepat kegiatan-kegiatan manajemen dengan kejelasan, kebenaran, dan keakuratan. PASAL 4 Modal Insani 1. Pengakuan atas nilai dan martabat Seseorang adalah syarat pokok manajemen perusahaan yang sehat. 2. Penghormatan dan penghargaan atas Seseorang meliputi perlindungan integritas fisik dan moral, serta peningkatan keahlian teknis dan profesional Seseorang secara kontinu. 3. Dilarang melakukan praktik yang mengandung penghinaan atau perendahan harga diri seseorang sedemikian rupa atau penghinaan atau perendahan peran seseorang, termasuk intimidasi, eksploitasi, atau ancaman. 4. Setiap praktik perusahaan harus melibatkan orang-orang dalam konteks pekerjaan yang sesuai dengan martabat manusia dan yang dapat memberikan jaminan keselamatan yang memadai, dengan jangka waktu dan metode yang tidak mengompromikan kehidupan pribadi atau kapasitas seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. 5. Penting untuk melindungi pekerja yang berada dalam keadaan yang membatasi kegiatan profesional mereka (kehamilan, persalinan, kekurangan pengalaman, kecelakaan, kecacatan, dll.) dengan menerapkan langkah-langkah yang dapat mempertahankan integritas fisik dan moral, serta sesuai dengan hukum yang berlaku. 6. Setiap pekerja berhak atas gaji yang adil dan reguler, serta tunjangan lembur yang memadai. Setiap pekerja dijamin kebebasannya untuk menjadi anggota asosiasi serikat pekerja. 7. Geox mengutuk eksploitasi buruh anak atau orang-orang yang ditahan di luar kemauan mereka. Penggunaan personel di bawah umur diperbolehkan hanya dalam hal penerapan hukum yang berlaku secara tepat dan sesuai dengan ketentuan Konvensi Hak-Hak Anak PBB. PASAL 5 Perlindungan Lingkungan 1. Tidak ada kegiatan atau praktik bisnis yang, baik secara langsung maupun tidak langsung harus melibatkan perubahan permanen terhadap ekosistem alam setempat. Dalam setiap kegiatan, perlu untuk mencari solusi operasional yang sebisa mungkin membatasi pencemaran udara, air atau tanah, akumulasi zat-zat yang diekstrak dari lapisan tanah bawah atau yang dibuat dengan proses produksi industri, serta pemborosan sumber daya alam (air, tumbuhan, hewan, mineral, dll.) dan energi. 2. Penerima Kode Etik diimbau untuk benar-benar menghormati ketentuan-ketentuan tentang perlindungan lingkungan yang berlaku dan - jika memungkinkan - menggunakan kriteria yang lebih ketat daripada ketentuan-ketentuan tersebut, serta mengikuti pedoman-pedoman internasional, jika sesuai. 7

5 PASAL 6 Hubungan Pasokan 1. Pemilihan pemasok harus berdasarkan pada prinsip-prinsip objektivitas, kompetensi, dan ekonomi, serta prinsip-prinsip transparansi, kebenaran, dan keunggulan sehubungan dengan standar lingkungan dan sosial tertinggi. 2. Setiap hubungan pasokan dibatasi oleh peraturan perburuhan yang berlaku di negara seseorang dan oleh penerapan prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam Kode Etik ini terkait dengan seluruh subjek rantai pasokan. 3. Dalam hubungan bisnis dengan pihak ketiga, dilarang untuk menawarkan atau menerima manfaat (langsung maupun tidak langsung), bingkisan, atau kegiatan kunjungan kehormatan atau keramahtamahan, kecuali kegiatan tersebut memiliki sifat dan nilai yang tidak dapat memengaruhi objektivitas penilaian dan tidak dapat ditafsirkan sebagai kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh perlakuan yang menguntungkan. PASAL 7 Hubungan dengan Konsumen 1. Hubungan dengan konsumen didasarkan pada pemenuhan kebutuhan mereka secara total dan pada tujuan untuk menciptakan hubungan yang solid, yang diilhami oleh nilai-nilai umum kebenaran, kejujuran, efisiensi dan pendekatan profesional. 2. Komunikasi dan pesan iklan yang ditujukan kepada pelanggan menunjukkan kesederhanaan, kejelasan, dan kelengkapan, dengan menghindari pelaksanaan praktik-praktik yang menipu dan/ atau tidak benar. PASAL 8 Hubungan dengan Pasar Keuangan dan Persaingan 1. Hubungan dengan pasar keuangan dikelola dengan cara yang menjamin transparansi dan kelengkapan informasi. 2. Geox mengakui nilai persaingan yang sehat sebagai unsur perkembangan pasar. Oleh karena itu, dilarang melakukan segala persaingan yang tidak sehat, penyalahgunaan jabatan atau fitnah terkait dengan pihak-pihak yang bekerja dalam pasar yang sama. PASAL 9 Sumbangan dan Sponsor 1. Geox berkomitmen terhadap permintaan sponsor hanya jika permintaan tersebut dapat mendorong pengembangan atau inovasi pada ragam, fungsi, dan teknologi produk, atau jika permintaan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan aspek sosial dan lingkungan, atau jika berasal dari badan promosi budaya/sosial. 2. Geox tidak berkomitmen terhadap permintaan sumbangan dari orang-orang yang populer secara politis, partai politik, atau lembaga atau asosiasi yang terkait dengan pihak-pihak tersebut. Pihak-pihak yang disebutkan di atas berjanji untuk menjaga kerahasiaan identitas pelapor, kecuali hal tersebut dilarang oleh Hukum. 3.Untuk setiap pelanggaran Kode Etik yang diketahui setelah verifikasi, laporan pelanggaran akan segera dievaluasi oleh Badan Pengawas untuk menerapkan sanksi yang mungkin dikenakan. PASAL 11 Sanksi 1. Karyawan Geox harus menjunjung kepatuhan pada ketentuan-ketentuan Kode Etik sebagai bagian penting dari kewajiban kontraktual mereka. Oleh karena itu, pelanggaran Kode Etik menunjukkan kegagalan dalam memenuhi kewajiban utama dalam surat perjanjian kerja atau pelanggaran disipliner, dan meliputi penerapan sanksi disipliner sesuai dengan tingkat keseriusan pelanggaran, pengulangan pelanggaran atau tingkat kesalahan, terkait dengan ketentuan pasal 7 Statuta Pekerja, dengan setiap konsekuensi hukum, dan juga terkait dengan pemeliharaan hubungan kerja dan kompensasi atas kerugian. 2. Ketentuan-ketentuan Kode Etik ini juga berlaku pada pekerja sementara, yang kesemuanya harus menghormati kewajiban-kewajiban tersebut. Pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan disipliner yang diterapkan pada pihak-pihak yang bertanggung jawab terkait dengan perusahaan pemasok pekerja tertentu. 3. Berkenaan dengan para Direktur dan Auditor, pelanggaran ketentuan Kode Etik oleh Direksi dan Dewan Auditor dapat mencakup penerapan ketentuan sesuai dengan tingkat keseriusan atau pengulangan atau pelanggaran, hingga pemecatan karena alasan yang benar, yang akan diusulkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 4. Pelanggaran Kode Etik oleh pemasok, kolaborator, konsultan eksternal, atau Penerima Kode Etik lain selain dari yang disebutkan di atas, harus disikapi dengan serius, misalnya untuk menentukan kasus dimana kontrak terkait dapat dibatalkan sehubungan dengan hukum dan kontrak itu sendiri, untuk menentukan hak untuk memperoleh kompensasi atas kerugian dan kemungkinan diajukannya tuntutan pidana jika pelanggaran tersebut sudah pasti merupakan suatu tindak pidana. PASAL 12 Ketentuan Penutup 1. Kode Etik ini telah disetujui oleh Dewan Direksi Geox S.p.A. dan harus dilaksanakan oleh semua perusahaan dalam Grup, dalam arahan dan koordinasi yang dilaksanakan oleh perusahaan induk. 2. Setiap tinjauan Kode Etik harus disetujui oleh Dewan Direksi Geox S.p.A. setelah berkonsultasi dengan Komite Etik dan Pengembangan Berkelanjutan, serta Badan Pengawas, kecuali perubahan kecil yang harus dievaluasi oleh Badan Pengawas. Dokumen tersebut dapat dilihat di situs internet 3. Badan Pengawas dan Komite Etik dan Pengembangan Berkelanjutan mengkaji Kode Etik setidaknya setiap tiga tahun untuk mempertimbangkan kemungkinan revisi atau pemutakhiran Kode Etik. PASAL 10 Pelaksanaan Kode Etik 1. Direksi bertanggung jawab atas pelaksanaan Kode Etik dan dibantu oleh Badan Pengawas khusus dalam verifikasi terhadap penghormatan Kode Etik oleh Penerima Kode Etik. Badan Pengawas tersebut juga bekerja sama dengan Komite Etik dan Pengembangan Berkelanjutan dalam penyusunan inisiatif untuk mendorong kesadaran dan pemahaman akan Kode Etik. 2. Setiap pelanggaran Kode Etik dapat dilaporkan setiap waktu kepada Badan Pengawas melalui situs web atau langsung ke alamat it, atau ke departemen Internal Auditing (Audit Internal) di kantor pusat Geox S.p.A. 9

6

Kode Etik. .1 "Yang Harus Dilakukan"

Kode Etik. .1 Yang Harus Dilakukan Kode Etik Kode Etik Dokumen ini berisi "Kode Etik" yang harus dipatuhi oleh para Direktur, Auditor, Manajer, karyawan Pirelli Group, serta secara umum siapa saja yang bekerja di Italia dan di luar negeri

Lebih terperinci

Kebijakan Integritas Bisnis

Kebijakan Integritas Bisnis Kebijakan Integritas Bisnis Pendahuluan Integritas dan akuntabilitas merupakan nilainilai inti bagi Anglo American. Memperoleh dan terus mengutamakan kepercayaan adalah hal mendasar bagi kesuksesan bisnis

Lebih terperinci

Program "Integritas Premium" Program Kepatuhan Antikorupsi

Program Integritas Premium Program Kepatuhan Antikorupsi Program "Integritas Premium" Program Kepatuhan Antikorupsi Tanggal publikasi: Oktober 2013 Daftar Isi Indeks 1 Pendekatan Pirelli untuk memerangi korupsi...4 2 Konteks regulasi...6 3 Program "Integritas

Lebih terperinci

Grup Generali Kode Etik

Grup Generali Kode Etik Grup Generali Kode Etik Pesan dari CEO Grup Rekan-Rekan Sejawat yang Terhormat, Grup kita dengan bangga menduduki posisi teratas dalam pasar asuransi dunia berkat nilainilai pokok kita yang mencakup kualitas,

Lebih terperinci

PIAGAM UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BAGI PARA SUPPLIER DAN KONTRAKTOR ALSTOM

PIAGAM UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BAGI PARA SUPPLIER DAN KONTRAKTOR ALSTOM 01/01/2014 PIAGAM UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BAGI PARA SUPPLIER DAN KONTRAKTOR ALSTOM PENDAHULUAN Pembangunan berkelanjutan adalah bagian penggerak bagi strategi Alstom. Ini berarti bahwa Alstom sungguhsungguh

Lebih terperinci

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Pernyataan Prinsip: Setiap orang berhak mendapatkan perlakuan hormat di tempat kerja 3M. Dihormati berarti diperlakukan secara jujur dan profesional dengan

Lebih terperinci

01. KODE ETIK UNTUK KARYAWAN. (Revisi 2, sesuai dengan persetujuan dalam Rapat Dewan Direksi No 1/2014, 12 Januari 2014)

01. KODE ETIK UNTUK KARYAWAN. (Revisi 2, sesuai dengan persetujuan dalam Rapat Dewan Direksi No 1/2014, 12 Januari 2014) 01. KODE ETIK UNTUK KARYAWAN (Revisi 2, sesuai dengan persetujuan dalam Rapat Dewan Direksi No 1/2014, 12 Januari 2014) Kode Etik ini berlaku untuk semua Karyawan Indorama Ventures PCL dan anak perusahaan

Lebih terperinci

Pedoman Etika Bisnis

Pedoman Etika Bisnis Pedoman Etika Bisnis Tinjauan umum kebijakan dan pengarahan Group yang mendasar yang memandu hubungan kita dengan satu sama lain dan dengan para pemangku kepentingan. Rincian lebih lanjut dan peraturan

Lebih terperinci

PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER

PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER Kami meyakini bahwa bisnis hanya dapat berkembang dalam masyarakat yang melindungi dan menghormati hak asasi manusia. Kami sadar bahwa bisnis memiliki tanggung

Lebih terperinci

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang:

Lebih terperinci

PEDOMAN ETIKA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN PARA SUPPLIER

PEDOMAN ETIKA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN PARA SUPPLIER PEDOMAN ETIKA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN PARA SUPPLIER 2 PALYJA GDF SUEZ - Pedoman Etika Dalam Berhubungan Dengan Supplier GDF SUEZ berjuang setiap saat dan di semua tempat untuk bertindak baik sesuai dengan

Lebih terperinci

Prinsip-prinsip pertanggung Jawaban Kita

Prinsip-prinsip pertanggung Jawaban Kita Prinsip-prinsip pertanggung Jawaban Kita Prinsip-prinsip pertanggung Jawaban Kita Pesan dari Direktur Jean-Pascal Tricoire, Ketua Dewan Direksi dan CEO Perusahaan kita seringkali berinteraksi dengan para

Lebih terperinci

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL Hensi Margaretta, MBA. 1 POKOK BAHASAN Etika bisnis Tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungannnya: Pelanggan Karyawan Pemegang saham Kreditor Lingkungannya Komunitasnya

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas)

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) LAMPIRAN 6 PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) Pihak Pertama Nama: Perwakilan yang Berwenang: Rincian Kontak: Pihak Kedua Nama:

Lebih terperinci

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas:

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas: PRINSIP ESSILOR Setiap karyawan Essilor dalam kehidupan professionalnya ikut serta bertanggung jawab untuk menjaga reputasi Essilor. Sehingga kita harus mengetahui dan menghormati seluruh prinsip yang

Lebih terperinci

Komitmen kami kepada integritas dan tanggung jawab. Kode Etik Syngenta

Komitmen kami kepada integritas dan tanggung jawab. Kode Etik Syngenta Komitmen kami kepada integritas dan tanggung jawab Kode Etik Syngenta Komitmen kami kepada integritas dan tanggung jawab Kode Etik Syngenta Daftar Isi Pesan Gabungan dari Ketua dan CEO.....................................2

Lebih terperinci

Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku

Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku April 1, 2013 Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku Sulzer 1/12 Sulzer berkomitmen dan mewajibkan para karyawannya untuk menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan

Lebih terperinci

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Badan Usaha Milik Negara merupakan

Lebih terperinci

Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Bisnis. 1 Pendahuluan 2 Komitmen 3 Pelaksanaan 4 Tata Kelola

Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Bisnis. 1 Pendahuluan 2 Komitmen 3 Pelaksanaan 4 Tata Kelola Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Bisnis 1 Pendahuluan 2 Komitmen 3 Pelaksanaan 4 Tata Kelola BP 2013 Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Bisnis 1. Pendahuluan Kami mengirimkan energi kepada dunia.

Lebih terperinci

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 7 Bagian Kedua KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK II.1. Kebijakan GCG ANTARA ANTARA

Lebih terperinci

April 2015. Pedoman Etika dan Perilaku Bisnis

April 2015. Pedoman Etika dan Perilaku Bisnis April 2015 Pedoman Etika dan Perilaku Bisnis Daftar Isi Komitmen kita terhadap integritas 4 Pesan dari Chief Executive Officer kita 4 Filosofi dan nilai bisnis kita 5 Pedoman Etika dan Perilaku Bisnis

Lebih terperinci

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Umum Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan), yang dalam Pedoman ini disebut BADAN, adalah badan hukum publik yang dibentuk dengan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa keinsinyuran merupakan kegiatan penggunaan

Lebih terperinci

KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID

KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID UNTUK MENDAPATKAN AKUN BLACKBERRY ID, SERTA DAPAT MENGAKSES LAYANAN YANG MENSYARATKAN ANDA UNTUK MEMILIKI AKUN BLACKBERRY ID, ANDA HARUS (1) MENYELESAIKAN PROSES

Lebih terperinci

Mata kuliah - Administrasi Bisnis

Mata kuliah - Administrasi Bisnis EtikaBisnisdanTanggungjawab Sosial-1 Mata kuliah - Administrasi Bisnis 1. Menjelaskan tanggung jawab perusahaan terhadap : a. Pelanggan b. Pekerja c. Kreditor d. Komunitas disekitar lingkungan usaha 2.

Lebih terperinci

Perjanjian BlackBerry ID

Perjanjian BlackBerry ID Perjanjian BlackBerry ID Perjanjian BlackBerry ID atau "Perjanjian" merupakan suatu perjanjian hukum antara Research In Motion Limited, atau anak perusahaannya atau afiliasinya sebagaimana tertera dalam

Lebih terperinci

PEDOMAN SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN WHISTLE BLOWING SYSTEM. Revisi Ke : PELANGGARAN PENDAHULUAN

PEDOMAN SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN WHISTLE BLOWING SYSTEM. Revisi Ke : PELANGGARAN PENDAHULUAN PT. INHUTANI I (PERSERO) PEDOMAN SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN ARAN WHISTLE BLOWING SYSTEM FUNGSI : SEKRETARIS PERUSAHAAN NOMOR : JUDUL : SISTEM PELAPORAN Revisi Ke : PELANGGARAN Berlaku TMT : PENDAHULUAN

Lebih terperinci

Kebijakan Anti Korupsi di Seluruh Dunia

Kebijakan Anti Korupsi di Seluruh Dunia Kebijakan Anti Korupsi di Seluruh Dunia I. TUJUAN Undang-undang sebagian besar negara di dunia menetapkan bahwa membayar atau menawarkan pembayaran atau bahkan menerima suap, kickback atau pun bentuk pembayaran

Lebih terperinci

Tata Laku Bisnis Internasional

Tata Laku Bisnis Internasional Tata Laku Bisnis Internasional Etika, Integritas, Kepercayaan Prinsip Kita dalam Pekerjaan Memimpin dengan menjadi teladan melalui Tata Laku Bisnis kita yang kuat sangat penting bagi kesuksesan kita. Orang

Lebih terperinci

Cara Kerja Kita. Praktik Usaha BT. Bulan Oktober 2013. Halaman 1

Cara Kerja Kita. Praktik Usaha BT. Bulan Oktober 2013. Halaman 1 Cara Kerja Kita Praktik Usaha BT Bulan Oktober 2013 Halaman 1 Cara Kerja Kita: Praktik Usaha Kita Nilai-Nilai Kita: Cara Kerja Kita menjabarkan praktik usaha dan nilai-nilai kita perilaku yang kita harapkan

Lebih terperinci

Prinsip-Prinsip Panduan Kita

Prinsip-Prinsip Panduan Kita Prinsip-Prinsip Panduan Kita Kode Etik Cargill Kebijakan yang selalu menjadi dasar dalam menjalankan usaha kita adalah kata-kata kita sebaik janji kita. John MacMillan, Sr., 1923 Pengantar Pesan dari Pimpinan

Lebih terperinci

PRINSIP PRIVASI UNILEVER

PRINSIP PRIVASI UNILEVER PRINSIP PRIVASI UNILEVER Unilever menerapkan kebijakan tentang privasi secara khusus. Lima prinsip berikut melandasi pendekatan kami dalam menghormati privasi Anda. 1. Kami menghargai kepercayaan yang

Lebih terperinci

MENETAPKAN STANDAR. KODE ETIK dan Perilaku Bisnis. Diperbarui Juni 2014

MENETAPKAN STANDAR. KODE ETIK dan Perilaku Bisnis. Diperbarui Juni 2014 KAMI MELAKUKAN APA YANG BENAR KAMI MENGHORMATI ORANG LAIN KAMI BEKERJA DENGAN KEUNGGULAN Diperbarui Juni 2014 MENETAPKAN STANDAR KODE ETIK dan Perilaku Bisnis Menetapkan Standar Diperbarui Juni 2014 Lockheed

Lebih terperinci

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS PERNYATAAN DAN PRINSIP KEBIJAKAN Sesuai dengan Undang-undang Intelijen Keuangan dan Anti Pencucian Uang 2002 (FIAMLA 2002), Undang-undang Pencegahan Korupsi 2002

Lebih terperinci

10. KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA

10. KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA 10. KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA Kebijakan Hak Asasi Manusia Sebagai salah satu perusahaan global yang beroperasi di lebih 15 negara di empat benua, Indorama Ventures Public Company Limited (IVL) sangat

Lebih terperinci

PIAGAM AUDIT INTERNAL. PT GOLDEN EAGLE ENERGY Tbk. diatur dalam Peraturan Nomor IX-I. 7, Surat Ketua Badan

PIAGAM AUDIT INTERNAL. PT GOLDEN EAGLE ENERGY Tbk. diatur dalam Peraturan Nomor IX-I. 7, Surat Ketua Badan PIAGAM AUDIT INTERNAL PT GOLDEN EAGLE ENERGY Tbk 1. PENDAHUlUAN Mengacu Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan diatur dalam Peraturan Nomor IX-I. 7, Surat Ketua Badan Pasar Modal Lembaga Keuangan No. KEP-496!BL!2008

Lebih terperinci

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI Kebijakan Kepatuhan Global Desember 2012 Freeport-McMoRan Copper & Gold PENDAHULUAN Tujuan Tujuan dari Kebijakan Anti-Korupsi ( Kebijakan ) ini adalah untuk membantu memastikan kepatuhan oleh Freeport-McMoRan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA

KEPUTUSAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA KEPUTUSAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA Nomor : KEP-117/M-MBU/2002 TENTANG PENERAPAN PRAKTEK GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA, Menimbang

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA 1. Penilaian terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola yang baik Lembaga Pembiayaan Ekspor

Lebih terperinci

Tata Laku Bisnis cgg.com

Tata Laku Bisnis cgg.com Tata Laku Bisnis cgg.com Sepatah Kata dari CEO Letter from the CEO Rekan yang Terhormat: Nilai yang kuat merupakan landasan dari semua keputusan yang baik. Pernyataan ini memiliki nilai kebenaran dan

Lebih terperinci

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE/GCG)

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE/GCG) PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE/GCG) PENDAHULUAN A. Latar Belakang : 1. Perusahaan asuransi bergerak dalam bidang usaha yang menjanjikan perlindungan kepada pihak tertanggung

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan fungsi dan tujuan

Lebih terperinci

FAKTOR PENILAIAN: PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS

FAKTOR PENILAIAN: PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS II. PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARISIS Tujuan Untuk menilai: kecukupan jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi anggota Dewan

Lebih terperinci

Pedoman tentang Praktek-praktek Etika yang Baik Sofrecom

Pedoman tentang Praktek-praktek Etika yang Baik Sofrecom Pedoman tentang Praktek-praktek Etika yang Baik Sofrecom Dalam setiap kegiatan profesional yang dilakukan, kita semua wajib menunjukkan integritas, keadilan, profesionalisme dan rasa tanggung jawab masing-masing.

Lebih terperinci

Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10

Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10 Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 3 1.2 Tujuan 3 Halaman BAB 2 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP

Lebih terperinci

KODE ETIK BISNIS Nilai Tindakan Kami

KODE ETIK BISNIS Nilai Tindakan Kami KODE ETIK BISNIS Nilai Tindakan Kami KODE ETIK BISNIS GRUP SIME DARBY Di Sime Darby, kesuksesan Anda tidak hanya diukur dengan hasil yang Anda raih, tetapi juga bagaimana cara Anda meraihnya. Bertindak

Lebih terperinci

LAPORAN UJI TUNTAS & PENDAPAT HUKUM

LAPORAN UJI TUNTAS & PENDAPAT HUKUM LAPORAN UJI TUNTAS & PENDAPAT HUKUM Oleh KarimSyah Law Firm Sudirman Square Office Tower B, lantai 11 Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta 12930, INDONESIA Phone: +62 21 577-1177 (Hunting), Fax: +62

Lebih terperinci

Pesan Direktur Utama. Rekan-rekan BTPN,

Pesan Direktur Utama. Rekan-rekan BTPN, Pesan Direktur Utama Rekan-rekan BTPN, Bisnis perbankan hidup dan tumbuh dengan basis kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, manajemen yang profesional dan tata kelola perusahaan

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, LAMPIRAN II: Draft VIII Tgl.17-02-2005 Tgl.25-1-2005 RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

NILAI DAN STANDAR MERCK

NILAI DAN STANDAR MERCK Be well NILAI DAN SANDAR MERCK DASAR KEBERHASILAN KIA ata ertib Edisi III BANUAN LAIN Sumber Daya untuk Karyawan Supervisor atau Manajer Mulailah dengan berkonsultasi kepada orang yang paling memahami

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan

Lebih terperinci

Pedoman Perilaku Bisnis Monsanto

Pedoman Perilaku Bisnis Monsanto Pedoman Perilaku Bisnis Monsanto Pesan dari Chairman dan CEO, Hugh Grant Rekan Monsanto yang terhormat, Di Monsanto, visi kita untuk lebih produktif, lebih lestari, dan hidup lebih baik di seluruh dunia

Lebih terperinci

Akses Buruh Migran Terhadap Keadilan di Negara Asal: Studi Kasus Indonesia

Akses Buruh Migran Terhadap Keadilan di Negara Asal: Studi Kasus Indonesia MIGRANT WORKERS ACCESS TO JUSTICE SERIES Akses Buruh Migran Terhadap Keadilan di Negara Asal: Studi Kasus Indonesia RINGKASAN EKSEKUTIF Bassina Farbenblum l Eleanor Taylor-Nicholson l Sarah Paoletti Akses

Lebih terperinci

PRISAI (Prinsip, Kriteria, Indikator, Safeguards Indonesia) Mei 2012

PRISAI (Prinsip, Kriteria, Indikator, Safeguards Indonesia) Mei 2012 PRISAI (Prinsip, Kriteria, Indikator, Safeguards Indonesia) Mei 2012 Apa saja prasyaarat agar REDD bisa berjalan Salah satu syarat utama adalah safeguards atau kerangka pengaman Apa itu Safeguards Safeguards

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

Strategic Governance Policy. Pendahuluan. Bab 1 PENDAHULUAN. Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 1

Strategic Governance Policy. Pendahuluan. Bab 1 PENDAHULUAN. Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 1 Bab 1 PENDAHULUAN Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 1 Bagian Kesatu PENDAHULUAN I.1. I.1.a. Latar Belakang dan Tujuan Penyusunan Strategic Governance Policy Latar Belakang

Lebih terperinci

PEDOMAN PRINSIP-PRINSIP SUKARELA MENGENAI KEAMANAN dan HAK ASASI MANUSIA

PEDOMAN PRINSIP-PRINSIP SUKARELA MENGENAI KEAMANAN dan HAK ASASI MANUSIA PEDOMAN PRINSIP-PRINSIP SUKARELA MENGENAI KEAMANAN dan HAK ASASI MANUSIA untuk pertanyaan atau saran, silakan hubungi: HumanRightsComplianceOfficer@fmi.com Semmy_Yapsawaki@fmi.com, Telp: (0901) 40 4983

Lebih terperinci

LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM. Untuk

LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM. Untuk LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM Untuk IKUT SERTA DALAM LELANG DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN. Perjanjian Konsorsium untuk Pelaksanaan Pekerjaan 18 ( PERJANJIAN KONSORSIUM ) ini dibuat dan ditandatangani pada

Lebih terperinci

Jika Anda diperlakukan secara tidak adil atau hak Anda dilanggar, hubungi nomor bebas pulsa berikut:

Jika Anda diperlakukan secara tidak adil atau hak Anda dilanggar, hubungi nomor bebas pulsa berikut: Apakah Anda Datang Ke Amerika untuk Bekerja Sementara atau Belajar? Kami percaya bahwa Anda akan mendapatkan pengalaman yang berharga. Tetapi, apabila Anda mendapatkan masalah, Anda memiliki hak dan Anda

Lebih terperinci

etik perilaku komitmen tanggung jawab integritas kode prinsip kepercayaan dan prinsip pilihan kewajiban

etik perilaku komitmen tanggung jawab integritas kode prinsip kepercayaan dan prinsip pilihan kewajiban integritas komitmen kepercayaan kewajiban etik dan prinsip kode perilaku integritas itu penting: setiap keputusan, setiap hari prinsip tanggung jawab pilihan 841044 b 01/14 Daftar isi Pesan dari President

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERSEROAN TERBATAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERSEROAN TERBATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pedoman SAI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pedoman SAI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pedoman SAI Universitas Galuh merupakan suatu organisasi profesional yang bergerak di dunia pendidikan. Di Indonesia status perguruan tinggi dikelompokan pada Perguruan

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 30/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PEMBIAYAAN

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 30/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PEMBIAYAAN PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 30/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PEMBIAYAAN I. UMUM Perkembangan industri Perusahaan Pembiayaan yang sangat

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : PER 01 /MBU/2011 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : PER 01 /MBU/2011 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA NOMOR : PER 01 /MBU/2011 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE) PADA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA, Menimbang

Lebih terperinci

ADENDUM TERHADAP KETENTUAN PEMBELIAN DALAM BBSLA UNTUK SELURUH TOKO RIME

ADENDUM TERHADAP KETENTUAN PEMBELIAN DALAM BBSLA UNTUK SELURUH TOKO RIME ADENDUM TERHADAP KETENTUAN PEMBELIAN DALAM BBSLA UNTUK SELURUH TOKO RIME 1. RUANG LINGKUP & APLIKASI 1.1. Perjanjian Lisensi BlackBerry Solution ("BBSLA") berlaku untuk seluruh distribusi (gratis dan berbayar)

Lebih terperinci

KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA. Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI)

KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA. Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) tertanggal 16 Desember 1966, dan terbuka untuk penandatangan, ratifikasi, dan aksesi MUKADIMAH

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Kode Etik Perilaku Bisnis

Kode Etik Perilaku Bisnis Kode Etik Perilaku Bisnis Rekan-rekan Karyawan yang Terhormat: Setiap hari, keputusan dan tindakan kita membantu membentuk reputasi perusahaan dan keberhasilan di masa depan. Ini semua tergantung masing-masing

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT. PT Jasa Marga (Persero) Tbk

PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT. PT Jasa Marga (Persero) Tbk PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT 2011 0 Daftar Isi Bab I. 2 PENDAHULUAN 2 Latar Belakang 2 Landasan Penyusunan Code of Conduct... 3 Visi dan Misi Perusahaan... 3 Tata Nilai Perusahaan... 3 Maksud,

Lebih terperinci

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 A) Latar Belakang Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat

Lebih terperinci

Piagam Tranparansi bagi Institusi Keuangan Internasional: Menagih Hak untuk Mengetahui. Pembukaan

Piagam Tranparansi bagi Institusi Keuangan Internasional: Menagih Hak untuk Mengetahui. Pembukaan Piagam Tranparansi bagi Institusi Keuangan Internasional: Menagih Hak untuk Mengetahui Pembukaan Hak untuk mengakses informasi bagi badan publik adalah hak asasi manusia yang paling mendasar, seperti tercantum

Lebih terperinci

SYARAT-SYARAT LAYANAN

SYARAT-SYARAT LAYANAN Berlaku Sejak 25 Maret 2015 TUJUAN LAYANAN Talk Fusion menyediakan Layanan Komunikasi Video/Video Communication Services ( Perangkat Lunak dan Layanan ) bernama Talk Fusion bagi pengguna. Kecuali jika

Lebih terperinci

PROSES. Bahan Kajian

PROSES. Bahan Kajian PROSES N. Tri Suswanto Saptadi 2/22/2014 nts/pik/ti/uajm 1 Pengadaan Pemeriksaan Penggunaan Pemeliharaan Pengembangan Bahan Kajian 2/22/2014 nts/pik/ti/uajm 2 1 Capaian Pembelajaran Mahasiswa dapat mengetahui,

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2006-2010 Sambutan Ketua BPK Pengelolaan keuangan negara merupakan suatu kegiatan yang akan mempengaruhi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan bangsa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional

Lebih terperinci

KODE ETIK APOTEKER INDONESIA DAN IMPLEMENTASI - JABARAN KODE ETIK

KODE ETIK APOTEKER INDONESIA DAN IMPLEMENTASI - JABARAN KODE ETIK KODE ETIK APOTEKER INDONESIA DAN IMPLEMENTASI - JABARAN KODE ETIK KODE ETIK APOTEKER INDONESIA MUKADIMAH Bahwasanya seorang Apoteker di dalam menjalankan tugas kewajibannya serta dalam mengamalkan keahliannya

Lebih terperinci

KODE ETIK INILAH TANGGUNG JAWAB KITA

KODE ETIK INILAH TANGGUNG JAWAB KITA KODE ETIK INILAH TANGGUNG JAWAB KITA 2 PENDAHULUAN Visi kita 6 Nilai-nilai inti kita 6 Mengapa kita menganut kode ini 8 Speak Up (Angkat Bicara) 9 1 DI TEMPAT KERJA KITA 1.1 Kita meyakini syarat dan ketentuan

Lebih terperinci

BAIK BAIK HASIL YANG CARA YANG

BAIK BAIK HASIL YANG CARA YANG HASIL YANG BAIK CARA YANG BAIK Peraturan Perilaku Januari 2013 Salam dari CEO Para kolega ADM yang saya cintai, Sebagai salah satu perusahaan agrikultur terbesar di dunia, ADM melayani kebutuhan global

Lebih terperinci

GARANSI TERBATAS (PLAYBOOK) Hak-Hak Yang Wajib Diperoleh Berdasarkan Undang-Undang. Garansi

GARANSI TERBATAS (PLAYBOOK) Hak-Hak Yang Wajib Diperoleh Berdasarkan Undang-Undang. Garansi GARANSI TERBATAS (PLAYBOOK) Hak-Hak Yang Wajib Diperoleh Berdasarkan Undang-Undang. Garansi Terbatas ini mengatur tanggung jawab Research In Motion dan grup perusahaan afiliasinya ( RIM ) tentang BlackBerry

Lebih terperinci

PANDUAN "Etika dalam Praktek"

PANDUAN Etika dalam Praktek PANDUAN "Etika dalam Praktek" PANDUAN "Etika dalam Praktek" KOMITMEN ETIKA YANG TINGGI 4 Praktek-Praktek Pelaksanaan Etika yang Menyatukan di semua Tingkat 6 BAGAIMANA MENGKOMUNIKASIKAN MASALAH ETIKA

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAPORAN KEBERLANJUTAN

PEDOMAN PELAPORAN KEBERLANJUTAN PEDOMAN PELAPORAN KEBERLANJUTAN DAFTAR ISI PENGANTAR 3 1. TUJUAN PEDOMAN PELAPORAN KEBERLANJUTAN GRI 5 2. CARA MENGGUNAKAN PEDOMAN 2.1 Pedoman 7 2.2 Menggunakan Pedoman untuk Menyusun Laporan Keberlanjutan:

Lebih terperinci

Melaksanakan nilai-nilai kita. Pedoman Perilaku Kita. Pedoman Perilaku Kita 1

Melaksanakan nilai-nilai kita. Pedoman Perilaku Kita. Pedoman Perilaku Kita 1 Melaksanakan nilai-nilai kita Pedoman Perilaku Kita Pedoman Perilaku Kita 1 Ikrar GSK Menempatkan nilai-nilai kita pada setiap inti keputusan yang kita ambil Bersama-sama kita membangun sebuah perusahaan

Lebih terperinci

Prakarsa Karet Alam Berkesinambungan Sukarela (SNR) Kriteria dan Indikator Kinerja

Prakarsa Karet Alam Berkesinambungan Sukarela (SNR) Kriteria dan Indikator Kinerja Prakarsa Karet Alam Berkesinambungan Sukarela (SNR) Kriteria dan Indikator Kinerja Kriteria, Indikator dan KPI Karet Alam Berkesinambungan 1. Referensi Kriteria, Indikator dan KPI SNR mengikuti sejumlah

Lebih terperinci

R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA 1 R-197 Rekomendasi Mengenai Kerangka Promotional Untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. DASAR HUKUM

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. DASAR HUKUM BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Board Manual adalah petunjuk tatalaksana kerja Direksi dan Dewan Komisaris yang menjelaskan tahapan aktivitas secara terstruktur, sistematis, mudah dipahami dan dapat

Lebih terperinci

Sistem manajemen mutu Persyaratan

Sistem manajemen mutu Persyaratan SNI ISO 9001-2008 Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional SNI ISO 9001-2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1

Lebih terperinci

Mengatasi diskriminasi etnis, agama dan asal muasal: Persoalan dan strategi penting

Mengatasi diskriminasi etnis, agama dan asal muasal: Persoalan dan strategi penting Mengatasi diskriminasi etnis, agama dan asal muasal: Persoalan dan strategi penting Kesetaraan dan non-diskriminasi di tempat kerja di Asia Timur dan Tenggara: Panduan 1 Tujuan belajar Menetapkan konsep

Lebih terperinci

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA (ASITA) MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA (ASITA) MUKADIMAH ANGGARAN DASAR ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA (ASITA) MUKADIMAH Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa, Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia sebagai mata rantai dalam jajaran industri pariwisata,

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 536 TAHUN 2013 TENTANG

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 536 TAHUN 2013 TENTANG KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR TAHUN 0 TENTANG TENAGA KEPENDIDIKAN TETAP NON PNS UNIVERSITAS BRAWIJAYA REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Lebih terperinci

PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU. Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang

PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU. Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) merupakan bagian dari pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) PT Sarana

Lebih terperinci

BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS

BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS TI Strategis Teknologi tidak lagi merupakan pemikiran terakhir dalam membentuk strategi bisnis, tetapi merupakan penyebab

Lebih terperinci