BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia."

Transkripsi

1 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Karakteristik Responden Penelitian Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. Tbk Divisi Acess Makassar sebanyak 50 orang terpilih berdasarkan populasinya. Terdapat dua karakteristik responden yang dimasukkan dalam penelitian ini, yaitu ; jenis kelamin, dan usia. 1. Jenis Kelamin Jumlah responden berdasarkan jenis kelamin, terdiri atas responden pria sebanyak 27 responden atau 54% dan responden wanita sebanyak 23 responden atau 46%. Secara jelas dapat terlihat dari pada table 5.1 berikut : Tabel 5.1 Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Pria 27 54% Wanita 23 46% Total % 2. Usia Jumlah responden berdasarkan usia, terdiri atas responden berusia sebanyak 17 responden atau 34%, responden berusia sebanyak 15 responden atau 30%, responden berusia sebanyak 13 responden atau

2 26%, responden berusia 50 sebanyak 5 responden atau 10%. Secara jelas dapat terlihat dari pada table 5.2 berikut : Tabel 5.2 Usia Responden Usia % % % % Analisis Deskriptif 1. Audit Internal a. Independensi Hasil pernyataan responden mengenai independensi auditor internal terlihat pada table 5.3 : Tabel 5.3 Independensi Auditor Internal Keterangan Jumlah Responden Persentase (%) Tidak setuju 0 0 Netral 6 12 Setuju Sangat setuju 11 22

3 Berdasarkan data pada tabel 5.3, diketahui bahwa sebesar 12% responden menyatakan auditor internal perusahaan cukup mampu menjamin idepedensinya, 66% responden mampu menjamin idependensinya, dan 22 responden sangat menjamin indepedensinya dalam melakukan tugas audit internal. b. Kemampuan profesional Kemampuan professional auditor pada penelitian ini di ukur berdasarkan pengetahuan auditor di bidang akuntansi, pajak, dan hukum. Hasil kuesioner mengenai kemampuan professional auditor dapat terlihat pada tabel 5.4 : Tabel 5.4 Pengetahuan Auditor Internal di Bidang Akuntansi, Pajak, dan Hukum Keterangan Sangat tidak 0 0 mengetahui Tidak mengetahui 0 0 Cukup mengetahui 4 8 Mengetahui Sangat mengetahui 6 12 Berdasarkan tabel 5.4 diketahui bahwa sebesar 8% responden cukup memiliki kemampuan professional auditor, 80% responden memiliki kemampuan professional auditor, dan 12% responden sangat memiliki kemampuan professional di bidang akuntansi, pajak, dan hukum.

4 c. Lingkup pekerjaan Lingkup perkerjaan diukur berdasarkan pernyataan responden mengenai pelaksanaan audit internal minimal enam bulan atau setahun sekali, laporan audit internal disajikan secara objektif, singkat dan jelas, serta laporan audit internal mampu memberikan arah bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Pelaksanaan audit internal dilaksanakan minimal enam bulan atau setahun sekali diukur berdasarkan pernyataan responden dapat dilihat pada tabel 5.5 : Tabel 5.5 Audit Internal dilaksanakan minimal enam bulan atau setahun sekali Keterangan Tidak setuju 0 0 Cukup setuju 4 8 Setuju Sangat setuju 8 16 Berdasarkan tabel 5.5 diketahui bahwa sebesar 8% responden menyatakan cukup setuju, 74% responden menyatakan setuju, dan 16% responden menyatakan sangat setuju agar audit internal dilaksanakan minimal enam bulan atau setahun sekali. Laporan audit internal disajikan secara objektif, singkat dan jelas diukur berdasarkan pernyataan responden dapat dilihat pada tabel 5.6 :

5 Tabel 5.6 Laporan Audit Internal dilaporkan secara objektif, singkat dan jelas Keterangan Sangat tidak efektif dan 0 0 efesien Tidak efektif dan efesien 1 2 Cukup efektif dan efesien Efektif dan efesien Sangat efektif dan efesien Berdasarkan tabel 5.6 diketahui bahwa sebesar 2% responden menyatakan laporan audit internal dilaporkan secara tidak efektif dan efesien, 20% responden menyatakan laporan audit internal disajikan secara cukup efektif dan efesien, 54% responden menyatakan laporan audit internal disajikan secara efektif dan efesien, dan 24% responden menyatakan laporan audit internal disajikan secara sangat efektif dan efesien. Laporan audit internal mampu memberikan arah bagi manajemen dalam melakukan pengambilan keputusan diukur berdasarkan pernyataan responden dapat dilihat pada tabel 5.7 : Tabel 5.7 Laporan Audit Internal Mampu Memberikan Arah bagi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan Keterangan Tidak setuju 0 0

6 Cukup setuju 9 18 Setuju Sangat setuju Berdasarkan tabel 5.7 diketahui bahwa sebesar 18% responden menyatakan cukup setuju, 60% responden menyatakan setuju, dan 22% responden menyatakan sangat setuju bahwa laporan audit internal mampu memberikan arah bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. d. Pelakasanaan kegiatan pemerikasaan Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan internal (audit internal) pada penelitian ini diukur berdasarkan tindak lanjut auditor internal atas hasil auditnya, audit internal dapat menilai ketaatan terhadap prosedur dan kebijakan, dan audit internal dapat mempengaruhi penilaian terhadap pelaksanaan prosedur yang telah ditetapkan. Tindak lanjut auditor internal atas hasil auditnya diukur berdasarkan pernyataan responden dapat terlihat pada tabel 5.8 : Tabel 5.8 Tindak Lanjut Audit Internal atas Hasil Auditnya Keterangan Sangat tidak penting 0 0 Tidak penting 0 0 Cukup penting Penting Sangat penting 17 34

7 Berdasarkan tabel 5.8 diketahui bahwa sebesar 20% responden menyatakan cukup penting, 46% responden menyatakan penting, dan 22% responden menyatakan sangat penting bahwa auditor internal perlu melakukan tindak lanjut atas hasil auditnya. Audit internal dapat menilai ketaatan terhadap prosedur dan kebijakan diukur berdasarkan pernyataan responden dapat terlihat pada tabel 5.9 : Tabel 5.9 Audit Internal dapat Menilai Ketaatan Terhadap Prosedur dan Kebijakan Keterangan Jumlah Responden Persentase (%) Tidak setuju 0 0 Cukup setuju 6 12 Setuju Sangat setuju Berdasarkan tabel 5.9 diketahui bahwa sebesar 12% responden menyatakan cukup setuju, 58% responden menyatakan setuju, dan 30% responden menyatakan sangat setuju bahwa audit internal dapat menilai ketaatan terhadap prosedur dan kebijakan. Audit internal dapat mempengaruhi penilaian terhadap pelaksanaan prosedur yang telah ditetapkan diukur berdasarkan pernyataan responden dapat terlihat pada tabel 5.10 : Tabel 5.10 Audit Internal dapat Mempengaruhi Penilaian terhadap Pelaksanaan Prosedur yang Telah Ditetapkan

8 Keterangan Jumlah Responden Persentase (%) Tidak setuju 0 0 Cukup setuju 4 8 Setuju Sangat setuju Berdasarkan tabel 5.10 diketahui bahwa sebesar 8% responden menyatakan cukup setuju, 60% responden menyatakan setuju, dan 32% responden menyatakan sangat setuju bahwa audit internal dapat mempengaruhi penilaian terhadap pelaksanaan prosedur yang telah ditetapkan. e. Manajemen bagian audit internal Manajemen bagian audit internal dalam penelitian ini diukur berdasarkan kebijakan mengenai peningkatan mutu telah dijalankan sesuai dengan rencana dan prosedur yang telah ditetapkan oleh direksi dan peraturan perusahaan, perusahaan memiliki struktur organisasi yang jelas tentang pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab, kebijakan kepegawaian dalam upaya mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten terhadap tugasnya, serta sosialisasi penggunaan teknologi informasi dalam aktivitas produksi. Kebijakan mengenai peningkatan mutu telah dijalankan sesuai dengan rencana dan prosedur yang telah ditetapkan oleh direksi dan peraturan

9 perusahaan diukur berdasarkan pernyataan responden dapat terlihat pada tabel 5.11 : Tabel 5.11 Kebijakan Mengenai Peningkatan Mutu telah Dijalankan Sesuai dengan Rencana dan Prosedur yang telah Ditetapkan oleh Direksi dan Peraturan Perusahaan Keterangan Tidak setuju 0 0 Cukup setuju Setuju Sangat setuju Berdasarkan tabel 5.11 diketahui bahwa sebesar 22% responden menyatakan cukup setuju, 38% responden menyatakan setuju, dan 40% responden menyatakan sangat setuju bahwa kebijakan mengenai peningkatan mutu telah dijalankan sesuai dengan rencana dan prosedur yang telah ditetapkan oleh direksi dan peraturan perusahaan. Perusahaan memiliki struktur organisasi yang jelas tentang pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab diukur berdasarkan pernyataan responden dapat terlihat pada tabel 5.12 : Tabel 5.12 Perusahaan Memiliki Struktur Organisasi yang Jelas tentang Pembagian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Keterangan

10 Tidak setuju 1 2 Cukup setuju 8 16 Setuju Sangat setuju Berdasarkan tabel 5.12 diketahui bahwa sebesar 2% responden menyatakan tidak setuju, 16% responden menyatakan cukup setuju, 58% responden menyatakan setuju, dan 24% responden menyatakan sangat setuju bahwa perusahaan memiliki struktur organisasi yang jelas tentang pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab. Kebijakan kepegawaian dalam upaya mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten terhadap tugasnya diukur berdasarkan pernyataan responden dapat terlihat pada tabel 5.13 : Tabel 5.13 Kebijakan Kepegawaian dalam Upaya Mendapatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Kompeten terhadap Tugasnya Keterangan Tidak setuju 0 0 Cukup setuju 9 18 Setuju Sangat setuju 9 18 Jumlah Berdasarkan tabel 5.13 diketahui bahwa sebesar 18% responden menyatakan cukup setuju, 64% responden menyatakan setuju, dan 18%

11 responden menyatakan sangat setuju bahwa perusahaan memiliki kebijakan kepegawaian dalam upaya mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten terhadap tugasnya. Sosialisasi penggunaan teknologi informasi dalam aktivitas produksi diukur berdasarkan pernyataan responden dapat terlihat pada tabel 5.14 Tabel 5.14 Sosialisasi Penggunaan Teknologi Informasi dalam Aktivitas Produksi Keterangan Tidak setuju 0 0 Cukup setuju 5 10 Setuju Sangat setuju Berdasarkan tabel 5.14 diketahui bahwa sebesar 10% responden menyatakan cukup setuju, 64% responden menyatakan setuju, dan 26% responden menyatakan sangat setuju bahwa perusahaan telah melakukan sosialisasi penggunaan teknologi informasi dalam aktivitas produksi. 2. Manajemen Mutu Manajemen mutu dalam penelitian ini di ukur berdasarkan efektifitas dan efisiensi aktivitas manajemen mutu, pelaksanaan audit internal terhadap manajemen mutu, pengaruh audit internal terhadap aktivitas mutu

12 perusahaan, pengaruh audit internal terhadap peningkatan efektifitas manajemen mutu perusahaan, dan pengaruh audit internal terhadap penilaian pelaksanaan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan perusahaan. Efektifitas dan efisiensi aktivitas manajemen mutu diukur berdasarkan pernyataan responden dapat terlihat pada tabel 5.15 : Tabel 5.15 Efektifitas dan Efisiensi Aktivitas Manajemen Mutu Keterangan Jumlah Responden Persentase (%) Sangat tidak efektif dan 0 0 efisien Tidak efektif dan efisien 0 0 Cukup efektif dan efisien 7 14 Efektif den efisien Sangat efektif dan efisien Berdasarkan tabel 5.15 diketahui bahwa aktivitas manajemen mutu yang dilaksanakan perusahaan sebesar 14% responden menyatakan cukup efektif dan efisien, 52% responden menyatakan efektif dan efisien, dan 34% responden menyatakan sangat efektif dan efisien. Pelaksanaan audit internal terhadap manajemen mutu diukur berdasarkan pernyataan responden dapat terlihat pada tabel 5.16 : Tabel 5.16 Pelaksanaan Audit Internal terhadap Manajemen Mutu Keterangan Jumlah Responden Persentase (%) Tidak setuju 0 0 Cukup setuju 8 16

13 Setuju Sangat setuju Berdasarkan tabel 5.16 diketahui bahwa sebesar 16% responden menyatakan cukup setuju, 50% responden menyatakan setuju, dan 34% responden menyatakan sangat setuju bahwa perusahaan telah melaksanakan audit internal terhadap manajemen mutu. Pengaruh audit internal terhadap aktivitas mutu perusahaan diukur berdasarkan pernyataan responden dapat terlihat pada tabel 5.17 : Tabel 5.17 Pengaruh Audit Internal terhadap Aktivitas Mutu Perusahaan Keterangan Jumlah Responden Persentase (%) Sangat tidak berpengaruh 0 0 Tidak berpengaruh 0 0 Cukup berpengaruh 9 18 Berpengaruh Sangat berpengaruh Berdasarkan tabel 5.17 diketahui bahwa pengaruh audit internal terhadap aktivitas mutu perusahaan, sebesar 18% responden menyatakan cukup berpengaruh, 56% responden menyatakan berpengaruh, dan 26% responden menyatakan sangat berpengaruh.

14 Pengaruh Audit internal terhadap peningkatan efektifitas manajemen mutu perusahaan diukur berdasarkan pernyataan responden dapat terlihat pada tabel 5.18 : Tabel 5.18 Pengaruh Audit Internal terhadap Peningkatan Efektifitas Manajemen Mutu Perusahaan Keterangan Jumlah Responden Persentase (%) Sangat tidak berpengaruh 0 0 Tidak berpengaruh 0 0 Cukup berpengaruh 3 6 Berpengaruh Sangat berpengaruh Berdasarkan tabel 5.18 diketahui bahwa pengaruh audit internal terhadap peningkatan efektifitas manajemen mutu perusahaan, sebesar 6% responden menyatakan cukup berpengaruh, 68% responden menyatakan berpengaruh, dan 26% responden menyatakan sangat berpengaruh. Pengaruh audit internal terhadap penilaian pelaksanaan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan perusahaan diukur berdasarkan pernyataan responden dapat terlihat pada tabel 5.19 : Tabel 5.19 Pengaruh Audit Internal terhadap Penilaian Pelaksanaan Prosedur- Prosedur yang Telah Ditetapkan Perusahaan Keterangan Jumlah Responden Persentase (%) Sangat tidak berpengaruh 0 0 Tidak berpengaruh 0 0 Cukup berpengaruh 4 8

15 Berpengaruh Sangat berpengaruh Berdasarkan tabel 5.19 diketahui bahwa pengaruh audit internal terhadap penilaian pelaksanaan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan perusahaan, sebesar 8% responden menyatakan cukup berpengaruh, 54% responden menyatakan berpengaruh, dan 38% responden menyatakan sangat berpengaruh. 5.3 Skala Peranan Audit Internal dalam Menunjang Manajemen Mutu Untuk melihat skala peranan audit internal dalam menunjang manajemen mutu, maka digunakan tabel di bawah ini : Persentase a. 0% - 25% b. 26% - 50% c. 51% - 75% d. 76% - 100% Variabel Peranan Audit Internal dalam Menunjang Implementasi Manajemen Mutu Tidak Berperan Kurang Berperan Cukup Berperan Sangat Berperan Sumber : Champion (1990:301)

16 Data yang digunakan untuk menilai peranan audit internal dalam menunjang manajemen mutu adalah hasil kuesioner yang disebar oleh peneliti. Hasil penyebaran kuesioner adalah sebagai berikut : Jumlah Responden Nilai rata-rata 50 4,24 Sumber : Data Primer yang diolah.2011 Dari hasil kuesioner tersebut, maka kita dapat menghitung besar persentasenya sebagai berikut : Persentase = Nilai Rata-Rata x 100% Nilai maksimal = 4,24 x 100% 5 = 84,8 % Dari perhitungan tersebut, maka kita dapat melihat bahwa peranan audit internal dalam menunjang manajemen mutu sebesar 84,8%, sehingga dalam skala ini dapat dikatakan audit internal sangat berperan dalam menunjang implementasi manajemen mutu pada PT. Telkom Indonesia, Tbk. 5.4 Analisis Regresi Linear Sederhana Analisis Model Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menganalisis pengaruh audit internal terhadap manajemen mutu pada PT. Telkom Indonesia, Tbk.

17 Hasil analis regresi linear sederhana dari program SPSS ver.15 dapat dilihat pada tabel 5.1 : Tabel 5.1 Hasil Perhitungan Regresi Variabel Penelitian Koefisien Regresi Nilai t Signifikansi (Constan) 1,460 4,958 0,000 Audit Intenal 0,661 8,880 0,000 R 0,668 R 2 0,446 F test 38,821 F Sig 0,000 Sumber : Data Primer yang diolah Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana yang telah diolah ke dalam tabel 5.1 terlihat koefisien regresi variabel audit internal terhadap manajemen mutu, sehingga model persamaan regresi sebagai berikut : Y = 1, ,661X Dimana model persamaan regresi sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Konstanta (a) sebesar 1,460, hal ini berarti bahwa apabila nilai dari variabel Audit Internal di obyek penelitian sama dengan nol, maka tingkat atau besarnya variabel Manajemen mutu di lokasi tersebut sebesar 1, Koefisien regresi Audit Internal (X) sebesar 0,661 artinya jika Audit Internal mengalami peningkatan sebesar 1, maka akan menyebabkan kenaikan Manajemen Mutu sebesar 0, Pengujian Hipotesis

18 Pengujian hipotesis digunakan untuk menguji adanya peranan antara audit internal terhadap peningkatan manajemen mutu. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji-f. Untuk mengetahui besarnya pengaruh audit internal terhadap manajemen mutu digunakan analisis koefesien determinasi (R²). a. Uji Parsial (Uji t) Uji t menunjukan seberapa jauh pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Apabila nilai probabilitas lebih kecil dari pada alpha (0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 5.1 di atas menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0,000 < 0,05. Dengan demikian terlihat bahwa variabel audit internal berpengaruh signifikan terhadap variabel manajemen mutu, sehingga hipotesis menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima. b. Koefisien Determinasi (R²) Koefesien determinasi digunakan untuk mengetahui berapa besarnya persentase pengaruh variabel audit internal terhadap manajemen mutu. Berdasarkan hasil analisis yang ditampilkan pada table 5.1, maka koefisien determinasi atau R square (R 2 ) = 0,446 atau 44,6%. Hal ini berarti audit internal memiliki pengaruh sebesar 44,6% terhadap manajemen mutu, selebihnya sebesar 55,4% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Deskriptif Karakteristik Responden Pada bab ini akan membahas semua data yang dikumpulkan dari responden dalam penelitian, sehingga dapat diketahui bagaimana

Lebih terperinci

II. HASIL DAN PEMBAHASAN

II. HASIL DAN PEMBAHASAN II. HASIL DAN PEMBAHASAN 2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan jawaban responden yang telah diklasifikasikan menurut jenis kelamin, umur, pendidikan, jenis pekerjaan, dan pengeluaran dalam satu bulan,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 31 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif ini digunakan untuk memberikan gambaran mengenai demografi responden penelitian. Data demografi tersebut antara lain

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen. 56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden 1. Tempat dan Waktu Penelitian Pada bab ini, penulis melakukan analisis secara keseluruhan mengenai pengaruh citra merek dan kepercayaan merek

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN B a b V. K e s i m p u l a n d a S a r a n BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV, penulis dapat menyimpulkan bahwa : 1.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISA DAN HASIL PENELITIAN BAB IV ANALISA DAN HASIL PENELITIAN 4.1 Instrumen dan Responden Hasil penelitian didapatkan dari kuesioner-kuesioner yang disebarkan secara acak langsung kepada para responden melalui hardcopy dan softcopy

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. sandal Ardiles. Berdiri sejak tahun 1981, dan sampai saat ini, jumlah karyawan yang bekerja

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. sandal Ardiles. Berdiri sejak tahun 1981, dan sampai saat ini, jumlah karyawan yang bekerja BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data 4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan PT. SS Utama adalah perusahaan yang bergerak pada bidang pembuatan sepatu dan sandal Ardiles. Berdiri sejak tahun 1981,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden Dari 12 KPP Pratama yang ada di wilayah Jakarta Selatan, hanya 4 KPP yang bersedia untuk mengisi kuesioner. Data kuesioner yang berhasil

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran BAB IV PEMBAHASAN A. Analisis Data 1. Uji Statistik Deskriptif Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran perusahaan, tingkat profitabilitas, rasio solvabilitas dan opini auditor, maka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di KAP berlokasi di Surakarta dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di KAP berlokasi di Surakarta dan 31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di KAP berlokasi di Surakarta dan Yogyakarta dengan menggunakan responden seluruh auditor yang terdapat dalam KAP dari

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pengumpulan Data 3.2.1 Obyek Penelitian Penelitian dilakukan terhadap karyawan PT PGN (Persero) Tbk penjualan dan Layanan Area Banten. 3.2.2 Sumber Data 1) Data Primer

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif yang digunakan untuk mengetahui nilai variabel X yakni keunggulan asosiasi merek,

Lebih terperinci

BAB III OBJEK & METODE PENELITIAN. tujuan dalam penelitian. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh

BAB III OBJEK & METODE PENELITIAN. tujuan dalam penelitian. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh 45 BAB III OBJEK & METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan hal yang mendasari pemilihan, pengolahan, dan penafsiran suatu data dan keterangan yang berkaitan dengan apa yang menjadi

Lebih terperinci

PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG

PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG Oleh : Fitri Zakiyah (10208526) Latar Belakang Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Untuk beberapa jenis perusahaan, efektifitas dan efisiensi persediaan bahan baku menjadi faktor yang penting untuk dikendalikan. Jika jumlah, kualitas, dan ketepatan waktu atas tersedianya bahan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Melalui penelaahan laporan tahunan, kebanyakan perusahaan industri menunjukan bahwa unsur harta terbesar pada neraca adalah persediaan. Oleh karena itu efektifitas persediaan bahan baku merupakan

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1 1 BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakterisitik Responden Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar sebanyak 100 orang yang penulis temui

Lebih terperinci

ABSTRAK PERANAN AUDIT INTERNAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL KAS (STUDI KASUS PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK)

ABSTRAK PERANAN AUDIT INTERNAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL KAS (STUDI KASUS PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK) ABSTRAK PERANAN AUDIT INTERNAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL KAS (STUDI KASUS PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK) Kas sebagai suatu alat pembayaran yang likuid harus dikelola dengan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa responden yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pada Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT.Hexindo Adiperkasa Tbk Pekanbaru yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT.Hexindo Adiperkasa Tbk Pekanbaru yang 37 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu penelitian Penelitian ini dilakukan di PT.Hexindo Adiperkasa Tbk Pekanbaru yang bergerak dibidang keagenan tunggal dan distributor alat-alat berat. beralamat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan

BAB III METODE PENELITIAN. teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN. diperoleh dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) yang telah disebarkan

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN. diperoleh dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) yang telah disebarkan BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN IV.1 Deskriptif Data IV.1.1. Data Penelitian Data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dengan menggunakan daftar pertanyaan

Lebih terperinci

ABSTRAK PERANAN PEMERIKSAAN OPERASIONAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI BAGIAN PENJUALAN (PADA PT. ROCKET BATTERY INDONESIA)

ABSTRAK PERANAN PEMERIKSAAN OPERASIONAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI BAGIAN PENJUALAN (PADA PT. ROCKET BATTERY INDONESIA) ABSTRAK PERANAN PEMERIKSAAN OPERASIONAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI BAGIAN PENJUALAN (PADA PT. ROCKET BATTERY INDONESIA) Perusahaan dituntut untuk dapat menjalankan operasinya secara efektif

Lebih terperinci

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang penulis lakukan pada perusahaan TELKOM yang berlokasi di JL. Japati No.1 Bandung, mengenai pengaruh Audit Internal

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. variabel independen dengan dependen, apakah masing-masing variabel

BAB IV PEMBAHASAN. variabel independen dengan dependen, apakah masing-masing variabel BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen. Analisis ini untuk mengetahui arah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Merujuk pada rumusan masalah, maka jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Menurut Arikunto

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN IMPLIKASI

BAB V SIMPULAN DAN IMPLIKASI BAB V SIMPULAN DAN IMPLIKASI 5.1. Kesimpulan Dari hasil pengujian analisis secara deskriptif dapat diketahui bahwa Perlakuan Akuntansi di Kabupaten Bandung Barat telah memenuhi indikator indikator yang

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Melalui penelaahan laporan tahunan, kebanyakan perusahaan industri menunjukan bahwa unsur harta terbesar pada neraca adalah persediaan. Oleh karena itu efektifitas persediaan barang jadi merupakan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Obyek penelitian ini adalah pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung.

III. METODE PENELITIAN. Obyek penelitian ini adalah pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung. III. METODE PENELITIAN 3.1. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung. Jumlah pemeriksa sebanyak 57 orang yang secara keseluruhan akan dijadikan obyek dalam

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Maret mewakili sebagai pusat kegiatan universitas. Pengumpulan data kuesioner

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Maret mewakili sebagai pusat kegiatan universitas. Pengumpulan data kuesioner digilib.uns.ac.id 46 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Data primer didapat dengan menyebar kuesioner kepada para pejabat di Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, dan Kantor Pusat Universitas

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Demografi Responden Dalam Bab ini penulis akan membahas mengenai hasil penelitian dan analisisnya yang telah dilakukan. Data penelitian ini diolah dengan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Unit Analisis Data 1. Data Hasil Penelitian Pada bagian ini akan dibahas mengenai proses pengolahan data untuk menguji hipotesis yang telah dibuat

Lebih terperinci

STRUKTUR ORGANISASI PT. X

STRUKTUR ORGANISASI PT. X LAMPIRAN 120 Lampiran A 121 STRUKTUR ORGANISASI PT X Direktur Sekretaris Auditor Internal Sales Supervisor Logistik Supervisor Acconting & Finance Supervisor Staff Penjualan (Salesman) Staff Logistik Kasir

Lebih terperinci

BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin,

BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin, 51 BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan disajikan deskripsi tentang deskripsi responden dan analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dan pembangun ekonomi. Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dan pembangun ekonomi. Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) atau dikenal juga dengan sebutan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pendorong terdepan dan

Lebih terperinci

ABSTRAK. iii. Universitas Kristen Marantha

ABSTRAK. iii. Universitas Kristen Marantha ABSTRAK Akuntan memiliki andil yang besar dalam memperbaiki perekonomian Indonesia. Jasa akuntan khususnya dalam penugasan audit sangat dibutuhkan untuk menilai dan menentukan kewajaran laporan keuangan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN. Berikut ini diringkas pengiriman dan penerimaan kuesioner : Tabel 4.1. Rincian pengiriman Pengembalian Kuesioner

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN. Berikut ini diringkas pengiriman dan penerimaan kuesioner : Tabel 4.1. Rincian pengiriman Pengembalian Kuesioner BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Responden Berdasarkan data yang telah disebar kepada pelanggan Alfamart dengan total 100 kuesioner yang diberikan langsung kepada para pelanggan Alfamart.

Lebih terperinci

PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR ejournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2016, 4 (4): 937-946 ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id Copyright 2016 PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini yaitu: Kepala Divisi Perusahaan tiap departemen yang bersedia

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini yaitu: Kepala Divisi Perusahaan tiap departemen yang bersedia 31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian ini yaitu: Kepala Divisi Perusahaan tiap departemen yang bersedia berpartisipasi dalam pengisian kuesioner pada perusahaan

Lebih terperinci

V. SIMPULAN DAN IMPLIKASI PENELITIAN. c. Independensi auditor secara parsial berpengaruh positif dan signifikan

V. SIMPULAN DAN IMPLIKASI PENELITIAN. c. Independensi auditor secara parsial berpengaruh positif dan signifikan V. SIMPULAN DAN IMPLIKASI PENELITIAN 5.1. Simpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap variabel dan indikator, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : a. Independensi auditor secara parsial berpengaruh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Organisasi adalah sarana dalam pencapaian tujuan, yang merupakan

BAB I PENDAHULUAN. Organisasi adalah sarana dalam pencapaian tujuan, yang merupakan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Organisasi adalah sarana dalam pencapaian tujuan, yang merupakan wadah kegiatan dari orang-orang yang bekerja sama dalam usahanya mencapai tujuan. Organisasi atau perusahaan

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Rejekijabar, serta didukung oleh data yang diperoleh melalui observasi dan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Rejekijabar, serta didukung oleh data yang diperoleh melalui observasi dan BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis pada PT. Sumber Rejekijabar, serta didukung oleh data yang diperoleh melalui observasi dan kuesioner, maka penulis

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Pemerintah Kabupaten Kudus. Visi Pemerintah Kabupaten Kudus yaitu "Terwujudnya Kudus Yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Pemerintah Kabupaten Kudus. Visi Pemerintah Kabupaten Kudus yaitu Terwujudnya Kudus Yang 39 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.1.1. Gambaran Umum Pemerintah Kabupaten Kudus Visi Pemerintah Kabupaten Kudus yaitu "Terwujudnya Kudus Yang Sejahtera" dengan misi meningkatkan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Sistem pengendalian mutu memberikan panduan bagi Kantor Akuntan Publik dalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya. Dalam perikatan jasa profesional, Kantor Akuntan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi tidak bisa lepas dari kondisi globalisasi ekonomi dewasa ini. Era

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi tidak bisa lepas dari kondisi globalisasi ekonomi dewasa ini. Era BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Perusahaan, baik milik negara maupun swasta sebagai suatu pelaku ekonomi tidak bisa lepas dari kondisi globalisasi ekonomi dewasa ini. Era globalisasi akan mempertajam

Lebih terperinci

Bab IV Analisis dan Pembahasan

Bab IV Analisis dan Pembahasan Bab IV Analisis dan Pembahasan Dalam bab ini disajikan analisis dan pembahasan hasil penelitian dari data yang telah diperoleh dan diolah dengan menggunakan program Statistic Package for the Social Science

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Jumlah responden yang diambil sebagai sampel penelitian adalah sebanyak 98 responden. Penelitian dilakukan pada pelanggan PT. Optima

Lebih terperinci

BAB 5 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 5 ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB 5 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 5.1 Gambaran Umum Responden 5.1.1 Gambaran Umum Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan jenis kelamin, responden dapat dikelompokkan sebagai berikut : Tabel 5.1 Gambaran

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. data yang telah peneliti dapatkan dari penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil

BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. data yang telah peneliti dapatkan dari penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bab III merupakan sajian hasil dan analisis data. Bab ini memaparkan data data yang telah peneliti dapatkan dari penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil penyebaran

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. kuantitatif deskriptif. Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis

BAB III METODELOGI PENELITIAN. kuantitatif deskriptif. Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Metode penelitian kuantitatif merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian adalah suatu kesatuan atau gabungan dari beberapa desain yang menggambarkan secara detail suatu permasalahan. Desain penelitan merupakan rencana

Lebih terperinci

ABSTRAK. professional mempunyai hasil Chi-kuadrat hitung = dan Chi-kuadrat tabel = jadi H

ABSTRAK. professional mempunyai hasil Chi-kuadrat hitung = dan Chi-kuadrat tabel = jadi H ABSTRAK Berkarir di Kantor Akuntan Publik merupakan karir yang sangat menjanjikan karena diharga secara finansial. Karir sebagai akuntan publik memberikan tantangan intelektual dan pengalaman belajar sehingga

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan variabel bebas, yaitu Independensi Komite Audit, Ukuran

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: Role, internal audit, and Good Corporate Governance. viii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keywords: Role, internal audit, and Good Corporate Governance. viii Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT This study aimed to determine the role of internal audit in efforts to achieve good corporate governance in PT.Telekomunikasi Indonesia, Tbk. The independent variable in this study is the internal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan memiliki tujuan yang hendak dicapai. Tujuan tersebut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan memiliki tujuan yang hendak dicapai. Tujuan tersebut BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan memiliki tujuan yang hendak dicapai. Tujuan tersebut dicapai melalui pelaksanaan pekerjaan tertentu dengan menggunakan tenaga manusia sebagai

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Menurut Sekaran (2011), penelitian bisnis didefinisikan sebagai penyelidikan

III. METODE PENELITIAN. Menurut Sekaran (2011), penelitian bisnis didefinisikan sebagai penyelidikan 46 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Menurut Sekaran (2011), penelitian bisnis didefinisikan sebagai penyelidikan atau investigasi yang terkelola, sistematis, berdasarkan data, kritis, objektif

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Untuk mendapatkan beberapa informasi dan sumber data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini, maka pernulis mengadakan penelitian pada

Lebih terperinci

Arsha Karunia Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi

Arsha Karunia Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi PENGARUH INDEPENDENSI, KEAHLIAN PROFESIONAL, PENGALAMAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA APARAT INSPEKTORAT PROVINSI JAWA TIMUR Arsha Karunia Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA A. PENGUJIAN HIPOTESIS

BAB IV ANALISIS DATA A. PENGUJIAN HIPOTESIS A. PENGUJIAN HIPOTESIS BAB IV ANALISIS DATA Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan, penulis membuat hipotesis sebagaimana yang telah ada pada pokok bahsan bab awal. Hipotesa

Lebih terperinci

BAB V ANALISA. Pada penelitian yang dilakukan di restoran Nasi Uduk Kebon Kacang Hj.

BAB V ANALISA. Pada penelitian yang dilakukan di restoran Nasi Uduk Kebon Kacang Hj. BAB V ANALISA Pada penelitian yang dilakukan di restoran Nasi Uduk Kebon Kacang Hj. Ellya, penulis mengajukan seperangkat kuesioner kepada responden yang berjumlah 100 orang, kuesioner ini terdiri dari

Lebih terperinci

Jurnal : Peran Audit Internal dalam Upaya Mewujudkan Good Corporate Governance. Vicky Dzaky C. P. (0109U189) Universitas Widyatama

Jurnal : Peran Audit Internal dalam Upaya Mewujudkan Good Corporate Governance. Vicky Dzaky C. P. (0109U189) Universitas Widyatama PERAN AUDIT INTERNAL DALAM UPAYA MEWUJUDKAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (Studi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung) Vicky Dzaky C. P. 0109U189 ABSTRAK Audit internal adalah suatu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada tahun 2015.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada tahun 2015. 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan tempat penelitian. Penelitian akan dilakukan di kantor pusat PT. Surya Madistrindo, di Jalan Ahmad Yani No. 79, Jakarta Pusat karena semua kebijakan tentang promosi

Lebih terperinci

Disusun Oleh : : Ira Mayetri Zalmi NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Budi Santoso, Dr.

Disusun Oleh : : Ira Mayetri Zalmi NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Budi Santoso, Dr. PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Disusun Oleh : Nama : Ira Mayetri Zalmi NPM : 21209479 Jurusan : Akuntansi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS DAFTAR ISI DAFTAR ISI.... i DAFTAR GAMBAR........ iii DAFTAR TABEL....... iv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian.. 1 1.2 Rumusan Masalah.. 6 1.3 Tujuan Penelitian... 6 1.4 Manfaat Penelitian.....

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Yang menjadi objek Pada penulisan skripsi ini, adalah Analisis Modal

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Yang menjadi objek Pada penulisan skripsi ini, adalah Analisis Modal BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek penelitian Yang menjadi objek Pada penulisan skripsi ini, adalah Analisis Modal Kerja Pengaruhnya Terhadap Tingkat Rentabilitas Ekonomi Pada PT. ABADI MUKTI

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 37 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Citra Merek Terhadap Kepuasan Pelanggan PT PLN (Persero) pada Perumahan Pondok Bahar

Lebih terperinci

ABSTRAK PENGARUH MINAT MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI TINGKAT AKHIR TERHADAP PEMILIHAN KARIR SEBAGAI AKUNTAN PUBLIK

ABSTRAK PENGARUH MINAT MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI TINGKAT AKHIR TERHADAP PEMILIHAN KARIR SEBAGAI AKUNTAN PUBLIK i ABSTRAK PENGARUH MINAT MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI TINGKAT AKHIR TERHADAP PEMILIHAN KARIR SEBAGAI AKUNTAN PUBLIK Banyak faktor yang menjadi latar belakang pemilihan karir bagi mahasiswa akuntansi untuk

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 42 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statistik Deskriptif Analisis Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Kerangka Pemikiran B. Definisi Operasional C. Hipotesis D. Metode Penelitian...

BAB III METODE PENELITIAN. A. Kerangka Pemikiran B. Definisi Operasional C. Hipotesis D. Metode Penelitian... BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Pemikiran... 28 B. Definisi Operasional... 28 C. Hipotesis... 29 D. Metode Penelitian... 29 E. Analisa Data... 31 BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menguji validitas dengan menggunakan software program komputer yaitu SPSS

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menguji validitas dengan menggunakan software program komputer yaitu SPSS 35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Pengujian Instrumen 4.1.1. Hasil Uji itas itas dalam penelitian dijelaskan sebagai suatu derajat ketepatan alat ukur penelitian tentang isi atau arti

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. diteliti yaitu Kepuasan Nasabah (Y) sebagai variabel terikat, dan Reliabilty

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. diteliti yaitu Kepuasan Nasabah (Y) sebagai variabel terikat, dan Reliabilty BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pada bab ini akan diuraikan analisis hasil penelitian dalam pembahasan mengenai tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan pada PT. Bank Riaukepri

Lebih terperinci

V. KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa

V. KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa atribut produk yang terdiri dari desain produk, kemasan dan merek secara bersama-sama mempengaruhi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berdiri menggantikan IKIP (Institut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berdiri menggantikan IKIP (Institut BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Umum Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berdiri menggantikan IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan berdasarkan Pasal 1 Ayat 2a Keputusan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini adalah sepeda motor vario 150 yang berada di kota

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini adalah sepeda motor vario 150 yang berada di kota 25 25 BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek/subyek Penelitian Obyek penelitian adalah variabel atau yang menjadi titik perhatian suatu penelitian, objek penelitian ini adalah sepeda motor vario 150 yang berada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 3.1.1. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai data-data deskriptif yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai data-data deskriptif yang BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS 4.1 Deskriptif Subjek Penelitian Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai data-data deskriptif yang diperoleh dari responden. Data deskriptif menggambarkan keadaan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada BPR

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada BPR 66 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada BPR CHANDRA MUKTI ARTHA CABANG WONOSARI yang beralamat di Jalan Wonosari

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. analisis biaya operasional pengaruhnya terhadap tingkat laba bersih pada PDAM

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. analisis biaya operasional pengaruhnya terhadap tingkat laba bersih pada PDAM BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Dalam penelitian ini, objek penelitian yang akan dikaji adalah mengenai analisis biaya operasional pengaruhnya terhadap tingkat laba bersih pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 45 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Peneliti menggunakan metode kuantitatif dalam melaksanakan penelitian ini. Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PT REPUBLIKA MEDIA MANDIRI MALA MUHARYA SARI EKONOMI / AKUNTANSI

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PT REPUBLIKA MEDIA MANDIRI MALA MUHARYA SARI EKONOMI / AKUNTANSI PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PT REPUBLIKA MEDIA MANDIRI MALA MUHARYA SARI 22209630 EKONOMI / AKUNTANSI PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. pengawasan yang dilakukan oleh atasannya. Pengawasan yang. dimaksudkan untuk mencegah atau untuk memperbaiki kesalahan,

III. METODE PENELITIAN. pengawasan yang dilakukan oleh atasannya. Pengawasan yang. dimaksudkan untuk mencegah atau untuk memperbaiki kesalahan, 51 III. METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Variabel bebas yang diteliti meliputi: a. Pengawasan (X 1 ), yaitu persepsi karyawan pelaksana terhadap pengawasan yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Karakteristik Responden Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah sebanyak 30 responden, yaitu auditor yang bekerja pada tujuh kantor

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN. disebarkan ke seluruh sampel. Jumlah kuesioner yang kembali sebanyak 45

BAB V HASIL PENELITIAN. disebarkan ke seluruh sampel. Jumlah kuesioner yang kembali sebanyak 45 BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Responden Penelitian Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 48 orang dan kuesioner disebarkan ke seluruh sampel. Jumlah kuesioner yang kembali sebanyak 45 kuesioner (respon

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. dibutuhkan untuk mengetahui latar belakang dari responden. Dalam penelitian ini

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. dibutuhkan untuk mengetahui latar belakang dari responden. Dalam penelitian ini BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik Responden Pada bagian ini membahas tentang karakteristik dari responden yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 60 responden. Profil responden

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh efektifitas viral marketing terhadap keputusan pembelian konsumen diperoleh data sebagai berikut.

Lebih terperinci

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Profil Sekolah SMK Negeri 6 Malang yang beralamat di Jalan Ki Ageng Gribig 28 Malang, merupakan sekolah menengah kejuruan berstatus negeri yang resmi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan elemen yang penting

BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan elemen yang penting BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan elemen yang penting dalam perusahaan. Meskipun telah ditemukan teknologi baru, sumber daya alam yang baik dan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. ANALISIS HASIL 1. Hasil Sampling Responden dalam hasil penelitian ini adalah wajib pajak badan yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kelangsungan hidup dan pertumbuhan dari suatu perusahaan bukan hanya ditentukan dari keberhasilan dalam mengelola keuangan, pemasaran serta produknya, tetapi juga ditentukan

Lebih terperinci

ABSTRAK Audit internal memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal kepegawaian dan penggajian

ABSTRAK Audit internal memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal kepegawaian dan penggajian ABSTRAK Dalam keadaan perekonomian yang tidak menentu, berhasil atau tidaknya suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan sumber daya manusia itu sendiri. Perusahaan dituntut untuk maju dan berkembang

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Penelitian ini mengajukan 5 (lima) hipotesis, yaitu : pemeriksaan kinerja. pemeriksaan kinerja

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Penelitian ini mengajukan 5 (lima) hipotesis, yaitu : pemeriksaan kinerja. pemeriksaan kinerja BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1.1 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh independensi, objektivitas, kepatuhan pada kode etik dan tekanan anggran waktu terhadap kualitas hasil pemeriksaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Barat. Penelitian ini dilakukan pada Maret 2016 sampai dengan selesai.

BAB III METODE PENELITIAN. Barat. Penelitian ini dilakukan pada Maret 2016 sampai dengan selesai. 39 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di Perusahaan yang sudah terdaftar sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak) yang beromzet 4,8 milyar pertahun diwilayah Jakarta

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, observasi dan wawancara yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk meningkatkan efektifitas penjualan, pelaksanaan audit

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN. berkaitan langsung dengan dirinya. Karakteristik individu memiliki sifat yang unik

BAB 4 HASIL PENELITIAN. berkaitan langsung dengan dirinya. Karakteristik individu memiliki sifat yang unik BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Responden Karakteristik individu adalah kondisi atau keadaan spesifik individu yang berkaitan langsung dengan dirinya. Karakteristik individu memiliki sifat yang

Lebih terperinci

BAB 4 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research), yaitu variabelvariabel

BAB 4 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research), yaitu variabelvariabel BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research), yaitu variabelvariabel yang diteliti itu akan menjelaskan obyek yang diteliti melalui

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. telah disebarkan di lingkungan SMK Telkom Sandy Putra Jakarta dan telah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. telah disebarkan di lingkungan SMK Telkom Sandy Putra Jakarta dan telah BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1. Deskripsi Hasil Penelitian Pada bagian ini, penulis akan menguraikan mengenai hasil analisis data dari angket yang berbentuk pertanyaan yang diberikan kepada

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN PENELITIAN. Hasil penelitian yang telah dilakukan di PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk. Jakarta

BAB V SIMPULAN DAN SARAN PENELITIAN. Hasil penelitian yang telah dilakukan di PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk. Jakarta BAB V Simpulan dan Saran Penelitian 102 BAB V SIMPULAN DAN SARAN PENELITIAN 5.1 Simpulan Hasil penelitian yang telah dilakukan di PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk. Jakarta mengenai hubungan penerapan PSAK

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Pada bab ini penulis akan menganalisis data yang telah terkumpul yaitu data dari Dana Perimbangan dan Belanja Modal Provinsi Jawa Timur,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sekunder, yakni dengan cara mengunduh laporan ringkasan kinerja keuangan perusahaan melalui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penyelenggaraan pemerintahan dan administrasi publik yang baik menjadi

BAB I PENDAHULUAN. penyelenggaraan pemerintahan dan administrasi publik yang baik menjadi 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menghadapi perkembangan dunia yang semakin pesat, maka peranan penyelenggaraan pemerintahan dan administrasi publik yang baik menjadi semakin penting. Dalam

Lebih terperinci