Doc. Name: TOSBMPTN01IND Doc. Version :

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Doc. Name: TOSBMPTN01IND Doc. Version :"

Transkripsi

1 TryOut SBMPTN Bahasa Indonesia Doc. Name: TOSBMPTN01IND Doc. Version : halaman Bacalah teks berikut! Berikut yang dilansir Antara bulan lalu dengan tajuk Bahasa Indonesia Berpeluang Jadi Bahasa Kedua ASEAN, memberikan satu harapan besar bagi Indonesia untuk berbicara di kancah internasional. Sekarang ada kesadaran di kalangan warga Philipinateristimewa di kawasan selatan negara ini-bahwa mereka perlu belajar bahasa Indonesia karena bahasa itu dapat dimengerti di empat negara anggota ASEAN lainnnya : Brunai, Malaysia, Singapura, dan Thailand (Selatan). Selain keempat negara ASEAN itu, sebagian warga suku Champ di Kamboja, Laos, dan Vietnam mengerti bahasa Melayu yang menjadi induk bahasa Indonesia.... Manakah kalimat yang tepat untuk menutup paragraph di atas? (A) Untuk itu, kita perlu menggalakkan penyebaran kamus bahasa Indonesia agar memudahkan orang asing. (B) Dengan demikian, jelaskan bahwa bahasa Indonesia menjadi bahasa yang diidamkan di kawasan ASEAN. (C) Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. (D) Untuk itu, perlu diupayakan agar bahasa Indonesia menjadi bahasa utama ASEAN (E) Sehubungan dengan hal itu, menjujung tinggi bahasa Indonesia menjadi kewajiban seluruh bangsa Indonesia. 02. Bacalah teks berikut ini! Tidak diragukan lagi bahwa yang merupakan sumber pencemaran sungai adalah segala kegiatan hidup manusia yang berkaitan erat dengan proses produksi dan reproduksi. Peningakatan jumlah penduduk serta turunnya standard hidup merupakan parameter yang juga ikut menentukan laju pencemaran sungai. Makin berjubelnya penduduk dengan standar hidup yang memprihatinkan secara langsung memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sungai. Jika diperhatikan, sungai-sungai yang mengalir di berbagai tempat, kendati kondisinya sangat menjijikan, sering dipakai untuk mandi, mencuci pakaian, mencuci piring, bahkan menggosok gigi. Sementara itu, sungai tersebut secara terus-menerus dijajali dengan timbunan sampah, air limbah, dan tinja penduduk. Makin ke hilir, warna air sungai makin hitam dan pekat. Kelemahan paragaraf ke-3 di atas adalah... (A) Gagasan, utamanya terletak di tengah (B) Tidak ada kalimat utamanya (C) Terdapat kalimat sumbang di tengah (D) Istilah asing tidak dijelaskan artinya (E) Gagasan utama lebih dari satu 03. Seseorang akan mengambangkan karangan ilmiah yang bertema pembiasan berperilaku jujur, berdasasrkan tema tersebut, kerangka isi karangan yang paling runtut berdasarkan pola umum khusus adalah... (A) Pentingnya pembiasan berperilaku jujur, bentuk pembiasaan berperilaku jujur, sasaran pembiasaan berprilaku jujur, langkah pembiasan berprilaku jujur, langkah berprilaku jujur (B) Manfaat pembiasaan berperilaku jujur, pentingnya pembiasaan berperilaku jujur, sasaran pembiasaan berperilaku jujur, langkah pembiasaan berperilaku jujur, bentuk pembiasaan berperilaku jujur

2 doc. name: TOSBMPTN01IND doc. version : halaman 2 (C) Pentingnya pembiasan berperilaku jujur, sasaran pembiasaan berprilaku jujur, bentuk pembiasaan berperilaku jujur, langkah pembiasan berprilaku jujur, langkah pembiasaan berprilaku jujur (D) Sasaran pembiasaan berprilaku jujur, pentingnya pembiasaan berperilaku jujur, bentuk pembiasaan berperilaku jujur, langkah pembiasan berprilaku jujur (E) Bentuk pembiasaan berperilaku jujur, pentingnya pembiasaan berperilaku jujur, langkah pembiasaan berprilaku jujur, sasaran pembiasaan berprilaku jujur, manfaat pembiasaan berperilaku jujur 04. Jika Anda mengutip pendapat Wursch dari teks di atas, tanpa membaca sumber aslinya, penulis kutipan yang paling benar adalah... (A) Menurut Wursch (dalam Suharsono, 2010 : 57), gelatinisasi terjadi akibat pemanasan pati disertai air berlebihan. (B) Pemanasan pati disertai air berlebihan akan mengakibatkan pati mengalami gelatinisasi, suatu proses yang meliputi hidrasi dan pelarutan granula pati (Wursch, 1989) (C) Wursch (dalam Toni Suharsono, 2010) menyatakan Pemanasan pati disertai air berlebihan akan mengakibatkan pati mengalami gelatinisasi, suatu proses yang meliputi hidrasi dan pelarutan granula pati. (D) Dalam buku Suharsono, Wursch (1989 : 234) menyatakan bahwa pemanasan pati disertai air berlebihan akan mengakibatkan pati mengalami gelatinisasi, suatu proses yang meliputi hidrasi dan pelarutan granula pati. (E) Wursch (1989) menyatakan Pemanasan pati disertai air berlebih akan mengakibatkan pati mengalami gelatinisasi, suatu proses yang meliputi hidrasi dan pelarutan granula pati (Suharsono, 2010) 05. Pernyataan berikut ini yang paling sesuai dengan isi tabel diatas adalah... (1) Urutan tingkat pencapaian kelulusan mata pelajaran dari yang terbesar ke yang terkecil pada SMA Y sama dengan pada rerata (2) Urutan tingkat pencapaian kelulusan mata pelajaran dari yang terbesar ke yang terkecil pada SMA X sama dengan pada rerata. (3) Urutan tingkat pencapaian mata pelajaran dari yang terbedar ke yang terkecil pada SMA Z sama dengan pada rerata. (4) Urutan tingkat pencapaian kelulusan mata pelajaran dari yang terkecil ke yang terbesar pada ketiga sekolah tidak ada yang sama 06. Komentar yang paling tepat dengan isi teks diatas adalah... (1) Nilai mata pelajaran Bahasa Inggris lebih baik dari pada nilai Bahasa Indonesia ; padahal Indonesia telah dikenal anak sejak kecil dan menjadi bahasa percakapan. (2) Sangat ironis bahwa kelulusan mata pelajaran Bahasa Indonesia terendah pada semua sekolah; padahal bahasa Indonesia menjadi kunci keberhasilan semua mata pelajaran. (3) Kelulusan mata pelajaran Bahasa Indonesia hampir mengalahkan pencapaian kelulusan mata pelajaran Matematika ; padahal, bahasa Indonesia sudah dipelajari oleh peserta didik sejak dini. (4) Rerata kelulusan mata pelajaran Bahasa Inggris mengalahkan pencapaian kelulusan Bahasa Indonesia ; padahal, Bahasa Indonesia dipelajari peserta didik sejak dini.

3 doc. name: TOSBMPTN01IND doc. version : halaman 3 7. Ruang dalam (ndalem) merupakan pusat dari sebuah rumah. Bagian belakang rumah, yang disebut njero omah, dibagi menjadi tiga ruangan penting, yaitu senthong lengan(kanan), senthong tengah (tengah), dan senthong kiwa(kiri) senthong tengen biasanya digunakan untuk bersemedi, bermeditasi, atau mendekatkan diri kepada Tuhan. Senthong tengah khusus untuk pasangan pengantin atau pasangan ayah dan ibu. Senthong kiwa biasanya berfungsi sebagai tempat menyimpan padi atau beras dan simbol-simbol Dewi Sri lainnya. Paragraf di atas dikembangkan dengan cara... (A) proses (B) umum khusus (C) penjelasan (D) rincian (E) penambahan 08. Pulau Penyengat yang berpenduduk jiwa itu memiliki nama lain. yaitu Maskawin, karena pulau tersebut merupakan maskawin Sultan Mahmudsyah, raja kedelapan Kesultanan Riau Lingga ketika ia mempersunting Engku Putri Raja Hamidah. Gagasan utama kalimat tersebut adalah... (A) Pulau Penyengat berpenduduk jiwa (B) Pulau Penyengat merupakan maskawin Sultan Mahmudsyah. (C) Sultan Mahmudsyah adalah rala kedelapan Kesultanan Riau Lingga. (D) Pulau Penyengat memiliki nama lain. (E) Sulatan Mahmudsyah mempersunting Engku Putri Raja Hamidah. 9. Lima menit lewat tengah malam di Svalbard. Alam liar tengah berjaga dan berderik. Di ujung muara yang terlindung pada gugusan pulau di antara Norwegia dan Kutub Utara, sekawanan dara-laut Arktika melayang tinggi dan terbang melingkar di bawah cahaya siang yang tak kunjung hilang. Mereka gelisah, Pasalnya, sepasang burung camar biru keabuabuan pemangsa anak ayam, pencuri telur, predator bersayap yang hebat di Arktika sedang mendekat dari timur. Dara-dara laut sengit bertahan. Mereka mengelebatkan paruh-paruhnya yang merah kepada kawanan camar dan bergerombol menjadi awan yang tajam. Penulis teks tersebut berusaha (A) Menceritakan suasana alam di tengah malam di muara antara Norwegia dan Kutub Utara (B) Menggambarkan suasana pertempuran antara burung dara-laut Arktika dan burung camar (C) Menjelaskan suasana tengah malam di Svalbard. Menunjukkan cara burung dara-laut Arktika bertahan dari serangan musuh (D) Menceritakan kegelisahan burung daralaut Arktika saat berhadapan dengan musuh.

4 doc. name: TOSBMPTN01IND doc. version : halaman Pada masa itu, Dago adalah daerah elite tempat tinggal orang Belanda, Cina, dan orang asing lainnya. Namun. kini kawasan Dago Mengalami perubahan total dari kawasan hunian menjadi kawasan bisnis. Perubahan fungsi ini mengubah pola hidup warga Dago. Saat ini, banyak warga Dago membuka usaha di sepanjang Jalan Dago. Sepanjang Jalan Dago dipenuhi oleh hotel, butik, restoran, bank, dan tempat-tempat hiburan lainnya. Gagasan pokok paragraf tersebut adalah... (A) Pada masa lalu Dago adalah daerah elite tempat tinggal kaum nonpribumi. (B) Perubahan fungsi mengubah pola hidup warga Dago. (C) Kawasan Dago mengalami perubahan total dari kawasan hunian menjadi kawasan bisnis. (D) Sebagian warga Dago mengubah rumah mereka menjadi tempat usaha. (E) Saat ini Jalan Dago dipenuhi hotel, butik, restoran, bank, dan tempat-tempat hiburan lainnya. 11. Sejak pengurusan izin usaha, investor memasuki labirin dengan lama waktu pengurusan izin hingga 151 hari dan melewati belasan tahapan atau pintu. Labirin dalam kalimat tersebut mengandung makna... (A) sesuatu yang memakan waktu (B) sesuatu yang berbelit-belit (C) urusan yang bertahap (D) sistem banyak pintu (E) jalan yang panjang 12. Primordialisme merupakan faktor penting untuk memperkuat ikatan kelompok kebudayaan ketika ada ancaman dari luar terhadap kelompok kebudayaan tersebut. Namun primordialisme dipandang sangat negatif karena mengganggu kelangsungan hidup suatu bangsa. Primordialisme sering dianggap bersifat primitif regresif dan merusak. Primordialisme dianggap, dianggap akan menghambat moderenisasi proses pembangunan, dan merusak intergritas nasional Kalimat yang dapat ditambahkan sesudah kalmat terakhir kutipan di atas adalah... (A) Walaupun dianggap negatif primordialisme mempunyai nilai positif juga (B) Jadi, primardialisme bukanlah sesuatu yang perlu dipikirkan terlalu serius (C) Orang yang mempertahankan primordialisme merupakan salah satu perusak kelangsungan hidup suatu bangsa (D) Kekuatan suatu bangsa tidak ditentukan oleh primordialisme (E) Kekuatan primordialisme akan dapat memicu potensi konflik antara kebudayaan suku-suku bangsa yang ada 13. (1) Sebenarnya cutanasia telah lama ditolerir di Belanda.(2) Sejak tahun 1970-an penerapannya telah diperbincangkan secara terbuka dan hukum yang berlaku cenderung merupakan sesuatu pengendalian, alih-alih larangan mutlak (3) Hal inilah yang masih menjadi hambatan psikologi bagi para doktor yang melakukan praktik cutanasia ini (4) Peradaban selama bertahun-tahun yang kemudian menghasilkan kompromi pembuatan garis-garis paduan sementara, tetap tidak mengesahkan penerapannya secara resmi. Kalimat keempat pada kutipan di atas tidak menyatakan hal sebagai berikut... (A) Euthanasia sudah lama dibicarakan. (B) Perdebatan eutanasia menghasilkan penyusunan garis-garis panduan pelaksanaan Euthanasia. (C) Garis-garis panduan tentang pelaksanaan eutanasia sementara sudah di susun (D) Pelaksanaan eutanasia secara sah belum dapat dilakukan (E) Penerapan panduan pelaksanaan eutanasia dikompromikan

5 doc. name: TOSBMPTN01IND doc. version : halaman Kehidupan masyarakat Jawa selalu diwarnai oleh kehidupan simbolis. Unsur simbolis itu sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menjalani kehidupan masyarakat Jawa mengungkapkan perasaan dan perilaku dengan mengaitkanya pada hal-hal yang bersifat simbolis. kebiasaan yang dilakukan sering dituangkan dalam bentuk upacara. Tak pelak lagi, dalam upacara tersebut unsur simbolis sangat berperan didalamnya. Unsur simbolis itu sangat berkaitan dengan pandangan hidup masyarakatnya Oleh karananya, unsur simbolis itu haruslah dihayati dan dipahami sehingga ungkapan serta keinginan masyarakatnya dapat terkuak dan menjadi pedoman hidupnya. Inti kutipan di atas adalah... (A) Kehidupan masyarakat Jawa selalu diwarnai kehidupan simbolis (B) Kehidupan masyarakat Jawa selalu diwarnai oleh kehidupan simbolis yang harus selalu dihayati dan dipahami (C) Kehidupan masyarakat Jawa yang bersifat simbolis selalu dituangkan dalam upacara. (D) Unsur simbolis dalam upacara yang dilakukan masyarakat Jawa sangat berkaitan dengan pandangan hidupnya (E) Masyarakat Jawa menjalani kehidupan dengan mengaitkannya pada hal-hal yang bersifat simbolis 15. Penggunaan narkotika dapat berakibat negatif bagi yang pemakainya. Apabila digunakan secara berlebihan narkotik dapat membahayakan kesehatan tubuh dan jiwa pemakainya. Tubuh orang yang menggunakan narkotik biasanya lemah dan kurus karena sering sakit-sakitan. Jiwa orang tersebut juga terganggu karena penggunaan narkotik yang berlebihan dapat mempengaruhi fungsi otak dan ke jiwaan seseorang. Pengunaan narkotik yang berlebihan juga dapat menimbulkan kecanduan. Orang yang sudah terbiasa menggunakannya akan merasa membutuhkan narkotik sebagai obat untuk menenangkan jiwanya. Akibat negatif yaung terakhir, narkotik dapat membuat orang menjadi malas. Karena keadaan keadaan orang yang kecanduan tasebut biasanya selalu membutuhkan obat penenang. sering dia malas untuk melakukan kegiatan di dalamhidupnya. Ikhtisar kutipan di atas adalah... (A) Jiwa seseorang dapat terganggu jika menggunakan narkotik secara berlebihan. (B) Seseorang yang pernah menggunakan narkotik membutuhkan narkotik untuk menenangkan jiwanya. (C) Pemakaian narkotik berakibat negatif karena dapat membahayakan kesehatan tubuh dan jiwa pemakainya (D) Pemakaian narkotik dapat berakibat negatif karena dapat mempengaruhi fungsi otak (E) Orang yang kecanduan narkotik akan selalu membutuhkan narkotik untuk sebagai penenang

SIMAK UI 2011 Bahasa Indonesia

SIMAK UI 2011 Bahasa Indonesia SIMAK UI 2011 Bahasa Indonesia Kode Soal Doc Name: SIMAKUI2011IND999 Version : 2012-10 halaman 1 1. Ruang dalam (ndalem) merupakan pusat dari sebuah rumah. Bagian belakang rumah, yang disebut njero omah,

Lebih terperinci

SNMPTN 2012 Bahasa Indonesia

SNMPTN 2012 Bahasa Indonesia SNMPTN 2012 Bahasa Indonesia Kode Soal Doc Name: SNMPTN2012IND999 Version : 2012-10 halaman 1 1. Bacalah teks berikut! Berita yang dilansir Antara bulan lalu dengan tajuk Bahasa Indonesia Berpeluang Jadi

Lebih terperinci

SIMAK UI 2009 Bahasa Indonesia

SIMAK UI 2009 Bahasa Indonesia SIMAK UI 2009 Bahasa Indonesia Kode Soal 962 Doc. Name: SIMAKUI2009IND962 Doc. Version : 2011-06 halaman 1 21. Kalimat yang ditulis secara baku adalah. (A) Kemarin saudara saya dirawat dirumah sakit (B)

Lebih terperinci

SNMPTN Bahasa Indonesia

SNMPTN Bahasa Indonesia Doc. Name : SNMPTN2011IND999 Version : 2012-13 halaman 1 01. Kemunculan pola-pola lingkaran geometris di ladang atau crop circles selalu. dengan kehadiran alien di tempat itu dengan mengendarai UFO. Dugaan

Lebih terperinci

Waktu Kegiatan Pemateri Daftar ulang Panitia Pembukaan Panitia Bahasa Indonesia yang Cermat, Apik, dan Santun

Waktu Kegiatan Pemateri Daftar ulang Panitia Pembukaan Panitia Bahasa Indonesia yang Cermat, Apik, dan Santun DRAF PANDUAN LOMBA DEBAT BAHASA SE-JABODETABEK DALAM RANGKA BULAN BAHASA TAHUN 2017 I. Daftar Topik Debat 1. Dewan ini akan memprioritaskan pengenalan bahasa Indonesia ke luar negeri daripada pengembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. senantiasa berkomunikasi di antara anggota masyarakat tidak akan dapat

BAB I PENDAHULUAN. senantiasa berkomunikasi di antara anggota masyarakat tidak akan dapat BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Bahasa sudah diajarkan sejak dulu baik di dalam sebuah keluarga maupun di lingkungan formal. Dengan bahasa manusia dapat memberi nama segala sesuatu yang terlihat oleh

Lebih terperinci

BAHASA INDONESIA dan MATEMATIKA

BAHASA INDONESIA dan MATEMATIKA Kode ART Lembar Soal A dan C BAHASA INDONESIA dan MATEMATIKA Usia 7-12 Tahun Nama : Kelas : Umur : Nama Sekolah : PETUNJUK SOAL: Tulislah jawaban pada lembar jawaban yang tersedia. Waktu yang tersed ia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk mendorong peran dan membangun komitmen yang menjadi bagian integral

BAB I PENDAHULUAN. untuk mendorong peran dan membangun komitmen yang menjadi bagian integral BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Strategi kebijakan pelaksanaan pengendalian lingkungan sehat diarahkan untuk mendorong peran dan membangun komitmen yang menjadi bagian integral dalam pembangunan kesehatan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. waktu terjadi pasang. Daerah genangan pasang biasanya terdapat di daerah dataran

PENDAHULUAN. waktu terjadi pasang. Daerah genangan pasang biasanya terdapat di daerah dataran PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Daerah genangan pasang adalah daerah yang selalu tergenang air laut pada waktu terjadi pasang. Daerah genangan pasang biasanya terdapat di daerah dataran rendah di dekat

Lebih terperinci

Tugas Portofolio Pelestarian Hewan Langka. Burung Jalak Bali

Tugas Portofolio Pelestarian Hewan Langka. Burung Jalak Bali Tugas Portofolio Pelestarian Hewan Langka Burung Jalak Bali Burung Jalak Bali Curik Bali atau yang lebih dikenal dengan nama Jalak Bali, merupakan salah satu spesies burung cantik endemis Indonesia. Burung

Lebih terperinci

Indonesia Malaysia Singapura Vietnam Filipina. Thailand Brunei Darussalam Kamboja Laos Myanmar

Indonesia Malaysia Singapura Vietnam Filipina. Thailand Brunei Darussalam Kamboja Laos Myanmar Indonesia Malaysia Singapura Vietnam Filipina Ibukota Bentuk Pemerintahan Mata uang Bahasa resmi Lagu kebangsaan Agama Thailand Brunei Darussalam Kamboja Laos Myanmar Ibukota Bentuk Pemerintahan Mata uang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (2007:136) bahwa narasi berusaha menjawab: Apa yang telah terjadi? Setiap

BAB I PENDAHULUAN. (2007:136) bahwa narasi berusaha menjawab: Apa yang telah terjadi? Setiap BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Narasi sebenarnya merupakan karangan yang mudah ditulis oleh siswa karena karangan ini dikembangkan melalui kegemaran siswa dalam mendengarkan cerita atau bercerita.

Lebih terperinci

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 8. MENULIS TERBATASLatihan Soal 8.9

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 8. MENULIS TERBATASLatihan Soal 8.9 SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 8. MENULIS TERBATASLatihan Soal 8.9 1. (1) Colbi sangat kesepian. (2) Para Ibu melarang anak-anaknya berteman dengan Colbi. (3) Di sebuah hutan, tinggallah seekor anak

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA TANJUNGPINANG NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG HARI JADI KOTA OTONOM TANJUNGPINANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA TANJUNGPINANG NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG HARI JADI KOTA OTONOM TANJUNGPINANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KOTA TANJUNGPINANG NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG HARI JADI KOTA OTONOM TANJUNGPINANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANJUNGPINANG, Menimbang : a. bahwa Kota Tanjungpinang yang

Lebih terperinci

ANGKET UJI COBA PENELITIAN. 1. Identitas Siswa Nama : Kelas : Jenis Kelamin : Alamat :...

ANGKET UJI COBA PENELITIAN. 1. Identitas Siswa Nama : Kelas : Jenis Kelamin : Alamat :... 69 ANGKET UJI COBA PENELITIAN 1. Identitas Siswa Nama : Kelas : Jenis Kelamin : Alamat :... 2. Petunjuk Pengisian 1. Bacalah baik-baik butir pernyataan dan setiap alternatif jawaban! 2. Pilih alternatif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting bagi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting bagi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting bagi manusia. Alangkah repotnya apabila manusia tidak memiliki bahasa. Manusia mengungkap keinginan, pesan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. Kepulauan Riau

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. Kepulauan Riau BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. Kepulauan Riau mempunyai sejarah yang panjang sebagai wilayah yang menarik perhatian karena posisinya yang berada

Lebih terperinci

KONFLIK LAUT TIONGKOK SELATAN [DEWI TRIWAHYUNI]

KONFLIK LAUT TIONGKOK SELATAN [DEWI TRIWAHYUNI] KONFLIK LAUT TIONGKOK SELATAN [DEWI TRIWAHYUNI] INTERNATIONAL RELATIONS DEPARTMENT UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA 2015 1 HISTORICAL BACKGROUND 2 Secara geografis kawasan Laut Cina Selatan dikelilingi sepuluh

Lebih terperinci

SERI GENERASI EMAS GOAL UN SMP 2018 JEBOL SEKOLAH FAVORIT TIM GURU MAHARDIKA. Penerbit PT. Elex Media Komputindo

SERI GENERASI EMAS GOAL UN SMP 2018 JEBOL SEKOLAH FAVORIT TIM GURU MAHARDIKA. Penerbit PT. Elex Media Komputindo SERI GENERASI EMAS GOAL UN SMP 2018 JEBOL SEKOLAH FAVORIT TIM GURU MAHARDIKA ` Penerbit PT. Elex Media Komputindo Goal UN SMP 2018: Jebol Sekolah Favorit Ditulis oleh Tim Guru Mahardika 2017 Tim Guru Mahardika

Lebih terperinci

PR ONLINE MATA UJIAN : BAHASA INDONESIA XII SMA (KODE: S03)

PR ONLINE MATA UJIAN : BAHASA INDONESIA XII SMA (KODE: S03) PR ONLINE MATA UJIAN : BAHASA INDONESIA XII SMA (KODE: S03) 1. Jawaban: B Ide pokok paragraf terdapat dalam kalimat utamanya: terdapat di awal atau di akhir paragraf. Ide pokok paragraf tersebut terdapat

Lebih terperinci

Latihan Ulangan Semsester 1 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VI

Latihan Ulangan Semsester 1 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VI Latihan Ulangan Semsester 1 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VI A. Berilah tanda Silang (x) pada huruf a, b, c, dan d di depan jawaban yang benar! 1. Pada tahun 1960, Provinsi Sulawesi dimekarkan menjadi....

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berbahasa (Indonesia) merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh

BAB I PENDAHULUAN. berbahasa (Indonesia) merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan dalam setiap jenjang pendidikan di Indonesia, baik pada jenjang pendidikan dasar, menengah,

Lebih terperinci

Kegiatan Sehari-hari

Kegiatan Sehari-hari Bab 1 Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sehari-hari 1 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan mampu: 1) membuat daftar kegiatan sehari-hari berdasarkan penjelasan guru; 2) menceritakan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA SELATAN SEPTEMBER 2016

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA SELATAN SEPTEMBER 2016 PERDAGANGAN LUAR NEGERI EKSPOR - IMPOR SUMATERA SELATAN MEI 2006 BPS PROVINSI SUMATERA SELATAN No. / /Th., Mei 2007 No.61/11/16/Th.XVIII, 01 November PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA SELATAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dalam pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan menulis merupakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dalam pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan menulis merupakan digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menerangkan bahwa mata kuliah bahasa Indonesia adalah mata kuliah wajib

Lebih terperinci

Kasino Hotel di Bintan Kasino Hotel BAB I PENDAHULUAN. Suwanti Latar belakang

Kasino Hotel di Bintan Kasino Hotel BAB I PENDAHULUAN. Suwanti Latar belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Gambling merupakan sebuah dunia lain yang bersifat untung-untungan dimana kegiatan ini telah berkembang sejak dahulu kala, dan terus mengalami perkembangan seiring

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN Pada bab terakhir dalam penulisan skripsi yang berjudul Peristiwa Mangkok Merah (Konflik Dayak Dengan Etnis Tionghoa Di Kalimantan Barat Pada Tahun 1967), berisi mengenai simpulan

Lebih terperinci

Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Internasional

Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Internasional Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Internasional Oleh : Andy Wijaya NIM :125110200111066 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa memiliki peranan penting

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET 2014

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET 2014 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 30/05/21/Th. IX, 2 Mei PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kebahasaan dan keterampilan berbahasa. Pengetahuan kebahasaan meliputi

BAB 1 PENDAHULUAN. kebahasaan dan keterampilan berbahasa. Pengetahuan kebahasaan meliputi 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran bahasa Indonesia secara formal mencakup pengetahuan kebahasaan dan keterampilan berbahasa. Pengetahuan kebahasaan meliputi pembelajaran mengenai asal-usul

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Obyek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Obyek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Gambaran Umum Obyek Penelitian Komik menurut definisinya adalah seni sekuensial yang menceritakan sesuatu melalui kombinasi gambar dan teks, yang tersusun dalam bentuk panel-panel

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET kepri.bps.go.id

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET kepri.bps.go.id BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 27/05/21/Th. VI, 2 Mei PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 11 Bahasa Indonesia

Antiremed Kelas 11 Bahasa Indonesia Antiremed Kelas 11 Bahasa Indonesia Persiapan UAS 2 Doc Name : AR11IND02UAS Version : 2016-08 halaman 1 01. Perhatikan diagram berikut tentang Jumlah Pengunjung Perpustakaan Tahun Pelajaran 2003-2004.

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II bukanlah sesuatu yang

PENDAHULUAN. Keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II bukanlah sesuatu yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II bukanlah sesuatu yang datangnya tiba-tiba, namun merupakan puncak dari suatu proses. Berkembangnya negara-negara fasis

Lebih terperinci

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 6. MEMBACA NON SATRALatihan soal 6.4

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 6. MEMBACA NON SATRALatihan soal 6.4 1. Paus Langka Muncul di Samudra Atlantik SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 6. MEMBACA NON SATRALatihan soal 6.4 Paus langka yang sering disebut Paus Right muncul kembali di sekitar Samudra Atlantik setelah

Lebih terperinci

DASAR-DASAR FENG SHUI

DASAR-DASAR FENG SHUI DASAR-DASAR FENG SHUI Feng Shui adalah seni dan ilmu pengetahuan China tradisional tentang hidup harmonis dengan lingkungan. Berakar dalam kebudayaan China dan filosofi Tao, feng shui adalah cara melihat

Lebih terperinci

SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA

SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA SIMAK UI KEMAMPUAN DASAR Matematika Dasar Bahasa Indonesia Bahasa Inggris 213 Universitas Indonesia 2011 PETUNJUK UMUM 1. Sebelum mengerjakan ujian, periksalah terlebih

Lebih terperinci

SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA

SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA SIMAK UI KEMAMPUAN DASAR Matematika Dasar Bahasa Indonesia Bahasa Inggris 317 Universitas Indonesia 2011 PETUNJUK UMUM 1. Sebelum mengerjakan ujian, periksalah terlebih

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU DESEMBER 2011

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU DESEMBER 2011 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 10/02/21/Th. VII, 1 Februari 2012 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU DESEMBER Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung

Lebih terperinci

Dampak Pencemaran Pantai Dan Laut Terhadap Kesehatan Manusia

Dampak Pencemaran Pantai Dan Laut Terhadap Kesehatan Manusia Dampak Pencemaran Pantai Dan Laut Terhadap Kesehatan Manusia Dengan semakin meluasnya kawasan pemukiman penduduk, semakin meningkatnya produk industri rumah tangga, serta semakin berkembangnya Kawasan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Rezki Puteri Syahrani Nurul Fatimah, 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Rezki Puteri Syahrani Nurul Fatimah, 2015 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Adat adalah aturan, kebiasaan-kebiasaan yang tumbuh dan terbentuk dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan dijunjung serta dipatuhi

Lebih terperinci

2013 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR

2013 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan dasar bagi pengetahuan manusia. Bahasa juga dikatakan sebagai alat komunikasi yang digunakan oleh setiap manusia dengan yang lain. Sebagai alat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Busana tidak hanya terbatas pada pakaian yang dipakai sehari-hari seperti

BAB I PENDAHULUAN. Busana tidak hanya terbatas pada pakaian yang dipakai sehari-hari seperti BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Busana tidak hanya terbatas pada pakaian yang dipakai sehari-hari seperti rok, dress, atau pun celana saja, tetapi sebagai suatu kesatuan dari keseluruhan yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan merupakan salah satu aspek penting terhadap kemajuan suatu bangsa di dunia. Pendidikan diproses

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL DI JAWA BARAT

PERKEMBANGAN TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL DI JAWA BARAT BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 03/01/32/Th.XVIII, 4 Januari 2016 PERKEMBANGAN TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL DI JAWA BARAT TPK HOTEL NOVEMBER SEBESAR 45,59 PERSEN Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel di Jawa

Lebih terperinci

1. Alasan ketidaktepatan penggunaan tanda baca pada kalimat tersebut adalah.

1. Alasan ketidaktepatan penggunaan tanda baca pada kalimat tersebut adalah. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia I to3bindo Kelas Rombel : ALL ALL Pembuat Soal : JoChyn Tanggal Pembuatan : 29 Januari 2018 Satuan Pendidikan : SMP NEGERI 49 JAKARTA Soal Pilihan Ganda 1. Alasan ketidaktepatan

Lebih terperinci

Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24

Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24 Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/2014 11:41:24 2 Buku BI 3 (12 des).indd 2 16/12/2014 11:41:25 Bintang berkunjung ke rumah Tante Menik, adik ibunya. Tante Menik seorang wartawati. Rumah Tante Menik kecil,

Lebih terperinci

Kelas Tema Materi Waktu P1 Diri sendiri Mendengarkan

Kelas Tema Materi Waktu P1 Diri sendiri Mendengarkan Kelas Tema Materi Waktu P1 Diri sendiri Juli Membedakan berbagai bunyi bahasa Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dengan bahasa yang santun nyaring suku kata dengan lafal Menyalin berbagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diantaranya banyak yang dihuni oleh manusia, salah satunya adalah Pulau Maratua

BAB I PENDAHULUAN. diantaranya banyak yang dihuni oleh manusia, salah satunya adalah Pulau Maratua BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara maritim yang terdiri dari beberapa gugusan pulau mulai dari yang besar hingga pulau yang kecil. Diantara pulau kecil tersebut beberapa

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MEI 2011

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MEI 2011 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 41/07/21/Th. VI, 1 Juli PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MEI Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Keempat aspek tersebut memiliki hubungan yang erat satu sama lain.

BAB I PENDAHULUAN. Keempat aspek tersebut memiliki hubungan yang erat satu sama lain. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada dasarnya bertujuan mengembangkan kemampuan berbahasa siswa yang ditentukan pada aspek kemampuan berbahasa yaitu mendengarkan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan bahasa lisan dan bahasa tulisan. Bahasa lisan merupakan ragam bahasa

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan bahasa lisan dan bahasa tulisan. Bahasa lisan merupakan ragam bahasa 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa adalah sarana komunikasi utama manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa, manusia mengungkapkan gagasan, perasaan, pendapat dan informasi. Bahasa pula

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM NOPEMBER 2016

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM NOPEMBER 2016 No. 02/01/2171/Th.V, 3 Januari 2017 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM NOPEMBER 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Batam pada bulan 2016 mencapai 106.953 orang,

Lebih terperinci

Tabel 1.1. Konsumsi Beras di Tingkat Rumah Tangga Tahun Tahun Konsumsi Beras*) (Kg/kap/thn)

Tabel 1.1. Konsumsi Beras di Tingkat Rumah Tangga Tahun Tahun Konsumsi Beras*) (Kg/kap/thn) I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sektor pertanian merupakan sektor penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Peran strategis sektor pertanian digambarkan dalam kontribusi sektor pertanian dalam

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM APRIL 2015

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM APRIL 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BATAM No. 54/06/2171/Th. III, 1 Juni 2015 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM APRIL 2015 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Batam pada bulan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM JUNI 2015

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM JUNI 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BATAM No. 60/08/2171/Th. III, 3 Agustus 2015 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM JUNI 2015 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Batam pada bulan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MEI 2016

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MEI 2016 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI No. 53/07/21/Th.XI, 01 Juli PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MEI Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau

Lebih terperinci

BAB 1 KONDISI KAWASAN KAMPUNG HAMDAN

BAB 1 KONDISI KAWASAN KAMPUNG HAMDAN BAB 1 KONDISI KAWASAN KAMPUNG HAMDAN Daerah pemukiman perkotaan yang dikategorikan kumuh di Indonesia terus meningkat dengan pesat setiap tahunnya. Jumlah daerah kumuh ini bertambah dengan kecepatan sekitar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hukum keimigrasian di Indonesia telah ada sejak pemerintahan Kolonial Belanda. Ketentuan

BAB I PENDAHULUAN. Hukum keimigrasian di Indonesia telah ada sejak pemerintahan Kolonial Belanda. Ketentuan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hukum keimigrasian merupakan bagian dari sistem hukum yang berlaku di Indonesia, bahkan merupakan subsistem dari Hukum Administrasi Negara. Sebagai sebuah subsistem

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU AGUSTUS 2012

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU AGUSTUS 2012 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 65/10/21/Th. VII, 1 Oktober PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU AGUSTUS Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi

Lebih terperinci

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 6. MEMBACA NON SATRALatihan Soal 6.16

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 6. MEMBACA NON SATRALatihan Soal 6.16 SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 6. MEMBACA NON SATRALatihan Soal 6.16 1. Kegiatan menggunakan handphone saat dalam pengisian daya sangat berbahaya terutama digunakan dalam ruangan yang mempunyai suhu

Lebih terperinci

Penjelasan SBY tentang Ketegangan Indonesia-Malaysia dalam Perspektif Analisis Wacana

Penjelasan SBY tentang Ketegangan Indonesia-Malaysia dalam Perspektif Analisis Wacana Rabu malam, 1 September 2010 Presiden SBY memberikan penjelasan resmi mengenai sikap resmi pemerintah terkait memanasnya hubungan Indonesia-Malaysia di Markas Besar TNI Cilangkap. Presiden merasa perlu

Lebih terperinci

SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 1. TEKS CERITA MORAL/FABELLatihan Soal 1.7

SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 1. TEKS CERITA MORAL/FABELLatihan Soal 1.7 SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 1. TEKS CERITA MORAL/FABELLatihan Soal 1.7 1. Aduh, Kaka, kalau rambutmu kau sisir model begitu kau kelihatan lebih tua. Kau seperti nenek-nenek! Alah kau ini hanya sirik,

Lebih terperinci

Artikel Bahasa Indonesia

Artikel Bahasa Indonesia Artikel Bahasa Indonesia Dalam buku berjudul Bina Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas III Semester 2 yang diterbitkan Erlangga terdapat standar kompetensi membaca, memahami teks dengan membaca intensif

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2010 TENTANG PEMANFAATAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2010 TENTANG PEMANFAATAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2010 TENTANG PEMANFAATAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 35/06/73/Th. VIII, 1 Juli PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN PERKEMBANGAN PARIWISATA Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 31/06/73/Th. VIII, 2 Juni PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN PERKEMBANGAN PARIWISATA Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu bahasa Indonesia juga

BAB I PENDAHULUAN. bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu bahasa Indonesia juga BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia sangat penting peranannya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu bahasa Indonesia juga memiliki peranan yang penting

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU AGUSTUS 2009

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU AGUSTUS 2009 BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 139/10/21/Th. IV, 1 Oktober 2009 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU AGUSTUS 2009 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi

Lebih terperinci

SMA/MA IPA kelas 10 - BAHASA INDONESIA IPA BAB 3. TEKS EKSPOSISILatihan Soal 3.3

SMA/MA IPA kelas 10 - BAHASA INDONESIA IPA BAB 3. TEKS EKSPOSISILatihan Soal 3.3 SMA/MA IPA kelas 10 - BAHASA INDONESIA IPA BAB 3. TEKS EKSPOSISILatihan Soal 3.3 1. Jika penghuni kawasan ASEAN dituntut hanya berbahasa Inggris, saya percaya bahwa posisi bahasa Indonesia akan bergeser

Lebih terperinci

BUPATI BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

BUPATI BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BUPATI BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 18/03/73/Th. IX, 2 Maret PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SULAWESI SELATAN PERKEMBANGAN PARIWISATA Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 82/10/21/Th. XI, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU AGUSTUS 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung

Lebih terperinci

Menjadi sehat adalah impian seluruh manusia. Baik

Menjadi sehat adalah impian seluruh manusia. Baik 1 Hidup Sehat untuk Jadi Anak Hebat Menjadi sehat adalah impian seluruh manusia. Baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Kesehatan juga merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada makhluknya. Dengan

Lebih terperinci

ETIK UMB Cinta Kebersihan

ETIK UMB Cinta Kebersihan Modul ke: 06 Yani Fakultas Ilmu Komputer ETIK UMB Cinta Kebersihan Pratomo, S.S, M.Si. Program Studi Sistem Informasi Cinta Kebersihan Pada hakikatnya manusia menyukai kebersihan dan keindahan. Akan tetapi,

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROPINSI KEPRI

BADAN PUSAT STATISTIK PROPINSI KEPRI BADAN PUSAT STATISTIK PROPINSI KEPRI No.100/03/21/Th. IV, 2 Maret 2009 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROPINSI KEPULAUAN RIAU JANUARI 2009 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Propinsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sehingga laut dan pesisir pantai (coastal zone) merupakan lingkungan fisik yang

BAB I PENDAHULUAN. sehingga laut dan pesisir pantai (coastal zone) merupakan lingkungan fisik yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan wilayah perairan yang memiliki luas sekitar 78%, sehingga laut dan pesisir pantai (coastal zone) merupakan lingkungan fisik yang mendominasi. Menurut

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU DESEMBER 2012

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU DESEMBER 2012 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 10/02/21/Th. VIII, 1 Februari 2013 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU DESEMBER Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2010 TENTANG PEMANFAATAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2010 TENTANG PEMANFAATAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2010 TENTANG PEMANFAATAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA SELATAN JUNI 2015

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA SELATAN JUNI 2015 PERDAGANGAN LUAR NEGERI EKSPOR - IMPOR SUMATERA SELATAN MEI 2006 BPS PROVINSI SUMATERA SELATAN No. / /Th., 2007 No. 42/08/16/Th.XVIII, 01 Agustus PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA SELATAN

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA UTARA MEI 2016

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA UTARA MEI 2016 BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 36/7/12/Thn. XIX, 1 Juli 216 PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA UTARA MEI 216 A. PERKEMBANGAN PARIWISATA Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung

Lebih terperinci

SOLUSI PR ONLINE IX SMP MATA UJIAN : BAHASA INDONESIA (KODE : P17)

SOLUSI PR ONLINE IX SMP MATA UJIAN : BAHASA INDONESIA (KODE : P17) SOLUSI PR ONLINE IX SMP MATA UJIAN : BAHASA INDONESIA (KODE : P17) 1. Jawaban: C Makna kata yang tercetak miring secara berurutan adalah sinematografi: teknik perfilman, piawai: cakap dan terampil, artistik:

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM DESEMBER 2015

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM DESEMBER 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BATAM No. 05/02/2171/Th. IV, 1 Februari 2016 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA BATAM DESEMBER 2015 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Batam pada

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET 2016

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET 2016 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 34/05/21/Th. XI, 2 Mei PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL

PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN NON FORMAL SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN Ngentak Baturetno Banguntapan Bantul Yogyakarta 55197 Telepon (0274) 4436140 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA SELATAN JULI 2015

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA SELATAN JULI 2015 PERDAGANGAN LUAR NEGERI EKSPOR - IMPOR SUMATERA SELATAN MEI 2006 BPS PROVINSI SUMATERA SELATAN No. / /Th., Mei 2007 No. 52/09/16/Th.XVIII, 01 September PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA

PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 3/5/12/Thn. XVIII, 4 Mei 215 PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI SUMATERA UTARA MARET 215 A. PERKEMBANGAN PARIWISATA Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung

Lebih terperinci

Jakarta dulu dan Kini Senin, 22 Juni :55

Jakarta dulu dan Kini Senin, 22 Juni :55 Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai. Pengetahuan

Lebih terperinci

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 02 JUNGKE KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN KARANGANYAR SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna

Lebih terperinci

PROPOSAL DESIGNING PROJECT PENANGANAN SAMPAH DAN PENCEMARAN SUNGAI BRANTAS DI KAWASAN SPLENDID-MALANG. Oleh. WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia)

PROPOSAL DESIGNING PROJECT PENANGANAN SAMPAH DAN PENCEMARAN SUNGAI BRANTAS DI KAWASAN SPLENDID-MALANG. Oleh. WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) PROPOSAL DESIGNING PROJECT PENANGANAN SAMPAH DAN PENCEMARAN SUNGAI BRANTAS DI KAWASAN SPLENDID-MALANG Oleh WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) (Untuk memenuhi tugas pengganti UTS mata kuliah Manajemen

Lebih terperinci

METODOLOGI. Hutan untuk Masa Depan Pengelolaan Hutan Adat di Tengah Arus Perubahan Dunia

METODOLOGI. Hutan untuk Masa Depan Pengelolaan Hutan Adat di Tengah Arus Perubahan Dunia Hutan untuk Masa Depan 2 METODOLOGI Struktur Buku ini adalah sebuah upaya untuk menampilkan perspektif masyarakat adat terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan. Buku ini bukanlah suatu studi ekstensif

Lebih terperinci

Kalimat penjelas: (3) Struktur dan komposisinya ditentukan oleh berbagai faktor lingkungan yang saling berkait.

Kalimat penjelas: (3) Struktur dan komposisinya ditentukan oleh berbagai faktor lingkungan yang saling berkait. 1. SMP kelas 9 - BAHASA INDONESIA BAB 7. MENULIS TERBATASLatihan Soal 7.2 1) Beberapa komponen yang lebih penting adalah tanah, atmosfer, radiasi matahari, air, dan organisme hidup. 2) Ekosistem terdiri

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. bagi pendapatan suatu negara. Pada tahun 2007, menurut World Tourism

I. PENDAHULUAN. bagi pendapatan suatu negara. Pada tahun 2007, menurut World Tourism 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor pariwisata merupakan sektor ekonomi yang memiliki perananan penting bagi pendapatan suatu negara. Pada tahun 2007, menurut World Tourism Organization (WTO) sektor

Lebih terperinci