SI PEMANAH GADIS JILID 3 HUJAN DARAH DI TANAH BAMBU

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SI PEMANAH GADIS JILID 3 HUJAN DARAH DI TANAH BAMBU"

Transkripsi

1 SI PEMANAH GADIS JILID 3 HUJAN DARAH DI TANAH BAMBU Oleh : Gilang di Indozone BAGIAN 33 Aah... aaah... aaah...! Dalam interval pendek, dengan tubuh berguncang-guncang dan gerakan turun-naik yang tidak lagi teratur. Gerakan-gerakan menjadi sangat liar, tak terkendali. Lalu setelah beberapa saat, gerakan itu ditutup dengan erangan panjang. Aaaaaaaaaaaaah...! Murid Ratu Cambuk Api Lengan Tunggal mencapai titik puncak asmara sempurna di atas tubuh Jalu Samudra. Menggelepar-gelepar dalam posisi terduduk-terhenyak dipegangi oleh Jalu Samudra agar tidak terlempar ke luar. Pemuda itu merasakan pilar tunggalnya seperti disedot kuat-kuat oleh sebuah liang sempit kenyal yang berdenyut-denyut liar. Cukup lama Nagagini menggeliat-geliat menikmati puncak asmaranya, sebelum akhirnya terengah-engah dan membuka matanya bagai seseorang yang baru bangun dari mimpi menggairahkan. Kedua matanya bersinar terang penuh kepuasan dan kebahagian. Belum pernah rasanya Jalu Samudra melihat mata yang begitu ekspresif! Ohhhh... akhirnya Nagagini bisa mendesahkan ucapannya sambil masih agak terengah, Bagaimana aku bisa mengusir Kakang, kalau begini... Jalu Samudra tertawa mendengar pengakuan polos itu. Dia tahu, Nagagini cuma mendramatisir cintanya, seakan-akan gairah-gairah asmara ini sematalah yang mengikat cinta mereka. Jalu Samudra meraih tubuh telanjang itu dan merebahkannya di atas tubuhnya. Nagagini mengerang manja, meluruskan kaki dan membiarkan dirinya melintang di atas tubuh pemuda bermata putih ini. Rasanya damai sekali dunia ini sehabis percintaan menggebu-gebu. Pelukan Jalu Samudra bagai sebuah pelindung raksasa yang mampu mengusir segala nestapa dan gundah dan gulana dan risau. Sepenanakan nasi kemudian, Nagagini mengkernyitkan alisnya. Mandi, yuk!? Tanpa menjawab, Jalu segera menggulingkan tubuhnya, dan... Byurr...!

2 Tubuh keduanya sudah berada di bawah air. --o0o-- Craaakk... crakkk...! Glaarr...!! Apa mau hujan!? desah Nagagini. Si Pemanah Gadis memandang langit, lalu katanya, Bukan hujan. Tapi ada sebentar lagi akan ada bencana di depan kita. Entah besok, entah lusa. Darimana Kakang tahu? Lihat arah awan yang berjajar panjang membentuk garis panjang. Itu adalah awan pertanda bencana, mungkin... badai laut, ucap Jalu sambil menuding ke sebelah timur. Mata Nagagini mengarah ke timur, tepat seperti yang dikatakan pemuda di sampingnya. Heran... Apanya yang kau heran? Kakang kan buta, kok bisa tahu tentang awan segala? Hehehe... gitu ya? kata si pemuda sambil terkekeh geli. Memangnya ngga boleh? Boleh, sih. Cuma aneh saja. Kenapa aneh? Lalu sambil memeluk pinggang Jalu Samudra, gadis itu berkata, Begini yang Kakangku yang ganteng! Orang buta itu dimana-mana tidak bisa melihat apa-apa alias serba gelap. Boro-boro melihat awan di langit, melihat jari sendiri saja... sulit...! Kata siapa? Kata orang-orang, sahut Nagagini, pendek. Emangnya orang-orang yang berkata seperti itu pernah buta? sahut Jalu. Itu kata orang lho... Tapi kok Kakangmu tidak merasa buta, ya? Maksudnya? Misalnya... kata Jalu dengan kepala menengok ke kanan-kiri mencari sesuatu, lalu sambungnya, Itu disana, tongkatku tergeletak. Itu kan Kakang sendiri yang meletakkan, tukas Nagagini.

3 Terus itu... coba kau lihat, kata si Pemanah Gadis sambil menunjukkan jari ke arah kanan si gadis, Dua ekor camar laut sedang menyambar ikan... Itu karena pendengaran Kakang super tajam... kilah Nagagini. Terus apa dong, yang bisa membuatmu percaya kalau Kakang bisa melihat? sahut Jalu dengan dongkol, karena setiap apa yang ditunjukkannya bisa dijawab balik dengan tepat oleh Nagagini. Tiba-tiba Jalu menjentikkan jari. Tik! Aku tahu! Apa? Waktu kau menyamar menjadi laki-laki, salah satu alismu yang kiri sedikit tebal dari pada yang kanan, ucap Jalu Samudra. Bagaimana? Deg! Gadis itu sedikit tersentak, pikirnya, Benar juga. Waktu itu aku habis mandi, lalu menyamar seperti biasa dan karena tergesa-gesa keluar kamar, baru kusadari kalau salah satu alisku sedikit ketebalan memberikan pewarna alis. Padahal siapa pun tidak ada yang tahu tentang hal itu. Kalau begitu... Jadi, Kakang ini... Tentu saja bisa melihat, Neng. Barang segitu gede mosok ga bisa lihat!? Bener-bener bisa melihat? Ho oh, sahut Jalu dibego-begokan. Jadi waktu aku mandi itu... Jelas sekali! potong Jalu cepat. Mereka bercakap-cakap hingga larut malam. Semua hal yang ada pada diri pemuda yang berjuluk si Pemanah Gadis, pada akhirnya terkuak dengan sendirinya. Bahkan tentang istrinya : Kumala Rani dan Beda Kumala dari Perguruan Sastra Kumala juga ikut diceritakan kepada Nagagini. Termasuk pula ayam-ayam cantik disana. Wah... wah... wah... kalau begitu memang Kakang Jalu pantas dan cocok menyandang gelar si Pemanah Gadis, gurau Nagagini sambil tertawa cekikikan,... ada-ada saja Mbakyu Kumala Rani memberi gelar nyentrik seperti itu. Iya juga sih. Kang, ngomong-ngomong tentang ilmu silat, nih! Ilmu silat yang beberapa waktu yang lalu Kakang ajarkan padaku, kira-kira pantesnya diberi nama apa, ya? kata Nagagini. Masa memiliki ilmu silat baru kok ga ada namanya? Bagaimana kalau dikasih nama... Ilmu Silat Ikan Gajah Putih Pembunuh?

4 Gadis itu tampak berpikir beberapa saat. Tangan kirinya memainkan ujung bibir bawah tanpa sadar. Sudah, itu saja namanya. Kelamaan amat mikirnya, kata Jalu sambil mendorong dahi Nagagini pelan. Emmm... bolehlah-bolehlah. Nama bagus dan cukup seram, hihihik... Nah, gitu dong. Terus... untuk nama jurusnya gimana, Kang? Kita namai sekarang saja, ya!? ujar Jalu Samudra, cepat. Keduanya asyik memberi nama jurus-jurus silat yang baru saja mereka namakan Ilmu Silat Ikan Gajah Putih Pembunuh itu. Kadangkala Nagagini memperagakan jurus-jurusnya bergantian dengan Jalu Samudra. Maka terciptalah jurus-jurus yang memiliki nama sesuai dengan karakternya masingmasing, ada jurus Gigitan Ikan Mencabik Mangsa, jurus Ikan Terbang Di Atas Gelombang dan jurus Liukan Ikan Putih. Tiba-tiba saja, wajah Jalu Samudra menegang. Matanya nanar menatap di kejauhan. Ada apa, Kakang? Ada yang datang dari selatan dan... dari bawah air. Dari bawah air... ikan gajah putih-kah? Entahlah. Tangan kiri si Pemanah Gadis sedikit menyentak ke belakang. Sett! Tongkat kayu hitam tiba-tiba saja melayang ke arah tangan kiri, dan... Tap! Langsung tergenggam erat. Tangan kanan melepas medali yang dikalungkan di leher, diletakkan di tangan kiri, digosok-gosok sebentar, lalu hilang begitu saja. Sudah beberapa kali murid Ratu Cambuk Api Lengan Tunggal melihat apa yang dilakukan Jalu Samudra alias si Pemanah Gadis ini yang ahli dalam menghilangkan benda. Kemarin dulu sempat takjub kala ia melihat senjata aneh bernama Pasir Kujang Duta Nirwana. Sempat main-main sebentar dengan senjata unik itu. Meski baru beberapa tarikan napas sudah merasa berat menggenggam senjata semungil itu. Beberapa kali pula ia membolak-balik Medali Tiga Dewa milik si pemuda, tapi tetap saja ia tidak paham apa maksud dan makna dari medali medali yang terbuat dari lempengan besi hitam berukiran naga, rajawali dan harimau tersebut. Kakang, rasa-rasanya rumah kita ini bergeser ke kanan, deh. cetus Nagagini.

5 Jalu diam sejenak. Dirasakannya kalau apa yang dikatakan gadis itu ada benarnya. Benar. Tapi bukan bergeser. Tepatnya... kita berputar. Berputar? Tiba-tiba saja, dari arah kejauhan terdengar suara menderu. Wurr... wurrr... wurrr...! Belum sempat keduanya menyadari bahaya, angin badai dengan menggila ke arah mereka. Srakk! Srakkk! Srakkk! Drakkk!! Wurr... wurrr... wurrrsss...! Celaka! Ternyata... badai itu bisa membuat pusaran air raksasa! seru Jalu. Kita harus menghindar, Kang! seru Nagagini sambil berpegangan erat pada lengan kanan Jalu Samudra. Menghindar kemana? seru Jalu diantara deru angin yang menerjang tak tentu arah. Srakk! Brakk! Empat tiang penyangga berderak hancur. Dan terbang membumbung tinggi terbawa angin. Duurr... durr...! Kali ini, papan tempat mereka berpijak berderak mau pecah terhantam gelombang tinggi. Sratt! Berrt...! Baju Nagagini tampak berkibaran tertiup angin bercampur air, sehingga menampakkan lekuk-lengkung tubuh indahnya. Jalu sempat melirik sebentar, tapi... Jdarr! Papan kayu tempat mereka berdiri, kali ini benar-benar hancur. Keduanya terseret arus memutar sambil timbul-tenggelam. Tanpa pikir panjang lagi, Jalu membawa gadis itu semakin masuk ke dalam laut, yang menurutnya cukup aman dari jangkauan badai yang kian menggila. Beruntunglah Jalu pernah mengajarkan salah satu ilmu bernapas dalam air Yu Yue Yu Yuan (Ikan Menyusup Ke Kedalaman) kepada gadis itu. Cukup lama mereka berdua berkutetan menjauhkan tubuh dari pusaran air yang seolah-olah menyedot tubuh dua sosok manusia itu. Namun akhirnya, sehebat-hebatnya manusia tetap akan kalah dengan kekuatan amukan alam. Jalu pun menyadari hal itu.

6 Tanpa bisa dicegah, pegangan murid Ratu Cambuk Api Lengan Tunggal terlepas. Nagagini! teriak Jalu Samudra. Tubuh gadis itu terseret arus semakin ke dalam. Murid tunggal Dewa Pengemis dan Dewi Binal Bertangan Naga segera meluncur cepat mengejar sosok gadis yang selama beberapa hari bersamanya. Jurus Kilat Tanpa Bayangan dikerahkan untuk membantu lesatan. Namun apa daya, sebongkah batu besar bagai dilontarkan ke atas. Wuss! Karena begitu mengkhawatirkan sosok si gadis, membuat Jalu tanpa perhitungan menghantamkan tangan kanan yang sarat hawa sakti. Blegarrr...! Begitu satu batu hancur, kembali batu-batu sebesar lima kali gajah bunting menghadang di depan. Dan berulang-ulang pula, si pemuda menghantam batubatu besar yang beterbangan ke arahnya. Hingga pada akhirnya... Bughh...! Sebongkah batu besar, secara tidak sengaja menghantam tepat di kepala. Pandangan mata Jalu menggelap... menggelap... dan akhirnya... Gelap sama sekali! --o0o BAGIAN 34 Uuhh... Terdengar keluhan dari mulut sosok pemuda yang tergeletak di pembaringan. Saat terbuka, terlihat sepasang mata putih di sana. Sesaat matanya berkunangkunang. Dipejamkan sebentar, lalu di buka lagi sambil mengerjap-ngerjap beberapa saat. Dimana aku? Pemuda yang tak lain Jalu Samudra beringsut bangun, sontak ia merasa seluruh tulangnya sakit semua. Sesaat meringis menahan sakit. Lalu dalam posisi tiduran, ia mengerahkan jurus pertama dari Ilmu Tapak Sembilan yang bernama Sambung Nyawa untuk mengobati luka dalamnya. Sesaat kemudian, tubuhnya memancarkan sinar ungu transparan yang segera meredup dan akhirnya hilang sama sekali.

7 Hemm... beres sudah, gumamnya. Matanya mengedar ke sekitar. Dalam pikirnya, ia berada di sebuah kamar yang luas, karena ia berada di atas kasur yang empuk berselimut tebal. Namun kenyataan sungguh bertolak belakang. Murid Dewa Pengemis ini berada dalam sebuah taman! Wuuuhh... orang gila mana yang meletakkan tempat tidur di taman seperti ini? kata hati si pemuda sambil menyingkap selimut. Weiitt! Buru-buru selimut ditutup kembali. Busyet! Celanaku pergi kemana, nih? pikirnya sambil mata memandang berkeliling. Bukan celana hitamnya yang ketemu, tapi justru tongkat kayu hitam, Medali Tiga Dewa dan Pasir Kujang Duta Nirwana tergeletak di samping tempat tidur. Heran... perasaan Medali Tiga Dewa dan Pasir Kujang Duta Nirwana sudah kusimpan rapi di telapak tangan kiri dan kanan dengan ilmu khusus, kok bisa keluar sendiri. Aneh... gumamnya. Jangan-jangan yang tinggal disini orang aneh semua, nih. Jalu Samudra bangkit sambil melilitkan selimut seperti orang pakai sarung. Lumayan dari pada bugil, desisnya lirih. Saat melirik ke bawah, ia sedikit nyengir, Hihi, kayak kuda ekornya didepan tapi pake sarung aneh. Diraihnya tongkat kayu hitam, lalu berjalan seperti orang buta --dengan mengetuk-ngetukkan tongkat ke tanah--, padahal ia bisa melihat segala sesuatu dengan nyata. Benar-benar kebiasaan yang sulit dihilangkan! Jalu Samudra menyaksikan sebuah taman yang sangat indah, dengan taman yang asri, pepohonan rindang dan kawanan rusa berlari-lari diiringi burungburung beterbangan. Ia celingukan ke kiri ke kanan tapi tidak mendapati seorang pun disana. Di kejauhan, terlihat sebentuk gerbang, ia pun berjalan perlahan ke sana sembari menghirup aroma wewangian yang begitu melenakan. Sebentar saja, ia sudah sampai di depan gerbang besar berwarna hijau teduh. Pasti tidak ada orang, nih gumamnya. Sepi begini... Krieett...! Ketika membuka gerbang itu, ia melihat beberapa gadis cantik --tepatnya sepuluh orang setelah di hitung Jalu-- sedang berkumpul pada satu bangsal besar. Mereka bercakap-cakap, membaca, bermain musik, menulis, pokoknya segala kegiatan yang terpikir olehnya. Yang membuat Jalu semakin ternganga adalah... semua gadis cantik itu mengenakan gaun tipis tembus pandang!

8 Semua bagian tubuh dari ujung kaki sampai ujung kepala terlihat jelas. Mereka mengenakan penutup dada untuk menutupi gumpalan padat-kencang yang tampak tersembul dan tidak mengintip malu-malu. Belum lagi dengan cawat yang cuma sekelumit seolah hanya menutupi bagian-bagian yang penting saja. Yang jelas, tubuh berbaju minim itu semuanya sekal, padat dan tampak berisi! (pokok e mantap, ciing...!) Jalu lumayan sulit membedakan antara yang satu dengan yang lain, karena semua cantik-cantik dan montok-montok. Hanya warna gaun tembus pandang, penutup dada dan cawat mungil saja bisa membedakan mereka. Tanpa sadar, Jalu berjalan mendekat sambil menikmati pemandangan indah yang jarangjarang ia jumpai (maksudnya... jarang sebegitu banyak, lho). Tiba-tiba salah seorang gadis yang bergaun putih tipis itu tersadar lalu terdiam sambil memandangi si pemuda yang cuma melilitkan selimut sebagai pengganti celana dan berjalan menggunakan tongkat mengetuk-ngetuk tanah didepannya. Seketika, Jalu Samudra berhenti berjalan dan balas memandang. Maaf, aku salah masuk... kata Jalu beranjak pergi (masa sudah jalan sejauh itu, baru ngomong kalau kesasar, hehehe...!). Bagaimana tidak beranjak pergi, karena pilar tunggal penyangga langitnya sudah menggeliat bangun karena melihat pemandangan yang memang sanggup membuatnya pilar tunggal penyangga langitnya bangun tanpa dipaksa. Kalau pake sarung antik kayak gitu,khan jadi keliatan, bro!? Malu-maluin aja ni otong, pikir Jalu sambil balik badan. Liat gadis sedikit licin saja, maunya nyodok melulu. Gadis bergaun putih berjalan mendekat lalu tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya. Kau sudah bangun? katanya lembut sambil menyentuh tangan kiri murid Dewa Pengemis. Jalu Samudra kembali memutar tubuh. Jarak keduanya cuma setengah jangkauan saja. Diamput! Mantap bener ni cewek, pikir Jalu Samudra rada jorok sambil mengamati gadis di depannya. Katanya kemudian, lalu katanya dengan sedikit nyengir kuda. Apakah... kalian semua ini para bidadari swargaloka yang menghuni tempat ini? Gadis bergaun tipis itu tertawa renyah. Terlihat sepasang lesung pipit dikala ia tertawa. Kulit putih bersih, mata jernih dan indah dengan bulu mata lentik dan alis tipis namun indah. Rambut panjang diikat rapi dan ia mengenakan gaun putih tipis yang memamerkan keelokan tubuh seorang gadis muda. Di belakangnya, beberapa gadis lain dengan antusias mengikuti dan mendekatinya. Seorang tampak berjingkat-jingkat lincah dengan tubuh kecil namun padat dan kencang, betisnya yang indah tampak tersibak, memamerkan bagian bawah kakinya yang jenjang.

9 Jalu Samudra ternganga dan mulai memandang ke sekeliling mencari pemandangan indah lainnya, namun gadis bergaun putih tadi mengelus dagunya dan menghadapkan muka Jalu Samudra agar menatapnya. Kamu dari negeri luar? tanya si gaun putih. Ceritakan apa saja yang ada di negeri luar? terabas si gaun merah. Apakah para pemudanya begitu tampan dan gagah sepertimu? ucap si gadis mungil. Negeri luar? tanya Jalu, heran. Negeri... apa? Maksudku... wilayah di luar kepulauan kami. Kep-kepulauan... apa? Kepulauan Tanah Bambu, tentunya. desis gadis bergaun hijau di dekat telinga Jalu Samudra. Jalu Samudra tersentak kaget! Tak disangkanya sekarang ini ia berada di tempat yang menjadi tujuannya. Meski begitu, pemuda bermata putih ini sedikit bingung dengan keadaan dirinya. Seingatnya, ia dikerumuni oleh batu-batu besar saat mengejar Nagagini, sehingga tanpa sadar kepalanya terbentur batu besar, lalu antara sadar dan tidak, ia terseret pusaran arus laut hingga ke kedalaman laut yang gelap. Kemudian memasuki lorong-lorong panjang berliku-liku dan akhirnya ia kehilangan kesadaran penuh. Benar. Lorong itulah salah satu jalan masuk ke tempat kami, kata dara cantik bergaun keemasan. Kaget sekali itu lumrah, tapi kalau berkali-kali malah bisa bikin jantungan! Kau ini seperti cacing di perutku saja, seloroh Jalu Samudra sambil menoleh ke dara bergaun keemasan. Diantara semua yang ada disitu, cuma gadis itu yang duduk manis sambil memetik harpa. Selama kau berada di wilayah kami, semua isi kepalamu bisa terbaca oleh kami bersepuluh, tutur gadis bergaun biru, lembut. Walaaahh... seru Jalu Samudra, kaget. Beruntung kau terperosok ke lorong kanan, jika masuk ke lorong kiri, kemungkinan besar nyawamu sulit terselamatkan, kata dara cantik bergaun hitam. Memangnya kenapa kalau masuk ke lorong kiri? tanya Jalu dengan nada menyelidik. Tidak ada apa-apa. Cuma di ujung lorong, ada suatu tempat yang bernama Lembah Selaksa Kobra. Lembah Selaksa Kobra? desis Jalu Samudra. Semoga saja teman gadismu tidak terperosok kesana, lanjut dara bergaun hitam menerawang.

10 Memangnya disana ada apa? Paling juga ular doang!? Betul. Cuma ular kobra saja yang jumlahnya hanya sekitar enam belas ekor saja... Tuh, kan. Cuma belasan saja. Aku yakin Nagagini pasti bisa selamat dari sana... kata Jalu Samudra. Tapi ular kobranya sebesar pohon kepala, tuh... sahut dara cantik bergaun jingga. Postur tubuhnya sih cukup mungil, tapi masa depannya itu lho... justru besar-menantang untuk diremas! Hah!? kembali murid Dewa Pengemis dan Dewi Binal Bertangan Naga kaget. Kalian beneran nih ngomongnya!? Betul, kata para gadis hampir serempak. Waduh, celaka tujuh belas setengah! Nagagini bisa jadi tusuk gigi kalau benar-benar tersesat kesana, gumam Jalu sambil membayangkan tubuh seksi Nagagini dimakan ular kobra raksasa. Tapi jangan khawatir, ular-ular kobra itu tidak akan memangsa gadismu, kok. Kok bisa? Apa ularnya tidak punya gigi semua alias ompong, begitu? tanya si Pemanah Gadis, heran. Ooo... tidak! Semua bergigi tajam dan kuat-kuat, kok. kata dara berbaju hijau tembus pandang. Yang perlu khawatirkan cuma majikan para ular itu saja. Dia suka sekali dengan gadis-gadis muda dan cantik molek. Kadangkala ia naik ke darat, nyulik anak gadis orang, lalu diperkosa di Lembah Selaksa Kobra, dan setelah puas, baru berikan pada hewan peliharaannya... terang si gaun hijau panjang lebar. Julukannya si Dewa Kobra Cabul tukas si gadis gaun coklat. Mendengar perkataan para gadis berbodi aduhai yang sekarang mengerubungnya membuat Jalu Samudra semakin khawatir tentang keselamatan Nagagini. Tapi bayangan buruk segera ditepisnya mengingat kemampuan ilmu kesaktian yang dimiliki murid Ratu Cambuk Api Lengan Tunggal itu sudah meningkat jauh. Masih jelas dalam ingatannya, ketika keduanya mencapai puncak asmara tertinggi, tiba-tiba saja seluruh tubuh Nagagini diselimuti pendaran cahaya biru tipis mendekat putih meski untuk beberapa kejap lamanya. Dan keesokan harinya, tatkala ia berlatih 19 jurus Cambuk Cacat justru menemukan kekagetan luar biasa. Sebab hawa tenaga dalamnya justru mengalir lancar tanpa halangan seperti sebelumnya. Begitu selesai mengerahkan total 19 jurus, tidak terjadi gerakan patah seperti sebelumnya. Waktu itu, Nagagini sedikit heran sambil bergumam, Aneh! Setahuku, jurus cambuk hanya bisa dilatih orang cacat, tapi kenapa aku yang memiliki raga sempurna justru bisa menguasainya dengan baik!? Mungkin... karena sebelumnya kakimu pernah putus, jadi jurus itu bisa kau lakukan dengan sempurna, ucap Jalu Samudra memberi tanggapan.

11 Mungkin juga bisa, kata Nagagini dalam nada gumam. Atau barangkali... Barangkali apa? potong Nagagini, cepat. Sambil membetulkan posisi duduknya yang kurang nyaman, Jalu berkata, Begini. Ini cuma pemikiran kakang lho, ya. Tapi sopo ngerti wae bener (tapi, siapa tahu saja benar)! Keperawanan adalah simbol sakral seorang gadis yang masih suci. Apapun alasannya, gadis perawan selama belum disentuh laki-laki dianggap sebagai gadis murni, gadis sempurna. Nah, karena semalam kita berhubungan intim, maka dianggap sebagai bentuk kecacatan? Eemmm... bisa jadi begitu, kata Jalu sambil nyengir-meringis. Nagagini sedikit heran melihat raur muka pemuda didepannya, lalu berkata, Kakang ini kenapa, sih? Sakit...? Ehh... engga... cuma... Cuma apa...? Hehehe, ini bangun lagi... kata Jalu cengengesan sambil menunjuk ke bawah. Lamunan si pemuda --yang menjurus jorok-- terpenggal karena sebuah suara berbisik mesra di telinganya, Sudahlah, Jalu. Lebih baik sementara ini kau tinggal disini. Seorang gadis cantik dengan postur menggiurkan mendekat lalu menggeserkan tubuhnya dengan manja ke dada Jalu Samudra. Ia menatap dengan tajam dan lekat ke arah mata putih Jalu Samudra yang seperti orang bingung. Lalu dengan halus ia mengelus dada bidang Jalu Samudra dan memasukkan tangannya ke dalam celana antik Jalu Samudra. Yang lain mengikuti mengelus kaki Jalu Samudra, ada yang menciumi rambut dan memainkan ujung celana antik nya. Pokoknya apa saja yang bisa dipegang tangan. Ssse... bb... bentar... desis Jalu. Sst... jangan banyak kata, tak sering lho... kami menemui pria segagahmu, mari kita bersenang-senang sejenak... Tt... tapi a-aku... Jalu Samudra dikerubuti para gadis itu lalu dibimbing ke ranjang besar yang terletak di tengah ruangan itu, ia lalu dibaringkan disana tak berdaya. Jalu Samudra dengan senang melayani permintaan para nona cantik itu, tapi kalau sebanyak itu dan mainnya keroyokan, ya bingung juga mau ngapain!? Maksudnya... siapa dulu yang diapa-apain!? Wah, gila nih masa mau diperkosa gadis-gadis!? Yang bener saja, pikir Jalu, sambil sesekali tangannya bergerilya kemana-mana. Wah kalau begini caranya, aku bisa kewalahan sendiri.

12 Tunggu sebentar! kata si Pemanah Gadis dengan sedikit terengah-engah. Ada apa? tanya seorang gadis berambut panjang menggiurkan sambil mengelus bahunya. Gaun coklatnya sudah hilang entah kemana. Jalu Samudra belum sempat menjawab sebelum gadis yang lain menempelkan tubuhnya erat-erat ke punggung Jalu Samudra sambil mendesah, Jangan tinggalkan kami. Kami sangat kesepian, desah yang lain. Jalu Samudra tak kuasa menolak. Masih terhembus aroma tubuh gadis itu dan kehangatannya yang tak pernah terbayangkan. Ia memandang seorang lagi yang dengan lekat membalas tatapannya, seorang gadis dengan bola mata hitam begitu cantik dan menarik lalu bibir kecilnya membuka perlahan lalu membisik, Ceritakan petualanganmu di luar sana. Gadis yang lain menimpalinya lalu berlomba mengelus dan menarik Jalu Samudra untuk mendekatkan diri dengan mereka. Semua gadis yang ada di tempat itu berlaku seperti belum pernah menyentuh laki-laki, kecuali satu orang. Yaitu... dara bergaun keemasan! Plok! Plok! Plok! Tiga kali tepukan sudah lebih dari cukup menghentikan tingkah-polah sembilan gadis yang sibuk mengerumuni si Pemanah Gadis. Sembilan gadis itu dengan muka cemberut mundur teratur. Haaahh!? Terdengar seruan kaget! Bukan dari mulut si pemuda tapi justru dari mulut merah merekah sepuluh dara cantik itu. Sepuluh pasang mata terpaku pada sosok benda bulat panjang berotot di bawah perut Jalu Samudra. Sebentuk pilar tunggal yang jarang ada! --o0o-- Uuugh... Terdengar suara keluhan dari sosok tubuh yang tergeletak di tepi sungai berair jernih. Sosok gadis dengan baju morat-marit tidak karuan sehingga memperlihatkan segala bentuk keindahan seorang gadis muda. Sudah basah, morat-marit, dah gitu jumlahnya cuma sedikit pula!

13 Sesaat ia mengerjap-ngerjapnya sepasang mata indahnya karena silau terkena sinar matahari. Di mana aku... gumamnya lirih. Setelah rasa pusing sedikit berkurang, matanya mengedar berkeliling. Hemmm... sepi sekali... kembali ia bergumam. Saat angin bertiup, gadis itu merasa dingin di sekujur tubuhnya. Hemm, pantesan dingin... lha baju sobek-sobek semua gini, katanya lirih sambil matanya berputaran.... disana ada cerukan cukup dalam, lebih baik aku ke sana saja. Wutt! Dengan kecepatan tinggi, gadis yang tak lain Nagagini berkelebat cepat. Maklum aja, dengan baju yang alakadarnya seperti itu sudah cukup membuatnya malu. Beberapa saat kemudian, terdengar suara kain dirobek-robek (hehehe, pasti pada mikir jorok. Boleh dech, tapi jangan pake ngupil, ya!?) Brett, brett, brett...! Sebentar kemudian, murid tunggal Ratu Cambuk Api Lengan Tunggal telah keluar dari dalam cerukan. Sosok tubuhnya yang ramping padat kini sedikit lebih rapi. Baju biru laut yang sudah compang-camping di robek jadi tiga bagian. Dua bagian di ikat menjadi satu, lalu dibalutkan sebagai penutup dada dengan ikatan di depan. Sedang bagian ketiga, masih dijadikan dua lagi berbentuk segitiga dan dipakai sebagai cawat dengan ikatan di samping kiri kanan (kalau istilah jaman sekarang : bikini two pieces). Terus tali tambang gimana? Gampang saja. Cukup dililitkan di pinggang, beres! Yah, lumayanlah bisa menutup bagian yang penting-penting saja, dari pada kayak tadi, gumamnya sambil mematut-matut diri di dekat kolam. Wah, kalau Kakang Jalu tahu aku pakai barang kayak ginian, bisa habis aku semalam suntuk... Wah, wah, wah! Rupanya ada bidadari turun dari langit rupanya! Satu suara serak terdengar menggelegar. Rejeki hari ini benar-benar besar, ha-ha-ha-ha! Kontan, Nagagini membalikkan tubuh. 35

Di Pantai Pasir Putih

Di Pantai Pasir Putih Di Pantai Pasir Putih Menjelang musim panas di pantai, ombak tiada lelah mengempas pesisir. Langit biru menghiasi cakrawala. Burung-burung camar berterbangan di atas air. Sedang angin laut yang berembus

Lebih terperinci

PENJAGAL ANGIN. Tri Setyorini

PENJAGAL ANGIN. Tri Setyorini PENJAGAL ANGIN Tri Setyorini Awal yang ku lihat adalah abu putih yang berterbangan. Pikirku itu adalah salju yang menyejukkan. Namun ternyata bukan karena abu ini justru terasa panas dan membakar telapak

Lebih terperinci

Fiction. John! Waktunya untuk bangun!

Fiction. John! Waktunya untuk bangun! Prologue Ada seorang anak kecil yang mengendap-endap memasuki sebuah kamar dimana di tengah ruangan terdapat sebuah piano besar. Dia perlahan-lahan menutup pintu dan melihat piano besar tersebut dengan

Lebih terperinci

"Maafin gue Na, hari ini gue banyak melakukan kesalahan sendiri" Tutur Towi yang mengimbangi langkah Leana.

Maafin gue Na, hari ini gue banyak melakukan kesalahan sendiri Tutur Towi yang mengimbangi langkah Leana. Bahkan sang juara sejati sekali pun pasti pernah mengalami kegagalan. Itu wajar dalam setiap perjalanan hidup manusia, karena terbentuknya mental sang juara yang sesungguhnya adalah ketika orang itu pernah

Lebih terperinci

Wonderheart ditinggali oleh manusia-manusia yang memiliki kepribadian baik. Tidak hanya itu, hampir semua dari mereka nampak cantik dan

Wonderheart ditinggali oleh manusia-manusia yang memiliki kepribadian baik. Tidak hanya itu, hampir semua dari mereka nampak cantik dan Bab 1 Wonderheart Di suatu titik di alam semesta ini, terdapat sebuah galaksi yang begitu mirip dengan galaksi Bimasakti. Di dalamnya terdapat sebuah planet yang juga memiliki kehidupan mirip seperti Bumi.

Lebih terperinci

Mata Tomi terbelalak, ketika menyadari dia berada

Mata Tomi terbelalak, ketika menyadari dia berada Petualangan Tomi di Negeri Glourius Oleh: Desi Ratih Mata Tomi terbelalak, ketika menyadari dia berada di tempat yang begitu asing baginya. Suasana gelap dan udara yang cukup dingin menyelimuti tempat

Lebih terperinci

Rasa Kesatu Marshmallow

Rasa Kesatu Marshmallow Rasa Kesatu Marshmallow Angin Oktober berhembus lembut senja itu. Menerbangkan setiap helai rambut pendek Vello yang tengah duduk ditepi pantai itu. Menatap lautan lepas didepannya yang dinaungi langit

Lebih terperinci

2. Gadis yang Dijodohkan

2. Gadis yang Dijodohkan 2. Gadis yang Dijodohkan Burung-burung berkicau merdu di tengah pagi yang dingin dan sejuk. Dahan-dahan pohon bergerak melambai, mengikuti arah angin yang bertiup. Sebuah rumah megah dengan pilar-pilar

Lebih terperinci

Sang Pangeran. Kinanti 1

Sang Pangeran. Kinanti 1 Sang Pangeran Langkah Rara terhenti mendengar percakapan dari ruang tamu. Suara seseorang yang sangat dikenalnya. Suara tawa yang terdengar khas itu semakin memperkuat dugaannya, membuat jantung Rara berpacu

Lebih terperinci

Sarah mengemas barangnya dengan cemberut. Entah yang keberapa. kalinya Dia harus pindah. Dari Jakarta ke Jogja lalu ke Makassar dan kali ini dia

Sarah mengemas barangnya dengan cemberut. Entah yang keberapa. kalinya Dia harus pindah. Dari Jakarta ke Jogja lalu ke Makassar dan kali ini dia 1 Sarah mengemas barangnya dengan cemberut. Entah yang keberapa kalinya Dia harus pindah. Dari Jakarta ke Jogja lalu ke Makassar dan kali ini dia harus on the way ke Korea. Korea? Huh, bahkan dia pun tak

Lebih terperinci

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang Prolog Seorang teman atau bahkan lebih dari sekedar teman, ya tepatnya adalah sahabat? Apa yang kalian tau tentang teman ataupun sahabat? Dua kata yang hampir serupa, namum mempunyai arti begitu berbeda

Lebih terperinci

Diceritakan kembali oleh: Rachma www.dongengperi.co.nr 2008 Cerita Rakyat Sumatera Utara Di tepi sebuah hutan kecil yang hijau, sebuah danau yang berair jernih berkilau disapa mentari pagi. Permukaannya

Lebih terperinci

Dan ia baru menyadari betapa salahnya dirinya. Disana, muncul dari sebelah kirinya, ia merasakan gerakan udara yang cepat. Angin yang berhembus

Dan ia baru menyadari betapa salahnya dirinya. Disana, muncul dari sebelah kirinya, ia merasakan gerakan udara yang cepat. Angin yang berhembus SATU Kalau manusia didesain untuk memiliki lebih dari dua kaki oleh sang Pencipta, ia akan sangat bersyukur saat ini. Ia adalah seorang pria; kegelapan malam menutupi wujudnya. Kegelapan itu merupakan

Lebih terperinci

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus SATU Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own - ROBERT A. HEINLEIN Kenapa Mama harus pergi? tanya seorang anak berusia sekitar delapan tahun. Mama harus

Lebih terperinci

yang berbentuk datar bagian atasnya dengan sebuah ukiran kepala singa. Mereka yang berada di ruangan sudah berdiri di atas shinéga sejak dari tadi.

yang berbentuk datar bagian atasnya dengan sebuah ukiran kepala singa. Mereka yang berada di ruangan sudah berdiri di atas shinéga sejak dari tadi. Prolog Orion mempercepat langkah kakinya, baju perang yang dikenakannya membuat langkah kakinya menjadi berat, suaranya menggema di lorong gua, bergema dengan cepat seiring dengan langkah kaki yang dia

Lebih terperinci

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan. 1st Spring Hujan lagi. Padahal ini hari Minggu dan tak ada yang berharap kalau hari ini akan hujan. Memang tidak besar, tapi cukup untuk membuat seluruh pakaianku basah. Aku baru saja keluar dari supermarket

Lebih terperinci

Menggapai Multi Orgasme!

Menggapai Multi Orgasme! 1 P a g e Menggapai Multi Orgasme! 2 P a g e Menggapai Multi Orgasme! Wanita bukanlah sebagai objek seks, tetapi lebih merupakan tempat anda berbagi kenikmatan erotis. Seks terjadi bila keduanya bergairah,

Lebih terperinci

Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat

Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat lebih jelas. Sebelum batang pohon terlihat seperti batang

Lebih terperinci

[CERITA DARI FASCHEL-SECANGKIR RINDU] August 27, Secangkir Rindu

[CERITA DARI FASCHEL-SECANGKIR RINDU] August 27, Secangkir Rindu Secangkir Rindu Kalena sudah tahu kalau Fandro akan mencarinya. Bukan hanya karena dulu mereka sangat dekat, tapi karena Fandro sudah berjanji untuk menemui Kalena bila dia punya kesempatan datang ke Faschel

Lebih terperinci

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga..

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Awal sebuah cerita adalah kegelisahan Aku khawatir perut ini terus terisi, namun kepalaku tak lagi penasaran dengan maksud adanya kehidupan. Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Gusarnya Angin Sore menjelang

Lebih terperinci

BAB 1. *** Seoul International High School

BAB 1. *** Seoul International High School BAB 1 당신때문에 Ingin aku mengabaikanmu laksana angin bertiup dan berlalu. Mengusirmu yang bertahta selaksa raja. Membisikan pada hatiku bahwa kau hanyalah orang asing yang tersesat dalam hidupku. Namun, apa

Lebih terperinci

dengan mudah, mereka melukaimu? Mengancammu?, aku membuka mataku. Menatap

dengan mudah, mereka melukaimu? Mengancammu?, aku membuka mataku. Menatap Dean, kau menghilang cukup lama, dan kau tak mungkin bergabung dengan mereka dengan mudah, mereka melukaimu? Mengancammu?, aku membuka mataku. Menatap Justin yang menatapku dengan penuh perhatian. Aku

Lebih terperinci

ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1

ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1 ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1 Sinar matahari siang ini begitu terik hingga sanggup menembus setiap celah kain berlapis yang menutupi kulit setiap orang yang menantangnya. Langkah Guri semakin cepat

Lebih terperinci

Sore yang indah bergerak memasuki malam. Langit yang bertabur warna keemasan mulai menghitam dengan taburan bintang-bintang. Aku masih duduk di kursi

Sore yang indah bergerak memasuki malam. Langit yang bertabur warna keemasan mulai menghitam dengan taburan bintang-bintang. Aku masih duduk di kursi Sore yang indah bergerak memasuki malam. Langit yang bertabur warna keemasan mulai menghitam dengan taburan bintang-bintang. Aku masih duduk di kursi ruang tunggu. Pandanganku meluas keluar. Menyapu setiap

Lebih terperinci

Part 1 : Aku Menghajar Nenek-Nenek Dengan Cangkul

Part 1 : Aku Menghajar Nenek-Nenek Dengan Cangkul Part 1 : Aku Menghajar Nenek-Nenek Dengan Cangkul Aku tak tahu bagaimana semua peristiwa ini bermula. Yang jelas, keadaan sudah sangat memburuk ketika aku keluar dari kamar mandi dan Ali masuk ke kamarku

Lebih terperinci

Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa...

Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa... 6 Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa... OooOooOooO "Hye..." "Hhmmm..." "Aku mencintaimu..." "Nado. Aku

Lebih terperinci

Kapter dan Master. Ugh rasa dingin ini! Aku ingin cepat-cepat melihat matahari lagi.!

Kapter dan Master. Ugh rasa dingin ini! Aku ingin cepat-cepat melihat matahari lagi.! Kapter dan Master Ugh rasa dingin ini! Aku ingin cepat-cepat melihat matahari lagi.! Tiba-tiba saja tubuhku mulai menghangat. Apa? Apa Matahari mulai bersinar.! Aku perlahan-lahan mulai membuka mataku.

Lebih terperinci

Kura-kura dan Sepasang Itik

Kura-kura dan Sepasang Itik Kura-kura dan Sepasang Itik Seekor kura-kura, yang kamu tahu selalu membawa rumahnya di belakang punggungnya, dikatakan tidak pernah dapat meninggalkan rumahnya, biar bagaimana keras kura-kura itu berusaha.

Lebih terperinci

oooooooo "Park Shinhye!!!!!"

oooooooo Park Shinhye!!!!! 1 Ingin mengerti apa makna di balik senyumnya. Tapi seolah-olah aku mengamati, hatiku semakin jauh berlari berlawanan arah. Mengapa semua begitu rumit dan selalu ada yang terluka? Adakah satu hal saja

Lebih terperinci

Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando

Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando Regrets and Revenge Apakah kamu masih pantas memintanya kembali setelah kamu menyuruhnya

Lebih terperinci

SAMPLE. Prologue. Beberapa tahun lalu... image diriku yang ingin kutanamkan dalam benakku. Aku

SAMPLE. Prologue. Beberapa tahun lalu... image diriku yang ingin kutanamkan dalam benakku. Aku Prologue Langit yang berawan di siang hari ini seolah menarikku kembali ke masa itu. Masa dimana rasa ini belum ada. Rasa yang mengakibatkan semuanya menjadi abu-abu. Baik aku... Loki... dan juga Fyari...

Lebih terperinci

Puzzle-Puzzle Fiksi. Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan. menginspirasi pembaca

Puzzle-Puzzle Fiksi. Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan. menginspirasi pembaca Puzzle-Puzzle Fiksi Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan menginspirasi pembaca JULIE 2 Akhirnya Buku Ini Milikku Aku tidak menghiraukan panasnya matahari di siang hari ini. Aku tetap berlari

Lebih terperinci

Mengapa hidupku jadi seperti ini Tuhan? Aku takkan bisa menikmati kebebasanku seperti dulu lagi.

Mengapa hidupku jadi seperti ini Tuhan? Aku takkan bisa menikmati kebebasanku seperti dulu lagi. Hari ini adalah hari dimana aku dan James akan menikah. Ya Tuhan, aku benar-benar tidak pernah berpikir untuk menikah secepat ini. Tidak, sebelum aku menjadi seorang dokter. Ya, minimal aku lulus dari

Lebih terperinci

Selesai mandi, istri keluar kamar mandi. Tubuhnya ditutupi handuk. Sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk, istri berjalan menuju meja rias.

Selesai mandi, istri keluar kamar mandi. Tubuhnya ditutupi handuk. Sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk, istri berjalan menuju meja rias. Selesai mandi, istri keluar kamar mandi. Tubuhnya ditutupi handuk. Sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk, istri berjalan menuju meja rias. Saat berjalan, dia sempat melirik suami yang masih tertidur.

Lebih terperinci

angkasa. Tidak ada lagi gugusan bintang dan senyuman rembulan. Langit tertutup awan kelam. Dan sesaat kemudian hujan turun dengan deras.

angkasa. Tidak ada lagi gugusan bintang dan senyuman rembulan. Langit tertutup awan kelam. Dan sesaat kemudian hujan turun dengan deras. PROLOG Perjalanan masih panjang. Senja perlahan bergulir. Remang membayangi permulaan malam. Segelintir gemintang membingkai cakrawala. Rembulan berpijar pucat pasi. Roda roda kehidupan malam mulai berputar.

Lebih terperinci

László Hankó: Kebahagiaan Marina

László Hankó: Kebahagiaan Marina 1 László Hankó: Kebahagiaan Marina Terjemahan: Mentari Siahaan Dahulu kala hiduplah seorang wanita muda dan cantik bernama Marina. Dia tinggal di sebuah gubuk kecil di tepi pantai bersama suaminya yang

Lebih terperinci

Kurasa memang benar, sebaiknya kita membeli boks yang lebih besar.

Kurasa memang benar, sebaiknya kita membeli boks yang lebih besar. . Kurasa memang benar, sebaiknya kita membeli boks yang lebih besar. Karin mengamati karton berlapis kertas krep berwarna lavender di depannya. Dimensinya cukup besar persegi setengah meter dengan ketinggian

Lebih terperinci

S a t u DI PAKUAN EXPRESS

S a t u DI PAKUAN EXPRESS S a t u DI PAKUAN EXPRESS Ya, awal tahun 2008. Pindah ke rumah sendiri. Berpisah dari orangtua, pindah kerja pula ke Jakarta. Meninggalkan kenyamanan kerja di Bogor rupanya membuatku terkaget-kaget dengan

Lebih terperinci

BAB I MANUSIA BISA TUMBUH SAYAP

BAB I MANUSIA BISA TUMBUH SAYAP BAB I MANUSIA BISA TUMBUH SAYAP Seorang pemuda bernama abid berjalan memasuki hutan untuk mencari hal baru, setelah sampai ke ujung jalan, dia tidak menyadari bahwa ada jurang di depannya, dan dia pun

Lebih terperinci

Sepanjang jalan tiada henti bercerita dan tertawa, aku menghitung bintang-bintang dan tak terasa sudah sampai di tempat mie ayam rica-ricanya Pasti

Sepanjang jalan tiada henti bercerita dan tertawa, aku menghitung bintang-bintang dan tak terasa sudah sampai di tempat mie ayam rica-ricanya Pasti Sepanjang jalan tiada henti bercerita dan tertawa, aku menghitung bintang-bintang dan tak terasa sudah sampai di tempat mie ayam rica-ricanya Pasti abang nya bingung nih kakak bawa cewek lain lagi Iyalah

Lebih terperinci

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui salah satu blog yang sudah lama ia ikuti. Blog yang

Lebih terperinci

BAB 5 THE LAST WORD IS YOUR NAME

BAB 5 THE LAST WORD IS YOUR NAME BAB 5 THE LAST WORD IS YOUR NAME By. Edward William White Ada tulisan singkat yang menurutku entahlah. Tak ada kesan sedikit pun setelah membacanya. Setelah itu aku menulis kisah singkat tentang hidupku.

Lebih terperinci

SATU. Plak Srek.. Srek

SATU. Plak Srek.. Srek SATU Plak Srek.. Srek Kertas coklat bertuliskan WANTED itu terlepas dari dinding tempat ia tertempel tadi. Tejatuh ke lantai yang juga terbuat dari kayu. Sehingga gambarnya orang bertopi besar mirip pembungkus

Lebih terperinci

SINOPSIS MENGGAPAI CINTA PANDANGAN PERTAMA

SINOPSIS MENGGAPAI CINTA PANDANGAN PERTAMA SINOPSIS MENGGAPAI CINTA PANDANGAN PERTAMA Seorang mahasiswa bernama Wawan yang kehidupannya merasa sepi dan hampa. Setiap harinya dia pergi berangkat kuliah naik bus umum. Namun pada suatu hari hatinya

Lebih terperinci

Pemilik jiwa yang sepi

Pemilik jiwa yang sepi Mawar biru Kusiapkan ini khusus untuk hadiah ulang tahunmu Sebagai persembahanku atas perhatianmu... Cintamu dan kesediaanmu menerima diriku Terimalah ini Mawar biru... Yang khusus kupetik dari surga Untuk

Lebih terperinci

KOPI DI CANGKIR PELANGI..

KOPI DI CANGKIR PELANGI.. KOPI DI CANGKIR PELANGI.. Irama detik menuju menit yang semakin jelas terdengar, menandakan sunyi telah memonopoli malam. Malam memang selalu berdampingan dengan sunyi, dan kemudian memadu kasih untuk

Lebih terperinci

Kisah Dari Negeri Anggrek

Kisah Dari Negeri Anggrek Kisah Dari Negeri Anggrek By Eryani Widyastuti SATU Pernahkah kalian mendengar kisah ini? Kisah dari Negeri Anggrek yang damai, indah, dan udaranya dipenuhi oleh bau harum-manis bebungaan anggrek. Negeri

Lebih terperinci

Suara alunan piano terdengar begitu lembut

Suara alunan piano terdengar begitu lembut Suara alunan piano terdengar begitu lembut mengalun. Beberapa pelayan hilir mudik mengitari para tamu, dengan membawa nampan berisi minuman dengan berbagai macam jenisnya. Beberapa orang berkumpul berkelompok,

Lebih terperinci

Pergi Tak Kembali. Oleh: Firmansyah

Pergi Tak Kembali. Oleh: Firmansyah 1 Pergi Tak Kembali Oleh: Firmansyah Lima tahun berlalu tanpa terasa. Tanpa terasa? Tidak juga, lima tahun itu juga Dam dan istrinya menunggu. Beruntung saat mereka mulai merencanakan banyak terapi hamil,

Lebih terperinci

sudah rapi kembali setelah dicukur. Ruangan-ruangan didalam bangunan ini sangat

sudah rapi kembali setelah dicukur. Ruangan-ruangan didalam bangunan ini sangat Hujan turun lagi disiang hari ini. Bulan April yang aneh. Bukankah seharusnya ini sudah menjadi liburan musim panas yang menyenankan? Mengapa hujan lagi? Jakarta, metropolitan yang sungguh kontras dengan

Lebih terperinci

Peter Swanborn, The Netherlands, Lima Portret Five Portraits

Peter Swanborn, The Netherlands,  Lima Portret Five Portraits Peter Swanborn, The Netherlands, www.peterswanborn.nl Lima Portret Five Portraits Bukan seperti salam Semula, kata si laki-laki, adalah air di sini manis dan penuh hidup, kemudian manusia datang mereka

Lebih terperinci

pernah terasa sama lagi setelah kau mengalami hal yang fantastis. Bagiku, pengalaman selama di Vazard adalah hal yang fantastis.

pernah terasa sama lagi setelah kau mengalami hal yang fantastis. Bagiku, pengalaman selama di Vazard adalah hal yang fantastis. A PROLOG lex memacu kudanya secepat yang dia bisa. Matanya bergerak cepat menyisir pemandangan di hadapannya. Dia kenal betul kawasan ini, kawasan terlarang. Tangannya berusaha menarik tali kekang kudanya

Lebih terperinci

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu PROLOG Yui mengerjapkan matanya yang berat dan menggerakan tubuhnya turun dari ranjangnya. Seluruh badannya terasa remuk, dan kepalanya terasa amat pening. Mungkin karena aku terlalu banyak minum semalam,

Lebih terperinci

PROLOG. Wow, lihat! Dia datang. Kata Ronald sambil bersiul.

PROLOG. Wow, lihat! Dia datang. Kata Ronald sambil bersiul. PROLOG Frankfurt, Germany. Nick umur 9 tahun. Aku berlarian di padang rumput. Mengitari lapangan yang seperti permadani hijau. Rumput-rumputnya sudah mulai meninggi. Tingginya hampir melewati lututku.

Lebih terperinci

huh, akhirnya hanya mimpi, ucapnya sambil mengusap dada.

huh, akhirnya hanya mimpi, ucapnya sambil mengusap dada. Malam begitu gelap, semilir angin merasuk dalam kulit tubuh. Dingin melanda sanubari dan merasuk ke dalam jiwa. Di tempat mereka, semua orang tertidur dengan pulas, bahkan ada yang bersitepi dengan mimpi-mimpi

Lebih terperinci

Ditatapnya sebuah batu cukup besar didekat kolam. Air yang tampak jernih hingga pantulan cahaya matahari yang masih remang bisa dengan mudah

Ditatapnya sebuah batu cukup besar didekat kolam. Air yang tampak jernih hingga pantulan cahaya matahari yang masih remang bisa dengan mudah Hitam-Putih Hari yang masih sunyi, disaat matahari baru saja beranjak dari tempat tidurnya yang menyembunyikan cahayanya dengan berselimutkan langit malam. Flynn hari ini pun terbangun pagi sekali. Membuka

Lebih terperinci

"Apa begitu sulit untuk memulai hidup dengan seorang fotografer?" tanyanya saat aku

Apa begitu sulit untuk memulai hidup dengan seorang fotografer? tanyanya saat aku One - Deshi Angin yang semilir, bergerak dalam diam, malu-malu menelusup masuk melalui jendela kamar yang memang di biarkan terbuka oleh sang pemilik. Jam dinding yang bertengger indah di sisi sebelah

Lebih terperinci

LATIHAN PERNAFASAN. Pengantar

LATIHAN PERNAFASAN. Pengantar LATIHAN PERNAFASAN Pengantar 1. Teknik pernafasan: kembangkan perut pada saat menarik nafas dalam, dan kempiskan perut pada saat membuang nafas. 2. Sebaiknya bernafas melalui hidung. 3. Biarkan dada mengikuti

Lebih terperinci

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Pertama Kali Aku Mengenalnya 1 Pertama Kali Aku Mengenalnya Aku berhasil menjadi kekasihnya. Laki-laki yang selama 4 tahun sudah aku kagumi dan cintai. Aku pertama kali bertemu dengannya ketika aku duduk di bangku SMP. Saat itu hidupku

Lebih terperinci

Cinta itu bukan tentang diri sendiri tapi tentang dia, yang kau sayangi Cinta itu bukan cinta sebelum kau berani mengungkapkannya

Cinta itu bukan tentang diri sendiri tapi tentang dia, yang kau sayangi Cinta itu bukan cinta sebelum kau berani mengungkapkannya the love(l)y love Kumpulan kata ringan yang terdiri dari ceritacerita setengah panjang, semuanya tentang cinta. Cinta itu takkan sempurna sebelum kamu mencintai dirimu yang tak sempurna Cinta itu bukan

Lebih terperinci

DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya

DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Hingga akhirnya suatu hari, dia pun memberanikan diri untuk mengintip. Terlihat seorang bocah lelaki

Lebih terperinci

Impossible Love. Between 2 Worlds. Prolog. Profita Dewi Nadita

Impossible Love. Between 2 Worlds. Prolog. Profita Dewi Nadita Impossible Love Between 2 Worlds Profita Dewi Nadita Prolog Takut, cemburu, merasa kehilangan, menangis, tersenyum, adalah hal yang manusiawi. Ketika seseorang merasakan pahit dan manisnya hidup, dia akan

Lebih terperinci

Eliora. orang yang sedang menjalaninya. 1 Artinya, seberat-berat kami melihat sesuatu terjadi, lebih menyakitkan lagi bagi

Eliora. orang yang sedang menjalaninya. 1 Artinya, seberat-berat kami melihat sesuatu terjadi, lebih menyakitkan lagi bagi 1 Nadia Eliora Yuda Putri Bahasa Indonesia 7 13 September 2012 Pelarian Jauh Di Hutan Duarr! Bunyi ledakan bom tentara-tentara Jepang. Setelah ledakan pertama itu, orang-orang di desaku menjadi kalang

Lebih terperinci

Juli Milik kita. Aku sudah sampai depan RS Margono. siap. menunggu. engga usah kaget, aku bisa. menit aku sampai, tunggu ya mas

Juli Milik kita. Aku sudah sampai depan RS Margono. siap. menunggu. engga usah kaget, aku bisa. menit aku sampai, tunggu ya mas Juli Milik kita Hanya ada dua kali dalam satu tahun Kebahagiaan yang luar biasa bagi kita Kerinduan yang sekian lama terpendam, kini terbayar juga Cuti kenaikan tingkat, dari tingkat 2 menuju tingkat 3

Lebih terperinci

Si Fero yang Tinggi Hati

Si Fero yang Tinggi Hati Si Fero yang Tinggi Hati Si Fero yang Tinggi Hati Sore itu cuaca sangat cerah. Para penghuni desa Metaloa banyak yang menghabiskan waktunya di Taman Lantana. Ada yang hanya duduk-duduk di bangku, bermain

Lebih terperinci

AD Rintiwi. El Principe. The Missing Person. Adrintiwi Press

AD Rintiwi. El Principe. The Missing Person. Adrintiwi Press AD Rintiwi El Principe The Missing Person Adrintiwi Press El Príncipe The Missing Person Oleh: AD Rintiwi Copyright 2012 by AD Rintiwi Penerbit AD Rintiwi Press adrintiwi.wordpress.com akai.gingercake@gmail.com

Lebih terperinci

Mukadimah. Aku bukan siapa-siapa Hanya mencoba untuk bercerita dari khayalan dan pengalaman

Mukadimah. Aku bukan siapa-siapa Hanya mencoba untuk bercerita dari khayalan dan pengalaman Mukadimah Aku bukan siapa-siapa Hanya mencoba untuk bercerita dari khayalan dan pengalaman Mencoba merangkai kata Berpura-pura jadi pujangga Menyenangkan hati dari tangan dan tulisan Semoga semua berkenan

Lebih terperinci

Hey, sedang apa kamu di situ teriak Very yang mengetahui ada orang didaerah kekuasaannya.

Hey, sedang apa kamu di situ teriak Very yang mengetahui ada orang didaerah kekuasaannya. H ijaunya dedaunan masih bisa dirasakan, bersihnya udara masih bisa dihirup dengan bebas. Anak-anak kecil berlarian kesana-kemari tanpa memikirkan makan apa besok? Orangorang masih bisa menikmati setiap

Lebih terperinci

Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan

Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan menyerah pada apapun juga Walaupun berakhir dengan kematian.

Lebih terperinci

JUDUL FILM: Aku Belum Mati tapi Tidak Hidup

JUDUL FILM: Aku Belum Mati tapi Tidak Hidup JUDUL FILM: Aku Belum Mati tapi Tidak Hidup 1. EXT. Pinggrian Rel Kereta Api (Siang) BEJO, seorang anak laki-laki berusia 24 tahun, berjalan menyusuri rel sepulang dari bekerja mengais rupiah di jalanan,

Lebih terperinci

Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah. Rahasia Gudang Tua

Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah. Rahasia Gudang Tua Rahasia Gudang Tua Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah suara petir yang silih berganti membuatnya susah memejamkan mata. Hiasan gantung di luar jendela kamarnya selalu bergerak ditiup angin

Lebih terperinci

Kierkegaard dan Sepotong Hati

Kierkegaard dan Sepotong Hati Kierkegaard dan Sepotong Hati Langit sudah memerah. Matahari yang anggun nyaris meninggalkan tahtanya. Meninggalkan aku dalam tanda tanya. Aku mempercepat langkah menaiki anak-anak tangga yang cukup curam.

Lebih terperinci

Bab 1 : Lerodia, Desa Penambang Pharite

Bab 1 : Lerodia, Desa Penambang Pharite Bab 1 : Lerodia, Desa Penambang Pharite Sore yang cerah di sebuah bukit tidak jauh dari sebuah desa terlihat dua orang yang sedang melakukan aktivitas. Orang pertama seorang pria berumur sekitar tigapuluh

Lebih terperinci

BROADCASTING TV MIDTERMS

BROADCASTING TV MIDTERMS BROADCASTING TV MIDTERMS Naskah Film Pendek Judul AKU DAN BINTANG KECILKU Created by : RAHMAWATI FEIRA ANGGRAHENI (08.12.2859) SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2010 AKU DAN BINTANG KECILKU Written

Lebih terperinci

Hari masih pagi di saat pertama kalinya Reandra mulai masuk sekolah setelah dua minggu lamanya libur kenaikan kelas. Hari ini adalah hari yang

Hari masih pagi di saat pertama kalinya Reandra mulai masuk sekolah setelah dua minggu lamanya libur kenaikan kelas. Hari ini adalah hari yang Hari masih pagi di saat pertama kalinya Reandra mulai masuk sekolah setelah dua minggu lamanya libur kenaikan kelas. Hari ini adalah hari yang istimewa karena sekarang dia naik ke kelas dua di sebuah SMP

Lebih terperinci

Pada suatu hari saat aku duduk di bangku sudut sekolah, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang.

Pada suatu hari saat aku duduk di bangku sudut sekolah, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang. SAHABAT JADI CINTA Pada suatu hari saat aku duduk di bangku sudut sekolah, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang. Hey.!!! lagi ngapain ucap seseorang itu sambil menepuk pundakku. Saat ku menoleh

Lebih terperinci

TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN

TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN KUNCUP MAWAR Galuh Ajeng Puspita 09.11.3239 STMIK AMIKOM Yogyakarta 2011 JUDUL NASKAH Kuncup Mawar Neona Written By Galuh Ajeng P. Cp: Galuh Ajeng P. STMIK AMIKOM Yogyakart

Lebih terperinci

Prolog. Entah kenapa puisi yang kugubah. Padahal aku bukannya mahir berkata-kata. Kurasa, ini karenamu juga:

Prolog. Entah kenapa puisi yang kugubah. Padahal aku bukannya mahir berkata-kata. Kurasa, ini karenamu juga: Prolog Fito, Untukmu puisi-puisi ini kutulis. Kepadamu, puisi-puisi ini kutujukan. Entah kenapa puisi yang kugubah. Padahal aku bukannya mahir berkata-kata. Kurasa, ini karenamu juga: Untuk setiap berkat

Lebih terperinci

Bintang Pembuka. Kepada orang-orang yang tidak pernah naik keatas atap rumahnya untuk sekedar melihat betapa indahnya bintang-bintang.

Bintang Pembuka. Kepada orang-orang yang tidak pernah naik keatas atap rumahnya untuk sekedar melihat betapa indahnya bintang-bintang. Bintang Pembuka Kepada orang-orang yang tidak pernah naik keatas atap rumahnya untuk sekedar melihat betapa indahnya bintang-bintang. Kepada orang-orang yang belum pernah merasakan nikmatnya menatap bintang

Lebih terperinci

Di Semenanjung Tahun. Saat semua berakhir, saat itu pula semua berawal. Yuni Amida

Di Semenanjung Tahun. Saat semua berakhir, saat itu pula semua berawal. Yuni Amida Di Semenanjung Tahun Saat semua berakhir, saat itu pula semua berawal Yuni Amida Berdampingan, tapi Tak Bergandengan Suatu hari nanti, aku akan melihat kembang api tahun baru, dengan orang yang kusayang.

Lebih terperinci

PRAJURIT YANG HILANG. Bulan Merkurius, dalam sistem kalender Teffloo

PRAJURIT YANG HILANG. Bulan Merkurius, dalam sistem kalender Teffloo 1 PRAJURIT YANG HILANG Bulan Merkurius, dalam sistem kalender Teffloo Seorang gadis berusia kira-kira dua puluh tahunan kalau tidak salah taksir sedang duduk membelakangi meja marmer besar yang terletak

Lebih terperinci

ONE. Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo

ONE. Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo ONE Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh lo, bujuk Vista. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo kenapa, yang penting lo harus ikut ke party itu Ra balas Sherly.

Lebih terperinci

IBU - seorang ibu beranak 1 berumur 30 tahun, berkulit putih, rambut hitam pendek - berjalan menuju sebuah BUKU.

IBU - seorang ibu beranak 1 berumur 30 tahun, berkulit putih, rambut hitam pendek - berjalan menuju sebuah BUKU. INT. GUDANG - MALAM IBU - seorang ibu beranak 1 berumur 30 tahun, berkulit putih, rambut hitam pendek - berjalan menuju sebuah BUKU. Ibu meniup permukaan buku. Debu berterbangan. Glittering particle membentuk

Lebih terperinci

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply CHAPTER 1 There s nothing left to say but good bye Air Supply Wolverhampton, 29 Agustus 2006 -Sierra s pov- Happy birthday, Lee! ucapku girang setelah Lee meniup lilin di atas kue ulang tahunnya. Lee,

Lebih terperinci

Chapter 1. Baik, selagi kalian mencatat, saya absen.

Chapter 1. Baik, selagi kalian mencatat, saya absen. Chapter 1 Sebuah sekolah SMA swasta di suatu tempat, tepatnya di suatu kelas, seorang guru wanita muda tengah berdiri di depan papan tulis putih yang telah penuh dengan coretan-coretan spidol hitam. Setelah

Lebih terperinci

Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras.

Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras. Sahabat Lama 19:52, Sebuah kafe di Jakarta Selatan, Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras. Mencintai orang lain? tanyaku lemah. Farel

Lebih terperinci

Tukang Grafir. Dari Kumpulan Cerpen "Keberanian Manusia"

Tukang Grafir. Dari Kumpulan Cerpen Keberanian Manusia Dari Kumpulan Cerpen "Keberanian Manusia" Tukang Grafir Hanya ada satu tukang grafir di kota kami dan kebetulan dia adalah paman saya. Kalau dia bercakap dengan saya akhir-akhir ini, dia takkan bercerita

Lebih terperinci

Dengan senyum aku menyapanya. Tapi dia tidak merespon dan tetap saja membaca sebuah novel. Sekali lagi aku mengulangi sapaanku.

Dengan senyum aku menyapanya. Tapi dia tidak merespon dan tetap saja membaca sebuah novel. Sekali lagi aku mengulangi sapaanku. Senyum Terakhir Dengan nafas yang terengah-engah setelah mengendarai sepeda. Aku terhenti saat ku melihat dia, aku tak tau siapa dia. Wajahnya cukup cantik dan manis, aku singgah membeli segelas air untuk

Lebih terperinci

LOVE STORY. Kisahnya beberapa tahun yang lalu.

LOVE STORY. Kisahnya beberapa tahun yang lalu. PROLOG Segitiga, bukankah bentuk yang unik? Ada tiga bagian garis yang melintang dan saling berhubungan hingga terbentuk tiga buah titik. Satu diatas dan yang dua ada disisi kanan dan kiri. Jika segitiga

Lebih terperinci

wanita dengan seribu pesona yang ada disebelahku. Terkadang Rini berteriak dan memeluk erat lenganku. Lucu rasanya jika memikirkan setiap kali ia

wanita dengan seribu pesona yang ada disebelahku. Terkadang Rini berteriak dan memeluk erat lenganku. Lucu rasanya jika memikirkan setiap kali ia PERSPEKTIF TERBALIK Namaku Aji. Aku hanyalah seorang remaja biasa dengan penampilan yang tak kalah biasa. Kehidupan sosial ku pun bisa dibilang biasa-biasa saja. Bahkan aku belum menuai apapun di kehidupanku.

Lebih terperinci

Bagaimana mungkin bisa Sekarang aku harus terbiasa dengan ketidakhadiranmu di sisiku? Alasan, perlukah alasan?

Bagaimana mungkin bisa Sekarang aku harus terbiasa dengan ketidakhadiranmu di sisiku? Alasan, perlukah alasan? Aku dan Kamu Delapan tahun silam, awal pertemuan kita Tingkahmu yang polos, tenang, dan ceria Meruntuhkan tembok pertahanan hati Mengetuk dan perlahan memasuki Nalar terlampau cuek tetapi rasa kian acuh

Lebih terperinci

PATI AGNI Antologi Kematian

PATI AGNI Antologi Kematian PATI AGNI Antologi Kematian Ita Nr. KATA PENGANTAR PATI AGNI Antologi Kematian Dalam Bahasa Sansekerta, Pati berarti mati, Agni berarti api. Pati Agni adalah mematikan api (kehidupan). Semua makhluk hidup

Lebih terperinci

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali:

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali: Noand Hegask Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali: Kisah-kisah pendek dan sajak rumpang Diterbitkan melalui: Nulisbuku.com Darah Biasanya keluar rumah Saat tengah malam Sambil menangis Hanya

Lebih terperinci

Pengalamanku dalam Angkot

Pengalamanku dalam Angkot 1 Pengalamanku dalam Angkot Oleh: Mahroja Pukul 05.00 WIB terdengar suara nada alarm di ponsel. Lalu kuterbangun dari tidurku, hoooaaammm ternyata sudah subuh, aku bangun dari tempat tidurku lalu ke kamar

Lebih terperinci

Hayo melamun aja kamu Tha dari tadi aku liatin. Evan tiba tiba duduk di sebelah Retha sambil memberikan ice cream cone rasa anggur.

Hayo melamun aja kamu Tha dari tadi aku liatin. Evan tiba tiba duduk di sebelah Retha sambil memberikan ice cream cone rasa anggur. Dua Retha masih duduk di salah satu bangku taman sedang memandangi air mancur yang menyembur indah di tengah tengah alun alun kota Bandung. Sore itu Retha dan Evan kembali menghabiskan sabtu sore di taman

Lebih terperinci

yang paling tidak pernah luput dari kematian adalah cairan ini. Wanita itu meringis ngilu. Semua yang menimpanya kini sudah jelas bagian dari

yang paling tidak pernah luput dari kematian adalah cairan ini. Wanita itu meringis ngilu. Semua yang menimpanya kini sudah jelas bagian dari PROLOG Queenstown Singapore, 1970 Apartemen setinggi ratusan kaki itu mustahil akan membuatnya mudah turun dan keluar. Dia ada di lantai paling atas. Bersama tiga nyawa yang telah hilang dengan beragam

Lebih terperinci

Pantang Menyerah. Nasution 1. Zahra Kalilla Nasution Rigen Pratitisari Bahasa Indonesia 13 September 2011

Pantang Menyerah. Nasution 1. Zahra Kalilla Nasution Rigen Pratitisari Bahasa Indonesia 13 September 2011 Nasution 1 Zahra Kalilla Nasution Rigen Pratitisari Bahasa Indonesia 13 September 2011 Pantang Menyerah Saya berjalan di tengah kota, cuaca begitu indah. Dagangan di kota tampaknya telah terjual semua.

Lebih terperinci

PIPIN, KAKEK, DAN KERETA API. El Johan Kristama

PIPIN, KAKEK, DAN KERETA API. El Johan Kristama ,, DAN KERETA API By El Johan Kristama 2011-El Johan Kristama Perancangan Film Kartun NIM 09.11.2906 09-S1TI-05 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA eljohan.mail@gmail.com Sinopsis Naskah ini menceritakan tentang kisah

Lebih terperinci

SAHABAT PERTAMA. Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah.

SAHABAT PERTAMA. Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah. SAHABAT PERTAMA Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah. Lisha ayo cepat mandinya! Nanti kamu terlambat lho! kata mama dari bawah. Akhirnya Lisha turun dari lantai

Lebih terperinci

Buah Kejujuran Putri Amanda Karimatullah LL

Buah Kejujuran Putri Amanda Karimatullah LL Buah Kejujuran Putri Amanda Karimatullah LL Berita duka menyelimuti kerajaan Airllie, patih kerajaan itu meninggal dunia karena tertimpa bebatuan yang jatuh dari atas bukit saat sedang menjalankan tugas

Lebih terperinci