BAB III PENYAJIAN DATA. 2 Klaten. Try Out ini dimaksud untuk mengetahui adanya item-item yang. tidak memenuhi validitas dan realibilitas.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III PENYAJIAN DATA. 2 Klaten. Try Out ini dimaksud untuk mengetahui adanya item-item yang. tidak memenuhi validitas dan realibilitas."

Transkripsi

1 BAB III PENYAJIAN DATA A. Hasil Uji Coba Angket Sebelum angket digunakan sebagai instrumen penelitian, terlebih dahulu dilakukan try out ( uji coba ) kepada 30 responden di SMP Negeri 2 Klaten. Try Out ini dimaksud untuk mengetahui adanya item-item yang tidak memenuhi validitas dan realibilitas. 1. Hasil Uji Validitas Item pernyataan dikatakan valid dan dapat digunakan dalam penelitian apabila harga r hitung >r tabel. Nilai r tabel pada taraf signifikasi 0,05 dan derajat kebebasan ( degree of freedom ) dengan rumus ( df ) = n 2 = 28 yaitu 0,374. Angket yang diuji cobakan terdiri dari 14 pernyataan. Setelah dilakukan uji validitas dengan program SPSS terdapat 5 pernyataan yang tidak valid ( nomor 1, 4, 7, 10 dan 13 ).Dan terdapat 9 pernyataan yang valid ( nomor 2, 3, 5, 6, 8, 9, 11, 12 dan 14 ). Item pernyataan yang tidak valid dihapus karena sudah terwakili oleh item yang lain. Berikut adalah hasil perhitungan validitas dengan menggunakan program SPSS: 55

2 56 Tabel 3.1 Hasil Perhitungan Validitas No. Item r hitung r tabel Keputusan 1 0,174 0,374 Tidak Valid 2 0,616 0,374 Valid 3 0,513 0,374 Valid 4-0,109 0,374 Tidak Valid 5 0,616 0,374 Valid 6 0,513 0,374 Valid 7 0,164 0,374 Tidak Valid 8 0,512 0,374 Valid 9 0,513 0,374 Valid 10-0,075 0,374 Tidak Valid 11 0,616 0,374 Valid 12 0,513 0,374 Valid 13 0,250 0,374 Tidak Valid 14 0,640 0,374 Valid Sumber: Analisis Data Primer Ada lima item pertanyaan dalam uji validitas yang peneliti release ( hapus ) dari total 14 item pertanyaan dikarenakan dianggap sudah terwakili oleh item pertanyaan yang ada. Sehingga peneliti hapus dan memfokuskan pertanyaan pada sembilan item yang tersedia.

3 57 2. Hasil Uji Reliabilitas Angket yang digunakan sebagai instrumen penelitian harus memenuhi syarat reliabilitas.instrumen yang sudah dikatakan reliabel dan digunakan untuk mengambil data maka data yang diperoleh sudah dapat dipercaya kebenarannya.dari hasil uji reliabilitas angket terpaan iklan dan minat beli diperoleh r = 0,861 ( lihat lampiran nomor 4 ), angka menunjukkan bahwa angket pernyataan terpaan iklan dan pernyataan minat beli memiliki tingkat reliabilitas sangat baik karena reliabilitasnya lebih dari 0,7. B. Analisis Deskriptif Di dalam penyajian data hasil penelitian yang dilakukan mengenai Pengaruh Terpaan Iklan, Tingkat Pemahaman dan Tingkat Ketertarikan Iklan Terhadap Minat Beli ( Studi Korelasi Antara Terpaan, Tingkat Pemahaman dan Tingkat Ketertarikan Iklan POKE Milk Pada Facebook Dengan Minat Beli POKE Milk di Kalangan Pelajar SMP Negeri 2 Klaten ) dikelompokkan kepada dua hal ( Sugiyono, 2012 ) sebagai berikut: 1. Analisis deskriptif adalah penyajian data hasil penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara deskriptif mengenai objek yang diteliti. 2. Analisis korelasional adalah penyajian data yang bertujuan untuk menguji ada tidaknya hubungan antara variabel, sekaligus menguji hipotesis yang dikemukakan dari kegiatan penelitian yang dilakukan.

4 58 1. Analisis Deskriptif Tentang Karakteristik Responden a. Jenis Kelamin Tabel 3.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jumlah Persen Perempuan 53 58,8% Laki-laki 37 41,2% Jumlah % Sumber data: data primer, kuesioner no. 4 Berdasarkan tabel diatas, karakterisitik jenis kelamin responden dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel N= 90, siswa yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 53 responden dengan tingkat persentase 58,8%, dan siswa berjenis kelamin laki-laki sebanyak 37 responden dengan tingkat persentase 41,2%. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa responden dengan jenis kelamin perempuan di SMP Negeri 2 Klaten lebih banyak daripada responden laki-laki yaitu sebesar 58,8%. b. Usia Tabel 3.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Jumlah Persen 12 tahun 61 67,8% 13 tahun 29 32,2% Jumlah % Sumber data: data primer, kuesioner no. 3 Berdasarkan tabel diatas, karakteristik usia responden dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel N=

5 59 90 orang, diketahui bahwa siswa yang berusia 12 tahun sebanyak 61 responden dengan tingkat persentase 67,8%, dan siswa yang berusia 13 tahun sebanyak 29 responden dengan tingkat persentase 32,2%. Dengan demikian maka responden terbanyak berusia 12 tahun yaitu sebesar 67,8%. c. Mengetahui POKE Milk Tabel 3.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengetahuannya Tentang Merk POKE Milk Jumlah Persen Tahu 57 63,3% Tidak Tahu 33 36,7% Jumlah % Sumber data: data primer, kuesioner no. 7 Berdasarkan tabel diatas, karakteristik responden yang mengetahui produk POKE Milk dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut, dengan jumlah sampel N = 90 orang. Siswa yang mengetahui produk POKE Milk sebesar 57 responden dengan tingkat persentase 63,3%, dan yang tidak mengetahui produk POKE Milk sebesar 33 responden dengan tingkat persentase 36,7%. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa responden yang mengetahui produk POKE Milk di SMP Negeri 2 Klaten sebesar 63,3%.

6 60 2. Analisis Korelasional a) Variabel Independen ( X ) Terpaan Iklan Variabel diukur dengan menggunakan indikator yang dijabarkan dalam kuesioner. Ketentuan untuk mengetahui nilainya adalah sebagai berikut : a. Skor nilai 1 apabila responden memilih STS ( Sangat Tidak Setuju ) b. Skor nilai 2 apabila responden memilih TS ( Tidak Setuju ) c. Skor nilai 3 apabila responden memilih BS ( Biasa Saja ) d. Skor nilai 4 apabila responden memilih S ( Setuju ) e. Skor nilai 5 apabila responden memilih SS ( Sangat Setuju ) Variabel independen ( X ) dalam penelitian ini adalah Terpaan Iklan melalui media Facebook sebagai informasi tentang produk POKE Milk. Indikator-indikatornya adalah sebagai berikut : 1. Sering Tidaknya Responden Melihat Iklan POKE Milk pada Facebook Berdasarkan data yang diperoleh dari responden. Tingkat melihat iklan pada Facebook terdiri dari lima kategori yang sejenis dengan indikator awal yang dijabarkan dalam kuesioner. Yakni Sangat Setuju dengan Sangat Sering, Setuju dengan Sering, Biasa Saja,Tidak Setuju dengan Jarang, dan Sangat Tidak Setuju dengan Tidak Pernah.

7 61 Tabel 3.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sering Tidaknya Melihat Iklan POKE Milk di Facebook Kategori Jumlah Persentase Sangat Sering 4 3,9% Sering 24 26,7% Biasa Saja 26 28,9% Jarang 22 24,7% Tidak Pernah 14 15,8% JUMLAH % Sumber : data primer, kuesioner no. 8 Dari tabel di atas, diketahui bahwa sebagian besar responden yang berjumlah 4 ( 3,9% ) memilih Sangat Sering ( SS ), 24 responden ( 26,7% ) memilih Sering ( S ), 26 responden ( 28,9% ) memilih Biasa Saja ( BS ), dan ada juga yang menjawab Jarang atau Tidak setuju ( TS ) sebanyak 22 responden ( 24,7% ) dan sisanya menjawab Tidak Pernah atau Sangat Tidak Setuju ( STS ) sebanyak 14 responden ( 15,8% ). 2. Sering Tidaknya Responden Mengunjungi Halaman Profil POKE Milk pada Facebook Berdasarkan data yang diperoleh dari responden. Tingat mengunjungi halaman profil POKE Milk pada Facebook terdiri dari lima kategori yang sejenis dengan indikator awal yang dijabarkan dalam kuesioner. Yakni Sangat Setuju dengan Sangat Sering, Setuju dengan Sering, Biasa Saja, Tidak Setuju dengan Jarang, dan Sangat Tidak Setuju dengan Tidak Pernah.

8 62 Tabel 3.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sering Tidaknya Mengunjungi Halaman Profil POKE Milk Pada Facebook Kategori Jumlah Persentase Sangat Sering 13 14,5% Sering 17 18,8% Biasa Saja 21 23,3% Jarang 30 33,4% Tidak Pernah 9 10% JUMLAH % Sumber : data primer, kuesioner no. 9 Dari tabel di atas, diketahui bahwa sebagian besar responden yang berjumlah 13 ( 14,5% ) memilih Sangat Sering ( SS ) dengan pernyataan sering mengunjungi halaman profil POKE Milk pada Facebook. Kemudian 17 responden ( 18,8% ) memilih Sering ( S ), 21 responden ( 23,3% ) menjawab Biasa Saja ( BS ), 30 responden ( 33,4% ) menjawab Jarang atau Tidak Setuju ( TS ), sedangkan 9 responden ( 10% ) memilih Tidak Pernah atau Sangat Tidak Setuju ( STS ). 3. Tertarik Tidaknya Responden Untuk Mengetahui Iklan POKE Milk Pada Facebook Berdasarkan data yang diperoleh dari responden. Tingat ketertarikan untuk mengetahui berita iklan POKE Milk pada Facebook terdiri dari lima kategori yang sejenis dengan indikator awal yang dijabarkan dalam kuesioner. Yakni Sangat Tertarik, Tertarik, Biasa Saja, Tidak Tertarik, dan Sangat Tidak Tertarik.

9 63 Tabel 3.7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pernyataan Responden Tertarik Tidaknya Untuk Mengetahui Iklan POKE Milk Pada Facebook Kategori Jumlah Persentase Sangat Tertarik 24 26,7% Tertarik 25 27,8% Biasa Saja 20 22,3% Tidak Tertarik 14 15,5% Sangat Tidak Tertarik 7 7,7% JUMLAH % Sumber : data primer, kuesioner no. 10 Dari tabel di atas,diketahui bahwa sebagian besar responden yang berjumlah 24 ( 26,7% ) memilih Sangat Tertarik dengan pernyataan bahwa responden tertarik untuk mengetahui berita iklan POKE Milk pada Facebook. Kemudian 25 responden ( 27,8% ) memilih Tertarik. 20 responden ( 22,3% ) menjawab Biasa Saja ( BS ), dan ada juga yang menjawab Tidak sebanyak 14 responden ( 15,5% ) dan sisanya menjawab Sangat Tidak Tertarik sebanyak 7 responden ( 7,7% ). 4. Menarik Tidaknya Responden Setelah Mengetahui Iklan POKE Milk Pada Facebook Berdasarkan data yang diperoleh dari responden. Tingkat kemenarikan iklan POKE Milk pada Facebook terdiri dari lima kategori yang sejenis dengan indikator awal yang dijabarkan dalam kuesioner. Yakni Sangat Setuju dengan Sangat Menarik, Setuju dengan Menarik, Biasa Saja, Tidak Setuju dengan Tidak Menarik, dan Sangat Tidak Setuju dengan Sangat Tidak Menarik.

10 64 Tabel 3.8 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Menarik Tidaknya Iklan POKE Milk Pada Facebook Kategori Jumlah Persentase Sangat Menarik 17 18,8% Menarik 18 20% Biasa Saja 34 37,7% Tidak Menarik 11 12,3% Sangat Tidak Menarik 10 11,2% JUMLAH % Sumber : data primer, kuesioner no. 12 Dari tabel di atas, diketahui bahwa sebagian besar responden yang berjumlah 34 ( 37,7% ) memilih Biasa Saja ( BS ) dengan pernyataan bahwa iklan POKE Milk di Facebook dianggap menarik. Kemudian 18 responden ( 20% ) memilih Menarik atau Setuju ( S ), 17 responden ( 18,8% ) menjawab Sangat Menarik atau Sangat Setuju ( SS ), 11 responden ( 12,3% ) memilih Tidak Menarikatau Tidak Setuju ( TS ), dan sisanya 10 responden ( 11,2% ) memilih Sangat Tidak Menarik atau Sangat Tidak Setuju ( STS ). 5. Memahami Tidaknya Responden Terhadap Maksud Isi Berita Iklan POKE Milk Pada Facebook Berdasarkan data yang diperoleh dari responden. Tingat ketertarikan untuk memahami maksud isi berita iklan POKE Milk pada Facebook terdiri dari lima kategori yang sejenis dengan indikator awal yang dijabarkan dalam kuesioner. Yakni Sangat Setuju dengan Sangat Memahami, Setuju dengan Memahami, Biasa Saja, Tidak Setuju

11 65 dengan Tidak Memahami, dan Sangat Tidak Setuju dengan Sangat Tidak Memahami. Tabel 3.9 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pemahamannya Terhadap Isi Iklan POKE Milk Pada Facebook Kategori Jumlah Persentase Sangat Memahami 3 3,4% Memahami 23 25,5% Biasa Saja 23 25,5% Tidak Memahami 19 21,2% Sangat Tidak Memahami 22 24,4% JUMLAH % Sumber : data primer, kuesioner no. 11 Dari tabel di atas, diketahui bahwa responden dengan jumlah 23 ( 25,5% ) memilih Memahami atau Setuju ( S ) dan Biasa Saja ( BS ) terhadap pernyataan bahwa responden memahami maksud dari isi berita iklan POKE Milk pada Facebook. Kemudian 3 responden ( 3,4% ) memilih Sangat Memahami atau Sangat Setuju ( SS ). 19 responden ( 21,2% ) menjawab Tidak Memahami atau Tidak Setuju ( TS ), dan sisanya menjawab Sangat Tidak Memahami atau Sangat Tidak Setuju ( STS ) sebanyak 22 responden ( 24,4% ).

12 66 Dari 5 pertanyaan tentang terpaan iklan POKE Milk di Facebook, diperoleh sebaran nilai sebagai berikut: Sumber: Total jumlah nilai kuesioner Terpaan Iklan Berdasarkan data diatas, diperoleh nilai tertinggi adalah 25 dan nilai terendah adalah 5. Untuk mempermudah pengklasifikasian data yang ada, maka diklasifikasikan menjadi lima kategori ( data tersebut akan sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah ) dengan mencari range ( jarak pengukuran ) dengan rumus: R = Nilai Tertinggi Nilai Terendah R = 25 5 = 20 Karena kategori yang dikehendaki ada lima, maka interval dihitung dengan rumus: I = R / K dimana R = Range I = 20 / 5 = 4 K = Jumlah Kategori Maka dapat dibuat klasifikasi sebagai berikut: a. Kategori sangat tinggi = b. Kategori tinggi = c. Kategori sedang = 13 16

13 67 d. Kategori rendah = 9-12 e. Kategori sangat rendah = 5-8 Dari kategori yang ditentukan diatas, maka setelah melihat perhitungan dari semua jawaban responden sebanyak 90 responden, diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3.10 Hasil Perhitungan Klasifikasi Interval Mengenai Terpaan Iklan No Kategori Jawaban Frekuensi Presentase (%) 1 Sangat Tinggi 8 7,2% 2 Tinggi 13 11,7% 3 Sedang 55 49,5% 4 Rendah 8 7,2% 5 Sangat Rendah 6 5,4% Jumlah % Sumber: Kuesioner no. 7, 8, 9 10, 11 (lima item) Dari tabel diatas diketahui pengaruh terpaan iklan dari para responden terdapat 8 ( 7,2% ) responden masuk kategori sangat tinggi, 13 ( 11,7% ) responden masuk kategori tinggi, 55 ( 49,5% ) responden masuk kategori sedang, 8 ( 7,2% ) responden masuk kategori rendah, dan 6 ( 5,4% ) responden tergolong kategori sangat rendah. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat terpaan iklan POKE Milk pada Facebook dengan responden tergolong sedang.

14 68 b) Variabel Dependen ( Y ) Minat Beli Variabel dependen ( Y ) dalam penelitian ini adalah Minat Beli pada responden setelah mengetahui iklan melalui media. Indikatorindikatornya adalah sebagai berikut : 1. Tertarik Tidaknya Responden Untuk Mengenal Produk POKE Milk Pertanyaan ini mewakili variabel dependen ( Y ). Berdasarkan data yang diperoleh dari responden. Tingkat ketertarikan untuk mengenal produk POKE Milk terdiri dari lima kategori yang sejenis dengan indikator awal yang dijabarkan dalam kuesioner. Yakni Sangat Setuju dengan Sangat Tertarik, Setuju dengan Tertarik, Biasa Saja, Tidak Setuju dengan Tidak Tertarik, dan Sangat Tidak Setuju dengan Sangat Tidak Tertarik. Tabel 3.11 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tertarik Tidaknya Responden Untuk Mengenal Produk POKE Milk Kategori Jumlah Persentase Sangat Tertarik 20 22,3% Tertarik 39 43,3% Biasa Saja 24 26,6% Tidak Tertarik 5 5,5% Sangat Tidak Tertarik 2 2,3% JUMLAH % Sumber : data primer, kuesioner no. 13 Dari tabel di atas, diketahui bahwa sebagian besar responden yang berjumlah 39 ( 43,3% ) memilih Tertarik atau Setuju ( S ) dengan pernyataan bahwa responden tertarik untuk mengenal produk POKE Milk. Kemudian 24 responden ( 26,6% )

15 69 memilih Biasa Saja ( BS ). 20 responden ( 22,3% ) menjawab Sangat Tertarik atau Sangat Setuju ( SS ), dan ada juga yang menjawab Tidak Tertarik atau Tidak setuju ( TS ) sebanyak 5 responden ( 5,5% ) dan sisanya menjawab Sangat Tidak Tertarik atau Sangat Tidak Setuju ( STS ) sebanyak 2 responden ( 2.3% ). 2. Minat Tidaknya Responden Untuk Membeli Produk POKE Milk Pertanyaan ini mewakili variabel dependen ( Y ). Berdasarkan data yang diperoleh dari responden. Tingkat minat tidaknya responden untuk membeli produk POKE Milk terdiri dari lima kategori yang sejenis dengan indikator awal yang dijabarkan dalam kuesioner. Yakni Sangat Setuju dengan Sangat Berminat, Setuju dengan Berminat, Biasa Saja, Tidak Setuju dengan Tidak Berminat, dan Sangat Tidak Setuju dengan Sangat Tidak Berminat. Tabel 3.12 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Berminat Tidaknya Responden Untuk Membeli Produk POKE Milk Kategori Jumlah Persentase Sangat Berminat 13 14,4% Berminat 39 43,4% Biasa Saja 31 34,5% Tidak Berminat 4 4,4% Sangat Tidak Berminat 3 3,3% JUMLAH % Sumber : data primer, kuesioner no. 14 Dari tabel di atas, 39 responden ( 43,3% ) responden yang Berminat atausetuju ( S ) dengan pernyataan bahwa responden

16 70 berminat membeli produk POKE Milk, dan yang Sangat Berminat atau Sangat Setuju ( SS ) berjumlah 13 responden ( 14,4% ), sisanya menjawab Biasa Saja ( BS ) sebanyak 31 responden ( 34,5% ), Tidak Berminat atau Tidak Setuju ( TS ) sebanyak 4 responden ( 4,4% ), dan Sangat Tidak Berminat atau Sangat Tidak Setuju ( STS ) berjumlah 3 responden ( 3,3% ). c) Variabel Kontrol ( Z ) Terdapat Variabel Kontrol ( Z ) diantara Variabel Independen ( X ) dengan Variabel Dependen ( Y ). Variabel Kontrol ( Z ) dapat mempengaruhi minat beli responden. Dalam penelitian ini variabel kontrol yang dimaksud adalah kualitas produk dan harga produk. Indikatornya adalah sebagai berikut : 1. Setuju Tidaknya Responden Bahwa Produk POKE Milk Lebih Enak Daripada Produk Lainnya Berdasarkan data yang diperoleh dari responden. Tingkat setuju tidaknya responden untuk membeli produk POKE Milk terdiri dari lima kategori yang sejenis dengan indikator awal yang dijabarkan dalam kuesioner. Yakni Sangat Setuju, Setuju, Biasa Saja, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju.

17 71 Tabel 3.13 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Enak Tidaknya Produk POKE Milk Dibandingkan Produk Yang Lain Kategori Jumlah Persentase Sangat Setuju 19 21,1% Setuju 32 35,6% Biasa Saja 30 33,4% Tidak Setuju 4 4,4% Sangat Tidak Setuju 5 5,5% JUMLAH % Sumber : data primer, kuesioner no. 15 Dari tabel di atas, diketahui bahwa sebagian besar responden yang berjumlah 32 ( 35,6% ) memilih Setuju ( S ) pernyataan bahwa produk POKE Milk lebih enak daripada produk lainnya. Kemudian 30 responden ( 33,4% ) memilih Biasa Saja ( BS ). 19 responden ( 21,1% ) menjawab Sangat Setuju ( SS ), dan ada juga yang menjawab Tidak Setuju ( TS ) sebanyak 4 responden ( 4,4% ) dan sisanya menjawab Sangat Tidak Setuju ( STS ) sebanyak 5 responden ( 5,5% ). 2. Setuju Tidaknya Responden Bahwa Harga Produk POKE Milk Termasuk Terjangkau Berdasarkan data yang diperoleh dari responden. Tingkat setuju tidaknya responden untuk membeli produk POKE Milk terdiri dari lima kategori yang sejenis dengan indikator awal yang dijabarkan dalam kuesioner. Yakni Sangat Setuju, Setuju, Biasa Saja, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju.

18 72 Tabel 3.14 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Terjangkau Tidaknya Harga Produk POKE Milk di Kalangan Pelajar Kategori Jumlah Persentase Sangat Setuju 21 23,4% Setuju 35 38,9% Biasa Saja 24 26,6% Tidak Setuju 2 2,2% Sangat Tidak Setuju 8 8,9% JUMLAH % Sumber : data primer, kuesioner no. 16 Dari tabel di atas, diketahui bahwa sebagian besar responden yang berjumlah 35 ( 38,9% ) memilih Setuju ( S ) pernyataan bahwa harga POKE Milk termasuk terjangkau dikalangan pelajar. Kemudian 24 responden ( 26,6% ) memilih Biasa Saja ( BS ). 21 responden ( 23,4% ) menjawab Sangat Setuju ( SS ), dan yang menjawab Tidak setuju ( TS ) sebanyak 2 responden ( 2,2% ). Sisanya yang menjawab Sangat Tidak Setuju ( STS ) sebanyak 8 responden ( 8,9% ). Dari 4 pernyataan tentang minat beli dan variabel yang mempengaruhi minat beli responden, diperoleh sebaran nilai sebagai berikut: Sumber: Total jumlah nilai kuesioner Minat Beli dan Variabel Kontrol

19 73 Berdasarkan data diatas, diperoleh nilai tertinggi adalah 25 dan nilai terendah adalah 5. Untuk mempermudah pengklasifikasian data yang ada, maka diklasifikasikan menjadi lima kategori ( data tersebut akan sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah ) dengan mencari range ( jarak pengukuran ) dengan rumus: R = Nilai Tertinggi Nilai Terendah R = 20 4= 16 Kategori yang dikehendaki ada lima, maka interval dihitung dengan rumus: I = R / K dimana R = Range I = 16 / 5 = 3,2 (4) K = Jumlah Kategori Maka dapat dibuat klasifikasi sebagai berikut: a. Kategori sangat tinggi = b. Kategori tinggi = c. Kategori sedang = d. Kategori rendah = 8-11 e. Kategori sangat rendah = 4-7 Dari kategori yang ditentukan diatas, maka setelah melihat perhitungan dari semua jawaban responden sebanyak 90 responden, diperoleh sebagai berikut:

20 74 Tabel 3.15 Hasil Perhitungan Klasifikasi Interval Mengenai Minat Beli No Kategori Jawaban Frekuensi Presentase (%) 1 Sangat Tinggi 8 7,2% 2 Tinggi 12 10,8% 3 Sedang 47 42,3% 4 Rendah 19 17,1% 5 Sangat Rendah 4 3,6% Jumlah % Sumber: Kuesioner no. 12, 13, 14, 15 (empat item) Dari tabel diatas diketahui minat beli dari para responden terdapat, 8 ( 7,2% ) responden masuk kategori sangat tinggi, 12 ( 10,8% ) responden masuk kategori tinggi, 47 ( 42,3% ) responden masuk kategori sedang, 19 ( 17,1% ) responden masuk kategori rendah, dan 4 ( 3,6% ) respond en masuk kategori sangat rendah. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat minat beli responden terhadap POKE Milk tergolong sedang. C. Analisis Data Analisis data yang dilakukan setelah terkumpulnya data berupa kuesioner dari seluruh responden. Kegiatan dalam analisis data antara lain mentabulasi data lalu mengelompokkan berdasarkan variabelnya, menyajikan data dari masing-masing variabel, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan serta untuk menjawab rumusan masalah.

21 75 Dalam penelitian kuantitatif, terdapat bermacam-macam teknik statistik yang dapat digunakan khususnya untuk pengujian hipotesis. Teknik analisis data ini menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Sementara hipotesis yang diajukan tergolong hipotesis asosiatif, yaitu dugaan terhadap ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: 1. Ada hubungan yang signifikan antara terpaan iklan, pemahaman dan tingkat ketertarikan POKE Milk di Facebook dengan minat beli di kalangan pelajar SMP Negeri 2 Klaten. 2. Ada hubungan yang signifikan antara terpaan iklan, pemahaman dan tingkat ketertarikan POKE Milk di Facebook dengan minat beli yang dipengaruhi dengan kualitas dan harga produk di kalangan pelajar SMP Negeri 2 Klaten. Adapun ketentuan dari analisa korelasi SPSS sebagai berikut: - Jika Correlation positif (+) berarti searah, jika negatif ( -) berarti berkebalikan arah. Koefisien korelasi berpedoman pada Sugiyono 1 : 1. 0,00 0,199 = Sangat Rendah 2. 0,20 0,399 = Rendah 3. 0,40 0,599 = Sedang

22 ,60 0,799 = Kuat 5. 0,80 1,000 = Sangat Kuat Uji signifikasi menggunakan SPSS dengan syarat: - Jika sig, (2-tailed) 0,05 maka hipotesis diterima - Jika sig, (2-tailed) 0.05 maka hipotesis ditolak Maka, analisis hipotesis, sebagai berikut: 1. Hubungan antara terpaan iklan, pemahaman dan tingkat ketertarikan POKE Milk di Facebook dengan minat beli di kalangan pelajar SMP Negeri 2 Klaten. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson Product Moment dengan menggunakan SPSS maka dapat dilihat pada hasil berikut: Correlations X Y Pearson Correlation ** X Sig. (2-tailed).000 N Pearson Correlation.445 ** 1 Y Sig. (2-tailed).000 N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan perhitungan korelasi Pearson Product Moment antara variabel X POKE Milk di Facebook dengan variabel Y diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,445 dengan signifikansi 0,000.

23 77 Dari output di dapat signifikansi sebesar 0,000 0,05 (lebih kecil) maka hipotesis diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara terpaan, tingkat pemahaman dan tingkat ketertarikan iklan POKE Milk di Facebook dengan minat beli di kalangan pelajar SMP Negeri 2 Klaten. Koefisien korelasi menunjukkan kekuatan dan arah hubungan kedua variabel ( X dan Y ). Angka koefisien korelasi sebesar 0,445 menunjukkan bahwa derajat hubungan antara terpaan iklan POKE Milk pada Facebook dengan minat beli di kalangan SMP Negeri 2 Klaten termasuk positif sedang. Hubungan yang sedang antara terpaan iklan POKE Milk pada Facebook dan minat beli di kalangan SMP Negeri 2 Klaten disebabkan karena seiring berkembangnya teknologi, media sosial juga semakin berkembang sehingga peminat atau pengguna Facebook berkurang dan beralih ke media sosial baru seperti Instagram, Twitter dan Path yang dimana segala informasi ( termasuk iklan ) dapat diakses lebih cepat dari Facebook.

24 78 2. Hubungan antara terpaan iklan, pemahaman dan tingkat ketertarikan POKE Milk di Facebook dengan minat beli yang dipengaruhi dengan kualitas dan harga produk di kalangan pelajar SMP Negeri 2 Klaten. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson Product Moment dengan menggunakan SPSS maka dapat dilihat pada hasil berikut: Correlations X Y Z X Pearson Correlation **.309 ** Sig. (2-tailed) N Y Pearson Correlation.421 ** ** Sig. (2-tailed) N Z Pearson Correlation.309 **.730 ** 1 Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan perhitungan korelasi Pearson Product Moment antara variabel X POKE Milk di Facebook dengan variabel Y diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,421 dengan signifikansi 0,003. Kemudian perhitungan antara variable Z terhadap variabel Y diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,730 dengan signifikansi 0,000. Dari output di dapat signifikansi sebesar 0,003 0,05 (lebih kecil) maka hipotesis diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan

25 79 yang signifikan antara terpaan iklan, pemahaman dan tingkat ketertarikan POKE Milk di Facebook dengan minat beli yang dipengaruhi dengan kualitas dan harga produk di kalangan pelajar SMP Negeri 2 Klaten. Koefisien korelasi menunjukkan kekuatan dan arah hubungan ketiga variabel ( X, Y, dan Z ). Menurut pedoman yang dikemukakan oleh Sugiyono 2 angka koefisien korelasi sebesar 0,421 menunjukkan bahwa derajat hubungan antara terpaan iklan POKE Milk pada Facebook dengan minat beli di kalangan SMP Negeri 2 Klaten termasuk positif sedang. Tanda korelasi positif menunjukkan bahwa arah hubungan berbanding lurus, artinya semakin tinggi terkena terpaan iklan semakin tinggi pula minat belinya. Sedangkan pengaruh variabel Z dengan Y menunjukkan angka koefisien 0,730 menunjukkan bahwa variabel Z ( kualitas dan harga produk ) memiliki pengaruh yang kuat terhadap variabel Y ( minat beli ).

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah guru pembimbing dan siswa kelas XI di SMA

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah guru pembimbing dan siswa kelas XI di SMA 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga bulan Juni tahun 2014 yang dilaksanakan di kelas XI SMA Negeri 1 Kampar Kiri pada saat semester

Lebih terperinci

BAB IV KORELASI ANTARA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK TENTANG TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI MA YIC BANDAR BATANG

BAB IV KORELASI ANTARA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK TENTANG TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI MA YIC BANDAR BATANG BAB IV KORELASI ANTARA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK TENTANG TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI MA YIC BANDAR BATANG A. Analisis Pemahaman Peserta Didik Tentang Tata Tertib Sekolah di MA

Lebih terperinci

BAB IV HUBUNGAN PROFESIONALITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MI SALAFIYAH BEJI TULIS BATANG

BAB IV HUBUNGAN PROFESIONALITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MI SALAFIYAH BEJI TULIS BATANG BAB IV HUBUNGAN PROFESIONALITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MI SALAFIYAH BEJI TULIS BATANG A. Analisis data tentang Profesionalitas Guru Dalam Pembelajaran di MI Salafiyah

Lebih terperinci

BAB IV HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA STAIN PEKALONGAN JURUSAN TARBIYAH PRODI PAI ANGKATAN 2012

BAB IV HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA STAIN PEKALONGAN JURUSAN TARBIYAH PRODI PAI ANGKATAN 2012 BAB IV HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA STAIN PEKALONGAN JURUSAN TARBIYAH PRODI PAI ANGKATAN 2012 Setelah data terkumpul didukung teori, maka langkah selanjutnya adalah membuktikan

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1 1 BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakterisitik Responden Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar sebanyak 100 orang yang penulis temui

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lingkungan Keluarga dengan Perilaku Empati siswa kelas X SMA Negeri 1 Tibawa

BAB III METODE PENELITIAN. Lingkungan Keluarga dengan Perilaku Empati siswa kelas X SMA Negeri 1 Tibawa BAB III METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yaitu suatu metode yang menggambarkan secara sistematis dan obyektif tentang Hubungan Lingkungan Keluarga

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. demikian, ada keterkaitan antara perumusan masalah dengan hipotesis, karena. perumusan masalah merupakan pertanyaan penelitian.

BAB IV PEMBAHASAN. demikian, ada keterkaitan antara perumusan masalah dengan hipotesis, karena. perumusan masalah merupakan pertanyaan penelitian. BAB IV PEMBAHASAN A. Pengujian Hipotesis 1. Uji Hipotesis Hipotesa adalah jawaban sementara atas pertanyaan penelitian. Dengan demikian, ada keterkaitan antara perumusan masalah dengan hipotesis, karena

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang.

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek dan Lokasi Penelitian Obyek dari penelitian ini adalah pengguna sepatu Converse, dan lokasi dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang. 3.2 Populasi dan Sampel

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. telah disebarkan di lingkungan SMK Telkom Sandy Putra Jakarta dan telah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. telah disebarkan di lingkungan SMK Telkom Sandy Putra Jakarta dan telah BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1. Deskripsi Hasil Penelitian Pada bagian ini, penulis akan menguraikan mengenai hasil analisis data dari angket yang berbentuk pertanyaan yang diberikan kepada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas mengenai lokasi, populasi, sampel, desain penelitian, metode penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. petunjuk terhadap variabel-variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan

III. METODE PENELITIAN. petunjuk terhadap variabel-variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan 36 III. METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Definisi operasional merupakan pengertian atau definisi yang dijadikan petunjuk terhadap variabel-variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan menganalisis

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. metode penelitian yang menggambarkan dua variabel yang diteliti, yaitu variabel

III. METODE PENELITIAN. metode penelitian yang menggambarkan dua variabel yang diteliti, yaitu variabel III. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanasi, karena dalam penelitian ini menggunakan dua variabel. Metode eksplanasi adalah suatu metode penelitian yang menggambarkan

Lebih terperinci

Pembahasan. 4.1 Uji Validitas

Pembahasan. 4.1 Uji Validitas BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam bab ini peneliti akan menguraikan dan menganalisis data dari hasil penelitian yang dilakukan tentang Efektivitas Kegiatan Sarasehan di Radio Sky 90,50 FM Bandung terhadap

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. Larangan yang berjumlah 138 orang dalam rentang usia tahun. 1) Deskripsi Subjek Berdasarkan Panti Asuhan

BAB IV ANALISIS DATA. Larangan yang berjumlah 138 orang dalam rentang usia tahun. 1) Deskripsi Subjek Berdasarkan Panti Asuhan BAB IV ANALISIS DATA 4.1. Deskripsi Subjek Penelitian Deskripsi subjek penelitian ini diuraikan berdasarkan panti asuhan, jenis kelamin dan usia. Subjek penelitian ini adalah anak asuh panti asuhan di

Lebih terperinci

BAB 4 Hasil Penelitian dan Interpretasi

BAB 4 Hasil Penelitian dan Interpretasi 47 BAB 4 Hasil Penelitian dan Interpretasi Pada bab ini, akan dipaparkan hasil penelitian serta interpretasi dari hasil penelitian tersebut. Akan dijabarkan gambaran umum responden dan hasil dari analisa

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 29

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 29 III. METODE PENELITIAN 3.1 Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 29 Bandar Lampung pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri atas

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Penyajian Data Penelitian 4.1.1 Analisis Karakteristik Responden Responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah konsumen pengguna PT. Mega Auto Finance cabang Kedoya. Penjelasan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN HIPOTESIS. perumusan masalah merupakan pertanyaan penelitian. putra di pondok pesantren Haji Ya qub Lirboyo Kediri.

BAB IV PENGUJIAN HIPOTESIS. perumusan masalah merupakan pertanyaan penelitian. putra di pondok pesantren Haji Ya qub Lirboyo Kediri. 66 BAB IV PENGUJIAN HIPOTESIS A. PengujianHipotesis 1. Uji Hipotesis Hipotesa adalah jawaban sementara atas pertanyaan penelitian. Dengan demikian, ada keterkaitan antara perumusan masalah dengan hipotesis,

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai 44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian merupakan salah satu dari tindakan yang dapat dikatakan sebagai tindakan dalam mencari kebenaran dengan menggunakan pendekatan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. yang bersistem; sekumpulan peraturan, kegiatan dan prosedur yang digunakan oleh

BAB 3 METODE PENELITIAN. yang bersistem; sekumpulan peraturan, kegiatan dan prosedur yang digunakan oleh BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian 3.1.1 Metodologi dan Metode Penelitian Metode adalah ilmu tentang kerangka kerja untuk melaksanakan penelitian yang bersistem; sekumpulan peraturan, kegiatan

Lebih terperinci

Berdasarkan Tabel 4.1 di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 18 responden laki-laki dengan persentase 43% dan 24 orang responden

Berdasarkan Tabel 4.1 di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 18 responden laki-laki dengan persentase 43% dan 24 orang responden BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan pada ERHA CLINIC Bandung Hasil Penelitian pada bab ini penulis membahas hasil penelitian tentang pengaruh Pelatihan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Rincian Pengiriman Pengembalian Kuesioner

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Rincian Pengiriman Pengembalian Kuesioner 64 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan data yang telah disebar kepada pengguna situs olx.co.id terutama pada pembeli produk kamera dengan total 100 kuesioner yang diberikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam hal ini penelitian dipilih tentang implementasi SAP dalam menghasilkan laporan keuangan. Objek penelitian ini adalah PT Tri Swardana Utama

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian korelasional. Menurut Kuncoro (2003) penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam bab ini akan dijelaskan hasil penelitian dan pembahasan data yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam bab ini akan dijelaskan hasil penelitian dan pembahasan data yang BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Dalam bab ini akan dijelaskan hasil penelitian dan pembahasan data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan, yaitu dari data responden

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan terhadap guru-guru SMA Negeri di Kabupaten

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan terhadap guru-guru SMA Negeri di Kabupaten BAB IV HASIL PENELITIAN A. Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan terhadap guru-guru SMA Negeri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan sampel sebanyak 140 orang. Data penelitian diambil menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan teoritis pada Bab II, maka langkah berikutnya pada Bab III ini adalah menguji

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Tabel 5.1. Deskriptif Struktur Organisasi

BAB IV HASIL PENELITIAN. Tabel 5.1. Deskriptif Struktur Organisasi BAB IV HASIL PENELITIAN A. Analisis Deskriptif Pada bagian ini akan digambarkan atau dideskripsikan dari data masing-masing informasi mengenai identitas diri mulai jenis kelamin, usia, dan pendidikan dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara atau jalan yang di tempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, memiliki langkah-langkah yang sistematis. Metode

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. 1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan teknik pengambilan data yaitu kuesioner untuk mengukur data variabel x (kegiatan

Lebih terperinci

`BAB III METODE PENELITIAN. bimbingan kelompok dengan komunikasi antar pribadi siswa kelas VIII di

`BAB III METODE PENELITIAN. bimbingan kelompok dengan komunikasi antar pribadi siswa kelas VIII di `BAB III METODE PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasi, yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara keaktifan mengikuti layanan bimbingan kelompok

Lebih terperinci

Total 202 orang 100 %

Total 202 orang 100 % BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini, peneliti akan membahas mengenai laporan pelaksanaan penelitian yang terdiri dari gambaran umum subjek, hasil uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian dengan judul Pengaruh lingkungan keluarga dan motivasi belajar intrinsik terhadap prestasi belajar siswa Mata Pelajaran Korespondensi kelas X Administrasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Juni 2013 sampai dengan bulan Agustus Berdasarkan jenis masalah yang

BAB III METODE PENELITIAN. Juni 2013 sampai dengan bulan Agustus Berdasarkan jenis masalah yang 33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kudus. Penelitian ini dimulai dari bulan Juni 2013 sampai dengan bulan Agustus 2013. Berdasarkan jenis masalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. masalah dalam penelitian. Melalui penelitian manusia dapat menggunakan

BAB III METODE PENELITIAN. masalah dalam penelitian. Melalui penelitian manusia dapat menggunakan 22 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang berisikan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mengumpulkan data dengan tujuan dapat menjawab masalah dalam penelitian. Melalui

Lebih terperinci

4. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA

4. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA 4. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Pada bab ini akan diuraikan hasil penelitian dan interpretasinya. Pembahasan dalam bab 4 ini meliputi gambaran umum responden, ada tidaknya hubungan antara sikap terhadap

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. karyawan. Data yang digunakan berupa jawaban responden yang pada dasarnya

BAB II METODE PENELITIAN. karyawan. Data yang digunakan berupa jawaban responden yang pada dasarnya BAB II METODE PENELITIAN 2.1 Bentuk Penelitian Bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier dengan maksud mencari pengaruh antara variabel independent (X) yaitu gaya kepemimpinan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. dokumentasi prestasi belajar (nilai raport) mata pelajaran pendidikan agama Islam

BAB IV HASIL PENELITIAN. dokumentasi prestasi belajar (nilai raport) mata pelajaran pendidikan agama Islam BAB IV HASIL PENELITIAN Data yang disajikan dalam penelitian ini, diperoleh dari angket dan juga dokumentasi prestasi belajar (nilai raport) mata pelajaran pendidikan agama Islam siswa kelas VIII Semester

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. itu telah disebarkan kuesioner kepada 50 orang responden. Oleh karena itu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. itu telah disebarkan kuesioner kepada 50 orang responden. Oleh karena itu BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan bauran promosi di perusahaan snack Ribut di Purwokerto, minat beli konsumen snack Ribut, dan pengaruh pelaksanaan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A.

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Sebelum proses analisis data, peneliti ingin terlebih dahulu mendiskripsikan pengaruh sarana belajar, prasarana belajar dan prestasi peserta didik.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA

BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Bab ini akan menyajikan data data yang telah peneliti dapatkan dari para responden. Data tersebut kemudian diolah dengan bantuan program SPSS 15.0 for Windows. Hasil

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ),

BAB IV HASIL PENELITIAN. Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ), BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ), disiplin belajar (X 2 ) dan Hasil belajar Pengukuran Dasar Survey.(Y). berdasarkan pengelohan data, maka

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas Pelanggan Logistik Pada

BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas Pelanggan Logistik Pada 84 BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas Pelanggan Logistik Pada Kantor Pos Besar Bandung 40000 Dalam penelitian ini penulis menyebarkan 80 lembar kuisioner

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Berdasarkan judul dan permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini, maka jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode kausatif.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Menurut Sugiyono (2011), korelasi merupakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Seperti hubungan antara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandasan pada filsafat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan pertanyaan yang diajukan peneliti di bab sebelumnya maka penelitian ini termasuk penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Promosi Jabatan dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Promosi Jabatan dan 43 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Promosi Jabatan dan Rekan Sekerja terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Sosial Provinsi Riau. Yaitu untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Ngadirejo Kabupaten Temanggung sebagai tempat penelitian sedangkan untuk menguji validitas

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa responden yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pada Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek / Subyek Penelitian Obyek yang dipilih untuk melakukan penelitian adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berlokasi di Kampus Terpadu, Jl. Lingkar Selatan, Tamantirto,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang diperoleh

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang diperoleh BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang diperoleh dari data primer dan sekunder penelitian. Data primer penelitian ini adalah hasil kuesioner

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu: BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.1.1 Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Variabel Bebas Variabel bebas (X) dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian adalah sekolah SMP Negeri 1 Tapa Kabupaten Bone Bolango,

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian adalah sekolah SMP Negeri 1 Tapa Kabupaten Bone Bolango, BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Tempat Penelitian Lokasi penelitian adalah sekolah SMP Negeri 1 Tapa Kabupaten Bone Bolango, khususnya kelas VII.8 dan waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri atas 6 kelas dengan

III. METODE PENELITIAN. pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri atas 6 kelas dengan 38 III. METDE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sekampung pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 013/014 yang terdiri atas 6 kelas dengan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV ANALISIS DATA 61 BAB IV ANALISIS DATA Dalam Bab IV ini, hasil dari perhitungan statistik dianalisis dan dibahas. Perhitungan statistik dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 17.00. Metode yang digunakan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. Hipotesis berasal dari dua kata yaitu hypo (belum tentu benar) dan

BAB IV ANALISIS DATA. Hipotesis berasal dari dua kata yaitu hypo (belum tentu benar) dan 87 BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Hipotesis berasal dari dua kata yaitu hypo (belum tentu benar) dan tesis (kesimpulan). Menurut Sekaran (2005), 47 mendefisinikan hipotesis sebagai hubungan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan desain atau suatu proses yang memberikan arahan atau petunjuk secara sistematis kepada peneliti dalam melakukan proses penelitian.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS KORELASI PELAKSANAAN PROGRAM KELAS UNGGULAN DENGAN HASIL UJIAN NASIONAL SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2013/2014

BAB IV ANALISIS KORELASI PELAKSANAAN PROGRAM KELAS UNGGULAN DENGAN HASIL UJIAN NASIONAL SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 BAB IV ANALISIS KORELASI PELAKSANAAN PROGRAM KELAS UNGGULAN DENGAN HASIL UJIAN NASIONAL SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Setelah data hasil penelitian tentang pelaksanaan program

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertempat di SDN Sukagalih Bandung yang berlokasi di Jalan Sukagalih No. 108, Bandung.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertempat di SDN Sukagalih Bandung yang berlokasi di Jalan Sukagalih No. 108, Bandung. 32 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini bertempat di SDN Sukagalih Bandung yang berlokasi di Jalan Sukagalih No. 108, Bandung. 2. Populasi Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 37 BAB III METODE PENELITIAN A. RANCANGAN PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif. Metode yang digunakan adalah multikorelasional yakni menghubungkan dua variabel konsep diri dan kinerja,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian. dilakukan peneliti, antara lain: akan dicapai dalam penelitian ini,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian. dilakukan peneliti, antara lain: akan dicapai dalam penelitian ini, 51 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian Dalam melakukan penelitian ini ada beberarapa langkah yang dilakukan peneliti, antara lain: a. Merumuskan

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. bebas (X) dengan variabel terikat (Y) yang menggunakan rumus statistik. Dengan

BAB II METODE PENELITIAN. bebas (X) dengan variabel terikat (Y) yang menggunakan rumus statistik. Dengan BAB II METODE PENELITIAN 2.1 Bentuk Penelitian Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan analisis data kuantitatif, dengan maksud untuk mencari pengaruh antara variabel bebas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU PENELITIAN. yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No 23 Bangkinang Kab Kampar.

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU PENELITIAN. yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No 23 Bangkinang Kab Kampar. 35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU PENELITIAN. Penelitian ini berlokasi pada Swalayan Ranggon Jaya Mart Bangkinang, yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No 23 Bangkinang Kab Kampar.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam pelaksanaan penelitian diperlukan adanya metode penelitian, metode penelitian ini berfungsi sebagai pendekatan dalam mendapatkan data dari penelitiannya

Lebih terperinci

III METODE PENELITIAN. Penelitian akan dilaksanakan di SD Negeri 3 Gedung Air kecamatan. Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung.

III METODE PENELITIAN. Penelitian akan dilaksanakan di SD Negeri 3 Gedung Air kecamatan. Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung. 44 III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian akan dilaksanakan di SD Negeri 3 Gedung Air kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung.. Waktu Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper dan

BAB III METODE PENELITIAN. berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper dan 25 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh secara

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berada di bagian barat kota Demak. Pasar Sayung berada di pinggir

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berada di bagian barat kota Demak. Pasar Sayung berada di pinggir 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.1.1 Letak Pasar Sayung Pasar Sayung secara administratif terletak di kecamatan Sayung yang berada di bagian barat kota Demak.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Metode penelitian merupakan strategi umum yang dianut dalam pengumpulan data dan analisis data yang dipergunakan guna menjawab permasalahan yang diselidiki

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Instrumen Data Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang dipergunakan untuk mengukur apa yang diukur. Adapun caranya adalah dengan mengkorelasikan antara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian berada di Kota Kudus yang merupakan kedudukan dari R&D PT Pura Group Kudus. 3.1.2. Waktu Penelitian Pelaksanaan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. SMA Persada Bandar Lampung pada semester ganjil Tahun Ajaran 2012/2013

METODE PENELITIAN. SMA Persada Bandar Lampung pada semester ganjil Tahun Ajaran 2012/2013 14 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian Pada penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Persada Bandar Lampung pada semester

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kepemimpinan Situasional Pemimpin Redaksi Bidang Pemberitaan LPP RRI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kepemimpinan Situasional Pemimpin Redaksi Bidang Pemberitaan LPP RRI 82 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada Bab ini peneliti menguraikan hasil penelitian mengenai Pengaruh Gaya Kepemimpinan Situasional Pemimpin Redaksi Bidang Pemberitaan LPP RRI Bandung Terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam 49 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan dari berbagai cara dan sudut pandang. Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagi atas dua macam, yaitu:

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. berasal dari jawaban responden terhadap daftar pernyataan yang dituangkan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. berasal dari jawaban responden terhadap daftar pernyataan yang dituangkan BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Karakteristik Responden Dalam bab IV disajikan analisis terhadap data yang diperoleh selama penelitian. Data yang terkumpul merupakan data primer, yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013. 44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013. 3.2 Teknik Pengumpulan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Gorontalo. Penelitian ini adalah eksperimen semu yang menggunakan one group

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Gorontalo. Penelitian ini adalah eksperimen semu yang menggunakan one group 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Gorontalo 3.1.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini mengenai pengaruh keragaman tenaga kerja (workforce diversity) terhadap kinerja karyawan bagian pemeliharaan (maintenance section)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang dibuat oleh peneliti untuk membantu mengumpulkan dan menganalisis

BAB III METODE PENELITIAN. yang dibuat oleh peneliti untuk membantu mengumpulkan dan menganalisis BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik maka dibutuhkan suatu desain penelitian. Desain penelitian merupakan suatu rencana atau rancangan yang dibuat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. instrumen yang telah valid dan reliabel yaitu instrumen supervisi akademik

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. instrumen yang telah valid dan reliabel yaitu instrumen supervisi akademik BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil penelitian berupa data jawaban 70 orang responden terhadap tiga instrumen yang telah valid dan reliabel yaitu instrumen supervisi akademik

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan verifikatif.

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan verifikatif. III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Penyelenggaraan sistem pendidikan di Indonesia pada umunya lebih mengarah pada model pembelajaran yang dilakukan secara masal dan klasikal, dengan berorientasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menekankan analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Subjek Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di yang beralamatkan di Jl. Penghulu KH. Hasan Mustapa No. 23 kota Bandung Provinsi

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Kerangka Pemikiran Penelitian

METODE PENELITIAN Kerangka Pemikiran Penelitian III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Kebutuhan konsumen akan selalu mengalami perubahan dalam hidupnya sejalan dengan perubahan keadaan sosial ekonomi dan budaya yang terjadi pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 3.1.1. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan

Lebih terperinci

HUBUNGANKARAKTER KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA PENGUSAHA KECIL MAKANAN OLAHAN ABSTRAK

HUBUNGANKARAKTER KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA PENGUSAHA KECIL MAKANAN OLAHAN ABSTRAK HUBUNGANKARAKTER KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA PENGUSAHA KECIL MAKANAN OLAHAN Luh Dina Ekasari Fakultas Ekonomi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang Email: luhdinaekasari@gmail.com ABSTRAK Cara seseorang

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. deskriptif ini penulis ingin memaparkan data-data dan menganalisis data

III. METODOLOGI PENELITIAN. deskriptif ini penulis ingin memaparkan data-data dan menganalisis data 44 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. gerakan dakwah amar ma ruf nahi munkar yang didirikan oleh Kiai Haji Ahmad

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. gerakan dakwah amar ma ruf nahi munkar yang didirikan oleh Kiai Haji Ahmad 63 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Muhammadiyah adalah suatu persyarikatan gerakan Islam yang maksud gerakan dakwah amar ma ruf nahi munkar

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian mengenai jenis penelitian, metode penelitian, unit

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian mengenai jenis penelitian, metode penelitian, unit BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian mengenai jenis penelitian, metode penelitian, unit analisis, time horizon berdasarkan tujuan penelitian secara ringkas dijelaskan pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif, jenis deskriptif dengan model korelasional. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif, jenis deskriptif dengan model korelasional. Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif, jenis deskriptif dengan model korelasional. Penelitian kuantitatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu: BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu: 1. Variable terikat (Y) : Kepuasan Kerja Karyawan. Variable bebas

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Setelah melakukan penelitian, peneliti memperoleh hasil studi lapangan berupa data tentang kebiasaan membaca Al- Qur an dan minat belajar pendidikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013. 3.2 Metode Penelitian Pendekatan

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN BAB II METODE PENELITIAN 2.1Bentuk Penelitian Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan analisa kuantitatif yang menggambarkan kenyataan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan fokus telaahan dalam penelitian ini yakni mendeskripsikan

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan fokus telaahan dalam penelitian ini yakni mendeskripsikan BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Berdasarkan fokus telaahan dalam penelitian ini yakni mendeskripsikan mengenai hubungan antara sikap terhadap pembelajaran dengan pelaksanaannya pada widyaiswara

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Deskriptif Karakteristik Responden Pada bab ini akan membahas semua data yang dikumpulkan dari responden dalam penelitian, sehingga dapat diketahui bagaimana

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metodologi 3.1.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Bahwa dalam penelitian kuantitatif

Lebih terperinci