BAB IV METODE PENELITIAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV METODE PENELITIAN"

Transkripsi

1 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Ruang Lingkup Materi Ruang lingkup materi yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Kajian pengetahuan/persepsi masyarakat, berisi mengenai pandangan masyarakat terhadap kondisi sanitasi lingkungan. Berdasarkan persepsi masyarakat tersebut diperoleh keinginan untuk meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan permukiman. Hal-hal yang dikaji, meliputi: a. persepsi masyarakat terhadap sanitasi lingkungan: - definisi sanitasi lingkungan - persepsi tentang kondisi sanitasi lingkungan yang ada b. modal sosial masyarakat, seperti : tata nilai, kompetensi SDM, kepemimpinan masyarakat setempat, manajemen sosial, dan keorganisasian masyarakat tingkat RW. Kedua hal tersebut telah dikaji secara menyeluruh dalam penelitian tahun I, untuk kemudian dijadikan dasar dalam penentuan alternatif perancangan model. 2. Kajian tentang model-model pemberdayaan dalam peningkatan kondisi sanitasi lingkungan Ruang Lingkup Spasial Ruang lingkup spasial pada studi ini secara fisik administrasi terletak di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah dengan luas wilayah 197 Ha. Adapun secara mikro, lingkup wilayah penelitian adalah permukiman nelayan Bandengan khususnya RW IV Kelurahan Bandengan Kendal. Kawasan tersebut mempunyai batas-batas administrasi sebagai berikut: Sebelah Utara: Tambak, Sebelah Timur : Tambak, Sebelah Selatan : RW III Kelurahan Bandengan, Sebelah Barat : Kali Kendal. Gambaran yang jelas, mengenai letak Kelurahan Bandengan dan lokasi studi, dapat dilihat pada Gambar 3.1. Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing 34

2 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Model Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningakatan Kualitas Sanitasi Lingkungan Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing 35

3 4.3. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada tahap tahun ke dua ini adalah deskriptif kualitatif rasionalistik dengan teknik analisis diskriptif empiri dan untuk penyusunan model digunakan metode Delphi. Melalui pendekatan induktif kualitatif dari beberapa penelitian sebelumnya, peneliti ini diharap bisa lebih dalam untuk mengungkap, menggambarkan dan menganalisis kenyataan sosial yang benar-benar terjadi dan apa yang ada dibalik kejadian itu. Penggunaan metode didukung dengan policy approarch, man-environmental behavior and system approarch dalam mengkomparasikan/ memferivikasikan parameter di lapangan. Ketiga pendekatan ini digunakan untuk analisis model awal yang nantinya akan diiterasikan dalam teknik Delphi. Teknik delphi ini merupakan prosedur peramalan pendapat untuk memperoleh, menukar, dan membuat opini tentang peristiwa di masa depan (William N. Dunn, 2000) Metode Deduktif Rasionalistik DEDUKTIF KUALITATIF RASIONALISTIK GRAND THEORY KONSEP PARAMETER CONTENT ANALYSIS ABSTRAK ANALYSIS VERIFIKATIF KOMPARATIF TEKS TEKS INTER TEKSTUAL EMPIRIS Sumber : Sudaryono (2006) DATA Dengan pendekatan ini, dari gran teori sanitasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di dapat beberapa konsep tentang komponen sanitasi lingkungan dan modal sosial yang kemudian diturunkan lagi dalam parameter yang akan diferivikasikan/komparasikan Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing 36

4 dengan kondisi di lapangan. Parameter yang dirumuskan dari gran tori ini secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel Parameter Analisis No Grand Teori Konsep Parameter 1 Sanitasi Lingkungan Sanitasi dasar Perumahan Air bersih Sampah Jamban keluarga Pembuangan air Limbah 2 Pemberdayaan Masyarakat Modal sosial Sumber: Hasil analisis tim peneliti, 2009 Organisasi lokal dengan Tata cara dan tradisi lokalnya Pemilihan Informan dan Teknik Rekaman Data Objek penelitian adalah individu (kepala keluarga dan ibu) yang tingal di lingkungan RW IV kel. Bandengan serta beberapa tokoh di luar objek penelitian yang ditunjuk oleh informan sebelumnya untuk kepentingan trianggulasi informasi. Implikasi dari pemilihan informan ini peneliti tidak menentukan jumlah sampel terlebih dahulu. Sedang teknik perekaman data melalui wawancara mendalam, observasi dan foto-foto. Data dan informasi yang dikumpulkan berupa kata-kata, penjelasan, gambaran, sketsasketsa, foto dengan catatan, naskah wawancara, hasil pengamatan dan pencatatan. a. Data primer Data dan informasi primer diperoleh melalui : FGD, Indepth interview, observasi, pelatihan dan pendampingan. Adapun FGD digunakan untuk mendapatkan masukan dari tokoh-tokoh masyarakat mengenai untuk penentuan model pemberdayaan terkait sanitasi masyarakat dan upaya-upaya yang telah dilakukan beserta tingkat keberhasilan sampai saat ini. Sedangkan indepth interview akan banyak menekankan pada pemahaman dan perlakuan serta perilaku masyarakat terkait dengan sanitasi. Observasi dilakukan dengan pengamatan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam hal- Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing 37

5 hal yang terkait dengan sanitasi. Pelatihan dilakukan dalam rangka peningkatan pengetahuan masyarakat tentang sanitasi lingkungan, serta penadampingan dilakukan dalam rangka menilai, mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pemberdayaan. b. Data sekunder Data dan informasi sekunder diperoleh dari: referensi penelitian sebelumnya, kebijakan kebijakan terkait dengan program sanitasi baik yang pernah dilaksanakan maupun sedang direncanakan, data monografi, dan beberapa data pendukung dari instansi terkait Metode Delphi Metode ini bertujuan untuk menentukan sejumlah alternatif program. Mengeksplorasi asumsi-asumsi atau fakta yang melandasi Judgments tertentu dengan mencari informasi yang dibutuhkan untuk mencapai suatu consensus. Biasanya metode ini dimulai dengan melontarkan suatu masalah yang bersifat umum untuk diidentifikasi menjadi masalah yang lebih spesifik. Partisipan dalam metode ini biasanya orang yang dianggap ahli dalam disiplin ilmu tertentu. Metode ini memiliki karakteristik kunci: a. Struktur dari arus informasi : Awal kontribusi dari para ahli yang dikumpulkan dalam bentuk jawaban atas kuesioner dan mereka berkomentar untuk jawaban ini. Panel kontrol direktur interaksi di antara peserta oleh pengolahan informasi dan penyaringan konten yang tidak relevan. Hal ini untuk menghindari dampak negatif dari tatap muka dan diskusi panel yang biasa membahas persoalan dinamika kelompok. b. Reguler tanggapan : Peserta komentar mereka sendiri prakiraan, tanggapan dari yang lain dan pada kemajuan panel secara keseluruhan. Setiap saat mereka dapat merevisi pernyataan mereka sebelumnya. Sementara dalam pertemuan rutin kelompok peserta cenderung menempel sebelumnya menyatakan pendapat dan sering terlalu besar untuk memenuhi pemimpin kelompok, yang mencegah Delphi metode ini. c. Kerahasiaan peserta. Biasanya semua peserta menjaga anonimitas. Identitas mereka tidak terungkap bahkan setelah menyelesaikan laporan akhir. Ini berhenti mendominasi mereka dari orang lain dalam proses mereka menggunakan otoritas atau kepribadian sehingga memungkinkan mereka untuk secara bebas menyatakan pendapat mereka, mendorong buka kritik dan diakui kesalahan oleh merevisi pernyataan yang sebelumnya. Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing 38

6 Metode Delphi (Baik Buruknya): Sisi Baik: Tanggapan tanpa nama Umpan balik terkendali Tanggapan kelompok statistik Sisi Buruk: - Ahli-ahli sering kali kekurangan pengetahuan yang perlu yang di atasnya untuk dasar penilaian akhir - Daftar pertanyaan; daftar tilik dengan kurang baik yang dirancang bisa menyebabkan bermacam-macam permasalahan Prinsip dasar teknik Delphi Beberapa prinsip yang akan digunakan untuk pembentukan model perencanaan dengan menggunakan teknik Delphi ini adalah: a) Anonimitas, yaitu semua pakar atau orang yang berpengetahuan memberikan tanggapan secara terpisah dan anominitas (saling tidak mengenal); b) Iterasi, yaitu penilaian setiap individu dihimpun dan dikomunikasikan kembali kepada semua pakar yang ikut berkomentar dalam dua putaran atau lebih sehingga berlangsung proses belajar sosial dan dimungkinkan berubahnya penilaian awal; c) Tanggapan balik yang terkontrol, yaitu pengkomunikasian penilaian dilakukan dalam bentuk rangkuman terhadap kuesioner. d) Jawaban statistik, yaitu rangkuman dari jawaban setiap orang disampaikan dalam bentuk ukuran e) Konsensus pakar, yaitu bertujuan untuk menciptakan kondisi yang didalamnya konsensus diantara para pakar merupakan hasil akhir yang paling penting Langkah-langkah Delphi a) Spesifikasi isu-isu strategis yang diperoleh dari penelitian tahun I untuk menentukan materi yang akan diangkat, didefinisikan dan diidentifikasikan secara jelas, kemudian akan dikomentari oleh pakar dan responden. Isu-isu tersebut dapat dicakup dalam kuesioner pertama, walaupun responden harus di bebaskan untuk menambah atau mengurangi isu. Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing 39

7 b) Menyeleksi advokat, pelaku kunci dalam suatu bidang isu pengelolaan sanitasi lingkungan. Responden yang digunakan dalam studi ini adalah orang-orang yang benar-benar mengerti tentang masalah dan perkembangan yang terjadi dalam peningkatan kualitas sanitasi lingkungan: 1) Membuat kuesioner, kuesioner dalam arti studi ini digunakan untuk mendapatkan pendapat dari pada responden. Teknik ini berlangsung beberapa putaran, maka analisis aharus memutuskan hal-hal apa saja yang akan diajukan dalam kuesioner putaran pertama dan putaran selanjutnya. Kuesioner kedua hanya dapat dibuat setelah hasil dari kuesioner pertama. 2) Analisis hasil putaran pertama, hasil dari putaran pertama akan dikembalikan, pada step ini kami sebagai analisis berusaha untuk menentukan posisi awal para responden tentang peramalan, isu, tujuan dan pilihan. Rangkuman dari pendapatpendapat hasil putaran pertama juga dapat berfungsi dalam kuesioner putaran kedua (selanjutnya) sebagai sarana untuk mengkomunikasikan kepada para responden hasil-hasil dari kuesioner putaran pertama 3) Pengembangan kuesioner selanjutnya, kuesioner tahap ini dibuat untuk putaran selanjutnya. Pertanyaan dalam kuesioner ini berbasis pada kuesioner sebelumnya dan memuat hasil-hasil yang di dapat dari kuesioner sebelumnya untuk ditanyakan lagi pada responden atau pakar untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih baik 4) Menyiapkan laporan akhir, laporan akhir ini mencakup suatu ulasan berbagai isu dan pilihan yang menjelaskan secara apa adanya. Laporan ini kemudian dapat disampaikan pada para pembuat kebijakan yang mungkin menggunakan hasil ini sebagai salah satu sumber informasi dalam mencapai keputusan Pemilihan pakar. Skenario pemilihan pakar ini meliputi beberapa hal : a. Dasar pertimbangan penentuan pakar meliputi: - Topik permasalahan yang diangkat - Pihak-pihak yang terkait dalam permasalahan ini b. Kriteria penentuan pakar, yaitu: - Pakar adalah orang yang mengerti terhadap topik permsalahan - Pakar tertarik pada masalah yang diangkat - Profesionalisme dalam bidangnya masing-masing Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing 40

8 Dari pertimbangan di atas maka pakar sanitasi Lingkungan yang terlibat dalam penelitian ini adalah: 1. Ir. Titiek Sumarawati, M.Kes 2. Beny Syahputra, ST., MSi 3. Budi Cahyono, SE., MSi Tahapan/Langkah-langkah Penelitian Langkah-langkah yang dilakukan dalam mencapai tujuan penelitian: 1) Melakukan kajian pustaka. Beberapa teori yang digunakan peneliti adalah hubungan sanitasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, modal sosial terkait dengan pengelolaan sanitasi lingkungan; 2) Melakukan pengamatan menyeluruh terhadap kawasan studi untuk menemukan beberapa hal yang terkait dengan tujuan studi dan menemukan unit-kasus pada penelitian sebelumnya. Untuk melihat kondisi sanitasi (rumah, air bersih, sampah, jamban dan pembuangan air limbah) secara umum dilapangan (RW IV), yang kemudian di detailkan secara mendalam pada tiap unit amatan (tiap RT sesuai dengan materi sanitasi); 3) Melakukan pengamatan secara mendalam ke unit-unit amatan (kasus) untuk mencari unit-unit informasi dengan memasuki kawasan digit ke-2. Kegiatan ini digunakan untuk memverifikasikan dan kemutakhiran data dan informasi dari penelitian sebelumnya. Digit ke-2 ini dibagi menjadi beberapa kasus sesuai dengan aktivitas keseharian terkait dengan sanitasi dasar yang ada: a) Kasus I RT I; b) Kasus II RT II; c) Kasus III RT III; d) Kasus IV RT IV; e) Kasus V RT V; f) Kasus VI RT VI; 4) Melakukan pengamatan dan perekaman terhadap unit informasi baik berupa sistem aktivitas dan penampakan fisik yang terkait langsung dengan sanitasi lingkungan dan Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing 41

9 pengelolaanya. Kegiatan ini didukung dengan perekaman informasi dengan menggunakan alat bantu log book, kamera mau pun sketsa sederhana. 5) Melakukan wawancara dan perekaman mendalam terhadap unit-unit informasi yang berupa pemikiran-pemikiran atau pendapat individu dari masyarakat (tokoh masyarakat) seperti Bapak Chalimi (Ketua RW IV), Bapak Ihsan Abidin (mantan Ketua RW IV), Ibu Mardliyah (pelaku pembuat kompos) dan tokoh-tokoh yang dirujuk dari wawancara sebelumnya; 6) Melakukan olah informasi dengan editing, dan tabulating. dan; 7) Mengelompokkan hasil-hasil analisis yang disusun dalam temuan studi dan direduksi menjadi isu-isu permasalahan yang menjadi dasar dalam penyusunan kuisioner I dan dalam menemukan madal sosial yang ada yang akan diperkuat dalam rangka pemberdayaan masyarakat bandengan utuk pengelolaan sanitasi lingkungan Tahapan Analisis Rancangan tahapan analisis untuk penelitian/studi ini meliputi: 1) Analisis karakteristik sanitasi lingkungan yang bertujuan untuk menemu kenali kondisi eksisting sanitasi dan mengidentifikasi ketersediaan dan kebutuhan fasilitas sanitasi lingkungan 2) Analisis pola pengelolaan sanitasi bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sosial, ekonomi dan kependudukan masyarakat nelayan Bandengan dan peran sertanya dalam pengelolaan lingkungan 3) Analisis modal sosial. 4) Analisis model... Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing 42

10 Analisis: - Kondisi sanitasi - Pola pengelolaan - Modal sosial - Model pengelolaan BAB IV METODE PENELITIAN Adapun teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi: 1. Analisis Triangulasi, yaitu teknik analisis dengan jalan melakukan cross check antara data yang dikumpulkan baik data primer maupun sekunder. 2. Analisis deskriptif dipergunakan untuk analisis data yang bersifat kualitatif dari hasil wawancara mendalam (indepth interview) dan hasil kelompok diskusi terfokus (FGD). 3. Analisis kelembagaan, yaitu teknik analisis terkait dengan aspek-aspek kelembagaan yang menjadi obyek / kajian penelitian. 4. Analisis stakeholder yaitu analisis terkait dengan peran dan kontribusi pihak-pihak lain yang memegang peran dalam pengelolaan lingkungan. Data dan informasi ini kemudian disajikan secara diskriptif (gambaran konteks/sifat natural). Secara diagramatis, keseluruhan proses/tahapan studi ini adalah sebagai berikut: Identifikasi isu-isu strategis dan studi awal Perijinan - Penentuan tema dan permasalahan yg diangkat - Penentuan tujuan, sasaran dan manfaat studi - Penentuan ruang lingkup sudi (materi dan wilayah Penentuan teori-teori pendukung studi Grand tour untuk menentukan unit-unit informasi Mini tour untuk pengamatan mendalam thdp unit-unit kasus Melakukan perekaman mendalam terhadap unit kasus dan verivikasi hasil penelitian terdahulu Olah informasi (editing, pengelompokan dan tabulating) Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing 43

11 Gambar 3.2. Diagram Tahapan Studi ( Sumber: Analisis peneliti, 2009) Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing 44

BAB III TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN TAHUN KE-2

BAB III TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN TAHUN KE-2 BAB III TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN TAHUN KE-2 Nelayan identik dengan kemiskinan sosial ekonomi. Ada banyak penyebab terjadinya kemiskinan pada masyarakat nelayan, seperti kurangnya akses kepada sumbersumber

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Ruang Lingkup Materi Ruang lingkup materi yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Kajian pengetahuan/persepsi masyarakat, berisi mengenai pandangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN PENDEKATAN PENELITIAN TAHAPAN PENELITIAN METODE PENGUMPULAN DATA METODE ANALISA VARIABEL PENELITIAN METODE SAMPLING BAB III METODE PENELITIAN 10 PENDEKATAN PENELITIAN Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan

Lebih terperinci

Arahan Penataan Lingkungan Kawasan Perumahan Swadaya di Kelurahan Tambak Wedi Kota Surabaya

Arahan Penataan Lingkungan Kawasan Perumahan Swadaya di Kelurahan Tambak Wedi Kota Surabaya JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) C-218 Arahan Penataan Lingkungan Kawasan Perumahan Swadaya di Kelurahan Tambak Wedi Kota Surabaya Mia Ermawati dan Ema Umilia

Lebih terperinci

Arahan Penataan Lingkungan Kawasan Perumahan Swadaya Di Kelurahan Tambak Wedi

Arahan Penataan Lingkungan Kawasan Perumahan Swadaya Di Kelurahan Tambak Wedi Sidang Tugas Akhir Arahan Penataan Lingkungan Kawasan Perumahan Swadaya Di Kelurahan Tambak Wedi Mia Ermawati (3610100035) Dosen Pembimbing: Ema Umilia, ST., MT Hertiari Idajati, ST. MSc Isi Presentasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan teknik pengumpulan data, metode dan teknik analisis data, serta metode dan

BAB III METODE PENELITIAN. dan teknik pengumpulan data, metode dan teknik analisis data, serta metode dan BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab metode penelitian ini dijabarkan mengenai rancangan penelitian, lokasi penelitian, jenis dan sumber data, instrumen penelitian, metode dan teknik pengumpulan data, metode

Lebih terperinci

Arahan Penataan Lingkungan Kawasan Perumahan Swadaya di Kelurahan Tambak Wedi Kota Surabaya

Arahan Penataan Lingkungan Kawasan Perumahan Swadaya di Kelurahan Tambak Wedi Kota Surabaya JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Arahan Penataan Lingkungan Kawasan Perumahan Swadaya di Kelurahan Tambak Wedi Kota Surabaya Penulis : Mia Ermawati, dan Dosen

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Ada tiga jenis metodologi penelitian yaitu kuantitatif, kualitatif, dan

METODE PENELITIAN. Ada tiga jenis metodologi penelitian yaitu kuantitatif, kualitatif, dan III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Ada tiga jenis metodologi penelitian yaitu kuantitatif, kualitatif, dan campuran kuantitatif dengan kualitatif. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. bersama terhadap pola-pola nilai yang di hadapi.(moleong, 2014)

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. bersama terhadap pola-pola nilai yang di hadapi.(moleong, 2014) 12 BAB II METODOLOGI PENELITIAN 2.1. Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena

Lebih terperinci

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dijelaskan secara deskriptif untuk mengetahui gambaran pemanfaatan pelayanan

Lebih terperinci

III. METODE KAJIAN. 3.1 Batas Kajian

III. METODE KAJIAN. 3.1 Batas Kajian 34 III. METODE KAJIAN 3.1 Batas Kajian Karena keterbatasan waktu dan dana maka penulis membatasi kajian ini pada satu yaitu RT 02 RW 07 Kelurahan Benua Melayu Laut Kecamatan Pontianak Selatan yang mewakili

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, pengumpulan data, analisis, dan penyajian hasil penelitian. Penulisan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, pengumpulan data, analisis, dan penyajian hasil penelitian. Penulisan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan proses yang dilakukan secara bertahap, yakni dari perencanaan dan perancangan penelitian, menentukan fokus penelitian, waktu

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print) C124 Arahan Penataan Lingkungan Permukiman Kumuh Kecamatan Kenjeran dengan Pendekatan Eco-Settlements Bayu Arifianto Muhammad dan Haryo Sulistyarso Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik

Lebih terperinci

Kata kunci : sanitasi lingkungan, pemukiman nelayan, peran serta masyarakat

Kata kunci : sanitasi lingkungan, pemukiman nelayan, peran serta masyarakat ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan lingkungan di pemukiman nelayan Bandengan Kabupaten Kendal terkait dengan kondisi sanitasi yang tidak sesuai untuk kondisi standar layak suatu

Lebih terperinci

PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN

PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN Kelayakan kawasan hunian salah satunya adalah tersedianya kebutuhan prasarana dan sarana permukiman yang mampu memenuhi kebutuhan penghuni didalamnya untuk melakukan aktivitas,

Lebih terperinci

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan metode kuantitatif. Pendekatan kualitatif menggunakan metode wawancara mendalam dan alur sejarah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tipe Penelitian Tipe penelitian adalah deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi eksisting

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print) C151 Arahan Penataan Lingkungan Permukiman Kumuh Kecamatan Kenjeran dengan Pendekatan Eco-Settlements Bayu Arifianto Muhammad dan Haryo Sulistyarso Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan penduduk kota kota di Indonesia baik sebagai akibat pertumbuhan penduduk maupun akibat urbanisasi telah memberikan indikasi adanya masalah perkotaan yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif (mixed method). Model penelitian yang digunakan yaitu model

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif (mixed method). Model penelitian yang digunakan yaitu model 43 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didahului dengan penelitian kuantitatif (mixed method). Model penelitian yang digunakan yaitu model

Lebih terperinci

BAB III METODE PERANCANGAN. kualitatif. Dimana dalam melakukan analisisnya, yaitu dengan menggunakan konteks

BAB III METODE PERANCANGAN. kualitatif. Dimana dalam melakukan analisisnya, yaitu dengan menggunakan konteks BAB III METODE PERANCANGAN Metode perancangan Rumah Susun pekerja ini menggunakan metode secara kualitatif. Dimana dalam melakukan analisisnya, yaitu dengan menggunakan konteks permasalahan yang ada secara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian 3.1.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini mengunakan pendekatan campuran (Mix Design). Menurut Creswell (2010, hlm. 5) penelitian metode campuran merupakan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian kualitatif bertujuan untuk menggambarkan realitas yang kompleks dan memperoleh pemahaman makna dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dicapai dalam penelitian ini adalah penulis dapat mengetahui gambaran secara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dicapai dalam penelitian ini adalah penulis dapat mengetahui gambaran secara BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang meneliti status sekelompok manusia, suatu kondisi, suatu obyek, suatu pemikiran ataupun suatu peristiwa masa sekarang. Tujuan yang ingin dicapai dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Penelitian ini disebut penelitian deskriptif karena menghasilkan data

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Penelitian ini disebut penelitian deskriptif karena menghasilkan data BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini disebut penelitian deskriptif karena menghasilkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini penulis mengemukakan metode penelitian yang berisi tentang (1) Jenis dan pendekatan penelitian, (2) lokasi penelitian, (3) data dan sumber data, (4) prosedur pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 23 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penggunaan metode dalam penelitian ini adalah syarat yang mutlak untuk mendapatkan kedalaman dari sebuah masalah, dan juga dapat mengumpulkan segala informasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Alur Penelitian Pengambilan Primer Data Faktor penyebab karies gigi 1. Pengetahuan orang tua Karies Gigi 2. Perilaku orang tua 3. Perilaku makan anak 4. Perilaku tenaga

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang 82 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif, yakni menggambarkan apa adanya tentang kenyataan faktual yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran resiliensi pada istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dengan menggunakan kajian fenomenologi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kegiatan ilmiah. Adapun dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik atau

BAB III METODE PENELITIAN. kegiatan ilmiah. Adapun dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik atau BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara yang dapat digunakan dalam mengumpulkan data penelitian dan dibandingkan dengan standar ukuran yang telah ditentukan. Seorang peneliti yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk mengetahui model pembinaan karakter terhadap remaja Kelurahan

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk mengetahui model pembinaan karakter terhadap remaja Kelurahan BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Penelitian Untuk mengetahui model pembinaan karakter terhadap remaja Kelurahan Babakan Asih dan unsur-unsur pokok yang harus ditemukan sesuai dengan rumusan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia Tenggara setelah Laos dan Myanmar ( ANTARA News, 2006

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan penelitian dengan judul Dampak Pembangunan Jalan Arteri

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan penelitian dengan judul Dampak Pembangunan Jalan Arteri 32 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian dengan judul Dampak Pembangunan Jalan Arteri Primer Tohpati-Kusamba Terhadap Penggunaan Lahan di Desa Gunaksa Kecamatan Dawan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Populasi Penelitian 1. Lokasi Penelitian Ruang lingkup wilayah penelitian ini adalah daerah di Jalan Dago Pojok RW 03 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong,, Provinsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Modinan masih melestarikan tradisi Suran Mbah Demang.

BAB III METODE PENELITIAN. Modinan masih melestarikan tradisi Suran Mbah Demang. BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di Dusun Modinan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping. Pemilihan tempat ini karena masyarakat di Dusun Modinan masih melestarikan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengembangkan atau memvaliditasi produk-produk yang digunakan dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengembangkan atau memvaliditasi produk-produk yang digunakan dalam BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Sugiyono dalam bukunya metode kuantitatif kualitatif dan R & D, menyatakan bahwa penelitian merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Creswell (Herdiansyah, 2010) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa tulisan atau ucapan, katakata,

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa tulisan atau ucapan, katakata, 72 BAB III METODE PENELITIAN A. Model Penelitian Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa tulisan atau ucapan, katakata, dan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain Penelitian adalah suatu rencana tentang cara mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data secara sistematis dan terarah agar penelitian dapat dilaksanakan

Lebih terperinci

Arahan Optimalisasi RTH Publik Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara

Arahan Optimalisasi RTH Publik Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara C193 Arahan Optimalisasi RTH Publik Kecamatan, Jakarta Utara Shella Anastasia dan Haryo Sulistyarso Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pertimbangan dalam penelitian kualitatif bahwa pertama, pendekatan kualitatif

Lebih terperinci

METODE KAJIAN. Tabel 1. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kajian Pengembangan Masyarakat di Kelurahan Campaka Kecamatan Andir Kota Bandung

METODE KAJIAN. Tabel 1. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kajian Pengembangan Masyarakat di Kelurahan Campaka Kecamatan Andir Kota Bandung METODE KAJIAN Kajian pengembangan masyarakat ini dilaksanakan di kelurahan Campaka kecamatan Andir kota Bandung dengan pertimbangan Kelurahan Campaka merupakan kelurahan yang telah tersentuh program-program

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Peneliti memilih lokasi ini karena di daerah tersebut tradisi pemasangan tuwuhan sudah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian 1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif, karena dalam mengkaji permasalahan, peneliti tidak

Lebih terperinci

Tujuan, jenis dan cara pengumpulan data, metode analisis, dan output yang diharapkan. Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Tujuan, jenis dan cara pengumpulan data, metode analisis, dan output yang diharapkan. Jenis dan Cara Pengumpulan Data III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian berada pada kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV (Persero) Propinsi Sumatera Utara. PTPN IV bergerak di bidang usaha perkebunan dengan

Lebih terperinci

SOCIAL FORECASTING. Agus Dharma

SOCIAL FORECASTING. Agus Dharma SOCIAL FORECASTING Agus Dharma Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma email : agus_dh@staff.gunadarma.ac.id website : staffsite.gunadarma.ac.id/agus_dh/ staffsite.gunadarma.ac.id/agus_dh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang mana seorang peneliti mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus fenomenologi. Penelitian kualitatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu suatu penelitian dimana peneliti langsung terjun ke lapangan untuk memperoleh

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 METODE PENELITIAN KUALITATIF Metode pengumpulan data atau penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang berkualitas dan valid dengan tujuan agar data tersebut dapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Untuk terjawab permasalahan penelitian, maka ditetapkan metode penelitian yang sesuai. Metode penelitian dapat dipetakan menjadi: pertama, jenis penelitian serta pendekatan. Kedua,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 73 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu peneliti yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistic-kontekstual

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN 30 BAB II METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, Menurut Sugiyono (2010:14) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 1 Dalam penelitian ini, metode penelitian yang penulis

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Cresswell (2012: 4) penelitian kualitatif merupakan metode-metode yang

III. METODE PENELITIAN. Cresswell (2012: 4) penelitian kualitatif merupakan metode-metode yang 40 III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian, maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Menurut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Thamrin Kelurahan Ipilo Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. SMA Negeri 1 Gorontalo

BAB III METODE PENELITIAN. Thamrin Kelurahan Ipilo Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. SMA Negeri 1 Gorontalo BAB III METODE PENELITIAN A. Latar Penelitian Lokasi penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Kota Gorontalo yang terletak di Jalan MH. Thamrin Kelurahan Ipilo Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. SMA Negeri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian alangkah baiknya menggunakan metode yang tepat guna, hal ini disesuaikan dengan penelitian yang akan diambil. Metode penelitian berguna

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi Penelitian adalah BMT UGT Sidogiri yang beralamatkan di Jl.

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi Penelitian adalah BMT UGT Sidogiri yang beralamatkan di Jl. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi Penelitian adalah BMT UGT Sidogiri yang beralamatkan di Jl. Sidogiri Barat RT 03 RW 03 Kraton Pasuruan, Dimana lembaga tersebut KJKS BMT UGT Sidogiri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah merupakan sebuah konsep teoritik yang membahas mengenai beberapa metode yang digunakan dalam penelitian. Beberapa hal yang berhubungan dengan metodologi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan agar kegiatan praktis terlaksana secara rasional dan terarah sehingga

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan agar kegiatan praktis terlaksana secara rasional dan terarah sehingga BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah suatu cara bertindak menurut sistem aturan tertentu yang bertujuan agar kegiatan praktis terlaksana secara rasional dan terarah sehingga dapat

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 86 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Penelitian Setiap kegiatan yang bersifat ilmiah itu harus didasarkan pada sistem dan metode tertentu karena sistem dan metode tersebutlah yang

Lebih terperinci

Penentuan Variabel Berpengaruh dalam Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi Pesisir Utara pada Bidang Perikanan di Kota Pasuruan

Penentuan Variabel Berpengaruh dalam Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi Pesisir Utara pada Bidang Perikanan di Kota Pasuruan C1 Penentuan Berpengaruh dalam Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi Pesisir Utara pada Bidang Perikanan di Kota Pasuruan Dwi Putri Heritasari dan Rulli Pratiwi Setiawan Perencanaan Wilayah dan Kota,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Lokasi penelitian dipilih di Kabupaten Ponorogo karena Konflik antar dua perguruan pencak silat ini memang sering terjadi khususnya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Tempat penelitian dilakukan di kota Tual Maluku Tenggara, khususnya di desa Wab suku Kei yang berdomisili diwilayah tertentu. Desa Wab dipilih sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Setiap penelitian, membutuhkan metode yang merupakan unsur penting dalam proses penelitian, karena metode dapat memberikan arah tentang cara pelaksanaan penelitian, sehingga dapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian tentang pokok permasalahan dalam penyusunan skripsi ini adalah jenis penelitian diskriptif kualitatif. Menurut Azwar (1998:5), penelitian

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN... iii KATA PENGANTAR... iv ABSTRAK... vi ABSTRACT... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR TABEL... xv BAB 1 PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Latar Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan memilih lokasi penelitian di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Isimu. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata tentang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan keadaan tertentu, yaitu untuk menghasilkan penelitian yang ilmiah dan memiliki

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut

BAB III METODE PENELITIAN. manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini didesain dengan penelitian kualitatif, yaitu tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif (Qualitative reseach) adalah suatu penelitian yang ditujukkan untuk mendiskripsikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 37 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian sangat penting keberadaannya didalam proses penelitian yang dilakukan secara terencana dan sistematis, metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif, karena peneliti ingin menggambarkan Peran guru

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Disain Penelitian Penelitian mengenai pelayanan konseling remaja oleh konselor sebaya di SMAN 3 dan MAN 2 di wilayah Bogor Timur ini adalah suatu penelitian kualitatif.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan penduduk dapat ditampung dalam ruang-ruang sarana sosial dan ekonomi, tetapi tidak akan berjalan dengan baik tanpa didukung oleh pelayanan infrastruktur yang

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Cresswell (2012: 4) penelitian kualitatif merupakan metode -metode yang

III. METODE PENELITIAN. Cresswell (2012: 4) penelitian kualitatif merupakan metode -metode yang III. METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian, maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Menurut Cresswell

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena permasalahan yang ada

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena permasalahan yang ada BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Analisis data yang digunakan peneliti adalah dengan melakukan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena permasalahan yang ada merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah mengamati orang dalam lingkungan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan untuk menemukan solusi atas suatu masalah ( Ulber Silalahi:

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan untuk menemukan solusi atas suatu masalah ( Ulber Silalahi: BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode dan Teknik Penelitian Metode penelitian dan teknik penelitian merupakan komponen yang paling penting dalam penelitian. Metode merupakan keseluruhan langkah ilmiah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tersebut didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis.

BAB III METODE PENELITIAN. tersebut didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis. 35 BAB III METODE PENELITIAN Sugiyono (2010:9) menyatakan bahwa metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu dimana cara ilmiah tersebut

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini penulis menggunakan tipe penelitian kualitatif. Penelitian

III. METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini penulis menggunakan tipe penelitian kualitatif. Penelitian 36 III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan tipe penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif pada hakikatnya adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian kualitatif. Oleh karena itu, penelitian ini bersifat penelitian lapangan (field research).

Lebih terperinci

Variabel Sub Variabel Definisi Operasional

Variabel Sub Variabel Definisi Operasional Variabel Sub Variabel Definisi Operasional Sarana dan Prasarana Fisik Bangunan Ketertiban Sosial Budaya Air Bersih Persampahan Jalan/akses lingkungan Drainase Sanitasi Kondisi bangunan Kepadatan Bangunan

Lebih terperinci

Aminatu Zuhriyah. Arahan Penanganan Permukiman Kumuh Nelayan Di Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Lamongan

Aminatu Zuhriyah. Arahan Penanganan Permukiman Kumuh Nelayan Di Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Lamongan Arahan Penanganan Permukiman Kumuh Nelayan Di Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Lamongan Aminatu Zuhriyah 3604 100 035 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory research) yang dalam pelaksanaannya, dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif.

Lebih terperinci

STRATEGI SANITASI KOTA KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

STRATEGI SANITASI KOTA KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Kabupaten Kepulauan Meranti adalah pembangunan sanitasi yang ditetapkan untuk memecahkan permasalahan sanitasi seperti yang tertera

Lebih terperinci

31 kegiatan yang menyebabkan kerusakan di hulu DAS dan juga melihat bagaimana pemangku kepentingan tersebut melakukan upaya penyelamatan hulu DAS Cita

31 kegiatan yang menyebabkan kerusakan di hulu DAS dan juga melihat bagaimana pemangku kepentingan tersebut melakukan upaya penyelamatan hulu DAS Cita 30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penentuan tempat dilatarbelakangi oleh tujuan penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa metode pengumpulan data untuk memperoleh pemahaman

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Berdasarkan kajian awal beserta berbagai pertimbangan, penelitian dilaksanakan dengan mengambil Kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 21 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian lapangan (field reseach) yaitu penelitian untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dimana peristiwa-peristiwa yang menjadi objek penelitian berlangsung,

BAB III METODE PENELITIAN. dimana peristiwa-peristiwa yang menjadi objek penelitian berlangsung, BAB III METODE PENELITIAN A. Pola Penelitian Penelitian ini jika dilihat dari lokasi sumber datanya termasuk kategori penelitian lapangan (field reseach). Penelitian lapangan adalah untuk mencari dimana

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 69 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif yaitu suatu pendekatan penelitian yang menghasilkan data

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 50 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metodologi Penelitian Metodologi yang dipilih dalam penelitian ini adalah metodologi penelitian kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menemukan hubungan modal

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. BERMUTU di MGMP Sub Rayon I Tanjungsari, sesuai dengan butir-butir

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. BERMUTU di MGMP Sub Rayon I Tanjungsari, sesuai dengan butir-butir BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Untuk mendapatkan gambaran mengenai implementasi pembelajaran dan pemahaman konsep Materi dan Sifatnya pada guru IPA SMP peserta program BERMUTU di MGMP

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Untuk mengetahui sejauh mana penerapan metode go a round dalam meningkatkan kecakapan sosial siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak di MA Darul Hikmah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai salah satu negara berkembang, pertumbuhan kota di Indonesia terjadi secara pesat. Pertumbuhan kota yang pesat ini dapat disebabkan oleh tingginya pertumbuhan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor, metode kualitatif adalah prosedur penelitian

Lebih terperinci

BAB 3 PENDAHULUAN. kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan

BAB 3 PENDAHULUAN. kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan BAB 3 PENDAHULUAN 3.1. Metode Penelitian 3.1.1 Penelitian Kualitatif Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata,

Lebih terperinci