Terdiri dari APA MANFAAT DAN EFEK SAMPING DARI PRODUK BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA? Kegiatan 3.1. Kegiatan 3.5. Bagian. Bagian

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Terdiri dari APA MANFAAT DAN EFEK SAMPING DARI PRODUK BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA? Kegiatan 3.1. Kegiatan 3.5. Bagian. Bagian"

Transkripsi

1 APA MANFAAT DAN EFEK SAMPING DARI PRODUK BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA? Bagian Terdiri dari Kegiatan.1 Pengelompokan bahan kimia rumah tangga Kegiatan.2 Identifikasi bahaya bahan kimia rumah tangga Kegiatan. Apakah bahan pembersih itu aman? Kegiatan.4 Apakah pewarna tahu itu alami atau buatan? Kegiatan.5 Pengaruh deterjen terhadap pertumbuhan kacang hijau 59

2 Kegiatan.1 Pengelompokan bahan kimia rumah kangga PERTANYAAN PENGHUBUNG Apa itu bahan kimia rumah tangga? Apa yang membedakan antara bahan-bahan kimia rumah tangga satu dengan yang lainnya? Zat apa saja yang terkandung di dalam bahan kimia rumah tangga tersebut dan apa fungsinya? Jenis Kegiatan: Praktek Inkuiri, Diskusi Kelompok, Pencatatan. Tahap Inkuiri: Explore Tujuan Pembelajaran: Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu: Mengidentifikasi berbagai bahan kimia yang digunakan di rumah tangga. Mendeskripsikan zat aktif dan zat tambahan penyusun bahan kimia rumah tangga. Menjelaskan fungsi bahan kimia rumah tangga. Sebelum Pembelajaran Dimulai APA YANG AKAN DIKERJAKAN OLEH SISWA? Dalam kegiatan ini siswa akan mengidentifikasi produk-produk bahan kimia yang digunakan sehari-hari. Para siswa akan mencari sendiri informasi mengenai macam-macam bahan kimia rumah tangga. Siswa juga diminta untuk mencari informasi tentang zat aktif dan zat tambahan penyusun bahan kimia rumah tangga, serta fungsinya melalui kemasan produk bahan kimia tersebut. Literatur sumber informasi yang memadai harus disediakan untuk setiap kelompok baik berupa bahan bacaan, buku maupun internet jika memungkinkan. 60 Kata-kata kunci: Pembersih, pemutih, pewangi, pestisida, bahan aktif. Daftar Alat dan Bahan: 44 Setiap KELOMPOK akan memerlukan: 8 jenis kemasan produk bahan kimia rumah tangga yang masing-masing terdiri dari dua jenis pembersih, dua jenis pemutih, dua jenis pewangi, dan dua jenis pestisida. Bahan Bacaan Kandungan Zat dalam Produk Bahan Kimia Rumah Tangga, buku, dan internet jika memungkinkan. 45 Lembar Kegiatan Alat tulis Buku catatan Setiap SISWA akan memerlukan: Pulpen atau pensil. Buku catatan. HAL-HAL UNTUK DIPERTIMBANGKAN DAN KUNCI KESUKSESAN PEMBELAJARAN: Siswa paham cara membaca informasi pada label produk bahan kimia rumah tangga. Bagian Siswa paham cara membaca MSDS. Guru harus menyediakan berbagai macam kemasan produk bahan kimia rumah tangga atau bisa juga menugaskan seminggu sebelumnya kepada siswa untuk membawa berbagai kemasan tersebut. Tetapi agar lebih terarah sebaiknya guru menyediakan atau meminta siswa untuk membawa kemasan produk yang kandungan zatnya sudah diketahui terlebih dahulu oleh guru. Guru harus menyediakan bahan rujukan. Guru harus menyediakan (dan sudah membaca sebelumnya) bahan rujukan mengenai sifat-sifat dan MSDS dari bahan kimia rumah tangga. Semua siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan. Diskusi harus dipandu, dikonfirmasi dengan baik dan dirangkum menjadi konsep yang benar oleh guru, karena itu akan menjadi dasar pemahaman siswa terhadap konsep bahan kimia rumah tangga beserta zat penyusunnya dan fungsinya. Semua siswa harus mempunyai catatan pribadi tentang hasil diskusi kelas (dapat digunakan sebagai bahan bagi guru untuk mengecek pemahamannya). Pastikan bahwa semua bahan percobaan aman bagi siswa. Pastikan bahwa siswa tidak membuka bahan-bahan yang berbahaya. INFORMASI KONSEP MATERI BAGI GURU P Banyak ragam bahan kimia yang ada dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah: pembersih, pemutih, pewangi, pestisida, dan zat aditif makanan. P Pembersih dikenal secara umum sebagai sabun atau deterjen tetapi deterjen mempunyai daya cuci yang lebih kuat dari pada sabun, tetapi terlalu kuat untuk kulit. P Sabun adalah surfaktan (surface active agent) atau campuran surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan lemak (kotoran). Sabun terbuat dari minyak hewani atau minyak 61

3 sayur (minyak zaitun, minyak kelapa, dan lain-lain) dan basa alkali, yaitu natrium hidroksida (NaOH) untuk pembuatan sabun padat atau kalium hidroksida (KOH) untuk pembuatan sabun cair. P Bahan dasar pembuat detergen: ABS (Alkyl Benzene Sulfonate), senyawa ini berasal dari olahan minyak bumi. Limbahnya menimbulkan buih tetap di air, karena molekulnya sulit terurai oleh mikro organisme sehingga ini bisa merusak lingkungan. LAS (Lauril Alkyl Sulfonate), senyawa ini juga berasal dari minyak bumi. Hanya dapat terurai dilingkungan yang aerob dengan kadar oksigen yang cukup. CMC (Carboxymethyl Cellulosa), merupakan bahan penghasil busa. Perlu dipahami bahwa makin banyak buih bukan berarti detergen tersebut lebih bagus karena buih tidak banyak berpengaruh terhadap daya kerja detergen. Daya pembersih detergen terletak pada kemampuannya mengemulsikan lemak ke air. P Pemutih, selain berfungsi untuk memutihkan benda juga digunakan untuk desinfektan (membasmi kuman). P Bahan aktif pemutih adalah hipoklorit. Misal pada bahan pemutih berupa serbuk mengandung kalsium hipoklorit Ca(ClO) 2 yang biasa dikenal dalam masyarakat dengan nama kaporit, sedangkan dalam larutan pemutih mengandung natrium hipoklorit (NaClO). P Pewangi berguna sebagai pengharum ruangan, pengharum badan, pengharum pakaian. P Bahan pewangi bisa diperoleh secara alami/ diekstrak dari bahan alam (aroma mawar, melati, apel, dan lain-lain) sehingga disebut bahan pewangi alami alias essential oil. Pewangi juga bisa diperoleh secara buatan/ sintetis bahan kimia (indol, etil miristat, alilkaproat, anisaldehida) sehingga disebut bahan pewangi kimia alias fragrance oil P Pada pewangi biasanya ditambahkan zatzat lain yang berfungsi sebagai propelan, sayangnya zat-zat tersebut ada yang dapat mencemari lingkungan. Propelan tertentu jika lepas ke udara kemudian masuk ke atmosfer bagian atas akan merusak lapisan ozon. P Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membunuh hama, baik berupa serangga, tumbuhan pengganngu, hama, jamur maupun bakteri. P Pestisida digolongkan kedalam: Insektisida, membasmi serangga Herbisida, mencegah atau mematikan gulma/tumbuhan pengganggu Nematisida, memberantas hama cacing Fungisida, memberantas jamur/fungi Rodentisida, memberantas binatang pengerat seperti tikus Bakterisida, memberantas bakteri atau virus P Bahan kimia dalam pestisida: Golongan organoklor, senyawa organik yang mengandung klorin pada umumnya bersifat racun. Contoh: DDT, aldrin, dieldrin, endosulfan, dikofol, folpet, lindan, dan klordan. Golongan organofosfat, senyawa organik yang mengandung gugus fosfat, bersifat racun, mudah terdegradasi, lebih cepat hilang keaktifannya. Contoh: malation, diazinion, fention, metilparation, dan etilparation. Golonghan karbamat, senyawa organik yang mengandung turunan asam ditiokarbomin/ditiokarbamat. Contoh: karbaril, karbotorum, propoksur, dan BPMC. P Zat aditif makanan (food additive) adalah bahan-bahan yang ditambahkan kedalam makanan untuk memperbaiki warna, bentuk, cita rasa, tekstur atau memperpanjang masa simpan. 62 6

4 P Jenis-jenis zat aditif antara lain pewarna, penyedap rasa, penambah aroma, pemanis, pengawet, pengemulsi dan pemutih. Zat aditif pada makanan ada yang berasal dari alam dan ada yang buatan (sintetis). Langkah-langkah Pembelajaran Langkah 1: Awali pembelajaran dengan brainstorming tentang berbagai bahan kimia rumah tangga. Ajukan pertanyaan: Apa yang membedakan bahan pewangi ruangan dengan bahan pewangi badan? Langkah 2: Arahkan tiap siswa untuk mengamati semua kemasan bahan kimia yang tersedia, berdiskusi dalam kelompok dan mengisi tabel pengamatan. Setiap kelompok harus memiliki bahan rujukan (semua bahan rujukan harus tersedia minimal satu buah untuk satu kelompok). Bila memungkinkan alangkah baiknya siswa bisa mengakses internet untuk mencari zat penyusun bahan kimia melalui MSDS. Langkah : Selama para siswa melakukan kegiatan, guru berkeliling untuk memeriksa pekerjaan siswa dan memberikan arahan bila diperlukan serta memberikan penilaian proses. Ingatkan pada siswa untuk selalu mengacu pada informasi yang terdapat pada kemasan zat dan bahan rujukan. Langkah 4: Setelah waktu untuk pengisian tabel pengamatan habis, mintalah siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pada bagian diskusi Langkah 5: Setelah selesai siswa berdiskusi dalam kelompoknya, mintalah setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya. Langkah 6: Guru mereviu hasil pekerjaan siswa dan bersama-sama dengan siswa menyimpulkan konsep tentang sifat bahaya bahan kimia rumah tangga. Langkah 7: Periksalah hasil pekerjaan siswa dan catatan diskusi siswa untuk mengecek pemahaman siswa dan memperoleh nilai formatif. Langkah 8: Jenis penilaian pada kegiatan terdiri dari: Penilaian kognitif yang diperoleh dari hasil tes. Penilaian kinerja yang diperoleh dari kinerja siswa selama kegiatan berlangsung. Penilaian sikap yang diperoleh melalui pengamatan selama pembelajaran. Untuk penilian kinerja dan sikap sebaiknya guru menyusun rubrik penilaiannya. Tindak Lanjut Siswa diminta untuk mendata bahan kimia rumah tangga yang dipakai di rumahnya masing-masing. Durasi Pembelajaran: 2 jam pelajaran (2 x 40 menit)

5 Kegiatan.2 Identifikasi bahaya bahan kimia rumah tangga Bagian PERTANYAAN PENGHUBUNG Apa efek samping dari penggunaan bahan kimia rumah tangga? Bagaimana cara mengidentifikasi bahaya bahan kimia rumah tangga? Jenis Kegiatan: Praktek Inkuiri, Diskusi Kelompok, Pencatatan. Tahap Inkuiri: Explore, Explain Tujuan Pembelajaran: Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu: Mengidentifikasi bahaya produk rumah tangga yang tertera pada label produk. Menjelaskan sifat bahaya bahan kimia rumah tangga. Menjelaskan cara mengurangi resiko terkena efek samping bahan kimia rumah tangga. Sebelum Pembelajaran Dimulai APA YANG AKAN DIKERJAKAN OLEH SISWA? Para siswa akan mencari sendiri informasi mengenai bahaya bahan kimia rumah tangga melalui data yang tercantum pada label produk bahan kimia tersebut. Literatur sumber informasi yang memadai harus disediakan minimal satu unit per kelompok. Kata-kata kunci: Sifat bahaya, jalur masuk ke dalam tubuh, kata sinyal, simbol, piktogram Daftar Alat dan Bahan: Setiap KELOMPOK akan memerlukan: Berbagai jenis kemasan produk bahan kimia rumah tangga (bahan yang digunakan pada Kegiatan.2 ini masih menggunakan bahan yang sama dengan yang dipakai pada Kegiatan.1). Lembar Kegiatan Bahan Bacaan: Apa yang Membuat Sebuah Produk Kimia itu Berbahaya? Buku atau lembaran informasi mengenai bahan kimia rumah tangga. Internet jika memungkinkan. Setiap SISWA akan memerlukan: Pulpen atau pensil. Buku catatan. HAL-HAL UNTUK DIPERTIMBANGKAN DAN KUNCI KESUKSESAN PEMBELAJARAN: Siswa sudah memahami konsep bahan kimia rumah tangga serta zat penyusunnya. Siswa sudah paham cara membaca informasi pada label produk bahan kimia. Guru harus menyediakan (dan sudah membaca sebelumnya) berbagai kemasan produk bahan kimia rumah tangga. Semua siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan. Diskusi harus dipandu, dikonfirmasi dengan baik dan dirangkum menjadi konsep yang benar oleh guru, karena itu akan menjadi dasar pemahaman siswa terhadap konsep bahan kimia rumah tangga beserta efek sampingnya. Semua siswa harus mempunyai catatan pribadi tentang hasil diskusi kelas (dapat 66 67

6 digunakan sebagai bahan bagi guru untuk mengecek pemahamannya). Pastikan bahwa semua bahan percobaan aman bagi siswa. Pastikan bahwa siswa tidak membuka bahan-bahan yang berbahaya. INFORMASI KONSEP MATERI BAGI GURU P Bahan berbahaya adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung, yang mempunyai sifat racun, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi. P Dalam panduan Sistem Harmonisasi Global/Globally Harmonized System (GHS) yang dikeluarkan oleh Inter Organization Programme for The Management Chemicals (IOMC) bahwa klasifikasi bahaya dari bahan kimia meliputi: bahaya terhadap kesehatan dan/atau lingkungan dan bahaya fisik. P Bahaya terhadap kesehatan dan/atau lingkungan meliputi: toksisitas akut, iritasi/ korosi pada kulit, kerusakan yang serius pada mata, sensitisasi kulit atau saluran pernafasan, mutagenik, karsinogenik, toksisitas pada reproduksi, keracunana sistemik pada organ sasaran, dan berbahaya terhadap lingkungan perairan. Sementara bahaya fisik meliputi: mudah meledak, mudah menyala, oksidator, dapat bereaksi sendiri, pyrophoric, dapat menimbulkan panas sendiri, peroksida organik, korosif terhadap logam, gas bertekanan, dan terbentuk gas mudah menyala jika bereaksi dengan air. P Limbah deterjen dan sabun menimbulkan buih tetap di air, karena molekulnya sulit terurai oleh mikro organisme sehingga ini bisa merusak lingkungan. P Efek negatif pemutih adalah senyawa aktif hipoklorit dengan kadar tinggi dapat merusak pakaian. Hipoklorit juga tidak baik bagi bahan polyester karena akan lebih memberi kesan kuning daripada memutihkan. Sementara itu mencampur pemutih dengan pembersih kloset yang mengandung asam klorida (HCl) dapat menghasilkan gas klorin Cl 2 (gas racun), yang sangat berbahaya karena dapat merusak saluran pernapasan. Jika kadarnya tinggi bahkan dapat mematikan. Mencampur pemutih dengan ammonia juga menghasilkan gas racun kloramin (NH 2 Cl) dan hidrazin (N 2 H 4 ). P Pada pewangi biasanya ditambahkan zatzat lain yang berfungsi sebagai propelan, sayangnya zat-zat tersebut ada yang dapat mencemari lingkungan. Propelan tertentu jika lepas ke udara kemudian masuk ke atmosfer bagian atas akan merusak lapisan ozon. P Bila pestisida digunakan secara berlebihan akan menyebabkan pencemaran lingkungan, baik pencemaran air maupun tanah dimana keduanya berbahaya bagi kesehatan manusia dan dapat membunuh makhlukmakhluk kecil atau mikroorganisme yang ada di tanah dan di air. P Penggunaan bahan aditif makanan yang melebihi ambang batas dapat merusak bahan makanan itu sendiri dan bisa menimbulkan penyakit terutama aditif buatan atau sintetis. Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker, kerusakan ginjal, dan lain-lain

7 Langkah-langkah Pembelajaran Langkah 1: Awali pembelajaran dengan brainstorming tentang berbagai bahan kimia rumah tangga sebagai apersepsi. Kemudian untuk masuk ke materi ajukan pertanyaan: Informasi apa sajakah yang tercantum dalam label produk bahan kimia rumah tangga? Langkah 6 Guru mereviu hasil pekerjaan siswa dan bersama-sama dengan siswa menyimpulkan konsep tentang sifat bahaya bahan kimia rumah tangga. Langkah 7 Periksalah hasil pekerjaan siswa dan catatan diskusi siswa untuk mengecek pemahaman siswa dan memperoleh nilai formatif. Langkah 2: Arahkan setiap siswa untuk mengamati semua kemasan bahan kimia yang tersedia, berdiskusi dalam kelompok dan mengisi tabel pengamatan. Setiap kelompok harus memiliki bahan rujukan (semua bahan rujukan harus tersedia minimal satu buah untuk satu kelompok). Alangkah baiknya siswa bisa mengakses internet. Waktu pengamatan diberikan selama 0 menit. Langkah : Selama para siswa melakukan kegiatan, guru berkeliling untuk memeriksa pekerjaan siswa dan memberikan arahan bila diperlukan serta memberikan penilaian proses. Ingatkan pada mereka untuk selalu mengacu pada informasi yang terdapat pada etiket kemasan zat dan bahan rujukan. Langkah 4: Setelah waktu untuk pengisian tabel habis, mintalah siswa untuk menjawab pertanyaanpertanyaan pada bagian diskusi. Waktu untuk diskusi selama 20 menit Langkah 8: Jenis penilaian pada kegiatan terdiri dari: Penilaian kognitif yang diperoleh dari hasil tes. Penilaian kinerja yang diperoleh dari kinerja siswa selama kegiatan berlangsung. Penilaian sikap yang diperoleh melalui pengamatan selama pembelajaran. Untuk penilaian kinerja dan sikap sebaiknya guru menyusun rubrik penilaiannya. Tindak Lanjut Siswa diminta untuk mendata sifat bahaya bahan kimia rumah tangga yang dipakai di rumahnya masing-masing. Durasi Pembelajaran: 2 jam pelajaran (2 x 40 menit). Langkah 5 Setelah selesai siswa berdiskusi dalam kelompoknya, mintalah setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya

8 Kegiatan. Apakah bahan pembersih itu aman? Bagian PERTANYAAN PENGHUBUNG Amankah produk bahan kimia rumah tangga yang kita gunakan sehari-hari? Bagaimanakah cara produsen menginformasikan bahwa produknya berbahaya atau tidak? Adakah bahan alternatif yang lebih aman dan murah? Jenis Kegiatan: Praktek Inkuiri, Diskusi Kelompok, Pencatatan. Selanjutnya siswa akan mengeksplorasi keuntungan dan kerugian dari penggunaan bahan pembersih alami yang mengandung bahan-bahan yang lebih aman sebagai bahan alternatif dari bahan pembersih yang tersedia secara komersial. Keuntungan dan kerugian ini ditinjau dari segi efektivitas, biaya, dan kegunaan pembersih alami tersebut. Literatur sumber informasi yang memadai harus disediakan untuk setiap kelompok baik berupa bahan bacaan, buku maupun internet jika memungkinkan. Tahap Inkuiri: Explore, Explain, Elaborate Kata-kata kunci: Pembersih, sifat bahaya, bahan alternatif. Tujuan Pembelajaran: Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu: Mengidentifikasi sifat bahaya produk pembersih melalui label pada kemasan produk bahan pembersih tersebut. Mengeksplorasi keuntungan dan kerugian penggunaan produk pembersih alami yang mengandung bahan-bahan yang lebih aman sebagai alternatif dari pembersih rumah tangga yang tersedia secara komersial. Membandingkan efektivitas, biaya, dan kemudahan pembersih alami dengan produk pembersih komersial. Sebelum Pembelajaran Dimulai APA YANG AKAN DIKERJAKAN OLEH SISWA? Dalam kegiatan ini siswa akan mengidentifikasi sifat bahaya produk pembersih melalui label pada kemasan produk bahan pembersih tersebut Daftar Alat dan Bahan: KELAS akan memerlukan: Contoh bahan alternatif yang mungkin lebih aman (seperti soda kue, cuka atau larutan lemon) Satu buah busa penggosok Tisu kertas atau kain untuk setiap produk pembersih. Dua piring kotor yang kering (untuk demonstrasi pembersih). Gelas atau kaca jendela yang kotor karena sidik jari (untuk demonstrasi pembersih). Setiap KELOMPOK akan memerlukan: Sebuah produk pembersih dengan label yang terbaca seperti pembersih piring, pembersih kaca jendela, atau pembersih lainnya (satu produk per sepasang siswa). Bahan bacaan 72 7

9 Setiap SISWA akan memerlukan: Bahan Bacaan Resep Produk Rumah Tangga yang Lebih Aman. Pulpen atau pensil. Buku catatan. HAL-HAL UNTUK DIPERTIMBANGKAN DAN KUNCI KESUKSESAN PEMBELAJARAN: Siswa paham cara membaca informasi pada label bahan pembersih. Guru harus menyediakan kemasan produk bahan pembersih (satu produk per sepasang siswa). Guru harus menyediakan (dan sudah membaca sebelumnya) bahan rujukan mengenai berbagai bahan alternatif pembersih yang lebih aman dan murah. Semua siswa terlibat secara aktif dalam semua kegiatan. Diskusi harus dipandu, dikonfirmasi dengan baik dan dirangkum menjadi konsep yang benar oleh guru, karena itu akan menjadi dasar pemahaman siswa terhadap konsep bahan pembersih beserta kelebihan dan kekurangannya. Semua siswa harus mempunyai catatan pribadi tentang hasil diskusi kelas (dapat digunakan sebagai bahan bagi guru untuk mengecek pemahamannya) INFORMASI KONSEP MATERI BAGI GURU Banyak jenis pembersih yang tersedia secara komersial, namun sayangnya bahan-bahan pembersih tersebut mempunyai efek negatif bagi kesehatan maupun lingkungan. Siswa harus diajarkan dan diajak untuk menggunakan bahan pembersih alternatif yang berasal dari bahan alami yang lebih aman. Bahan alami yang berfungsi sebagai pembersih diantarnya: P Campuran jus jeruk atau cuka dengan air yang berguna untuk membersihkan kaca. P Soda kue dan cuka berguna untuk membersihkan saluran air. P Campuran air panas, cuka putih, dan soda berguna untuk membersihkan segala macam perabotan. Langkah-langkah Pembelajaran Langkah 1: Awali pembelajaran dengan brainstorming tentang berbagai bahan kimia rumah tangga sebagai apersepsi. Kemudian untuk masuk ke materi, ajukan pertanyaan: Apa saja bahan alami yang bisa dijadikan sebagai bahan pembersih alternatif yang lebih aman dan murah? Langkah 2: Arahkan tiap siswa untuk mengamati berbagai bahan pembersih alami dan buatan, berdiskusi dalam kelompok dan menjawab pertanyaanpertanyaan pada lembar kegiatan. Setiap kelompok harus memiliki bahan rujukan (semua bahan rujukan harus tersedia minimal satu buah untuk satu kelompok)

10 Langkah : Selama para siswa melakukan kegiatan, guru berkeliling untuk memeriksa pekerjaan siswa dan memberikan arahan bila diperlukan serta memberikan penilaian proses. Ingatkan pada siswa untuk selalu mengacu pada informasi yang terdapat pada kemasan zat dan bahan rujukan. Langkah 4: Setelah waktu untuk pengisian lembar kegiatan Investigasi Bahan Kimia Pembersih habis, mintalah perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya. Sementara itu kelompok lain menanggapi dan menambahkan jika ada kekurangan dari kelompok yang tampil. Langkah 5 Setelah membahas lembar kegiatan Investigasi Bahan Kimia Pembersih selesai, pembelajaran dilanjutkan untuk mendiskusikan lembar kegiatan Perbandingan Produk Pembersih. Langkah 6 Mintalah dua orang siswa untuk mendemonstrasikan pembersihan pigura/ kaca jendela dan piring kotor menggunakan bahan pembersih buatan dan pembersih alternatif. Sementara siswa lain mengamatinya dan mengisi lembar kegiatan Perbandingan Produk Pembersih Langkah 7 Mintalah perwakilan siswa untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya, sementara siswa lain menanggapinya. Langkah 8 Guru mereviu hasil pekerjaan siswa dan bersama-sama siswa menyimpulkan konsep tentang sifat bahaya bahan pembersih dan bahan alami yang lebih aman sebagai alternatif. Langkah 9 Periksalah hasil pekerjaan siswa dan catatan diskusi siswa untuk mengecek pemahaman siswa dan memperoleh nilai formatif. Langkah 10: Jenis penilaian pada kegiatan terdiri dari: Penilaian kognitif yang diperoleh dari hasil tes. Penilaian kinerja yang diperoleh dari kinerja siswa selama kegiatan berlangsung. Penilaian sikap yang diperoleh melalui pengamatan selama pembelajaran. Untuk penilian kinerja dan sikap sebaiknya guru menyusun rubrik penilaiannya. Tindak Lanjut Siswa diminta untuk mencari bahan alternatif lain yang bisa digunakan sebagai bahan pembersih yang lebih aman. Durasi Pembelajaran: 2 jam pelajaran (2 x 40 menit)

11 Kegiatan.4 Apakah pewarna tahu itu alami atau buatan? Bagian PERTANYAAN PENGHUBUNG Hampir semua makanan dan minuman memiliki warna, apakah warna pada makanan itu alami atau buatan? Bagaimana cara membedakan antara pewarna alami dan pewarna buatan? Jenis Kegiatan: Praktek Inkuiri, Diskusi Kelompok, Pencatatan. Tahap Inkuiri: Explore, Explain dan Elaborate Jika akan menggunakan warna lain selain kuning, pastikan bahwa Anda sebagai guru sudah memiliki alat pengujinya (pada uji coba pewarna tahu menggunakan kunyit dan air kapur). Pembelajaran pada Kegiatan.4 ini menggunakan strategi Predict-Observe-Explain (POE). Kata-kata kunci: Zat aditif, bahan pewarna. Tujuan Pembelajaran: Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu: Membuktikan apakah pewarna yang digunakan pada tahu itu bahan kimia buatan atau alami. Menjelaskan cara membedakan bahan pewarna makanan alami dan buatan. Sebelum Pembelajaran Dimulai APA YANG AKAN DIKERJAKAN OLEH SISWA? 52 5 Dalam kegiatan ini siswa akan melakukan percobaan apakah bahan pewarna makanan yang digunakan pada tahu itu alami atau buatan. Jika tahu sulit diperoleh, uji coba pewarna bisa menggunakan makanan atau minuman lain yang menggandung pewarna. Siswa diminta untuk MEMPREDIKSI apakah tahu tersebut menggunakan pewarna alami atau buatan berdasarkan keadaan tahu. PREDICT OBSERVE EXPLAIN Melakukan Eksperimen Siswa melakukan OBSERVASI melalui eksperimen dan mencatat hasil observasinya untuk mengetahui apakah prediksinya benar atau salah. siswa diminta untuk MENJELASKAN hasil observasi berdasarkan hasil eksperimennya. Diagram Predict-Observe-Explain (POE) 78 79

12 Daftar Alat dan Bahan: Setiap KELOMPOK akan memerlukan: 7 buah gelas air mineral 1 buah sendok 1 buah pisau 1 buah pipet tetes 1 buah wadah cat air (palet) Dua jenis tahu 1 buah ½ gelas air kapur 1 siung kunyit Pewarna makanan secukupnya Pewarna kain secukupnya Setiap SISWA akan memerlukan: Pulpen atau pensil. Buku catatan. HAL-HAL UNTUK DIPERTIMBANGKAN DAN KUNCI KESUKSESAN PEMBELAJARAN: Siswa harus paham benar mengenai konsep bahan pewarna makanan dan minuman. Guru harus menyediakan bahan rujukan. Semua siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan. Diskusi harus dipandu, dikonfirmasi dengan baik dan dirangkum menjadi konsep yang benar oleh guru, karena itu akan menjadi dasar pemahaman siswa terhadap konsep bahan pewarna makanan. Semua siswa harus mempunyai catatan pribadi tentang hasil diskusi kelas (dapat digunakan sebagai bahan bagi guru untuk mengecek pemahamannya) INFORMASI KONSEP MATERI BAGI GURU P Penambahan pewarna makanan bertujuan untuk meningkatkan daya tarik terhadap makanan. P Bahan pewarna ini ada yang bersifat alami adapula yang buatan. Pewarna alami aman digunakan karena berasal dari tumbuhan seperti warna kuning dari kunyit, hijau dari daun suji, coklat dari buah cokelat, dan kuning merah dari buah wortel. P Selain contoh di atas, beberapa buah-buahan juga dapat menjadi bahan pewarna alami, misalnya anggur menghasilkan warna ungu, stroberi warna merah, dan tomat warna oranye. P Pewarna alami jumlahnya sangat terbatas, maka orang cenderung membuat bahan pewarna buatan (sintetis), seperti warna merah dari amaranth erythrozim, kuning dari tartrazine, oranye dari sunset yellow, hijau dari fast green, dan biru dari indigocarmine. P Berbagai bahan kimia tambahan yang bersifat sintetis dapat digunakan secara aman apabila jumlah penggunaannya di bawah nilai rata-rata maksimum penggunaan. Langkah-langkah Pembelajaran Langkah 1: Awali pembelajaran dengan brainstorming tentang berbagai bahan aditif sebagai apersepsi. Kemudian untuk masuk ke materi, ajukan pertanyaan: Apakah pewarna pada tahu itu alami atau buatan? Bagaimana cara mengetahui bahwa pewarna pada makanan itu alami atau buatan? 80 81

13 Langkah 2: Adakan tanya jawab tentang berbagai macam zat pewarna makanan. Kemudian diakhir tanya jawab arahkan pembahasan pada tahu. Langkah : Sebelum melakukan eksperimen, ajukan pertanyaan: Coba prediksi apakah pewarna pada tahu itu alami atau buatan? Siswa diminta untuk menuliskan prediksinya yang disertai dengan alasannya. Kemudian siswa diminta untuk menjelaskan prediksinya. (10 menit) Langkah 4: Siswa diminta untuk merancang percobaan dan menuliskan langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan dalam percobaannya tersebut berdasarkan alat-alat yang sudah disediakan. Langkah 5 Para siswa melakukan eksperimen untuk menguji apakah pewarna pada tahu itu alami atau buatan sekaligus untuk menguji prediksinya. Langkah 6 Selama para siswa melakukan eksperimen, guru berkeliling untuk memeriksa pekerjaan siswa dan memberikan arahan bila diperlukan serta memberikan penilaian proses Setelah waktu yang disepakati habis, mintalah siswa untuk mempersentasikan hasil pengamatannya. Langkah 8 Guru mereviu hasil pekerjaan siswa dan bersama-sama siswa menyimpulkan konsep tentang bahan pewarna makanan pada tahu. Langkah 9 Periksalah hasil pekerjaan siswa dan catatan diskusi siswa untuk mengecek pemahaman siswa. Langkah 10: Jenis penilaian pada kegiatan terdiri dari: Penilaian kognitif yang diperoleh dari hasil tes. Penilaian kinerja yang diperoleh dari kinerja siswa selama kegiatan berlangsung. Penilaian sikap yang diperoleh melalui pengamatan selama pembelajaran. Untuk penilian kinerja dan sikap sebaiknya guru menyusun rubrik penilaiannya. Tindak Lanjut Siswa diminta untuk mencari informasi dari internet atau buku tentang bahaya pewarna bagi kesehatan. Langkah 7 Durasi Pembelajaran: 2 jam pelajaran (2 x 40 menit). 82 8

14 Kegiatan.5 Pengaruh deterjen terhadap pertumbuhan kacang hijau Bagian PERTANYAAN PENGHUBUNG Masalah Penelitian: Apa efek negatif penggunaan air limbah deterjen terhadap pertumbuhan kacang hijau? Jenis Kegiatan: Praktek Inkuiri, Diskusi Kelompok, Pencatatan. Tahap Inkuiri: Explain, Elaborate, Evaluate Tujuan Pembelajaran: Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu: Menjelaskan pengaruh limbah deterjen terhadap pertumbuhan kacang hijau. Menjelaskan cara mengurangi pengaruh limbah deterjen terhadap lingkungan. Sebelum Pembelajaran Dimulai APA YANG AKAN DIKERJAKAN OLEH SISWA? Para siswa akan mencari sendiri informasi sekaligus melaksanakan penelitian sederhana tentang efek negatif limbah deterjen terhadap lingkungan dan makhluk hidup. Penelitian diarahkan pada pengaruh limbah deterjen terhadap pertumbuhan kacang hijau. Kegiatan siswa dilaksanakan antara sampai 6 hari dan setiap kelompok diminta membuat laporan sederhana hasil penelitiannya. Daftar Alat dan Bahan: Setiap KELOMPOK akan memerlukan: Larutan deterjen 0,01 % dan 0,1 % masingmasing setengah gelas Larutan deterjen 0,01 % adalah campuran 1 gram deterjen dengan 100 ml air bersih, dan larutan deterjen 0,1% adalah campuran 10 gram deterjen dengan 100 ml air bersih Biji kacang hijau, ± 15 butir. Air bersih (air sumur atau ledeng) secukupnya. Gelas air mineral bekas, buah. Kapas secukupnya. Timbangan 1 buah. Mistar 1 buah. Sendok makan 1 buah. Setiap SISWA akan memerlukan: Lembar Tabel Pengamatan Pulpen atau pensil. Buku catatan. HAL-HAL UNTUK DIPERTIMBANGKAN DAN KUNCI KESUKSESAN PEMBELAJARAN: Siswa sudah memahami konsep penelitian. Siswa harus sudah bisa menggunakan timbangan. Diskusi hasil penelitian harus dipandu, dikonfirmasi dengan baik dan dirangkum menjadi konsep yang benar oleh guru, karena itu akan menjadi dasar pemahaman siswa terhadap konsep pengaruh limbah deterjen terhadap pertumbuhan kacang hijau. Semua siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan. Semua siswa harus mempunyai catatan pribadi tentang hasil diskusi kelas (dapat digunakan sebagai bahan bagi guru untuk mengecek pemahamannya)

15 INFORMASI KONSEP MATERI BAGI GURU P Limbah deterjen dan sabun menimbulkan buih tetap di air, karena molekulnya sulit terurai oleh mikro organisme sehingga ini bisa merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan makhluk air. P Keberadaan deterjen dalam suatu badan air dapat merusak insang dan organ pernafasan ikan. Sementara itu busa-busa dari deterjen yang ada di permukaan air diduga menyebabkan menurunnya oksigen terlarut dalam air karena hubungan dengan udara bebas tertutup. Dengan demikian organisme dalam badan air akan mati bukan karena keracunan, namun karena kombinasi kerusakan organ pernafasan dan kekurangan oksigen. Selain merusak insang dan organ pernafasan, ternyata keberadaan pencemar deterjen juga mengganggu kebiasaan makanan ikan yang pada gilirannya mengganggu pertumbuhan dan perkembang biakannya. Menurut para ahli walaupun ada ikan-ikan yang mampu hidup dalam badan air yang mengandung deterjen berkonsentrasi tinggi, namun pada umumnya ikan yang hidup dalam badan air yang tercemar deterjen dengan konsentrasi 5 ppm akan mati dalam waktu 5 sampai 100 jam P Selain mencemari air, limbah deterjen yang masuk ke dalam tanah akan menyebabkan pencemaran yang menurunkan kualitas kesuburan tanah sehingga akan mengganggu kelangsungan hidup tanaman dan hewan yang hidup di dalamnya. Di dalam deterjen terkandung bahan kimia berbahaya dan mudah menguap yang berbahaya bagi beberapa tanaman. Tinggi konsentrasi deterjen mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan jika digunakan untuk penyiraman secara terus-menerus, akan mengakibatkan tumbuhan mati. Langkah-langkah Pembelajaran Langkah 1: Awali pembelajaran dengan memperkenalkan langkah-langkah penelitian. Kemudian dilanjutkan dengan macam-macam variabel penelitian. Langkah 2: Siswa diberi tugas untuk melaksanakan penelitian, tugas ini sebaiknya dilaksanakan diluar jam belajar dengan rentang waktu seminggu. Setiap kelompok harus membuat laporan penelitian

16 Langkah : Siswa diberi sedikit gambaran tentang bagaimana melakukan percobaan. Percobaan yang diharapkan adalah siswa akan melakukan perbandingan pertumbuhan kecambah yang disiram dengan air bersih dan yang disiram dengan larutan deterjen yang berbeda konsentrasi. Langkah 4: Pada pertemuan berikutnya, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil penelitiannya disertai dengan laporan penelitian dan tanaman kacang hijau yang ditanam siswa. Langkah 5: Guru mereviu hasil pekerjaan siswa dan bersama-sama siswa menyimpulkan konsep tentang pengaruh sabun dan deterjen terhadap ikan. Langkah 6: Periksalah laporan penelitian siswa untuk mengecek pemahaman siswa. Langkah 7: Jenis penilaian pada kegiatan terdiri dari: Penilaian kognitif yang diperoleh dari hasil tes. Penilaian projek berupa laporan penelitian. Penilaian sikap yang diperoleh melalui pengamatan selama pembelajaran. Durasi Penelitian: Satu minggu. 58 Daftar Pustaka Anonim Connecting Activity #2 Are Household Chemicals Safe?. Missouri Botanical Garden Chang, R., General Chemistry The Essential Concepts, New York: McGraw Hill Higher Education. Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Pemanfaatan Zat Aditif Secara Tepat. Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM). Lampung. Hlm 12. Hydroville Curriculum Project, Reading Household Product Label. Oregon State University. Fuentes, M. À. & Hernández, E. (2010). Chemistry in Everyday Life, Universitat Autònoma de Barcelona. Online. Available: EverydayLifeSB.pdf. [April 2, 201]. Kauchak, D. P. & Eggen, P. D. (2007). Learning and Teaching, Research-Based Methods. Boston: Pearson Education, Inc. Kauffman, G. B., Fortineau, A. D. (2004). Chemistry Perfumes Your Daily Life. Journal of Chemical Education. Vol. 81, 1, pp [Online], Avaliable: Chemistry_Perfumes_Your_Daily_Life_2004.pdf. [April 2, 201]. Kelsey, K. & Steel, A. (2001). The Truth about Science, A Curriculum for Developing Young Scientists. Virginia: National Science Teachers Association. Luthfi, A., Zat Aditif pada Makanan. National Research Council. (1996). National Science Education Standars. Washington: National Academy Press. National Research Council. (2000). Inquiry and the National Science Education Standards, a Guide for Teaching and Learning. Washington: National Academy Press. Peck, M.J & Schultz, M.J. (1969). Teaching Ideas that Make Learning Fun. New York: Parker Publlishing Company. Pellegrino, J.W., Chudowsky, N., Blaser, R. (2001). Knowing What Students Know, The Science and Design of Educational Assessment. Washington: National Academy Press. Peraturan Menteri Kesehatan No. 472 Tahun 1996 Tentang: Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 44/M-Dag/Per/9/2009 Tentang Pengadaan, Distribusi Dan Pengawasan Bahan Berbahaya. Ravichandran, S. (2010). Green Chemistry- A Potential Tool for Chemical Synthesis. International Journal of Chem Tech Research. Vol.2, No. 4. Pp [Online], Saeful Karim Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas VII. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta Soeroso AY., Anna Permanasari & Kardiawarman. (2002). Ensiklopedi Sains & Kehidupan, Departemen Pendidikan Nasional. Winarsih, A., Nugroho, A., Sulistyoso, HP Ilmu Pengetahuan Alam IPA Terpadu VII. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. UNESCO. (1958). 700 Science Experiments for Everyone. New York: Doubleday. UNESCO. (2011). Chemistry and Life. UNESCO CURIER. Online. Available: images/0019/001906/190645e.pdf. [April 2, 201]. Yandri A. S Zat Aditif. Makalah Seminar Kimia Expo X Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung. Lampung. Hlm. Yudhi Soetrisno Garno Daya Tahan Beberapa Organisme Air Pada Pencemar Limbah Deterjen. Direktorat Teknologi Lingkungan. Hlm

17

18

19

Kegiatan 3.1. Terdiri dari. Kegiatan 3.5

Kegiatan 3.1. Terdiri dari. Kegiatan 3.5 Bagian APA MANFAAT DAN EFEK SAMPING DARI PRODUK BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA? Bagian Terdiri dari Setelah mempelajari dan memahami konsep bahan kimia sehari-hari, kini saatnya mempelajari zat-zat apa sajakah

Lebih terperinci

Asam Basa dan Garam. Asam Basa dan Garam

Asam Basa dan Garam. Asam Basa dan Garam Asam Basa dan Garam Asam Basa dan Garam A Sifat Asam, Basa, dan Garam 1. Sifat asam Buah-buahan yang masih muda pada umumnya berasa masam. Sebenarnya rasa masam dalam buah-buahan tersebut disebabkan karena

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. STANDAR KOMPETENSI Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan MATA PELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. STANDAR KOMPETENSI Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan MATA PELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan MATA PELAJARAN KOMPETENSI DASAR Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam ILMU

Lebih terperinci

LKS 01 MENGIDENTIFIKASI ZAT ADITIF DALAM MAKANAN

LKS 01 MENGIDENTIFIKASI ZAT ADITIF DALAM MAKANAN LKS 01 MENGIDENTIFIKASI ZAT ADITIF DALAM MAKANAN A. Kompetensi Dasar: 3.7 Mendeskripsikan zat aditif (alami dan buatan) dalam makanan dan minuman (segar dan dalam kemasan), dan zat adiktif-psikotropika

Lebih terperinci

BAB VI REAKSI KIMIA. Reaksi Kimia. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas IX 67

BAB VI REAKSI KIMIA. Reaksi Kimia. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas IX 67 BAB VI REAKSI KIMIA Pada bab ini akan dipelajari tentang: 1. Ciri-ciri reaksi kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi kimia. 2. Pengelompokan materi kimia berdasarkan sifat keasamannya.

Lebih terperinci

LEMBAR TUGAS SISWA IPA TERPADU KELAS 8 SEMESTER 1 (UNTUK KELAS 8C / 8D / 8F / 8G) Nama Kelas Hari/Tanggal

LEMBAR TUGAS SISWA IPA TERPADU KELAS 8 SEMESTER 1 (UNTUK KELAS 8C / 8D / 8F / 8G) Nama Kelas Hari/Tanggal LEMBAR TUGAS SISWA IPA TERPADU KELAS 8 SEMESTER 1 (UNTUK KELAS 8C / 8D / 8F / 8G) Nama Kelas Hari/Tanggal......... Paraf Guru N i l a i MATERI BAHAN KIMIA DALAM RUMAH TANGGA A. RANGKUMAN Sebagaimana kita

Lebih terperinci

Ensiklopedi: 27 dan 342. Asam, basa dan garam. dikelompokkan berdasarkan. Alat ukur

Ensiklopedi: 27 dan 342. Asam, basa dan garam. dikelompokkan berdasarkan. Alat ukur BAB 2 ASAM, BASA DAN GARAM Ensiklopedi: 27 dan 342 Kompetensi Dasar: Mengelompokkan sifat larutan asam, larutan basa, dan larutan garam melalui alat dan indikator yang tepat. Melakukan percobaan sederhana

Lebih terperinci

BAB XI BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN

BAB XI BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN BAB XI BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN Gambar 11.1: Contoh bahan kimia dalam kehidupan Tahukah kalian, bahwa dirumah kalian banyak bahan kimia? 1. Jika tahu, bahan-bahan apakah yang ada di di rumah yang termasuk

Lebih terperinci

BAHAN KIMIA DI RUMAH TANGGA

BAHAN KIMIA DI RUMAH TANGGA BAHAN KIMIA DI RUMAH TANGGA 1. Bahan Kimia di Rumah Tangga Adakah bahan kimia yang terdapat di dalam rumah kita? Makanan, minuman, sabun, detergen, pembersih lantai, parfum, pemutih, obat-obatan, dan pembasmi

Lebih terperinci

ASAM, BASA, DAN GARAM

ASAM, BASA, DAN GARAM ASAM, BASA, DAN GARAM Standar Kompetensi : Memahami klasifikasi zat Kompetensi Dasar : Mengelompokkan sifat larutan asam, larutan basa, dan larutan garam melalui alat dan indikator yang tepat A. Sifat

Lebih terperinci

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar POLUSI Standart Kompetensi : Memahami polusi dan dampaknya pada manusia dan lingkungan Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja 3. Polusi Tanah Polusi tanah banyak diakibatkan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I. Standar Kompetensi 1. Memahami sifat-sifat larutan asam basa, metode pengukuran, dan terapannya

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I. Standar Kompetensi 1. Memahami sifat-sifat larutan asam basa, metode pengukuran, dan terapannya Lampiran 2 63 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I Mata Pelajaran Kelas/Semester Sub Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan ke : Kimia : XI IPA 4/ 2 (dua) : Teori Asam Basa Arrhenius : 2 x 45 menit : I Standar

Lebih terperinci

ASAM, BASA DAN GARAM

ASAM, BASA DAN GARAM ASAM, BASA DAN GARAM Larutan terdiri dari zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent). Dalam suatu larutan, jumlah pelarut lebih banyak dibandingkan jumlah zat terlarut. Penggolongan larutan dapat juga

Lebih terperinci

tujuh1asam - - ASAM BASA GARAM - - Asam Basa Garam 7202 Kimia Les Privat dirumah bimbelaqila.com - Download Format Word di belajar.bimbelaqila.

tujuh1asam - - ASAM BASA GARAM - - Asam Basa Garam 7202 Kimia Les Privat dirumah bimbelaqila.com - Download Format Word di belajar.bimbelaqila. - - ASAM BASA GARAM - - Modul ini singkron dengan Aplikasi Android, Download melalui Play Store di HP Kamu, ketik di pencarian tujuh1asam Jika Kamu kesulitan, Tanyakan ke tentor bagaimana cara downloadnya.

Lebih terperinci

b. Mengubah Warna Indikator Selain rasa asam yang kecut, sifat asam yang lain dapat mengubah warna beberapa zat alami ataupun buatan.

b. Mengubah Warna Indikator Selain rasa asam yang kecut, sifat asam yang lain dapat mengubah warna beberapa zat alami ataupun buatan. ASAM DAN BASA A. Asam Apa yang kamu ketahui tentang asam? Asam berkaitan dengan salah satu tanggapan indra pengecap kita terhadap suatu rasa masam. Kata asam berasal dari bahasa Latin, yaitu acidus yang

Lebih terperinci

Bab VIII Reaksi Penetralan dan Titrasi Asam-Basa

Bab VIII Reaksi Penetralan dan Titrasi Asam-Basa Bab VIII Reaksi Penetralan dan Titrasi Asam-Basa Sumber: James Mapple, Chemistry an Enquiry-Based Approach Pengukuran ph selama titrasi akan lebih akurat dengan menggunakan alat ph-meter. TUJUAN PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

Kepada Yth. MENTERI PERTANIAN u.p.direktorat JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN Jl. HARSONO R.M. No. 3 JAKARTA

Kepada Yth. MENTERI PERTANIAN u.p.direktorat JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN Jl. HARSONO R.M. No. 3 JAKARTA LAMPIRAN X PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 24/Permentan/SR.140/4/2011 TANGGAL : 8 April 2011 FORMULIR PERMOHONAN PENDAFTARAN BAHAN TEKNIS PESTISIDA Kepada Yth. MENTERI PERTANIAN u.p.direktorat JENDERAL

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai

TINJAUAN PUSTAKA. manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai TINJAUAN PUSTAKA Pencemaran Pencemaran lingkungan adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain kedalam lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Kimia

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Kimia Nama : UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Kimia Kelas : 7 Waktu : 09.30-11.00 No.Induk : Hari/Tanggal : Jumat, 05 Desember 2014 Petunjuk Umum: Nilai : 1. Isikan

Lebih terperinci

LIMBAH. Pengertian Baku Mutu Lingkungan Contoh Baku Mutu Pengelompokkan Limbah Berdasarkan: 1. Jenis Senyawa 2. Wujud 3. Sumber 4.

LIMBAH. Pengertian Baku Mutu Lingkungan Contoh Baku Mutu Pengelompokkan Limbah Berdasarkan: 1. Jenis Senyawa 2. Wujud 3. Sumber 4. LIMBAH Pengertian Baku Mutu Lingkungan Contoh Baku Mutu Pengelompokkan Limbah Berdasarkan: 1. Jenis Senyawa 2. Wujud 3. Sumber 4.B3 PENGERTIAN Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18/1999 Jo.PP 85/1999

Lebih terperinci

TINJAUAN TEORITIS SECARA KIMIAWI PADA MEDIA PEMBELAJARAN SAINS UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

TINJAUAN TEORITIS SECARA KIMIAWI PADA MEDIA PEMBELAJARAN SAINS UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PENGABDIAN PADA MASYARAKAT TINJAUAN TEORITIS SECARA KIMIAWI PADA MEDIA PEMBELAJARAN SAINS UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 19 SEPTEMBER 2015 PADA PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

PT. Kao Indonesia Chemicals

PT. Kao Indonesia Chemicals PT. Kao Indonesia Chemicals RANGKUMAN KESELAMATAN STRATEGI PRODUK GLOBAL EMAL 10P HD Dokumen ini adalah rangkuman komprehensif yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada publik secara umum tentang

Lebih terperinci

BAB VI BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN. Bahan Kimia dalam Kehidupan. Buku Pelajaran Sains SMP Kelas VII 82

BAB VI BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN. Bahan Kimia dalam Kehidupan. Buku Pelajaran Sains SMP Kelas VII 82 BAB VI BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN Bahan kimia apa yang ada dalam kehidupan kita? Bahan kimia apa yang sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan? Tahukan kamu tentang apa dan bagaimana wujud

Lebih terperinci

Terdiri dari BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA SIFAT BAHAN KIMIA SEHARI-HARI DENGAN STRUKTUR PARTIKEL PENYUSUNNYA? Kegiatan 2.1. Bagian.

Terdiri dari BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA SIFAT BAHAN KIMIA SEHARI-HARI DENGAN STRUKTUR PARTIKEL PENYUSUNNYA? Kegiatan 2.1. Bagian. Bagian BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA SIFAT BAHAN KIMIA SEHARI-HARI DENGAN STRUKTUR PARTIKEL PENYUSUNNYA? Terdiri dari Kegiatan.1 Benda apa saja yang dapat menghantarkan listrik? Kegiatan. Bagaimana caranya

Lebih terperinci

BAB VI BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN

BAB VI BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN BAB VI BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN Dalam bab ini kita akan mempelajari mengenai: Berbagai bahan kimia yang ada dalam Kehidupan kita Bahan kimia tambahan dalam makanan Wujud zat Gambar 6.1: Berbagai bahan

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SD Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Kelas : III (tiga) Tema : Keragaman Semester : I (satu) Standar Kompetensi 1. Memahami ciri-ciri dan kebutuhan

Lebih terperinci

Ubah Plastik Jadi Bahan Bakar

Ubah Plastik Jadi Bahan Bakar Ubah Plastik Jadi Bahan Bakar Sampah plastik sangat banyak dijumpai di Indonesia. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sudah dijejali plastik, bahkan hingga ditimbun dalam tanah. Sampah plastik juga terbawa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Makanan tradisional Indonesia mempunyai kekayaan ragam yang luar biasa. Baik macam, bentuk, warna, serta aroma sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia. Meningkatnya

Lebih terperinci

Perubahan zat. Perubahan zat

Perubahan zat. Perubahan zat Perubahan zat Perubahan zat A Sifat Zat 1. Sifat fisika Zat memiliki ciri khas masing-masing. Kawat tembaga dapat kamu bengkokkan dengan mudah, sedangkan sebatang besi sulit dibengkokkan. Ciri khas suatu

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.565, 2013 KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN. Klasifikasi. Label. Bahan Kimia. Harmonisasi Global. Sistem. Perubahan. PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 18 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

PETUNJUK UMUM UNTUK MERAWAT SISTEM SEPTIK TANK

PETUNJUK UMUM UNTUK MERAWAT SISTEM SEPTIK TANK SISTEM BARU Sistem apapun yang anda pilih, baik sitem septik konvensional maupun jenis aerobik, tangki penampungan yang baru harus melalui masa tenang di mana bakteri-bakteri yang diperlukan mulai hidup

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) : SMP N 2 Yogyakarta. : Hidup sehat dengan air bersih. : 4 x pertemuan (6 x 40 menit)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) : SMP N 2 Yogyakarta. : Hidup sehat dengan air bersih. : 4 x pertemuan (6 x 40 menit) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah Mata Pelajaran Tema Kelas / Semester Alokasi Waktu : SMP N 2 Yogyakarta : IPA Terpadu : Hidup sehat dengan air bersih : VII (Tujuh) / II : 4 x pertemuan

Lebih terperinci

Senyawa Kimia Paling Penting Dalam Kehidupan Manusia

Senyawa Kimia Paling Penting Dalam Kehidupan Manusia Senyawa Kimia Paling Penting Dalam Kehidupan Manusia Senyawa Kimia Paling Penting Dalam Kehidupan Manusia Dalam hidup ini, kita selalu dikelilingi oleh senyawa kimia. Baik makromolekul maupun mikromolekul.

Lebih terperinci

TES KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA (Soal Pretest) Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : VIII/2 Materi Pokok : Makanan

TES KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA (Soal Pretest) Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : VIII/2 Materi Pokok : Makanan TES KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA (Soal Pretest) Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : VIII/2 Materi Pokok : Makanan Waktu : 60 menit Baca baik-baik soal dibawah ini dan jawablah pada lembar jawab yang telah

Lebih terperinci

MAKALAH KIMIA ANALITIK

MAKALAH KIMIA ANALITIK MAKALAH KIMIA ANALITIK Aplikasi COD dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Disusun oleh : Ulinnahiyatul Wachidah ( 412014003 ) Ayundhai Elantra ( 412014017 ) Rut Christine ( 4120140 ) Universitas Kristen

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN IPA TERPADU PADA SEMESTER DAN KELAS YANG SAMA

SILABUS PEMBELAJARAN IPA TERPADU PADA SEMESTER DAN KELAS YANG SAMA SILABUS PEMBELAJARAN IPA TERPADU PADA SEMESTER DAN YANG SAMA SATUAN PENDIDIKAN : VII/1 : Wujud zat dan kelarutan Contoh Fisika 3.1 Menyelidiki sifatsifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam

Lebih terperinci

BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON

BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON Air merupakan salah satu bahan pokok dalam proses pembuatan beton, peranan air sebagai bahan untuk membuat beton dapat menentukan mutu campuran beton. 4.1 Persyaratan

Lebih terperinci

Bahan Tambahan Pangan (Food Additive)

Bahan Tambahan Pangan (Food Additive) Bahan Tambahan Pangan (Food Additive) A. Tujuan menambahkan bahan tambahan pangan ke dalam makanan: 1. Meningkatkan mutu pangan 2. Meningkatkan daya tarik 3. Mengawetkan pangan B. Macam-macam Bahan Tambahan

Lebih terperinci

PAPARAN PESTISIDA DI LINGKUNGAN KITA

PAPARAN PESTISIDA DI LINGKUNGAN KITA PAPARAN PESTISIDA DI LINGKUNGAN KITA Penjelasan gambar Zat aktif + pencampur Pestisida Sebagian besar pestisida digunakan di pertanian,perkebunan tetapi bisa digunakan di rumah tangga Kegunaan : - Mencegah

Lebih terperinci

REAKSI KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

REAKSI KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI REAKSI KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Reaksi Kimia bisa terjadi di manapun di sekitar kita, bukan hanya di laboratorium. Materi berinteraksi untuk membentuk produk baru melalui proses yang disebut reaksi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 18 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

4 Mengidentifikasi makhluk hidup dan makhluk tak hidup. 5 Mempraktikkan menanam tumbuhan. 6 Mencari informasi perbedaan. hidup bernapas.

4 Mengidentifikasi makhluk hidup dan makhluk tak hidup. 5 Mempraktikkan menanam tumbuhan. 6 Mencari informasi perbedaan. hidup bernapas. IPA Tematik Kelas III SD/MI 1 Silabus Sekolah :... Kelas : III Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Semester : I (satu) Tema : Keragaman Standar : 1. Memahami ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup serta

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. additive dalam produknya. Zat tambahan makanan adalah suatu senyawa. memperbaiki karakter pangan agar mutunya meningkat.

I. PENDAHULUAN. additive dalam produknya. Zat tambahan makanan adalah suatu senyawa. memperbaiki karakter pangan agar mutunya meningkat. 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di zaman modern sekarang ini banyak terjadi perkembangan di bidang industri makanan dan minuman yang bertujuan untuk menarik perhatian para konsumen. Oleh karena itu,

Lebih terperinci

Alasan Penggunaan BTM : (Food Food Protection Committee in Publication) BAB 4 BAHAN TAMBAHAN MAKANAN (BTM)

Alasan Penggunaan BTM : (Food Food Protection Committee in Publication) BAB 4 BAHAN TAMBAHAN MAKANAN (BTM) BAB 4 BAHAN TAMBAHAN MAKANAN (BTM) Alasan Penggunaan BTM : (Food Food Protection Committee in Publication) Menjaga kualitas makanan dengan menggunakan antioksidan Mempertinggi kualitas dan kestabilan makanan

Lebih terperinci

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar POLUSI Standart Kompetensi : Memahami polusi dan dampaknya pada manusia dan lingkungan Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja C. Polusi dan Polutan di Lingkungan Kerja Lingkungan

Lebih terperinci

b. Dampak Pencemaran oleh Nitrogen Oksida Gas Nitrogen Oksida memiliki 2 sifat yang berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan.

b. Dampak Pencemaran oleh Nitrogen Oksida Gas Nitrogen Oksida memiliki 2 sifat yang berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan. 1. Sejarah Perkembangan Timbulnya Pencemaran Kemajuan industri dan teknologi dimanfaatkan oleh manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sudah terbukti bahwa industri dan teknologi yang maju identik

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Limbah Limbah deidefinisikan sebagai sisa atau buangan dari suatu usaha atau kegiatan manusia. Limbah adalah bahan buangan yang tidak terpakai yang berdampak negatif jika

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Kelas Eskperimen)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Kelas Eskperimen) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Kelas Eskperimen) SMP Mata Pelajaran Tema Kelas/Semester Alokasi Waktu : SMP N 1 Kalasan : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) : Makanan : VIII / II : 5 x 40 menit A. STANDAR

Lebih terperinci

Proses Pembuatan Biodiesel (Proses Trans-Esterifikasi)

Proses Pembuatan Biodiesel (Proses Trans-Esterifikasi) Proses Pembuatan Biodiesel (Proses TransEsterifikasi) Biodiesel dapat digunakan untuk bahan bakar mesin diesel, yang biasanya menggunakan minyak solar. seperti untuk pembangkit listrik, mesinmesin pabrik

Lebih terperinci

Bahan Kimia. Rumah Tangga

Bahan Kimia. Rumah Tangga Bab 9 Bahan Kimia Rumah Tangga Sumber: Encarta 2005 Gambar 9.1 Detergen Detergen merupakan salah satu contoh bahan kimia yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain detergen, bahan kimia

Lebih terperinci

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) INDIKATOR ASAM BASA

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) INDIKATOR ASAM BASA LEMBAR KERJA SISWA (LKS) INDIKATOR ASAM BASA Nama : Kelas : No.Absen : LEMBAR KERJA SISWA Tujuan Pembelajaran : siswa dapat mengetahui pengaruh penambahan air kapur terhadap sampel tahu kuning. Uraian

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Kelas Kontrol)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Kelas Kontrol) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Kelas Kontrol) SMP Mata Pelajaran Tema Kelas/Semester Alokasi Waktu : SMP N 1 Kalasan : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) : Makanan : VIII / II : 5 x 40 menit A. STANDAR KOMPETENSI

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN LEMAK UJI SAFONIFIKASI

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN LEMAK UJI SAFONIFIKASI LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN LEMAK UJI SAFONIFIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Praktikum Biokimia Pangan Oleh : Nama : Fanny Siti Khoirunisa NRP : 123020228 Kel / Meja : H / 10 Asisten :

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PROSEDUR DAN LEMBAR KERJA

PENGEMBANGAN PROSEDUR DAN LEMBAR KERJA PENGEMBANGAN PROSEDUR DAN LEMBAR KERJA BAHAYA BIOLOGIS BAHAYA KIMIA AMANKAN PANGAN dan BEBASKAN PRODUK dari BAHAN BERBAHAYA BAHAYA FISIK BEBAS BAHAYA Direktorat Surveilan dan Penyuluhan 1 PROSEDUR Direktorat

Lebih terperinci

PENCEMARAN TERHADAP LINGKUNGAN

PENCEMARAN TERHADAP LINGKUNGAN MAKALAH PENCEMARAN TERHADAP LINGKUNGAN Galih Pranowo Jurusan Matematika Ilmu Komputer FAKULTAS SAINS TERAPAN INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Kita semua

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP Negeri 1 Prambanan Klaten : Ilmu Pengetahuan Alam : VII/ satu : Klasifikasi Benda : 7 pertemuan

Lebih terperinci

Studi Sanitasi Dan Pemeriksaan Angka Kuman Pada Usapan Peralatan Makan Di Rumah Makan Kompleks Pasar Sentral Kota Gorontalo Tahun 2012

Studi Sanitasi Dan Pemeriksaan Angka Kuman Pada Usapan Peralatan Makan Di Rumah Makan Kompleks Pasar Sentral Kota Gorontalo Tahun 2012 Studi Sanitasi Dan Pemeriksaan Angka Kuman Pada Usapan Peralatan Makan Di Rumah Makan Kompleks Pasar Sentral Kota Gorontalo Tahun 2012 Febriyani Bobihu, 811408025 Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. oksigen, dan karbon (ACC, 2011). Formalin juga dikenal sebagai formaldehyde,

BAB 1 PENDAHULUAN. oksigen, dan karbon (ACC, 2011). Formalin juga dikenal sebagai formaldehyde, BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Formalin (CH 2 O) merupakan senyawa kimia yang terdiri dari hidrogen, oksigen, dan karbon (ACC, 2011). Formalin juga dikenal sebagai formaldehyde, methanal, methylen

Lebih terperinci

balado yang beredar di Bukittinggi, dalam Majalah Kedokteran Andalas, (vol.32, No.1, Januari-juni/2008), hlm. 72.

balado yang beredar di Bukittinggi, dalam Majalah Kedokteran Andalas, (vol.32, No.1, Januari-juni/2008), hlm. 72. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mutu bahan makanan pada umumnya sangat bergantung pada beberapa faktor, diantaranya cita rasa, warna, tekstur, dan nilai gizinya. Sebelum faktor-faktor lain dipertimbangkan,

Lebih terperinci

PENASIHAT PERNYATAAN

PENASIHAT PERNYATAAN MANAJEMEN PROGRAM Direktur: Prof. Dr. Ismunandar (SEAMEO QITEP in Science) Wakil Direktur: Dr. Indarjani (SEAMEO QITEP in Science) Buku ini ditulis oleh:. Dr. Maman Wijaya, M.Pd. (SEAMEO QITEP in Science)

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Buah jambu biji (Psidium guajava) memiliki rasa yang enak dan segar serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan juga kecantikan manusia. Buah jambu biji telah lama

Lebih terperinci

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PELATIHAN TEKNIS BUDIDAYA KEDELAI BAGI PENYULUH PERTANIAN DAN BABINSA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN PUSAT PELATIHAN PERTANIAN 2015 Sesi : PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

Lebih terperinci

III. METODOLOGI. 1. Analisis Kualitatif Natrium Benzoat (AOAC B 1999) Persiapan Sampel

III. METODOLOGI. 1. Analisis Kualitatif Natrium Benzoat (AOAC B 1999) Persiapan Sampel III. METODOLOGI A. BAHAN DAN ALAT Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah saus sambal dan minuman dalam kemasan untuk analisis kualitatif, sedangkan untuk analisis kuantitatif digunakan

Lebih terperinci

ANALISIS INSTRUKSIONAL GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) KONTRAK PERKULIAHAN MATA KULIAH KIMIA UMUM TIM DOSEN KIMIA UMUM

ANALISIS INSTRUKSIONAL GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) KONTRAK PERKULIAHAN MATA KULIAH KIMIA UMUM TIM DOSEN KIMIA UMUM ANALISIS INSTRUKSIONAL GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) KONTRAK PERKULIAHAN MATA KULIAH KIMIA UMUM TIM DOSEN KIMIA UMUM INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2004/2005 Mata Kuliah : Kimia Umum Kredit : 3(3-0)

Lebih terperinci

PENCEMARAN TANAH DAN CARA PENANGGU LANNYA

PENCEMARAN TANAH DAN CARA PENANGGU LANNYA PENCEMARAN TANAH DAN CARA PENANGGU LANNYA 0leh FUAD AMZANI 10712016 PROGRAM STUDI HORTIKULTURA JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG 2012 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kita semua

Lebih terperinci

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar POLUSI Standart Kompetensi : Memahami polusi dan dampaknya pada manusia dan lingkungan Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja 2. Polusi Air Polusi Air Terjadinya polusi

Lebih terperinci

SABUN MANDI. Disusun Oleh : Nosafarma Muda (M0310033)

SABUN MANDI. Disusun Oleh : Nosafarma Muda (M0310033) SABUN MANDI Disusun Oleh : Winda Puspita S (M0307070) Arista Margiana (M0310009) Fadilah Marsuki (M0310018) Hartini (M0310022) Ika Lusiana (M0310024) Isnaeni Nur (M0310026) Isya Fitri A (M0310027) Nosafarma

Lebih terperinci

ANDA BERTANYA, APOTEKER MENJAWAB. Diasuh oleh para Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Apakah Pantangan Makanan Ibu Hamil?

ANDA BERTANYA, APOTEKER MENJAWAB. Diasuh oleh para Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Apakah Pantangan Makanan Ibu Hamil? ANDA BERTANYA, APOTEKER MENJAWAB Diasuh oleh para Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Andalas Apakah Pantangan Makanan Ibu Hamil? Pertanyaan: Malam. Maaf mengganggu. Saya Linda orang Padang tinggal di

Lebih terperinci

DAFTAR LAMPIRAN SISTEM HARMONISASI GLOBAL KLASIFIKASI DAN LABEL PADA BAHAN KIMIA

DAFTAR LAMPIRAN SISTEM HARMONISASI GLOBAL KLASIFIKASI DAN LABEL PADA BAHAN KIMIA 10 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23/M-IND/PER/4/2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 87/M-IND/PER/9/2009 TENTANG SISTEM HARMONISASI GLOBAL

Lebih terperinci

TATA CARA PEMBERIAN SIMBOL DAN LABEL BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN

TATA CARA PEMBERIAN SIMBOL DAN LABEL BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN Lampiran Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 03 Tahun 2008 Tanggal : 5 Maret 2008 TATA CARA PEMBERIAN SIMBOL DAN LABEL BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN I. PENDAHULUAN Pengelolaan B3 yang mencakup

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Keadaan Lokasi Pengambilan Sampel Sampel yang digunakan adalah sampel bermerek dan tidak bermerek yang diambil dibeberapa tempat pasar

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Minuman Sari Buah 1. Definisi Minuman sari buah adalah minuman ringan yang dibuat dari sari buah dan air minum dengan atau tanpa penambahan gula dan bahan tambahan makanan yang

Lebih terperinci

Zat Kimia Berbahaya Pada Makanan

Zat Kimia Berbahaya Pada Makanan Zat Kimia Berbahaya Pada Makanan Zat Kimia Berbahaya Pada Makanan Zat Kimia berbahaya pada makanan sering kita temui pada berbagai jenis produk seperti makanan yang diawetkan, penyedap rasa, pewarna makanan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi pengambilan sampel bertempat di daerah Cihideung Lembang Kab

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi pengambilan sampel bertempat di daerah Cihideung Lembang Kab BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Deskripsi Penelitian Lokasi pengambilan sampel bertempat di daerah Cihideung Lembang Kab Bandung Barat. Sampel yang diambil berupa tanaman KPD. Penelitian berlangsung sekitar

Lebih terperinci

46. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

46. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 46. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan dari bulan Agustus 2009 sampai dengan bulan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan dari bulan Agustus 2009 sampai dengan bulan III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilakukan dari bulan Agustus 2009 sampai dengan bulan Januari 2010. Daun gamal diperoleh dari Kebun Percobaan Natar, Lampung Selatan

Lebih terperinci

Pemantauan Limbah Cair, Gas dan Padat

Pemantauan Limbah Cair, Gas dan Padat Pemantauan Limbah Cair, Gas dan Padat Paryanto, Ir.,MS Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sebelas Maret Bimbingan Teknis Pengendalian B3 Pusat Pelatihan

Lebih terperinci

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU Oleh: Gusti Setiavani, S.TP, M.P Staff Pengajar di STPP Medan Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa

Lebih terperinci

PENYEDIAAN SPESIMEN AWETAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Oleh : Satino, M.Si

PENYEDIAAN SPESIMEN AWETAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Oleh : Satino, M.Si PENYEDIAAN SPESIMEN AWETAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Oleh : Satino, M.Si Penyajian spesimen objek biologi sebagai media pembelajaran Biologi dapat mengembangkan ketrampilan anak antara lain dalam

Lebih terperinci

BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA SIFAT BAHAN KIMIA SEHARI-HARI DENGAN STRUKTUR PARTIKEL PENYUSUNNYA? Kegiatan 2.1. Terdiri dari

BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA SIFAT BAHAN KIMIA SEHARI-HARI DENGAN STRUKTUR PARTIKEL PENYUSUNNYA? Kegiatan 2.1. Terdiri dari Setelah mempelajari dan memahami konsep atom, ion, dan molekul, kini saatnya mempelajari ketiganya dalam bahan kimia sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah dapat melihat atom, ion,

Lebih terperinci

LAMPIRAN XI PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 24/Permentan/SR.140/4/2011 TANGGAL : 8 April 2011

LAMPIRAN XI PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 24/Permentan/SR.140/4/2011 TANGGAL : 8 April 2011 LAMPIRAN XI PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 24/Permentan/SR.140/4/2011 TANGGAL : 8 April 2011 SPESIFIKASI WADAH PESTISIDA a. Volume Volume wadah dinyatakan dengan satuan yang jelas seperti ml (mililiter),

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Air Air adalah zat yang tudak mempunyai rasa, warna, dan bau yang terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan rumus kimia H 2 O. Air merupakan suatu larutan yang bersifat

Lebih terperinci

Menjadi sehat adalah impian seluruh manusia. Baik

Menjadi sehat adalah impian seluruh manusia. Baik 1 Hidup Sehat untuk Jadi Anak Hebat Menjadi sehat adalah impian seluruh manusia. Baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Kesehatan juga merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada makhluknya. Dengan

Lebih terperinci

Mengendalikan Gulma pada Tanaman Padi secara Tuntas

Mengendalikan Gulma pada Tanaman Padi secara Tuntas Mengendalikan Gulma pada Tanaman Padi secara Tuntas RAMBASAN 400 SL merupakan herbisida sistemik purna tumbuh yang diformulasi dalam bentuk larutan yang mudah larut dalam air dan dapat ditranslokasikan

Lebih terperinci

PETA KOMPETENSI TEMA PENCEMARAN AIR

PETA KOMPETENSI TEMA PENCEMARAN AIR PETA KOMPETENSI TEMA PENCEMARAN AIR SK KD Indikator Fisika Kimia Biologi 4.Memahami 2. Memahami 7. Memahami saling berbagai sifat dalam klasifikasi zat ketergantungan dalam perubahan fisika dan ekosistem

Lebih terperinci

Aplikasi Sains Ke Dalam Lingkungan Sekitar: Eksperimen-eksperimen IPA Kimia SMP dengan Bahan Sederhana

Aplikasi Sains Ke Dalam Lingkungan Sekitar: Eksperimen-eksperimen IPA Kimia SMP dengan Bahan Sederhana Aplikasi Sains Ke Dalam Lingkungan Sekitar: Eksperimen-eksperimen IPA Kimia SMP dengan Bahan Sederhana Pendahuluan Pengembangan kurikulum IPA merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi, ilmu

Lebih terperinci

Air menjadi kebutuhan utama bagi makhluk hidup, tak terkecuali bagi manusia. Setiap hari kita mengkonsumsi dan memerlukan air

Air menjadi kebutuhan utama bagi makhluk hidup, tak terkecuali bagi manusia. Setiap hari kita mengkonsumsi dan memerlukan air LEMBAR KERJA SISWA 1 Air menjadi kebutuhan utama bagi makhluk hidup, tak terkecuali bagi manusia. Setiap hari kita mengkonsumsi dan memerlukan air Apakah air yang kamu gunakan dalam memenuhi kebutuhan

Lebih terperinci

ABSTRACT ABSTRAK PENDAHULUAN

ABSTRACT ABSTRAK PENDAHULUAN (JSTP) ISSN: 2527-6271 2016 ANALISIS KANDUNGAN ZAT PENGAWET NATRIUM BENZOAT PADA SAUS TOMAT DI PASAR TRADISIONAL ANDOUNOHU KOTA KENDARI (Analysis of Sodium Benzoate on The Tomato Sauce In Traditional Market

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tanaman sayuran, kacang-kacangan, tomat, jagung dan tembakau. Helicoverpa

BAB I PENDAHULUAN. tanaman sayuran, kacang-kacangan, tomat, jagung dan tembakau. Helicoverpa 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Helicoverpa armigera (Hubner) merupakan hama yang umum menyerang tanaman sayuran, kacang-kacangan, tomat, jagung dan tembakau. Helicoverpa armigera (Hubner) merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 03 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN SIMBOL DAN LABEL BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 03 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN SIMBOL DAN LABEL BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 03 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN SIMBOL DAN LABEL BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

1. Ciri-Ciri Reaksi Kimia

1. Ciri-Ciri Reaksi Kimia Apakah yang dimaksud dengan reaksi kimia? Reaksi kimia adalah peristiwa perubahan kimia dari zat-zat yang bereaksi (reaktan) menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia selalu dihasilkan zat-zat

Lebih terperinci

Pupuk dolomit SNI

Pupuk dolomit SNI Standar Nasional Indonesia Pupuk dolomit ICS 65.080 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Syarat mutu... 1 4 Pengambilan contoh...

Lebih terperinci

SOAL PENCEMARAN AIR. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. Dengan memberi tanda silang (x) pada alternetif jawaban yang tersedia.

SOAL PENCEMARAN AIR. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. Dengan memberi tanda silang (x) pada alternetif jawaban yang tersedia. NAMA : KELAS : NO : SOAL PENCEMARAN AIR Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. Dengan memberi tanda silang (x) pada alternetif jawaban yang tersedia. 1. Perhatika pernyataan di bawah ini : i. Perubahan

Lebih terperinci

EVALUASI KOMPETENSI SEMESTER GASAL KELAS XI WAKTU : (90 menit)

EVALUASI KOMPETENSI SEMESTER GASAL KELAS XI WAKTU : (90 menit) EVALUASI KOMPETENSI SEMESTER GASAL KELAS XI WAKTU : (90 menit) A. Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan memberi silang pada salah satu huruf di lembar jawab! 1. Di Indonesia, pengaturan lingkungan

Lebih terperinci

SEHAT dan CANTIK NATURAL. 45 Bahan Alami Paling Penting yang Perempuan Harus Tahu

SEHAT dan CANTIK NATURAL. 45 Bahan Alami Paling Penting yang Perempuan Harus Tahu SEHAT dan CANTIK NATURAL dengan BAHAN-BAHAN ALAMI 45 Bahan Alami Paling Penting yang Perempuan Harus Tahu SEHAT dan CANTIK NATURAL dengan BAHAN-BAHAN ALAMI 45 Bahan Alami Paling Penting yang Perempuan

Lebih terperinci

: DYAH ISMAWATI NIM : : Gantiwarno,Klaten Mata Kuliah : PDGK4202/Pembelajaran IPA SD

: DYAH ISMAWATI NIM : : Gantiwarno,Klaten Mata Kuliah : PDGK4202/Pembelajaran IPA SD NAMA : DYAH ISMAWATI NIM : 836764313 POKJAR : Gantiwarno,Klaten Mata Kuliah : PDGK4202/Pembelajaran IPA SD 1. Contoh Desain Pembelajaran tentang Keterampilan Mengobservasi, Mengklasifikasi, Mengukur, dan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN. Harmonisasi. Klasifikasi. Label.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN. Harmonisasi. Klasifikasi. Label. No.309, 2009 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN. Harmonisasi. Klasifikasi. Label. PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87/MIND/PER/9/2009 TENTANG SISTEM HARMONISASI

Lebih terperinci

DOSIS RENDAH, HASIL LEBIH BAIK

DOSIS RENDAH, HASIL LEBIH BAIK DOSIS RENDAH, HASIL LEBIH BAIK SPEEDUP 480 SL merupakan herbisida purna tumbuh yang diformulasi dalam bentuk larutan yang mudah larut dalam air yang dapat mengendalikan gulma berdaun sempit, berdaun lebar

Lebih terperinci

SILABUS. - Mengidentifikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari lalu mengelompokkannya dalam besaran pokok dan turunan.

SILABUS. - Mengidentifikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari lalu mengelompokkannya dalam besaran pokok dan turunan. Sekolah : SMP... Kelas : VII (Tujuh) Semester : 1 (Satu) Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam SILABUS Standar Kompetensi : 1. Memahami ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan

Lebih terperinci