BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. perusahaan serta proyeksi keuangan, dan harus mengevaluasi akuntansi. untuk meramalkan laba, deviden, dan harga saham.

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. perusahaan serta proyeksi keuangan, dan harus mengevaluasi akuntansi. untuk meramalkan laba, deviden, dan harga saham."

Transkripsi

1 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Tujuan manajemen keuangan yakni memaksimalkan harga saham, bukan memaksimalkan laba per saham. Data akuntansi sangat mempengaruhi harga saham dan untuk memahami bagaimana kinerja perusahaan serta proyeksi keuangan, dan harus mengevaluasi akuntansi yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Laporan keuangan sangat diperlukan oleh manajer untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sedangkan bagi investor laporan keuangan berguna untuk mengevaluasi kemungkinan dibayarnya pinjaman dan bagi pemegang saham berguna untuk meramalkan laba, deviden, dan harga saham. Cara untuk menilai kinerja dalam mengelola perusahaan adalah menganalisis laporan keuangan yang disajikan dengan penekanan pada empat faktor utama yaitu likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan aktivitas. Hasil analisis yang dilakukan dengan faktor-faktor di atas hanya merupakan salah satu alat dalan pengembalian keputusan untuk menilai kinerja suatu perusahaan, tetapi bisa juga dipertimbangkan mengenai pertumbuhan perusahaan. 43

2 Laporan keuangan merupakan media yang penting untuk menilai prestasi serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat mengambil suatu keputusan penting bagi perusahaan. Metode yang digunakan dalam analisis laporan keuangan adalah analisis horizontal (dinamis) dengan menggunakan teknik analisis rasio yang teknis analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu, atau kombinasi dari kedua laporan tersebut. Adapun analisis yang dilakukan untuk mengetahui kinerja PT. TIFICO Tbk adalah sebagai berikut : 1. Rasio Likuiditas 2. Rasio Solvabilitas 3. Rasio Aktivitas 4. Rasio Profitabilitas 4.2 Perhitungan Tingkat Likuiditas PT. TIFICO Tbk Rasio likuiditas adalah merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhui kewajiban jangka pendek berupa hutang-hutang jangka pendek (short time debt). Analisisi likuiditas bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhui seluruh kewajiban lancarnya. Baik yang menyangkut kemampuan pemenuhan kebutuhan dalam siklus operasi normal 44

3 perusahaan dalam membayar kewajiban-kewajibannya kepada pihak lain pada saat tanggal jatuh tempo. Suatu perusahaan yang mampu membayar hutang-hutangnya akan percuma jika perusahaan tersebut tidak mempunyai persediaan barang daganganatau tidak dapat membayar gaji para pegawai dan sebagainya yang berhubungan dengan kelancaran operasi perusahaan. Dengan demikian, selain menjaga likuiditas, badan usaha juga harus memperhatikan likuiditas perusahaannya karena kelancaran operasi perusahaan artinya untuk keberhasilan dan kesinambungan hidup perusahaan. Pengukuran tingkat likuiditas PT. TIFICO, Tbk peneliti menggunakan beberapa rasio antara lain sebagai berikit : a. Rasio Lancar (Current Ratio) Rasio lancar merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. Rasio lancar merupakan salah satu rasio financial yang sering digunakan. Rumus Current Ratio = aktiva lancar / hutang lancar Untuk melihat nilai Rasio Lancar PT. TIFICO, Tbk tiap tahun dijelaskan dalam tabel berikut : Tabel

4 Perhitungan Current Ratio PT.TIFICO Tbk Periode - Tahun Total Aktifa Lancar Total Kewajiban Lancar Dalam Rupiah Penuh Sumber : Laporan Keuangan PT. TIFICO Tbk dan diolah Current Ratio X Rasio lancar PT. TIFICO Tbk pada tahun adalah 0.47 X, artinya setiap tahun Rp 1,- hutang jangka pendek perusahaan dijamin oleh Rp 0.47 aktiva lancar. Tahun mengalami penurunan menjadi Rp 0.36,- karna adanya penurunan jumlah aktiva lancar dibandingkan dengan tahun yaitu menjadi sebesar Rp ,- yang diakibatkan oleh menurunnya piutang usaha, persediaan dan biaya dibayar dimuka. Tahun ada kenaikan Rasio Lancar menjadi Rp 0.42,- artinya setiap tahun Rp 1,- hutang jangka pendek dijamin oleh Rp 0.42 aktiva lancar. Tahun ada kenaikan yaitu menjadi sebesar Rp 0.80,-. Peningkatan nilai Rasio Lancar setiap tahun tersebut karena adanya peningkatan jumlah aktiva lancar. 46

5 Makin tinggi Rasio Lancar makin baik bagi perusahaan. Jika dilihat dari tabel 4.1 Rasio Lancar PT. TIFICO, Tbk mengalami penurunan yang drastis di tahun, hal ini dapat dikatakan tidak bagus bagi perusahaan, walaupun pada tahun berikutnya perusahaan dapat meningkatkan nilai Rasio Lancar. b. Rasio Lambat Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangaka pendek dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan surat berharga yang dapat segera dicairkan. Rasio ini merupakan perbandingan antara aktiva yang berupa uang kas dan efek dengan hutang lancar. Apabila Rasio Lambat mengalami kenaikan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mempunyai tingkat rasio yang baik. Rasio Lambat dapat dihitung dengan rumus yaitu : Rumus Cash Ratio = kas + efek / hutang lancar Untuk melihat nilai Rasio Lambat PT. TIFICO, Tbk Tabel 4.2 Perhitungan Cash Ratio PT. TIFICO Tbk Periode - Tahun Kas + Efek Total Kewajiban Lancar Dalam Rupiah Penuh Sumber : Laporan Keuangan PT. TIFICO Tbk dan diolah Cash Ratio X 0,01 0,04 0,03 0,06 47

6 Rasio Lambat yang dihasilkan pada tahun adalah setiap Rp 1,- hutang dijamin dengan Rp 0.01 kas dan efek yang dijamin perusahaan. Rasio Lambat mengalami peningkatan ditahun yaitu setiap Rp 1,hutang dijamin Rp 0.04 kas dan efek, karena pada tahun tersebut ada peningkatan jumlah kas dibandingkan tahun menjadi sebesar Rp ,-. Namun ditahun Rasio Lambat kembali mengalami penurunan yaitu setiap Rp 1,- hutang dijamin dengan Rp 0.03 yang disebabkan jumlah kas yang menurun jadi Rp ,-. Rasio Lambat mengalami peningkatan ditahun yaitu setiap Rp 1,- hutang dijamin Rp 0.06 kas dan efek, karena pada tahun tersebut ada peningkatan jumlah kas dibandingkan tahun menjadi sebesar Rp ,-. c. Rasio Cepat Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban janga pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid. Semakin meningkat nilai Rasio Cepat semakin baik untuk perusahaan. 48

7 Rumus Quick Ratio = aktifa lancer persediaan / hutang lancar Untuk melihat nilai Rasio Cepat PT. TIFICO, Tbk Tabel 4.3 Perhitungan Quick Ratio PT. TIFICO Tbk Periode - Tahun Aktiva Lancar - Persediaan Total Kewajiban Lancar Dalam Rupiah Penuh Sumber : Laporan Keuangan PT. TIFICO Tbk dan diolah Quick Ratio X 0,36 0,28 0,29 0,43 Dari tabel 4.3 dapat dilihat Rasio Cepat ditahun dan mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun, hal ini disebabkan oleh meningkatnya total kewajiban lancar. Di tahun total kewajiban lancar meningkat menjadi sebesar Rp ,- 49

8 karena adanya peningkatan jumlah hutang usaha dan tahun total kewajibaan lancar meningkat lagi menjadi sebesar Rp ,karena adanya peningkatan jumlah hutang usaha, biaya yang masih harus dibayar dan hutang pajak. Mulai tahun Rasio Cepat mengalami peningkatan, walaupun total kewajiban lancar meningkat namun juga diimbangi dengan meningkatnya jumlah aktiva lancar diluar persediaan. Tahun menunjukkan bahwa setiap Rp 1,- hutang lancar dapat dijamin oleh Rp 0.36,- aktiva lancar diluar persediaan. Begitu juga pada tahun, setiap Rp 1,- hutang lancar dapat dijamin Rp 0.28 aktiva lancar diluar persediaan. Dan pada tahun setiap Rp 1,- hutang lancar dapat dijamin Rp 0.29,- aktiva lancar diluar persediaan. Pada tahun Rasio Cepat mengalami peningkatan yaitu setiap Rp 1,- hutang lancar dijamin Rp 0.43,- aktiva lancar diluar persediaan. 4.3 Perhitungan Tingkat Profitabilitas PT. TIFICO Tbk Rasio ini disebut juga sebagai rasio rentabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan dalam suatu periode tertentu. Profitabilatas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Adapun parameter untuk mengukur profitabilitas dalam menggambarkan kinerja keuangan adalah sebagai berikut : 50

9 a. Gross Profit Margin (GPM) Gross Profit Margin yaitu mengukur penjualan untuk menghasilkan laba kotor setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan. Rasio ini digunakan untuk mencari laba bruto per rupiah (Rp) penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin besar jumlah laba kotor yang diperoleh, artinya semakin baik bagi perusahaan. Rumus Gross Profit Margin = laba kotor / penjualan neto x 100% Untuk melihat Gross Profit Margin PT. TIFICO, Tbk Tabel 4.4 Perhitungan Gross Profit Margin PT. TIFICO Tbk Periode - Tahun Laba Kotor Penjualan Dalam Rupiah Penuh Sumber : Laporan Keuangan PT. TIFICO Tbk dan diolah GPM % 0,65 4,20 0,04 5,37 51

10 Gross Profit Margin yang dimiliki perusahaan pada tahun sebesar 0,65% dari penjualan yang dilakukan, dan pada tahun mengalami peningkatan sebesar 4,20%. Ini dikarenakan terjadinya peningkatan penjualan pada tahun dibandingkan pada tahun. Penurunan GPM terjadi pada tahun yaitu menjadi sebar 0,04%, dikarenakan pada tahun tersebut terjadi peningkatan beban pokok penjualan yang cukup tinggi sehingga terjadi pengurangan terbsar bagi laba kotor. Kemudian GPM meningkat kembali pada tahun yaitu sebesar 5,37%. Ini menggambarkan bahwa perusahaan pada tahun memperoleh laba kotor yang meningkat. Jadi setiap Rp 1,00 akan menghasilkan laba kotor sebanyak Rp 0,006 ditahun, ditahun setiap Rp 1,00 akan menghasilkan laba kotor sebanyak Rp 0,042. dan ditahun setiap Rp 1,00 akan menghasilkan laba kotor sebanyak Rp 0,0004, ditahun setiap Rp 1,00 akan menghasilakan laba kotor sebanyak Rp 0,053. b. Operating Profit Margin (OPM) Rasio ini untuk mengukur laba sebelum bunga dan pajak per rupiah penjualan. Semakin tinggi nilai Operating Profit Margin maka semakin baik. Rumus Opertating Profit Margin = laba sebelum pajak / penjualan neto x 100% Untuk melihat Operating Profit Margin PT. TIFICO, Tbk 52

11 Tabel 4.5 Perhitingan Operating Profit Margin PT. TIFICO Tbk Periode - Tahun EBIT Penjualan Dalam Rupiah Penuh Sumber : Laporan Keuangan PT. TIFICO Tbk dan diolah OPM % 11,04 20,16 9,02 3,67 Pada tabel 4.5 dapat diketahui bahwa pada tahun terjadi penurunan OPM jika dibandingkan dengan tahun dari sebesar 11,04% manjadi 20,16%. Kemudian pada tahun dan nilai OPM mengalami penurunan sebesar 9,02% dan 3,67%. Hal ini dinilai sangat tidak baik bagi perusahaan karena rasio ini memiliki penilaian semakin rendah nilainya maka semakin buruk. c. Net Profit Margin (NPM) Net Profit Margin yaitu mengukur laba bersih setelah pajak dengan penjualan (Net Income After Tax). Untuk melihat keberhasilan perusahaan dalam industrinya. Net Profit Margin merupakan yang baik (walaupun tiap 53

12 industri mempunyai ukuran yang berbeda). Semakin tinggi rasio ini semakin besar jumlah laba yang diperoleh dan semakin baik bagi perusahaan. Untuk melihat keberhasilan perusahaan dalam industrinya, NPM merupakan ukuran yang baik. Rumus Net Profit Margin = laba setelah pajak / penjualan neto x 100% Untuk melihat Net Profit Margin PT. TIFICO, Tbk Tabel 4.6 Perhitungan Net Profit Margin PT. TIFICO tbk Periode - Tahun Laba Bersih Penjualan Dalam Rupiah Penuh Sumber : Laporan Keuangan PT. TIFICO Tbk dan diolah NPM % 10,49 19,20 7,01 3,62 54

13 Pada tabel 4.6 dapat diketahui pada tahun mengalami penurunan NPM dibandingkan pada tahun. Kemudian pada tahun dan NPM mengalami penurunan kembali. Net Profit Margin yang dimiliki PT. TIFICO, Tbk. Pada tahun sebesar 10,49% dari penjualan yang dilakukan, pada tahun mengalami peningkatan menjadi 19,20%. Kemudian NPM perusahaan mengalami penurunan menjadi 7,01% ditahun dan 3,62% ditahun, yang artinya masing-masing turun hingga 12,19% ditahun dan 3,39% ditahun. Penurunan ini dikarenakan biaya-biaya pada tahun dan mengalami peningkatan. Sehingga secara otomatis akan mengurangkan pendapatan laba bersih perusahaan. Ini berarti bahwa perusahaan belum dapat menghasilkan laba denggan baik. d. Return On Assets (ROA) Digunakan untuk mengukur kemampuan dari keseluruhan investasi dalam aktiva untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak. Rumus Return On Assets =laba bersih / jumlah aktiva x 100% Untuk melihat Return On Assets PT. TIFICO, Tbk Tabel 4.7 Perhitungan Return On Assets PT. TIFICO Tbk Periode - Tahun Laba Bersih Total Aktiva Dalam Rupiah Penuh Sumber : Laporan Keuangan PT. TIFICO Tbk dan diolah ROA % 12,04 29,01 9,29 5,45 55

14 Pada tabel 4.7 diketahui bahwa ROA PT. TIFICO, Tbk selalu ber fluktuasi setiap tahunnya. ROA tahun diketahui sebesar 12,04%. Tahun mengalami kenaikan ROA jika dibandingkan tahun yaitu sebesar 29,01%. Hal ini terjadi karena perentase kenaikan total aktiva. Namun ditahun, ROA mengalami penurunan 19,72% menjadi sebesar 9,29% dan menurun lagi 3,84% ditahun menjadi sebesar 5,45%. Jadi setiap Rp 1,00 aktiva mampu menghasilkan Rp 0,12 laba bersih pada tahun, Rp 0,29 untuk tahun, Rp 0,09 untuk tahun, Rp 0,05 untuk tahun. e. Return On Equity (ROE) Return On Equity yaitu rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan sumber ekonomi yang ada untuk menciptakan laba. Rasio ROE juga digunakan untuk mengetahui tentang tingkat pengembalian investasi para pemegang saham dari besarnya pendapatan 56

15 yang dihasilkan oleh perusahaan. Semakin tinggi tingkat rasio perusahaan maka semakin baik kinerja keuangan perusahaan dalam mengelola ekuitas untuk menghasilkan keuntungan. Rumus Return On Equity = laba bersih setelah pajak / jumlah modal sendiri x 100% Untuk melihat Return On Equity PT. TIFICO, Tbk Tabel 4.8 Perhitungan Return On Equity PT. TIFICO Tbk Periode - Tahun Laba Bersih Total Ekuitas Dalam Rupiah Penuh Sumber : Laporan Keuangan PT. TIFICO Tbk dan diolah ROE % 2,67 3,29 0,58 0,22 Pada tabel 4.8 dapat dilihat ROE PT. TIFICO, Tbk. Pada tahun ROE sebesar 2,67%, ini berarti setiap Rp 1,- dari modal menghasilkan pendapatan atau laba bersih Rp 0,026 yang tersedia. Pada 57

16 tahun tingkat persentase ROE meningkat dibandingkan dengan tahun yaitu sebesar 3,29%. Ekuiitas perusahaan bertambah sebesar Rp ,-. Pertambahan juga dialami oleh laba bersih yang naik sebesar Rp ,- sehingga setiap Rp 1,- ekuitas menghasilkan laba atau pendapatan bersih sebesar Rp 0,032 yang tersedia untuk para pemegang saham. Pada tahun menurun lagi menjadi sebesar 0,58 dan sebesar 0,22 pada tahun, artinya setiap Rp 1,- ekuitas menghasilkan Rp 0,005 ditahun dan Rp 0,002 ditahun. 4.4 Perhitungan Rasio Solvabilitas PT. TIFICO Tbk Merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban jangka panjang. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai berapa jauh aktiva perusahaan yang digambarkan oleh modal (equity). Perusahaan yang baik seharusnya memiliki komposisi modal yang lebih besar dari hutang. Semakin baik tingkat solvabilitasnya maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan pihak-pihak lain yang diberikan kepada perusahaan tersebut. Indikator dari penilaian kinerja keuangan perusahaan adalah semakin kecil rasio ini menunjukkan kinerja perusahaan semakin meningkat. a. Rasio Hutang Terhadap modal Sendiri (Debt to Equity Ratio) Rasio ini mengetahui komposisi modal perusahaan dengan membagi total hutang dengan modal sendiri, rasio ini menunjukkan 58

17 kemampuan perusahaan dalam membayar hutang-hutangnya. Rasio ini dapat memberi gambaran mengenai struktur modal sendiri yang dimiliki oleh perusahaan sehingga dapat dilihat tingkat resiko tak terbayarkan suatu hutang. Semakin rendah rasio ini semakin baik dan juga menunjukkan bahwa menjalankan kegiatan usahanya perusahaan tidak mengandalkan dari hutang. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu : Rumus Debt to Equity Ratio = total kewajiban / modal sendiri x 100% Untuk melihat Debt to Equity Ratio PT. TIFICO, Tbk Tabel 4.9 Perhitungan Debt to Equity Ratio PT. TIFICO Tbk Periode - Tahun Total Kewajiban Total Ekuitas Dalam Rupiah Penuh Sumber : Laporan Keuangan PT. TIFICO Tbk dan diolah DER % 24,45 14,52 6,83 2,17 59

18 Tabel 4.9 menunjukkan bahwa DER PT. TIFICO, Tbk mengalami penurunan ditahun sampai. Penurunan DER yang cukup besar terjadi pada tahun yaitu sebesar 14,52% dimana pada tahun sebelumnya yaitu tahun DER perusahaan berada pada tingkat DER yang paling tinggi yaitu sebesar 24,45%, artinya bahwa pada tahun kreditor menyediakan Rp 0,244 untuk setiap Rp 1,- yang disediakan pemegang saham dan tahun kreditor menyediakan Rp 0,14 untuk setiap Rp 1,- yang disediakan pemegang saham. Hal tersebut disebabkan oleh penurunan jumlah kewajiban dan meningkatnya jumlah ekuitas peusahaan. Penurunan jumlahkewajiban dari tahun ke tahun sebesar Rp ,- yang dipengaruhi oleh pinjaman jangka pendek yang bernilai nol. Biaya yang masih harus dibayar, kewajiban jangka panjang yang bernilai nol dan kewajiban lainnya. Tahun DER kembali menurun menjadi sebesar 6,83% artinya kreditor menyediakan Rp 0,06 untuk setiap Rp 1,- yang disediakan pemegang saham. Dan pada tahun DER kembali mengalami penurunan menjadi sebesar 2,17%, artinya kreditor menyediakan Rp 0,02 untuk setiap Rp 1,- yang disediakan pemegang saham. Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa DER PT. TIFICO, Tbk tidak cukup baik karena terlalu banyak mengalami penurunan. b. Rasio Huutang Terhadap Aktiva (Debt Ratio) Merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini merupakan bagian 60

19 dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibelanjai dengan hutang, atau bagian aktiva yang didanai dengan menggunakan hutang. Rasio ini dihitung dengan cara membagi total hutang dengan total aktiva yang dimiliki perusahaan. Rumus Debt Ratio = total kewajiban / total aktifa x 100% Untuk melihat Debt Ratio PT. TIFICO, Tbk Tabel 4.10 Perhitungan Debt Ratio PT. TIFICO Tbk Periode - Tahun Total Kewajiban Total Aktiva Dalam Rupiah Penuh Sumber : Laporan Keuangan PT. TIFICO Tbk dan diolah Debt Ratio % 110,38 127,82 108,98 52,69 Pada tahun perusahaan berhasil menekan Debt Ratio sebesar 17,44% menjadi 127,82% dibandingkan rasio tahun yang sebesar 110,38%. Penurunan jumlah kewajiban yang bersumber dari pinjaman 61

20 jangka pendek yang bernilai nol, penurunan biaya yang masih harus dibayar, kewajiban jangka panjang yang bernilai nol dan kewajiban lainnya dialami pada tahun ini dibandingkan tahun. Kemudian ditahun Debt Ratio menurun lagi sebesar 18,84% menjadi 108,98%. Bagi PT. TIFICO, Tbk Debt Ratio tahun sebesar 110,38% dana perusahaan dibiayai oleh hutang. Begitu pula dengan tahun meningkat menjadi 127,82% hal ini disebabkan adanya kenaikan total hutang. Dan pada tahun mengalami penurunan sebesar 108,98%, begitu juga pada tahun sebesar 52,69%, berarti ada sebesar 108,98% dan 52,69% dana perusahaan dibiayai oleh hutang. Semakin tinggi rasio hutang, berarti semakin buruk bagi perusahaan atau semakin berisiko bagi perusahaan (kemungkinan tidak dapat membayar hutang juga makin besar). Dari tabel 4.10 dapat dilihat bahwa Debt Ratio PT. TIFICO, Tbk tiap tahun mengalami penurunan, rasio hutang yang menurun baik untuk perusahaan. 4.5 Perhitungan Rasio Aktivitas PT. TIFICO Tbk Adalah rasio yang mengukur beberapa efektif perusahaan mengelola aktivanya. Rasio ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektifitas dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Dan pengendalian tentang pentingnya aktiva lancar dan modal kerja bagi setiap perusahaan tidak hanya dalam kaitannya dengan aspek eifiensi. Dengan kata lain 62

21 analisis aktivitas untuk menilai efisiensi dan efektifitas pemanfaatan sumber daya perusahaan. a. Rasio Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turnover Ratio) Total Assets Turnover Ratio atau Rasio Perputaran Total Aktiva adalah rasio yang dihitung dengan membagi penjualan dengan total aktiva, disebut juga rasio pemanfaatan total aktiva. Semakin tinggi tingkat perputaran aktiva maka semakin lebih baik. Hal ini berarti dana yang ditanam dalam aktiva usaha telah sangat berhasil meningkatkan penjualan. Rumus Total Assets Turn Over Ratio = penjualan neto / jumlah aktifa x 1 kali Untuk melihat Total Assets Turnover Ratio PT. TIFICO, Tbk Tabel 4.11 Perhitungan Total Assets Turnover PT.TIFICO Tbk Periode - Tahun Penjualan Total Aktifa Dalam Rupiah Penuh Sumber : Laporan Keuangan PT. TIFICO Tbk dan diolah TATO X 1,15 1,51 1,33 1,51 63

22 Pada tabel 4.11 dapat dilihat TATO PT. TIFICO, Tbk dari tahun ke tahun selalu berfluktuasi. TATO pada tahun sebesar 1,15 kali. Pada tahun meningkat menjadi sebesar 1,51 kali dan pada tahun 1,51 kali, hal ini disebabkan adanya peningkatan total penjualan ditahun tersebut. Pada tahun TATO mengalami penurunan menjadi sebesar 1,33 kali. Penjualan ditahun mengalami peniingkatan sebesar Rp ,- dan diikuti pula oleh aktiva perusahaan sebesar Rp ,-. Demikian juga pada tahun penjualan mengalami peningkatan sebesar Rp ,- yang diikuti kenaikan aktiva sebesar Rp ,-. Hasil dari rasio diatas diartikan, perputaran dana yang tertanam dalam total aktiva rata-rata hanya dapat berputar 1,15 kali ditahun, 1,51 ditahun dan tahun, 1,33 kali ditahun yang mengindikasikan bahwa setiap Rp 1,- investasi di aktiva mampu menghasilkan penjualan bersih sebesar Rp1,15,- ditahun, Rp1,51,ditahun dan, dan untuk tahun sebesar Rp 1,33,-. Semakin tinggi TATO maka semakin baik. Pada tabel diatas kita lihat bahwa pada tahun dan, perusahaan memiliki tingkat perputaran aktiva yang paling tinggi, maka pada tahun tersebut terjadi tingkat perputaran aktiva yang maksimal. 64

23 b. Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) Rasio Perputaran Persediaan atau Inventory Turnover dihitung dengan membagi penjualan dengan persediaan atau harga pokok dengan persediaan. Rasio ini digunakan untuk mengukur perjalanan persediaan sampai kembali menjadi uang kas. Indikator penilaian dari rasio perputaran persediaan ini adalah semakin tinggi tingkat rasio maka semakin baik kinerja keuangan yang dihasilkan, karena persediaan yang tersedia tidak tersimpan lama digudang. Rumus Inventory Turn Over, ITO = HPP / persediaan x 1 kali Untuk melihat Inventory Turnover PT. TIFICO, Tbk Tabel 4.12 Perhitungan Inventory Turnover PT. TIFICO Tbk Periode - Tahun Harga Pokok Penjualan Persediaan Dalam Rupiah Penuh Sumber : Laporan Keuangan PT. TIFICO Tbk dan diolah ITO X 10,10 15,02 14,40 7,49 Pada tabel 4.12 dapat dilihat kondisi PT. TIFICO, Tbk pada tahun sebesar 10,10 kali, kemudian ditahun mengalami peningkatan menjadi 65

24 sebesar 15,02 kali. Kemudian ditahun mengalami penurunan sebesar 14,40 kali, dan ditahun mengalami penurunan juga sebesar 7,49kali. penurunan tersebut dikarenakan penggunaan modal kerja dalam persediaan kurang efektif, hasil ini menunjukkan semakin sedikitnya perputaran yang terjadi maka kemungkinan kerugian pada perusahaan. Dengan demikian rasio ini menunjukkan bahwa dana yang tertanam dalam persediaan untuk berputar selama tahun sebanyak 10,10 kali, 15,02 kalli ditahun, untuk tahun sebanyak 14,40 kali, dan pada tahun perputaran sebanyak 7,49 kali. 4.6 Rangkuman Analisis PT. TIFICO Tbk Perhitungan Analisis rasio PT. TIFICO, Tbk secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel 4.13 berikut : 66

25 Tabel 4.13 RANGKUMAN RASIO KEUANGAN PT. TIFICO Tbk Periode Tahun - Rasio Perusahaan No Jenis Rasio 1 Likuiditas Current Ratio Cash Ratio Quick Ratio Profitabilitas GPM % OPM % NPM % ROA % ROE % Solvabilitas DER % Debt Ratio % Aktivitas TATO ITO Sumber : Data telah diolah

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Laporan keuangan merupakan media yang penting untuk menilai prestasi serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat mengambil suatu keputusan

Lebih terperinci

MODUL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

MODUL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BAB IV Analisis Rasio A. Tujuan Instruksional : 1. Umum : Mahasiswa dapat memahami teknik dan aspek dalam menilai kinerja suatu perusahaan 2. Khusus : - Mahasiswa dapat menghitung berdasarkan ratio likuiditas

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Salah satu cara untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan adalah dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan tersebut. Analisis yang dilakukan

Lebih terperinci

Analisis Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas, dan Aktivitas pada PT. Kimia Farma (Persero), Tbk

Analisis Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas, dan Aktivitas pada PT. Kimia Farma (Persero), Tbk Analisis Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas, dan Aktivitas pada PT. Kimia Farma (Persero), Tbk Latar Belakang Masalah 1. Keuangan merupakan sarana yang penting bagi suatu perusahaan untuk tetap bertahan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT. Kimia Farma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PT. MANDOM INDONESIA TBK.

ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PT. MANDOM INDONESIA TBK. ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PT. MANDOM INDONESIA TBK. Nama : Annisa Damayanti Puspitasari NPM : 21213127 Kelas : 3EB03 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dini

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan Analisis Laporan Keuangan pada PT. Pupuk Kalimantan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan Analisis Laporan Keuangan pada PT. Pupuk Kalimantan 40 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pelaksanaan Analisis Laporan Keuangan pada PT. Pupuk Kalimantan Timur. Sesuai dengan analisis dan metode penelitian yang digunakan maka data yang

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Kalbe Farma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas perusahaan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Dalam dunia bisnis, tingginya tingkat persaingan membuat setiap perusahaan akan senantiasa meningkatkan kinerjanya agar dapat bertahan. Oleh karena itu, setiap perusahaan akan selalu berusaha memperoleh

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Indofarma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas perusahaan

Lebih terperinci

Dalam menganalisa laporan keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan perusahaan antara lain:

Dalam menganalisa laporan keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan perusahaan antara lain: Analisis Rasio Laporan Keuangan Perusahaan Rasio Keuangan atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat analisa yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGNAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN. Febriyanto, S.E., M.M.

LAPORAN KEUANGNAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN. Febriyanto, S.E., M.M. LAPORAN KEUANGNAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Febriyanto, S.E., M.M. LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 36 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Rasio PT United Tractors, Tbk Informasi yang ada pada laporan keuangan hanyalah informasi yang berupa angka-angka yang merupakan rekaman dari transaksi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. berupa angka-angka dari transaksi yang terjadi selama satu periode. Informasi

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. berupa angka-angka dari transaksi yang terjadi selama satu periode. Informasi BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Rasio PT Astra Agro Lestari Tbk Informasi yang ada pada laporan keuangan adalah informasi yang berupa angka-angka dari transaksi yang terjadi selama satu

Lebih terperinci

Analisa Rasio Keuangan

Analisa Rasio Keuangan Analisa Rasio Keuangan Untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi perusahaan, analis keuangan memerlukan beberapa tolak ukur. Tolak ukur yang sering dipakai adalah rasio atau atau indeks, yang menghubungkan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan hal yang sangat membantu terhadap suatu keputusan yang diambil karena kinerja keuangan akan menunjukkan

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil analisis rasio keuangan terhadap laporan keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia (PT. TELKOM) periode 2005 sampai dengan 2008 maka dapat ditarik kesimpulan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Penilaian Kinerja PT Tambang Batu Bara Bukit Asam, Tbk dan PT

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Penilaian Kinerja PT Tambang Batu Bara Bukit Asam, Tbk dan PT BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Penilaian Kinerja PT Tambang Batu Bara Bukit Asam, Tbk dan PT Aneka Tambang, Tbk Informasi yang ada pada laporan keuangan adalah informasi yang berupa angka-angka

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Jenis Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan suatu dasar informasi untuk menyusun dan mengevaluasi mengenai berbagai kebijakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan memberikan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laba 2.1.1 Pengertian Laba Laba merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka laba diharapkan cukup kaya untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk

BAB II LANDASAN TEORI. Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Keuangan Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh modal yang semurah murahnya dan menggunakan seefektif, seefisien,

Lebih terperinci

Latar Belakang Masalah. 1. Keuangan Perusahaan 2. Laporan Keuangan 3. Penilaian Kinerja Perusahaan

Latar Belakang Masalah. 1. Keuangan Perusahaan 2. Laporan Keuangan 3. Penilaian Kinerja Perusahaan ANALISA LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN MELALUI TINGKAT LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, AKTIVITAS, DAN PROFITABILITAS PADA PT. UNILEVER INDONESIA TBK Nama Jurusan Pembimbing : Fika Fitrianti

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Astra Agro

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Astra Agro BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Astra Agro Lestari Tbk. yang selanjutnya dibandingkan dengan PT. PP London Sumatra Tbk. dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB IV. Analisis dan Pembahasan. dan 2012 terdapat analisis keuangan sebagai berikut :

BAB IV. Analisis dan Pembahasan. dan 2012 terdapat analisis keuangan sebagai berikut : BAB IV Analisis dan Pembahasan Berdasarkan laporan keuangan PT. Astra Internasional pada tahun 2011 dan 2012 terdapat analisis keuangan sebagai berikut : 1. Rasio Likuiditas Rasio ini menunjukkan kemampuan

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS PADA LAPORAN KEUANGAN PT. SIANTAR TOP (PERSERO) TBK. : Sovia Yohana Lumban : 1A214419

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS PADA LAPORAN KEUANGAN PT. SIANTAR TOP (PERSERO) TBK. : Sovia Yohana Lumban : 1A214419 ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS PADA LAPORAN KEUANGAN PT. SIANTAR TOP (PERSERO) TBK Nama NPM Kelas Fakultas Jurusan Pembimbing : Sovia Yohana Lumban : 1A214419 : 3EA39 : Ekonomi

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menilai perkembangan kinerja keuangan Haneda Decorations adalah dengan melakukan analisis terhadap

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laba a. Pengertian Laba Laba didefinisikan dengan pandangan yang berbeda-beda. Pengertian laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan yang

Lebih terperinci

BAB III PERHITUNGAN DAN ANALISIS

BAB III PERHITUNGAN DAN ANALISIS BAB III PERHITUNGAN DAN ANALISIS Bab ini memuat input data dan hasil perhitungan rasio, pembandingan dengan rasio rata-rata industri tambang serta analisisnya. 3.1. Perhitungan Sebelum melakukan perhitungan

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA 2016

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA 2016 ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK Nama : Bella Gusita Aritonang NPM : 21213693 Kelas : 3EB03 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dini Yartiwulandari,

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Ace Hardware Indonesia Tbk adalah sebagai berikut: 1. Rasio likuiditas PT Ace Hardware Indonesia Tbk bila dilihat dari current

BAB V PENUTUP. Ace Hardware Indonesia Tbk adalah sebagai berikut: 1. Rasio likuiditas PT Ace Hardware Indonesia Tbk bila dilihat dari current BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Simpulan rinci yang didapatkan dari perhitungan analisis rasio keuangan yang telah dilakukan sebagai salah satu dasar penilaian kinerja keuangan pada PT Ace Hardware Indonesia

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. Penilaian kinerja adalah pendeskripsian nilai secara periodik dari efektivitas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. Penilaian kinerja adalah pendeskripsian nilai secara periodik dari efektivitas BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Kinerja Keuangan Penilaian kinerja adalah pendeskripsian nilai secara periodik dari efektivitas suatu organisasi dalam setiap

Lebih terperinci

Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode

Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode tertentu. Dengan melihat laporan keuangan suatu perusahaan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Laporan Keuangan Dalam menganalisis permohonan kredit modal kerja, peneliti menggunakan data dari aspek keuangan yaitu menggunakan rasio keuangan dan metode

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK Nama : Bella Kandi NPM : 21213695 Jurusan : Akuntansi Dosen Pembimbing : Erna Kustyarini SE., MMSI Pendahuluan

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT SEPATU BATA TBK PERIODE

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT SEPATU BATA TBK PERIODE ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT SEPATU BATA TBK PERIODE 2011-2015 Disusun oleh : Nama : Komang Gita Danitri Yuniar NPM : 25214907 Jurusan : Akuntansi

Lebih terperinci

Nama : Martha Romadoni NPM : Kelas : 3EA13

Nama : Martha Romadoni NPM : Kelas : 3EA13 ANALISA KINERJA KEUANGAN PT. PEGADAIAN Tbk BERDASARKAN RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN PROFITABILITAS Nama : Martha Romadoni NPM : 16209473 Kelas : 3EA13 LATAR BELAKANG Mengingat pegadaian merupakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjuaan Teoritis 1. Pengertian Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan 1. Pelaksanaan Analisis Laporan Keuangan Pada Perusahaan Industri Kertas 1) PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Analisis laporan keuangan pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. ANTAM Tbk. : Joko Prayitno NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing :Dr. Emmy Indrayani

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. ANTAM Tbk. : Joko Prayitno NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing :Dr. Emmy Indrayani ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. ANTAM Tbk. Nama : Joko Prayitno NPM : 24213668 Jurusan : Akuntansi Pembimbing :Dr. Emmy Indrayani Latar Belakang Masalah Untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laba a. Pengertian Laba Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Laba merupakan indikator prestasi atau kinerja perusahaan yang besarnya tampak

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. dan dapat dipercaya untuk menilai kinerja perusahaan dan hasil dari suatu

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. dan dapat dipercaya untuk menilai kinerja perusahaan dan hasil dari suatu 50 BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang penting dan dapat dipercaya untuk menilai kinerja perusahaan dan hasil dari suatu perusahaan. Salah satu

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Mayora Tbk maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil kinerja Likuiditas dilihat dari rasio

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Objek yang dipilih adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk. PT Mitra Adiperkasa Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam operasi berbagai merek toko ritel

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dagang bertujuan untuk mencari laba, agar kelangsungan hidup dan

BAB I PENDAHULUAN. dagang bertujuan untuk mencari laba, agar kelangsungan hidup dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Setiap perusahaan baik yang bergerak di bidang industri, jasa maupun dagang bertujuan untuk mencari laba, agar kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini berjudul Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Employee

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini berjudul Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Employee BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Penelitian ini merujuk pada beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu,antara lain : 1. Christian Herdinata, 2012. Penelitian

Lebih terperinci

Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Pada Pt. Holcim Indonesia Tbk

Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Pada Pt. Holcim Indonesia Tbk Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Pada Pt. Holcim Indonesia Tbk Nama : R. Hudy Adinurwijaya Npm : 25210478 Kelas : 4EB23 Jurusan : Akuntansi Fakultas : Ekonomi Universitas Gunadarma

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersebut melalui suatu analisis yang dapat dijadikan pedoman untuk menilai

BAB I PENDAHULUAN. tersebut melalui suatu analisis yang dapat dijadikan pedoman untuk menilai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan ekonomi di suatu Negara dapat dilihat dan diukur dari kinerja perusahaan, yaitu melihat perkembangan dan pertumbuhan perusahaan tersebut melalui

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan hal yang sangat membantu terhadap suatu keputusan yang diambil karena kinerja keuangan akan menunjukkan

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT KALBE FARMA TBK. : DWI PRATIWI NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Rino Rinaldo, SE.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT KALBE FARMA TBK. : DWI PRATIWI NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Rino Rinaldo, SE. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT KALBE FARMA TBK Nama : DWI PRATIWI NPM : 22213689 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Rino Rinaldo, SE., MMSI LATAR BELAKANG RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Pada hakekatnya laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengukomunikasikan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis pada BAB IV, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1 Rasio keuangan perusahaan sektor jasa telekomunikasi di Indonesia

Lebih terperinci

RASIO LAPORAN KEUANGAN

RASIO LAPORAN KEUANGAN RASIO LAPORAN KEUANGAN NERACA (BALANCED SHEET) Terdiri dari elemen pokok : Asset, Hutang, dan Modal. Pengukuran terhadap elemen-elemen Neraca biasanya menggunakan historical cost LAPORAN RUGI-LABA (INCOME

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Analisis rasio laporan keuangan pada perusahaan industri rokok telah dilaksanakan secara efektif, hal ini terlihat dari perusahaan industri rokok dalam menganalisis

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1. Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab 4 yaitu penilaian kinerja keuangan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk yang akan dibandingkan dengan rata-rata

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Laporan Keuangan PT. Ades Water Indonesia Tbk.

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Laporan Keuangan PT. Ades Water Indonesia Tbk. 54 BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Laporan Keuangan PT. Ades Water Indonesia Tbk. Sesuai dengan lingkup pembatasan, maka penulis hanya akan membahas permasalahan kuangan yang berupa neraca dan laporan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Djarwanto (2004:5) laporan keuangan merupakan hasil dari

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Djarwanto (2004:5) laporan keuangan merupakan hasil dari BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan keuangan Menurut Djarwanto (2004:5) laporan keuangan merupakan hasil dari pembuatan ringkasan

Lebih terperinci

Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk

Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk Nama : Stephanie Octaviani Npm : 21209655 Jurusan : S1 - Akuntansi Latar Belakang Masalah Sebagaimana

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Analisis Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan alat analisis untuk menjelaskan hubungan tertentu antara elemen yang satu dengan elemen yang lain dalam suatu laporan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laporan Keuangan Pengertian laporan keuangan menurut Feriansya (2015:4) : Laporan keuangan merupakan tindakan pembuatan ringkasan dan keuangan perusahaan. Laporan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Setelah melakukan analisis terhadap laporan keuangan, maka dapat diketahui secara jelas mengenai gambaran kondisi perusahaan dan langkahlangkah apa saja yang

Lebih terperinci

Analisis Rasio Keuangan Likuiditas, Solvabilitas, & Rentabilitas Pada PT. Lerindro Internasional

Analisis Rasio Keuangan Likuiditas, Solvabilitas, & Rentabilitas Pada PT. Lerindro Internasional Analisis Rasio Keuangan Likuiditas, Solvabilitas, & Rentabilitas Pada PT. Lerindro Internasional Nama : Debby Nur ainy Kosasih NPM : 41209419 Pembimbing : Dr. Lana Sularto, SE, MMSI BAB I PENDAHULUAN Perusahaan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN DENGAN METODE TIME SERIES UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN DENGAN METODE TIME SERIES UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN DENGAN METODE TIME SERIES UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN Syamsul Arif R. Rustam Hidayat Achmad Husaini Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

Lebih terperinci

BAB 5 PENUTUP. 1. Penilaian kinerja keuangan bertujuan untuk mengetahui kemampuan. perusahaan untuk mencapai tingkat penjualan setiap tahunnya.

BAB 5 PENUTUP. 1. Penilaian kinerja keuangan bertujuan untuk mengetahui kemampuan. perusahaan untuk mencapai tingkat penjualan setiap tahunnya. BAB 5 PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan uaraian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Penilaian kinerja keuangan bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Rasio Keuangan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Analisis rasio adalah suatu metode Analisis untuk mengetahui hubungan pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan 1. Analisis laporan keuangan pada perusahaan PT. Kimia Farma Tbk, PT. Kalbe Farma Tbk, dan PT. Schering-Plough Indonesia Tbk, telah dilaksanakan secara efektif. Hal

Lebih terperinci

ANALISIS DU PONT SYSTEM TERHADAP PENGGUNAAN RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. NIPPON INDOSARI CORPINDO Tbk.

ANALISIS DU PONT SYSTEM TERHADAP PENGGUNAAN RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. NIPPON INDOSARI CORPINDO Tbk. NAMA : APRIYANTI RISKY P.N NPM : 11231228 JURUSAN : MANAJEMEN PEMBIMBING : DARMADI, SE, MM ANALISIS DU PONT SYSTEM TERHADAP PENGGUNAAN RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. NIPPON INDOSARI

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. PT. Kimia Farma Tbk merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. PT. Kimia Farma Tbk merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1 Simpulan PT. Kimia Farma Tbk merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang industri farmasi dimana kegiatan utamanya menyediakan produk dan jasa pelayanan

Lebih terperinci

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA ARNI / 20208189 Pembimbing : Dr. Emmy Indrayani Latar Belakang Masalah Salah satu faktor

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PADA PT. UNILEVER INDONESIA Tbk PERIODE

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PADA PT. UNILEVER INDONESIA Tbk PERIODE ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PADA PT. UNILEVER INDONESIA Tbk PERIODE 2011-2015 Disusun oleh : Nama : Dilla Marta Yulia NPM : 22213462 Jurusan : Akuntansi Dosen Pembimbing : Bani Zamzami,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis rasio keuangan terhadap laporan keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. periode 2005-2007 maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pasar modal mempunyai peranan penting dalam pembangunan ekonomi suatu

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pasar modal mempunyai peranan penting dalam pembangunan ekonomi suatu BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal mempunyai peranan penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Pasar modal juga menjadi sumber dana bagi pelaku dunia usaha dimana sumber dana

Lebih terperinci

ANALISIS PERKEMBANGAN PT ANEKA TAMBANG DITINJAU DARI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BAB I PENDAHULUAN

ANALISIS PERKEMBANGAN PT ANEKA TAMBANG DITINJAU DARI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BAB I PENDAHULUAN ANALISIS PERKEMBANGAN PT ANEKA TAMBANG DITINJAU DARI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Analisa laporan keuangan adalah suatu proses yang dapat digunakan untuk memeriksa data

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB II URAIAN TEORITIS BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Hamidullah (2004) melakukan penelitian dengan judul Analisis Rasio Keuangan Sebagai Dasar Untuk Memprediksi Kondisi Keuangan Perusahaan Pada PT. Agro Max

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laba 2.1.1 Pengertian dan Karakteristik Laba Setiap perusahaan pasti menginginkan memproleh laba yang maksimal atas usaha yang dikelolanya sehingga perusahaan dapat terus maju

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan analisa yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan analisa yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan analisa yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan melalui analisa rasio

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Hutang Hutang sering disebut juga sebagai kewajiban, dalam pengertian sederhana dapat diartikan sebagai kewajiban keuangan yang harus dibayar oleh perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kinerja perusahaan dalam suatu periode produksi perlu dilakukan evaluasi untuk melihat dan mengetahui pencapaian yang telah dilakukan perusahaan baik dari

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Kondisi dunia bisnis sekarang ini menuntut perusahaan-perusahaan yang ada

BAB 1 PENDAHULUAN. Kondisi dunia bisnis sekarang ini menuntut perusahaan-perusahaan yang ada BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kondisi dunia bisnis sekarang ini menuntut perusahaan-perusahaan yang ada untuk senantiasa meningkatkan efisiensinya. Hal ini dimaksudkan supaya perusahaan

Lebih terperinci

Analisa Rasio Keuangan Untuk Meningkatkan Kinerja Keuangan Pada PT. Bukit Asam, Tbk

Analisa Rasio Keuangan Untuk Meningkatkan Kinerja Keuangan Pada PT. Bukit Asam, Tbk Analisa Rasio Keuangan Untuk Meningkatkan Kinerja Keuangan Pada PT. Bukit Asam, Tbk Nama : Mutiara Yuang Triani NPM : 25212189 Kelas : 3EB24 Pembimbing : Feny Fidyah, SE.,MMSI LATAR BELAKANG Dalam dunia

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN. Laporan keuangan peruahaan merupakan sumber informasi bagi pihakpihak

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN. Laporan keuangan peruahaan merupakan sumber informasi bagi pihakpihak BAB IV ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN 4.1 Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Laporan keuangan peruahaan merupakan sumber informasi bagi pihakpihak yang berkepentingan untuk menilai kerja dan posisi keuangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memerlukan keputusan yang tepat dan cepat. Dalam bisnis setiap

BAB I PENDAHULUAN. memerlukan keputusan yang tepat dan cepat. Dalam bisnis setiap 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kegiatan bisnis selalu di hadapkan berbagai persoalan yang memerlukan keputusan yang tepat dan cepat. Dalam bisnis setiap permasalahan akan berdampak

Lebih terperinci

WARMING UP : Buatlah Neraca dan Laba Rugi

WARMING UP : Buatlah Neraca dan Laba Rugi PENJUALAN 3000$ HPP 30% PENJUALAN BIAYA ADMINISTRASI = HPP KAS = 30% MODAL PAJAK 10% LABA DITAHAN 30% TOTAL MODAL = LABA DITAHAN X2 BIAYA BUNGA 30% HPP PERSEDIAAN = 3 X KAS PIUTANG = KAS HUTANG LANCAR

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Aset 2.1.1 Pengertian Aset Aset merupakan bentuk dari penanaman modal perusahaan yang bentuknya dapat berupa hak atas kekayaan atau jasa yang dimiliki perusahaan yang bersangkutan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menjaga kontinuitas perkembangan usahanya dari waktu ke waktu. Masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. menjaga kontinuitas perkembangan usahanya dari waktu ke waktu. Masyarakat 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan laju tatanan perekonomian dunia yang telah mengalami perkembangan dan mengarah pada sistem ekonomi pasar bebas, perusahaanperusahaan semakin terdorong

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laba Setiap perusahaan berusaha untuk memperoleh laba yang maksimal. Laba yang diperoleh perusahaan akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan tersebut.

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. Perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya

II. LANDASAN TEORI. Perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya II. LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pengertian Modal Kerja Perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari penertian modal kerja menurut beberapa ahli, antara

Lebih terperinci

Bab II. Tinjauan Pustaka

Bab II. Tinjauan Pustaka Bab II Tinjauan Pustaka 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Likuiditas Rasio likuiditas merupakan suatu indikator mengenai kemampauan perusahaan-perusahaan membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. skripsi ini, mengggunakan buku acuan Manajemen Keuangan: Prinsip

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. skripsi ini, mengggunakan buku acuan Manajemen Keuangan: Prinsip 63 Gambar 3.1 : Diagram Du Pont (Harahap, Sofyan Sari:2004) BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Rasio Keuangan Seluruh perhitungan rasio keuangan yang dilakukan untuk penulisan skripsi ini,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis terhadap laporan keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. adalah di bawah ini. Berdasarkan analisis rasio likuiditas,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 99 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Setelah dilakukan penghitungan dan analisis terhadap kinerja keuangan PT. MCP, maka pada bab ini akan diberikan kesimpulan dari pembahasan dan analisis diatas serta saran-saran

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Dalam PSAK No. 1, 2012 : 1,3, dalam Denny (2014) Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berhasil memenangkan persaingan apabila dapat menghasilkan laba yang

BAB I PENDAHULUAN. berhasil memenangkan persaingan apabila dapat menghasilkan laba yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perusahaan dapat dikatakan mencapai kesuksesan dan berhasil memenangkan persaingan apabila dapat menghasilkan laba yang maksimal (Mahaputra, 2012). Di samping

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. diukur karena dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan baik bagi pihak. internal maupun pihak eksternal perusahaan.

BAB 1 PENDAHULUAN. diukur karena dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan baik bagi pihak. internal maupun pihak eksternal perusahaan. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan adalah sebagai salah satu bentuk organisasi pada umumnya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam usaha untuk memenuhi kepentingan para

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk PERIODE 31 DESEMBER

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk PERIODE 31 DESEMBER ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk PERIODE 31 DESEMBER 2012 2014 Disusun oleh : Nama : Desyria Pratiwi NPM : 21212913 Jurusan : Akuntansi Dosen Pembimbing : Susanti Usman, SE.,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat (investor) yang kemudian disalurkan kepada sektor-sektor yang

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat (investor) yang kemudian disalurkan kepada sektor-sektor yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan perekonomian di Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh transaksi saham yang berlaku dalam lantai bursa pasar modal. Hal ini dimungkinkan karena

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk membiayai aktivitas perusahaan sehari-hari misalnya untuk membeli bahan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk membiayai aktivitas perusahaan sehari-hari misalnya untuk membeli bahan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1. Pengertian Modal Kerja Setiap perusahaan selalu memerlukan modal kerja yang akan digunakan untuk membiayai aktivitas perusahaan sehari-hari misalnya untuk

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan hasil kegiatan operasi perusahaan yang disajikan dalam bentuk angka-angka keuangan. Hasil kegiatan perusahaan periode saat ini harus

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Setiap badan usaha diwajibkan untuk membuat laporan keuangan dari hasil kegiatan usahanya selama periode tertentu. Laporan keuangan

Lebih terperinci