ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN USAHA INDUSTRI KEMPLANG RUMAH TANGGA BERBAHAN BAKU UTAMA SAGU DAN IKAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN USAHA INDUSTRI KEMPLANG RUMAH TANGGA BERBAHAN BAKU UTAMA SAGU DAN IKAN"

Transkripsi

1 ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN USAHA INDUSTRI KEMPLANG RUMAH TANGGA BERBAHAN BAKU UTAMA SAGU DAN IKAN (THE ANALYSIS OF ADDED VALUE AND INCOME OF HOME INDUSTRY KEMPLANG BY USING FISH AND TAPIOCA AS THE MAIN RAW MATERIALS) Idham Alamsyah Jurusan Sosal Ekonom Pertanan Fakultas Pertanan Unverstas Srwjaya Jl. Palembang-Prabumulh KM 32 Indralaya Ogan Ilr ABSTRACT The objectves of ths research are 1) to calculate the ncome of home ndustr kemplang Berkat, and 2) to calculate the cost prce, the break even pont, and the value added of raw materals of kemplangs produced The analyses show that the Berkat receved Rp ,88 per month ncome. The cost prce of each sardnes and kakap kemplangs are Rp 8.116,58 per kg and Rp ,85 per kg. There wll be break even pont when the sellng amount of sardnes and kakap kemplangs each are 573,70 kgs or Rp ,88 and 42,50 kgs or Rp ,35 per month. The addtonal value ganed by tapoca and sardnes from the processng of sardnes kemplang s Rp 583,60 per kg. Whle the addtonal value ganed by tapoca and kakap from the processng of kakap kemplangs s Rp 6.795,83 per kg. Key words: Home ndustry kemplang, Value added, and Income Pendahuluan Latar Belakang dan Masalah Salah satu agenda pembangunan Indonesa dalam rangka menngkatkan kesejahteraan rakyat adalah melalu pemberdayaan usaha mkro kecl menengah (UMKM). Pengembangan UMKM dharapkan dapat menyerap kesempatan kerja sekalgus menngkatkan pendapatan pelakunya (Pemerntah Republk Indonesa, 2005). Usaha ndustr kemplang dengan bahan baku utama sagu (tepung tapoka) dan kan bersekala rumah tangga merupakan usaha tradsonal yang banyak dlakukan masyarakat dan telah berkembang sejak lama d kota Palembang Sumatera Selatan. Usaha n sebagan dlakukan turun temurun meskpun dar sekala usaha sebagan menunjukkan kesan kurang berkembang dengan bak. Persoalannya adalah mengapa tu terjad. Apakah secara fnansal usaha n menguntungkan. Tujuan dan Kegunaan Peneltan n bertujuan untuk : 1. Menghtung pendapatan yang dperoleh dar usaha ndustr kemplang rumah tangga. 2. Menghtung harga pokok kemplang, ttk mpas (BEP), dan nla tambah bahan baku kemplang pada Usaha Kemplang 18

2 Hasl peneltan n dharapkan dapat memberkan kegunaan bag: 1. Pengrajn kemplang sebaga bahan pertmbangan dalam upaya pengembangan usahanya. 2. Pemerntah, sebaga bahan pertmbangan dalam menentukan kebjakan pengembangan ndustr kecl dan menengah. 3. Perpustakaan sebaga tambahan referens bag peneltan selanjutnya. Kerangka Pemkran Tnjauan Umum Kemplang salah satu makanan khas Sumatera Selatan yang dkenal luas hampr dseluruh Indonesa. Masyarakat Sumatera Selatan mengenal kemplang sebaga makanan kecl atau djadkan sebaga tambahan lauk pauk. Usaha ndustr kemplang memlk potens untuk dkembangkan, karena dapat menyerap tenaga kerja sehngga mengurang pengangguran. Kendala utama yang dhadap oleh pengusaha kemplang dewasa n adalah ketersedaan bahan baku kan yang musman dan harga untuk beberapa jens kan sepert gabus dan tenggr tdak terjangkau. Kendala lannya adalah kenakan harga bahan tambahan, dan cuaca yang kurang mendukung untuk proses produks. Usaha Kemplang Berkat salah satu ndustr kemplang d Kota Palembang, merupakan usaha rumah tangga yang telah berproduks kurang lebh selama 25 tahun. Produks usaha n berksar antara kg kemplang dalam satu kal proses produks. Jumlah tersebut akan nak secara drasts menjelang bulan Ramadhan dan Har Raya. Tetap produks tdak dlakukan setap har. Apabla persedaan kemplang tnggal sedkt, baru dlakukan lag proses produks. Padaa tahun 2005 usaha n mash menggunakan kan gabus dan kan tenggr sebaga bahan baku pembuatan kemplang. Tetap karena harga kedua kan tersebut tdak lag mampu djangkau maka saat n pemakaan bahan baku dalhkan ke kan kakap dan kan sarden. Ikan kakap dan kan sarden daku oleh pemlk usaha lebh terjangkau harganya. Sehngga kemplang yang dolah dar kan kakap dan kan sarden harganya juga dapat djangkau oleh konsumen. Batasan-batasan Batasan-batasan yang dgunakan dalam peneltan n adalah : 1. Baya total adalah seluruh baya yang dkeluarkan dalam produks kemplang, terdr atas baya tetap dan baya varabel (Rp/bulan). 2. Baya tetap adalah baya jumlahnya nlanya tdak tergantung pada jumlah produks kemplang. Terdr dar baya penyusutan peralatan, penyusutan bangunan, dan gaj penjaga toko (Rp/bulan). 3. Baya varabel adalah baya yang jumlah nlanya dpengaruh oleh jumlah produks kemplang, sepert baya bahan baku (kan sarden, kan kakap, dan tapoka), baya bahan penolong (mnyak goreng, garam halus, vetsn, telur ayam, gula, ar), baya tenaga kerja, baya bahan bakar (mnyak 19

3 tanah, gas elpj, brket batu bara) dan baya pemasaran (Rp/bulan). 4. Baya pemasaran adalah baya yang dkeluarkan dalam memasarkan kemplang sepert baya pengemasan, baya cetak label dan baya penympanan (Rp/bulan). 5. Kemplang yang dproduks adalah kemplang kan sarden dan kemplang kan kakap bermerek dagang Cap Ikan Beldo yang telah dgoreng. Kemplang kan sarden dkemas dalam kemasan 0,2 kg sedangkan kemplang kan kakap dalam kemasan 0,5 kg. 6. Kemplang kan sarden adalah kemplang yang dbuat dar bahan baku kan sarden dan tepung tapoka dengan perbandngan 1 : 13,8. 7. Kemplang kan kakap adalah kemplang yang dbuat dar bahan baku kan kakap dan tepung tapoka dengan perbandngan 1 : Penermaan adalah total produks kemplang kan sarden dan kemplang kan kakap yang dhaslkan dalam satu bulan dkalkan dengan harga jualnya masngmasng (Rp/bulan). 9. Pendapatan adalah penermaan dkurang dengan baya total produks kemplang (Rp/bulan). 10. Harga pokok kemplang kan sarden dan kemplang kan kakap adalah total baya produksnya masng-masng dbag dengan jumah produksnya masngmasng. 11. Ttk mpas (BEP) adalah suatu konds dmana usaha dalam keadaan tdak untung dan tdak rug yang dnyatakan dalam satuan unt (kg) dan dalam satuan rupah. 12. Nla tambah adalah penngkatan nla dar pengolahan bahan baku kemplang (tepung tapoka, kan sarden, dan kan kakap) menjad kemplang; dperoleh dar selsh nla output dengan nla nput yang dhtung dalam Rp per kg bahan baku yang dpergunakan. 13. Nla output tap jens kemplang adalah hasl kal jumlah kemplang dengan harga kemplang dbag dengan jumlah bahan baku yang dpergunakan. 14. Nla nput tap jens kemplang adalah jumlah baya bahan (bahan baku dan bahan penolong) dan baya lannya (baya bahan bakar, baya pemasaran, baya penyusutan, dan baya tenaga kerja) dbag dengan jumlah bahan baku yang dpergunakan. Pelaksanaan Peneltan Peneltan dlaksanakan berdasarkan pen-dekatan sebaga berkut : Tempat dan Waktu Peneltan n dlaksanakan pada Usaha Kemplang Berkat mlk Hj. Nonck d Jl. Jend. A. Yan, No. 53 Rt 24, Kel. 14 Ulu Kec. Seberang Ulu II Palembang. Penentuan dlakukan secara sengaja (purposve) karena usaha n telah djalankan selama 25 tahun tetap tdak menunjukkan perkembangan kemajuan yang berart. Pengumpulan data dlakukan pada bulan Me Metode Peneltan Metode yang dgunakan pada peneltan n adalah metode stud kasus. Tujuannya 20

4 agar nformas fnansal yang dperlukan untuk keperluan analss tergal lebh detl. Metode Pengumpulan Data Data yang dkumpulkan adalah data prmer. Dperoleh melalu wawancara langsung dengan phak pengrajn, yatu mengena proses produks kemplang, baya produks, harga jual, dan lan-lan. Data tersebut adalah data bula Me Metode Analss Data Data yang dperoleh dhtung secara matemats, dsajkan dalam bentuk tabulas, kemudan danalss dan djelaskan secara deskrptf. Besarnya pendapatan, harga pokok, ttk mpas (BEP), dan nla tambah dapat dhtung dengan menggunakan rumusrumus berkut. 1. Pendapatan Perhtungan pendapatan menurut Husn dan Lfanth (1995) Pd = PNT BT PNT = Y. Hy BT = BTpT + BVT Keterangan: Pd = Pendapatan atau keuntungan (Rp/bulan) PNT = Penermaan Total (Rp/bulan) Y = Jumlah produk yang dhaslkan (kg) Hy = Harga produk BT = Baya Total (Rp/bulan) BTpT = Baya TetapTotal BVT = Baya Varabel Total 2. Harga Pokok HP = BT Y Keterangan: HP = Harga Pokok kemplang ke- BT = Baya Total produks kemplang ke- (Rp/bulan) Y = Jumlah produks kemplang ke- (kg/bulan) = 1 adalah kemplang kan sarden = 2 adalah kemplang kan kakap 3. BEP BTpT BEP = ( MK1x Pr op1) + ( MK 2x Pr op2) MK = HJ - BV Prop = Y Y 1 + Y 2 Pj = Prop x BEP mx BEP Pn = (Pj 1 x HJ 1 ) + (Pj 2 x HJ 2 ) Keterangan: BEP mx = break even pont, ttk kesembangan jumlah penjualan (kg/bln) BEP Pn = break even pont, ttk kesembangan penermaan BTpT = Baya Tetap Total MK = Marjn kontrbus kemplang ke- HJ = Harga jual kemplang ke- BV = Baya varabel kemplang ke- Prop = Propors penjualan yang drencanakan atas kemplang ke- Pj = Penjualan kemplang ke- pada saat BEP Y = Jumlah produks kemplang ke- (kg/bulan) = 1 adalah kemplang kan sarden 21

5 = 2 adalah kemplang kan kakap 4. Nla Tambah NT = NO NI NO = NI = Y x Hy JBB BB + BLan JBB dan BB = Baya bahan baku + Baya Penolong BLan = BBB + BP + BPny + BTK Keterangan: NT = Nla Tambah kemplang ke- NO = Nla Output kemplang ke- NI = Nla Input kan ke- Y Hy = Jumlah kemplang ke-(unt) = Harga kemplang ke-(rp/unt) JBB = Jumlah Bahan Baku ke- (kg) BB = Baya bahan kemplang ke- BBB = Baya bahan bakar kemplang ke- BP = Baya Pemasaran kemplang ke- BPny = Baya Penyusutan alat dan bangunan kemplang ke- BTK = Baya tenaga kerja kemplang ke- = 1 adalah kemplang kan sarden = 2 adalah kemplang kan kakap varabel yang dkeluarkan oleh Usaha Kemplang "Berkat dapat dlhat pada Tabel 1. Tabel 1. Baya Produks Usaha Kemplang Berkat, Me 2007 No. Baya Kemplang Uraan Kemplang Total Ikan Ikan Sarden Kakap 1. Baya , , ,78 Tetap 2. Baya Varabe , , ,3 4 l Baya Total , , ,1 2 Baya tetap yang dkeluarkan oleh Usaha Kemplang Berkat dalam proses pembuatan kemplang sebesar Rp ,78 per bulan. Baya tetap tersebut mencakup baya penyusutan bangunan dan peralatan, dan baya gaj karyawan toko. Baya varabel yang dkeluarkan untuk memproduks kemplang kan sarden dan kan kakap masng-masng sebesar Rp ,83 per bulan dan Rp ,51 per bulan. Baya varabel tersebut melput baya bahan baku utama dan bahan penolong, upah tenaga kerja, baya bahan bakar, dan baya pemasaran. Baya total adalah penjumlahan seluruh baya tetap, baya varabel kemplang kan sarden dan baya varabel kemplang kan kakap. Baya total yang telah dkeluarkan Hasl Dan Pembahasan Perhtungan Baya Produks, Penermaan dan Pendapatan Usaha Baya Produks Baya produks terdr dar baya tetap dan baya varabel. Baya tetap dan baya oleh Usaha Kemplang Berkat dalam bulan Me 2007 adalah Rp ,12 per bulan. Penermaan Penermaan merupakan hasl kal antara harga produk dengan jumlah produks. Besarnya jumlah penermaan dalam peneltan n dperoleh dar penjualan 22

6 kemplang yang terdr dar dua jens kemplang dalam satu bulan d Usaha Kemplang Berkat. Penermaan yang dperoleh Usaha Kemplang Berkat dapat dlhat pada Tabel 2. Tabel 2. Penermaan Usaha Kemplang Berkat, Me 2007 Produk No. Uraan Kemplang Kemplan Ikan g Ikan Total Sarden Kakap 1. Jumlah penjualan (kg) 2. Harga Penerma an Penjualan kemplang bervaras tap harnya. Varas n dpengaruh oleh banyaknya permntaan. Penjualan kemplang kan sarden dpengaruh oleh permntaan pedagang pengecer yang mengambl kemplang untuk d jual kepada konsumen. Sedangkan penjualan kemplang kan kakap dpengaruh oleh permntaan konsumen yang datang ke toko untuk membel kemplang. Permntaan akan menngkat pada saat-saat tertentu, msalnya apabla ada konsumen yang akan mengadakan suatu acara. Usaha Kemplang Berkat melakukan pencatatan untuk penjualan kemplang kan sarden. Catatan tersebut sebaga acuan bag usaha dan pedagang pengecer dalam pembayaran. Lan halnya dengan penjualan kemplang kan kakap yang tdak tercatat dengan bak. Karena konsumen langsung membel kemplang kan kakap d toko Usaha Kemplang Berkat. Tdak ddapat data yang past untuk penjualan kemplang kan kakap. Penermaan total per bulan pada Usaha Kemplang Berkat dperoleh dengan menjumlahkan penermaan dar penjualan kemplang kan sarden dan kemplang kan kakap. Penermaan total yang dapat dperoleh usaha tersebut adalah sebesar Rp ,00 per bulan. Pendapatan Pendapatan usaha merupakan selsh antara penermaan terhadap total baya yang dkeluarkan dalam proses produks. Apabla penermaan lebh besar darpada baya total maka dkatakan usaha memperoleh pendapatan. Sebalknya apabla total baya lebh besar dbandngkan penermaan maka usaha menderta kerugan. Pendapatan dar Usaha Kemplang Berkat dapat dlhat pada Tabel 3 sebaga berkut. Tabel 3. Baya dan Pendapatan Usaha Kemplang Berkat, Me 2007 Produk Uraan Kemplang Ikan Sarden Kemplang Ikan Kakap Total Produks 1.350,00 100,00 (kg) Harga jual 8.500, ,00 Penermaa n , , ,0 0 (Rp/bulan) Baya Total , , ,1 2 (Rp/bulan) Pendapata , , ,88 n (Rp/bulan) R/C 1,05 1,44 1,09 Total pendapatan Usaha Kemplang Berkat berdasarkan Tabel 3 adalah Rp ,88 per bulan. 23

7 Nla R/C menunjukkan bahwa kemplang kan kakap memberkan keuntungan yang lebh besar darpada kemplang kan sarden. Nla R/C kemplang kan kakap adalah 1,44 artnya dar setap Rp 1,00 baya yang dkeluarkan akan dperoleh penermaan sebesar Rp 1,44. sedangkan nla R/C kemplang kan sarden adalah 1,05 artnya dar setap Rp 1,00 rupah baya yang dkeluarkan akan dperoleh penermaan Rp 1,05. Pendapatan kemplang kan sarden lebh besar Rp ,56 per bulan darpada pendapatan kemplang kan kakap. Padahal penjualan kemplang kan sarden lebh banyak darpada penjualan kemplang kan kakap. Artnya kemplang kan kakap lebh menguntungkan. Tetap volume penjualannya tdak banyak, yatu 100 kg per bulan. Volume penjualan tdak banyak dpengaruh oleh permntaan konsumen. Pendapatan total Usaha Kemplang Berkat relatf kecl yatu Rp ,88 dengan nla R/C 1,09. Usah n dpertahankan karena merupakan usaha turun temurun dan pengusahanya memlk sumber pendapatan lan. Analss Harga Pokok, Ttk Impas (BEP), dan Nla Tambah Harga Pokok Harga pokok merupakan baya yang dkeluarkan untuk memproduks tap unt produk; dapat dkatakan sebaga baya ratarata untuk tap unt yang dproduks. Perhtungan harga pokok pada peneltan n menggunakan metode pembagan. Harga pokok dperoleh dar jumlah total baya produks pada satu satuan waktu tertentu dbag jumlah produk yang dhaslkan pada satuan waktu yang sama. Harga pokok, harga jual dan keuntungan dar tap kemplang per kg pada Usaha Kemplang Berkat dapat dlhat pada Tabel 4 sebaga berkut. Tabel 4. Harga Pokok Kemplang pada Usaha Kemplang Berkat, Me 2007 Produk No. Uraan Kemplang Ikan Sarden Kemplang Ikan Kakap 1. Baya Total , , Jumlah Produks 1.350,00 100,00 (kg/bln) 3. Harga Pokok 8.116, ,85 4. Harga Jual 8.500, ,00 5. Keuntunga n 383, ,15 Harga pokok kemplang kan sarden dan kemplang kan kakap adalah Rp 8.116,58 per kg dan Rp ,85 per kg. Perhtungan harga pokok berdasarkan harga pokok proses menunjukkan bahwa harga pokok dar kedua jens kemplang mash berada dbawah harga jualnya yatu Rp 8.500,00 per kg untuk kemplang kan sarden dan Rp ,00 per kg untuk kemplang kan kakap. Artnya, Usaha n menguntungkan. Tetap keuntungan yang dapat dperoleh dar penjualan kemplang kan sarden lebh sedkt jka dbandngkan dengan kemplang kan kakap. Walau demkan, banyaknya jumlah penjualan kut menentukan jumlah keuntungan yang dapat dperoleh. 24

8 Ttk Impas (BEP) Break Even Pont merupakan suatu analss yang dgunakan untuk mengetahu pada saat kapan suatu usaha mengalam ttk mpas. Pada peneltan n dhtung BEP Mx kedua produk kemplang dar ss unt dan penermaan dalam satu bulan. Hasl perhtungan BEP dapat dlhat pada Tabel 5. Tabel 5. BEP Mx kemplang Usaha Kemplang Berkat, Me 2007 No. Uraan Nomnal 1. BTpT (Rp/bulan) ,78 2. BV saat BEP (Rp/bulan) ,46 3. BT saat BEP (Rp/bulan) ( ,24 2) 4. Produks Kemplang Sarden 1.350,00 (kg/bulan) 5. Produks Kemplang Kakap 100,00 (kg/bulan) 6. HJ Kemplang Sarden 8.500,00 7. HJ Kemplang Kakap ,00 8. Penjualan Kemplang Sarden 573,70 agar BEP (kg/bulan) 9. Penjualan Kemplang Kakap 42,50 agar BEP (kg/bulan) 10. BEP Mx dalam unt 616,20 (kg/bulan) (8 + 9) 11. Penermaan kemplang Sarden agar BEP (Rp/bulan) ,88 (6 x 9) 12. Penermaan kemplang Kakap agar BEP (Rp/bulan) (7 x 10) , BEP mx dalam Rupah ,24 (Rp/bulan) (11+12) 14. Laba/Rug (13-3) 0 sarden dan kemplang kan kakap menghaslkan penermaan masng-masng sebesar Rp ,88 per bulan dan Rp ,35 per bulan. Baya tetap total yang dkeluarkan sebesar Rp ,78 per bulan dan baya varabel total sebesar Rp ,46 per bulan. Tngkat penjualan kemplang kan sarden dan kemplang kan kakap masngmasng adalah 1350 kg dan 100 kg per bulan dengan penermaan masng-masng sebesar Rp ,00 dan Rp per bulan. In menunjukkan Usaha Kemplang Berkat berproduks pada poss yang menguntungkan, dmana tngkat penjualan per bulannya melebh ttk mpas. Nla Tambah Nla tambah merupakan penambahan nla suatu produk sebelum dolah, dengan setelah dolah per satuan. Dalam peneltan n nla tambah dhtung untuk mengetahu penambahan nla dar proses pengolahan bahan baku kan dan tapoka menjad kemplang. Nla tambah dketahu dengan melhat selsh antara nla output dan nla nput. Nla tambah dar pengolahan kemplang pada Usaha Kemplang Berkat dapat dlhat pada Tabel 6. Tabel 5 menunjukkan bahwa BEP dar ss unt terjad pada saat penjualan kemplang kan sarden sebanyak 573,70 kg per bulan dengan harga jual Rp 8.500,00 per kg, dan penjualan kemplang kan kakap sebanyak 42,50 kg per bulan dengan harga jual Rp ,00 per kg. BEP dar ss penermaan terjad pada saat penjualan kemplang kan 25

9 Tabel 6. Nla Tambah Tepung Tapoka, Ikan Sarden dan Ikan Kakap Setelah Dolah Menjad Kemplang pada Usaha Kemplang Berkat, Me 2007 Produk No. Uraan Kemplang Ikan Sarden Kemplan g Ikan Kakap Nla Output , ,93 7 Nla Input , ,32 4 Nla Tambah (1-2) 583, ,83 Nla output per kg bahan baku yang dgunakan, dperoleh dengan mengalkan harga jual dengan jumlah kemplang yang dproduks, lalu dbag dengan jumlah bahan baku yang dgunakan. Harga jual kemplang kan sarden sebesar Rp per kg dengan jumlah produks sebesar kg per bulan. Sedangkan harga jual kemplang kan kakap sebesar Rp per kg dengan jumlah produks sebesar 100 kg per bulan. Jumlah kan sarden dan tapoka yang dgunakan dalam proses pembuatan kemplang kan sarden masng-masng sebesar 81 kg dan kg per bulan. Sedangkan jumlah kan kakap dan tapoka yang dgunakan dalam proses pembuatan kemplang kan kakap masng-masng sebesar 10 kg dan 60 kg per bulan. Nla nput adalah jumlah baya yang melput baya bahan baku dan bahan penolong (mnyak goreng, garam halus, vetsn, telur ayam, gula, ar) dtambah dengan baya nput lan yatu baya bahan bakar, baya pemasaran, baya tenaga kerja dan baya penyusutan alat per kg bahan baku yang dgunakan. Data pada Tabel 6 menunjukkan bahwa tap-tap kemplang menghaslkan nla tambah yang postf. Nla tambah kemplang kan sarden sebesar Rp 583,60 per kg, dan nla tambah kemplang kan kakap sebesar Rp 6.795,83 per kg. Kemplang kan kakap menghaslkan nla tambah yang lebh besar dbandngkan dengan kemplang kan sarden. Tnggnya nla tambah pada kemplang kan kakap tersebut karena dar pengolahan 1 kg campuran tepung tapoka dan kan kakap dperoleh 1,43 kg kemplang kan kakap. Dengan harga kemplang kan kakap yang tngg yatu Rp ,00 per kg menyebabkan nla outputnya pun tngg yatu Rp ,57 per kg. Sedangkan rendahnya nla tambah kemplang kan sarden karena dar pengolahan 1 kg campuran tepung tapoka dan kan sarden dperoleh 1,12 kg kemplang kan sarden. Dengan harga kemplang kan sarden yang rendah yatu Rp 8.500,00 per kg menyebabkan nla output yang dhaslkan pun rendah yatu Rp 9.514,93 per kg. Walaupun nla nput kemplang kan kakap lebh besar darpada nla nput kemplang kan sarden, tetap nla outputnya jauh lebh besar. Sehngga nla tambah kemplang kan kakap pun lebh besar darpada nla tambah kemplang kan sarden. 26

10 Kesmpulan Kesmpulan dar hasl peneltan n adalah: 1. Pendapatan usaha Kemplang Berkat sebesar Rp , 88 per bulan. 2. Harga pokok kemplang kan sarden Rp 8.116,58 per kg, kemplang kan kakap Rp ,85 per kg. 3. BEP mx dcapa ketka penjualan kemplang kan sarden sebanyak 573,70 kg atau senla Rp ,88 per bulan dan penjualan kemplang kan kakap sebanyak 42,50 kg atau senla Rp ,35 per bulan. 4. Nla tambah kemplang kan sarden sebesar Rp 583,60 per kg dan kemplang kan kakap sebesar Rp 6.795,83 per kg. DAFTAR PUSTAKA Alamsyah, I., S. A. Wnarno, M. M. Hakm Analss Fnansal dan Strateg Pemasaran Pada Usaha Kemplang Berkat D Kecamatan Seberang Ulu II Palembang. Jurnal Agrbsns dan Industr Pertanan. Volume 5 Eds 1 Jun Program Pascasarjana Unverstas Srwjaya. Palembang Husn, L dan Lfanth Ekonom Produks Pertanan. Fakultas Pertanan Unverstas Srwjaya. Indralaya. Dktat Kulah (Tdak Dpublkaskan). Pemerntah Republk Indonesa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasonal Snar Grafka. Jakarta. 27

BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL

BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL Analss sumbangan sektor-sektor ekonom d Bal terhadap pembangunan ekonom nasonal bertujuan untuk mengetahu bagamana pertumbuhan dan

Lebih terperinci

PROPOSAL SKRIPSI JUDUL:

PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: 1.1. Latar Belakang Masalah SDM kn makn berperan besar bag kesuksesan suatu organsas. Banyak organsas menyadar bahwa unsur manusa dalam suatu organsas dapat memberkan keunggulan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskrps Data Hasl Peneltan Satelah melakukan peneltan, penelt melakukan stud lapangan untuk memperoleh data nla post test dar hasl tes setelah dkena perlakuan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan dalam sektor energi wajib dilaksanakan secara sebaik-baiknya. Jika

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan dalam sektor energi wajib dilaksanakan secara sebaik-baiknya. Jika BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Energ sangat berperan pentng bag masyarakat dalam menjalan kehdupan seharhar dan sangat berperan dalam proses pembangunan. Oleh sebab tu penngkatan serta pembangunan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung dengan populasi siswa

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung dengan populasi siswa III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlakukan d MTs Neger Bandar Lampung dengan populas sswa kelas VII yang terdr dar 0 kelas yatu kelas unggulan, unggulan, dan kelas A sampa dengan

Lebih terperinci

RANGKAIAN SERI. 1. Pendahuluan

RANGKAIAN SERI. 1. Pendahuluan . Pendahuluan ANGKAIAN SEI Dua elemen dkatakan terhubung ser jka : a. Kedua elemen hanya mempunya satu termnal bersama. b. Ttk bersama antara elemen tdak terhubung ke elemen yang lan. Pada Gambar resstor

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat BAB LANDASAN TEORI. 1 Analsa Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstk pada tahun 1877 oleh Sr Francs Galton. Galton melakukan stud tentang kecenderungan tngg badan anak. Teor Galton

Lebih terperinci

ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN NILAI TAMBAH KELAPA RAKYAT (Studi kasus di 3 kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara)

ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN NILAI TAMBAH KELAPA RAKYAT (Studi kasus di 3 kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara) ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN NILAI TAMBAH KELAPA RAKYAT (Stud kasus d 3 kecamatan d Kabupaten Halmahera Utara) Polteknk Perdamaan Halmahera ABSTRACT ISSN : 1907-7556 The research amed to determne (1) coconut

Lebih terperinci

III PEMBAHASAN. merupakan cash flow pada periode i, dan C. berturut-turut menyatakan nilai rata-rata dari V. dan

III PEMBAHASAN. merupakan cash flow pada periode i, dan C. berturut-turut menyatakan nilai rata-rata dari V. dan Pada bab n akan dbahas mengena penyelesaan masalah ops real menggunakan pohon keputusan bnomal. Dalam menentukan penlaan proyek, dapat dgunakan beberapa metode d antaranya dscounted cash flow (DF). DF

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MEMPERTIMBANGKAN WAKTU KADALUWARSA DAN FAKTOR UNIT DISKON

PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MEMPERTIMBANGKAN WAKTU KADALUWARSA DAN FAKTOR UNIT DISKON PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MEMPERTIMBANGKAN WAKTU KADALUWARSA DAN FAKTOR UNIT DISKON Har Prasetyo Jurusan Teknk Industr Unverstas Muhammadyah Surakarta Jl. A. Yan Tromol Pos 1, Pabelan,

Lebih terperinci

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH BAB VB PERSEPTRON & CONTOH Model JST perseptron dtemukan oleh Rosenblatt (1962) dan Mnsky Papert (1969). Model n merupakan model yang memlk aplkas dan pelathan yang lebh bak pada era tersebut. 5B.1 Arstektur

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. diteliti. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populasi disebut ukuran populasi,

BAB 2 LANDASAN TEORI. diteliti. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populasi disebut ukuran populasi, BAB LANDASAN TEORI.1 Populas dan Sampel Populas adalah keseluruhan unt atau ndvdu dalam ruang lngkup yang ngn dtelt. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populas dsebut ukuran populas, sedangkan suatu

Lebih terperinci

APLIKASI FUZZY LINEAR PROGRAMMING UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI LAMPU (Studi Kasus di PT. Sinar Terang Abadi )

APLIKASI FUZZY LINEAR PROGRAMMING UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI LAMPU (Studi Kasus di PT. Sinar Terang Abadi ) APLIKASI FUZZY LINEAR PROGRAMMING UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI LAMPU (Stud Kasus d PT. Snar Terang Abad ) Bagus Suryo Ad Utomo 1203 109 001 Dosen Pembmbng: Drs. I Gst Ngr Ra Usadha, M.S Jurusan Matematka

Lebih terperinci

Apabila dua variabel X dan Y mempunyai hubungan, maka nilai variabel X yang sudah diketahui dapat dipergunakan untuk mempekirakan / menaksir Y.

Apabila dua variabel X dan Y mempunyai hubungan, maka nilai variabel X yang sudah diketahui dapat dipergunakan untuk mempekirakan / menaksir Y. ANALISIS KORELASI (ANALISIS HUBUNGAN) Korelas Hubungan antar kejadan (varabel) yang satu dengan kejadan (varabel) lannya (dua varabel atau lebh), yang dtemukan oleh Karl Pearson pada awal 1900 Apabla dua

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Distribusi Beras, Permintaan, Pendapatan, R/C ratio

ABSTRAK. Kata Kunci : Distribusi Beras, Permintaan, Pendapatan, R/C ratio ANALISIS PERMINTAAN DAN PENDAPATAN USAHA DISTRIBUSI BERAS TANGSE CAP DUA MAWAR DI MATANGGLUMPANGDUA KABUPATEN BIREUEN (Stud Kasus UD. Langkah Baru Kota Bakt Kabupaten Pde) T.M. Nur 1), M. Zubr 2), dan

Lebih terperinci

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS SD

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS SD SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 0 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS SD BAB V STATISTIKA Dra.Hj.Rosdah Salam, M.Pd. Dra. Nurfazah, M.Hum. Drs. Latr S, S.Pd., M.Pd. Prof.Dr.H. Pattabundu, M.Ed. Wdya

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penggunaan metode eksperimen ini

III. METODE PENELITIAN. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penggunaan metode eksperimen ini III. METODE PENELITIAN A. Metode Peneltan Metode dalam peneltan n adalah metode ekspermen. Penggunaan metode ekspermen n bertujuan untuk mengetahu apakah suatu metode, prosedur, sstem, proses, alat, bahan

Lebih terperinci

Bab III Analisis Rantai Markov

Bab III Analisis Rantai Markov Bab III Analss Ranta Markov Sstem Markov (atau proses Markov atau ranta Markov) merupakan suatu sstem dengan satu atau beberapa state atau keadaan, dan dapat berpndah dar satu state ke state yang lan pada

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. penelitian, hal ini dilakukan untuk kepentingan perolehan dan analisis data.

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. penelitian, hal ini dilakukan untuk kepentingan perolehan dan analisis data. BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Peneltan Metode peneltan harus dsesuakan dengan masalah dan tujuan peneltan, hal n dlakukan untuk kepentngan perolehan dan analss data. Mengena pengertan metode peneltan,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PEDAHULUA. Latar Belakang Rsko ddentfkaskan dengan ketdakpastan. Dalam mengambl keputusan nvestas para nvestor mengharapkan hasl yang maksmal dengan rsko tertentu atau hasl tertentu dengan rsko yang

Lebih terperinci

PERTEMUAN I PENGENALAN STATISTIKA TUJUAN PRAKTIKUM

PERTEMUAN I PENGENALAN STATISTIKA TUJUAN PRAKTIKUM PERTEMUAN I PENGENALAN STATISTIKA TUJUAN PRAKTIKUM 1) Membuat dstrbus frekuens. 2) Mengetahu apa yang dmaksud dengan Medan, Modus dan Mean. 3) Mengetahu cara mencar Nla rata-rata (Mean). TEORI PENUNJANG

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Karangkajen, Madrasah Tsanawiyah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta,

BAB III METODE PENELITIAN. Karangkajen, Madrasah Tsanawiyah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Peneltan Peneltan n dlakukan pada 6 (enam) MTs d Kota Yogyakarta, yang melput: Madrasah Tsanawyah Neger Yogyakarta II, Madrasah Tsanawyah Muhammadyah Gedongtengen,

Lebih terperinci

PROSEDUR MENGGUNAKAN STRATIFIED RANDOM SAMPLING METHOD DALAM MENGESTIMASI PARAMETER POPULASI

PROSEDUR MENGGUNAKAN STRATIFIED RANDOM SAMPLING METHOD DALAM MENGESTIMASI PARAMETER POPULASI JEMI, Vol 1, No 1, Desember 2010 PROSEDUR MENGGUNAKAN STRATIFIED RANDOM SAMPLING METHOD DALAM MENGESTIMASI PARAMETER POPULASI Des Rahmatna, SPd, MSc (Unverstas Martm Raja Al Haj) ABSTRAKSI Peneltan n dmaksudkan

Lebih terperinci

ZULIA HANUM Jurnal Ilmiah Ekonomikawan ISSN: Edisi 11 Des 2012 ABSTRAK

ZULIA HANUM Jurnal Ilmiah Ekonomikawan ISSN: Edisi 11 Des 2012 ABSTRAK PENGARUH WITH HOLDING TA SYSTEM PADA PENGUSAHA KENA PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (STUDI KASUS KPP PRATAMA MEDAN PETISAH) ZULIA HANUM Jurnal Ilmah Ekonomkawan ISSN: 1693-7600 Eds 11

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jens Peneltan Jens peneltan n adalah peneltan quas expermental dengan one group pretest posttest desgn. Peneltan n tdak menggunakan kelas pembandng namun sudah menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menghasilkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pada materi Geometri dengan

BAB III METODE PENELITIAN. menghasilkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pada materi Geometri dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Jens Peneltan Peneltan n merupakan peneltan pengembangan yang bertujuan untuk menghaslkan Lembar Kegatan Sswa (LKS) pada mater Geometr dengan pendekatan pembelajaran berbass

Lebih terperinci

PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI BERDASARKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS)

PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI BERDASARKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS) PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI BERDASARKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS) Wrayant ), Ad Setawan ), Bambang Susanto ) ) Mahasswa Program Stud Matematka FSM UKSW Jl. Dponegoro 5-6 Salatga,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam pembuatan tugas akhr n, penulsan mendapat referens dar pustaka serta lteratur lan yang berhubungan dengan pokok masalah yang penuls ajukan. Langkah-langkah yang akan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tnjauan Pustaka Dar peneltan yang dlakukan Her Sulstyo (2010) telah dbuat suatu sstem perangkat lunak untuk mendukung dalam pengamblan keputusan menggunakan

Lebih terperinci

SOLUSI TUGAS MATA KULIAH STATISTIKA II

SOLUSI TUGAS MATA KULIAH STATISTIKA II SOLUSI TUGAS MATA KULIAH STATISTIKA II SOAL : Suatu Peneltan dlakukan untuk menelaah empat metode pengajaran, yatu Metode A (ceramah d kelas), Metode B (mengajak dskus langsung dengan sswa), Metode C (ceramah

Lebih terperinci

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Bab 2 Tnjauan Pustaka 2.1 Peneltan Terdahulu Pemlhan stud pustaka tentang sstem nformas penlaan knerja karyawan n juga ddasar pada peneltan sebelumnya yang berjudul Penerapan Metode TOPSIS untuk Pemberan

Lebih terperinci

REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear

REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA Regres Lnear Tujuan Pembelajaran Menjelaskan regres dan korelas Menghtung dar persamaan regres dan standard error dar estmas-estmas untuk analss regres lner sederhana

Lebih terperinci

SEARAH (DC) Rangkaian Arus Searah (DC) 7

SEARAH (DC) Rangkaian Arus Searah (DC) 7 ANGKAAN AUS SEAAH (DC). Arus Searah (DC) Pada rangkaan DC hanya melbatkan arus dan tegangan searah, yatu arus dan tegangan yang tdak berubah terhadap waktu. Elemen pada rangkaan DC melput: ) batera ) hambatan

Lebih terperinci

Perhitungan Bunga Kredit dengan Angsuran

Perhitungan Bunga Kredit dengan Angsuran Perhtungan Kredt dengan / Mengapa Perhtungan Kredt Perlu Dketahu? Perhtungan bunga kredt yang dgunakan bank akan menentukan besar keclnya angsuran pokok dan bunga yang harus dbayar Debtur atas kredt yang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN-KEPUTUSAN LINTAS WAKTU

KEPUTUSAN-KEPUTUSAN LINTAS WAKTU KEPUTUSA-KEPUTUSA LITAS WAKTU Dr. Mohammad Abdul Mukhy Page Modal adalah uang dan sumber daya yang dnvestaskan Bunga (nterest) adalah pengembalan atas modal atau sejumlah uang yang dterma nvestor untuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peneltan Metode peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode ekspermen dengan bentuk kuas ekspermen. Pre test dlakukan d awal peneltan dan post tes dlakukan

Lebih terperinci

III. KERANGKA PEMIKIRAN Dampak Kredit terhadap Kinerja Usaha Kecil. David (1999) menyatakan analisis yang paling umum dari program kredit

III. KERANGKA PEMIKIRAN Dampak Kredit terhadap Kinerja Usaha Kecil. David (1999) menyatakan analisis yang paling umum dari program kredit III. KERANGKA EMIKIRAN 3.. Kerangka Teorts 3... Dampak Kredt terhadap Knerja Usaha Kecl. Davd (999) menyatakan analss yang palng umum dar program kredt adalah perbandngan dar nput-nput usaha, produks,

Lebih terperinci

Kata kunci : daya, bahan bakar, optimasi, ekonomis. pembangkitan yang maksimal dengan biaya pengoperasian unit pembangkit yang minimal.

Kata kunci : daya, bahan bakar, optimasi, ekonomis. pembangkitan yang maksimal dengan biaya pengoperasian unit pembangkit yang minimal. Makalah Semnar Tugas Akhr MENGOPTIMALKAN PEMBAGIAN BEBAN PADA UNIT PEMBANGKIT PLTGU TAMBAK LOROK DENGAN METODE LAGRANGE MULTIPLIER Oleh : Marno Sswanto, LF 303 514 Abstrak Pertumbuhan ndustr pada suatu

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu 4 III. METODE PENELITIAN A. Populas Peneltan Peneltan n merupakan stud ekspermen dengan populas peneltan yatu seluruh sswa kelas VIII C SMP Neger Bukt Kemunng pada semester genap tahun pelajaran 01/013

Lebih terperinci

Bab 2 AKAR-AKAR PERSAMAAN

Bab 2 AKAR-AKAR PERSAMAAN Analsa Numerk Bahan Matrkulas Bab AKAR-AKAR PERSAMAAN Pada kulah n akan dpelajar beberapa metode untuk mencar akar-akar dar suatu persamaan yang kontnu. Untuk persamaan polnomal derajat, persamaannya dapat

Lebih terperinci

Model Matematis Pembandingan Tingkat Kepentingan Dan Kinerja Yang Dirasakan Untuk Menentukan Tingkat Kepuasan Pelanggan

Model Matematis Pembandingan Tingkat Kepentingan Dan Kinerja Yang Dirasakan Untuk Menentukan Tingkat Kepuasan Pelanggan Model Matemats Pembandngan Tngkat Kepentngan Dan Knerja ang Drasakan Untuk Menentukan Tngkat Kepuasan Pelanggan an Prhat Fakultas Ilmu Komputer Unverstas AKI Abstract Customer s satsfacton and dssatsfacton

Lebih terperinci

berasal dari pembawa muatan hasil generasi termal, sehingga secara kuat

berasal dari pembawa muatan hasil generasi termal, sehingga secara kuat 10 KARAKTRISTIK TRANSISTOR 10.1 Dasar Pengoperasan JT Pada bab sebelumnya telah dbahas dasar pengoperasan JT, utamannya untuk kasus saat sambungan kolektor-bass berpanjar mundur dan sambungan emtor-bass

Lebih terperinci

DISTRIBUSI FREKUENSI

DISTRIBUSI FREKUENSI BAB DISTRIBUSI FREKUENSI Kompetens Mampu membuat penyajan data dalam dstrbus frekuens Indkator 1. Menjelaskan dstrbus frekuens. Membuat dstrbus frekuens 3. Menjelaskan macam-macam dstrbus frekuens 4. Membuat

Lebih terperinci

PENGARUH HARGA GULA IMPOR, HARGA GULA DOMESTIK DAN PRODUKSI GULA DOMESTIK TERHADAP PERMINTAAN GULA IMPOR DI INDONESIA

PENGARUH HARGA GULA IMPOR, HARGA GULA DOMESTIK DAN PRODUKSI GULA DOMESTIK TERHADAP PERMINTAAN GULA IMPOR DI INDONESIA d Indonesa (Achmad Zan) 1 PENGARUH HARGA GULA IMPOR, HARGA GULA DOMESTIK DAN PRODUKSI GULA DOMESTIK TERHADAP PERMINTAAN GULA IMPOR DI INDONESIA (The Influencng Level of Import Sugar Prce, Domestc Sugar

Lebih terperinci

Penentuan Jumlah dan Lokasi Gudang Yang Optimal Dengan Menggunakan Metode Cluster

Penentuan Jumlah dan Lokasi Gudang Yang Optimal Dengan Menggunakan Metode Cluster Performa (2004) Vol.3, No.1:1-8 Penentuan Jumlah dan Lokas Gudang Yang Optmal Dengan Menggunakan Metode Cluster Sulstyanngsh Jat Murt, Azzah Asyat dan Bambang Suhard Jurusan Teknk Industr, Unverstas Sebelas

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta STUDI KELAYAKAN INVESTASI PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN SEWA (RUSUNAWA) (Stud Kasus pelaksanaan proyek pembangunan Rusunawa Mahasswa UNS, Surakarta) Feasblty Study of Investment of Rusunawa Constructon

Lebih terperinci

OVERVIEW 1/40

OVERVIEW 1/40 http://www..deden08m.wordpress.com OVERVIEW 1/40 Konsep-konsep dasar dalam pembentukan portofolo optmal. Perbedaan tentang aset bersko dan aset bebas rsko. Perbedaan preferens nvestor dalam memlh portofolo

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah siswa MAN Model Gorontalo.

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah siswa MAN Model Gorontalo. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Adapun yang menjad objek peneltan adalah sswa MAN Model Gorontalo. Penetapan lokas n ddasarkan pada beberapa pertmbangan yakn,

Lebih terperinci

PENANGANAN BAHAN PADAT S1 TEKNIK KIMIA FT UNS Sperisa Distantina

PENANGANAN BAHAN PADAT S1 TEKNIK KIMIA FT UNS Sperisa Distantina PENANGANAN BAHAN PAAT S1 TEKNIK KIMIA FT UNS Spersa stantna. SCREENING: MENENTUKAN UKURAN PARTIKEL Mater: Cara-cara menentukan ukuran partkel. Analss data ukuran partkel menggunakan screen shaker. Evaluas

Lebih terperinci

SEPA : Vol. 7 No.1 September 2010 : ISSN : ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN TEMBAKAU (Nicotiana sp.

SEPA : Vol. 7 No.1 September 2010 : ISSN : ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN TEMBAKAU (Nicotiana sp. SEPA : Vol. 7 No.1 September 2010 : 39 50 ISSN : 1829-9946 ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN TEMBAKAU (Ncotana sp.) DI INDONESIA SILVANA MAULIDAH 1, TJONG AGUNG SURYAWIJAYA 2 1 Staf Pengajar d Jurusan

Lebih terperinci

III PEMODELAN MATEMATIS SISTEM FISIK

III PEMODELAN MATEMATIS SISTEM FISIK 34 III PEMODELN MTEMTIS SISTEM FISIK Deskrps : Bab n memberkan gambaran tentang pemodelan matemats, fungs alh, dagram blok, grafk alran snyal yang berguna dalam pemodelan sstem kendal. Objektf : Memaham

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pemodelan persamaan struktural atau Structural Equation Modeling

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pemodelan persamaan struktural atau Structural Equation Modeling BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Pemodelan Persamaan Struktural Pemodelan persamaan struktural atau Structural Equaton Modelng (SEM) merupakan analss multvarat yang dapat menganalss hubungan varabel secara

Lebih terperinci

Corresponding Author:

Corresponding Author: Perbandngan Fungs Ketahanan Hdup Dengan Metode Non Parametrk Menggunakan Uj Gehan Dan Uj Cox-Mantel (Lvng wth Securty Functon Comparson Method Usng Non Paremetrk Gehan test and Cox-Mantel Tes Ans Sept

Lebih terperinci

LAPORAN PENELITIAN. Pola Kecenderungan Penempatan Kunci Jawaban Pada Soal Tipe-D Melengkapi Berganda. Oleh: Drs. Pramono Sidi

LAPORAN PENELITIAN. Pola Kecenderungan Penempatan Kunci Jawaban Pada Soal Tipe-D Melengkapi Berganda. Oleh: Drs. Pramono Sidi LAPORAN PENELITIAN Pola Kecenderungan Penempatan Kunc Jawaban Pada Soal Tpe-D Melengkap Berganda Oleh: Drs. Pramono Sd Fakultas Matematka dan Ilmu Pengetahuan Alam Me 1990 RINGKASAN Populas yang dambl

Lebih terperinci

TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4.

TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4. TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4 KONSEP DASAR 2/40 Ada tga konsep dasar yang perlu dketahu untuk memaham pembentukan portofolo optmal, yatu: portofolo efsen dan portofolo optmal fungs utltas dan

Lebih terperinci

Sri Indra Maiyanti, Irmeilyana,Verawaty Jurusan Matematika FMIPA Unsri. Yanti_Sri02@Yahoo.com

Sri Indra Maiyanti, Irmeilyana,Verawaty Jurusan Matematika FMIPA Unsri. Yanti_Sri02@Yahoo.com Apled Customer Satsfacton Index (CSI) and Importance- Performance Analyss (IPA) to know Student Satsfacton Level of Srwjaya Unversty Lbrary Servces Sr Indra Mayant, Irmelyana,Verawaty Jurusan Matematka

Lebih terperinci

Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2014, Palembang 26-27 September 2014 ISBN : 979-587-529-9

Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2014, Palembang 26-27 September 2014 ISBN : 979-587-529-9 Analisis Keuntungan Dan Nilai Tambah (Added Value) Pengolahan Kerupuk Udang dan Pemasarannya Di Sungsang I Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Advantages and Added Value Analysis

Lebih terperinci

OPTIMASI MASALAH PENUGASAN. Siti Maslihah

OPTIMASI MASALAH PENUGASAN. Siti Maslihah JPM IIN ntasar Vol. 01 No. 2 Januar Jun 2014, h. 95-106 OPTIMSI MSLH PNUGSN St Maslhah bstrak Pemrograman lner merupakan salah satu lmu matematka terapan yang bertuuan untuk mencar nla optmum dar suatu

Lebih terperinci

TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4 BABV PEMILIHAN PORTOFOLIO. E o\r S landellll~ PH D (_\'vm

TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4 BABV PEMILIHAN PORTOFOLIO. E o\r S landellll~ PH D (_\'vm TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4 BABV PEMILIHAN PORTOFOLIO E o\r S landellll~ PH D (_\'vm KONSEP DASAR 2/40 Ada tga konsep dasar yang perlu dketahu untuk memaham pembentukan portofolo optmal, yatu:

Lebih terperinci

Menggugat Kinerja Profesor

Menggugat Kinerja Profesor Haran Kompas, 11 November 2015 Menggugat Knerja Profesor Jumlah profesor d negara kta terlalu sedkt. Itu pun sebagan dnla kurang berkualtas dan tdak produktf. Hal n terkuak dalam Semnar Nasonal Keprofesoran

Lebih terperinci

PowerPoint Slides by Yana Rohmana Education University of Indonesian

PowerPoint Slides by Yana Rohmana Education University of Indonesian SIFAT-SIFAT ANALISIS REGRESI PowerPont Sldes by Yana Rohmana Educaton Unversty of Indonesan 2007 Laboratorum Ekonom & Koperas Publshng Jl. Dr. Setabud 229 Bandung, Telp. 022 2013163-2523 Hal-hal yang akan

Lebih terperinci

Modul ini adalah modul ke-8 dalam mata kuliah Matematika. Isi modul ini

Modul ini adalah modul ke-8 dalam mata kuliah Matematika. Isi modul ini STATISTIKA ; MODUL ; ; 8; ; ; PENDAHULUAN Modul n adalah modul ke-8 dalam mata kulah Matematka. Is modul n membahas tentang statstka. Modul n terdr dar kegatan belajar. Pada kegatan belajar akan dbahas

Lebih terperinci

BAB IV TRIP GENERATION

BAB IV TRIP GENERATION BAB IV TRIP GENERATION 4.1 PENDAHULUAN Trp Generaton td : 1. Trp Producton 2. Trp Attracton j Generator Attractor - Setap tempat mempunya fktor untuk membangktkan dan menark pergerakan - Bangktan, Tarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam diri sendiri ataupun yang ditimbulkan dari luar. karyawan. Masalah stress kerja di dalam organisasi menjadi gejala yang

BAB I PENDAHULUAN. dalam diri sendiri ataupun yang ditimbulkan dari luar. karyawan. Masalah stress kerja di dalam organisasi menjadi gejala yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pekerjaan merupakan suatu aspek kehdupan yang sagat pentng. Bag masyarakat modern bekerja merupakan suatu tuntutan yang mendasar, bak dalam rangka memperoleh

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE BUZZ GROUP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN LKS PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATANG ANAI

PENERAPAN METODE BUZZ GROUP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN LKS PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATANG ANAI PENERAPAN METODE BUZZ GROUP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN LKS PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATANG ANAI Yuwta Srmela 1 Fazr Zuzano 1 Nnwat 1 1 Jurusan Penddkan Matematka dan IPA,

Lebih terperinci

ANALISIS BIOEKONOMI PADA PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN PELAGIS BESAR DI PERAIRAN BONTANG

ANALISIS BIOEKONOMI PADA PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN PELAGIS BESAR DI PERAIRAN BONTANG Analss Boekonom Pada Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Pelangs Besar (Heru Suslo) 25 ANALISIS BIOEKONOMI PADA PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN PELAGIS BESAR DI PERAIRAN BONTANG (Boeonom Analyss of Bg Pelag Fsh Resoures

Lebih terperinci

RETURN DAN RISIKO DALAM INVESTASI

RETURN DAN RISIKO DALAM INVESTASI RETURN DAN RISIKO DALAM INVESTASI 1 Return (Imbal hasl) nvestas Expected return (Return ekspetas) return yang dharapkan akan ddapat oleh nvestor d masa depan Actual return/ Realzed return (Return aktual)

Lebih terperinci

MINGGU KE- V: UKURAN PENYEBARAN

MINGGU KE- V: UKURAN PENYEBARAN MINGGU KE- V: UKURAN PENYEBARAN Tujuan Instruksonal Umum :. Mahasswa mampu memaham apa yang dmaksud dengan ukuran penyebaran. Mahasswa mampu memaham berbaga pengukuran untuk mencar nla ukuran penyebaran

Lebih terperinci

MOHAMMAD ABDUL MUKHYI, SE., MM FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA

MOHAMMAD ABDUL MUKHYI, SE., MM FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA PENDAHULUAN Dr. MOHAMMAD ABDUL MUKHI, SE., MM FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA 27/03/20 27/03/20 2 27/03/20 3 Ekonom Makro : Mempelajar mekansme bekerjanya perekonoman secara keseluruhan

Lebih terperinci

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 1, No. 1, (Sept. 2012) ISSN: X D-324

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 1, No. 1, (Sept. 2012) ISSN: X D-324 JURNAL SAINS DAN SENI IS Vol. 1, No. 1, (Sept. ) ISSN: 3-98X D-3 Analss Statstk entang Faktor-Faktor yang Mempengaruh Waktu unggu Kerja Fresh Graduate d Jurusan Statstka Insttut eknolog Sepuluh Nopemper

Lebih terperinci

Alumni Program Studi Manajemen Agribisnis, Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian IPB 2

Alumni Program Studi Manajemen Agribisnis, Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian IPB 2 ANALISIS FUNGSI KEUNTUNGAN, EFISIENSI EKONOMI DAN KEMUNGKINAN SKEMA KREDIT BAGI PENGEMBANGAN SKALA USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH RAKYAT DI KELURAHAN KEBON PEDES, KOTA BOGOR Syafrudn Mandaka 1 dan M. Parulan

Lebih terperinci

VLE dari Korelasi nilai K

VLE dari Korelasi nilai K VLE dar orelas nla Penggunaan utama hubungan kesetmbangan fasa, yatu dalam perancangan proses pemsahan yang bergantung pada kecenderungan zat-zat kma yang dberkan untuk mendstrbuskan dr, terutama dalam

Lebih terperinci

PENGANTAR TEKNIK SAMPLING

PENGANTAR TEKNIK SAMPLING PENGANTAR TEKNIK SAMPLING Dalam banyak hal, penelt dhadapkan kepada keputusan untuk dapat menentukan banyaknya elemen yang akan mereka amat. Setap elemen yang terplh dharapkan dapat mewakl objek yang sedang

Lebih terperinci

Pertemuan 14 ANALISIS STATIK EKIVALEN (SNI )

Pertemuan 14 ANALISIS STATIK EKIVALEN (SNI ) Halaman 1 dar Pertemuan 14 Pertemuan 14 ANALISIS STATIK EKIVALEN (SNI 1726 2002) Analss statk ekvalen merupakan salah satu metode menganalss struktur gedung terhadap pembebanan gempa dengan menggunakan

Lebih terperinci

STATISTICAL STUDENT OF IST AKPRIND

STATISTICAL STUDENT OF IST AKPRIND E-mal : statstkasta@yahoo.com Blog : Analss Regres SederhanaMenggunakan MS Excel 2007 Lsens Dokumen: Copyrght 2010 sssta.wordpress.com Seluruh dokumen d sssta.wordpress.com dapat dgunakan dan dsebarkan

Lebih terperinci

PERKIRAAN BIAYA PERANGKAT LUNAK MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY

PERKIRAAN BIAYA PERANGKAT LUNAK MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY PERKIRAAN BIAYA PERANGKAT LUNAK MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY Denny Seta, Mulyad Irman Hermad, Wsnu Ananta Kusuma 1 Dosen Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematka dan IPA,Insttut Pertanan Bogor 2 Mahasswa

Lebih terperinci

Penerapan Metode Runge-Kutta Orde 4 dalam Analisis Rangkaian RLC

Penerapan Metode Runge-Kutta Orde 4 dalam Analisis Rangkaian RLC Penerapan Metode Runge-Kutta Orde 4 dalam Analss Rangkaan RLC Rka Favora Gusa JurusanTeknk Elektro,Fakultas Teknk,Unverstas Bangka Beltung rka_favora@yahoo.com ABSTRACT The exstence of nductor and capactor

Lebih terperinci

Peranan Sektor Pariwisata dalam Pertumbuhan Ekonomi Makro Propinsi Bali dengan Pendekatan Input-Output

Peranan Sektor Pariwisata dalam Pertumbuhan Ekonomi Makro Propinsi Bali dengan Pendekatan Input-Output Peranan Sektor Parwsata dalam Pertumbuhan Ekonom Makro Propns Bal dengan Pendekatan Input-Output E. Susy Suhendra 1 Toto Sugharto 2 Teddy Oswar 3 Fakultas Ekonom, Unverstas Gunadarma, Jakarta 1 (susys@staff.gunadarma.ac.d),

Lebih terperinci

ANALISIS DAYA SAING EKSPOR MINYAK SAWIT INDONESIA DAN MALAYSIA DI PASAR INTERNASIONAL

ANALISIS DAYA SAING EKSPOR MINYAK SAWIT INDONESIA DAN MALAYSIA DI PASAR INTERNASIONAL ANALISIS DAYA SAING EKSPOR MINYAK SAWIT INDONESIA DAN MALAYSIA DI PASAR INTERNASIONAL Hag, Syaful Had, dan Erm Tety hagcasper@gmal.com / 085265459684 Fakultas Pertanan Unverstas Rau ABSTRACT The purpose

Lebih terperinci

UNSUR-UNSUR CUACA DAN IKLlM

UNSUR-UNSUR CUACA DAN IKLlM UNSUR-UNSUR CUACA DAN KLlM HANDOKO Jurusan Geofska dan Meteorolog, FMlPA PB Cuaca adalah gambaran konds atmosfer jangka pendek (kurang dar 24 jam) pada suatu lokas tertentu. Pernyataan sepert "har n d

Lebih terperinci

Perbaikan Sistem Persediaan Tinta Fotokopi di CV. NEC, Surabaya

Perbaikan Sistem Persediaan Tinta Fotokopi di CV. NEC, Surabaya Perbakan Sstem Persedaan Tnta Fotokop d CV. NEC, Surabaya Indr Hapsar, Jerry Agus Arlanto, dan Albert Sutanto Teknk Industr Unverstas Surabaya Jl. Raya Kalrungkut Surabaya Emal: ndr@ubaya.ac.d Abstrak

Lebih terperinci

Kata Kunci : Putus Sekolah Pendidikan Dasar, Masyarakat Miskin, Analisis Diskriminan

Kata Kunci : Putus Sekolah Pendidikan Dasar, Masyarakat Miskin, Analisis Diskriminan Prosdng Konferens Nasonal Sans dan Aplkasnya Tahun 0 APLIKASI ANALISIS DISKRIMINAN DALAM MENENTUKAN FUNGSI PENGELOMPOKKAN ANAK PUTUS SEKOLAH PENDIDIKAN DASAR (Kasus Kelompok Masyarakat Mskn Kabupaten Ogan

Lebih terperinci

PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN PENGELOMPOKAN FASILITAS DAN LMIP 4 ( STUDI KASUS: PT. SUMBER MAKMUR)

PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN PENGELOMPOKAN FASILITAS DAN LMIP 4 ( STUDI KASUS: PT. SUMBER MAKMUR) Prosdng Semnar Nasonal Aplkas Sans & Teknolog (SNAST) Perode III ISSN: 979-9X Yogyakarta, 3 November 0 PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN PENGELOMPOKAN FASILITAS DAN LMIP 4 ( STUDI KASUS: PT.

Lebih terperinci

Analisis Saluran Pemasaran dan Transmisi Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit pada Petani Swadaya (Ermi Tety, Evy Maharani & Selviana Deswita)

Analisis Saluran Pemasaran dan Transmisi Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit pada Petani Swadaya (Ermi Tety, Evy Maharani & Selviana Deswita) Analss Saluran Pemasaran dan Transms Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawt pada Petan Swadaya (Erm Tety, Evy Maharan & Selvana Deswta) ANALISIS SALURAN PEMASARAN DAN TRANSMISI HARGA TANDAN BUAH SEGAR

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara 2 LNDSN TEORI 2.1 Hmpunan dan Operas Hmpunan 2.1.1 Defns Hmpunan adalah kumpulan objek-objek yang berbeda. Msalnya mahasswamahasswa yang mengambl mata kulah Matematka Dskrt, buku-buku yang djual dalam

Lebih terperinci

BAB V TEOREMA RANGKAIAN

BAB V TEOREMA RANGKAIAN 9 angkaan strk TEOEM NGKIN Pada bab n akan dbahas penyelesaan persoalan yang muncul pada angkaan strk dengan menggunakan suatu teorema tertentu. Dengan pengertan bahwa suatu persoalan angkaan strk bukan

Lebih terperinci

(Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta) Kata kunci: upah minimum, kesempatan kerja, pendapatan, Input-Output

(Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta) Kata kunci: upah minimum, kesempatan kerja, pendapatan, Input-Output Jurnal Ekonom & Penddkan, Volume 2 Nomor 2, Desember 2005 DAMPAK KENAIKAN UPAH MINIMUM PROPINSI TERHADAP KESEMPATAN KERJA (STUDI KASUS PROPINSI JAWA TENGAH) Oleh: Mamun Sholeh (Staf Pengajar Fakultas Ilmu

Lebih terperinci

STUDI PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN ALAT TEODOLIT DIGITAL DAN MANUAL: STUDI KASUS PEMETAAN SITUASI KAMPUS KIJANG

STUDI PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN ALAT TEODOLIT DIGITAL DAN MANUAL: STUDI KASUS PEMETAAN SITUASI KAMPUS KIJANG STUDI PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN ALAT TEODOLIT DIGITAL DAN MANUAL: STUDI KASUS PEMETAAN SITUASI KAMPUS KIJANG Andryan Suhendra Cvl Engneerng Department, Faculty of Engneerng, Bnus Unversty Jl. K.H.

Lebih terperinci

PENGARUH BANTUAN PINJAMAN LANGSUNG MASYARAKAT TERHADAP PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHATANI PADI SAWAH DI KABUPATEN PENAJAM PASER

PENGARUH BANTUAN PINJAMAN LANGSUNG MASYARAKAT TERHADAP PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHATANI PADI SAWAH DI KABUPATEN PENAJAM PASER Pengaruh Bantuan Pnjaman Langsung Masyarakat Terhadap Pendapatan dan Efsens Usahatan Pad Sawah (Maryah) 9 PENGARUH BANTUAN PINJAMAN LANGSUNG MASYARAKAT TERHADAP PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHATANI PADI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat, Subek, Waktu dan Jens Peneltan Pada bagan n akan dbahas tentang tempat peneltan, waktu peneltan dar perencanaan sampa penulsan hasl peneltan, serta ens peneltan n.

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 115 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 115 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, S A L I N A N KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 115 TAHUN 003 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menmbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

Ketidakpastian dan Pengukuran

Ketidakpastian dan Pengukuran Modul Ketdakpastan dan Pengukuran Paken Pandangan, S.S., M.S. Artoto Arkundato, S.S., M.S. P PENDAHULUAN engamatan atas suatu besaran fss basanya akan berlanjut dengan pengukuran suatu besaran fss tertentu,

Lebih terperinci

Hubungan Motivasi Kerja Dan Tingkat Stress Dengan Prestasi Kerja Karyawan di Kentucky Fried Chicken UGM Yogyakarta

Hubungan Motivasi Kerja Dan Tingkat Stress Dengan Prestasi Kerja Karyawan di Kentucky Fried Chicken UGM Yogyakarta Hubungan Motvas Kerja Dan Tngkat Stress Dengan Prestas Kerja Karyawan d Kentucky Fred Chcken UGM Yogyakarta Yur Murdo *) Abstract Ths study analyzes the relatonshp work motvaton and the level of stress

Lebih terperinci

PENDUGAAN RASIO, BEDA DAN REGRESI

PENDUGAAN RASIO, BEDA DAN REGRESI TEKNIK SAMPLING PENDUGAAN RASIO, BEDA DAN REGRESI PENDAHULUAN Pendugaan parameter dar peubah Y seharusnya dlakukan dengan menggunakan nformas dar nla-nla peubah Y Bla nla-nla peubah Y sult ddapat, maka

Lebih terperinci

JIIA, VOLUME 2 No. 2, APRIL 2014

JIIA, VOLUME 2 No. 2, APRIL 2014 EFISIENSI PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN METRO KIBANG KABUPATEN LAMPUNG TIMUR: PENDEKATAN FUNGSI PRODUKSI FRONTIER (The Effcency of Producton and Income of Chll Farmng n East

Lebih terperinci

Fisika Dasar I (FI-321) Usaha dan Energi

Fisika Dasar I (FI-321) Usaha dan Energi Fska Dasar I (FI-31) Topk har n (mnggu 5) Usaha dan Energ Usaha Menyatakan hubungan antara gaya dan energ Energ menyatakan kemampuan melakukan usaha Usaha,,, yang dlakukan oleh gaya konstan pada sebuah

Lebih terperinci

KOMPARASI HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MEDIA MACROMEDIA FLASH DAN MICROSOFT POWERPOINT YANG DISAMPAIKAN MELALUI PENDEKATAN CHEMO-EDUTAINTMENT

KOMPARASI HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MEDIA MACROMEDIA FLASH DAN MICROSOFT POWERPOINT YANG DISAMPAIKAN MELALUI PENDEKATAN CHEMO-EDUTAINTMENT Sgt Pratmoko, dkk. Komparas Hasl Belajar Sswa... 99 KOMPARASI HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MEDIA MACROMEDIA FLASH DAN MICROSOFT POWERPOINT YANG DISAMPAIKAN MELALUI PENDEKATAN CHEMO-EDUTAINTMENT Sgt Pratmoko,

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kamus Buku acuan yang memuat kata dan ungkapan, basanya dsusun menurut abjad berkut keterangan tentang makna, pemakaan, atau terjemahannya, kamus juga dsebut buku yang memuat

Lebih terperinci

ANALISA DEMAND DAN SUPPLY ANGKUTAN UMUM TRAYEK FAFAK KOKAS DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTOR KEPUASAN PENUMPANG

ANALISA DEMAND DAN SUPPLY ANGKUTAN UMUM TRAYEK FAFAK KOKAS DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTOR KEPUASAN PENUMPANG Program Stud MMT-ITS, Surabaya 3 Jul 011 ANALISA DEMAND DAN SUPPLY ANGKUTAN UMUM TRAYEK FAFAK KOKAS DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTOR KEPUASAN PENUMPANG Paulus Pappang 1 dan Hera Wdyastut Pasca Sarjana Bdang

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PRESTASI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMASTER PERTAMA DENGAN MOTODE REGRESI LOGISTIK BINER

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PRESTASI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMASTER PERTAMA DENGAN MOTODE REGRESI LOGISTIK BINER UNIVERSITAS DIPONEGORO 013 ISBN: 978-60-14387-0-1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PRESTASI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMASTER PERTAMA DENGAN MOTODE REGRESI LOGISTIK BINER Saftr Daruyan

Lebih terperinci