ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN USAHA INDUSTRI KEMPLANG RUMAH TANGGA BERBAHAN BAKU UTAMA SAGU DAN IKAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN USAHA INDUSTRI KEMPLANG RUMAH TANGGA BERBAHAN BAKU UTAMA SAGU DAN IKAN"

Transkripsi

1 ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN USAHA INDUSTRI KEMPLANG RUMAH TANGGA BERBAHAN BAKU UTAMA SAGU DAN IKAN (THE ANALYSIS OF ADDED VALUE AND INCOME OF HOME INDUSTRY KEMPLANG BY USING FISH AND TAPIOCA AS THE MAIN RAW MATERIALS) Idham Alamsyah Jurusan Sosal Ekonom Pertanan Fakultas Pertanan Unverstas Srwjaya Jl. Palembang-Prabumulh KM 32 Indralaya Ogan Ilr ABSTRACT The objectves of ths research are 1) to calculate the ncome of home ndustr kemplang Berkat, and 2) to calculate the cost prce, the break even pont, and the value added of raw materals of kemplangs produced The analyses show that the Berkat receved Rp ,88 per month ncome. The cost prce of each sardnes and kakap kemplangs are Rp 8.116,58 per kg and Rp ,85 per kg. There wll be break even pont when the sellng amount of sardnes and kakap kemplangs each are 573,70 kgs or Rp ,88 and 42,50 kgs or Rp ,35 per month. The addtonal value ganed by tapoca and sardnes from the processng of sardnes kemplang s Rp 583,60 per kg. Whle the addtonal value ganed by tapoca and kakap from the processng of kakap kemplangs s Rp 6.795,83 per kg. Key words: Home ndustry kemplang, Value added, and Income Pendahuluan Latar Belakang dan Masalah Salah satu agenda pembangunan Indonesa dalam rangka menngkatkan kesejahteraan rakyat adalah melalu pemberdayaan usaha mkro kecl menengah (UMKM). Pengembangan UMKM dharapkan dapat menyerap kesempatan kerja sekalgus menngkatkan pendapatan pelakunya (Pemerntah Republk Indonesa, 2005). Usaha ndustr kemplang dengan bahan baku utama sagu (tepung tapoka) dan kan bersekala rumah tangga merupakan usaha tradsonal yang banyak dlakukan masyarakat dan telah berkembang sejak lama d kota Palembang Sumatera Selatan. Usaha n sebagan dlakukan turun temurun meskpun dar sekala usaha sebagan menunjukkan kesan kurang berkembang dengan bak. Persoalannya adalah mengapa tu terjad. Apakah secara fnansal usaha n menguntungkan. Tujuan dan Kegunaan Peneltan n bertujuan untuk : 1. Menghtung pendapatan yang dperoleh dar usaha ndustr kemplang rumah tangga. 2. Menghtung harga pokok kemplang, ttk mpas (BEP), dan nla tambah bahan baku kemplang pada Usaha Kemplang 18

2 Hasl peneltan n dharapkan dapat memberkan kegunaan bag: 1. Pengrajn kemplang sebaga bahan pertmbangan dalam upaya pengembangan usahanya. 2. Pemerntah, sebaga bahan pertmbangan dalam menentukan kebjakan pengembangan ndustr kecl dan menengah. 3. Perpustakaan sebaga tambahan referens bag peneltan selanjutnya. Kerangka Pemkran Tnjauan Umum Kemplang salah satu makanan khas Sumatera Selatan yang dkenal luas hampr dseluruh Indonesa. Masyarakat Sumatera Selatan mengenal kemplang sebaga makanan kecl atau djadkan sebaga tambahan lauk pauk. Usaha ndustr kemplang memlk potens untuk dkembangkan, karena dapat menyerap tenaga kerja sehngga mengurang pengangguran. Kendala utama yang dhadap oleh pengusaha kemplang dewasa n adalah ketersedaan bahan baku kan yang musman dan harga untuk beberapa jens kan sepert gabus dan tenggr tdak terjangkau. Kendala lannya adalah kenakan harga bahan tambahan, dan cuaca yang kurang mendukung untuk proses produks. Usaha Kemplang Berkat salah satu ndustr kemplang d Kota Palembang, merupakan usaha rumah tangga yang telah berproduks kurang lebh selama 25 tahun. Produks usaha n berksar antara kg kemplang dalam satu kal proses produks. Jumlah tersebut akan nak secara drasts menjelang bulan Ramadhan dan Har Raya. Tetap produks tdak dlakukan setap har. Apabla persedaan kemplang tnggal sedkt, baru dlakukan lag proses produks. Padaa tahun 2005 usaha n mash menggunakan kan gabus dan kan tenggr sebaga bahan baku pembuatan kemplang. Tetap karena harga kedua kan tersebut tdak lag mampu djangkau maka saat n pemakaan bahan baku dalhkan ke kan kakap dan kan sarden. Ikan kakap dan kan sarden daku oleh pemlk usaha lebh terjangkau harganya. Sehngga kemplang yang dolah dar kan kakap dan kan sarden harganya juga dapat djangkau oleh konsumen. Batasan-batasan Batasan-batasan yang dgunakan dalam peneltan n adalah : 1. Baya total adalah seluruh baya yang dkeluarkan dalam produks kemplang, terdr atas baya tetap dan baya varabel (Rp/bulan). 2. Baya tetap adalah baya jumlahnya nlanya tdak tergantung pada jumlah produks kemplang. Terdr dar baya penyusutan peralatan, penyusutan bangunan, dan gaj penjaga toko (Rp/bulan). 3. Baya varabel adalah baya yang jumlah nlanya dpengaruh oleh jumlah produks kemplang, sepert baya bahan baku (kan sarden, kan kakap, dan tapoka), baya bahan penolong (mnyak goreng, garam halus, vetsn, telur ayam, gula, ar), baya tenaga kerja, baya bahan bakar (mnyak 19

3 tanah, gas elpj, brket batu bara) dan baya pemasaran (Rp/bulan). 4. Baya pemasaran adalah baya yang dkeluarkan dalam memasarkan kemplang sepert baya pengemasan, baya cetak label dan baya penympanan (Rp/bulan). 5. Kemplang yang dproduks adalah kemplang kan sarden dan kemplang kan kakap bermerek dagang Cap Ikan Beldo yang telah dgoreng. Kemplang kan sarden dkemas dalam kemasan 0,2 kg sedangkan kemplang kan kakap dalam kemasan 0,5 kg. 6. Kemplang kan sarden adalah kemplang yang dbuat dar bahan baku kan sarden dan tepung tapoka dengan perbandngan 1 : 13,8. 7. Kemplang kan kakap adalah kemplang yang dbuat dar bahan baku kan kakap dan tepung tapoka dengan perbandngan 1 : Penermaan adalah total produks kemplang kan sarden dan kemplang kan kakap yang dhaslkan dalam satu bulan dkalkan dengan harga jualnya masngmasng (Rp/bulan). 9. Pendapatan adalah penermaan dkurang dengan baya total produks kemplang (Rp/bulan). 10. Harga pokok kemplang kan sarden dan kemplang kan kakap adalah total baya produksnya masng-masng dbag dengan jumah produksnya masngmasng. 11. Ttk mpas (BEP) adalah suatu konds dmana usaha dalam keadaan tdak untung dan tdak rug yang dnyatakan dalam satuan unt (kg) dan dalam satuan rupah. 12. Nla tambah adalah penngkatan nla dar pengolahan bahan baku kemplang (tepung tapoka, kan sarden, dan kan kakap) menjad kemplang; dperoleh dar selsh nla output dengan nla nput yang dhtung dalam Rp per kg bahan baku yang dpergunakan. 13. Nla output tap jens kemplang adalah hasl kal jumlah kemplang dengan harga kemplang dbag dengan jumlah bahan baku yang dpergunakan. 14. Nla nput tap jens kemplang adalah jumlah baya bahan (bahan baku dan bahan penolong) dan baya lannya (baya bahan bakar, baya pemasaran, baya penyusutan, dan baya tenaga kerja) dbag dengan jumlah bahan baku yang dpergunakan. Pelaksanaan Peneltan Peneltan dlaksanakan berdasarkan pen-dekatan sebaga berkut : Tempat dan Waktu Peneltan n dlaksanakan pada Usaha Kemplang Berkat mlk Hj. Nonck d Jl. Jend. A. Yan, No. 53 Rt 24, Kel. 14 Ulu Kec. Seberang Ulu II Palembang. Penentuan dlakukan secara sengaja (purposve) karena usaha n telah djalankan selama 25 tahun tetap tdak menunjukkan perkembangan kemajuan yang berart. Pengumpulan data dlakukan pada bulan Me Metode Peneltan Metode yang dgunakan pada peneltan n adalah metode stud kasus. Tujuannya 20

4 agar nformas fnansal yang dperlukan untuk keperluan analss tergal lebh detl. Metode Pengumpulan Data Data yang dkumpulkan adalah data prmer. Dperoleh melalu wawancara langsung dengan phak pengrajn, yatu mengena proses produks kemplang, baya produks, harga jual, dan lan-lan. Data tersebut adalah data bula Me Metode Analss Data Data yang dperoleh dhtung secara matemats, dsajkan dalam bentuk tabulas, kemudan danalss dan djelaskan secara deskrptf. Besarnya pendapatan, harga pokok, ttk mpas (BEP), dan nla tambah dapat dhtung dengan menggunakan rumusrumus berkut. 1. Pendapatan Perhtungan pendapatan menurut Husn dan Lfanth (1995) Pd = PNT BT PNT = Y. Hy BT = BTpT + BVT Keterangan: Pd = Pendapatan atau keuntungan (Rp/bulan) PNT = Penermaan Total (Rp/bulan) Y = Jumlah produk yang dhaslkan (kg) Hy = Harga produk BT = Baya Total (Rp/bulan) BTpT = Baya TetapTotal BVT = Baya Varabel Total 2. Harga Pokok HP = BT Y Keterangan: HP = Harga Pokok kemplang ke- BT = Baya Total produks kemplang ke- (Rp/bulan) Y = Jumlah produks kemplang ke- (kg/bulan) = 1 adalah kemplang kan sarden = 2 adalah kemplang kan kakap 3. BEP BTpT BEP = ( MK1x Pr op1) + ( MK 2x Pr op2) MK = HJ - BV Prop = Y Y 1 + Y 2 Pj = Prop x BEP mx BEP Pn = (Pj 1 x HJ 1 ) + (Pj 2 x HJ 2 ) Keterangan: BEP mx = break even pont, ttk kesembangan jumlah penjualan (kg/bln) BEP Pn = break even pont, ttk kesembangan penermaan BTpT = Baya Tetap Total MK = Marjn kontrbus kemplang ke- HJ = Harga jual kemplang ke- BV = Baya varabel kemplang ke- Prop = Propors penjualan yang drencanakan atas kemplang ke- Pj = Penjualan kemplang ke- pada saat BEP Y = Jumlah produks kemplang ke- (kg/bulan) = 1 adalah kemplang kan sarden 21

5 = 2 adalah kemplang kan kakap 4. Nla Tambah NT = NO NI NO = NI = Y x Hy JBB BB + BLan JBB dan BB = Baya bahan baku + Baya Penolong BLan = BBB + BP + BPny + BTK Keterangan: NT = Nla Tambah kemplang ke- NO = Nla Output kemplang ke- NI = Nla Input kan ke- Y Hy = Jumlah kemplang ke-(unt) = Harga kemplang ke-(rp/unt) JBB = Jumlah Bahan Baku ke- (kg) BB = Baya bahan kemplang ke- BBB = Baya bahan bakar kemplang ke- BP = Baya Pemasaran kemplang ke- BPny = Baya Penyusutan alat dan bangunan kemplang ke- BTK = Baya tenaga kerja kemplang ke- = 1 adalah kemplang kan sarden = 2 adalah kemplang kan kakap varabel yang dkeluarkan oleh Usaha Kemplang "Berkat dapat dlhat pada Tabel 1. Tabel 1. Baya Produks Usaha Kemplang Berkat, Me 2007 No. Baya Kemplang Uraan Kemplang Total Ikan Ikan Sarden Kakap 1. Baya , , ,78 Tetap 2. Baya Varabe , , ,3 4 l Baya Total , , ,1 2 Baya tetap yang dkeluarkan oleh Usaha Kemplang Berkat dalam proses pembuatan kemplang sebesar Rp ,78 per bulan. Baya tetap tersebut mencakup baya penyusutan bangunan dan peralatan, dan baya gaj karyawan toko. Baya varabel yang dkeluarkan untuk memproduks kemplang kan sarden dan kan kakap masng-masng sebesar Rp ,83 per bulan dan Rp ,51 per bulan. Baya varabel tersebut melput baya bahan baku utama dan bahan penolong, upah tenaga kerja, baya bahan bakar, dan baya pemasaran. Baya total adalah penjumlahan seluruh baya tetap, baya varabel kemplang kan sarden dan baya varabel kemplang kan kakap. Baya total yang telah dkeluarkan Hasl Dan Pembahasan Perhtungan Baya Produks, Penermaan dan Pendapatan Usaha Baya Produks Baya produks terdr dar baya tetap dan baya varabel. Baya tetap dan baya oleh Usaha Kemplang Berkat dalam bulan Me 2007 adalah Rp ,12 per bulan. Penermaan Penermaan merupakan hasl kal antara harga produk dengan jumlah produks. Besarnya jumlah penermaan dalam peneltan n dperoleh dar penjualan 22

6 kemplang yang terdr dar dua jens kemplang dalam satu bulan d Usaha Kemplang Berkat. Penermaan yang dperoleh Usaha Kemplang Berkat dapat dlhat pada Tabel 2. Tabel 2. Penermaan Usaha Kemplang Berkat, Me 2007 Produk No. Uraan Kemplang Kemplan Ikan g Ikan Total Sarden Kakap 1. Jumlah penjualan (kg) 2. Harga Penerma an Penjualan kemplang bervaras tap harnya. Varas n dpengaruh oleh banyaknya permntaan. Penjualan kemplang kan sarden dpengaruh oleh permntaan pedagang pengecer yang mengambl kemplang untuk d jual kepada konsumen. Sedangkan penjualan kemplang kan kakap dpengaruh oleh permntaan konsumen yang datang ke toko untuk membel kemplang. Permntaan akan menngkat pada saat-saat tertentu, msalnya apabla ada konsumen yang akan mengadakan suatu acara. Usaha Kemplang Berkat melakukan pencatatan untuk penjualan kemplang kan sarden. Catatan tersebut sebaga acuan bag usaha dan pedagang pengecer dalam pembayaran. Lan halnya dengan penjualan kemplang kan kakap yang tdak tercatat dengan bak. Karena konsumen langsung membel kemplang kan kakap d toko Usaha Kemplang Berkat. Tdak ddapat data yang past untuk penjualan kemplang kan kakap. Penermaan total per bulan pada Usaha Kemplang Berkat dperoleh dengan menjumlahkan penermaan dar penjualan kemplang kan sarden dan kemplang kan kakap. Penermaan total yang dapat dperoleh usaha tersebut adalah sebesar Rp ,00 per bulan. Pendapatan Pendapatan usaha merupakan selsh antara penermaan terhadap total baya yang dkeluarkan dalam proses produks. Apabla penermaan lebh besar darpada baya total maka dkatakan usaha memperoleh pendapatan. Sebalknya apabla total baya lebh besar dbandngkan penermaan maka usaha menderta kerugan. Pendapatan dar Usaha Kemplang Berkat dapat dlhat pada Tabel 3 sebaga berkut. Tabel 3. Baya dan Pendapatan Usaha Kemplang Berkat, Me 2007 Produk Uraan Kemplang Ikan Sarden Kemplang Ikan Kakap Total Produks 1.350,00 100,00 (kg) Harga jual 8.500, ,00 Penermaa n , , ,0 0 (Rp/bulan) Baya Total , , ,1 2 (Rp/bulan) Pendapata , , ,88 n (Rp/bulan) R/C 1,05 1,44 1,09 Total pendapatan Usaha Kemplang Berkat berdasarkan Tabel 3 adalah Rp ,88 per bulan. 23

7 Nla R/C menunjukkan bahwa kemplang kan kakap memberkan keuntungan yang lebh besar darpada kemplang kan sarden. Nla R/C kemplang kan kakap adalah 1,44 artnya dar setap Rp 1,00 baya yang dkeluarkan akan dperoleh penermaan sebesar Rp 1,44. sedangkan nla R/C kemplang kan sarden adalah 1,05 artnya dar setap Rp 1,00 rupah baya yang dkeluarkan akan dperoleh penermaan Rp 1,05. Pendapatan kemplang kan sarden lebh besar Rp ,56 per bulan darpada pendapatan kemplang kan kakap. Padahal penjualan kemplang kan sarden lebh banyak darpada penjualan kemplang kan kakap. Artnya kemplang kan kakap lebh menguntungkan. Tetap volume penjualannya tdak banyak, yatu 100 kg per bulan. Volume penjualan tdak banyak dpengaruh oleh permntaan konsumen. Pendapatan total Usaha Kemplang Berkat relatf kecl yatu Rp ,88 dengan nla R/C 1,09. Usah n dpertahankan karena merupakan usaha turun temurun dan pengusahanya memlk sumber pendapatan lan. Analss Harga Pokok, Ttk Impas (BEP), dan Nla Tambah Harga Pokok Harga pokok merupakan baya yang dkeluarkan untuk memproduks tap unt produk; dapat dkatakan sebaga baya ratarata untuk tap unt yang dproduks. Perhtungan harga pokok pada peneltan n menggunakan metode pembagan. Harga pokok dperoleh dar jumlah total baya produks pada satu satuan waktu tertentu dbag jumlah produk yang dhaslkan pada satuan waktu yang sama. Harga pokok, harga jual dan keuntungan dar tap kemplang per kg pada Usaha Kemplang Berkat dapat dlhat pada Tabel 4 sebaga berkut. Tabel 4. Harga Pokok Kemplang pada Usaha Kemplang Berkat, Me 2007 Produk No. Uraan Kemplang Ikan Sarden Kemplang Ikan Kakap 1. Baya Total , , Jumlah Produks 1.350,00 100,00 (kg/bln) 3. Harga Pokok 8.116, ,85 4. Harga Jual 8.500, ,00 5. Keuntunga n 383, ,15 Harga pokok kemplang kan sarden dan kemplang kan kakap adalah Rp 8.116,58 per kg dan Rp ,85 per kg. Perhtungan harga pokok berdasarkan harga pokok proses menunjukkan bahwa harga pokok dar kedua jens kemplang mash berada dbawah harga jualnya yatu Rp 8.500,00 per kg untuk kemplang kan sarden dan Rp ,00 per kg untuk kemplang kan kakap. Artnya, Usaha n menguntungkan. Tetap keuntungan yang dapat dperoleh dar penjualan kemplang kan sarden lebh sedkt jka dbandngkan dengan kemplang kan kakap. Walau demkan, banyaknya jumlah penjualan kut menentukan jumlah keuntungan yang dapat dperoleh. 24

8 Ttk Impas (BEP) Break Even Pont merupakan suatu analss yang dgunakan untuk mengetahu pada saat kapan suatu usaha mengalam ttk mpas. Pada peneltan n dhtung BEP Mx kedua produk kemplang dar ss unt dan penermaan dalam satu bulan. Hasl perhtungan BEP dapat dlhat pada Tabel 5. Tabel 5. BEP Mx kemplang Usaha Kemplang Berkat, Me 2007 No. Uraan Nomnal 1. BTpT (Rp/bulan) ,78 2. BV saat BEP (Rp/bulan) ,46 3. BT saat BEP (Rp/bulan) ( ,24 2) 4. Produks Kemplang Sarden 1.350,00 (kg/bulan) 5. Produks Kemplang Kakap 100,00 (kg/bulan) 6. HJ Kemplang Sarden 8.500,00 7. HJ Kemplang Kakap ,00 8. Penjualan Kemplang Sarden 573,70 agar BEP (kg/bulan) 9. Penjualan Kemplang Kakap 42,50 agar BEP (kg/bulan) 10. BEP Mx dalam unt 616,20 (kg/bulan) (8 + 9) 11. Penermaan kemplang Sarden agar BEP (Rp/bulan) ,88 (6 x 9) 12. Penermaan kemplang Kakap agar BEP (Rp/bulan) (7 x 10) , BEP mx dalam Rupah ,24 (Rp/bulan) (11+12) 14. Laba/Rug (13-3) 0 sarden dan kemplang kan kakap menghaslkan penermaan masng-masng sebesar Rp ,88 per bulan dan Rp ,35 per bulan. Baya tetap total yang dkeluarkan sebesar Rp ,78 per bulan dan baya varabel total sebesar Rp ,46 per bulan. Tngkat penjualan kemplang kan sarden dan kemplang kan kakap masngmasng adalah 1350 kg dan 100 kg per bulan dengan penermaan masng-masng sebesar Rp ,00 dan Rp per bulan. In menunjukkan Usaha Kemplang Berkat berproduks pada poss yang menguntungkan, dmana tngkat penjualan per bulannya melebh ttk mpas. Nla Tambah Nla tambah merupakan penambahan nla suatu produk sebelum dolah, dengan setelah dolah per satuan. Dalam peneltan n nla tambah dhtung untuk mengetahu penambahan nla dar proses pengolahan bahan baku kan dan tapoka menjad kemplang. Nla tambah dketahu dengan melhat selsh antara nla output dan nla nput. Nla tambah dar pengolahan kemplang pada Usaha Kemplang Berkat dapat dlhat pada Tabel 6. Tabel 5 menunjukkan bahwa BEP dar ss unt terjad pada saat penjualan kemplang kan sarden sebanyak 573,70 kg per bulan dengan harga jual Rp 8.500,00 per kg, dan penjualan kemplang kan kakap sebanyak 42,50 kg per bulan dengan harga jual Rp ,00 per kg. BEP dar ss penermaan terjad pada saat penjualan kemplang kan 25

9 Tabel 6. Nla Tambah Tepung Tapoka, Ikan Sarden dan Ikan Kakap Setelah Dolah Menjad Kemplang pada Usaha Kemplang Berkat, Me 2007 Produk No. Uraan Kemplang Ikan Sarden Kemplan g Ikan Kakap Nla Output , ,93 7 Nla Input , ,32 4 Nla Tambah (1-2) 583, ,83 Nla output per kg bahan baku yang dgunakan, dperoleh dengan mengalkan harga jual dengan jumlah kemplang yang dproduks, lalu dbag dengan jumlah bahan baku yang dgunakan. Harga jual kemplang kan sarden sebesar Rp per kg dengan jumlah produks sebesar kg per bulan. Sedangkan harga jual kemplang kan kakap sebesar Rp per kg dengan jumlah produks sebesar 100 kg per bulan. Jumlah kan sarden dan tapoka yang dgunakan dalam proses pembuatan kemplang kan sarden masng-masng sebesar 81 kg dan kg per bulan. Sedangkan jumlah kan kakap dan tapoka yang dgunakan dalam proses pembuatan kemplang kan kakap masng-masng sebesar 10 kg dan 60 kg per bulan. Nla nput adalah jumlah baya yang melput baya bahan baku dan bahan penolong (mnyak goreng, garam halus, vetsn, telur ayam, gula, ar) dtambah dengan baya nput lan yatu baya bahan bakar, baya pemasaran, baya tenaga kerja dan baya penyusutan alat per kg bahan baku yang dgunakan. Data pada Tabel 6 menunjukkan bahwa tap-tap kemplang menghaslkan nla tambah yang postf. Nla tambah kemplang kan sarden sebesar Rp 583,60 per kg, dan nla tambah kemplang kan kakap sebesar Rp 6.795,83 per kg. Kemplang kan kakap menghaslkan nla tambah yang lebh besar dbandngkan dengan kemplang kan sarden. Tnggnya nla tambah pada kemplang kan kakap tersebut karena dar pengolahan 1 kg campuran tepung tapoka dan kan kakap dperoleh 1,43 kg kemplang kan kakap. Dengan harga kemplang kan kakap yang tngg yatu Rp ,00 per kg menyebabkan nla outputnya pun tngg yatu Rp ,57 per kg. Sedangkan rendahnya nla tambah kemplang kan sarden karena dar pengolahan 1 kg campuran tepung tapoka dan kan sarden dperoleh 1,12 kg kemplang kan sarden. Dengan harga kemplang kan sarden yang rendah yatu Rp 8.500,00 per kg menyebabkan nla output yang dhaslkan pun rendah yatu Rp 9.514,93 per kg. Walaupun nla nput kemplang kan kakap lebh besar darpada nla nput kemplang kan sarden, tetap nla outputnya jauh lebh besar. Sehngga nla tambah kemplang kan kakap pun lebh besar darpada nla tambah kemplang kan sarden. 26

10 Kesmpulan Kesmpulan dar hasl peneltan n adalah: 1. Pendapatan usaha Kemplang Berkat sebesar Rp , 88 per bulan. 2. Harga pokok kemplang kan sarden Rp 8.116,58 per kg, kemplang kan kakap Rp ,85 per kg. 3. BEP mx dcapa ketka penjualan kemplang kan sarden sebanyak 573,70 kg atau senla Rp ,88 per bulan dan penjualan kemplang kan kakap sebanyak 42,50 kg atau senla Rp ,35 per bulan. 4. Nla tambah kemplang kan sarden sebesar Rp 583,60 per kg dan kemplang kan kakap sebesar Rp 6.795,83 per kg. DAFTAR PUSTAKA Alamsyah, I., S. A. Wnarno, M. M. Hakm Analss Fnansal dan Strateg Pemasaran Pada Usaha Kemplang Berkat D Kecamatan Seberang Ulu II Palembang. Jurnal Agrbsns dan Industr Pertanan. Volume 5 Eds 1 Jun Program Pascasarjana Unverstas Srwjaya. Palembang Husn, L dan Lfanth Ekonom Produks Pertanan. Fakultas Pertanan Unverstas Srwjaya. Indralaya. Dktat Kulah (Tdak Dpublkaskan). Pemerntah Republk Indonesa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasonal Snar Grafka. Jakarta. 27

III PEMODELAN MATEMATIS SISTEM FISIK

III PEMODELAN MATEMATIS SISTEM FISIK 34 III PEMODELN MTEMTIS SISTEM FISIK Deskrps : Bab n memberkan gambaran tentang pemodelan matemats, fungs alh, dagram blok, grafk alran snyal yang berguna dalam pemodelan sstem kendal. Objektf : Memaham

Lebih terperinci

Sri Indra Maiyanti, Irmeilyana,Verawaty Jurusan Matematika FMIPA Unsri. Yanti_Sri02@Yahoo.com

Sri Indra Maiyanti, Irmeilyana,Verawaty Jurusan Matematika FMIPA Unsri. Yanti_Sri02@Yahoo.com Apled Customer Satsfacton Index (CSI) and Importance- Performance Analyss (IPA) to know Student Satsfacton Level of Srwjaya Unversty Lbrary Servces Sr Indra Mayant, Irmelyana,Verawaty Jurusan Matematka

Lebih terperinci

PowerPoint Slides by Yana Rohmana Education University of Indonesian

PowerPoint Slides by Yana Rohmana Education University of Indonesian SIFAT-SIFAT ANALISIS REGRESI PowerPont Sldes by Yana Rohmana Educaton Unversty of Indonesan 2007 Laboratorum Ekonom & Koperas Publshng Jl. Dr. Setabud 229 Bandung, Telp. 022 2013163-2523 Hal-hal yang akan

Lebih terperinci

Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2014, Palembang 26-27 September 2014 ISBN : 979-587-529-9

Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2014, Palembang 26-27 September 2014 ISBN : 979-587-529-9 Analisis Keuntungan Dan Nilai Tambah (Added Value) Pengolahan Kerupuk Udang dan Pemasarannya Di Sungsang I Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Advantages and Added Value Analysis

Lebih terperinci

PENGARUH DIFERENSIASI JASA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PADA RUMAH SAKIT ISLAM GORONTALO

PENGARUH DIFERENSIASI JASA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PADA RUMAH SAKIT ISLAM GORONTALO PENGARUH DIFERENSIASI JASA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PADA RUMAH SAKIT ISLAM GORONTALO Oleh; Zulfah Abdussamad Dosen FEB Unverstas Neger Gorontalo Abstrak Persangan bsns d bdang kesehatan

Lebih terperinci

BAB X RUANG HASIL KALI DALAM

BAB X RUANG HASIL KALI DALAM BAB X RUANG HASIL KALI DALAM 0. Hasl Kal Dalam Defns. Hasl kal dalam adalah fungs yang mengatkan setap pasangan vektor d ruang vektor V (msalkan pasangan u dan v, dnotaskan dengan u, v ) dengan blangan

Lebih terperinci

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN MINAT ORANG TUA MENYEKOLAHKAN ANAKNYA KEPERGURUAN TINGGI DI SMA XAVERIUS II KOTA JAMBI

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN MINAT ORANG TUA MENYEKOLAHKAN ANAKNYA KEPERGURUAN TINGGI DI SMA XAVERIUS II KOTA JAMBI 1 HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN MINAT ORANG TUA MENYEKOLAHKAN ANAKNYA KEPERGURUAN TINGGI DI SMA XAVERIUS II KOTA JAMBI Shanmada Smanjuntak 1), Dr.Hj. Farda Kohar, MP ), St Syuhada, S.Pd.

Lebih terperinci

Analisis Regresi Linear Sederhana

Analisis Regresi Linear Sederhana Analss Regres Lnear Sederhana Al Muhson Pendahuluan Menggunakan metode statstk berdasarkan data yang lalu untuk mempredks konds yang akan datang Menggunakan pengalaman, pernyataan ahl dan surve untuk mempredks

Lebih terperinci

ALGORITMA UMUM PENCARIAN INFORMASI DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS METODE VEKTORISASI KATA DAN DOKUMEN

ALGORITMA UMUM PENCARIAN INFORMASI DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS METODE VEKTORISASI KATA DAN DOKUMEN ALGORITMA UMUM PENCARIAN INFORMASI DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS METODE VEKTORISASI KATA DAN DOKUMEN Hendra Bunyamn Jurusan Teknk Informatka Fakultas Teknolog Informas Unverstas Krsten Maranatha

Lebih terperinci

ANALISIS PERGERAKAN NILAI TUKAR RUPIAH DAN EMPAT MATA UANG NEGARA ASEAN OLEH RUSNIAR H14102056

ANALISIS PERGERAKAN NILAI TUKAR RUPIAH DAN EMPAT MATA UANG NEGARA ASEAN OLEH RUSNIAR H14102056 ANALISIS PERGERAKAN NILAI TUKAR RUPIAH DAN EMPAT MATA UANG NEGARA ASEAN OLEH RUSNIAR H14102056 DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 RINGKASAN RUSNIAR. Analss

Lebih terperinci

IMAGE CLUSTER BERDASARKAN WARNA UNTUK IDENTIFIKASI KEMATANGAN BUAH TOMAT DENGAN METODE VALLEY TRACING

IMAGE CLUSTER BERDASARKAN WARNA UNTUK IDENTIFIKASI KEMATANGAN BUAH TOMAT DENGAN METODE VALLEY TRACING IMAGE CLUSTER BERDASARKAN WARNA UNTUK IDENTIFIKASI KEMATANGAN BUAH TOMAT DENGAN METODE VALLEY TRACING M. Helmy Noor 1, Moh. Harad 2 Program Pasasarjana, Jurusan Teknk Elektro, Program Stud Jarngan Cerdas

Lebih terperinci

Bab 1 Ruang Vektor. R. Leni Murzaini/0906577381

Bab 1 Ruang Vektor. R. Leni Murzaini/0906577381 Bab 1 Ruang Vektor Defns Msalkan F adalah feld, yang elemen-elemennya dnyatakansebaga skalar. Ruang vektor atas F adalah hmpunan tak kosong V, yang elemen-elemennya merupakan vektor, bersama dengan dua

Lebih terperinci

: Prodi D III Keperawatan STIKes ICMe Jombang

: Prodi D III Keperawatan STIKes ICMe Jombang KEJADIAN INSOMNIA PADA LANJUT USIA STUDI DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA JOMBANG Ika candra fbrant,rulat,s.km.m,kes,agus Muslm.,S.Kep.Ns Korespondens : Ika candra fbrant : Prod D III Keperawatan STIKes

Lebih terperinci

PENINGKATAN PERFORMANSI SISTEM TEMU BALIK INFORMASI DENGAN METODE PHRASAL TRANSLATION DAN QUERY EXPANSION

PENINGKATAN PERFORMANSI SISTEM TEMU BALIK INFORMASI DENGAN METODE PHRASAL TRANSLATION DAN QUERY EXPANSION PENINGKATAN PERFORMANSI SISTEM TEMU BALIK INFORMASI DENGAN METODE PHRASAL TRANSLATION DAN QUERY EXPANSION Ar Wbowo Teknk Multmeda dan Jarngan, Polteknk Neger Batam wbowo@polbatam.ac.d Abstract Development

Lebih terperinci

KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2010 2014

KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2010 2014 KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2010 2014 DEWAN KETAHANAN PANGAN 2010 . PESAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Ketahanan Pangan mash merupakan su yang pentng bag bangsa Indonesa. Sekalpun saat n Indonesa telah

Lebih terperinci

EVALUASI UNJUK KERJA REAKTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK MENGGUNAKAN PERUNUT RADIOISOTOP

EVALUASI UNJUK KERJA REAKTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK MENGGUNAKAN PERUNUT RADIOISOTOP EVALUASI UNJUK KERJA REAKTOR ALIR TANGKI BERPENGADUK MENGGUNAKAN PERUNUT RADIOISOTOP NOOR ANIS KUNDARI, DJOKO MARJANTO, ARDHANI DYAH W Sekolah Tngg Teknolog Nuklr, BATAN Yogyakarta Jl.Babarsar Kotak Pos

Lebih terperinci

PERBANDINGAN TERAPI CAIRAN KRISTALOID DAN KOLOID TERHADAP PENURUNAN HEMOKONSENTRASI PADA PASIEN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER

PERBANDINGAN TERAPI CAIRAN KRISTALOID DAN KOLOID TERHADAP PENURUNAN HEMOKONSENTRASI PADA PASIEN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER PERBANDINGAN TERAPI CAIRAN KRISTALOID DAN KOLOID TERHADAP PENURUNAN HEMOKONSENTRASI PADA PASIEN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER Karya Tuls Ilmah Dsusun untuk Memenuh Sebagan Syarat Memperoleh Derajat Sarjana

Lebih terperinci

EVALUASI UNJUK KERJA POMP A SEKUNDER REAKTOR G.A SIW ABESSY SETELAH BEROPERASI SELAMA 15 TAHUN1)

EVALUASI UNJUK KERJA POMP A SEKUNDER REAKTOR G.A SIW ABESSY SETELAH BEROPERASI SELAMA 15 TAHUN1) Prosdng Semnar Hasl Peneltan P2TRR SSN 0854-5278 EVALUAS UNJUK KERJA POMP A SEKUNDER REAKTOR SERBAGUNA G.A SW ABESSY SETELAH BEROPERAS SELAMA 15 TAHUN1) Pusat Pengembangan Suroso, Slamet Wranto Teknolog

Lebih terperinci

Universitas Gadjah Mada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan VARIABEL RANDOM. Statistika dan Probabilitas

Universitas Gadjah Mada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan VARIABEL RANDOM. Statistika dan Probabilitas Unverstas Gadjah Mada Fakultas Teknk Jurusan Teknk Sl dan Lngkungan VARIABEL RANDOM Statstka dan Probabltas 2 Pengertan Random varable (varabel acak) Jens suatu fungs yang ddefnskan ada samle sace Dscrete

Lebih terperinci

Mengetahui Prosedur. Sistem Pendidikan di Jepang P.10. Merencanakan Belajar ke Luar Negeri P.11. Memilih Sekolah P.12. Jadwal P.14

Mengetahui Prosedur. Sistem Pendidikan di Jepang P.10. Merencanakan Belajar ke Luar Negeri P.11. Memilih Sekolah P.12. Jadwal P.14 Mengetahu Prosedur Sstem Penddkan d Jepang P.10 Merencanakan Belajar ke Luar Neger P.11 Memlh Sekolah P.12 Jadwal P.14 Mengumpulkan Informas P.16 Sstem Penddkan d Jepang Mengetahu Prosedur Sstem Penddkan

Lebih terperinci

FREQUENCY RESPONSE ANALYSIS

FREQUENCY RESPONSE ANALYSIS V FREQUENCY RESPONSE ANALYSIS Tujuan: Mhs mampu melakukan analss respon proses terhadap perubahan nput snus Mater:. arakterstk respon sstem order satu terhadap perubahan snus nput. Nyqust Plot 3. Bode

Lebih terperinci

S A R I 1. PENDAHULUAN 2. KEADAAN GEOLOGI. Oleh : Eddy R. Sumaatmadja dan Iskandar Sub Direktorat Batubara

S A R I 1. PENDAHULUAN 2. KEADAAN GEOLOGI. Oleh : Eddy R. Sumaatmadja dan Iskandar Sub Direktorat Batubara PENYELIDIKAN BATUBARA BERSISTIM DALAM CEKUNGAN SUMATERA SELATAN DI DAERAH NIBUNG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN SAROLANGUN, PROVINSI JAMBI; KABUPATEN BATANGHARILEKO DAN MUSI RAWAS, PROVINSI SUMATERA SELATAN

Lebih terperinci

PENENTUAN KOMBINASI WAKTU PERAWATAN PREVENTIF DAN JUMLAH PERSEDIAAN KOMPONEN GUNA MENINGKATKAN PELUANG SUKSES MESIN DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI

PENENTUAN KOMBINASI WAKTU PERAWATAN PREVENTIF DAN JUMLAH PERSEDIAAN KOMPONEN GUNA MENINGKATKAN PELUANG SUKSES MESIN DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI PENENTUAN KOMBINASI WAKTU PERAWATAN PREVENTIF DAN JUMLAH PERSEDIAAN KOMPONEN GUNA MENINGKATKAN PELUANG SUKSES MESIN DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI Imam Sodkn Juusan Teknk Indust, Fakultas Teknolog Indust

Lebih terperinci

UKURAN GEJALA PUSAT (UGP)

UKURAN GEJALA PUSAT (UGP) UKURAN GEJALA PUSAT (UGP) Pegerta: Rata-rata (average) alah suatu la yag mewakl suatu kelompok data. Nla dsebut juga ukura gejala pusat karea pada umumya mempuya kecederuga terletak d tegah-tegah da memusat

Lebih terperinci

STUDI ALIRAN DAYA TIGA FASA UNTUK SISTEM DISTRIBUSI DENGAN METODE PENDEKATAN LANGSUNG

STUDI ALIRAN DAYA TIGA FASA UNTUK SISTEM DISTRIBUSI DENGAN METODE PENDEKATAN LANGSUNG No. 29 ol.2 Thn. X Aprl 2008 SSN: 085-871 STUD ALRAN DAYA TGA FASA UNTUK SSTEM DSTRBUS DENGAN METODE PENDEKATAN LANGSUNG Adrant, Slva ran Jurusan Ten Eletro Faultas Ten Unverstas Andalas, Padang Abstra

Lebih terperinci

Optimisasi Operasi Sistem Tenaga Listrik dengan Konstrain Kapabilitas Operasi Generator dan Kestabilan Steady State Global

Optimisasi Operasi Sistem Tenaga Listrik dengan Konstrain Kapabilitas Operasi Generator dan Kestabilan Steady State Global Optmsas Operas Sstem Tenaga Lstr dengan Konstran Kapabltas Operas Generator dan Kestablan Steady State Global Johny Custer,, Indar Chaerah Gunadn, Ontoseno Penangsang 3, Ad Soeprjanto 4,,3,4 Jurusan Ten

Lebih terperinci

Analisis Nilai Tambah Keripik Ubi Kayu di UKM Barokah Kabupaten Bone Bolango

Analisis Nilai Tambah Keripik Ubi Kayu di UKM Barokah Kabupaten Bone Bolango Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 1 No. 4, April-Juni 2014 ISSN: 2338-4603 Analisis Nilai Tambah Keripik Ubi Kayu di UKM Barokah Kabupaten Bone Bolango Supriyo Imran, Amelia Murtisari,

Lebih terperinci

KAJIAN NILAI TAMBAH PRODUK AGRIBISNIS KEDELAI PADA USAHA ANEKA TAHU MAJU LESTARI DI KECAMATAN LANDASAN ULIN, KOTA BANJARBARU

KAJIAN NILAI TAMBAH PRODUK AGRIBISNIS KEDELAI PADA USAHA ANEKA TAHU MAJU LESTARI DI KECAMATAN LANDASAN ULIN, KOTA BANJARBARU KAJIAN NILAI TAMBAH PRODUK AGRIBISNIS KEDELAI PADA USAHA ANEKA TAHU MAJU LESTARI DI KECAMATAN LANDASAN ULIN, KOTA BANJARBARU STUDY ON ADDED VALUE OF SOYBEAN AGRIBUSINESS PRODUCT AT MAJU LESTARI TOFU INDUSTRY

Lebih terperinci

ANALISIS NILAI TAMBAH, KEUNTUNGAN, DAN TITIK IMPAS PENGOLAHAN HASIL RENGGINANG UBI KAYU (RENGGINING) SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU

ANALISIS NILAI TAMBAH, KEUNTUNGAN, DAN TITIK IMPAS PENGOLAHAN HASIL RENGGINANG UBI KAYU (RENGGINING) SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU ANALISIS NILAI TAMBAH, KEUNTUNGAN, DAN TITIK IMPAS PENGOLAHAN HASIL RENGGINANG UBI KAYU (RENGGINING) SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU Andi Ishak, Umi Pudji Astuti dan Bunaiyah Honorita Balai Pengkajian

Lebih terperinci

ANALISIS NILAI TAMBAH PADA AGROINDUSTRI JAGUNG DI KOTA GORONTALO (Studi Kasus pada UKM Qalifa)

ANALISIS NILAI TAMBAH PADA AGROINDUSTRI JAGUNG DI KOTA GORONTALO (Studi Kasus pada UKM Qalifa) ANALISIS NILAI TAMBAH PADA AGROINDUSTRI JAGUNG DI KOTA GORONTALO (Studi Kasus pada UKM Qalifa) Ria Indriani Universitas Negeri Gorontalo Jl.Jend.Sudirman No.6 Kota Gorontalo Email :ria.s_imran@yahoomail.com

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH UJI HIPOTESIS DENGAN 2 (Untuk Data Nominal)

LANGKAH-LANGKAH UJI HIPOTESIS DENGAN 2 (Untuk Data Nominal) LANGKAH-LANGKAH UJI HIPOTESIS DENGAN (Utuk Data Nomal). Merumuska hpotess (termasuk rumusa hpotess statstk). Data hasl peelta duat dalam etuk tael slag (tael frekues oservas) 3. Meetuka krtera uj atau

Lebih terperinci

FAKTO OR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPATUHAN IMUNISASI DI WILAYAH PUSKESMAS GODEAN II SLEMAN YOGYAKARTA

FAKTO OR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPATUHAN IMUNISASI DI WILAYAH PUSKESMAS GODEAN II SLEMAN YOGYAKARTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKATT KEPATUHAN IMUNISASI DI WILAYAH PUSKESMAS GODEAN III SLEMAN YOGYAKARTA Karya Tuls Ilmah Dsusun Untuk Memenuh Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Keperawatan Pada Program

Lebih terperinci

Dalam rangka persiapan pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2013 bagi tenaga

Dalam rangka persiapan pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2013 bagi tenaga N{ENTER P},NDA\ AGUNAAN,\PAR{TUR NEGARA DAN REFOR\TAS BROKRAS REPBL1K NDONESA Yth. 1. Pejabat Pembna Kepegawaan Pusat; 2. Pejabat Pembna Kepegawaan Daerah. d Tempat SURAT EDARAN Nomor: SE/ l0 /M.PAN-R8rc812013

Lebih terperinci

Ruang Banach. Sumanang Muhtar Gozali UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Ruang Banach. Sumanang Muhtar Gozali UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Ruag Baach Sumaag Muhtar Gozal UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Satu kose etg d kulah Aalss ugsoal adalah teor ruag Baach. Pada baga aka drevu defs, cotoh-cotoh, serta sfat-sfat etg ruag Baach. Kta aka

Lebih terperinci

SISTEM PENDINGIN UTAMA REAKTOR SERBA GUNA G.A. SIWABESSY SI'ATIJ TINJAUAN TENTANG FAKTOR-FAKTOR KELEMAHANNYA Oleh Sudiyono

SISTEM PENDINGIN UTAMA REAKTOR SERBA GUNA G.A. SIWABESSY SI'ATIJ TINJAUAN TENTANG FAKTOR-FAKTOR KELEMAHANNYA Oleh Sudiyono SJ VI Presdng Semnar Teknolog Pendayagunaan Reaklor Rset G. A. Swabessy; 130-137 SISTEM PENDINGIN UTAMA REAKTOR SERBA GUNA G.A. SIWABESSY SI'ATIJ TINJAUAN TENTANG FAKTOR-FAKTOR KELEMAHANNYA Oleh Sudyono

Lebih terperinci

ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI

ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI SKRIPSI diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi

Lebih terperinci

SOLUSI SISTEM PERSAMAAN DIFFERENSIAL NON LINEAR MENGGUNAKAN METODE EULER BERBANTUAN PROGRAM MATLAB SKRIPSI

SOLUSI SISTEM PERSAMAAN DIFFERENSIAL NON LINEAR MENGGUNAKAN METODE EULER BERBANTUAN PROGRAM MATLAB SKRIPSI SOLUSI SISTEM PERSAMAAN DIFFERENSIAL NON LINEAR MENGGUNAKAN METODE EULER BERBANTUAN PROGRAM MATLAB SKRIPSI oleh: RILA DWI RAHMAWATI NIM: 0350050 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

Asset pricing model selection: Indonesian Stock Exchange

Asset pricing model selection: Indonesian Stock Exchange MPA Munch Personal epc Archve Asset prcng model selecton: Indonesan Stock xchange owland Bsmark Fernando Pasaru ABFI Insttute Peranas Jakarta Decemer 010 Onlne at http://mpra.u.un-muenchen.de/39817/ MPA

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE Di Daerah Sanan, Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing, Kodya Malang Jawa Timur

Lebih terperinci

- Kuesioner Awal. - Kuesioner Penelitian Pendahuluan

- Kuesioner Awal. - Kuesioner Penelitian Pendahuluan - Kuesoner Awal - Kuesoner Peneltan Pendahuluan KUESIONE AWAL Saya Albertus Isha, mahasswa yang sedang menyusun Tugas Ahr. Saya mohon esedaan saudara untu meluangan watu saudara yang berharga untu mengs

Lebih terperinci

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN TORTILLA CHIPS JAGUNG DI HOME INDUSTRY INSAN MANDIRI KLATEN

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN TORTILLA CHIPS JAGUNG DI HOME INDUSTRY INSAN MANDIRI KLATEN 1 ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN TORTILLA CHIPS JAGUNG DI HOME INDUSTRY INSAN MANDIRI KLATEN Nonik Desi Tri Lestari, Kusnandar, Nuning Setyowati Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Lebih terperinci

SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PESANAN (JOB ORDER COSTING ATAU JOB COSTING)

SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PESANAN (JOB ORDER COSTING ATAU JOB COSTING) SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PESANAN (JOB ORDER COSTING ATAU JOB COSTING) Job costing adalah biaya produksi yang diakumulasikan untuk setiap pesanan (job) yang terpisah. Suatu pesanan adalah output

Lebih terperinci

Perbedaan Metode Harga Pokok Pesanan dengan Harga Pokok Proses. Keterangan Harga Pokok Pesanan Harga Pokok Proses Pengumpulan Biaya Produksi

Perbedaan Metode Harga Pokok Pesanan dengan Harga Pokok Proses. Keterangan Harga Pokok Pesanan Harga Pokok Proses Pengumpulan Biaya Produksi METODE HARGA POKOK PROSES FULL COSTING Karakteristik Usaha Perusahaan yang Berproduksi Massa: 1. Produk yang dihasilkan merupakan produk standar 2. Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan adalah sama

Lebih terperinci

E-book Statistika Gratis... Statistical Data Analyst. Uji Asumsi Klasik Regresi Linear

E-book Statistika Gratis... Statistical Data Analyst. Uji Asumsi Klasik Regresi Linear E-boo Sasa Gras... Sascal Daa Anals Uj Asums Klas Regres Lnear Pada penulsan enang Regres Lnear n, penuls aan memberan bahasan mengena Uj Asums Klas epada para pembaca unu memberan pemahaman dan solus

Lebih terperinci

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM USAHA BELUT BURGER LAUT BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN. Diusulkan oleh :

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM USAHA BELUT BURGER LAUT BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN. Diusulkan oleh : PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM USAHA BELUT BURGER LAUT BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN Diusulkan oleh : Ketua : Zulfikar 120210247 / 2012 Anggota : Yenni 120210242 / 2012 Edy Kurniawan

Lebih terperinci

SKRIPSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER. f.l'j., MILIK PERPUSTAK ti SUSIYAM

SKRIPSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER. f.l'j., MILIK PERPUSTAK ti SUSIYAM Tff~'( d r r " oll~ol '"r"'~ll...,, 11 1 'ELUAR 1 ANALSS PERBEDAAN VOLUME PENJUALAN DTNJAU DAR JENS MEKK PADA NDUSTR TAS DAN KOPER M. CHOR D DESA KEDENSAR KECAMATAN TANGGULANGN KABUPATEN SDOARJO 1998 SKRPS

Lebih terperinci

ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DAN NILAI TAMBAH TEPUNG KARAGINAN DI KECAMATAN KEI KECIL, KABUPATEN MALUKU TENGGARA

ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DAN NILAI TAMBAH TEPUNG KARAGINAN DI KECAMATAN KEI KECIL, KABUPATEN MALUKU TENGGARA ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DAN NILAI TAMBAH TEPUNG KARAGINAN DI KECAMATAN KEI KECIL, KABUPATEN MALUKU TENGGARA Oleh : Anna Kartika Ngamel Program Studi Agribisnis Perikanan, Politeknik

Lebih terperinci

KAJIAN SIFAT KEKOMPAKAN PADA RUANG BANACH. Ariyanto* ABSTRACT

KAJIAN SIFAT KEKOMPAKAN PADA RUANG BANACH. Ariyanto* ABSTRACT Aryato, Kaja Sfat Keompaa pada Ruag Baah KAJIAN SIFAT KEKOMPAKAN PADA RUANG BANACH Aryato* ABSTRACT The propertes of ompatess Baah spaes ths paper s a geeralzato of a ompat uderstadg the system o the real

Lebih terperinci

HARGA POKOK PROSES (PROCESS COSTING)

HARGA POKOK PROSES (PROCESS COSTING) HARGA POKOK PROSES (PROCESS COSTING) Harga pokok proses (process costing) merupakan metode perhitungan harga pokok produk yang berdasarkan kepada pengumpulan biaya biaya produksi dalam satu periode tertentu

Lebih terperinci

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA NASI SISA UNTUK CEMILAN BERBAGAI RASA. BIDANG KEGIATAN : PKM Kewirausahaan. Diusulkan oleh :

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA NASI SISA UNTUK CEMILAN BERBAGAI RASA. BIDANG KEGIATAN : PKM Kewirausahaan. Diusulkan oleh : PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA NASI SISA UNTUK CEMILAN BERBAGAI RASA BIDANG KEGIATAN : PKM Kewirausahaan Diusulkan oleh : Eko Ari Septiyono ( 611070023 tahun angkatan 2007 ) Irwan Dwi Hermanto ( 611070050

Lebih terperinci

TINJAUAN MATA KULIAH BAB I PENDAHULUAN

TINJAUAN MATA KULIAH BAB I PENDAHULUAN TINJAUAN MATA KULIAH BAB I PENDAHULUAN I. Beberapa Defs Dalam berbaga meda serg djumpa hasl jejak pedapat dar masarakat tetag su tertetu, jejak pedapat tu dlakuka utuk megetahu gambara pedapat dar masarakat

Lebih terperinci

ANALISIS MANFAAT DAN BIAYA DALAM PENENTUAN PRIORITAS PENINGKATAN RUAS JALAN NASIONAL (STUDI KASUS : DI WILAYAH UTARA PROPINSI BANTEN)

ANALISIS MANFAAT DAN BIAYA DALAM PENENTUAN PRIORITAS PENINGKATAN RUAS JALAN NASIONAL (STUDI KASUS : DI WILAYAH UTARA PROPINSI BANTEN) 1 ANALSS MANFAAT DAN BAYA DALAM PENENTUAN PRORTAS PENNGKATAN RUAS JALAN NASONAL (STUD KASUS : D WLAYAH UTARA PROPNS BANTEN) Temmy Saputra¹, Hary Agus Rahardjo², Dwi Dinariana³ ¹Mahasiswa Program Studi

Lebih terperinci

KALAU TERJADI KENAIKAN HARGA BBM, APA STRATEGI PELAKU UMKM

KALAU TERJADI KENAIKAN HARGA BBM, APA STRATEGI PELAKU UMKM KALAU TERJADI KENAIKAN HARGA BBM, APA STRATEGI PELAKU UMKM Oleh : Pariaman Sinaga *) Pada dasawarsa terakhir ini terminologi istilah usaha yang berskala mikro, kecil dan menengah (sering disingkat UMKM)

Lebih terperinci

Teori Harga Fungsi Linear

Teori Harga Fungsi Linear Teori Harga Fungsi Linear Matematika Ekonomi LOGO Osa Omar Sharif Teori Permintaan Teori permintaan Menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan (jumlah barang yang diminta pembeli) dan harga.

Lebih terperinci

HUBUNGAN MODAL SOSIAL DAN MODAL MANUSIA DENGAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET DI KECAMATAN TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR

HUBUNGAN MODAL SOSIAL DAN MODAL MANUSIA DENGAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET DI KECAMATAN TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR HUBUNGAN MODAL SOSIAL DAN MODAL MANUSIA DENGAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET DI KECAMATAN TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR Nukmal Hakim*, Henny Malini*, Selly Oktarina* ABSTRAK Hubungan Modal Sosial

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN HARGA DAN PASOKAN PANGAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT PERIODE BULAN MARET TAHUN 2015

PERKEMBANGAN HARGA DAN PASOKAN PANGAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT PERIODE BULAN MARET TAHUN 2015 PERKEMBANGAN HARGA DAN PASOKAN PANGAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT PERIODE BULAN MARET TAHUN 2015 Berdasarkan pemantauan harga dan pasokan pangan pada kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat dengan melibatkan

Lebih terperinci

< < < < ry14 < < < +i- -9 -g. 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha

< < < < ry14 < < < +i- -9 -g. 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha lha ry rq 9 g rrq hq rr! L, +, : F L ah{ _ L.{ b.{ PRATURAN DRKS PRUSAHAAN UMUM PRUM) JAMNAN KRDTT NDONSA NOMOR : 2 /PerDrp{ll2ml TNTANG STANDARD OPRATNG PROCD,R (SOP) PMAMNAN KRDT UMUM BRBASS RJSKO PRUSAHAAN

Lebih terperinci

merencanakan UNTUNG MODUL PELATIHAN KEUANGAN untuk Pebisnis Kecil Mei 2007 dibuat oleh Yayasan Penabulu Bekerja sama dengan CCDE

merencanakan UNTUNG MODUL PELATIHAN KEUANGAN untuk Pebisnis Kecil Mei 2007 dibuat oleh Yayasan Penabulu Bekerja sama dengan CCDE merencanakan UNTUNG MODUL PELATIHAN KEUANGAN untuk Pebisnis Kecil Mei 2007 dibuat oleh Yayasan Penabulu Bekerja sama dengan CCDE Untung. Inilah semacam roh atau ramuan yang merangsang setiap orang mau

Lebih terperinci

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU Oleh: Gusti Setiavani, S.TP, M.P Staff Pengajar di STPP Medan Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa

Lebih terperinci

HARGA POKOK PRODUKSI

HARGA POKOK PRODUKSI HARGA POKOK PRODUKSI Suatu perusahaan perlu menetukan harga pokok bagi produksi yang dihasilkan, karena harga pokok itu merupakan salah satu faktor yang ikut mempengaruhi penentuan harga jual dasar penentuan

Lebih terperinci

PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN KHUSUS SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA TUNAGRAHITA (SMALB-C-D1)

PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN KHUSUS SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA TUNAGRAHITA (SMALB-C-D1) PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN KHUSUS SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA TUNAGRAHITA (SMALB-C-D1) Mata Pelajaran Jenis Keterampilan : Keterampilan : Jasa Boga DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT

Lebih terperinci

INOVASI SNACK SEHAT BERBAHAN BAKU LOKAL

INOVASI SNACK SEHAT BERBAHAN BAKU LOKAL MENYUSUN MENU 3B-A INOVASI SNACK SEHAT BERBAHAN BAKU LOKAL Disusun oleh : Gusti Setiavani, S.TP, MP Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia yang berkualitas yang ditandai dengan

Lebih terperinci

AKTIVA TETAP. Prinsip Akuntansi => Aktiva Tetap harus dicatat sesuai dengan Harga Perolehannya.

AKTIVA TETAP. Prinsip Akuntansi => Aktiva Tetap harus dicatat sesuai dengan Harga Perolehannya. 1. Pengertian Aktiva Tetap AKTIVA TETAP Aktiva tetap adalah aktiva berujud yang digunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan. (Haryono Jusup,

Lebih terperinci

A N A L I S I S K E B I J A K A N P E N A N G G U L A N G A N K E M I S K I N A N K A B U P A T E N K U T A I K A R T A N E G A R A

A N A L I S I S K E B I J A K A N P E N A N G G U L A N G A N K E M I S K I N A N K A B U P A T E N K U T A I K A R T A N E G A R A e J o u r n a l A d m i n i s t r a t i v e R e f o r m, 2 0 1 3, 1 ( 3 ) : 656-677 I S S N 2 338-7637, a r. m i a n. f i s i p - u n m u l. a c. i d Љ C o p y r i g h t 2 0 1 3 A N A L I S I S K E B I

Lebih terperinci

P ESIDEN REPUB IK INDONESIA

P ESIDEN REPUB IK INDONESIA P ESDEN REPUB K NDONESA PERATURAN PR SDEN REPUBLK NDONESA 45 TAHUN 2012 ENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTU PRESDEN NOMOR 86 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN B AN PENGATUR PENYEDAAN DAN PENDSTRBUSAN BAHAN MNYAK

Lebih terperinci

PERHITUNGAN HARGA SEWA DAN SEWA-BELI RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA DAYA BELI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI DKI JAKARTA

PERHITUNGAN HARGA SEWA DAN SEWA-BELI RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA DAYA BELI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI DKI JAKARTA PERHITUNGAN HARGA SEWA DAN SEWA-BELI RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA DAYA BELI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI DKI JAKARTA Jenis : Tugas Akhir Tahun : 2008 Penulis : Soly Iman Santoso Pembimbing : Ir. Haryo

Lebih terperinci

PENGARUH DOSIS EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT BADAN AYAM BURAS

PENGARUH DOSIS EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT BADAN AYAM BURAS PENGARUH DOSIS EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT BADAN AYAM BURAS EFFECT OF EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DOSAGE ADDED IN DRINKING WATER ON BODY WEIGHT OF LOCAL CHICKEN

Lebih terperinci

RHEINHARDT MAUPA NRP 3106 100 023. Dosen Pembimbing : Tavio, ST, MT, Ph.D Bambang Piscesa, ST, MT

RHEINHARDT MAUPA NRP 3106 100 023. Dosen Pembimbing : Tavio, ST, MT, Ph.D Bambang Piscesa, ST, MT MAKALAH TUGAS AKHIR STUDI KOMPARATIF DESAIN STRUKTUR GEDUNG TAHAN GEMPA DENGAN FLAT PLATE SYSTEM BERDASARKAN TATA CARA PEMBEBANAN GEMPA SNI 03-76-00 DAN ASCE 7-05 RHEINHARDT MAUPA NRP 306 00 03 Dose Pembmbg

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA

BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA A. Gambaran Tentang Pusat Grosir Surabaya (PGS) 1. Sejarah Berdirinya Tak dapat dipungkiri bahwa dunia perdagangan sekarang

Lebih terperinci

ANALISA PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN FULL COSTING METHOD PADA UKM WINGKO BABAT CAP LOKOMOTIF BAPAK SUMARDI. Paridipta Bagus Rahadi

ANALISA PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN FULL COSTING METHOD PADA UKM WINGKO BABAT CAP LOKOMOTIF BAPAK SUMARDI. Paridipta Bagus Rahadi ANALISA PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN FULL COSTING METHOD PADA UKM WINGKO BABAT CAP LOKOMOTIF BAPAK SUMARDI Paridipta Bagus Rahadi Universitas Dian Nuswantoro ABTRACT Cost of production is the

Lebih terperinci

BOKS Perbatasan Kalimantan Barat Masih Perlu Perhatian Pemerintah Pusat Dan daerah

BOKS Perbatasan Kalimantan Barat Masih Perlu Perhatian Pemerintah Pusat Dan daerah BOKS Perbatasan Kalimantan Barat Masih Perlu Perhatian Pemerintah Pusat Dan daerah Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Sarawak (Malaysia) dengan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN. ABSTRAK.. ABSTRACT... KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR LAMPIRAN..

DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN. ABSTRAK.. ABSTRACT... KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR LAMPIRAN.. DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN. ABSTRAK.. ABSTRACT... KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR LAMPIRAN.. iv v vi vii xi xiv xix xx BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian..

Lebih terperinci

Interaksi Transportasi dan Guna Lahan

Interaksi Transportasi dan Guna Lahan Interaks Transportas dan Guna Lahan Prof. Dr. Ir. Danang Parkest,M.Sc. Prof. Dr. Ir. A. Dunaed, MUP. Program Magster Sstem dan Teknk Transportas (MSTT Jurusan Teknk Spl (Transportas Fakultas Teknk - Unverstas

Lebih terperinci

RinGkasan MaTeri. 1 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 100% 1 1 balok ubin dibagi 4 menjadi 4 ubin kecil yang senilai dengan 4

RinGkasan MaTeri. 1 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 100% 1 1 balok ubin dibagi 4 menjadi 4 ubin kecil yang senilai dengan 4 RinGkasan MaTeri Persen adalah perseratus atau sebuah pecahan yang penyebutnya 00, misal Menyatakan dalam persen (%) 7 % = 7 00 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 00% balok ubin dibagi 4 menjadi

Lebih terperinci

BAB II KONDISI UMUM DAERAH

BAB II KONDISI UMUM DAERAH BAB II KONDISI UMUM DAERAH 2.1. Kondisi Geografi dan Demografi Kota Bukittinggi Posisi Kota Bukittinggi terletak antara 100 0 20-100 0 25 BT dan 00 0 16 00 0 20 LS dengan ketinggian sekitar 780 950 meter

Lebih terperinci

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER SKRIPSI Oleh Sska Ar Puspta Sar NIM 072310101039 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Konsumen biasanya membeli suatu produk karena alasan. kebutuhan. Namun ada alasan atau faktor- faktor lain yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Konsumen biasanya membeli suatu produk karena alasan. kebutuhan. Namun ada alasan atau faktor- faktor lain yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Konsumen biasanya membeli suatu produk karena alasan kebutuhan. Namun ada alasan atau faktor- faktor lain yang turut serta mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembeliannya,

Lebih terperinci

B A B 2 L A N D A S A N T E O R I

B A B 2 L A N D A S A N T E O R I B A B 2 L A N D A S A N T E O R I 2. 1 A n a l i s i s F u n d a m e n t a l A n a l i s i s f u n d a m e n t a l a d a l a h s u a t u m e t o d e d a l a m m e l a k u k a n a n a l i s i s i n f o

Lebih terperinci

SOAL MATEMATIKA SD. Jawaban: 39.788 + 56.895 27.798 = 96.683 27.798 = 68.885 (B)

SOAL MATEMATIKA SD. Jawaban: 39.788 + 56.895 27.798 = 96.683 27.798 = 68.885 (B) SOAL MATEMATIKA SD. Hasil 39.788 + 56.895 7.798 adalah A. 68.875 B. 68.885 C. 68.975 D. 69.885 39.788 + 56.895 7.798 = 96.683 7.798 = 68.885 (B) Pengetahuan prasyarat Aturan Internasional operasi hitung

Lebih terperinci

ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI PERUMAHAN TAMAN TASIK MADU INDAH, MALANG

ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI PERUMAHAN TAMAN TASIK MADU INDAH, MALANG ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI PERUMAHAN TAMAN TASIK MADU INDAH, MALANG Presented by: Berlin Shelina Wardani 3107100011 JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI

Lebih terperinci

ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN NIRA LONTAR MENJADI PRODUK NATA Financial Analysis of Processing Nata Lontar (from lontar sap)

ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN NIRA LONTAR MENJADI PRODUK NATA Financial Analysis of Processing Nata Lontar (from lontar sap) ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN NIRA LONTAR MENJADI PRODUK NATA Financial Analysis of Processing Nata Lontar (from lontar sap) Oleh/ By: Abd. Kadir W. ABSTRACT Lontar sap has a great potential

Lebih terperinci

Pemetaan Biplot untuk Masalah Putus Sekolah Pendidikan Dasar pada Masyarakat Miskin antar Kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir

Pemetaan Biplot untuk Masalah Putus Sekolah Pendidikan Dasar pada Masyarakat Miskin antar Kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir Jurnal Penelitian Sains Volume 14 Nomer 2(A) 14203 Pemetaan Biplot untuk Masalah Putus Sekolah Pendidikan Dasar pada Masyarakat Miskin antar Kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir Dian Cahyawati S. dan Oki Dwipurwani

Lebih terperinci

ANALISIS EKONOMI KOMODITI KACANG PANJANG DI KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN. Oleh : Chuzaimah Anwar, SP.M.Si

ANALISIS EKONOMI KOMODITI KACANG PANJANG DI KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN. Oleh : Chuzaimah Anwar, SP.M.Si ANALISIS EKONOMI KOMODITI KACANG PANJANG DI KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Oleh : Chuzaimah Anwar, SP.M.Si Dosen Fakultas Pertanian Universitas IBA Palembang ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Beberapa tahun terakhir ini kurs tukar IDR/USD terus mengalami fluktuasi yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya para pelaku pasar sulit untuk menentukan pada saat kapan mereka harus melakukan ekspor

Lebih terperinci

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BANYUWANGI MARET 2015 INFLASI 0,09 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BANYUWANGI MARET 2015 INFLASI 0,09 PERSEN BPS KABUPATEN BANYUWANGI No. 03/April/3510/Th.II, 03 April PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BANYUWANGI MARET INFLASI 0,09 PERSEN Pada bulan Banyuwangi mengalami inflasi sebesar 0,09 persen, lebih

Lebih terperinci

ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN

ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN Boya Eviana 1), Budi Hartono 2), Zaenal Fanani 2) 1. Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. 2.

Lebih terperinci

Dampak Banjir Terhadap Inflasi

Dampak Banjir Terhadap Inflasi Dampak Banjir Terhadap Inflasi Praptono Djunedi, Peneliti Badan Kebijakan Fiskal Siapa yang merusak harga pasar hingga harga itu melonjak tajam, maka Allah akan menempatkannya di dalam neraka pada hari

Lebih terperinci

ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Jurnal Ilmiah AgrIBA No2 Edisi September Tahun 2014 ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Oleh : Siska Alfiati Dosen PNSD dpk STIPER Sriwigama Palembang

Lebih terperinci

Kerjasama Dalam Sentra UKM

Kerjasama Dalam Sentra UKM B A B Kerjasama Dalam Sentra UKM T ingkat Kerjasama dan Keberadaan Kelompok menjadi salah satu pemicu peningkatan aktivitas di dalam sentra. Hal ini menunjukkan dukungan pada pendekatan JICA yang mensyaratkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Jalan raya Cibarusah Cikarang, Kabupaten Bekasi merupakan jalan kolektor

BAB I PENDAHULUAN. Jalan raya Cibarusah Cikarang, Kabupaten Bekasi merupakan jalan kolektor BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jalan raya Cibarusah Cikarang, Kabupaten Bekasi merupakan jalan kolektor primer yang menghubungkan antar Kecamatan di Bekasi sering diberitakan kerusakan yang terjadi

Lebih terperinci

KELAYAKAN USAHA INDUSTRI KEMPLANG ANEKA RASA SKALA KECIL DI KELURAHAN 5 ULU PALEMBANG

KELAYAKAN USAHA INDUSTRI KEMPLANG ANEKA RASA SKALA KECIL DI KELURAHAN 5 ULU PALEMBANG KELAYAKAN USAHA INDUSTRI KEMPLANG ANEKA RASA SKALA KECIL DI KELURAHAN 5 ULU PALEMBANG Sri Maryani Balitbangnovda Provinsi Sumatera Selatan Jl. Demang Lebar Daun No.4864 Palembang Email : smaryani2009@yahoo.co.id

Lebih terperinci

METODE HARGA POKOK PROSES LANJUTAN

METODE HARGA POKOK PROSES LANJUTAN METODE HARGA POKOK PROSES LANJUTAN 1.1. Perlakuan Produk Dalam Proses Awal. Produk dalam proses awal akan masuk dalam proses produksi, permasalahan yang muncul adalah bagaimana menentukan harga pokok produksi.

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT PERMINTAAN JAMUR TIRAM DI PASAR TRADISIONAL DAN SUPERMARKET DI KOTA PALEMBANG. Oleh : Nur Azmi dan Rahmi Hidayati

ANALISIS TINGKAT PERMINTAAN JAMUR TIRAM DI PASAR TRADISIONAL DAN SUPERMARKET DI KOTA PALEMBANG. Oleh : Nur Azmi dan Rahmi Hidayati Jurnal Ilmiah AgrIBA No2 Edisi September Tahun 2014 ANALISIS TINGKAT PERMINTAAN JAMUR TIRAM DI PASAR TRADISIONAL DAN SUPERMARKET DI KOTA PALEMBANG Oleh : Nur Azmi dan Rahmi Hidayati Dosen Fakultas Pertanian

Lebih terperinci

DATA MENCERDASKAN BANGSA

DATA MENCERDASKAN BANGSA PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JANUARI 2014 TERJADI INFLASI SEBESAR 1,23 PERSEN Januari 2014 IHK Karawang mengalami kenaikan indeks. IHK dari 141,08 di Bulan Desember 2013 menjadi 142,82 di

Lebih terperinci

Mahestrayu School of Art Perencanaan Pendirian Usaha Pengembangan Minat dan Bakat

Mahestrayu School of Art Perencanaan Pendirian Usaha Pengembangan Minat dan Bakat Perencanaan Pendirian Usaha Pengembangan Minat dan Bakat Ayu Trisilia Miranti (2010200081) Edin S. Djatikusuma, S.E., M. Si. (Pembimbing 1) Idham Cholid, S.E., M.E. (Pembimbing 2) Abstrak : Business plan

Lebih terperinci

BAB VIII TAHAP PELAKSANAAN

BAB VIII TAHAP PELAKSANAAN BAB VIII TAHAP PELAKSANAAN 8.1 Umum Dalam bab pelaksanaan ini akan diuraikan mengenai itemitem pekerjaan konstruksi dan pembahasan mengenai pelaksanaan yang berkaitan dengan penggunaan material-material

Lebih terperinci

Analisis Perlakuan Akuntansi Pendapatan Jasa Konstruksi Dalam Rangka Penyajian Laporan Keuangan Pada PT. Martimbang Utama Palembang

Analisis Perlakuan Akuntansi Pendapatan Jasa Konstruksi Dalam Rangka Penyajian Laporan Keuangan Pada PT. Martimbang Utama Palembang Analisis Perlakuan Akuntansi Pendapatan Jasa Konstruksi Dalam Rangka Penyajian Laporan Keuangan Pada PT. Martimbang Utama Palembang Riyan Saputra (ian.spectrum@rocketmail.com) Rizal Effendi (Rizaleffendi31@yahoo.co.id)

Lebih terperinci

MAKANAN SIAP SANTAP DALAM KEADAAN DARURAT

MAKANAN SIAP SANTAP DALAM KEADAAN DARURAT MAKANAN SIAP SANTAP DALAM KEADAAN DARURAT Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI 2014 Wilayah Indonesia Rawan Bencana Letak geografis Wilayah Indonesia Pertemuan 3 lempengan

Lebih terperinci