Masjid Raya Sumbar Impian yang Jadi Nyata

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Masjid Raya Sumbar Impian yang Jadi Nyata"

Transkripsi

1 issn no: edisi no.3 tahun ke-38/ maret 2014 Masjid Raya Sumbar Impian yang Jadi Nyata Harga Rp

2 TIM REDAKSI Pembina : Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sumatera Barat Pengarah : Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Anggota Pengarah : Kabid Dan Pembimas di lingkungan Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sumatera Barat, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten/ Kota Se-Sumatera Barat Pemimpin Redaksi : H. M. Rifki, M.Ag (Kepala Subbag Informasi dan Humas) Wakil Pemimpin Redaksi : Amrizal, M.Ag Kakanwil Kemenag Sumbar menyerahkan SK Pekantikan kepada Kabid Pakis H. Afrijal yang baru dilantik disaksikan Kabag TU, 18 Feb (Rina) Sekretaris : Risna Yanti, S.Sos.I Wk.Sekretaris : Al Fajri, SHI., MA Bendahara : Muslimah,S.Th.I., M.Ag Dewan Redaksi : Abrar Munanda, M.Ag Amrizal, M.Ag Ulil Amri, MA Anton Akbar, M.Ag Metra Suryati, S.Ag Risna Yanti, S.Sos.I Muslimah, S.Th.I.,M.Ag Efrian, S.Kom Ariesta Nurman Sasono, S.Hi Fitra Dewi, A.Md Kontributor Kanwil : Drs. Zilwadi Dra. Hj. Nurjami ah Azfa Manik Ariesta Nurman Sasono, S.Hi Zulfahmi, S.Ag Welhendri, S.Ag., MA Taslim Perdana, S.Kom M.Rida, SE Elvira Hayu,S.Kom Reporter Daerah : Syafrizal Agussalim M. Yusuf Aunur Sabri Mardinata Jalpida Zulkifli Afdhal Dinilhaq Andri Susanto Alfia Pharma Nori Bahar Suhardi Fakhmi Milaul Hamdi Rita Royani David Abdullah Azwar Hadi Emi Ratna Aprilana Abuzar Ghafari Syamsul Bahri Diana Yonadri Zulhafendi Fransica Zola Indra Gunawan Anggota Komisi VIII DPR RI yang juga mantan Kakanwil kemenag Sumbar Drs. H. Dalimi Abdullah beserta Kakanwil kemenag Sumbar Drs. H. Syahrul Wirda, MM saat mengunjungi MTsN Padusunan 20-2 (Mus) Design Grafis : Efrian, S.Kom Sirkulasi : Arman, SE Pranoto Parman Zulfariswan S.Sos Alamat Redaksi : Kanwil Kemenag Sumbar Jl.Kuini No.79 B Padang, Telp.(0751) 28220, 21686, Fax. (0751) Website : Rekening PAB: Majalah PAB Kanwil Kemenag Sumbar Bank Nagari Syari ah Cab.Padang : No. Rek: Percetakan : CV Sejahtera - Jakarta Tim Redaksi menerima tulisan berbentuk cerpen, puisi dan artikel dari pembaca dan siswa madrasah. Tulisan tersebut dikirim ke Kakanwil H. Syahrul Wirda didampingi Kakankemenag Kota Padang H. Yetrizal Khatib menyaksikan Kepala MTsN Durian Taruang Drs. Suardi saat peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas 3 lantai MTsN Durian Taruang dengan dana 4,6 Milyar 15-2 (Rifki) 2

3 SALAM REDAkSI Mimpi itu telah terwujud Alhamdulillahirobbil Alamin... Kebanggaan luar biasa dirasakan tim redaksi ketika majalah PAB berada di tangan pembaca setia. Bukan ingin dipuji atau dibelaskasihani tapi keadaan dan situasi kerja yang manuntut tim redaksi selalu diburu waktu setiap penerbitan majalah kesayangan keluarga besar kemenag ini. Menerbitkan majalah lebih awal setiap bulannya keinginan besar tim redaksi namun karena alasan yang tidak dibuat-buat hal itu masih jauh dr harapan pembaca. Kendati demikian, kepuasan pembaca dengan informasi menarik akan tetap menjadi prioritas tim redaksi. Pada edisi ke 3/37 ini redaksi menyajikan informasi tentang pemakaian Masjid Raya Sumatera Barat yang berdiri kokoh dan Megah di Jalan Khatib Sulaiman-Padang. Masjid Raya impian masyarakat Sumbar ini telah disoft launching Gubernur Sumbar dengan Shalat Jum at perdana awal bulan lalu. Informasi selengkapnya bisa pembaca dapat di Fokus Utama. Sementara laporan lainnya akan tetap menjadi sajian menarik yang patut disimak jika pembaca tak ingin ketinggalan informasi sedikitpun tentang lembaga umat ini. Pergantian dan rotasi pejabat misalnya, menjadi hal yang harus diketahui untuk kelancaran dalam urusan kedinasan. Pada laporan utama ada kunjungan Komisi VII DPR RI ke Madrasah di Pariaman patut di simak karena didalamnya ada informasi tentang Bantuan Siswa Miskin (BSM). Disamping itu laporan dari daerah tetap menjadi warna tersendiri untuk melengkapi kesempurnaan PAB. Satu lagi informasi menarik bagi pembaca, setelah kemaren diadakan lomba jurnalistik dalam rangka HAB, tim redaksi kembali mengadakan lomba dalam rangka Ulang Tahun PAB ke 33 yang jatuh 1 April. Melalui Salam Redaksi ini kami himbau seluruh kepala madrasah untuk mengutus siswanya mngikuti lomba tersebut. Info lengkapnya ada di PAB edisi ini. (Rina) DAFTAR ISI Masjid Raya Sumbar Impian yang Jadi Nyata sosialisasi UU ASN Diundangkan [ 8 ] LAPORAN utama Kunjungan Komisi VIII DPR RI [ 10 ] laporan khusus Penelaahan Anggaran 2014 [ 12 ] laporan pilihan Penerapan Kurikulum 2013 [ 14 ] seputar kanwil 9 Pejabat dilantik, Satu Jebolan Doktor [ 16 ] Berangkat Membawa Harap, Kembali Membawa Pengalaman [ 18 ] dinamika madrasah [ ] Artikel Sejarah Surau Lubuak Landua [ 46 ] Akhir Masalah Sementara, Awal Derita Selamanya [ 48 ] 4 3

4 fokus UTAMA Masjid Raya Sumbar Impian Adat dan Agama dua hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, dimanapun mereka berada mereka akan selalu menjunjung tinggi falsafah hidup yang telah diajarkan turun temurun Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Syarak Mangato Mamutuih Adat Mamakai / Adat Bersendikan Syariah, Syariah Bersendikan Kitab Allah Syariah Berkata dan Memutuskan Adat Memakai. Fusi antara adat dan agama bisa dilihat dalam berbagai aspek di kehidupan masyarakat minangkabau, salah satunya ragam dan corak masjid dan surau di Minangkabau yang cenderung menggunakan arsitektur lokal. Walaupun ada yang berkata bahwa arsitektur di Minangkabau terperangkap zaman namun arsitektur yang terperangkap zaman inilah yang selalu menjadi etalase, wajah, karakter dan identitas Indonesia pada media-media promosi Indonesia di Luar Negeri. Padang, PAB Dalam pandangan Islam masjid merupakan pusat yang sangat strategis untuk membina masyarakat yang islami. Terbukti ketika Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam tiba di Madinah sewaktu beliau hijrah maka pertama kali proyek yang beliau kerjakan adalah membangun masjid. Dari masjid inilah terbentuk pasukan jihad yang amat besar dan tangguh dan di sinilah assabiqunal awwalun dari kaum Muhajirin dan Anshar dididik, demikian pula orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Maka jadilah masjid sebagai sumber pelita dan tempat memancarnya cahaya petunjuk yang terang benderang. Masjid juga berfungsi sebagai tempat perkumpulan, titik tolak, tempat beribadah, arena pendidikan, penggalangan jihad, halaqah ilmu juga majlis syura, pemutusan perkara dan pengaturan strategi. Menyikapi kebutuhan umat muslim di ranah minang Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membangun masjid raya senilai lebih dari Rp 500 miliar. Masjid Raya Sumatera Barat atau juga dikenal sebagai Masjid Mahligai Minang adalah salah satu masjid terbesar di Indonesia yang terletak di Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat. Masjid 4

5 yang Jadi Nyata yang pembangunannya masih dalam tahap pengerjaan ini merupakan masjid terbesar di Sumatera Barat. Pembangunan masjid ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007 oleh Gubernur Sumatera Barat saat itu, Gamawan Fauzi. Pengerjaannya dilakukan dalam beberapa tahap yang terkendala karena hanya mengandalkan dana APBD Sumatera Barat. Pembangunan tahap pertama meliputi pekerjaan persiapan, pengurukan tanah, dan pemasangan struktur bangunan. Untuk mengerjakan tiga hal tersebut dibutuhkan waktu sampai Oktober Kompleks masjid seluas 7,5 hektar tersebut nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti madrasah tsanawiyah, madrasah ibtidaiyah, daycare centre, pusat konseling, taman bermain anak, dan sanggar seni. Ada pula taman kota yang bisa digunakan masyarakat segala usia. Masjid Raya Sumbar yang megah dan modern ini dibangun di tanah seluas meter di ujung Jalan Khatib Sulaiman, Padang, di depan kantor PT Telkom. Mesjid raya ini memiliki konsep memadukan antara rumah ibadah dengan ruang pendidikan, bisnis, dan hiburan yang Islami. Seluruh bangunan memiliki lantai dasar seluas meter persegi dimana terdapat pelataran parkir, toilet dan tempat wuduk, serta perpustakaan dan museum. Di atasnya berdiri mesjid dua lantai dengan lantai atas berupa Mezzanine sebagai ruang salat wanita seluas Ruang salat utama sendirinya luasnya meter persegi yang akan menampung jemaah. Arsitektur masjid ini merupakan hasil rancangan Rizal Muslimin, pemenang sayembara desain Masjid Raya Sumatera Barat yang diikuti oleh 323 arsitek dari berbagai negara pada tahun Secara umum, arsitektur masjid ini mengikuti tipologi arsitektur Minangkabau dengan ciri bangunan berbentuk gonjong, hingga penggunaan ukiran Minang sekaligus kaligrafi pada dinding bagian luar. Selain itu, arsitektur masjid ini juga menggambarkan kejadian peletakan batu Hajar Aswad dengan menggunakan kain yang dibawa oleh empat orang perwakilan suku di Mekkah pada setiap sudutnya. Arsitektur masjid terkesan modern dengan penonjolan gonjong rumah adat Minangkabau dengan sebuah menara runcing di depannya dan dinding atap bermotif songket tembus pandang. Berbagai ragam ukiran yang mengandung berbagai pesan moral, contoh ukiran kaluak paku atau lekuk pakis yang bermakna bahwa yang tua wajib melindungi dan membimbing yang muda, layaknya bunga pakis dimana pucuk yang muda selalu berada didalam lekukan batang yang lebih tua. Atau motif Itik Pulang Petang memiliki enam makna filosofis yang terlihat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau yang masih ada dan dipertahankan sampai sekarang. Makna tersebut adalah pertama, mengenai keselarasan dan keserasian kehidupan masyarakat Minangkabau dengan alamnya; kedua, tata pergaulan dalam kehidupan sehari-hari antar individu dalam masyarakat; ketiga, tatanan sistem pemerintahan; keempat, hubungan sinergis pada hubungan system kekerabatan antara mamak dan kemenakan; kelima, keteguhan dalam menjalankan prinsip- prinsip hidup; keenam, kebersamaan dan kekompakan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau Atapnya lebih menyerupai selembar kain yang dipegang empat orang di keempat sisinya. Sebuah desain baru masjid Minangkabau yang tidak akan menyerupai mesjid lainnya, baik Sattariyah maupun Muhammadiyah. Di belakang bangunan mesjid berdiri dua blok bangunan. Dua bangunan ini dijadikan madrasah (setingkat SD dan SLTP), ruang pelatihan, ruang seminar, dan ruang konsultasi. Selain itu juga ada fasilitas komersil yang berisi toko-toko, restoran, dan lapangan olah raga. Sebagian areal juga dijadikan taman dengan fasilitas tempat bermain dan playgrup. Masjid Raya ini fungsinya tidak hanya untuk rumah ibadah, bangunan masjid yang terletak tidak jauh dari pantai Padang ini dirancang mampu menahan guncangan gempa mencapai 10 SR dan dapat dijadikan sebagai selter lokasi evakuasi tsunami. Memanfaatkan lantai II dan lantai III masjid. Masjid ini mampu menampung sekitar (dua puluh ribu ) jemaah, dengan rincianlantai dasar menampung jemaah lantai dua dan tiga menampung sekitar 5000 jemaah. Kendati pembangunan belum tuntas seratus persen, Masjid Raya Sumbar, masjid terbesar di provinsi Sumatera Barat, secara resmi difungsikan mulai Jumat (07/02/2014). Peresmian ditandai dengan shalat Jumat perdana. Setidaknya, tiga ribu jamaah ikut menunaikan shalat Jumat bersama Gubernur H Irwan Prayitno dan sejumlah pejabat. Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, kakankemenag Se-Sumatera Barat, Ketua MUI Sumbar sebagai khatib Jumat. Gubernur Sumbar menyatakan, mulai jumatan perdana ini, Masjid Raya Sumbar seterusnya akan 5

6 6 FOKUS UTAMA dimanfaatkan untuk shalat berjamaah, shalat Jumat dan aktivitas keislaman lainnya oleh umat. Untuk kelanjutan pembangunannya, Pemprov Sumbar telah mengalokasikan anggaran Rp18 miliar lebih pada APBD 2014 ini. Pembangunan Masjid kebanggan Sumbar ini terus dilanjutkan secara bertahap dengan pengalokasian APBD setiap tahunnya sampai benar-benar tuntas. Namun tetap dibutuhkan juga sumbangan dari para donatur dan bantuan dalam bentuk lainnya, seperti bantuan karpet dari Turki yang baru tiba, ujar Irwan. (Ulil Amri) Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno sudah lama menjadi impian kita mempunyai sebuah Masjid Raya yang menjadi kebanggaan Sumatera Barat. Meski belum selesai seluruhnya, akan tetapi tetap kita bangun sesuai rencana. Harapan kita bagaimana masjid ini kita ramaikan disamping melakukan sholat Jumat, ada wirid-wirid pengajian dan kedepan bagaimana bisa sholat lima waktu. Di samping melakukan shalat Jumat bagaimana pula ada sholat lima waktu, serta pengajian pengajian sehingga Mesjid Raya selalu ramai di kunjungi jamaah, kata Gubernur Irwan Prayitno. Gubernur juga mengingatkan panitia, di sekitar Masjid raya tentu ada pula masjid, tapi bagaimana masyarakat bisa bergantian untuk melaksanakan shalat di sekitar itu. Kedepan bagaimana masjid ini terbuka setiap shalat lima termasuk fasilitasnya. Rasanya kami tidak ingin membiarkan masjid yang semegah ini begini saja, bagaimana meramaikan dan melanjutkan pembangunan sampai tuntas yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, terang Irwan Prayitno. Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Leonady Harmaini, mengatakan bahwa kita cukup lama menanti untuk melaksanakan sholat Jumat bersama, walau pembangunan belum siap, selama ini kegiatan keagamaan juga telah dilakukan. Pembangunan Masjid Raya butuh waktu yang sangat panjang dan dana besar, semangat untuk memfungsikan dengan Jumat bersama sangat tepat. Dengan adanya aktivitas sumbangan/dana akan mengalir sendirinya untuk menyelesaikan pembangunan ini. Pada tahun 1999 ketika itu gubernur Zainal Bakar juga telah menetapkan pembangunan Masjid Agung di Nurul Iman, pada saat itu DPRD menyimpulkan tidak memungkinkan di lokasi itu, tetapi DPRD setuju dibangun Mesjid Agung. Ditahun Gubernurnya Gamawan Fauzi disayembarakan disain masjid ini, setelah itu dilakukan peletakan batu pertamanya di lokasi sekarang. Pada periode Gubernur Irwan Prayitno, dilanjutkanlah pembangunannya sehingga kita dapat melakukan sholat Jumat perdana. Harapan Leonardi Harmaini bagaimana masjid ini tuntas pembangunannya dibawah kepemimpinan Irwan Prayitno-Muslim Kasim dengan mengunakan dana APBD Sumatera Barat.Masjid Raya Sumbar Islamic Center Sumatera Barat, yang dapat menjadi kebanggaan kita termasuk perantau minang, ungkapnya. Kakanwil Kemenag Sumbar Drs. H. Syahrul Wirda, MM mengungkapkan bahwa keberadaan Masjid raya Sumbar ini merupakan wadah yang sangat strategis untuk melakuakan pembinaan kepada umat, pembinaan aqidah, ibadah serta penerapan ekonomi dan pendidikan berbasis nilai nilai Islam. kementerian Agama siap bekerjasama dengan pemprov sumbar dan semua pihak terkait untuk menghidupkan kegiatan masjid raya ini mencakup tiga hal Idarah, imarah dan ri ayah. Pertama, pelaksanaan idarah meliputi beberapa hal, yaitu: 1. Perencanaan, 2. Pengorganisasian, 3. Pengadministrasian, 4. Keuangan, dan 5.Pengawasan. Kedua, masalah imarah. Ruang lingkup Imarah masjid meliputi : 1. Pembinaan Ibadah, 2. Majelis Ta lim, 3. Remaja Masjid, 4. Perpustakaan Masjid, 5. Taman Kanak-kanak, 6. Madrasah Diniyah, 7. Pembinaan Ibadah Sosial, 8. PHBI dan Nasional, 9.Pembinaan Perempuan, 10. Koperasi dan 11. Layanan Kesehatan. Ketiga, ri ayah. Pengertian Ri ayah tidak hanya menyangkut keadaan fisik masjid saja, akan tetapi lebih luas lagi sebagaimana dimaksud dalam Al Qur an surat Ali Imran : 97. Barangsiapa yang memasuki masjid maka dia menjadi aman. Yaitu menciptakan keamanan bagi jama ah di masjid yang meliputi aman lahir dan batin. Disamping ruangannya bersih, suci dan nyaman, penerangannya cukup, tempat wudlu dan kamar kecil bersih dan sehat, airnya cukup, dan pembuangan limbahnya tidak mencemari lingkungan masjid, tembok dan pagar catnya bersih, halaman bersih dan asri, tersedia tempat penitipan sandal/sepatu bagi jama ah, juga keramahan pengelola masjid terhadap jama ahnya, ungkapnya.

7 77

8 sosialisasi UU ASN Diundangkan PNS Pensiun Februari Langsung Pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru tentang Batas Usia Pensiun (BUP) PNS. Dengan telah disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yang mengatur mengenai manajemen kepegawaian, PNS yang pensiun per Februari 2014 otomatis diperpanjang dua tahun, begitu juga terjadi perubahan dalam penyebutan nama PNS (Pegawai Negeri Sipil) menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara). Ada beberapa hal pokok yang menjadi perhatian dalam UU ASN ini, berikut kami uraikan yang disarikan dari berbagai sumber. 8 Padang, PAB - Belum genap 30 hari setelah UU tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) disahkan di DPR pada 19 Desember 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani UU tersebut pada 15 Januari UU ASN merupakan UU Nomor 4 Tahun Dengan demikian, UU ASN resmi diundangkan di lembaran negara dan mulai diberlakukan. Disahkannya RUU ASN menjadi undang-undang, semakin memperkokoh landasan hukum pelaksanaan reformasi birokrasi di tanah air. Undang-undang tentang Aparatur Sipil Negara menjadi tonggak sejarah perjalanan reformasi birokrasi, ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, sebagaimana dilansir oleh web resmi asosiasi sekretaris DPRD kabupaten/ Kota Seluruh Indonesia. Substansi yang terkandung dalam UU ASN ini, antara lain memuat perubahan-perubahan dalam sistem manajemen kepegawaian aparatur sipil Negara secara keseluruhan, mulai dari sistem perencanaan, pengadaan, pengembangan karier/ promosi, penggajian, serta sistem dan batas usia pensiun. Pengembangan Karier PNS diangkat dalam pangkat dan jabatan tertentu pada Instansi Pemerintah berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan persyaratan yang dibutuhkan. Namun PNS juga dapat berpindah antar dan antara Jabatan Pimpinan Tinggi, Jabatan Administrasi, dan Jabatan Fungsional di Instansi Pusat dan Instansi Daerah berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan penilaian kinerja. Selain itu, PNS juga dapat diangkat dalam jabatan tertentu pada lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). PNS yang diangkat pada lingkungan TNI dan Polri, pangkat atau jabatannya disesuaikan dengan pangkat dan jabatan di lingkungan TNI dan Polri, bunyi Pasal 68 Ayat (6) UU ASN. UU ini juga menegaskan, bahwa setiap Pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi, antara lain melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, kursus dan penataran. Pengembangan kompetensi juga bisa dilakukan dengan praktik kerja di instansi lain di pusat dan daerah dalam waktu paling lama 1 (satu) tahun, juga bisa dilakukan melalui pertukaran antara PNS dengan pegawai swasta paling lama 1 (satu) tahun. Terkait dengan pengembangan karier ini, UU ASN juga mengatur masalah promosi PNS, mutasi PNS, dan penilaian terhadap kinerja PNS. Gaji dan Usia Pensiun Pasal 79 UU ASN menegaskan, pemerintah wajib membayar gaji yang adil dan layak kepada PNS serta menjamin kesejahteraan PNS. Gaji PNS yang bekerja pada pemerintah pusat dibebankan pada APBN, sedang gaji PNS yang bekerja

9 Diperpanjang pada pemerintah daerah dibebankan pada APBD. Selain gaji, PNS juga menerima tunjangan dan fasilitas. Tunjangan sebagaimana dimaksud meliputi Tunjangan Kinerja (sesuai pencapaian kinerja) dan Tunjangan Kemahalan (berdasarkan indeks harga di daerah masing-masing). Adapun PNS yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, dan prestasi kerja dalam melaksanakan tugasnya dapat diberikan penghagaan, yang berbentuk Tanda Kehormatan; kenaikan pangkat istimewa, kesempatan prioritas pengembangan kompetens;, dan/atau kesempatan menghadiri acara resmi dan/atau acara kenegaraan. Mengenai pemberhentian, UU ASN menegaskan, PNS dapat diberhentikan dengan hormat karena: a. meninggal dunia; b. atas permintaan sendiri; c. mencapai batas usia pensiun; d.perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini; dan e. tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban. Selain itu, PNS diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri karena melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat. PNS diberhentikan tidak dengan hormat karena: a. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945; b. dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak kejahatan jabatan atau tindak pidana yang ada hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana umum; c. menjadi anggota/pengurus partai politik; dan d. dihukum penjara paling singkat 2 (dua) tahun karena melakukan tindak pidana berencana. Adapun Batas Usia Pensiun (BUP), menurut Pasal 90 UU ASN adalah: 58 tahun bagi Pejabat Administrasi; b. 60 tahun bagi Pejabat Pimpinan Tinggi; dan c. sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan bagi Pejabat Fungsional. PNS yang berhenti bekerja berhak atas jaminan pensiun dan jaminan hari tua sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan, bunyi Pasal 91 Ayat (1) UU ASN ini. Kelembagaan Dari sisi kelembagaan, UU ASN ini menegaskan, Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan yang tertinggi dalam kebijakan, pembinaan profesi dan manajemen ASN. Dalam penyelenggaraan kekuasaannya, Presiden dibantu oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Lembaga Administrasi Negara (LAN), BKN, dan lembaga baru yang dibentuk yaitu Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Mengenai KASN, menurut UU ini merupakan lembaga mandiri yang bebas dari intervensi politik yang mempunyai kewenangan untuk mengawasi setiap tahapan proses pengisian Jabatan Tinggi dan mengawasi serta mengevaluasi penerapan asas, nilai dasar, serta kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN. Substansi pokok lainnya berisi mengenai Hak dan Kewajiban Pegawai ASN, Manajemen Pegawai ASN, Pada Bab Organisasi diatur mengenai pegawai ASN berhimpun dalam wadah korps pegawai ASN RI, Sistem Informasi ASN, dan Penyelesaian Sengketa. Manajemen PPPK Jenis jabatan yang dapat diisi oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diatur dengan Peraturan Presiden. Selanjutnya, setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PPPK berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja. Penyusunan kebutuhan jumlah PPPK sebagaimana dimaksud dilakukan untuk jangka waktu minimal 5 (lima) tahun yang diperinci per 1 (satu) tahun berdasarkan prioritas kebutuhan, dan ditetapkan dengan Keputusan Menteri, bunyi Pasal 94 Ayat (4). UU ini menegaskan, setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi calon PPPK setelah memenuhi persyaratan. Pengadaan calon PPPK sebagaimana dimaksud, dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengumuman lowongan, pelamaran, seleksi, pengumuman hasil seleksi, dan pengangkatan menjadi PPPK. Adapun penerimaannya dilakukan melalui penilaian secara objektif berdasarkan kompetensi, kualifikasi, kebutuhan Instansi Pemerintah, dan persyaratan lain yang dibutuhkan dalam jabatan. Pengangkatan calon PPPK ditetapkan dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian, dengan masa perjanjian kerja paling singkat 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan berdasarkan penilaian kinerja, bunyi Pasal 98 Ayat (1,2) UU ini. Apakah PPPK dapat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)? UU ini menjawab, PPPK tidak dapat diangkat secara otomatis menjadi calon PNS. Untuk diangkat menjadi calon PNS, PPPK harus mengikuti semua proses seleksi yang dilaksanakan bagi calon PNS, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurut UU No. 5/2014 ini, pemerintah wajib membayar gaji yang adil dan layak kepada PPK berdasarkan beban kerja, tanggung jawab jabatan, dan resiko pekerjaan. Selain gaji, PPPK dapat menerima tunjangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Sedangkan pemutusan hubungan perjanjian kerja PPPK, dilakukan dengan hormat dan tidak hormat dengan alasan yang sama dengan PNS seperti yang sudah tertulis diatas. Terhadap PPPK ini, menurut Pasal 106, pemerintah wajib memberikan perlindungan berupa: a. Jaminan hari tua; b. Jaminan kesehatan; c. Jaminan kecelakaan kerja; d. Jaminan kematian; dan e. Bantuan hukum. Perlindungan berupa jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kemarian dilaksanakan sesuai dengan sistem jaminan sosial nasional, bunyi Pasal 106 Ayat (2) UU tersebut. (Muslimah) 9

10 laporan utama Kunjungan Kosmisi VIII DPR RI : Bantuan Melalui Rekening Pribadi Mempersulit Siswa Anggota DPR RI Komisi VIII Drs. H. Dalimi Abdullah menerima siriah carano saat kunjungan kerja Panja Komisi VIII DPR RI ke MTsN Padusunan Kota Pariaman Kamis (20/02) (Mus) Tak dapat dipungkiri, Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang diprogramkan oleh Kementerian Agama RI memang sangat bermanfaat bagi siswa madrasah yang berasal dari kalangan keluarga ekonomi ke bawah. Walau belum bisa memenuhi seluruhnya, namun setidaknya dapat mengurangi beban orang tua dalam membiayai keperluan anak sekolah. Namun, kalau proses mendapatkannya harus membebani siswa dengan segala macam persyaratan yang menyulitkan, maka tentulah tujuan dari bantuan ini tidak akan maksimal tercapai. 10 Pariaman, PAB - Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan, komisi VII DPR RI adakan kunjungan kerja ke Madrasah Tsanawiyah Padusunan Kota Pariaman Kamis (20/2). Ini adalah kunjungan kerja spesifik Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII mengenai Bantuan Siswa Miskin (BSM) ke Provinsi Sumatera Barat, kata Hj. Ledia Hanifa Amaliah, S. Si, M. Psi.T selaku ketua tim pada kunjungan ini. Kunjungan yang disambut dengan gandang tasa khas Pariaman dan tari pasambahan ini, menjadi kesan tersendiri bagi semua anggota DPR RI saat menginjakkan kaki ke MTs Padusunan. Ledia mengatakan, kalau kunjungan yang sama juga di adakan di Prov. Gorontalo dan Prov. Jawa Timur. Anggota yang datang berkunjung ke Sumbar adalah Drs. Dalimi Abdullah Dt. Indokayo, SH (Mantan Kakanwil Kemenag Prov. Sumbar ) yang tidak asing lagi bagi warga Kementerian Agama Prov. Sumbar, Ir. H. M. Idris Laena, H. Raihan iskandar, Lc.MM, dan Inggrid Maria Palupi Kansil, S. Sos (Presenter, dan pemain sinetron serta istri Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan), kata Ledia memperkenalkan. Tujuan dibentuknya panja komisi VIII DPR RI mengenai BSM ini adalah untuk memahami konsep program Bantuan Siswa Miskin di lingkungan Kementerian Agama agar terjadi kesamaan persepsi antara pemangku kebijakan, pengelola madrasah dan masyarakat tambah ledia lagi. Dari kunjungan Panja ini juga kita akan cari tahu tentang mekanisme pendataan penerima BSM tahun 2013 di lingkungan Kementerian Agama prov. Sumbar, berapa jumlah siswa yang menerima BSM serta bagaimana proses pendistribusiannya ke masingmasing Kabupaten/Kota, jelas Ledia. Ledia berharap dari kunjungan ini akan kita dapatkan apa permasalahan, kendala, serta hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan program dan selanjutnya dapat dirumuskan konsep serta mekanisme yang ideal terkait

11 Ketua tim panja Komisi VIII Hj. Ledia Hanifa Amaliah, S. Si, M. Psi.T didampingi Kakanwil Kemenag Sumbar Drs. H. Syahrul Wirda saat acara kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI Kamis (20/02) (Mus) dengan program ini. Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Staf ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM Prof. DR. Rahmat Ssni, M.Sc, Walikota Pariaman yang diwakili oleh Asisten I Lukman Syam, MM, Kakanwil Kementerian Agama Prov. Sumbar Drs. H. Syahrul Wirda, MM serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman H. Hendri, S.Ag, M.Pd dan Kab. Padang Pariaman Drs. H. Masrican. Pertemuan ini menjadi hangat ketika adanya dialog Komisi VIII dengan seluruh kepala madrasah di Kota pariaman. Isu yang sangat gencar dibicarakan adalah proses pendistribusian BSM yang terkesan seperti menyulitkan siswa yang akan memperolehnya. Bagaimana tidak, setiap siswa diwajibkan memiliki rekening pribadi karena uang akan di masukkan langsung ke rekening tersebut. Belum lagi pengurusan yang mewajibkan siswa untuk memiliki kartu KPS (kartu Perlidungan sosial). Dengan diwajibkannya anak untuk membuka rekening, ini akan memakan biaya masing-masing sebanyak seratus ribu rupiah untuk membuka rekening, alangkah baiknya uang yang disetor ke Bank itu juga dibantukan kepada anak, ini terkesan mempersulit. Apalagi bagi anak yang tinggal di pedesaan yang memakan jarak kurang lebih 50 KM ke pusat kecamatan, kata Drs Mukhtim Kasi Kesiswaan Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar. Pengurusan kartu KPS bagi siswa juga terasa sulit, apakah tidak bisa cukup dengan data tentang pekerjaan dan penghasilan orang tua saja untuk bisa mengkategorikan kalau siswa ini layak untuk menerima BSM, Tanya Afrizal kepala MAN Padusunan Kota Pariaman kepada anggota Panja Komisi VIII DPR RI. Terang saja persoalan ini membuat heran anggota panja, karena masalah ini hanya ditemukan di Kementerian Agama, sedangkan kementerian lain tidak, ini juga masukan buat kakanwil agar menyampaikan persoalan ini ke Kementerian Agama Pusat, ungkap H. Raihan salah seorang anggota Panja komisi VIII DPR RI. Acara dilanjutkan dengan makan siang di Pincalang tepi pantai Pariaman dan diteruskan dengan peninjauan lokasi pembagunan Madrasah Insan Cendikia yang dianggarkan menelan biaya sekitar 20 M bertempat di kecamatan Sintuk Kab. Padang Pariaman. Tak dapat dielakkan, suara teriakan siswa dan siswi madrasah pun terdengar saat para siswa berebutan ingin berfoto bersama salah seorang anggota Tim Panja Komisi VIII DPR RI yang wajahnya tidak asing lagi di televisi baik sebagai pemain sinetron ataupun presenter yang lebih dikenal dengan nama Ingrid Kansil. Usai peninjauan lokasi, acara yang sama juga dilaksanakan di Madrasah Aliayah Negeri Kecamatan Lubuk Alung Kab. Padang Pariaman. (Muslimah) 11 11

12 laporan khusus Penelaahan Anggaran 2014 Tanda Bintang Penyebab Serapan Anggaran Kurang Optimal Kakanwil ketika membuka acara Penelaahan Anggaran 2014 (Rina) Kata Kunci dari suatu keberhasilan adalah dilakukannya persiapan yang baik atau memadai. Tanpa persiapan yang baik dan memadai jangan harap pelaksanaan suatu kegiatan akan baik pula. Demikian juga halnya dengan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggara (DIPA) tahun 2014, sangat memerlukan persiapan yang matang. Hal ini dipaparkan Kakanwil Kemenag Sumbar H. dalam sambutannya ketika membuka secara resmi Penelaahan Pelaksanaan Anggaran 2014 Kanwil Kemenag Sumbar di Hotel Grand Rocky Bukitinggi, Rabu (19/2) lalu. Hadir Kabag TU H. Bustari, Kakan Kemenag Kota Bukittinggi H. M. Nur, Ketua Dharmawanita Persatuan, Ny. Hj. Syamsidar Syahrul. Kegiatan yang dilaksanakan Subbag Keuangan dan Perencana ini diikuti 53 peserta terdiri dari Pejabat Eselon III dan Eselon IV, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) di Lingkungan Kanwil Kemenag Sumbar. Penelaahan ini menurut Kakanwil Kemenag Sumbar H. Syahrul Wirda sangat diperlukan, melihat pengalaman tahun 2013 dimana serapan anggaran kurang optimal. Hal ini disebabkan berbagai persoalan diantaranya, persiapan yang kurang memadai. Ini juga dipicu bertanda 12 bintangnya DIPA sampai bulan mei 2013, sehingga belum bisa dilaksanakan. Persoalan lain, tidak dipatuhinya rencana penarikan dana (disbursement plan) yang telah disusun, proses pengadaan barang/jasa yang menumpuk di Triwulan IV, tidak dibuatnya juklak/juknis pengelolaan anggaran, hingga penyusunan laporan terlambat. Hal ini juga diiringi dengan belum maksimalnya pikiran untuk membuat analisa manfaat dari kegiatan yang telah dilakukan. Beranjak dari persoalan inilah, ungkap H. Syahrul diperlukan adanya penelaahan terhadap pelaksanaan anggaran tahun 2014 Kanwil Kemenag Sumbar. Sementara, Ketua Panitia H. Nurwis yang juga Kasubbag Keuangan dan Perencanaan menjelaskan Kegiatan ini dibiayai DIPA Kanwil Kemenag Sumbar Tahun Anggaran pemilihan Kota Bukittinggi untuk kenyamanan peserta dalam penelaahan Anggaran karena udara Kota Bukittinggi yang sejuk, sehingga memberikan efek positif untuk menghasilkan pikiran yang cemerlang, ungkapnya. Diskusi Hangat Penuh Kekeluargaan Setelah dibuka Kakanwil Penelaahan Anggaran dilanjutkan dengan paparan/ekspos dari masing-masing bidang dan subbag. Paparan pertama diawali Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) dipimpin Plt Kabid Drs. H. Ufrizaldi. Dalam paparannya disampaikan bahwa Madrasah sebagaimana halnya dengan sekolah umum lainnya harus dapat meningkatkan kualitas sesuai dengan standar nasional pendidikan. Madrasah diharapkan dapat memenuhi dan melampaui standar nasional tersebut sehingga berpeluang untuk dikembangkan menjadi Madrasah Bertaraf Internasional. Dalam rangka mencapai visi dan misitersebut, maka Bidang Pendidikan Madrasah melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatan mutu madrasah, perluasan dan pemerataan akses, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing serta peningkatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan madrasah. Menurutnya masih banyak faktor yang harus mendukung pelaksanaan pendidikan madarasah,

13 terutama di Bidang Anggaran. Sementara di Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS), Ekspos langsung dipimpin Kabid PAKIS yang baru dilantik pertengahan bulan kemaren, H. Afrijal didampingi Kasi PAI pada PAUD dan Dasar H. Syahrizal. Dalam paparannya dijelaskan bahwa fusngsi utamabidang Pakis, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, terwujudnya kader-kader ulama yang tafaqqahu fiddin pada pondok pesantren. Banyak Program di Bidang Pakis yang memberikan kesempatan kepada santri Pondok Pesantren dan siswa sekolah umum untuk meningkat potensi mereka melalui kompetisi dan lomba-lomba antar santri dan siswa mulai dari tingkat Kab/Kota, Provinsi sampai ke Tingkat Nasional. Diantaranya, Pospenas, Pentas PAI, Mufakat dan lomba lainnya. Di penghujung paparan Bidang Pakis ada usulan dari Kabag TU, H. Bustari, MM kepada Kabid yang baru dilantik untuk menyurati Bupati/Walikota pembentukan pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) dan teknik pengangkatan pengawas tersebut. Ketika penampilan dari Bidang Penais Zawa suasana semakin terasa akrab. Paparan dari Kabidnya Drs. Maswar yang didampingi Kasi Penyuluh Drs. Yohanis mengundang tawa peserta diskusi. Pada sesi ini pertanyaan banyak mengapung dari persoalan MTQ yang selalu mengundang sejuta tanya dan menjadi pembicaraan hangat di kalangan mayarakat dan penguasa. Penyuluh dan PHBI juga tugas berat yang harus diemban Bidang Penais Zawa ini, ditambah lagi penggunaan mesjid raya Sumbar sudah diresmikan pemakaiannya baru baru ini juga menjadi prioritas. Kemudian untuk persolaan wakaf juga muncul usulan agar setiap tanah wakaf di Sumbar sudah disertifikatkan. Ba da Dhuhur (20/2) paparan dilanjutkan Bidang Urais dan Pembinaan Syariah, Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Kedua bidang ini merupakan merupakan substantive dari Kemenag dan Bidang tertua. Di Bidang Urais paparan oleh Kabid Urais Drs. H. Damri didampingi Kasi Pembinaan KUA H. Abrar Munanda lebih mengarah kepada pelayanan KUA yang sering menjadi perhatian masyarakat dan headline utama di beberapa media massa. Sementara di Bidang PHU Kabidnya Drs. H. Syamsuir didampingi H. Efrizal memaparkan tentang pelayanan Haji yang semakin hari makin baik. Untuk peningkatan pelayanan ini Bidang PHU menerima bantuan operasional untuk revitalisasi Asrama Haji Tabing dan akan dilelang melalui LPSE tahun 2014 ini. Sebelumnya ada dua asumsi penggunaan dana tersebut, pembangunan asrama baru yang berlokasi di Batang Anai dan rehabilitasi asrama haji lama yang terletak di Tabing Padang. Keputusan terakhir dana 35 miliar tersebut dimanfaatkan untuk revitalisasi asrama yang lama, jelas H. Syamsuir Pada Sore hari paparan dilanjutkan dengan empat Pembimas secara panel. Bagaimana pun Pembimas Kristen, Katolik, Buddha dan Hindu juga bagian penting di Kementerian Agama. Terutama dalam membina umat untuk tetap menjaga kerukunan umat beragama. Malam hari ekspos dilanjutkan dengan lima subbag yang penampilannya juga dipanel. Dimulai dari Subbag Informasi dan Humas, dengan paparan singkat, padat dan tepat tentang pentingnya tupoksi kehumasan dalam sebuah lembaga. Kasubbag Umum, Ortala dan Kepegawaian,, Hukum dan KUB serta Perencana dan Keuangan memaparkan program untuk Diskusi terus berlanjut sampai tengah malam, kehadiran Kabag TU dalam setiap paparan bidang dan subbag menjadikan diskusi lebih terarah. Karena diakhir paparan Kabag TU memberikan saran dan usul serta arah kebijakan dari hasil diskusi yang telah diapungkan peserta. (Rina) Suasana Penelaahan Anggaran Grand Rocky Bukittinggi (Rina) 13

14 laporan pilihan Penerapan Kurikulum 2013 Ujian Nasional (UN) MI/SD Ditiadakan Dari tahun ke tahun penyelenggaraan Ujian Nasional selalu diwarnai dengan pro-kontra. Di satu pihak ada yang meyakini bahwa Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan siswa masih tetap diperlukan. Tetapi di lain pihak, tidak sedikit pula yang menyatakan menolak Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan siswa. Masing-masing pihak tentunya memliki argumentasi tersendiri. Namun, saat ini ada hal baru dalam dunia pendidikan, argumentasi terkait pro kontra Ujian Nasional tersebut terjawab sudah, Ujian Nasional (UN) MI/SD dihapuskan. Padang, PAB - Ujian Nasional sebagai standarisasi kelulusan itu dianggap mengabaikan prestasi yang dibina anak didik selama bertahun-tahun. Banyak siswa berprestasi tidak lulus hanya lantaran gagal dalam ujian nasional. Dari tahun ke tahun pelaksanaan Ujian Nasional selalu diwarnai pro kontra. Kebijakan mencampur peserta UN membingungkan pihak sekolah, guru, dan siswa. Apalagi hingga saat ini kepastian soal perubahan-perubahan teknis dalam pelaksanaan UN belum juga disampaikan secara resmi ke sekolah. Pada tahun sebelumnya, ujian akhir Sekolah Dasar (SD) terdiri dari Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) SD. Mulai tahun depan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meringkas pelaksanaan ujian kelulusan SD dengan menghapus UN SD. Ujian akhir yang diterapkan di SD hanya Ujian Sekolah atau Ujian Madrasah untuk jenis Madrasah Ibtidaiyah, sebagaimana dilansir pada Web resmi pusat-ujiannasional.com.(05/13) 14 Sekjen Kemendikbud Ainun Na im saat Rapat Koordinasi Persiapan Implementasi Kurikulum 2013 di Tahun 2014 dan Ujian Nasional 2014, menuturkan, secara resmi nama ujian akhir untuk jenjang SD sudah diganti. Namanya sekarang ujian Sekolah atau Ujian Madrasah. Berlaku untuk jenjang SD dan sederajat, ujar Ainun Na im, sebagaimana dikutip dari JPNN.com (04/12/2013). Pelaksanaan ujian telah ditetapkan pada Mei Mata pelajaran yang diujikan di US dan UM itu hanya ada tiga, yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sedangkan untuk SDLB (SD Luar Biasa) mata pelajar yang diujikan adalah bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), matematika, dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Ainun memastikan hanya ada satu jenis ujian akhir untuk jenjang SD. Pada ujian akhir SD tahun depan, Kemendikbud masih melakukan intervensi dengan menentukan 25 persen dalam bentuk kisi-kisi. Pembuatan soal ujian dan pelaksanaannya diserahkan kepada daerah. Terkait dengan kelulusan SD dan sederajat, tetap diserahkan pada sekolah masing-masing. Kebijakan penghapusan Ujian Nasional (UN) MI/SD ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah no. 32/2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Salah satu bunyi Pasal 67 ayat (1A) menyatakan sekolah tingkat SD, Madrasah Ibtidaiyah dan SD Luar Biasa dikecualikan dari kewajiban mengikuti Ujian Nasional. Selain itu, Peraturan Pemerintah (PP) No 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas PP No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) telah resmi ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 Mei PP itu menegaskan peniadaan atau penghapusan Ujian Nasional (UN) SD/MI sederajat mulai tahun ajaran 2013/2014. Mendikbud M Nuh membenarkan keluarnya PP 32 /2013 tersebut. Namun menurutnya secara tuntas nanti akan dibahas dalam konvensi nasional tentang UN yang akan digelar pada Bulan September mendatang. Baik UN SD/MI, UN SMP/MTs dan UN SMA/MA/SMK nanti kita bahas bersama dari pihak yang pro dan kontra, tambahnya. Kelulusan Diharapkan Seratus Persen Pada umumnya perbedaan Ujian Nasional pada tahun lalu dengan tahun sekarang terletak pada Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) sederajat. Ujian Sekolah yang akan diselenggarakan tersebut merupakan tanggung jawab dari Dinas Pendidikan Provinsi yang ada diseluruh Indonesia. Ujian yang akan diselenggarakan tersebut dana dan soal ujian berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi dan untuk pengawasan, keamanan dll kita sharing dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Bustavidia, sebagaimana dikutip dari posmetropadang.com. Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan

15 Padang, Indriyedy Bakri kepada POSMETRO, Rabu (5/2). Katanya, UN merupakan salah satu bentuk evaluasi dalam dunia pendidikan di Indonesia yang disesuaikan dengan standar pencapaian hasil secara nasional. Dan juga merupakan suatu langkah pemerintah dalam bidang pendidikan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dari hasil proses pembelajaran selama ini. Dinas Pendidikan Kota Padang bertekad untuk meningkatkan prestasi dalam hal Ujian Nasional yang akan segera dilaksanakan tersebut agar kelulusan siswa dapat mencapai 100 persen. Menurut Kasi Kurikulum dan Evaluasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Ufrizaldi, MM, peluang kelulusan 100 persen cukup besar, karena dengan sistem KTSP, siswa yang nilainya tidak mencukupi dapat melakukan perbaikan nilai dengan cara remedial sampai nilai siswa tersebut cukup untuk dinyatakan lulus. MI diharapakan tetap ada Standar Penilaian dan Kelulusan Kasi Kurikulum dan Evaluasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Ufrizaldi, MM., mengungkapkan bahwa dengan adanya perobahan Kurikulum 2013 ini, ditiadakannya Ujian Nasional untuk SD dan MI kewenangan kelulusan siswa berada penuh pada satuan pendidikan. Dengan dihapuskannya Ujian Nasional SD maka Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional MI juga dihapuskan, dan satuan pendidikan menjadi penentu kelulusan siswanya. tegas beliau diruangannya Rabu (19/02). Menurut Drs. H. Ufrizaldi, MM., perlu ada kebijakan untuk membuat standar penilaian dan kelulusan MI untuk Pendidikan Agama Islam ( PAI ),karena Madrasah Ibtidiyah berada di Pusat atau Central. Selanjutnya beliau mengungkapkan, Jadwal pelaksanaan Ujian Sekolah SD ditentukan oleh masingmasing satuan pendidikan. Namun, Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MK2MI) se Sumbar sepakat akan mengadakan Ujian secara serempak dan masih akan melibatkan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat untuk hal penilaian hasil ujian siswa. Kemendikbud titip 25 Butir Soal Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, ketentuan tentang penyelenggaraan unas diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 32/2013 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dalam pasal 67 ayat satu disebutkan, pemerintah menugaskan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk menyelenggarakan unas untuk pendidikan dasar dan menengah. Kemendikbud tentu tidak akan melanggar ketentuan dalam PP itu, ujar Musliar Kasim selanjutnya. Mantan rektor Universitas Andalas Padang itu mengatakan, unas untuk SD sejatinya sudah dihapus sejak tahun pelajaran 2012/2013. Selain itu untuk tahun pelajaran 2013/2014 unas untuk SD juga tidak diadakan. Meskipun tidak ada unas di SD, tetapi ujian akhir tetap ada, paparnya. Musliar menegaskan bahwa unas itu adalah ujian secara nasional yang diselenggarakan oleh BSNP. Ketentuan ini berlaku untuk jenjang SMP dan SMA saja. Sedangkan untuk SD, ujian akhir dijalankan oleh pemerintah provinsi (pemprov). Kemendikbud melalui BSNP hanya menitipkan 25 persen butir soal saja pada ujian tersebut. Ujian akhir SD kita pasrahkan ke pemda. Tetapi pemerintah pusat tetap meminta ada standarisasi, yakni melalui soal nasional yang dititpkan itu, katanya. Melalui soal yang berstandar nasional itu, Musliar mengatakan pemerintah tetap bisa mengukur kompetensi pendidikan jenjang SD mulai dari tingkat sekolah hingga kabupaten/kota dan provinsi. Jika tidak ada soal titipan tersebut, Musliar mengkhawatirkan pemetaan kompetensi siswa dan unit sekolah jenjang SD tidak bisa dilakukan. Jika soal ujian full dari pemda, kami khawatir nilainya nanti 9 dan 8 semuanya, kata dia. Sehingga upaya pemetaan sekolah sesuai kondisi riil tidak bisa dilaksanakan. Bagaimana dengan resiko kelulusannya? Musliar menuturkan ujian akhir di SD tidak boleh bersebrangan dengan semangat wajib belajar sembilan tahun. Yakni mulai dari jenjang SD dan SMP. Percuma kita berupaya keras menarik siswa putus sekolah, jika banyak yang tidak lulus di SD gara-gara ujian akhir, katanya. Dia mengatakan Kemendikbud tidak menyatakan jika seluruh siswa SD peserta ujian akhir akan lulus semuanya. Jika kita nyatakan seperti itu (lulus semuanya, red) siswa tidak semangat belajar dan bersungguh-sungguh mengerjakan soal ujian, ujarnya. Meskipun begitu Musliar mengatakan idealnya seluruh siswa SD lulus ujian akhir dan melanjutkan ke SMP semuanya. (Dewi) 15

16 seputar kanwil 9 Pejabat dilantik, Satu Jebolan Doktor Padang, PAB - Pertengahan bulan februari lalu, tepatnya Selasa (18/2) merupakan hari bersejarah dan moment penting bagi sebagian kecil pegawai Kementerian Agama Sumatera Barat. Kenapa tidak, sembilan pejabat struktural eselon III dan IV dilantik Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumatera Barat di Aula Kanwil Kemenag jl. Kuini No. 79 B Padang. Pelantikan ini kali keduanya dilaksanakan Drs. H. Syahrul Wirda, MM setelah dilantik Menteri Agama H. Surya Dharma Ali sebagai Kakanwil Kemenag Sumbar di Jakarta 5 bulan lalu. Pelantikan ini untuk mengisi beberapa kekosongan Jabatan di lingkungan Kanwil Kemenag Sumbar diantaranya Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PA- KIS) yang sebelumnya dijabat sendiri oleh H. Syahrul. Ada yang istimewa dari pelantikan kali ini delapan dari pejabat eselon IV yang dilantik satu diantaranya lulusan Doktor (Dr) Bidang Pendidikan IAIN Imam Bonjol padang dan telah lulus ujian terbuka. Ini sebuah harapan baru bagi Kemenag Sumbar dalam meningkatkan mutu pendidikan agama di Sumatera Barat. Disamping itu, potensi pegawai Kemenag di daerah juga tak luput dari pantauan tim baperjakat untuk diberdayakan di Kanwil. H. Syahrul di hari pelantikan itu tepat 5 bulan menjabat Kakanwil, dalam sambutannya di hadapan Rektor IAIN, Kepala BDK, Kabag TU, Kabid dan Kemenag Kab/Kota menyampaikan harapan yang sangat dalam kepada pejabat yang baru dilantik untuk kemajuan Kemenag ke Depan. Mutasi, rotasi dan promosi itu hal yang biasa, namun harus memberikan dampak yang positif bagi lembaga, ungkap Kakanwil. Sebelum melanjutkan arahannya Kakanwil mengajak seluruh pegawai Kemenag untuk positif thingking atau 16 Husnuzdhan. Karena menurutnya pikiran yang positif akan serta merta membawa manusia kepada kehidupan yang tenang, mulus dan lurus. Pikiran positif akan menanamkan sifat yang baik, membuang sifat keangkuhan, menghilangkan sifat kecemburuan, menghilangkan penyakit hati, bebas dari rasa sedih, cemas dan takut gagal. sifat positif akan menjadikan seseorang yakin akan takdir ilahi, ikhlas, ridho, amanah dan tawakkal menerima segala sesuatu yang ditakdirkan untuknya, papar H. Syahrul. Hal ini disampaikannya supaya setiap pegawai menerima dan ikhlas atas mutasi dan rotasi yang terjadi di lingkungan Kementerian Agama Sumatera Barat. Kepada Istri pejabat yang baru dilantik Kakanwil menitip pesan agar memberikan dukungan penuh terhadap suami. Hati-hati memelihara dan menjaga suami, karena tanggungjawabnya sangat besar untuk Sumatera Barat. Tanpa dukungan seorang istri tugas suami tidak akan sukses, ungkap Kakanwil. Terkahir kepada Pejabat yang dilantik mengucapkan selamat dan sukses, semoga bisa menjalan amanah dengan baik. Ucapan terimakasih kepada pejabat yang telah mengabdi sementara karena Plt dan memasuki masa pensiun, tutupnya. Dari 9 (sembilan) pejabat yang dilantik 1 (satu) diantaranya pejabat eselon III dan 8 (delapan) lainnya pejabat eselon IV. Adapun pejabat yang dilantik antara lain, Kepala Bidang PAKIS setelah ditinggal H. Syahrul menjadi Kakanwil Kemenag Sumbar dijabat H. Amrizal, M. Ag sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Sekarang dijabat H. Afrijal, S. Ag, MM yang merupakan Kasi Pendidikan Madrasah pada Kemenag Kab. Solok. H. Afrijal juga telah memiliki pengalaman yang cukup luar biasa di dunia pendidikan, mulai dari guru, Kasubbag TU dan terakhir Kasi Pendidikan Madrasah. Sementara untuk delapan pejabat Eselon IV, 7 (tujuh) rotasi dan mutasi, satu promosi. Muhammad Kosim, MA seorang guru pada MTsN Durian Taruang, dipromosi menjadi Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Pendidikan Menengah Bidang PAKIS. Kosim merupakan jebolan Doktor di IAIN Imam Bonjol Padang yang telah selesai melaksanakan ujian terbuka beberapa waktu lalu. Disertasinya tentang buya inyiak Djamil Djambek memberikan kesan positif dan meyakinkan Kakanwil untuk melantiknya sebagai Kasi PAI tingkat Menengah. Kosim dilantik menggantikan Drs. Alfar Arbi yang dirotasi menjadi Kasi Pendidikan Diniyah dan Alquran Bidang PAKIS yang sebelumnya dijabat H. Yusran Lubis, S. Ag, M. Pd. Sementara Yusran dirotasi ke Bidang Penais Zawa sebagai Kasi Pengembangan Seni Budaya Islam, Musabaqah Alqur an dan Alhadist menggantikan posisi H. Efi Yoskar, S. Ag yang dirotasi ke Bidang Urais sebagai Kasi Pembinaan Syariah dan Sistem Informasi Urais. Jabatan ini sebelumnya dipangku Drs. H. Efrizal yang juga dirotasi ke Bidang Haji dan Umrah sebagai Kasi Pembinaan Haji dan Umrah menggantikan Drs. H. Tasman yang memasuki masa pensiun. Sementara itu, H. Armadi, S, Ag sebelumnya Kasi Sistem Informasi Haji dirotasi ke Bidang Penais Zawa sebagai Kasi Pemberdayaan Wakaf menggantikan posisi H. Yurdinal, S. Ag yang dimutasi sebagai salahsatu Kasi di Kemenag Kab. Padang Pariaman. Sedangkan posisi Armadi digantikan Drs. H. Zilwadi yang sebelumnya Kasi Kemitraan Umat, publikasi Dakwah dan Hari Besar Islam Bidang Penais Zawa. Dan Jabatan yang ditinggal Zilwadi dijabat Yufrizal, S. Ag yang dipromosi dari salahsatu Kasi di Kemenag Kab. Pesisir Selatan. (Rina_Risna)

17

18 seputar kanwil Berangkat Membawa Harap, Kembali Membawa Pengalaman Pagi itu jalanan masih sunyi. Matahari masih lelap di peraduan. Di saat mata manusia masih sulit untuk disibakkan. Namun, kicauan burungburung dari atas pohon dekat rumah seakan menjadi alarm bahwa pagi itu akan dimulai sebuah perjalanan jauh. Suatu perjalanan yang membawa spirit dan keinginan yang sudah sekian lama terpendam, bahkan sudah hampir berkarat karena sudah demikian sering tahun anggaran berganti. Kakanwil Kemenag Prov. Sumbar, Drs. H. Syahrul Wirda, MM sedang memberikan sambutan yang didampingi Kabid Urais & Binsyar Drs. H. Damri Tanjung, MA dan Kepala Kankemenag Kota Malang di KUA Kec. Klojen Kota Malang Penghujung akhir Januari lalu, jajaran Urusan Agama Islam & Pembinaan Syari ah (disingkat Urais & Binsyar) se Sumatera Barat untuk pertama kali dalam satu dasawarsa ini memulai langkah menempuh ribuan KM perjalanan studi banding. Mungkin ini bukanlah perjalanan yang bersejarah, karena bukan satu-satunya dan yang pertama di jajaran Urais & Binsyar. Dengan jumlah rombongan yang mencapai sekitar seratus orang, dapat dikatakan ini adalah rombongan studi banding terbesar yang pernah dilakukan di jajaran Urais & Binsyar Kementerian Agama Prov. Sumatera Barat. Mengelola peserta yang cukup banyak itu, selain kesabaran tentunya membutuhkan kecakapan tersendiri. Di bandara memang banyak prosedur yang harus dilalui setiap pemakai jasa penerbangan. Ragam prosedur tersebut terasa bertambah berat ketika beberapa orang peserta saat itu adalah pengalaman pertama baginya. Check in, bagasi, boarding dan mengawasi orang per orang, sampai seorang teman sambil berkelakar berkata taraso mamandu jamaah lo ambo baliek wakatu naik haji dulu. Bukan maksud mengeluh, tetapi sesungguhnya memang itulah keletihan yang baru saja dimulai dan akan terus dihadapi sampai rombongan ini selamat kembali ke rumah. Ribuan KM bersama Ka. Kanwil Sesampai di Bandara Soekarno- Hatta, rombongan sudah ditunggu bus pariwisata full ac seat 50. Kedua bus besar itu penuh sesak, dan sepertinya cukup kuat menemani perjalanan kami selanjutnya. Sesuai rencana, perjalanan dilakukan melalui darat. 18 Itu artinya rombongan akan memulai perjalanan jarak jauh; Jakarta Yogyakarta, Yogyakarta Malang, dan Malang Denpasar. Jika ditotal perjalanan darat tersebut berjarak ± 1350 km. Mulai di Jakarta rombongan sudah dipimpin langsung Bapak Kakanwil Kemenag Sumbar Drs. H. Syahrul Wirda, MM dan Ibu menuju Kota Yogyakarta. Letih dan melelahkan sudah pasti membayangi, namun ternyata Kakanwil, berela hati memimpin perjalanan nan berat tersebut. Padahal kalau mau, bisa saja beliau menunggu di lokasi tujuan, tidak perlu ikut rombongan dengan letih dan lelah, sebagaimana banyak pemimpin lain lakukan. Sinar matahari pagi baru saja menghapus sisa-sisa malam di Yogyakarta, bening sinarnya pun menembus dinding kaca bus dan menyentuh wajah-wajah melas penuh kantuk. Embun masih nampak membasahi dedaunan di sana sini. Bus yang dari siang hari kemarin membawa kami akhirnya mengantar rombongan sampai di kota tujuan pertama Yogyakarta pada Kamis pagi (30/1), rombongan sudah disediakan tempat peristirahatan, makan, dan mandi di restoran yang nyaman ayam goreng & fast food Ambarketawang yang berlokasi di pintu masuk kota pelajar itu. KUA Kec. Gondomanan (Juara I lomba KUA Teladan Nasional Tahun 2013) KUA Kec. Gondomanan mendapat kehormatan menjadi lokasi studi pertama. KUA yang terletak di Jl. Kauman ini meraih prestasi luar biasa yaitu sebagai Juara I lomba KUA kec. Teladan Nasional tahun Prestasi prestisius ini digapai berkat kerja keras dalam peningkatan pelayanan. Salah satu keunggulannya adalah pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi warga yang menikah di KUA ini. Hal itu diakui Kepala KUA Kec. Gondomanan Abdul Su ud poin kami adalah akselerasi pembuatan KTP setelah menikah, ujarnya. Akselerasi pembuatan KTP setelah menikah dapat direalisasikan sebab data nikah yang ada pada SIMKAH sudah terintegrasi dengan data penduduk di kantor Catatan Sipil. Maka jika biasanya untuk mengurus KTP terkait perubahan status menikah, warga harus mengurus sendiri. Mulai dari RT, RW, dan seterusnya. Namun, di KUA Gondomanan, proses tersebut dipersingkat. Karena saat mendaftar untuk menikah, calon pengantin diminta untuk mengisi juga berkas perubahan status. Kemudahan lainnya adalah pendaftaran nikah bisa dilakukan secara online dan masuk ke dalam database KUA tersebut. Pelayanan ini sudah diberikan sejak Tahun Demikian ucap Abdul Su ud. Beberapa keunggulan layanan lain yang dilakukan di KUA Kec. Gondomanan adalah memberlakukan biaya Rp. 0,- untuk menikah, di luar biaya pengurusan dokumen sesuai biaya pencatatan nikah berlaku resmi. Selain itu kata Abdul Su ud sejak tahun 2010 kalau ada permintaan menikah di luar jam kerja KUA, biaya operasionalnya pun sudah disediakan kantor. Dimana biaya transportasi yang disediakan untuk penghulu adalah Rp 100 ribu. Demikian ucap Ka. KUA yang dalam satu bulan memiliki peristiwa nikah sebanyak ± 7-9 kasus. Begitu pula KUA Kec. Gondomanan sukses melaksanakan kegiatan nikah

19 bareng nol kilometer pada tahun Kegiatan ini hasil kerjasama dengan Forum Ta ruf Indonesia (Fortais) Sewon Bantul, didukung Pemkot Yogyakarta, PMI DI Yogyakarta, Pertamina Foundation dan segenap masyarakat. Kegiatan ini mengambil tema Love In Love Green. Konsep yang diusung adalah Jogja A Thousand Wedding to Green atau Jogja Pernikahan Hijau. Menurut Abdul Su ud makna kegiatan ini adalah mendekatkan pembinaan keluarga sakinah dalam pradigma lingkungan. Melalui kegiatan ini setiap keluarga diberikan kesadaran bahwa wajib hukumnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di keluarga masing-masing. Silaturrahim dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov. DI Yogyakarta Usai kunjungan di KUA Kec. Gondomanan, waktu sudah menunjukkan menjelang siang. Terik matahari Yogyakarta sudah sangat terasa sengatannya. Selepas jamuan makan, kegiatan selanjutnya adalah silaturrahim dengan Kepala Kanwil, Drs. H. Maskul Haji, M.Pd I beserta jajaran Urais & Binsyar Kementerian Agama Prov. DI Yogyakarta. Silaturrahim berlangsung akrab dan santai, dengan sesekali disertai tawa lepas peserta seiring lantunan pantun oleh pembawa acara. Dalam sambutannya, Kakanwil H. Maskul Haji, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bapak Drs. H. Syahrul Wirda, MM dan rombongan dari Prov. Sumatera Barat. Ucapan selamat datang yang disampaikan dalam logat Jawa tersebut disambut tepuk tangan seluruh peserta, maka serta merta ruangan aula yang nyaman dan tenang itu berubah menjadi meriah dan semarak. Maskul mengaku sudah cukup familiar dengan Sumatera Barat, walau belum sekalipun datang mengunjungi provinsi yang dikenal kuat memegang adat dan agama itu. saya memang belum pernah datang ke Sumatera Barat, tetapi saya banyak kenal tokoh nasional dari Sumatera Barat, saya tahu Sumatera Barat dari interaksi dengan tokoh-tokoh tersebut. Ulas pria yang sudah empat tahun ini menjabat Kakanwil tersebut. Usai silaturrahim di Kanwil, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur, salah satu objek wisata nasioal yang terkenal terletak di Kab. Magelang Jawa Tengah. Hati pun bergetar menahan rasa penasaran untuk menyaksikan langsung dengan mata kepala sendiri kemegahan Candi Borobudur yang selama ini hanya berwujud dalam bayangan. KUA Kec. Klojen Kota Malang; KUA Kec. Pelopor Penerapan Pelayanan Berbasis IT Malam sudah jauh memasuki relung-relungnya di kegelapan. Gelap suasana malam Kota Malang bertambah hening karena baru saja disirami air hujan. Meskipun tergolong kota besar, suasana malam disini tetap menghadirkan kesunyian, apalagi bagi mereka yang baru pertama kali datang. Ini daerah asing baginya, niscaya bertambah asing karena gelap malam membuatnya tidak dapat mencari pedoman. Pada tengah malam itu, Sabtu (1/2) dini hari bus rombongan memasuki Kota Malang, destinasi kedua. Hari itu Sabtu (1/2), rombongan menghabiskan hari di Kota Malang dan Kota Batu yang hanya berjarak sekitar 17 KM. Kunjungan pertama ke KUA Kec. Klojen Kota Malang. KUA Kec. Klojen beralamat di Jl. Pandeglang 14 tersebut terletak dekat ke pusatnya Kota Malang. KUA ini dipimpin seorang anak muda Achmad Shampton SHI. Achmad Shampton adalah sosok Kepala KUA yang sederhana, menampilkan diri apa adanya dan jauh dari kesan kemewahan. Meskipun mungkin dia cukup mampu untuk bermewah-mewah mengingat dia adalah Kepala di KUA yang peristiwa nikahnya setiap tahun rata-rata Namun itulah kenyataannya, hal itu karena prinsip kerja yang dibangun adalah semangat pengabdian dan keikhlasan bukan kemewahan, sebagaiman tercermin dalam moto layanan KUA Kec. Klojen yaitu melayani masyarakat adalah kemuliaan bagi kami. Semangat pengabdian dan keikhlasan itu mendatangkan kemuliaan. Semangat itu berhasil ditularkan kepada staf. Sehingga setiap orang di KUA tersebut bekerja dengan penuh dedikasi, kejujuran dan tanggungjawab. Tidak mengharapkan bantuan orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan yang dimulai. Karenanya, sekalipun seorang Kepala KUA, Achmad Shampton selalu mengerjakan dan menyelesaikan sendiri kewajibannya, termasuk dalam hal melakukan input data nikah ke dalam aplikasi SIMKAH. Dalam mengembangkan aplikasi SIMKAH dan pemanfaatan IT dalam pelayanan di KUA Kec. Klojen memang di dasari kecintaan pada dunia teknologi informasi tersebut. Tanpa kecintaan ini rasanya sulit mempertahankan pemanfaatan IT dan apalagi sampai terus mengembangkannya sehingga lebih berdaya guna. Selain butuh tenaga, waktu, dan keahlian khusus, pengembangan IT membutuhkan komitmen dan biaya yang cukup besar. Pada sisi inilah peran Achmad Shampton adalah seorang yang dapat digolongkan getol IT. Atas hobi itu salah satu media lokal, Malang Post secara eksklusif merekam petualangan sang Kepala KUA. Salah satu yang digemarinya adalah berkreasi di jejaring media sosial, seperti face book dan tweeter. Namun tidak seperti kebanyakan orang yang menggunakan jejaring sosial sebagai media curhat bahkan menghujat. Achmad Shampton mengisinya lebih bermanfaat yaitu pemahaman-pemahaman ringan tentang hukum munakahat, yang penting berarti. Yang menjadi tak biasa, tentu saja kicauan dari akun tersebut. Dibandingkan akun twitter milik KUA lain yang rata-rata hanya menjadi ajang formalitas dan sepi aktivitas, akun KUA Klojen nyaris selalu diwarnai re-tweet dari para follower. Banyak wawasan soal nikah yang dikicaukan dan menuai respon pengunjung twitter lain. Demikian tulis Malang Post. Untuk menjamin aplikasi SIMKAH terus berkembang dan semakin baik, Achmad Shampton bersama pecinta SIMKAH terus melakukan evaluasi dan update aplikasi secara berkala. Hasil update tersebut disebar secara nasional dan gratis, sehingga dapat dimanfaatkan seluruh KUA di Indonesia. Kerja sama dan semangat yang sangat besar itu akhirnya mengantarkan mereka membentuk Forum Komunikasi Operator SIMKAH (FK-OSI). Achmad Shampton pun dipercaya sebagai Sekretaris Nasional forum ini. Salah satu kegiatan rutin FK-OSI adalah melaksanakan TOT Operator SIMKAH secara mandiri. Dari semangat kebersamaan itu, para operator SIMKAH Nasional mengumpulkan donasi untuk membangun sebuah mushalla yang kemudian diberi nama Musholla Assa adah, yang didedikasikan sebagai monumen persahabatan FK-OSI Nasional. Tak henti berinovasi, KUA Klojen terus mengembangkan pelayanan berbasis IT. KUA Kec. Klojen memanfaatkan IT di berbagai layanannya, seperti perekaman buku tamu, memanfaatkan jejaring sosial sebagai media sosialisasi, dan menerapkan layanan KUA Online via layanan pesan singkat alias SMS. Sebagai contoh jika warga yang ingin mengetahui persyaratan pernikahan, bisa mengirim sms ketik syaratnikah# kirim ke no layanan KUA. Ketika sms dilayangkan, dalam waktu tidak lama akan ada balasan berisi seputar persyaratan pernikahan. (welhendri) 19 19

20 dinamika madrasah Siswa Madrasah harus Percaya Diri Kasi Penmad Kankemenag Agam, Tamrin sedang menguji kemampuan siswa MTsN Balingka (Syafrizal) Agam, PAB - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Balingka semenjak dicanangkan pelaksanaan dhuha oleh kakankemenag Agam tetap berbuat yang terbaik selangkah demi selangkah. Bentuk gebrakan lanjutan diantaranya MTsN Balingka dipercaya sekolah sehat tingkat kabupaten beberapa bulan lalu. Disamping itu Madrasah mampu menjalin kemitraan dengan anak nagari dengan mengalirnya bantuan 1,6 milyar rupiah dari Karni Ilyas dan keluarga dalam bentuk bantuan lokal baru. Motto Madrasah lebih baik, sudah berjalan walaupun belum optimal dengan beberapa faktor di lingkungan Madrasah, arel sangat terbatas. Namun prinsip pelaku MTsN Balingka dibawah nahkoda Drs.Hamdi, M. Pd dan kawan-kawan, mampu menghimpun siswa lebih 400 orang dari berbagai Nagari di kecamatan IV koto dan Malalak. Saat ini bentuk kerjasama yang tetap dibersamakan lingkungan MTsN Balingka, menyatukan hati dengan Madrasah Aliyah swasta yang sekomplek dengan MTsN, bentuk kerjasama itu diantaranya siswa Tsanawiyah dapat melanjutkan pada Aliyah Taman Raya. Demikian disampaikan Hamdi Kamis lalu saat dikunjungi tim pembinaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam beberapa waktu lalu. Kasi Pendidikan Madrasah Drs. H Tamrin, M. Ag dalam arahan pada pembinaan dihadapan siswa dan pelaku pendidikan MTsN balingka dan MAS Taman raya mengatakan, siswa Madrasah mesti percaya diri sebagai anak madrasah disamping itu, siswa madrasah mampu berprestasi dalam bidang akhlah, mampu berprestasi di bidang ilmu agama, berprestasi dibidang Sains, berprestasi dibidang Bahasa baik arab, inggris dan bahasa lainnya serta budaya dan siswa madrasahpun berprestasi dalam bidang olah raga. Apapun bentuk kompetisi baik tingkat kabupaten dan propinsi, pelaku pendidikan madrasah mengarahkan siswanya pada berbagai lomba. Bentuk motifasi bagi siawa mengwujudkan madrasah lebih baik, Agam sudah luncurkan program cerdas 2013 sehari se ayat one day one ayat yang dimulai dari tingkat TK/ RA hingga SMA/SMK/MA. Setiap turun kelapangan 101 Madrasah di Agam, Kakankemenag Drs. H. Asra Faber, MM dan Kasi Pendidikan Madrasah, PAI dan Pondok pesantren memberikan Reward penampilan terbaik, tambah Tamrin. (syf MTsN IV Candung Bina Sekolah Se Kab. Agam Agam, PAB - Setelah mendapat gelar Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2013, MTsN IV Angkat Candung Kabupaten Agam mulai memperlebar kegiatannya dengan kerja baru, membina sekolah dan madrasah yang ada di Kabupaten Agam. Sekolah binaan tersebut terdiri dari MA/SMA, SLTP/MTs, SD se-kabupaten Agam. Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menjadi Sekolah 20 Pembinaan Adiwiyata di MTsN IV Angkat Candung Adiwiyata Tingkat Mandiri, salah satu syaratnya adalah membina minimal sepuluh sekolah atau madrasah untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Diantara sekolahyang telah dibina MTsN IV Angkat Candung diantaranya MTsN Matur, MTsN Kamang, SMK N 1 Batu Taba, SMAN 1 Tilatang Kamang, SMAN 1 Candung, SMAN 1 Baso, SMAN 1 Banuhampu, SMAN 1 IV Koto, SMAN 1 Lubuk Basung dan SMPN 2 Tanjung Mutiara. Sekolahsekolah ini nantinya akan diorbitkan menjadi sekolah adiwiyata tingkat nasional. Untuk membina sekolah dan madrasah tersebut kepala MTsN IV Angkat Candung Hj. Yesimakhmi, M.Pd menugaskan wakil Kepala Bidang Kurikulum Ridha Albiy, S.PdI, MPd, Waka Humas Irwansyah, S.Pd, Waka Sarana Drs. Hadrial, dan Waka Kesiswaan Yonnis, S.Pd. untuk datang ke sekolah dan madrasah binaan tersebut yang didampingi Tim Adiwiyata Kabupaten Agam dan BPLH Kabupaten Agam. Disamping melakukan pembinaan datang ke sekolah dan madrasah, banyak sekolah dan madrasah yang datang langsung ke MTsN IV Angkat Candung untuk mendapat pembinaan dan mereka langsung melihat penerapan adiwiyata di MTsN IV Angkat Candung. Pada dasarnya adiwiyata di sekolah dan madrasah sudah mulai dilaksanakan tetapi perlu peningkatan agar prinsip Adiwiyata benar-benar nampak di setiap madrasah. Prinsip dari adiwiyata mengelola lingkungan agar tidak rusak dan mengetahui cara memelihara lingkungan ini dan menjadi bahan pembelajaran bagi peserta didik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam adiwiyata, Menjaga lingkungan dari sampah, memisahkan sampah organik dan anorganik, Sekolah atau madrasah yang benar-benar menjaga lingkungan yaitu dengan tidak boleh melakukan pembakaran karena akan merusak ozon, dan menyebabkan volusi. Menghindari pemakaian bahan yang merusak lingkungan seperti plastic dan lain-lain. Melakukan penghematan di segala segi sehingga, terjadi hemat listrik, air, kertas. Meningkatkan penanaman tanaman hijau baik berupa tanaman lindung, atau tanaman produktif. Memperbaiki tanah dengan cara selalu memupuk tanah dengan bahan organik. Pembiasaan untuk merawat lingkungan, di rumah di sekolah dan di masyarakat. Menghindari sarang penyakit. Dengan ditanamkannya Adiwiyata di sekolah-sekolah diharapkan siswa dapat belajar dengan tenang, damai dan menyenangkan. Sehingga jadilah sekolah sebagai suatu tempat yang sangat digemari siswa, seperti MTsN IV Angkat Candung (Irwansyah

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan cita-cita

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Jakarta, Desember 2011. Tim Penyusun

Kata Pengantar. Jakarta, Desember 2011. Tim Penyusun Kata Pengantar Dalam proses pembelajaran, penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Oleh karena itu, guru wajib

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 536 TAHUN 2013 TENTANG

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 536 TAHUN 2013 TENTANG KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR TAHUN 0 TENTANG TENAGA KEPENDIDIKAN TETAP NON PNS UNIVERSITAS BRAWIJAYA REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Lebih terperinci

NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA (NSPK) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) FORMAL DAN PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA

NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA (NSPK) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) FORMAL DAN PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 20 TAHUN 2010 TANGGAL 31 AGUSTUS 2010 NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA (NSPK) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) FORMAL DAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 28 TAHUN 2010 TENTANG PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 28 TAHUN 2010 TENTANG PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 28 TAHUN 2010 TENTANG PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2014 TENTANG PENJUALAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH BERUPA KENDARAAN PERORANGAN DINAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2014 TENTANG PENJUALAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH BERUPA KENDARAAN PERORANGAN DINAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2014 TENTANG PENJUALAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH BERUPA KENDARAAN PERORANGAN DINAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTAHANAN. PNS. Pokok- Pokok. Pembinaan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTAHANAN. PNS. Pokok- Pokok. Pembinaan. No.175, 2009 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTAHANAN. PNS. Pokok- Pokok. Pembinaan. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR 09 TAHUN 2009 TENTANG POKOK-POKOK PEMBINAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DEPARTEMEN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2007 TENTANG PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN BUPATI PASAMAN BARAT Menimbang : a. Bahwa

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG POLA KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG POLA KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 16 2013 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG POLA KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

MA NEGERI 19 JAKARTA

MA NEGERI 19 JAKARTA PENDAHULUAN Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dzat Maha hidup yang telah menciptakan ayat-ayat Qur aniyah dan Kauniyah sebagai pelita yang membimbing kehidupan manusia. Shalawat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan pemilihan umum

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pemilihan umum secara langsung

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG JABATAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG JABATAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA. Presiden Republik Indonesia,

UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA. Presiden Republik Indonesia, UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA Presiden Republik Indonesia, Menimbang : a. bahwa dalam rangka usaha mencapai tujuan nasional yaitu mewujudkan

Lebih terperinci

Pengangkatan Dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. Pegawai Negeri Sipil

Pengangkatan Dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. Pegawai Negeri Sipil Pengangkatan Dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. Pegawai Negeri Sipil dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai

Lebih terperinci

PROPOSAL BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG KELAS PONDOK PESANTREN AL-IMAM ASY-SYAFI I

PROPOSAL BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG KELAS PONDOK PESANTREN AL-IMAM ASY-SYAFI I PROPOSAL BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG KELAS PONDOK PESANTREN AL-IMAM ASY-SYAFI I Sekretariat : Jalan Tengku Sulung Gg. Amaliyah RT. 009 Kampung Muda Kelurahan Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 46 TAHUN 2013

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 46 TAHUN 2013 SALINAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2013 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA ------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 0 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN

Lebih terperinci

PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 A. Latar Belakang PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan dimaksudkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional dalam bidang pendidikan

Lebih terperinci

PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH

PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH Oleh : Team Penyusun KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH JAKARTA 2014

Lebih terperinci

W A L I K O T A B A N J A R M A S I N

W A L I K O T A B A N J A R M A S I N W A L I K O T A B A N J A R M A S I N PERATURAN DAERAH KOTA BANJARMASIN NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG WAJIB BACA TULIS AL-QURAN BAGI SISWA SEKOLAH DASAR / MADRASAH IBTIDAIYAH, SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 14 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 14 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 14 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR

Lebih terperinci

MASA PERSIDANGAN II TAHUN SIDANG 2014-2015 SENIN, 16 FEBRUARI 2015

MASA PERSIDANGAN II TAHUN SIDANG 2014-2015 SENIN, 16 FEBRUARI 2015 DEW AN PERW AKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA KESIMPULAN RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI VIII DPR Rl DENGAN SEKRETARIS JENDERAL, DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM, INSPEKTUR JENDERAL, DIREKTUR JENDERAL SIMAS

Lebih terperinci

ii KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayahnya, sehingga dunia pendidikan kita telah memiliki Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:a. bahwa pertahanan negara

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA MENJADI UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

KOMISI XI PILIH AGUS JOKO PRAMONO SEBAGAI ANGGOTA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

KOMISI XI PILIH AGUS JOKO PRAMONO SEBAGAI ANGGOTA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN KOMISI XI PILIH AGUS JOKO PRAMONO SEBAGAI ANGGOTA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN metrotvnews.com Komisi XI DPR i akhirnya memilih Agus Joko Pramono sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ii Pengganti

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: TSALIS HIDAYATI NIM 11507020. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

SKRIPSI. Oleh: TSALIS HIDAYATI NIM 11507020. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA OPERASI HITUNG PERKALIAN DENGAN METODE BERMAIN KARTU PADA SISWA KELAS III MI DADAPAYAM II KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M 2 1/28/2014

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M 2 1/28/2014 PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 15/PRT/M/2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN TUNJANGAN KINERJA BAGI PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM BIRO KEPEGAWAIAN & ORTALA K E M E N

Lebih terperinci

PERATURAN BERSAMA ANTARA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN MENTERI AGAMA NOMOR 04/VI/PB/2011 NOMOR MA/111/2011 TENTANG

PERATURAN BERSAMA ANTARA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN MENTERI AGAMA NOMOR 04/VI/PB/2011 NOMOR MA/111/2011 TENTANG SALINAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BERSAMA ANTARA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN MENTERI AGAMA NOMOR 04/VI/PB/2011 NOMOR MA/111/2011

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PROGRAM PENYUSUNAN PERATURAN PRESIDEN PRIORITAS TAHUN 2014

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PROGRAM PENYUSUNAN PERATURAN PRESIDEN PRIORITAS TAHUN 2014 KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PROGRAM PENYUSUNAN PERATURAN PRESIDEN PRIORITAS TAHUN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

Eksistensi KORPRI dalam Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014

Eksistensi KORPRI dalam Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Eksistensi KORPRI dalam Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 KORPRI yang didirikan pada tanggal 29 November 1971 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN PEGAWAI NON PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA SATUAN KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN YANG MENERAPKAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KOMISI PEMILIHAN UMUM, Menimbang : a. bahwa ketentuan

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 20152010 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 20152010 TENTANG SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 20152010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SOSIALISASI UJIAN NASIONAL. SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2013/2014

DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SOSIALISASI UJIAN NASIONAL. SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SOSIALISASI UJIAN NASIONAL SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2013/2014 1 DasarPelaksanaanUjianNasional 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT, PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT, DAN PEMBERHENTIAN SEMENTARA, SERTA HAK JABATAN FUNGSIONAL JAKSA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10/Permentan/OT.140/3/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10/Permentan/OT.140/3/2015 TENTANG PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10/Permentan/OT.140/3/2015 TENTANG PEDOMAN TUGAS BELAJAR DAN IZIN BELAJAR PEGAWAI NEGERI SIPIL LINGKUP PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN

Lebih terperinci

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 Assalamu alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Yang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PERATURAN DISIPLIN ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PERATURAN DISIPLIN ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PERATURAN DISIPLIN ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 19 TAHUN 2OL4 TANGGAL : 17 JVLI 2OL4 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA

Lebih terperinci

- 1 - MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA

- 1 - MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA - 1 - SALINAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN HONORARIUM GURU BANTU

PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN HONORARIUM GURU BANTU PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN HONORARIUM GURU BANTU KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL, DAN INFORMAL DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIK DAN TENAGA

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM I. UMUM Pemilihan Umum merupakan perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan yang

Lebih terperinci

= Eksistensi KORPRI dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sejalan dengan amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)

= Eksistensi KORPRI dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sejalan dengan amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) Tema = Eksistensi KORPRI dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sejalan dengan amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) KORPRI Cilacap, Dekat, Merekat, dengan Prioritas

Lebih terperinci

PERATURAN BERSAMA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA DAN. KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : PB.1/Menhut-IX/2014 NOMOR : 05 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN BERSAMA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA DAN. KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : PB.1/Menhut-IX/2014 NOMOR : 05 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN BERSAMA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR PB.1/Menhut-IX/2014 NOMOR 05 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR

Lebih terperinci

HASIL RUMUSAN DISKUSI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA PADA RAPAT KERJA DAERAH PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DENGAN JAJARAN PENGADILAN

HASIL RUMUSAN DISKUSI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA PADA RAPAT KERJA DAERAH PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DENGAN JAJARAN PENGADILAN HASIL RUMUSAN DISKUSI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA PADA RAPAT KERJA DAERAH PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DENGAN JAJARAN PENGADILAN TINGKAT PERTAMA SE-KALIMANTAN TIMUR SAMARINDA 2010 HASIL

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2008 TENTANG WAJIB BELAJAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2008 TENTANG WAJIB BELAJAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2008 TENTANG WAJIB BELAJAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

(Analisis Isi 2014/2015) persyaratan. Sarjana S-1. Diajukan Oleh: A220110047

(Analisis Isi 2014/2015) persyaratan. Sarjana S-1. Diajukan Oleh: A220110047 MUATAN MATERI PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP BANGSA DAN PELAKSANAANNYA DALAM PROSESS PEMBELAJARAN (Analisis Isi Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Siswa Kelas VIII Terbitan Kemendikbud

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

- 3 - : Keputusan Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum pada tanggal 20 Maret 2013; MEMUTUSKAN :

- 3 - : Keputusan Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum pada tanggal 20 Maret 2013; MEMUTUSKAN : - 2-2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5246); 3. Undang-Undang

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PENGAWASAN PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. A. Langkah-Langkah Yang Dilakukan Oleh Pondok Pesantren Al Huda. Dalam Menuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun

BAB IV PEMBAHASAN. A. Langkah-Langkah Yang Dilakukan Oleh Pondok Pesantren Al Huda. Dalam Menuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun BAB IV PEMBAHASAN A. Langkah-Langkah Yang Dilakukan Oleh Pondok Pesantren Al Huda Dalam Menuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun Pondok pesantren al huda adalah salah satu dari beberapa tempat menimba ilmu yang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK, PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.09/MEN/2011 TENTANG TUGAS BELAJAR BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PELAKSANAAN ANGGARAN PENDIDIKAN NASIONAL

IMPLEMENTASI PELAKSANAAN ANGGARAN PENDIDIKAN NASIONAL IMPLEMENTASI PELAKSANAAN ANGGARAN PENDIDIKAN NASIONAL I. Latar Belakang Setiap orang berhak mengembangkan dirinya melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 188/PMK.01/2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 188/PMK.01/2014 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 188/PMK.01/2014 TENTANG IKATAN DINAS BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL LULUSAN PROGRAM DIPLOMA BIDANG KEUANGAN DAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1979 TENTANG PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1979 TENTANG PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1979 TENTANG PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka usaha menjamin obyektivitas

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk mewujudkan perekonomian

Lebih terperinci

-3- MEMUTUSKAN: Pasal I

-3- MEMUTUSKAN: Pasal I -2-3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (L embaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4252); 4. Undang-Undang Nomor 2 Tahun

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

Penjelasan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik... 133 I. Umum... 133 II. Pasal Demi Pasal...

Penjelasan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik... 133 I. Umum... 133 II. Pasal Demi Pasal... DAFTAR ISI Hal - Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum... - BAB I Ketentuan Umum... 4 - BAB II Asas Penyelenggara Pemilu... 6 - BAB III Komisi Pemilihan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Perolehan Suara Menjadi Kursi

Perolehan Suara Menjadi Kursi Cara Penghitungan Perolehan Suara Menjadi Kursi DPR dan DPRD Pemilu 2014 Cara Penghitungan Perolehan Suara Menjadi Kursi DPR dan DPRD Pemilu 2014 Indonesian Parliamentary Center (IPC) 2014 Cara Penghitungan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2009 TENTANG UJIAN SEKOLAH/MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2009 TENTANG UJIAN SEKOLAH/MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009 SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2009 TENTANG UJIAN SEKOLAH/MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa keinsinyuran merupakan kegiatan penggunaan

Lebih terperinci

PANDUAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 SUMENEP TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PANDUAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 SUMENEP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 PEMERINTAH KABUPATEN PPDB SUMENEP Tahun 2015 DINAS PENDIDIKAN UPT SMA NEGERI 1 SUMENEP Jln. Payudan Timur (0328) 662368 Fax (0328) 665987 69411 E-Mail: sumenepsmansa@yahoo.com, Website: www.sumenepsmansa.sch.id

Lebih terperinci

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003 PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003 Dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia, mengejar ketertinggalan di segala aspek kehidupan dan menyesuaikan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA ( RENJA ) BAGIAN BINA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2014

RENCANA KERJA ( RENJA ) BAGIAN BINA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2014 RENCANA KERJA ( RENJA ) BAGIAN BINA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2014 BAGIAN BINA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN TAHUN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 17 A PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 17 A TAHUN 2012 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 17 A PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 17 A TAHUN 2012 TENTANG BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 17 A PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 17 A TAHUN 2012 TENTANG MEKANISME DAN TATA CARA PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada lembar jawaban! 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA ALAMAT : Jalan Raya Puputan Niti Mandala Renon Denpasar Telp. 0361 226119, 235105

PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA ALAMAT : Jalan Raya Puputan Niti Mandala Renon Denpasar Telp. 0361 226119, 235105 PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA ALAMAT : Jalan Raya Puputan Niti Mandala Renon Denpasar Telp. 0361 226119, 235105 K E P U T U S A N KEPALA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH

Lebih terperinci

Saudara-saudara yang saya hormati dan banggakan,

Saudara-saudara yang saya hormati dan banggakan, SAMBUTAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PADA ACARA SYUKURAN HAB KE 67 TAHUN 2013 SEKALIGUS LEPAS SAMBUTAN KEPELA KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TAPIN SELASA, 18 DESEMBER

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1979 TENTANG PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1979 TENTANG PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1979 TENTANG PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa ketentuan-ketentuan mengenai pemberhentian Pegawai

Lebih terperinci

Pondok Pesantren Modern di Semarang KATA PENGANTAR

Pondok Pesantren Modern di Semarang KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT berkat rahmat dan hidayah-nya sehingga Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur dengan judul Pondok Pesantren Modern di

Lebih terperinci