BAB V GEREJA DAN DUNIA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB V GEREJA DAN DUNIA"

Transkripsi

1 1 BAB V GEREJA DAN DUNIA STANDAR KOMPETENSI Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan ber-gereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah. MATERI AGAMA KATOLIK XI 1

2 Sesudah mendalami Gereja secara internal (pada bab I, II, III dan IV), kita ingin mendalami Gereja secara eksternal, yaitu Gereja dalam hubungannya dengan dunia. Dunia diartikan sebagai seluruh keluarga manusia dengan segala hal yang ada di sekelilingnya. Dunia dilihat secara lebih positif dibandingkan dengan masa lalu (Pra Konsili Vatikan II). Gereja dan dunia dapat berdialog dan saling mengisi demi terciptanya Kerajaan Allah di bumi ini. Maka pada bab V ini akan mendalami materi: A. Hubungan Gereja dan Dunia. B. Ajaran Sosial Gereja. 2 KOMPETENSI DASAR Siswa diharapkan dapat mengenal dan memahami hubungan Gereja dan dunia, sehingga bersedia ikut terlibat dalam kegembiraan dan keprihatinan dunia. MATERI AGAMA KATOLIK XI 2

3 A. GEREJA DAN DUNIA 3 TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan pandangan Gereja dan Dunia. 2. Mnjelaskan alas an perlunya Gereja terlibat dengan persoalan dunia. 3. Menjelaskan masalah dunia yang mendesak dan memperihatinkan untuk segera ditangani. 4. Menjelaskan maslah pokok bangsa yang membutuhkan perhatian dan penanganan Gereja, akar permasalahanya dan upaya yang harus dibuat oleh Gereja. 5. Menyusun Doa Syukur untuk Tanah Air. PETA KONSEP GEREJA DAN DUNIA Hubungan Gereja dan Dunia Misi dan Tugas Gereja Masalah Bangsa dan Usaha Gereja MATERI AGAMA KATOLIK XI 3

4 LANGKAH PERTAMA : (mendalami cerita tentang keterbukaan Gereja). 4 MEMBUKA JENDELA-JENDELA VATIKAN Ketika Roncalli dipilih menjadi Paus, salah satu tindakan pertama yang bernada simbolik adalah menyuruh supaya jendela-jendela Vatikan dibuka selebar-lebarnya. Kemudian, ia menjelaskan arti simbol membuka jendela-jendela Vatikan yang selebar-lebarnya itu, katanya: Supaya udara yang baru busuk dapat keluar dan udara segar dapat masuk. Selain itu, supaya pandangan tidak terhalang, ia dapat melihat jauh keluar temboktembok Vatikan, yakni dapat melihat ke seluruh penjuru dunia. Roncalli yang memilih nama Yohanes XXIII, kemudian mengumum kan diadakannya Konsili Vatikan II. Dengan Konsili itu, Gereja sungguhsungguh membuka dirinya bagi dunia. Dunia dilihat jauh lebih positif dibandingkan dengan masa-masa yang lampau. Paus Yohanes XXIII dengan moto aggiornamento sungguh-sungguh telah membaharui Gereja dan hubungannya dengan dunia. Konsili Vatikan II menjadi tonggak sejarah baru Gereja. (Dari: Kumpulan Cerita Kateketis). MATERI AGAMA KATOLIK XI 4

5 5 Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Apa komentarmu atas cerita di atas! 2. Apa pesan cerita di atas bagi Gereja kita! 3. Konsili Vatikan II membawa banyak pembaharuan. Bagaimana pandangan Konsili Vatikan II tentang dunia! 4. Bagaimana hubungan Gereja dan dunia! PENJELASAN HUBUNGAN GEREJA DAN DUNIA 1. Pandangan Baru tentang Dunia dan Manusia a) Dunia b) Manusia Negatif: dunia dipandang tempat berdosa sehingga terdapat gagasan bahwa dunia tidak berharga, berbahaya, jahat dan menjadi halangan/ rintangan dalam mencapai keselamatan ( 1Yohanes 2: 15-16, 1 Yohanes 5:19, Roma 12:2). Positif: dunia sebagai tempat keluarga manusia dengan segala yang ada di sekitarnya. Dunia ditandai oleh usaha manusia, dengan segala kekalahan dan kemenangannya. Dunia diciptakan dan dipelihara oleh cinta kasih Tuhan. Dunia yang menjadi budak dosa, kini telah dimerdekakan oleh Yesus yang telah disalibkan dan bangkit untuk menghancurkan kekuasaan setan agar dunia dapat disusun kembali sesuai dengan rencana Allah dan dapat mencapai kesempurnaan. Martabat Manusia (sebagai makhluk pribadi) Sejak awal penciptaaan manusia dianugerahi martabat yang luhur karena manusia diciptakan secitra Allah dan dipanggil untuk memanusiawikan dan mengembangkan dirinya agar menyerupai Kristus, dimana citra Allah nampak secara utuh. Ciri manusia sebagai citra Allah memiliki akal budi, kehendak bebas dan hati nurani. Maka manusia disebut sebagai ciptaan yang sangat istimewa, karena ia diciptakan demi dirinya sendiri sedangkan makhluk yang lain diciptakan untuk kepentingan manusia. MATERI AGAMA KATOLIK XI 5

6 6 Masyarakat Manusia (sebagai makhluk sosial) Pribadi manusia dan masyarakat saling bergantung satu sama lain, hal ini sesuai dengan rencana Tuhan karena manusia diciptakan sebagai makhluk yang bermasyarakat dengan dijiwai oleh rasa persaudaraan. c) Usaha atau Karya Manusia Perkembangan dunia di segala bidang dikehendaki Tuhan dan manusia dipilih untuk menjadi rekan kerja Tuhan dalam melaksanakan perkembangan dunia. Dengan berkarya manusia tidak hanya menyempurnakan dunia saja tetapi juga menyempurnakan dirinya sendiri. 2. Hubungan antara Gereja dan Dunia. a) Gereja Postkonsilier/ Sakramen Keselamatan bagi dunia: Gereja harus dapat menjadi terang, garam dan ragi bagi dunia. Gereja menjadikan dunia sebagai tempat untuk berbakti dan mewujudkan keselamatan dengan memberikan pelayanannya. b) Dunia dijadikan mitra dialog: Gereja menawarkan nilai-nilai Injili dan dunia dapat mengembangkan kebudayaannya, adat istiadat alam pikiran, iptek; sehingga Gereja dapat lebih efektif menjalankan misinya di dunia. c) Gereja tetap menghormati otonomi dunia: Gereja bersifat sekuler, karena dalam dunia terkandung nilai-nilai yang dapat mensejahterakan manusia dalam membangun nilai-nilai Kerajaan Allah. LANGKAH KEDUA : (mendalami misi Gereja terhadap Dunia). Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! 1. Apa yang dimaksud dengan martabat manusia! 2. Apa yang dimaksud dengan masyarakat! 3. Apa yang dimaksud dengan karya manusia! 4. Apa yang menjadi keprihatinan Gereja di dunia di zaman modern ini! MATERI AGAMA KATOLIK XI 6

7 7 PENJELASAN MISI DAN TUGAS GEREJA Tugas Gereja adalah melanjutkan karya Yesus yaitu mewartakan Kerajaan Allah kepada seluruh umat manusia. Menjadi pelayan Kerajaan Allah berarti berusaha dengan segala macam cara ke arah terwujudnya nilai-nilai Kerajaan Allah di dunia: persaudaraan, kerjasama, dialog, solidaritas, keterbukaan, keadilan, menghormati hidup, kepedulian dan sebagainya. Keprihatinan Gereja terhadap dunia demi mewujudkan Kerajaan Allah ditegaskan dalam Gaudium et Spes yaitu: 1. Martabat manusia Usaha Gereja agar lebih menghargai martabat manusia/ sebagai makhluk pribadi adalah: Menolak dengan tegas segala macama perbudakan dan pemerkosaan terhadap martabat dan pribadi manusia. Menempatkan dan memperjuangkan martabat manusia sesuai dengan maksud Pencipta-Nya. 2. Peran Gereja dalam Masyarakat Usaha Gereja agar semakin menghargai manusia sebagai masyarakat/ sebagai makhluk sosial adalah: Membangkitkan karya-karya yang sifatnya dapat melayani semua orang: karya sosial dan amal. Mendorong agar semua karya manusia dapat mengarah ke persatuan, sosialisasi dan persekutuan baik dibidang masyarakat maupun ekonomi. Gereja hendaknya ikut terlibat menjadi pengantara yang baik antara masyarakat dan negara yang berbeda politik dan budayanya. 3. Usaha dan Karya Manusia Usaha Gereja agar semakin menghargai usaha dan karya manusia adalah: Menekankan apapun usaha manusia pasti merupakan kehendak Allah yang memiliki nilai yang positif. Gereja bersikap positif dalam mendorong kemajuan iptek asalkan tidak menghalangi keselamatan manusia. Gereja harus ikut terlibat dalam menangani masalah yang mendesak: masalah perkawinan dan keluarga, kemajuan budaya, masalah bidang sosial, ekonomi, politik serta perdamaian dan persatuan bangsa. MATERI AGAMA KATOLIK XI 7

8 LANGKAH KETIGA : (mendalami masalah yang dialami oleh bangsa Indonesia dan usaha penanganannya) Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Coba kamu sebutkan krisis yang kamu ketahui tentang: dibidang lingkungan hidup. dibidang politik dan hukum. dibidang ekonomi. dibidang budaya dan pendidikan. 2. Menurutmu apa yang menjadi sebab dan akibat dari krisis yang ada di Indonesia! 3. Apa yang dapat dibuat oleh Gereja untuk menangani masalah krisis itu! 8 PENJELASAN MASALAH BANGSA DAN SUMBANGAN GEREJA INDONESIA DALAM MENANGANI KRISIS MULTI DIMENSI. 1. Coba sebutkan contoh krisis di bawah ini! BIDANG Krisis Lingkungan Hidup CONTOH Krisis Ekonomi Krisis Politik Krisis Budaya dan Pendidikan MATERI AGAMA KATOLIK XI 8

9 2. Sebab dan akibat dari krisis multi domensi: 9 SEBAB Krisis moral: manusia telah kehilangan hati nuraninya. AKIBAT 1. Muncul ketidakadilan: yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. 2. Muncul ketidakjujuran: korupsi, nepotisme, kmunafikan, menyontek. 3. Tidak adanya kesetiakawanan: keserakahan, ketidakpedulian/ acuh tak acuh. 3. Usaha Gereja: Gereja diajak untuk ikut terlibat dan berjuang menjalankan tugas kenabiannya. Gereja berjuang untuk mewujudkan keadilan, kejujuran, dan kesetiakawanan. MATERI AGAMA KATOLIK XI 9

10 LEMBAR KERJA SISWA Apakah Gereja di Indonesia sudah ikut andil dalam pembangunan di negeri di Indoenesia! 2. Deskripsikan bagaimana supaya Gereja lebih memiliki daya pikat di Indoensia! 3. Buatlah doa untuk tanah air! MATERI AGAMA KATOLIK XI 10

11 B. AJARAN SOSIAL GEREJA 11 TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan latar belakang sejarah munculnya Ajaran Sosial Gereja. 2. Menjelaskan salah satu Ajaran Sosial Gereja serta fokus perhatian Gereja yang terdapat di dalamnya. 3. Menjelaskan alasan Ajaran Sosial Gereja kurang bergema di Indoensia. 4. Mengumpulkan informasi tentang implementasi Ajaran Sosial Gereja. PETA KONSEP AJARAN SOSIAL GEREJA Ajaran Sosial Gereja Makna Ajaran Sosial Gereja Peresapan dan Pengamalan MATERI AGAMA KATOLIK XI 11

12 LANGKAH PERTAMA : (mendalami keprihatinan dan Ajaran Sosial Gereja). 12 BURUH MUDA Sering kita menghina dan menjauhkan diri dari orang yang kita anggap berdosa. Misalnya: siapa yang mau bergaul dengan seorang WTS/ PSK. Atau siapa yang mau berkumpul dengan buruh kasar yang sering mengeluarkan kata makian? Ada satu kota pelabuhan di Perancis Selatan yang para buruh pelabuhannya terkenal kasar dan jorok pada masa itu. Pada suatu hari, datanglah seorang buruh muda yang simpatik bekerja di situ. Walaupun pada permulaan dia ditertawakan oleh para buruh lain sebagai seorang yang sok suci, tetapi akhirnya semua buruh sangat segan dan menghormatinya, karena ia selalu baik dan memperjuangkan nasib para buruh dan tidak terlalu memper hatikan kepentingannya sendiri. Oleh kehadirannya, suasana mesum dan jorok mulai lenyap dari pelabuhan itu. Pada suatu hari terjadi bencana. Buruh muda yang simpatik itu mati tertindih balok kayu ketika ia sedang membantu sesama buruh membongkar kayu-kayu dari kapal. Semua buruh mengerumuni dan menangisi jenasahnya. Ketika mereka memandikan jenasahnya, mereka melihat ia mengalungi sebuah medali. Di balik medali itu tertulis nama aslinya. Ia seorang imam. Pada saat itu semua buruh sadar: seorang yang suci dan penyayang telah bergaul dengan mereka yang kasar dan jorok. Tetapi ia telah memenangkan cinta mereka. (Penulis: NN) Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! 1. Berilah tanggapanmu setelah membaca cerita tersebut! 2. Apa yang kamu ketahui tentang Ajaran Sosial Gereja! 3. Sebutkan ensiklik-ensiklik yang memuat Ajaran Sosial Gereja! 4. Apa kiranya isi Ajaran Sosial Gereja dalam ensiklik-ensiklik itu! MATERI AGAMA KATOLIK XI 12

13 PENJELASAN 13 AJARAN SOSIAL GEREJA Sejak perkembangan industri modern, masa buruh berjubel di kota-kota besar tanpa jaminan di masa depannya. Maka timbullah masalah sosial baru: upah yang adil, kepastian tempat kerja, hak mogok, yang pada dasarnya mempertanya kan juga adil tidaknya struktur masyarakat itu sendiri. Supaya tidak tertinggal dari gerakan komunisme yang memperjuangkan nasib kaum buruh, ada para imam yang mulai melibatkan diri dalam pastoral kaum buruh. Kemudian Paus pun mulai mengeluarkan ensiklik-ensiklik yang memuat Ajaran Sosial Gereja. 1. Arti dan Makna Ajaran Sosial Gereja. Ajaran Sosial Gereja adalah ajaran Gereja mengenai hak dan kewajiban berbagai anggota masyakat dalam hubungannya dengan kebaikan bersama dalam lingkup nasional dan internasional. Makna Ajaran Sosial Gereja adalah merupakan tanggapan Gereja terhadap fenomena/ persoalan yang dihadapi oleh manusia dalam bentuk himbauan, kritik dan dukungan bagi yang sudah melaksanakannya. Sifat Ajaran Sosial Gereja adalah lunak, karena bukan merupakan dogma. Ajaran Sosial Gereja merupakan bentuk keprihatinan Gereja terhadap dunia dan manusia dalam wujud dokumen yang harus disosialisa sikan. MATERI AGAMA KATOLIK XI 13

14 14 2. Ensiklik-ensiklik dan Dokumen Konsili Vatikan II yang memuat Ajaran Sosial Gereja Sepanjang Masa. a) Sebelum Konsili Vatikan II ENSIKLIK RERUM NOVARUM: 15 Mei 1891 oleh Paus Leo XIII QUADRAGESIMO ANNO: 1931 oleh Paus Pius XI. ISI Menentang tindakan yang tidak manusiawi kepada kaum buruh di zaman masyarakat industri Menyatakan bahwa ada 3 faktor kunci yang mendasari kehidupan ekonomi: buruh, modal dan negara. Menanggapi masalah ketidakadilan sosial dan mengajak semua pihak untuk mengatur kembali kehidupan sosial berdasarkan yang dibuat dalam RERUM NOVARUM. Menegaskan hak dan kewajiban Gereja dalam menanggapi masalah sosial, mengecam kapitalisme dan persaingan bebas serta komunisme. Menegaskan perlunya tanggung jawab sosial dari milik pribadi dan hak-hak kaum buruh atas kerja, upah yang adil, serta berserikat guna melindungi hak buruh. MATERI AGAMA KATOLIK XI 14

15 ENSIKLIK MATER et MAGISTRA (1961) dan PACEM in TERRIS (1963) oleh Paus Yohanes XXIII. 15 ISI Menyampaikan sejumlah petunjuk bagi umat kristiani dan para pengambil kebijakan dalam menghadapi kesenjangan sosial di antara bangsa yang kaya dan miskin, dan ancaman terhadap perdamaian dunia. Mengajak orang kristiani dan semua orang yang berkehendak baik untuk bekerjasama menciptakan lembaga sosial sekaligus menghargai martabat manusia dan menegakkan keadilan serta perdamaian. b) Sesudah Konsili Vatikan II ENSIKLIK GAUDIUM et SPES (Kegembiraan dan Harapan) Oktober 1962 oleh Paus Yohanes XXIII. POPULORUM PROGRESSIO (1967) oleh Paus Paulus VI. ISI Perutusan khas religius Gereja memberinya tugas, terang, dan kekuatan yang dapat membantu pembentukan dan pemantapan masyarakat manusia menurut hukum Ilahi. Menanggapi jeritan kemiskinan dan kelaparan dunia, menunjukkan adanya ketidakadilan struktural. Menghimbau negara kaya dan miskin mau bekerjasama dalam semangat solidaritas untuk membangun keadilan dan membaharui dunia. MATERI AGAMA KATOLIK XI 15

16 ENSIKLIK OCTOGESIMA ADVENIENS (1971) oleh Paus Paulus VI. LABOREM EXCERCENS (1981) oleh Paus Yohanes Paulus II. SOLLICITUDO REI SOCIALIS (1987) oleh Paus Yohanes Paulus II. CENTESIMUS ANNUS (1991) oleh Paus Yohanes Paulus II. 16 ISI Menanggapi tentang kesulitan dalam menciptakan tatanan baru/ dunia baru. Menegaskan perlunya para umat berperan dalam ikut mengemban tanggungjawab baru ini. Membahas makna kerja manusia. Tenaga kerja manusia lebih diutamakan daripada modal dan teknologi. Mengangkat kembali tentang pembangunan yang mengeksploitasi orang-orang miskin/ orangt-orang kecil. Mengungkapkan bahwa Gereja hendaknya terus belajar untuk bergumul dengan soal-soal sosial. MATERI AGAMA KATOLIK XI 16

17 LANGKAH KEDUA : (mendalami makna Ajaran Sosial Gereja di Indonesia). Bacalah puisi di bawah ini! 17 APAKAH HATI TERCAMPAK Nama-Mu kami tulis di langit malam. Semarak kembang api seharga 5 juta. Ratusan ribu tangan terlipat MATERI AGAMA KATOLIK XI 17

18 18 Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Bagaimanakah seharusnya hubungan awam dan hierarki di parokimu! 2. Bagaimanakah kenyataannya hubungan awam dan hierarki di parokimu! PENJELASAN HUBUNGAN AWAM DAN HIERARKI 1) Gereja adalah Umat Allah Dalam Konsili Vatikan II semua anggota Gereja adalah sebagai Umat Allah yang memiliki martabat yang sama, yang berbeda adalah tugas/ fungsinya. 2) Setiap anggota Gereja memiliki fungsi yang khas Setiap anggota Gereja memiliki fungsi/ tugas yang khas/ berbeda. Hierarki memimpin dan mempersatukan umat. Biarawan-biarawati dengan kaul-kaulnya bertugas mengarahkan umat kepada dunia yang akan datang (eskatologis). Awam bertugas merasul dalam masyarakat di bidang Ipoleksosbudhankam. Maka apabila semua anggota Gereja tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, maka pasti ada kerjasama juga pasti terjamin. 3) Kerjasama Walaupun anggota Gereja memiliki tugas yang berbeda, namun untuk kegiatan yang sifatnya internal dibutuhkan kerjasama. Kerasulan internal tujuannya untuk membangun hidup menggereja. Hierarki dan pemimpin tertahbis (dewan diakon, dewan presbyter dan dewan uskup) perlu juga melakukan kerjasama. LANGKAH KETIGA : (penugasan). Catatlah peranan dan tugas para awam di parokimu dan berilah penilaianmu! MATERI AGAMA KATOLIK XI 18

19 19 LEMBAR KERJA SISWA 1. Apa ciri khas dari kerasulan awam! Mengapa! 2. Deskripsikan peran kaum awam dalam kerasulan Gereja dan dunia! 3. Apa yang dimaksud dengan kemitraan antara awam dan hierarki! 4. Jelaskan peranan kaum muda dalam Gereja! 5. Tuliskan urutan paus dari yang pertama sampai sekarang! MATERI AGAMA KATOLIK XI 19

20 GLOSARIUM 20 Ipoleksosbudhankam Hierarki (hierarchy) : ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. : asal usul suci, tata susunan. EVALUASI BAB III MATERI AGAMA KATOLIK XI 20

21 21 1. Jelaskan yang dimaksud dengan hierarki dalam Gereja Katolik! 2. Sebutkan tata urutan/ susunan hierarki dalam Gereja Katolik! 3. Sebutkan contoh tugas uskup di bidang: a. Pewartaan. b. Perayaan. c. Pelayanan. 4. Sebutkan fungsi hierarki dalam Gereja Katolik! 5. Jelaskan yang dimaksud dengan istilah: a. Pastor paroki. b. Pastor pembantu. c. Diakon. 6. Jelaskan corak-corak kepemimpinan dalam Gereja Katolik! 7. Jelaskan kaum awam dalam tugas ikut ambil bagian dalam tugas imamat Kristus! 8. Jelaskan hubungan antara hierarki dan kaum awam dalam hidup menggereja! DAFTAR PUSTAKA MATERI AGAMA KATOLIK XI 21

22 22 Dokpen KWI Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta: Obor. Komkat KWI, Seri Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/ SMK, Buku Guru 2. Kanisius, Yogyakarta, Lristen, Simon dan Christopher Masalah-masalah Moral Sosial Aktual dalam Perspektif Iman Kristen. Yogyakarta: Kanisius. N.N Mengabdi Kebenaran. Maumere: Ledalero. Yoseph Kristianto, dkk, Menjadi Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/ SMK, Buku Guru XI. Kanisius, Yogyakarta, MATERI AGAMA KATOLIK XI 22

PELAJARAN 11 GEREJA DAN DUNIA

PELAJARAN 11 GEREJA DAN DUNIA PELAJARAN 11 GEREJA DAN DUNIA TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN Pada akhir pelajaran, saya dapat: 1. menjelaskan arti dunia; 2. menjelaskan pandangan Gereja tentang dunia; 3. menjelaskan arti dari Konstitusi

Lebih terperinci

PELAJARAN 12 AJARAN SOSIAL GEREJA

PELAJARAN 12 AJARAN SOSIAL GEREJA PELAJARAN 12 AJARAN SOSIAL GEREJA TUJUAN PEMBELAJARAN Pada akhir pelajaran, saya dapat: 1. menjelaskan arti dan latar belakang ajaran sosial Gereja; 2. menjelaskan dengan kata-katanya sendiri sejarah singkat

Lebih terperinci

BAB IV HIERARKI DAN AWAM

BAB IV HIERARKI DAN AWAM 1 BAB IV HIERARKI DAN AWAM STANDAR KOMPETENSI Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan ber-gereja sesuai

Lebih terperinci

MODUL PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK KELAS XI SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015/2016. Keterlibatan Gereja dalam Membangun Dunia yang Damai dan Sejahtera

MODUL PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK KELAS XI SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015/2016. Keterlibatan Gereja dalam Membangun Dunia yang Damai dan Sejahtera MODUL PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK KELAS XI SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015/2016 BAB V : GEREJA DAN DUNIA Pelajaran 11. Pelajaran 12. Pelajaran 13. Gereja dan Dunia Ajaran Sosial Gereja Keterlibatan Gereja

Lebih terperinci

GEREJA DAN DUNIA. 2. Manusia Menyangkut manusia, da abeberapa hal perlu diperhatikan, antara lain: a. Martabat Manusia

GEREJA DAN DUNIA. 2. Manusia Menyangkut manusia, da abeberapa hal perlu diperhatikan, antara lain: a. Martabat Manusia GEREJA DAN DUNIA TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN Pada akhir pelajaran, saya dapat: 1. menjelaskan arti dunia; 2. menjelaskan pandangan Gereja tentang dunia; 3. menjelaskan arti dari Konstitusi Gaudium et Spes,

Lebih terperinci

MODUL PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK KELAS XI SEMESTER GENAP

MODUL PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK KELAS XI SEMESTER GENAP MODUL PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK KELAS XI SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012 1 Pendidikan Agama Katolik Untuk SMA/ SMK Kelas XI Hantaran Gagasan dan rancangan pendidikan yang dikembangkan pemerintah sekarang

Lebih terperinci

KELUARGA DAN PANGGILAN HIDUP BAKTI 1

KELUARGA DAN PANGGILAN HIDUP BAKTI 1 1 KELUARGA DAN PANGGILAN HIDUP BAKTI 1 Pontianak, 16 Januari 2016 Paul Suparno, S.J 2. Abstrak Keluarga mempunyai peran penting dalam menumbuhkan bibit panggilan, mengembangkan, dan menyertai dalam perjalanan

Lebih terperinci

BAB I ARTI DAN MAKNA GEREJA

BAB I ARTI DAN MAKNA GEREJA BAB I ARTI DAN MAKNA GEREJA A. KOMPETENSI 1. Standar Kompetensi Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. imannya itu kepada Kristus dalam doa dan pujian. Doa, pujian dan kegiatan-kegiatan liturgi

BAB I PENDAHULUAN. imannya itu kepada Kristus dalam doa dan pujian. Doa, pujian dan kegiatan-kegiatan liturgi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penulisan Gereja adalah persekutuan umat beriman yang percaya kepada Kristus. Sebagai sebuah persekutuan iman, umat beriman senantiasa mengungkapkan dan mengekspresikan

Lebih terperinci

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDIPEKERTI SMALB TUNANETRA

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDIPEKERTI SMALB TUNANETRA - 273 - C. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDIPEKERTI SMALB TUNANETRA KELAS: X Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan

Lebih terperinci

3. Apa arti keadilan? 4. Apa arti keadilan menurut keadaan, tuntutan dan keutamaan? 5. Apa Perbedaan keadilan komutatif, distributive dan keadilan

3. Apa arti keadilan? 4. Apa arti keadilan menurut keadaan, tuntutan dan keutamaan? 5. Apa Perbedaan keadilan komutatif, distributive dan keadilan 3. Apa arti keadilan? 4. Apa arti keadilan menurut keadaan, tuntutan dan keutamaan? 5. Apa Perbedaan keadilan komutatif, distributive dan keadilan legal? 6. Sebutkan sasaran yang dikritik Nabi Amos! 7.

Lebih terperinci

RELIGIUS SEBAGAI MISTIK DAN NABI DI TENGAH MASYARAKAT Rohani, Juni 2012, hal Paul Suparno, S.J.

RELIGIUS SEBAGAI MISTIK DAN NABI DI TENGAH MASYARAKAT Rohani, Juni 2012, hal Paul Suparno, S.J. 1 RELIGIUS SEBAGAI MISTIK DAN NABI DI TENGAH MASYARAKAT Rohani, Juni 2012, hal 25-28 Paul Suparno, S.J. Suster Mistika dikenal oleh orang sekitar sebagai seorang yang suci, orang yang dekat dengan Tuhan,

Lebih terperinci

12. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

12. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 12. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama

Lebih terperinci

BAB I MENGENAL GEREJA

BAB I MENGENAL GEREJA BAB I MENGENAL GEREJA 1 STANDAR KOMPETENSI Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan ber-gereja sesuai dengan

Lebih terperinci

BAB III HIERARKI DAN AWAM A. KOMPETENSI

BAB III HIERARKI DAN AWAM A. KOMPETENSI BAB III HIERARKI DAN AWAM A. KOMPETENSI 1. Standar Kompetensi Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja

Lebih terperinci

PASTORAL DIALOGAL. Erik Wahju Tjahjana

PASTORAL DIALOGAL. Erik Wahju Tjahjana PASTORAL DIALOGAL Erik Wahju Tjahjana Pendahuluan Konsili Vatikan II yang dijiwai oleh semangat aggiornamento 1 merupakan momentum yang telah menghantar Gereja Katolik memasuki Abad Pencerahan di mana

Lebih terperinci

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Sekolah Menengah Pertama (SMP) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Sekolah Menengah Pertama (SMP) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan 11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Sekolah Menengah Pertama (SMP) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan

Lebih terperinci

Pendidikan Agama. Katolik IMAN DAN GLOBALISASI ( PEMBAHARUAN KONSILI VATIKAN II ) Modul ke: 12Fakultas Psikologi

Pendidikan Agama. Katolik IMAN DAN GLOBALISASI ( PEMBAHARUAN KONSILI VATIKAN II ) Modul ke: 12Fakultas Psikologi Pendidikan Agama Modul ke: 12Fakultas Psikologi Katolik IMAN DAN GLOBALISASI ( PEMBAHARUAN KONSILI VATIKAN II ) Program Studi Psikologi Oleh : Drs. Sugeng Baskoro, M.M Sejarah Konsili Vatikan II Konsili

Lebih terperinci

BAB XII MENJAGA KEUTUHAN CIPTAAN. Dosen : Drs. Petrus Yusuf Adi Suseno, M.H. Modul ke: Fakultas MKCU. Program Studi Psikologi.

BAB XII MENJAGA KEUTUHAN CIPTAAN. Dosen : Drs. Petrus Yusuf Adi Suseno, M.H. Modul ke: Fakultas MKCU. Program Studi Psikologi. BAB XII Modul ke: 13 MENJAGA KEUTUHAN CIPTAAN Fakultas MKCU Dosen : Drs. Petrus Yusuf Adi Suseno, M.H. www.mercubuana.ac.id Program Studi Psikologi MENJAGA KEUTUHAN CIPTAAN Terima Kasih A. PENDAHULUAN

Lebih terperinci

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMALB AUTIS

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMALB AUTIS - 1927 - C. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMALB AUTIS KELAS: X Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan

Lebih terperinci

42. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMA/SMK

42. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMA/SMK 42. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMA/SMK KELAS: X Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan secara keseluruhan

Lebih terperinci

SPIRITUALITAS MISTIK DAN KENABIAN DALAM PRAKSIS PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK Pertemuan MABRI, Muntilan 22 Maret 2014 Paul Suparno, S.J.

SPIRITUALITAS MISTIK DAN KENABIAN DALAM PRAKSIS PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK Pertemuan MABRI, Muntilan 22 Maret 2014 Paul Suparno, S.J. SPIRITUALITAS MISTIK DAN KENABIAN DALAM PRAKSIS PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK Pertemuan MABRI, Muntilan 22 Maret 2014 Paul Suparno, S.J. Isi singkat 1. Semangat mistik 2. Semangat kenabian 3. Spiritualitas

Lebih terperinci

03. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia.

03. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. 03. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna,

Lebih terperinci

10. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E)

10. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E) 10. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi

Lebih terperinci

BAB VII PENGHARGAAN TERHADAP HIDUP MANUSIA

BAB VII PENGHARGAAN TERHADAP HIDUP MANUSIA BAB VII PENGHARGAAN TERHADAP HIDUP MANUSIA 1 A. KEKERASAN DAN BUDAYA KASIH MATERI AGAMA KATOLIK XI 1 STANDAR KOMPETENSI 2 Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh

Lebih terperinci

KEADILAN, PERDAMAIAN DAN KEUTUHAN CIPTAAN

KEADILAN, PERDAMAIAN DAN KEUTUHAN CIPTAAN KEADILAN, PERDAMAIAN DAN KEUTUHAN CIPTAAN DALAM KONSTITUSI KITA Kita mengembangkan kesadaran dan kepekaan terhadap masalah-masalah keadilan, damai dan keutuhan ciptaan.para suster didorong untuk aktif

Lebih terperinci

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMALB TUNAGRAHITA

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMALB TUNAGRAHITA - 1075 - C. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMALB TUNAGRAHITA KELAS: X Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan

Lebih terperinci

KISI-KISI PENULISAN SOAL. kemampuan

KISI-KISI PENULISAN SOAL. kemampuan KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : SMP Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kurikulum : 2006 Alokasi Waktu : 120 Menit Jumlah soal : 40 + 5 Bentuk Soal : Pilihan Ganda dan Uraian

Lebih terperinci

(Disampaikan sebagai pengganti Homili, pada Misa Sabtu/Minggu, 28/29 September 2013)

(Disampaikan sebagai pengganti Homili, pada Misa Sabtu/Minggu, 28/29 September 2013) (Disampaikan sebagai pengganti Homili, pada Misa Sabtu/Minggu, 28/29 September 2013) Makin Beriman, Makin Bersaudara, Makin Berbela Rasa Melalui Pangan Sehat Para Ibu dan Bapak, Suster, Bruder, Frater,

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP-K PERMATA BUNDA CIMANGGIS Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik Kelas/Semester : VIII / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. Standar Kompetensi : Memahami

Lebih terperinci

UJIAN SEMESTER I SEKOLAH BINA NUSANTARA Tahun Ajaran

UJIAN SEMESTER I SEKOLAH BINA NUSANTARA Tahun Ajaran UJIAN SEMESTER I SEKOLAH BINA NUSANTARA Tahun Ajaran 2008 2009 L E M B A R S O A L Mata pelajaran : Pendidikan Agama Katolik Kelas : 8 Hari / tanggal : Waktu : 60 menit PETUNJUK UMUM : 1. Tulislah nama

Lebih terperinci

B. RINGKASAN MATERI 1. Gereja yang satu 2. Gereja yang kudus 3. Gereja yang katolik 4. Gereja yang apostolic

B. RINGKASAN MATERI 1. Gereja yang satu 2. Gereja yang kudus 3. Gereja yang katolik 4. Gereja yang apostolic BAB II SIFAT SIFAT GEREJA A. KOMPTENTSI 1. Standar Kompetensi Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja

Lebih terperinci

KELUARGA KATOLIK: SUKACITA INJIL

KELUARGA KATOLIK: SUKACITA INJIL Warta 22 November 2015 Tahun VI - No.47 KELUARGA KATOLIK: SUKACITA INJIL Hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia IV (sambungan minggu lalu) Tantangan Keluarga dalam Memperjuangkan Sukacita Anglia 9.

Lebih terperinci

(Dibacakan sebagai pengganti homili pada Misa Minggu Biasa VIII, 1 /2 Maret 2014)

(Dibacakan sebagai pengganti homili pada Misa Minggu Biasa VIII, 1 /2 Maret 2014) (Dibacakan sebagai pengganti homili pada Misa Minggu Biasa VIII, 1 /2 Maret 2014) Para Ibu/Bapak, Suster/Bruder/Frater, Kaum muda, remaja dan anak-anak yang yang terkasih dalam Kristus, 1. Bersama dengan

Lebih terperinci

TANTANGAN RELIGIUS DALAM MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA DI ZAMAN GADGET

TANTANGAN RELIGIUS DALAM MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA DI ZAMAN GADGET 1 TANTANGAN RELIGIUS DALAM MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA DI ZAMAN GADGET Seminar Religius di BKS 2016 Kanisius, 8 September 2016 Paul Suparno, SJ Pendahuluan Tema BKS tahun 2016 ini adalah agar keluarga mewartakan

Lebih terperinci

Pendidikan Agama Kristen Protestan

Pendidikan Agama Kristen Protestan Pendidikan Agama Kristen Protestan Modul ke: 01Fakultas Psikologi GEREJA DAN HAKIKATNYA Drs. Sugeng Baskoro,M.M. Program Studi Psikologi HAKEKAT GEREJA A.pengertian Gereja Kata Gereja berasal dari bahasa

Lebih terperinci

Ajaran Sosial Gereja tentang Orang Miskin Norbertus Jegalus

Ajaran Sosial Gereja tentang Orang Miskin Norbertus Jegalus Ajaran Sosial Gereja tentang Orang Miskin Norbertus Jegalus Pendahuluan Tahun ini kita merayakan secara khusus sebagai Tahun Injil Orang Miskin. Ini sangat sesuai dengan ajakan Paus Fransikus agar kita

Lebih terperinci

Gereja di dalam Dunia Dewasa Ini

Gereja di dalam Dunia Dewasa Ini ix U Pengantar ndang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan

Lebih terperinci

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Dasar (SD)

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Dasar (SD) 11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Dasar (SD) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan

Lebih terperinci

Selama ini selain bulan Mei, kita mengenal bulan Oktober adalah bulan Maria yang diperingati setiap

Selama ini selain bulan Mei, kita mengenal bulan Oktober adalah bulan Maria yang diperingati setiap Pengantar Selama ini selain bulan Mei, kita mengenal bulan Oktober adalah bulan Maria yang diperingati setiap tahunnya oleh seluruh umat katolik sedunia untuk menghormati Santa Perawan Maria. Bapa Suci

Lebih terperinci

KISI KISI PENULISAN SOAL US TAHUN PELAJARAN

KISI KISI PENULISAN SOAL US TAHUN PELAJARAN KISI KISI PENULISAN SOAL US TAHUN PELAJARAN 2012 2013 Sekolah : Bentuk soal : PG Mata Pelajaran : Agama Katolik Alokasi wkatu : 120 Menit Kurikulum acuan : KTSP Penyusun : Lukas Sungkowo, SPd Standar Kompetensi

Lebih terperinci

EVANGELISASI BARU. Rohani, Desember 2012, hal Paul Suparno, S.J.

EVANGELISASI BARU. Rohani, Desember 2012, hal Paul Suparno, S.J. 1 EVANGELISASI BARU Rohani, Desember 2012, hal 25-28 Paul Suparno, S.J. Suster Budayanita waktu mengajar agama pada beberapa orang tua yang ingin menjadi Katolik, sering meneguhkan bahwa mereka itu sebenarnya

Lebih terperinci

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNANETRA

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNANETRA - 165 - C. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNANETRA KELAS VII Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan

Lebih terperinci

BAB IV HATI NURANI. 2. KOMPETENSI DASAR Mengenal suara hati, sehingga dapat bertindak secara benar dan tepat

BAB IV HATI NURANI. 2. KOMPETENSI DASAR Mengenal suara hati, sehingga dapat bertindak secara benar dan tepat BAB IV HATI NURANI A. KOMPETENSI 1. STANDAR KOMPETENSI Memahami nilai nilai keteladanan Yesus Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki laki yang memiliki rupa rupa kemampuan

Lebih terperinci

GEREJA INDONESIA DAN PENDIDIKAN

GEREJA INDONESIA DAN PENDIDIKAN 1 GEREJA INDONESIA DAN PENDIDIKAN Seminar Peringatan Konsili Vatikan II Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 23 April 2013 Paul Suparno, S.J. Pendahuluan Konsili Vatikan II telah mengeluarkan

Lebih terperinci

BAB 1 Pendahuluan. 1 NN, Badan Geologi Pastikan Penyebab Gempa di Yogyakarta, ANTARA News,

BAB 1 Pendahuluan.  1 NN, Badan Geologi Pastikan Penyebab Gempa di Yogyakarta, ANTARA News, 1 BAB 1 Pendahuluan 1. 1. Latar Belakang Gempa bumi yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 berkekuatan 5,9 Skala Richter pada kedalaman 17,1 km dengan lokasi pusat gempa terletak di dekat pantai pada koordinat

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN

UKDW BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Indonesia merupakan negara di wilayah Asia secara geografis yang diwarnai oleh dua kenyataan, yaitu kemajemukan agama dan kebudayaan, serta situasi kemiskinan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan keuntungan atau laba. Untuk mencapai tujuan itu, perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan keuntungan atau laba. Untuk mencapai tujuan itu, perusahaan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam dunia bisnis-komersial, salah satu tujuan perusahaan adalah mendapatkan keuntungan atau laba. Untuk mencapai tujuan itu, perusahaan melakukan kegiatan-kegiatan

Lebih terperinci

LITURGI SABDA. Tahun C Minggu Paskah III. Bacaan Pertama Kis. 5:27b b-41. Kami adalah saksi dari segala sesuatu: kami dan Roh Kudus.

LITURGI SABDA. Tahun C Minggu Paskah III. Bacaan Pertama Kis. 5:27b b-41. Kami adalah saksi dari segala sesuatu: kami dan Roh Kudus. 1 Tahun C Minggu Paskah III LITURGI SABDA Bacaan Pertama Kis. 5:27b-32. 40b-41 Kami adalah saksi dari segala sesuatu: kami dan Roh Kudus. Bacaan diambil dari Kisah Para Rasul: Setelah ditangkap oleh pengawal

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : SMP-K PERMATA BUNDA CIMANGGIS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : SMP-K PERMATA BUNDA CIMANGGIS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : SMP-K PERMATA BUNDA CIMANGGIS : Pendidikan Agama Katolik : IX/2 : 2 x 40 menit A. Standar : Memahami dan melaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan Dunia dalam berbagai bidang kehidupan mempengaruhi kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan Dunia dalam berbagai bidang kehidupan mempengaruhi kehidupan BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kemajuan Dunia dalam berbagai bidang kehidupan mempengaruhi kehidupan dan nilai-nilai rohani masyarakat. Kehidupan rohani menjadi semakin terdesak dari perhatian umat

Lebih terperinci

LITURGI SABDA. Bacaan pertama. Karena dengki setan, maka maut masuk ke dunia. Bacaan diambil dari Kitab Kebijaksanaan

LITURGI SABDA. Bacaan pertama. Karena dengki setan, maka maut masuk ke dunia. Bacaan diambil dari Kitab Kebijaksanaan TAHN B - Hari Minggu Biasa X 28 Juni 2015 LTRG SABDA Bacaan pertama (Keb.1:13-15;2:23-24) Karena dengki setan, maka maut masuk ke dunia. Bacaan diambil dari Kitab Kebijaksanaan Allah tidak menciptakan

Lebih terperinci

Tahun C Hari Minggu Biasa III LITURGI SABDA. Bacaan Pertama Neh. 8 : 3-5a

Tahun C Hari Minggu Biasa III LITURGI SABDA. Bacaan Pertama Neh. 8 : 3-5a 1 Tahun C Hari Minggu Biasa III LITURGI SABDA Bacaan Pertama Neh. 8 : 3-5a. 6-7. 9-11 Bagian-bagian Kitab Taurat Allah dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan sehingga pembacaan dimengerti.

Lebih terperinci

MENDENGARKAN HATI NURANI

MENDENGARKAN HATI NURANI Mengejawantahkan Keputusan Kongres Nomor Kep-IX / Kongres XIX /2013 tentang Partisipasi Dalam Partai Politik dan Pemilu Wanita Katolik Republik Indonesia MENDENGARKAN HATI NURANI Ibu-ibu segenap Anggota

Lebih terperinci

GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN

GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN I Allah Tritunggal Kami percaya kepada satu Allah yang tidak terbatas, yang keberadaan-nya kekal, Pencipta dan Penopang alam semesta yang berdaulat; bahwa

Lebih terperinci

BAB XI MEMAKNAI HIDUP BERNEGARA. Dosen : Drs. Petrus Yusuf Adi Suseno, M.H. Modul ke: Fakultas MKCU. Program Studi Psikologi.

BAB XI MEMAKNAI HIDUP BERNEGARA. Dosen : Drs. Petrus Yusuf Adi Suseno, M.H. Modul ke: Fakultas MKCU. Program Studi Psikologi. BAB XI Modul ke: MEMAKNAI HIDUP BERNEGARA Fakultas MKCU Dosen : Drs. Petrus Yusuf Adi Suseno, M.H. www.mercubuana.ac.id Program Studi Psikologi MEMAKNAI HIDUP BERNEGARA A. PENDAHULUAN MEMAKNAI? -Memberi

Lebih terperinci

NOVENA PENTAKOSTA 2015 ROH KUDUS MEBANGKITKAN SIKAP SYUKUR DAN PEDULI

NOVENA PENTAKOSTA 2015 ROH KUDUS MEBANGKITKAN SIKAP SYUKUR DAN PEDULI NOVENA PENTAKOSTA 2015 ROH KUDUS MEBANGKITKAN SIKAP SYUKUR DAN PEDULI *HATI YANG BERSYUKUR TERARAH PADA ALLAH *BERSYUKURLAH SENANTIASA SEBAB ALLAH PEDULI *ROH ALLAH MENGUDUSKAN KITA DALAM KEBENARAN *ROH

Lebih terperinci

GURU-GURU PALSU: MOTIVASI MEREKA

GURU-GURU PALSU: MOTIVASI MEREKA Lesson 11 for June 10, 2017 Petrus ingin memperingatkan kita mengenai bahaya guru-guru palsu di dalam Gereja, seperti yang Paulus lakukan ketika bertemu dengan para penatua di Efesus (Kis 20: 28-31). Guru-guru

Lebih terperinci

REFORMASI KESEHATAN PERLU DILAKSANAKAN

REFORMASI KESEHATAN PERLU DILAKSANAKAN BEKERJA UNTUK YANG KECANDUAN REFORMASI KESEHATAN PERLU DILAKSANAKAN Setiap reformasi yang benar mendapat tempat dalam pekerjaan keselamatan dan cenderung mengangkat jiwa kepada satu kehidupan yang baru

Lebih terperinci

PERAYAAN HARI HIDUP BAKTI SEDUNIA Rohani, Maret 2012, hal Paul Suparno, S.J.

PERAYAAN HARI HIDUP BAKTI SEDUNIA Rohani, Maret 2012, hal Paul Suparno, S.J. 1 PERAYAAN HARI HIDUP BAKTI SEDUNIA Rohani, Maret 2012, hal 28-32 Paul Suparno, S.J. Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 6 Januari 1997 telah menetapkan bahwa tanggal 2 Februari, pada pesta Kanak-kanak

Lebih terperinci

Tahun A-B-C : Hari Raya Paskah LITURGI SABDA

Tahun A-B-C : Hari Raya Paskah LITURGI SABDA 1 Tahun A-B-C : Hari Raya Paskah LITURGI SABDA Bacaan Pertama Kis. 10 : 34a. 37-43 Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Bacaan diambil dari Kisah Para

Lebih terperinci

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB AUTIS

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB AUTIS - 1822 - C. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB AUTIS KELAS: VII Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan

Lebih terperinci

TAHUN B - Hari Minggu Biasa XVII 26 Juli 2015 LITURGI SABDA

TAHUN B - Hari Minggu Biasa XVII 26 Juli 2015 LITURGI SABDA TAHN B - Hari Minggu Biasa XV 26 Juli 2015 LTRG SABDA Bacaan pertama (2 Raj. 4 : 42-44) Orang akan makan, dan bahkan akan ada sisanya. Bacaan diambil dari Kitab Kedua Raja-Raja : Sekali peristiwa datanglah

Lebih terperinci

TANDA SALIB DAN SALAM Umat berdiri

TANDA SALIB DAN SALAM Umat berdiri 1 RITUS PEMBUKA PERARAKAN MASUK LAGU PEMBUKA TANDA SALIB DAN SALAM Umat berdiri Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Umat : Amin. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan

Lebih terperinci

TATA GEREJA PEMBUKAAN

TATA GEREJA PEMBUKAAN TATA GEREJA PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya gereja adalah penyataan Tubuh Kristus di dunia, yang terbentuk dan hidup dari dan oleh Firman Tuhan, sebagai persekutuan orang-orang percaya dan dibaptiskan ke

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG KEGIATAN

LATAR BELAKANG KEGIATAN PENDAHULUAN Kegiatan Lomba dalam rangka Perayaan Bulan Kitab Suci Nasional 2015 Berikut kami sadur sejarah BKSN sebagai pendahuluan. Saudara saudari terkasih dalam Kristus, bagi umat Katolik di Indonesia,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. hasil penelitian sebagai jawaban dari tujuan penelitian adalah: (1887) dan Kota Raja di Aceh (1881)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. hasil penelitian sebagai jawaban dari tujuan penelitian adalah: (1887) dan Kota Raja di Aceh (1881) BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang berhasil dirangkum oleh penulis berdasarkan hasil penelitian sebagai jawaban dari tujuan penelitian adalah: 1. Penyebaran agama Katolik di

Lebih terperinci

Suster-suster Notre Dame

Suster-suster Notre Dame Suster-suster Notre Dame Diutus untuk menjelmakan kasih Allah kita yang mahabaik dan penyelenggara Para suster yang terkasih, Generalat/Rumah Induk Roma Paskah, 5 April 2015 Kisah sesudah kebangkitan dalam

Lebih terperinci

Kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi (Luk 24:49)

Kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi (Luk 24:49) HR KENAIKAN TUHAN : Kis 1:1-11; Ef 1:17-23; Luk 24:46-53 Kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi (Luk 24:49) Sebelum menerima tahbisan imamat,

Lebih terperinci

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KELUARGA KATOLIK YANG BERKESADARAN HUKUM DAN MORAL, MENGHARGAI SESAMA ALAM CIPTAAN

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KELUARGA KATOLIK YANG BERKESADARAN HUKUM DAN MORAL, MENGHARGAI SESAMA ALAM CIPTAAN SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KELUARGA KATOLIK YANG BERKESADARAN HUKUM DAN MORAL, MENGHARGAI SESAMA ALAM CIPTAAN Disampaikan sebagai pengganti khotbah dalam Perayaan Ekaristi Minggu Biasa VI tanggal 10-11

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. SEKAMI adalah gerakan Internasional anak-anak yang tertua di seluruh dunia. Serikat

BAB I PENDAHULUAN. SEKAMI adalah gerakan Internasional anak-anak yang tertua di seluruh dunia. Serikat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner atau yang lebih dikenal dengan SEKAMI adalah gerakan Internasional anak-anak yang tertua di seluruh dunia. Serikat ini didirikan

Lebih terperinci

dibacakan pada hari Sabtu-Minggu, 1-2 Maret 2014

dibacakan pada hari Sabtu-Minggu, 1-2 Maret 2014 SURAT GEMBALA PRAPASKA 2014 KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG dibacakan pada hari Sabtu-Minggu, 1-2 Maret 2014 Allah Peduli dan kita menjadi perpanjangan Tangan Kasih-Nya untuk Melayani Saudari-saudaraku yang terkasih,

Lebih terperinci

c. Neraka d. wafatnya e. Kerajaan Allah

c. Neraka d. wafatnya e. Kerajaan Allah 1. Tuhan menciptakan pria dan wanita dengan memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini mau mengatakan bahwa manusia adalah. a. ciptaan Tuhan b. mahkluk yang paling sempurna c. ciptaan Tuhan yang unik d.

Lebih terperinci

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNARUNGU

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNARUNGU - 554 - C. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNARUNGU KELAS: VII Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan

Lebih terperinci

Pertanyaan Alkitab (24-26)

Pertanyaan Alkitab (24-26) Pertanyaan Alkitab (24-26) Bagaimanakah orang Kristen Bisa Menentukan Dia Tidak Jatuh Dari Iman/Berpaling Dari Tuhan? Menurut Alkitab seorang Kristen bisa jatuh dari kasih karunia, imannya bisa hilang.

Lebih terperinci

BAB II SIFAT-SIFAT GEREJA

BAB II SIFAT-SIFAT GEREJA 1 BAB II SIFAT-SIFAT GEREJA STANDAR KOMPETENSI Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan ber-gereja sesuai

Lebih terperinci

Pekerja Dalam Gereja Tuhan

Pekerja Dalam Gereja Tuhan Pekerja Dalam Gereja Tuhan Kim, seorang yang baru beberapa bulan menjadi Kristen, senang sekali dengan kebenaran-kebenaran indah yang ditemukannya ketika ia mempelajari Firman Tuhan. Ia membaca bagaimana

Lebih terperinci

UNISITAS DAN UNIVERSALITAS KESELAMATAN YESUS DALAM KONTEKS PLURALITAS AGAMA DI INDONESIA. Fabianus Selatang 1

UNISITAS DAN UNIVERSALITAS KESELAMATAN YESUS DALAM KONTEKS PLURALITAS AGAMA DI INDONESIA. Fabianus Selatang 1 UNISITAS DAN UNIVERSALITAS KESELAMATAN YESUS DALAM KONTEKS PLURALITAS AGAMA DI INDONESIA Fabianus Selatang 1 Abstrak Konsep keselamatan dalam Katolik jelas berbeda dengan pengertian keselamatan dalam agama-agama

Lebih terperinci

RANGKUMAN PELAJARAN AGAMA KATOLIK KELAS 3 SEMESTER

RANGKUMAN PELAJARAN AGAMA KATOLIK KELAS 3 SEMESTER RANGKUMAN PELAJARAN AGAMA KATOLIK KELAS 3 SEMESTER 2 Pelajaran 12. Sakramen Bapis 1) Ada 7 sakramen yang diakui oleh Gereja, yaitu: a) Sakramen Bapis b) Sakramen Ekarisi c) Sakramen Krisma d) Sakramen

Lebih terperinci

Moral Akhir Hidup Manusia

Moral Akhir Hidup Manusia Modul ke: 07Fakultas Psikologi Pendidikan Agama Katolik Moral Akhir Hidup Manusia Oleh : Drs. Sugeng Baskoro, M.M Program Studi Psikologi Bagian Isi TINJAUAN MORAL KRISTIANI AKHIR HIDUP MANUSIA (HUKUMAN

Lebih terperinci

LEMBAR KERJA SISWA AGAMA KATOLIK 2 ROMBONGAN KELAS XI

LEMBAR KERJA SISWA AGAMA KATOLIK 2 ROMBONGAN KELAS XI LEMBAR KERJA SISWA AGAMA KATOLIK 2 ROMBONGAN KELAS XI 2 DI SUSUN OLEH: PETRUS FABER.S.S.Pd Untuk Kalangan sendiri SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 78 JAKARTA Jalan Bhakti IV/1 Komp. Pajak Kemanggisan

Lebih terperinci

BAB I ARTI DAN MAKNA GEREJA

BAB I ARTI DAN MAKNA GEREJA BAB I ARTI DAN MAKNA GEREJA A. KOMPETENSI 1. Standar Kompetensi Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan

Lebih terperinci

PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK

PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK 1 MODUL PERKULIAHAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK IMAN KATOLIK Fakultas Program Studi Tatap Muka Reguler Kode MK Disusun Oleh MKCU PSIKOLOGI 02 MK900022 Drs. Petrus Yusuf Adi Suseno, M.H. Abstract Pada Bab

Lebih terperinci

ARAH DASAR KEUSKUPAN SURABAYA

ARAH DASAR KEUSKUPAN SURABAYA ARAH DASAR KEUSKUPAN SURABAYA 2010-2019 1. HAKIKAT ARAH DASAR Arah Dasar Keuskupan Surabaya merupakan panduan hidup menggereja yang diterima, dihayati dan diperjuangkan bersama oleh segenap umat Keuskupan

Lebih terperinci

PELAJARAN 15 PERJUANGAN MENEGAKKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

PELAJARAN 15 PERJUANGAN MENEGAKKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA PELAJARAN 15 PERJUANGAN MENEGAKKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA TUJUAN PEMBELAJARAN Pada akhir pelajaran, saya dapat: 1. menyebutkan bentuk-bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia; 2. menganalisis

Lebih terperinci

BAB I ARTI DAN MAKNA GEREJA

BAB I ARTI DAN MAKNA GEREJA BAB I ARTI DAN MAKNA GEREJA A. KOMPETENSI 1. Standar Kompetensi Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan

Lebih terperinci

Bacaan diambil dari Kitab Nabi Yesaya:

Bacaan diambil dari Kitab Nabi Yesaya: 1 Tahun A Hari Minggu Adven I LITURGI SABDA Bacaan Pertama Yes. 2 : 1-5 Tuhan menghimpun semua bangsa dalam Kerajaan Allah yang damai abadi. Bacaan diambil dari Kitab Nabi Yesaya: Inilah Firman yang dinyatakan

Lebih terperinci

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB 3 LANDASAN TEORI BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1. Sistem Ada berbagai macam pengertian tentang sistem. Menurut Eka Iswandy, sistem merupakan kumpulan unsur yang saling melengkapi dalam mencapai suatu tujuan dan sasaran (Iswandy,

Lebih terperinci

Rencana Allah untuk Gereja Tuhan

Rencana Allah untuk Gereja Tuhan Rencana Allah untuk Gereja Tuhan Yesus berkata, "Aku akan mendirikan jemaatku dan alam maut tidak akan menguasainya" (Matius 16:18). Inilah janji yang indah! Ayat ini memberitahukan beberapa hal yang penting

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan memenuhi tanggung jawab mereka sebagai bagian dari warga negara. berguna untuk pekerjaan dalam jangka panjang.

BAB I PENDAHULUAN. dan memenuhi tanggung jawab mereka sebagai bagian dari warga negara. berguna untuk pekerjaan dalam jangka panjang. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Masa dewasa awal merupakan permulaan dari suatu tahap kedewasaan dalam rentang kehidupan seseorang. Individu pada masa ini telah melewati masa remaja dan akan

Lebih terperinci

DISKURSUS, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2015:

DISKURSUS, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2015: DISKURSUS, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2015: 307-315 311 Karim Schelkens, John A. Dick, Jürgen Mettepenningen Aggiornamento?, Catholicism from Gregory XVI to Benedict XVI, Leiden/Boston: Brill, 2013, vi+247

Lebih terperinci

KAMIS DALAM PEKAN SUCI. Misa Krisma

KAMIS DALAM PEKAN SUCI. Misa Krisma KAMIS DALAM PEKAN SUCI 1. Seturut tradisi Gereja yang sangat tua, pada hari ini dilarang merayakan misa tanpa umat. Misa Krisma 2. Pemberkatan minyak orang sakit dan minyak katekumen serta konsekrasi minyak

Lebih terperinci

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNAGRAHITA

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNAGRAHITA - 980 - C. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNAGRAHITA KELAS: VII Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tanda nyata dari cinta Tuhan kepada manusia dinyatakan melalui sakramen-sakramen

BAB I PENDAHULUAN. Tanda nyata dari cinta Tuhan kepada manusia dinyatakan melalui sakramen-sakramen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanda nyata dari cinta Tuhan kepada manusia dinyatakan melalui sakramen-sakramen dalam Gereja. Melalui sakramen-sakramen dalam Gereja Tuhan hendak mencurahkan daya

Lebih terperinci

01. Pengantar: Konteks Kemunculan

01. Pengantar: Konteks Kemunculan 01. Pengantar: Konteks Kemunculan KEMUNCULAN KEPRIHATINAN SOSIAL GEREJA Ensiklik Paus Fransiskus yang terbaru berjudul Laudato si (24 Mei 2015) mengungkapkan keprihatinan Paus atas persoalan lingkungan

Lebih terperinci

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNADAKSA

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNADAKSA - 1374 - C. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNADAKSA KELAS: VII Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan

Lebih terperinci

Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius.

Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Thn B Hari Raya Paskah 5 April 2015 LTRG SABDA mat duduk Bacaan pertama (Kis. 10 : 34a. 37-43) Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah a bangkit dari antara orang mati. Bacaan diambil dari

Lebih terperinci

Inklusi Sosial: Dapatkah Kitab Suci

Inklusi Sosial: Dapatkah Kitab Suci Refleksi Bulanan No. 1 Maret 2017 Dimensi sosial evangelisasi: Praktek Yesus dalam cinta kasih inklusif kepada semua, Doktrin Sosial Gereja dan Sejarah SSpS dalam inklusi sosial Oleh Sr. Mary John Kudiyiruppi

Lebih terperinci

INJIL YESUS KRISTUS BAGI DUNIA. melainkan beroleh hidup yang kekal Yohanes 3:16. (Bahasa Indonesian)

INJIL YESUS KRISTUS BAGI DUNIA. melainkan beroleh hidup yang kekal Yohanes 3:16. (Bahasa Indonesian) (Bahasa Indonesian) INJIL BAGI DUNIA Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-nya tidak binasa, melainkan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAAN (RPP) * * * * * * MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK KELAS X SEMESTER I & II * * * *

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAAN (RPP) * * * * * * MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK KELAS X SEMESTER I & II * * * * RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAAN (RPP) * * * * * * MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK KELAS X SEMESTER I & II * * * * SMK GRAFIKA DESA PUTERA TAHUN AJARAN 2008/2009 JAKARTA RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAAN

Lebih terperinci