dan Agustin, 2005). Dalam rangka

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "dan Agustin, 2005). Dalam rangka"

Transkripsi

1 ANALISIS TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PADA USAHATAI\TI KAKAO (STT]DI KASUS PADA MASYARAKAT TAI\U EKSODUS DI KECAIVTATAIY LASALIMU KABTJPATEN BUTON) Oteh : Munirwan Zani t) ABSTRACT The research entitled Analysis of the Level of Technology Usage in the Cocoa Farming (A Case Study in lnternally Displaced tersons (ldp) Farming Community in Lasalimu Subdistrict of Buton District) aimed to describe the level in the use of farm technology in cocoa farming cultivated by IDP farmers and factors aftecting such technology usage. The research was conducted on 50 IDP farmers cultivating cocoa using interview method. Research results indicated that the level of farm technology usage in the cocoa farming was in the moderate category with the average score of 55,84. Factors that have statistically significant affect on the level of technology usage are cocoa farming experience, farm size, and capital. Key words : Technologi usage! Cocoa Farming, lnternally Displaced Persons PENDAHTJI,UAN Komoditi kakao (Theobroma cacao L) sebagai salah satu komoditi ekspor andalan Indonesia yang sejak beberapa tahun terakhir dipacu pengembangannya untuk meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan pasar dalam negeri yang semakin meningkat sejalan dengan makin berkembangnya sector agro industri, maupun untuk mdmenuhi permintaan pasar luar negeri. Petani kakao di Indonesia pada umumnya belum dapat meningkatkan hasil produksi usahataninya, karena berbagai hambatan dan kelemahan, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Menurut Martadinata (1997) bahwa kelemahan usahatani kakao di Indonesia antara lain : (l) terbatasnya pengguniun bahan tanaman unggul dan sarana produksi, (2) produktivitas beragam dan relatif rendah, (3) kurang modal, (4) keterbatasan teknologi dan pengetahuan petani, (5) sistem kemitraan belum merata, (6) petani belum terbiasa berhubungan dengan lembaga perbankan, dan (7) petani masih bersifat konsumtif. Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah sentra produksi kakao di Indonesia. Sejak tahun 1990 hingga 2002 area kakao di Sulawesi Tenggara terus mengalami peningkatan dari ha menjadi ha dengan rata-rata pertumbuhan 4,13o/o per tahun. Produksi kakao juga mengalami peningkatan dari ton pada tahun 1990 menjadi ton pada tahun 2002 atau meningkat rata-rata 9,87o per tahun (Darwis dan Agustin, 2005). Dalam rangka peningkatan produksi dan mutu kakao djperlukan teknik yang tepat, dalam p.elaksanaan produksi, sehingga produksi per hektamya leblh tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan teknologi yang tepat dan berdasya guna bagi petani kakao. Namun penerapan teknologi tidak selamanya diterima dan dimanfaatkan oleh petani, karena penerapan teknologi tersebut membutuhkan tambahan biaya usahatani. Menurut Soekartawi (1987) bahwa kendala yang dihadapi petani adalah dalam penerapan teknologi membutuhkan biaya yang tinggi, sehingga petani dihadapkan pada keterbatasan biaya operasi usahataninya. Disamping itu penerapan teknologi tidak dilakukan dengan sempurna oleh petani kakao, karena mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang masih rendah, sehingga untuk mengatasi hal tersebut pemerintah melakukan penyuluhan dan memberikan bantuan dalam t' Staf Pengaisr Jurusan Sosek Fakultrer Perlanian (Jniversitas Hatuoleo, Kerdari, 64

2 65 bentuk subsidi sarana produksi serta pemberian bantuan modal usaha dalam bentuk kredit. Sejak tahun 1999 di Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton telah dilakukan pengembangan tanaman kakao. Pengembangan tanaman kakao tersebut dilakukan oleh masyarakat eksodus. Namun yang menjadi persoalan adalah masyarakat eksodus tersebut memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pengelolaan usahatani yang rendah, mengingat latar belakang pekerjaan mereka sebelumnya adalah umumnya sebagai pedagang. Disamping itu tingkat pendidikan mereka rata-rata tergolong rendah dan kepemilikan modal yang kecil. Usahatani kakao yang diusahakan masyarakat tani eksodus telah melakukan panen sejak tahun 2003, dan pada tahun 2004 produktivitas yang dicapai adalah 0,5 ton per hektar. Produktivitas yang dicapai tersebut masih lebih rendah dari produktivitas rata-rata Sulawesi Tenggaiil yakni 0,987 ton per hektar (Disbun Sultra, 2N2). Rendahnya produktivitas yang dicapai tersebut salah satunya disebabkan penerepan teknologi yang belum optimal. Dengan kondisi tersebut di atas, maka pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana tingkat penerapan teknologi pada usahatani kakao yang diusahakan masyarakat tani eksodus dan fbktor-faktor apa yang mempeng:ruhi penerapan teknologi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan tingkat penerapan teknologi dan faktor-faklor yang mempengaruhi penerapan teknologi pada usahatani kakao yang diusahakan masyarakat tani eksodus di Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Satuan Pemukiman I (SP I) Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton yang merupakan daerah sentra pengembangan tanaman kakao oleh masyarakat tani eksodus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat tani eksodus yang mengusahakan tanaman kakao di Satuan Pemukiman I (SP I) Kecamatan Lasalimu yang berjumlah l4l KK. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) sebanyak 35% dari populasi, sehingga jumlah sampel penelitian sebanyak 50 KK. Jenis data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui metode wawancara terstruktur, wawancara terbuka, dan pengamatan langsung, meliputi : identitas responden, luas lahan garapan dan modal, serta penerapan teknologi pada usahatani kakao yaitu pada Tanaman Menghasilkan (TM), meliputi : bahan tanaman, pemeliharaan tanaman, perlindungan tanaman, dan pemungutan hasil. Data sekunder dikumpulkan melalui metode dokumentasi dengan menelusuri data dan dokumen yang diperlukan dari kantor Kecamatan Lasalimu dan BPP Kecamatan Lasalimu. Untuk mengetahui tingkat penerapan teknologi pada usahatani kakao, maka dilakukan pengukuran tingkat penerapan teknologi berdasarkan Impoct Point. Skor penerapan berkisar antara 0 sampai 100, yang selanjutnya dibagi menjadi tiga tingkat penerapan yaitu : (a) Skor 0-33 kategori tingkat penerap:ur teknologi rendah; (b) Skor kategori tingkat penerapan teknologi sedang; dan (c) Skor kategori tingkat penerapan teknologi tinggi Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan teknologi pada usahatani kakao, maka dilakukan analisis regresi linear berganda melalui sistem komputerisasi, dengan formulasi sebagai berikut: Y: ao *?rxr * a,zxz * &rx: + &xq * itsxs +aoxo+e Dimana: Y = Skortingkatpenerapan teknologi pada usahatani kakao; ao Perpotongan atau intercept; x1 = Umur; x2 : Tingkat pendidikan formal; x3 : Jumlah anggota keluarga; x4 berusahatani kakao; x5 Pengalaman Luas lahan garapan; x6 : Modal; al,a2,a3,a4, a5, dan a6 : koefisien dari masing-masing variabel x:dane = Error AGRIPLUS, Volume 77 Nomor LlJanuari 20O7, ISSN B5+0128

3 66 HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Teknologi Usahatani Kakao l{asil penelitian menunjukan bahwa skor pcnerapan teknologi pacla usahatani kakao yang dicapai petani responden berkisar antara 34 sampai 75 dengan rata-rata sebesar 55,84. tjntuk lebih jelasnya mengenai tingkat oleh petani responden dapat dilihat pada Tabel l. l-abel l. 'l'ingkat l)encrapan Teknologi pada Usahatani Kakao Petani Responden di Kecamatan Lasalimu, Tahun 2006 Tingkat Penerapan Teknologi Sedang (skor 34-66) Tinggi (skor67-100) Jumlah Resoonden Orang 45 5 Persentase (%\ 90,00 10,00 Jumlah ,00 Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan teknologi pada usahatani kakao belum sepenuhnya dilakukan petani disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu : l) modal yang dimiliki petani rendah, 2\ Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki petani responden tentang beberapa hal yang berkenaan dengan penerapan teknologi masih kurang. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Teknologi Pada Usahatani Kakao Oleh Masyarakat Tani Eksodus di Kecamatan Laselimu l. Analisis Sirnultan Berdasarkan hasil pengolahan data maka diperoleh persamaan sebagai berikut Y : 7,289-0,l39xr + 0,gggXz + 0,303Xr + 8,27 6X4-34,739X5 + 0,0000 I 4 I x6 Dirnana : Tabel I menunjukan mayoritas petani y : Skor penerapan Teknologi; responden memiliki tingkat penerapan X' : Umur (Tahun); Xr: peniidikan Formal teknologi pada usahatani kakao yang sedang. (Tahun); 1g, = jumutr A,nggota Kgluarga H1l ini menggambarkan bahwa penerapan (grang); Xr = pengalamai- Berusaha-ini teknologi pada usahatani kakao telah (auo lfanun); X5 = Lqas Lahan G.4rapan dilaksanakan oleh petani responden namun titet ta.y; dan iu =" n{odal (Rupl"n) belum optimal. Komponen teknologi yang belum diterapkan oleh sebagian besar petani bebas (X) secara benama_sama terhadap responden adalah penggunaan bahan tanaman variabel terikat (y) maka disusun analisis dan pemeliharaan tanaman. varians sebagai berikut : Tabel 2. Analisis Varians Regresi Linear Berganda Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi penerapan Teknologi Pada Usahatani Kakao di Kecamatan Lasalimu, Tahun Z0b6 - Signifikan 3 r 3 t, , ** Keterangan : *r = Berpengaruh sangat nyata pada tarafkepercayaanggo/o(a = 0,0r) ACRIPLUS, Volumc t7 Nomor Ltlanueri Z(M7, ISSN 0gfi4-012g

4 67 Berdasarkan hasil analisis seperti terlihat pada Tabel 2 diperoleh tingkat signifikansi F-hitung 0,000 lebih kecil dari taraf kesalahan lyo berarti bahwa seluruh variabel bebas (X) secara bersama-sama menunjukan pengaruh yang sangat nyata terhadap penerapan teknologi pada usahatani kakao/variabel terikat (Y). ilai koefisien determinasi (R2; sebesar 0,508 yang berarti bahwa 50,8Vo keragaman variabel terikat (Y) dijelaskan atau dapat diterangkan bleh keragaman variabel bebas (X), dan sisanya 49,2o diterangkan oleh keragaman variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model analisis. Sedangkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,713 dengan tanda positif dan mendekati I yang berarti bahwa variabel terikat (Y) mempunyai hubungan yang erat atau kuat dengan seluruh variabel bebas (X). 2. Analisis Parsial Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (X) secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikat (Y) digunakan uji t. Untuk memudahkan pembahasan, maka hasil analisis regresi linear berganda diringkas seperti tampak pada Tabel 3. Tabel 3. Nilai Parameter Analisis Regresi Linear Berganda Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Teknologi Pada Usahatani Kakao di Kecamatan l,asalimu, Tahun 2006 N. Variabel Bebas (X) Koefisien Regresi(bi) rhitung Signifikansi I Umur (X1) Pendidikan Formal (X2) Jumlah Anggota Keluarga (X3) Pengalaman Berusahatani ()fu ) Luas Lahan Garapan (X5) Modal (X6) -0,139 0,898 0,303 8,276-34,738 0,000014t - I,l g4tn l,6gob' 0,245t' 3,562** -2,216* 2,454* 0,243 0,098 0,807 0,001 0,032 0,019 Keterangan' :t:t : Berpengaruhsangatnyatapadac:0,01; * : Berpengaruhnyatapadaa:0,05;6 = Berpengaruh tidak nyata pada a = 0,05 Penjelasan masing-masing factor yang berpengaruh sebagai berikut: (a). Umur (X1), mempunyai nilai koefisien regresi (b1) sebesar -0,139 dan t-hitung (tr) : -1,184 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,243, yang berarti bahwa variabel umur (Xr) mempunyai hubungan yang negatif dan berpengaruh tidak nyata terhadap penerapan nyata 5Yo. (b). Pendidikan formal (X2), mempunyai nilai koefisien regresi (b2) sebesar 0,898 dan t-hitung (t2): 1,690 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,098, yang berarti bahwa variabel pendidikan formal (X2) mempunyai hubungan yang positif dan berpengaruh tidak nyata terhadap penerapan teknologi pada usahatani kakao pada taraf nyata 5%o. (c). Jumlah anggota keluarga (X3), mempunyai nilai koefisien regresi (b3) sebesar 0,303 dan t- hitung (tz):0,245 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,807, yang berarti bahwa variabel jumlah anggota keluarga (X3) mempunyai hubungan yang positif dan berpengaruh tidak nyata terhadap penerapan teknologi pada usahatani kakao pada taraf nyata 5%. (d). Pengalaman berusahatani kakao (&), mempunyai nilai koefisien regresi (br) sebesar 8,276 dan t-hitung (ta) : 3,562 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001, yang berarti bahwa variabel pengalaman berusahatani kakao ()Q) mempunyai hubungan yang positif dan berpengaruh sangat nyata terhadap penerapan nyata lo/o, sehingga semakin lama pengalaman, maka penerapan teknologi pada usahatani kakao akan semakin tinggi. Nilai koefisien regresi sebesar 8,276 berarti bahwa setiap penambahan pengalaman berusahatani kakao sebesar satu satuan akan menyebabkan skor penerapan teknologi meningkat sebesar AGRIPLUS, Volume 17 Nomor Ollanuad 20O7, ISSN 0g

5 68 8,276 satuan, dengan anggapan variabel lain tetap (cateris paribus). (e). Luas lahan garapan (Xs), mempunyai nilai koefisien regresi (b5) sebesar -34,73E dan t-hitung (t5) : -2,261 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,032, yang berarti bahwa variabel luas lahan gsrapan (Xs) mempunyai hubungan yang negatif dan berpengaruh nyata terhadap pada taraf nyata SVo, sehingga semakin luas lahan garapan, maka ponerapan teknologi pada usahatani kakao akan semakin rendah. Nilai koefisien regresi sebesar -34,738 berarti bahwa setiap penambahan luas lahan garapan sebesar satu satuan akan menyebabkan skor peperapan teknologi menurun sebesar 34,738 satuar\ dengan anggapan variabel lain tetap (cateris paribus ; dan (0 Modal (Xo), mempunyai nilai koefisien regresi (be) sebesar 0, dan t-hitung (k) = 2,454 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,018, yang berarti bahwa variabel modal (Xo) mempunyai hubungan yang positif dan berpengaruh nyata terhadap penerapan nyata 5%o, sehingga semakin besar modal, maka penerapan teknologi pada usahatani kakao akan semakin tinggi. Nilai koefisien regresi sebesar I berarti bahwd setiap penambahan modal scbesar satu satuan akan menyebabkan skor pcnerapan teknologi meningkat sebesar 0, satuan, dengan anggapan variahrel lain tctap (caleris parihu.s). KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : ( l) f ingkat oleh masyarakat tani eksodus di Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton tergolong sedang dengan skor rata-rata sebesar 55,84. (2) Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap penerapan teknologi pada usahatani kakao yang diusahakan masyarakat tani eksodus di Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton adalah pengalaman berusahatani kakao, luas lahan garapan, dan modal. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada semua pihak yang berkepentingan, utamanya Pemerintah Daerah Kabupaten Buton agar dapat merumuskan suatu kebijakan yang dapat membantu dan mendorong peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani, serta memberikan bantuan modal kepada petani, sehingga petani dapat mengelola usahataninya secara intensif untuk meningkatkan penerapan teknologi pada usahatani kakao. DAFTAR PUSTAKA Arronimous, Pedoman Teknis, Identifikasi, ', dan Pemecahan Masalah Penentu (fmpact. Point). Direktorat Jqnderal Perkebunan. Jakarta. l Statistik Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara. Dinas Perkebunan Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara. Kendari. Darwis dan Agustin N.K Perspektif Agribisnis Kakao di Sulawesi Tenggara. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (SOCA). Volume 5 Nomor 3 November Martadinat Prospek Bisnis Kakao. Pusat Penelitian Kopidan Kakao. Jember. Soekartawi, Ilmu Usahatani dan Penelitian Untuk Pengembangan Petani Kecil. UI - Press. Jakarta. AGRIPLUS, Yolume 17 Nomot Olleauari 2(M7, ISSN

KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU. Trisna Anggreini 1)

KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU. Trisna Anggreini 1) KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU Trisna Anggreini 1) Abstract. The purpose of this research are acessing the correlation of attitudes

Lebih terperinci

ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOM TERHADAP KEWIRAUSAHAAN PENGUSAHA INDUSTRI KECIL DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR

ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOM TERHADAP KEWIRAUSAHAAN PENGUSAHA INDUSTRI KECIL DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOM TERHADAP KEWIRAUSAHAAN PENGUSAHA INDUSTRI KECIL DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR ANALYSIS RELATIONSHIP OF SOCIOECONOMIC CHARACTERISTICS ON CHARACTERISTICS

Lebih terperinci

Deskripsikan Maksud dan Tujuan Kegiatan Litbangyasa :

Deskripsikan Maksud dan Tujuan Kegiatan Litbangyasa : ISI FORM D *Semua Informasi Wajib Diisi *Mengingat keterbatasan memory database, harap mengisi setiap isian dengan informasi secara general, singkat dan jelas. A. Uraian Kegiatan Deskripsikan Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci

Lilis Nurlina Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran

Lilis Nurlina Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Hubungan Antara Tingkat Pelayanan Sarana Produksi dan Kegiatan Penyuluhan dengan Keberlanjutan Usaha Anggota Koperasi Relation Between Input Service Level and Extension Activity with Cooperative s Member

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 21 Pengertian Regresi Linier Pengertian regresi secara umum adalah sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih

Lebih terperinci

ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA MOPUYA UTARA KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA MOPUYA UTARA KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi pada...(benu Olfie L. Suzana, Joachim N.K. Dumais, Sudarti) ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA MOPUYA UTARA KECAMATAN

Lebih terperinci

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL)

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) ABSTRAK Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) Permasalahan kredit bermasalah merupakan masalah serius yang masih menghantui

Lebih terperinci

ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Jurnal Ilmiah AgrIBA No2 Edisi September Tahun 2014 ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Oleh : Siska Alfiati Dosen PNSD dpk STIPER Sriwigama Palembang

Lebih terperinci

PENDUGAAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE PREDIKSI TAK BIAS LINIER TERBAIK EMPIRIK PADA MODEL PENDUGAAN AREA KECIL SKRIPSI

PENDUGAAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE PREDIKSI TAK BIAS LINIER TERBAIK EMPIRIK PADA MODEL PENDUGAAN AREA KECIL SKRIPSI PENDUGAAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE PREDIKSI TAK BIAS LINIER TERBAIK EMPIRIK PADA MODEL PENDUGAAN AREA KECIL SKRIPSI Disusun Oleh: NANDANG FAHMI JALALUDIN MALIK NIM. J2E 009

Lebih terperinci

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013 i ADAPTASI MODEL DELONE DAN MCLEAN YANG DIMODIFIKASI GUNA MENGUJI KEBERHASILAN APLIKASI OPERASIONAL PERBANKAN BAGI INDIVIDU PENGGUNA SISTEM INFORMASI (STUDI KASUS PADA PD.BPR BKK DI KABUPATEN PATI) Skripsi

Lebih terperinci

! "#$"# "%& '(&) *)+ )"$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4

! #$# %& '(&) *)+ )$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4 BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatori, yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh tingkat kecerdasan emosi dan sikap pada budaya organisasi

Lebih terperinci

HUBUNGAN MODAL SOSIAL DAN MODAL MANUSIA DENGAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET DI KECAMATAN TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR

HUBUNGAN MODAL SOSIAL DAN MODAL MANUSIA DENGAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET DI KECAMATAN TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR HUBUNGAN MODAL SOSIAL DAN MODAL MANUSIA DENGAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET DI KECAMATAN TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR Nukmal Hakim*, Henny Malini*, Selly Oktarina* ABSTRAK Hubungan Modal Sosial

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR OLEH : PIRTAHAP SITANGGANG 120521115 PROGRAM STUDI STRATA

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil uji itas dan Reliabilitas Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik, sehingga mengahasilkan

Lebih terperinci

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI Oleh : ADITYA RAHMAN HAKIM 2005210181 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS

Lebih terperinci

PERANAN JUMLAH BIJI/POLONG PADA POTENSI HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) F6 PERSILANGAN VARIETAS ARGOMULYO DENGAN BRAWIJAYA

PERANAN JUMLAH BIJI/POLONG PADA POTENSI HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) F6 PERSILANGAN VARIETAS ARGOMULYO DENGAN BRAWIJAYA PERANAN JUMLAH BIJI/POLONG PADA POTENSI HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) F6 PERSILANGAN VARIETAS ARGOMULYO DENGAN BRAWIJAYA (Role The Number of Seeds/Pod to Yield Potential of F6 Phenotype Soybean

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Instrumen Data Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang dipergunakan untuk mengukur apa yang diukur. Adapun caranya adalah dengan mengkorelasikan antara

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi KONTRIBUSI PEMBERIAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAHDAN KEMAMPUAN EKONOM ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS EKONOMI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 1 SAMBIREJO TAHUN AJARAN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI Diajukan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi dalam hal ini

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi dalam hal ini BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teori dan Fungsi Produksi Produksi sering diartikan sebagai penciptaan guna, yaitu kemampuan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi dalam hal ini mencakup

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Desain Penelitian Penelitian Jenis dan Metode Unit Analisis Time Horizon Penelitian T-1 Asosiatif/survey Organisasi-Departemen

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT MOTIVASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN PERTANIAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT MOTIVASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN PERTANIAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT MOTIVASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN PERTANIAN (Kasus : Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang) Martumbur Ivan *), Luhut Sihombing **), Jufri **)

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Uji Asumsi. Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Uji Asumsi. Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi, BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Uji Asumsi Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi, terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi terhadap data penelitian. Uji asumsi yang dilakukan

Lebih terperinci

ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102

ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102 ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2014 ANALISIS

Lebih terperinci

ANOVA SATU ARAH Nucke Widowati Kusumo Projo, S.Si, M.Sc

ANOVA SATU ARAH Nucke Widowati Kusumo Projo, S.Si, M.Sc ANOVA SATU ARAH Nucke Widowati Kusumo Proo, S.Si, M.Sc It s about: Ui rata-rata untuk lebih dari dua populasi Ui perbandingan ganda (ui Duncan & Tukey) Output SPSS PENDAHULUAN Ui hipotesis yang sudah kita

Lebih terperinci

SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA

SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA Agusrawati //Paradigma, Vol. 16 No.1, April 2012, hlm. 31-38 SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA Agusrawati 1) 1) Jurusan Matematika FMIPA Unhalu, Kendari, Sulawesi Tenggara

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Karakteristik Responden Penelitian Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. Tbk Divisi Acess Makassar sebanyak 50 orang terpilih berdasarkan populasinya.

Lebih terperinci

POPULASI DAN SAMPEL. Gambar 1 POPULASI dan SAMPEL

POPULASI DAN SAMPEL. Gambar 1 POPULASI dan SAMPEL Pengertian Populasi dan Sampel POPULASI DAN SAMPEL Kata populasi (population/universe) dalam statistika merujuk pada sekumpulan individu dengan karakteristik khas yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI, DAN PROMOSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PATI TESIS

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI, DAN PROMOSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PATI TESIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI, DAN PROMOSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PATI TESIS Oleh: Mimpi Arde Aria NIM : 2008-01-020 PROGAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

Lebih terperinci

ABSTRAK II. TINJAUAN PUSTAKA I. PENDAHULUAN

ABSTRAK II. TINJAUAN PUSTAKA I. PENDAHULUAN HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEKERASAN DAN WAKTU PEMECAHAN DAGING BUAH KAKAO (THEOBROMA CACAO L) 1) MUH. IKHSAN (G 411 9 272) 2) JUNAEDI MUHIDONG dan OLLY SANNY HUTABARAT 3) ABSTRAK Permasalahan kakao Indonesia

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen kategori cukup yaitu pada interval 50-57 dengan nilai rata-rata 55. BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang penulis peroleh selama mengadakan penelitian, maka pada bab ini akan dianalisa dengan

Lebih terperinci

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR TEKNIKAL DAN FAKTOR FUNDAMENTAL PENGARUHNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TRADING FOREX OLEH HASTON BALMAYEN SILALAHI

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR TEKNIKAL DAN FAKTOR FUNDAMENTAL PENGARUHNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TRADING FOREX OLEH HASTON BALMAYEN SILALAHI SKRIPSI ANALISIS FAKTOR TEKNIKAL DAN FAKTOR FUNDAMENTAL PENGARUHNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TRADING FOREX OLEH HASTON BALMAYEN SILALAHI 110523043 PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN DEPARTEMEN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Lingkup penelitian ini mempelajari analisis mutu dan pengaruhnya terhadap keputusan pasien BPJS ASKES memilih layanan kesehatan di Rumah Sakit Dr

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Peranan agribisnis dalam perekonomian Indonesia diharapkan dapat

I. PENDAHULUAN. Peranan agribisnis dalam perekonomian Indonesia diharapkan dapat I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peranan agribisnis dalam perekonomian Indonesia diharapkan dapat menjamin pertumbuhan ekonomi, kesempatan lcerja dan memperbaiki kondisi kesenjangan yang ada. Keunggulan

Lebih terperinci

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Baiq Neni Sugiatni, Jumailiyah, dan Baiq Rohiyatun Administrasi pendidikan, FIP IKIP Mataram Email :Baiqnenysugiatni@gmail.com

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Juni 2013 sampai dengan 19 Agustus 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Juni 2013 sampai dengan 19 Agustus 2013. BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Juni 2013 sampai dengan 19 Agustus 2013. Adapun penelitian ini berlokasi di Sekolah Menengah

Lebih terperinci

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID ABSTRAK PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID Ekowati Retnaningsih dan Rini Oktariza Angka kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah di Indonesia mencapai 15,9%. Prevalensi

Lebih terperinci

ANALISIS USAHA PEMBESARAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp) DI KOLAM AIR DERAS DI KABUPATEN KLATEN

ANALISIS USAHA PEMBESARAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp) DI KOLAM AIR DERAS DI KABUPATEN KLATEN 1 NASKAH PUBLIKASI ANALISIS USAHA PEMBESARAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp) DI KOLAM AIR DERAS DI KABUPATEN KLATEN JURUSAN/ PROGRAM STUDI SOSIAL EKONOMI PERTANIAN / AGROBISNIS Oleh : Ratih Ayu Dwi Ratnawati

Lebih terperinci

MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR UNTUK MAKSUD KERJA. Karnawan Joko Setyono. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR UNTUK MAKSUD KERJA. Karnawan Joko Setyono. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR UNTUK MAKSUD KERJA Abstract Karnawan Joko Setyono Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang The objectives of this research are to calibrate

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 91/Permentan/OT.140/9/2013 TENTANG PEDOMAN EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 91/Permentan/OT.140/9/2013 TENTANG PEDOMAN EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 9/Permentan/OT.40/9/03 TENTANG PEDOMAN EVALUASI KINERJA PENYULUH PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

ANALISIS PROFFITABILITAS USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG

ANALISIS PROFFITABILITAS USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG ANALISIS PROFFITABILITAS USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG (Studi Kasus di II Desa Gunungrejo Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan) Ista Yuliati 1, Zaenal Fanani 2 dan Budi Hartono 2 1) Mahasiswa Fakultas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel. variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel. variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel Definisi operasional adalah definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi

Lebih terperinci

Hubungan Karakteristik Petani Dengan Kompetensi Usahatani Jagung di Tiga Kecamatan di Kabupaten Pohuwato

Hubungan Karakteristik Petani Dengan Kompetensi Usahatani Jagung di Tiga Kecamatan di Kabupaten Pohuwato Hubungan Karakteristik Petani Dengan Kompetensi Usahatani Jagung di Tiga Kecamatan di Kabupaten Pohuwato Mohamad Ikbal Bahua 1), Marleni Limonu 2) 1. Dosen Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi

Lebih terperinci

Analysis Of Variance(Anova) week 12. I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom resika.arthana@gmail.com http://www.rey1024.com

Analysis Of Variance(Anova) week 12. I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom resika.arthana@gmail.com http://www.rey1024.com Analysis Of Variance(Anova) week 12 Universitas Pendidikan Ganesha I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom resika.arthana@gmail.com http://www.rey1024.com 1 Pendahuluan Uji perbedaan dua rata-rata menggunakan

Lebih terperinci

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONTRIBUSI USAHATERAK AYAM RAS PETELUR TERHADAP PENDAPATAN RUMAHTANGGA DI KECAMATAN KRAS KABUPATEN KEDIRI ABSTRACT

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONTRIBUSI USAHATERAK AYAM RAS PETELUR TERHADAP PENDAPATAN RUMAHTANGGA DI KECAMATAN KRAS KABUPATEN KEDIRI ABSTRACT FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONTRIBUSI USAHATERAK AYAM RAS PETELUR TERHADAP PENDAPATAN RUMAHTANGGA DI KECAMATAN KRAS KABUPATEN KEDIRI Eka Nurwahyuni 1), Hari Dwi Utami 2) dan Budi Hartono 2) 1 Mahasiswa

Lebih terperinci

PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA)

PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA) PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA) Febri Alfiansyah Universitas Negeri Surabaya E-mail: febri_alfiansyah@rocketmail.com Abstract

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH Endang Tri Wahyuni A.: Pengaruh Faktor Syariah, Tingkat Keuntungan Bagi 269 PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Konseptual Menurut teori teori yang di uraikan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE Di Daerah Sanan, Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing, Kodya Malang Jawa Timur

Lebih terperinci

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Teknologi Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao : Studi Kasus di Sulawesi Barat

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Teknologi Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao : Studi Kasus di Sulawesi Barat Pelita Perkebunan 2006, 22(3), 222 236 Herman, Hutagaol, Sutjahjo, Rauf dan Priyarsono Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Teknologi Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao : Studi Kasus di

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK. (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo)

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK. (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo) PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo) SKRIPSI Disusun Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Persyaratan Guna Meraih

Lebih terperinci

DI KELAS 2014/2015. SKRIPSI Diajukan Guna Program

DI KELAS 2014/2015. SKRIPSI Diajukan Guna Program PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DI KELAS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA MTA SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian...

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian... ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai derajat tingkah laku prososial pada remaja usia 13-15 tahun dalam masyarakat Kasepuhan kawasan Gunung Halimun Jawa Barat. Sesuai dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau rancangan penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian diarahkan untuk mendiskripsikan suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo,

Lebih terperinci

EVALUASI DAN ANALISIS KEHILANGAN HASIL AKIBAT SERANGAN PENGGEREK BUAH KAKAO, Conopomorpha cramerella (SNELLEN) DI SUBAK ABIAN TUNAS MEKAR

EVALUASI DAN ANALISIS KEHILANGAN HASIL AKIBAT SERANGAN PENGGEREK BUAH KAKAO, Conopomorpha cramerella (SNELLEN) DI SUBAK ABIAN TUNAS MEKAR EVALUASI DAN ANALISIS KEHILANGAN HASIL AKIBAT SERANGAN PENGGEREK BUAH KAKAO, Conopomorpha cramerella (SNELLEN) DI SUBAK ABIAN TUNAS MEKAR Made Sukarata,SP (POPT Ahli Madya) Dinas Perkebunan Provinsi Bali

Lebih terperinci

PERAN LUAS PANEN DAN PRODUKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI JAWA TIMUR

PERAN LUAS PANEN DAN PRODUKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI JAWA TIMUR EMBRYO VOL. 7 NO. 1 JUNI 2010 ISSN 0216-0188 PERAN LUAS PANEN DAN PRODUKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI JAWA TIMUR Fuad Hasan Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo

Lebih terperinci

PENGARUH TUNTUTAN GANTI RUGI TERHADAP KEBIJAKAN PENENTUAN LABA DALAM LAPORAN KEUANGAN: PENGUJIAN LITIGATION HYPOTHESIS PERUSAHAAN INDONESIA

PENGARUH TUNTUTAN GANTI RUGI TERHADAP KEBIJAKAN PENENTUAN LABA DALAM LAPORAN KEUANGAN: PENGUJIAN LITIGATION HYPOTHESIS PERUSAHAAN INDONESIA PENGARUH TUNTUTAN GANTI RUGI TERHADAP KEBIJAKAN PENENTUAN LABA DALAM LAPORAN KEUANGAN: PENGUJIAN LITIGATION HYPOTHESIS PERUSAHAAN INDONESIA The Influence of Legal Cost to Accounting Choices in Financial

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN

STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN (Studi Korelasional Pengaruh Strategi Komunikasi Tim Penggerak PKK Pokja IV Terhadap Tingkat Kesadaran Masyarakat Mengenai Kesehatan di Kelurahan Dendang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Rumah sakit merupakan salah satu unit usaha yang memberikan pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu pelayanan kesehatan yang diberikan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam upaya pelaksanaan penelitian, maka peneliti melakukannya pada :

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam upaya pelaksanaan penelitian, maka peneliti melakukannya pada : 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Dalam upaya pelaksanaan penelitian, maka peneliti melakukannya pada : 1. Tempat Penelitian Guna memperoleh data yang diperlukan dalam penulisan

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA (Studi Eksperimen Di kelas XI IPA SMA Negeri 4 Tasikmalaya)

Lebih terperinci

Universitas Negeri Malang E-mail: livia.mat09@gmail.com

Universitas Negeri Malang E-mail: livia.mat09@gmail.com 1 APLIKASI ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT DIABETES MELLITUS (Studi Kasus di Puskesmas Tempeh Kab. Lumajang) Universitas Negeri Malang E-mail: livia.mat09@gmail.com

Lebih terperinci

PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK DAN KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN TERHADAP EFEKTIVITAS SISTEM SELF ASSESSMENT

PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK DAN KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN TERHADAP EFEKTIVITAS SISTEM SELF ASSESSMENT Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No. bidang EKONOMI PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK DAN KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN TERHADAP EFEKTIVITAS SISTEM SELF ASSESSMENT ARI BRAMASTO Fakultas Ekonomi Universitas

Lebih terperinci

ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DAN NILAI TAMBAH TEPUNG KARAGINAN DI KECAMATAN KEI KECIL, KABUPATEN MALUKU TENGGARA

ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DAN NILAI TAMBAH TEPUNG KARAGINAN DI KECAMATAN KEI KECIL, KABUPATEN MALUKU TENGGARA ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DAN NILAI TAMBAH TEPUNG KARAGINAN DI KECAMATAN KEI KECIL, KABUPATEN MALUKU TENGGARA Oleh : Anna Kartika Ngamel Program Studi Agribisnis Perikanan, Politeknik

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Arikunto (2010:162), objek merupakan variabel penelitian. Objek penelitian terdiri dari objek variabel dan objek lokasi. Objek variabel dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 27 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif karena dalam pelaksanaannya meliputi data, analisis dan interpretasi tentang arti dan data yang

Lebih terperinci

Sehubungan dengan permasalahan penelitian yang penulis teliti. Penelitian deskriptif memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang

Sehubungan dengan permasalahan penelitian yang penulis teliti. Penelitian deskriptif memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian Deskriptif, dengan metode ini penulis berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi pada masa

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan Penelitian.. 8 1.4 Mamfaat Penelitian...

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan Penelitian.. 8 1.4 Mamfaat Penelitian... DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PRASYARAT GELAR... ii LEMBAR PERSETUJUAN... iii PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iv PERNYATAN ORISINALITAS... v UCAPAN TERIMAKASIH... vi ABSTRAK... ix ABSTRACT... x DAFTAR

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. x xi xii xiii DAFTAR ISI... xiv DAFTAR TABEL... xvi DAFTAR GAMBAR... xviii DAFTAR LAMPIRAN... xix

DAFTAR ISI. x xi xii xiii DAFTAR ISI... xiv DAFTAR TABEL... xvi DAFTAR GAMBAR... xviii DAFTAR LAMPIRAN... xix DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL...... i LEMBAR PERNYATAAN...... ii ABSTRAK...... iii RINGKASAN EKSEKUTIF...... iv LEMBAR PENGESAHAN...... RIWAYAT HIDUP PENULIS...... LEMBAR PERSEMBAHAN...... KATA PENGANTAR......

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN. Stefani Gita Cakti. Erly Suandy

PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN. Stefani Gita Cakti. Erly Suandy PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN Stefani Gita Cakti Erly Suandy Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari 43-44 Yogyakarta.

Lebih terperinci

BAB III DIAGRAM SEBAB AKKIBAT (ISHIKAWA DIAGRAM) Diagram sebab akibat dikembangkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa pada tahun

BAB III DIAGRAM SEBAB AKKIBAT (ISHIKAWA DIAGRAM) Diagram sebab akibat dikembangkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa pada tahun BAB III DIAGRAM SEBAB AKKIBAT (ISHIKAWA DIAGRAM) Diagram sebab akibat dikembangkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa pada tahun 1943 sehingga sering disebut diagram Ishikawa. Diagram sebab akibat menggambarkan garis

Lebih terperinci

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU Diarsi Eka Yani (diarsi@ut.ac.id) PS Agribisnis, FMIPA, Universitas Terbuka ABSTRAK Abrasi pantai yang terjadi

Lebih terperinci

Kata kunci : harga saham, volume perdagangan, ukuran perusahaan, bid ask spread.

Kata kunci : harga saham, volume perdagangan, ukuran perusahaan, bid ask spread. PENGARUH HARGA SAHAM, VOLUME PERDAGANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP BID-ASK SPREAD PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Viri Anggraini (virianggraini@ymail.com)

Lebih terperinci

BAB 9 PENGGUNAAN STATISTIK NON-PARAMETRIK DALAM PENELITIAN

BAB 9 PENGGUNAAN STATISTIK NON-PARAMETRIK DALAM PENELITIAN BAB 9 PENGGUNAAN STATISTIK NON-PARAMETRIK DALAM PENELITIAN Istilah nonparametrik pertama kali digunakan oleh Wolfowitz, pada tahun 94. Metode statistik nonparametrik merupakan metode statistik yang dapat

Lebih terperinci

PENGARUH PERSILANGAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) STRAIN GIFT DENGAN STRAIN NIFI TERHADAP NILAI HETEROSIS PANJANG, LEBAR, DAN BERAT BADAN

PENGARUH PERSILANGAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) STRAIN GIFT DENGAN STRAIN NIFI TERHADAP NILAI HETEROSIS PANJANG, LEBAR, DAN BERAT BADAN ARTIKEL ILMIAH Oleh Ikalia Nurfitasari NIM 061810401008 JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER 2012 ARTIKEL ILMIAH diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DENGAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN SISWA KELAS V SD SE-GUGUS II KECAMATAN GEDONGTENGEN KOTA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012

HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DENGAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN SISWA KELAS V SD SE-GUGUS II KECAMATAN GEDONGTENGEN KOTA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012 HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DENGAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN SISWA KELAS V SD SE-GUGUS II KECAMATAN GEDONGTENGEN KOTA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas

Lebih terperinci

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PANGAN MENJADI KELAPA SAWIT DI BENGKULU : KASUS PETANI DI DESA KUNGKAI BARU

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PANGAN MENJADI KELAPA SAWIT DI BENGKULU : KASUS PETANI DI DESA KUNGKAI BARU 189 Prosiding Seminar Nasional Budidaya Pertanian Urgensi dan Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Bengkulu 7 Juli 2011 ISBN 978-602-19247-0-9 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PANGAN

Lebih terperinci

PENGARUH DOSIS EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT BADAN AYAM BURAS

PENGARUH DOSIS EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT BADAN AYAM BURAS PENGARUH DOSIS EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT BADAN AYAM BURAS EFFECT OF EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DOSAGE ADDED IN DRINKING WATER ON BODY WEIGHT OF LOCAL CHICKEN

Lebih terperinci

PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 1 JATISARI SAMBI BOYOLALI SKRIPSI

PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 1 JATISARI SAMBI BOYOLALI SKRIPSI PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 1 JATISARI SAMBI BOYOLALI SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai

Lebih terperinci

PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN NON PERFORMING LOAN (NPL) TERHADAP RETURN ON TOTAL ASSET (ROA) PADA PERBANKAN DI INDONESIA

PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN NON PERFORMING LOAN (NPL) TERHADAP RETURN ON TOTAL ASSET (ROA) PADA PERBANKAN DI INDONESIA PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN NON PERFORMING LOAN (NPL) TERHADAP RETURN ON TOTAL ASSET (ROA) PADA PERBANKAN DI INDONESIA Nazir Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh Lhokseumawe E-mail:

Lebih terperinci

XII. SPSS RANCANGAN ACAK LENGKAP POLA BERJENJANG

XII. SPSS RANCANGAN ACAK LENGKAP POLA BERJENJANG XII. SPSS RANCANGAN ACAK LENGKAP POLA BERJENJANG Rancangan Acak Lengkap Pola Berjenjang adalah rancangan percobaan dengan materi homogen atau tidak ada peubah pengganggu, rancangan ini sebenarnya merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Posyandu wilayah binaan Puskesmas Kelurahan Duri Kepa Jakarta Barat. Puskesmas ini terletak di Jalan Angsana Raya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research),

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research), 45 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research), menurut Majchrzak yang dikutip dari Riduwan (2007) penelitian kebijakan adalah

Lebih terperinci

HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (PERSERO) CABANG JEMBER

HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (PERSERO) CABANG JEMBER HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (PERSERO) CABANG JEMBER SKRIPSI Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi

Lebih terperinci

HUBUNGAN PERSALINAN KALA II LAMA DENGAN ASFIKSIA BAYI BARU. LAHIR DI RSUD.Dr.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2011. Husin :: Eka Dewi Susanti

HUBUNGAN PERSALINAN KALA II LAMA DENGAN ASFIKSIA BAYI BARU. LAHIR DI RSUD.Dr.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2011. Husin :: Eka Dewi Susanti HUBUNGAN PERSALINAN KALA II LAMA DENGAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR DI RSUD.Dr.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2011 Husin :: Eka Dewi Susanti ISSN : 2086-3454 VOL 05. NO 05 EDISI 23 JAN 2011 Abstrak

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah metodologi karena ketepatan metodologi yang digunakan untuk memecahkan

Lebih terperinci

HUKUM KENAIKAN HASIL BERKURANG

HUKUM KENAIKAN HASIL BERKURANG HUKUM KENAIKAN HASIL BERKURANG 1. Pengertian Kenaikan Hasil Berkurang Dalam proses produksi dikenal hukum kenaikan hasil berkurang (Law of Diminishing Returns) disingkat dengan LDR. LDR berlaku di sektor

Lebih terperinci

ANALISIS LOYALITAS PELANGGAN TERHADAP PRODUK POND S (STUDI KASUS PADA MAHASISWI POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS)

ANALISIS LOYALITAS PELANGGAN TERHADAP PRODUK POND S (STUDI KASUS PADA MAHASISWI POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS) ANALISIS LOYALITAS PELANGGAN TERHADAP PRODUK POND S (STUDI KASUS PADA MAHASISWI POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS) Nursila Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bengkalis e-mail:nursila_sila@rocketmail.com Yunelly

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk ,,* N _ PENn. \. I s ^ rut r >, Wit al" BAB III 3w^v METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan tugas atau

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH TENAGA KERJA DAN LUAS LAHAN TERHADAP PRODUKSI KOPI DI KABUPATEN ENREKANG I. PENDAHULUAN

ANALISIS PENGARUH TENAGA KERJA DAN LUAS LAHAN TERHADAP PRODUKSI KOPI DI KABUPATEN ENREKANG I. PENDAHULUAN ANALISIS PENGARUH TENAGA KERJA DAN LUAS LAHAN TERHADAP PRODUKSI KOPI DI KABUPATEN ENREKANG Hasbiullah Jurusan Ilmu Ekonomi,UIN Alauddin, Jl. ST. Alauddin No. 36, Samata-Gowa, hasbiullahjabbar@yahoo.com

Lebih terperinci

4xE. Ir. Bntin Hidayah, M.Um LAPOR.AN PENELITIAN DOSEN MUDA. 0leh: PENGEMBANGAN MODEL PENGATURAN SISTEM JARINGAN DRAINASE SEBAGAI PENCEGAFI BANJIR

4xE. Ir. Bntin Hidayah, M.Um LAPOR.AN PENELITIAN DOSEN MUDA. 0leh: PENGEMBANGAN MODEL PENGATURAN SISTEM JARINGAN DRAINASE SEBAGAI PENCEGAFI BANJIR 4xE LAPOR.AN PENELITIAN DOSEN MUDA PENGEMBANGAN MODEL PENGATURAN SISTEM JARINGAN DRAINASE SEBAGAI PENCEGAFI BANJIR 0leh: Januar Fery lrawan, ST Ir. Bntin Hidayah, M.Um DIBIAYAI OLEH DIREKTORAT PEMRII.{AAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Peranan sektor pertanian dalam pembangunan di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Pemerintah memberikan amanat bahwa prioritas pembangunan diletakkan pada pembangunan

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No.50/08/71/Th.IX, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 5.451 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 8.486 TON DAN BAWANG MERAH SEBESAR 1.242 TON

Lebih terperinci

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG JEMBER

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG JEMBER PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG JEMBER THE INFLUENCE OF WORK ENVIRONMENT AND MOTIVATION TOWARD TO THE WORK PRODUKTIVITY

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Yang menjadi obyek dalam peneitian ini adalah Bait Maal Wa Tamwil (BMT Ikhlasul Amal Indramayu). Penelitian ini dilakukan di BMT Ikhlasul Amal Indramayu

Lebih terperinci

BAB III METOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan jenis kuantitatif,

BAB III METOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan jenis kuantitatif, BAB III METOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan jenis kuantitatif, oleh karena itu digunakan pendekatan secara kuantitatif yaitu suatu

Lebih terperinci