P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Transkripsi

1 PENGADILAN MILITER I-04 P A L E M B A N G P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-04 Palembang yang bersidang di Palembang dalam memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan secara Inabsensia dalam perkara Terdakwa : Nama lengkap : Mas Putra Laksana. Pangkat / NRP : Sertu/ Jabatan : Danru Radio Ton Kom Kima. Kesatuan : Yonif 141/AYJP. Tempat/tanggal lahir : Palembang/17 Agustus Jenis kelamin : Laki-laki. Kewarganegaraan : Indonesia. A g a m a : Islam. Tempat tinggal : Asrama Yonif 141/AYJP Kab. Muara Enim. Terdakwa tidak ditahan. Pengadilan Militer I-04 Palembang tersebut di atas ; Membaca : Berkas perkara dari Denpom II/4 Palembang Nomor : BP-21/A- 02/X/2014 tanggal 15 Oktober Memperhatikan : 1. Surat Keputusan penyerahan perkara dari Danrem 044/Gapo selaku Papera Nomor : Kep/37/VI/2014 tanggal 30 Juni Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/98/VII/2014 tanggal 7 Juli Penetapan Penunjukan Hakim Nomor : TAP/161-K/PM I-04/ AD/ XII/2014 tanggal 3 Desember Penetapan Hari Sidang Nomor : TAP/161-K/PM I-04/ AD/ XII/ 2014 tanggal 8 Desember Surat panggilan kepada para Saksi dan Terdakwa untuk menghadap sidang dan surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini. Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/98/VII/ 2014 tanggal 7 Juli 2014 di depan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini. 2. Pembacaan keterangan para Saksi di bawah sumpah dari Berita Acara Pemeriksaan di Persidangan. Memperhatikan : Tuntutan pidana (Requisitoir) Oditur Militer yang diajukan kepada Majelis yang pada pokoknya Oditur Militer menyatakan bahwa : 1. Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana : Desersi di masa damai, sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana menurut pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM. Hal 1 dari 15 Hal Putusan Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014

2 2. Mohon agar Terdakwa dijatuhi hukuman : - Pidana pokok : Penjara selama 12 (dua belas) bulan. - Pidana tambahan : Dipecat dari dinas militer TNI AD. 3. Menetapkan barang bukti berupa : a. Surat-surat : - 1 (satu) lembar daftar Absensi An. Terdakwa Sertu Mas Putra Laksana Nrp Ba Yonif 141/Ayjp, tetap dilekatkan dalam berkas. b. Barang-barang : Nihil. d. Membebani Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp ,- (sepuluh ribu rupiah). Menimbang : Bahwa menurut Surat Dakwaan Oditur Militer, Terdakwa didakwa pada pokoknya sebagai berikut : Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat sebagaimana tersebut di bawah ini, yaitu pada tanggal sebelas bulan Februari tahun dua ribu empat belas sampai dengan tanggal tiga belas bulan Agustus tahun Dua ribu empat belas secara berturut-turut atau setidak-tidaknya pada suatu hari dalam bulan Pebruari dua ribu empat belas sampai dengan bulan Agustus dua ribu empat belas secara berturut-turut bertempat di Mayonif 141/Ayjp atau setidak-tidaknya di tempat yang termasuk wilayah hukum Pengadilan Militer I-04 Palembang telah melakukan tindak pidana : Militer yang karena salahnya atau dengan sengaja melakukan ketidak hadiran tanpa ijin dalam waktu damai lebih lama dari tiga puluh hari. Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara dan keadaankeadaan sebagai berikut : 1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AD pada tahun 2006 melalui pendidikan Secaba PK TNI AD di Rindam II/Swj selama 5 (lima) bulan dilantik dengan pangkat Serda dan selanjutnya mengikuti kejuruan di Dodikjur Secaba Rindam II/Swj selama 5 (lima) bulan setelah selesai di tugaskan Yonif 141/AYJP hingga sekarang dengan pangkat Sertu. 2. Bahwa pada tanggal 10 Pebruari 2014 sekira pukul Wib, Terdakwa dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja meninggalkan kesatuan Yonif 141/AYJP Muara Enim tanpa ijin dari Komandan Satuan dengan tujuan ke rumah orang tuanya An. Amirudin dengan alamat Jl. Ratna Pasar Atun Kel. 30 Ilir Kec. Ilir Barat I Kota Palembang. 3. Bahwa pada tanggal 11 Pebruari 2014 sekira pukul Wib, pada saat dilaksanakan kegiatan apel pagi di lapangan apel Kompi Markas Yonif 141/AYJP kemudian diketahui bahwa Terdakwa tidak hadir tanpa keterangan. 4. Bahwa pada tanggal 4 Maret 2014, Saksi Sertu Ardianto Tritama selaku Bamin Kompi Markas Yonif 141/AYJP telah menerima surat tembusan laporan tentang tidak hadir tanpan ijin (THTI) yang dilakukan oleh Terdakwa dari Staf-1/Lidik Yonif 141/AYJP bahwa Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin yang sah dari Komandan kesatuan. Hal 2 dari 15 Hal Putusan Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014

3 5. Bahwa pada tanggal 14 Maret 2014 sekira pukul Wib, Serda Agus Feri Irawan mendapat berita dari Pasi-1/Lidik Lettu Inf Barlian Prabowo bahwa Terdakwa sejak tanggal 11 Pebruari 2014 telah melakukan tindak pidana militer Disersi selanjutnya Saksi Serda Agus Feri Irawan selaku Danru Provost diperintahkan untuk memonitor dan melakukan pencarian terhadap Terdakwa ditempat- tempat yang sering dikunjungi oleh Terdakwa namun tidak ditemukan. 6. Bahwa pada tanggal 14 Agustus 2014 sekira pukul Wib, Terdakwa dengan diantar orang tuanya An. Amirudin menyerahkan diri ke Yonif 141/AYJP Muara Enim Prov. Sumsel dan pada tanggal 8 Oktober 2014 sekira pukul Wib Terdakwa mendapat surat perintah dari Danyonif 141/AYJP tentang perintah untuk menghadap penyidik Denpom II/4 Palembang guna diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. 7. Bahwa yang menjadi penyebab Terdakwa melakukan tindak pidana militer Disersi karena pacar Terdakwa An. Sdri. Linda telah menikah dengan orang lain pada bulan Januari 2014 sehingga Terdakwa menjadi malas masuk dinas selanjutnya selama Terdawa melakukan tindak pidana Desersi, Terdakwa berada di rumah orang tuanya di Jalan Ratna Pasar Atum Kel. 30 Ilir Barat I Palembang membantu orang tuanya menjaga toko manisan (warung). 8. Bahwa Terdakwa melakukan tindak pidana militer Desersi tmt 11 Pebruari 2014 sampai dengan tanggal 13 Agustus 2014 atau selama 184 (seratus delapan puluh empat) hari secara berturut-turut. 9. Bahwa Terdakwa melakukan tindak pidana militer desersi tersebut, Terdakwa tidak pernah menghubungi kesatuan baik melalui telepon maupun surat dan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan untuk ikut operasi Militer dan keadaan Negara Kesatuan RI dalam keadaan damai tidak sedang dinyatakan dalam keadaan perang. Sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM. Menimbang : Bahwa Terdakwa telah dipanggil sesuai Surat Panggilan Oditur Militer : 1. Surat Panggilan Nomor : B/788/XII/2014 tanggal 4 Desember 2014 perihal panggilan sidang kepada Terdakwa dan para Saksi. 2. Surat Panggilan Nomor : B/129/III/2014 tanggal 4 Maret 2014 perihal panggilan sidang kepada Terdakwa dan para Saksi. 3. Surat Panggilan Nomor : B/165/III/2014 tanggal 6 Maret 2014 perihal panggilan sidang kepada Terdakwa dan para Saksi. Atas surat panggilan Oditur Militer tersebut, Terdakwa dan para Saksi tidak hadir di persidangan, sesuai Surat dari Danyonif 141/AYJP Nomor : B/175/III/2015 tanggal 5 Maret 2015 tidak dapat menghadirkan Terdakwa di persidangan karena sampai sekarang belum kembali ke kesatuan, sehingga Oditur Militer tidak dapat menghadirkan Terdakwa An. Sertu Mas Putra Laksana Nrp Hal 3 dari 15 Hal Putusan Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014

4 Menimbang : Bahwa Terdakwa telah diperiksa oleh Penyidik POM Palembang, tetapi pada saat menunggu panggilan sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang Terdakwa meninggalkan satuan lagi tanpa ijin Komandan satuan sejak tanggal 1 Desember 2014 dan sampai dengan sekarang belum kembali ke kesatuan, oleh sebab itu sesuai ketentuan Pasal 143 UU Nomor 31 Tahun 1997 bahwa perkara tersebut dapat disidangkan tanpa hadirnya Terdakwa. Menimbang : Bahwa para Saksi yang tidak hadir dipersidangan, menurut Pasal 155 ayat (1) UU Nomor 31 tahun 1997 jika para Saksi yang telah memberikan keterangan penyidikan di bawah sumpah apabila tidak hadir dipersidangan dibacakan, maka nilainya sama dengan keterangan Saksi yang disampaikan dipersidangan yaitu sebagai berikut : Saksi-1 : Nama lengkap : Ardianto Tritama. Pangkat/Nrp : Sertu/ Jabatan : Bamin Ki Markas. Kesatuan : Yonif 141/AYJP. Tempat/tanggal lahir : Palembang/30 September Jenis kelamin : Laki-laki. Kewarganegaraan : Indonesia. Agama : Islam. Tempat tinggal : Asrama Yonif 141/AYJP Karang Raja Kab. Muara Enim. Bahwa Saksi-1 telah memberikan keterangannya di bawah sumpah dalam Berita Acara Pemeriksaan Penyidikan pada hari ini Kamis tanggal 10 April 2014 dan yang bersangkutan telah dipanggil secara sah namun tidak hadir di persidangan karena menurut Oditur sedang bertugas khusus, maka keterangan Saksi dalam Berita Acara Pemeriksaan tersebut dibacakan yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : 1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sejak Pendidikan Dasar di Dodik Lahat dan kebetulan setelah keluar pendidikan sama-sama berdinas di Yonif 141/AYJP, hubungan Saksi dengan Terdakwa adalah hubungan kerja, dan antara Saksi dengan Terdakwa tidak ada hubungan keluarga/famili. 2. Bahwa Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Komandan kesatuan (Danyonif 141/AYJP), sejak hari Selasa tanggal 11 Pebruari 2014 sekira pukul Wib di Ma Yonif 141/AYJP Muara Enim, Terdakwa tersebut diketahui telah meninggalkan kesatuan pada saat pelaksanaan apel pagi di Lapangan Kompi Markas Yonif 141/AYJP Karang Raja Muara Enim dan sampai sekarang belum kembali ke kesatuan, Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin Saksi tidak mengetahui disebabkan oleh apa karena selama ini Terdakwa orangnya tertutup (pendiam), namun Terdakwa memiliki mental yang jelek serta kurang berdisiplin di dalam melaksanakan tugas sehingga melarikan diri meninggalkan kesatuan. 3. Bahwa pada hari Selasa tanggal 11 Februari 2014 sekira pukul Wib, Saksi sedang melaksanakan apel pagi di Lapangan Ki Markas Yonif 141/AYJP dan pada saat apel pagi tersebut Saksi mendengar bahwa Terdakwa tidak masuk apel pagi, pergi meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Komandan kesatuan Danyonif 141/AYJP sehingga dengan adanya tersebut Danton melaporkan kejadian tersebut ke Staf-I/Lidik Yonif 141/AYJP. Hal 4 dari 15 Hal Putusan Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014

5 4. Bahwa pada tanggal 17 Pebruari 2014, tanggal 26 Pebruari 2014 dan tanggal 4 Maret 2014, Saksi selaku Bamin Ki Markas telah menerima surat tembusan laporan tentang THTI yang dilakukan oleh Terdakwa dari Staf I/Lidik bahwa Terdakwa meninggalkan kesatuan hingga sekarang ini belum kembali ke kesatuan. 5. Bahwa setelah diketahui Terdakwa meninggalkan kesatuan langkah-langkah dari pihak kesatuan langsung melakukan pencarian di wilayah/daerah kota Muara Enim, Lahat dan Palembang serta ditempat yang pernah dikunjungi/didatangi oleh Terdakwa, namun hasilnya nihil tidak diketemukan, kemudian pihak kesatuan membuat laporan ke Komando atas, membuat DPO (daftar pencarian orang) dan melimpahkan perkaranya ke Subdenpom II/4-1 Prabumulih guna pengusulan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku di lingkungan TNI AD. 6. Bahwa pada saat Terdakwa meninggalkan kesatuan sedang melaksanakan tugas kerja rutin sehari-hari di Mayonif 141/AYJP (melaksanakan pembersihan/korve) selama Terdakwa meninggalkan kesatuan, Saksi tidak pernah bertemu dan tidak pernah berhubungan/ komunikasi. 7. Bahwa Saksi sampai saat sekarang ini tidak mengetahui keberadaan Terdakwa dan juga tidak mengetahui kegiatan apa yang dilakukannya, Terdakwa meninggalkan kesatuan hingga sekarang ini tidak ada membawa barang-barang inventaris milik kesatuan Yonif 141/AYJP. 9. Bahwa selama berdinas di Yonif 141/AYJP Terdakwa didalam melaksanakan tugas/kerja sehari-harinya yang Saksi tahu biasa-biasa saja seperti anggota yang lainnya, Terdakwa baru 1 (satu) kali ini meninggalkan kesatuan tanpa ijin dan setahu Saksi sebelumnya tidak pernah melakukan tindak pidana atau perbuatan yang melanggar hukum. 10. Bahwa setahu Saksi Terdakwa meninggalkan kesatuan tidak ada penyebab yang lain karena selama ini tidak pernah ada masalah dan tidak pernah bercerita kepada Saksi kalau Terdakwa mempunyai masalah. Saksi-2 : Nama lengkap : Warjan. Pangkat/Nrp : Sertu/ Jabatan : Batih Kima. Kesatuan : Yonif 141/AYJP. Tempat/tanggal lahir : Palembang/24 Agustus Jenis kelamin : Laki-laki. Kewarganegaran : Indonesia. Agama : I s l a m. Tempat tinggal : Asrama Yonif 141/AYJP Karang Raja Kab. Muara Enim. Bahwa Saksi-2 telah memberikan keterangannya di bawah sumpah dalam Berita Acara Pemeriksaan Penyidikan pada hari ini Kamis tanggal 10 April 2014 dan yang bersangkutan telah dipanggil secara sah namun tidak hadir di persidangan karena menurut Oditur sedang bertugas khusus, maka keterangan Saksi dalam Berita Acara Pemeriksaan tersebut dibacakan yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Hal 5 dari 15 Hal Putusan Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014

6 1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sejak pendidikan dasar di Dodik Lahat tahun 2006 dan setelah keluar pendidikan sama-sama berdinas di Yonif 141/AYJP, hubungan Saksi dengan Terdakwa adalah hubungan kerja dan satu Kompi, tidak ada hubungan keluarga/famili. 2. Bahwa Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Komandan kesatuan Danyonif 141/AYJP sejak hari Selasa tanggal 11 Pebruari 2014 sekira pukul Wib di Ma Yonif 1241/AYJP Muara Enim, Terdakwa tersebut diketahui telah meninggalkan kesatuan pada saat pelaksanaan apel pagi di lapangan Kompi Markas Yonif 141/AYJP Karang Raja Muara Enim dan sampai sekarang belum kembali kesatuan, Terdakwa meninggalkan kesatuan hingga sekarang ini Saksi tidak mengetahui disebabkan oleh apa karena selama ini Terdakwa orangnya tertutup (pendiam), Terdakwa memiliki mental yang jelek serta kurang berdisiplin didalam melaksanakan tugas sehingga melarikan diri meninggalkan kesatuan. 3. Bahwa pada hari Selasa tanggal 11 Pebruari 2014 sekira pukul Wib Saksi sedang melaksanakan apel pagi di lapangan Ki Markas Yonif 141/AYJP dan pada saat apel pagi tersebut Saksi mendengar dari Danton Lettu Chb Darwanto, bahwa Terdakwa tidak masuk apel pagi pergi meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Komandan Kesatuan Danyonif 141/AYJP sehingga dengan adanya tersebut Danton melaporkan kejadian tersebut ke Staf I/Lidik Yonif 141/AYJP. 4. Bahwa setelah diketahui Terdakwa meninggalkan kesatuan langkah-langkah dari pihak kesatuan langsung melakukan pencarian di wilayah/daerah kota Muara Enim, Lahat dan Palembang serta ditempat yang pernah dikunjungi/didatangi oleh Terdakwa, namun hasilnya nihil tidak diketemukan kemudian pihak kesatuan membuat laporan ke Komando atas, membuat DPO (daftar pencaria orang) dan melimpahkan perkaranya ke Subdenpom II/4-1 Prabumulih guna pengusutan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku di lingkungan TNI AD. 5. Bahwa pada saat Terdakwa meninggalkan kesatuan sedang melaksanakan tugas kerja rutin sehari-hari di Mayonif 141/AYJP yaitu melaksanakan pembersihan/korve, selama Terdakwa meninggalkan kesatuan, Saksi tidak pernah bertemu dan tidak pernah berhubungan/ komunikasi. 6. Bahwa Saksi sampai saat sekarang ini tidak mengetahui keberadaan Terdakwa dan juga tidak mengetahui kegiatan apa yang dilakukannya, Terdakwa meninggalkan kesatuan hingga sekarang ini tidak ada membawa barang-barang inventaris milik kesatuan Yonif 141/AYJP. 7. Bahwa selama berdinas di Yonif 141/AYJP Terdakwa didalam melaksanakan tugas/kerja sehari-harinya yang Saksi tahu biasa-biasa saja dengan anggota yang lainnya, Terdakwa baru 1 (satu) kali ini meninggalkan kesatuan tanpa ijin dan setahu Saksi sebelumnya tidak pernah melakukan tindak pidana atau perbuatan yang melanggar hukum. 8. Bahwa setahu Saksi Terdakwa meninggalkan kesatuan tidak ada penyebab yang lain karena selama ini tidak pernah ada masalah dan tidak pernah bercerita kepada Saksi kalau Terdakwa mempunyai masalah. Hal 6 dari 15 Hal Putusan Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014

7 Saksi-3 : Nama lengkap : Agus Feri Irawan. Pangkat/Nrp : Serda/ Jabatan : Danru Provos. Kesatuan : Yonif 141/AYJP. Tempat/tanggal lahir : Muara Enim/15 Agustus Jenis kelamin : Laki-laki. Kewarganegaran : Indonesia. Agama : I s l a m. Tempat tinggal : Asrama Yonif 141/AYJP Karang Raja Kab. Muara Enim. Bahwa Saksi-3 telah memberikan keterangannya di bawah sumpah dalam Berita Acara Pemeriksaan Penyidikan pada hari ini Jum at tanggal 11 April 2014 dan yang bersangkutan telah dipanggil secara sah namun tidak hadir di persidangan karena menurut Oditur sedang bertugas khusus, maka keterangan Saksi dalam Berita Acara Pemeriksaan tersebut dibacakan yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : 1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sejak Saksi berdinas di Yonif 141/AYJP tahun 2010 karena Saksi satu Kompi di Kompi Markas, hubungan Saksi dengan Terdakwa adalah hanya sebatas hubungan kerja yang sama-sama dinas di Yonif 141/AYJP, tidak ada hubungan keluarga/famili. 2. Bahwa Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Komandan kesatuan Danif 141/AYJP sejak hari Selasa tanggal 11 Pebruari 2014 sekira pukul Wib di Ma Yonif 1241/AYJP Muara Enim, Terdakwa tersebut diketahui telah meninggalkan kesatuan pada saat pelaksanaan apel pagi di lapangan Kompi Markas Yonif 141/AYJP Karang Raja Muara Enim dan sampai sekarang belum kembali kesatuan, Terdakwa meninggalkan kesatuan hingga sekarang ini Saksi tidak mengetahui disebabkan oleh apa karena Saksi jarang ngobrol dengan Terdakwa orangnya tertutup (pendiam), namun dalam pendapat Saksi Terdakwa meninggalkan kesatuan karena memiliki mental yang jelek serta kurang berdisiplin didalam melaksanakan tugas sehingga melarikan diri meninggalkan kesatuan. 3. Bahwa pada tanggal 14 Maret 2014 sekira pukul Wib Saksi mendapat berita dan perintah lisan dari Pasi I/Lidik Lettu Inf Barlian Prabowo yang mengatakan bahwa Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Komandan kesatuan Yonif 141/AYJP Muara Enim, sehingga Saksi selaku Danru Provos diperintahkan untuk monitor dan melakukan pencarian terhadap Terdakwa, kemudian setelah mendapat perintah tersebut Saksi langsung melakukan pencarian disekitar kota Muara Enim, namun Terdakwa tidak diketemukan hingga saat sekarang ini belum kembali ke kesatuan Yonif 141/AYJP. 4. Bahwa setelah diketahui Terdakwa meninggalkan kesatuan langkah-langkah dari pihak kesatuan langsung melakukan pencarian di wilayah/daerah kota Muara Enim, Lahat dan Palembang serta ditempat yang pernah dikunjungi/didatangi oleh Terdakwa, namun hasilnya nihil tidak diketemukan kemudian pihak kesatuan membuat laporan ke Komando atas, membuat DPO (daftar pencaria orang) dan melimpahkan perkaranya ke Subdenpom II/4-1 Prabumulih guna pengusutan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku di lingkungan TNI AD. Hal 7 dari 15 Hal Putusan Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014

8 5. Bahwa pada saat Terdakwa meninggalkan kesatuan sedang melaksanakan tugas kerja rutin sehari-hari di Mayonif 141/AYJP yaitu melaksanakan pembersihan/korve, selama Terdakwa meninggalkan kesatuan, Saksi tidak pernah bertemu dan tidak pernah berhubungan/ komunikasi. 6. Bahwa Saksi sampai saat sekarang ini tidak mengetahui keberadaan Terdakwa dan juga tidak mengetahui kegiatan apa yang dilakukannya, Terdakwa meninggalkan kesatuan hingga sekarang ini tidak ada membawa barang-barang inventaris milik kesatuan Yonif 141/AYJP. 7. Bahwa selama berdinas di Yonif 141/AYJP Terdakwa didalam melaksanakan tugas/kerja sehari-harinya yang Saksi tahu biasa-biasa saja dengan anggota yang lainnya, Terdakwa baru 1 (satu) kali ini meninggalkan kesatuan tanpa ijin dan setahu Saksi sebelumnya tidak pernah melakukan tindak pidana atau perbuatan yang melanggar hukum. 8. Bahwa setahu Saksi Terdakwa meninggalkan kesatuan tidak ada penyebab yang lain karena selama ini tidak pernah ada masalah dan tidak pernah bercerita kepada Saksi kalau Terdakwa mempunyai masalah. Menimbang : Bahwa Terdakwa tidak dapat hadir di persidangan Surat dari Danyonif 141/AYJP Nomor : B/ 175/III/2015 tanggal 5 Maret 2015 akan tetapi didalam BAP Terdakwa memberikan keterangan sebagai berikut : 1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AD pada tahun 2006 melalui pendidikan Secaba PK TNI AD di Rindam II/Swj selama 5 (lima) bulan dilantik dengan pangkat Serda dan selanjutnya mengikuti pendidikan kejuruan Infanteri di Dodikjur Secaba Rindam II/Swj selama 5 (lima) bulan setelah selesai di tugaskan Yonif 141/AYJP hingga sekarang dengan pangkat Sertu. 2. Bahwa Terdakwa pernah melaksanakan tugas Operasi Militer tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 di Perbatasan RI Papua Nugini dan tahun 2013 sampai dengan tahun 2014 di Perbatasan RI kalimantan Timur. 3. Bahwa pada tanggal 10 Pebruari 2014 sekira pukul Wib, Terdakwa dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja meninggalkan kesatuan Yonif 141/AYJP Muara Enim tanpa ijin dari Komandan Satuan dengan tujuan ke rumah orang tuanya An. Amirudin dengan alamat Jl. Ratna Pasar Atun Kel. 30 Ilir Kec. Ilir Barat I Kota Palembang. 4. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin berada di rumah orang tua Terdakwa dan membantu kedua orangtua Terdakwa menjaga toko di rumah. 5. Bahwa pada saat Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin tidak membawa barang-barang inventaris milik kesatuan kemduian situasi Negara saat itu dalam keadaan damai. Hal 8 dari 15 Hal Putusan Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014

9 6. Bahwa sebelum Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin, Terdakwa tidak ada mempunyai niat untuk menarik diri dari dinas TNI AD, kemudian Terdakwa Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin tersebut karena pikiran Terdakwa bingung yaitu pacar Terdakwa telah menikah dengan orang lain pada saat Terdakwa tugas Operasi Militer di perbatasan Kalimantan Timur dan Malaysia. 7. Bahwa penyebab Terdakwa Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin karena pikiran Terdakwa bingung yaitu pacar Terdakwa telah menikah dengan orang lain sehingga Terdakwa menjadi malas masuk dinas kemudian meninggalkan satuan tanpa ijin. 8. Bahwa pada tanggal 14 Agustus 2014 sekira pukul Wib, Terdakwa dengan diantar orang tuanya An. Amirudin menyerahkan diri ke Yonif 141/AYJP Muara Enim Prov. Sumsel. Menimbang : Bahwa Oditur Militer di persidangan mengajukan barang bukti berupa surat : 1 (satu) lembar daftar Absensi Anggota Ton Komunikasi Kima bulan Februari sampai dengan Maret 2014 yang ditanda tangani Dankima Kapten Inf Maryono Nrp diketahui oleh Wadanyonif 141/AYJP Mayor Inf Aris Prasetyo Nrp Barang bukti surat tersebut telah diperlihatkan dan dibacakan serta diterangkan sebagai barang bukti yang merupakan bukti ketidakhadiran Terdakwa di kesatuan, ternyata bersesuaian dengan bukti-bukti lain, maka oleh karenanya dapat dijadikan sebagai barang bukti dalam perkara ini. Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan para Saksi di bawah sumpah yang dibacakan dari Berita Acara Pemeriksaan di persidangan serta alat bukti lain dan setelah menghubungkan yang satu dengan yang lainnya maka diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut : 1. Bahwa benar Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AD pada tahun 2006 melalui pendidikan Secaba PK TNI AD di Rindam II/Swj selama 5 (lima) bulan dilantik dengan pangkat Serda dan selanjutnya mengikuti pendidikan kejuruan Infanteri di Dodikjur Secaba Rindam II/Swj selama 5 (lima) bulan setelah selesai di tugaskan Yonif 141/AYJP hingga sekarang masih dinas aktif dengan pangkat Sertu. 2. Bahwa benar Terdakwa pernah melaksanakan tugas Operasi Militer tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 di Perbatasan RI Papua Nugini dan tahun 2013 sampai dengan tahun 2014 di Perbatasan RI kalimantan Timur. 3. Bahwa benar pada tanggal 10 Pebruari 2014 sekira pukul Wib, Terdakwa dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja meninggalkan kesatuan Yonif 141/AYJP Muara Enim tanpa ijin dari Komandan Satuan dengan tujuan ke rumah orang tuanya An. Amirudin dengan alamat Jl. Ratna Pasar Atun Kel. 30 Ilir Kec. Ilir Barat I Kota Palembang. 4. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin berada di rumah orang tua Terdakwa dan membantu kedua orangtua Terdakwa menjaga toko di rumah. 5. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin Komandan satuan tidak pernah memberitahukan keberadaanya ke kesatuan baik melalui surat maupun telepon. Hal 9 dari 15 Hal Putusan Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014

10 6. Bahwa benar penyebab Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin karena pikiran Terdakwa bingung yaitu pacar Terdakwa telah menikah dengan orang lain sehingga Terdakwa menjadi malas masuk dinas kemudian meninggalkan satuan tanpa ijin. 7. Bahwa benar setelah diketahui Terdakwa meninggalkan kesatuan langkah-langkah dari pihak kesatuan langsung melakukan pencarian di wilayah/daerah kota Muara Enim, Lahat dan Palembang serta ditempat yang pernah dikunjungi/didatangi oleh Terdakwa, namun hasilnya nihil tidak diketemukan kemudian pihak kesatuan membuat laporan ke Komando atas, membuat DPO (daftar pencaria orang). 8. Bahwa benar pada tanggal 14 Agustus 2014 sekira pukul Wib, Terdakwa dengan diantar orang tuanya An. Amirudin menyerahkan diri ke Yonif 141/AYJP Muara Enim Prov. Sumsel. 9. Bahwa benar Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin dari Komandan satuan sejak tanggal 11 Pebruari 2014 sampai dengan tanggal 13 Agustus 2014 atau selama 184 (seratus delapan puluh empat) hari secara berturut-turut atau lebih lama dari tiga puluh hari. 10. Bahwa benar pada tanggal 1 Desember 2014 Terdakwa kembali meninggalkan satuan tanpa ijin dari Komandan satuan sampai dengan sekarang belum kembali ke kesatuan. 11. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin atasanya, Terdakwa maupun kesatuannya tidak dipersiapkan untuk tugas operasi militer serta Negara kesatuan Republik Indonesia dalam keadaan damai tidak sedang dinyatakan berperang dengan Negara lain. Menimbang : Bahwa lebih dahulu Majelis Hakim akan menanggapi beberapa hal yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam Tuntutan Pidananya dengan mengemukakan pendapat sebagai berikut : Bahwa pada dasarnya Majelis Hakim sependapat dengan Oditur Militer mengenai pembuktian unsur-unsur tindak pidana dalam tuntutannya namun mengenai amar pidananya yang dimohonkan, Majelis Hakim akan mempertimbangkan lebih lanjut dalam putusan ini. Menimbang : Bahwa tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer dalam dakwaan tunggal mengandung unsur-unsur sebagai berikut : Unsur kesatu : Militer. Unsur kedua : Yang karena salahnya atau dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin. Unsur ketiga : Dalam waktu damai. Unsur keempat : Lebih lama dari tiga puluh hari. Menimbang : Bahwa mengenai dakwaan tersebut, Majelis Hakim mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : Unsur kesatu : Militer. Yang dimaksud dengan Militer menurut pasal 46 ayat (1) KUHPM adalah mereka yang berikatan dinas secara sukarela pada Angkatan Perang yang wajib berada dalam dinas secara sukarela terus-menerus dalam tenggang waktu ikatan dinas tersebut. Hal 10 dari 15 Hal Putusan Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014

11 Berdasarkan keterangan para Saksi yang dibacakan dari BAP (Berita Acara Pemeriksaan) serta alat bukti lainnya di persidangan dan setelah dihubungkan yang satu dengan yang lainnya diperoleh fakta sebagai berikut : 1. Bahwa benar Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AD pada tahun 2006 melalui pendidikan Secaba PK TNI AD di Rindam II/Swj selama 5 (lima) bulan dilantik dengan pangkat Serda dan selanjutnya mengikuti pendidikan kejuruan Infanteri di Dodikjur Secaba Rindam II/Swj selama 5 (lima) bulan setelah selesai di tugaskan Yonif 141/AYJP hingga sekarang masih dinas aktif dengan pangkat Sertu. 2. Bahwa benar para Saksi kenal dengan Terdakwa sebagai anggota Militer/TNI-AD ketika melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini bertugas dalam Jabatan Danru Radio Ton Kom Kima, Kesatuan Yonif 141/AYJP masih berstatus Militer aktif dan belum diberhentikan dari dinas keprajuritan TNI-AD. 3. Bahwa benar Terdakwa diperiksa dan diadili di Pengadilan Militer I-04 Palembang adalah berdasarkan Surat Keputusan Penyerahan Perkara (Skep pera) dari Danrem 044/Gapo selaku Papera Nomor : Kep/37/VI/2014 tanggal 30 Juni Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat unsur kesatu Militer telah terpenuhi. Unsur kedua : Yang karena salahnya atau dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin. Yang dimaksud dengan sengaja adalah pelaku tindak pidana mengetahui, menyadari dan menginsyafi terjadinya suatu tindak pidana beserta akibatnya yang timbul atau mungkin timbul dari perbuatan. Yang dimaksud tidak hadir adalah si pelaku melakukan Perbuatan atau tindakan meninggalkan atau menjauhkan diri atau tidak berada di tempat yang telah ditentukan baginya untuk melaksanakan kewajiban tugasnya di suatu tempat yaitu kesatuan/dinas pelaku. Yang dimaksud di suatu tempat adalah ke satuan atau tempat kerja/dinas si pelaku sedangkan yang dimaksud tanpa ijin artinya pelaku tidak berada di kesatuan tanpa sepengetahuan komandan/atasan yang berwenang baik secara lisan atau tertulis sebagaimana lazimnya sebagai prajurit yang akan meninggalkan kesatuan baik untuk kepentingan dinas maupun pribadi diwajibkan melalui prosedur perijinan. Oleh karena unsur ini bersifat alternatif maka Majelis Hakim dapat membuktikan sesuai dengan fakta persidangan yaitu : Dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin. Berdasarkan keterangan para Saksi yang dibacakan dari BAP (Berita Acara Pemeriksaan) serta alat bukti lainnya di persidangan dan setelah dihubungkan yang satu dengan yang lainnya maka diperoleh fakta sebagai berikut : 1. Bahwa benar pada tanggal 10 Pebruari 2014 sekira pukul Wib, Terdakwa dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja meninggalkan kesatuan Yonif 141/AYJP Muara Enim tanpa ijin dari Komandan Satuan dengan tujuan ke rumah orang tuanya An. Amirudin dengan alamat Jl. Ratna Pasar Atun Kel. 30 Ilir Kec. Ilir Barat I Kota Palembang. Hal 11 dari 15 Hal Putusan Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014

12 2. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin berada di rumah orang tua Terdakwa dan membantu kedua orangtua Terdakwa menjaga toko di rumah. 3. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin Komandan satuan tidak pernah memberitahukan keberadaanya ke kesatuan baik melalui surat maupun telepon. 4. Bahwa benar penyebab Terdakwa Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin karena pikiran Terdakwa bingung yaitu pacar Terdakwa telah menikah dengan orang lain sehingga Terdakwa menjadi malas masuk dinas kemudian meninggalkan satuan tanpa ijin. 5. Bahwa benar setelah diketahui Terdakwa meninggalkan kesatuan langkah-langkah dari pihak kesatuan langsung melakukan pencarian di wilayah/daerah kota Muara Enim, Lahat dan Palembang serta ditempat yang pernah dikunjungi/didatangi oleh Terdakwa, namun hasilnya nihil tidak diketemukan kemudian pihak kesatuan membuat laporan ke Komando atas, membuat DPO (daftar pencaria orang). 6. Bahwa benar pada tanggal 14 Agustus 2014 sekira pukul Wib, Terdakwa dengan diantar orang tuanya An. Amirudin menyerahkan diri ke Yonif 141/AYJP Muara Enim Prov. Sumsel. 7. Bahwa benar Terdakwa menyadari sebagai prajurit TNI-AD apabila meninggalkan kesatuan harus ada ijin dari Atasan yang berwenang tetapi Terdakwa tidak melakukannya sebagaimana prosedur dan kewajiban yang berlaku di lingkungan militer dan tindakannya tersebut bertentangan dengan ketentuan dan kewajibannya sebagai prajurit TNI-AD, akan tetapi Terdakwa tetap melakukannya. Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat unsur kedua Dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin telah terpenuhi. Unsur ketiga : Dalam waktu damai. Yang dimaksud dalam waktu damai adalah pada saat Terdakwa melakukan ketidakhadiran tanpa ijin tersebut Negara RI tidak sedang dalam keadaan perang sebagaimana ditentukan undang-undang dan kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan untuk tugas operasi militer. Berdasarkan keterangan para Saksi yang dibacakan dari BAP (Berita Acara Pemeriksaan) serta alat bukti lainnya di persidangan dan setelah dihubungkan yang satu dengan yang lainnya terungkaf fakta sebagai berikut : 1. Bahwa benar selama Terdakwa pergi meninggalkan dinas tanpa ijin yaitu sejak tanggal 11 Pebruari 2014 sampai dengan tanggal 13 Agustus 2014 Terdakwa dan kesatuan Terdakwa tidak sedang disiapkan untuk tugas operasi militer. 2. Bahwa benar selama Terdakwa pergi meninggalkan kesatuan tanpa ijin Negara Kesatuan RI dalam keadaan damai, tidak sedang berperang dengan negara lain. Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat unsur ketiga Dalam waktu damai telah terpenuhi. Hal 12 dari 15 Hal Putusan Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 B A L I K P A P A N P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

DAFTAR PERKARA PUTUS BULAN JUNI TAHUN 2014. Tanggal. Sikap Oditur No. Pasal Yang Didakwakan. Ket Jabatan / Kesatuan Tanggal Register

DAFTAR PERKARA PUTUS BULAN JUNI TAHUN 2014. Tanggal. Sikap Oditur No. Pasal Yang Didakwakan. Ket Jabatan / Kesatuan Tanggal Register PENGADILAN MILITER I-04 PALEMBANG DAFTAR PERKARA PUTUS BULAN JUNI TAHUN 2014 Nama / Pangkat /Nrp / Nomor Dan Tanggal Sikap Oditur No. Pasal Yang Didakwakan Amar Putusan Ket Jabatan / Kesatuan Tanggal Register

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id PUTUSAN Nomor 354/Pid.B/2014/PN Sbg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana biasa dalam peradilan tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 345/Pid.B/2014/PN.BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn.

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010

P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010 PENGADILAN MILITER II-10 S E M A R A N G P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. PENGADILAN MILITER II-10 Semarang yang bersidang

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ;

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ; P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ---- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Tinggi Medan pidana dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING I. Mempelajari Berkas Perkara 1. Bentuk Dakwaan: a. Tunggal : Adalah tehadap Terdakwa hanya didakwakan satu perbuatan yang memenuhi Uraian dalam satu Pasal tertentu

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Tentara Nasional Indonesia

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan P U T U S A N NOMOR 129 / PID / 2015/ PT MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN.

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara pidanadalam peradilan tingkat Banding, menjatuhkan Putusan seperti

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA Disusun oleh: ADAM PRASTISTO JATI NPM : 07 05 09661

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA,

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

PUTUSAN NOMOR : PUT/37-K/PM III-15/AL/IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN NOMOR : PUT/37-K/PM III-15/AL/IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER III-15 KUPANG PUTUSAN NOMOR : PUT/37-K/PM III-15/AL/IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer III-15 Kupang yang bersidang di Kupang dalam memeriksa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU;

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU; P U T U S A N Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg.

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. Nomor P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara Pidana dalam tingkat banding telah

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 02 K / PM.I-07 / AD / I / 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 02 K / PM.I-07 / AD / I / 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 BALIKPAPAN P U T U S A N Nomor : 02 K / PM.I-07 / AD / I / 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl.

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Donggala yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA www.legalitas.org UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa anak adalah bagian dari generasi muda sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa.

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Alat bukti berupa keterangan saksi sangatlah lazim digunakan dalam penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi dimaksudkan untuk

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 157/ Pid.Sus/2015/ PN.Stb(NARKOTIKA) Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa Pengadilan Negeri Stabat yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama

Lebih terperinci

PENGUMUMAN DAN BERITA ACARA PENGUMUMAN IN ABSENTIA PADA PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG MEI 2014

PENGUMUMAN DAN BERITA ACARA PENGUMUMAN IN ABSENTIA PADA PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG MEI 2014 PENGUMUMAN DAN BERITA ACARA PENGUMUMAN IN ABSENTIA PADA PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG MEI 2014 PENGUMUMAN Nomor : Peng/ 04 /PM.II-09/ V /2014 Berdasarkan Pasal 143 jo Pasal 220 ayat (4) Undang-undang

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa negara Republik Indonesia adalah negara hukum

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 265/ Pid. B/ 2014/ PN. Stabat. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA -----------Pengadilan Negeri Stabat di Stabat mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ]

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] BAB II TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Pasal 2 (1) Setiap orang yang melakukan perekrutan,

Lebih terperinci

HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER

HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER 1. Pendahuluan. HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER Oleh: Mayjen TNI Burhan Dahlan, S.H., M.H. Bahwa banyak yang menjadi materi perubahan dalam RUU Peradilan Militer yang akan datang,

Lebih terperinci

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: 1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iah dalam tenggang waktu : a. 14 (empat belas)

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan upaya

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT, PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT, DAN PEMBERHENTIAN SEMENTARA, SERTA HAK JABATAN FUNGSIONAL JAKSA

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:a. bahwa pertahanan negara

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, KOMISI INFORMASI Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 241 / Pid.Sus / 2015 / PN Stb. (Narkotika). DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara pidana dengan acara biasa pada peradilan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap warga negara

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 1 TAKAH RAKERPTA 2012 Pasal 91A UU NO. 50 TAHUN 2009 (1) Dalam menjalankan tugas peradilan, peradilan agama dapat menarik biaya perkara. (2) Penarikan biaya

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 04/PMK/2004 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 05/PMK/2004 TENTANG PROSEDUR PENGAJUAN KEBERATAN ATAS PENETAPAN HASIL PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2004 MAHKAMAH

Lebih terperinci

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata permohonan dalam tingkat pertama,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat banding dalam persidangan Majelis

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM

Lebih terperinci

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR :02 TAHUN 2012 TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Pemerintah berhubung dengan keadaan dalam dan luar negeri

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1 P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Perdata dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA

LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA 1 LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA oleh : Ali M. Haidar I. PENDAHULUAN Tulisan ini disajikan hanyalah sebagai ulangan dan bahkan cuplikan dari berbagai tulisan tentang

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N NOMOR 111/Pid.B/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan secara biasa dalam Peradilan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 272 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 790 TAHUN : 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, enimbang: a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 08/PMK/2006 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM SENGKETA KEWENANGAN KONSTITUSIONAL LEMBAGA NEGARA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa Negara Republik Indonesia sebagai

Lebih terperinci

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0 JABATAN : KOORDINATOR SECURITY A. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 1. Melakukan Rekrut anggota Security sesuai dengan kebutuhan, Yang telah di setujui warga melalui keputusan Ketua RT. 2. Sebagai jembatan komonikasi

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 MAHKAMAH AGUNG RI 2008 1 DAFTAR ISI Kata Pengantar... iii Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : KMA/032/SK/IV/2007

Lebih terperinci

Lapor Pak Presiden: Oknum TNI Serma Sudigdo Pemodal Besar Ikut Membakar Lahan Cagar Biosfer Giam

Lapor Pak Presiden: Oknum TNI Serma Sudigdo Pemodal Besar Ikut Membakar Lahan Cagar Biosfer Giam KOPI, Pekanbaru - Oknum TNI AD, Serma Sudigdo alias Digdo tersangka pembakar lahan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang sempat diburu petugas akhirnya berhasil ditangkap. ia ditangkap di Medan, Sumatera

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1979 TENTANG PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1979 TENTANG PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1979 TENTANG PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa ketentuan-ketentuan mengenai pemberhentian Pegawai

Lebih terperinci

NOMOR : M.HH-11.HM.03.02.th.2011 NOMOR : PER-045/A/JA/12/2011 NOMOR : 1 Tahun 2011 NOMOR : KEPB-02/01-55/12/2011 NOMOR : 4 Tahun 2011 TENTANG

NOMOR : M.HH-11.HM.03.02.th.2011 NOMOR : PER-045/A/JA/12/2011 NOMOR : 1 Tahun 2011 NOMOR : KEPB-02/01-55/12/2011 NOMOR : 4 Tahun 2011 TENTANG PERATURAN BERSAMA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA KETUA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia

Lebih terperinci

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN KEDUA Perkara Nomor 79/PUU-XII/2014 Tugas dan Wewenang DPD Sebagai Pembentuk Undang-Undang

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN KEDUA Perkara Nomor 79/PUU-XII/2014 Tugas dan Wewenang DPD Sebagai Pembentuk Undang-Undang RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN KEDUA Perkara Nomor 79/PUU-XII/2014 Tugas dan Wewenang DPD Sebagai Pembentuk Undang-Undang I. PEMOHON Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dalam hal ini diwakili oleh Irman Gurman,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) BID PROPAM POLDA BENGKULU TENTANG PENYUSUNAN LAPORAN BERKALA

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) BID PROPAM POLDA BENGKULU TENTANG PENYUSUNAN LAPORAN BERKALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH BENGKULU BIDANG PROFESI DAN PENGAMANAN STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) BID PROPAM POLDA BENGKULU TENTANG PENYUSUNAN LAPORAN BERKALA Bengkulu, September 2014

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa di dalam era perdagangan global, sejalan dengan konvensi-konvensi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa hutan, sebagai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci