A. HAKIKAT ALAT UKUR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "A. HAKIKAT ALAT UKUR"

Transkripsi

1 BAB ALAT UKUR

2 A. HAKIKAT ALAT UKUR. Konstruksi Alat Ukur Konstruksi Alat ukur melalui suatu proses tertentu Diantaranya melalui PENETAPAN SASARAN PEMERIKSAAN KECOCOKAN UJICOBA PERBAIKAN ADA PELAJARAN TERSENDIRI

3 SASARAN UKUR KONSTRUKSI ALAT UKUR PERBAIKAN ALAT UKUR ALAT UKUR HASIL KONSTRUKSI VALIDITAS ISI ALAT UKUR SEMENTARA PERBAIKAN ALAT UKUR RESPONDEN UJICOBA ANALISIS BUTIR SKOR UJICOBA RELIABILITAS ALAT UKUR (UNTUK DIPAKAI)

4 . WUJUD ALAT UKUR a. ALAT UKUR FISIK Biasanya berbentuk benda Pengukuran melalui peletakan atau penghubungan alat ukur ke objek ukur atau sebaliknya, seperti b. METERAN TIMBANGAN JAM ATAU KALENDER FOTOMETER ALAT UKUR INVENTORI (FAKTA) Biasanya berbentuk isian, seperti : Umur (dalam tahun) Status Pernikahan Banyaknya anak Kepemilikan mobil Jenjang pendidikan

5 c. ALAT UKUR MENTAL Biasanya berbentuk LISAN atau TULISAN Pengukuran berbentuk RESPONSI RESPONDEN atau PENGAMAT terhadap PERTANYAAN alat ukur ini yang paling banyak digunakan pada psikometri. JENIS ALAT UKUR JENIS ALAT UKUR MENCAKUP Alat ukur fisik Isian Inventori Ujian (Tes) Kuesioner Wawancara Pengamatan (Observasi)

6 . STRUKTUR ALAT UKUR a. BUTIR Biasanya alat ukur inventori dan alat ukur mental terdiri atas sejumlah butir ALAT UKUR XXX.. i. n. 6

7 b. PERTANYAAN DAN JAWABAN Setiap butir berisi pertanyaan yang diminta untuk dijawab oleh responden Bentuk jawaban mencakup : Ungkapan Responden mengungkapkan jawaban secara tulisan atau lisan Pilihan Responden memilih tawaran yang diberikan oleh butir sebagai jawaban 7

8 B. ALAT UKUR FISIK, INVENTORI DAN UJIAN (TEST). ALAT UKUR FISIK BIASANYA MENGGUNAKAN ALAT BERBENTUK FISIK PENGUKURAN PANJANG M E T E R A N PENGUKURAN MASSA TIMBANGAN PENGUKURAN WAKTU STOPWATCH JAM KALENDER PENGUKURAN TEMPERATUR TERMOMETER 8

9 . ALAT UKUR INVENTORI Biasanya berbentuk isian atau kuesioner KELAMIN ( PRIA; WANITA) UMUR (DALAM TAHUN) STATUS PERKAWINAN.. BELUM MENIKAH. BERCERAI. DUDA/JANDA BANYAKNYA ANAK MEMILIKI MOBIL ( YA; TIDAK) MEMILIKI KARTU KREDIT.... TIDAK VISA MASTERCARD LAINNYA PENDIDIKAN (LULUSAN).... SD SLTP SMU DIPL. S 6. S 7. S 9

10 . UJIAN (TES) a. MODEL UJIAN Ada sejumlah model ujian yang biasa digunakan meliputi Ujian Ujian Ujian Ujian Ujian Esai jawaban singkat penjodohan betul salah pilihan ganda Dua petama memerlukan ungkapan dari responden Tiga kemudian memerlukan pilihan dari responden 0

11 b. Contoh Ujian keberhasilan belajar berbentuk pilihan ganda dengan satu jawaban benar Jawaban BENAR : Jawaban SALAH : 0

12 c. Contoh Ujian minat jabatan guru berbentuk pilihan ganda Setiap pilihan memiliki skor : TERBAIK : TERBURUK : (DIKUTIP DARI UJIAN MASUK PGSD IKIP JAKARTA)

13 Alat Ukur Kiraan (RATING) Butir pada alat ukur kiraan memberi kesempatan kepada responden memilih suatu letak pada suatu bentangan jawaban Memilih butir yang cocok dengan kiraan responden Memberi peringkat kepada beberapa hal sesuai dengan kiraan responden Banyak alat ukur kuesioner dan wawancara berbentuk alat ukur kiraan

14 Alat Ukur Kiraan : skala Likert dan sejenisnya a. SKALA LIKERT Setiap butir terdiri dari suatu pernyataan Untuk pernyataan itu, responden dapat memilih satu diantara lima tawaran SS S R TS STS SANGAT SETUJU SETUJU RAGU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU Jika pilihan SS dianggap baik, maka butir itu adalah butir positif; Jika pilihan STS dianggap baik, maka butir itu adalah butir negatif

15 Contoh Kuesioner sikap skala Likert tentang pendidikan Tuliskan A, B, C, D, atau E, untuk : A B C D E SANGAT SETUJU SETUJU RAGU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU (DIKUTIP DARI UNIVERSITY OF MENNSOTA)

16 Contoh (dari MULLER - skala Likert) HUKUMAN DI SEKOLAH Pilihan adalah : A SANGAT SETUJU B C D E SETUJU RAGU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU. _ Guru yang baik tidak pernah memukul anak. _ Anak yang dipukuli oleh guru di sekolah mengembangkan sikap buruk terhadap sekolah. _ Anak akan menghormati guru yang memiliki hak untuk menghukum mereka ketika mereka berkelakuan buruk. _ Hukuman berat diperlukan untuk pengendalian ruang kelas. _ Hukuman berat diperlukan pada saat anak tidak menanggapi instruksi yang berulang-ulang diberikan 6. _ Hukuman berat digunakan oleh orang-orang yang kurang sehat mentalnya 7. _ Memberikan hukuman berat kepada siswa merupakan motivasi untuk berkelakuan baik bagi siswa lainnya 8. _ Hukuman berat adalah pelecehan anak 9. _ Hukuman berat harus dihapus dari semua sekolah 0. _ Hukuman berat di sekolah berakibatkan kecenderungan kekerasan di populasi orang dewasa. _ Sekolah yang menerapkan hukuman berat memiliki lebih sedikit masalah disiplin dari sekolah yang tidak menerapkannya. _ hukuman berat mengajarkan kepada anak bahwa tindakan mempunyai akibat. _ Hukuman berat membantu menciptakan suasana disiplin sehingga semua anak bisa belajar. _ Hukuman berat menghambat perkembangan disiplin diri pada anak. _ Hukuman berat emnciptakan suasana tertekan di sekolah 6

17 6. _ Semua sekolah harus mengijinkan guru untuk menggunakan hukuman berat di ruang kelas mereka 7. _ Hukuman berat tidak menghormati anak sebagai manusia 8. _ Hukuma berat menghargai kepenurutan mereka, tetapi tidak menghargai prakarsa mereka 9. _ Anak belajar menjadi agresif dari hukuman fisik 0. _ Tidak memukul, merusak anak. _ Ketika setiap hari mengajar anak, ada kalanya guru perlu memukuli mereka. _ Hukuman berat sama sekali tidak efektif dalam peningkatan kelakuan siswa. _ Hukuman berat menyebabkan pembernya menjadi brutal. _ untuk kelakuan buruk yang serius, saya mengijinkan guru untuk menghukum anak saya secara fisik. _ Hukuman berat membuat siswa terhukum menjadi pahlawan di mata temannya 6. _ Hukuman berat dapat diterima sebagai hukuman terakhir 7. _ Saya tidak akan menghukum siswa secara fisik 8. _ Hukuman berat menyebabkan pembolosan 9. _ Hukuman berat didalam kelas membuat orang tua marah 0. _ Hukuma berat menghasilkan lebih banyak akibat negative daripada positif. _ Hukuman berat mendorong siswa kea rah kekerasan. _ Siswa yang dihukum secara fisik belajar bahwa agresi adalah suatu cara untuk embuat sesuatu terlaksana. _ Saya selalu marah ketika saya mendengar guru menghukum siswa secara fisik 7

18 . _ Saya selalu marah ketika saya mendengar guru menghukum siswa secara fisik. _ Siswa belajar berkelakuan baik melalui penggunaan hukuman fisik. _ Anak mengerti berbuat salah lebih efektif jika dibicarakan daripada dilecehkan secara fisik 6. _ Sya tidak akan mengijinkan guru untuk menggunakan hukuman berat terhadap anak saya 7. _ Hukuman berat menggunakan agresi untuk menghukum agresi 8. _ Dengan mendorong hukuman berat di sekolah, siswa lebih mengerti siapa yang memegang kendali 9. _ Guru dapat menggunakan hukuman berat sebagai cara untuk melindungi diri dari siswa yang marah dan menyusahkan 0. _ Hukuman dapat secara psikologis berakibat parah terhadap anak. _ Hukuman berat adalah pelecehan oleh guru. _ Hukuman berat di sekolah dapat menjadi faktor positif jika ditunjang oleh penjelasan tentang motivasi penggunaannya. _ Hukuman berat di sekolah menjurus ke perilaku peniruan di dalam kelompok siswa, sekali siswa yang dihukum menunjukkan kemampuannya untuk bertahan secara baik. _ Anak membenci guru yang memukul meeka. _ Hukuman berat adalah penting di dalam proses belajar mengajar 6. _ Guru yang mencederai siswa melalui hukuma berat ahrus dikutuk 7. _ Guru yang menggunakanhukuman berat dihadapan siswa lain adalah hal yang tidak dikehendaki 8

19 Contoh (dari Univ. of Minnesota - skala Likert) SKALA PENDIDIKAN Pilihan adalah : A B C D E SANGAT SETUJU SETUJU RAGU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU. _ Orang akan belajar lebih banyak melalui bekerja empat tahun daripada ke SMU. _ Lebih banyak pendidikan seseorang, lebih banyak ia menikmati hdup. _ Pendidikan membantu orang untuk menggunakan waktu senggangnya bagi keuntungan yang lebih baik. _ Pendidikan yang baik adalah kesenangan yang besar bagi sesorang di luar pekerjaannya. _ Hanya mata pelajaran membaca, menulis, dan berhitung yang perlu diajarkan dengan menggunakan uang rakyat 9

20 6. _ Sekarang ini, pendidikan tidak membantu dalam pemerolehan pekerjaan 7. _ Kebanyakan orang muda memperoleh terlalu banyak pendidikan 8. _ Pendidikan SMU cukup berharga untuk semua waktu dan usah yang ditututnya 9. _ Sekolah kita mendorong perorangan untuk berpikir tentang dirinya 0. _ Di dalam pendidikan modern terdapat terlalu banyak modis dan hal-hal aneh. _ Pendidikan hanya orang menjadi tidak puas. _ Latihan di sekolah hanya sedikit membantu dalam menghadapi masalah dalam kehidupan sesungguhnya. _ Pendidikan cenderung membuat pribadi kurang sombong. _ Pemecahan masalah dunia akan terjadi melalui pendidikan. _ Pelajaran di SMU terlalu tidak praktis 6. _ Seseorang adalah bodoh untuk terus bersekolah jika ia dapat memperoleh pekerjaan 7. _ Tabungan yang digunakan untuk pendidikan adalah investasi yang bijaksana 8. _ Orang terdidik dapat maju lebih cepat di bidang bisnis dan industri 9. _ Orang tua tida harus diwajibkan untuk menyekolahkan anaknya 0. _ Pendidikan lebih berharga daripada yang diduga oleh kebanyakan orang. _ Pendidikan SMU membuat orang menjadi warganegara yang lebih baik. _ Uang rakyat yang digunakan untuk pendidikan pada beberapa tahun terakhir ini seharusnya dapat digunakan secara lebih bijaksana untuk tujuan lain 0

21 Contoh skala Likert SKALA SIKAP TERHADAP MATEMATIKA Pilihan adalah : A SANGAT SETUJU B C D E SETUJU RAGU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU (dari dembar Education Research Services, INC.). _ Di dalam kelas matematika, saya selalu sangat tertekan. _ Saya tidak suka matematika dan saya menjadi takut untuk menempuhnya. _ Matematika sangat menyenangkan saya dan saya menikmati pelajaran matematika. _ matematika menakjubkan dan menggembirakan. _ Matematika membuat saya merasa terjamin dan sekaligus merangsang (stimulasi)

22 6. _ Pikiran saya menjadi kosong, dan saya tidak dapat berpikir secara jelas pada saat mengerjakan matematika 7. _ Saya merasa tidak terjamin pada saat mencoba matematika 8. _ Matematika membuat saya tidak enak, tidak tenang, terganggu, dan tak sabar 9. _ Perasaan yang saya peroleh terhadap matematika adalah perasaan yang baik 0. _ Matematika membuat saya merasa seolah-olah saya tersesat dalam hutan belantara bilangan dan tidak dapat mencari jalan keluar. _ Matematika adalah sesuatu yang sangat saya nikmati. _ Ketika saya mendengar kata matematika, saya mempunyai rasa tak suka. _ Saya mendekati matematika dengan rasa ragu, sebagai hasil dari rasa ketakutan untuk tidak mampu mengerjakan matematika. _ Saya sunguh-sungguh suka matematika. _ Matematika adalah pelajaran di sekolah yang selalu saya senangi untuk dipelajari 6. _ Saya menjadi nervous sekalipun hanya berpikir tentang mengerjakan matematika 7. _ Saya tidak pernah suka matematika, dan itulah mata pelajaran yang saya takuti 8. _ Saya lebih senang di kelas matematika daripada di kelas lain 9. _ Saya merasa lega di matematika, dan saya sangat menyukainya 0. _ Saya jelas memiliki reaksi positif terhadap matematika dan ia sangat menyenangkan

23 b. ALAT UKUR DENGAN SKALA FREKUENSI VERBAL Skala untuk dipilih SELALU SERING ADA KALANYA JARANG TIDAK PERNAH. _ Menonton film silat di TV. _ Mencari tahu siapa bintang filmnya. _ Membaca buku tentang film itu. _ Menulis karangan tentang film itu. _ manganjur kawan untuk menonton

24 c. ALAT UKUR DENGAN SKALA ORDINAL Biasanya, kapan Anda atau keluarga Anda di rumah PERTAMA kali menghidupkan pesawat TV (pilih satu saja) _ Hal pertama di pagi hari _ Sejenak setelah bangun _ Tengah pagi _ Sesaat sebelum makan siang _ Segera setelah makan siang _ Tengah petang _ Awal mlam sebelum makan malam _ Segera setelah makan malam _ Larut malam _ Biasanya tidak menghidupkan

25 d. ALAT UKUR DENGAN SKALA KOMPARATIF Bandingkan pelayanan toko di bawah ini dengan toko X (pilih salah satu saja) TOKO A B C D SANGAT RENDAH KIRA-KIRA SAMA SANGAT TINGGI

26 e. ALAT UKUR DENGAN SKALA NUMERIK Pilih satu angka pada skala di bawah ini sebagai tempat untuk membeli alat olah raga SANGAT TIDAK PENTING SANGAT PENTING SKALA Kualitas barang Pemilihan merk Garansi dari toko Ukuran toko Ketersediaan kredit 6

27 f. ALAT UKUR DENGAN PILIHAN KATA SIFAT BERI TANDA DI DEPAN KATA YANG COCOK DENGAN KEADAAN PEKERJAAN ANDA _ Mudah _ Aman _ Teknis _ Melelahkan _ Membosankan _ Susah _ Menarik _ Memberi hasil _ Gaji kecil _ Terjamin _ Ketat _ Lambat _ Rutin _ Menyenangkan _ Jalan buntu _ Kaku _ Berubah _ Menggembirakan _ Penting _ Memuaskan _ Minta tenaga _ Menurukan derajad _ Sementara _ Beresiko 7

28 g. ALAT UKUR DENGAN SKALA STAPEL PILIHLAH ANGKA SKALA DAN LETAKKAN PADA SETIAP KATA SEHINGGA MENGGAMBARKAN PEKERJAAN ANDA SAMA SEKALI TIDAK SKALA SEMPURNA 6 7 _ Mudah _ Aman _ Teknis _ Melelahkan _ Membosankan _ Susah _ Menarik _ Memberi hasil _ Gaji kecil _ Terjamin _ Ketat _ Lambat _ Rutin _ Menyenangkan _ Jalan buntu _ Kaku _ Berubah _ Menggembirakan _ Penting _ Memuaskan _ Minta tenaga _ Menurukan derajad _ Sementara _ Beresiko 8

29 h. ALAT UKUR DENGAN SKALA PERINGKAT PAKSAAN BERILAH PERINGKAT,,, PADA DAFTAR DI BAWAH INI MENURUT URUTAN PREFENSI _ MANGGA HARUMANIS _ MANGGA GEDONG _ MANGGA KUINI _ MANGGA INDRAMAYU 9

30 i. ALAT UKUR DENGAN SKALA DIFERENSIAL SEMANTIK DARI OSGOOD TANDAKAN OPINI ANDA TENTANG PELAYANAN PIZZA PANAS TAWAR MAHAL BASAH LEMBEK BAIK TIDAK MENARIK SEGAR KECIL ALAMIAH DINGIN GURIH MURAH KERING GARING BURUK MENARIK TIDAK SEGAR BESAR ARTIFISIAL 0

31 Alat Ukur Kiraan : SKALA a. THURSTON HAKIKAT Alat ukur terdiri atas sejumlah butir Setiap butir mempunyai nilai yang terletak di antara sampai Jarak nilai di antara butir adalah sama atau kira-kira sama (mis.,7,,7, ) Nilai butir tidak diketahui oleh responden Responden menconteng butir yang disetujuinya (dan membiarkan butir yang tidak disetujuinya)

32 b. Contoh : Kuesioner SIKAP THURSONE TENTANG KELAS TERBUKA Berikan tanda pada nomor yang isinya disetujui. _ Ruang kelas terbuka menjurus ke kenakalan anak. _ Saya tidak mau anak saya masuk ke sekolah dengan ruang kelas terbuka. _ Anak yang belajar di ruang kelas terbuka menjadi lebih kreatif. _ Ruang kelas terbuka terlalu tidak berdisiplin untuk belajar maksimum. _ Ruang kelas terbuka adalah tipu daya kaum komunis 6. _ Ruang kelas terbuka memperlancar perkembangan afektif anak 7. _ ruang kelas terbuka mempengaruhi sikap guru secara positif 8. _ Pendidikan di ruang kelas terbuka tidak lebih baik dan tidak lebih buruk dari di ruang kelas biasa _ Suara di ruang kelas terbuka terlalu nyaring untuk dapat memperlancar belajar 7. _ Saya akan menandatangani petisi yang mendukung penggunaan ruang kelas terbuka di sekolah dasar setempat CARA PEMBERIAN SKOR Pada nomor yang diberi, berikan skor ) 6) ) 6), 7,6,0,6 ) 7) ) 7),6 6,9 7, 8, ) 7,9 8),0 ) 8,7 ),6 9), ) 6,6 ), 0) 7, ),8 Ini tidak diketahui oleh Responden

33 Contoh (Mueller) SKALA THURSTON OPINI TENTANG RUANG KELAS TERBUKA. _ Ruang kelas terbuka menjurus ke kenakalan anak. _ Saya tidak mau anak saya masuk ke sekolah dengan ruang kelas terbuka. _ Anak yang belajar di ruang kelas terbuka menjadi lebih kreatif. _ Ruang kelas terbuka terlalu tidak berdisiplin untuk belajar maksimum. _ Ruang kelas terbuka adalah tipu daya kaum komunis 6. _ Ruang kelas terbuka memperlancar perkembangan afektif anak 7. _ ruang kelas terbuka mempengaruhi sikap guru secara positif 8. _ Pendidikan di ruang kelas terbuka tidak lebih baik dan tidak lebih buruk dari di ruang kelas biasa 9. _ Suara di ruang kelas terbuka terlalu tinggi untuk dapat memperlancar belajar 0. _ Ruang kelas terbuka mengajarkan anak bertanggung jawab. _ Kepala sekolah yang membentuk ruang kelas terbuka harus diganti. _ Saya akan memberi suara kepada calon pengurus sekolah yang mendukung konsep ruang kelas terbuka. _ Harus diadikan tuntunan hukum bahwa semua sekolah menganut model instruksi ruang kelas terbuka. _ Anak belajar lebih banyak bila mereka memiliki lebih banyak kebebasan. _ Bagi sebagian siswa, ruang kelas terbuka menimbulkan kecemasan yang lebih tinggi 6. _ Ruang kelas terbuka anya merupakan salah satu mode pada pendidikan 7. _ Saya akan menandatangani petisi yang mendukung penggunaan ruang kelas terbuka di sekolah dasar setempat

34 KUNCI KUESIONER ) 6) ) 6),, 7,6,0,6, 0, 6,6 6,9 0, ) 7) ) 7),6 6,9 7, 8,,6 0, 7, 0, ) 7,9 8),0 ) 8,7,0 0, 7, 0,,6 0,6 7,6 0, ),6 9), ) 6,6,8 0, 7,9 0, ), 0) 7, ),8, 0, 8, 0,,6,0 0, 8,7 0, JARAK MEREKA HAMPIR SAMA PERLU DITAMBAH BUTIR LAGI AGAR SELURUHNYA BERJARAK HAMPIR SAMA

35 Alat Ukur Kiraan Lainnya Ada bermacam yang mirip satu dan lainnya, diantaranya Komparasi berpasangan (ALRECK) Skala jumlah tetap (ALRECK) Skala jarak sosial Bogardus (MUELLER) Skala sikap digeneralisasi dari Remmers (MUELLER) Skalogram analisis dari Guttman (MUELLER, CROCKER) Unfolding Technique dari Coombs (CROCKER)

36 D. ALAT UKUR PENGAMATAN (OBSERVASI) MODEL ALAT UKUR a. Pengamat (lebih dari seorang) melakukan pengamatan Pengamat membawa lembar evaluasi yang terdiri atas banyak hal yang harus diisi (atau diconteng) Pengamatan dilakukan pada suatu jangka waktu tertentu berkenaan dengan hal yang sudah ditentukan terlebih dahulu 6

37 b. Contoh ISIAN PENGAMAT TENTANG KEGIATAN KELAS BERI TANDA PADA PILIHAN YANG SESUAI. KEHENINGAN. GURU BERCERAMAH. GURU BERTANYA. SISWA BERTANYA. GURU MENJAWAB 6. SISWA MENJAWAB 7. KEGADUHAN SAAT DETIK KEGIATAN 6 7 7

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN 1. Pesat tapi tidak merata. - Otot besar mendahului otot kecil. - Atur ruangan. - Koordinasi mata dengan tangan belum sempurna. - Belum dapat mengerjakan pekerjaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini. Proses pendidikan seumur hidup itu lebih dikenal dengan istilah long life

BAB I PENDAHULUAN. ini. Proses pendidikan seumur hidup itu lebih dikenal dengan istilah long life 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapan pun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini. Proses pendidikan

Lebih terperinci

dengan acara yang dibawakan

dengan acara yang dibawakan Saya Cahyo Dian Prasetyo mahasiswa Universitas Esa Unggul jurusan Broadcasting, saat ini sedang melakukan penelitian sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar Strata 1. Sehubungan dengan hal ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hubungan timbal balik antara guru dan murid yang baik. Untuk itu, selain

BAB I PENDAHULUAN. hubungan timbal balik antara guru dan murid yang baik. Untuk itu, selain 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kondisi belajar yang baik dan memadai sangat membutuhkan hubungan timbal balik antara guru dan murid yang baik. Untuk itu, selain menggunakan strategi belajar mengajar

Lebih terperinci

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian.

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Uji Penilaian Profesional Macquarie Leaflet Latihan Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Mengapa Uji Penilaian psikometrik digunakan Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang menyertakan

Lebih terperinci

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI METODE DISCOVERY-INQUIRY PADA SISWA KELAS VII SMP N 5 SUKOHARJO SKRIPSI

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI METODE DISCOVERY-INQUIRY PADA SISWA KELAS VII SMP N 5 SUKOHARJO SKRIPSI PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI METODE DISCOVERY-INQUIRY PADA SISWA KELAS VII SMP N 5 SUKOHARJO SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Menyelesaikan Studi Program Strata Satu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes keterampilan membaca puisi untuk mengetahui kondisi awal keterampilan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes keterampilan membaca puisi untuk mengetahui kondisi awal keterampilan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian tindakan kelas yang berupa hasil tes dan nontes. Hasil tes meliputi siklus I dan siklus II. Hasil

Lebih terperinci

LAPORAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT

LAPORAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT LAPORAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT INFORMASI PUBLIK PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT 2014 ANALISA PROSEDUR PELAYANAN INFORMASI Dari survei yang telah dilakukan oleh Tim Pelayanan Informasi Publik Kementerian

Lebih terperinci

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119 pelajaran 9 energi benda yang bergerak butuh energi benda yang bunyi butuh energi benda yang bersinar butuh energi energi diperlukan dalam hidup tahukah kamu apa itu energi energi 119 energi menulis puisi

Lebih terperinci

MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK. Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan

MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK. Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 disebutkan bahwa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan tuntutan Kurikulum KTSP yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah mengharapkan agar penguasaan

Lebih terperinci

BAB 4 SIMPULAN DAN SARAN. nilai-nilai tradisionalnya. Sebelum Perang Dunia II, sistem keluarga Jepang didasarkan

BAB 4 SIMPULAN DAN SARAN. nilai-nilai tradisionalnya. Sebelum Perang Dunia II, sistem keluarga Jepang didasarkan BAB 4 SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan Masyarakat Jepang di kenal sebagai suatu masyarakat yang memegang kuat nilai-nilai tradisionalnya. Sebelum Perang Dunia II, sistem keluarga Jepang didasarkan pada

Lebih terperinci

PENILAIAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN PEMBELAJARAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PENILAIAN APA PENILAIAN? APA PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI? BAGAIMANA CARANYA? PENILAIAN: PROSES SISTIMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA, DESKRIPSI VERBAL), ANALISIS, INTERPRETASI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Depok: Intuisi Press,1998) Cet 2, hlm. 2-3

BAB I PENDAHULUAN. (Depok: Intuisi Press,1998) Cet 2, hlm. 2-3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tantangan kehidupan selalu muncul secara alami seiring dengan berputarnya waktu. Berbagai tantangan bebas bermunculan dari beberapa sudut dunia menuntut untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Abad ke-21 disebut-sebut oleh pakar, termasuk futurology, sebagai abad

BAB I PENDAHULUAN. Abad ke-21 disebut-sebut oleh pakar, termasuk futurology, sebagai abad 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Abad ke-21 disebut-sebut oleh pakar, termasuk futurology, sebagai abad informasi dan pengetahuan. Karena informasi dan pengetahuan akan menjadi landasan

Lebih terperinci

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 Survei ini merupakan survey mengenai kesehatan dan hal-hal yang yang mempengaruhi kesehatan. Informasi yang anda berikan akan digunakan

Lebih terperinci

CONTOH SILABUS BERDIVERSIFIKASI DAN PENILAIAN BERBASIS KELAS

CONTOH SILABUS BERDIVERSIFIKASI DAN PENILAIAN BERBASIS KELAS CONTOH SILABUS BERDIVERSIFIKASI DAN BERBASIS KELAS Mata Pelajaran MATEMATIKA LAYANAN KHUSUS SEKOLAH dan MADRASAH IBTIDAIYAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Jakarta, 2003 Katalog dalam Terbitan Indonesia.

Lebih terperinci

LeIP. Peraturan Lembaga Manajemen Kepegawaian. Peraturan LeIP Tentang Manajemen Kepegawaian. 1. Kategorisasi Pegawai

LeIP. Peraturan Lembaga Manajemen Kepegawaian. Peraturan LeIP Tentang Manajemen Kepegawaian. 1. Kategorisasi Pegawai Peraturan Tentang 1. Kategorisasi Pegawai 1.1. Pegawai dibagi dalam kategori sebagai berikut : a. Pegawai Tetap b. Pegawai Tidak Tetap 1.2. Pegawai Tetap adalah pegawai yang diangkat Lembaga untuk bekerja

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi suatu bangsa agar bangsa tersebut dapat meningkatkan kualitas SDM yang dimilikinya. Dengan SDM yang berkualitas maka

Lebih terperinci

BERDASARKAN KEPUTUSAN KEPALA BKN N O M O R : 11 TAHUN 2002 TANGGAL : 17 JUNI

BERDASARKAN KEPUTUSAN KEPALA BKN N O M O R : 11 TAHUN 2002 TANGGAL : 17 JUNI DAFTAR RIWAYAT HIDUP BERDASARKAN KEPUTUSAN KEPALA BKN N O M O R : 11 TAHUN 2002 TANGGAL : 17 JUNI 2002 2 DAFTAR RIWAYAT HIDUP KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 11 TAHUN 2002 TANGGAL : 17

Lebih terperinci

KUISIONER LAYANAN PERPUSTAKAAN STIE PERBANAS SURABAYA 2013/2014

KUISIONER LAYANAN PERPUSTAKAAN STIE PERBANAS SURABAYA 2013/2014 KUISIONER LAYANAN PERPUSTAKAAN STIE PERBANAS SURABAYA 2013/2014 PENDAHULUAN Perpustakaan adalah salah satu kore yang bergerak dalam bidang jasa layanan, oleh karena itu di era informasi dan persaingan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN ABSTRAK.. UCAPAN TERIMA KASIH.. DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL.. DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR LAMPIRAN..

DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN ABSTRAK.. UCAPAN TERIMA KASIH.. DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL.. DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR LAMPIRAN.. DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN ABSTRAK.. KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH.. DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL.. DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR LAMPIRAN.. i ii iii vi xi xiii xiv BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi waktu : SMA Negeri 1 Sukasada : Matematika : X/1 (Ganjil) : 2 x 4 menit (1 pertemuan) I. Standar Kompetensi

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian ini berjudul Studi deskriptif mengenai tingkat kematangan bawahan pada pramugara PT X Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kematangan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMP Negeri 3

METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMP Negeri 3 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMP Negeri 3 Metro. B. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa

Lebih terperinci

Masa Kanak-Kanak Akhir. Siti Rohmah Nurhayati

Masa Kanak-Kanak Akhir. Siti Rohmah Nurhayati Masa Kanak-Kanak Akhir Siti Rohmah Nurhayati MASA KANAK-KANAK AKHIR Masa kanak-kanak akhir sering disebut sebagai masa usia sekolah atau masa sekolah dasar. Masa ini dialami anak pada usia 6 tahun sampai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hal tersebut sesuai dengan UU No. 10 Tahun 2003 Pasal 1 tentang Sistem

BAB I PENDAHULUAN. Hal tersebut sesuai dengan UU No. 10 Tahun 2003 Pasal 1 tentang Sistem 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan sangat penting dalam meningkatkan potensi diri setiap orang. Hal tersebut sesuai dengan UU No. 10 Tahun 2003 Pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional,

Lebih terperinci

pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012

pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012 pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012 Variabel: suatu objek yang dapat memiliki lebih dari satu nilai. Contoh variabel: Jenis kelamin: ada dua

Lebih terperinci

2/22/2012 METODE PEMBELAJARAN

2/22/2012 METODE PEMBELAJARAN METODE PEMBELAJARAN Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi yang sudah direncanakan. Jenis metode pembelajaran : Ceramah : penyajian melalui penuturan secara lisan/penjelasan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG Umar Wirahadi Kusuma Universitas Negeri Malang Pembimbing

Lebih terperinci

Kata kunci : penggunaan media, gambar seri, peningkatan kemampuan, karangan sederhana.

Kata kunci : penggunaan media, gambar seri, peningkatan kemampuan, karangan sederhana. PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA SISWA KELAS III SDK RANGGA KECAMATAN LEMBOR KABUPATEN MANGGARAI BARAT Herman Yoseph Tagur SDK Rangga Lembor Manggarai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah metodologi karena ketepatan metodologi yang digunakan untuk memecahkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. adalah dengan mengembangkan program pendidikan, khususnya pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. adalah dengan mengembangkan program pendidikan, khususnya pendidikan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu pengetahuan dan teknologi memainkan peranan penting dalam upaya mencapai tujuan dan cita-cita pembangunan suatu bangsa. Oleh karena itu, semua bangsa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran matematika. Permasalahan ini relevan dengan bukti empiris yang. membaca atau mengerjakan soal-soal yang ada di dalamnya.

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran matematika. Permasalahan ini relevan dengan bukti empiris yang. membaca atau mengerjakan soal-soal yang ada di dalamnya. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurang maksimalnya pemanfaatan media merupakan salah satu dari sekian banyak masalah dalam pembelajaran di sekolah termasuk pada mata pelajaran matematika. Permasalahan

Lebih terperinci

Model Penilaian Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Karater di Sekolah Dasar

Model Penilaian Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Karater di Sekolah Dasar Model Penilaian Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Karater di Sekolah Dasar Oleh: Riyadi Program Studi PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memperoleh

Lebih terperinci

tempat. Teori Atribusi

tempat. Teori Atribusi 4 C. PERSEPSI DAN KEPRIBADIAN Persepsi adalah suatu proses di mana individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan sensori mereka untuk memberi arti pada lingkungan mereka. Riset tentang persepsi

Lebih terperinci

BERDASARKAN KEPUTUSAN KEPALA BKN N O M O R : 11 TAHUN 2002 TANGGAL : 17 JUNI

BERDASARKAN KEPUTUSAN KEPALA BKN N O M O R : 11 TAHUN 2002 TANGGAL : 17 JUNI DAFTAR RIWAYAT HIDUP BERDASARKAN KEPUTUSAN KEPALA BKN N O M O R : 11 TAHUN 2002 TANGGAL : 17 JUNI 2002 2 DAFTAR RIWAYAT HIDUP KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 11 TAHUN 2002 TANGGAL : 17

Lebih terperinci

0.01 sebaran tidak normal. Tehnik uji yang digunakan adalah uji z dari. Uji ini untuk mengetahui bentuk hubungan antara variabel bebas dengan

0.01 sebaran tidak normal. Tehnik uji yang digunakan adalah uji z dari. Uji ini untuk mengetahui bentuk hubungan antara variabel bebas dengan 90 0.01 sebaran tidak normal. Tehnik uji yang digunakan adalah uji z dari Kolmogorov-Smirnov. b) Uji Linieritas hubungan. Uji ini untuk mengetahui bentuk hubungan antara variabel bebas dengan variabel

Lebih terperinci

Menurut Amsal 14, apa yang orang bodoh lakukan?

Menurut Amsal 14, apa yang orang bodoh lakukan? Lesson 6 for February 7, 2015 Sebagian besar editor teks moderen menggunakan sistem yang disebut WYSIWYG (What You See Is What You Get atau Apa Yang Anda Lihat Adalah Apa Yang Anda Dapatkan) Artinya, dokumen

Lebih terperinci

DISIPLIN PADA ANAK SERI BACAAN ORANG TUA

DISIPLIN PADA ANAK SERI BACAAN ORANG TUA 30 SERI BACAAN ORANG TUA DISIPLIN PADA ANAK Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional Milik Negara

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA (Studi Eksperimen Di kelas XI IPA SMA Negeri 4 Tasikmalaya)

Lebih terperinci

PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan

PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan besarnya pengaruh

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN

LAMPIRAN 1 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN 83 LAMPIRAN 1 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN 83 84 Nama : Kelas/No. Absen : Petunjuk Pengisian Angket: Berilah tanda check ( ) pada kolom S (Selalu), SR (Sering), J (Jarang), TP (Tidak Pernah) sesuai dengan

Lebih terperinci

KUESIONER. Variabel Dependen. wawancara dengan responden sesuai pada option jawaban yaitu : 1. Ya bobot nilai 1 2. Tidak bobot nilai 0

KUESIONER. Variabel Dependen. wawancara dengan responden sesuai pada option jawaban yaitu : 1. Ya bobot nilai 1 2. Tidak bobot nilai 0 KUESIONER Variabel Independen Petunjuk : Beri tanda checklist ( ) pada kolom ng telah disediakan terhadap hasil pengamatan anda sesuai dengan option jawaban : 1. Sesuai bobot nilai 1 2. Tidak sesuai bobot

Lebih terperinci

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Warsito Adnan MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 2 untuk Kelas II SD dan MI Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Diskripsi Data Kemampuan Awal 1. Data Kemampuan Awal Prestasi Belajar Matematika Data yang digunakan kemampuan awal adalah nilai UAN keltika masuk MTs mata pelajaran

Lebih terperinci

ALAT PERAGA MATEMATIKA SEDERHANA UNTUK SEKOLAH DASAR. Oleh : Drs. Ahmadin Sitanggang, M.Pd Widyaiswara LPMP Sumatera Utara

ALAT PERAGA MATEMATIKA SEDERHANA UNTUK SEKOLAH DASAR. Oleh : Drs. Ahmadin Sitanggang, M.Pd Widyaiswara LPMP Sumatera Utara ALAT PERAGA MATEMATIKA SEDERHANA UNTUK SEKOLAH DASAR Oleh : Drs. Ahmadin Sitanggang, M.Pd Widyaiswara LPMP Sumatera Utara LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) SUMATERA UTARA 2013 Jl. Bunga Raya No.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja 2. Variabel Bebas : a.persepsi Keharmonisan Keluarga : b. Konsep Diri B. Definisi Operasional

Lebih terperinci

BAB. III METODE PENELITIAN

BAB. III METODE PENELITIAN 18 BAB. III METODE PENELITIAN 3.1 Settingdan Karaktersistik Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas mata pelajaran PKn tentang Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintah pusat dan daerah dilakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan yang siap untuk berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini diperlukan dukungan karyawan yang cakap

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH A. Ridwan Siregar Universitas Sumatera Utara I. PENDAHULUAN Minat baca adalah keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi (gairah) untuk membaca. Minat baca dengan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan pergaulan dengan orang lain

BAB I PENDAHULUAN. keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan pergaulan dengan orang lain BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Belajar merupakan salah satu bentuk kegiatan individu dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan. Tujuan dari setiap belajar mengajar adalah untuk memperoleh hasil

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Stres muncul sejalan dengan peristiwa dan perjalanan kehidupan yang dilalui

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Stres muncul sejalan dengan peristiwa dan perjalanan kehidupan yang dilalui BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stres muncul sejalan dengan peristiwa dan perjalanan kehidupan yang dilalui oleh individu dan terjadinya tidak dapat dihindari sepenuhnya. Pada umumnya, individu yang

Lebih terperinci

Amati gambar di bawah dengan teliti!

Amati gambar di bawah dengan teliti! Ayo mengenal kewajiban yang sama di sekolah! Setiap hari Dayu pergi ke sekolah. Dayu belajar dengan teman-teman. Semua siswa belajar dengan tanggung jawab. Mereka memiliki kewajiban yang sama di sekolah.

Lebih terperinci

Tema Parenting : (Mengasah Kemampuan Berbahasa) SERI BACAAN ORANG TUA TANDA PERKEMBANGAN ANAK USIA 2 4 TAHUN

Tema Parenting : (Mengasah Kemampuan Berbahasa) SERI BACAAN ORANG TUA TANDA PERKEMBANGAN ANAK USIA 2 4 TAHUN Tema Parenting : (Mengasah Kemampuan Berbahasa) SERI BACAAN ORANG TUA TANDA PERKEMBANGAN ANAK USIA 2 4 TAHUN Selama periode usia 2-4 tahun, anak menunjukkan perubahan di seluruh tanda perkembangannya.

Lebih terperinci

: SN adalah peneliti dan SL adalah informan

: SN adalah peneliti dan SL adalah informan LAMPIRAN 80 Lampiran 1. Laporan Catatan Lapangan Subjek/Informan : SL Pekerjaan : PNS Hari dan tanggal : 3 Agustus 2010 Pukul Tempat Keterangan : 09.10 WIB - selesai : Kediaman SL : SN adalah peneliti

Lebih terperinci

PERAN PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QURAN SEBAGAI MUATAN LOKAL DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER KEPRIBADIAN SISWA STUDI DI SMP TRI BHAKTI NAGREG

PERAN PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QURAN SEBAGAI MUATAN LOKAL DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER KEPRIBADIAN SISWA STUDI DI SMP TRI BHAKTI NAGREG PERAN PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QURAN SEBAGAI MUATAN LOKAL DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER KEPRIBADIAN SISWA STUDI DI SMP TRI BHAKTI NAGREG IRA YUMIRA EMAIL: http // i.yumira@yahoo.co.id STKIP SILIWANGI

Lebih terperinci

Lampiran 1. Hasil Uji Validitas Logis

Lampiran 1. Hasil Uji Validitas Logis LAMPIRAN 74 Lampiran 1. Hasil Uji Validitas Logis 75 76 77 Lampiran 2. Uji Coba Kuesioner Penelitian Skripsi UJI COBA KUESIONER PENELITIAN SKRIPSI Identitas Responden Nama Kelas :.. (Boleh Tidak Diisi)

Lebih terperinci

tertentu. Penilaian performans menurut Nathan & Cascio (1986) berdasarkan pada analisis pekerjaan.

tertentu. Penilaian performans menurut Nathan & Cascio (1986) berdasarkan pada analisis pekerjaan. Bentuk-Bentuk Tes Bentuk tes yang digunakan dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu tes objektif dan tes non-objektif. Objektif di sini dilihat dari sistem penskorannya, yaitu siapa saja yang memeriksa

Lebih terperinci

ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU

ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU Oleh: Mohammad Fakhrudin Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, Berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan

Lebih terperinci

KUESIONER FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI POLA PEMILIHAN MAKANAN SIAP SAJI (FAST FOOD) PADA PELAJAR DI SMA SWASTA CAHAYA MEDAN TAHUN 2012

KUESIONER FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI POLA PEMILIHAN MAKANAN SIAP SAJI (FAST FOOD) PADA PELAJAR DI SMA SWASTA CAHAYA MEDAN TAHUN 2012 LAMPIRAN KUESIONER FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI POLA PEMILIHAN MAKANAN SIAP SAJI (FAST FOOD) PADA PELAJAR DI SMA SWASTA CAHAYA MEDAN TAHUN 2012 I. INFORMASI WAWANCARA No. Responden... Nama Responden...

Lebih terperinci

FUNGSI DAN MANFAAT MEDIA PENDIDIKAN

FUNGSI DAN MANFAAT MEDIA PENDIDIKAN FUNGSI DAN MANFAAT MEDIA PENDIDIKAN Fungsi dan Manfaat Media Pendidikan Salah satu fungsi utama media pendidikan adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, danlingkungan

Lebih terperinci

Putriaji Hendikawati Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang p_aji_unnes@yahoo.com. Abstrak

Putriaji Hendikawati Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang p_aji_unnes@yahoo.com. Abstrak Meningkatkan Aktivitas Belajar Untuk Mencapai Tuntas Belajar Siswa SMP CitischoolMelalui Model Pembelajaran Quantum Teaching Dilengkapi Modul Dan VCD Pembelajaran Putriaji Hendikawati Jurusan Matematika

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. agar manusia tidak terjerumus dalam kehidupan yang negatif. Pendidikan

BAB 1 PENDAHULUAN. agar manusia tidak terjerumus dalam kehidupan yang negatif. Pendidikan BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara umum pengertian pendidikan adalah proses perubahan atau pendewasaan manusia, berawal dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak biasa menjadi biasa, dari

Lebih terperinci

Peran Penting Guru Matematika dalam Mencerdaskan Siswanya

Peran Penting Guru Matematika dalam Mencerdaskan Siswanya Peran Penting Guru Matematika dalam Mencerdaskan Siswanya Fadjar Shadiq, M.App.Sc (fadjar_p3g@yahoo.com & www.fadjarp3g.wordpress.com) Peran guru matematika sangat penting. Guru matematika akan sangat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Permasalahan yang sering muncul di bidang pendidikan biasanya tidak lepas dari kualitas peserta didik. Salah satu cara untuk mengetahui peningkatan kualitas

Lebih terperinci

BAB 1 SIKAP (ATTITUDE)

BAB 1 SIKAP (ATTITUDE) Psikologi Umum 2 Bab 1: Sikap (Attitude) 1 BAB 1 SIKAP (ATTITUDE) Bagaimana kita suka / tidak suka terhadap sesuatu dan pada akhirnya menentukan perilaku kita. Sikap: - suka mendekat, mencari tahu, bergabung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kimia adalah salah satu mata pelajaran yang semakin penting seiring berkembangnya ilmu dan teknologi sekarang ini, namun faktanya di lapangan menunjukkan bahwa pelajaran

Lebih terperinci

Variabel Penelitian. Pendahuluan. Agus Susworo Dwi Marhaendro

Variabel Penelitian. Pendahuluan. Agus Susworo Dwi Marhaendro Variabel Penelitian Agus Susworo Dwi Marhaendro Pendahuluan Ilmuwan bergerak di antara tingkat teorihipotesis dan pengamatan Ditandai dgn keserasian antara teori dan fakta Teori & hipotesis diuji berdasarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Keberhasilan pembelajaran dapat diukur dari keberhasilan siswa yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Keberhasilan pembelajaran dapat diukur dari keberhasilan siswa yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan pembelajaran dapat diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut. Keberhasilan itu dapat dilihat dari tingkat pemahaman,

Lebih terperinci

LAPORAN OBSERVASI LAPANGAN PERKEMBANGAN DAN PROSES PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

LAPORAN OBSERVASI LAPANGAN PERKEMBANGAN DAN PROSES PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS LAPORAN OBSERVASI LAPANGAN PERKEMBANGAN DAN PROSES PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (Suatu Observasi Lapangan di SDLB Desa Labui, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh) Oleh: Qathrinnida, S.Pd Suatu

Lebih terperinci

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Blitar, 7 Maret 2015 PSIKOLOGI PARENTING MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Talk show dan pelatihan memaksimalkan usia emas dan keberagaman anak usia dini, di PGIT TKIT Al-Hikmah Bence, Garum, Blitar

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH Endang Tri Wahyuni A.: Pengaruh Faktor Syariah, Tingkat Keuntungan Bagi 269 PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

Ditulis oleh Orang Gila

Ditulis oleh Orang Gila 1 PRAMA WIRATAMA Ditulis oleh Orang Gila Ditulis oleh Orang Gila Oleh: Prama Wiratama Copyright 2010 by Prama Wiratama Desain Sampul: PENGANTAR 2 Assalamu'alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah akhirnya buku saya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Sumber Daya Manusia), terutama peningkatan dalam bidang pendidikan. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. (Sumber Daya Manusia), terutama peningkatan dalam bidang pendidikan. Hal ini BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini pemerintah sedang giat berupaya meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), terutama peningkatan dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Eni Haerini, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Eni Haerini, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hasil belajar merupakan hal yang penting dalam pembelajaraan, baik itu hasil yang dapat diukur secara langsung dengan angka maupun hasil belajar yang dapat dilihat

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pola Asuh Orang Tua 2.1.1 Pengertian Pola Asuh Orang Tua Menurut Hurlock (1999) orang tua adalah orang dewasa yang membawa anak ke dewasa, terutama dalam masa perkembangan. Tugas

Lebih terperinci

KONSEP DASAR. Manusia padasarnya adalah unik memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional

KONSEP DASAR. Manusia padasarnya adalah unik memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional KONSEP DASAR Manusia padasarnya adalah unik memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif, bahagia, dan kompeten. Ketika

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung pada

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Mulyati, 2013

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Mulyati, 2013 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan bagi siswa. Begitu pula bagi guru, matematika dianggap sebagai pelajaran yang sulit

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan komunikasi

Lebih terperinci

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Beginners (Section I Listening) Transcript Familiarisation Text Sudah pindah rumah, Sri? Sudah Joko. Bagaimana rumah barumu? Bagus Joko. Aku punya

Lebih terperinci

PANDUAN EVALUASI KEMAMPUAN SAINS ANAK USIA DINI

PANDUAN EVALUASI KEMAMPUAN SAINS ANAK USIA DINI PANDUAN EVALUASI KEMAMPUAN SAINS ANAK USIA DINI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (P2PAUDNI) Regional II Semarang Tahun 2014 PENILAIAN

Lebih terperinci

LAMPIRAN. F 8 Mendefinisikan masalah Mengetahui dan memahami masalah UF 26 F 14 F 20 F 2 UF 9

LAMPIRAN. F 8 Mendefinisikan masalah Mengetahui dan memahami masalah UF 26 F 14 F 20 F 2 UF 9 LAMPIRAN Lampiran 1 Dimensi Dukungan Sosial Dimensi Indikator UF/F Urut UF 1 F 8 Mendefinisikan masalah Mengetahui dan memahami masalah UF 26 F 14 F 20 F 2 UF 9 Identifikasi Kriteria Membuat kriteria jurusan

Lebih terperinci

TINGKAH LAKU ANAK DAN PENGELOLAAN PADA PERAWATAN GIGI DEPARTEMEN PEDODONSIA FKG USU

TINGKAH LAKU ANAK DAN PENGELOLAAN PADA PERAWATAN GIGI DEPARTEMEN PEDODONSIA FKG USU TINGKAH LAKU ANAK DAN PENGELOLAAN PADA PERAWATAN GIGI DEPARTEMEN PEDODONSIA FKG USU 15 BULAN 2,5 TAHUN (TODDLERHOOD) Daya tangkap : Terbatas Perhatian : Tidak tetap Aman, jika : didampingi ibu/orang dikenal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan sains saat ini menunjukkan bahwa sains memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Berkembangnya ilmu pengetahuan

Lebih terperinci

Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2013

Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2013 Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2013 Observasi Tes Wawancara Eksperimen Kuesioner Dokumentasi Relevan dengan bagian-bagian berikut: rumusan masalah variabel penelitian

Lebih terperinci

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN ii iii iv vi viii x xii xiii BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan yang terus berkembang membawa konsekuensikonsekuensi

BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan yang terus berkembang membawa konsekuensikonsekuensi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehidupan yang terus berkembang membawa konsekuensikonsekuensi tertentu terhadap pola kehidupan masyarakat. Begitu juga dengan dunia pendidikan yang terus berubah

Lebih terperinci

Tipe-tipe komunikasi. Puri Kusuma D.P

Tipe-tipe komunikasi. Puri Kusuma D.P Tipe-tipe komunikasi Puri Kusuma D.P a)komunikasi kesehatan b)komunikasi politik c) Komunikasi bisnis d)komunikasi keluarga e) dll Konteks-konteks komunikasi Komunikasi tidak berlangsung dalam ruang hampa-sosial,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/25/M.PAN/2/2004

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/25/M.PAN/2/2004 KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/5/M.PAN//00 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT UNIT PELAYANAN INSTANSI PEMERINTAH MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA,

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu kata efektif juga dapat

II. TINJAUAN PUSTAKA. berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu kata efektif juga dapat 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Efektivitas Pembelajaran Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu

Lebih terperinci

Written by Winarno Monday, 17 December 2012 00:00 - Last Updated Monday, 24 December 2012 03:07

Written by Winarno Monday, 17 December 2012 00:00 - Last Updated Monday, 24 December 2012 03:07 Skripsi... Oh... Skripsi... Skripsi merupakan tugas akhir perkuliahan yang terkadang menjadi momok bagi sebagian mahasiswa. karena skripsi inilah yang membuat seseorang terkadang menjadi mahasiswa abadi

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. Pada BAB V ini, peneliti akan membahas hasil penelitian dan diskusi hasil

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. Pada BAB V ini, peneliti akan membahas hasil penelitian dan diskusi hasil 67 BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN Pada BAB V ini, peneliti akan membahas hasil penelitian dan diskusi hasil penelitian. Pembahasan hasil penelitian berdasarkan deskripsi data tentang strategi

Lebih terperinci

5 25% BAB I PENDAHULUAN

5 25% BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sekarang ini banyak orang menyebutkan abad melenium. Pada masa ini menuntut penguasaan teknologi adalah kebutuhan mutlak. Bahkan kita dituntut untuk dapat

Lebih terperinci

PROSIDING ISBN : 978-979-16353-3-2

PROSIDING ISBN : 978-979-16353-3-2 P-6 PEMBELAJARAN FPB DAN KPK DENGAN DAN TANPA ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI BLENGORKULON KECAMATAN AMBAL KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2008/2009 Abu Syafik dan Siti Khanifah Program Studi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu diantara masalah besar dalam bidang pendidikan di Indonesia yang banyak diperbincangkan adalah rendahnya mutu pendidikan yang tercermin dari rendahnya

Lebih terperinci

SKRIPSI. Disusun Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar LAKSANA NIM : A510070450

SKRIPSI. Disusun Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar LAKSANA NIM : A510070450 PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PETA INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BENAR SALAH BERANTAI PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 01 JATIHARJO KECAMATAN JATIPURO SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Lebih terperinci