A. HAKIKAT ALAT UKUR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "A. HAKIKAT ALAT UKUR"

Transkripsi

1 BAB ALAT UKUR

2 A. HAKIKAT ALAT UKUR. Konstruksi Alat Ukur Konstruksi Alat ukur melalui suatu proses tertentu Diantaranya melalui PENETAPAN SASARAN PEMERIKSAAN KECOCOKAN UJICOBA PERBAIKAN ADA PELAJARAN TERSENDIRI

3 SASARAN UKUR KONSTRUKSI ALAT UKUR PERBAIKAN ALAT UKUR ALAT UKUR HASIL KONSTRUKSI VALIDITAS ISI ALAT UKUR SEMENTARA PERBAIKAN ALAT UKUR RESPONDEN UJICOBA ANALISIS BUTIR SKOR UJICOBA RELIABILITAS ALAT UKUR (UNTUK DIPAKAI)

4 . WUJUD ALAT UKUR a. ALAT UKUR FISIK Biasanya berbentuk benda Pengukuran melalui peletakan atau penghubungan alat ukur ke objek ukur atau sebaliknya, seperti b. METERAN TIMBANGAN JAM ATAU KALENDER FOTOMETER ALAT UKUR INVENTORI (FAKTA) Biasanya berbentuk isian, seperti : Umur (dalam tahun) Status Pernikahan Banyaknya anak Kepemilikan mobil Jenjang pendidikan

5 c. ALAT UKUR MENTAL Biasanya berbentuk LISAN atau TULISAN Pengukuran berbentuk RESPONSI RESPONDEN atau PENGAMAT terhadap PERTANYAAN alat ukur ini yang paling banyak digunakan pada psikometri. JENIS ALAT UKUR JENIS ALAT UKUR MENCAKUP Alat ukur fisik Isian Inventori Ujian (Tes) Kuesioner Wawancara Pengamatan (Observasi)

6 . STRUKTUR ALAT UKUR a. BUTIR Biasanya alat ukur inventori dan alat ukur mental terdiri atas sejumlah butir ALAT UKUR XXX.. i. n. 6

7 b. PERTANYAAN DAN JAWABAN Setiap butir berisi pertanyaan yang diminta untuk dijawab oleh responden Bentuk jawaban mencakup : Ungkapan Responden mengungkapkan jawaban secara tulisan atau lisan Pilihan Responden memilih tawaran yang diberikan oleh butir sebagai jawaban 7

8 B. ALAT UKUR FISIK, INVENTORI DAN UJIAN (TEST). ALAT UKUR FISIK BIASANYA MENGGUNAKAN ALAT BERBENTUK FISIK PENGUKURAN PANJANG M E T E R A N PENGUKURAN MASSA TIMBANGAN PENGUKURAN WAKTU STOPWATCH JAM KALENDER PENGUKURAN TEMPERATUR TERMOMETER 8

9 . ALAT UKUR INVENTORI Biasanya berbentuk isian atau kuesioner KELAMIN ( PRIA; WANITA) UMUR (DALAM TAHUN) STATUS PERKAWINAN.. BELUM MENIKAH. BERCERAI. DUDA/JANDA BANYAKNYA ANAK MEMILIKI MOBIL ( YA; TIDAK) MEMILIKI KARTU KREDIT.... TIDAK VISA MASTERCARD LAINNYA PENDIDIKAN (LULUSAN).... SD SLTP SMU DIPL. S 6. S 7. S 9

10 . UJIAN (TES) a. MODEL UJIAN Ada sejumlah model ujian yang biasa digunakan meliputi Ujian Ujian Ujian Ujian Ujian Esai jawaban singkat penjodohan betul salah pilihan ganda Dua petama memerlukan ungkapan dari responden Tiga kemudian memerlukan pilihan dari responden 0

11 b. Contoh Ujian keberhasilan belajar berbentuk pilihan ganda dengan satu jawaban benar Jawaban BENAR : Jawaban SALAH : 0

12 c. Contoh Ujian minat jabatan guru berbentuk pilihan ganda Setiap pilihan memiliki skor : TERBAIK : TERBURUK : (DIKUTIP DARI UJIAN MASUK PGSD IKIP JAKARTA)

13 Alat Ukur Kiraan (RATING) Butir pada alat ukur kiraan memberi kesempatan kepada responden memilih suatu letak pada suatu bentangan jawaban Memilih butir yang cocok dengan kiraan responden Memberi peringkat kepada beberapa hal sesuai dengan kiraan responden Banyak alat ukur kuesioner dan wawancara berbentuk alat ukur kiraan

14 Alat Ukur Kiraan : skala Likert dan sejenisnya a. SKALA LIKERT Setiap butir terdiri dari suatu pernyataan Untuk pernyataan itu, responden dapat memilih satu diantara lima tawaran SS S R TS STS SANGAT SETUJU SETUJU RAGU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU Jika pilihan SS dianggap baik, maka butir itu adalah butir positif; Jika pilihan STS dianggap baik, maka butir itu adalah butir negatif

15 Contoh Kuesioner sikap skala Likert tentang pendidikan Tuliskan A, B, C, D, atau E, untuk : A B C D E SANGAT SETUJU SETUJU RAGU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU (DIKUTIP DARI UNIVERSITY OF MENNSOTA)

16 Contoh (dari MULLER - skala Likert) HUKUMAN DI SEKOLAH Pilihan adalah : A SANGAT SETUJU B C D E SETUJU RAGU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU. _ Guru yang baik tidak pernah memukul anak. _ Anak yang dipukuli oleh guru di sekolah mengembangkan sikap buruk terhadap sekolah. _ Anak akan menghormati guru yang memiliki hak untuk menghukum mereka ketika mereka berkelakuan buruk. _ Hukuman berat diperlukan untuk pengendalian ruang kelas. _ Hukuman berat diperlukan pada saat anak tidak menanggapi instruksi yang berulang-ulang diberikan 6. _ Hukuman berat digunakan oleh orang-orang yang kurang sehat mentalnya 7. _ Memberikan hukuman berat kepada siswa merupakan motivasi untuk berkelakuan baik bagi siswa lainnya 8. _ Hukuman berat adalah pelecehan anak 9. _ Hukuman berat harus dihapus dari semua sekolah 0. _ Hukuman berat di sekolah berakibatkan kecenderungan kekerasan di populasi orang dewasa. _ Sekolah yang menerapkan hukuman berat memiliki lebih sedikit masalah disiplin dari sekolah yang tidak menerapkannya. _ hukuman berat mengajarkan kepada anak bahwa tindakan mempunyai akibat. _ Hukuman berat membantu menciptakan suasana disiplin sehingga semua anak bisa belajar. _ Hukuman berat menghambat perkembangan disiplin diri pada anak. _ Hukuman berat emnciptakan suasana tertekan di sekolah 6

17 6. _ Semua sekolah harus mengijinkan guru untuk menggunakan hukuman berat di ruang kelas mereka 7. _ Hukuman berat tidak menghormati anak sebagai manusia 8. _ Hukuma berat menghargai kepenurutan mereka, tetapi tidak menghargai prakarsa mereka 9. _ Anak belajar menjadi agresif dari hukuman fisik 0. _ Tidak memukul, merusak anak. _ Ketika setiap hari mengajar anak, ada kalanya guru perlu memukuli mereka. _ Hukuman berat sama sekali tidak efektif dalam peningkatan kelakuan siswa. _ Hukuman berat menyebabkan pembernya menjadi brutal. _ untuk kelakuan buruk yang serius, saya mengijinkan guru untuk menghukum anak saya secara fisik. _ Hukuman berat membuat siswa terhukum menjadi pahlawan di mata temannya 6. _ Hukuman berat dapat diterima sebagai hukuman terakhir 7. _ Saya tidak akan menghukum siswa secara fisik 8. _ Hukuman berat menyebabkan pembolosan 9. _ Hukuman berat didalam kelas membuat orang tua marah 0. _ Hukuma berat menghasilkan lebih banyak akibat negative daripada positif. _ Hukuman berat mendorong siswa kea rah kekerasan. _ Siswa yang dihukum secara fisik belajar bahwa agresi adalah suatu cara untuk embuat sesuatu terlaksana. _ Saya selalu marah ketika saya mendengar guru menghukum siswa secara fisik 7

18 . _ Saya selalu marah ketika saya mendengar guru menghukum siswa secara fisik. _ Siswa belajar berkelakuan baik melalui penggunaan hukuman fisik. _ Anak mengerti berbuat salah lebih efektif jika dibicarakan daripada dilecehkan secara fisik 6. _ Sya tidak akan mengijinkan guru untuk menggunakan hukuman berat terhadap anak saya 7. _ Hukuman berat menggunakan agresi untuk menghukum agresi 8. _ Dengan mendorong hukuman berat di sekolah, siswa lebih mengerti siapa yang memegang kendali 9. _ Guru dapat menggunakan hukuman berat sebagai cara untuk melindungi diri dari siswa yang marah dan menyusahkan 0. _ Hukuman dapat secara psikologis berakibat parah terhadap anak. _ Hukuman berat adalah pelecehan oleh guru. _ Hukuman berat di sekolah dapat menjadi faktor positif jika ditunjang oleh penjelasan tentang motivasi penggunaannya. _ Hukuman berat di sekolah menjurus ke perilaku peniruan di dalam kelompok siswa, sekali siswa yang dihukum menunjukkan kemampuannya untuk bertahan secara baik. _ Anak membenci guru yang memukul meeka. _ Hukuman berat adalah penting di dalam proses belajar mengajar 6. _ Guru yang mencederai siswa melalui hukuma berat ahrus dikutuk 7. _ Guru yang menggunakanhukuman berat dihadapan siswa lain adalah hal yang tidak dikehendaki 8

19 Contoh (dari Univ. of Minnesota - skala Likert) SKALA PENDIDIKAN Pilihan adalah : A B C D E SANGAT SETUJU SETUJU RAGU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU. _ Orang akan belajar lebih banyak melalui bekerja empat tahun daripada ke SMU. _ Lebih banyak pendidikan seseorang, lebih banyak ia menikmati hdup. _ Pendidikan membantu orang untuk menggunakan waktu senggangnya bagi keuntungan yang lebih baik. _ Pendidikan yang baik adalah kesenangan yang besar bagi sesorang di luar pekerjaannya. _ Hanya mata pelajaran membaca, menulis, dan berhitung yang perlu diajarkan dengan menggunakan uang rakyat 9

20 6. _ Sekarang ini, pendidikan tidak membantu dalam pemerolehan pekerjaan 7. _ Kebanyakan orang muda memperoleh terlalu banyak pendidikan 8. _ Pendidikan SMU cukup berharga untuk semua waktu dan usah yang ditututnya 9. _ Sekolah kita mendorong perorangan untuk berpikir tentang dirinya 0. _ Di dalam pendidikan modern terdapat terlalu banyak modis dan hal-hal aneh. _ Pendidikan hanya orang menjadi tidak puas. _ Latihan di sekolah hanya sedikit membantu dalam menghadapi masalah dalam kehidupan sesungguhnya. _ Pendidikan cenderung membuat pribadi kurang sombong. _ Pemecahan masalah dunia akan terjadi melalui pendidikan. _ Pelajaran di SMU terlalu tidak praktis 6. _ Seseorang adalah bodoh untuk terus bersekolah jika ia dapat memperoleh pekerjaan 7. _ Tabungan yang digunakan untuk pendidikan adalah investasi yang bijaksana 8. _ Orang terdidik dapat maju lebih cepat di bidang bisnis dan industri 9. _ Orang tua tida harus diwajibkan untuk menyekolahkan anaknya 0. _ Pendidikan lebih berharga daripada yang diduga oleh kebanyakan orang. _ Pendidikan SMU membuat orang menjadi warganegara yang lebih baik. _ Uang rakyat yang digunakan untuk pendidikan pada beberapa tahun terakhir ini seharusnya dapat digunakan secara lebih bijaksana untuk tujuan lain 0

21 Contoh skala Likert SKALA SIKAP TERHADAP MATEMATIKA Pilihan adalah : A SANGAT SETUJU B C D E SETUJU RAGU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU (dari dembar Education Research Services, INC.). _ Di dalam kelas matematika, saya selalu sangat tertekan. _ Saya tidak suka matematika dan saya menjadi takut untuk menempuhnya. _ Matematika sangat menyenangkan saya dan saya menikmati pelajaran matematika. _ matematika menakjubkan dan menggembirakan. _ Matematika membuat saya merasa terjamin dan sekaligus merangsang (stimulasi)

22 6. _ Pikiran saya menjadi kosong, dan saya tidak dapat berpikir secara jelas pada saat mengerjakan matematika 7. _ Saya merasa tidak terjamin pada saat mencoba matematika 8. _ Matematika membuat saya tidak enak, tidak tenang, terganggu, dan tak sabar 9. _ Perasaan yang saya peroleh terhadap matematika adalah perasaan yang baik 0. _ Matematika membuat saya merasa seolah-olah saya tersesat dalam hutan belantara bilangan dan tidak dapat mencari jalan keluar. _ Matematika adalah sesuatu yang sangat saya nikmati. _ Ketika saya mendengar kata matematika, saya mempunyai rasa tak suka. _ Saya mendekati matematika dengan rasa ragu, sebagai hasil dari rasa ketakutan untuk tidak mampu mengerjakan matematika. _ Saya sunguh-sungguh suka matematika. _ Matematika adalah pelajaran di sekolah yang selalu saya senangi untuk dipelajari 6. _ Saya menjadi nervous sekalipun hanya berpikir tentang mengerjakan matematika 7. _ Saya tidak pernah suka matematika, dan itulah mata pelajaran yang saya takuti 8. _ Saya lebih senang di kelas matematika daripada di kelas lain 9. _ Saya merasa lega di matematika, dan saya sangat menyukainya 0. _ Saya jelas memiliki reaksi positif terhadap matematika dan ia sangat menyenangkan

23 b. ALAT UKUR DENGAN SKALA FREKUENSI VERBAL Skala untuk dipilih SELALU SERING ADA KALANYA JARANG TIDAK PERNAH. _ Menonton film silat di TV. _ Mencari tahu siapa bintang filmnya. _ Membaca buku tentang film itu. _ Menulis karangan tentang film itu. _ manganjur kawan untuk menonton

24 c. ALAT UKUR DENGAN SKALA ORDINAL Biasanya, kapan Anda atau keluarga Anda di rumah PERTAMA kali menghidupkan pesawat TV (pilih satu saja) _ Hal pertama di pagi hari _ Sejenak setelah bangun _ Tengah pagi _ Sesaat sebelum makan siang _ Segera setelah makan siang _ Tengah petang _ Awal mlam sebelum makan malam _ Segera setelah makan malam _ Larut malam _ Biasanya tidak menghidupkan

25 d. ALAT UKUR DENGAN SKALA KOMPARATIF Bandingkan pelayanan toko di bawah ini dengan toko X (pilih salah satu saja) TOKO A B C D SANGAT RENDAH KIRA-KIRA SAMA SANGAT TINGGI

26 e. ALAT UKUR DENGAN SKALA NUMERIK Pilih satu angka pada skala di bawah ini sebagai tempat untuk membeli alat olah raga SANGAT TIDAK PENTING SANGAT PENTING SKALA Kualitas barang Pemilihan merk Garansi dari toko Ukuran toko Ketersediaan kredit 6

27 f. ALAT UKUR DENGAN PILIHAN KATA SIFAT BERI TANDA DI DEPAN KATA YANG COCOK DENGAN KEADAAN PEKERJAAN ANDA _ Mudah _ Aman _ Teknis _ Melelahkan _ Membosankan _ Susah _ Menarik _ Memberi hasil _ Gaji kecil _ Terjamin _ Ketat _ Lambat _ Rutin _ Menyenangkan _ Jalan buntu _ Kaku _ Berubah _ Menggembirakan _ Penting _ Memuaskan _ Minta tenaga _ Menurukan derajad _ Sementara _ Beresiko 7

28 g. ALAT UKUR DENGAN SKALA STAPEL PILIHLAH ANGKA SKALA DAN LETAKKAN PADA SETIAP KATA SEHINGGA MENGGAMBARKAN PEKERJAAN ANDA SAMA SEKALI TIDAK SKALA SEMPURNA 6 7 _ Mudah _ Aman _ Teknis _ Melelahkan _ Membosankan _ Susah _ Menarik _ Memberi hasil _ Gaji kecil _ Terjamin _ Ketat _ Lambat _ Rutin _ Menyenangkan _ Jalan buntu _ Kaku _ Berubah _ Menggembirakan _ Penting _ Memuaskan _ Minta tenaga _ Menurukan derajad _ Sementara _ Beresiko 8

29 h. ALAT UKUR DENGAN SKALA PERINGKAT PAKSAAN BERILAH PERINGKAT,,, PADA DAFTAR DI BAWAH INI MENURUT URUTAN PREFENSI _ MANGGA HARUMANIS _ MANGGA GEDONG _ MANGGA KUINI _ MANGGA INDRAMAYU 9

30 i. ALAT UKUR DENGAN SKALA DIFERENSIAL SEMANTIK DARI OSGOOD TANDAKAN OPINI ANDA TENTANG PELAYANAN PIZZA PANAS TAWAR MAHAL BASAH LEMBEK BAIK TIDAK MENARIK SEGAR KECIL ALAMIAH DINGIN GURIH MURAH KERING GARING BURUK MENARIK TIDAK SEGAR BESAR ARTIFISIAL 0

31 Alat Ukur Kiraan : SKALA a. THURSTON HAKIKAT Alat ukur terdiri atas sejumlah butir Setiap butir mempunyai nilai yang terletak di antara sampai Jarak nilai di antara butir adalah sama atau kira-kira sama (mis.,7,,7, ) Nilai butir tidak diketahui oleh responden Responden menconteng butir yang disetujuinya (dan membiarkan butir yang tidak disetujuinya)

32 b. Contoh : Kuesioner SIKAP THURSONE TENTANG KELAS TERBUKA Berikan tanda pada nomor yang isinya disetujui. _ Ruang kelas terbuka menjurus ke kenakalan anak. _ Saya tidak mau anak saya masuk ke sekolah dengan ruang kelas terbuka. _ Anak yang belajar di ruang kelas terbuka menjadi lebih kreatif. _ Ruang kelas terbuka terlalu tidak berdisiplin untuk belajar maksimum. _ Ruang kelas terbuka adalah tipu daya kaum komunis 6. _ Ruang kelas terbuka memperlancar perkembangan afektif anak 7. _ ruang kelas terbuka mempengaruhi sikap guru secara positif 8. _ Pendidikan di ruang kelas terbuka tidak lebih baik dan tidak lebih buruk dari di ruang kelas biasa _ Suara di ruang kelas terbuka terlalu nyaring untuk dapat memperlancar belajar 7. _ Saya akan menandatangani petisi yang mendukung penggunaan ruang kelas terbuka di sekolah dasar setempat CARA PEMBERIAN SKOR Pada nomor yang diberi, berikan skor ) 6) ) 6), 7,6,0,6 ) 7) ) 7),6 6,9 7, 8, ) 7,9 8),0 ) 8,7 ),6 9), ) 6,6 ), 0) 7, ),8 Ini tidak diketahui oleh Responden

33 Contoh (Mueller) SKALA THURSTON OPINI TENTANG RUANG KELAS TERBUKA. _ Ruang kelas terbuka menjurus ke kenakalan anak. _ Saya tidak mau anak saya masuk ke sekolah dengan ruang kelas terbuka. _ Anak yang belajar di ruang kelas terbuka menjadi lebih kreatif. _ Ruang kelas terbuka terlalu tidak berdisiplin untuk belajar maksimum. _ Ruang kelas terbuka adalah tipu daya kaum komunis 6. _ Ruang kelas terbuka memperlancar perkembangan afektif anak 7. _ ruang kelas terbuka mempengaruhi sikap guru secara positif 8. _ Pendidikan di ruang kelas terbuka tidak lebih baik dan tidak lebih buruk dari di ruang kelas biasa 9. _ Suara di ruang kelas terbuka terlalu tinggi untuk dapat memperlancar belajar 0. _ Ruang kelas terbuka mengajarkan anak bertanggung jawab. _ Kepala sekolah yang membentuk ruang kelas terbuka harus diganti. _ Saya akan memberi suara kepada calon pengurus sekolah yang mendukung konsep ruang kelas terbuka. _ Harus diadikan tuntunan hukum bahwa semua sekolah menganut model instruksi ruang kelas terbuka. _ Anak belajar lebih banyak bila mereka memiliki lebih banyak kebebasan. _ Bagi sebagian siswa, ruang kelas terbuka menimbulkan kecemasan yang lebih tinggi 6. _ Ruang kelas terbuka anya merupakan salah satu mode pada pendidikan 7. _ Saya akan menandatangani petisi yang mendukung penggunaan ruang kelas terbuka di sekolah dasar setempat

34 KUNCI KUESIONER ) 6) ) 6),, 7,6,0,6, 0, 6,6 6,9 0, ) 7) ) 7),6 6,9 7, 8,,6 0, 7, 0, ) 7,9 8),0 ) 8,7,0 0, 7, 0,,6 0,6 7,6 0, ),6 9), ) 6,6,8 0, 7,9 0, ), 0) 7, ),8, 0, 8, 0,,6,0 0, 8,7 0, JARAK MEREKA HAMPIR SAMA PERLU DITAMBAH BUTIR LAGI AGAR SELURUHNYA BERJARAK HAMPIR SAMA

35 Alat Ukur Kiraan Lainnya Ada bermacam yang mirip satu dan lainnya, diantaranya Komparasi berpasangan (ALRECK) Skala jumlah tetap (ALRECK) Skala jarak sosial Bogardus (MUELLER) Skala sikap digeneralisasi dari Remmers (MUELLER) Skalogram analisis dari Guttman (MUELLER, CROCKER) Unfolding Technique dari Coombs (CROCKER)

36 D. ALAT UKUR PENGAMATAN (OBSERVASI) MODEL ALAT UKUR a. Pengamat (lebih dari seorang) melakukan pengamatan Pengamat membawa lembar evaluasi yang terdiri atas banyak hal yang harus diisi (atau diconteng) Pengamatan dilakukan pada suatu jangka waktu tertentu berkenaan dengan hal yang sudah ditentukan terlebih dahulu 6

37 b. Contoh ISIAN PENGAMAT TENTANG KEGIATAN KELAS BERI TANDA PADA PILIHAN YANG SESUAI. KEHENINGAN. GURU BERCERAMAH. GURU BERTANYA. SISWA BERTANYA. GURU MENJAWAB 6. SISWA MENJAWAB 7. KEGADUHAN SAAT DETIK KEGIATAN 6 7 7

NON TES. Penilaian Unjuk Kerja(Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap(Skala Sikap/Skala Likert)

NON TES. Penilaian Unjuk Kerja(Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap(Skala Sikap/Skala Likert) NON TES Penilaian Unjuk Kerja(Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap(Skala Sikap/Skala Likert) Kemampuan yang diharapkan: 1. Menyusun penilaian unjuk kerja dalam pembelajaran

Lebih terperinci

Pengukuran adalah penempatan angka (atau bilangan) pada objek atau peristiwa menurut aturan. SKALA merupakan bagian dari aturan penempatan angka itu

Pengukuran adalah penempatan angka (atau bilangan) pada objek atau peristiwa menurut aturan. SKALA merupakan bagian dari aturan penempatan angka itu BAB IV SKALA A. DASAR PENGERTIAN. a. Pengukuran adalah penempatan angka (atau bilangan) pada objek atau peristiwa menurut aturan. SKALA merupakan bagian dari aturan penempatan angka itu b. c. Rencana konsisten

Lebih terperinci

STATISTIKA. Pendahuluan 3 SKS. Hugo Aprilianto, M.Kom. - Pengertian Statistik - Jenis - Karakteristik - Kegunaan - Skala Pengukuran - Sumber Data

STATISTIKA. Pendahuluan 3 SKS. Hugo Aprilianto, M.Kom. - Pengertian Statistik - Jenis - Karakteristik - Kegunaan - Skala Pengukuran - Sumber Data STATISTIKA 3 SKS Pendahuluan - Pengertian Statistik - Jenis - Karakteristik - Kegunaan - Skala Pengukuran - Sumber Data Hugo Aprilianto, M.Kom STATISTIK ilmu untuk mengumpulkan data, mengolah, menyajikan,

Lebih terperinci

UJI VALIDITAS DUKUNGAN WALI KELAS. Koefisien Validitas

UJI VALIDITAS DUKUNGAN WALI KELAS. Koefisien Validitas L A M P I R A N UJI VALIDITAS DUKUNGAN WALI KELAS Variabel Dukungan Sosial Wali Kelas (X) No Item Koefisien Validitas Titik Kritis Keterangan 1 0,788 0,300 Valid 2 0,487 0,300 Valid 3 0,629 0,300 Valid

Lebih terperinci

DATA PRIBADI. 2. Menurut anda kesulitan dalam mempelajari Fisika A. Ada, yaitu. B. Tidak ada, alasan..

DATA PRIBADI. 2. Menurut anda kesulitan dalam mempelajari Fisika A. Ada, yaitu. B. Tidak ada, alasan.. Lampiran 1. Alat ukur DATA PRIBADI No. Absen : Jenis Kelamin : (L / P) Usia : Kelas : DATA PENUNJANG Berilah tanda silang (X) pada salah satu dari beberapa kemungkinan jawaban yang paling sesuai dengan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA. No. Pernyataan SS S N TS STS

LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA. No. Pernyataan SS S N TS STS LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA No. Pernyataan SS S N TS STS 1 2 Saya tidak mendaftar sidang skripsi pada periode ini karena merasa belum siap. Saya tersinggung

Lebih terperinci

Pembobotan Butir Pernyataan Dalam Bentuk Skala Likert Dengan Pendekatan Distribusi Z

Pembobotan Butir Pernyataan Dalam Bentuk Skala Likert Dengan Pendekatan Distribusi Z Pembobotan Butir Pernyataan Dalam Bentuk Skala Likert Dengan Pendekatan Distribusi Z Oleh : Baso Intang Sappaile ) Abstrak: Skala adalah alat pengumpul data yang dapat merupakan skala penilaian yang sifatnya

Lebih terperinci

BAB 11 TES TERRULIS UNTUK PRESTASI BELAJAR

BAB 11 TES TERRULIS UNTUK PRESTASI BELAJAR BAB 11 TES TERRULIS UNTUK PRESTASI BELAJAR 1. Bentuk-Bentuk Tes a. Tes Subjektif Pada umumnya berbentuk esai (uraian). Tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat

Lebih terperinci

Pertemuan Ke-5. Skala Pengukuran. Pertemuan 5_Statistik Inferensial

Pertemuan Ke-5. Skala Pengukuran. Pertemuan 5_Statistik Inferensial Pertemuan Ke-5 Skala Pengukuran Pertemuan 5_Statistik Inferensial 1 Model Skala Pengukuran Para ahli sosiologi membedakan skala pengukuran menurut gejala sosial yang diukur, yaitu : 1. Skala pengukuran

Lebih terperinci

EVALUASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI

EVALUASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI EVALUASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI PENILAIAN NON TES DOSEN: SRI HAYATI DAN MAMAT RUHIMAT PENILAIAN Bentuk dan Jenis Penilaian Non-Tes Tes Skala Sikap Cek Lis Kuesioner Studi Kasus Portofolio Tes Lisan Tes

Lebih terperinci

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN 1. Pesat tapi tidak merata. - Otot besar mendahului otot kecil. - Atur ruangan. - Koordinasi mata dengan tangan belum sempurna. - Belum dapat mengerjakan pekerjaan

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Kuisioner ini bertujuan untuk mengumpulkan data dari para buruh pabrik X yang akan

Kata Pengantar. Kuisioner ini bertujuan untuk mengumpulkan data dari para buruh pabrik X yang akan Kata Pengantar Kuisioner ini bertujuan untuk mengumpulkan data dari para buruh pabrik X yang akan digunakan dalam menyusun tugas akhir di Fakultas Psikologi Universitas Maranatha, Bandung. Pada kuisioner

Lebih terperinci

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1/20

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1/20 HALAMAN 1/20 HAKIKAT RANAH AFEKTIF Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, atau nilai. Andersen (1981), karakteristik manusia meliputi cara yang tipikal dari berpikir,

Lebih terperinci

Teknik Pengumpulan Data. Prepared By : Dr. Mustakim, MM.

Teknik Pengumpulan Data. Prepared By : Dr. Mustakim, MM. Teknik Pengumpulan Data Prepared By : Dr. Mustakim, MM. Teknik Pengumpulan Data 1. Angket (Questionnaire) a). Angket Terbuka (angket tidak berstruktur) ialah angket yang disajikan dalam bentuk sederhana

Lebih terperinci

RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR

RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DIREKTORAT PEMBINAAN SMA DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR HAKIKAT PENILAIAN Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh,

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1. DATA VALIDITAS & RELIABILITAS ALAT UKUR

LAMPIRAN 1. DATA VALIDITAS & RELIABILITAS ALAT UKUR LAMPIRAN 1. DATA VALIDITAS & RELIABILITAS ALAT UKUR Kuesioner Gaya Pengasuhan No. Item Spearman Diterima / Ditolak 1 0,304 Diterima 2 0,274 Ditolak 3 0,312 Diterima 4 0,398 Diterima 5 0,430 Diterima 6

Lebih terperinci

Memilih Metode Pembelajaran Matematika

Memilih Metode Pembelajaran Matematika Kegiatan Belajar 1 Memilih Metode Pembelajaran Matematika A. Pengantar Apabila kita ingin mengajarkan matematika kepada anak / peserta didik dengan baik dan berhasil pertam-tama yang harus diperhatikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. daya yang terpenting adalah manusia. Sejalan dengan tuntutan dan harapan jaman

BAB I PENDAHULUAN. daya yang terpenting adalah manusia. Sejalan dengan tuntutan dan harapan jaman 1 BAB I PENDAHULUAN 1.2 Latar Belakang Masalah Negara Indonesia bukan hanya merupakan negara yang sedang berkembang melainkan juga negara yang sedang membangun. Dalam usaha untuk membangun itu dibutuhkan

Lebih terperinci

dengan acara yang dibawakan

dengan acara yang dibawakan Saya Cahyo Dian Prasetyo mahasiswa Universitas Esa Unggul jurusan Broadcasting, saat ini sedang melakukan penelitian sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar Strata 1. Sehubungan dengan hal ini

Lebih terperinci

LAMPIRAN A. Alat Ukur Tryout

LAMPIRAN A. Alat Ukur Tryout LAMPIRAN A Alat Ukur Tryout FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER 1. Bacalah masing-masing pernyataan di bawah ini dengan teliti dan jawablah dengan sejujur-jujurnya

Lebih terperinci

K U E S I O N E R PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMU SINT LOUIS SEMARANG

K U E S I O N E R PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMU SINT LOUIS SEMARANG K U E S I O N E R PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMU SINT LOUIS SEMARANG Dengan Hormat, Yth. Bapak/Ibu Guru SMU Sint Louis Semarang Mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner

Lebih terperinci

LAMPIRAN I : KUESIONER KECERDASAN EMOSIONAL. sedang melakukan penelitian mengenai kondisi para dokter muda selama bertugas di

LAMPIRAN I : KUESIONER KECERDASAN EMOSIONAL. sedang melakukan penelitian mengenai kondisi para dokter muda selama bertugas di LAMPIRAN I : KUESIONER KECERDASAN EMOSIONAL Dengan hormat, Saya, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, saat ini sedang melakukan penelitian mengenai kondisi para dokter muda selama

Lebih terperinci

INSTRUMEN PENELITIAN

INSTRUMEN PENELITIAN Pertemuan 6 INSTRUMEN PENELITIAN Pengumpulan data merupakan bagian terpenting dalam penelitian, karena kesimpulan hasil penelitian sangat bergantung pada data yang terkumpul, metode pengumpulan data, dan

Lebih terperinci

Eksperimentasi metode pembelajaran TGT (Teams Games

Eksperimentasi metode pembelajaran TGT (Teams Games Eksperimentasi metode pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) pada pokok bahasan fungsi ditinjau dari aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas viii semester 1 SMP Negeri

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Obyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Pagerharjo 02 terletak di Desa Pagerharjo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati yang dipimpin oleh seorang Kepala

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. menentukan keberhasilan pencapaian suatu tujuan pendidikan. Oleh sebab itu,

I. PENDAHULUAN. menentukan keberhasilan pencapaian suatu tujuan pendidikan. Oleh sebab itu, 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan unsur yang sangat mendasar dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Kegiatan pembelajaran dalam kelas sangatlah menentukan

Lebih terperinci

SKALA PSIKOLOGI. Wahyu Widhiarso

SKALA PSIKOLOGI. Wahyu Widhiarso SKALA PSIKOLOGI Wahyu Widhiarso ELEMEN dalam Skala Psikologi SKALA- seperangkat nomor yang digunakan untuk menjelaskan konstrak psikologis INSTRUMENT- alat yang dipakai untuk menjalakan operasi pengukuran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hubungan timbal balik antara guru dan murid yang baik. Untuk itu, selain

BAB I PENDAHULUAN. hubungan timbal balik antara guru dan murid yang baik. Untuk itu, selain 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kondisi belajar yang baik dan memadai sangat membutuhkan hubungan timbal balik antara guru dan murid yang baik. Untuk itu, selain menggunakan strategi belajar mengajar

Lebih terperinci

TEKNIK PENILAIAN TES NON TES

TEKNIK PENILAIAN TES NON TES TEKNIK PENILAIAN TES NON TES TES Cara/prosedur (yang ditempuh) dalam rangka pengukuran & penilaian Mengapa kita melakukan tes? Apa yang perlu di tes? Tes yang bagaimana yang dapat digunakan? Kapan kita

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bahasa inggris Natural Sains secara singkat sering disebut Science. Natural

BAB I PENDAHULUAN. bahasa inggris Natural Sains secara singkat sering disebut Science. Natural BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu pengetahuan alam atau IPA merupakan terjemahan dari kata-kata bahasa inggris Natural Sains secara singkat sering disebut Science. Natural artinya alamiah,berhubungan

Lebih terperinci

INDIKATOR DAN INSTRUMEN PENELITIAN

INDIKATOR DAN INSTRUMEN PENELITIAN RESUME PRESENTASI KELOMPOK 5 INDIKATOR DAN INSTRUMEN PENELITIAN Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Dosen : Dr. Heri Retnawati, M.Pd Disusun Oleh: Nira

Lebih terperinci

Nomer : Fakultas : Semester : PETUNJUK PENGISIAN

Nomer : Fakultas : Semester : PETUNJUK PENGISIAN Nomer : Fakultas : Semester : PETUNJUK PENGISIAN 1. Bacalah pernyataan-pernyataan pada lembar berikut, kemudian jawablah dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 2. Jawablah semua

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dimanipulasi atau diubah ubah. Dengan teknik regresi linier sederhana, peneliti

BAB III METODE PENELITIAN. dimanipulasi atau diubah ubah. Dengan teknik regresi linier sederhana, peneliti BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian regresi. Menurut Sugiyono (2007) regresi adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan

Lebih terperinci

SKALA MINAT MEMBACA. A. Aspek Kesadaran Aspek yang mengungkap seberapa jauh subyek menyadari, mengetahui dan memahami manfaat membaca buku.

SKALA MINAT MEMBACA. A. Aspek Kesadaran Aspek yang mengungkap seberapa jauh subyek menyadari, mengetahui dan memahami manfaat membaca buku. KALA MINAT MEMBACA A. Aspek Kesadaran Aspek yang mengungkap seberapa jauh subyek menyadari, mengetahui dan memahami manfaat membaca buku. 1.aya akan membaca buku apapun karena semuanya pasti akan berguna.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Arikunto (2006:270) mengemukakan bahwa penelitian korelasional bertujuan untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. konsumen merasa tidak puas dapat melakukan keluhan yang dapat merusak citra

BAB I PENDAHULUAN. konsumen merasa tidak puas dapat melakukan keluhan yang dapat merusak citra BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Karyawan sebagai sumber daya utama perusahaan dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen dan memberikan kinerja yang optimal sehingga konsumen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 7 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan

Lebih terperinci

DATA DIRI. 2. Fakultas/ Bagian/ Unit : 3. Jenis kelamin* : Laki-laki / Perempuan. 4. Masa kerja :..th

DATA DIRI. 2. Fakultas/ Bagian/ Unit : 3. Jenis kelamin* : Laki-laki / Perempuan. 4. Masa kerja :..th Bapak/ Ibu yang terhormat, Saya sangat berterima kasih atas kesediaan Bapak/ Ibu meluangkan waktu untuk mengisi skala ini. Adapun penelitian yang saya lakukan mengenai situasi dalam bekerja yang di kaji

Lebih terperinci

Lampiran 1. Hasil Validitas dan Reliabilitas

Lampiran 1. Hasil Validitas dan Reliabilitas Lampiran 1 Hasil Validitas dan Reliabilitas VALIDITAS KONSEP DIRI NO Item VALIDITAS KETERANGAN 1. 0.410 Diterima 2. 0.416 Diterima 3. 0.680 Diterima 4. 0.421 Diterima 5. 0.174 Ditolak 6. 0.474 Diterima

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Memecahkan masalah merupakan pekerjaan rutin manusia, sebab. dalam kehidupan sehari-hari sering dihadapkan pada masalah.

BAB I PENDAHULUAN. Memecahkan masalah merupakan pekerjaan rutin manusia, sebab. dalam kehidupan sehari-hari sering dihadapkan pada masalah. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memecahkan masalah merupakan pekerjaan rutin manusia, sebab dalam kehidupan sehari-hari sering dihadapkan pada masalah. Walaupun orang selalu berusaha untuk menyelesaikan

Lebih terperinci

Kalender Doa Agustus 2015 Berdoa Bagi Wanita Korban Kekerasan Rumah Tangga

Kalender Doa Agustus 2015 Berdoa Bagi Wanita Korban Kekerasan Rumah Tangga Kalender Doa Agustus 2015 Berdoa Bagi Wanita Korban Kekerasan Rumah Tangga Suami Rosa biasa memukulinya. Ia memiliki dua anak dan mereka tidak berani berdiri di hadapan ayahnya karena mereka takut akan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Teori 2.1.1. Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Untuk menjaga kelestarian dan kemurnian bahasa Indonesia

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PERSEPSI KARYAWAN ATAS PELAKSANAAN PELATIHAN SERVICE EXCELLENT DI BAGIAN CALL CENTER 147 PADA PT INFOMEDIA NUSANTARA

BAB IV ANALISIS PERSEPSI KARYAWAN ATAS PELAKSANAAN PELATIHAN SERVICE EXCELLENT DI BAGIAN CALL CENTER 147 PADA PT INFOMEDIA NUSANTARA BAB IV ANALISIS PERSEPSI KARYAWAN ATAS PELAKSANAAN PELATIHAN SERVICE EXCELLENT DI BAGIAN CALL CENTER 147 PADA PT INFOMEDIA NUSANTARA Pada bab ini akan dipaparkan dan dijelaskan hasil analisis data penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). B. Model PTK yang Dikembangkan Penelitian Tindakan Kelas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini. Proses pendidikan seumur hidup itu lebih dikenal dengan istilah long life

BAB I PENDAHULUAN. ini. Proses pendidikan seumur hidup itu lebih dikenal dengan istilah long life 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapan pun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini. Proses pendidikan

Lebih terperinci

menyelenggarakan pendidikan dengan setting inklusi dengan pendekatan belajar

menyelenggarakan pendidikan dengan setting inklusi dengan pendekatan belajar LAMPIRAN Lampiran I. Profil SD X Bandung Sekolah Dasar Mutiara Bunda, yang berdiri sejak tahun 21, menyelenggarakan pendidikan dengan setting inklusi dengan pendekatan belajar aktif (active learning).

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Sedangkan menurut

BAB III METODE PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Sedangkan menurut 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Menurut Sugiyono (014: ) Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Sedangkan menurut Arikunto

Lebih terperinci

mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Bahasa Indonesia

mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Bahasa Indonesia A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Bahasa Indonesia merupakan salah satu ilmu yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. frekuensi berkunjung di Toko Mas Kerbau Weleri. Penyebaran. umum responden berdasarkan umur mereka:

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. frekuensi berkunjung di Toko Mas Kerbau Weleri. Penyebaran. umum responden berdasarkan umur mereka: 33 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Responden Gambaran umum responden yang menjadi sampel penelitian ini meliputi: umur responden, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi berkunjung

Lebih terperinci

Orang Tuamu T. nakmu, Tet. Ajaran dan Nasihat Tuhan.

Orang Tuamu T. nakmu, Tet. Ajaran dan Nasihat Tuhan. Hai nak-anak Anak, Taatilah Orang Tuamu T di Dalam Tuhan, Karen arena Haruslah Demikian. Hormatilah Ayahmu dan Ibumu ini Adalah Suatu Perintah yang Penting, Seperti yang Nyata dari Janji ini: Supaya Kamu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Margono (2005: 105),

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Margono (2005: 105), 37 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Margono (2005: 105), Pendekatan kuantitatif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk kemajuan pembangunan. Salah satu lembaga pendidikan yang penting adalah perguruan tinggi.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil 1. SIKLUS I a. Data Aktivitas Guru Hasil Penilaian Supervisor dan Observer pada Siklus I

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil 1. SIKLUS I a. Data Aktivitas Guru Hasil Penilaian Supervisor dan Observer pada Siklus I BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. SIKLUS I a. Data Aktivitas Guru Hasil Penilaian Supervisor dan Observer pada Siklus I No. Aspek yang diamati 1. Kegiatan Pendahuluan a. Menyampaikan Tujuan Pembelajaran

Lebih terperinci

REKREASI. "Segala sesuatu ada masanya. Page 1

REKREASI. Segala sesuatu ada masanya. Page 1 REKREASI "Segala sesuatu ada masanya. Page 1 Perbedaan Rekreasi & Hiburan Ada perbedaan yang nyata antara rekreasi dan hiburan. Bilamana sesuai dengan namanya, Rekreasi cenderung untuk menguatkan dan membangun

Lebih terperinci

Pekerjaan. Menghargai kelebihan orang lain merupakan wujud sikap memiliki harga diri

Pekerjaan. Menghargai kelebihan orang lain merupakan wujud sikap memiliki harga diri Tema 4 Pekerjaan Menghargai kelebihan orang lain merupakan wujud sikap memiliki harga diri Kamu Harus Mampu Setelah mempelajari tema ini, kamu akan mampu: 1. mengenal pentingnya memiliki harga diri; 2.

Lebih terperinci

PEMBUATAN TES TERTULIS

PEMBUATAN TES TERTULIS PEMBUATAN TES TERTULIS BENTUK SOAL 1. SOAL JAWABAN SINGKAT 2. SOAL BENAR- SALAH 3. SOAL MENJODOHKAN 4. SOAL PILIHAN GANDA 5. SOAL URAIAN SOAL JAWABAN SINGKAT KARAKTERISTIK: SOAL YANG MENUNTUT PESERTA TES

Lebih terperinci

Tukang Grafir. Dari Kumpulan Cerpen "Keberanian Manusia"

Tukang Grafir. Dari Kumpulan Cerpen Keberanian Manusia Dari Kumpulan Cerpen "Keberanian Manusia" Tukang Grafir Hanya ada satu tukang grafir di kota kami dan kebetulan dia adalah paman saya. Kalau dia bercakap dengan saya akhir-akhir ini, dia takkan bercerita

Lebih terperinci

TOILET TRAINING. C. Faktor-Faktor Yang Mendukung Toilet Training Pada Anak

TOILET TRAINING. C. Faktor-Faktor Yang Mendukung Toilet Training Pada Anak 1 TOILET TRAINING A. Pengertian Toilet Training Toilet Training pada anak adalah latihan menanamkan kebiasaan pada anak untuk aktivitas buang air kecil dan buang air besar pada tempatnya (toilet). B. Tanda-Tanda

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Nusantara yang berjumlah 166 karyawan. Berikut karakteristik responden. Tabel 1.Identitas Responden Menurut Jenis Kelamin

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Nusantara yang berjumlah 166 karyawan. Berikut karakteristik responden. Tabel 1.Identitas Responden Menurut Jenis Kelamin BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Identitas Responden Responden dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Way Seputih Bumi Nusantara yang berjumlah 166 karyawan. Berikut karakteristik responden penelitian,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Paparan Data Pra Tindakan Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang. Selanjutnya,

Lebih terperinci

MENGANALISIS HASIL TES

MENGANALISIS HASIL TES MENGANALISIS HASIL TES MENILAI TES YANG DIBUAT SENDIRI DENGAN MENGAJUKAN BEBERAPA PERTANYAAN SBB. APAKAH BANYAK SOAL TIAP TOPIK SUDAH SEIMBANG? APAKAH SOAL MENANYAKAN BAHAN YANG TELAH DIAJARKAN? APAKAH

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KARTU ARISAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KARTU ARISAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KARTU ARISAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA Puspa Tri Megantorowati Universitas Negeri Surabaya Email : pt.megantoro@yahoo.com Abstrak:

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Data penelitian yang terjaring menggunakan seluruh instrumen penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Data penelitian yang terjaring menggunakan seluruh instrumen penelitian BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Data penelitian yang terjaring menggunakan seluruh instrumen penelitian dikelompokkan menjadi lima data utama berdasarkan pertanyaan penelitian. Bagian pertama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Adli Hakama, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Adli Hakama, 2013 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Olahraga dari sudut pandang ilmu faal olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana yang dilakukan orang dengan sadar untuk meningkatkan

Lebih terperinci

( Studi pada Akuntan Publik di Semarang )

( Studi pada Akuntan Publik di Semarang ) KUESIONER PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA AUDITOR ( Studi pada Akuntan Publik di Semarang ) A. IDENTITAS RESPONDEN 1. Jenis Kelamin : a.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA BERPRESTASI DI SMP NEGERI 14 PEKALONGAN. A. Analisis Gaya Belajar Siswa Berprestasi di SMP Negeri 14 Pekalongan

BAB IV ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA BERPRESTASI DI SMP NEGERI 14 PEKALONGAN. A. Analisis Gaya Belajar Siswa Berprestasi di SMP Negeri 14 Pekalongan BAB IV ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA BERPRESTASI DI SMP NEGERI 14 PEKALONGAN A. Analisis Gaya Belajar Siswa Berprestasi di SMP Negeri 14 Pekalongan Analisis terhadap gaya belajar siswa berprestasi di SMP

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. makin banyak wanita yang bekerja di sektor formal. Ada yang sekedar untuk

BAB I PENDAHULUAN. makin banyak wanita yang bekerja di sektor formal. Ada yang sekedar untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di Indonesia, sebagaimana juga yang terjadi di seluruh penjuru dunia, makin banyak wanita yang bekerja di sektor formal. Ada yang sekedar untuk menyambung nafkah dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai peranan yang penting dalam dunia pendidikan dan merupakan penunjang dalam semua bidang studi.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kedisiplinan merupakan modal dasar dalam keberhasilan belajar,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kedisiplinan merupakan modal dasar dalam keberhasilan belajar, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kedisiplinan merupakan modal dasar dalam keberhasilan belajar, dengan sikap disiplin seseorang akan tahu mana yang di harapkan dan yang tidak diharapkan olehnya. Untuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Prestasi belajar atau hasil belajar adalah realisasi atau pemekaran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Prestasi belajar atau hasil belajar adalah realisasi atau pemekaran BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar 1. Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar atau hasil belajar adalah realisasi atau pemekaran dari kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang.

Lebih terperinci

Perpustakaan Unika LAMPIRAN

Perpustakaan Unika LAMPIRAN LAMPIRAN LAMPIRAN A SKALA DEVELOPMENTALLY APPRORIATE PRACTICE DITINJAU DARI STATUS KERJA IBU PETUNJUK PENGISIAN PENGANTAR Saya mahasiswi Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata yang sedang melakukan penelitian

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Modern Superindo Godean (terletak di

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Modern Superindo Godean (terletak di III. METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Modern Superindo Godean (terletak di pinggir kota Yogyakarta). Penentuan lokasi ini dilakukan secara sengaja dipilih dengan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF KELAS VI SD YPKP 1 SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA PAPUA

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF KELAS VI SD YPKP 1 SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA PAPUA PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF KELAS VI SD YPKP 1 SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA PAPUA Etyn Nurkhayati SD YPKP I Sentani Jayapura Papua Abstrak:Kesulitan siswa dalam menulis

Lebih terperinci

Perpustakaan Unika LAMPIRAN

Perpustakaan Unika LAMPIRAN LAMPIRAN IDENTITAS 1. Nomor :... 2. Jenis Kelamin :... 3. Usia :... tahun 4. Status marital : Single / Menikah 5. Pendidikan : (... ) SMA / Sederajat (... ) Diplomat (... ) S1 (... ) S2 (... ) S3 6. Posisi

Lebih terperinci

2. DIMENSI SASARAN UKUR

2. DIMENSI SASARAN UKUR BAB 2 SASARAN UKUR A. HAKIKAT 1. BENTUK SASARAN UKUR SASARN UKUR ADALAH ATRIBUT (CIRI, SIFAT, KARAKTERISTIK) DARI ORANG, OBJEK, ATAU PERISTIWA (SUBJEK, RESPONDEN) MISAL: SIKAP KARYAWAN ATRIBUT TINGGI ATRIBUT

Lebih terperinci

ANGKET KEPERCAYAAN DIRI SISWA

ANGKET KEPERCAYAAN DIRI SISWA 107 ANGKET KEPERCAYAAN DIRI SISWA Asalamualaikum wr. Wb. Pada kesempatan ini saya ingin melakukan penelitian tentang kepercayaan diri siswa. Untuk itu saya mohon bantuan dan partisipasinya untuk mengisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, pembangunan dilakukan disegala bidang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, pembangunan dilakukan disegala bidang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, pembangunan dilakukan disegala bidang seperti dalam bidang ekonomi yang menjadi pusat perhatian utama dunia.

Lebih terperinci

KUESIONER PENELITIAN IDENTIFIKASI FAKTOR PENDORONG PERNIKAHAN DINI DENGAN METODE ANALISIS FAKTOR. Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

KUESIONER PENELITIAN IDENTIFIKASI FAKTOR PENDORONG PERNIKAHAN DINI DENGAN METODE ANALISIS FAKTOR. Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN IDENTIFIKASI FAKTOR PENDORONG PERNIKAHAN DINI DENGAN METODE ANALISIS FAKTOR Dengan hormat, Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : ASWIN BAHAR NIM : 090803039 adalah

Lebih terperinci

LAMPIRAN A. Skala Penelitian. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN A. Skala Penelitian. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN A Skala Penelitian No: RAHASIA SKALA PENELITIAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2016 Dengan hormat, Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas

Lebih terperinci

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU KELAS DALAM MENGIDENTIFIKASI MASALAH SISWA SD

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU KELAS DALAM MENGIDENTIFIKASI MASALAH SISWA SD MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU KELAS DALAM MENGIDENTIFIKASI MASALAH SISWA SD Oleh : Sugiyatno. M.Pd, A.Ariyadi Warsito. M.Si, Agus Basuki. M.Pd A. Analisis Situasi Menurut PP nomor 28 tahun 1990 tentang

Lebih terperinci

PERBEDAAN PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI DAN TANGGUNG JAWAB SISWA SMP PADA PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

PERBEDAAN PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI DAN TANGGUNG JAWAB SISWA SMP PADA PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PERBEDAAN PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI DAN TANGGUNG JAWAB SISWA SMP PADA PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DALAM PEMBELAJARAN PKn RINGKASAN SKRIPSI Oleh : ENDAH KUSUMASTUTI

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dilupakan sebagai aset yang berharga dalam sebuah perusahaan. Padahal sumber

BAB 1 PENDAHULUAN. dilupakan sebagai aset yang berharga dalam sebuah perusahaan. Padahal sumber 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era globalisasi seperti saat ini, tingkat persaingan bisnis semakin tinggi dan berkembang begitu cepat. Perusahaan di tuntut untuk dapat terus melakukan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penelitian didahului dengan meneliti penguasaan matematika dan konten pedagogik

Lebih terperinci

Setelah beberapa lama, Kau mengerti bahwa sinar mentari pun akan membakarmu kalau berlebihan,

Setelah beberapa lama, Kau mengerti bahwa sinar mentari pun akan membakarmu kalau berlebihan, SETELAH BEBERAPA LAMA Setelah beberapa lama, Kau akan mengerti perbedaan tipis Antara menggandeng tangan dan membelenggu jiwa, Dan kau akan mengerti bahwa cinta bukan berarti bersandar Dan teman bukan

Lebih terperinci

PENERAPAN DISKUSI KELOMPOK

PENERAPAN DISKUSI KELOMPOK PENERAPAN DISKUSI KELOMPOK DISERTAI TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS ORAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X-J SMA NEGERI 1 KARTASURA SKRIPSI Oleh : ANI SUGIHARTI NIM. K 4305002 FAKULTAS

Lebih terperinci

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA PENILAIAN PEMBELAJARAN (SMP / SMA) OLEH: DRS. TAUFIK RAHMAN, MPd. UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 1 KONSEP DASAR PENILAIAN PENILAIAN PENDIDIKAN: KEGIATAN MENILAI YG TERJADI DALAM KEGIATAN PENDIDIKAN PENILAIAN

Lebih terperinci

Kegiatan Sehari-hari

Kegiatan Sehari-hari Bab 1 Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sehari-hari 1 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan mampu: 1) membuat daftar kegiatan sehari-hari berdasarkan penjelasan guru; 2) menceritakan

Lebih terperinci

JURNAL KHUSUS PERUSAHAAN DAGANG

JURNAL KHUSUS PERUSAHAAN DAGANG Judul JURNAL KHUSUS PERUSAHAAN DAGANG Mata Pelajaran : Akuntansi Kelas : II (Dua) Nomor Modul : Akt.II.02 Penulis: Dra. Dwiyana Ganewati Penyunting Materi: Drs. H. M. Hasni, MM Penyunting Media: Drs. Ade

Lebih terperinci

Konsep Dasar Pengajaran Remedial untuk Meningkatkan Motivasi dan Minat Belajar Peserta Didik dalam Mempelajari Statistika

Konsep Dasar Pengajaran Remedial untuk Meningkatkan Motivasi dan Minat Belajar Peserta Didik dalam Mempelajari Statistika Statistika, Vol. 7 No., 5 3 Nopember 007 Konsep Dasar Pengajaran Remedial untuk Meningkatkan Motivasi dan Minat Belajar Peserta Didik dalam Mempelajari Statistika Yunia Mulyani Azis Tenaga Pengajar di

Lebih terperinci

A. Angket Identitas Diri. B. Angket Motivasi kerja

A. Angket Identitas Diri. B. Angket Motivasi kerja A. Angket Identitas Diri Pendidikan Terakhir :..jurusan. Usia Jenis Kelamin Jabatan Lama Bekerja Status Marital :.tahun : P/L : : Tahun..Bulan : Single/Menikah/Janda/Duda B. Angket Motivasi kerja Dibalik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berkembang mendorong semua lapisan masyarakat untuk masuk kedalam

BAB I PENDAHULUAN. berkembang mendorong semua lapisan masyarakat untuk masuk kedalam 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan teknologi dan informasi yang saat ini semakin cepat dan berkembang mendorong semua lapisan masyarakat untuk masuk kedalam system dunia yang mengglobal

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SKRIPSI

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SKRIPSI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA ( PTK Pembelajaran Matematika kelas VII C SMP Muhammadiyah 2

Lebih terperinci

IDENTITAS RESPONDEN. Umur :.

IDENTITAS RESPONDEN. Umur :. LAMPIRAN 76 IDENTITAS RESPONDEN Isilah identitas Anda dengan lengkap pada kolom yang telah disediakan untuk nama diperbolehkan menggunakan inisial/disingkat. Nama :. Umur :. A. Petunjuk Pengisian Dalam

Lebih terperinci

BAB III PENYAJIAN DATA. lokasi penelitian, yaitu di YOGA ATMA CONSULTING PEKANBARU. Counsulting Pekanbaru, penulis mendapatkan informasi bahwasanya :

BAB III PENYAJIAN DATA. lokasi penelitian, yaitu di YOGA ATMA CONSULTING PEKANBARU. Counsulting Pekanbaru, penulis mendapatkan informasi bahwasanya : BAB III PENYAJIAN DATA Dalam bab ini penulis akan memaparkan data yang penulis peroleh dari lokasi penelitian, yaitu di YOGA ATMA CONSULTING PEKANBARU. Adapun data yang penulis paparkan adalah data yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. teknologi. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3

BAB I PENDAHULUAN. teknologi. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan keahlian tertentu kepada individu guna mengembangkan bakat

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN SOSIAL KELOMPOK KELAS DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KELAS I SLTP XXX JAKARTA

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN SOSIAL KELOMPOK KELAS DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KELAS I SLTP XXX JAKARTA HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN SOSIAL KELOMPOK KELAS DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KELAS I SLTP XXX JAKARTA Rita Sinthia Dosen Prodi Bimbingan Konseling FKIP Universitas Bengkulu Abstract:This study was

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SD Mata pelajaran : Matematika Kelas/Semester : II/1 Tema : Aku Standar Kompetensi : 1. Melakukan penjumlahan dan pengurangan sampai 500. Kompetensi Dasar

Lebih terperinci

Saya Fransisca Salim, adalah seorang mahasiswa Universitas Maranatha. jurusan Ekonomi Akuntansi yang sedang mengumpulkan data untuk menunjang

Saya Fransisca Salim, adalah seorang mahasiswa Universitas Maranatha. jurusan Ekonomi Akuntansi yang sedang mengumpulkan data untuk menunjang Dengan hormat, Saya Fransisca Salim, adalah seorang mahasiswa Universitas Maranatha jurusan Ekonomi Akuntansi yang sedang mengumpulkan data untuk menunjang skripsi saya yang berjudul Pemeriksaan Operasional

Lebih terperinci

Kuesioner A. No Pernyataan SS S TS STS. 1 Saya mudah menemukan ide untuk mengatasi

Kuesioner A. No Pernyataan SS S TS STS. 1 Saya mudah menemukan ide untuk mengatasi Kuesioner A Selamat Pagi/Siang/Sore, Saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk membantu saya dalam menyelesaikan tugas akhir. Saya mengharapkan kejujuran Bapak/Ibu/Saudara/i

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. penelitian kuantitatif menurut Sugiyono (2009), adalah metode berlandaskan pada

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. penelitian kuantitatif menurut Sugiyono (2009), adalah metode berlandaskan pada 18 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif menurut Sugiyono (2009), adalah metode berlandaskan

Lebih terperinci