ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN AKTIVITAS PADA PT KERSA GUNUNG WASADA SAMARINDA. Endah Septiana Michael Hadjaat

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN AKTIVITAS PADA PT KERSA GUNUNG WASADA SAMARINDA. Endah Septiana Michael Hadjaat"

Transkripsi

1 1 ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN AKTIVITAS PADA PT KERSA GUNUNG WASADA SAMARINDA Endah Septiana Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman Michael Hadjaat Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman Rizky Yudaruddin Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman ABSTRAK Tujuan penelitian ini mengetahui untuk mengetahui besarnya rasio likuiditas, profitabilitas dan aktivitas PT Kersa Gunung Wasada berdasarkan data dari laporan keuangan tahun 2009 sampai dengan tahun Dasar teori yang digunakan manajemen keuangan dengan menggunakan alat analisis rasio khususnya rasio likuiditas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas. Kesimpulan penelitian ini: Rasio Likuiditas PT Kersa Gunung Wasada dari tahun 2009 sampai 2011 tidak stabil yang ditunjukkan oleh turunnya current rasio dan kas rasio. Rasio Profitabilitas PT Kersa Gunung Wasada dari tahun 2009 sampai 2011 tidak stabil yang ditunjukkan oleh naik turunnya Gross Profit Margin, Net Profit margin Retrun On Assets dan Retrun On Equity Rasio Aktivitas PT Kersa Gunung Wasada dari tahun 2009 sampai 2011 tidak stabil yang ditunjukkan oleh naik turunnya ratio Fixed Assets Turn Over dan ratio Total Assets Turn Over. Kata Kunci: Likuiditas, Profitabilitas Aktivitas Kinerja Keuangan ABSTRACT The purpose of this study to know the size of the liquidity ratios, profitability and activity At PT Kersa Gunung Wasada based on data from the 2009 to 2011 financial year. Basic theory used financial management using ratio analysis tool specifically liquidity ratios, profitability ratios and activity ratios. The conclusion of this study : Liquidity Ratios At PT Kersa Gunung Wasada from 2009 to 2011 indicated unstable by lower current ratio and cash ratio. Profitability Ratios At PT Kersa Gunung Wasada from 2009 to 2011 shown by unstable fluctuations Gross Profit Margin, Net Profit Margin Retrun On Assets and Retrun On Equity Activity Ratio At PT Kersa Gunung Wasada from 2009

2 2 to 2011 shown by unstable fluctuations Fixed Assets Turn Over ratio and the ratio of Total Assets Turn Over. Keywords: Liquidity, Profitability Activity - Financial Performance Latar Belakang PT Kersa Gunung Wasada yang berlokasi di jalan Pulau Samosir Samarinda adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Jasa Pelayaran dan hasil produksinya berupa Speed Boat,Crew Boat dan Kapal yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan pelayaran perseroan terbatas pengguna jasa yang ingin menggunakan atau membeli kapal atau speed boat biasanya berhubungan langsung dengan pihak terkait disini yaitu PT Kersa Gunung Wasada dan terlebih dahulu membuat perjanjian kontrak pengguna kapal atau perjanjian mengenai penyewaan kapal, speed boat dan crew boat sesuai tenggang waktu penggunaan. PT Kersa Gunung Wasada pada akhir periode telah membuat laporan keuangan berupa neraca dan laba rugi dan diketahui laba pada tahun 2009 sebesar Rp ,00, pada tahun 2010 dan tahun 2011 menurun masing-masing sebesar Rp ,00 dan Rp ,00. Total aktiva juga nampak pada neraca, dimana tahun 2009 total aktiva sebesar Rp ,00, pada tahun 2010 menurun sebesar Rp ,00 dan pada tahun 2011 total aktiva meningkat lagi sebesar Rp ,00. Dapat diketahui bahwa jumlah aktiva lancar yang ada pada neraca tahun 2011 meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Artinya bahwa bila ditinjau dari jumlah total aktiva dan laba rugi pada laporan keuangan PT Kersa Gunung Wasada kondisi keuangan perusahaan mengalami peningkatan. Kegunaan dari laporan keuangan itu sendiri yaitu data akuntansi yang diambil dari laporan rugi dan neraca dalam beberapa periode pencatatan kedua elemen tersebut berasal dari elemen laporan keuangan. Dengan adanya data tersebut dapat dianalisa melalui analisa rasio likuiditas, profitabilitas dan rasio aktivitas. Masing-masing analisa tersebut akan memberikan informasi tentang kinerja keuangan suatu perusahaan. Karena melihat pentingnya manfaat dari analisa likuiditas, profitabilitas dan aktivitas suatu perusahaan bagi pihak intern maupun pihak ekstern perusahaan serta di tunjang data-data dan teori yang selama ini penulis peroleh maka penulis ingin menyajikan penulisan ilmiah ini dengan judul Analisis Rasio Likuiditas, Profitabilitas dan Aktivitas Pada PT Kersa Gunung Wasada di Samarinda. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang, maka menjadi permasalahan dalam penulisan ini adalah : Bagaimana kinerja keuangan perusahaan ditinjau dari rasio likuiditas, profitabilitas dan aktivitas pada PT Kersa Gunung Wasada dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011.

3 3 Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya rasio likuiditas, profitabilitas dan aktivitas PT Kersa Gunung Wasada berdasarkan data dari laporan keuangan tahun 2009 sampai dengan tahun Tinjauan Pustaka Manajemen keuangan perusahaan meliputi bagaimana memperoleh dana yang efisien serta membelanjakannya untuk operational yang efisien serta membelanjakannya untuk investasi yang menguntungkan. Keuntungan dari kegiatan operasional dan investasi tersebut akan disimpan sebagai cadangan masa depan dan dibagi dalam bentuk dividen. Tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan kemakmuran pemegang saham atau memaksimumkan nilai perusahaan, bukan memaksimumkan profit. Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Neraca adalah suatu laporan yang sistematis tentang aktiva (assets), utang (liabilities), dan modal sendiri (owner s equity) dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Laporan laba rugi atau yang disebut juga sisa hasil usaha merupakan akumulasi aktivitas yang berkaitan dengan pendapatan dan biaya selama periode waktu tertentu, misalnya bulanan atau tahunan. Laporan perubahan modal adalah suatu laporan yang menunjukkan sebabsebab terjadinya perubahan modal dari jumlah awal periode menjadi jumlah modal pada akhir periode. Salah satu cara untuk melakukan analisis laporan keuangan adalah dengan jalan mempelajari hubungan antara berbagai pos-pos yang ada dalam laporan keuangan itu sendiri. Hubungan antara pos yang satu dengan pos yang lain dinyatakan dengan angka yang disebut rasio. Rasio adalah suatu hubungan atau pertimbangan antara satu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain dan dengan menggunakan alat analisa berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik buruknya keadaan posisi keuangan suatu perusahaan terutama apabila angka tersebut dibandingkan dengan yang digunakan sebagai standar. Rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya dalam jangka pendek atau jatuh tempo. Rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan sumbersumber daya yang dimiliki perusahaan. Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur sampai dimana efektivitas dan efisiensi perusahaan mempergunakan sarana-sarana dan sumber-sumber yang dimilikinya.

4 4 Kerangka Konsepsional Analisis laporan keuangan adalah suatu alat yang digunakan untuk menilai keadaan dari suatu peristiwa yang belum jelas kebenarannya menjadi sesuatu yang benar. Neraca adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan,dimana dalam neraca berisi aktiva, hutang dan modal yang dimiliki dari perusahaan pada waktu tertentu. Laporan laba rugi adalah laporan yang berisi informasi tentang hasil usaha seperti biaya dan pendapatan yang diperoleh suatu perusahan selama periode tertentu. Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan. Rasio Likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dalam jangka pendek. Rasio Profitabilitas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba dengan sumber daya yang dimilikinya. Rasio Aktivitas adalah rasio keuangan yang menunjukkan kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan harta-harta yang dimilikinya. Berdasarkan uraian pada latar belakang dan dasar teori yang telah dikemukakan maka digambarkan kerangka pikir seperti di bawah ini Laporan Keuangan Neraca Laba / Rugi Rasio Keuangan 1. Rasio Likuiditas a) Current Ratio b) Cash Ratio 2. Rasio Profitabilitas a) Gross Profit Margin b) Net Profit Margin c) Return On Assets d) Return On Equity 3. Rasio Aktivitas a) Fixed Assets Turnover b) Total Assets Turnover Analisis Likuiditas, Profitabilitas dan Aktivitas Pada PT Kersa Gunung Wasada di Samarinda

5 Metodologi Penelitian Definisi Operasional Dalam penulisan ini akan diberikan suatu penjabaran dari definisi operasional sebagai penjabaran dari definisi konsepsional yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya. Definisi operasional menyatakan seperangkat prosedur yang menjelaskan aktivitas yang dilakukan untuk penginderaan dan pengukuran dari fenomena yang digambarkan dalam konsep tersebut. PT Kersa Gunung Wasada yang berkedudukan di Samarinda merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelayaran nasional yang melayani jasa sewa kapal dalam kegiatan transportasi perairan dengan jangkauan daerah pelayaran dalam skala nasional. Beberapa konsep yang digunakan dalam penelitian ini diberikan batasan operasional agar lebih jelas maksud, cakupannya serta pengukurannya. Adapun variabel-variabel dari penelitian ini adalah : 1. Laporan laba-rugi merupakan laporan keuangan yang sistematis tentang pendapatan, biaya dan laba rugi dari PT Kersa Gunung Wasada selama periode tertentu. 2. Neraca merupakan laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, dan modal PT Kersa Gunung Wasada pada suatu saat tertentu. Analisis rasio keuangan perusahaan adalah teknik analisis laporan keuangan yang paling banyak digunakan. Rasio ini merupakan alat analisis yang dapat memberikan jalan keluar dan menggambarkan gejala-gejala yang nampak dalam suatu keadaan. Alat analisis tersebut adalah rasio likuiditas, profitabilitas dan aktivitas. a). Rasio Likuiditas Perhitungan rasio likuiditas PT Kersa Gunung Wasada adalah untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. 1. Current ratio adalah alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan PT Kersa Gunung Wasada dalam memenuhi kewajibannya. Rasio ini dengan cara membagi aktiva lancar dengan hutang lancar yang dinyatakan dalam persen. 2. Cash ratio adalah alat yang digunakan untuk menghitung aktiva lancar yang benar-benar sangat likuid. Rasio ini dihitung dengan cara membagi kas + Bank dengan hutang lancar yang dinyatakan dalam persen. b). Rasio Profitabilitas Perhitungan rasio profitabilitas PT Kersa Gunung Wasada adalah untuk menilai efektivitas keseluruhan manajemen perusahaan berkaitan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Proses perhitungan rasio profitabilitas terdiri dari : 1. Gross Profit Margin adalah alat yang digunakan untuk mengetahui laba bruto (laba kotor) per rupiah penjualan yang dinyatakan dalam persen. 2. Net Profit Margin dapat dihitung dengan cara membagi laba bersih sebelum pajak dengan penjualan yang dinyatakan dalam persen. 5

6 6 3. Return on Asset digunakan untuk mengukur kemampuan dalam menghasilkan laba dari semua aktiva yang ada. Rasio ini dapat dihitung dengan membagi laba bersih setelah pajak dengan total aktiva yang dinyatakan dalam persen. 4. Return on Equity digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan dari investasi pemilik modal. Rasio ini dihitung dengan cara perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri yang dinyatakan dalam persen. c). Rasio Aktivitas Perhitungan rasio aktivitas PT Kersa Gunung Wasada adalah untuk menilai efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam mengolah seluruh aktivitasnya : 1. Fixed assets turnover dapat dihitung dengan membandingkan antara penjualan dengan total aktiva tetap sehingga dapat diketahui besarnya perputaran aktiva tetap yang digunakan untuk memperoleh laba. 2. Total assets turnover dapat dihitung dengan membandingkan antara penjualan dengan total aktiva sehingga dapat diketahui besarnya perputaran aktiva yang digunakan dalam menghasilkan laba. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data ini bersumber dari PT Kersa Gunung Wasada antara lain : 1. Gambaran umum PT Kersa Gunung Wasada Samarinda. 2. Struktur organisasi PT Kersa Gunung Wasada Samarinda. 3. Neraca PT Kersa Gunung Wasada Samarinda per 31 Desember Neraca PT Kersa Gunung Wasada Samarinda per 31 Desember Neraca PT Kersa Gunung Wasada Samarinda per 31 Desember Laporan laba rugi PT Kersa Gunung Wasada Samarinda periode tahun Laporan laba rugi PT Kersa Gunung Wasada Samarinda periode tahun Laporan laba rugi PT Kersa Gunung Wasada Samarinda periode tahun 2011 Alat Analisis Dalam menganalisis permasalahan yang telah dikemukakan pada terdahulu, maka digunakan berbagai konsep analisis untuk menilai suatu perusahaan sehingga dikatakan memiliki kinerja keuangan yang tidak bermasalah. Maka penulis akan melakukan analisa, dimana alat analisis ini dikutip dari Sutrisno (2002: 231), yaitu sebagai berikut : 1. Rasio Likuiditas meliputi : Current Ratio = Aktiva Lancar X 100 Hutang Lancar Cash Ratio = Kas + Bank X 100 Hutang Lancar Dimana semakin tinggi tingkat likuiditas maka semakin besar kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. 2. Rasio Profitabilitas dikutip dari Sartono (2002: ), yaitu sebagai berikut:

7 7 a. Gross Profit Margin = Laba Kotor Penjualan X 100% b. Net Profit Margin = E A T Penjualan X 100% c. Return On Asset = E A T Total Aktiva X 100% d. Return on Equity = E A T Modal Sendiri X 100% Dimana untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba relatif dibandingkan dengan investasi yang digunakan. 3. Rasio Aktivitas dikutip oleh penulis dari Sutrisno (2002:235) yaitu sebagai berikut : a. Fixed Assets Turnover = Penjualan Aktiva Tetap b. Total Assets Turnover = Penjualan Total Aktiva Dimana semakin tinggi tingkat aktivitas maka semakin besar kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Analisis Deskriktif Berdasarkan hasil penelitan, telah dikumpulkan data laporan keuangan aktivitas PT Kersa Gunung Wasada untuk tahun buku 2009, 2010 dan 2011 berupa Neraca per 31 Desember 2009 s/d 31 Desember 2011 dan Laporan Laba Rugi periode 1 Januari S/d 31 Desember 2009 s/d 2011 yang selanjutnya akan dianalisis untuk kinerja keuangan perusahaan ditinjau dari rasio likuiditas, profitabilitas dan aktivitas pada PT Kersa Gunung Wasada dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 dengan menggunakan alat analisis Current Ratio, Cash Ratio, Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return On Equty, Return On Assets, Fixed Asset Turn Over dan Total Assets Turn Over. Hasil perhitungan dapat dibuat rekapitulasi kondisi keuangan jangka panjang PT Kersa Gunung Wasada Samarinda berdasarkan rasio Likuiditas, dan Profitabilitas dan aktivitas seperti tabel di bawah ini.

8 8 Tabel 1 : Rekapitulasi Rasio Likuiditas, Profitabilitas dan aktivitas PT Kersa Gunung Wasada Samarinda Tahun No Variabel / Indikator Rasio Liquiditas 2 3 a. Current ratio b. Cash Ratio Profitabilitas a. Gross Profit Margin b. Net Profit margin c. Retrun On Assets d. Retrun On Equity Aktivitas a. Fixed Assets Turn Over b. Total Assets Turn Over 801,40 % 82,67 %% 39,79 % 27,04 % 20,57 % 26,67 % 0,87 kali 0,87 kali 656,25 % 147,07 % 40,85 % 20,85 % 12,00 % 12,79 % 0,65 kali 0,89 kali Sumber : Data Diolah, ,72 % 333,39 % 34,56 % 20,48 % 11,46 % 12,11 % 0,65 kali 0,86 kali kali Hasil perhitungan pada tabel 1 di atas dapat dijelaskan sebagai beriktut: Current ratio tahun 2009 sebesar 801,40% menunjukkan bahwa perusahaan likuid karena aktiva lancar yang ada 801,40 kali lebih besar dari utang lancarnya, Current ratio tahun 2010 sebesar 656,25% menunjukkan bahwa perusahaan likuid karena aktiva lancar yang ada 656,25 kali lebih besar dari utang lancarnya, demikian halnya dengan Current ratio tahun 2011 sebesar 1.583,72% menunjukkan bahwa aktiva lancar yang ada 1.583,72 kali lebih besar dari utang lancarnya. Cash Ratio tahun 2009 sebesar 82,67% menunjukkan bahwa perusahaan likuid karena uang setara kas yang ada 82,67 kali lebih besar dari utang lancarnya, Cash Ratio tahun 2010 sebesar 147,07% menunjukkan bahwa perusahaan likuid karena uang setara kas yang ada 147,07 kali lebih besar dari utang lancarnya dan Cash Ratio tahun 2011 sebesar 333,39% menunjukkan bahwa perusahaan likuid karena uang setara kas yang ada 333,39 kali lebih besar dari utang lancarnya Gross profit margin tahun 2009 sebesar 39,79 % menunjukkan setiap rupiah dari hasil penjualan menghasilkan keuntungan kotor sebesar Rp. 39,79. Gross profit margin tahun 2010 sebesar 40,85% menunjukkan setiap rupiah dari hasil penjualan menghasilkan keuntungan kotor sebesar Rp. 40,85. Net profit margin tahun 2011 sebesar 34,56% menunjukkan setiap rupiah dari hasil penjualan menghasilkan keuntungan netto sebesar Rp. 34,56 Net profit margin tahun 2009 sebesar 27,04% menunjukkan setiap rupiah dari hasil penjualan menghasilkan keuntungan netto sebesar Rp. 27,04. Net profit margin tahun 2010 sebesar 20,85% menunjukkan setiap rupiah dari hasil penjualan menghasilkan keuntungan netto sebesar Rp. 20,85. Net profit margin tahun 2011 sebesar 20,48% menunjukkan setiap rupiah dari hasil penjualan menghasilkan keuntungan netto sebesar Rp. 20,48 Return on Assets tahun 2009 sebesar 20,57% menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan terhadap setiap rupiah yang

9 9 ditanamkan pada aktiva sebesar Rp 20,57. return on Assets 2010 sebesar 12,00% menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan terhadap setiap rupiah yang ditanamkan pada aktiva sebesar Rp12,00 dan Return on Assets tahun 2011 sebesar 11,46% menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan terhadap setiap rupiah yang ditanamkan pada aktiva sebesar Rp 11,46. Return on Equity tahun 2009 sebesar 26,67% menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan terhadap setiap rupiah yang ditanamkan oleh pemilik modal sebesar Rp 26,67. Return on Equity 2010 sebesar 12,79% menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan terhadap setiap rupiah yang ditanamkan pemilik modal sebesar Rp12,79 dan Return on Equity tahun 2011 sebesar 12,11% menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan terhadap setiap rupiah yang ditanamkan oleh pemikik modal sebesar Rp 12,11. Fixed Assets Turn Over tahun 2009 sebesar 0,87% menunjukkan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva tetap dalam satu tahun berputar 0,87 kali atau setiap rupiah aktiva menghasilkan pendapatan sebesar Rp0,87, Fixed Assets Turn Over tahun 2010 sebesar 0,65% menunjukkan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva tetap dalam satu tahun berputar 0,65 kali atau setiap rupiah aktiva menghasilkan pendapatan sebesar Rp0,65, dan Fixed Assets Turn Over tahun 2011 sebesar 0,65% menunjukkan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva tetap dalam satu tahun berputar 0,65 kali atau setiap rupiah aktiva menghasilkan pendapatan sebesar Rp0,65. Total Assets Turn Over tahun 2009 sebesar 0,87% menunjukkan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva dalam satu tahun berputar 0,87 kali atau setiap rupiah aktiva menghasilkan pendapatan sebesar Rp0,87, Total Assets Turn Over tahun 2010 sebesar 0,89% menunjukkan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva dalam satu tahun berputar 0,89 kali atau setiap rupiah aktiva menghasilkan pendapatan sebesar Rp0,89, dan Total Assets Turn Over tahun 2011 sebesar 0,86% menunjukkan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva dalam satu tahun berputar 0,86 kali atau setiap rupiah aktiva menghasilkan pendapatan sebesar Rp0,86. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis di atas selanjutnya dilakukan pembahasan sampai sejauhmana perubahan kinerja keuangan perusahaan dari tahun 2009 ke tahun Oleh karena itu masing-masing rasio likuiditas, profitabilitas dan aktivitas mulai tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2011 sehingga dapat diketahui apakah kinerja keuangan perusahaan meningkat atau menurun. Current ratio tahun 2009 sebesar 801,40% menurun sebesar 145,15% menjadi sebesar 656,25% pada tahun 2010, ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan aktiva lancar 145,15 kali lebih besar dari utang lancarnya. Penurunan ini disebabkan karena penurunan aktiva lancar sebesar Rp ,00 dan dibarengi dengan kenaikan utang lancar sebesar Rp ,00, sehingga Current rasionya menurun. Current ratio tahun 2010 sebesar 656,25% meningkat sebesar 927,47% menjadi sebesar 1.583,72% pada tahun 2011, ini menunjukkan

10 10 bahwa terjadi peningkatan aktiva lancar 927,47 kali lebih besar dari utang lancarnya. Peningkatan ini disebabkan karena meningkatnya aktiva lancar sebesar Rp ,00 dan dibarengi dengan penurunan utang lancar sebesar Rp( ,00), sehingga Current rasionya meningkat. Cash Ratio tahun 2009 sebesar 82,67% meningkat sebesar 64,40% menjadi sebesar 147,07% tahun 2010, ini menunjukkan bahwa uang setara kas yang ada meningkat 147,07 kali lebih besar dari utang lancarnya. peningkatan ini disebabkan karena meningkatnya uang setara kas sebesar Rp ,00 mekipun dibarengi dengan peningkatan utang lancar yang besar yakni Rp ,00 akibatnya Cash rasionya meningkat. Cash Ratio tahun 2010 sebesar 147,07% meningkat sebesar 186,32% menjadi sebesar 333,39% tahun 2011, ini menunjukkan bahwa uang setara kas yang ada meningkat 186,32 kali lebih besa dari utang lancarnya. Peningkatan ini disebabkan karena meningkatnya uang setara kas sebesar Rp ,00 dibarengi dengan penurunan utang lancar yang besar yakni Rp ,00 akibatnya Cash rasionya meningkat. Gross Profit margin tahun 2009 sebesar 39,79% meningkat sebesar 1,06% menjadi sebesar 40,85% pada tahun 2010, ini menunjukkan peningkatan setiap rupiah dari hasil penjualan menaikkan keuntungan netto sebesar Rp. 1,06. Gross Profit margin tahun 2010 sebesar 40,85% menurun sebesar 6,30% menjadi sebesar 34,56% pada tahun 2011, ini menunjukkan penurunan setiap rupiah dari hasil penjualan menurunkan keuntungan netto sebesar Rp6,30. Net Profit margin tahun 2009 sebesar 27,04% menurun sebesar 6,19% menjadi sebesar 20,85% pada tahun 2010, ini menunjukkan penurunan setiap rupiah dari hasil penjualan menurunkan keuntungan netto sebesar Rp6,19. Net Profit margin tahun 2010 sebesar 20,85% menurun sebesar 0,37% menjadi sebesar 20,48% pada tahun 2011, ini menunjukkan penurunan setiap rupiah dari hasil penjualan menurunkan keuntungan netto sebesar Rp0,37. Return On Assets tahun 2009 sebesar 20,57% menurun 8,58% menjadi sebesar 12,00% pada tahun 2010, ini menunjukkan bahwa dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva dalam satu tahun perputarannya menurun sebesar 8,58 kali atau setiap rupiah yang tertanam di aktiva selama setahun menurunkan penghasilan revevue sebesar Rp8,58. Penurunan ini disebabkan karena penurunan keuntungan bersih sebesar Rp ,00 di sisi lain aktiva tetap menurun sebesar Rp ,00. Return On Assets tahun 2010 sebesar 12,00% menurun 0,53% menjadi sebesar 11,46% pada tahun 2011, ini menunjukkan bahwa dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva dalam satu tahun perputarannya menurun sebesar 0,53 kali atau setiap rupiah yang tertanam di aktiva selama setahun menurunkan penghasilan revevue sebesar Rp0,53. Penurunan ini disebabkan karena peningatan laba bersih sebesar Rp ,00 di sisi lain aktiva tetap meningkat tajam sebesar Rp ,00. Return On Equity tahun 2009 sebesar 26,67% menurun 13,88% menjadi sebesar 12,79% pada tahun 2010, ini menunjukkan bahwa dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva dalam satu tahun perputarannya menurun sebesar (13,88) kali atau setiap rupiah yang tertanam di aktiva selama setahun menurunkan penghasilan revevue sebesar Rp(13,88). Penurunan ini disebabkan

11 11 karena penurunan kerugian bersih sebesar Rp( ,00) di sisi lain aktiva tetap meningkat sebesar Rp( ,00). Return On Equity tahun 2010 sebesar 12,79% menurun (0,68)% menjadi sebesar 12,11% pada tahun 2011, ini menunjukkan bahwa dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva dalam satu tahun perputarannya menurun sebesar (0,68) kali atau setiap rupiah yang tertanam di aktiva selama setahun menurunkan penghasilan revevue sebesar Rp(0,68). Penurunan ini disebabkan karena penurunan laba bersih sebesar Rp ,00 di sisi lain aktiva tetap meningkat sebesar Rp ,00. Fixed Assets Turn Over tahun 2009 sebesar 0,87 kali menurun sebesar 0,22 kali menjadi sebesar 0,65 kali pada tahun 2010, ini menunjukkan penurunan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva tetap dalam satu tahun berputar 0,22 kali atau setiap rupiah aktiva menurunkan pendapatan sebesar Rp0,22. Fixed Assets Turn Over tahun 2010 sebesar 0,65 kali tetap sebesar 0,65 kali pada tahun 2011, ini menunjukkan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva tetap dalam satu tahun tetap. Total Assets Turn Over tahun 2009 sebesar 0,87 kali meningkat sebesar 0,01 kali menjadi sebesar 0,89 kali pada tahun 2010, ini menunjukkan peningkatan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva dalam satu tahun berputar 0,01 kali atau setiap rupiah aktiva meningkatkan pendapatan sebesar Rp0,01. Total Assets Turn Over tahun 2010 sebesar 0,89% menurun sebesar 0,03 kali menjadi sebesar 0,86 kali pada tahun 2011, ini menunjukkan penurunan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva dalam satu tahun berputar 0,03 kali atau setiap rupiah yang ada di aktiva menurunkan pendapatan sebesar Rp0,03. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tersebut di atas maka dapat disimpulkan Rasio Likuiditas PT Kersa Gunung Wasada dari tahun 2009 sampai 2011 tidak stabil yang ditunjukkan oleh turunnya current rasio dan kas rasio, Rasio Profitabilitas PT Kersa Gunung Wasada dari tahun 2009 sampai 2011 tidak stabil yang ditunjukkan oleh naik turunnya Gross Profit Margin, Net Profit margin Retrun On Assets dan Retrun On Equity dan Rasio Aktivitas PT Kersa Gunung Wasada dari tahun 2009 sampai 2011 tidak stabil yang ditunjukkan oleh naik turunnya ratio Fixed Assets Turn Over dan ratio Total Assets Turn Over. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Rasio Likuiditas PT Kersa Gunung Wasada dari tahun 2009 sampai 2011 tidak stabil yang ditunjukkan oleh turunnya current rasio dan kas rasio. 2. Rasio Profitabilitas PT Kersa Gunung Wasada dari tahun 2009 sampai 2011 tidak stabil yang ditunjukkan oleh naik turunnya Gross Profit Margin, Net Profit margin Retrun On Assets dan Retrun On Equity 3. Rasio Aktivitas PT Kersa Gunung Wasada dari tahun 2009 sampai 2011 tidak stabil yang ditunjukkan oleh naik turunnya ratio Fixed Assets Turn Over dan ratio Total Assets Turn Over Saran Saran yang diajukan sehubungan dengan penelitiani ini sebagai berikut:

12 12 1. Manajemen PT Kersa Gunung Wasada agar berusaha meningkatkan pendapatan jasanya dengan cara lebih menggiatkan promosinya, dengan demikian diharapkan pendapatannya jasanya meningkat sehingga likuiditas, profitabilitas dan aktivitasnya di masa yang akan datang terus meningat. 2. Manajemen PT Kersa Gunung Wasada agar berusaha melakukan efisiensi agar biaya operasinya dapat ditekan sehingga keuntungannya meningkat dengan demikian diharapkan profitabilitas dan aktivitasnya di masa yang akan datang terus meningat. 3. Manajemen PT Kersa Gunung Wasada agar berusaha dalam menambah aktivanya menekankan pada aktiva yang produktif, dengan demikian aktivitas perusahaan di masa yang akan datang akan meningkat. DAFTAR PUSTAKA Baridwan, Zaki, 2004, Intermediate Accounting, Edisi Kedelapan, BPEP Yogyakarta. Brigham and Houston, 2002, Manajemen Keuangan, Edisi kedelapan, Buku I, Jakarta, Erlangga, Jakarta. Darsono dan Ashari, 2004, Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan, Andi, Yogyakarta. Djarwanto PS, 2004, Pokok-Pokok Analisis Laporan Keuangan, Edisi Kedua, BPFE, Yogyakarta. Gitosudarmo, Indriyo,2002, Manajemen Keuangan,Edisi Keempat, BPFE, Yogyakarta. Harahap, Sofyan Syafitri, 2004, Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, Cetakan Keempat. PT. Raja Gravindo Persada, Jakarta. Kieso, Weygandt dan Warfield, Intermediate Accounting, Edisi Kesepuluh, Jilid I, Erlangga, Jakarta. Lili M. Sadeli, 2003, Dasar-Dasar Akuntansi, Edisi Kedua, Bumi Aksara, Jakarta. Munawir S, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Cetakan Keempatbelas, liberty, Yogyakarta. Mohamad Mahsun,2006, Akuntansi Sektor Publik, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Yogyakarta. Niswoger, Fess & Waren, 2002, Prinsip-prinsip Akuntansi, Edisi Keenam Belas, Jilid I,Alih Bahasa Alfonus Sirait, M. Bus dan Helda Gunawan, Erlangga, Jakarta. Riyanto,Bambang, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Empat, Erlangga, Jakarta. Sartono, R. Agus, 2002, Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, Edisi Ketiga, BPFE, Yogyakarta. Sutrisno, 2002, Manajemen Keuangan, Edisi Pertama, Cetakan Kelima, Ekonisia, Yogyakarta. Prasetya, Gede Edy,2004, Penyusunan dan Analisis laporan keuangan, Andi Yogyakarta, Jakarta. Yamit, Zulian, 2002, Manajemen Keuangan, Edisi Pertama, Ekonomia, Yogyakarta.

PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN DENGAN METODE TIME SERIES UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN DENGAN METODE TIME SERIES UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN DENGAN METODE TIME SERIES UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN Syamsul Arif R. Rustam Hidayat Achmad Husaini Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

Lebih terperinci

ABSTRAK : Tujuan penelitian, ialah untuk mengetahui pada perusahaan semen yang terdaftar di

ABSTRAK : Tujuan penelitian, ialah untuk mengetahui pada perusahaan semen yang terdaftar di ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN ANTAR PERUSAHAAN SEMEN (YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2013) Rosanilawati Aquarini (watinila689@yahoo.com) MANAJEMEN UNITRI

Lebih terperinci

c. Berdasarkan Rasio Aktivitas d. Berdasarkan Rasio Profitabilitas DAFTAR PUSTAKA

c. Berdasarkan Rasio Aktivitas d. Berdasarkan Rasio Profitabilitas DAFTAR PUSTAKA 98 c. Berdasarkan Rasio Aktivitas Melakukan pengoptimalan penagihan piutang perusahaan karena nilai piutang perusahaan selalu naik setiap hari. Penjualan juga harus ditingkatkan. d. Berdasarkan Rasio Profitabilitas

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Laporan keuangan merupakan media yang penting untuk menilai prestasi serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat mengambil suatu keputusan

Lebih terperinci

ANALISA RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

ANALISA RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ANALISA RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Kasus pada PT. Andalan Finance Indonesia Tahun 2011-2013) Oleh : Putu Sulastri & Nurul Marta Hapsari ABSTRAKSI Tujuan penelitian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Keuangan Perkembangan dunia usaha di Indonesia yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan

Lebih terperinci

Analisis rasio keuangan. perusahaan daerah aneka karya. Kabupaten Boyolali. tahun Yulaika Dyah Iswandari F BAB I PENDAHULUAN

Analisis rasio keuangan. perusahaan daerah aneka karya. Kabupaten Boyolali. tahun Yulaika Dyah Iswandari F BAB I PENDAHULUAN Analisis rasio keuangan perusahaan daerah aneka karya Kabupaten Boyolali tahun 1998 2000 Yulaika Dyah Iswandari F 3300040 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Laporan keuangan merupakan alat yang penting

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT. Kimia Farma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas

Lebih terperinci

KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI TIM PENGGERAK PKK KECAMATAN SEKOLAQ DARAT

KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI TIM PENGGERAK PKK KECAMATAN SEKOLAQ DARAT KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI TIM PENGGERAK PKK KECAMATAN SEKOLAQ DARAT Priana Lisnani, Titin Ruliana, Adi Suroso Fakultas Ekonomi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Emal : prianalisnani@gmail.com

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan Analisis Laporan Keuangan pada PT. Pupuk Kalimantan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan Analisis Laporan Keuangan pada PT. Pupuk Kalimantan 40 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pelaksanaan Analisis Laporan Keuangan pada PT. Pupuk Kalimantan Timur. Sesuai dengan analisis dan metode penelitian yang digunakan maka data yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laba a. Pengertian Laba Laba didefinisikan dengan pandangan yang berbeda-beda. Pengertian laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan yang

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO PROFITABILITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. AMANAH FINANCE

ANALISIS RASIO PROFITABILITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. AMANAH FINANCE ANALISIS RASIO PROFITABILITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. AMANAH FINANCE Andi Marlinah*) Abstract : This study aims to analyze the financial performance PT. Amanah Finance in terms of profitability

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN METODE RASIO KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN METODE RASIO KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN METODE RASIO KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (Studi Kasus Pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk Yang Terdaftar Di BEI) NASKAH

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan hasil kegiatan operasi perusahaan yang disajikan dalam bentuk angka-angka keuangan. Hasil kegiatan perusahaan periode saat ini harus

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Djarwanto (2004:5) laporan keuangan merupakan hasil dari

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Djarwanto (2004:5) laporan keuangan merupakan hasil dari BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan keuangan Menurut Djarwanto (2004:5) laporan keuangan merupakan hasil dari pembuatan ringkasan

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN PT TIRTA SARANA BORNEO DI TANJUNG REDEB. Nahwani Fadelan

ANALISIS RASIO KEUANGAN PT TIRTA SARANA BORNEO DI TANJUNG REDEB. Nahwani Fadelan APRIL 2011, VOLUME 12 NOMOR 1 ANALISIS RASIO KEUANGAN PT TIRTA SARANA BORNEO DI TANJUNG REDEB Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Tanjung Redeb Jl. Dr. Murjani II Tanjung Redeb Abstract: This research

Lebih terperinci

Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan PT.Cahaya Energi Mandiri. Muhammad Hariyanto NPM

Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan PT.Cahaya Energi Mandiri. Muhammad Hariyanto NPM Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan PT.Cahaya Energi Mandiri Muhammad Hariyanto NPM. 09.11.1001.3443.079 Email : arie_cem88@yahoo.co.id ABSTRAKSI Lonjakan permintaan batu bara India menyebabkan pemulihan

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RASIO PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN UD. DINAR SURAKARTA

ANALISIS KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RASIO PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN UD. DINAR SURAKARTA ANALISIS KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RASIO PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN UD. DINAR SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI Diajukan sebagai Salah satu Syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Program Studi S1 Fakultas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen 2.1.1 Pengertian Manajemen Segala macam kegiatan terorganisir untuk mencapai tujuan pasti membutuhkan manajemen. Jadi orang-orang dalam kegiatan tersebut akan membutuhkan

Lebih terperinci

KAJIAN PEMBERIAN KREDIT MODAL DI BANK TABUNGAN NEGARA CABANG SAMARINDA Aji Arie Wardhana Hakim 1

KAJIAN PEMBERIAN KREDIT MODAL DI BANK TABUNGAN NEGARA CABANG SAMARINDA Aji Arie Wardhana Hakim 1 KAJIAN PEMBERIAN KREDIT MODAL DI BANK TABUNGAN NEGARA CABANG SAMARINDA Aji Arie Wardhana Hakim 1 1 Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.Kalimantan Timur aji@untag-smd.ac.id

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN ROKOK (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI Periode )

ANALISIS RASIO UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN ROKOK (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI Periode ) ANALISIS RASIO UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN ROKOK (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2013) NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat-syarat Guna

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Laporan Keuangan Bagian akuntansi merupakan bagian yang sangat berjasa dalam menyajikan sebuah laporan keuangan sektor usaha. Laporan keuangan yang dimaksud terdiri

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Laporan Keuangan Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 2012 dikemukakan laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap

Lebih terperinci

ANALISIS PERKEMBANGAN PT ANEKA TAMBANG DITINJAU DARI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BAB I PENDAHULUAN

ANALISIS PERKEMBANGAN PT ANEKA TAMBANG DITINJAU DARI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BAB I PENDAHULUAN ANALISIS PERKEMBANGAN PT ANEKA TAMBANG DITINJAU DARI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Analisa laporan keuangan adalah suatu proses yang dapat digunakan untuk memeriksa data

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Salah satu cara untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan adalah dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan tersebut. Analisis yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 2.1.1 Pengertian merupakan hak pemegang saham biasa (common stock) untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Jika perusahaan memutuskan untuk membagi keuntungan dalam

Lebih terperinci

Peranan Modal Kerja Dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Profitabilitas Pada PT. Hagabaya Sejati Palembang

Peranan Modal Kerja Dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Profitabilitas Pada PT. Hagabaya Sejati Palembang Peranan Modal Kerja Dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Profitabilitas Pada PT. Hagabaya Sejati Palembang Liliana Universitas Tridinanti Palembang Liliana.ishak@yahoo.com Abstract: The purpose of this

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Terdapat beberapa pengertian mengenai analisis, yaitu : 1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Terdapat beberapa pengertian mengenai analisis, yaitu : 1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) : BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Analisis Terdapat beberapa pengertian mengenai analisis, yaitu : 1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) : Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa

Lebih terperinci

Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode

Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode tertentu. Dengan melihat laporan keuangan suatu perusahaan

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA SPBU TABATOKI KABUPATEN POSO NI KADEK SRIWATI *) ABSTRAK

ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA SPBU TABATOKI KABUPATEN POSO NI KADEK SRIWATI *) ABSTRAK ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA SPBU TABATOKI KABUPATEN POSO NI KADEK SRIWATI *) ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kinerja keuangan SPBU Tabatoki Kab.

Lebih terperinci

Analisa Laporan keuangan

Analisa Laporan keuangan Laporan keuangan Analisa Laporan keuangan Minggu ke -2 By : Bambang Wahyudi Wicaksono Laporan keuangan diumumkan secara periodik untuk menyediakan informasi mendasar tentang kinerja keuangan suatu perusahaan,

Lebih terperinci

ANALISIS LIKUIDITAS PADA PT.PELAYARAN DUTA LINTAS SAMUDERA DI SAMARINDA

ANALISIS LIKUIDITAS PADA PT.PELAYARAN DUTA LINTAS SAMUDERA DI SAMARINDA ANALISIS LIKUIDITAS PADA PT.PELAYARAN DUTA LINTAS SAMUDERA DI SAMARINDA Winda Dwiastuti Wijaya 10.11.1001.3408.033 Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda winda.wijaya92@gmail.com ABSTRACT

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan Analisis terhadap laporan keuangan pada dasarnya karena ingin mengetahui posisi keuangan perusahaan saat

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO PROFITABILITAS PADA PT. PETRONA MINING CONTRACTORS DI SAMARINDA

ANALISIS RASIO PROFITABILITAS PADA PT. PETRONA MINING CONTRACTORS DI SAMARINDA ANALISIS RASIO PROFITABILITAS PADA PT. PETRONA MINING CONTRACTORS DI SAMARINDA Oleh, Denny Saputra 09.11.1001.3443.135 Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda 2013

Lebih terperinci

Kinerja Keuangan Organisasi Laba ( Studi Kasus PT. Garuda Multi Valasindo Jakarta )

Kinerja Keuangan Organisasi Laba ( Studi Kasus PT. Garuda Multi Valasindo Jakarta ) Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis Vol. 4, No. 1, July 2016, 47-51 p-issn: 2337-7887 Article History Received May, 2016 Accepted June, 2016 Kinerja Keuangan Organisasi Laba ( Studi Kasus PT.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laba a. Pengertian Laba Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Laba merupakan indikator prestasi atau kinerja perusahaan yang besarnya tampak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1 Analisis Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini dalam suatu periode tertentu (Kasmir,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Laporan Keuangan Menurut Kasmir (2012:7), laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.

Lebih terperinci

Bab 9 Teori Rasio Keuangan

Bab 9 Teori Rasio Keuangan D a s a r M a n a j e m e n K e u a n g a n 123 Bab 9 Teori Rasio Keuangan Mahasiswa diharapkan dapat memahami mengenai jenis dan pembagian laporan keuangan serta mengerti tentang perhitungan tentang rasio

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berada dalam kondisi sehat akan mampu menghadapi tingkat persaingan dengan

BAB I PENDAHULUAN. berada dalam kondisi sehat akan mampu menghadapi tingkat persaingan dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem ekonomi yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk bisa bersaing dan meningkatkan efisiensinya agar bisa tetap bertahan. Perusahaan yang berada

Lebih terperinci

Bisma, Vol 1, No. 7, Nopember 2016 RASIO KEUANGAN UNTUK EVALUASI KENERJA KEUANGAN PADA CREDIT UNION KELING KUMANG

Bisma, Vol 1, No. 7, Nopember 2016 RASIO KEUANGAN UNTUK EVALUASI KENERJA KEUANGAN PADA CREDIT UNION KELING KUMANG RASIO KEUANGAN UNTUK EVALUASI KENERJA KEUANGAN PADA CREDIT UNION KELING KUMANG ABSTRAKSI Nita albinus_tini@yahoo.co.id Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Menurut

BAB II KAJIAN PUSTAKA. perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Menurut BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kinerja Keuangan 1. Pengertian Kinerja Keuangan Kinerja perusahaan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Menurut Brigham dan Houston,

II. LANDASAN TEORI. dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Menurut Brigham dan Houston, 18 II. LANDASAN TEORI 2.1 Rasio Likuiditas Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Norma Ayu Kartika (normayu_kartika@yahoo.com) Siti Khairani (siti.khairani@mdp.ac.id) MANAJEMEN STIE MDP ABSTRAK :

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang memberikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang memberikan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang memberikan keterangan mengenai data ekonomi untuk pengambilan keputusan bagi siapa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Laporan keuangan adalah media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi kesehatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Laporan keuangan adalah media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi kesehatan 12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi kesehatan perusahaan yang terdiri dari neraca, perhitungan

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN COMMON SIZE DAN RASIO- RASIO KEUANGAN PADA PT SAPTA PRIMA ADIKARYA PALEMBANG

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN COMMON SIZE DAN RASIO- RASIO KEUANGAN PADA PT SAPTA PRIMA ADIKARYA PALEMBANG ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN COMMON SIZE DAN RASIO- RASIO KEUANGAN PADA PT SAPTA PRIMA ADIKARYA PALEMBANG Devi Mutiana Jurusan Akuntansi Politeknik PalComTech Palembang Abstrak Tujuan utama laporan

Lebih terperinci

Dalam menganalisa laporan keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan perusahaan antara lain:

Dalam menganalisa laporan keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan perusahaan antara lain: Analisis Rasio Laporan Keuangan Perusahaan Rasio Keuangan atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat analisa yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI DASAR DALAM PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PT. BUDI SATRIA WAHANA MOTOR

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI DASAR DALAM PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PT. BUDI SATRIA WAHANA MOTOR JURNAL Akuntansi & Keuangan Vol. 5, No. 1, Maret 2014 Halaman 93-121 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI DASAR DALAM PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PT. BUDI SATRIA WAHANA MOTOR Riswan Yolanda Fatrecia Kesuma

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Rasio Keuangan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Analisis rasio adalah suatu metode Analisis untuk mengetahui hubungan pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Astra Agro

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Astra Agro BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Astra Agro Lestari Tbk. yang selanjutnya dibandingkan dengan PT. PP London Sumatra Tbk. dengan menggunakan

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT SENTUL CITY, Tbk. DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT SENTUL CITY, Tbk. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT SENTUL CITY, Tbk. DAN ENTITAS ANAK Elvira Jayanti Panutupani elvirabey@ymail.com Program Studi Akuntansi STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAKSI Tujuan

Lebih terperinci

METADATA INFORMASI DASAR

METADATA INFORMASI DASAR METADATA INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Indikator Sektor Korporasi 2 Penyelenggara Statistik : Departemen Statistik, Bank Indonesia 3 Alamat : Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta 4 Contact : Divisi Statistik

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN. Laporan keuangan peruahaan merupakan sumber informasi bagi pihakpihak

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN. Laporan keuangan peruahaan merupakan sumber informasi bagi pihakpihak BAB IV ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN 4.1 Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Laporan keuangan peruahaan merupakan sumber informasi bagi pihakpihak yang berkepentingan untuk menilai kerja dan posisi keuangan

Lebih terperinci

B. MASALAH YANG DIHADAPI DALAM PENENTUAN RASIO STANDAR

B. MASALAH YANG DIHADAPI DALAM PENENTUAN RASIO STANDAR ANALISIS RASIO A. RASIO STANDAR Rasio dalam analisis laporan keuangan adalah angka yang menunjukkan hubungan antara suatu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan. Hubungan antara unsur-unsur

Lebih terperinci

Analisis Rasio Keuangan pada PT Citra Tubindo Tbk.

Analisis Rasio Keuangan pada PT Citra Tubindo Tbk. Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis Vol. 2, No. 1, July 2014, 45-54 p-issn: 2337-7887 Article History Received May, 2014 Accepted June, 2014 Analisis Rasio Keuangan pada PT Citra Tubindo Tbk.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Jenis-jenis Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Secara Umum dapat dikatakan bahwa laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Likuiditas perusahaan akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Likuiditas perusahaan akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1 Likuiditas Perusahaan Likuiditas perusahaan akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang dibayarkan sehingga semakin kuat posisi likuiditas perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laba 2.1.1 Pengertian Laba Laba merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka laba diharapkan cukup kaya untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Laporan Keuangan PT. Ades Water Indonesia Tbk.

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Laporan Keuangan PT. Ades Water Indonesia Tbk. 54 BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Laporan Keuangan PT. Ades Water Indonesia Tbk. Sesuai dengan lingkup pembatasan, maka penulis hanya akan membahas permasalahan kuangan yang berupa neraca dan laporan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi pada umumnya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam usaha untuk memenuhi kepentingan para anggotanya. Keberhasilan

Lebih terperinci

BAB IV RASIO KEUANGAN

BAB IV RASIO KEUANGAN BAB IV RASIO KEUANGAN 1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio) A. Rasio Lancar (Current Ratio) Aktiva Lancar Current Ratio = -------------------------- Hutang Lancar Rasio lancar sangat berguna untuk mengukur

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori A. Kinerja Keuangan a. Pengertian Kinerja Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa kinerja adalah (a) sesuatu yang dicapai, (b) prestasi yang diperlihatkan,

Lebih terperinci

PROSPEK KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM ( KSP ) UNIVERSITAS GUNUNG RINJANI LOMBOK TIMUR - NTB

PROSPEK KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM ( KSP ) UNIVERSITAS GUNUNG RINJANI LOMBOK TIMUR - NTB GaneÇ Swara Vol. No. Maret 6 PROSPEK KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM ( KSP ) UNIVERSITAS GUNUNG RINJANI LOMBOK TIMUR - NTB ABSTRAK SAHRUL IHSAN Fakultas Ekonomi Universitas Gunung Rinjani

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS ( METODE LANGSUNG) PADA PT. WIJAYA KARYA, TBK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS ( METODE LANGSUNG) PADA PT. WIJAYA KARYA, TBK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS LAPORAN ARUS KAS ( METODE LANGSUNG) PADA PT. WIJAYA KARYA, TBK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Rieske Anwar, Mursidah Nurfadillah STIE Muhammadiyah Samarinda ABSTRACT The purpose of research

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Manajemen berasal dari kata "to manage" yang dapat diterjemahkan dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Manajemen berasal dari kata to manage yang dapat diterjemahkan dalam BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Fungsi Manajemen 2.1.1 Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata "to manage" yang dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang berarti "mengatur (mengelola)".

Lebih terperinci

ANALISIS PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PADA CV. MAROS JAYA DI PENAJAM PASER UTARA

ANALISIS PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PADA CV. MAROS JAYA DI PENAJAM PASER UTARA ejournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2013, 1 (..):. ISSN 0000-0000, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.org Copyright 2013 ANALISIS PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PADA CV. MAROS JAYA DI PENAJAM

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laba 2.1.1 Pengertian dan Karakteristik Laba Setiap perusahaan pasti menginginkan memproleh laba yang maksimal atas usaha yang dikelolanya sehingga perusahaan dapat terus maju

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang memberikan keterangan mengenai data ekonomi untuk pengambilan keputusan bagi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Sawir (2005:129), modal kerja adalah keseluruhan aktiva lancar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Sawir (2005:129), modal kerja adalah keseluruhan aktiva lancar BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Modal Kerja 1. Pengertian Modal Kerja Menurut Sawir (2005:129), modal kerja adalah keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, atau dapat pula dimaksudkan sebagai dana

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY TBK. BERDASARKAN LAPORAN KEUANGAN PERIODE

ANALISIS RASIO KEUANGAN PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY TBK. BERDASARKAN LAPORAN KEUANGAN PERIODE 107 ANALISIS RASIO KEUANGAN PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY TBK. BERDASARKAN LAPORAN KEUANGAN PERIODE 2010 2014 Oleh : Yosefa Program Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUM DAMRI SETASIUN SAMARINDA

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUM DAMRI SETASIUN SAMARINDA ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUM DAMRI SETASIUN SAMARINDA Fitri Any (yofit_plur@yahoo.co.id) Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman Yana

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan makin

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan makin BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Modal Kerja 2.1.1 Pengertian Modal Dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan makin banyaknya perusahaan-perusahaan menjadi besar, maka faktor produksi modal

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kepada para pemegang saham atau equity investor. Dividen merupakan bagian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kepada para pemegang saham atau equity investor. Dividen merupakan bagian BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Dividen Dividen menurut Riyanto (2008:265) adalah aliran kas yang dibayarkan kepada para pemegang saham atau equity investor. Dividen merupakan bagian keuntungan yang dibayarkan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Dalam dunia bisnis, tingginya tingkat persaingan membuat setiap perusahaan akan senantiasa meningkatkan kinerjanya agar dapat bertahan. Oleh karena itu, setiap perusahaan akan selalu berusaha memperoleh

Lebih terperinci

PENILAIAN KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT JAPFA COMFEED INDONESIA, Tbk.

PENILAIAN KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT JAPFA COMFEED INDONESIA, Tbk. PENILAIAN KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT JAPFA COMFEED INDONESIA, Tbk. Eldoris Cho doris_cry@yahoo.com Program Studi Akuntansi STIE Widya Dharma ABSTRAKSI Laporan keuangan

Lebih terperinci

Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk ( Ditinjau dari Likuiditas, Solvabilitas & Profitabilitas )

Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk ( Ditinjau dari Likuiditas, Solvabilitas & Profitabilitas ) Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk ( Ditinjau dari Likuiditas, Solvabilitas & Profitabilitas ) M. Setiadi Hartoko, SE.MM ( 0314078203 ) Dosen Politeknik LP3I Jakarta E

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. saran yang sesuai dengan penelitian analisis data yang telah dilakukan.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. saran yang sesuai dengan penelitian analisis data yang telah dilakukan. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Sebagai akhir dari penelitian ini, disampaikan beberapa kesimpulan dan saran yang sesuai dengan penelitian analisis data yang telah dilakukan. 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Jenis Analisis Rasio Keuangan 2.1.1 Pengertian Analisis Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan alat analisis untuk menjelaskan hubungan tertentu antara elemen

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Menurut Hery (2012:3) laporan keuangan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Menurut Hery (2012:3) laporan keuangan BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Harahap (2011:105) mendefinisikan laporan keuangan sebagai suatu laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal menjalankan dua

BAB I PENDAHULUAN. aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal menjalankan dua 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal adalah salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dananya, dengan adanya pasar modal diharapkan aktivitas perekonomian

Lebih terperinci

PENGARUH PERPUTARAN PEREDIAAN TERHADAP PROFITABILITAS PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR, Tbk. DAN ENTITAS ANAK

PENGARUH PERPUTARAN PEREDIAAN TERHADAP PROFITABILITAS PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR, Tbk. DAN ENTITAS ANAK PENGARUH PERPUTARAN PEREDIAAN TERHADAP PROFITABILITAS PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR, Tbk. DAN ENTITAS ANAK ABSTRAK Munitasari Email : munzmunz.21@gmail.com Program Studi Akuntansi STIE Widya Dharma Pontianak

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

BAB 2 LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS BAB 2 LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kerangka Teori dan Literatur Bab ini akan menguraikan dan membahas kajian pustaka yang relevan terhadap topik penelitian. Kajian pustaka tersebut

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan

TINJAUAN PUSTAKA. Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Rasio Likuiditas Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PT INDOFARMA (PERSERO) TBK (Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor :KEP- 100/MBU/2002)

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PT INDOFARMA (PERSERO) TBK (Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor :KEP- 100/MBU/2002) ejournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2016, 4 (1): 103-115 ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id Copyright 2016 ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PT INDOFARMA (PERSERO)

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi sebuah perusahaan yang memberikan informasi keuangan suatu perusahaan

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS PADA LAPORAN KEUANGAN PT. MAYORA INDAH (PERSERO) Tbk

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS PADA LAPORAN KEUANGAN PT. MAYORA INDAH (PERSERO) Tbk ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS PADA LAPORAN KEUANGAN PT. MAYORA INDAH (PERSERO) Tbk Disusun oleh : Nama : Rafly Liberto NPM : 17213139 Jurusan : Manajemen Dosen Pembimbing

Lebih terperinci

JURNAL MANAJEMEN DEWANTARA Terbitonline:http://jurnal.ustjogja.ac.id

JURNAL MANAJEMEN DEWANTARA Terbitonline:http://jurnal.ustjogja.ac.id JURNAL MANAJEMEN DEWANTARA Terbitonline:http://jurnal.ustjogja.ac.id PERUBAHAN RENTABILITAS EKONOMI PADAPT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk DAN PT TIGA PILAR SEJAHTERA Tbk TAHUN 2011-2015 Woroningtyas Subagyo

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Industry) dan produk yang dihasilkan pun bermacam-macam dengan semakin

BAB I PENDAHULUAN. Industry) dan produk yang dihasilkan pun bermacam-macam dengan semakin BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pada saat ini begitu banyak perusahaan manufaktur yang berkembang di Indonesia, terutama perusahaan disektor barang konsumsi (Consumer Goods Industry) dan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. perusahaan serta proyeksi keuangan, dan harus mengevaluasi akuntansi. untuk meramalkan laba, deviden, dan harga saham.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. perusahaan serta proyeksi keuangan, dan harus mengevaluasi akuntansi. untuk meramalkan laba, deviden, dan harga saham. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Tujuan manajemen keuangan yakni memaksimalkan harga saham, bukan memaksimalkan laba per saham. Data akuntansi sangat mempengaruhi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Laporan Keuangan Dalam menganalisis permohonan kredit modal kerja, peneliti menggunakan data dari aspek keuangan yaitu menggunakan rasio keuangan dan metode

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB II URAIAN TEORITIS BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Anggarini (2009) melakukan penelitian dengan judul Analisis Hubungan Likuiditas dan Leverage Terhadap Profitabilitas Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero)

Lebih terperinci

NALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. GRAND VICTORIA HOTEL DI SAMARINDA

NALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. GRAND VICTORIA HOTEL DI SAMARINDA NALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. GRAND VICTORIA HOTEL DI SAMARINDA Atmajaya Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Samarinda. Indonesia. Jayaatma53@yahoo.co.id ABSTRACT Based on the results

Lebih terperinci

PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP RETURN ON EQUITY DAN EARNING PER SHARE PADA PT PAKUWON JATI, Tbk. DAN ENTITAS ANAK

PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP RETURN ON EQUITY DAN EARNING PER SHARE PADA PT PAKUWON JATI, Tbk. DAN ENTITAS ANAK PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP RETURN ON EQUITY DAN EARNING PER SHARE PADA PT PAKUWON JATI, Tbk. DAN ENTITAS ANAK Mulyasari email: ame.meme@ymail.com Program Studi Akuntansi STIE Widya Dharma Pontianak

Lebih terperinci

Gambar 4. Kerangka pemikiran penelitian

Gambar 4. Kerangka pemikiran penelitian III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Tahap awal yang dilakukan untuk mengevaluasi kinerja keuangan pada usaha budiaya ikan kerapu macan yang dilakukan oleh Bapak X adalah membuat laporan

Lebih terperinci

KINERJA KUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, LEVERAGE, AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT MANDOM INDONESIA, Tbk.

KINERJA KUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, LEVERAGE, AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT MANDOM INDONESIA, Tbk. KINERJA KUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, LEVERAGE, AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT MANDOM INDONESIA, Tbk. Lisa Rusdian Gunawan email: sansanngui@gmail.com Program Studi Akuntansi STIE

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Modal Kerja 2.1.1. Pengertian dan Konsep Modal Kerja Setiap perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari. Uang atau dana yang telah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisis berupa rasio akan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisis berupa rasio akan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis 2.1.1. Rasio Keuangan Rasio yang menggambarkan suatu hubungan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisis berupa

Lebih terperinci

Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari Aspek Likuiditas, Solvabilitas Dan Rentabilitas Pada PT. Surya Teguh Perkasa Samarinda

Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari Aspek Likuiditas, Solvabilitas Dan Rentabilitas Pada PT. Surya Teguh Perkasa Samarinda ejournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2014, 2 (3): 454-468 ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id Copyright 2014 Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari Aspek Likuiditas, Solvabilitas Dan Rentabilitas

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Analisis Laporan Keuangan 2.1.1.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan Analisis terhadap laporan keuangan pada dasarnya karena

Lebih terperinci