Skema Penetapan nilai untuk Penegakan Manajemen Perumahan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Skema Penetapan nilai untuk Penegakan Manajemen Perumahan"

Transkripsi

1 Skema Penetapan nilai untuk Penegakan Manajemen Perumahan Otoritas Perumahan menjalankan Skema Penetapan nilai untuk Penegakan Manajemen Perumahan di Perumahan Umum (Skema Penetapan nilai) untuk meningkatkan kebersihan lingkungan di perumahan umum dan perumahan sementara serta untuk mencapai manajemen perumahan yang lebih efektif. Penyewa akan diberikan 3, 5, 7 atau 15 poin sesuai dengan keseriusan dari pelanggaran menurut skema. Rumah tangga yang memperoleh poin yang berlaku akan dikeluarkan dari permohonan transfer sukarela jenis apa pun. Jika telah terkumpul 16 poin dalam waktu dua tahun, sewa-menyewa dalam rumah tangga tersebut akan dikenakan pemberhentian. Berlaku dari tahun 2006, mantan-penyewa dengan pemberhentian penyewaan yang disebabkan oleh Skema Penetapan nilai atau pelanggaran penyewaan akan dikeluarkan dari permohonan untuk perumahan rumum melalui Daftar Tunggu Umum selama dua tahun, terhitung dari hari setelah tanggal kedaluwarsa Pemberitahuan-untuk-berhenti. Rumah dengan kualitas yang lebih baik (berkaitan dengan daerah geografis, usia bangunan dan ketinggian lantai rumah) tidak akan ditawarkan untuk perumahan kembali setelah selang waktu selama dua tahun. Untuk kebijakan secara detail, silakan menghubungi Kantor Perumahan. Informasi yang dapat Dihubungi (hanya untuk Bahasa Inggris dan Bahasa Cina) Hotline HKHA : (layanan 24 jam) Fax Hotline : Bagi etnik minoritas yang memerlukan dukungan penerjemahan pada saat mengajukan pertanyaan, keluhan atau memerlukan bantuan dari Otoritas Perumahan (HA) mengenai masalah yang berhubungan dengan layanan perumahan umum, mereka bisa: menghubungi hotline Layanan Penerjemahan lewat Telepon (TELIS) yang dikelola oleh Pusat untuk Etnik Minoritas (CHEER) (CHEER s URL: yang menyediakan layanan penerjemahan lewat telepon bebas biaya, dan meminta penerjemah untuk mengadakan panggilan konferensi ke Hotline HA (8:30am sampai 7:00pm setiap hari). Berikut adalah nomor hotline CHEER:

2 No. Hotline TELIS Bahasa 1 Bahasa Indonesia Tagalog 3 Thai 1 Hindi Nepali 1 Punjabi Urdu

3 Daftar dari Pelanggaran menurut Skema Penetapan nilai atas Pelanggaran menurut Skema Penetapan nilai Kategori A (3 poin penalti) A1 * Mengeringkan pakaian di area publik (kecuali di area yang ditentukan oleh Departemen Perumahan (HD) ) A2 * Menggantung alat pengepel lantai di luar jendela atau balkon A3 * Menaruh pot bunga yang menetes atau cucian yang menetes di balkon A4 * Tetesan minyak dari kipas pembuangan Kategori B (5 poin penalti) B1 Membuang sampah B2 Membuang sampah domestik sembarangan, seperti pembuangan yang tidak benar di lobi lift atau di dalam tempat sampah tanpa penutup B3 Memelihara binatang, burung atau ternak di dalam bangunan yang disewa tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pemilik rumah B4 Membiarkan binatang dan ternak mengakibatkan bau busuk di tempat-tempat umum dengan kotoran B7 * Menghalangi koridor atau tangga dengan berbagai macam barang mengakibatkan kesulitan dalam pembersihan B8 Mendidihkan lilin di area publik B9 * Menyebabkan pembiakan nyamuk dengan pengumpulan air yang tergenang B10 Merokok atau membawa rokok yang masih menyala di area bersama perumahan tersebut B11 * Menyebabkan gangguan kebisingan B12 Judi yang ilegal di tempat-tempat umum B13 * Air menetes dari pendingin ruangan Kategori C (7 poin penalti) C1 Membuang barang-barang dari ketinggan yang berbahaya bagi kebersihan lingkungan C2 Meludah di area publik C3 Buang air kecil dan buang air besar di tempat-tempat umum C4 Membuang atau menempatkan puing-puing dekorasi sembarangan di tempat pengambilan sampah, dalam area bangunan atau tempat umum lainnya C5 Menolak petugas HD atau petugas yang mewakili HD masuk ke dalam untuk perbaikan yang menjadi tanggung jawab dari HD C6 * Menolak perbaikan dari pipa yang bocor atau saniter yang diperlukan yang menjadi tanggung jawab dari penyewa C7 * Merusak bagian dalam/ pipa air selokan yang menyebabkan kebocoran pada rumah di bawahnya C8 Menggunakan bangunan yang disewa tersebut sebagai pabrik makanan atau gudang C9 Menjual makanan matang secara ilegal C10 Merusak atau mencuri properti Otoritas Perumahan C11 * Pengumpulan sejumlah besar sampah atau kotoran di dalam bangunan yang disewa, menyebabkan bau yang menyengat dan gangguan kebersihan

4 C12 Menggunakan bangunan yang disewa untuk tujuan ilegal Kategori D (15 poin penalti) D1 Membuang barang-barang dari ketinggian yang menyebabkan cedera atau bahaya * Sistem Peringatan ditujukan bagi pelanggaran berikut. Poin penalti hanya akan diberikan jika pelaku pelanggaran mengabaikan satu peringatan tertulis dan mengulangi pelanggaran yang sama untuk kedua kalinya dan Pelanggaran juga mencakup kasus-kasus dimana penyewa menolak petugas HD atau perwakilannya masuk ke dalam guna melakukan pemeriksaan untuk perbaikan.

PERATURAN TATA TERTIB HUNIAN (PERATURAN TATIB)

PERATURAN TATA TERTIB HUNIAN (PERATURAN TATIB) PERATURAN TATA TERTIB HUNIAN (PERATURAN TATIB) Form.# Tgl. R Halaman 1 dari 6 1. KERAPIHAN, KEBERSIHAN, KEINDAHAN a. Pembeli dan/atau Penghuni wajib menjaga dan memelihara kerapihan serta keindahan Hunian,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

PEMERINTAH KOTA SURABAYA SALINAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PEMAKAIAN RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa dalam usaha untuk

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN TENTANG PENYELENGGARAAN KETERTIBAN UMUM DAN KETENTRAMAN MASYARAKAT

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN TENTANG PENYELENGGARAAN KETERTIBAN UMUM DAN KETENTRAMAN MASYARAKAT RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN TENTANG PENYELENGGARAAN KETERTIBAN UMUM DAN KETENTRAMAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa guna mewujudkan

Lebih terperinci

Daftar Isi Pendahuluan Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bab 7 Bab 8 Bab 9 Bab 10 Bab 11 Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV

Daftar Isi Pendahuluan Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bab 7 Bab 8 Bab 9 Bab 10 Bab 11 Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Daftar Isi Pendahuluan... Bab 1 Memulai Pekerjaan... Bab 2 Penggantian biaya dokumen... Bab 3 Pembayaran dan pemotongan gaji... Bab 4 Hari libur, libur resmi dan cuti tahunan... Bab 5 Perawatan pengobatan

Lebih terperinci

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA 1 K 29 - Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi laki-laki

Lebih terperinci

Buku Pedoman Praktek Kerja untuk Trainee Praktek Kerja

Buku Pedoman Praktek Kerja untuk Trainee Praktek Kerja Buku Pedoman Praktek Kerja untuk Trainee Praktek Kerja Organisasi Kerjasama Pelatihan Internasional Jepang Kata Pengantar Program Praktek Kerja di Jepang merupakan program penerimaan pekerja-pekerja muda

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2000 TENTANG KARANTINA HEWAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2000 TENTANG KARANTINA HEWAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2000 TENTANG KARANTINA HEWAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang perkarantinaan hewan

Lebih terperinci

No. 17/ 11 /DKSP Jakarta, 1 Juni 2015 SURAT EDARAN. Perihal : Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

No. 17/ 11 /DKSP Jakarta, 1 Juni 2015 SURAT EDARAN. Perihal : Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia No. 17/ 11 /DKSP Jakarta, 1 Juni 2015 SURAT EDARAN Perihal : Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Sehubungan dengan berlakunya Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1988 TENTANG RUMAH SUSUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1988 TENTANG RUMAH SUSUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1988 TENTANG RUMAH SUSUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG KEGIATAN USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG KEGIATAN USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG KEGIATAN USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menyimpan air yang berlebih pada

Lebih terperinci

Jika Anda diperlakukan secara tidak adil atau hak Anda dilanggar, hubungi nomor bebas pulsa berikut:

Jika Anda diperlakukan secara tidak adil atau hak Anda dilanggar, hubungi nomor bebas pulsa berikut: Apakah Anda Datang Ke Amerika untuk Bekerja Sementara atau Belajar? Kami percaya bahwa Anda akan mendapatkan pengalaman yang berharga. Tetapi, apabila Anda mendapatkan masalah, Anda memiliki hak dan Anda

Lebih terperinci

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia International Labour Organization Jakarta Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Kerjasama dan Usaha yang Sukses Pedoman pelatihan untuk manajer dan pekerja Modul EMPAT SC RE Kesinambungan Daya Saing dan

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SUSUNAN DALAM SATU NASKAH DARI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH TERAKHIR DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBUK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBUK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBUK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa pembangunan bidang ekonomi khususnya

Lebih terperinci

Tiket Elektronik ini harus ditunjukkan beserta surat identifikasi yang dilampiri foto pada saat pengembalian uang tiket atau pertukaran tiket.

Tiket Elektronik ini harus ditunjukkan beserta surat identifikasi yang dilampiri foto pada saat pengembalian uang tiket atau pertukaran tiket. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Mengenai E-Ticket Mohon baca catatan berikut dengan seksama. Jika Anda membutuhkan klarifikasi lebih lanjut, hubungi counter pemesanan & penjualan tiket kami atau kirim

Lebih terperinci

Undang Undang No. 23 Tahun 1997 Tentang : Pengelolaan Lingkungan Hidup

Undang Undang No. 23 Tahun 1997 Tentang : Pengelolaan Lingkungan Hidup Undang Undang No. 23 Tahun 1997 Tentang : Pengelolaan Lingkungan Hidup Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 23 TAHUN 1997 (23/1997) Tanggal : 19 SEPTEMBER 1997 (JAKARTA) Sumber : LN 1997/68; TLN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

green gauge Visi AECI adalah untuk menjadi penyedia bahan kimia dan penyedia jasa tambang pilihan bagi para pelanggan.

green gauge Visi AECI adalah untuk menjadi penyedia bahan kimia dan penyedia jasa tambang pilihan bagi para pelanggan. green gauge AECI menyadari bahwa beroperasi pada berbagai sektor yang luas memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan dan oleh karena itu ikut berkontribusi terhadap dampak perubahan iklim. Oleh karenanya

Lebih terperinci

Training Modules on Food Safety Practices for Aquaculture. Penerapan Keamanan Pangan pada Perikanan Budidaya

Training Modules on Food Safety Practices for Aquaculture. Penerapan Keamanan Pangan pada Perikanan Budidaya Training Modules on Food Safety Practices for Aquaculture Penerapan Keamanan Pangan pada Perikanan Budidaya Pengantar Modul ini adalah bagian dari program pelatihan penerapan keamanan pangan untuk Industri

Lebih terperinci

CONTOH SISTEM PERUSAHAAN YANG DIBANGUN OLEH BUDI CAHYADI

CONTOH SISTEM PERUSAHAAN YANG DIBANGUN OLEH BUDI CAHYADI CONTOH SISTEM PERUSAHAAN YANG DIBANGUN OLEH BUDI CAHYADI BANDUNG TAHUN 2012 CONTOH PERATURAN PERUSAHAAN BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Perusahaan

Lebih terperinci

Langkah-langkah Anti Nyamuk

Langkah-langkah Anti Nyamuk Nasehat untuk rumah tangga Langkah-langkah Anti Nyamuk Arahan 1. Informasi di bawah ini adalah untuk membantu masyarakat mencegah dan mengendalikan pembiakan nyamuk Aedes albopictus, di rumah dan lingkungan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG

PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG PERATURAN DAERAH KOTA PADANG PANJANG NOMOR 8 TAHUN 2005 TENTANG RETRIBUSI PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG PANJANG, Menimbang

Lebih terperinci

Buku Pedoman Penggunaan Obat Secara Aman Bagi Imigran Baru (Bahasa Indonesia) ( 印 尼 文 )

Buku Pedoman Penggunaan Obat Secara Aman Bagi Imigran Baru (Bahasa Indonesia) ( 印 尼 文 ) Buku Pedoman Penggunaan Obat Secara Aman Bagi Imigran Baru (Bahasa Indonesia) ( 印 尼 文 ) Memiliki Konsep Obat, Ingin Sehat Dorongan dan perlindungan kesehatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat, merupakan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling

Lebih terperinci

Piagam para wajib pajak Apa yang Anda perlu ketahui

Piagam para wajib pajak Apa yang Anda perlu ketahui Piagam para wajib pajak Apa yang Anda perlu ketahui Commonwealth of Australia 2010 Materi ini di bawah U U Hak Cipta. Selain dari penggunaan yang diizinkan di bawah Copyright Act 1968 (U U Hak Cipta tahun

Lebih terperinci

Ringkasan Pedoman. Peraturan Kerja. Bagi Anak - anak

Ringkasan Pedoman. Peraturan Kerja. Bagi Anak - anak Ringkasan Pedoman Peraturan Kerja Bagi Anak - anak Divisi Pemeriksaan Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja Hong Kong Daftar Isi Halaman Kata Pengantar 1 Definisi dari anak - anak..... 1 Larangan umum mempekerjakan

Lebih terperinci

KODE ETIK USAHA (ETIKA - KORDSA GLOBAL)

KODE ETIK USAHA (ETIKA - KORDSA GLOBAL) KODE ETIK USAHA (ETIKA - KORDSA GLOBAL) Version : 2 Approved By : Kordsa Global Board of Directors Approval date : 15 September 2009 MOHON DIPERHATIKAN: Buku kecil ini merangkum kebijakan penting, standar

Lebih terperinci