BAB III METODE PENELITIAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III METODE PENELITIAN"

Transkripsi

1 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey melalui pendekatan kuantitatif. Metode survey adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Adapun langkah-langkah dalam penelitian survey menurut Singarimbun dan Effendi (2011: 12-13) adalah sebagai berikut : 1. Merumuskan masalah penelitian dan menentukan tujuan survei 2. Menentukan konsep dan hipotesa serta menggali kepustakaan 3. Pengambilan sampel 4. Pembuatan kuesioner 5. Pekerjaan lapangan 6. Pengolahan data 7. Analisa dan pelaporan B. Operasionalisasi Variabel Dalam POPS (2014:21) Operasionalisasi variabel adalah menjelaskan indikator-indikator dari setiap variabel penelitian. Variabel-variabel harus dijelaskan secara rinci dengan menggunakan indikator-indikator yang jelas dan terukur. Adapun variabel-variabel dalam penelitian ini yaitu : 1. Minat Belajar (X 1 ) adalah suatu rasa ketertarikan yang dimiliki oleh individu tanpa adanya faktor lain yang mempengaruhinya dengan ditunjukkan melalui aktivitas belajar baik di sekolah, di rumah maupun di masyarakat demi mencapai tujuan yang diminatinya. 2. Motivasi Belajar (X 2 ) adalah suatu dorongan untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan. 3. Sikap Belajar (X 3 ) adalah reaksi seseorang dalam merespons berbagai objek saat proses belajar yang diwujudkan dengan tingkah laku nya dalam kegiatan pembpelajaran.

2 32 4. Gender (X 4 ) yaitu secara etimologis sama dengan jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan sedangkan pengertian gender secara terminologis merupakan peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari baik di bidang ekonomi, sosial, politik dan budaya. 5. Hasil Belajar (Y) adalah perubahan yang dialami oleh individu setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang dapat digambarkan dari perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diamati dari tes hasil belajar. Berikut ini tabel operasionalisasi variabel berdasarkan penelitian di atas : Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel VARIABEL DIMENSI INDIKATOR SKALA NO ITEM Minat Belajar Motivasi Belajar 1. Adanya partisipasi peserta didik dalam suatu aktivitas 2. Anak didik cenderung memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut 3. Adanya kebutuhan dari anak didik tersebut untuk memahami materi pelajaran 4. Kegiatan belajar selalu diikuti sengan perasaan senang. 1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terusmenerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai). 2. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). 3. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah. 4. Lebih senang bekerja mandiri. Interval 1,2,3 4,5,6 7,8,9 10,11,12 Interval 13,14,15 16,17,18 19,20,21 22,23,24

3 33 VARIABEL DIMENSI INDIKATOR SKALA NO ITEM Sikap Belajar Gender Komponen Kognitif Komponen Afektif Komponen Konatif 5. Cepat bosan pada tugastugas yang rutin. 6. Dapat mempertahankan pendapatnya. 7. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu. 8. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal. 1. Pengetahuan siswa tentang Akuntansi. 2. Keyakinan siswa bahwa belajar Akuntansi bermanfaat. 1. Perasaan siswa pada saat mengikuti pelajaran Akuntansi 1. Kesediaan untuk bertindak. 1. Laki-Laki 2. Perempuan 25,26,27 28,29,30 31,32,33 34,35,36 Interval 37,38,39 Nominal Hasil Belajar Nilai Ulangan Harian Interval 40,41,42 43,44,45 46,47,48 C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Kompetensi Keahlian Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Rangkasbitung terdiri dari SMK Negeri 1 Rangkasbitung dengan jumlah 118 siswa dan SMK Negeri 2 Rangkasbitung dengan jumlah 173 siswa. Berikut tabel populasi penelitian secara rinci :

4 34 No Nama Sekolah Kelas Jumlah Siswa 1. SMK Negeri 1 Rangkasbitung X AK-1 41 Siswa X AK-2 X AK-3 Jumlah 38 Siswa 39 Siswa 118 Siswa 2. SMK Negeri 2 Rangkasbitung X AK-A 44 Siswa X AK-B X AK-C X AK-D Jumlah 41 Siswa 43 Siswa 45 Siswa 173 Siswa Tabel 3.2 Jumlah Populasi Penelitian 2. Sampel Sampel dalam penelitian ini menggunakan seluruh anggota populasi yang ada atau disebut juga sensus. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 291 siswa yang terdiri dari 118 siswa dari SMK Negeri 1 Rangkasbitung dan 173 siswa dari SMK Negeri 2 Rangkasbitung. Namun, dari data yang telah diambil diketahui bahwa hanya 273 siswa yang memenuhi sampel penelitian karena sebanyak 18 siswa tidak mengikuti ulangan harian sehingga tidak dimasukkan ke dalam penelitian ini. Dengan demikian sampel penelitian ini adalah 273 siswa yang terdiri dari 87 siswa laki-laki dan 186 siswa perempuan. D. Teknik Pengumpulan Data

5 35 Untuk pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari dua teknik pengambilan data, yaitu : 1. Dokumentasi Menurut Riduwan (2010 :58) bahwa dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian. Teknik pengumpulan data dokumentasi ini adalah nilai ulangan harian siswa kelas X kompetensi keahlian Akuntansi di SMK Negeri 1 Rangkasbitung dan SMK Negeri 2 Rangkasbitung Tahun Ajaran 2014/2015 mata pelajaran Akuntansi. 2. Angket Untuk pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan angket (kuesioner). Adapun teknik pengumpulan datanya melalui penyebaran seperangkat daftar. Angket akan disebarkan secara langsung kepada siswa untuk mendapatkan respons. Angket yang dibuat berdasarkan indikator-indikator di operasionalisasi variabel. Adapun jumlah item yang disediakan berjumlah 48 item. Kemudian disebarkan kepada seluruh jumlah sampel. Untuk memperoleh data mengenai minat belajar, motivasi belajar, dan sikap belajar di sekolah berdasarkan persepsi siswa dibuat beberapa pertanyaan yang disusun dalam bentuk Skala Numerikal (numerical scale). Menurut Sekaran (2006:33) bahwa Skala Numerikal (numerical scale) mirip dengan skala diferensial semantic, dengan perbedaan dalam hal nomor pada skala 5 titik atau 7 titik disediakan pada setiap ujung nya. Berikut ini adalah bentuk angket yang akan digunakan di dalam penelitian ini : No Item Tabel 3.3 Penilaian Numerical Scale Skor

6 36 Keterangan : Angka 5 dinyatakan untuk pernyataan dengan nilai positif tertinggi Angka 4 dinyatakan untuk pernyataan dengan nilai positif tinggi Angka 3 dinyatakan untuk pernyataan dengan nilai positif sedang Angka 2 dinyatakan untuk pernyataan dengan nilai positif rendah Angka 1 dinyatakan untuk pernyataan dengan nilai positif terendah E. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis 1. Uji Instrumen Instrumen angket yang telah disusun hendaknya dilakukan pengujian untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Menurut Umar (2008:52) bahwa uji kuisioner secara kuantitatif dapat dilakukan melalui uji reliabilitas dan uji validitas. a. Uji Reliabilitas Untuk mengetahui reliabilitas dari item instrumen, perlu dilakukan uji reliabilitas. Menurut Arikunto (2013:122) bahwa untuk keperluan mencari reliabilitas soal keseluruhan perlu juga dilakukan analisis butir soal seperti halnya bentuk soal objektif. Rumus yang digunakan adalah rumus Cronbach Alpha sebagai berikut: ( ( ) ) ( ) [ ( ) ] Keterangan : = reliabilitas yang dicari

7 37 = banyak butir item N = jumlah varians skor tiap-tiap item = varians total = varians = jumlah skor = jumlah peserta Kaidah keputusan : Jika r 11 > r tabel berarti instrumen reliabel r 11 r tabel berarti instrumen tidak reliabel Dalam penelitian ini, untuk menguji reliabilitas item pernyataan digunakan program Microsoft Excel Berikut hasil uji reliabilitas untuk variabel minat belajar adalah sebagai berikut : Tabel 3.4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Minat Belajar r hitung r tabel Keterangan 0,803 0,361 Reliabel Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa instrumen penelitian dari variabel minat belajar memilki r hitung 0,803 dan r tabel 0,361. Karena r hitung > r tabel maka instrumen penelitian untuk variabel minat belajar dinyatakan reliabel. berikut : Adapun hasil uji reliabilitas untuk variabel motivasi belajar adalah sebagai Tabel 3.5 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Belajar r hitung r tabel Keterangan 0,889 0,361 Reliabel Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa instrumen penelitian untuk variabel motivasi belajar memiliki nilai r hitung 0,889 dan r tabel 0,361. Karena r hitung > r tabel maka instrumen penelitian untuk variabel motivasi belajar dinyatakan reliabel. Hasil uji reliabilitas untuk variabel sikap belajar adalah sebagai berikut:

8 38 Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Sikap Belajar r hitung r tabel Keterangan 0,815 0,361 Reliabel Berdasarkan tabel di atas, untuk instrumen penelitian variabel sikap belajar dapat dinyatakan reliabel. Hal ini diperoleh dari nilai r hitung > r tabel atau 0,815 > 0,361 sehingga instrumen penelitian untuk vairabel sikap belajar adalah reliabel. Dari ketiga variabel di atas, dapat diketahui bahwa instrumen dalam penelitian ini reliabel sehingga dapat digunakan sebagai alat mengumpulkan informasi atau data dalam penelitian yang dilakukan. b. Uji Validitas Untuk menghitung uji validitas setiap item instrumen dapat menggunakan rumus product moment yaitu sebagai berikut : ( ) ( ) * ( ) + * ( ) + Keterangan : r xy N = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang dikorelasikan = jumlah responden XY = jumlah perkalian x dengan y X = jumlah skor item Y = jumlah skor total X 2 = jumlah kuadrat skor item Y 2 = jumlah kuadrat skor total (Arikunto, 2013:87) Hasil uji validitas item dalam penelitian ini akan dibandingkan dengan r tabel dengan keputusan sebagai berikut :

9 39 Jika r hitung > r tabel berarti instrumen valid r hitung r tabel berarti instrumen tidak valid Dalam penelitian ini, program yang digunakan untuk menguji validitas dari setiap item pernyataan instrumen penelitian adalah program Microsoft Ecxel Hasil uj validitas untuk variabel minat belajar adalah sebagai berikut : Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Variabel Minat Belajar No. Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan 1 0,50 0,36 Valid 2 0,59 0,36 Valid 3 0,22 0,36 Tidak Valid 4 0,72 0,36 Valid 5 0,69 0,36 Valid 6 0,71 0,36 Valid 7 0,68 0,36 Valid 8 0,72 0,36 Valid 9 0,75 0,36 Valid 10 0,46 0,36 Valid 11 0,38 0,36 Valid 12 0,72 0,36 Valid Berdasarkan tabel di atas, instrumen variabel minat belajar terdiri dari 12 item pernyataan. Namun, terdapat 1 item yang tidak valid karena r hitung < r tabel atau 0,22 < 0,36 sehingga item yang tidak valid tidak dimasukkan ke dalam angket penelitian sedangkan 11 item yang valid dapat digunakan dalam penelitian. Adapun uji validitas untuk variabel motivasi belajar dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 3.8 Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Belajar No. Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan

10 40 1 0,28 0,36 Tidak Valid 2 0,54 0,36 Valid 3 0,51 0,36 Valid 4 0,20 0,36 Tidak Valid 5 0,33 0,36 Tidak Valid 6 0,41 0,36 Valid 7 0,55 0,36 Valid 8 0,69 0,36 Valid 9 0,53 0,36 Valid 10 0,62 0,36 Valid 11 0,26 0,36 Tidak Valid No. Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan 12 0,25 0,36 Tidak Valid 13 0,67 0,36 Valid 14 0,20 0,36 Tidak Valid 15 0,003 0,36 Tidak Valid 16 0,54 0,36 Valid 17 0,70 0,36 Valid 18 0,69 0,36 Valid 19 0,69 0,36 Valid 20 0,76 0,36 Valid 21 0,75 0,36 Valid 22 0,56 0,36 Valid 23 0,74 0,36 Valid 24 0,72 0,36 Valid Berdasarkan tabel di atas, instrumen variabel minat belajar terdiri dari 24 item pernyataan. Namun, terdapat 7 item pernyataan yang tidak valid karena r hitung < r tabel sehingga item yang tidak valid tidak dimasukkan ke dalam angket penelitian sedangkan 17 item yang valid dapat digunakan dalam penelitian. Untuk variabel sikap belajar, hasil uji validitas dalam instrumen penelitian ini adalah sebagai berikut : Tabel 3.9 Hasil Uji Validitas Variabel Sikap Belajar No. Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan

11 41 1 0,70 0,36 Valid 2 0,60 0,36 Valid 3 0,80 0,36 Valid 4 0,50 0,36 Valid 5 0,70 0,36 Valid 6 0,60 0,36 Valid 7 0,70 0,36 Valid 8 0,80 0,36 Valid 9 0,30 0,36 Tidak Valid 10 0,60 0,36 Valid 11 0,60 0,36 Valid 12 0,30 0,36 Tidak Valid Berdasarkan hasil uji validitas di atas, dalam instrumen penelitian untuk variabel sikap belajar terdiri dari 12 item. Namun, terdapat 2 item pernyataan yang tidak valid karena r hitung < r tabel sehingga 2 item tersebut tidak dimasukkan ke dalam angket penelitian. Dalam tabel perhitungan di atas, diketahui hanya terdapat 10 item yang valid sehingga item tersebut dapat digunakan dalam penelitian. Dengan demikian, dari ketiga variabel diatas dengan total 48 item yang terdiri dari 12 item variabel minat belajar, 24 item variabel motivasi belajar dan 12 item variabel sikap belajar, hanya 38 item yang dapat digunakan dalam penelitian karena terdapat 10 item yang tidak valid dari total keseluruhan item. 2. Analisis Deskriptif Analisis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan analisis multivariat. Menurut Umar (2008:119) bahwa analisis multivariat adalah analisis yang melibatkan lebih dari dua variabel. Pengertian analisis deskriptif menurut Sugiyono (2012:169) bahwa : Statistika deskriptif adalah statistika yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa dimaksudkan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

12 42 Adapun langkah-langkah dalam analisis deskriptif data tersebut adalah sebagai berikut : a. Menentukan jawaban responden untuk setiap angket dan dimasukan ke format berikut : Tabel 3.10 Format Tabulasi Jawaban Responden No. Responden Skor Indikator 1 Indikator 2 Indikator 3 Total b. Menentukan klasifikasi untuk setiap variabel dan terlebih dahulu menetapkan : 1) Skor tertinggi dan skor terendah berdasarkan hasil jawaban responden untuk setiap indikator maupun secara keseluruhan 2) Rentang = skor tertinggi skor terendah 3) Banyak kelas interval dibagi menjadi tiga yaitu rendah, sedang dan tinggi. 4) Panjang kelas = rentang kelas 3 5) Menetapkan interval untuk setiap klasifikasi c. Menentukan distribusi frekuensi, baik untuk gambaran umum maupun indikator-indikator dari setiap variabel dengan format sebagai berikut : Tabel 3.11 Distribusi Frekuensi Variabel per Indikator Klasifikasi Interval Frekuensi Rendah Sedang Tinggi Jumlah Persentase (%) d. Menginterpretasikan hasil distribusi frekuensi untuk mengetahui gambaran dari setiap variabel baik secara keseluruhan maupun untuk setiap indikator.

13 43 3. Pengujian Hipotesis a. Uji Asumsi Klasik Untuk uji asumsi klasik dalam penelitian ini menggunakan beberapa pengujian seperti, uji normalitas, uji linearitas, uji multikolonieritas dan uji heteroskedastisitas. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut : 1) Uji Normalitas Uji normalitas memiliki tujuan apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Menurut Ghozali (2013:160) ada dua cara untuk melakukan uji normalitas yaitu dengan analisis grafik dan analisis statistik. a) Analisis Grafik Analisis grafik merupakan cara termudah untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Hal ini dapat dilihat dari grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Namun, kekurangannya adalah grafik histogram dapat menimbulkan ketidakpastian khususnya untuk jumlah sampel yang kecil. Oleh karena itu, ada metode lain yang lebih handal yaitu dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Jika data berdistribusi normal maka akan membentuk satu garis lurus diagonal dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Sehingga, distribusi data residual normal dapat ditunjukkan dengan garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. b) Analisis Statistik Jika tidak diamati secara hati-hati maka uji normalitas dengan grafik dapat memiliki kesalahan. Oleh sebab itu, disamping uji grafik dianjurkan pula menggunakan uji statistik. Menurut Ghozali (2013:164) bahwa uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov-

14 44 Smirnov (K-S). Uji normalitas digunakan untuk menentukan jenis statistika yang akan digunakan. Jika data yang diperoleh berdistribusi normal maka dapat menggunakan statistik paramterik sedangkan jika data yang diperoleh tidak berdistribusi normal maka menggunakan statistik non-parametrik. Adapun pengambilan keputusannya dalah sebagai berikut : - Jika probabilitas > 0,05, maka H 0 diterima, artinya data berdistribusi normal - Jika probabilitas < 0,05, maka H 0 ditolak, artinya data tidak berdistribusi normal Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov- Smirnov dengan bantuan program IBM SPSS Versi 21. 2) Uji Linearitas Menurut Ghozali (2013:166) bahwa uji linearitas digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau tidak. Dengan uji linearitas akan diperoleh informasi apakah model sebaiknya linier, kuadrat atau kubik. Adapun salah satu uji linearitas yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan uji Durbin Watson. Selanjutnya adalah membandingkan hasil Durbin Watson dengan dl nya. Apabila nilai Durbin Watson lebih besar daripada dl maka variabel tersebut memiliki hubungan yang linier. Pengujian linearitas dalam penelitian ini menggunakan uji Durbin Watson dibantu dengan menggunakan program IBM SPSS Versi 21. 3) Uji Multikolonieritas Menurut Ghozali (2013:105) bahwa uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Dalam uji multikolonieritas, model regresi sebaiknya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika terjadi korelasi di

15 45 antara variabel independen maka nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas dalam suatu model regresi menurut Ghozali (2013:105) adalah sebagai berikut: a) Multikolonieritas dapat dilihat dari (1) nilai tolerance dan lawannya (2) variance inflation factor (VIF). Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Nilai cuttof yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai Tolerance 0,10 atau sama dengan nilai VIF 10. 4) Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas menurut Ghozali (2013:139) bahwa uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Heteroskedastisitas dapat terjadi jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain berbeda, namun jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain sama maka disebut Homoskesdatisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedatisitas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah melihat Grafik Plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) dengan nilai residual. Dasar analisisnya menurut Ghozali (2013:139) adalah sebagai berikut : b. Uji Hipotesis a) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. b) Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

16 46 Dalam suatu penelitian untuk mengetahui signifikansi antar variabel maka perlu dilakukan pengujian hipotesis. Adapun langkah-langkah pengujian hipotesis menurut Sekaran (2006:141) adalah sebagai berikut : 1) Menyatakan hipotesis nol dan alternatif (untuk total) 1. H 01 : 1 = 0 : Minat belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa H A1 : 1 0 : Minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa 2. H 02 : 2 = 0 : Motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa H A2 : 2 0 : Motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa 3. H 03 : 3 = 0 : Sikap belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa H A3 : 3 0 : Sikap belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa 4. H 04 : 4 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa. H A4 : 4 0 : Gender memoderasi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa. 5. H 05 : 5 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. H A5 : 5 0 : Gender memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. 6. H 06 : 6 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar siswa. H A6 : 6 0 : Gender memoderasi pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar siswa. 2) Menyatakan hipotesis nol dan alternatif (untuk laki-laki) a) H 01 : β 1 = 0 : Minat belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa laki-laki

17 47 H A1 : β 1 0 : Minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa laki-laki b) H 02 : β 2 = 0 : Motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa laki-laki H A2 : β 2 0 : Motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa laki-laki c) H 03 : β 3 = 0 : Sikap belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa laki-laki H A3 : β 3 0 : Sikap belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa laki-laki d) H 04 : β 4 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa laki-laki H A4 : β 4 0 : Gender memoderasi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa laki-laki e) H 05 : β 5 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa laki-laki H A5 : β 5 0 : Gender memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa laki-laki f) H 06 : β 6 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar siswa laki-laki H A6 : β 6 0 : Gender memoderasi pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar siswa laki-laki 3) Menyatakan hipotesis nol dan alternatif (untuk perempuan) a) H 01 : λ 1 = 0 : Minat belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa perempuan H A1 : λ 1 0 : Minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa perempuan b) H 02 : λ 2 = 0 : Motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa perempuan

18 48 H A2 : λ 2 0 : Motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa perempuan c) H 03 : λ 3 = 0 : Sikap belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa perempuan H A3 : λ 3 0 : Sikap belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa perempuan d) H 04 : λ 4 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa perempuan H A4 : λ 4 0 : Gender memoderasi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa perempuan e) H 05 : λ 5 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa perempuan H A5 : λ 5 0 : Gender memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa perempuan f) H 06 : λ 6 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar siswa perempuan H A6 : λ 6 0 : Gender memoderasi pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar siswa perempuan 4) Penggunaan Uji Statistik Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari : a) Analisis Sub-Kelompok Menurut Ghozali (2013:225) bahwa analisis sub-kelompok digunakan untuk mengidentifikasi ada tidaknya jenis moderator Homologizer. Analisis ini dilakukan dengan memecah sampel menjadi dua subkelompok atas dasar variabel keempat yaitu variabel yang dihipotesiskan sebagai moderator. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut : Y T = α0 + α1x 1 + α2x 2 + α3x 3 + 1(untuk total sampel laki-laki dan perempuan)

19 49 Y L = β0 + β1x 1 + β2x 2 + β3x 3 + 2(untuk total sampel gender laki-laki saja) Y P = λ0 + λ1x 1 + λ2x 2 + λ3x 3 + perempuan saja) Keterangan : Y T Y L Y P α X 1 X 2 X 3 β λ 3(untuk total sampel gender = hasil belajar berdasarkan gender laki-laki dan perempuan = hasil belajar berdasarkan gender laki-laki = hasil belajar berdasarkan gender perempuan = konstanta = minat belajar = motivasi belajar = sikap belajar = laki-laki = perempuan = faktor-faktor lainnya Langkah selanjutnya yaitu melakukan uji Chow : ( ) ( ) ( ) Keterangan : RSSr = nilai residual sum of squares untuk total sampel gender laki-laki dan perempuan RSS1 = nilai residual sum of squares untuk total gender laki-laki RSS2 = nilai residual sum of squares untuk total gender perempuan RSSur = RSS1 +RSS2 n = total sampel k = variabel bebas dan terikat

20 50 Nilai F hitung dibandingkan dengan nilai F tabel, jika F hitung > F tabel maka persamaan regresi antar sub-kelompok observasi gender laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dan hal ini menunjukkan bahwa variabel gender adalah variabel moderat. b) Uji Keberartian Regresi Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui keberartian regresi. Menurut Sudjana (2003:91), langkah langkah yang dilakukan untuk melakukan pengujian hipotesis (uji F) adalah sebagai berikut : 1. Menentukan jumlah kuadrat Regresi dengan rumus: ( ) 2. Menentukan jumlah kuadrat Residu dengan rumus: ( ) ( ( ) ) ( ) 3. Menghitung nilai F dengan rumus: ( ) ( ) Dimana : k = banyaknya variabel bebas Langkah selanjutnya adalah menentukan dk pembilang (k) dan dk penyebut (n-k-1). Uji F digunakan untuk mengetahui keberartian regresi dengan membandingkan antara F hitung dengan F tabel sehingga kaidah keputusannya adalah sebagai berikut : Jika nilai F hitung > F tabel, artinya H 0 ditolak dan H A diterima. F hitung F tabel, artinya H 0 diterima dan H A ditolak. c) Uji Keberartian Koefisien Regresi Uji keberartian koefisien regresi atau uji t memiliki tujuan untuk mencari makna hubungan variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

21 51 (Sudjana,2003:111) Keterangan : = galat baku koefisien regresi = nilai variabel bebas Untuk menentukan galat buku koefisien terlebih dahulu harus dilakukan perhitungan-perhitungan sebagai berikut : (1) Menghitung Nilai Galat Buku Taksiran ( ), dengan rumus : ( ) (2) Menghitung Jumlah Kuadrat Penyimpangan Peubah ( ), dengan rumus : = (3) Menghitung Nilai Galat Baku Koefisien Regresi ( ), dengan rumus : ( ) Setelah menghitung nilai t langkah selanjutnya yaitu membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel dengan dk = (n-k-1) taraf nyata 5%. Adapun kriteria keputusannya sebagai berikut : Jika t hitung > t tabel, artinya H 0 ditolak dan H A diterima. t hitung t tabel, artinya H 0 diterima dan H A ditolak.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah deskriptif-verifikatif dengan tujuan untuk menyajikan gambaran secara terstruktur, faktual dan akurat serta menguji hipotesis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jenis penelitian verifikatif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang akan digunakan sehingga akan mempermudah langkah-langkah penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN. yang akan digunakan sehingga akan mempermudah langkah-langkah penelitian. 39 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Didalam melakukan penelitian, seorang peneliti harus menentukan metode yang akan digunakan sehingga akan mempermudah langkah-langkah penelitian. Metode

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menjadi sampel dalam penelitian mengenai pengaruh harga, kualitas produk, citra merek

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menjadi sampel dalam penelitian mengenai pengaruh harga, kualitas produk, citra merek BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Objek Penelitian Deskripsi responden disini akan menganalisa identitas para konsumen yang menjadi sampel dalam penelitian mengenai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 45 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar. B. Waktu dan Tempat Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner dengan

BAB III METODE PENELITIAN. dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner dengan 24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian survei, yaitu penelitian dimana informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset/DPPKA karena dinas inilah yang bertugas merumuskan kebijakan teknis,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data numerikal (angka)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Agar suatu penelitian dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, maka

BAB III METODE PENELITIAN. Agar suatu penelitian dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, maka BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Agar suatu penelitian dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, maka terlebih dahulu harus menemukan metode penelitian yang tepat, untuk memperoleh data

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi penelitian Lokasi penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Lokasi terletak di terminal Kota Batu. Penyebaran kuesioner yang terletak di terminal kota Batu adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam

BAB III METODE PENELITIAN. ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menurut Sugiyono (2009: 3) metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. fungsi variabel dalam hubungan antar variabel, yaitu: Variabel Independen (Independent Variable)

BAB III METODE PENELITIAN. fungsi variabel dalam hubungan antar variabel, yaitu: Variabel Independen (Independent Variable) 33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian Menurut Nur Indriantoro dan Bambang Supomo (2002 : 63), variabel penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa pendekatan, salah satunya adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan sesuai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif. Menurut

BAB III METODE PENELITIAN. dan sesuai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif. Menurut 48 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dan sesuai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif.

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Tujuan analisis penelitian ini adalah menjawab

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN BAB 3 METODELOGI PENELITIAN 3.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah pengguna software akuntansi yang bekerja pada suatu perusahaan yang menerapkan software akuntansi berbasis ERP.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 46 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Nazir (2005:84-85) mengemukakan bahwa: Desain dari penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian atau proses

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Adapun lokasi perusahaan tempat penulis dalam memperoleh data-data yang dibutuhkan dan dalam proses penelitian yaitu: Nama Perusahaan Alamat Perusahaan

Lebih terperinci

BAB 3. Metode Penelitian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah asosiatif atau

BAB 3. Metode Penelitian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah asosiatif atau BAB 3 Metode Penelitian 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah asosiatif atau hubungan kuantitatif dengan statistik karena bertujuan untuk mengetahui hubungan

Lebih terperinci

BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN. nilai. Adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah

BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN. nilai. Adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Objek penelitian disebut juga variabel penelitian. Menurut Moh. Nazir (2003:123) variabel penelitian adalah konsep yang mempunyai bermacammacam nilai.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu dalam penelitian ini adalah 2 bulan yaitu bulan April sampai

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu dalam penelitian ini adalah 2 bulan yaitu bulan April sampai BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu dalam penelitian ini adalah 2 bulan yaitu bulan April sampai dengan bulan Mei 2017, untuk menyebarkan kuisioner kepada responden, dan tempat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang dibuat oleh peneliti untuk membantu mengumpulkan dan menganalisis

BAB III METODE PENELITIAN. yang dibuat oleh peneliti untuk membantu mengumpulkan dan menganalisis BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik maka dibutuhkan suatu desain penelitian. Desain penelitian merupakan suatu rencana atau rancangan yang dibuat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Adapun jenis penelitian yang digunakan sesuai dengan tujuan dan permasalahan dalam penelitian ini, maka yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif karena data-data yang diperoleh berupa angka-angka dan analisis yang digunakan adalah dalam bentuk analisis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 37 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner yang dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Matraman di Jalan Matraman

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 1. Objek dan Subjek Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Menurut Umar (2003) objek penelitian menjelaskan tentang apa atau siapa yang menjadi objek penelitian juga dimana dan kapan penelitian dilakukan.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL PENELITIAN. Sebelum melakukan penelitian sebaiknya dilakukan pengujian terlebih dahulu

BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL PENELITIAN. Sebelum melakukan penelitian sebaiknya dilakukan pengujian terlebih dahulu BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL PENELITIAN 3.1 Pengujian Instrumen Data Sebelum melakukan penelitian sebaiknya dilakukan pengujian terlebih dahulu terhadap instrumen yang akan digunakan. Ini dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek / Subyek Penelitian Obyek yang dipilih untuk melakukan penelitian adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berlokasi di Kampus Terpadu, Jl. Lingkar Selatan, Tamantirto,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek dan Subjek Penelitian Menurut Sugiyono (2010, hlm. 38) menyatakan bahwa objek penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Rancangan penelitian diperlukan agar penelitian yang dilakukan dapat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Rancangan penelitian diperlukan agar penelitian yang dilakukan dapat BAB III 3.1 Rancangan Penelitian METODOLOGI PENELITIAN Rancangan penelitian diperlukan agar penelitian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, sistematis serta efektif. Lokasi penelitian ini adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian di PT. RRAA, Jl. Raya Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat dari bulan April 2016 hingga Oktober

Lebih terperinci

36 Kompensasi. Variabel kompensasi ini terdiri dari Gaji, Reward dan Insentif. 1. Gaji Menurut Hasibuan (2007) gaji adalah balas jasa yang dibayar sec

36 Kompensasi. Variabel kompensasi ini terdiri dari Gaji, Reward dan Insentif. 1. Gaji Menurut Hasibuan (2007) gaji adalah balas jasa yang dibayar sec BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada bulan September-Desember 2014. Penelitian ian ini dilaksanakan pada CV.Sumber Buah Serang, Jl. Cinanggung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rangkaian sistematis dari penjelasan secara rinci tentang keseluruhan rencana penelitian mulai dari perumusan masalah, tujuan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa :

BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa : BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survey verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa : Penelitian survey yaitu suatu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental design atau sering juga dikenal dengan istilah quasi eksperimen,

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental design atau sering juga dikenal dengan istilah quasi eksperimen, BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rangkaian sistematis dari penjelasan secara rinci tentang keseluruhan rencana penelitian mulai dari perumusan masalah, tujuan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 48 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Mitrabangun Adigraha di Perawang Kabupaten Siak. 3.2 Jenis dan Sumber Data 1. Data Primer, Yaitu data yang dikumpulkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menggabungkan pengujian hipotesis dengan data

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sugiyono (2010: 8) menjelaskan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sugiyono (2010: 8) menjelaskan BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sugiyono (2010: 8) menjelaskan bahwa penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 29 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 3.1.1. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di wilayah DKI Jakarta pada bulan Oktober 2016. Sasaran dari penelitian ini yaitu wajib pajak bumi dan bangunan di Kelurahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret sampai Juni 2014 dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret sampai Juni 2014 dan 41 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret sampai Juni 2014 dan lokasi penelitian di BNI Syariah Cabang Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman No.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kerumitan. Variabel intervening dalam penelitian ini adalah sistem e-filling, sedangkan

BAB III METODE PENELITIAN. kerumitan. Variabel intervening dalam penelitian ini adalah sistem e-filling, sedangkan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Penelitian ini melibatkan lima variabel yang terdiri atas tiga variabel independen (bebas), satu variabel intervening dan satu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Penelitian ini akan membahas mengenai pengaruh kesadaran wajib pajak, sanksi pajak dan pengetahuan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Seluruh Karyawan pada PT. Aditama Graha Lestari. hubungan yang bersifat sebab akibat dimana variabel independen

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Seluruh Karyawan pada PT. Aditama Graha Lestari. hubungan yang bersifat sebab akibat dimana variabel independen 47 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan PT. Aditma Graha Lestari yang beralamat di Komplek Ruko Puri Kembangan Indah No. 168 D, Kembangan Selatan,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 12-27 Desember 2015 di Aula Jatikuwung Mini Farm Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Petojo VIJ IV No. 28 Jakarta Pusat. Waktu pelaksanaan

BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Petojo VIJ IV No. 28 Jakarta Pusat. Waktu pelaksanaan BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan PT. Dinamika Berkah Solusindo yang beralamat di Jl. Petojo VIJ IV No. 28 Jakarta Pusat. Waktu pelaksanaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilkukan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kampar Bangkinang Kota jalan Jend. Sudirman Bangkinang Kota Kabupaten Kampar. 3.2.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, yaitu penelitian yang datadatanya berhubungan dengan angka-angka baik yang diperoleh

Lebih terperinci

BAB III MODEL PENELITIAN

BAB III MODEL PENELITIAN 56 BAB III MODEL PENELITIAN A. Obyek dan Subyek Penelitian 1. Obyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 2. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah Mahasiswa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan faktor-faktor

BAB III METODE PENELITIAN. merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan faktor-faktor BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian explanatory merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Di Jalan Lingkar Selatan, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55183. B. Jenis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan pada pembuktian hipotesis yang disusun dari rumusan masalah

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan pada pembuktian hipotesis yang disusun dari rumusan masalah 42 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang menekankan pada pembuktian hipotesis yang disusun dari rumusan masalah yang dikemukakan,

Lebih terperinci

C. Definisi dan Operasionalisasi Variabel BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian

C. Definisi dan Operasionalisasi Variabel BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan PT Bank Sahabat Sampoerna Cabang Puri yang beralamat di Jalan Puri Indah Raya Blok A/15, Kembangan, Jakarta

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil uji itas dan Reliabilitas Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik, sehingga mengahasilkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana penelitian ini menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Salah satu diantaranya adalah seperti yang dikemukakan oleh Narbuko dan

BAB III METODE PENELITIAN. Salah satu diantaranya adalah seperti yang dikemukakan oleh Narbuko dan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian memiliki beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli. Salah satu diantaranya adalah seperti yang dikemukakan oleh Narbuko dan Achmadi (2007

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek dan Subjek Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Objek penelitian adalah variabel-variabel yang diteliti. Menurut Arikunto (2010:161) variabel adalah objek penelitian yang menjadi titik perhatian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Variabel bebas atau Independen

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Variabel bebas atau Independen 38 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 3.1.1. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Tiap penelitian harus direncanakan. Untuk itu diperlukan suatu desain penelitian. Nasution (009 : 3) mengemukakan bahwa Desain penelitian merupakan rencana

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel. adalah keputusan pembelian sepeda motor yamaha (Y)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel. adalah keputusan pembelian sepeda motor yamaha (Y) BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 1. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini variable-variabel yang akan dianalisis adalah harga (X1), promosi (X2),

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Asuransi Jiwa Pendidikan Bumiputera 1912 Pekanbaru Cabang Sukajadi.

BAB III METODE PENELITIAN. Asuransi Jiwa Pendidikan Bumiputera 1912 Pekanbaru Cabang Sukajadi. BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Lokasi dan Waktu Penelitian Dalam penelitian ini penulis mengambil objek penelitian pada AJB. Asuransi Jiwa Pendidikan Bumiputera 1912 Pekanbaru Cabang Sukajadi. Waktu penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 45 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Peneliti menggunakan metode kuantitatif dalam melaksanakan penelitian ini. Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU PENELITIAN. yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No 23 Bangkinang Kab Kampar.

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU PENELITIAN. yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No 23 Bangkinang Kab Kampar. 35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU PENELITIAN. Penelitian ini berlokasi pada Swalayan Ranggon Jaya Mart Bangkinang, yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No 23 Bangkinang Kab Kampar.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1.Objek Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1.Objek Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen yaitu BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Objek Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen yaitu Pengetahuan Kewirausahaan (X 1 ), Lingkungan Sekolah (X ) dan Pengalaman Praktek

Lebih terperinci

BAB 2 METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB 2 METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian BAB 2 METODE PENELITIAN 2.1 Bentuk Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisa kuantitatif, engan maksud untuk mencari pengaruh antara variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian ini merupakan tipe peneliti eksplanatori dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian ini merupakan tipe peneliti eksplanatori dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Tipe penelitian ini merupakan tipe peneliti eksplanatori dengan menggunakan metode deskriptif statistik, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguji ada

Lebih terperinci

Bab III METODELOGI PENELITIAN

Bab III METODELOGI PENELITIAN Bab III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi pada hotel di Tangerang. Responden dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian menurut Pedoman Operasional Penyusunan Skripsi (POPS) adalah Metode penelitian yang digunakan dan bagaimana prosedur penelitian dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN. 3.. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Malang.Dilakukan di FE UIN Malang, untuk memudahkan peneliti mengambil sampel dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Obyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terletak di Jakarta. Responden yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kantor Regional XII Jl. Hang Tuah Ujung No. 148, Pekanbaru - Riau

BAB III METODE PENELITIAN. Kantor Regional XII Jl. Hang Tuah Ujung No. 148, Pekanbaru - Riau BAB III METODE PENELITIAN 1. 1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada (BKN)Badan Kepegawain Negara Kantor Regional XII Jl. Hang Tuah Ujung No. 148, Pekanbaru - Riau 28281. 3.2 Jenis dan Sumber

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofi dan ideologi pernyataan isu

BAB III METODE PENELITIAN. oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofi dan ideologi pernyataan isu 61 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam Pedoman Operasional Penulisan Skripsi disebutkan bahwa Desain penelitian ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan dan bagaimana prosedur

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek/Subyek Penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan analisis yang berupa angka-angka sehingga dapat diukur dan dihitung dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. suatu penelitian yang data penelitianya berupa angka-angka dan analisisnya

BAB III METODE PENELITIAN. suatu penelitian yang data penelitianya berupa angka-angka dan analisisnya BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Menurut Sugiyono (2011), metode penelitian kuantitatif adalah suatu penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, maka suatu penelitian memerlukan suatu metode penelitian. Menurut Sugiyono (2008:2) Metode penelitan pada dasarnya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Penelitian Penelitian ini menggunakan metode survey langsung dengan cara membagikan kuesioner kepada para responden. Penelitian yang dilakukan bersifat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Proses penelitian ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan di tempat yang akan digunakan sebagai lokasi penelitian,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai:

BAB III METODE PENELITIAN. Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai: BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai: Suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian, sedangkan penelitian itu sendiri diartikan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post pacto dan survey. Metode deskriptif dapat diartikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap keputusan pembelian ponsel Nokia. Waktu penelitian dilakukan

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap keputusan pembelian ponsel Nokia. Waktu penelitian dilakukan BAB III METODE PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian ini meneliti pengaruh citra merek dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian ponsel Nokia. Waktu penelitian dilakukan pada bulan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu proses penelitian untuk menemukan pengetahuan yang menggunakan model

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian menurut Silalahi ( 2010 : 180) yaitu, rencana dan

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian menurut Silalahi ( 2010 : 180) yaitu, rencana dan 37 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian menurut Silalahi ( 2010 : 180) yaitu, rencana dan struktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti akan dapat memperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada di PT. Indonesia Toray Synthetics (ITS) yang beralamat di Jl. Moh. Toha Km.1 Tangerang, Banten. Penelitian ini akan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. VARIABEL PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. VARIABEL PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL BAB III METODE PENELITIAN 3.1. VARIABEL PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.1.1. Inventarisasi Aset Inventarisasi aset terdiri dari 2 (dua) aspek yaitu inventarisasi fisik dan inventarisasi yuridis.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Jenis Peneltian Dan gambaran Dari Populasi Penelitian

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Jenis Peneltian Dan gambaran Dari Populasi Penelitian BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Peneltian Dan gambaran Dari Populasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah survey, yaitu penelitian dengan mengambil sampel dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan metode yang akan ditempuh dalam penelitian, sehingga rumusan masalah dan hipotesis yang akan diajukan dapat dijawab dan diuji

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei eksplanasi, yaitu jenis penelitian yang bertujuan untuk mengetahui mengapa situasi atau kondisi tertentu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini peneliti akan membahas beberapa metode dalam penelitian, seperti objek dan subjek penelitian, teknik pengambilan sampel, teknik pengumpulan data, identifikasi variabel,

Lebih terperinci

BAB III. Metode Penelitian. penilitian terdiri dari variabel terikat (dependent variable) dan variabel bebas (independent

BAB III. Metode Penelitian. penilitian terdiri dari variabel terikat (dependent variable) dan variabel bebas (independent BAB III Metode Penelitian 1.1 Variabel Penelitian dan Definisi Opersional Variabel 1.1.1 Variabel Penelitian Variabel adalah apa saja yang dapat membedakan variabel yang dipengaruhi dan yang tidak dapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di wilayah DKI Jakarta dalam waktu 6 bulan yaitu dimulai pada bulan Maret 2016 sampai bulan Agustus 2016. Sasaran dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban untuk

BAB III METODE PENELITIAN. disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban untuk BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rencana dan struktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah konsumen yang

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah konsumen yang BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah konsumen yang menginap di Hotel Mutiara di Kecamatan Kandis yang berlokasi di Jln. Lintas Pekanbaru-Duri.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional Variabel

BAB III METODE PENELITIAN Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional Variabel BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel yaitu mengubah konsep-konsep yang masih berupa abstrak dengan kata-kata yang menggambarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. beralamat Jalan D.I Panjaitan No. 23 Bangkinang Kampar pada bulan

BAB III METODE PENELITIAN. beralamat Jalan D.I Panjaitan No. 23 Bangkinang Kampar pada bulan 32 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada Swalayan Ranggon Jaya Mart yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No. 23 Bangkinang Kampar pada bulan November

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada PT. PLN Persero Cabang Pekanbaru

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada PT. PLN Persero Cabang Pekanbaru BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT. PLN Persero Cabang Pekanbaru yang beralamat di Jl. Sutomo, No. 69 Pekanbaru. Penelitian lini dimulai sejak bulan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Objek penelitian adalah suatu bentuk populasi yang berada dalam letak geografis tertentu dengan karakteristik yang sesuai dengan penelitian yang akan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian menjelaskan metode penelitian yang digunakan dan bagaimana prosedur penelitian dilakukan (POPS, 2013:20). Metode penelitian yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah data yang dapat membantu untuk membahas masalah dalam suatu penelitian tersebut.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Yang menjadi tempat penelitian ini yakni di Toko Nusa Kurnia Gorontalo.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Yang menjadi tempat penelitian ini yakni di Toko Nusa Kurnia Gorontalo. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Yang menjadi tempat penelitian ini yakni di Toko Nusa Kurnia Gorontalo. Penempatan lokasi dan pengambilan data tersebut berdasarkan pada beberapa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. analisis dalam penelitian ini adalah penghuni perumahan Puri Mansion: Jl.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. analisis dalam penelitian ini adalah penghuni perumahan Puri Mansion: Jl. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek peneltian Penelitian ini meneliti pengaruh saluran distribusi dan promosi terhadap keputusan pembelian di properti.objek yang dijadikan unit analisis dalam penelitian

Lebih terperinci