BAB III IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI WEB LOG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI WEB LOG"

Transkripsi

1 BAB III IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI WEB LOG Pengembangan website telah menjadi tuntutan pemiliknya seiring dengan dinamika dan kemajuan teknologi internet. Website yang tidak mempunyai informasi dan tampilan yang menarik dapat menyebabkan kinerja yang tidak bagus. Hal ini berefek pada kerugian bisnis bagi perusahaan yang mengandalkan marketing melalui internet. Web log merupakan data yang dipakai untuk mengetahui kinerja suatu website. Identifikasi dan klasifikasi data web log yang ada pada webserver Politeknik Negeri Jakarta digunakan untuk menganalisis pola akses pengunjung untuk perbaikan kinerja website Struktur Web log. Web log adalah file webserver tentang informasi pengunjung suatu website setiap kali pengunjung menggunakan sumber daya dari situs tersebut. Sebagian besar web log menggunakan struktur Combined Log Format. Berikut ini adalah contoh web log dari webserver Politeknik Negeri Jakarta [7] [22/Mar/2010:15:08: ] "GET /prodi/mice/image/banner-h.gif HTTP/1.1" "http://www.pnj.ac.id/prodi/mice.php" "Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-us; rv:1.9.2) Gecko/ Firefox/3.6" Keterangan : : Remote IP address atau domain name. Sebuah IP address adalah host dengan 32-bit yang sudah ditetapkan oleh Internet Protocol; domain name yang digunakan untuk menentukan Internet Protocol bersifat unik untuk setiap host di internet. IP address biasanya didefinisikan untuk satu nama domain. - - : Authuser (Username dan password) digunakan jika server memerlukan otentikasi pengguna. [22/Mar/2010:15:08: ] : Tanggal dan waktu akses pengunjung. 19

2 20 "GET /prodi/mice/image/banner-h.gif HTTP/1.1" : Mode permintaan: GET, POST atau metoda HEAD dari CGI (Common Gateway Interface). 200 : Kode status saat client mengunjungi suatu halaman website, misalnya, 200 adalah "OK" atau 404 adalah "tidak ditemukan" : Kapasitas dokumen yang ditransfer (Bytes). "http://www.pnj.ac.id/prodi/mice.php" : Baris permintaan yang berasal dari client. "Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-us; rv:1.9.2) Gecko/ Firefox/3.6" : Remote log dan log agent. Format web log tersebut dapat dimodifikasi agar menampilkan informasi yang benar-benar dibutuhkan oleh administrator server Tahapan Persiapan Analisis Akses Web Server Tahapan ini dilakukan dengan menganalisis data akses pada web log Politeknik Negeri Jakarta untuk mengetahui tingkah laku pengunjung. Proses analisis ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu raw web log data, data cleaning, user identification, session identification, dan database of clean log. Gambar 3.1. menunjukkan proses penyiapan data web log. Raw Web Log Cleaning User Identification Base of Clean Log Session Identification Gambar 3.1. Proses penyiapan data web log [7] Raw Web Log Raw web log merupakan proses penyiapan data web log yang terdapat pada web server. yang terdapat pada web log tidak dapat langsung digunakan untuk proses analisis karena banyak terdapat informasi yang tidak relevan untuk mendapatkan pola akses pengunjung web server.

3 21 yang terdapat pada web log, seperti IP address, date, time, request mode, kode status, Byte, refferer dan user agent digunakan untuk mengidentifikasi user dan session Cleaning Proses ini dilakukan untuk menyaring informasi yang tidak relevan pada web log asli, sehingga web log hanya menyimpan data yang dibutuhkan saja untuk proses selanjutnya. Informasi yang dapat dibersihkan pada proses penyaringan ini antara lain, request terhadap file multimedia (gambar, icon, animasi, suara dan video), client-side script file, dan cascading style sheet file. Informasi tersebut diabaikan karena merupakan bagian dari suatu request terhadap sebuah halaman web [8] [9] Identifikasi User Identifikasi User adalah proses identifikasi setiap user yang mengakses website. Setiap user memiliki IP address yang unik dan masing-masing IP address tersebut merupakan salah satu user. Identifikasi user sangat rumit dengan adanya cache lokal dan proxy server didalam suatu jaringan. Aturan yang digunakan untuk identifikasi user dalam menanggulangi masalah adanya cache lokal dan proxy server adalah sebagai berikut: Jika ada alamat IP yang baru, maka dianggap ada user baru. Jika ada alamat IP yang sama, tapi sistem operasi atau browser berbeda, maka dianggap sebagai user baru Identifikasi Session Identifikasi suatu session pada web log dilakukan dengan mengelompokkan request-request dari alamat IP yang sama dalam suatu rentang waktu tertentu. Nilai default untuk waktu session pada webserver Apache adalah detik atau 24 menit seperti ditunjukkan pada Gambar 3.2. Tujuan dari identifikasi session adalah untuk menemukan pola akses setiap pengguna dan halaman yang sering diakses. Metode yang paling sederhana adalah menggunakan timeout, di mana jika waktu antara permintaan halaman melebihi batas

4 22 tertentu, dianggap pengguna memulai session baru. Banyak produk komersial menggunakan waktu 30 menit sebagai nilai default timeout [11]. Gambar 3.2. Nilai default untuk lama waktu session pada webserver Apache base of clean log Setelah tahapan raw web log data, data cleaning, identifikasi user, dan identifikasi session, data web log siap digunakan untuk menentukan pola akses pengunjung web server Perancangan Program Aplikasi untuk Cleaning Pembuatan program aplikasi untuk data cleaning menggunakan bahasa pemrograman berbasis web (PHP) yang merupakan bahasa pemrograman open source. Proses pembuatan program dibuat sesuai dengan tahapan untuk menganalisis data akses pada web log. Tahapan yang harus dilakukan adalah mengubah format file web log (.txt) menjadi format.csv. Hal ini perlu dilakukan untuk mempermudah memasukan data tersebut ke dalam tabel pada database MySQL, seperti ditunjukkan pada Gambar 3.3. Web Log (*.txt) Ubah ke Format *.csv Masukkan ke base MySQL Gambar 3.3. Memasukkan data web log ke dalam base MySQL

5 Tampilan Awal Program Aplikasi untuk Cleaning Tampilan awal program aplikasi untuk data cleaning ditunjukkan seperti pada Gambar 3.4. Tahapan awal adalah memilih file weblog (.txt) untuk diubah menjadi format file.csv dengan menekan tombol browse, kemudian menekan tombol OK. Gambar 3.4. Tampilan Awal Program Aplikasi untuk Cleaning Setelah menekan tombol OK, akan ditampilkan data weblog, kemudian simpan dalam format.csv. Gambar 3.5. menunjukan proses menyimpan data ke format.csv. Gambar 3.5. Menyimpan dalam Format.csv

6 24 Tahapan selanjutnya memasukan data format.csv ke dalam tabel weblog pada database MySQL, seperti ditunjukkan pada Gambar 3.6. Gambar 3.6. Tabel Weblog pada base MySQL Cleaning weblog yang telah dimasukkan ke database MySQL telah siap digunakan untuk proses data cleaning terhadap informasi yang tidak relevan. Algoritma untuk menyaring informasi yang tidak relevan (data cleaning) adalah sebagai berikut : Step 1 : Input web log (MySQL) Step 2 : Baca data web log yang tersimpan dalam database MySQL Step 3 : Hapus data jika terdapat file berekstensi.jpg,.gif,.png,.ico,.css,.js, GET /HTTP, atau spasi pada bagian request method. Step 4 : Ulangi step 2 dan 3 untuk data selanjutnya sampai seluruh data web log selesai dibaca (eof). Step 5 : Proses selesai. Gambar 3.7. menunjukkan flowchart untuk menyaring informasi yang tidak relevan (data cleaning) dan Gambar 3.8. menunjukkan tampilan program hasil proses data cleaning.

7 25 Mulai Weblog (MySQL) Baca Hapus data yang tidak relevan Tampilkan eof? Selesai Gambar 3.7. Flowchart Cleaning Gambar 3.8. Tampilan Program Hasil Proses Cleaning

8 Jumlah Pengunjung Berdasarkan IP Address Jumlah pengunjung berdasarkan IP Address dilakukan setelah proses data cleaning. Algoritma untuk menentukan jumlah pengunjung adalah sebagai berikut : Step 1 : Input data hasil proses Cleaning. Step 2 : Baca data web log yang telah disaring. Step 3 : Catat IP address dan jumlah yang terbaca. Step 4 : Ulangi step 2 dan 3 untuk data selanjutnya sampai seluruh data web log selesai dibaca (eof). Catat sebagai IP address baru bila belum pernah terbaca atau jumlahkan jika IP address sudah pernah terbaca sebelumnya. Step 5 : Proses selesai. Gambar 3.9. menunjukkan flowchart jumlah pengunjung berdasarkan IP Address dan Gambar menunjukkan tampilan program jumlah pengunjung berdasarkan IP Address. Mulai Clean Baca Catat IP Address dan Jumlahnya Tampilkan eof? Selesai Gambar 3.9. Flowchart Jumlah Pengunjung Berdasarkan IP Address

9 27 Gambar Tampilan Program Jumlah Pengunjung Berdasarkan IP Address Frekuensi Akses berdasarkan Halaman yang dikunjungi Frekuensi akses berdasarkan halaman yang dikunjungi dilakukan setelah proses data cleaning. Algoritma untuk menentukan jumlah pengunjung adalah sebagai berikut : Step 1 : Input data hasil proses Cleaning. Step 2 : Baca data web log yang telah disaring. Step 3 : Catat halaman yang diakses dan jumlah yang terbaca pada field request method. Step 4 : Ulangi step 2 dan 3 untuk data selanjutnya sampai seluruh data web log selesai dibaca (eof). Catat sebagai halaman baru bila belum pernah terbaca atau jumlahkan jika halaman sudah pernah terbaca sebelumnya. Step 5 : Proses selesai. Gambar menunjukkan flowchart Frekuensi akses berdasarkan halaman yang dikunjungi dan Gambar menunjukkan tampilan program Frekuensi akses berdasarkan halaman yang dikunjungi.

10 28 Mulai Clean Baca Catat Halaman dan Jumlahnya Tampilkan eof? Selesai Gambar Flowchart Frekuensi Akses berdasarkan Halaman yang Dikunjungi Gambar Tampilan Program Frekuensi Akses berdasarkan Halaman yang Dikunjungi

11 Kode Status yang terjadi pada saat Mengakses Halaman Website Kode status yang terjadi pada saat mengakses halaman website dilakukan setelah proses data cleaning. Algoritma untuk menentukan kode status adalah sebagai berikut : Step 1 : Input web log (MySQL) Step 2 : Baca data web log yang tersimpan dalam database MySQL Step 3 : Catat kode status dan jumlah yang terbaca pada field error. Step 4 : Ulangi step 2 dan 3 untuk data selanjutnya sampai seluruh data web log selesai dibaca (eof). Catat sebagai kode status baru bila belum pernah terbaca atau jumlahkan jika kode status sudah pernah terbaca sebelumnya. Step 5 : Proses selesai. Gambar menunjukkan flowchart Kode status yang terjadi dan Gambar menunjukkan tampilan program Kode status yang terjadi. Mulai Clean Baca Catat Kode Status dan Jumlahnya Tampilkan eof? Selesai Gambar Flowchart Frekuensi Kode Status yang terjadi

12 30 Gambar Tampilan Program Kode Status yang terjadi Kapasitas File yang dikunjungi Kapasitas file yang dikunjungi dilakukan setelah proses data cleaning. Algoritma untuk menentukan jumlah pengunjung adalah sebagai berikut : Step 1 : Input data hasil proses Cleaning. Step 2 : Baca data web log yang telah disaring. Step 3 : Catat halaman yang diakses dan kapasitas file yang terbaca pada field bytes. Step 4 : Ulangi step 2 dan 3 untuk data selanjutnya sampai seluruh data web log selesai dibaca (eof). Catat sebagai halaman baru bila belum pernah terbaca atau jumlahkan kapasitas file jika halaman sudah pernah terbaca sebelumnya. Step 5 : Proses selesai. Gambar menunjukkan flowchart kapasitas file yang dikunjungi dan Gambar menunjukkan tampilan program kapasitas file yang dikunjungi.

13 31 Mulai Clean Baca Catat Halaman & Kapasitas File Tampilkan eof? Selesai Gambar Flowchart Kapasitas File yang dikunjungi Gambar Tampilan Program Kapasitas File yang dikunjungi Frekuensi Akses Berdasarkan Rujukan (Referrer) Frekuensi akses berdasarkan rujukan (referrer) dilakukan setelah proses data cleaning. Algoritma untuk menentukan Frekuensi akses berdasarkan rujukan (referrer) adalah sebagai berikut :

14 32 Step 1 Step 2 Step 3 Step 4 Step 5 : Input data hasil proses Cleaning. : Baca data web log yang telah disaring. : Catat rujukan (referrer) dan jumlah yang terbaca pada field referrer. : Ulangi step 2 dan 3 untuk data selanjutnya sampai seluruh data web log selesai dibaca (eof). Catat sebagai rujukan (referrer) baru bila belum pernah terbaca atau jumlahkan jika rujukan (referrer) sudah pernah terbaca sebelumnya. : Proses selesai. Gambar menunjukkan flowchart Frekuensi akses berdasarkan rujukan (referrer) dan Gambar menunjukkan tampilan program Frekuensi akses berdasarkan rujukan (referrer). Mulai Clean Baca Catat Rujukan dan Jumlahnya Tampilkan eof? Selesai Gambar Flowchart Frekuensi Akses berdasarkan Rujukan (Referrer)

15 33 Gambar Tampilan Program Frekuensi Akses berdasarkan Rujukan (Referrer) Frekuensi Akses Berdasarkan Penggunaan User Agent (Browser) Frekuensi akses berdasarkan penggunaan user agent (browser) dilakukan setelah proses data cleaning. Algoritma untuk menentukan Frekuensi akses berdasarkan penggunaan user agent (browser) adalah sebagai berikut : Step 1 : Input data hasil proses Cleaning. Step 2 : Baca data web log yang telah disaring. Step 3 : Catat user agent (browser) dan jumlah yang terbaca pada field browser. Step 4 : Ulangi step 2 dan 3 untuk data selanjutnya sampai seluruh data web log selesai dibaca (eof). Catat sebagai browser baru bila belum pernah terbaca atau jumlahkan jika browser sudah pernah terbaca sebelumnya. Step 5 : Proses selesai. Gambar menunjukkan flowchart Frekuensi akses berdasarkan penggunaan user agent (browser) dan Gambar menunjukkan tampilan program Frekuensi akses berdasarkan penggunaan user agent (browser).

16 34 Mulai Clean Baca Catat User Agent & Jumlahnya Tampilkan eof? Selesai Gambar Flowchart Frekuensi Akses berdasarkan Penggunaan User Agent (Browser) Gambar Tampilan Program Frekuensi Frekuensi Akses berdasarkan Penggunaan User Agent (Browser)

17 Tahapan Proses Analisis Pola Akses Pengunjung Web Server Proses analisis dimulai dengan membaca file web log yang telah melalui tahapan raw web log data, data cleaning, identifikasi user, dan identifikasi session. Proses dilanjutkan dengan menganalisis baris data untuk menentukan apakah baris data tersebut mengandung data yang merepresentasikan fungsi tertentu. Dari analisis diatas diharapkan pengelola website dapat mengetahui pola akses pengunjung web server untuk perbaikan kinerja website, berkaitan dengan : 1. Trafik pada website; Trafik atau biasa di sebut Bandwidth dapat diartikan dengan ukuran dari transfer data yang telah dilakukan oleh sebuah website. Bandwidth dipengaruhi dan ditentukan oleh jumlah pengunjung, banyaknya halaman yang dikunjungi dan juga besarnya file yang diakses. 2. Banyaknya kunjungan setiap halaman website; Informasi yang terdapat pada setiap halaman web menjadi hal yang penting untuk setiap pengunjung suatu website. Seberapa sering suatu halaman web diakses oleh pengunjung dapat menjadi perhatian bagi pengelola website. 3. Kesalahan yang terjadi pada saat mengakses halaman website; Ketika seseorang mengunjungi suatu halaman website, mengklik link, menulis URL atau submit form, browser akan mengirimkan permintaan ke server. Setiap permintaan akan menghasilkan respon HTTP yang berisi nomor kode. Berdasarkan nomor kode ini pengelola website dapat mengetahui kesalahan dan kegagalan yang terjadi. 4. User access pattern pada tiap halaman website; Berdasarkan trafik yang terjadi pada suatu website, pola akses dari pengunjung (User access pattern) pada tiap halaman website dapat ditentukan. Bagaimana cara user dapat menemukan informasi setiap halaman website. 5. Behaviour user pattern (waktu akses, halaman favorit dan sebagainya). Berdasarkan trafik yang terjadi pada suatu website, pola tingkah laku dari pengunjung (User access pattern) pada tiap halaman website dapat ditentukan. Bagaimana cara user melihat informasi setiap halaman website.

18 36 6. Browser yang banyak dipergunakan oleh user. Browser adalah perangkat lunak yang dipakai untuk menjelajahi internet. Browser yang paling banyak dipergunakan oleh pengunjung website dapat dijadikan sebagai referensi dalam mendesain halaman website Mengamati Web log menggunakan Software Webalizer. Webalizer adalah sebuah program untuk melakukan logging host yang mengakses ke HTTP server untuk dibuat statistiknya seperti ditunjukkan pada Gambar Gambar Webalizer logs [12] Dari gambar di atas, semua access dari http clients ke web server dicatat oleh program webalizer dan dibuatkan statistiknya dalam kurun waktu tertentu. Webalizer dapat mencatat halaman mana saja yang sering dikunjungi oleh http client dalam sebulan.

PENGEMBANGAN PROGRAM PENYARINGAN DATA WEBLOG UNTUK ANALISIS POLA AKSES PENGUNJUNG WEBSERVER TESIS BENNY NIXON

PENGEMBANGAN PROGRAM PENYARINGAN DATA WEBLOG UNTUK ANALISIS POLA AKSES PENGUNJUNG WEBSERVER TESIS BENNY NIXON UNIVERSITAS INDONESIA PENGEMBANGAN PROGRAM PENYARINGAN DATA WEBLOG UNTUK ANALISIS POLA AKSES PENGUNJUNG WEBSERVER TESIS BENNY NIXON 0806424245 FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO DEPOK JULI 2010

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS WEBLOG DAN DATA WEBALIZER

BAB IV ANALISIS WEBLOG DAN DATA WEBALIZER BAB IV ANALISIS WEBLOG DAN DATA WEBALIZER Data web log dan webalizer yang terdapat pada web server www.pnj.ac.id merupakan sumber data yang dipergunakan untuk proses analisis pola akses pengunjung website.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Proses pengumpulan data ini dilakukan untuk memperoleh data-data yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Proses pengumpulan data ini dilakukan untuk memperoleh data-data yang BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Proses Pengumpulan Data Penelitian Proses pengumpulan data ini dilakukan untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian. Berikut ini akan dijelaskan

Lebih terperinci

ADMIN MANUAL AL-QUR AN WEB

ADMIN MANUAL AL-QUR AN WEB ADMIN MANUAL AL-QUR AN WEB Pendahuluan AL-QUR AN WEB adalah program aplikasi pencarian ayat-ayat Al-Qur an berbasis web. Untuk dapat mengakses program maka user perlu menggunakan internet browser dan mengunjungi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Uji Coba Aplikasi monitoring status jaringan berbasis web ini dapat berjalan pada beberapa platform operasi sistem seperti windows dan linux dengan menggunakan aplikasi

Lebih terperinci

APLIKASI BERBASIS WEB PEMETAAN INFORMASI PADA GAMBAR BITMAP

APLIKASI BERBASIS WEB PEMETAAN INFORMASI PADA GAMBAR BITMAP Media Informatika, Vol. 4, No. 1, Juni 2006, 13-26 ISSN: 0854-4743 APLIKASI BERBASIS WEB PEMETAAN INFORMASI PADA GAMBAR BITMAP M. Irfan Ashshidiq, M. Andri Setiawan, Fathul Wahid Jurusan Teknik Informatika,

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Sebelumnya

TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Sebelumnya 65 TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Sebelumnya Barnes dan Vidgen (2003) melakukan penelitian untuk mengukur kualitas website yang dikelola oleh Organization for Economic Cooperation Development (OECD) berdasarkan

Lebih terperinci

Web Server A. DASAR TEORI

Web Server A. DASAR TEORI Web Server A. DASAR TEORI Web server merupakan perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs

Lebih terperinci

Bab 4 Implementasi dan Evaluasi

Bab 4 Implementasi dan Evaluasi Bab 4 Implementasi dan Evaluasi 4.1 Implementasi Sistem Tahap implementasi dan pengujian sistem, dilakukan setelah tahap analisis dan perancangan selesai dilakukan. Pada bab ini akan dijelaskan implementasi

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN SISTEM. pembuatan VLAN, pengujian terhadap pembuatan monitoring bandwith dan

BAB IV PENGUJIAN SISTEM. pembuatan VLAN, pengujian terhadap pembuatan monitoring bandwith dan BAB IV PENGUJIAN SISTEM Pengujian sistem yang dilakukan merupakan pengujian terhadap aplikasi pada PC Router yang telah selesai dibuat. Dimulai dari Pengujian terhadap authentifikasi, pengujian terhadap

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu

Lebih terperinci

PENGERTIAN WEB web adalah

PENGERTIAN WEB web adalah PENGANTAR WEB -YQ- PENGERTIAN WEB web adalah salah satu aplikasi yang berisikan dokumen-dokumen multimedia (text, gambar, suara, animasi, video) di dalamnya yang menggunakan protokol http (hypertext transfer

Lebih terperinci

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM ADMINISTRASI MANAJEMEN JARINGAN WEB SERVER

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM ADMINISTRASI MANAJEMEN JARINGAN WEB SERVER LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM ADMINISTRASI MANAJEMEN JARINGAN WEB SERVER Mata Kuliah Dosen Pengampu Departemen Jurusan : Praktikum Administrasi Manajemen Jaringan : Ferry Astika Saputra, S.T. M.Sc. : Departemen

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Mendefenisikan Web dalam Macromedia Dreamweaver 8

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Mendefenisikan Web dalam Macromedia Dreamweaver 8 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Mendefenisikan Web dalam Macromedia Dreamweaver 8 Sebelum membangun web yang akan kita buat, pertama kali yang dilakukan adalah file tersusun rapi dan terkumpul dalam satu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Setelah melalui proses perancangan dan pengkodean program, maka

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Setelah melalui proses perancangan dan pengkodean program, maka 47 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Setelah melalui proses perancangan dan pengkodean program, maka dihasilkan suatu aplikasi pengolahan data service pada CV. Salsabila Multi Jasa Palembang, adapun

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU SMP NEGERI 1 PRAMBANAN BERBASIS WEB

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU SMP NEGERI 1 PRAMBANAN BERBASIS WEB SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU SMP NEGERI 1 PRAMBANAN BERBASIS WEB Disusun Oleh : ERLIANA PRIMAYANTI 065610127 SISTEM INFORMASI STRATA 1 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AKAKOM

Lebih terperinci

APLIKASI e-hosting STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) REV.1 PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TIMUR

APLIKASI e-hosting STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) REV.1 PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TIMUR APLIKASI e-hosting STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) REV.1 PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TIMUR PT PLN (Persero) DISTRIBUSI JAWA TIMUR Jl. Embong Trengguli No. 19 21 Surabaya PETUNJUK PENGOPERASIAN

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM. analisis dan perancangan dijadikan acuan dalam pembuatan kode program. Pada

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM. analisis dan perancangan dijadikan acuan dalam pembuatan kode program. Pada BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM 4.1 Implemetasi Sistem Implementasi sistem merupakan tahap meletakan sistem supaya dapat siap untuk dioperasikan. Implementasi merupakan tahap pengembangan dimana hasil analisis

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 62 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Tahap implementasi dan pengujian sistem, dilakukan setelah tahap analisis dan perancangan selesai dilakukan. Pada sub bab ini akan dijelaskan implementasi

Lebih terperinci

CAPTURE DAN ANALISIS PAKET PROTOKOL MENGGUNAKAN WIRESHARK

CAPTURE DAN ANALISIS PAKET PROTOKOL MENGGUNAKAN WIRESHARK CAPTURE DAN ANALISIS PAKET PROTOKOL MENGGUNAKAN WIRESHARK Nama : HIDAYAT NIM : 09011181419004 Kelas : SK 5A Dosen Pengampuh : Dr. Deris Stiawan,M.T,Ph D. Jurusan Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh De Jesus Dos Santos, Manuel (2012) membahas tentang Perancangan Sistem Informasi E-Booking Pariwisata Kota Dili Berbasis

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu 21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Waktu penelitian dilakukan

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN WEB. Agussalim

PEMROGRAMAN WEB. Agussalim PEMROGRAMAN WEB Agussalim Deskripsi Matakuliah Matakuliah ini mengajarkan tentang: Konsep Pemrograman WEB Pemrograman WEB statis dan dinamis HTML (Hyper Text Markup Language) PHP Hypertext preprocessor,

Lebih terperinci

MODUL 4 PHP PART 1 (PENGENALAN PHP + VARIABEL)

MODUL 4 PHP PART 1 (PENGENALAN PHP + VARIABEL) MODUL 4 PHP PART 1 (PENGENALAN PHP + VARIABEL) 4.1 Definisi PHP (Hypertext Preprocessor) PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) merupakan bahasa pemrograman yang mampu berjalan di server-side (berjalan pada

Lebih terperinci

MODIFIKASI MONITORING ACCESS LOG PADA PROXY SERVER SQUID BERBASIS PHP

MODIFIKASI MONITORING ACCESS LOG PADA PROXY SERVER SQUID BERBASIS PHP Widya Teknika Vol.20 No.2; Oktober 2012 ISSN 1411 0660: 43-48 MODIFIKASI MONITORING ACCESS LOG PADA PROXY SERVER SQUID BERBASIS PHP Fitri Marisa 1) ABSTRAK Keberadaan proxy server sangat membantu dalam

Lebih terperinci

Pokok Bahasan 2 Teknologi Dasar Internet dan Web. L. Erawan

Pokok Bahasan 2 Teknologi Dasar Internet dan Web. L. Erawan Pokok Bahasan 2 Teknologi Dasar Internet dan Web L. Erawan Materi User Agent, Web Browser, server web Jaringan: Jaringan client-server, TTL Protokol: HTTP, TCP/IP, FTP, SMTP, UDP, OSI Bahasa: HTML, XHTML,

Lebih terperinci

JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA

JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA TUGAS JARINGAN KOMPUTER Nama : Yonatan Riyadhi NIM : 09011181419009 Kelas : SK 5A Nama Dosen : Dr. Deris Stiawan M.T JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016 CAPTURE DAN

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS SISTEM PENGELOLAAN DATABASE JALAN PROPINSI DAN KABUPATEN/KOTA

PEDOMAN TEKNIS SISTEM PENGELOLAAN DATABASE JALAN PROPINSI DAN KABUPATEN/KOTA 7 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2011 TENTANG PEDOMAN TEKNIS SISTEM PENGELOLAAN DATABASE JALAN PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA PEDOMAN TEKNIS SISTEM PENGELOLAAN

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. diperlukan dalam pembangunan website e-commerce Distro Baju MedanEtnic.

BAB II LANDASAN TEORI. diperlukan dalam pembangunan website e-commerce Distro Baju MedanEtnic. 2 BAB II LANDASAN TEORI Untuk menunjang penulisan Tugas Akhir ini, diambil beberapa bahan referensi seperti bahasa pemrograman PHP dan MySQL, serta beberapa bahan lainya yang diperlukan dalam pembangunan

Lebih terperinci

Pemrograman Web Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri

Pemrograman Web Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri 41 Web Site/Web Page Tempat sekumpulan halaman web milik seseorang atau suatu perusahaan dikumpulkan dan dikemas. Homepage/ Frontpage Istilah untuk menyebutkan halaman pertama yang akan muncul jika sebuah

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1. IMPLEMENTASI SISTEM Setelah analisa dan perancangan sistem pada bab III, maka tahap selanjutnya adalah sistem siap untuk di implementasikan. Tahap implementasi sistem

Lebih terperinci

WEBSITE PEMILIHAN CALON KETUA HIMPUNAN JURUSAN SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA. Angga Indrajaya /

WEBSITE PEMILIHAN CALON KETUA HIMPUNAN JURUSAN SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA. Angga Indrajaya / WEBSITE PEMILIHAN CALON KETUA HIMPUNAN JURUSAN SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA Angga Indrajaya / 1027014 Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Teknik,. Jalan Prof. Drg. Suria Sumantri, MPH. No

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. 1. Perangkat Keras a. Proscessor : Intel Core i M b. RAM : 2 GB c. Hardisk : 500 GB

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. 1. Perangkat Keras a. Proscessor : Intel Core i M b. RAM : 2 GB c. Hardisk : 500 GB BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Sistem Tahap implementasi dan pengujian sistem, dilakukan setelah tahap analisis dan perancangan selesai dilakukan. Pada bab ini akan dijelaskan implementasi

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1. Implementasi Implementasi adalah sebuah tahap dimana analisa dan rancangan yang sudah dibuat sebelumnya dijalankan. Pada tahap ini perangkat keras dan perangkat lunak

Lebih terperinci

Dasar Pemrograman Web. Pemrograman Web. Adam Hendra Brata

Dasar Pemrograman Web. Pemrograman Web. Adam Hendra Brata Dasar Pemrograman Web Pemrograman Web Adam Hendra Brata Teknologi Client Server Arsitektur Client Server Model komunikasi yang terdiri server sebagai pemberi layanan dan client sebagai pengguna layanan

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Mendefinisikan Web Dalam Dreamweaver MX 2004

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Mendefinisikan Web Dalam Dreamweaver MX 2004 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1. Mendefinisikan Web Dalam Dreamweaver MX 2004 Pertama sekali yang perlu kita lakukan sebelum membangun web yang akan kita buat agar semua file tertata rapi dan terkumpul pada

Lebih terperinci

HTTP Protocol Ketika sebuah alamat web (atau URL) yang diketik ke dalam web browser, web browser melakukan koneksi ke web service yang berjalan pada

HTTP Protocol Ketika sebuah alamat web (atau URL) yang diketik ke dalam web browser, web browser melakukan koneksi ke web service yang berjalan pada Application Layer Application layer adalah lapisan yang menyediakan interface antara aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dan jaringan yang mendasarinya di mana pesan akan dikirim. Layer ini berhubungan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Sistem Informasi 2.1.1. Pengertian Sistem Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang berinteraksi artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Beberapa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Belum pernah ada penelitian tentang website pre order back sound dan musik sebelumnya, secara umum website tentang musik yang sudah ada adalah website tempat

Lebih terperinci

4. BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

4. BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4. BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Sebelum program di implementasikan, maka program harus bebas dari kesalahan. Kesalahan program yang mungkin terjadi antara lain karena kesalahan penulisan (coding),

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Dalam menjalankan sistem yang telah dibuat penulis, maka diperlukan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Dalam menjalankan sistem yang telah dibuat penulis, maka diperlukan BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Sistem Dalam menjalankan sistem yang telah dibuat penulis, maka diperlukan beberapa kriteria yang dibutuhkan pada perangkat keras dan perangkat lunak. Adapun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. internet yang sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman,

BAB I PENDAHULUAN. internet yang sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan aplikasi web saat ini begitu pesat terutama sejak munculnya teknologi internet yang sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman,

Lebih terperinci

Pemrograman PHP & MySQL

Pemrograman PHP & MySQL Pemrograman PHP & MySQL Memadukan antara Web Server dan Database Server Pemrograman PHP & MySQL Pada awalnya PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page tools, sebuah tool (alat bantu) untuk memonitor

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Teknologi informasi pada saat ini telah berkembang sangat pesat sehingga

BAB 1 PENDAHULUAN. Teknologi informasi pada saat ini telah berkembang sangat pesat sehingga BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi pada saat ini telah berkembang sangat pesat sehingga mempunyai dampak dalam meningkatkan efektifitas dan keefisienan dalam melakukan setiap pekerjaan.

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 85 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Instalasi Software Dalam penulisan tugas akhir ini, pembuatan program dibuat menggunakan aplikasi pendukung seperti : Web Server, aplikasi pengolahan monitoring

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini dibahas perancangan pembangunan web server dan komunikasi antara server dan client dengan menggunakan komunikasi lokal wi-fi sebagai media komunikasi antara server

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS SISTEM PENGELOLAAN DATABASE JALAN PROPINSI DAN KABUPATEN/KOTA

PEDOMAN TEKNIS SISTEM PENGELOLAAN DATABASE JALAN PROPINSI DAN KABUPATEN/KOTA Lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 18/PRT/M/2011 Tanggal : 7 Desember 2011 PEDOMAN TEKNIS SISTEM PENGELOLAAN DATABASE JALAN PROPINSI DAN KABUPATEN/KOTA 1 PEDOMAN TEKNIS SISTEM PENGELOLAAN

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Sistem Pada implementasi sistem ini akan dijelaskan implementasi dari aplikasi sistem yang dari ruang implementasi, pengkodean dan interface dari aplikasi

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Instalasi Software Dalam penulisan tugas akhir ini dalam pembuatan programnya menggunakan aplikasi XAMPP dan MySQL sebagai databasenya dengan bahasa pemrograman Visual

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. adalah CD/DVD IPCop dan komputer yang digunakan tehubung dengan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. adalah CD/DVD IPCop dan komputer yang digunakan tehubung dengan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Instalasi IPCop Dalam menginstal linux IPCop 1.4.16 yang perlu diperhatikan dan dibutuhkan adalah CD/DVD IPCop 1.4.16 dan komputer yang digunakan tehubung dengan koneksi

Lebih terperinci

MENDEMONSTRASIKAN AKSES INTERNET

MENDEMONSTRASIKAN AKSES INTERNET MENDEMONSTRASIKAN AKSES INTERNET 2. Standar Kompetensi: Menggunakan internet untuk memperoleh informasi 2.1. Kompetensi Dasar: Mendemonstrasikan akses internet sesuai prosedur TUJUAN PEMBELAJARAN Menjelaskan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 E-commerce Electronic Commerce (e-commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Berikut dari hasil perancangan di Bab III maka ditabel hasil uji coba dijelaskan tentang tampilan hasil dari analisa dan rancang bangun sistem pakar mendiagnosis kerusakan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA Latar Belakang PENDAHULUAN Web merupakan salah satu sarana untuk menyediakan berbagai informasi pada jaringan internet. Adanya hyperlink pada web memungkinkan pengguna menjelajahi web untuk mencari informasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pemrograman aplikasi berbasis web sudah berkembang pesat, demikian juga dengan teknologi yang digunakan. Dengan adanya perkembangan teknologi, aplikasi web

Lebih terperinci

Annisa Cahyaningtyas

Annisa Cahyaningtyas Monitoring Layer Aplikasi (Protokol HTTP) menggunakan Wireshark Annisa Cahyaningtyas annisacahyaningtyas@gmail.com http://annisacahyaningtyas.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com

Lebih terperinci

Rancangan Layar Insert Berita Gambar 4.81 Rancangan Layar Insert Berita

Rancangan Layar Insert Berita Gambar 4.81 Rancangan Layar Insert Berita 261 4.4.47 Rancangan Layar Insert Berita Gambar 4.81 Rancangan Layar Insert Berita Halaman ini menampilkan form insert berita. Tersedia tombol Insert, dan Cancel. 262 4.4.48 Rancangan Layar Update Berita

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Setelah melakukan analisis dan perancangan terhadap situs web yang akan dibangun, tahapan selanjutnya adalah implementasi dan pengujian. Pada tahapan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. Tahap perancangan dalam pembuatan program merupakan suatu hal yang

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. Tahap perancangan dalam pembuatan program merupakan suatu hal yang 91 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM Tahap perancangan dalam pembuatan program merupakan suatu hal yang sangat penting, karena didalam perancangan tersebut terdapat elemen-elemen yang mewakili isi

Lebih terperinci

Pra Instalasi dan Instalasi Senayan Oleh Heri Abi Burachman Hakim, SIP

Pra Instalasi dan Instalasi Senayan Oleh Heri Abi Burachman Hakim, SIP Pra Instalasi dan Instalasi Senayan Oleh Heri Abi Burachman Hakim, SIP Pra Instalasi Pada Tulisan Sebelumnya telah dikemukakan berbagai alasan mengapa sebuah perpustakaan menggunakan Senayan sebagai perangkat

Lebih terperinci

5 BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

5 BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 5 BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Pada bab lima ini akan menjelaskan mengenai implementasi dan pengujian dari sistem yang dibuat. Implementasi dan pengujian sistem ini meliputi lingkungan hardware dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam dunia teknologi informasi, komputer tidak hanya digunakan sebagai alat untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam dunia teknologi informasi, komputer tidak hanya digunakan sebagai alat untuk BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia teknologi informasi, komputer tidak hanya digunakan sebagai alat untuk mengolah data menjadi informasi. Komputer diaplikasikan pada berbagai bidang, misalnya

Lebih terperinci

FERNANDYA RISKI HARTANTRI / F DASAR-DASAR HTML

FERNANDYA RISKI HARTANTRI / F DASAR-DASAR HTML FERNANDYA RISKI HARTANTRI 09018173 / F DASAR-DASAR HTML Hypertext Markup Language, atau seperti yang lebih dikenal, HTML, adalah bahasa computer dari World Wide Web. Bila Anda membuat situs Web, Anda dapat

Lebih terperinci

MODUL JOOMLA! oleh: Putu A. Widhiartha dan Made J. Wiranatha BAB II INSTALASI JOOMLA

MODUL JOOMLA! oleh: Putu A. Widhiartha dan Made J. Wiranatha BAB II INSTALASI JOOMLA MODUL JOOMLA! oleh: Putu A. Widhiartha dan Made J. Wiranatha BAB II INSTALASI JOOMLA Installasi Joomla dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara online dan offline. Jika anda hendak melakukan installasi

Lebih terperinci

LAMPIRAN D WEB MANAGER (cpanel)

LAMPIRAN D WEB MANAGER (cpanel) LAMPIRAN D WEB MANAGER (cpanel) D-0 LAMPIRAN D WEB MANAGER (cpanel) 1. LOGIN Gambar D. 1 cpanel Login 2. Menu cpanel Gambar D. 2 Menu 1 D-1 3. Fungsi cpanel Gambar D. 3 Menu 2 Fungsi utama cpanel yaitu

Lebih terperinci

Desain Sistem ANALISA KEBUTUHAN

Desain Sistem ANALISA KEBUTUHAN ANALISA KEBUTUHAN 1. Diperlukan Satu Sistem yang dapat mengatur penggunaan Alamat Internet Protocol (IP) baik secara dinamik maupun statik dari Server 2. Dapat mengatur segmentasi jaringan berdasarkan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Pengertian Implementasi Sistem Setelah sistem selesai dianalisis dan dirancang secara rinci dan teknologi telah diseleksi dan dipilih, saatnya sistem untuk diimplementasikan.

Lebih terperinci

3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI

3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI TEORI 3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori dasar yang akan digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam membangun aplikasi. 3.1 Lelang Menurut Kamus Besar Bahasa

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Sistem Pembuatan program organisasi kelembagaan mahasiswa ini ditujukan untuk user seluruh program studi ada dilingkungan Universitas Mercu Buana untuk

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 5.1 Implementasi Pembuatan Sistem 5.1.1 Lingkungan Pemrograman Implementasi dari Website KUA Lembang ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan mengandalkan

Lebih terperinci

TEKNOLOGI APLIKASI WEB BERBASIS SERVER

TEKNOLOGI APLIKASI WEB BERBASIS SERVER A. Tujuan Memahami cara kerja aplikasi web berbasis server Memahami perangkat pengembangan aplikasi web berbasis server Mengenal dan memahami pemrograman web berbasis teknologi server B. Dasar Teori Web

Lebih terperinci

Konfigurasi DNS & Web Server

Konfigurasi DNS & Web Server LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI JARINGAN Konfigurasi DNS & Web Server Oleh: Eka Paramita Putri 1102652 1. Tujuan Praktikum - Mahasiswa mampu mengkonfigurasi Network Adapter pada VMWare. - Mahasiswa mampu

Lebih terperinci

Mahasiswa memahami Pengertian, fungsi, aplikasi untuk menjalankan JavaScript, cara menjalankan kode, cara memasukkan kode JavaScript ke dalam HTML

Mahasiswa memahami Pengertian, fungsi, aplikasi untuk menjalankan JavaScript, cara menjalankan kode, cara memasukkan kode JavaScript ke dalam HTML Pengenalan JavaScript Standar Kompetensi Mahasiswa memahami Pengertian, fungsi, aplikasi untuk menjalankan JavaScript, cara menjalankan kode, cara memasukkan kode JavaScript ke dalam HTML Indikator Hasil

Lebih terperinci

Gambar 3.1 Perancangan Sistem

Gambar 3.1 Perancangan Sistem BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem monitoring yang terbagi menjadi dua bagian, sistem bagian pertama adalah objek yang akan dimonitor, sistem bagian kedua merupakan

Lebih terperinci

Step-Step dalam pembuatan Web

Step-Step dalam pembuatan Web Step-Step dalam pembuatan Web Langkah-langkah pembuatannya tidak terlalu sulit. Yang pertama dilakukan adalah kita harus menginstall web servernya yaitu misalnya XAMPP. Setelah itu, kita langsung bisa

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. Implementasi sistem merupakan tahap meletakan sistem agar dapat siap untuk

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. Implementasi sistem merupakan tahap meletakan sistem agar dapat siap untuk BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 4.1 Implementasi Sistem Implementasi sistem merupakan tahap meletakan sistem agar dapat siap untuk dioperasikan. Dalam implementasi aplikasi diagnosa hama dan penyakit

Lebih terperinci

Written by Administrator Wednesday, 15 June :49 - Last Updated Thursday, 20 December :10

Written by Administrator Wednesday, 15 June :49 - Last Updated Thursday, 20 December :10 Ada beberapa opsi dalam menginstall Moodle. Moodle dapat diinstall pada sistem operasi Windows juga bisa diinstall pada Linux dan Mac OS X. Untuk keperluan pembelajaran dan adanya kendala akses internet

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1. Implementasi Aplikasi Pada bab ini akan dilakukan impelementasi dan pengujian terhadap sistem. Implementasi merupakan penerapan dari proses sebelumnya, yakni proses

Lebih terperinci

Pemrograman Web I (Mengenal. Web) Oleh : Devie Rosa Anamisa

Pemrograman Web I (Mengenal. Web) Oleh : Devie Rosa Anamisa Pemrograman Web I (Mengenal Web) Oleh : Devie Rosa Anamisa Tujuan Kuliah Mampu menjelaskan konsep dasar mengenai : Internet Arsitektur WEB URL HTTP WEB Browser WEB Server Internet Internet, yaitu kepanjangan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Sistem Tahap Implementasi sistem merupakan penerapan dari proses perancangan (design) yang telah ada. Pada tahapan ini terdapat dua cakupan spesifikasi

Lebih terperinci

Modul Pelatihan Membuat Blog dengan Wordpress

Modul Pelatihan Membuat Blog dengan Wordpress Modul Pelatihan Membuat Blog dengan Wordpress Oleh Dwi Putri Pertiwi UPT. Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Sebelas Maret Pengertian Blog Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penggunaan internet membuat informasi menjadi semakin cepat disebarkan dan lebih mudah didapatkan. Namun kadangkala internet memiliki kelemahan yaitu dari sisi keamanan.

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. spesifikasi minimum sebagai berikut: Server yang dibutuhkan sebagai Internet gateway di PT.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. spesifikasi minimum sebagai berikut: Server yang dibutuhkan sebagai Internet gateway di PT. BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Sumber Daya yang Dibutuhkan 4.1.1.1 Kebutuhan Perangkat Keras Dalam membangun sistem ini, dibutuhkan kebutuhan perangkat keras dengan spesifikasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Deskripsi Umum Perangkat Lunak Sistem informasi kost di sekitar Universitas Sebelas Maret ini memberikan informasi tentang kost kepada mahasiswa Universitas Sebelas

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Latar Belakang

PENDAHULUAN. Latar Belakang Latar Belakang PENDAHULUAN Website yang baik adalah yang mampu menyediakan layanan yang baik kepada setiap pengunjungnya. Pengunjung akan tetap bertahan pada website tersebut sampai sesuatu yang mereka

Lebih terperinci

Muhammad Zen Samsono Hadi, ST. Msc.

Muhammad Zen Samsono Hadi, ST. Msc. APPLICATION LAYER 1 Muhammad Zen Samsono Hadi, ST. Msc. Pendahuluan Layer ini berurusan dengan program komputer yang digunakan oleh user. Program komputer yang berhubungan hanya program yang melakukan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Setelah melakukan analisa dan perancangan secara rinci, maka tahap selanjutnya adalah implementasi. Implementasi merupakan tahap membuat aplikasi sehingga

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 ANALISIS MASALAH Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, berita tersebar ke khalayak luas melalui media kabar berkala seperti surat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era teknologi maju sekarang ini, intensitas interaksi manusia melalui internet menuntut adanya teknologi yang memungkinkan komunikasi antar user secara cepat.

Lebih terperinci

Tujuan Pembangunan Jaringan Komputer. mengantarkan informasi secara tepat dan akurat dari sisi pengirim ke sisi penerima

Tujuan Pembangunan Jaringan Komputer. mengantarkan informasi secara tepat dan akurat dari sisi pengirim ke sisi penerima Jaringan komputer Adalah sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan antara yang satu dengan lainnya, Menggunakan suatu protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi

Lebih terperinci

Choirul Amri. I. Pendahuluan.

Choirul Amri. I. Pendahuluan. Konfigurasi Internet Sharing dengan WinRoute Pro Choirul Amri choirul@bsmdaemon.com http://bsmdaemon.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Jadwal Implementasi Penerapan aplikasi ini terdiri dari beberapa tahapan berkelanjutan, dengan penjadwalan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Sarana-sarana yang dibutuhkan dalam mengoperasikan sistem pemesanan dan laporan penjualan yang telah dibuat ini dapat dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN 19 HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Implementasi merupakan proses transformasi dan representasi rancangan sistem ke bahasa pemrograman PHP yang dapat dimengerti oleh aplikasi browser. Data yang diimplementasikan

Lebih terperinci

Langkah-langkah pembuatan website dengan Instalasi secara online

Langkah-langkah pembuatan website dengan Instalasi secara online Langkah-langkah pembuatan website dengan Instalasi secara online 1. Buatlah account anda dengan klik menu Sign Up 2. Kemudian anda akan dihadapkan pada sebuah halaman form untuk diisi dengan account anda.

Lebih terperinci

Andi Dwi Riyanto, M.Kom

Andi Dwi Riyanto, M.Kom World Wide Web merupakan bagian dari Internet yang paling populer, sehingga serangan paling banyak terjadi lewat port 80 atau yang dikenal sebagai Web hacking, berupa : 1. Deface situs 2. SQL injection

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Dasar Teori 2.1.1. Pengertian Internet, Intranet dan Extranet Internet merupakan singkatan dari Interconnected Network. Internet adalah kumpulan komputer yang terhubung satu

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN. Implementasi merupakan tahapan penerapan sebuah program dalam pembangunan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN. Implementasi merupakan tahapan penerapan sebuah program dalam pembangunan BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Implementasi merupakan tahapan penerapan sebuah program dalam pembangunan sistem. Implementasi dibuat berdasarkan hasil suatu analisis serta desain yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Tampilan Hasil Berikut ini dijelaskan tentang tampilan hasil dari Perancangan Sistem Informasi Distro Online Berbasis Web yang dibangun: 1. Tampilan Halaman Beranda Halaman

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI SEKOLAH (STUDI KASUS SMP N 2 PATIKRAJA BANYUMAS)

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI SEKOLAH (STUDI KASUS SMP N 2 PATIKRAJA BANYUMAS) PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI SEKOLAH (STUDI KASUS SMP N 2 PATIKRAJA BANYUMAS) Ajeng Puspitasari Rahastri 1, Tengku A. Riza, ST.,MT.2, Rohmat Tulloh 3 1,2, Prodi D3 Teknik Telekomunikasi,

Lebih terperinci