Pedoman tentang Praktek-praktek Etika yang Baik Sofrecom

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pedoman tentang Praktek-praktek Etika yang Baik Sofrecom"

Transkripsi

1 Pedoman tentang Praktek-praktek Etika yang Baik Sofrecom Dalam setiap kegiatan profesional yang dilakukan, kita semua wajib menunjukkan integritas, keadilan, profesionalisme dan rasa tanggung jawab masing-masing. kesetiaan, Dalam Piagam Deontologinya, France Telecom Orange Group telah berjanji untuk selalu menghormati, dan untuk memastikan agar setiap orang menghormati nilai-nilai dan prinsip-prinsip tindakan bersama dan perilaku perorangan yang dianut. Piagam Deontologi Grup merupakan panduan bagi pendekatan etika kita. Piagam ini mengandung intisari nilai-nilai yang telah kita yakini bersama. Diadaptasi untuk Sofrecom, Piagam ini mewakili dan melambangkan, bagi setiap karyawan Sofrecom, tanpa memandang apapun kegiatan dan kepentingannya, suatu standar bersama yang harus dihormati berkenaan dengan perilaku sehari-hari diantara kita, terhadap para pelanggan, pesaing, dan lingkungan kita pada umumnya. Setelah audit eksternal* terhadap program etika dan praktek-prakteknya, pada bulan November 2010 Sofrecom menjadi anggota Orange Group yang pertama yang berhasil memperoleh Sertifikasi Etika oleh suatu lembaga independen yang diakui. Sertifikasi Sofrecom diperpanjang pada tanggal 20 November 2012, setelah dilakukan audit eksternal secara mendalam terhadap program-program dan praktek-praktek etika di Kantor Pusat maupun di Indonesia pada tanggal 17 sampai tanggal 28 September Sertifikasi ini merupakan bukti kepatuhan praktek-praktek Sofrecom Group terhadap standar-standar internasional, dan merupakan penghargaan yang sangat membanggakan atas upaya kita yang dilakukan tanpa henti untuk melawan dan memberantas korupsi. Sebagai bagian dari Program Kepatuhan Orange Group, kita melakukan konsolidasi lebih jauh atas sistem kita pada paruh pertama tahun ini dengan mengadopsi kebijakan dan pedoman anti-korupsi lembaga SDG Orange Group kita. Khususnya, kita memperkuat proses Due Diligence atau Penyelidikan Secara Menyeluruh/Uji Tuntas terhadap kerjasama usaha/kemitraan dan peraturan mengenai "hadiah, jamuan dan undangan" dengan cara menetapkan ambang batas nilai untuk masing-masing negara tempat kita mendirikan cabang perusahaan. Dalam rangka memperkuat tata kelola perusahaan kita tentang pendekatan Etika dan Kepatuhan, pada bulan Februari 2013 saya telah mendelegasikan wewenang kepada Maria Lavayssière, Manajer Mutu, Tata Kelola dan Komunikasi (Quality, Governance, and Communication Manager) sekaligus sebagai Koordinator Etika (Ethics Cooridnator) kita untuk menduduki jabatan Kepala Kepatuhan (Compliance Officer); dan pada bulan September lalu, saya telah meminta Abdessamad Bouzoubaa, Manajer Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Enterprise Social Responsibility Manager) dari Sofrecom Group untuk menduduki jabatan sebagai Penasihat Etika kita. Peran Maria sebagai Kepala Kepatuhan atau Compliance Officer adalah melakukan koordinasi, pengawasan dan memastikan efektivitas tindakan-tindakan kepatuhan di dalam Sofrecom, sesuai dengan ketentuan yang terkandung di dalam surat keputusan Stéphane Richard No. 9 tertanggal 20 Agustus Misi Abdessamad sebagai Penasihat Etika atau Ethics Advisor adalah melakukan bimbingan dan pembinaan bagi para manajer dan staf, sekaligus membantu mengembangkan serta meningkatkan perilaku etika di lingkungan Sofrecom Group, terutama melalui pelatihan dan pembinaan etika dan komunikasi kesadaran. Saya menganjurkan dan mengundang Saudara sekalian untuk memperhatikan sekali lagi Pedoman Praktek Etis kita, yang diperuntukkan bagi seluruh Sofrecom Group baik Kantor Pusat maupun lembaga-lembaga lokal kita sehingga dapat membantu setiap orang untuk tetap bertindak dengan penuh integritas dan membuat keputusan yang tepat dan bijaksana. Pedoman ini menjelaskan prinsip-prinsip perilaku kita pada saat berurusan dengan para pelanggan, pemegang saham, pemasok dan para rekanan atau mitra, serta dengan para karyawan kita. Pedoman ini juga menerangkan hal-hal yang harus kita hindari serta metode peringatan etika yang kita miliki. Jacques Moulin CEO Sofrecom Group Saya tahu bahwa saya dapat mengandalkan Saudara untuk memanfaatkan sertifikat ini sehingga membantu semua pelanggan, dan untuk terus memenuhi komitmen etika kita *Audit dilaksanakan oleh perusahaan SGS untuk keperluan Ethic Intelligence.

2 Pendahuluan Di Sofrecom, kita berkomitmen untuk menjaga agar semua perilaku mematuhi nilai-nilai yang berkaitan dengan merek Orange, terutama berkenaan dengan tanggung jawab. Mengijinkan atau melakukan praktek-praktek yang dapat merusak integritas serta nama baik kita, akan merusak pertumbuhan jangka panjang, dan akan membahayakan tindakan-tindakan kita baik saat ini maupun di kemudian hari. Kita wajib membuang jauh-jauh praktek-praktek tersebut. Para karyawan Sofrecom kadang-kadang menemukan dirinya berada di dalam situasi rancu, dimana pilihan etika sangat tidak selalu jelas. Pedoman praktek yang baik ini dimaksudkan untuk membantu kita semua agar dapat melakukan tindakan dengan penuh integritas dan dapat membuat pilihan yang benar. Pedoman ini menyajikan standar prinsip-prinsip tindakan dan perilaku kita, dan pedoman ini juga memberikan contoh-contoh situasi ambigu atau rancu sehingga kita mampu memberikan tanggapan dengan lebih baik pada saat menghadapi pilihan-pilihan yang sulit. Kita semua harus membaca Pedoman ini, memahaminya secara menyeluruh baik yang tersurat maupun tersirat, baik makna maupun semangat yang terkandung di dalamnya, dan melakukan apapun yang dianggap perlu untuk selalu mematuhinya. Dalam semua keadaan dimana dilema etika dapat muncul dalam situasi dan lingkungan pekerjaan, selalu tanyakan kepada kepada diri sendiri pertanyaan- pertanyaan sebagai berikut: Akankah saya merahasiakan sesuatu atau menyembunyikannya dari keluarga saya, atasan saya, dan media? Apakah saya sedang berusaha membujuk diri sendiri bahwa apa yang sedang saya lakukan ini adalah hal yang benar? Apakah yang akan saya lakukan ini dapat menimbulkan kerugian terhadap Grup? Apakah hanya saya yang akan memperoleh keuntungan atau manfaat dari hal ini? Apabila ternyata Saudara menjawab 'ya' terhadap salah satu dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, apa yang sedang Saudara pertimbangkan untuk dilakukan tersebut mungkin bertentangan dengan praktek-praktek baik kita. Jangan Saudara lakukan, atau paling tidak mintalah saran atau nasihat dari atasan Saudara atau Penasihat Etika atau Ethics Advisor Saudara: Abdessamad Bouzoubaa.

3 Prinsip-prinsip Sofrecom Terhadap Pelanggan Kita Kesuksesan kita dibangun atas mutu dan peningkatan pelayanan yang kita serahkan, dengan disertai kepuasan para Pelanggan. Itulah sebabnya mengapa Karyawan tidak boleh melakukan perilaku apapun yang tidak menghormati aturan bisnis, atau tidak boleh melakukan pemalsuan, penggelapan, atau manipulasi apapun terhadap angka-angka dan perhitungan-perhitungan. Terhadap Pemegang Saham Kita Kepercayaan para Pemegang Saham kita akan meningkat sejalan dengan upaya kita dalam rangka mencapai sasaran pertumbuhan keuntungan dari hasil investasi oleh para pemegang saham. Kita berupaya sebaik mungkin untuk selalu memberikan informasi yang bermanfaat, jelas, relevan dan dapat diandalkan kepada para pemegang saham. Kita menitikberatkan pada kepatuhan secara ketat terhadap ketentuan peraturan perundangan yang berlaku serta prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Terhadap Karyawan Kita Kita sangat meyakini kesetiaan, integritas, motivasi serta inisiatif dan rasa tanggung jawab Karyawan kita. Kita berupaya sebaik mungkin untuk memberikan kepada para karyawan, suatu lingkungan kerja yang sehat dan aman, dan untuk mendorong pengembangan mutu profesional para karyawan dan tanggung jawab individual para karyawan. Tim-tim kita mencerminkan keanekaragaman budaya dan ketrampilan serta keahlian mereka. Kita tidak mentolerir segala bentuk diskriminasi. Kita wajib memastikan adanya mekanisme yang memungkinkan Karyawan untuk memberitahu adanya pelanggaran atau penggelapan atau penipuan yang keberadaannya mungkin diketahui oleh karyawan, serta penanganan yang tepat, tuntas, dan menyeluruh terhadap masalah tersebut. Terhadap Pemasok dan Mitra Kita Kita telah mengembangkan hubungan berdasarkan kepercayaan dan kesetiaan dengan para Pemasok dan Rekanan/Mitra kita, sehingga Pelanggan kita dapat menikmati mutu pelayanan terbaik. Kita mengharapkan agar seluruh Pemasok dan Rekanan/Mitra juga memiliki dan menghormati prinsip-prinsip etika tersebut. Terhadap Pesaing Kita Kita berusaha sebaik mungkin untuk melampaui para Pesaing kita dengan menggunakan cara-cara yang jujur dan sah berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undanganyang berlaku, dan berdasarkan mutu pelayanan yang kita sediakan. Terhadap Lingkungan di Negara Tempat Kita Beroperasi Kita menghormati lingkungan hidup dan budaya semua negara tempat kita melakukan kegiatan usaha dengan cara mendirikan seta membangun sarana dan prasarana lokal berupa anak

4 perusahaan atau cabang, atau melalui tindakan-tindakan pra-penjualan atau pelaksanaan proyekroyek / misi-misi tertentu. Kita wajib menghormati dan mematuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, dan kita berharap agar para Karyawan kita senantiasa menghormati dan mematuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku tersebut. Kita wajib menjaga hubungan yang etis dengan Pemerintah maupun dengan pihak berwenang baik dalam sektor administratif maupun perpajakan. Kita wajib menolak semua dan segala bentuk korupsi. Sebagai contoh, termasuk tindakan korupsi dalam kaitannya dengan pemenangan tender, pengurusan pemeriksaan pajak, atau pengelolaan serta pengurusan proses-proses administratif.

5 Perilaku Non-etis: Kasus-kasus Nyata Memproses Informasi Rahasia Dalam melaksanakan pekerjaannya, Karyawan terkadang mendapatkan informasi non-publik milik Grup atau milik Sofrecom, yakni informasi pribadi atau rahasia yang diberikan kepada kita oleh para Pelanggan, Pemasok dan Karyawan Sofrecom. Informasi ini termasuk, namun tidak terbatas pada, informasi mengenai para Pelanggan Sofrecom atau Pelanggan kita sendiri dan pelaksanaan atau pengakhiran kontrak; pengembangan produk dan strategi-strategi pemasaran; harga-harga penjualan; proses-proses dan temuan-temuan teknis; hasil-hasil atau keuangan atau pendapatan yang belum dipublikasikan; perubahan-perubahan kepemilikan saham pada Dewan Direksi France Telecom dan anak perusahaannya, serta segala informasi mengenai pelaksanaan atau pengakhiran kontrak, pengabungan atau merger, pengambilalihan atau akuisisi, serta penjualan dan pembubaran suatu anak perusahaan. Dalam hal ini, Karyawan secara tegas dilarang untuk menggunakan informasi yang demikian untuk keperluan berikut ini: - Memberi nasihat kepada pihak ketiga di dalam maupun di luar Perusahaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan operasi atau tindakan-tindakan tertentu di bursa saham sebelum publikasi informasi tersebut. - Memberitahukan hal tersebut kepada pihak ketiga untuk alasan apapun dengan cara mengirim file atau arsip Pelanggan, kode-kode aktivasi, prosedur-prosedur atau metodemetode operasi, atau dengan cara melaukan penyebaran data yang sifatnya sensitif. Tanpa Perlindungan terhadap Aset Grup Baik sebagai administrator ataupun karyawan, kita semua wajib memastikan agar semua proyekproyek dan pengetahuan teknis khusus (know-how) milik Grup tetap terlindungi, yakni bahwa hak kekayaan intelektual Grup wajib dihormati dan bahwa sumber daya milik Grup dipergunakan dengan baik dan benar. Oleh karena itu, perilaku atau tindaka semena-mena terhadap suatu harta berwujud (tempat atau bangunan, peralatan dll.) dan aset atau harta tidak berwujud, secara tegas sangat dilarang. Misalnya, Karyawan dilarang melakukan ataupun membantu dilakukannya tindakan pencurian, penggelapan atau penipuan, perusakan, sabotase, dll. Kesewenang-wenangan terhadap Pernyataan Publik atau Perilaku Publik Semua Karyawan wajib menunjukkan kesetiaan, integritas, sikap jujur dan adil serta rasa tanggung jawab: setiap Karyawan setiap saat mewakili nama baik atau citra merek dan Grup di luar Perusahaan. Contohnya, jenis-jenis perilaku berikut yang dilarang: - Menghina penawaran-penawaran atau produk-produk lain; - Menghina seseorang atau suatu perusahaan penyedia jasa/pelayanan lain; - Segala perilaku yang dapat merusak nama baik atau citra Grup dan bertentangan dengan peraturan Grup, yakni yang berkaitan dengan negara tuan rumah, penduduk dan institusinya: perkataan dan perilaku yang bersifat rasis, penggunaan dan peredaran/penjualan obat-obat terlarang, penyalahgunaan minuman keras, segala tindakan atau perbuatan yang disebut pariwisata seksual, dll. Tidak Menghormati Peraturan Perundang-undangan Semua Karyawan harus menghormati peraturan perundangan setempat/lokal maupun nasional, apapun bentuknya di seluruh dunia. Tidak satupun ketentuan pada Pedoman Praktek Etika yang Baik ini dapat ditafsirkan atau diinterpretasikan sebagai suatu upaya mendoron atau imbauan untuk

6 melakukan pelanggaram suatu ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di manapun, baik dalam bidang perdagangan/komersial, ketenagakerjaan, layanan publik, atau di bidang-bidang hukum lainnya. Tidak Menghormati Individu Karyawan harus menghormati setiap orang atau individu dan hak perlindungan terhadap kehidupan pribadi setiap orang, dimanapun Karyawan berada di seluruh dunia. Oleh karena itu, Karyawan harus menolak segala bentuk diskriminasi dan perilaku-perilaku semacam ini: - Pelecehan moral atau pelecehan seksual; - Segala bentuk perilaku yang meyinggung atau menghina, bersifat rasis atau kasar; - Perilaku yang mengganggu dan mencampuri urusan orang lain atau dalam lingkup pribadi; - Perilaku yang bersifat sewenang-wenang dan meremehkan atau merendahkan; - Perilaku diskriminatif, misalnya yang didasarkan pada jenis kelamin, yang nyata-nyata atau diduga berdasarkan golongan suatu warna kulit atau ras, bangsa, atau kelompok etnis tertentu, orientasi seksual, kesehatan, kehamilan atau agama. Konflik Kepentingan Konflik terjadi apabila perspektif kepentingan pribadi, keluarga atau manfaat/keuntungan keuangan, atau keuntungan lainnya, mendorong Karyawan untuk bertindak bertentangan dengan kepentingan bagi Grup. Konflik kepentingan juga dapat dipahami sebagai fakta penerimaan atau penawaran hadiah-hadiah yang berlebihan atau tidak pantas, dalam bentuk uang tunai, natura atau non tunai, potongan harga atau diskon, barang atau jamuan/hiburan yang dapat mempengaruhi atau sebagai kompensasi terhadap keputusan-keputusan profesional. Contoh berikut adalah termasuk jenis-jenis perilaku yang dilarang: - Mempengaruhi keputusan, atau mengijinkan atau membiarkan dipengaruhinya keputusan tentang para Pemasok, Pelanggan atau Rekanan/Kontraktor lainnya; - Menerima hadiah yang nilainya tidak wajar yang berkaitan dengan penandatanganan atau perpanjangan kontrak, atau hubungan bisnis secara keseluruhan; - Bersedia atau menerima untuk turut serta dalam suatu seminar untuk pekerjaan dan liburan yang diselenggarakan oleh pemasok yang tidak memiliki manfaat tertentu bagi Perusahaan; - Memberikan keuntungan khusus dari suatu hubungan pribadi. Persaingan Tidak Jujur Karyawan dilarang menggunakan cara-cara apapun yang tidak sah untuk mencari informasi mengenai para Pesaingnya. Karyawan dilarang untuk melakukan suatu tindakan atau perbuatan dengan cara apapun yang dapat menyebabkan kegagalan para Pesaing dalam memenuhi kewajibannya, dan dilarang melakukan upaya apapun yang dapat memerikan keuntungan yang tidak semestinya kepada Perusahaan. Oleh karenanya, berikut ini adalah praktek-praktek yang harus dihindari termasuk diantaranya: - Menuruti atau patuh pada tekanan yang sifatnya menghalangi atau menghambat persaingan bebas; - Membantu Pemasok atau Pelanggan untuk mendapatkan keuntungan dari informasi yang bersifat rahasia; - Menerima atau memberi suap, baik secara langsung maupun melalui perantara; - Mendasarkan keputusan-keputusan bisnis dari ada-tidaknya hubungan pribadi; - Menggunakan informasi yang diungkapkan oleh seorang atau suatu perusahaan Pesaing dengan cara-cara yang tidak sah dalam rangka mendapatkan keuntungan bisnis yang tidak sebagaimana mestinya.

7 Prosedur Pemberian Peringatan Apabila seorang Karyawan Sofrecom dihadapkan pada suatu keputusan yang berpotensi atau diduga dapat menyebabkan suatu tindakan atau perbuatan yang bertentangan dengan Pedoman Praktek Etika ini, atau jika karyawan tersebut memiliki alasan-alasan yang masuk akal sehingga merasa yakin bahwa ada orang lain yang tidak menghormati atau memeatuhi Pedoman ini, maka karyawan tersebut harus melaporkan hal ini kepada atasannya. Dengan alasan-alasan yang dapat dipahami, seseorang mungkin akan merasa enggan untuk membahas langsung permasalahan tersebut dengan atasan atau manajernya sendiri atau dengan Departemen Sumber Daya Manusia. Dalam hal demikian, karyawan yang bersangkutan memiliki pilihan untuk menggunakan sistem peringatan (alert system). Penggunaan sistem peringatan ini bersifat opsional. Jadi meskipun tidak menggunakan sistem ini, maka bukanlah suatu pelanggaran. Ruang Lingkup Sistem peringatan menitikberatkan pada pelanggaran-pelanggaran serta penggelapan-penggelapan yang muncul pertama dan terbesar terkait dengan keuangan/akunting, kendali internal dan audit, korupsi atau persaingan yang jujur. Apabila insiden serius dilaporkan berada di luar ruang lingkup ini, maka peringatan harus disampaikan secepatnya kepada manajer bersangkutan (misal administrasi, finance/keuangan, sumber daya manusia, dll.). Bagaimana sistem ini dapat mulai diproses/dilakukan? Laporan dapat dikirimkan melalui surat elektronik ke: Semua laporan yang diserahkan dengan itikad baik akan dijamin kerahasiaannya, dan pengirim laporan tersebut dilindungi dari segala akibat yang bersifat negatif. Perlindungan terhadap Orang Ketika Menangani Peringatan Siapa pun karyawan yang memberikan peringatan sesuai dengan prosedur yang diuraikan berikut ini akan dilindungi sepenuhnya terhadap segala ancaman, diskriminasi dan tindakan berbahaya kecuali si pelapor tersebut dengan sepengetahuannya atau secara sengaja telah mengubah atau memutarbalikkan informasi tersebut. Semua orang yang terkena dampak dari laporan yang dibuat

8 dengan menggunakan sistem peringatan ini, harus diberi kesempatan untuk melihat dan mengakses informasi tersebut dan memiliki hak untuk memperbaiki atau membela diri. Karyawan yang menyalahgunakan dan memanfaatkan sistem peringatan ini tidak semestinya, dapat dikenakan tindakan disipliner, bahkan dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Namun sebaliknya, apabila sistem ini digunakan dengan itikad baik, tidak ada suatu tindakan apapun akan diambil terhadap staf pelapor tersebut, bahkan apabila laporannya terbukti kurang tepat atau tidak beralasan, atau apabila suatu keputusan dibuat untuk tidak menindaklanjuti laporan tersebut. Sofrecom menjamin perlindungan selamanya bagai semua personil atau pegawai yang melaporkan terjadinya pelanggaran etika. Manajemen Peringatan Kerahasiaan pesan elektronik secara menyeluruh dijamin untuk melindungi pengirim peringatan dari tindakan balas dendam. Namun demikian, para pelapor diminta untuk mengidentifikasi atau memperkenalkan diri mereka sendiri agar memastikan sistem ini digunakan dengan penuh tanggung jawab dan sebagaimana mestinya, untuk menghindari tuduhan yang bersifat memfitnah, dan untuk memungkinkan dilakukannya tindaklanjut peringatan secara lebih baik dengan meminta pengirim untuk memberikan informasi tambahan.

Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku

Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku April 1, 2013 Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku Sulzer 1/12 Sulzer berkomitmen dan mewajibkan para karyawannya untuk menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan

Lebih terperinci

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Pernyataan Prinsip: Setiap orang berhak mendapatkan perlakuan hormat di tempat kerja 3M. Dihormati berarti diperlakukan secara jujur dan profesional dengan

Lebih terperinci

01. KODE ETIK UNTUK KARYAWAN. (Revisi 2, sesuai dengan persetujuan dalam Rapat Dewan Direksi No 1/2014, 12 Januari 2014)

01. KODE ETIK UNTUK KARYAWAN. (Revisi 2, sesuai dengan persetujuan dalam Rapat Dewan Direksi No 1/2014, 12 Januari 2014) 01. KODE ETIK UNTUK KARYAWAN (Revisi 2, sesuai dengan persetujuan dalam Rapat Dewan Direksi No 1/2014, 12 Januari 2014) Kode Etik ini berlaku untuk semua Karyawan Indorama Ventures PCL dan anak perusahaan

Lebih terperinci

Kebijakan Integritas Bisnis

Kebijakan Integritas Bisnis Kebijakan Integritas Bisnis Pendahuluan Integritas dan akuntabilitas merupakan nilainilai inti bagi Anglo American. Memperoleh dan terus mengutamakan kepercayaan adalah hal mendasar bagi kesuksesan bisnis

Lebih terperinci

Prinsip-prinsip pertanggung Jawaban Kita

Prinsip-prinsip pertanggung Jawaban Kita Prinsip-prinsip pertanggung Jawaban Kita Prinsip-prinsip pertanggung Jawaban Kita Pesan dari Direktur Jean-Pascal Tricoire, Ketua Dewan Direksi dan CEO Perusahaan kita seringkali berinteraksi dengan para

Lebih terperinci

Grup Generali Kode Etik

Grup Generali Kode Etik Grup Generali Kode Etik Pesan dari CEO Grup Rekan-Rekan Sejawat yang Terhormat, Grup kita dengan bangga menduduki posisi teratas dalam pasar asuransi dunia berkat nilainilai pokok kita yang mencakup kualitas,

Lebih terperinci

Kode Etik. .1 "Yang Harus Dilakukan"

Kode Etik. .1 Yang Harus Dilakukan Kode Etik Kode Etik Dokumen ini berisi "Kode Etik" yang harus dipatuhi oleh para Direktur, Auditor, Manajer, karyawan Pirelli Group, serta secara umum siapa saja yang bekerja di Italia dan di luar negeri

Lebih terperinci

Pedoman Etika Bisnis

Pedoman Etika Bisnis Pedoman Etika Bisnis Tinjauan umum kebijakan dan pengarahan Group yang mendasar yang memandu hubungan kita dengan satu sama lain dan dengan para pemangku kepentingan. Rincian lebih lanjut dan peraturan

Lebih terperinci

Program "Integritas Premium" Program Kepatuhan Antikorupsi

Program Integritas Premium Program Kepatuhan Antikorupsi Program "Integritas Premium" Program Kepatuhan Antikorupsi Tanggal publikasi: Oktober 2013 Daftar Isi Indeks 1 Pendekatan Pirelli untuk memerangi korupsi...4 2 Konteks regulasi...6 3 Program "Integritas

Lebih terperinci

Komitmen kami kepada integritas dan tanggung jawab. Kode Etik Syngenta

Komitmen kami kepada integritas dan tanggung jawab. Kode Etik Syngenta Komitmen kami kepada integritas dan tanggung jawab Kode Etik Syngenta Komitmen kami kepada integritas dan tanggung jawab Kode Etik Syngenta Daftar Isi Pesan Gabungan dari Ketua dan CEO.....................................2

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Chairman Mario Moretti Polegato

PENDAHULUAN. Chairman Mario Moretti Polegato RESPIRA Codice Etico Code of Ethics Code Éthique Código Ético 道 德 准 则 Kode Etik Bộ Quy Tắc Đạo Đức Кодекс профессиональной этики Etički kodeks İş Ahlakı Kuralları የስነ-ምግባር ደንብ PENDAHULUAN Dengan bangga

Lebih terperinci

Prinsip-Prinsip Panduan Kita

Prinsip-Prinsip Panduan Kita Prinsip-Prinsip Panduan Kita Kode Etik Cargill Kebijakan yang selalu menjadi dasar dalam menjalankan usaha kita adalah kata-kata kita sebaik janji kita. John MacMillan, Sr., 1923 Pengantar Pesan dari Pimpinan

Lebih terperinci

Standar Perilaku Bisnis Kita. Menang dengan cara yang benar

Standar Perilaku Bisnis Kita. Menang dengan cara yang benar Standar Perilaku Bisnis Kita Menang dengan cara yang benar Daftar isi 3 Nilai-nilai HP 3 Prinsip inti 3 Sifat dan perilaku pemimpin 6 Pesan dari Meg Whitman 7 Pesan dari Ashley Watson 8 Menggunakan Standar

Lebih terperinci

Kebijakan Anti Korupsi di Seluruh Dunia

Kebijakan Anti Korupsi di Seluruh Dunia Kebijakan Anti Korupsi di Seluruh Dunia I. TUJUAN Undang-undang sebagian besar negara di dunia menetapkan bahwa membayar atau menawarkan pembayaran atau bahkan menerima suap, kickback atau pun bentuk pembayaran

Lebih terperinci

12. KEBIJAKAN ATAS MITRA DAGANG DAN KREDITUR

12. KEBIJAKAN ATAS MITRA DAGANG DAN KREDITUR IVL Indonesia 12. KEBIJAKAN ATAS MITRA DAGANG DAN KREDITUR 1. Mitra dagang dan Kebijakan Kreditur Indorama Ventures percaya bahwa dalam proses pengadaan barang dan jasa oleh mitra dagang dan hubungan dengan

Lebih terperinci

PEDOMAN ETIKA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN PARA SUPPLIER

PEDOMAN ETIKA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN PARA SUPPLIER PEDOMAN ETIKA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN PARA SUPPLIER 2 PALYJA GDF SUEZ - Pedoman Etika Dalam Berhubungan Dengan Supplier GDF SUEZ berjuang setiap saat dan di semua tempat untuk bertindak baik sesuai dengan

Lebih terperinci

Tahap Konsultasi untuk Mekanisme Akuntabilitas

Tahap Konsultasi untuk Mekanisme Akuntabilitas Tahap Konsultasi untuk Mekanisme Akuntabilitas Mendengarkan Masyarakat yang Terkena Dampak Proyek-Proyek Bantuan ADB Apa yang dimaksud dengan Mekanisme Akuntabilitas ADB? Pada bulan Mei 2003, Asian Development

Lebih terperinci

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI Kebijakan Kepatuhan Global Desember 2012 Freeport-McMoRan Copper & Gold PENDAHULUAN Tujuan Tujuan dari Kebijakan Anti-Korupsi ( Kebijakan ) ini adalah untuk membantu memastikan kepatuhan oleh Freeport-McMoRan

Lebih terperinci

BAIK BAIK HASIL YANG CARA YANG

BAIK BAIK HASIL YANG CARA YANG HASIL YANG BAIK CARA YANG BAIK Peraturan Perilaku Januari 2013 Salam dari CEO Para kolega ADM yang saya cintai, Sebagai salah satu perusahaan agrikultur terbesar di dunia, ADM melayani kebutuhan global

Lebih terperinci

Tata Laku Bisnis cgg.com

Tata Laku Bisnis cgg.com Tata Laku Bisnis cgg.com Sepatah Kata dari CEO Letter from the CEO Rekan yang Terhormat: Nilai yang kuat merupakan landasan dari semua keputusan yang baik. Pernyataan ini memiliki nilai kebenaran dan

Lebih terperinci

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas:

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas: PRINSIP ESSILOR Setiap karyawan Essilor dalam kehidupan professionalnya ikut serta bertanggung jawab untuk menjaga reputasi Essilor. Sehingga kita harus mengetahui dan menghormati seluruh prinsip yang

Lebih terperinci

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang:

Lebih terperinci

KODE ETIK BISNIS Nilai Tindakan Kami

KODE ETIK BISNIS Nilai Tindakan Kami KODE ETIK BISNIS Nilai Tindakan Kami KODE ETIK BISNIS GRUP SIME DARBY Di Sime Darby, kesuksesan Anda tidak hanya diukur dengan hasil yang Anda raih, tetapi juga bagaimana cara Anda meraihnya. Bertindak

Lebih terperinci

Kode Etik Perilaku Bisnis

Kode Etik Perilaku Bisnis Kode Etik Perilaku Bisnis Rekan-rekan Karyawan yang Terhormat: Setiap hari, keputusan dan tindakan kita membantu membentuk reputasi perusahaan dan keberhasilan di masa depan. Ini semua tergantung masing-masing

Lebih terperinci

Pesan Direktur Utama. Rekan-rekan BTPN,

Pesan Direktur Utama. Rekan-rekan BTPN, Pesan Direktur Utama Rekan-rekan BTPN, Bisnis perbankan hidup dan tumbuh dengan basis kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, manajemen yang profesional dan tata kelola perusahaan

Lebih terperinci

PIAGAM UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BAGI PARA SUPPLIER DAN KONTRAKTOR ALSTOM

PIAGAM UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BAGI PARA SUPPLIER DAN KONTRAKTOR ALSTOM 01/01/2014 PIAGAM UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BAGI PARA SUPPLIER DAN KONTRAKTOR ALSTOM PENDAHULUAN Pembangunan berkelanjutan adalah bagian penggerak bagi strategi Alstom. Ini berarti bahwa Alstom sungguhsungguh

Lebih terperinci

Kode Etik Perilaku DuPont. Memastikan Masa Depan yang Berkelanjutan

Kode Etik Perilaku DuPont. Memastikan Masa Depan yang Berkelanjutan Kode Etik Perilaku DuPont Memastikan Masa Depan yang Berkelanjutan MENERAPKAN NILAI-NILAI DASAR KITA Januari 2015 Sambutan dari CEO Yang Terhormat: Rekan-rekan di DuPont, Selama lebih dari dua abad, kita

Lebih terperinci

Cara Kerja Kita. Praktik Usaha BT. Bulan Oktober 2013. Halaman 1

Cara Kerja Kita. Praktik Usaha BT. Bulan Oktober 2013. Halaman 1 Cara Kerja Kita Praktik Usaha BT Bulan Oktober 2013 Halaman 1 Cara Kerja Kita: Praktik Usaha Kita Nilai-Nilai Kita: Cara Kerja Kita menjabarkan praktik usaha dan nilai-nilai kita perilaku yang kita harapkan

Lebih terperinci

Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Bisnis. 1 Pendahuluan 2 Komitmen 3 Pelaksanaan 4 Tata Kelola

Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Bisnis. 1 Pendahuluan 2 Komitmen 3 Pelaksanaan 4 Tata Kelola Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Bisnis 1 Pendahuluan 2 Komitmen 3 Pelaksanaan 4 Tata Kelola BP 2013 Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Bisnis 1. Pendahuluan Kami mengirimkan energi kepada dunia.

Lebih terperinci

Pedoman Perilaku Bisnis

Pedoman Perilaku Bisnis Pedoman Perilaku Bisnis Bertindak dengan Penuh Integritas di Seluruh Dunia Yang Sebenarnya Cara yang BENAR Bertindak dengan penuh integritas. Bersikap jujur. Mematuhi hukum. Mematuhi Pedoman. Bertanggung

Lebih terperinci

etik perilaku komitmen tanggung jawab integritas kode prinsip kepercayaan dan prinsip pilihan kewajiban

etik perilaku komitmen tanggung jawab integritas kode prinsip kepercayaan dan prinsip pilihan kewajiban integritas komitmen kepercayaan kewajiban etik dan prinsip kode perilaku integritas itu penting: setiap keputusan, setiap hari prinsip tanggung jawab pilihan 841044 b 01/14 Daftar isi Pesan dari President

Lebih terperinci

Pedoman Perilaku Bisnis Monsanto

Pedoman Perilaku Bisnis Monsanto Pedoman Perilaku Bisnis Monsanto Pesan dari Chairman dan CEO, Hugh Grant Rekan Monsanto yang terhormat, Di Monsanto, visi kita untuk lebih produktif, lebih lestari, dan hidup lebih baik di seluruh dunia

Lebih terperinci

SYARAT-SYARAT LAYANAN

SYARAT-SYARAT LAYANAN Berlaku Sejak 25 Maret 2015 TUJUAN LAYANAN Talk Fusion menyediakan Layanan Komunikasi Video/Video Communication Services ( Perangkat Lunak dan Layanan ) bernama Talk Fusion bagi pengguna. Kecuali jika

Lebih terperinci

April 2015. Pedoman Etika dan Perilaku Bisnis

April 2015. Pedoman Etika dan Perilaku Bisnis April 2015 Pedoman Etika dan Perilaku Bisnis Daftar Isi Komitmen kita terhadap integritas 4 Pesan dari Chief Executive Officer kita 4 Filosofi dan nilai bisnis kita 5 Pedoman Etika dan Perilaku Bisnis

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

SYARAT DAN KETENTUANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT: SYARAT & KETENTUAN INFOSEKITAR (WEBSITE DAN APLIKASI) ADALAH LAYANAN ONLINE YANG DIMILIKI DAN DIOPERASIKAN OLEH GALAKSI KOMPUTER YAITU APLIKASI YANG MENYEDIAKAN INFORMASI PROMO DISKON/POTONGAN HARGA UNTUK

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Badan Usaha Milik Negara merupakan

Lebih terperinci

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS PERNYATAAN DAN PRINSIP KEBIJAKAN Sesuai dengan Undang-undang Intelijen Keuangan dan Anti Pencucian Uang 2002 (FIAMLA 2002), Undang-undang Pencegahan Korupsi 2002

Lebih terperinci

10. KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA

10. KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA 10. KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA Kebijakan Hak Asasi Manusia Sebagai salah satu perusahaan global yang beroperasi di lebih 15 negara di empat benua, Indorama Ventures Public Company Limited (IVL) sangat

Lebih terperinci

PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU. Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang

PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU. Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) merupakan bagian dari pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) PT Sarana

Lebih terperinci

PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT. PT Jasa Marga (Persero) Tbk

PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT. PT Jasa Marga (Persero) Tbk PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT 2011 0 Daftar Isi Bab I. 2 PENDAHULUAN 2 Latar Belakang 2 Landasan Penyusunan Code of Conduct... 3 Visi dan Misi Perusahaan... 3 Tata Nilai Perusahaan... 3 Maksud,

Lebih terperinci

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Umum Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan), yang dalam Pedoman ini disebut BADAN, adalah badan hukum publik yang dibentuk dengan

Lebih terperinci

Surat dari Direktur Utama dan Pejabat Eksekutif Tertinggi

Surat dari Direktur Utama dan Pejabat Eksekutif Tertinggi Pedoman Perilaku 2 Surat dari Direktur dan Pejabat Eksekutif Tertinggi Rekan-rekan kerja yang kami hormati: Dresser-Rand ( Pedoman ) berisi gabungan berbagai nilai dan standar perilaku yang membuat Dresser-Rand

Lebih terperinci

Mata kuliah - Administrasi Bisnis

Mata kuliah - Administrasi Bisnis EtikaBisnisdanTanggungjawab Sosial-1 Mata kuliah - Administrasi Bisnis 1. Menjelaskan tanggung jawab perusahaan terhadap : a. Pelanggan b. Pekerja c. Kreditor d. Komunitas disekitar lingkungan usaha 2.

Lebih terperinci

Prosedur dan Kebijakan Hukum Persaingan Usaha

Prosedur dan Kebijakan Hukum Persaingan Usaha Prosedur dan Kebijakan Hukum Persaingan Usaha Tujuan dan Aplikasi Pedoman Perilaku Bisnis menyatakan, CEVA berkomitmen untuk usaha bebas dan persaingan yang sehat. Sebagai perusahaan rantai pasokan global,

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Tata Laku Bisnis Internasional

Tata Laku Bisnis Internasional Tata Laku Bisnis Internasional Etika, Integritas, Kepercayaan Prinsip Kita dalam Pekerjaan Memimpin dengan menjadi teladan melalui Tata Laku Bisnis kita yang kuat sangat penting bagi kesuksesan kita. Orang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pedoman SAI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pedoman SAI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pedoman SAI Universitas Galuh merupakan suatu organisasi profesional yang bergerak di dunia pendidikan. Di Indonesia status perguruan tinggi dikelompokan pada Perguruan

Lebih terperinci

MENETAPKAN STANDAR. KODE ETIK dan Perilaku Bisnis. Diperbarui Juni 2014

MENETAPKAN STANDAR. KODE ETIK dan Perilaku Bisnis. Diperbarui Juni 2014 KAMI MELAKUKAN APA YANG BENAR KAMI MENGHORMATI ORANG LAIN KAMI BEKERJA DENGAN KEUNGGULAN Diperbarui Juni 2014 MENETAPKAN STANDAR KODE ETIK dan Perilaku Bisnis Menetapkan Standar Diperbarui Juni 2014 Lockheed

Lebih terperinci

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas)

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) LAMPIRAN 6 PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) Pihak Pertama Nama: Perwakilan yang Berwenang: Rincian Kontak: Pihak Kedua Nama:

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PRINSIP PRIVASI UNILEVER

PRINSIP PRIVASI UNILEVER PRINSIP PRIVASI UNILEVER Unilever menerapkan kebijakan tentang privasi secara khusus. Lima prinsip berikut melandasi pendekatan kami dalam menghormati privasi Anda. 1. Kami menghargai kepercayaan yang

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, LAMPIRAN II: Draft VIII Tgl.17-02-2005 Tgl.25-1-2005 RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

ECD Watch. Panduan OECD. untuk Perusahaan Multi Nasional. alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab

ECD Watch. Panduan OECD. untuk Perusahaan Multi Nasional. alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab ECD Watch Panduan OECD untuk Perusahaan Multi Nasional alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab Tentang Panduan OECD untuk perusahaan Multi nasional Panduan OECD untuk Perusahaan Multi

Lebih terperinci

KODE ETIK USAHA (ETIKA - KORDSA GLOBAL)

KODE ETIK USAHA (ETIKA - KORDSA GLOBAL) KODE ETIK USAHA (ETIKA - KORDSA GLOBAL) Version : 2 Approved By : Kordsa Global Board of Directors Approval date : 15 September 2009 MOHON DIPERHATIKAN: Buku kecil ini merangkum kebijakan penting, standar

Lebih terperinci

PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER

PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER Kami meyakini bahwa bisnis hanya dapat berkembang dalam masyarakat yang melindungi dan menghormati hak asasi manusia. Kami sadar bahwa bisnis memiliki tanggung

Lebih terperinci

PANDUAN "Etika dalam Praktek"

PANDUAN Etika dalam Praktek PANDUAN "Etika dalam Praktek" PANDUAN "Etika dalam Praktek" KOMITMEN ETIKA YANG TINGGI 4 Praktek-Praktek Pelaksanaan Etika yang Menyatukan di semua Tingkat 6 BAGAIMANA MENGKOMUNIKASIKAN MASALAH ETIKA

Lebih terperinci

PIAGAM AUDIT INTERNAL. PT GOLDEN EAGLE ENERGY Tbk. diatur dalam Peraturan Nomor IX-I. 7, Surat Ketua Badan

PIAGAM AUDIT INTERNAL. PT GOLDEN EAGLE ENERGY Tbk. diatur dalam Peraturan Nomor IX-I. 7, Surat Ketua Badan PIAGAM AUDIT INTERNAL PT GOLDEN EAGLE ENERGY Tbk 1. PENDAHUlUAN Mengacu Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan diatur dalam Peraturan Nomor IX-I. 7, Surat Ketua Badan Pasar Modal Lembaga Keuangan No. KEP-496!BL!2008

Lebih terperinci

Apa yang seharusnya dilaporkan dengan menggunakan prosedur Angkat Bicara! ini?

Apa yang seharusnya dilaporkan dengan menggunakan prosedur Angkat Bicara! ini? Tanya jawab tentang pelapran Mengapa AkzNbel mengntrak EthicsPint? Apa peran EthicsPint? Apa yang seharusnya dilaprkan dengan menggunakan prsedur Angkat Bicara! ini? Bagaimana jika hal ini merupakan kndisi

Lebih terperinci

KODE ETIK INILAH TANGGUNG JAWAB KITA

KODE ETIK INILAH TANGGUNG JAWAB KITA KODE ETIK INILAH TANGGUNG JAWAB KITA 2 PENDAHULUAN Visi kita 6 Nilai-nilai inti kita 6 Mengapa kita menganut kode ini 8 Speak Up (Angkat Bicara) 9 1 DI TEMPAT KERJA KITA 1.1 Kita meyakini syarat dan ketentuan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Code of Conduct dari Grup Voith

Code of Conduct dari Grup Voith Code of Conduct dari Grup Voith Daftar Isi Kata Sambutan oleh Direksi Pelaksana: 3 Bertindak dengan Kepatuhan kepada Nilai-Nilai Voith 1. Kata pengantar dan pernyataan dari pihak prinsipal 4 2. Kerja sama

Lebih terperinci

PERATURAN DISIPLIN MAHASISWA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA

PERATURAN DISIPLIN MAHASISWA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA PERATURAN DISIPLIN MAHASISWA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA Peraturan Rektor Universitas 17 Agusutus 1945 Samarinda Nomor : 85/SK/2013 Tentang Peraturan Disiplin Mahasiswa Bismillahirahmanirrahim

Lebih terperinci

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 7 Bagian Kedua KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK II.1. Kebijakan GCG ANTARA ANTARA

Lebih terperinci

STANDAR INTERNASIONAL PRAKTIK PROFESIONAL AUDIT INTERNAL (STANDAR)

STANDAR INTERNASIONAL PRAKTIK PROFESIONAL AUDIT INTERNAL (STANDAR) STANDAR INTERNASIONAL PRAKTIK PROFESIONAL AUDIT INTERNAL (STANDAR) Direvisi: Oktober 2012 Halaman 1 DAFTAR ISI PENDAHULUAN... 4 STANDAR ATRIBUT... 7 1000 - Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung Jawab... 7 1010

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PEDOMAN PRINSIP-PRINSIP SUKARELA MENGENAI KEAMANAN dan HAK ASASI MANUSIA

PEDOMAN PRINSIP-PRINSIP SUKARELA MENGENAI KEAMANAN dan HAK ASASI MANUSIA PEDOMAN PRINSIP-PRINSIP SUKARELA MENGENAI KEAMANAN dan HAK ASASI MANUSIA untuk pertanyaan atau saran, silakan hubungi: HumanRightsComplianceOfficer@fmi.com Semmy_Yapsawaki@fmi.com, Telp: (0901) 40 4983

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan perekonomian nasional bertujuan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999

UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999 UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999

Lebih terperinci

Buku Petunjuk Kepatuhan Anti-Korupsi

Buku Petunjuk Kepatuhan Anti-Korupsi Buku Petunjuk Kepatuhan Anti-Korupsi Terdepan dengan Integritas Program Kepatuhan Global Universal Program Kepatuhan Global Universal akan memastikan bahwa perilaku kita memperlihatkan integritas, sesuai

Lebih terperinci

Perjanjian BlackBerry ID

Perjanjian BlackBerry ID Perjanjian BlackBerry ID Perjanjian BlackBerry ID atau "Perjanjian" merupakan suatu perjanjian hukum antara Research In Motion Limited, atau anak perusahaannya atau afiliasinya sebagaimana tertera dalam

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional

Lebih terperinci

Total Quality Purchasing

Total Quality Purchasing Total Quality Purchasing Diadaptasi dari Total quality management, a How-to Program For The High- Performance Business, Alexander Hamilton Institute Dalam Manajemen Mutu Total, pembelian memainkan peran

Lebih terperinci

PI HAK YAN G M EM I LI KI HUBUN GAN I STI M EW A

PI HAK YAN G M EM I LI KI HUBUN GAN I STI M EW A Pihak yang Memiliki Hubungan Istimewa SA Se k si 3 3 4 PI HAK YAN G M EM I LI KI HUBUN GAN I STI M EW A Sumber: PSA No. 34 PEN DAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan tentang prosedur yang harus dipertimbangkan

Lebih terperinci

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia)

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) Syarat dan ketentuan pembelian barang ini akan mencakup semua barang dan jasa yang disediakan oleh PT. SCHOTT IGAR GLASS

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 423 /BL/2007 TENTANG PERNYATAAN

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2006-2010 Sambutan Ketua BPK Pengelolaan keuangan negara merupakan suatu kegiatan yang akan mempengaruhi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan bangsa

Lebih terperinci

Melaksanakan nilai-nilai kita. Pedoman Perilaku Kita. Pedoman Perilaku Kita 1

Melaksanakan nilai-nilai kita. Pedoman Perilaku Kita. Pedoman Perilaku Kita 1 Melaksanakan nilai-nilai kita Pedoman Perilaku Kita Pedoman Perilaku Kita 1 Ikrar GSK Menempatkan nilai-nilai kita pada setiap inti keputusan yang kita ambil Bersama-sama kita membangun sebuah perusahaan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. DASAR HUKUM

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. DASAR HUKUM BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Board Manual adalah petunjuk tatalaksana kerja Direksi dan Dewan Komisaris yang menjelaskan tahapan aktivitas secara terstruktur, sistematis, mudah dipahami dan dapat

Lebih terperinci

NILAI DAN STANDAR MERCK

NILAI DAN STANDAR MERCK Be well NILAI DAN SANDAR MERCK DASAR KEBERHASILAN KIA ata ertib Edisi III BANUAN LAIN Sumber Daya untuk Karyawan Supervisor atau Manajer Mulailah dengan berkonsultasi kepada orang yang paling memahami

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 11/POJK.05/2014 TENTANG PEMERIKSAAN LANGSUNG LEMBAGA JASA KEUANGAN NON-BANK

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 11/POJK.05/2014 TENTANG PEMERIKSAAN LANGSUNG LEMBAGA JASA KEUANGAN NON-BANK OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 11/POJK.05/2014 TENTANG PEMERIKSAAN LANGSUNG LEMBAGA JASA KEUANGAN NON-BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN

Lebih terperinci

PSN 307 2006. Pedoman Standardisasi Nasional

PSN 307 2006. Pedoman Standardisasi Nasional Pedoman Standardisasi Nasional Penilaian kesesuaian - Pedoman bagi lembaga sertifikasi untuk melakukan tindakan koreksi terhadap penyalahgunaan tanda kesesuaian atau terhadap produk bertanda kesesuaian

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : PER 01 /MBU/2011 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : PER 01 /MBU/2011 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA NOMOR : PER 01 /MBU/2011 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE) PADA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA, Menimbang

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP-183/BL/2009 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2004 TENTANG PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2004 TENTANG PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2004 TENTANG PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2004 TENTANG PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2004 TENTANG PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2004 TENTANG PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID

KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID UNTUK MENDAPATKAN AKUN BLACKBERRY ID, SERTA DAPAT MENGAKSES LAYANAN YANG MENSYARATKAN ANDA UNTUK MEMILIKI AKUN BLACKBERRY ID, ANDA HARUS (1) MENYELESAIKAN PROSES

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA 1. Penilaian terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola yang baik Lembaga Pembiayaan Ekspor

Lebih terperinci

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL Hensi Margaretta, MBA. 1 POKOK BAHASAN Etika bisnis Tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungannnya: Pelanggan Karyawan Pemegang saham Kreditor Lingkungannya Komunitasnya

Lebih terperinci

Nota Kesepahaman. antara. Pemerintah Republik Indonesia. dan. Gerakan Aceh Merdeka

Nota Kesepahaman. antara. Pemerintah Republik Indonesia. dan. Gerakan Aceh Merdeka Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menegaskan komitmen mereka untuk penyelesaian konflik Aceh secara

Lebih terperinci

RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT

RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT SA Seksi 312 RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT Sumber: PSA No. 25 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan bagi auditor dalam mempertimbangkan risiko dan materialitas pada saat perencanaan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

Penjelasan atas UU Nomor 11 Tahun 1992 P E N J E L A S A N A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1992 TENTANG DANA PENSIUN

Penjelasan atas UU Nomor 11 Tahun 1992 P E N J E L A S A N A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1992 TENTANG DANA PENSIUN P E N J E L A S A N A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1992 TENTANG DANA PENSIUN U M U M Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional yang pada hakekatnya merupakan pembangunan manusia

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep - 150 / Men / 2000 TENTANG

MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep - 150 / Men / 2000 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep - 150 / Men / 2000 TENTANG PENYELESAIAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DAN PENETAPAN UANG PESANGON, UANG

Lebih terperinci

LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM. Untuk

LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM. Untuk LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM Untuk IKUT SERTA DALAM LELANG DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN. Perjanjian Konsorsium untuk Pelaksanaan Pekerjaan 18 ( PERJANJIAN KONSORSIUM ) ini dibuat dan ditandatangani pada

Lebih terperinci

MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA

MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : PER - 01/1VIBU/01/2015 TENTANG PEDOMAN PENANGANAN BENTURAN KEPENTINGAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci