PENGALAMAN PENYELENGGARAAN MAKANAN UNTUK ATLET THERESIA SEDYANTI U

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGALAMAN PENYELENGGARAAN MAKANAN UNTUK ATLET THERESIA SEDYANTI U"

Transkripsi

1 PENGALAMAN PENYELENGGARAAN MAKANAN UNTUK ATLET THERESIA SEDYANTI U

2

3 DUKUNGAN ILMU PENGETAHUAN DASAR UU NO 3 TH 2005 PS 27 AY 3 TENTANG SKN

4

5 Gizi Olahraga - Pendidika n - Penyediaa n - Penilaian (Teori Bloom)

6 GIZI DAN PEMBINAAN PRESTASI Edukasi Pengelolaan Kebiasaan Makan Bakat Pengelolaan Makan Atlet Penyediaan Makanan Ketrampilan Tehnik Prestasi Kondisi Kesehatan Fisik & Mental Istirahat Status Kesehatan Status Gizi Bawaan ISTIRAHAT Motivasi Juara

7 TUGAS DAN FUNGSI GIZI OLAHRAGA Merencanakan, melaksanakan, mengawasi, mengevaluasi dalam proses penyelenggaraan atlet selama peiode pemusatan latihan dan pertandingan. Monitoring status gizi atlet (antropometri, hidrasi, konsumsi, dan daya terima) Memberikan konseling dan pendidikan Membuat kajian dan penelitian Merupakan tim pendukung bersama dengan dokter, psikolog, fisioterapi, masseur

8 Berkembangnya ilmu pengetahuan berdampak pada kajian mengenai gizi olahraga

9 MENTAL MUSCLE Jumlah asupan karbohidrat mempengaruhi mental performance. Pada asupan rendah karbohidrat timbul perasaan cemas, mudah tersinggung, tegang dan sikap pemurung.

10 MENTAL MUSCLE Auburn University yg melakukan penelitian mengenai asupan karbo pada 3 kelompok atlet Atlet pada kelompok rendah karbo cenderung merasa letih, tegang dan mudah marah Banyak penelitan menunjukkan karbo memiliki efek positif pada keadaan mental atlet Dalam kenyataannya, karbo dalam jumlah yg cukup merupakan natural mood elevator

11 Pisang memiliki kandungan nutrisi lengkap Selain berkarbo tinggi, pisang mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh Mengandung karbo komplex yg mudah diserap oleh tubuh PISANG Potasium yg ada di pisang membantu melindungi otot dari keram FAKTA MENARIK..

12 Ruang Lingkup Pengelolaan Makanan Atlet Pengaturan Gizi / Makanan Masa persiapan umum Dalam situasi khusus Masa kompetisi Masa pemulihan / istirahat Penyediaan Makanan Atlit Penyediaan pada pesta olahraga Penyediaan pada pemusatanlatihan Cara, persyaratan, perencanaan, pelaksanaan Monitoring & Evaluasi Penilaian & Intervensi

13 Pengaturan Makan Pada Atlet Menyesuaikan dengan program latihan Masa persiapan umum Masa pada situasi khusus Masa kompetisi: sebelum, saat, setelah tanding Masa pemulihan Menyesuaikan dengan ketersediaan bahan makanan Pemanfaatan makanan lokal Penggunaan daftar bahan makanan penukar Menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran

14 Tujuan Pengaturan Makan Atlet Dalam Pembinaan Prestasi Menyediakan makanan yang memenuhi energi, zat gizi makro, mikro, cairan sesuai aktivitas tubuh, program latihan, jenis olahraga. Menaggulangi kasus khusus/situasi khusus selama dalam masa pembinaan prestasi yang berkaitan dengan gizi. Memberikan konsultasi dan pendidikan gizi secara formal atau informal. Monitoring dan evaluasi terhadap status gizi konsumen atlet dan pelaksanaan penyelenggaraan makanan atlet.

15 MAKANAN PADA SITUASI KHUSUS Saat latihan intensif Dalam perjalanan (traveling) Menjalani puasa Tujuan : Memperbaiki/ memelihara status gizi, kesehatan dalam menghadapi situasi khusus selama periode latihan dengan tata cara sesuai periodisasi Menyediakan makanan yang memenuhi gizi seimbang sesuai situasi yang dihadapi, memenuhi citarasa. Membiasakan atlet mengkonsumsi makanan dengan benar sesuai situasi yang dihadapi serta memelihara kesehatan di masa datang Anjuran Kebutuhan zat gizi terpenuhi sesuai situasi Ada pengaturan pemilihan jenis makanan yang dianjurkan / dilarang Memenuhi syarat kebersihan sehingga aman dikonsumsi Perlu kerjasama tim.

16 Penataan Gizi Latihan Intensif Meningkatkan cadangan energi Meningkatkan massa otot Menurunkan lemak tubuh Mempercepat pemulihan Mengatur berat badan

17 MAKANAN PADA SAAT LATIHAN INTENSIF Bila terlalu lelah, makan makanan cair tinggi karbohidrat (sustagen) Makan soup dengan kaldu, makanan berkuah yang segar untuk pembangkit selera Lakukan timbang badan secara rutin untuk memantau atlet terlalu lelah atau tidak Timbang badan sebelum dan sesudah latihan berat berguna untuk memantau status hidrasi Suplemen yang dapat membantu dimetil glisene, gama amino asin, multi vitamin dan mineral kompleks, bee pollen

18 Kunci Keberhasilan Perencanaan yang matang Pelajari kebiasaan makan atlet Kontak penyedia makanan Sediakan makan dan minum selama dalam perjalanan Sesuaikan dengan kebutuhan Hindari kebosanan dan dehidrasi Waspadai hygiene makanan dan minuman Bawa makanan/suplemen yang sudah biasa Selektif dalam memilih menu sewaktu makan di restoran.

19 Gizi Pada Masa Puasa Ada dalam pemusatan latihan jangka panjang Ada penurunan intensitas dan perubahan waktu latihan Penyesuaian kebutuhan kalori Penyesuaian waktu makan

20 MAKANAN DALAM MASA KOMPETISI Tujuan: Memberi makanan dan cairan yang cukup untuk memenuhi energi, zat gizi, cairan agar cadangan glikogen tetap terpelihara Prinsip Cukup energi sesuai kebutuhan Makanan lebih banyak KH kompleks untuk meningkatkan cadangan glikogen, perlu memperhatikan: cadangan glikogen otot: jml konsumsi, jenis, banyaknya pengosongan glikogen, adanya zat gizi lain Makanan rendah lemak Mengurangi serat, makanan bergas dan merangsang Minum yang cukup Mengatur waktu and jenis makanan yang dikonsumsi Makanan dikenal dan terbiasa

21

22 TUJUAN PENYEDIAAN MAKAN PESTA OLAHRAGA Tersedianya makanan yang aman, hygienis, memenuhi kebutuhan gizi dan dapat diterima baik rasa dan penampilan oleh peserta selama Pesta Olahraga Berlangsung

23 PENYEDIAAN MAKANAN ATLET Pemusatan latihan Peserta Homogen, lebih sedikit Berlangsung lama Cara2: - Swa kelola - Diborongkan - Termasuk akomodasi Tujuan : menyediakan makan sesuai program latihan atlet Pesta Olahraga Peserta heterogen; umum, cabor lebih banyak Berlangsung singkat Cara2: - diborongkan - termasuk akomodasi - kombinasi Tujuan : menyediakan makan pada masa kompetisi Ruang Lingkup Persyaratan Umum dan Khusus dalam penyediaan makan Perencanaan menu & bahan makanan Penghitungan kalori untuk penyediaan makan Kebutuhan bahan makanan Kebutuhan peralatan Pelaksanaan Pengadaan & Penyimpanan Pemasakan Distribusi Monitoring dan Evaluasi

24 PERSIAPAN PENYELENGGARAAN MAKAN PADA PEMUSATAN LATIHAN Tentukan sistem penyediaan: Swakelola Diborongkan ke catering Termasuk akomodasi Kebutuhan kalori ehari berdasarkan BB rata-rata Jabarkan kebutuhan bahan dasar makan sehari Alokasi dana : Program latihan & aktivitas harian, cara penyajian/distribusi Susun pola hidangan sehari Susun menu

25 HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN Diborongkan: Ikuti ketentuan persyaratan catering Perhatikan jumlah tenaga catering maksimal 200/hari untuk 3x makan Perhatikan jarak dapur dengan tempat penyajian Ada kejenuhan dalam masa kontrak Atur syarat kontrak secara detail; bila ada kasus/masa khusus

26 HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN Swa Kelola: - mendekati kebiasaan makan atlet - lebih fleksibel dalam perubahan - biaya dapat ditekan - Bila dimonopoli - Bila perilaku akan atlet salah - Pendanaan dari instansi pemerintah pemerintah sulit Syarat: - tersedia sarana dapur, peralatan masak dan makan - Memenuhi syarat keamanan - Dapat dilakukan dalam jumlah kecil

27

28 Hal-hal yang mungkin ditemukan: Tingkat kelelahan Stress berpengaruh terhadap kebiasaan makan Penggunaan suplemen Kejenuhan dan bosan Naik/turunkan BB sesuai strategi Adanya kebiasaan/kepercayaan terhadap makanan tertentu untuk meningkatkan prestasi

29 ASPEK YAG BERPENGARUH Ciri peserta yang dilayani Sasaran atlet, official, wasit dan petugas Keragaman cabor: klasifikasi (cabang ringan-berat), fase pertandingan Umur bervariasi Kebutuhan dan komposisi zat gizi Kebutuhan dengan indek yang ditetapkan Perbandingan zat gizi Pembagian waktu makan Pemilihan bahan makanan dan masakan Biaya Ketersediaan di pasar Variasi dari peserta Kemudahan pemasakan Penempatan atlet dan jenis penyelenggaraan makan yang disepakati, penempatan dikelompokkan berdasarkan cabang olahraga dan kontingen Jumlah yang dilayani

30 JENIS PENYELENGGARAAN MAKAN PADA PESTA OLAHRAGA Penempatan di Hotel Termasuk dalam pelayanan akomodasi Penyajian lebih menarik Hygiene dan sanitasi terjamin Tepat waktu Porsi terbatas Tenggang waktu makan terbatas Keterbatasan dalam penyediaan meal box Penempatan di Wisma dan Home Stay Penyajian sederhana Perlu ruang makan khusus bila peserta terpusat dalam satu lokasi Ketepatan waktu makan terganggu bila dapur jauh Porsi fleksibel Penyediaan meal box mudah

31 PERAN GIZI DALAM PENYELENGGARAAN MAKAN 1. Perencanaan Perencanaan menu Persyaratan jasaboga Penyamaan persepsi dalam pemilihan bahan makanan dan pemasakan 2. Pengawasan dan engendalian pelaksanaan penyediaan makanan 3. Konseling gizi bilamana diperlukan

32 MENGAPA GIZI PERLU PERENCANAAN? Perencanaan menu Terkait dalam kebutuhan gizi pada fase pertandingan Dalam penentuan porsi dan menu hidangan Kualifikasi bahan makanan Adanya kebutuhan-kebutuhan khusus pada cabor tertentu Penentuan persyaratan Mutu, kuantitas dan keamanan makanan Sistem pendistribusian dan penyajian Waktu makan dan pengaturan meal box Permintaan khusus Penyamaan persepsi Diperlukan untuk pengendalian mutu Dalam pengawasan mengacu pada persyaratan Koordinasi yang baik Menghindari pembengkakan biaya

33 PERTIMBANGAN MENYUSUN MENU 1. Biaya: perhitungan dari kebutuhan gizi rata-rata pada fase pertandingan 2. Ketersediaan bahan makanan dalam jumlah, banyak dan proses pemasakan 3. Pola makan dan kebiasaan makan 4. Jumlah yang dilayani : distribusi penempatan 5. Penyajian: Porsi dan cara penghidangan

34 HAL YANG PERLU DIANTISIPASI Waktu pelaksanaan pembukaan dan penutupan acara Pesta Olahraga Penempatan atlet Permintaan khusus dari cabor Kebersihan lingkungan dan tempat makan Jarak tempat pemasakan dan tempat makan Tindakan pengamanan

35 PERSYARATAN YANG DIPERLUKAN UMUM 1. Biaya per orang per hari 2. Besaran kalori dan zat gizi 3. Pola penghidangan 4. Batas maksimal porsi/jasa boga 5. Sistem penyajian KHUSUS 1. Tenaga pelayanan dan penanggung jawab 2. Persediaanbahan makanan 3. Peralatan makan dan ruang makan 4. Pesanan pelayanan khusus (diest dan meal box) 5. Penyediaan air minum

36 PENILAIAN STATUS GIZI Pemeriksaan Klinis untuk mengetahui ada/tidaknya tanda klinis kekurangan/kelebihan zat gizi Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar zat tertentu dalam darah/serum yang berhubungan dengan zat gizi, contoh; Hb, profil lipid, dll Pengukuran antropometri Pengukuran berat badan, tinggi badan, komponen lemak, lingkaran/panjang bagian anggota tubuh Penghitungan konsumsi makanan

37 PERMASALAHAN, TANTANGAN DAN PELUANG Sumber Daya Manusia Masalah Organisasi dan Koordinasi Masalah Kegiatan, belum prioritas Masalah Faktor Pendukung Tantangan Semakin meningkatnya kesadaran kesadaran masyarakat untuk berolahraga Persaingan dengan tenaga profesi asing Penerapan dan Pemanfaatan IPTEK Olahraga Kerjasama institusi

38 INDIKATOR KEBERHASILAN INPUT - SDM - Pembiayaan - Penyediaan - Manajemen OUTPUT - Cakupan sasaran yag dilatih - Sarana Olahraga Minimal DAMPAK - Perilaku makan sehat

39 Pengalaman adalah proses pembelajaran yang terindah dan kenangan yang mengesankan.

40 Riwayat di Pembinaan Olahraga Ahli gizi kontingen DKI Jaya Sea Games, Asian Games Ahli gizi di PB (Bulu Tangkis, Sepak Bola, Balap Sepeda, Angkat Besi, Bina Raga, Judo, Senam, PPKORI, PKO) Ahli gizi dalam penyelenggaraan PON dan Sea Games di Indonesia

41

Jakarta, Maret 2013 Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, DR. Sudibyo Alimoeso, MA

Jakarta, Maret 2013 Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, DR. Sudibyo Alimoeso, MA 1 SAMBUTAN Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan SDM seutuhnya dimana untuk mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas harus dimulai sejak usia dini. Berbagai studi menunjukkan bahwa periode

Lebih terperinci

Pangan untuk Indonesia

Pangan untuk Indonesia Pangan untuk Indonesia Tantangan Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin ketahanan pangan bagi penduduknya. Indikator ketahanan pangan juga menggambarkan kondisi yang cukup baik. Akan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KONDISI FISIK ATLET PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN OLAHRAGA PELAJAR (PPLP) DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. Ruslan

MENINGKATKAN KONDISI FISIK ATLET PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN OLAHRAGA PELAJAR (PPLP) DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. Ruslan Ruslan, Meningkatkan Kondisi Fisik Atlet Pusat Pendidikan Dan Latihan Olahraga Pelajar 45 MENINGKATKAN KONDISI FISIK ATLET PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN OLAHRAGA PELAJAR (PPLP) DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Lebih terperinci

DAFTAR ISI Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined.

DAFTAR ISI Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI Materi inti 1. PEDOMAN PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA DI PUSKESMAS... 2 Materi inti 2. JEJARING KERJA SAMA DALAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR)... 23 Materi Inti 3 TUMBUH KEMBANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2009 TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2009 TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2009 TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa hakikat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Profil kondisi fisik adalah keadaan atau potensi dan gambaran dalam diri

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Profil kondisi fisik adalah keadaan atau potensi dan gambaran dalam diri BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Profil kondisi fisik adalah keadaan atau potensi dan gambaran dalam diri seseorang. Keadaan atau gambaran seseorang dalam berfikir dengan cepat dan tepat dengan

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PEMINATAN PESERTA DIDIK

PEMINATAN PESERTA DIDIK PEMINATAN PESERTA DIDIK KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PUSAT PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIK 2013 i

Lebih terperinci

Undang Undang No. 23 Tahun 1997 Tentang : Pengelolaan Lingkungan Hidup

Undang Undang No. 23 Tahun 1997 Tentang : Pengelolaan Lingkungan Hidup Undang Undang No. 23 Tahun 1997 Tentang : Pengelolaan Lingkungan Hidup Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 23 TAHUN 1997 (23/1997) Tanggal : 19 SEPTEMBER 1997 (JAKARTA) Sumber : LN 1997/68; TLN

Lebih terperinci

Rancangan 5 September 2011 RENCANA PENGEMBANGAN TENAGA KESEHATAN TAHUN 2011 2025

Rancangan 5 September 2011 RENCANA PENGEMBANGAN TENAGA KESEHATAN TAHUN 2011 2025 Rancangan 5 September 2011 RENCANA PENGEMBANGAN TENAGA KESEHATAN TAHUN 2011 2025 JAKARTA, 2011 DAFTAR ISI Sambutan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat...... Sambutan Menteri Dalam Negeri...

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG SUNGAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG SUNGAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG SUNGAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka konservasi sungai, pengembangan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH GIZI KURANG. DISUSUN OLEH Ns. Nurhayati, S.Kep

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH GIZI KURANG. DISUSUN OLEH Ns. Nurhayati, S.Kep ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH GIZI KURANG DISUSUN OLEH Ns. Nurhayati, S.Kep PRODI DIII KEPERAWATAN RSIJ-FKK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA 2010 Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Lebih terperinci

Pedoman Surveilans Penyakit Hewan Tingkat Dasar

Pedoman Surveilans Penyakit Hewan Tingkat Dasar Pedoman Surveilans Penyakit Hewan Tingkat Dasar Dr Angus Cameron Pedoman Surveilans Penyakit Hewan Tingkat Dasar Angus Cameron 2011, Uni Afrika, Biro Inter-Afrika untuk Sumber Daya Hewan ISBN 1 00000 000

Lebih terperinci

Asisten Peneliti: Aini Aqsa Arafah, SP Yuli Fitriyani, SP Aris Zaenal Muttaqin, SP

Asisten Peneliti: Aini Aqsa Arafah, SP Yuli Fitriyani, SP Aris Zaenal Muttaqin, SP Peneliti: DR. Drajat Martianto, MSi DR. Hadi Riyadi, MS DR. Dwi Hastuti, MSc Prof. Dr. Mien Ratu Oedjoe Ir. Edi Djoko Sulistijo, MP Ir. Ahmad Saleh, MP Asisten Peneliti: Aini Aqsa Arafah, SP Yuli Fitriyani,

Lebih terperinci

VI. PENGELOLAAN PESERTA DIDIK. A. Pengertian. B. Rekrutmen Peserta Didik. 1. Pendaftaran. 2. Syarat-syarat Pendaftaran

VI. PENGELOLAAN PESERTA DIDIK. A. Pengertian. B. Rekrutmen Peserta Didik. 1. Pendaftaran. 2. Syarat-syarat Pendaftaran VI. PENGELOLAAN PESERTA DIDIK A. Pengertian Dalam hal ini pengelolaan peserta didik menurut Hendayat Soetopo dan Wasty Soemanto (1982) adalah merupakan suatu penataan atau pengaturan segala aktivitas yang

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2006-2010 Sambutan Ketua BPK Pengelolaan keuangan negara merupakan suatu kegiatan yang akan mempengaruhi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan bangsa

Lebih terperinci

GAMBARAN KEMISKINAN DAN ACTION PLAN PENANGANANNYA

GAMBARAN KEMISKINAN DAN ACTION PLAN PENANGANANNYA GAMBARAN KEMISKINAN DAN ACTION PLAN PENANGANANNYA Oleh: Makmun 1 Abstraksi Dalam rangka penanggulangan masalah kemiskinan diperlukan adanya penanganan secara sungguh-sungguh. Seiring dengan dinamika masyarakat

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG TATA LAKSANA PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG TATA LAKSANA PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, S A L I N A N PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG TATA LAKSANA PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa air merupakan salah satu

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. A. Tinjauan tentang Standar Proses

BAB II KAJIAN TEORI. A. Tinjauan tentang Standar Proses 17 BAB II KAJIAN TEORI A. Tinjauan tentang Standar Proses Standar proses pendidikan berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran yang berarti dalam standar proses pembelajaran berlangsung. Penyusunan standar

Lebih terperinci

UU PERLINDUNGAN KONSUMEN UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

UU PERLINDUNGAN KONSUMEN UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk

Lebih terperinci

I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko dari masing-masing pilar tersebut diuraikan sebagai berikut:

I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko dari masing-masing pilar tersebut diuraikan sebagai berikut: I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. September 2012. Tim Penyusun. Pedoman Perencanaan Program Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan

KATA PENGANTAR. September 2012. Tim Penyusun. Pedoman Perencanaan Program Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan Versi 8 Sept 12 KATA PENGANTAR Sasaran pembangunan pangan dan gizi dalam RPJMN 2010-2014 dan RAN-PG 2011-2015 adalah menurunkan prevalensi kekurangan gizi pada balita, termasuk stunting. Beberapa program

Lebih terperinci