Diklat Penjenjangann. Auditor Utama. Auditor Madya. Auditor Muda. Diklat Pembentukann. Auditor Ahli. Auditor

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Diklat Penjenjangann. Auditor Utama. Auditor Madya. Auditor Muda. Diklat Pembentukann. Auditor Ahli. Auditor"

Transkripsi

1 Diklat Penjenjangann Auditor Utama Auditor Madya Auditor Muda Diklat Pembentukann Auditor Ahli Auditor Terampil

2 KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA PUSAT PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN DAN KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGAWASAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR KEP-82/JF/1/2014 NOMOR KEP-168/DL/2/2014 TENTANG KURIKULUM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL AUDITOR KEPALA PUSAT PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN DAN KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGAWASAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 30 Peraturan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor PER-1274/K/JF/2010 tentang Pendidikan Pelatihan, dan Sertifikasi Auditor Aparat Pengawasan Intern Pemerintah, perlu menetapkan Keputusan Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Auditor dan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan tentang Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Auditor; Mengingat : 1. Keputusan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor Kep /K/2001 tentang Organisai dan Tata Kerja Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan; 2. Peraturan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor PER-211/K/JF/2010 tentang Standar Auditor; 3. Peraturan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor PER-1274/K/JF/2010 tentang Pendidikan Pelatihan, dan Sertifikasi Auditor APIP; 4. Keputusan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor KEP-403/K/SU/2011

3 2 tentang Pengangkatan dan Mutasi Pejabat Struktural di Lingkungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan; 5. Keputusan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor KEP-35/K/SU/2014 tentang Pengangkatan dan Mutasi Pejabat Struktural di Lingkungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERTAMA : Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional Auditor. KEDUA KETIGA KEEMPAT : : : Kurikulum Diklat Fungsional Auditor sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini. Ketentuan lebih lanjut atas penyelenggaran diklat sesuai dengan Kurikulum Diklat Fungsional Auditor ini, diatur oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 3 Maret 2014 KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGAWASAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN, KEPALA PUSAT PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN, NURDIN SIDIK WIYOTO

4 3 LAMPIRAN KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA PUSAT PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN DAN KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGAWASAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR KEP-82/JF/1/2014 NOMOR KEP-168/DL/2/2014 TENTANG KURIKULUM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL AUDITOR BAB I PENDAHULUAN Perubahan lingkungan pengawasan yang dinamis baik dari aspek pengembangan profesi maupun kebutuhan stakeholders akan jasa kegiatan pengawasan intern telah mempengaruhi tuntutan akan peran APIP yang efektif. Perkembangan teknologi, perubahan lingkungan pemerintahan dan perubahan ketentuan memberikan konsekuensi terhadap peran dan fungsi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang perlu didukung dengan SDM yang semakin kompeten. Peran dan fungsi APIP dalam rangka membantu manajemen untuk mencapai tujuan organisasi tidak sekedar memberikan jaminan (assurance activities) melalui kegiatan audit, reviu, evaluasi, dan pemantauan, namun APIP juga dituntut memberikan layanan konsultansi (consulting activities) antara lain melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis. Untuk melaksanakan peran tersebut, diperlukan Auditor yang profesional. Oleh karena itu, Auditor perlu dibekali dengan kompetensi yang memadai mengenai konsep-konsep penyelenggaraan pemerintahan yang baik, standar maupun kode etik kegiatan pengawasan serta praktek-praktek yang berlaku umum (best practices) mengenai pelaksanaan kegiatan pengawasan. Auditor diharapkan

5 4 mampu memberikan layanan assurance dan consulting sesuai standar, mampu memberikan perbaikan kehematan, efisiensi dan efektivitas atas tata kelola, pengelolaan risiko dan pengendalian organisasi auditi. Pasal 51 PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah mengatur bahwa pelaksanaan audit intern di lingkungan instansi pemerintah dilaksanakan oleh pejabat yang mempunyai tugas melaksanakan pengawasan yang telah memenuhi syarat kompetensi keahlian sebagai Auditor. Ketentuan tersebut menghendaki bahwa untuk memenuhi syarat kompetensi keahlian diperlukan keikutsertaan dan kelulusan program sertifikasi. Auditor disesuaikan dengan tanggung jawab jabatan yang diembannya. Semakin tinggi jabatan memerlukan kompetensi yang lebih tinggi. Auditor dengan jabatan yang lebih tinggi diharapkan lebih memiliki kompetensi untuk melaksanakan peran consulting, serta peran membantu manajemen unit APIP mengelola kegiatan APIP. Sebaliknya Auditor dengan jabatan yang lebih rendah diharapkan memiliki kompetensi teknis atas pelaksanaan kegiatan yang bersifat assurance. teknis pengawasan merupakan kompetensi yang terkait dengan persyaratan untuk dapat melaksanakan penugasan pengawasan sesuai dengan jenjang jabatannya. yang harus dimiliki oleh Auditor meliputi 7 (tujuh) bidang kompetensi yang mencakup : 1) Bidang Manajemen Risiko, Pengendalian Intern, dan Tata Kelola Sektor Publik, yaitu kompetensi Auditor yang terkait dengan pemahaman atas risiko, pengendalian, dan tata kelola sektor publik dan bagaimana ketiga unsur tersebut terkait dengan fungsi audit intern. 2) Bidang Strategi Pengawasan yaitu kompetensi Auditor terkait dengan bagaimana tujuan pengawasan dicapai secara efektif serta teknik dan metode pengawasan yang tepat untuk digunakan. 3) Bidang Pelaporan Hasil Pengawasan, yaitu kompetensi Auditor yang terkait dengan kegiatan pelaporan guna mengomunikasikan hasil pengawasan sehingga memungkinkan dilakukannya perbaikan/ peningkatan atas manajemen risiko, pengendalian intern, dan tata

6 5 kelola organisasi agar pengawasan benar-benar dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi. 4) Bidang Sikap Profesional merupakan kompetensi Auditor yang terkait dengan kemampuan untuk mengikuti perkembangan lingkungan dan proses bisnis organisasi, serta perkembangan profesi Auditor intern yang mempengaruhi pelaksanaan audit intern sesuai standar dan kode etik yang berlaku. 5) Bidang Komunikasi merupakan kompetensi Auditor yang terkait dengan kemampuan berkomunikasi secara jelas dan dapat dimengerti. 6) Bidang Lingkungan Pemerintahan merupakan kompetensi Auditor yang terkait dengan pemahaman atas faktorfaktor dan isu-isu terkait pemerintahan baik pusat maupun daerah yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pengawasan. 7) Bidang Manajemen Pengawasan merupakan kompetensi yang terkait dengan kemampuan dalam mengelola pengawasan sehingga tujuan pengawasan dapat tercapai. Auditor di atas dapat dipenuhi melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional Auditor yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian/keterampilan, dan sikap profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika agar dapat melaksanakan tugas tugas pengawasan secara profesional, efisien dan efektif serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan sehingga diharapkan sasaran diklat Auditor dapat tercapai yaitu terwujudnya Auditor yang: 1. Memiliki pengetahuan, keahlian/keterampilan, dan sikap profesional sesuai dengan Standar Auditor; 2. Mampu mengimplementasikan pengetahuan, keahlian/ keterampilan, dan sikap profesional yang dimiliki dalam pelaksanaan tugas tugas pengawasan secara efisien dan efektif; 3. Mampu memelihara dan mengembangkan pengetahuan, keahlian/keterampilan, dan sikap profesional secara berkelanjutan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pengawasan. Diklat Fungsional Auditor terdiri dari Diklat Pembentukan Auditor dan Diklat Penjenjangan Auditor.

7 6 Diklat Pembentukan Auditor terdiri: 1. Diklat Pembentukan Auditor Terampil; 2. Diklat Pembentukan Auditor Ahli; 3. Diklat Alih Jabatan Auditor Terampil ke Auditor Ahli. Diklat Penjenjangan Auditor terdiri: 1. Diklat Penjenjangan Auditor Muda; 2. Diklat Penjenjangan Auditor Madya; 3. Diklat Penjenjangan Auditor Utama. Untuk melaksanakan Diklat Fungsional Auditor diperlukan kurikulum diklat sebagai acuan dan pedoman agar tujuan dan sasaran diklat dapat tercapai. Kurikulum Diklat Fungsional Auditor memuat tujuan pembelajaran, mata ajar, kompetensi dasar, indikator keberhasilan, jumlah jam pelatihan, metode pembelajaran, dan metode evaluasi untuk masing-masing jenis diklat.

8 7 BAB II KURIKULUM DIKLAT PEMBENTUKAN AUDITOR Diklat Pembentukan Auditor adalah diklat dalam rangka sertifikasi untuk memenuhi kompetensi minimal untuk pengangkatan sebagai Auditor pemerintah. Diklat Pembentukan Auditor terdiri dari : 1) Diklat Pembentukan Auditor Terampil 2) Diklat Pembentukan Auditor Ahli Kurikulum Diklat Pembentukan Auditor adalah sebagai berikut: 1. Kurikulum Diklat Pembentukan Auditor Terampil 1) Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti diklat, peserta diklat mampu melaksanakan tugas-tugas audit intern yang memerlukan analisis dan pertimbangan profesional yang sederhana. 2) Mata Ajar : (1) Kode Etik dan Standar Audit Intern (KESAI) : Mampu menerapkan kode etik dan standar audit intern. : a. Memiliki pengetahuan mengenai standar audit, evaluasi, reviu, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain, serta standar-standar dan peraturan-peraturan lain yang terkait dengan kegiatan audit intern. b. Mampu bertindak secara konsisten sehingga terdapat satu kesatuan antara kata dan perbuatan. c. Memiliki keinginan yang kuat untuk mengembangkan kompetensinya melalui pengembangan profesional berkelanjutan. d. Mampu menjaga kerahasiaan suatu informasi yang diperoleh selama melaksanakan penugasan audit intern.

9 8 e. Mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan pengawasan. f. Mampu menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest) dan pengaruh pihak lain yang dapat menghalangi obyektivitas. (2) Manajemen Pemerintahan I : Mampu menjelaskan tata kelola sektor publik sesuai ketentuan yang berlaku : a. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip akuntabilitas sektor publik. b. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pengukuran kinerja. c. Memiliki pengetahuan mengenai sistem akuntansi keuangan pemerintah pusat/daerah. d. Memiliki pengetahuan mengenai kerangka kerja keuangan pemerintah pusat maupun daerah, seperti proses penganggaran, proses pengeluaran, proses reviu keuangan, manajemen kas, strategi investasi, dll. e. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pembiayaan, pengelolaan keuangan organisasi dan pelaporannya. f. Memiliki pengetahuan mengenai dampak dari audit intern terhadap tata kelola sektor publik. (3) Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern I : Mampu menjelaskan konsepsi manajemen risiko, pengendalian intern, dan tata kelola organisasi

10 9 : a. Memiliki pengetahuan mengenai risikorisiko utama organisasi dan risiko-risiko yang spesifik yang berhubungan dengan kegiatan operasional organisasi. b. Memiliki pengetahuan mengenai perilaku organisasi terhadap risiko. c. Memiliki pengetahuan mengenai pengendalian intern organisasi. d. Memiliki pengetahuan mengenai hubungan manajemen risiko dengan tata kelola organisasi. e. Memiliki pengetahuan mengenai hubungan antara audit intern dengan manajemen risiko. f. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip identifikasi, penilaian, dan pengelolaan atas risiko organisasi. g. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pemantauan atas efektivitas manajemen risiko, pengendalian intern, dan proses tata kelola organisasi. h. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip reviu atas efektivitas manajemen risiko, pengendalian intern, dan proses tata kelola organisasi. i. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip evaluasi atas efektivitas manajemen risiko, pengendalian intern, dan proses tata kelola organisasi. (4) Audit Intern : Mampu menjelaskan konsepsi pelaksanaan audit intern

11 10 : a. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip audit kinerja, audit atas aspek keuangan tertentu, audit untuk tujuan tertentu, dan audit khusus/ investigasi/berindikasi tindak pidana korupsi. b. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip kegiatan pengawasan lain, antara lain kegiatan sosialisasi mengenai pengawasan, pendidikan dan pelatihan pengawasan, pembimbingan dan konsultansi, pengelolaan hasil pengawasan, dan pemaparan hasil pengawasan. c. Memiliki pengetahuan mengenai praktik-praktik terbaik pelaksanaan audit, evaluasi, reviu, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain. d. Memiliki pengetahuan mengenai sistem teknologi informasi dalam melaksanakan kegiatan audit intern. e. Memiliki pengetahuan mengenai metode dan teknik audit, evaluasi, reviu, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain. (5) Praktik Audit Intern I : Mampu menyusun simpulan hasil audit intern/rekomendasi pada kertas kerja audit yang didukung oleh bukti yang cukup dan valid : a. Mampu melakukan metode dan teknik dalam kegiatan audit intern. b. Mampu mengumpulkan bahan dan merekapitulasi data dalam rangka

12 11 audit, evaluasi, pemantauan, dan reviu. c. Mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi secara kritis elemenelemen tata kelola organisasi. d. Mampu melakukan penilaian dan pengukuran atas akuntabilitas sektor publik. e. Mampu mengaplikasikan standar, kode etik, dan petunjuk pengawasan yang relevan. f. Mampu bekerja secara kolektif dalam tim kegiatan audit intern. g. Mampu melakukan penugasan audit intern dengan teliti, cermat, dan hatihati. h. Mampu melakukan reviu kinerja dan reviu atas tata kelola organisasi. i. Mampu menyusun simpulan hasil audit intern/rekomendasi pada kertas kerja audit yang didukung oleh bukti yang cukup dan valid dengan memperhitungkan nilai signifikan dan materialitasnya. 3) Lama Pelatihan : 135 jam pelatihan 4) Metode Pembelajaran : a. Ceramah, b. Tanya jawab, c. Diskusi, d. Praktek, e. Simulasi, f. Mandiri 5) Metode Evaluasi : a. Ujian Tertulis b. Simulasi c. Aktivitas di kelas d. Penilaian atasan

13 12 2. Kurikulum Diklat Pembentukan Auditor Ahli 1) Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti diklat, peserta diklat mampu melaksanakan tugas-tugas audit intern yang memerlukan analisis dan pertimbangan profesional yang tinggi. 2) Mata Ajar : (1) Kode Etik dan Standar Audit Intern (KESAI) : Mampu menerapkan kode etik dan standar audit intern. : a. Memiliki pengetahuan mengenai standar audit, evaluasi, reviu, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain, serta standar-standar dan peraturan-peraturan lain yang terkait dengan kegiatan pengawasan. b. Mampu bertindak secara konsisten sehingga terdapat satu kesatuan antara kata dan perbuatan. c. Memiliki keinginan yang kuat untuk mengembangkan kompetensinya melalui pengembangan profesional berkelanjutan. d. Mampu menjaga kerahasiaan suatu informasi yang diperoleh selama melaksanakan penugasan audit intern. e. Mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan pengawasan. f. Mampu menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest) dan pengaruh pihak lain yang dapat menghalangi obyektivitas.

14 13 (2) Komunikasi Audit Intern I : Mampu melakukan komunikasi dengan baik untuk perolehan informasi dan bukti dalam rangka audit intern : a. Memiliki pengetahuan mengenai teknik komunikasi dalam rangka perolehan bukti yang cukup dan valid. b. Mampu mengkomunikasikan maksud, ide, serta perasaan secara terbuka, jujur, dan langsung. c. Mampu berkomunikasi dengan baik termasuk melakukan interviu dengan staf pada semua level dalam organisasi yang diawasi guna memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai efektivitas manajemen risiko, pengendalian intern, dan proses tata kelola organisasi. (3) Manajemen Pemerintahan II : Mampu mengidentifikasi titik-titik kritis pada pelaksanaan tata kelola sektor publik sesuai ketentuan yang berlaku. : a. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip akuntabilitas sektor publik. b. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pengukuran kinerja. c. Memiliki pengetahuan mengenai sistem akuntansi keuangan pemerintah pusat/daerah. d. Memiliki pengetahuan mengenai kerangka kerja keuangan pemerintah pusat maupun daerah, seperti proses penganggaran, proses pengeluaran, proses reviu keuangan, manajemen kas,

15 14 strategi investasi, dll. e. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pembiayaan, pengelolaan keuangan organisasi dan pelaporannya. f. Memiliki pengetahuan mengenai dampak dari audit intern terhadap tata kelola sektor publik. g. Mengidentifikasi secara kritis elemenelemen tatakelola organisasi. (4) Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern II : Mampu mengidentifikasi titik-titik kritis pada pelaksanaan manajemen risiko, pengendalian intern, dan tata kelola organisasi. : a. Memiliki pengetahuan mengenai risikorisiko utama organisasi dan risiko-risiko yang spesifik yang berhubungan dengan kegiatan operasional organisasi. b. Memiliki pengetahuan mengenai perilaku organisasi terhadap risiko. c. Memiliki pengetahuan mengenai pengendalian intern organisasi. d. Memiliki pengetahuan mengenai hubungan manajemen risiko dengan tata kelola organisasi. e. Memiliki pengetahuan mengenai hubungan antara audit intern dengan manajemen risiko. f. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip identifikasi, penilaian, dan pengelolaan atas risiko organisasi. g. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pemantauan atas

16 15 efektivitas manajemen risiko, pengendalian intern, dan proses tata kelola organisasi. h. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip reviu atas efektivitas manajemen risiko, pengendalian intern, dan proses tata kelola organisasi. i. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip evaluasi atas efektivitas manajemen risiko, pengendalian intern, dan proses tata kelola organisasi. j. Mampu mengidentifikasi secara kritis elemen-elemen manajemen risiko dalam organisasi. (5) Audit Intern : Mampu menjelaskan konsepsi pelaksanaan audit intern : a. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip audit kinerja, audit atas aspek keuangan tertentu, audit untuk tujuan tertentu, dan audit khusus/ investigasi/berindikasi tindak pidana korupsi. b. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip kegiatan pengawasan lain, antara lain kegiatan sosialisasi mengenai pengawasan, pendidikan dan pelatihan pengawasan, pembimbingan dan konsultansi, pengelolaan hasil pengawasan, dan pemaparan hasil pengawasan. c. Memiliki pengetahuan mengenai praktik-praktik terbaik pelaksanaan audit, evaluasi, reviu, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain.

17 16 d. Memiliki pengetahuan mengenai sistem teknologi informasi dalam melaksanakan kegiatan audit intern. e. Memiliki pengetahuan mengenai metode dan teknik audit, evaluasi, reviu, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain. (6) Praktik Audit Intern II : Mampu menyusun simpulan hasil audit intern/rekomendasi pada kertas kerja audit yang didukung oleh bukti yang cukup dan valid : a. Mampu melakukan metode dan teknik dalam kegiatan audit intern. b. Mampu mengumpulkan bahan dan merekapitulasi data dalam rangka audit, evaluasi, pemantauan, dan reviu. c. Mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi secara kritis elemenelemen tata kelola organisasi. d. Mampu melakukan penilaian dan pengukuran atas akuntabilitas sektor publik. e. Mampu mengaplikasikan standar, kode etik, dan petunjuk audit intern yang relevan. f. Mampu bekerja secara kolektif dalam tim kegiatan audit intern. g. Mampu melakukan penugasan audit intern dengan teliti, cermat, dan hatihati. h. Mampu melakukan reviu kinerja dan reviu atas tata kelola organisasi. i. Mampu menyusun simpulan hasil audit intern/rekomendasi pada kertas kerja

18 17 audit yang didukung oleh bukti yang cukup dan valid dengan memperhitungkan nilai signifikan dan materialitasnya. 3) Lama Pelatihan : 180 jam pelatihan 4) Metode Pembelajaran : a. Ceramah, b. Tanya jawab, c. Diskusi, d. Praktek, e. Simulasi, f. Mandiri 5) Metode Evaluasi : a. Ujian Tertulis b. Simulasi c. Aktivitas di kelas d. Penilaian atasan

19 18 BAB III KURIKULUM DIKLAT PENJENJANGAN AUDITOR AHLI Diklat Penjenjangan Auditor Ahli adalah diklat dalam rangka sertifikasi untuk memenuhi kompetensi dalam jabatan Auditor Muda, Auditor Madya dan Auditor Utama. Diklat Penjenjangan Auditor Ahli terdiri dari : 1. Diklat Penjenjangan Auditor Muda. 2. Diklat Penjenjangan Auditor Madya. 3. Diklat Penjenjangan Auditor Utama Kurikulum Diklat Penjenjangan Auditor Ahli adalah sebagai berikut: 1. Kurikulum Diklat Penjenjangan Auditor Muda 1) Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti diklat, peserta diklat mampu memimpin pelaksanaan tugastugas audit intern sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2) Mata Ajar : (1) Kepemimpinan : Mampu memiliki jiwa kepemimpinan yang melayani (servant leadership). : a) Mampu menggali dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi tim dan mendiskusikan solusinya. b) Mampu bersikap adil dan tidak memihak dalam melaksanakan penugasan. c) Mampu menjembatani komunikasi antara tim dengan atasan. (2) Kebijakan Publik : Mampu mengidentifikasi titik-titik kritis pada kebijakan sektor publik : a. Memiliki pengetahuan mengenai kelembagaan sektor publik. b. Memiliki pengetahuan mengenai

20 19 prinsip-prinsip dan praktik terbaik (best practice) dalam pelaksanaan tata kelola sektor publik (public governance). c. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip proses pembuatan kebijakan dalam organisasi sektor publik. d. Mampu mengidentifikasi secara kritis unsur-unsur pada kebijakan publik (3) Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern III : Mampu melakukan reviu dan memberikan saran dan rekomendasi atas implementasi strategi manajemen risiko organisasi. : a. Memiliki pengetahuan mengenai strategi manajemen risiko organisasi. b. Memiliki pengetahuan mengenai metode-metode yang tepat dalam mengelola risiko. c. Memiliki pengetahuan mengenai hubungan manajemen keuangan dengan tujuan organisasi secara keseluruhan. d. Memiliki pengetahuan mengenai hubungan manajemen aset dengan tujuan organisasi secara keseluruhan. e. Memiliki pengetahuan mengenai hubungan manajemen SDM dengan tujuan organisasi secara keseluruhan. f. Memiliki pengetahuan mengenai risikorisiko teknologi informasi dan pengaruhnya terhadap organisasi dan bagaimana sistem informasi dapat membantu mengelola risiko dan memberikan assurance terhadap

21 20 organisasi secara keseluruhan. g. Memiliki pengetahuan mengenai bagaimana kaitan antara tujuan operasional dengan tujuan tertinggi orgamsasi. h. Memiliki pengetahuan mengenai tujuan tertinggi organisasi, bagaimana tujuan tersebut dibiayai, dan risiko-risiko kunci yang terkait. i. Memiliki pengetahuan mengenai hubungan risiko organisasi dengan pengendalian intern dalam organisasi dan mampu melakukan reviu untuk menilai efektivitasnya. j. Mampu mengevaluasi efektivitas pelaporan terkait dengan manajemen risiko organisasi. k. Mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi secara kritis elemenelemen manajemen risiko dalam organisasi. l. Mampu melakukan reviu atas risiko-risiko pada area-area operasional organisasi. m. Mampu menilai keseimbangan antara mengelola risiko dan mengambil risiko dalam konteks strategi keseluruhan organisasi. (4) Praktik Audit Intern III : Mampu memimpin tim sehingga kegiatan audit intern dilaksanakan secara efektif dan efisien : a. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip audit kinerja, audit atas aspek keuangan tertentu, audit untuk tujuan tertentu, dan audit khusus/

22 21 investigasi/berindikasi tindak pidana korupsi. b. Mampu menerapkan konsep risiko dalam perencanaan penugasan audit intern. c. Mampu melakukan reviu atas pekerjaan anggota tim untuk memastikan rekomendasi telah didukung oleh bukti-bukti yang relevan. d. Mampu mengkontekstualkan temuan dan rekomendasi dalam hubungannya dengan isu-isu mengenai risiko organisasi yang lebih besar, isu-isu pengendalian intern dan tata kelola organisasi. (5) Komunikasi Audit Intern II : Mampu mengkomunikasikan hasil audit intern secara lisan dan tertulis kepada stakeholder untuk mencapai tujuan audit intern : a. Memiliki pengetahuan mengenai teknik pelaporan hasil audit intern sesuai dengan standar yang berlaku. b. Mampu melakukan analisis data untuk kebutuhan penyusunan laporan hasil audit intern. c. Mampu mengidentifikasi format dan tipe pelaporan yang paling sesuai dengan penugasan. d. Mampu menyajikan laporan hasil audit intern kepada pihak yang kompeten. e. Memiliki pengetahuan mengenai prinsip-prinsip mendampingi/memberikan keterangan ahli dalam proses penyidikan dan/atau

23 22 peradilan kasus hasil audit intern. f. Mampu menyesuaikan gaya komunikasi dengan kebutuhan dan pemahaman pihak yang dituju (audiences). g. Mampu menyatakan sikap/pendapat profesional atas hasil audit intern. h. Mampu mendisain dan melakukan presentasi dengan menggunakan metode dan alat/teknologi presentasi. i. Mampu melakukan komunikasi dengan pihak manajemen untuk memastikan rekomendasi audit intern dapat disetujui dan dapat ditindaklanjuti. j. Mampu berkomunikasi dengan baik dengan pihak manajemen yang diawasi agar jasa audit intern yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi kinerja organisasi. 3) Lama Pelatihan 180 jam pelatihan 4) Metode Pembelajaran : a. Ceramah, b. Tanya jawab, c. Diskusi, d. Praktek, e. Simulasi, f. Mandiri 5) Metode Evaluasi : a. Ujian Tertulis b. Simulasi c. Aktivitas di kelas d. Penilaian atasan 2. Kurikulum Diklat Penjenjangan Auditor Madya 1) Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti diklat, peserta mampu mengendalikan teknis pelaksanaan audit intern.

24 23 2) Mata Ajar : (1) Manajemen Konflik : Mampu memotivasi dan menyelesaikan konflik dalam penugasan audit intern. : a. Mampu mengkomunikasikan strategi audit intern kepada seluruh tim secara inspiratif dan memotivasi tim untuk bersama-sama mencapai tujuan penugasan. b. Mampu membantu Auditor untuk mengembangkan alat dan gaya komunikasi yang tepat. c. Mampu menghadapi dan menyelesaikan konflik yang ada dalam pelaksanaan audit. (2) Analisis Kebijakan Publik : Mampu melakukan analisis kebijakan publik : a. Memiliki pengetahuan mengenai kebijakan sektor publik. b. Mampu menilai kebijakan publik/lintas sektoral. (3) Perencanaan Penugasan Audit Intern : Mampu menyusun perencanaan penugasan audit intern pada instansi APIP secara efektif dan efisien. : a. Memiliki pengetahuan mengenai fungsifungsi manajemen (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) di bidang pengawasan. b. Mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko-risiko dalam perencanaan kegiatan audit intern.

25 24 c. Mampu mengidentifikasi keahlian teknis dan pengalaman yang dibutuhkan agar tujuan strategi audit intern dapat tercapai. d. Mampu mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan staf yang melaksanakan kegiatan audit intern. e. Mampu mengolah data dalam rangka penyusunan rencana kegiatan audit intern. f. Mampu mengidentifikasi, mengalokasikan, dan mengelola secara efektif sumber daya dan waktu yang diperlukan dalam melaksanakan dan menyelesaikan kegiatan audit intern. g. Mampu menyusun program audit intern termasuk untuk penugasan yang sifatnya spesifik. (4) Pelaksanaan dan Supervisi Audit Intern : Mampu mengorganisasi dan mensupervisi penugasan audit intern : a. Mampu mengidentifikasi area-area untuk perbaikan kegiatan audit intern. b. Mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah dalam kegiatan audit intern. c. Mampu mengarahkan tim untuk fokus pada pencapaian tujuan. d. Mampu mengkombinasikan keahlian dan pengalaman yang dibutuhkan untuk penugasan audit intern. e. Mampu mengelola beberapa penugasan pada waktu yang

26 25 bersamaan dan memastikan tujuan seluruh penugasan dapat dicapai. f. Mampu mengarahkan reviu manajemen risiko dan memberikan saran dan cara penerapannya. g. Mampu melakukan reviu atas pelaksanaan kegiatan audit intern. h. Mampu mengarahkan reviu kinerja dan reviu atas tata kelola organisasi. i. Mampu melakukan reviu atas laporan hasil audit intern guna memastikan informasi-informasi kritis telah didukung oleh bukti-bukti yang relevan. 3) Lama Pelatihan : 110 jam pelatihan 4) Metode Pembelajaran : a. Ceramah, b. Tanya jawab, c. Diskusi, d. Praktek, e. Simulasi, f. Mandiri 5) Metode Evaluasi : a. Ujian Tertulis b. Simulasi c. Aktivitas di kelas d. Penilaian atasan 3. Kurikulum Diklat Penjenjangan Auditor Utama 1) Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti diklat, peserta mampu mengendalikan mutu pengelolaan (perencanaan dan evaluasi) audit intern. 2) Mata Ajar : (1) Filosofi Audit : Mampu menjelaskan konsep/filosofi audit intern yang dapat digunakan dalam penerapan etika perilaku dan dalam

27 26 praktik pelaksanaan tugas audit intern. : Mampu secara proaktif mempromosikan manfaat audit intern dalam meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian intern, dan proses tata kelola organisasi. (2) Manajemen Strategi Audit Intern : Mampu menetapkan kebijakan audit intern : a. Memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship). b. Mampu menentukan strategi keseluruhan dan skala prioritas dalam perencanaan kegiatan audit intern. c. Mampu menimbang dan memutuskan skala prioritas dan mengembangkan rencana periodik dalam suatu penugasan audit intern. d. Mampu menganalisis risiko audit dan menyesuaikan dengan strategi dan rencana pengendalian risiko. e. Mampu membangun kebijakan dan prosedur lokal terkait manajemen audit intern. f. Mampu mengevaluasi dan memperbaiki proses bisnis audit intern. g. Mampu mereviu strategi audit intern dan mengeksplorasi berbagai alternatif strategi yang mencerminkan perubahan di lingkungan pengawasan. (3) Program Jaminan Kualitas : Mampu menetapkan kebijakan jaminan kualitas audit intern : a. Mampu mengidentifikasi ruang lingkup penugasan dan mengetahui

28 27 keterbatasan yang diakibatkannya serta strategi mengatasinya. b. Mampu membangun dan memelihara prosedur pengendalian kualitas untuk memastikan setiap penugasan audit intern dilaksanakan sesuai standar yang berlaku dalam kerangka waktu yang telah ditentukan. c. Mampu menetapkan dan memelihara prosedur pengawasan mutu penugasan. d. Mampu melakukan evaluasi atas mutu laporan hasil audit intern guna memastikan laporan disusun sesuai dengan prosedur. (4) Kebijakan Pengawasan : Mampu membuat penilaian dan keputusan tentang nilai suatu gagasan dan metode dengan menggunakan kriteria tertentu. : a. Mampu menganalisis secara kesisteman b. Mampu membuat suatu kebijakan pengawasan. 3) Lama Pelatihan : 120 jam pelatihan 4) Metode Pembelajaran : a. Ceramah, b. Tanya jawab, c. Diskusi, d. Praktek, e. Simulasi, Studi Kasus f. Mandiri 5) Metode Evaluasi : a. Ujian Tertulis b. Aktivitas Kelas c. Uji makalah d. Penilaian atasan

29 28 BAB IV KETENTUAN LAIN 1. Auditor Terampil yang akan alih jabatan ke Auditor Ahli diwajibkan mengikuti diklat Alih Jabatan Auditor Terampil ke Auditor Ahli. Kurikulum Diklat Alih Jabatan mengacu kepada pemenuhan Diklat Pembentukan Auditor Ahli. 2. Untuk memberikan pemahaman mengenai Jabatan Fungsional Auditor, maka dalam diklat yang diikuti oleh peserta diklat sebagaimana diatur dalam pasal 13, 14, dan 15 Peraturan Kepala BPKP Nomor PER-1274/K/JF/2010 wajib diberikan materi mengenai ketentuan Jabatan Fungsional Auditor dan pola diklat. 3. Peserta diklat dapat diberikan kegiatan outbond. BAB V KETENTUAN PERALIHAN 1. Efektivitas pemberlakuan Kurikulum Diklat Fungsional Auditor ini diselaraskan dengan kesiapan infrastruktur pelaksanaan diklat di Pusdiklatwas BPKP. 2. Peserta Ujian Sertifikasi Auditor yang mengikuti Diklat Fungsional Auditor sebelum pemberlakuan kurikulum ini mengikuti ujian dengan mata ujian yang ditetapkan dalam Keputusan Kepala BPKP Nomor: KEP /K/1998 tanggal 11 November 1988 tentang Pola Pendidikan dan Pelatihan Auditor bagi Aparat Pengawasan Fungsional Pemerintah. KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGAWASAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN, KEPALA PUSAT PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN, NURDIN SIDIK WIYOTO

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA INSPEKTUR,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA INSPEKTUR, PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH INSPEKTORAT Jalan Sultan Hasanudin No. 4 Leneng Praya Telp. 653510 Fax. 653216 KEPUTUSAN INSPEKTUR NOMOR TAHUN 2016 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI APARATUR PENGAWASAN

Lebih terperinci

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN ( B P K P )

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN ( B P K P ) BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN ( B P K P ) PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR : PER-211/K/JF/2010 TENTANG STANDAR KOMPETENSI AUDITOR KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL KEIKUTSERTAAN DIKLAT PENJENJANGAN AUDITOR MUDA

LAPORAN HASIL KEIKUTSERTAAN DIKLAT PENJENJANGAN AUDITOR MUDA LAPORAN HASIL KEIKUTSERTAAN DIKLAT PENJENJANGAN AUDITOR MUDA Cipayung, 8 s.d 23 Juni 2016 Oleh: Arsita Putri Winanda LAPORAN HASIL KEIKUTSERTAAN DIKLAT PENJENJANGAN AUDITOR MUDA Cipayung, 8 s.d 23 Juni

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG I N S P E K T O R A T Jalan Mayor Widagdo No. 2 Telepon (0253) PANDEGLANG PIAGAM AUDIT INTERN

PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG I N S P E K T O R A T Jalan Mayor Widagdo No. 2 Telepon (0253) PANDEGLANG PIAGAM AUDIT INTERN PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG I N S P E K T O R A T Jalan Mayor Widagdo No. 2 Telepon (0253) 201168 PANDEGLANG 42212 PIAGAM AUDIT INTERN 1. Audit intern adalah kegiatan yang independen dan obyektif dalam

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA PIAGAM AUDIT INTERN 1. Pengawasan Intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan

Lebih terperinci

jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄtçt cüéä Çá ]tãt UtÜtà

jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄtçt cüéä Çá ]tãt UtÜtà - 1 - jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄtçt cüéä Çá ]tãt UtÜtà PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 27 TAHUN 2015 TENTANG PENGAWASAN INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 121 TAHUN 2012

PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 121 TAHUN 2012 PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 121 TAHUN 2012 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARAWANG, Menimbang : a. bahwa pengembangan karier dan peningkatan profesionalisme

Lebih terperinci

Setyanta Nugraha Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI. Irtama

Setyanta Nugraha Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI. Irtama Setyanta Nugraha Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI Irtama 2016 1 Irtama 2016 2 SEKRETARIAT JENDERAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PIAGAM AUDIT INTERN 1. Pengawasan internal adalah

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 46 2016 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perencanaan Pemb

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perencanaan Pemb No.1572, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAPPENAS. Piagam Pengawasan Intern. PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER 1274/K/JF/2010 TENTANG

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER 1274/K/JF/2010 TENTANG BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER 1274/K/JF/2010 TENTANG PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN SERTIFIKASI AUDITOR APARAT PENGAWASAN INTERN

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi 4.1.1 Visi Visi adalah pandangan ideal keadaan masa depan (future) yang realistik dan ingin diwujudkan, dan secara potensial

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.738, 2012 KEMENTERIAN NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BAPPENAS. Kinerja Kelembagaan. Anggaran. Pengawasan. Pedoman. PERATURAN MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI SALINAN BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK

BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK salinan BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEBAK,

Lebih terperinci

2016, No atas Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Ta

2016, No atas Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Ta No. 1178, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Auditor. Penugasan. Pencabutan. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENUGASAN AUDITOR DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA KEMENTERIAN NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

FORMULIR VERIFIKASI SELF IMPROVEMENT KAPABILITAS APIP PADA LEVEL 2 (INFRASTRUCTURE)

FORMULIR VERIFIKASI SELF IMPROVEMENT KAPABILITAS APIP PADA LEVEL 2 (INFRASTRUCTURE) Lampiran 4.a Pedoman Teknis Peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah Secara Mandiri (Self Improvement) FORMULIR VERIFIKASI SELF IMPROVEMENT KAPABILITAS APIP PADA LEVEL 2 (INFRASTRUCTURE)

Lebih terperinci

KONFERENSI NASIONAL APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH TAHUN 2010 SIMPULAN

KONFERENSI NASIONAL APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH TAHUN 2010 SIMPULAN KONFERENSI NASIONAL APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH TAHUN 2010 SIMPULAN 1. Peran APIP harus lebih diitingkatkan agar permasalahan terkait masih adanya Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah yang

Lebih terperinci

PENINGKATAN KOMPETENSI AUDITOR

PENINGKATAN KOMPETENSI AUDITOR www.bpkp.go.id PENINGKATAN KOMPETENSI AUDITOR Shin Wan Auditor Madya Pusat Pembinaan JFA BPKP KEMANA APIP??? PERAN APIP AUDITOR PROFESIONAL DAN KOMPETEN MEMILIKI KOMPETENSI KEAHLIAN AUDITOR YANG TERSERTIFIKASI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA KEMENTERIAN NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK

INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK 2016 PT ELNUSA TBK PIAGAM AUDIT INTERNAL (Internal Audit Charter) Internal Audit 2016 Daftar Isi Bab I PENDAHULUAN Halaman A. Pengertian 1 B. Visi,Misi, dan Strategi 1 C. Maksud dan Tujuan 3 Bab II ORGANISASI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) semakin lama

BAB I PENDAHULUAN. Peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) semakin lama BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) semakin lama semakin strategis dan bergerak mengikuti kebutuhan zaman. APIP diharapkan menjadi agen perubahan

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATU, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR : 54 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR : 54 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR : 54 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini akan membahas mengenai latar belakang penelitian, rumusan

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini akan membahas mengenai latar belakang penelitian, rumusan BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan membahas mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah yang kemudian dikerucutkan menjadi pertanyaan penelitian, dan tujuan penelitian. Selain itu juga akan dijelaskan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2017 TENTANG AUDIT PENYELENGGARAAN SISTEM ELEKTRONIK

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2017 TENTANG AUDIT PENYELENGGARAAN SISTEM ELEKTRONIK -- 1 -- PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2017 TENTANG AUDIT PENYELENGGARAAN SISTEM ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Lebih terperinci

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 25 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KABUPATEN SITUBONDO

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 25 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KABUPATEN SITUBONDO 1 BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 25 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Guna menunjang profesionalisme sebagai akuntan publik, maka auditor dalam

BAB I PENDAHULUAN. Guna menunjang profesionalisme sebagai akuntan publik, maka auditor dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Guna menunjang profesionalisme sebagai akuntan publik, maka auditor dalam melaksanakan tugas auditnya harus berpedoman pada standar audit yang ditetapkan oleh Ikatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tugas dan fungsinya secara efektif dan efisien, serta sesuai dengan rencana,

BAB I PENDAHULUAN. tugas dan fungsinya secara efektif dan efisien, serta sesuai dengan rencana, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengawasan intern pemerintah merupakan fungsi manajemen yang penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Melalui pengawasan intern dapat diketahui apakah suatu instansi

Lebih terperinci

BUPATI GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT P E R A T U R A N B U P A T I G A R U T NOMOR 504 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT

PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT LAMPIRAN : PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR : 82 TANGGAL : 2 DESEMBER 2014 TENTANG : PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.925, 2013 KEMENTERIAN LUAR NEGERI. Pengawasan Intern. Perwakilan Republik Indonesia. Pedoman. PERATURAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 02 TAHUN 2013 TENTANG

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan paradigma administrasi publik dari public administration

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan paradigma administrasi publik dari public administration BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan paradigma administrasi publik dari public administration sampai pada new public service atau yang dikenal good governance menuntut pemerintah untuk meningkatkan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENGANGKATAN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR MELALUI PERPINDAHAN JABATAN DENGAN PERLAKUAN KHUSUS

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 62 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT

- 1 - PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 62 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT - 1 - GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 62 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG KEBIJAKAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 BERITA DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 49 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR :. 944 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT 1 BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 18 TAHUN 2014 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI AUDITOR DAN PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN

Lebih terperinci

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal PIAGAM AUDIT INTERNAL PT LIPPO KARAWACI TBK I. LANDASAN HUKUM Landasan pembentukan Internal Audit berdasarkan kepada Peraturan Nomor IX.I.7, Lampiran Keputusan

Lebih terperinci

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 22 TAHUN 2011

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 22 TAHUN 2011 WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANJAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANJAR Menimbang

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA INSPEKTUR JENDERAL KEMENTERIAN PERDAGANGAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA INSPEKTUR JENDERAL KEMENTERIAN PERDAGANGAN, KEPUTUSAN INSPEKTUR JENDERAL KEMENTERIAN PERDAGANGAN NOMOR : /IJ-DAG/KEP/01/2017 TENTANG KODE ETIK AUDITOR INTERN PEMERINTAH INDONESIA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang bersih dan bebas KKN menghendaki adanya. mendukung terciptanya kepemerintahan yang baik (good governance),

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang bersih dan bebas KKN menghendaki adanya. mendukung terciptanya kepemerintahan yang baik (good governance), BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam beberapa tahun terakhir, permasalahan hukum terutama berkaitan dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dengan segala praktiknya seperti penyalahgunaan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.763, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN NARKOTIKA NASIONAL. Pokok-Pokok. Pengawasan. BNN. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG POKOK-POKOK PENGAWASAN DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

FORMULIR AREA OF IMPROVEMENT (AOI) HASIL PENILAIAN MANDIRI (SELF ASSESSMENT) KAPABILITAS APIP

FORMULIR AREA OF IMPROVEMENT (AOI) HASIL PENILAIAN MANDIRI (SELF ASSESSMENT) KAPABILITAS APIP Lampiran 1 Pedoman Teknis Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah Secara Mandiri (Self Improvement) FORMULIR AREA OF IMPROVEMENT (AOI) HASIL PENILAIAN MANDIRI (SELF ASSESSMENT) KAPABILITAS APIP

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini menjelaskan tentang pentingnya penelitian dilakukan. Bab ini meliputi

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini menjelaskan tentang pentingnya penelitian dilakukan. Bab ini meliputi BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tentang pentingnya penelitian dilakukan. Bab ini meliputi latar belakang, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, kontribusi penelitian dan proses

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 92 TAHUN 2014 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERN GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 92 TAHUN 2014 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERN GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 92 TAHUN 2014 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERN GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan dalam Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG KEBIJAKAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PROGRAM KERJA PENGAWASAN INTERNAL

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PROGRAM KERJA PENGAWASAN INTERNAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PROGRAM KERJA PENGAWASAN INTERNAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SEKRETARIS

Lebih terperinci

No. Jadwal penelitian

No. Jadwal penelitian LAMPIRAN 1 JADWAL PENELITIAN No. Jadwal penelitian 2016 2017 Agt Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar 1 Pengajuan Judul 2 Survey Awal 3 Bimbingan Proposal 4 Kolokium 5 Revisi Proposal 6 Penelitian 7 Bimbingan Tesis

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENJAMINAN KUALITAS PENGAWASAN DAN PEMBINAAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG GRAND DESIGN PENINGKATAN KAPABILITAS APARAT PENGAWASAN INTERN

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2017

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2017 INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2017 PANDEGLANG 2016 KEPUTUSAN INSPEKTUR INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG Nomor : 800/Kep.86 Insp/2016 Tentang PENETAPAN INDIKATOR KINERJA

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN WALIKOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN WALIKOTA SAMARINDA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DENGAN RAHMAT YANG MAHA ESA WALIKOTA SAMARINDA,

Lebih terperinci

REPUBLIK INDONESIA TENTANG REPUBLIK INDONESIA.

REPUBLIK INDONESIA TENTANG REPUBLIK INDONESIA. MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 812 TAHUN 2OI5 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Lebih terperinci

DAFTAR ISI...I MUKADIMAH...1 DEFINISI...5 KODE ETIK...6 STANDAR PROFESI...8

DAFTAR ISI...I MUKADIMAH...1 DEFINISI...5 KODE ETIK...6 STANDAR PROFESI...8 DAFTAR ISI DAFTAR ISI...I MUKADIMAH...1 LATAR BELAKANG...1 TUJUAN...2 STANDAR DAN PEDOMAN PRAKTIK AUDIT INTERNAL...2 PENERAPAN DAN TANGGAL EFEKTIF BERLAKU...3 DEFINISI...5 KODE ETIK...6 TUJUAN...6 PENETAPAN...6

Lebih terperinci

PIAGAM AUDIT INTERNAL

PIAGAM AUDIT INTERNAL PIAGAM AUDIT INTERNAL MUKADIMAH Dalam melaksanakan fungsi audit internal yang efektif, Audit Internal berpedoman pada persyaratan dan tata cara sebagaimana diatur dalam Standar Pelaksanaan Fungsi Audit

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BPKP NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN TEKNIS MONITORING KAPABILITAS APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH

LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BPKP NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN TEKNIS MONITORING KAPABILITAS APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BPKP NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN TEKNIS MONITORING KAPABILITAS APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH Pedoman Teknis Monitoring Kapabilitas APIP BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penelitian, manfaat penelitian, kontribusi penelitian, ruang lingkup, dan batasan

BAB I PENDAHULUAN. penelitian, manfaat penelitian, kontribusi penelitian, ruang lingkup, dan batasan BAB I PENDAHULUAN Bab ini memuat latar belakang, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kontribusi penelitian, ruang lingkup, dan batasan penelitian, serta sistematika

Lebih terperinci

BUPATI BENER MERIAH PERATURAN BUPATI BENER MERIAH NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT KABUPATEN BENER MERIAH

BUPATI BENER MERIAH PERATURAN BUPATI BENER MERIAH NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT KABUPATEN BENER MERIAH BUPATI BENER MERIAH PERATURAN BUPATI BENER MERIAH NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT KABUPATEN BENER MERIAH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHAKUASA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA MENTERI KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 09/Per/M.KUKM/IX/2015 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGAWASAN

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. Konsep kinerja auditor dapat dijelaskan dengan menggunakan agency theory.

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. Konsep kinerja auditor dapat dijelaskan dengan menggunakan agency theory. BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Teori Agensi Konsep kinerja auditor dapat dijelaskan dengan menggunakan agency theory. Pihak kepala unit organisasi berperan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menemukan temuan yang memuat permasalahan, yang meliputi

BAB I PENDAHULUAN. menemukan temuan yang memuat permasalahan, yang meliputi BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Dalam Laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I tahun 2015, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya potensi kehilangan keuangan Negara/Daerah Rp.33,46

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DAN TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PIAGAM AUDIT INTERNAL

PIAGAM AUDIT INTERNAL PIAGAM AUDIT INTERNAL (INTERNAL AUDIT CHARTER) PT PERTAMINA INTERNASIONAL EKSPLORASI & PRODUKSI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 3 1.1 Umum... 3 1.2 Visi, Misi, Dan Tujuan... 3 1.2.1 Visi Fungsi Audit Internal...

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1105, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN. Good Public Governance. Penyelenggaraan. PERATURAN KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN, KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB.

VISI, MISI, TUJUAN, KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB. LAMPIRAN II PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR TAHUN 2014 TENTANG STANDAR AUDIT DAN REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN BAGI APIP PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT STANDAR UMUM A. VISI, MISI, TUJUAN,

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1504, 2014 BPKP. Pendidikan dan Pelatihan. Penyelenggaraan. Pencabutan. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.737, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENHUB. Pengawasan. Pelaksanaan. Tata Cara Tetap. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 91 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA TETAP

Lebih terperinci

BAB III OBJEK PENELITIAN

BAB III OBJEK PENELITIAN 63 BAB III OBJEK PENELITIAN A. Sejarah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 31 tahun 1983 tentang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Untuk

Lebih terperinci

Standar Audit SA 620. Penggunaan Pekerjaan Pakar Auditor

Standar Audit SA 620. Penggunaan Pekerjaan Pakar Auditor SA 0 Penggunaan Pekerjaan Pakar Auditor SA Paket 00.indb //0 :: AM STANDAR AUDIT 0 penggunaan PEKERJAAN PAKAR AUDITOR (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada

Lebih terperinci

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal PIAGAM AUDIT INTERNAL PT LIPPO KARAWACI TBK I. LANDASAN HUKUM Landasan pembentukan Internal Audit berdasarkan kepada Peraturan Nomor IX.I.7, Lampiran Keputusan

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN TENTANG KEBIJAKAN PENGAWASAN DI LINGKUNGAN BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA.

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN TENTANG KEBIJAKAN PENGAWASAN DI LINGKUNGAN BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA. 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Undang-Undang Nomor

Lebih terperinci

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 57 TAHUN 2015 TENTANG KEWENANGAN INSPEKTORAT MENGAKSES DATA DAN INFORMASI PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN BERSAMA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI NO.SKB.003/SKB/I/2013

SURAT KEPUTUSAN BERSAMA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI NO.SKB.003/SKB/I/2013 SURAT KEPUTUSAN BERSAMA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI NO.SKB.003/SKB/I/2013 TENTANG INTERNAL AUDIT CHARTER (PIAGAM AUDIT INTERNAL) PT ASURANSI JASA INDONESIA (PERSERO) 1. VISI, MISI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.246, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA ARSIP NASIONAL. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Penyelenggaraan. Pedoman Teknis. PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.955, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pedoman. PERATURAN KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN

Lebih terperinci

BUPATI PURWOREJO, PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR: 9 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI PURWOREJO, PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR: 9 TAHUN 2010 TENTANG BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR: 9 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO BUPATI PURWOREJO, Menimbang bahwa

Lebih terperinci

PIAGAM (CHARTER) AUDIT SATUAN PENGAWASAN INTERN PT VIRAMA KARYA (Persero)

PIAGAM (CHARTER) AUDIT SATUAN PENGAWASAN INTERN PT VIRAMA KARYA (Persero) PIAGAM (CHARTER) AUDIT SATUAN PENGAWASAN INTERN PT VIRAMA KARYA (Persero) Jakarta, 17 Januari 2017 DAFTAR ISI Halaman A. PENDAHULUAN... 1 I. Latar Belakang... 1 II. Maksud dan Tujuan Charter Satuan Pengawasan

Lebih terperinci

PIAGAM AUDIT INTERN. Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : Januari 2016 Inspektur Jenderal RILDO ANANDA ANWAR

PIAGAM AUDIT INTERN. Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : Januari 2016 Inspektur Jenderal RILDO ANANDA ANWAR PIAGAM AUDIT INTERN 1. Audit intern adalah kegiatan yang independen dan obyektif dalam bentuk pemberian keyakinan (assurance activities) dan konsultansi (consulting activities), yang dirancang untuk memberi

Lebih terperinci

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN SALINAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA

INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA INSPEKTORAT 2015 SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA LAPORAN KINERJA INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET TAHUN 2014 Nomor : LAP-3/IPT/2/2015 Tanggal :

Lebih terperinci

PENJELASAN PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL

PENJELASAN PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL Lampiran II Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor Tentang Tahun Piagam Pengawasan Internal di Lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat PENJELASAN PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL 1. PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 30 2010 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NOMOR M.HH-02.PW.02.03 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN

Lebih terperinci

SALINAN BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG

SALINAN BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA SALINAN NOMOR : 15 TAHUN 2012 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance), terutama melalui

BAB I PENDAHULUAN. mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance), terutama melalui BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejalan dengan tuntutan reformasi birokrasi, pemerintah berusaha mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance), terutama melalui penerapan prinsip akuntabilitas,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang langsung bertanggungjawab kepada Presiden dalam melaksanakan fungsi

BAB I PENDAHULUAN. yang langsung bertanggungjawab kepada Presiden dalam melaksanakan fungsi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 192 tahun 2014 tentang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bab pendahuluan ini akan menguraikan mengenai hal-hal yang melatar

BAB I PENDAHULUAN. Bab pendahuluan ini akan menguraikan mengenai hal-hal yang melatar BAB I PENDAHULUAN Bab pendahuluan ini akan menguraikan mengenai hal-hal yang melatar belakangi penelitian. Dimana dalam bab ini akan dijelaskan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat

Lebih terperinci

BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 88 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 88 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 88 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 30

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 30 BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 30 PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 30 TAHUN 2017 TENTANG KEWENANGAN KAPASITAS DAN TUGAS, INSPEKTORAT UNTUK MENGAKSES DATA DAN INFORMASI PADA ORGANISASI

Lebih terperinci

JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DI DAERAH (JFP2UPD) DAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR (JFA)

JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DI DAERAH (JFP2UPD) DAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR (JFA) JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DI DAERAH (JFP2UPD) DAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR (JFA) Muhadi Prabowo (muhadi.prabowo@gmail.com) Widyaiswara Madya Sekolah Tinggi Akuntansi

Lebih terperinci

TENTANG : STANDAR AUDIT APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH (APIP) KABUPATEN BADUNG

TENTANG : STANDAR AUDIT APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH (APIP) KABUPATEN BADUNG LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI BADUNG PRINSIP-PRINSIP DASAR KEWAJIBAN APIP DAERAH a. APIP Daerah harus mengikuti standar audit dalam segala pekerjaan audit yang dianggap material. Suatu hal dianggap material

Lebih terperinci

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL Bab I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Tujuan Peraturan ini dibuat dengan tujuan menjalankan fungsi pengendalian internal terhadap kegiatan perusahaan dengan sasaran utama keandalan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa terjadinya krisis ekonomi di

BAB I PENDAHULUAN. karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa terjadinya krisis ekonomi di BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Tuntutan pelaksanaan akuntabilitas sektor publik terhadap terwujudnya good governance di Indonesia semakin meningkat. Tuntutan ini memang wajar, karena beberapa

Lebih terperinci

Peran Strategis AAIPI dalam Meningkatkan Kapabilitas APIP

Peran Strategis AAIPI dalam Meningkatkan Kapabilitas APIP Peran Strategis AAIPI dalam Meningkatkan Kapabilitas APIP Sonny Loho Ketua Umum AAIPI Disampaikan pada Rapat Koordinasi Nasional APIP Jakarta, 13 Mei 2015 Agenda Sekilas Tentang AAIPI Peran APIP yang Efektif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keterpurukan karena buruknya pengelolaan keuangan (Ariyantini dkk,2014).

BAB I PENDAHULUAN. keterpurukan karena buruknya pengelolaan keuangan (Ariyantini dkk,2014). BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, terdapat tuntutan sektor publik khususnya pemerintah yaitu terlaksananya akuntabilitas pengelolaan keuangan sebagai bentuk terwujudnya praktik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya secara efektif dan efisien

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya secara efektif dan efisien BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengawasan Intern Pemerintah merupakan fungsi manajemen yang penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Melalui pengawasan intern dapat diketahui bahwa suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Pembangunan manusia merupakan salah satu indikator bagi kemajuan suatu negara. Suatu negara dikatakan maju bukan saja dihitung dari pendapatan domestik

Lebih terperinci

Arahan Presiden RI Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2015 Jakarta, 13 Mei 2015

Arahan Presiden RI Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2015 Jakarta, 13 Mei 2015 Arahan Presiden RI Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2015 Jakarta, 13 Mei 2015 Kapabilitas APIP: a. Lima tahun kedepan, level Kapabilitas APIP ditargetkan mencapai 85% Level-3, 1% Level-1. b.

Lebih terperinci