LOGO MODEL PEMBIAYAAN NON BANK /LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR (LPDB) UNTUK INDUSTRI KREATIF DEPUTI BIDANG PEMBIAYAAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LOGO MODEL PEMBIAYAAN NON BANK /LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR (LPDB) UNTUK INDUSTRI KREATIF DEPUTI BIDANG PEMBIAYAAN"

Transkripsi

1 KMTRI KOPRSI D US KCIL D MG RPUBLIK IDOSI MODL PMBIY O BK /LMBG PGLOL D BRGULIR (LPDB) UTUK IDUSTRI KRTIF DPUTI BIDG PMBIY LOGO JKRT, Juni 2010

2 POL PIKIR DMPKY XIT STRTGY TRIPL T RVOLUTIO Telecommunication Transportation Travel /Tourism Wireless and Paperless Mass Transportation Mass of Distribusion (Barang dan Jasa) Borderless : Lokasi Bisnis Menjadi Tanpa Batas Wilayah PRDGG BBS 1. Kawasan Perdagangan 2. Sektor-sektor Strategis 3. Sistem Keuangan 4. Sistemm 1. Penduduk 2. Kawasan Strategis 3. Sektor Sektor ndalan 4. Keanekaragaman Budaya 5. Keanekaragaman Flora dan Fauna 6. Keanekaragaman ayati TKOLOGY IMPLIKSI FR MRKT LIBRLISM Kelembagaan 5. Sistem ukum Coperative dvantage IDUSTRI KRTIF 1. PMBIY 2. PMSR POLICY STRTGY Competitive dvantage 3. KWIRUS

3 Usaha Besar/Konglomerat : Kekayaan Bersih/th Lebih dari 10 M asil Penjualan Lebih dari 50 M Usaha Menengah: Kekayaan Bersih/th > Rp 500 Jt s.d 10 M asil Penjualan > Rp 2,5 M s.d 50 M Jumlah ± 4,37 ribu (0,01%) Jumlah 39,66 ribu (0,08%) Usaha Kecil : Kekayaan Bersih/th > Rp 50 Jt s.d 500 Jt asil Penjualan > Rp 300 Jt s.d 2,5 M Usaha Mikro : Kekayaan Bersih/th < Rp 50 Jt asil Penjualan < Rp 300Jt Jumlah ± 520,22 Ribu (1,01%) Jumlah ± 50,70 juta (98,90%) Kreteria sesuai UU o. 20/2008 ttg UMKM SUMBR : DIOL DRI DT UMKM TU 2008, BPS

4 U S M G U S M G U S M G U S M G U S M G U S M G PODSI : US MIKRO D KCIL ± 51,22 juta (99,91%) PILR : US MG ± 39,66 ribu (0,08%) TP: US BSR ± 4,37 ribu (0,01%) US MIKRO D KCIL DL PODSI PRKOOMI SIOL U S M G U S M G U S M G U S M G 4 SUMBR : DIOL DRI DT UMKM TU 2009, BPS 2009

5 KOPRSI : JUML UIT GGOT 27,951 JUT D TOTL MODL SDIRI RP 26,305 TRILIU VOLUM US RP 55,261 TRILIU. Jumlah KSP/USP-Koperasi dan KJKS /UJKS adalah Koperasi yang terdiri dari KSP/KJKS (5,94%) dan USP-Kop./UJKS (94,06%). KSP/USP KOP dan KJKS Total asset KSP/USP Koperasi Rp 17,439 triliun dengan jumlah anggota 5,706 juta. Simpanan yang diterima KSP dan USP-Koperasi Rp. 7,466 triliun dengan volume usaha (total pinjaman yang diberikan) sebesar Rp 8,976 triliun 5

6 Sebagai mayoritas jumlah pelaku usaha (51,3 juta unit usaha atau 99,99%) Penyerap tenaga kerja terbanyak (90, 9 juta pekerja atau 97,1%) Kontribusinya terhadap PDB (Rp 2.609,4 triliun atau 55,6% ) ilai investasi yang cukup signifikan (Rp 640,4 triliun atau 52,9%) Penciptaan Devisa (Rp 183,8 triliun atau 20,2%) 6

7 JUML UIT US UMKM MURUT LPG US TU 2008 Total Jumlah Unit Usaha 51,257,537 D. 11, ,511 I. 2,178,749 G. 3,205,025 F. 14,789, ,400,869. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan B. Pertambangan dan Penggalian C. Industri Pengolahan D. Listrik, Gas dan ir Bersih. Bangunan F. Perdagangan, otel dan Restoran G. Pengangkutan dan Komunikasi. 174,359 Sumber data : BPS (diolah) C. 3,238,111 B. 261,341. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan I. Jasa-Jasa 7

8 PYRP TG KRJ MURUT SKL US TU 2008 Total Jumlah Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha B. 3,992,371 C. 3,256,188 D. 2,776,214. US MIKRO %. 83,647,711 B. US KCIL 4.26 % C. US MG 3.47 % D. US BSR 2.97 % Sumber data : BPS (diolah) 8

9 KOTRIBUSI UMKM TRDP PDB TU 2008 (Miliar Rupiah) Total Kontribusi Usaha Terhadap PDB Rp. 4,696,481 Milyar. US MIKRO % D. 2,087,121 C. 630,785. 1,505,308 B. 473,267 B. US KCIL 9.55 % C. US MG % D. US BSR % Sumber data : BPS (diolah) 9

10 SKTOR D PLKU IDUSTRI KRTIF DI IDOSI o Sektor Pelaku Usaha 1 Periklanan Usaha Kecil dan Menengah 2 rsitektur Usaha Kecil dan Menengah 3 Perdagangan/Pasar Barang Seni Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 4 Kerajinan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 5 Desain Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 6 Fesyen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 7 Video, Film dan Fotografi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Besar 8 Permainan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 9 Musik Usaha Kecil dan Menengah 10 Seni Pertunjukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 11 Penerbitan dan Percetakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 12 Layanan Komputer dan Piranti Lunak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 13 TV dan Radio Usaha Kecil, Menengah dan Besar 14 Riset dan Pengembangan Usaha Menengah dan Besar Berdasarkan Studi Industri Kreatif Indonesia dari Departemen Perdagangan : Industri kreatif sebagaian besar dilaksankan oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 10

11 Sangat besar dan terbuka luas, cendrung terus menerus meningkat di dalam dan luar negeri yang disebabkan: 1. Perubahan nilai, gaya hidup dan perilaku pasar 2. Permintaan pasar dalam dan luar negeri 3. Kebinekaan suku bangsa Indonesia dalam kebutuhan dan rasa 11

12 1. Pengelolaan usaha umumnya masih tradisional; 2. Terbatasnya kualitas SDM pengelola; 3. Terbatasnya kemampuan manajemen dan penggunaan teknologi informasi modern; 4. Pertumbuhan fluktuatif mengikuti perkembangan pasar; 5. Kemampuan pemasaran dan akses informasi yang yang terbatas; 6. Legalitas formal dan perlindungan usaha yang belum memadai (pembajakan/pengurusan atas hak cipta, paten dan merk atas industri kreatif); 7. Terbatasnya akses kredit kepada lembaga keuangan,khususnya perbankan. 12

13 1. Terbatasnya fasilitasi kredit perbankan pengembangan produk industri kreatif. 2. Prosedur dan persyaratan kredit perbankan relatif rumit dan birokratis 3. Ketidakmampuan dalam menyediakan jaminan tambahan 4. Tingginya bunga kredit perbankan terutama untuk modal investasi 5. Terbatasnyan jangkauan pelayanan kredit perbankan di daerah 13

14 BLUM LYK US D BLUM BKBL KODISI KSISTIG LYK GO PUBLIC LYK US D BKBL KLSTR 3 LYK US D BLUM BKBL KLSTR 2 KLSTR 1 KLSTR 6 KLSTR 5 KLSTR 4 Jumlah:*) ± 35,49 Jt (70%) Jumlah:*) ± 15,21 Jt (30%) Jumlah:*) ± 23,80 Rb (60%) Jumlah:*) ± 208,9 Rb (40%) ± 4 Rb (10%) Jumlah:*) ± 35,69 Rb (90%) US BSR ± 4,37 ribu (0,01%) US MG ± 39,66 ribu (0,08%) US KCIL ± 520,22 Ribu (1,01%) US MIKRO ± 50,70 juta (98,90%) POL PMBIY 1. Kementerian KUKM a) Sosialisasi b) Monitoring dan evaluasi 2. Instansi Lain : a) Pasar Modal b) Perbankan c) Sumber Lainnya 1. Kementerian KUKM a) KUMK SUP-005 b) Program LPDB-KUKM 2. Instansi Lain: a) Perbankan Bisnis Plan Plafon 2009:129,4 triliun (UM 30,91%, UK 32,34%, UMi 36,75%) b) PM, Pegadaian, BMV, 1. Kementerian KUKM a) Kredit Usaha Rakyat (KUR) (Prog. Pemb.Usaha Mikro, Klaster 2 PPM) b) Linkage Program Bank dan Koperasi c) Sertipikasi Tanah UMK (berkerjasama BP) d) Program LPDB-KUKM 2. Instansi Lain: - Bantuan Langsung : SPP, P2KP, P2DTK,, dll. 1. Kementerian KUKM Bantuan Perkuatan Kelompok Pemudadan Perempuan Pelaku Usaha Mikro/Koperasi (Prog. Pemb. Masyarakat, Klaster 1, PPM) 2. Instansi Lain: Bantuan Langsung : SPP, P2KP, P2DTK,, dll. PDUDUK MISKI ± 32,53 juta (14,15 %) (Data BPS 2009) MISKI FKIR MISKI. PROGRM PRLIDUG SOSIL (PPM), Program Pemberdayaan Sosial (Depsos) Program pemberdayaan Fakir Miskin (Depsos) Deputi Bidang Pembiayaan, Diolah dari berbagai sumber

15 1 IPRS o. 6 Tahun 2009 Tentang Pengembangan konomi Kreatif PCIPT SKM D LMBG PMBIY YG MDUKUG TUMBU KMBGY IDUSTRI DI BIDG KOOMI KRTIF 1. Memberikan prioritas bantuan dan fasilitasi pembiayaan industri di bidang ekonomi kreatif yang sudah layak/mandiri tetapi belum bankable dengan skema pembiayaan yang sesuai; 2. Memfasilitasi interaksi pelaku industri di bidang ekonomi kreatif dengan lembaga pembiayaan untuk mengembangkan skema pembiayaan yang efektif; 3. Memfasilitasi pertemuan antar pelaku industri di bidang ekonomi kreatif yang membutuhkan biaya dengan lembaga pembiayaan. 15

16 2 RC KSI KMTRI KOPRSI D US KCIL D MG. Memberikan prioritas bantuan dan fasilitasi pembiayaan industri di bidang ekonomi kreatif yang sudah layak/mandiri tetapi belum bankable dengan skema pembiayaan yang sesuai. 1. Mengalokasikan dana bantuan sosial perkuatan permodalan bagi kelompok Perempuan dan kelompok pemuda pelaku usaha mikro kecil/koperasi yang bergerak di sub sektor industri kreatif; 2. Memfasilitasi penyediaan dan dana PBD Propinsi dan Kab/Kota pos belanja sosial bagi pelaku Industri kreatif skala mikro; 3. Mengkoordinasikan dan memfasilitasi penyediaan dana PKBL bagi pelaku Industri kreatif skala mikro dan kecil; 16

17 4. Mendorong optimalisasi pemanfaatan dana LPDB Kementerian KUKM untuk koperasi dan pelaku usaha Industri kreatif skala UMK; 5. Penyusunan dan penerbitan informasi pembiayaan bagi industri kreatif skala UMK; 6. Peningkatan kapasitas pendamping KKMB bagi UMKM bidang industri kreatif. 17

18 B. Memfasilitasi interaksi pelaku industri di bidang ekonomi kreatif dengan lembaga pembiayaan untuk mengembangkan skema pembiayaan yang efektif. 1. Optimalisasi pemanfaatan SUP-005 melalui pengembangan skema pembiayaan spesifik bagi sektor industri kreatif pada LKBB (Pegadaian, PM, Modal Ventura); 2. Mengembangkan skema pembiayaan LKBB untuk UMKM industri kreatif; 3. Mendukung Pemda memfasilitasi pengembangan skema pembiayaan pada BPD; 4. Pelaksanaan sosialisasi dan informasi skema2 pembiayaan yang tersedia di Perbankan dan LKBB; 18

19 5. Sosialisasi pembiayaan UKM pelaku ekspor industri kreatif; 6. xpo Pembiayaan UMKM; 7. Sosialisasi skema pembiayaan bagi UMK sektor industri kreatif dengan lintas pelaku terkait; 8. Mendorong efektifitas pelaksanaan linkage program Bank Umum dengan KSP/KJKS dan BPR; 9. Mendorong terbentuknya PPKD di setiap Propinsi untuk mendukung penjaminan kredit UMK sektor industri kreatif yang layak tapi belum bankable; 10.Mengoptimalkan KUR skala mikro dan kecil. 19

20 C. Memfasilitasi pertemuan antar pelaku industri di bidang ekonomi kreatif yang membutuhkan biaya dengan lembaga pembiayaan. 1. Penyediaan ruang konsultasi dan informasi pembiayaan antara KKMB, Bank/LKBB dengan pelaku usaha UMKM industri kreatif di setiap Diskop dan UKM Propinsi dan Kab/Kota; 2. Penyelenggaraan klinik konsultasi pembiayaan UMKM indsutri kreatif dengan lembaga keuangan (Bank & LKBB) secara berkala; 3. Memfasilitasi ekspose pelaku industri kreatif yang membutuhkan pembiayaan dengan lembaga keuangan (Bank/LKBB); 4. Mengaktifkan dan mengefektifkan KKMB/pendampingan bagi UMKM industri kreatif; 20

21 Pinjaman/ Pembiayaan Kepada UMKM Melalui LKB Rp.186,0 miliar Pinjaman/ Pembiayaan Kepada UMKM Melalui LKBB Rp.226,3 miliar 19,1% Rencana Penyaluran Tahun 2010 Rp ,7% 1,2% Pinjaman/ Pembiayaan Kepada KSP/USP-Kop dan/ atau KJKS/UJKS- Kop Rp.657,5 miliar Pinjaman/ Pembiayaan Kepada KUMKM Strategis (Channeling) Rp.14,5 miliar 8,5% 55,5% Pinjaman/ Pembiayaan Kepada Koperasi Sektor Riil Rp.100,8 miliar 21

22 RC PYLUR D BRGULIR LPDB-KUMKM TU 2011 O SKIM PIJM/PMBIY*) TRGT LMBG KUG PRTR KUMKM (end user) ILI (Rp.) (%) Layer I I. Pinjaman/Pembiayaan Kepada KSP/USP-Kop dan/atau KJKS/UJKS-Kop 708 Koperasi 176 Koperasi UMiK ,95% 5 Bank 1. Melalui Koperasi Sekunder 12 Kop Sekunder 106 Kop Primer UMiK Melalui Bank 5 Bank 70 Kop Primer UMiK Langsung kepada Koperasi Primer 691 Kop Primer UMiK Kepada Sarjana Wirausaha Baru 5 Kop Primer UMiK II. Pinjaman/Pembiayaan Kepada Koperasi Sektor Riil 52 Kop ,00% 1. Sektor Riil (selain Smesco Mart dan Resi Gudang) 40 Kop Smesco Mart 7 Kop Resi Gudang 5 Kop III. Pinjaman/Pembiayaan Kepada UMKM Melalui LKBB 25 LKBB **) 347 KUMKM ,63% 1. Melalui Perusahaan Modal Ventura 23 PMV/D 267 UMKM- PPU UMKM- 21 PMVD 231 a. UMKM-PPU PPU PMV UMKM- 4 PMVD 16 b. UMKM-PPU Tenant Inkubator PPU PMV UMKM- 5 PMVD 20 c. UMKM-PPU di Kawasan Industri PPU PMV 2. Melalui Perusahaan Permodalan dan Jasa Manajemen 1 Perusahaan 40 KUMKM Melalui Perusahaan Pegadaian 1 Perusahaan 40 KUMKM IV. Pinjaman/Pembiayaan Kepada UMKM Melalui LKB 14 LKB UMKM ,90% V. Pinjaman/Pembiayaan Kepada KUMKM Strategis (Channeling) 4 PMV 30 KUMKM ,52% 760 Koperasi 176 Koperasi JUML KUMKM ,00% 48 on Koperasi *) Rincian rencana penyaluran per skim pinjaman/pembiayaan per provinsi terlampir **) Dari 27 PMVD, sebanyak 6 PMVD belum direkomendasikan oleh BV (ceh, DKI Jakarta, Papua, Sulut, Sultra, Sumsel) 22 Layer II

23 KSP/KJKS SKUDR KSP/KJKS PRIMR UMK LKB/LKBB KSP/KJKS PRIMR UMK LKB/LKBB UMK LPDB-KUMKM KSP/KJKS PRIMR UMK KOPRSI SKTOR RIIL LKBB Bekerjasama dgn inkubator KUMK STRTGIS UMK BLUD (channeling) KUMK 23

24 ISTRUM LPDB-KUMKM DLM MILI CLO MITR PIJM/PMBIY US Tingkat kesehatan dan kelayakan Kinerja 2 tahun terakhir baik US (SU positif, RT tepat waktu) Tingkat kesehatan dan kelayakan LMBG Rating 1. Legalitas koperasi; 2. Berbadan hukum koperasi minimum 2 tahun SDM Sertifikasi (Kompetensi/Profesi) PRSYRT PIJM/ PMBIY 24

25 PRKMBG PROSS PRSTUJU PIJM/PMBIY PR 31 MI 2010 PROPOSL YG SUD DISTUJUI OL KOMIT PIJM/PMBIY Rp KD Rp.48,18 miliar 20,1% SP3 Rp.63,45 miliar 26,5% KOMIT Rp.128,09 miliar 53,4%

26 RLISSI PYLUR D BRGULIR JURI S.D 31 MI 2010 PMV Rp.15,48 M 96 PPU 28% Bank Rp.1,75 M 45 Kop Primer 3% KSP/KJKS Sekunder Rp.16,18 M 111 Kop Primer 29% KSP/KJKS Primer Rp.22,35 M UMiK 40% Rp.55,757,750,000 (4,70%) 26

27 KUGGUL PIJM/PMBIY D BRGULIR KUMKM MLLUI LPDB-KUMKM Mendukung kebijakan pemerintah di bidang pembiayaan KUMKM Persyaratan pembiayaan tidak terikat kepada peraturan Bank Indonesia Tidak mensyaratkan adanya jaminan fisik Tarif layanan/tingkat suku bunga yang relatif lebih rendah dari tingkat suku bunga pasar (maks. 9,5% per tahun sliding)

28 SBR RLISSI PYLUR D BRGULIR LPDB-KUMKM PR 31 MI 2010 O PROVISI LGSUG KPD KOPRSI MLLUI LMBG KUG PRTR (O KOPRSI) TOTL PIJM/ JUML PIJM/ PRIMR JUML PIJM/ JUML PIJM/ JUML PIJM/ SKUDR PRIMR PMV UMK-PPU BK KOPRSI PMBIY PMBIY LGSUG PMBIY PMBIY PMBIY 1 angroe ceh Darussalam 2 Sumatera Utara - 2 Rp Rp Rp Rp Sumatera Barat 1 19 Rp Rp Rp Rp Rp Riau - 1 Rp Rp Rp Jambi - 2 Rp Rp Rp Rp Sumatera Selatan Rp Rp Bengkulu - 1 Rp Rp Rp Lampung - 4 Rp Rp Rp Rp Rp Bangka Belitung Rp - 10 Kepulauan Riau Rp Rp DKI Jakarta 3 87 Rp Rp Rp Rp Rp Jawa Barat - 14 Rp Rp Rp Rp Rp Jawa Tengah 1 23 Rp Rp Rp Rp Rp DI Yogyakarta 1 28 Rp Rp Rp Rp Rp Jawa Timur Rp Rp Rp Rp Rp Banten 1 Rp Rp Bali - 1 Rp Rp Rp Rp Rp usa Tenggara Barat - 5 Rp Rp Rp Rp usa Tenggara Timur 1 7 Rp Rp Rp Rp Kalimantan Barat Rp Rp Rp Kalimantan Tengah Rp Rp Kalimantan Selatan Rp Rp Rp Kalimantan Timur Rp Rp Rp Sulawesi Utara Rp Rp Sulawesi Tengah 1 20 Rp Rp Sulawesi Selatan - 24 Rp Rp Rp Rp Sulawesi Tenggara 4 Rp Rp Gorontalo Rp - 29 Sulawesi Barat Rp - 30 Maluku 3 Rp Rp Maluku Utara Rp - 32 Papua Rp - 33 Papua Barat - 4 Rp Rp Rp - Rp JUML Rp Rp Rp Rp Rp

29 RLISSI PYLUR D BRGULIR LPDB-KUMKM RGIOL WILY II PR 31 MI 2010 Papua 0.00% Papua Barat 0.84% Bengkulu 2.99% Jambi 8.25% Kepulauan Riau 1.17% Riau 9.69% Sumatera Utara 3.38% Bangka Belitung 0.00% Jawa Timur 73.67% o Provinsi Realisasi Penyaluran Persen 1 Jawa Timur Rp ,67% 2 Bangka Belitung Rp - 0,00% 3 Jambi Rp ,25% 4 Bengkulu Rp ,99% 5 Papua Rp - 0,00% 6 Papua Barat Rp ,84% 7 Riau Rp ,69% 8 Kepulauan Riau Rp ,17% 9 Sumatera Utara Rp ,38% Jumlah Rp ,00% 29

30 JUML PROPOSL/PIJM D JUML PLFO PGJU RGIOL WILY II PR 31 MI 2010 Riau Rp19,766,170, % Kepulauan Riau Rp56,550,239, % Sumatera Utara Rp6,678,750, % Papua Barat Rp950,000, % Papua Rp61,030,700, % Jawa Timur Rp258,519,700, % Bengkulu Rp24,066,972, % Jambi Rp12,180,000, % Bangka Belitung Rp- 0.00% o Provinsi Plafon Pengajuan Jumlah Proses Proposal nalisa Proposal SP3 kad 1 Jawa Timur Rp Bangka Belitung Rp Jambi Rp Bengkulu Rp Papua Rp Papua Barat Rp Riau Rp Kepulauan Riau Rp Sumatera Utara Rp Jumlah Rp

31 KDL PYLUR D BRGULIR LPDB-KUMKM Peningkatan jumlah dana bergulir belum sebanding dengan sumberdaya internal Belum memiliki perwakilan di daerah Daya serap koperasi rendah karena banyak koperasi yang belum feasible. Pengembalian kelengkapan administrasi oleh mitra sering terlambat 31

32 RLISSI PGLI D BRGULIR DRI PROGRM KMTRI KOPRSI D UKM PR 31 MI 2010 SK Pengalihan Jumlah yang kan dialihkan berdasarkan amanat SK Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Realisasi Tahun 2010 Januari Februari Maret pril Mei Tahun 2010 kumulasi s.d Tahun 2010 Sisa dana yang belum dialihkan Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Deputi Bidang Produksi Deputi Bidang Pembiayaan Deputi Bidang Pemasaran Belum Teridentifikasi Sumber Dana

33 o I Sektor Pembiayaan Industri Kreatif Bidang Media Pelaku Usaha 1 Musik UKM 2 TV dan Radio UKMB 3 Periklanan UKM Bank on Bank Pemerintah Usulan**) Kredit Kecil dan Komersial Kredit Kecil dan Komersial Kredit Kecil dan Komersial Kredit Mikro Kecil dan Komersial SPOSORSIP SPOSORSIP JK PIUTG lternatif Pembiayaan PB /PBD (DPRTM/ Stimulus Pajak ***) KMTRI) 3,4,5,6 PPh dan PPn PB /PBD (DPRTM/ KMTRI) 3,4,5,6 - PB /PBD (DPRTM/ KMTRI) 3,4,5,6 - PB /PBD (DPRTM/ 4 Video, Film dan Fotografi UMKMB SPOSORSIP KMTRI) 1,2,3,4,5,6 PPh dan PPn PB /PBD Kredit Mikro Kecil 5 Penerbitan dan Percetakan UMKM (DPRTM/ dan Komersial JK PIUTG KMTRI) 1,2,3,4,5,6 PPh dan PPn **) Penjelasan klaster lihat Kondisi ksisting dan Pola Pembiayaan Koperasi dan UMKM pada slide 16 ***) Stimulus pajak diberikan dengan syarat untuk pengembangan ekonomi, pendidikan dan merangsang kreativitas dan inovasi 33

34 o Sektor Pelaku Usaha lternatif Pembiayaan Bank on Bank Pemerintah Usulan**) Stimulus Pajak ***) II Pembiayaan Industri Kreatif Bidang Disain, Seni dan Budaya 1 rsitektur UKM Kredit Kecil dan Komersial - 2 Fesyen UMKM Kredit Mikro Kecil dan Komersial 3 Disain UMKM Kredit Mikro Kecil dan Komersial 4 Kerajinan UMKM Kredit Mikro Kecil dan Komersial Kredit Mikro Kecil dan Komersial CSR, PGDI, PM JK PIUTG CSR, PGDI, PM PB /PBD (DPRTM/ KMTRI) 5,6 - PB /PBD (DPRTM/ KMTRI) 1,2,3,4,5,6 - PB /PBD (DPRTM/ KMTRI) 1,2,3,4,5,6 - PPM, PKBL BUM 1,2,3,4,5,6 PPh dan PPn 5 Perdagangan/Pasar Barang Seni UMKM CSR, PGDI, PM PKBL BUM 1,2,3,4,5,6 PPh dan PPn PB /PBD 6 Seni Pertunjukan UMKM Kredit Kecil (DPRTM/ dan Komersial SPOSORSIP KMTRI) 3,4,5,6 - **) Penjelasan klaster lihat Kondisi ksisting dan Pola Pembiayaan Koperasi dan UMKM pada slide 16 ***) Stimulus pajak diberikan dengan syarat untuk pengembangan ekonomi, pendidikan dan merangsang kreativitas dan inovasi PPM, 34

35 o III Sektor Pembiayaan Industri Kreatif Bidang IPTK Pelaku Usaha 1 Riset dan Pengembangan UMB Kredit Kecil dan Komersial 2 Permainan UMKM Bank on Bank Pemerintah Usulan**) Kredit Mikro Kecil dan Komersial 3 Layanan Komputer dan Piranti Lunak UMKM Kredit Mikro Kecil dan Komersial MODL VTUR CSR, PGDI, PM lternatif Pembiayaan PB /PBD * ) (DPRTM/ Stimulus Pajak ***) KMTRI) 5,6 - PPM, PKBL BUM 1,2,3,4,5,6 - PB /PBD (DPRTM/ MODL VTUR KMTRI) 3,4,5,6 PPh dan PPn 4 Makanan Olahan (pertanian scr umum) UMKM Kredit Mikro Kecil PPM, dan Komersial CSR, PGDI, PM PKBL BUM 1,2,3,4,5,6 PPh dan PPn *) Pendampingan, penyuluhan dan bantuan teknis **) Penjelasan klaster lihat Kondisi ksisting dan Pola Pembiayaan Koperasi dan UMKM pada slide 16 ***) Stimulus pajak diberikan dengan syarat untuk pengembangan ekonomi, pendidikan dan merangsang kreativitas dan inovasi 35

36 36

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009 ACEH ACEH ACEH SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT RIAU JAMBI JAMBI SUMATERA SELATAN BENGKULU LAMPUNG KEPULAUAN BANGKA BELITUNG KEPULAUAN RIAU DKI JAKARTA JAWA BARAT

Lebih terperinci

PEMBIAYAAN UMKM DALAM PAKET KEBIJAKAN EKONOMI SEPTEMBER 2015

PEMBIAYAAN UMKM DALAM PAKET KEBIJAKAN EKONOMI SEPTEMBER 2015 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia PEMBIAYAAN UMKM DALAM PAKET KEBIJAKAN EKONOMI SEPTEMBER 2015 JAKARTA, 15 OKTOBER 2015 OUTLINE PEMBIAYAAN UMKM DALAM PAKET KEBIJAKAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

TENTANG. memperluas. pembiayaan; Undang-Undang. 2. Tahun 2003

TENTANG. memperluas. pembiayaan; Undang-Undang. 2. Tahun 2003 KEMENTERIAN NEGARAA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ( LPDB-KUMKM ) PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR

Lebih terperinci

PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NOMOR: 36/PER/LPDB/2010 TENTANG

PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NOMOR: 36/PER/LPDB/2010 TENTANG KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ( LPDB-KUMKM ) PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI

Lebih terperinci

PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NOMOR 009/PER/LPDB/2011 T E N T A N G

PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NOMOR 009/PER/LPDB/2011 T E N T A N G KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ( LPDB-KUMKM ) PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI

Lebih terperinci

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia PEMBIAYAAN UMKM DALAM PAKET KEBIJAKAN EKONOMI SEPTEMBER 2015

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia PEMBIAYAAN UMKM DALAM PAKET KEBIJAKAN EKONOMI SEPTEMBER 2015 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia PEMBIAYAAN UMKM DALAM PAKET KEBIJAKAN EKONOMI SEPTEMBER 2015 SURABAYA, 8 OKTOBER 2015 OUTLINE PEMBIAYAAN UMKM DALAM PAKET KEBIJAKAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NOMOR : 35/PER/LPDB/2010 T E N T A N G

PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NOMOR : 35/PER/LPDB/2010 T E N T A N G KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ( LPDB-KUMKM ) PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI

Lebih terperinci

TEMA OPTIMALIASI ANGGARAN PEMBANGUNAN KOPERASI DAN UMKM SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN

TEMA OPTIMALIASI ANGGARAN PEMBANGUNAN KOPERASI DAN UMKM SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN POKOK KESIMPULAN RAPAT REGIONAL BIDANG PEMBANGUNAN KOPERASI DAN UMKM TAHUN 2016 WILAYAH III TEMA OPTIMALIASI ANGGARAN PEMBANGUNAN KOPERASI DAN UMKM SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN Provinsi Bali, Nusa Tenggara

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KUKM DEPUTI PEMBIAYAAN

KEMENTERIAN KUKM DEPUTI PEMBIAYAAN DEPUTI BIDANG PEMBIAYAAN 2014 LATAR BELAKANG 1986 2006 2010 2011 2012 2,765 4,577 4,838 4,952 4,968 n/a 36,763 42,631 44,280 48,997 94,534 472,602 573,601 602,195 629,418 1,416,935 8,101,868 53,207,500

Lebih terperinci

KOPERASI DAN MENENGAH NOMOR 35 T E N T A N G. Pemberian. pembiayaan. pinjaman/ Petunjuk. Nomor 116, Nomor 4286); Nomor 4355); Nomor 15

KOPERASI DAN MENENGAH NOMOR 35 T E N T A N G. Pemberian. pembiayaan. pinjaman/ Petunjuk. Nomor 116, Nomor 4286); Nomor 4355); Nomor 15 KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ( LPDB-KUMKM ) PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANAA BERGULIR KOPERASI

Lebih terperinci

PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015

PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015 1 PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015 DEPUTI BIDANG KELEMBAGAAN KOPERASI DAN UKM 1. Revitalisasi dan Modernisasi Koperasi; 2. Penyuluhan Dalam Rangka Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi;

Lebih terperinci

RUMAH KHUSUS TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN

RUMAH KHUSUS TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN Pembangunan Perumahan Dan Kawasan Permukiman Tahun 2016 PERUMAHAN PERBATASAN LAIN2 00 NASIONAL 685.00 1,859,311.06 46,053.20 4,077,857.49 4,523.00 359,620.52 5,293.00 714,712.50 62,538.00 1,344,725.22

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM TAHUN 2015

RENCANA KERJA TAHUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM TAHUN 2015 RENCANA KERJA TAHUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM TAHUN 2015 Kode Program/Kegiatan INDIKATOR 1 2 3 4 01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Koperasi dan UKM 1 Penyusunan

Lebih terperinci

DEPUTI BIDANG PENGAWASAN

DEPUTI BIDANG PENGAWASAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA DEPUTI BIDANG PENGAWASAN RAPAT REGIONAL BIDANG KOPERASI DAN UKM Prama Sanur Beach Bali Hotel 1 3 Juni 2016 1 Peraturan Presiden Republik

Lebih terperinci

POKOK-POKOK PIKIRAN KEBIJAKAN DANA ALOKASI KHUSUS 2017

POKOK-POKOK PIKIRAN KEBIJAKAN DANA ALOKASI KHUSUS 2017 POKOK-POKOK PIKIRAN KEBIJAKAN DANA ALOKASI KHUSUS 2017 Kepala Subdirektorat Keuangan Daerah Bappenas Februari 2016 Slide - 1 KONSEP DASAR DAK Slide - 2 DAK Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang

Lebih terperinci

yang diperingkat 500 orang

yang diperingkat 500 orang JAKARTA, 2013 Laporan Akuntabilitas Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ini merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan pembangunan koperasi dan UKM di Indonesia pada periode

Lebih terperinci

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI RI Jakarta 2011 Sasaran program K/L Kesesuaian lokus program dan kegiatan K/L & daerah Besaran anggaran program dan kegiatan K/L Sharing pendanaan daerah

Lebih terperinci

TANTANGAN DAN PELUANG KOPERASI DAN UKM DALAM PEMANFAATAN BROADBAND

TANTANGAN DAN PELUANG KOPERASI DAN UKM DALAM PEMANFAATAN BROADBAND TANTANGAN DAN PELUANG KOPERASI DAN UKM DALAM PEMANFAATAN BROADBAND Disampaikan Pada Acara SEMINAR NASIONAL BROADBAND ECONOMY Jakarta, 11 Desember 2012 STRUKTUR PEREKONOMIAN NASIONAL 1. Visi Indonesia 2025

Lebih terperinci

d. Anggota Koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi serta tercatat dalam buku daftar anggota.

d. Anggota Koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi serta tercatat dalam buku daftar anggota. PENGERTIAN DAN BATASAN a. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi

Lebih terperinci

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Assalamu alaikum Wr. Wb. Sambutan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Assalamu alaikum Wr. Wb. Sebuah kebijakan akan lebih menyentuh pada persoalan yang ada apabila dalam proses penyusunannya

Lebih terperinci

BAB 20 PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

BAB 20 PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH BAB 20 PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar

Lebih terperinci

Peran Bank Indonesia Dalam Perekonomian BANK INDONESIA KREDIT. SIMPANAN : Giro Deposito Tabungan

Peran Bank Indonesia Dalam Perekonomian BANK INDONESIA KREDIT. SIMPANAN : Giro Deposito Tabungan 1 2 Peran Bank Indonesia Dalam Perekonomian UU No.23 Tahun 1999 Sebagaimana diubah dengan UU No. 3 Th 2004 BANK INDONESIA KEBIJAKAN MONETER KEBIJAKAN SISTEM PEMBAYARAN PENGATURAN/PENGAWASAN BANK SURPLUS

Lebih terperinci

Antar Kerja Antar Daerah (AKAD)

Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) Konsep Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) merujuk pada mobilitas pekerja antar wilayah administrasi dengan syarat pekerja melakukan pulang pergi seminggu sekali atau sebulan

Lebih terperinci

KEBIJAKSANAAN DAN PROGRAM KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM YANG MENDUKUNG PROGRAM KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT

KEBIJAKSANAAN DAN PROGRAM KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM YANG MENDUKUNG PROGRAM KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT KEBIJAKSANAAN DAN PROGRAM KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM YANG MENDUKUNG PROGRAM KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT TEMPAT : HOTEL GOLDEN FLOWER JL. ASIA AFRIKA BANDUNG, 10 MARET 2010 1 LINGKUP TUGAS DEPUTI BIDANG

Lebih terperinci

Tabel Lampiran 1. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Padi Per Propinsi

Tabel Lampiran 1. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Padi Per Propinsi Tabel., dan Padi Per No. Padi.552.078.387.80 370.966 33.549 4,84 4,86 2 Sumatera Utara 3.48.782 3.374.838 826.09 807.302 4,39 4,80 3 Sumatera Barat.875.88.893.598 422.582 423.402 44,37 44,72 4 Riau 454.86

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 21 MOR SP DIPA-32.6-/21 DS264-891-4155-6432 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 1 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No. 1

Lebih terperinci

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL INSTRUKSI KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 1/Ins/II/2013 TENTANG PERCEPATAN PELAKSANAAN PROGRAM STRATEGIS BADAN PERTANAHAN NASIONAL TAHUN 2013 KEPALA BADAN PERTANAHAN

Lebih terperinci

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia =============================================================================== Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia !" #$ %$#&%!!!# &%!! Tujuan nasional yang dinyatakan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia sebagai suatu bangsa dan negara besar dengan pemilikan sumber daya alam yang melimpah, dalam pembangunan ekonomi yang merupakan bagian dari pembangunan nasional

Lebih terperinci

PROGRAM KREDIT USAHA RAKYAT

PROGRAM KREDIT USAHA RAKYAT Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia PROGRAM KREDIT USAHA RAKYAT Surabaya, 3 Maret 2016 Outline 1. Kinerja KUR 2. Target KUR 2016 3. Subsidi Bunga KUR 2016 4. Skema KUR 2016 5.

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN USAHA PEREMPUAN BAGI KESEJAHTERAAN KELUARGA MELALUI KEWIRAUSAHAAN

PENGEMBANGAN USAHA PEREMPUAN BAGI KESEJAHTERAAN KELUARGA MELALUI KEWIRAUSAHAAN Dialog Perempuan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa PENGEMBANGAN USAHA PEREMPUAN BAGI KESEJAHTERAAN KELUARGA MELALUI KEWIRAUSAHAAN Oleh Ruslan MR Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian

Lebih terperinci

PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NOMOR 44/PER/LPDB/2008 T ENTANG

PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NOMOR 44/PER/LPDB/2008 T ENTANG KEMENTERIAN NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I. LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ( LPDB-KUMKM ) PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR

Lebih terperinci

PEDOMAN UMUM LINKAGE PROGRAM ANTARA BANK UMUM DENGAN KOPERASI

PEDOMAN UMUM LINKAGE PROGRAM ANTARA BANK UMUM DENGAN KOPERASI Lampiran : Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Nomor : 03/Per/M.KUKM/III/2009 Tentang : Pedoman Umum Linkage Program Antara Bank Umum Dengan Koperasi PEDOMAN

Lebih terperinci

MATRIKS 2.2.A TARGET KINERJA PEMBANGUNAN LINTAS BIDANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN TAHUN 2011

MATRIKS 2.2.A TARGET KINERJA PEMBANGUNAN LINTAS BIDANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN TAHUN 2011 MATRIKS 2.2.A TARGET KINERJA PEMBANGUNAN LINTAS BIDANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN TAHUN 2011 Bidang: Lintas Bidang Penanggulangan Kemiskinan No /Fokus /Kegiatan I. : Penanggulangan Kemiskinan A. Fokus :

Lebih terperinci

NOTA DINAS. Indikator Kinerja. Indikator Kinerja RPJMD Persentase Koperasi Aktif terhadap Jumlah Koperasi

NOTA DINAS. Indikator Kinerja. Indikator Kinerja RPJMD Persentase Koperasi Aktif terhadap Jumlah Koperasi PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH Jl. Sisingamangaraja No. 3A Telp. (024) 8310556 8318773 Fax. (024) 8414165 Website : http://dinkop-umkm.jawatengah.go.id

Lebih terperinci

Fungsi, Sub Fungsi, Program, Satuan Kerja, dan Kegiatan Anggaran Tahun 2012 Kode. 1 010022 Provinsi : DKI Jakarta 484,909,154

Fungsi, Sub Fungsi, Program, Satuan Kerja, dan Kegiatan Anggaran Tahun 2012 Kode. 1 010022 Provinsi : DKI Jakarta 484,909,154 ALOKASI ANGGARAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN YANG DILIMPAHKAN KEPADA GUBERNUR (Alokasi Anggaran Dekonsentrasi Per Menurut Program dan Kegiatan) (ribuan rupiah) 1 010022 : DKI Jakarta 484,909,154

Lebih terperinci

Rancangan Program/Kegiatan Prioritas Deputi Bidang Pembiayaan Tahun 2017

Rancangan Program/Kegiatan Prioritas Deputi Bidang Pembiayaan Tahun 2017 KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA Rancangan Program/Kegiatan Prioritas Deputi Bidang Pembiayaan Tahun 2017 Oleh : Ir. Braman Setyo, M.Si Deputi Bidang Pembiayaan Bali,

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA BAB 19 PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA BAB 19 PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH BAB 19 PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH BAB 19 PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MII(RO" KECIL, DAN MENENGAH A. KONDISI UMUM Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Dalam rangka keterpaduan pelaksanaan pengembangan Ekonomi Kreatif, dengan ini

Lebih terperinci

K L I P I N G. Kamis, 10 Oktober Berita terkait LPDB-KUMKM Demikian kliping ini disampaikan sebagai bahan informasi.

K L I P I N G. Kamis, 10 Oktober Berita terkait LPDB-KUMKM Demikian kliping ini disampaikan sebagai bahan informasi. K L I P I N G L P D B - K U M K M Kamis, 10 Oktober 2013 Berita terkait LPDB-KUMKM Demikian kliping ini disampaikan sebagai bahan informasi. No Media Cetak/Online Hal. Judul 1 Perekonomiantasik.blogspot.com

Lebih terperinci

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI PEMBERDAYAAAN KOPERASI & UMKM DALAM RANGKA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT 1) Ir. H. Airlangga Hartarto, MMT., MBA Ketua Komisi VI DPR RI 2) A. Muhajir, SH., MH Anggota Komisi VI DPR RI Disampaikan

Lebih terperinci

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sebagai Wadah Pemberdayaan Masyarakat

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sebagai Wadah Pemberdayaan Masyarakat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat () Sebagai Wadah Pemberdayaan Masyarakat Keberhasilan pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara keluarga, pemerintah dan masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam

Lebih terperinci

U r a i a n. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Pendidikan Nonformal dan Informal

U r a i a n. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Pendidikan Nonformal dan Informal SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 26 TAHUN 2013 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN KEPADA GUBERNUR DALAM PENYELENGGARAAN DEKONSENTRASI TAHUN

Lebih terperinci

PROGRAM DAN KEGIATAN STRATEGIS DEPUTI BIDANG PEMBIAYAAN TAHUN 2014

PROGRAM DAN KEGIATAN STRATEGIS DEPUTI BIDANG PEMBIAYAAN TAHUN 2014 PROGRAM DAN KEGIATAN STRATEGIS DEPUTI BIDANG PEMBIAYAAN TAHUN 2014 Paparan Deputi Bidang Pembiayaan Dalam Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2013, Hotel Mercure Ancol, Tgl 10-12

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. Nomor : 08 /Per/M.KUKM/XII/2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. Nomor : 08 /Per/M.KUKM/XII/2010 TENTANG MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA Nomor : 08 /Per/M.KUKM/XII/2010 TENTANG PEDOMAN

Lebih terperinci

LAPORAN BULANAN PERIODE FEBRUARI 2016 KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM. Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia

LAPORAN BULANAN PERIODE FEBRUARI 2016 KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM. Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia LAPORAN BULANAN PERIODE FEBRUARI 2016 KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia KATA PENGANTAR i Penyusunan Laporan Monitoring Bulanan kinerja pelaksanaan program/kegiatan

Lebih terperinci

CATATAN ATAS PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DALAM RKP Grafik 1. Tingkat Kemiskinan,

CATATAN ATAS PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DALAM RKP Grafik 1. Tingkat Kemiskinan, CATATAN ATAS PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DALAM RKP 2013 A. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29,89 juta orang (12,36 persen).

Lebih terperinci

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan salam sejahtera untuk. kita semua

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan salam sejahtera untuk. kita semua SAMBUTAN DEPUTI GUBERNUR BIDANG KREDIT BANK INDONESIA PADA ACARA PENANDATANGANAN MOU ANTARA BANK INDONESIA DAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM TENTANG PENINGKATAN KETERAMPILAN LEMBAGA PENYEDIA JASA (BUSINESS

Lebih terperinci

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 015 KEMENTERIAN KEUANGAN BAGIAN ANGGARAN PELAKSANA : - - HAL PROG. ID : lui_pend01 % REAL. PEND

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 015 KEMENTERIAN KEUANGAN BAGIAN ANGGARAN PELAKSANA : - - HAL PROG. ID : lui_pend01 % REAL. PEND KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 15 KEMENTERIAN KEUANGAN BAGIAN ANGGARAN PELAKSANA : - - KODE U R A I A N 1 2 LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH KEMENTERIAN

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN USAHA DAN INVESTASI SUBSEKTOR PETERNAKAN 1)

PENGEMBANGAN USAHA DAN INVESTASI SUBSEKTOR PETERNAKAN 1) PENGEMBANGAN USAHA DAN INVESTASI SUBSEKTOR PETERNAKAN 1) PENDAHULUAN Diawali dengan adanya krisis moneter yang melanda negara-negara Asia yang kemudian melanda Indonesia pada pertengahan Juli 1997, ternyata

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY Jakarta, Maret 2012

EXECUTIVE SUMMARY Jakarta, Maret 2012 JAKARTA, 2012 EXECUTIVE SUMMARY Laporan Akuntabilitas Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ini merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan pembangunan koperasi dan UKM di Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 123 TAHUN 2014 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA BADAN PUSAT STATISTIK No. 13/02/Th. XV, 6 Februari 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA PERTUMBUHAN PDB TAHUN 2011 MENCAPAI 6,5 PERSEN Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 tumbuh sebesar 6,5 persen dibandingkan

Lebih terperinci

ALOKASI TAHUN ANGGARAN 2016

ALOKASI TAHUN ANGGARAN 2016 Lampiran 1 Nomor 03 /Per/M.KUKM/I /2016 Peningkatan Kapasitas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah ALOKASI TAHUN 2016 SASARAN (Jumlah) NO PROVINSI DAK TA.2016 PELATIHAN PENDAMPINGAN KET (ORANG) (ORANG) 1

Lebih terperinci

Monitoring Realisasi APBD 2013 - Triwulan I

Monitoring Realisasi APBD 2013 - Triwulan I Monitoring Realisasi APBD 2013 - Triwulan I 1 laporan monitoring realisasi APBD dan dana idle Tahun 2013 Triwulan I RINGKASAN EKSEKUTIF Estimasi realisasi belanja daerah triwulan I Tahun 2013 merupakan

Lebih terperinci

LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE TAHUN 2013 SEMESTER I

LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE TAHUN 2013 SEMESTER I 1 KATA PENGANTAR Kualitas belanja yang baik merupakan kondisi ideal yang ingin diwujudkan dalam pengelolaan APBD. Untuk mendorong tercapainya tujuan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh penyerapan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, maka pelaksanaan pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, maka pelaksanaan pembangunan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sebagaimana cita-cita kita bangsa Indonesia dalam bernegara yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, maka pelaksanaan pembangunan menjadi

Lebih terperinci

2

2 2 3 c. Pejabat Eselon III kebawah (dalam rupiah) NO. PROVINSI SATUAN HALFDAY FULLDAY FULLBOARD (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. ACEH

Lebih terperinci

LAPORAN BULANAN PERIODE APRIL Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia

LAPORAN BULANAN PERIODE APRIL Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia LAPORAN BULANAN PERIODE APRIL 2016 Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia KATA PENGANTAR i Penyusunan Laporan Monitoring Bulanan kinerja pelaksanaan program/kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM,

Lebih terperinci

LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE - TAHUN ANGGARAN 2013 - TRIWULAN III

LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE - TAHUN ANGGARAN 2013 - TRIWULAN III LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE - 1 LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE TAHUN 2013 TRIWULAN III KATA PENGANTAR Kualitas belanja yang baik merupakan kondisi ideal yang ingin

Lebih terperinci

LAPORAN BULANAN PERIODE MARET Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia

LAPORAN BULANAN PERIODE MARET Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia LAPORAN BULANAN PERIODE MARET 2016 Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia KATA PENGANTAR i Penyusunan Laporan Monitoring Bulanan kinerja pelaksanaan program/kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM,

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA BADAN PUSAT STATISTIK No. 12/02/Th. XIII, 10 Februari 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA PERTUMBUHAN PDB TAHUN 2009 MENCAPAI 4,5 PERSEN Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2009 meningkat sebesar

Lebih terperinci

. Keberhasilan manajemen data dan informasi kependudukan yang memadai, akurat, lengkap, dan selalu termutakhirkan.

. Keberhasilan manajemen data dan informasi kependudukan yang memadai, akurat, lengkap, dan selalu termutakhirkan. S ensus Penduduk, merupakan bagian terpadu dari upaya kita bersama untuk mewujudkan visi besar pembangunan 2010-2014 yakni, Terwujudnya Indonesia yang Sejahtera, Demokratis dan Berkeadilan. Keberhasilan

Lebih terperinci

Dr. Prasetijono Widjojo MJ, MA Deputi Bidang Ekonomi Bappenas. Penutupan Pra-Musrenbangnas 2013 Jakarta, 29 April 2013

Dr. Prasetijono Widjojo MJ, MA Deputi Bidang Ekonomi Bappenas. Penutupan Pra-Musrenbangnas 2013 Jakarta, 29 April 2013 Dr. Prasetijono Widjojo MJ, MA Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Penutupan Pra-Musrenbangnas 2013 Jakarta, 29 April 2013 SISTEMATIKA 1. Arah Kebijakan Prioritas Nasional 2. Isu-isu Penting dalam Prioritas

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL, PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PELIMPAHAN DAN PEDOMAN PENYELENGGARAAN DEKONSENTRASI BIDANG PENGENDALIAN PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL TAHUN

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA BADAN PUSAT STATISTIK No. 16/02/Th. XVII, 5 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA PERTUMBUHAN PDB TAHUN 2013 MENCAPAI 5,78 PERSEN Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2013 tumbuh sebesar 5,78

Lebih terperinci

DIREKTORAT JENDERAL PEMBIAYAAN PERUMAHAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

DIREKTORAT JENDERAL PEMBIAYAAN PERUMAHAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL PEMBIAYAAN PERUMAHAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT Oleh: Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Yogyakarta, 13 Agustus

Lebih terperinci

Pertumbuhan Simpanan BPR dan BPRS

Pertumbuhan Simpanan BPR dan BPRS Pertumbuhan Simpanan BPR dan BPRS Semester I Tahun 2015 Divisi Statistik, Kepesertaan, dan Premi Penjaminan Direktorat Penjaminan dan Manajemen Risiko DAFTAR ISI Jumlah BPR/BPRS Peserta Penjaminan Grafik

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2016 TEMA : MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR UNTUK MEMPERKUAT FONDASI PEMBANGUNAN YANG BERKUALITAS

RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2016 TEMA : MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR UNTUK MEMPERKUAT FONDASI PEMBANGUNAN YANG BERKUALITAS REPUBLIK INDONESIA RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2016 TEMA : MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR UNTUK MEMPERKUAT FONDASI PEMBANGUNAN YANG BERKUALITAS KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN

Lebih terperinci

ANALISIS PERKEMBANGAN INDUSTRI MIKRO DAN KECIL DI INDONESIA

ANALISIS PERKEMBANGAN INDUSTRI MIKRO DAN KECIL DI INDONESIA ANALISIS PERKEMBANGAN INDUSTRI MIKRO DAN KECIL DI INDONESIA Oleh : Azwar Harahap Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Riau ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui

Lebih terperinci

KUMPULAN PERATURAN KREDIT USAHA RAKYAT 2015

KUMPULAN PERATURAN KREDIT USAHA RAKYAT 2015 KUMPULAN PERATURAN KREDIT USAHA RAKYAT 2015 I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran dan kontribusi yang penting dalam perekonomian Indonesia, yaitu menyediakan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. (NSB) termasuk Indonesia sering berorientasi kepada peningkatan pertumbuhan

I. PENDAHULUAN. (NSB) termasuk Indonesia sering berorientasi kepada peningkatan pertumbuhan 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Program ekonomi yang dijalankan negara-negara Sedang Berkembang (NSB) termasuk Indonesia sering berorientasi kepada peningkatan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB)

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Masalah 73 I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 yang telah memberikan bukti bagaimana Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lebih tahan terhadap perubahan yang terjadi

Lebih terperinci

Penataan Ruang dalam Rangka Mengoptimalkan Pemanfaatan Ruang di Kawasan Hutan

Penataan Ruang dalam Rangka Mengoptimalkan Pemanfaatan Ruang di Kawasan Hutan Penataan Ruang dalam Rangka Mengoptimalkan Pemanfaatan Ruang di Kawasan Hutan Disampaikan oleh: Direktur Jenderal Penataan Ruang Komisi Pemberantasan Korupsi - Jakarta, 13 Desember 2012 Outline I. Isu

Lebih terperinci

FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PETERNAKAN DAN KESWAN TAHUN 2016

FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PETERNAKAN DAN KESWAN TAHUN 2016 DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PETERNAKAN DAN KESWAN TAHUN 2016 Disampaikan pada: MUSRENBANGTANNAS 2015 Jakarta, 04 Juni 2015 1 TARGET PROGRAM

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2011

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2011 BADAN PUSAT STATISTIK No. 31/05/Th. XIV, 5 Mei 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2011 EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2011 TUMBUH 6,5 PERSEN Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran

Lebih terperinci

BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM

BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM A. SASARAN STRATEJIK yang ditetapkan Koperasi dan UKM selama periode tahun 2005-2009 disusun berdasarkan berbagai

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Dalam rangka keterpaduan pelaksanaan Pengembangan Ekonomi Kreatif,

Lebih terperinci

Ukuran Keberhasilan B03, B06, B09 dan B12. Target Kinerja B03, B06, B09 dan B12

Ukuran Keberhasilan B03, B06, B09 dan B12. Target Kinerja B03, B06, B09 dan B12 LAPORAN EVALUASI CAPAIAN KINERJA OUTPUT DAN OUTCOME KEGIATAN SKPD TAHUN 2014 DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH TRIWULAN I (Posisi Maret 2015) DATA DASAR Kode Nama Program/ Kinerja B03,

Lebih terperinci

BUKU KUMPULAN PERATURAN TAHUN 2016 KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) K R E D I T U S A H A R A K Y A T KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

BUKU KUMPULAN PERATURAN TAHUN 2016 KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) K R E D I T U S A H A R A K Y A T KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN Buku ini berisi kumpulan Peraturan yang dikeluarkan oleh Komite Kebijakan dalam rangka relaksasi kebijakan terkait Program Kredit Usaha Rakyat Tahun 2016. Peraturan-peraturan dalam buku ini menjadi landasan

Lebih terperinci

TABEL 1 LAJU PERTUMBUHAN PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA (Persentase) Triw I 2011 Triw II Semester I 2011 LAPANGAN USAHA

TABEL 1 LAJU PERTUMBUHAN PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA (Persentase) Triw I 2011 Triw II Semester I 2011 LAPANGAN USAHA No. 01/08/53/TH.XIV, 5 AGUSTUS PERTUMBUHAN EKONOMI NTT TRIWULAN II TUMBUH 5,21 PERSEN Pertumbuhan ekonomi NTT yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan II tahun

Lebih terperinci

Historical cakupan lokasi sasaran PNPM Mandiri Perkotaan

Historical cakupan lokasi sasaran PNPM Mandiri Perkotaan Historical cakupan lokasi sasaran PNPM Mandiri Perkotaan A. Tahun 2006 Pada tahun 2006 merupakan lokasi P2KP yang terdiri dari lokasi P2KP-I, P2KP-II DAN P2KP-III. Adapun pembagian lokasi sasaran adalah

Lebih terperinci

PRESENTASI RAPAT KERJA MITRA PROGRAM KERJA BIDANG KEWIRAUSAHAAN YAYASAN DAMANDIRI TAHUN 2010 Oleh Drs. Mazwar Noerdin

PRESENTASI RAPAT KERJA MITRA PROGRAM KERJA BIDANG KEWIRAUSAHAAN YAYASAN DAMANDIRI TAHUN 2010 Oleh Drs. Mazwar Noerdin PRESENTASI RAPAT KERJA MITRA 2010 PROGRAM KERJA BIDANG KEWIRAUSAHAAN YAYASAN DAMANDIRI TAHUN 2010 Oleh Drs. Mazwar Noerdin PROGRAM KERJA BIDANG KEWIRAUSAHAAN YAYASAN DAMANDIRI TAHUN 2010 I. LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

INDEKS TENDENSI BISNIS DAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN I-2013

INDEKS TENDENSI BISNIS DAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN I-2013 BADAN PUSAT STATISTIK No. 34/05/Th. XVI, 6 Mei 2013 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN I-2013 KONDISI BISNIS DAN EKONOMI KONSUMEN MENINGKAT A. INDEKS TENDENSI BISNIS A. Penjelasan

Lebih terperinci

Hasil Survei Pembentukan Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (PPKD)

Hasil Survei Pembentukan Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (PPKD) Hasil Survei Pembentukan Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (PPKD) Pendahuluan Deskriptif Survei Pendanaan UMKM Agenda Persiapan Pembentukan PPKD Pemahaman Mengenai Regulasi terkait PPKD Pemahaman Mengenai

Lebih terperinci

KEGIATAN PRIORITAS PENGEMBANGAN PERKEBUNAN TAHUN Disampaikan pada: MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERTANIAN NASIONAL Jakarta, 31 Mei 2016

KEGIATAN PRIORITAS PENGEMBANGAN PERKEBUNAN TAHUN Disampaikan pada: MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERTANIAN NASIONAL Jakarta, 31 Mei 2016 KEGIATAN PRIORITAS PENGEMBANGAN PERKEBUNAN TAHUN 2017 Disampaikan pada: MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERTANIAN NASIONAL Jakarta, 31 Mei 2016 PERKEMBANGAN SERAPAN ANGGARAN DITJEN. PERKEBUNAN TAHUN

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI LAMPUNG TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI LAMPUNG TAHUN 2015 BPS PROVINSI LAMPUNG No. 05/02/Th.XVII, 5 Februari 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI LAMPUNG TAHUN 2015 EKONOMI LAMPUNG TAHUN 2015 TUMBUH 5,13 PERSEN MENGUAT DIBANDINGKAN TAHUN SEBELUMNYA Perekonomian Lampung tahun

Lebih terperinci

PROGRAM KERJA TAHUN 2013 DAN RENCANA KERJA TAHUN 2014 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH

PROGRAM KERJA TAHUN 2013 DAN RENCANA KERJA TAHUN 2014 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH PROGRAM KERJA TAHUN 2013 DAN RENCANA KERJA TAHUN 2014 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH Oleh: EUIS SAEDAH Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian B A H A N

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2013

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2013 BADAN PUSAT STATISTIK No. 55/08/Th. XVI, 2 Agustus 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2013 EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2013 TUMBUH 5,81 PERSEN Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA Nomor : 14/Per/M.KUKM/VII/2006 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA Nomor : 14/Per/M.KUKM/VII/2006 TENTANG nis 2006 11-08-2006 1.2005Draft tanggal, 28 Juli 2006 PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA Nomor : 14/Per/M.KUKM/VII/2006 TENTANG PETUNJUK TEKNIS DANA PENJAMINAN

Lebih terperinci

UMKM & Prospek Ekonomi 2006

UMKM & Prospek Ekonomi 2006 UMKM & Prospek Ekonomi 2006 Oleh : B.S. Kusmuljono Ketua Komite Nasional Pemberdayaan Keuangan Mikro Indonesia (Komnas PKMI) Komisaris BRI Disampaikan pada : Dialog Ekonomi 2005 & Prospek Ekonomi Indonesia

Lebih terperinci

Q&A Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM), Mandiri Young Technopreneur (MYT) & Wirausaha Sosial Mandiri (WSM) Tahun 2014

Q&A Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM), Mandiri Young Technopreneur (MYT) & Wirausaha Sosial Mandiri (WSM) Tahun 2014 Q&A Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM), Mandiri Young Technopreneur (MYT) & Wirausaha Sosial Mandiri (WSM) Tahun 2014 WIRAUSAHA MUDA MANDIRI 1. Apa Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN KARANGASEM TAHUN

RENCANA STRATEGIS DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN KARANGASEM TAHUN 1. Visi Terwujudnya, Usaha Mikro, Kecil dan berperan sebagai pelaku utama dalam perekonomian daerah 2. Misi 1. Mewujudkan yang berkualitas dan sehat 2. Meningkatnya pertumbuhan koperasi dan UMKM serta

Lebih terperinci

ALOKASI ANGGARAN. No Kode Satuan Kerja/Program/Kegiatan Anggaran (Ribuan Rp) (1) (2) (3) (4) 01 Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta

ALOKASI ANGGARAN. No Kode Satuan Kerja/Program/Kegiatan Anggaran (Ribuan Rp) (1) (2) (3) (4) 01 Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 103 TAHUN 2013 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN KEPADA GUBERNUR DALAM PENYELENGGARAAN DEKONSENTRASI TAHUN

Lebih terperinci

KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH DENGAN DUKUNGAN FASILITAS LIKUIDITAS PEMBIAYAAN PERUMAHAN (KPR-FLPP) PUSAT PEMBIAYAAN PERUMAHAN

KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH DENGAN DUKUNGAN FASILITAS LIKUIDITAS PEMBIAYAAN PERUMAHAN (KPR-FLPP) PUSAT PEMBIAYAAN PERUMAHAN KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH DENGAN DUKUNGAN FASILITAS LIKUIDITAS PEMBIAYAAN PERUMAHAN (KPR-FLPP) PUSAT PEMBIAYAAN PERUMAHAN JAKARTA, 26 Maret 2014 2 Agenda

Lebih terperinci

Antar Kerja Antar Lokal (AKAL)

Antar Kerja Antar Lokal (AKAL) Antar Kerja Antar Lokal (AKAL) Konsep antar kerja antar lokal dalam analisis ketenagakerjaan ini merujuk pada mereka yang bekerja di lain kabupaten/kota dengan persyaratan waktu pulang pergi ditempuh dalam

Lebih terperinci

STRATEGI NASIONAL DALAM PENCAPAIAN TARGET PENGURANGAN KEMISKINAN TAHUN Rahma Iryanti Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan

STRATEGI NASIONAL DALAM PENCAPAIAN TARGET PENGURANGAN KEMISKINAN TAHUN Rahma Iryanti Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan STRATEGI NASIONAL DALAM PENCAPAIAN TARGET PENGURANGAN KEMISKINAN TAHUN 2019 Rahma Iryanti Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Jakarta, 11 Februaru 2016 TARGET PEMBANGUNAN TPT Kondisi Terkini

Lebih terperinci

ANALISIS PERAN LEMBAGA PEMBIAYAAN DALAM PENGEMBANGAN UMKM

ANALISIS PERAN LEMBAGA PEMBIAYAAN DALAM PENGEMBANGAN UMKM ANALISIS PERAN LEMBAGA PEMBIAYAAN DALAM PENGEMBANGAN UMKM PUSAT KEBIJAKAN PERDAGANGAN DALAM NEGERI BADAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN PERDAGANGAN KEMENTERIAN PERDAGANGAN 2013 RINGKASAN EXECUTIVE

Lebih terperinci

PETA KEMAMPUAN KEUANGAN PROVINSI DALAM ERA OTONOMI DAERAH:

PETA KEMAMPUAN KEUANGAN PROVINSI DALAM ERA OTONOMI DAERAH: PETA KEMAMPUAN KEUANGAN PROVINSI DALAM ERA OTONOMI DAERAH: Tinjauan atas Kinerja PAD, dan Upaya yang Dilakukan Daerah Direktorat Pengembangan Otonomi Daerah deddyk@bappenas.go.id Abstrak Tujuan kajian

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DI YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI DI YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2015 BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA No. 47/08/34/Th.XVII, 5 Agustus 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI DI YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2015 EKONOMI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TRIWULAN II 2015 MENGALAMI KONTRAKSI 0,09 PERSEN,

Lebih terperinci