UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO"

Transkripsi

1 LAPORAN HASIL RAPAT KOORDINASI DAN KERJA SAMA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO DENGAN SELURUH PCM DAN PCA SE KABUPATEN PURWOREJO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO Alamat : K.H.A. Dahlan 3 Telepon/Fax. (0275) PURWOREJO Home page : 1

2 LAPORAN HASIL RAPAT KOORDINASI KERJA SAMA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO DENGAN SELURUH PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH DAN AISYIYAH DI KABUPATEN PURWOREJO Tema : Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan LATAR BELAKANG Perjalanan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) hampir memasuki tahun pertama. Kegiatan pemberdayaan tersebut diawali dengan kerja sama UMP dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Komitmen UMP dalam bidang kerja sama, khususnya di bidang pemberdayaan masyarakat makin terbukti sejak dibentuk Kader Pemberdayaan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Purworejo melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo Nomor : 184/KEP/II.3.AU/F/2008 pada tanggal 7 Rabi ul Awwal 1429 H atau bertepatan dengan 15 Maret 2008 M. Beragam kegiatan dan agenda pemberdayaan, baik yang telah terimplementasikan selama kurun waktu satu tahun ( ) maupun rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan perlu dievaluasi dan dikoordinasi ulang dalam pencapaian Visi dan Misi Universitas Muhammadiyah Purworejo di antaranya yang tercantum dalam Misi ke-4 yaitu menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat untuk mewujudkan masyarakat Islami yang sebenar-benarnya. Berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah terealisasikan di antaranya: Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Petani kerja sama dengan MPM PP Muhammadiyah dan MPM PDM pada tahun 2007 (kegiatan ini menjadi embrio berdirinya Kader Pemberdayaan Masyarakat UMP), Pendampingan di dua desa dampingan UMP yaitu di desa Cokroyasan Kecamatan Ngombol dan desa Mayungsari Kecamatan Bener untuk bidang Pertanian dan Pendidikan, Pelatihan PRA untuk Kader Pemberdayaan Masyarakat UMP dan Aktivis Karang Taruna, Pembentukan PKBM Surya Mandiri (perijinan sedang dalam proses) yang telah melaksanakan kegiatan di bidang pendidikan berupa Try Out untuk persiapan UAN/AS SMA/SMK/MAN Kelas XII dan beberapa kegiatan-kegiatan lainnya. Selama kurun waktu satu tahun Pemberdayaan Masyarakat UMP telah berusaha semaksimal mungkin menggerakkan berbagai kondisi yang diperlukan seperti mendorong roda organisasi, melakukan pendampingan masyarakat, membangun jejaring baik internal maupun eksternal serta menginisiasi berbagai model dan piloting kegiatan pemberdayaan. 2

3 Namun tidak dapat dipungkiri, masih terdapat beberapa kendala dalam melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di antaranya intensitas kerja sama dan koordinasi yang masih minim antara UMP, PCM dan PCA di Kabupaten Purworejo, sehingga program Pemberdayaan Masyarakat UMP belum dapat menyentuh semua wilayah kecamatan di Kabupaten Purworejo karena hanya terfokus di dua desa dampingan UMP yaitu desa Cokroyasan dan Mayungsari. Oleh karena itu, dalam upaya merefleksikan berbagai implementasi kegiatan pemberdayaan masyarakat dan modifikasi ulang program-program yang akan dilaksanakan, UMP berinisiatif untuk mengadakan Rapat Koordinasi kerja sama. Diharapkan setelah kegiatan ini berlangsung akan terwujud koordinasi yang baik dan dinamis serta saling bersinergi antara UMP, PCM dan PCA sehingga program pemberdayaan dapat berjalan dengan maksimal dan menyentuh berbagai wilayah dan akhirnya dapat mendorong terwujudnya kemandirian dan kedaulatan menuju masyarakat Islami yang sebenar-benarnya. BENTUK KEGIATAN 1. Ceramah 2. Rapat Koordinasi Kerja sama. TUJUAN 1. Meningkatkan kebermaknaan UMP di masyarakat khususnya warga Muhammadiyah dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin/terpinggirkan. 2. Terjalinnya kerja sama yang baik antara UMP, PCM dan PCA se Kabupaten Purworejo dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat. 3. Evaluasi realisasi program pemberdayaan masyarakat Universitas Muhammadiyah Purworejo selama kurun waktu Pemetaan persoalan sekaligus identifikasi faktor-faktor strategis di masingmasing PCM dan PCA dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk merumuskan langkah ke depan. DESAIN ACARA/PERSIDANGAN A. Ceramah dan Dialog Forum ini terdiri dari dua sesi yaitu: 1. Ceramah Umum Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo tentang Komitmen UMP dalam program pemberdayaan menuju masyarakat Islami yang sebenar-benarnya. 2. Ceramah oleh Ir. Sayoga Yulianto, M.M. tentang Model Kerja sama UMP dengan Persyarikatan Muhammadiyah yang dilanjutkan dengan dialog. 3

4 3. Ceramah dan dialog interaktif Oleh Dwi Irawati, M.Si. tentang Mekanisme pembentukan jeringan Pasar B. Rapat Koordinasi Kerja sama UMP dengan Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Purworejo. Dalam forum ini, peserta akan dibagi dalam tiga kelompok diskusi. Setiap kelompok akan membahas topik yang berbeda dari tiga topik yang sudah disediakan. Tiga topik yang disediakan, yaitu: 1. Integrated Farming 2. Model Kerja sama 3. Pengembangan Usaha: a. Pengembangan Produk Olahan b. Pengembangan Pemasaran WAKTU & TEMPAT Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Rabbi ul Awwal 1430 H / 14 Maret 2009 M di Auditorium Universitas Muhammadiyah Purworejo. PESERTA Unsur peserta yang diundang dalam Rapat Koordinasi Kerja Sama ini adalah: 1. LPPM UMP 2. Dekan Fakultas Pertanian UMP 3. Dekan Fakultas Peternakan UMP 4. Dekan Fakultas Ekonomi UMP 5. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan UMP 6. Dekan Fakultas Teknik UMP 7. Dosen Fakultas Pertanian UMP 8. Dosen Fakultas Peternakan UMP 9. Dosen Fakultas Ekonomi UMP 10. Dosen Fakultas Keguruan da Ilmu Pendidikan UMP 11. Dosen Fakultas Teknik UMP 12. Pimpinan Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo 13. Unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah se Kabupaten Purworejo 14. Unsur Pimpinan Cabang Aisiyah se Kabupaten Purworejo Dalam pelaksanaan kegiatan, Rakor Kerja Sama ini dihadiri oleh 71 peserta yaitu dari unsur Dekan Fakultas Pertanian UMP, Dekan Fakultas Ekonomi UMP, Dekan 4

5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMP, Perwakilan Dosen Fakultas Pertanian UMP, Perwakilan Dosen Fakultas Ekonomi UMP, Perwakilan Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMP, Pimpinan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMP, Unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah se-kabupaten Purworejo. Daftar peserta Rakor Kerja Sama dapat dilihat pada lampiran I. REALISASI SUSUNAN ACARA Realisasi susunan acara kegiatan Rapat Koordinasi Kerja Sama ini dapat dilihat pada lampiran II. GAMBARAN UMUM KEGIATAN Rapat Koordinasi Kerja Sama UMP dengan Seluruh PCM dan PCA se-kabupaten Purworejo ini dihadiri oleh 71 peserta. Dalam Rakor Kerja Sama ini turut bila mengundang Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Purworejo. Kegiatan Rakor dimulai pada pukul WIB yang semula dijadwalkan dimulai pada pukul WIB dikarenakan utusan dari masing-masing PCM dan PCA belum semua hadir. Rakor Kerja Sama ini diawali dengan laporan ketua panitia kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua PDM Purworejo dan sambutan Rektor UMP sekaligus membuka acara Rakor Kerja Sama UMP dengan Seluruh PCM dan PCA se-kabupaten Purworejo. Kegiatan Rakor Kerjasama ini terdiri dari dua sesi, yakni sesi yang pertama berupa Ceramah Umum dan dialog interaktif serta sesi yang kedua adalah Sidang Komisi. Pada sesi pertama diawali dengan Ceramah Umum dengan tema Komitmen UMP dalam program pemberdayaan menuju masyarakat Islami yang sebenar-benarnya dengan pembicara Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo. Dilanjutkan dengan dialog interaktif dengan tema Model kerja sama UMP dengan Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah dengan pembicara Ir. Sayoga Yulianto, M.M., dan materi Mekanisme pembentukan jaringan pasar dengan pembicara Dwi Irawati, M.Si. Sesi yang kedua berupa Sidang Komisi, peserta Rakor dibagi menjadi tiga kelompok diskusi yang dipisah dalam tiga tempat yang berbeda. Kelompok I membahas masalah Integrated Farming dipandu oleh Ir. Zulfanita, MP. dan Ir. H. Didik Widiyantono bertempat di Ruang Rapat UMP. Kelompok II membahas Model Verja Sama yang dipandu oleh Ir. Sayogo Yulianto bertempat di Auditórium UMP. Sedangkan kelompok III membahas Pengembangan Usaha yang dipandu oleh Dwi Irawati, M.Si. dan dr. Danni Igustiana yang bertempat di Ruang Pemberdayaan Masyarakat UMP. Dalam setiap forum, para peserta tampak antusias dalam mengikuti setiap pembahasan, baik ketika sesi Ceramah Umum dan Dialog Interaktif maupun ketika Sidang Komisi. Peserta Rakor dari Utusan PCM maupun PCA berharap agar 5

6 kegiatan Pemberdayaan Masyarakat UMP bisa menyentuh masyarakat secara labih luas, khususnya di setiap PCM dan PCA se-kabupaten Purworejo sehingga kebermaknaan UMP dapat lebih dirasakan masyarakat luas. Hal ini menjadi evaluasi bagi program-program Pemberdayaan Masyarakat UMP. Di Komisi I dan III, dapat terpetakan potensi dan unit kegiatan usaha di masing-masing PCM dan PCA sehingga dapat dirumuskan langkah ke depan untuk segera ditindak lanjuti. Pada Komisi II disepakati dibuatnya rancangan Draft Kemitraan antara UMP, PCM dan PCA dalam rangka Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat. Secara umum, tujuan Kegiatan Rakor Kerja Sama UMP dengan Seluruh PCM dan PCA se-kabupaten Purworejo ini dapat tercapai. Kegiatan ini berakhir pada pukul WIB dan ditutup oleh Rektor UMP. KEPUTUSAN RAKOR DAN KERJA SAMA UMP, PCM DAN PCA Keputusan hasil dan tindak lanjut dari Rakor dan Kerja Sama UMP dengan Seluruh PCM dan PCA se-kabupaten Purworejo ini dapat dilihat pada lampiran III. PENYELENGGARA Penyelenggara kegiatan adalah Aktivis Pemberdayaan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Purworejo. 6

7 KHOTIMAH Demikian laporan pertanggungjawaban panitia Rapat Koordinasi dan Kerja Sama UMP dengan PCM dan PCA se-kabupaten Purworejo ini kami buat semoga dapat memberikan gambaran yang memadai mengenai acara yang telah kami laksanakan tersebut. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik. Kami berharap apa yang telah dihasilkan dalam Rakor Kerja Sama ini mendapat ridho dari Allah SWT. Panitia Pelaksana, Purworejo, 27 Maret 2009 Ketua Panitia, Sekretaris Panitia, Diki Anwar Sani, S.Pd. NBM E n a n Mengetahui, Universitas Muhammadiyah Purworejo Rektor, Drs. M. Fakhrudin, M. Hum. NBM Kontak Person : Didik Widiyantono ( ), Diki Anwar Sani ( ) 7

8 Lampiran I REALISASI ACARA RAPAT KOORDINASI KERJA SAMA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO DENGAN SELURUH PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH DAN AISYIYAH DI KABUPATEN PURWOREJO Sabtu, 14 Maret : Registrasi Peserta : PEMBUKAAN 1. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur an 2. Laporan Ketua Panitia 3. Sambutan: a) Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo b) Ketua PDM Kabupaten Purworejo : Ceramah Umum tentang Komitmen UMP dalam program pemberdayaan menuju masyarakat Islami yang sebenar-benarnya Oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo : Materi dan dialog interaktif tentang Model kerja sama UMP dengan Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah Oleh Ir. Sayoga Yulianto, M.M : Materi dan dialog interaktif tentang Mekanisme pembentukan jaringan pasar : ISHOMA Oleh Dwi Irawati, M.Si : SIDANG KOMISI Diskusi Kelompok I tentang Integrated Farming Diskusi Kelompok II tentang Model Kerja sama Diskusi Kelompok III tentang Pengembangan Usaha : SIDANG PLENO Penyampaian Hasil Sidang Komisi : PENUTUPAN 8

9 Lampiran II RUMUSAN HASIL SIDANG KOMISI RAPAT KOORDINASI KERJA SAMA ANTARA UMP, PCM, Diskusi Kelompok I Tema Fasilitator Notulis DAN PCA SE- KABUPATEN PURWOREJO Sabtu, 14 Maret 2009 : Pertanian Terpadu : Ir. Zulfanita, M.P. Fachrudin : M. Ridwan Agung T Halimah Ayu Kurnia No. Cabang Pengalaman Lapangan PCM Bagelen 1. Mempunyai lahan dan ingin bertani sayuran organik, tetapi belum melaksanakan, 2. Luas tanah 1400 m 2, ada dua lahan di desa Kauman Bagelen 3. Kerja sama MPM dan UMP PCM Purworejo Sudah pernah membuat kompos kemudian berhenti, ingin membuat lagi tapi sulit menyalurkan kompos PCM Loano 1. Sulit mendekati petani untuk mengembangkan pertanian 2. petani meminta bukti terlebih dahulu dan contoh 3. Sulit merubah pola pertanian di lapangan 4. Mohon sosialisasi pembuatan pupuk kocor PCM Kemiri 1. Menggunakan pupuk organik maupun kimia ternyata hasilnya sama saja 2. Apakah UMP masih menyediakan PPC Solid PCM Kaligesing 1. Bagaimanakah cara pembuatan pupuk organik? 2. Mohon sosialisasi/penyuluhan kepada petani cara pembuatan pupuk organic dari UMP 3. Mohon penyuluhan pembuatan pupuk kocor PCM Butuh 1. Membuat kompos yang efektif masih kesulitan 2. Petani masih tergantung pada pupuk anorganik PCA Gebang 1. Penggunaan pupuk semi organic sudah berjalan dan penanaman padi SRI, tetapi lama kelamaan malas sehingga petani kembali menggunakan pupuk anorganik/kimia 2. Bau pupuk organik membuat petani malas 9

10 Jama ah Tani Lugosobo PCM Bpk. Fahrudin 1. Menggunakan pupuk semi organik 2. Motivasi petani lemah/ingin cepat panen 3. Harga pupuk oganik ternyata mahal 1 l = Rp Aroma pupuk bau/tidak sedap 5. Hasil lebih baik jika menggunakan pupuk organic 1. Mempunyai Kelompok Pembudidaya ikan tetapi belum ada hasil yang maksimal karena masalah teknis dan pasar sehingga perlu bimbingan secara intensif 2. Penyediaan pakan ternak kambing Jawa dan Ettawa terutama pada musim kemarau Tanggapan-Tanggapan : 1. Kembali ke pupuk organik 2. Perlu membuat pupuk organik yang murah dengan membuat sendiri 3. Perlu bimbingan untuk membuat pupuk organik dan pemanfaatan dari sampah organik/daun-daun dan sebagainya 4. Perlu demplot project di Desa Kauman Bagelen, Luas Tanah 1400 m 2 5. Kerjasama dengan PDM dan UMP 6. Segera melakukan aksi 7. Melakukan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kocor 10

11 Diskusi Kelompok II Tema : Model Kerja sama Fasilitator : Ir. Sayoga Yulianto, M.M. Suhada Notulis : Krisna Budi Aji 1. PCM / PCA setuju dengan model kerja sama di bawah ini A. Model Organisasi Kerja Sama PDM / MPM LPPM / UMP Tim Konsultan PCM / PCA F C PRM / PRA F R Kelompok / Jamaah Tani A B C D E F G Keterangan: FC = Fasilitator Cabang (yang memilih PCM) FR = Fasilitator Ranting : Garis Komando : Garis Koordinasi 11

12 B. Pola Operasional Kerja Sama B.1. Kerjasama Pemberdayaan Masyarakat Petani PDM / UMP Bantuan Teknis dan Manajemen Kelompok Tani Jamaah Tani Kontrak Kemitraan Pemasaran Hasil LPPM Tim B.2. Kerjasama Pendidikan Luar Sekolah ( Paguyuban Kelompok Belajar Masyarakat ) PDM / UMP Diklat Life Skill PKBM KUBE Kontrak Kemitraan Pemasaran Hasil LPPM Tim Konsultan Keterangan: KUBE = Kelompok Usaha Bersama : Kemitraan : Pembinaan 2. UMP agar sesegera mungkin menindaklanjuti RAKOR UMP-PCM / PCA se Kab. Purworejo 3. PCM / PCA siap memfasilitasi kebutuhan dan sarana dan prasarana yang dibutuhkan 12

13 4. UMP agar terjun langsung ke PCM / PCA, tidak menunggu dari bawah untuk memfasilitasi pembentukan jamaah tani / tindak lanjut dari Raker UMP, PCM & PCA. 13

14 Diskusi Kelompok III Tema : Pengembangan Pasar dan Akses Pasar (melalui Participatory Business Plan/PBP) Fasilitator : Dwi Irawati, M.Si. dr. Dani Igustiana Notulis : Diki Anwar Sani, S.Pd. No. Cabang Pengalaman Lapangan PCM Banyuurip 1. Memiliki usaha penggilingan padi berkapasitas 2 ton/hari 2. Persewaan gedung (memerlukan bantuan dokumentasi), 3. Catering 4. Pengembangan pasar via internet, 5. Bimbel untuk smp/sma, 6. Memiliki 2 buah PAUD (PCA Banyuurip) PCM Gebang 1. Memiliki usaha simpan pinjam 2. Usaha tani ikan lele di ranting Gebang 3. Usaha ternak kelinci dan Kambing di Ranting Seren PCM Purworejo 1. Memerlukan bimbingan teknis berbagai potensi yang ada 2. Beberapa potensi yang ada: a. Ada usaha warung b. Ternak kelinci, berkaitan pakan dan pasar c. Kolam perikanan sudah ada d. Ternak 1 ekor kambing dan 4 ekor sapi 3. Ada wacana ternak enthog PCM Kaligesing 1. punya potensi namun kurang perhatian dan koordinasi 2. perlu riset potensi masing-masing cabang PCM Grabag 1. belum ada usaha perekonomian atas nama muhammadiyah PCM Pituruh 1. Mohon bantuan pembentukan jalur pemasaran dari UMP 2. Memiliki unit usaha perikanan lele berjumlah yang dikelola oleh 18 orang 3. Memilki ternak kambing dan sapi dengan sistem bagi hasil 4. Memiliki lembaga keuangan mikro yang berperan memberi gaduhan 5. Sudah mengaplikasi pupuk kocor pada pertanaman padi 14

15 Lampiran III RESUME RAPAT TINDAK LANJUT RAKOR DAN KERJA SAMA UMP DENGAN SELURUH PCM DAN PCA SE-KABUPATEN PURWOREJO Selasa, 24 Maret Observasi dan riset potensi masing-masing PCM/PCA oleh tim konsultan yang ditugasi LPPM. (Riset di PCM Kaligesing). 2. Fasilitasi realisasi sayuran organik di desa Kauman Bagelen dengan luas lahan 1400m Fasilitasi penerapan pupuk organik kocor sesuai kesiapan masing-masing PCM/PCA. 4. Monitoring dan Evaluasi secara periodik kemitraan agribisnis kelinci dengan PCM Gebang dengan pola Inti-Plasma, sehingga segera dapat mendorong munculnya plasma-plasma baru di sekitarnya. 5. LPPM segera membentuk tim konsultan yang terdiri dari ahli bidang Pendidikan, Manajemen, Pertanian, Peternakan, Teknik,dan Lingkungan selambat-lambatya 11 April PCM/PCA segera menunjuk FC/FR selambat-lambatya 11 April Sosialisasi dan Pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan adalah LPPM & PCM/PCA dituangkan dalam bentuk Kontrak Kemitraan. 8. LPPM menyiapkan draft kontrak kemitraan untuk kepentingan di atas. 9. UMP akan memberikan bantuan teknis dan manajemen, pada kondisi tertentu dapat berupa material yang bersifat stimulus. 10. PCM/PCA mensinergikan ke masing-masing Majelis sehingga menjadi kegiatan dakwah terpadu. 11. Rakor Kerja sama dilakukan sekurang-kurangnya tiga bulan sekali. 12. Membentuk jaringan pemasaran via internet. Pembuatan Blog untuk Marketing. (PCM Banyuurip). 15

: pendampingan, vokasi, kelompok keterampilan, peternakan

: pendampingan, vokasi, kelompok keterampilan, peternakan PENINGKATAN KETERAMPILAN BETERNAK DENGAN DILENGKAPI PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA KKN VOKASI DI DESA MOJOGEDANG KECAMATAN MOJOGEDANG KABUPATEN KARANGANYAR Sutrisno Hadi Purnomo dan Agung Wibowo

Lebih terperinci

ANALISIS DAYA TARIK DUA PUSAT PELAYANAN DALAM PENGEMBANGAN SISTEM PERKOTAAN DI KABUPATEN PURWOREJO (Studi Kasus: Kota Kutoarjo dan Kota Purworejo)

ANALISIS DAYA TARIK DUA PUSAT PELAYANAN DALAM PENGEMBANGAN SISTEM PERKOTAAN DI KABUPATEN PURWOREJO (Studi Kasus: Kota Kutoarjo dan Kota Purworejo) ANALISIS DAYA TARIK DUA PUSAT PELAYANAN DALAM PENGEMBANGAN SISTEM PERKOTAAN DI KABUPATEN PURWOREJO (Studi Kasus: Kota Kutoarjo dan Kota Purworejo) TUGAS AKHIR Oleh : SRI BUDI ARTININGSIH L2D 304 163 JURUSAN

Lebih terperinci

- 308 - I. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANAHAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA 1. SUB SUB BIDANG PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI 1.

- 308 - I. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANAHAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA 1. SUB SUB BIDANG PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI 1. - 308 - I. PEMBAGIAN URUSAN AN PERTANAHAN SUB 1. Izin Lokasi 1. Penetapan kebijakan nasional mengenai norma, standar, prosedur, dan kriteria izin lokasi. 2.a. Pemberian izin lokasi lintas provinsi. b.

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam rangka mendukung target peningkatan surplus 10 ( sepuluh ) juta ton pada tahun 2014, Kementrian Petanian melakukan refocusing kegiatan DAK Bidang Pertanian Tahun

Lebih terperinci

RINCIAN RANCANGAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

RINCIAN RANCANGAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN Lampiran III Ranperda APBD Tahun 2012 Nomor Tanggal : : 19 Desember 2011 PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR RINCIAN RANCANGAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG RENCANA UMUM TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO, Menimbang

Lebih terperinci

kandungan, keterpaduan

kandungan, keterpaduan FORUM KOORDINASI KEBIJAKAN SDAL 1. PENDAHULUAN Perhatian pada bidang kelautan saat ini telah berkembang dengan pesat. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan yang antara lain ditujukan untuk terwujudnya ketersediaan

Lebih terperinci

SOSIALISASI DAN TEMU BISNIS

SOSIALISASI DAN TEMU BISNIS LAPORAN SOSIALISASI DAN TEMU BISNIS Koh1ersialisasi Pupuk Hayati Mikoriza Arbuskular "Technofert" untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional BALAIINKUBATOR TEKNOLOGI BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI

Lebih terperinci

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA. 2.1. Perencanaan Strategis Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP)

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA. 2.1. Perencanaan Strategis Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA 2.1. Perencanaan Strategis Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Rencana strategis (Renstra) instansi pemerintah merupakan langkah awal

Lebih terperinci

Propos al Lus trum V dan Temu Alumni. Ikatan Alumni Mes in Univers itas Pas undan B andung Panitia Lus trum V & Temu Alumni

Propos al Lus trum V dan Temu Alumni. Ikatan Alumni Mes in Univers itas Pas undan B andung Panitia Lus trum V & Temu Alumni Propos al Lus trum V dan Temu Alumni Ikatan Alumni Mes in Univers itas Pas undan B andung Panitia Lus trum V & Temu Alumni 08 LATAR BELAKANG Jurusan Teknik Mesin Universitas Pasundan yang dikenal sekarang

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan I. PENDAHULUAN A. Maksud dan Tujuan Rencana Kerja (Renja) Dinas Peternakan Kabupaten Bima disusun dengan maksud dan tujuan sebagai berikut : 1) Untuk merencanakan berbagai kebijaksanaan dan strategi percepatan

Lebih terperinci

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA ------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

BUPATI PEMALANG SAMBUTAN BUPATI PEMALANG. pada acara PENUTUPAN LOKAKARYA KEBERLANJUTAN PENDAMPINGAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. Kamis, 6 Maret 2014

BUPATI PEMALANG SAMBUTAN BUPATI PEMALANG. pada acara PENUTUPAN LOKAKARYA KEBERLANJUTAN PENDAMPINGAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. Kamis, 6 Maret 2014 BUPATI PEMALANG SAMBUTAN BUPATI PEMALANG pada acara PENUTUPAN LOKAKARYA KEBERLANJUTAN PENDAMPINGAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Kamis, 6 Maret 2014 Assalamu alaikum, Wr. Wb Ysh. Pimpinan dan anggota Panja RUU

Lebih terperinci

Program Padat Karya Pangan (PKP) MENGATASI SITUASI SULIT DENGAN UPAH BERAS

Program Padat Karya Pangan (PKP) MENGATASI SITUASI SULIT DENGAN UPAH BERAS KABUPATEN PURBALINGGA Program Padat Karya Pangan (PKP) MENGATASI SITUASI SULIT DENGAN UPAH BERAS Sumber: Inovasi Kabupaten di Indonesia. Seri Pendokumentasian Best Practices, BKKSI, 2008 satu SITUASI SEBELUM

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.30/MEN/2010 TENTANG RENCANA PENGELOLAAN DAN ZONASI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.30/MEN/2010 TENTANG RENCANA PENGELOLAAN DAN ZONASI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.30/MEN/2010 TENTANG RENCANA PENGELOLAAN DAN ZONASI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN

Lebih terperinci

BAGUS DWI PRADIPTA PUTRA

BAGUS DWI PRADIPTA PUTRA ANALISIS ADOPSI TEKNOLOGI VERMIKOMPOS TERHADAP PENINGKATAN NILAI TAMBAH PENDAPATAN PADA KELOMPOK TANI TERNAK SUMBER MAKMUR DESA MENDONGAN KECAMATAN SUMOWONO SKRIPSI Oleh : BAGUS DWI PRADIPTA PUTRA FAKULTAS

Lebih terperinci

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran

Lebih terperinci

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan IMPLEMENTASI KARAKTER PEDULI SOSIAL PADA PETANI (Studi Kasus di Desa Tanjungsari Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program

Lebih terperinci

PELATIHAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI DI KABUPATEN BULELENG

PELATIHAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI DI KABUPATEN BULELENG LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI DI KABUPATEN BULELENG Ketua : Fridayana Yudiaatmaja, M.Sc / 0012047414 Anggota

Lebih terperinci

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Oleh : YULIATI A520090017

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Oleh : YULIATI A520090017 UPAYA MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN PAPAN FLANEL PADA ANAK KELOMPOK A DI TK TUNAS HARAPAN BANGSA JEMOWO MUSUK BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013 SKRIPSI Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU

PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU Revisi 2013 PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU Jl. HR. Soebrantas No. 155 KM. 15 Simpang Baru Panam Pekanbaru Email: bppm_uinsuskariau@uin-suska.ac.id

Lebih terperinci

BAB I TUJUAN, VISI DAN MISI. Membentuk sumber daya mahasiswa jurusan yang kreatif dan produktif di bidang keteknikan dan bersifat religius.

BAB I TUJUAN, VISI DAN MISI. Membentuk sumber daya mahasiswa jurusan yang kreatif dan produktif di bidang keteknikan dan bersifat religius. BAB I TUJUAN, VISI DAN MISI Tujuan Membentuk sumber daya mahasiswa jurusan yang kreatif dan produktif di bidang keteknikan dan bersifat religius. Visi Mengembangkan sumber daya manusia yang beriman dan

Lebih terperinci

LATIHAN KEPEMIMPINAN MANAJEMEN MAHASISWA (LKMM) FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG PROJECT PROPOSAL LKMM FTI 2009

LATIHAN KEPEMIMPINAN MANAJEMEN MAHASISWA (LKMM) FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG PROJECT PROPOSAL LKMM FTI 2009 PROJECT PROPOSAL LKMM FTI 2009 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Unissula I. Latar Belakang Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang merupakan lembaga perguruan

Lebih terperinci

ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAM

ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAM KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAM PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI DAN PENINGKATAN DAYA SAING UMKM DALAM RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (SP3K), bahwa Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan

Lebih terperinci

KELOMPOK TANI TERNAK SAPI POTONG BUMI PETERNAKAN WAHYU UTAMA DS. SUKOLILO KEC. BANCAR KAB. TUBAN

KELOMPOK TANI TERNAK SAPI POTONG BUMI PETERNAKAN WAHYU UTAMA DS. SUKOLILO KEC. BANCAR KAB. TUBAN KELOMPOK TANI TERNAK SAPI POTONG BUMI PETERNAKAN WAHYU UTAMA DS. SUKOLILO KEC. BANCAR KAB. TUBAN Nama Kelompok : Bumi Peternakan Wahyu Utama Ketua : Drs. H. Joko Utomo Sekrtaris : Bagus Dwi Ubaidi Abadan

Lebih terperinci

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG SPMI-UMP SM 03 09 PALEMBANG 2O13 Standar KEMAHASISWAAN 1 Standar Penilaian Pendidikan Sistem Penjaminan Mutu Internal

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BAB III Tahapan Pendampingan KTH

BAB III Tahapan Pendampingan KTH BAB III Tahapan Pendampingan KTH Teknik Pendampingan KTH 15 Pelaksanaan kegiatan pendampingan KTH sangat tergantung pada kondisi KTH, kebutuhan dan permasalahan riil yang dihadapi oleh KTH dalam melaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Renstra Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro merupakan suatu. proses yang ingin dicapai pada hasil yang ingin dicapai Kantor

BAB I PENDAHULUAN. Renstra Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro merupakan suatu. proses yang ingin dicapai pada hasil yang ingin dicapai Kantor Renstra 2011-2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Renstra Kota Metro merupakan suatu proses yang ingin dicapai pada hasil yang ingin dicapai Kota Metro selama kurun waktu 5 (lima) tahun secara sistematis

Lebih terperinci

PEDOMAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

PEDOMAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PEDOMAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA JAKARTA 2007 KATA PENGANTAR Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ( ) sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Indonesia,

Lebih terperinci

Judul Kegiatan: Pengembangan Koalisi CSO untuk Mengawal Proses Reformasi Birokrasi Daerah

Judul Kegiatan: Pengembangan Koalisi CSO untuk Mengawal Proses Reformasi Birokrasi Daerah KERANGKA ACUAN KEGIATAN Judul Kegiatan: Pengembangan Koalisi CSO untuk Mengawal Proses Reformasi Birokrasi Daerah Semarang, 10 September 2013 1. Latar Belakang Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi telah

Lebih terperinci

(RENCANA KERJA) TAHUN 2015

(RENCANA KERJA) TAHUN 2015 (RENCANA KERJA) TAHUN 2015 SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH BIRO PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAMBI RENJA RENCANA KERJA TAHUN 2015 BIRO PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAMBI BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

DEKLARASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI

DEKLARASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI DEKLARASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI Bahwa kemiskinan adalah ancaman terhadap persatuan, kesatuan, dan martabat bangsa, karena itu harus dihapuskan dari bumi Indonesia. Menghapuskan kemiskinan merupakan

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 32/MEN/XII/2008 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa masyarakat adil dan makmur

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN UNIT KEARSIPAN PADA LEMBAGA NEGARA

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN UNIT KEARSIPAN PADA LEMBAGA NEGARA Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: info@anri.go.id PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 29 TAHUN 2008 TENTANG PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 29 TAHUN 2008 TENTANG PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 29 TAHUN 2008 TENTANG PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

Oleh Maria Chatarina Adharti Sri Susriyamtini ; Suci Paresti ; Maria Listiyanti ; Sapto Aji Wirantho ; Budi Santosa

Oleh Maria Chatarina Adharti Sri Susriyamtini ; Suci Paresti ; Maria Listiyanti ; Sapto Aji Wirantho ; Budi Santosa PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KEBUTUHAN LAPANGAN PADA PENGEMBANGAN MODEL KURIKULUM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR BERBASIS EKONOMI PRODUKTIF Oleh Maria Chatarina Adharti Sri Susriyamtini

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG TENAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG TENAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG TENAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

PEMBANGUNAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. Oleh : Dr. Ir. Hj. Aida Vitayala S. Hubeis

PEMBANGUNAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. Oleh : Dr. Ir. Hj. Aida Vitayala S. Hubeis PEMBANGUNAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Oleh : Dr. Ir. Hj. Aida Vitayala S. Hubeis Batasan Istilah Pemberdayaan masyarakat (community emporwerment) adalah perujudan dari pengembangan

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN UNIT PENGOLAH PUPUK ORGANIK (UPPO) TA. 2014

PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN UNIT PENGOLAH PUPUK ORGANIK (UPPO) TA. 2014 PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN UNIT PENGOLAH PUPUK ORGANIK (UPPO) TA. 2014 DIREKTORAT PUPUK DAN PESTISIDA DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2014 KATA PENGANTAR Pedoman

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

MENGELOLA DESA SECARA PARTISIPATIF REFLEKSI STUDI BANDING DESA MUARA WAHAU KE WILAYAH DIY. Oleh: Sri Purwani Konsultan

MENGELOLA DESA SECARA PARTISIPATIF REFLEKSI STUDI BANDING DESA MUARA WAHAU KE WILAYAH DIY. Oleh: Sri Purwani Konsultan MENGELOLA DESA SECARA PARTISIPATIF REFLEKSI STUDI BANDING DESA MUARA WAHAU KE WILAYAH DIY (Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulon Progo, Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon dan Desa Sumbermulya

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

MEMANFAATKAN PEKARANGAN PEROLEH RUPIAH

MEMANFAATKAN PEKARANGAN PEROLEH RUPIAH MEMANFAATKAN PEKARANGAN PEROLEH RUPIAH Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) merupakan program yang dicanangkan pemerintah dengan tujuan pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah

Lebih terperinci

KISI-KISI UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

KISI-KISI UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Manajerial Menyusun perencanaan untuk berbagai tingkatan perencanaan Memimpin dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal Menciptakan budaya dan iklim yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung

Lebih terperinci

KEGIATAN RAPAT KERJA HIMPUNAN MAHASISWA PERPAJAKAN PERIODE 2014-2015

KEGIATAN RAPAT KERJA HIMPUNAN MAHASISWA PERPAJAKAN PERIODE 2014-2015 I. PENDAHULUAN KEGIATAN RAPAT KERJA HIMPUNAN MAHASISWA PERPAJAKAN Dengan telah terpilihnya dan telah dilantiknya Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Perpajakan (HIMAPPA) periode 2014-2015 melalui serah terima

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.02/MEN/I/2011 TENTANG PEMBINAAN DAN KOORDINASI PELAKSANAAN PENGAWASAN

Lebih terperinci

LINTAS BATAS KESETIAKAWANAN SOSIAL JAKARTA JAMBI KESETIAKAWANAN SOSIAL TANPA BATAS

LINTAS BATAS KESETIAKAWANAN SOSIAL JAKARTA JAMBI KESETIAKAWANAN SOSIAL TANPA BATAS KESETIAKAWANAN SOSIAL LINTAS BATAS JAKARTA JAMBI TANPA BATAS KESETIAKAWANAN SOSIAL 2 KESETIAKAWANAN SOSIAL LINTAS BATAS MISI MENEMBUS BATAS WILAYAH MENEMBUS BATAS AGAMA MENEMBUS BATAS ETNIS/SUKU MENEMBUS

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD )

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD ) PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ( DPA SKPD ) SEKRETARIAT BADAN KOORDINASI PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN TAHUN ANGGARAN 203 NAMA FORMULIR DPA SKPD DPA SKPD

Lebih terperinci

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG KEBUTUHAN DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN

Lebih terperinci

PROFIL TKPPA TIM KOORDINASI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN ACEH (TKPPA)

PROFIL TKPPA TIM KOORDINASI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN ACEH (TKPPA) PROFIL TKPPA TIM KOORDINASI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN ACEH (TKPPA) Tim Koordinasi Pembangunan Pendidikan Aceh (TKPPA) merupakan inisiasi bersama dari Majelis Pendidikan Daerah Aceh, Dinas Pendidikan Aceh

Lebih terperinci

KANTOR PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ESA UNGGUL

KANTOR PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ESA UNGGUL S P M I KANTOR PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ESA UNGGUL 2009 1 SPMI UNIVERSITAS ESA UNGGUL NOMOR :./ /.. Revisi : Tanggal : Dikaji Ulang : Dikendalikan : 2 KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr.Wb. Syukur Alhamdulillah

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PEMBERIAN PINJAMAN KEPADA ANGGOTA KOPERASI PEGAWAI SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01/SP/SETNEG/KOP/12/2009

STANDAR PELAYANAN PEMBERIAN PINJAMAN KEPADA ANGGOTA KOPERASI PEGAWAI SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01/SP/SETNEG/KOP/12/2009 STANDAR PELAYANAN PEMBERIAN PINJAMAN KEPADA ANGGOTA KOPERASI PEGAWAI SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01/SP/SETNEG/KOP/12/2009 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN A. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Nomor

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

SAMBUTAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DALAM ACARA PERINGATAN HARI MENANAM POHON INDONESIA (HMPI) DAN BULAN MENANAM NASIONAL (BMN)

SAMBUTAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DALAM ACARA PERINGATAN HARI MENANAM POHON INDONESIA (HMPI) DAN BULAN MENANAM NASIONAL (BMN) SAMBUTAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DALAM ACARA PERINGATAN HARI MENANAM POHON INDONESIA (HMPI) DAN BULAN MENANAM NASIONAL (BMN) TAHUN 2014 DI SELURUH INDONESIA Yang terhormat : Gubernur/Bupati/Walikota

Lebih terperinci

RIKA PUSPITA SARI 02 114 054 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG

RIKA PUSPITA SARI 02 114 054 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG PERANAN BANTUAN PROGRAM PENGUATAN MODAL USAHA TERHADAP USAHA PENGOLAHAN PISANG PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MAJU BERSAMA DI KECAMATAN TANJUNG BARU KABUPATEN TANAH DATAR Oleh : RIKA PUSPITA SARI 02 114

Lebih terperinci

PROPOSAL BUKA PUASA BERSAMA ANAK YATIM

PROPOSAL BUKA PUASA BERSAMA ANAK YATIM PROPOSAL BUKA PUASA BERSAMA ANAK YATIM Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh PENDAHULUAN Dalam rangka acara buka bersama anak yatim yang akan diadakan pada tanggal 21 Ramadhan 1432 H (21 Agustus

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI REJANG LEBONG NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENETAPAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI KABUPATEN REJANG LEBONG BUPATI REJANG LEBONG,

PERATURAN BUPATI REJANG LEBONG NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENETAPAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI KABUPATEN REJANG LEBONG BUPATI REJANG LEBONG, PERATURAN BUPATI REJANG LEBONG NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENETAPAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI KABUPATEN REJANG LEBONG BUPATI REJANG LEBONG, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mendorong percepatan

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS INDONESIA

PEDOMAN PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS INDONESIA PEDOMAN PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS INDONESIA SUB DIREKTORAT OLAHRAGA DAN KEPEDULIAN PADA MASYARAKAT DIREKTORAT KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2015 PENJELASAN UMUM a. Latar Belakang

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH KEPUTUSAN MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-45 TENTANG ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH MUQADDIMAH Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang. Segala puji bagi Allah yang mengasuh

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN PENYUSUTAN AKTIVA TETAP MENURUT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DAN UNDANG UNDANG PAJAK SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PENGHASILAN

ANALISIS PERHITUNGAN PENYUSUTAN AKTIVA TETAP MENURUT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DAN UNDANG UNDANG PAJAK SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PENGHASILAN ANALISIS PERHITUNGAN PENYUSUTAN AKTIVA TETAP MENURUT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DAN UNDANG UNDANG PAJAK SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PENGHASILAN KENA PAJAK PADA PT. HYUNDAI MOBIL INDONESIA CABANG ARTERI PONDOK

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : Mevi Isnaini Rizkiyana NIM 080210201025

SKRIPSI. Oleh : Mevi Isnaini Rizkiyana NIM 080210201025 PENINGKATAN MINAT BACA ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA DI KELOMPOK B4 TAMAN KANAK-KANAK (TK) AL-AMIEN KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Oleh :

Lebih terperinci

KOMIT K. tergabung dalam. kurang. belajar. kepada. b Tenggamus. sebagai sebuah. dengan, kem

KOMIT K. tergabung dalam. kurang. belajar. kepada. b Tenggamus. sebagai sebuah. dengan, kem PROFIL KOMIT K KOPERASI KONSERVASI MITRA TANI Historis: KOMIT atau Koperasi Konservasi Mitra Tani nama tersebut dari hasil rembukan perwakilan petani yang tergabung dalam 22 kelompok tani di kabuapten

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT 1 GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT NOMOR 33 TAHUN 2010 T E N T A N G PEDOMAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR POLA SATU PINTU DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT KEGIATAN PENYULUHAN TENTANG LOMBA BAYI SEHAT

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT KEGIATAN PENYULUHAN TENTANG LOMBA BAYI SEHAT LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT KEGIATAN PENYULUHAN TENTANG LOMBA BAYI SEHAT TIM PENGABMAS KETUA: Ns. Neila Sulung, S. Pd, M.kes Ns. Nurul Fauziah, S.kep Ns. Silviani, S.kep PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

WONOGIRI Kode Pos : 57612

WONOGIRI Kode Pos : 57612 PEMERINTAH KABUPATEN WONOGIRI DINAS PENGAIRAN, ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Jl. Pemuda II Nomor 10 Telepon/Fax ( 0273) 321021 WONOGIRI Kode Pos : 57612 PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI

Lebih terperinci

PROFIL Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor

PROFIL Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor PROFIL Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor 1. Dasar Hukum Pendirian dan Struktur Organisasi a. SK Rektor IPB No. 016 Tahun 1979, tentang Pembetukan Lembaga Pengabdian

Lebih terperinci

VISI. Terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera melalui peningkatan pembangunan peternakan.

VISI. Terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera melalui peningkatan pembangunan peternakan. VISI Terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera melalui peningkatan pembangunan peternakan. MISI 1. Meningkatkan peluang ekonomi dan lapangan kerja untuk kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di

Lebih terperinci

(BIDANG HUKUM, HAM DAN KEAMANAN)

(BIDANG HUKUM, HAM DAN KEAMANAN) RANCANGAN LAPORAN SINGKAT RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI III DPR RI DENGAN SEKRETARIS JENDERAL DEWAN PERWAKILAN DAERAH, SEKRETARIS JENDERAL MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT DAN SEKRETARIS JENDERAL MAHKAMAH

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

LAPORAN AKHIR TAHUN KEGIATAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 2013 KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN PEMALANG

LAPORAN AKHIR TAHUN KEGIATAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 2013 KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN PEMALANG LAPORAN AKHIR TAHUN KEGIATAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 2013 KANTOR LINGKUNGAN HIDUP DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Kesesuaian Perencanaan

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG... 2 NAMA KEGIATAN... 3 BENTUK KEGIATAN... 3 TUJUAN KEGIATAN... 3 SASARAN KEGIATAN... 3 SUSUNAN ACARA... 4 SPONSORSHIP DAN DONASI...

LATAR BELAKANG... 2 NAMA KEGIATAN... 3 BENTUK KEGIATAN... 3 TUJUAN KEGIATAN... 3 SASARAN KEGIATAN... 3 SUSUNAN ACARA... 4 SPONSORSHIP DAN DONASI... Daftar Isi LATAR BELAKANG... 2 NAMA KEGIATAN... 3 BENTUK KEGIATAN... 3 TUJUAN KEGIATAN... 3 SASARAN KEGIATAN... 3 SUSUNAN ACARA... 4 PELAKSANAAN.... 4 SPONSORSHIP DAN DONASI... 4 KEPANITIAAN... 5 RENCANA

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN A. Strategi Pembangunan Daerah Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi pembangunan Kabupaten Semarang

Lebih terperinci

ARTIKEL. IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM)

ARTIKEL. IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) ARTIKEL IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) IbM KELOMPOK WANITA TANI ANGGREK DI DESA ADATONGENG, KECAMATAN TURIKALE, KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN (Perbanyakan dan Aklimatisasi Anggrek Melalui Kultur Jaringan

Lebih terperinci

- 524-1. Standar Pelayanan Pengkoordinasian Penyusunan Acara dan Pelaksanaan Keprotokolan Menteri Sekretaris Negara

- 524-1. Standar Pelayanan Pengkoordinasian Penyusunan Acara dan Pelaksanaan Keprotokolan Menteri Sekretaris Negara - 524 - C. Biro Tata Usaha 1. Standar Pelayanan Pengkoordinasian Penyusunan Acara dan Pelaksanaan Keprotokolan Menteri Sekretaris Negara STANDAR PELAYANAN PENGKOORDINASIAN PENYUSUNAN ACARA DAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG SPMI-UMP SM 03 11 PALEMBANG 2O13 1 Standar Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN (KKN-PPM)

PEMBELAJARAN (KKN-PPM) BUKU PEDOMAN PENYELENGGARAAN KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) Oleh : Tim Penyusun FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTAA 2013 i KULIAH KERJA NYATA DAN

Lebih terperinci

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG Dalam bagian ini akan disampaikan faktor yang mempengaruhi kapasitas kelompok yang dilihat dari faktor intern yakni: (1) motivasi

Lebih terperinci

IMPLEMENTA IMPLEMENT S A I S IRENCANA RENCAN A AKSI AKSI NAS NA I S O I NA N L PENURU PENUR NA N N EMISI EMISI GAS RUMA M H H KACA

IMPLEMENTA IMPLEMENT S A I S IRENCANA RENCAN A AKSI AKSI NAS NA I S O I NA N L PENURU PENUR NA N N EMISI EMISI GAS RUMA M H H KACA IMPLEMENTASI RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA Ir. Wahyuningsih Darajati, M.Sc Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Disampaikan ik dalam Diskusi

Lebih terperinci

NAMA JABATAN TUGAS POKOK FUNGSI URAIAN TUGAS

NAMA JABATAN TUGAS POKOK FUNGSI URAIAN TUGAS LAMPIRAN : PERATURAN WALIKOTA CIMAHI Nomor : 26 Tahun 2008 Tanggal : 28 Nopember 2008 Tentang : TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS PADA SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA DENPASAR TPST-3R DESA KESIMAN KERTALANGU DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA DENPASAR

PEMERINTAH KOTA DENPASAR TPST-3R DESA KESIMAN KERTALANGU DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA DENPASAR PEMERINTAH KOTA DENPASAR TPST-3R DESA KESIMAN KERTALANGU DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA DENPASAR VISI DAN MISI VISI Meningkatkan Kebersihan dan Keindahan Kota Denpasar Yang Kreatif dan Berwawasan

Lebih terperinci

FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015

FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015 FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015 1 ARAHAN UU NO. 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN A. KERANGKA KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN Kedaulatan Pangan Kemandirian Pangan Ketahanan Pangan OUTCOME Masyarakat

Lebih terperinci

RESUME KAMPANYE PUBLIC RELATIONS PACARAN SEHAT HORMATI,HARGAI, JAGA DIRIMU

RESUME KAMPANYE PUBLIC RELATIONS PACARAN SEHAT HORMATI,HARGAI, JAGA DIRIMU RESUME KAMPANYE PUBLIC RELATIONS PACARAN SEHAT HORMATI,HARGAI, JAGA DIRIMU Kegiatan pelaksanaan kampanye Pacaran Sehat Hormati, Hargai, Jaga Dirimu! ini dimulai dari tanggal 16 November 2011 sampai dengan

Lebih terperinci

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Antarpribadi Orangtua Terhadap Anak Penderita Autisme di SDLBN Bangunharjo, Pulisen, Boyolali) SKRIPSI

Lebih terperinci

POTENSI DAN DAYA DUKUNG LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN SOPPENG SULAWESI SELATAN H A E R U D D I N

POTENSI DAN DAYA DUKUNG LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN SOPPENG SULAWESI SELATAN H A E R U D D I N POTENSI DAN DAYA DUKUNG LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN SOPPENG SULAWESI SELATAN H A E R U D D I N SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2004 SURAT PERNYATAAN Dengan

Lebih terperinci

PROPOSAL BHAKTI SOSIAL PANTI ASUHAN. Share Love to Another. (1 John 4:11)

PROPOSAL BHAKTI SOSIAL PANTI ASUHAN. Share Love to Another. (1 John 4:11) Share Love to Another PROPOSAL BHAKTI SOSIAL PANTI ASUHAN (1 John 4:11) A. Pengantar Diadakannya acara Bhakti Sosial ke Panti Asuhan (PA) didasari atas pemikiran kami sebagai generasi muda yang mempunyai

Lebih terperinci

Revisi Pedoman Pelaporan dan Pencatatan. Pemutakhiran pedoman pencatatan Monev

Revisi Pedoman Pelaporan dan Pencatatan. Pemutakhiran pedoman pencatatan Monev www.aidsindonesia.or.id MARET 2014 L ayanan komprehensif Berkesinambungan (LKB) merupakan strategi penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 21 tahun

Lebih terperinci

Oleh : Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah

Oleh : Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Oleh : Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah POPULASI PENDUDUK DI JAWA TENGAH SEBANYAK 33.270.207 JIWA JUMLAH PMKS SEBESAR 5.016.701 JIWA / 15,08 % DARI PENDUDUK JATENG PERINCIAN : KEMISKINAN 4,468,621

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.20/MEN/2008 TENTANG PEMANFAATAN PULAU-PULAU KECIL DAN PERAIRAN DI SEKITARNYA

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.20/MEN/2008 TENTANG PEMANFAATAN PULAU-PULAU KECIL DAN PERAIRAN DI SEKITARNYA PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.20/MEN/2008 TENTANG PEMANFAATAN PULAU-PULAU KECIL DAN PERAIRAN DI SEKITARNYA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 17/M-DAG/PER/6/2011 TENTANG PENGADAAN DAN PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 17/M-DAG/PER/6/2011 TENTANG PENGADAAN DAN PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 17/M-DAG/PER/6/2011 TENTANG PENGADAAN DAN PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Al-birru manittaqa. Yogyakarta, 16 November 2011. 20 Dzulhijjah 1432

KATA PENGANTAR. Al-birru manittaqa. Yogyakarta, 16 November 2011. 20 Dzulhijjah 1432 KATA PENGANTAR Sesungguhnya segala puji adalah milik Allah, hanya kepada-nya-lah kami bersyukur, karena atas nikmat kesehatan, kesempatan, kecerdasan, dan kesabaran dari-nya amanah organisasi ini dapat

Lebih terperinci

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BINTAN, Menimbang:

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pemberdayaan masyarakat

Lebih terperinci

LAPORAN ACARA ROASTING / BARISTA CLASS DAN TEMU LAPANG KOPI DI LAMPUNG, 14 15 JUNI 2014

LAPORAN ACARA ROASTING / BARISTA CLASS DAN TEMU LAPANG KOPI DI LAMPUNG, 14 15 JUNI 2014 A. ROASTING / BARISTA CLASS LAPORAN ACARA ROASTING / BARISTA CLASS DAN TEMU LAPANG KOPI DI LAMPUNG, 14 15 JUNI 2014 a. Waktu : Sabtu, 14 Juni 2014, mulai jam 09.00 s/d 17.30 wib b. Tempat : ELS Coffee,

Lebih terperinci

Tabel IV.C.1.1 Rincian Program dan Realisasi Anggaran Urusan Perikanan Tahun 2013

Tabel IV.C.1.1 Rincian Program dan Realisasi Anggaran Urusan Perikanan Tahun 2013 C. URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 1. URUSAN PERIKANAN Pembangunan pertanian khususnya sektor perikanan merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi, dalam hal ini sektor perikanan adalah sektor

Lebih terperinci