TESIS. Oleh ADHY DHARMA ADLI /KK SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "TESIS. Oleh ADHY DHARMA ADLI 027010001/KK SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008"

Transkripsi

1 HUBUNGAN GETARAN SELURUH TUBUH ( WHOLE BODY VIBRATION) DENGAN GEJALA GASTROINTESTINAL (DISPEPSIA) DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA PADA PEKERJA PENJUALAN (SALESMAN) DAN PENDUKUNG (HELPER) PT.X BOTTLING INDONESIA TESIS Oleh ADHY DHARMA ADLI /KK SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008

2 HUBUNGAN GETARAN SELURUH TUBUH ( WHOLE BODY VIBRATION) DENGAN GEJALA GASTROINTESTINAL (DISPEPSIA) DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA PADA PEKERJA PENJUALAN (SALESMAN) DAN P E N D U K U N G ( H E L P E R ) PT.X BOTTLING INDONESIA TESIS Untuk memperoleh Gelar Magister Kesehatan Dalam Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Kekhususan Kesehatan Kerja Pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Oleh ADHY DHARMA ADLI /KK SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008

3 Judul Tesis : HUBUNGAN GETARAN SELURUH TUBUH (WHOLE BODY VIBRATION) DENGAN GEJALA GASTROINTESTINAL (DISPEPSIA) DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA PADA PEKERJA PENJUALAN (SALESMAN) DAN PENDUKUNG (HELPER) PT.X BOTTLING INDONESIA Nama Mahasiswa : Adhy Dharma Adli Nomor Pokok : Program Studi : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Kekhususan Kesehatan Kerja Menyetujui Komisi Pembimbing (Dr-Ing.Ir.Ikhwansyah Isranuri) Ketua (dr.halinda Sari Lubis, M..KKK) Anggota (dr.juwita Sembiring, Sp.PD, KGEH) Anggota Ketua Program Studi Direktur (Dr.Drs.R.Kintoko Rochadi, MKM) (Prof.Dr.Ir.T.Chairun Nisa B, M.Sc) Tanggal Lulus Ujian : 28 Juli 2007

4 Telah diuji pada : Tanggal 28 Juli 2007 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Dr-Ing.Ir.Ikhwansyah Isranuri Anggota : dr.halinda Sari Lubis, M..KKK dr.juwita Sembiring, Sp.PD, KGEH Ir.Rosnani Ginting, MT Ir.Kalsum, M.Kes

5 PERNYATAAN HUBUNGAN GETARAN SELURUH TUBUH ( WHOLE BODY VIBRATION) DENGAN GEJALA GASTROINTESTINAL (DISPEPSIA) DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA PADA PEKERJA PENJUALAN (SALESMAN) DAN P E N D U K U N G ( H E L P E R ) PT.X BOTTLING INDONESIA TESIS Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Medan, Oktober 2007 ADHY DHARMA ADLI

6 ABSTRAK Tujuan penelitian adalah studi upaya penanggulangan gejala gastrointestinal yaitu gejala dispepsia yang berasal dari getaran seluruh tubuh pekerja salesman dan helper akibat getaran mesin kendaraan distribusi yang ditransmisikan melalui tempat duduk kendaraan. Rancangan penelitian menggunakan rancangan cross-sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling, yaitu sebanyak 72 orang pekerja di wilayah operasional Medan Utara, dan kendaraan distribusi sebanyak 36 unit. Untuk mengetahui hubungan antara getaran seluruh tubuh dengan gejala dispepsia yang mempengaruhi para pekerja, dilakukan analisa secara chi-square. Didapat hasil getaran yang memapari helper rata-rata sebesar 7,24 m/dtk 2 dan salesman terpapar getaran rata-rata sebesar 6,12 m/dtk 2. Menurut standard reaksi kenyamanan, angka yang diperoleh dapat menyebabkan reaksi yang sangat tidak nyaman bagi pekerja. Besarnya keterpaparan yang diterima helper disebabkan rambatan getaran mesin langsung diterima melalui tempat duduk sebelum merambat menuju tempat duduk salesman. Sebanyak 11 orang dari salesman dan helper terkena gejala dispepsia, namun timbulnya gejala dispepsia itu menurut statistik bukan berasal dari getaran seluruh tubuh pekerja akibat getaran mesin kendaraan distribusi saja, tetapi faktor lain yang memungkinkan munculnya gejala dispepsia. Kondisi ini dilihat dari hasil penghitungan chi-square pada setiap kelompok pekerja, yang menunjukkan chisquare hitung < chi-square tabel dan probabilitas > 0,05 pada setiap kelompok pekerja. Hal ini berarti tidak ada hubungan langsung dan timbulnya gejala bukan faktor tunggal antara getaran yang memapari pekerja selama beraktifitas mendistribusikan produk botol minuman dengan munculnya gejala dispepsia pada pekerja. Kata Kunci : Getaran seluruh tubuh, Gejala gastrointestinal, Dispepsia

7 ABSTRACT Objective of research is gastrointestinal symptom treatment study, regarding whole body vibration to causes dyspepsia symptom that source from machinery vibration in truck to allowed transmission seat. Design of research is cross-sectional and total sampling methode, whereas 72 workers in north medan operational are and focusly to 36 unit distribution trucks. Recognition of relationship with dyspepsia symptom to influence workers using chi-square analyse. Resulting, vibration in helpers seat s to reach average 7,24 m/s 2 and salesmans seat s to reach average 6,12 m/s 2. According to standard comfortable reaction, that result could be made uncomfortable condition for workers. Widely exposure to helpers because directly vibration they received through seat before running way to salesmans seat s. Elevent salesmans and helpers got dyspepsia, but that exposure according statistical is not come from whole body vibration causes distribution trucks machine but another possible factors. This condition got from chi-square measurement to every workers group. It s show, measurement chi-square smaller than table chi-square and probability every workers group greater than 0,05. That means are nothing correlation between vibration exposure dyspepsia symptom to workers. Keyword : Whole body vibration, gastrointestinal, dyspepsia

8 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada kebesaran Allah SWT, yang sampai saat ini masih memberikan kesehatan dan kesempatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan Tesis yang merupakan syarat dalam penyelesaian program Magister Kesehatan Kerja, Sekolah Pasca Sarjana di Universitas Sumatera Utara. Penulisan Tesis ini tidak mungkin terwujud, tanpa adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada : 1. Ayahanda dan Ibunda tercinta, dr.h.adli Lidya, DTM&H dan Hj.Dastel Mery, SH yang selalu mendo akan dan mendorong penulis dalam penyelesaian studi. 2. Ibu Prof.Dr.Ir.Chairun Nisa B, MSc sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana USU yang telah memberikan kesempatan kepada penulis mengikuti pendidikan. 3. Bapak Dr.Drs.R.Kintoko Rochadi, MKM sebagai Ketua Jurusan Kekhususan Program Studi Kesehatan Kerja Sekolah Pascasarjana USU yang telah memberikan perhatian kepada penulis dalam penyelesaian studi dan tesis. 4. Bapak Dr-Ing.Ir.Ikhwansyah Isranuri sebagai Ketua Komisi Pembimbing yang tidak bosan-bosannya membimbing penulis dalam penelitian dan penyelesaian tesis. 5. Ibu dr.halinda Sari Lubis, M.KKK dan Ibu dr.juwita Sembiring, Sp.PD, KGEH sebagai anggota Komisi Pembimbing yang selalu mengarahkan penulis dalam penyempurnaan penulisan tesis. 6. Ibu Ir.Rosnani Ginting, MT dan Ibu Ir.Kalsum, M.Kes sebagai Komisi Pembanding yang telah memberikan masukan yang sangat berharga bagi penulis.

9 7. General Manager CCBI, Bapak Nasoha (Humas CCBI), Bapak Eddi Syahputra (OHS Manager CCBI), Bapak Ipan Kestiawan (CSM CCBI), para Supervisor, Salesman, Helper, dan Security CCBI atas kesempatan dan keramahtamahan selama dan sesudah penelitian berlangsung. 8. Istriku tercinta Nina Soraya, Am.Keb dan Anakku tersayang Kyla Adina Lidya yang selalu memberikan kasih sayang yang tulus, dorongan dan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan studi pascasarjana. 9. Temanku Tengku, Fajri, dan Esra, serta bang Adek yang telah membantu penulis, selama pengambilan data dan pengolahan data. 10. Seluruh staf Program Studi Kesehatan Kerja Sekolah Pascasarjana USU yang selalu setia dan ramah dalam melayani kebutuhan administrasi kepada penulis. Akhir kata, penulis mengharapkan kepada para pembaca dilingkungan akademisi, untuk dapat mengembangkan penelitian yang sudah penulis mulai, kritik dan saran yang membangun untuk mewujudkan kemajuan ilmu pengetahuan dan meningkatkan kesehatan kerja dikalangan industri, perusahaan, atau instansi pemerintah dan swasta. Adhy Dharma Adli Medan,...September 2007 Penulis,

10 RIWAYAT HIDUP Nama : Adhy Dharma Adli Tempat/tanggal lahir : Medan, 21 Juli 1975 Pekerjaan Status Istri Anak : Staf Sub Bagian Rumah Tangga RSUP H.Adam Malik : Menikah : Nina Soraya, Am.Keb : Kyla Adina Lydia Pendidikan : SD Kemala Bhayangkari-1 Medan : SMP Negeri 1 Medan : SMA Negeri 2 Medan : Akademi Kesehatan Lingkungan Depkes RI Kabanjehe : Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan YLH Yogyakarta :

11 DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... RIWAYAT HIDUP... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i ii iii v vi x xi xii 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan Masalah Hipotesis Tujuan Penelitian Tujuan Umum Tujuan Khusus Manfaat Penelitian Batasan Masalah TINJAUAN PUSTAKA... 7

12 2.1. Getaran Pengertian Getaran Pemaparan Getaran Getaran Mekanis Getaran Seluruh Tubuh (Whole Body Vibration) Pengukuran Resiko dari Getaran Seluruh Tubuh Dampak Getaran Seluruh Tubuh terhadap Kesehatan Standard Getaran Penyakit Gastrointestinal Patofisiologi Saluran Cerna Pathofisiologi Gastrointestinal akibat Getaran Seluruh Tubuh Dispepsia METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Tempat Penelitian Waktu Penelitian Alat Kerangka Konsep Penelitian Definisi Operasional Rancangan Penelitian... 28

13 3.6. Teknik Sampling Variabel Penelitian Metode Pengumpulan Data Data primer Data skunder Pelaksanaan Penelitian Penghitungan getaran secara manual Analisa Data HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Getaran yang diterima para pekerja Perbandingan waktu pekerja di dalam kendaraan dengan hasil pemaparan getaran yang diterima pekerja Data timbulnya gejala dispepsia pada pekerja Hasil uji chi-square pada kelompok salesman Hasil uji chi-square pada kelompok helper Pembahasan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA 44

14 DAFTAR TABEL Nomor Judul Halaman 1. Reaksi Kenyamanan terhadap Lingkungan yang bergetar ISO :1997,Annex C Batasan Getaran untuk Pemaparan 8 Jam dan 12 Jam Dibandingkan dengan Bentuk Tingkat Getaran Truk Klasifikasi Dispepsia Daftar Getaran yang Diterima Pekerja Dikaitkan dengan Daftar Reaksi Kenyamanan terhadap Lingkungan yang Bergetar dan Zona Panduan Kesehatan ISO : Daftar Perbandingan Waktu Pekerja di Dalam Kendaraan Dengan Hasil Pemaparan Getaran yang Diterima Pekerja Data Timbulnya Gejala Dispepsia Akibat Getaran Seluruh Tubuh yang Ditransmisikan oleh Getaran Mesin Kendaraan Distribusi pada Pekerja... 37

15 DAFTAR GAMBAR Nomor Judul Halaman 1. Gambaran dari Sebuah Getaran Model Dinamis bagi yang Duduk atau Berdiri Zona Panduan Kesehatan, ISO , Kurva Kriteria Pengukuran Tingkat Getaran Anatomi Saluran Cerna Kerangka Konsep Penelitian... 27

16 DAFTAR LAMPIRAN Nomor Judul Halaman 1 Tabulation of vibration measurement to distribution truck in PT.X Bottling Indonesia Gambar dan spesifikasi vibrometer Kuisioner bagi para Salesman dan Helper Gastrointestinal disorder questionnaire Tabulasi getaran hasil hitungan secara manual terhadap frequency domain pada tempat duduk salesman dan helper di kendaraan distribusi pada setiap kelompok kerja Rekapitulasi hasil hitungan getaran secara manual terhadap frequency domain pada tempat duduk salesman dan helper di kendaraan distribusi setiap kelompok kerja Rekapitulasi jawaban kuisioner salesman pada setiap kelompok kerja Rekapitulasi jawaban kuisioner helper pada setiap kelompok kerja Nonparametric correlations Realiability Hasil statistik hubungan antara getaran seluruh tubuh dengan gejala dispepsia yang timbul pada pekerja salesman Hasil statistik hubungan antara getaran seluruh tubuh dengan gejala dispepsia yang timbul pada pekerja helper... 43

17 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transportasi merupakan salah satu sarana untuk memperlancar segala aktivitas manusia. Sarana transportasi juga bagian terpenting dari aktivitas manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Sarana transportasi sudah diciptakan manusia dari bentuk yang sederhana sampai yang canggih. Dahulu, sarana transportasi masih dititikberatkan kepada tujuan utama sebagai alat angkut untuk mencapai tujuan. Saat ini, pola pikir manusia berubah untuk meningkatkan kenyamanan selama berada diperjalanan. Kenyamanan diusahakan dilakukan pada semua jenis sarana transportasi dan fungsi sarana transportasi. Dalam dunia perusahaan, sarana transportasi yang meliputi darat, laut dan udara merupakan sarana yang sangat penting bagi pendistribusian produk ke tempat-tempat (outlet-outlet) yang langsung melayani konsumen. Khusus angkutan darat yang mengangkut produk setiap hari dari pabrik ke outlet-outlet, sarana transportasi harus benar-benar memenuhi persyaratan untuk mendukung kesehatan kerja bagi para pekerja. Kenyamanan transportasi tidak lepas dari getaran yang ditimbulkan oleh kondisi jalan yang dilintasi dan kondisi kendaraan.. Getaran pada kendaraan dipindahkan ke tubuh manusia melalui kaki, pada saat berdiri maupun duduk, bokong pada saat duduk atau tempat-tempat penyangga pada sandaran kursi (Identification of Whole Body Vibration, Keseluruhan

18 media getaran di atas, dapat menyebabkan getaran seluruh tubuh (Whole Body Vibration) yang membawa pengaruh kesehatan bagi manusia. Pengaruh yang dapat ditimbulkan berupa kelelahan, keluhan penyakit spinal kolom, mempengaruhi sistem kardiovaskuler dan penyakit sistem pencernaan (dygestive system diseases) (Identification of Whole Body Vibration, PT.X Bottling Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang botol minuman di kota Medan, Sumatera Utara. Pekerja yang beroperasi dalam pendistribusian minuman ke outlet-outlet terdiri dari dua orang, yang disebut sebagai tenaga penjualan (salesman) dan tenaga pendukung (helper). Pekerja ini, disamping mendistribusikan botol minuman, juga harus melewati hari-hari kerja di atas alat transportasi darat yang berukuran sedang. Sarana transportasi darat yang berukuran sedang tersebut merupakan jenis kendaraan yang meletakkan mesin pada bagian bawah tempat duduk dalam kabin kendaraan. Diduga, para pekerja akan mendapat pengaruh kesehatan kerja akibat getaran mesin dan getaran yang timbul dari route perjalanan pendistribusian botol minuman. PT.X Bottling Indonesia memiliki pekerja dari bagian penjualan (salesman) dan pendukung (helper) seluruhnya berjumlah 114 orang yang terdiri dari 57 orang bagian penjualan dan 57 orang bagian pendukung, dibagi dalam dua wilayah operasional, yaitu wilayah Medan Utara dan Medan Selatan.(data skunder PT.X Bottling Indonesia tahun 2007) Tahun 2004, terdapat 89 kasus golongan

19 gastrointestinal, gejala dispepsia sebanyak 35 kasus (data skunder rekam medik klinik PT.X Bottling Indonesia tahun 2004). Gejala dispepsia tidak dapat dipastikan hanya karena disebabkan getaran seluruh tubuh, gejala ini bersifat latent/tersembunyi. Berdasarkan eksperimen dan penyelidikan, menyediakan beberapa jawaban terhadap pemindahan getaran kepada tubuh dan memiliki dampak terhadap kenyamanan dan pembawaan. Masih sulit untuk memisahkan dampak kesehatan yang disebabkan getaran oleh karena berbagai faktor. Pada situasi yang nyata, faktor-faktor lain seperti; postur tubuh yang salah atau mengangkat barang-barang yang berat, memiliki dampak yang hampir sama terhadap tubuh manusia dari getaran seluruh tubuh. Semua itu dapat mengarah kepada luka spinal abdominal dan masalah-masalah pencernaan, kesulitan buang air kecil. Prostat, peningkatan masalah keseimbangan, kerusakan pandangan, sakit kepala, kurang tidur dan gejala-gejala yang hampir sama (Griffin, 1990). Hal ini yang perlu diwaspadai bagi pihak perusahaan untuk menjaga kesehatan dan produktifitas kerja para pekerja. 1.2 Perumusan Masalah Masalah dianggap penting untuk diteliti, karena dampak getaran seluruh tubuh terhadap pekerja PT.X Bottling Indonesia tidak disadari para pekerja penjualan (salesman) dan pendukung (helper), sehingga gejala-gejala gastrointestinal (dispepsia) dari waktu ke waktu akan mempengaruhi derajat kesehatan pekerja sesuai dengan lama masa kerja para pekerja.

20 1.3 Hipotesis Getaran yang disebabkan oleh mesin kendaraan distribusi PT.X Bottling Indonesia dapat menyebabkan gejala gastrointestinal (dispepsia) bagi salesman dan helper. 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan Umum Studi upaya penanggulangan gejala gastrointestinal yaitu gejala dispepsia yang berasal dari getaran seluruh tubuh pekerja salesman dan helper akibat getaran mesin kendaraan distribusi yang ditransmisikan melalui tempat duduk kendaraan Tujuan Khusus a. Mendapat besar getaran yang diterima salesman dan helper b. Mendapatkan jumlah pekerja (persentase pekerja) yang menunjukkan gejala dispepsia c. Mengetahui hubungan antara getaran dan gejala dispepsia 1.5 Manfaat Penelitian a. Memberikan informasi kepada pihak manajemen dan pekerja PT.X Bottling Indonesia tentang getaran mesin kendaraan distribusi dapat menyebabkan dampak kesehatan kepada pekerja. b. Memberikan informasi kepada salesman dan helper tentang pola hidup sehat untuk mengurangi dampak kesehatan akibat getaran mesin kendaraan distribusi.

21 1.6 Batasan Masalah Untuk mencapai tujuan dan manfaat penelitian, penelitian dibatasi hal-hal sebagai berikut; a. Salesman dan helper yang menjadi inti penelitian adalah pekerja yang bertugas mendistribusikan produk botol minuman di wilayah operasional Medan Utara yang mencakup daerah Belawan dan sekitarnya, sebagian Medan kota, Tembung dan sekitarnya, Diski dan sekitarnya, Sei Mencirim dan sekitarnya, daerah Pembangunan dan sekitarnya, dan sebagian daerah Sunggal. b. Kendaraan distribusi yang diukur getaran mesinnya adalah kendaraan roda 4 milik PT.X Bottling Indonesia beroperasi di wilayah Medan Utara yang berjumlah 36 unit. c. Pengukuran getaran dilakukan pada seluruh tempat duduk salesman dan helper menggunakan alat pengukur getaran (vibrometer) pada saat melaksanakan aktivitas kerja. Arah getaran yang diukur hanya getaran arah vertikal, dengan asumsi arah getaran ini yang paling bermakna bagi studi ini. d. Data getaran yang diperoleh dari pengukuran adalah simpangan dengan frekuensi domain. Besarnya kecepatan dan percepatan kemudian didapat dari penghitungan turunan pertama dan turunan kedua harga simpangan menggunakan formulasi getaran harmonis.

22 e. Hasil percepatan yang didapat dari hitungan manual di atas, menjadi dasar pembahasan dan perbandingan terhadap standard ISO :1997 sebagai acuan tingkat pemaparan getaran terhadap salesman dan helper. f. Gejala gastrointestinal adalah gejala dispepsia, yang diukur melalui kuisioner yang dibagikan kepada salesman dan helper.

23 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Getaran Pengertian getaran Objek yang bergetar pada gerakan lambat, akan terlihat suatu gerakan pada tujuan yang berbeda. Seberapa jauh dan seberapa cepat objek yang bergerak akan membantu menentukan sifat dari suatu getaran. Sebutan yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan adalah frekuensi, amplituda dan percepatan (www.ccohs.ca/oshanswer/phys_agents/vibration/vibration_intro.html). Sumber : Gambar 1. Gambaran dari sebuah getaran Frekuensi adalah jumlah dari posisi tetap dari objek getaran secara lengkap dalam 1 detik. Satuan dari frekuensi adalah hertz (Hz). Satu hertz sama dengan 1 putaran per detik. Amplitudo adalah jarak dari posisi tetap ke posisi yang paling jauh pada bagian lain dan diukur dalam meter. Intensitas dari getaran tergantung pada amplitudo. Percepatan adalah pengukuran berapa cepat kecepatan perubahan dengan waktu. Oleh karena itu percepatan dicerminkan ke dalam satuan meter per

24 detik (m/dtk) atau meter per detik 2 (m/dtk 2 ) (www.ccohs.ca/oshanswer/ phys_agents/vibration/vibration_intro.html) Pemaparan getaran Kontak dengan getaran mesin memudahkan energi getar kepada tubuh manusia. Tergantung pada bagaimana pemaparan terjadi, getaran dapat mempengaruhi bagian utama dari tubuh pekerja atau hanya organ tertentu. Dampak dari pemaparan getaran juga tergantung pada frekuensi getaran. Setiap organ pada tubuh memiliki retensi frekuensi sendiri. Jika pemaparan terjadi atau dekat dengan retensi frekuensi dampak yang dihasilkan akan bertambah besar (www.ccohs.ca/oshanswer/phys_agents/vibration/vibration_intro.html) Getaran mekanis Proses industrialisasi dan modernisasi teknologi selalu disertai mesinmesin atau alat-alat mekanis lain yang dijalankan dengan suatu motor. Sebagian dari kekuatan mekanis ini disalurkan kepada tubuh pekerja atau lainnya, maka perlu diketahui lebih lanjut tentang efek buruk dan batas-batas getaran yang aman bagi tenaga kerja. Sebab-sebab dari gejala akibat getaran adalah : a. Efek mekanis kepada jaringan dan b. Rangsangan reseptor syaraf di dalam jaringan. Pada efek mekanis, sel-sel juga mungkin rusak atau metabolismenya terganggu. Pada rangsangan reseptor, gangguan terjadi mungkin melalui syaraf sentral atau langsung pada sistim autonom. Kedua mekanisme ini terjadi secara bersamasama.

25 Untuk maksud praktis, dibedakan 3 tingkat efek getaran mekanis sebagai berikut (Suma mur, Hiperkes, 1988) ; a. Gangguan kenikmatan, dalam hal ini, pengaruh getaran hanya terbatas pada terganggunya nikmat kerja. b. Terganggunya tugas yang terjadi bersama-sama dengan cepatnya kelelahan. c. Bahaya terhadap kesehatan. Getaran mekanis dibedakan (Suma mur, Hiperkes, 1988) ; a. Getaran seluruh tubuh (whole body vibration) b. Getaran alat lengan (Tool hand vibration). Getaran seluruh tubuh terutama terjadi pada alat pengangkut, bukan pada mobil yang pembuatannya sempurna ditinjau dari sudut peredam getaran, melainkan pada truk, alat-alat pengangkut pada industri, traktor-traktor pertanian dan alatalat traktor untuk mengerjakan tanah. Selain itu, getaran dari alat-alat berat dapat pula dipindahkan kepada seluruh badan lewat getaran lantai melalui kaki. Sebenarnya, hanya getaran dari tempat duduk dan topangan kaki yang penting, karena diteruskan ke badan. Tergantung dari sifat peredam bantal duduk atau injakan kaki, getaran-getaran yang sama dengan getaran alami dari tempat duduk atau kaki akan diperbesar atau tidak. Jika peredaman kurang baik, terjadilah resonansi yang mungkin beberapa kali memperbesar getaran tersebut. Untuk kendaraan pengangkut, berbicara tentang getaran mekanis, selalu harus disebutkan sifat tempat duduk dalam menghantar getaran.

26 Dalam keadaan duduk, seluruh tubuh dapat dianggap satu kesatuan massa terhadap getaran. Pada posisi tubuh yang berbeda dengan arah getaran, penghantaran getaran mungkin berbeda-beda. Terhadap getaran horizontal, keadaan duduk dan berdiri menunjukkan reaksi yang berbeda. Tubuh manusia, merupakan satu susunan elastis yang kompleks dengan tulang sebagai penyokong dari alat-alat dan landasan kekuatan dari kerja otot. Seluruh otot dalam sifatnya terhadap getaran mekanis dapat digambarkan pada gambar 2. (Suma mur, Hiperkes, 1988). Kepala Sistim lengan bahu Torso atas Sistim dada perut Elastisitas yg kaku dari kolom tulang belakang Tungkai Pinggang Gaya yg bekerja bagi orang duduk Kaki Telapak kaki Gaya yg bekerja pd orang yg berdiri Sumber: Suma mur, Hiperkes, 1988 Gambar 2. Model dinamis bagi yang duduk atau berdiri

27 2.2 Getaran Seluruh Tubuh (Whole Body Vibration) Getaran diklasifikasikan sebagai satu dari bahaya fisik pekerjaan dilingkungan kerja. Biasanya dipisahkan kedalam 2 daerah yang berbeda, yaitu hand-arm vibration selalu digabungkan dengan getaran yang menggunakan peralatan tangan dan whole body vibration yang dialami operator pada saat kondisi duduk atau pada getaran mesin pada suatu kendaraan seperti; forklift atau bermacam-macam kendaraan pertanian dan tambang pada saat kini. Getaran seluruh tubuh memiliki lebih banyak perluasan variasi dan dampak serta dampak ini tidak jelas ketentuannya, dimana tubuh tidak memiliki satu reseptor pun untuk tenaga ini sebagai contoh telinga berguna untuk energi bunyi atau kebisingan, tetapi dampak getaran yang diwujudkan lebih jauh dan luas di dalam tubuh dan bisa jadi timbul kesalahan dalam menjumlahkan penyakit biasa lainnya (Whole body vibration, Darren Joubert, central queensland university, Australia, 2001). Kelelahan otot juga terjadi pada saat otot mencoba bereaksi pada tenaga getar untuk memelihara keseimbangan, melindungi dan mendukung spinal column, tetapi hal ini selalu lambat pada saat muscular dan sistem syaraf tidak dapat bereaksi cukup cepat pada benturan getaran dan memuat pelaksanaan tubuh. Energi getaran seluruh tubuh masuk ke tubuh melalui tempat duduk atau lantai, hal ini mempengaruhi tubuh bagian dalam atau jumlah dari organ-organ di dalam tubuh. Kelompok yang terpapar termasuk operator truk, bus, traktor dan pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan lantai yang bergetar.

28 2.3 Pengukuran Resiko dari Getaran Seluruh Tubuh Getaran diukur dalam 3 cara, yaitu; pertama longitudinal (dari kepala ke bokong-az), kedua (dari dada ke punggung-ax), dan ketiga dari sisi kanan ke kiriay. Pada saat getaran terjadi lebih dari sekali cara terjadi secara berlanjut, dampaknya pada gerakan gabungan dari kenyamanan dan tampilan yang dapat lebih besar dari setiap komponen. Secara mudah, pengukuran yang diperluas dapat ditentukan. Pada saat percepatan diperluas (ax, ay, az) digabung, percepatan resultan adalah jumlah vektor a. Jumlah vektor ini dapat digunakan secara utama untuk perbandingan dengan jumlah vektor dari gerakan lain. (Occupational Health Clinic for Ontario Workers.Inc, whole_body_vibration/wbv.pdf) 2.4 Dampak Getaran Seluruh Tubuh terhadap Kesehatan Ada beberapa dampak getaran seluruh tubuh terhadap kesehatan, seperti ; 1. Getaran seluruh tubuh dapat menyebabkan kelelahan, sulit tidur, sakit kepala dan gemetar secara singkat setelah atau selama pemaparan. Gejala yang sama terhadap kesehatan tersebut kebanyakan orang setelah mengalami perjalanan panjang dengan mobil atau kapal. Setelah seharian mengalami pemaparan dalam hitungan tahun, getaran seluruh tubuh dapat mempengaruhi tubuh bagian dalam dan hasilnya pada kerusakan kesehatan. 2. Orang-orang di bawah usia 20 tahun khususnya rentan terhadap pengaruhpengaruh getaran. Efek-efek getaran yang merugikan dipertinggi dengan

29 adanya disfungsi otonom, penyakit pembuluh dan syaraf perifer, sengatan dingin sebelumnya pada tangan dan trauma lengan. 3. Efek vibrasi dalam tubuh tergantung dari jaringan. Hal ini didapatkan sebesarbesarnya pada frekuensi alami yang menyebabkan resonansi. Leher dan kepala, pinggul dan perineum, serta kesatuan otot-otot dan tulang terdiri dari jaringan lemah dengan bagian keras bersama, dan beresonansi baik terhadap 10 Hz. Pharynx beresonansi terhadap Hz. Getaran-getaran kuat menyebabkan perasaan sakit yang luar biasa. 4. Sistim peredaran darah dipengaruhi hanya oleh getaran-getaran dengan intensitas tinggi. Tekanan darah, denyut jantung, pemakaian oksigen dan volume per denyut berubah sedikit pada intensitas 0,6 g tetapi berubah banyak pada 1,2 g dengan frekuensi 6-10 Hz. Dari semua alat badan, mata paling banyak dipengaruhi oleh getaran mekanis. Pada frekuensi sampai dengan 4 Hz, mata masih dapat mengikuti getaran-getaran antara kepala dan sasaran, sedangkan untuk frekuensi selanjutnya, tidak dapat lagi mata mengikutinya. Pada frekuensi tinggi, penglihatan juga terganggu, manakala amplitudo lebih besar dari jarak dua kali dari retina. Pengaruh getaran di bawah 16 Hz kepada cochlea belum diketahui secara pasti dan masih dalam penelitian. 5. Saat seluruh pekerjaan terpapar, sensitifitas setiap individu beraneka macam terhadap orang per orang.

30 2.5 Standard Getaran Standard internasional ISO ,1997, getaran mesin dan guncanganevaluasi terhadap pemaparan manusia terhadap getaran seluruh tubuh; agak sedikit berbeda dengan standard lain yang digunakan (standard Australia). Standard ini sudah meninggalkan konsep kelelahan-pengurangan kecakapan dan didasarkan pada kriteria penilaian terhadap dampak kesehatan, kenyamanan dan gerakan kesakitan. Standard ini menggunakan caution zone untuk mengklasifikasikan letak pemaparan getaran antara penetapan batasan tergantung pada lamanya pemaparan. Di atas pemaparan caution zone ini dianggap sebagai likely to cause injury. Standard ini juga memberikan panduan terhadap kenyamanan dan gerakan kesakitan. Zona panduan kesehatan dan reaksi kenyamanan tersebut, dapat dilihat pada gambar 3. dan tabel 1. (Heavy vehicle seat vibration and driver fatique, ATSB)

31 Sumber : Vibration/Handbooks on Whole-Body Vibration Exposurein Mining/TheJointCoalBoardHealth&SafetyTrust Gambar 3. Zona panduan kesehatan, ISO , 1997 Tabel 1. Reaksi kenyamanan terhadap lingkungan yang bergetar-iso :1997, Annex C Getaran Reaksi a w < 0,315 m/dtk 2 Tidak ada keluhan 0,315 m/dtk 2 < a w < 0,63 m/dtk 2 Sedikit tidak menyenangkan 0,5 m/dtk 2 < a w < 1 m/dtk 2 Agak tidak menyenangkan 0,8 m/dtk 2 < a w < 1,6 m/dtk 2 Tidak nyaman 1,25 m/dtk 2 < a w < 2,5 m/dtk 2 Sangat tidak nyaman a w > 2 m/dtk 2 Amat sangat tidak nyaman Sumber : SafetyLine Institute Standard internasional cenderung lebih keras dari standard lain yang digunakan (standard Australia) pada penilaian dampak kesehatan. Panduan

32 informasi dan kriteria pemaparan pada standard internasional mencerminkan penelitian saat sekarang dan diperkenalkan untuk lebih melindungi dari dampak kesehatan dari pada standard Australia yang khusus getaran yang berisi puncak tertinggi dan guncangan.(heavy vehicle seat vibration and driver fatique, ATSB) Perbandingan tingkat pemaparan getaran rata-rata 8 jam dan 12 jam pada standard internasional dengan tingkat pemaparan supir truk yang aktual, dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Batasan getaran untuk pemaparan 8 jam dan 12 jam dibandingkan dengan bentuk tingkat getaran truk Lama pemaparan Standard Internasional ISO ,1997 (batasan rata-rata rms percepatan) Likely health risk Tingkat getaran truk berat Caution zone Comfort level r.m.s acceleration 8 jam 0,8 m/s 2 0,5 m/s 2 0,315 m/s 2 12 jam 0,7 m/s 2 0,4 m/s 2 0,315 m/s 2 0,72 m/s 2 (mean, z-axis) 0,42 2,1 m/s 2 (range, z-axis) Sumber : Road safety report Standard Australia (AS penilaian terhadap pemaparan getaran seluruh tubuh manusia ) diterbitkan pada tahun 1990 dan secara lengkap dipakai sebagai pengganti Standard Internasional (ISO , 1985). Standard Australia memberikan batasan pemaparan untuk tiga kriteria, yaitu ; Kenyamanan, memperhatikan tentang pemeliharaan terhadap kenyamanan (pengurangan batas kenyamanan)

Kebutuhan Dasar Ibu Bersalin. By. Ulfatul Latifah, SKM

Kebutuhan Dasar Ibu Bersalin. By. Ulfatul Latifah, SKM Kebutuhan Dasar Ibu Bersalin By. Ulfatul Latifah, SKM Kebutuhan Dasar pada Ibu Bersalin 1. Dukungan fisik dan psikologis 2. Kebutuhan makanan dan cairan 3. Kebutuhan eliminasi 4. Posisioning dan aktifitas

Lebih terperinci

SKRIPSI HUBUNGAN POSISI DUDUK DENGAN TIMBULNYA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGEMUDI MOBIL

SKRIPSI HUBUNGAN POSISI DUDUK DENGAN TIMBULNYA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGEMUDI MOBIL SKRIPSI HUBUNGAN POSISI DUDUK DENGAN TIMBULNYA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGEMUDI MOBIL Disusun oleh : HENDRO HARNOTO J110070059 Diajukan untuk memenuhi tugas dan syarat syarat guna memperoleh gelar Sarjana

Lebih terperinci

GELOMBANG MEKANIK. (Rumus) www.aidianet.co.cc

GELOMBANG MEKANIK. (Rumus) www.aidianet.co.cc GELOMBANG MEKANIK (Rumus) Gelombang adalah gejala perambatan energi. Gelombang Mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium untuk merambat. A = amplitudo gelombang (m) = = = panjang gelombang (m) v

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Keluhan low back pain (LBP) dapat terjadi pada setiap orang, dalam kehidupan

I. PENDAHULUAN. Keluhan low back pain (LBP) dapat terjadi pada setiap orang, dalam kehidupan 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah 1. Latar Belakang Keluhan low back pain (LBP) dapat terjadi pada setiap orang, dalam kehidupan sehari-hari keluhan LBP dapat menyerang semua orang, baik jenis

Lebih terperinci

baik berada di atas usus kecil (Kshirsagar et al., 2009). Dosis yang bisa digunakan sebagai obat antidiabetes 500 sampai 1000 mg tiga kali sehari.

baik berada di atas usus kecil (Kshirsagar et al., 2009). Dosis yang bisa digunakan sebagai obat antidiabetes 500 sampai 1000 mg tiga kali sehari. BAB I PENDAHULUAN Saat ini banyak sekali penyakit yang muncul di sekitar lingkungan kita terutama pada orang-orang yang kurang menjaga pola makan mereka, salah satu contohnya penyakit kencing manis atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dimanapun selalu ada risiko terkena penyakit akibat kerja, baik didarat, laut,

BAB I PENDAHULUAN. dimanapun selalu ada risiko terkena penyakit akibat kerja, baik didarat, laut, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah keselamatan dan kesehatan kerja adalah masalah dunia. Bekerja dimanapun selalu ada risiko terkena penyakit akibat kerja, baik didarat, laut, udara, bekerja disektor

Lebih terperinci

Jika ciprofloxacin tidak sesuai, Anda akan harus minum antibiotik lain untuk menghapuskan kuman meningokokus.

Jika ciprofloxacin tidak sesuai, Anda akan harus minum antibiotik lain untuk menghapuskan kuman meningokokus. CIPROFLOXACIN: suatu antibiotik bagi kontak dari penderita infeksi meningokokus Ciprofloxacin merupakan suatu antibiotik yang adakalanya diberikan kepada orang yang berada dalam kontak dekat dengan seseorang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 50% dari jumlah korban sengatan listrik akan mengalami kematian. 1 Banyaknya

BAB I PENDAHULUAN. 50% dari jumlah korban sengatan listrik akan mengalami kematian. 1 Banyaknya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Trauma akibat sengatan listrik merupakan jenis trauma yang bisa berakibat fatal bagi manusia karena mempunyai nilai resiko kematian yang tinggi. Sekitar 50% dari jumlah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lokal di bawah batas kosta dan di atas lipatan glutealis inferior, dengan atau tanpa

BAB I PENDAHULUAN. lokal di bawah batas kosta dan di atas lipatan glutealis inferior, dengan atau tanpa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Nyeri punggung bawah adalah perasaan nyeri, ketegangan otot, atau kekakuan lokal di bawah batas kosta dan di atas lipatan glutealis inferior, dengan atau tanpa

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI. Tesis

ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI. Tesis ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI Tesis Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Strata 2 Program Studi Manajemen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan

BAB I PENDAHULUAN. Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan lahirnya bayi, placenta dan membran dari rahim ibu (Depkes, 2004). Persalinan dan kelahiran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/ mengganti diri dan. mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/ mengganti diri dan. mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lanjut usia adalah suatu proses menghilangnya secara perlahanlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/ mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi

Lebih terperinci

HUBUNGAN SIKAP KERJA DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA RENTAL KOMPUTER DI PABELAN KARTASURA

HUBUNGAN SIKAP KERJA DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA RENTAL KOMPUTER DI PABELAN KARTASURA HUBUNGAN SIKAP KERJA DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA RENTAL KOMPUTER DI PABELAN KARTASURA SKRIPSI DISUSUN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN DALAM MENDAPATKAN GELAR SARJANA SAINS

Lebih terperinci

SAKIT PERUT PADA ANAK

SAKIT PERUT PADA ANAK SAKIT PERUT PADA ANAK Oleh dr Ruankha Bilommi Spesialis Bedah Anak Lebih dari 1/3 anak mengeluh sakit perut dan ini menyebabkan orang tua membawa ke dokter. Sakit perut pada anak bisa bersifat akut dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan pekerja dan akhirnya menurunkan produktivitas. tempat kerja harus dikendalikan sehingga memenuhi batas standard aman,

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan pekerja dan akhirnya menurunkan produktivitas. tempat kerja harus dikendalikan sehingga memenuhi batas standard aman, BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tempat kerja merupakan tempat dimana setiap orang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun keluarga yang sebagian besar waktu pekerja dihabiskan

Lebih terperinci

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID ABSTRAK PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID Ekowati Retnaningsih dan Rini Oktariza Angka kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah di Indonesia mencapai 15,9%. Prevalensi

Lebih terperinci

ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN METODE FISIOLOGI

ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN METODE FISIOLOGI ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN METODE FISIOLOGI A. DESKRIPSI Menurut Tayyari dan Smith (1997) fisiologi kerja sebagai ilmu yang mempelajari tentang fungsi-fungsi organ tubuh manusia yang

Lebih terperinci

Kulit yang sehat akan membuat kulit terlihat segar dan cantik alami. Jika memiliki kulit yang sehat, Anda tidak akan memerlukan bantuan warna-warna

Kulit yang sehat akan membuat kulit terlihat segar dan cantik alami. Jika memiliki kulit yang sehat, Anda tidak akan memerlukan bantuan warna-warna Kulit yang sehat akan membuat kulit terlihat segar dan cantik alami. Jika memiliki kulit yang sehat, Anda tidak akan memerlukan bantuan warna-warna make up yang tidak alami untuk menutupi kulit Anda. Rona

Lebih terperinci

MANFAAT ASI BAGI BAYI

MANFAAT ASI BAGI BAYI HO4.2 MANFAAT ASI BAGI BAYI ASI: Menyelamatkan kehidupan bayi. Makanan terlengkap untuk bayi, terdiri dari proporsi yang seimbang dan cukup kuantitas semua zat gizi yang diperlukan untuk kehidupan 6 bulan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pegal yang terjadi di daerah pinggang bawah. Nyeri pinggang bawah bukanlah

BAB I PENDAHULUAN. pegal yang terjadi di daerah pinggang bawah. Nyeri pinggang bawah bukanlah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Nyeri pinggang bawah atau low back pain merupakan rasa nyeri, ngilu, pegal yang terjadi di daerah pinggang bawah. Nyeri pinggang bawah bukanlah diagnosis tapi hanya

Lebih terperinci

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI, DAN PROMOSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PATI TESIS

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI, DAN PROMOSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PATI TESIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI, DAN PROMOSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PATI TESIS Oleh: Mimpi Arde Aria NIM : 2008-01-020 PROGAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT)

LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) LAMPIRAN 1 50 LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Yang bertanda tangan dibawah ini: N a m a : U s i a : Alamat : Pekerjaan : No. KTP/lainnya: Dengan

Lebih terperinci

Tahan diguncang gempa

Tahan diguncang gempa Tahan diguncang gempa Gempa bumi merupakan bencana alam yang paling menakutkan bagi manusia. Ini karena kita selalu mengandalkan tanah tempat kita berpijak di bumi ini sebagai landasan yang paling stabil

Lebih terperinci

KARAKTERISASI FISIK DAN ph PADA PEMBUATAN SERBUK TOMAT APEL LIRA BUDHIARTI

KARAKTERISASI FISIK DAN ph PADA PEMBUATAN SERBUK TOMAT APEL LIRA BUDHIARTI KARAKTERISASI FISIK DAN ph PADA PEMBUATAN SERBUK TOMAT APEL LIRA BUDHIARTI DEPARTEMEN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 ABSTRAK LIRA BUDHIARTI. Karakterisasi

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI KONSEP ERGONOMI PADA PEMBUATAN ALAT TENUN TRADISIONAL MENGGUNAKAN PRINSIP PERANCANGAN YANG DAPAT DISESUAIKAN

IMPLEMENTASI KONSEP ERGONOMI PADA PEMBUATAN ALAT TENUN TRADISIONAL MENGGUNAKAN PRINSIP PERANCANGAN YANG DAPAT DISESUAIKAN IMPLEMENTASI KONSEP ERGONOMI PADA PEMBUATAN ALAT TENUN TRADISIONAL MENGGUNAKAN PRINSIP PERANCANGAN YANG DAPAT DISESUAIKAN (Studi Kasus Industri Tenun Pandai Sikek Sumatera Barat) Nilda Tri Putri, Ichwan

Lebih terperinci

Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma.

Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma. Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma. Mungkin ibu-ibu pernah mengalami kesulitan dalam memberikan makanan pada si bayi. Ia mengeluarkan makanan yang diberikan kepadanya alias

Lebih terperinci

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d.

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d. 1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d. menegakkan tubuh 2. Tulang anggota gerak tubuh bagian atas dan bawah disebut.

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara A. Dasar Pemikiran Sejak satu dasawarsa terakhir masyarakat semakin

Lebih terperinci

Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā

Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā Oleh: U Sikkhānanda (Andi Kusnadi) Meditasi jalan Sebaiknya, latihan meditasi dimulai dengan meditasi jalan dahulu. Saat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk menggambarkan haid. Menopause adalah periode berakhirnya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk menggambarkan haid. Menopause adalah periode berakhirnya BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Menopause 1. Definisi Menopause merupakan sebuah kata yang mempunyai banyak arti, Men dan pauseis adalah kata yunani yang pertama kali digunakan untuk menggambarkan haid. Menopause

Lebih terperinci

Susu Sapi Tidak Baik Untuk Manusia. Written by Administrator

Susu Sapi Tidak Baik Untuk Manusia. Written by Administrator Susu adalah minuman kesehatan yang sebagian besar praktisi kesehatan menganjurkan agar kita mengkonsumsinya agar tubuh mendapat asupan kesehatan selain makanan yang kita makan sehari-hari. Namun, belum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Meningkatnya jumlah anak autis baik di dunia maupun di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Meningkatnya jumlah anak autis baik di dunia maupun di Indonesia BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Meningkatnya jumlah anak autis baik di dunia maupun di Indonesia memerlukan perhatian yang serius dalam penanganannya. Autis dapat sembuh bila dilakukan intervensi

Lebih terperinci

BAB 4 METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Bagian Ilmu Kesehatan Anak, khususnya

BAB 4 METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Bagian Ilmu Kesehatan Anak, khususnya BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Bagian Ilmu Kesehatan Anak, khususnya Perinatologi dan Neurologi. 4.. Waktu dan tempat penelitian Penelitian ini

Lebih terperinci

ABSTRAK PENGARUH ALKOHOL GOLONGAN B TERHADAP KETELITIAN DAN KEWASPADAAN PADA PRIA DEWASA

ABSTRAK PENGARUH ALKOHOL GOLONGAN B TERHADAP KETELITIAN DAN KEWASPADAAN PADA PRIA DEWASA ABSTRAK PENGARUH ALKOHOL GOLONGAN B TERHADAP KETELITIAN DAN KEWASPADAAN PADA PRIA DEWASA Irvan Gedeon Firdaus, 2010. Pembimbing: dr. Pinandojo Djojosoewarno, AIF Latar belakang : Minum minuman beralkohol

Lebih terperinci

BAB VI PEMBAHASAN. RSPAD Gatot Soebroto. Cara pengambilan data menggunakan metode Cross

BAB VI PEMBAHASAN. RSPAD Gatot Soebroto. Cara pengambilan data menggunakan metode Cross BAB VI PEMBAHASAN Pembahasan adalah kesenjangan yang muncul setelah peneliti melakukan penelitian kemudian membandingkan antara teori dengan hasil penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian tentang

Lebih terperinci

CARA YANG TEPAT DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA

CARA YANG TEPAT DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA CARA YANG TEPAT DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Oleh : Debby dan Arief Dalam tubuh terdapat berjuta-juta sel. Salah satunya, sel abnormal atau sel metaplasia, yaitu sel yang berubah, tetapi masih dalam batas

Lebih terperinci

baik berkhasiat sebagai pengobatan maupun pemeliharaan kecantikan. Keuntungan dari penggunaan tanaman obat tradisional ini adalah murah dan mudah

baik berkhasiat sebagai pengobatan maupun pemeliharaan kecantikan. Keuntungan dari penggunaan tanaman obat tradisional ini adalah murah dan mudah BAB 1 PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang kaya akan tumbuh-tumbuhan yang mempunyai potensi sebagai sumber obat. Masyarakat umumnya memiliki pengetahuan tradisional dalam pengunaan tumbuh-tumbuhan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 23 April 2013. Penelitian dilakukan pada saat pagi hari yaitu pada jam 09.00-

BAB III METODE PENELITIAN. 23 April 2013. Penelitian dilakukan pada saat pagi hari yaitu pada jam 09.00- BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi Dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian akan dilakukan di peternakan ayam CV. Malu o Jaya Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa dan peternakan ayam Risky Layer Desa Bulango

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Di jaman modernisasi seperti sekarang ini Rumah Sakit harus mampu

BAB I PENDAHULUAN. Di jaman modernisasi seperti sekarang ini Rumah Sakit harus mampu BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan membahas tentang: latar belakang, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Di jaman

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 1981 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 1981 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 1981 TENTANG BEDAH MAYAT KLINIS DAN BEDAH MAYAT ANATOMIS SERTA TRANSPLANTASI ALAT DAN ATAU JARINGAN TUBUH MANUSIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Kata kunci : Body Mass Index (BMI), Lingkar Lengan Atas (LLA)

Kata kunci : Body Mass Index (BMI), Lingkar Lengan Atas (LLA) ABSTRAK HUBUNGAN PENILAIAN STATUS GIZI DENGAN METODE BMI (Body Mass Index) DAN METODE LLA (Lingkar Lengan Atas) PADA ANAK PEREMPUAN USIA 6-10 TAHUN Asyer, 2009 Pembimbing : Dr. Iwan Budiman, dr., MS.,

Lebih terperinci

ANALISIS PELAKSANAAN MANAJEMEN MUTU PELAYANAN DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM MALAHAYATI MEDAN

ANALISIS PELAKSANAAN MANAJEMEN MUTU PELAYANAN DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM MALAHAYATI MEDAN ANALISIS PELAKSANAAN MANAJEMEN MUTU PELAYANAN DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM MALAHAYATI MEDAN GELADIKARYA Oleh : AMERINA SYAFHARINI, ST 087007074 KONSENTRASI PEMASARAN TEKNOLOGI PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cokelat bagi sebagian orang adalah sebuah gaya hidup dan kegemaran, namun masih banyak orang yang mempercayai mitos tentang cokelat dan takut mengonsumsi cokelat walaupun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Aktivitas fisik yang teratur mempunyai banyak manfaat kesehatan dan merupakan salah satu bagian penting dari gaya hidup sehat. Karakteristik individu, lingkungan sosial,

Lebih terperinci

Mulyadi *, Mudatsir ** *** ABSTRACT

Mulyadi *, Mudatsir ** *** ABSTRACT Hubungan Tingkat Kepositivan Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) dengan Gambaran Luas Lesi Radiologi Toraks pada Penderita Tuberkulosis Paru yang Dirawat Di SMF Pulmonologi RSUDZA Banda Aceh Mulyadi *,

Lebih terperinci

Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari

Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari Setelah mempelajari materi pesawat sederhana dan penerapannya diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan pesawat sederhana 2. Membedakan jenis-jenis pesawat sederhana 3. Menjelaskan prinsip kerja pesawat

Lebih terperinci

Sistem Rangka dan Otot. Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi

Sistem Rangka dan Otot. Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Sistem Rangka dan Otot 1 Rangka Rangka adalah kumpulan berbagai tulang Pemberi bentuk tubuh Tempat melekatnya otot-otot Pelindung organ lunak Mengganti sel-sel yg rusak Penopang tubuh Menyerap gaya/beban

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh. Anak Agung Ngurah Jelantik Andy Jaya NIM. 041610101069

SKRIPSI. Oleh. Anak Agung Ngurah Jelantik Andy Jaya NIM. 041610101069 PERBEDAAN MULA KERJA DAN MASA KERJA OBAT ANESTESI LOKAL LIDOKAIN HCL 2% DENGAN ADRENALIN 0,0125MG PADA ORANG YANG MENGKONSUMSI KOPI DAN TIDAK MENGKONSUMSI KOPI SKRIPSI Diajukan guna melengkapi tugas akhir

Lebih terperinci

Bab 11 Bagaimana menjelaskan kepada dokter saat berobat

Bab 11 Bagaimana menjelaskan kepada dokter saat berobat Bab 11 Bagaimana menjelaskan kepada dokter saat berobat Bab 11 Bagaimana menjelaskan kepada dokter saat berobat Waktu memeriksa ke dokter menerangkan secara jelas beberapa hal dibawah ini 1.Menjelaskan

Lebih terperinci

HUBUNGAN SIKAP KERJA ANGKAT-ANGKUT DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA KULI PANGGUL DI GUDANG BULOG SURAKARTA

HUBUNGAN SIKAP KERJA ANGKAT-ANGKUT DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA KULI PANGGUL DI GUDANG BULOG SURAKARTA HUBUNGAN SIKAP KERJA ANGKAT-ANGKUT DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA KULI PANGGUL DI GUDANG BULOG SURAKARTA SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan Andang Rafsanjani

Lebih terperinci

Tanggung Jawab Dasar Pengemudi

Tanggung Jawab Dasar Pengemudi Tanggung Jawab Dasar Pengemudi Panduan ini menerangkan kondisi utama yang harus dipenuhi oleh pengemudi yang akan mengoperasikan kendaraan PMI (baik pengemudi yang merupakan karyawan PMI atau pun pegawai

Lebih terperinci

DAYA TAHAN TUBUH & IMMUNOLOGI

DAYA TAHAN TUBUH & IMMUNOLOGI DAYA TAHAN TUBUH & IMMUNOLOGI Daya Tahan tubuh Adalah Kemampuan tubuh untuk melawan bibit penyakit agar terhindar dari penyakit 2 Jenis Daya Tahan Tubuh : 1. Daya tahan tubuh spesifik atau Immunitas 2.

Lebih terperinci

Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II. Catatan Fasilitator. Rangkuman Kasus:

Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II. Catatan Fasilitator. Rangkuman Kasus: Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II Catatan Fasilitator Rangkuman Kasus: Agus, bayi laki-laki berusia 16 bulan dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten dari sebuah

Lebih terperinci

Sistem Pencernaan Manusia BAB 3. A. Macam-macam Zat Makanan dan Fungsinya B. Susunan dan Fungsi Sistem Pencernaan

Sistem Pencernaan Manusia BAB 3. A. Macam-macam Zat Makanan dan Fungsinya B. Susunan dan Fungsi Sistem Pencernaan BAB 3 Sistem Pencernaan Manusia A. Macam-macam Zat Makanan dan Fungsinya B. Susunan dan Fungsi Sistem Pencernaan 53 Bab 3 Sistem Pencernaan Manusia 53 Peta Konsep karbohidrat protein zat makanan yakni

Lebih terperinci

DESAIN BENTUK FISIK KERETA DORONG SESUAI ANTROPOMETRI ANAK-ANAK UNTUK PENJUAL COBEK ANAK

DESAIN BENTUK FISIK KERETA DORONG SESUAI ANTROPOMETRI ANAK-ANAK UNTUK PENJUAL COBEK ANAK DESAIN BENTUK FISIK KERETA DORONG SESUAI ANTROPOMETRI ANAK-ANAK UNTUK PENJUAL COBEK Abstrak ANAK Delta Pralian - NPM : 30402264 Program Studi Teknik Industri, Universitas Gunadarma E-mail : dpralian@yahoo.com

Lebih terperinci

Kecemasan atau dalam Bahasa Inggrisnya anxiety berasal dari Bahasa Latin. angustus yang berarti kaku, dan ango, anci yang berarti mencekik.

Kecemasan atau dalam Bahasa Inggrisnya anxiety berasal dari Bahasa Latin. angustus yang berarti kaku, dan ango, anci yang berarti mencekik. Pengertian Kecemasan Kecemasan atau dalam Bahasa Inggrisnya anxiety berasal dari Bahasa Latin angustus yang berarti kaku, dan ango, anci yang berarti mencekik. Menurut Freud (dalam Alwisol, 2005:28) mengatakan

Lebih terperinci

ANALISA PENENTUAN FASE DAN WAKTU SIKLUS OPTIMUM PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL ( STUDI KASUS : JL. THAMRIN JL. M.T.HARYONO JL.AIP II K.S.

ANALISA PENENTUAN FASE DAN WAKTU SIKLUS OPTIMUM PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL ( STUDI KASUS : JL. THAMRIN JL. M.T.HARYONO JL.AIP II K.S. ANALISA PENENTUAN FASE DAN WAKTU SIKLUS OPTIMUM PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL ( STUDI KASUS : JL. THAMRIN JL. M.T.HARYONO JL.AIP II K.S.TUBUN) TUGAS AKHIR Diajukan utuk melengkapi tugas tugas dan Melengkapi

Lebih terperinci

PENGARUH KADAR AIR AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON ABSTRACT

PENGARUH KADAR AIR AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON ABSTRACT Pengaruh Kadar Air.. Kuat Tekan Beton Arusmalem Ginting PENGARUH KADAR AIR AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON Arusmalem Ginting 1, Wawan Gunawan 2, Ismirrozi 3 1 Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,

Lebih terperinci

ASUHAN KEPERAWATAN TENTANG DIABETES MELLITUS ( DM ) YAYASAN PENDIDIKAN SETIH SETIO AKADEMI KEPERAWATAN SETIH SETIO MUARA BUNGO

ASUHAN KEPERAWATAN TENTANG DIABETES MELLITUS ( DM ) YAYASAN PENDIDIKAN SETIH SETIO AKADEMI KEPERAWATAN SETIH SETIO MUARA BUNGO ASUHAN KEPERAWATAN TENTANG DIABETES MELLITUS ( DM ) YAYASAN PENDIDIKAN SETIH SETIO AKADEMI KEPERAWATAN SETIH SETIO MUARA BUNGO Kata Pengantar Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat

Lebih terperinci

Gb. 5.12. STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72)

Gb. 5.12. STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72) Gb. 5.12. STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72) Rumus Umum Asam Amino (Campbell, 1999: 73) H H O N C C H R OH GUGUS AMINO GUGUS KARBOKSIL Tabel 5.1 Gambaran Umum Fungsi Protein (Campbell, 1999: 74) JENIS

Lebih terperinci

AGAR MENDAPAT LEBIH DARI YANG ENGKAU INGINKAN

AGAR MENDAPAT LEBIH DARI YANG ENGKAU INGINKAN AGAR MENDAPAT LEBIH DARI YANG ENGKAU INGINKAN 11 Februari 2009 Mari kita ubah SKK (Sikap, Konsentrasi dan Komitmen) Pertama : SIKAP Sikap merupakan kependekan dari SI = EMOSI; KA = TINDAKAN; P = PENDAPAT,

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : Mardi Utomo 10604227402

SKRIPSI. Oleh : Mardi Utomo 10604227402 HUBUNGAN KECEPATAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN-KAKI DENGAN KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA SISWA SDN 1 CANGKREPLOR PURWOREJO YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. orang tua yang sudah memiliki anak. Enuresis telah menjadi salah satu

BAB I PENDAHULUAN. orang tua yang sudah memiliki anak. Enuresis telah menjadi salah satu 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Enuresis atau yang lebih kita kenal sehari-hari dengan istilah mengompol, sudah tidak terdengar asing bagi kita khususnya di kalangan orang tua yang sudah memiliki

Lebih terperinci

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PEMINATAN KELOMPOK MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM SEKOLAH MENENGAH ATAS BIOLOGI

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PEMINATAN KELOMPOK MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM SEKOLAH MENENGAH ATAS BIOLOGI DAN PEMINATAN KELOMPOK MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM SEKOLAH MENENGAH ATAS BIOLOGI KELAS X KOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 1.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas

Lebih terperinci

POSISI-POSISI DALAM PERSALINAN. Hasnerita, S.Si.T. M.Kes

POSISI-POSISI DALAM PERSALINAN. Hasnerita, S.Si.T. M.Kes POSISI-POSISI DALAM PERSALINAN Hasnerita, S.Si.T. M.Kes Pendahuluan Tak ada posisi melahirkan yang paling baik. Posisi yang dirasakan paling nyaman oleh si ibu adalah hal yang terbaik. Namun umumnya, ketika

Lebih terperinci

PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET. Oleh : RHOBI ROZIEANSHAH NIM : 13203054

PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET. Oleh : RHOBI ROZIEANSHAH NIM : 13203054 PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET LAPORAN TUGAS AKHIR Dibuat sebagai Syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi

Lebih terperinci

PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP DAYA TAHAN JANTUNG PARU

PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP DAYA TAHAN JANTUNG PARU PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP DAYA TAHAN JANTUNG PARU SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Mendapatkan Gelar Sarjana Sains Terapan Fisioterapi Disusun Oleh : DIMAS SONDANG IRAWAN J 110050028

Lebih terperinci

KESELAMATAN KERJA. Keselamatan & Kesehatan Kerja

KESELAMATAN KERJA. Keselamatan & Kesehatan Kerja KESELAMATAN KERJA K3 Keselamatan & Kesehatan Kerja SEJARAH KESELAMATAN KERJA DUNIA - Revolusi Industri Serap Banyak Buruh - Kecelakaan Kerja = Resiko Kerja - Buruh Desak Work Compensation - Buruh Desak

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Alat kesehatan meliputi barang, instrumen atau alat lain yang termasuk tiap komponen, bagian atau perlengkapannya yang diproduksi, dijual atau dimaksudkan untuk digunakan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Insidensi Nyeri Pungggung Bawah. Januari-Desember 2009

ABSTRAK. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Insidensi Nyeri Pungggung Bawah. Januari-Desember 2009 ABSTRAK Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Insidensi Nyeri Pungggung Bawah (Low Back Pain) pada Pasien Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode Januari-Desember 2009 Santi Mariana Purnama, 2010, Pembimbing I

Lebih terperinci

Buku Panduan Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja

Buku Panduan Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja [Untuk Orang Asing yang Bekerja di Jepang] インドネシア 語 版 Buku Panduan Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja Pembayaran Asuransi Yang Dapat Diklaim (Ditagihkan) Asuransi kecelakaan kerja juga diterapkan

Lebih terperinci

CONEGARAN TRIHARJO KEC. WATES 20 JANUARI 2011 (HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM DESEMBER

CONEGARAN TRIHARJO KEC. WATES 20 JANUARI 2011 (HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM DESEMBER PENGAMATAN EPIDEMIOLOGI HASIL PEMERIKSAAN KECACINGAN di SD MUH. KEDUNGGONG, SD DUKUH NGESTIHARJO,SDN I BENDUNGAN dan SD CONEGARAN TRIHARJO KEC. WATES 20 JANUARI 2011 (HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM DESEMBER

Lebih terperinci

Menggunakan alat-alat tradisional yang tidak steril seperti alat tumpul. Makan nanas dan minum sprite secara berlebihan

Menggunakan alat-alat tradisional yang tidak steril seperti alat tumpul. Makan nanas dan minum sprite secara berlebihan Agar terhindar dari berbagai persoalan karena aborsi, maka remaja harus mampu menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seks. Untuk itu diperlukan kemampuan berpikir kritis mengenai segala kemungkinan

Lebih terperinci

PERANCANGAN MEJA DAN KURSI RESTORAN CEPAT SAJI DENGAN PENDEKATAN SECARA ERGONOMIS DI KAFE GAJAHMADA MOJOKERTO SKRIPSI

PERANCANGAN MEJA DAN KURSI RESTORAN CEPAT SAJI DENGAN PENDEKATAN SECARA ERGONOMIS DI KAFE GAJAHMADA MOJOKERTO SKRIPSI PERANCANGAN MEJA DAN KURSI RESTORAN CEPAT SAJI DENGAN PENDEKATAN SECARA ERGONOMIS DI KAFE GAJAHMADA MOJOKERTO SKRIPSI Oleh : ATIM PUJI LESMONO 0732015002 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

Lebih terperinci

CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014. Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1

CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014. Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1 CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014 Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1 Pencemaran Udara Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia

Lebih terperinci

PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN..

PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN.. PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN.. Kriiiing..kriiiing bel berbunyi, tanda jam pelajaran ke Sembilan sudah berbunyi, tanda masuk di dua jam terakhir. Aku berfikir

Lebih terperinci

BAB V DESAIN OPERASI JASA

BAB V DESAIN OPERASI JASA Desain Operasi Jasa 42 BAB V DESAIN OPERASI JASA 5.1. Mendefinisikan Jasa Bab ini berkenaan dengan operasi jasa dan apa yang daapt dilakukan untuk memperbaiki masalah pelayanan jasa yang tidak efisien

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi wilayah PT. Cipta Frima Jaya adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam penanganan pasca panen (pembekuan) untuk hasil perikanan, yang merupakan milik Bapak

Lebih terperinci

Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dan Merck peduli kesehatan saraf

Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dan Merck peduli kesehatan saraf Siaran Pers Kontak Anda: Niken Suryo Sofyan Telepon +62 21 2856 5600 29 Mei 2012 Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dan Merck peduli kesehatan saraf Neuropati mengancam 1 dari 4 orang

Lebih terperinci

PENENTUAN KADAR BESI DI AIR SUMUR PERKOTAAN, PEDESAAN DAN DEKAT PERSAWAHAN DI DAERAH JEMBER SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

PENENTUAN KADAR BESI DI AIR SUMUR PERKOTAAN, PEDESAAN DAN DEKAT PERSAWAHAN DI DAERAH JEMBER SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS PENENTUAN KADAR BESI DI AIR SUMUR PERKOTAAN, PEDESAAN DAN DEKAT PERSAWAHAN DI DAERAH JEMBER SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS SKRIPSI Oleh Khilda Tsamratul Fikriyah NIM 081810301049 JURUSAN KIMIA FAKULTAS

Lebih terperinci

Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE

Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns Kala I Bantu ibu dalam persalinan jika ia tampak gelisah, ketakutan dan kesakitan Jika ibu tampak kesakitan, dukungan yg dapat dierikan : Perubahan posisi, tetapi jika

Lebih terperinci

PERANCANGAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE BERPALANG TUNGGAL KAPASITAS 10 TON

PERANCANGAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE BERPALANG TUNGGAL KAPASITAS 10 TON PERANCANGAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE BERPALANG TUNGGAL KAPASITAS 10 TON SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik EKO AUGUSTINUS NIM. 070421009 PROGRAM PENDIDIKAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG CARA PRODUKSI KOSMETIKA YANG BAIK MENTERI KESEHATAN, Menimbang : a. bahwa langkah utama untuk menjamin keamanan kosmetika adalah penerapan

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN LARI JARAK PENDEK (SPRINT) 100 METER SISWA SMK N 1 KLATEN JURUSAN AKUNTANSI SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN LARI JARAK PENDEK (SPRINT) 100 METER SISWA SMK N 1 KLATEN JURUSAN AKUNTANSI SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN LARI JARAK PENDEK (SPRINT) 100 METER SISWA SMK N 1 KLATEN JURUSAN AKUNTANSI SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Dan Waktu Penelitian 1. Lokasi penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Lapangan Asrama PPLP Sumatera Utara di Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal 2.

Lebih terperinci

EFISIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI DI KAWASAN SUNGAI ULAR DAERAH TIMBANG DELI KABUPATEN DELI SERDANG

EFISIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI DI KAWASAN SUNGAI ULAR DAERAH TIMBANG DELI KABUPATEN DELI SERDANG EFISIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI DI KAWASAN SUNGAI ULAR DAERAH TIMBANG DELI KABUPATEN DELI SERDANG SKRIPSI AZIZ ANHAR DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2009 EFISIENSI

Lebih terperinci

badan berlebih (overweight dan obesitas) beserta komplikasinya. Selain itu, pengetahuan tentang pola makan juga harus mendapatkan perhatian yang

badan berlebih (overweight dan obesitas) beserta komplikasinya. Selain itu, pengetahuan tentang pola makan juga harus mendapatkan perhatian yang BAB 1 PENDAHULUAN Masalah kegemukan (obesitas) dan penurunan berat badan sangat menarik untuk diteliti. Apalagi obesitas merupakan masalah yang serius bagi para pria dan wanita, oleh karena tidak hanya

Lebih terperinci

PROTEIN. Rizqie Auliana

PROTEIN. Rizqie Auliana PROTEIN Rizqie Auliana rizqie_auliana@uny.ac.id Sejarah Ditemukan pertama kali tahun 1838 oleh Jons Jakob Berzelius Diberi nama RNA dan DNA Berasal dari kata protos atau proteos: pertama atau utama Komponen

Lebih terperinci

BAHAN AJAR 10 SAKIT PINGGANG BAGIAN BAWAH

BAHAN AJAR 10 SAKIT PINGGANG BAGIAN BAWAH BAHAN AJAR 10 10 SAKIT PINGGANG BAGIAN BAWAH Slipped Disc Salah satu lokasi rasa sakit yang sering membuat para atlet, khususnya pemainpemain bulutangkis, tenis lapangan dan atlet selancar angin mengeluh

Lebih terperinci

MATA KULIAH PROFESI INTERAKSI OBAT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MATA KULIAH PROFESI INTERAKSI OBAT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MATA KULIAH PROFESI INTERAKSI OBAT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Pendahuluan Interaksi Obat : Hubungan/ikatan obat dengan senyawa/bahan lain Diantara berbagai

Lebih terperinci

OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING DI PT. JAKARANA TAMA TUGAS SARJANA

OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING DI PT. JAKARANA TAMA TUGAS SARJANA OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING DI PT. JAKARANA TAMA TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh FAHRUR ROZI 080423019

Lebih terperinci

BAHAN AJAR MATA PELAJARAN FISIKA 3. 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah

BAHAN AJAR MATA PELAJARAN FISIKA 3. 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah BAHAN AJAR MATA PELAJARAN FISIKA 3 Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah Kompetensi Dasar: 1.1 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang

Lebih terperinci

PERSALINAN KALA I. 1. kala 1 persalinan

PERSALINAN KALA I. 1. kala 1 persalinan PERSALINAN KALA I Persalinan normal yaitu proses pengeluaran buah kehamilan cukup bulan yang mencakup pengeluaran bayi, plasenta dan selaput ketuban, dengan presentasi kepala (posisi belakang kepala),

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 18 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kreatinin Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir metabolisme otot yang dilepaskan dari otot dengan kecepatan yang hampir konstan dan diekskresi dalam

Lebih terperinci

Organ Reproduksi Perempuan. Organ Reproduksi Bagian Dalam. Organ Reproduksi Bagian Luar. 2. Saluran telur (tuba falopi) 3.

Organ Reproduksi Perempuan. Organ Reproduksi Bagian Dalam. Organ Reproduksi Bagian Luar. 2. Saluran telur (tuba falopi) 3. Organ Reproduksi Perempuan Organ Reproduksi Bagian Dalam 2. Saluran telur (tuba falopi) 1. Indung telur (ovarium) 3. Rahim (uterus) 4. Leher Rahim (cervix) 5. Liang Kemaluan (vagina) Organ Reproduksi Bagian

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. beberapa zat gizi tidak terpenuhi atau zat-zat gizi tersebut hilang dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. beberapa zat gizi tidak terpenuhi atau zat-zat gizi tersebut hilang dengan BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keadaan gizi kurang dapat ditemukan pada setiap kelompok masyarakat. Pada hakekatnya keadaan gizi kurang dapat dilihat sebagai suatu proses kurang asupan makanan ketika

Lebih terperinci

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 PERBANDINGAN ORAL HIGIENE DAN PENGETAHUAN ANTARA KELOMPOK SATU KALI PENYULUHAN DAN KELOMPOK DUA KALI PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA PENDERITA TUNANETRA USIA 12 19 TAHUN DI MEDAN SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SIMPAN PINJAM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KOPERASI NUSANTARA

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SIMPAN PINJAM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KOPERASI NUSANTARA 1 PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SIMPAN PINJAM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KOPERASI NUSANTARA SKRIPSI Program Studi Manajemen Nama : KAMJA NIM : 03103-114 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA

Lebih terperinci