[CERITA DARI FASCHEL-SECANGKIR RINDU] August 27, Secangkir Rindu

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "[CERITA DARI FASCHEL-SECANGKIR RINDU] August 27, Secangkir Rindu"

Transkripsi

1 Secangkir Rindu Kalena sudah tahu kalau Fandro akan mencarinya. Bukan hanya karena dulu mereka sangat dekat, tapi karena Fandro sudah berjanji untuk menemui Kalena bila dia punya kesempatan datang ke Faschel suatu saat nanti. Yang tidak Kalena tahu: Fandro akan datang dengan kondisi seperti apa. Kalena tidak akan kaget bila Fandro datang dengan seorang perempuan cantik, atau bahkan anak-anak karena Kalena sudah tahu Fandro sangat dikagumi. Tidak sulit menyukai orang yang punya perawakan seperti Fandro, wajah yang ramah namun tegas, mata yang tajam. Tidak sulit jatuh cinta pada pemanah yang sangat berbakat seperti Fandro. Tidak sulit... Tidak sulit untuk jatuh cinta pada tabib yang sangat berbakat sepertimu, kata Fandro ketika itu. Kalena sudah tahu kalau Fandro akan mengatakan itu. Ketika itu mereka masih sangat muda. Aku sudah tahu kalau aku tidak akan bertepuk sebelah tangan, jawab Kalena ringan. Kalena ingat saat itu Fandro pun tertawa dan berkata, Aku juga sudah tahu kalau aku tidak akan bertepuk sebelah tangan. Kalena meletakkan surat yang dikirim Fandro melalui seorang pengawalnya di atas meja. Dia juga meletakkan beberapa batang kasitora yang lembut di sampingnya. Kalena memandang ke luar dari jendela rumahnya. Faschel tidak seperti dulu lagi ketika mereka berdua masih remaja dan menganggap bahwa dunia adalah tempat yang selalu damai. Kalena bisa melihat benteng Zhephero Zheph yang setengah hancur karena serangan pasukan Galagath. Dia bisa merasakan kematian dimana-mana. Sepanjang hari ini, Kelena berjalan ke desa di lembah Mistary dan mengobati begitu banyak peri yang terluka di sana. Banyak yang bisa diselamatkan, banyak pula yang mati. Kalena tidak menyukai sensasi dingin di tengkuknya ketika para Maven datang dan berdiri di hadapan atau di sebelahnya untuk mengambil batu nyawa. Dia tahu bahwa melihat kematian itu tidak akan memberikan apapun selain kesedihan. Apalagi melihat sebentuk nyawa yang sedikit demi sedikit memadat dan membatu menjadi Batu Nyawa. Kalena seperti melihat sebuah jiwa yang dibekukan. Dipaksa untuk diam. Dipaksa untuk jadi tidak ada. Sore ini... Page 1 of 7

2 Begitulah menurut surat itu. Sore ini Fandro akan datang dan menemuinya. Kalena tidak tahu apa yang masih tersisa. Dia merasakan jantungnya melompat-lompat senang. Tapi dia juga merasa ada sisi hatinya yang luka. Apakah dia rindu? Fandro tidak pernah melakukan apapun yang membuat Kalena marah, apalagi sedih. Dia sangat berhati-hati, termasuk pada perasaan Kalena. Fandro selalu berusaha membuat Kalena bahagia. Dan itu menjadi pertanyaan untuk Kalena sekarang; apa itu bahagia? Kalena berjalan ke ruang tengah yang merangkap sebagai ruang kerjanya. Derit lantai kayu yang sudah lapuk terdengar tiap kali Kalena melangkah. Dia berdiri di depan sebuah rak yang dipenuhi susunan botol-botol yang diisi potongan tanaman: daun, bunga, batang, atau akar. Kalena melihat dengan seksama tiap-tiap botol kaca itu. Dia melabeli tiap botol dengan nama dan tanggal bagian tanaman itu mulai disimpan. Kalena tidak pernah lupa untuk meniupkan udara dari paru-parunya ke dalam botol agar apapun yang disimpan di dalamnya tidak menjadi layu sampai beberapa lama. Biasanya hanya bisa sampai hitungan tahun. Kalena melihat-lihat sampai ke bagian terbawah dari rak itu. Dia menemukan botol kaca yang dia cari. Botol itu sudah sangat berdebu. Kalena meniup permukaan botol itu berkali-kali. Dia membawa botol itu ke meja kerjanya. Kalena duduk dan memandangi isi botol itu; sebuah bunga berwarna merah transparan. Bunga shaelayas. Ini bunga pemberian Fandro ketika mereka pergi ke Desa Ulutharine di dekat sungai. Bunga ini banyak tumbuh di tepian sungai di sana. Sebenarnya ini bunga yang cukup langka. Tapi Fandro yang ketika itu tidak sengaja menemukan ini. Dia terpukau pada kelopak bunganya yang sangat indah, memetiknya dan memberikan beberapa batang untuk Kalena. Kalena menerimanya dan membawanya pulang. Bunga berwarna merah yang transparan dan berkilauan di bawah sinar matahari adalah hadiah yang sangat romantis untuk orang yang kamu sayangi. Hanya saja, ceritanya menjadi lain ketika ayah Kalena melihat Kalena membawa bunga itu pulang. Ayahnya menjelaskan sesuatu yang tidak Kalena tahu. Kalena membuka botol itu dan mengeluarkan bunga itu di atas meja. Bunga Shaelayas ini mempunyai banyak kelopak. Kalena mengambil salah satu kelopaknya dengan hati-hati. Kalena tampak puas ketika dia bisa mencabut salah satu kelopaknya tanpa membuat bunganya kehilangan bentuk yang cantik. Kalena mendengar suara langkah kaki di halaman depan. Beberapa saat kemudian, dia juga mendengar derit lantai kayu beranda rumahnya. Fandro sudah di sana. Kalena bangkit dan sedikit merapikan tatanan rambutnya. Dia juga membersihkan debu yang menempel di gaunnya. Ketika Kalena membukakan pintu, dia melihat sosok Fandro seperti yang dulu selalu dia rindukan; tampan dan hangat. Fandro tersenyum ketika melihat Kalena yang terlihat lebih cantik dan matang. Kalena menyadari begitu banyak tahun yang sudah Page 2 of 7

3 dilewatinya tanpa Fandro. Dengan canggung, Fandro meraih tangan kanan Kalena dan mencium punggung tangan itu. Kalena mencoba untuk tidak tersipu. Kamu sangat cantik, ujar Fandro dengan mata yang masih terpukau. Kalena membalasnya dengan senyum. Kalena mempersilahkan Fandro masuk. Fandro tampak tidak terlalu kaget dengan kondisi rumah Kalena. Faschel sedang berperang. Dan ini perang terlama yang pernah ada. Penduduk Faschel tidak akan sempat untuk membersihkan dan mendekorasi rumah ketika nyawa mereka kapan saja bisa hilang. Kalena mempersilahkan Fandro duduk di bangku kayu yang ada di ruang tamu. Ayahmu? tanya Fandro ketika dia sudah menemukan posisi yang nyaman untuk duduk. Sudah meninggal. Kalena masih berdiri. Dia mengatakan hal itu dengan datar. Setelah begitu banyak kematian yang dia lihat, dia sudah kehilangan cara untuk mengatakan tentang kematian itu dengan perasaan. Dia sudah lupa bagaimana caranya. Aku mau buat minuman dulu, kata Kalena ramah. Apa kamu mau sari bunga thantize? Fandro mengangguk. Kalena pergi ke dapur dan mendidihkan air di atas tungku batu. Dia menyiapkan bunga thantize yang dia ambil dari rak penyimpanan makanan. Ada beberapa batang bunga thantize di sana yang masih segar. Kalena memetik kelopaknya dan memasukkannya ke dalam teko. Lalu air mendidih dimasukkan ke dalam teko itu. Kalena juga memasukkan satu kelopak bunga shaelayas ke dalamnya. Dia memejamkan mata dan mengatur nafasnya. Wajah Fandro selalu mengingatkannya pada kehidupan. Kalena menghapus tetes air yang menyelinap di sudut matanya. Dia tidak boleh menangis. Kalena muncul di ruang tamu dengan nampan perak berisi teko dan dua cangkir kosong. Dia meletakkan nampan itu di meja kecil di depan tempat duduk Fandro. Kalena mengisi kedua cangkir itu dengan minuman yang masih mengepul. Kalena lalu duduk di samping Fandro. Apa kamu pernah merindukanku? tanya Kalena kemudian. Mendapat pertanyaan seperti itu, Fandro terlihat kaget. Tapi dengan cepat dia bisa terlihat tenang kembali. Selalu. Galagath tidak sama dengan Faschel. Di sana tidak ada hutan, lembah, dan gunung yang indah. Tidak ada kamu yang membuat hal itu semakin indah. Aku merindukanmu setiap waktu. Page 3 of 7

4 Kalena tersenyum. Kalena yakin Fandro merindukannya bukan dari katakatanya saja, tapi mata Fandro mengatakan itu. Kamu sudah jadi tabib yang hebat, puji Fandro. Kalena tersenyum. Tidak terlalu hebat juga. Kakakku, Daphrio lebih cepat menguasai ilmunya dibanding aku. Mungkin selain darah, tabib juga perlu bakat. Kalena merindukan saat-saat ini. Ketika dia bisa bicara dan menatap Fandro langsung ke matanya. Ketika dia bisa mengatakan apa saja dan Fandro tidak akan menertawakannya. Fandro selalu percaya pada mimpi-mimpi Kalena untuk menjadi tabib hebat. Walaupun menurut ayahnya sendiri itu mungkin agak sulit. Kalena tidak sehebat Daphrio. Dia tidak terlalu berbakat. Tapi dalam keadaan seperti sekarang ini, hal itu sudah tidak menjadi ukuran lagi. Yang dibutuhkan adalah seorang tabib, berbakat atau tidak. Begitu banyak yang terluka di Faschel. Fandro mengambil cangkir minuman di meja dan meniupnya pelan-pelan. Kamu masih ingat perjalanan kita ke Ulutharine? tanya Kalena. Fandro minum sedikit dan meletakkan cangkirnya. Dia terlihat antusias menjawab pertanyaan Kalena. Ya, tentu saja. Desa itu sangat indah. Kamu memberiku bunga di sana..., Kalena mengatakan itu dengan malu-malu. Dia tahu seharusnya tidak perlu malu. Kenangan itu milik mereka. Tidak ada yang perlu dirisaukan. Ya, bunga itu sangat cantik. Aku tidak tahu namanya. Itu bunga shaelayas. Aku masih menyimpannya sampai sekarang. Kalena bangkit dan mengambir bunga shaelayas yang tergeletak di meja kerjanya di ruang tengah. Dia membawanya dan kembali duduk di sebelah Fandro. Ini. Kalena menyodorkan bunga itu. Fandro menerimanya. Sesaat jemari mereka bersentuhan. Kalena merasakan jantungnya tiba-tiba berdetak kencang. Dia mencoba menenangkan dirinya. Fandro melihat bunga itu dengan seksama. Masih segar. Ya, aku membuatnya tetap segar. Aku menyimpannya di botol. Fandro memasangkan bunga itu di ikatan samping rambut Kalena. Kalena tidak menolak. Dia membiarkan Fandro melakukan itu. Apa kamu akan lama ada di Faschel? tanya Kalena beberapa saat kemudian. Page 4 of 7

5 Tidak. Setelah semua tugas selesai, kami akan kembali ke Galagath. Fandro menarik nafas panjang. Sebenarnya, ini bukanlah hal yang aku inginkan, Lena. Aku melakukannya karena hanya itulah hal yang aku bisa lakukan. Aku hanya bisa memanah. Seandainya aku punya darah tabib sepertimu, aku akan menjadi tabib. Kamu jadi Panglima Galagath. Kamu yang memimpin penyerangan ini. Kamu bertanggung jawab atas tiap nyawa yang jadi batu di Faschel ini, ujar Kalena tertahan karena amarah. Namun sesaat kemudian kemarahan itu berubah menjadi perasaan hangat yang selalu menyelubungi hatinya ketika Fandro ada di dekatnya. Ya, aku jadi panglima. Aku datang ke Faschel dan menyerang kalian. Tapi itu semua karena perintah Raja. Aku tidak melakukannya atas kemauanku sendiri. Tapi kamu bisa memilih untuk tidak membunuh penduduk Faschel. Bagaimanapun, ibumu lahir dan besar di sini. Kamu punya darah Faschel juga. Tapi aku memilih untuk mengabdi pada Galagath. Itu bukan pilihan tanpa resiko. Inilah resikonya. Apa kamu tidak takut aku terbunuh? tanya Kalena penasaran. Dia ingin tahu itu. Dia benar-benar ingin tahu. Tidak. Fandro menjawab singkat. Kenapa? desak Kalena. Tabib tidak akan dibunuh. Kamu tahu itu... Mereka pun terdiam. Fandro memandangi Kalena yang tampak sedikit sedih sementara Kalena tidak melepaskan pandangannya dari cangkir minuman di meja. Kamu bisa memilih untuk tidak kembali ke Galagath dan hidup di sini denganku, kata Kalena pelan. Dia mencoba untuk menahan agar tidak menangis, tapi suaranya bergetar juga. Seandainya itu bisa, Fandro mengelus punggung tangan Kalena. Kalena membiarkannya. Mereka kembali terdiam. Kalena merasakan dadanya sesak oleh kesedihan dan kerinduan yang bercampur jadi satu. Fandro yang sekarang duduk di sebelahnya ini adalah Fandro yang dulu. Masih jiwa yang sama. Kalena bisa merasakan itu. Fandro mengambil kembali cangkir dari atas meja dan minum beberapa teguk. Ini enak sekali, puji Fandro. Itu secangkir rindu, jawab Kalena pelan. Dia mencoba tersenyum. Fandro membalas senyum Kalena. Mereka bertatapan beberapa saat. Page 5 of 7

6 Aku memasukkan satu buah kelopak bunga shaelayas ini ke dalam teko Kalena meraba bunga shaelayas di ikatan rambutnya. Ini bukan bunga biasa. Sesaat Kalena terdiam. Dia menjadi tidak yakin akan apa yang sedang dilakukannya. Kalena menguatkan hatinya. Dia berusaha melanjutkan kata-katanya, Ini bukan bunga biasa. Satu kelopak saja sudah cukup untuk menghentikan detak jantung perlahan-lahan. Ini bunga pembunuh, Fandro. Kamu memberiku bunga ini dan tidak tahu kalau bunga ini bisa membunuh Fandro meletakkan cangkirnya. Dia memegang dadanya. Napasnya mulai terasa berat. Fandro menatap Kalena lekat-lekat. Kalena memegang tangan Fandro. Dia menggunakan tangannya yang satu lagi untuk memeriksa detak jantung Fandro. Kalena tahu, sebentar lagi jantung itu akan berhenti. Aku tidak punya pilihan Fandro. Seperti kamu yang tidak punya pilihan untuk membunuh penduduk Faschel yang bahkan tidak mengerti kenapa harus terjadi perang, aku pun tidak punya pilihan untuk berusaha dengan cara apapun agar perang itu berakhir. Kali ini Kalena tidak bisa menahan air matanya. Air mata itu jatuh dan mengenai gaunnya. Fandro yang tampak semakin pucat menggerakkan tangannya dengan sisa tenaga untuk menghapus air mata Kalena yang belum sempat jatuh. Aku rasa ini cukup adil, kata Kalena berat. Ya, itu adil. Setidaknya untuk Kalena ini semua adil. Ini cukup adil, Lena, ujar Fandro pelan. Suaranya hampir tidak terdengar. Kalena mengambil cangkir yang masih penuh. Fandro melihat itu dengan mata membulat. Dia mencoba mengangkat tangannya, merebut cangkir itu dari Kalena, tapi dia tidak bisa. Tenaganya seperti sudah habis. Kalena melihat bayangan kehitaman seperti asap mulai berkumpul di sekitar dada Fandro. Tidak lama lagi bayangan itu akan memadat dan berubah jadi batu. Fandro akan mati. Dengan cepat Kalena menghabiskan isi cangkir itu. Tapi aku tidak bisa hidup setelah ini, Fandro Kalena merasakan jantungnya mulai memelan. Kepalanya terasa berat dan sakit. Tapi dia masih bisa melihat Fandro tersenyum padanya sebelum akhirnya semua menjadi samar dan gelap. mana Kalena?! * * * Kalena merasakan jantungnya masih berdetak walau pelan. Dia berusaha membuka matanya tapi tidak bisa. Dia merasakan seseorang mengangkat tubuhnya. Aku akan membuat ramuan obatnya. Kalena pasti sudah menyiapkan batang kasitora kalau dia tidak mau mati! Page 6 of 7

7 Bawa bajingan ini keluar. Perlihatkan pada pasukan Galagath kalau panglimanya sudah kita bunuh! Rencana ini berjalan dengan mulus! Sekarang kita bisa mengalahkan mereka! Terdengar suara riuh-rendah. Tidak terlalu jelas. Kalena merasakan seseorang menyentuh tangannya. Itu Daph. Dia bisa merasakam denyut darah Daph yang berbeda. Sekuat tenaga Kalena berusaha membuka matanya. Samar-samar terlihat Daph yang sedang menghancurkan batang kasitora yang lunak dengan jarinya dan mencampurkannya dengan darahnya sendiri yang berwarna putih kebiruan di dalam sebuah mangkok kecil di lantai. Daph ujar Kalena pelan, nyaris seperti berbisik. Daph yang menyangka Kalena pingsan dengan cepat dan sedikit kaget melihat ke arah adiknya itu. Kamu tidak apa-apa? tanya Daph. Kalena tidak menjawab. Daph tahu bahwa dia sekarat. Daph, jangan Kalena berusaha menarik tangan Daph. Daph menatap Kalena tajam. Dia berusaha untuk mengerti. Tapi tidak bisa. Dia tidak bisa mengerti sama sekali. Daph Kalena memaksakan diri untuk tersenyum. Daph mencium kening Kalena lembut. Dia mencoba membalas senyum Kalena tapi tidak bisa. Kalena menutup matanya. Dia masih bisa mendengar derit suara lantai kayu ketika Daph berjalan menjauhinya. Samar-samar dia juga masih bisa mendengar suara Daph. Kalena sudah mati. Jiwanya sudah mulai membatu. Kita terlambat menolongnya. * * * Page 7 of 7

Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras.

Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras. Sahabat Lama 19:52, Sebuah kafe di Jakarta Selatan, Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras. Mencintai orang lain? tanyaku lemah. Farel

Lebih terperinci

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui salah satu blog yang sudah lama ia ikuti. Blog yang

Lebih terperinci

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan. 1st Spring Hujan lagi. Padahal ini hari Minggu dan tak ada yang berharap kalau hari ini akan hujan. Memang tidak besar, tapi cukup untuk membuat seluruh pakaianku basah. Aku baru saja keluar dari supermarket

Lebih terperinci

Diceritakan kembali oleh: Rachma www.dongengperi.co.nr 2008 Cerita Rakyat Sumatera Utara Di tepi sebuah hutan kecil yang hijau, sebuah danau yang berair jernih berkilau disapa mentari pagi. Permukaannya

Lebih terperinci

PENJAGAL ANGIN. Tri Setyorini

PENJAGAL ANGIN. Tri Setyorini PENJAGAL ANGIN Tri Setyorini Awal yang ku lihat adalah abu putih yang berterbangan. Pikirku itu adalah salju yang menyejukkan. Namun ternyata bukan karena abu ini justru terasa panas dan membakar telapak

Lebih terperinci

2. Gadis yang Dijodohkan

2. Gadis yang Dijodohkan 2. Gadis yang Dijodohkan Burung-burung berkicau merdu di tengah pagi yang dingin dan sejuk. Dahan-dahan pohon bergerak melambai, mengikuti arah angin yang bertiup. Sebuah rumah megah dengan pilar-pilar

Lebih terperinci

dengan mudah, mereka melukaimu? Mengancammu?, aku membuka mataku. Menatap

dengan mudah, mereka melukaimu? Mengancammu?, aku membuka mataku. Menatap Dean, kau menghilang cukup lama, dan kau tak mungkin bergabung dengan mereka dengan mudah, mereka melukaimu? Mengancammu?, aku membuka mataku. Menatap Justin yang menatapku dengan penuh perhatian. Aku

Lebih terperinci

Kisah Dari Negeri Anggrek

Kisah Dari Negeri Anggrek Kisah Dari Negeri Anggrek By Eryani Widyastuti SATU Pernahkah kalian mendengar kisah ini? Kisah dari Negeri Anggrek yang damai, indah, dan udaranya dipenuhi oleh bau harum-manis bebungaan anggrek. Negeri

Lebih terperinci

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Pertama Kali Aku Mengenalnya 1 Pertama Kali Aku Mengenalnya Aku berhasil menjadi kekasihnya. Laki-laki yang selama 4 tahun sudah aku kagumi dan cintai. Aku pertama kali bertemu dengannya ketika aku duduk di bangku SMP. Saat itu hidupku

Lebih terperinci

Dibalik perjuangan seorang "PAPA"

Dibalik perjuangan seorang PAPA Dibalik perjuangan seorang "PAPA" Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah

Lebih terperinci

Sang Pangeran. Kinanti 1

Sang Pangeran. Kinanti 1 Sang Pangeran Langkah Rara terhenti mendengar percakapan dari ruang tamu. Suara seseorang yang sangat dikenalnya. Suara tawa yang terdengar khas itu semakin memperkuat dugaannya, membuat jantung Rara berpacu

Lebih terperinci

Fiction. John! Waktunya untuk bangun!

Fiction. John! Waktunya untuk bangun! Prologue Ada seorang anak kecil yang mengendap-endap memasuki sebuah kamar dimana di tengah ruangan terdapat sebuah piano besar. Dia perlahan-lahan menutup pintu dan melihat piano besar tersebut dengan

Lebih terperinci

Dan ia baru menyadari betapa salahnya dirinya. Disana, muncul dari sebelah kirinya, ia merasakan gerakan udara yang cepat. Angin yang berhembus

Dan ia baru menyadari betapa salahnya dirinya. Disana, muncul dari sebelah kirinya, ia merasakan gerakan udara yang cepat. Angin yang berhembus SATU Kalau manusia didesain untuk memiliki lebih dari dua kaki oleh sang Pencipta, ia akan sangat bersyukur saat ini. Ia adalah seorang pria; kegelapan malam menutupi wujudnya. Kegelapan itu merupakan

Lebih terperinci

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang Prolog Seorang teman atau bahkan lebih dari sekedar teman, ya tepatnya adalah sahabat? Apa yang kalian tau tentang teman ataupun sahabat? Dua kata yang hampir serupa, namum mempunyai arti begitu berbeda

Lebih terperinci

Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa...

Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa... 6 Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa... OooOooOooO "Hye..." "Hhmmm..." "Aku mencintaimu..." "Nado. Aku

Lebih terperinci

Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku!

Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku! Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku! Mesin mobil sudah mati beberapa menit yang lalu, tapi Zhara masih duduk diam dibelakang kemudi. Sibuk menenangkan debar jantungnya, berusaha untuk bisa

Lebih terperinci

SATU. Plak Srek.. Srek

SATU. Plak Srek.. Srek SATU Plak Srek.. Srek Kertas coklat bertuliskan WANTED itu terlepas dari dinding tempat ia tertempel tadi. Tejatuh ke lantai yang juga terbuat dari kayu. Sehingga gambarnya orang bertopi besar mirip pembungkus

Lebih terperinci

Musim Semi Buku harian untuknya Satu Hari bolong

Musim Semi Buku harian untuknya Satu Hari bolong Musim Semi Hari ini untuk pertama kalinya aku bertemu dengan Aiko. Setelah sekitar mungkin 7tahun lebih aku tak pernah melihatnya. Aku percaya mungkin dengan cara aku berpura pura sebagai dirimu, dia masih

Lebih terperinci

My Love Just For You vol1

My Love Just For You vol1 My Love Just For You vol1 By Sita Yang Penerbit Lotus Publisher My Love Just For You Vol1 Oleh: Sita Yang Copyright 2013 by Sita Yang Penerbit Lotus Publisher lotuspublisher.blogspot.com E-mail: lotuspublisher88@gmail.com

Lebih terperinci

yang berbentuk datar bagian atasnya dengan sebuah ukiran kepala singa. Mereka yang berada di ruangan sudah berdiri di atas shinéga sejak dari tadi.

yang berbentuk datar bagian atasnya dengan sebuah ukiran kepala singa. Mereka yang berada di ruangan sudah berdiri di atas shinéga sejak dari tadi. Prolog Orion mempercepat langkah kakinya, baju perang yang dikenakannya membuat langkah kakinya menjadi berat, suaranya menggema di lorong gua, bergema dengan cepat seiring dengan langkah kaki yang dia

Lebih terperinci

SUNFLOWERS. Saya lebih suka menghadap ke matahari.

SUNFLOWERS. Saya lebih suka menghadap ke matahari. SUNFLOWERS Saya lebih suka menghadap ke matahari. Banyak orang yang merasa matanya silau dan sakit ketika memandang matahari terlalu lama. Tapi saya tidak. Saya memandang matahari seperti ingin menantangnya.

Lebih terperinci

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply CHAPTER 1 There s nothing left to say but good bye Air Supply Wolverhampton, 29 Agustus 2006 -Sierra s pov- Happy birthday, Lee! ucapku girang setelah Lee meniup lilin di atas kue ulang tahunnya. Lee,

Lebih terperinci

Suara alunan piano terdengar begitu lembut

Suara alunan piano terdengar begitu lembut Suara alunan piano terdengar begitu lembut mengalun. Beberapa pelayan hilir mudik mengitari para tamu, dengan membawa nampan berisi minuman dengan berbagai macam jenisnya. Beberapa orang berkumpul berkelompok,

Lebih terperinci

Peter Swanborn, The Netherlands, Lima Portret Five Portraits

Peter Swanborn, The Netherlands,  Lima Portret Five Portraits Peter Swanborn, The Netherlands, www.peterswanborn.nl Lima Portret Five Portraits Bukan seperti salam Semula, kata si laki-laki, adalah air di sini manis dan penuh hidup, kemudian manusia datang mereka

Lebih terperinci

(Cintaku) Bait Pertama. Angin senja begitu halus berhembus. Sore itu, di

(Cintaku) Bait Pertama. Angin senja begitu halus berhembus. Sore itu, di Bait Pertama (Cintaku) Angin senja begitu halus berhembus. Sore itu, di atas panggung yang terletak di tengah bangunan mal yang terbuka. Tommy sedang melakukan cek sound untuk penampilannya. Deru suara

Lebih terperinci

yang paling tidak pernah luput dari kematian adalah cairan ini. Wanita itu meringis ngilu. Semua yang menimpanya kini sudah jelas bagian dari

yang paling tidak pernah luput dari kematian adalah cairan ini. Wanita itu meringis ngilu. Semua yang menimpanya kini sudah jelas bagian dari PROLOG Queenstown Singapore, 1970 Apartemen setinggi ratusan kaki itu mustahil akan membuatnya mudah turun dan keluar. Dia ada di lantai paling atas. Bersama tiga nyawa yang telah hilang dengan beragam

Lebih terperinci

P A D A M U E M B U N

P A D A M U E M B U N R I S H E L L Y R I T O N G A P A D A M U E M B U N dan cerita-cerita lainnya Diterbitkan secara mandiri melalui Nulisbuku.com Perbincangan Denganmu 2 Jarum pada jam yang melingkar di tangan kiriku menunjukkan

Lebih terperinci

Juli Milik kita. Aku sudah sampai depan RS Margono. siap. menunggu. engga usah kaget, aku bisa. menit aku sampai, tunggu ya mas

Juli Milik kita. Aku sudah sampai depan RS Margono. siap. menunggu. engga usah kaget, aku bisa. menit aku sampai, tunggu ya mas Juli Milik kita Hanya ada dua kali dalam satu tahun Kebahagiaan yang luar biasa bagi kita Kerinduan yang sekian lama terpendam, kini terbayar juga Cuti kenaikan tingkat, dari tingkat 2 menuju tingkat 3

Lebih terperinci

Sore yang indah bergerak memasuki malam. Langit yang bertabur warna keemasan mulai menghitam dengan taburan bintang-bintang. Aku masih duduk di kursi

Sore yang indah bergerak memasuki malam. Langit yang bertabur warna keemasan mulai menghitam dengan taburan bintang-bintang. Aku masih duduk di kursi Sore yang indah bergerak memasuki malam. Langit yang bertabur warna keemasan mulai menghitam dengan taburan bintang-bintang. Aku masih duduk di kursi ruang tunggu. Pandanganku meluas keluar. Menyapu setiap

Lebih terperinci

Pantang Menyerah. Nasution 1. Zahra Kalilla Nasution Rigen Pratitisari Bahasa Indonesia 13 September 2011

Pantang Menyerah. Nasution 1. Zahra Kalilla Nasution Rigen Pratitisari Bahasa Indonesia 13 September 2011 Nasution 1 Zahra Kalilla Nasution Rigen Pratitisari Bahasa Indonesia 13 September 2011 Pantang Menyerah Saya berjalan di tengah kota, cuaca begitu indah. Dagangan di kota tampaknya telah terjual semua.

Lebih terperinci

SHAINA BARENO. 9 Butterflies. (9 Kupu-kupu) Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

SHAINA BARENO. 9 Butterflies. (9 Kupu-kupu) Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com SHAINA BARENO 9 Butterflies (9 Kupu-kupu) Diterbitkan secara mandiri melalui Nulisbuku.com 1 INSPIRASI DARI KEPOMPONG Senja itu, saya duduk di bawah pohon mangga berbuah lebat di taman samping rumah, sambil

Lebih terperinci

Kaki Langit. Bulan dan Matahari

Kaki Langit. Bulan dan Matahari Kaerala Kaki Langit antara Bulan dan Matahari Penerbit Kaerala Kaki Langit antara Bulan dan Matahari Oleh: Kaerala Copyright 2014 by Kaerala Penerbit Kaerala Desain Sampul: Kaerala Diterbitkan melalui:

Lebih terperinci

BAB II RINGKASAN CERITA. sakit dan mengantarkan adik-adiknya ke sekolah. Karena sejak kecil Lina

BAB II RINGKASAN CERITA. sakit dan mengantarkan adik-adiknya ke sekolah. Karena sejak kecil Lina BAB II RINGKASAN CERITA Ada dua kewajiban yang paling di benci Lara yang harus di lakukannya setiap pagi. Lara harus mengemudi mobil ayahnya yang besar dan tua ke rumah sakit dan mengantarkan adik-adiknya

Lebih terperinci

KOPI DI CANGKIR PELANGI..

KOPI DI CANGKIR PELANGI.. KOPI DI CANGKIR PELANGI.. Irama detik menuju menit yang semakin jelas terdengar, menandakan sunyi telah memonopoli malam. Malam memang selalu berdampingan dengan sunyi, dan kemudian memadu kasih untuk

Lebih terperinci

Puzzle-Puzzle Fiksi. Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan. menginspirasi pembaca

Puzzle-Puzzle Fiksi. Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan. menginspirasi pembaca Puzzle-Puzzle Fiksi Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan menginspirasi pembaca JULIE 2 Akhirnya Buku Ini Milikku Aku tidak menghiraukan panasnya matahari di siang hari ini. Aku tetap berlari

Lebih terperinci

Lucu memang.. Aku masih bisa tersenyum manis, melihatmu disana tertawa lepas bersamanya.

Lucu memang.. Aku masih bisa tersenyum manis, melihatmu disana tertawa lepas bersamanya. Lelah menanti.. Cinta untukmu tak pernah berbalas. Lucu memang.. Aku masih bisa tersenyum manis, melihatmu disana tertawa lepas bersamanya. Lucu memang, aku masih saja merindukanmu.. Walau kutau hatimu

Lebih terperinci

A. Rita. Penerbit. Karya Cinta

A. Rita. Penerbit. Karya Cinta A. Rita Penerbit Karya Cinta Kenangan Perjalanan Jauh Oleh: A. Rita Copyright 2014 by A. Rita Penerbit (Karya Cinta) (karyacinta-rita.blogspot.com) (arashirita@gmail.com) Desain Sampul: (A. Rita ) Diterbitkan

Lebih terperinci

Musim Semi Merah. Dyaz Afryanto

Musim Semi Merah. Dyaz Afryanto Musim Semi Merah Dyaz Afryanto 2 Dyaz Afryan *** Musim Semi Merah Oleh: Dyaz Afryanto Copyright 2015 by Dyaz Afryanto Penerbit Nulisbuku.com Desain Sampul : Alf Sukatmo ( @Be_Illustrated ) Diterbitkan

Lebih terperinci

Mengapa hidupku jadi seperti ini Tuhan? Aku takkan bisa menikmati kebebasanku seperti dulu lagi.

Mengapa hidupku jadi seperti ini Tuhan? Aku takkan bisa menikmati kebebasanku seperti dulu lagi. Hari ini adalah hari dimana aku dan James akan menikah. Ya Tuhan, aku benar-benar tidak pernah berpikir untuk menikah secepat ini. Tidak, sebelum aku menjadi seorang dokter. Ya, minimal aku lulus dari

Lebih terperinci

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali:

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali: Noand Hegask Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali: Kisah-kisah pendek dan sajak rumpang Diterbitkan melalui: Nulisbuku.com Darah Biasanya keluar rumah Saat tengah malam Sambil menangis Hanya

Lebih terperinci

Ketika cinta datang dalam sebuah perjanjian yang mengikat. Karena takdir adalah misteri... Sekuat apapun hati ini mengelak, dia tetap hadir mengisi

Ketika cinta datang dalam sebuah perjanjian yang mengikat. Karena takdir adalah misteri... Sekuat apapun hati ini mengelak, dia tetap hadir mengisi Ketika cinta datang dalam sebuah perjanjian yang mengikat. Karena takdir adalah misteri... Sekuat apapun hati ini mengelak, dia tetap hadir mengisi kerinduan hati. Meskipun, hanya sekedar imajinasi cinta!

Lebih terperinci

Tanggal kelima belas bulan Juni. Purnama bersinar

Tanggal kelima belas bulan Juni. Purnama bersinar Oleh: Astari Ulfa Tanggal kelima belas bulan Juni. Purnama bersinar terang di langit. Bintang-bintang juga tampak kerlipnya, walaupun samar, kalah oleh cahaya rembulan. Malam ini penduduk Negeri Zaira

Lebih terperinci

Damar, apakah pada akhirnya mereka ini bisa benar-benar pulang?

Damar, apakah pada akhirnya mereka ini bisa benar-benar pulang? 100 101 Walaupun aku pura-pura menutup kedua mataku. Toh, akhirnya kubaca juga cerita tentang Ann. Ann yang malang, mengingatkanku pada cerita tentang Elsja dan Djalil, hantu Belanda yang sempat kuceritakan

Lebih terperinci

Semahkota mawar yang mulai layu itu memberitahuku bagaimana pertama kali aku menyebut

Semahkota mawar yang mulai layu itu memberitahuku bagaimana pertama kali aku menyebut Hari ini, senja sempurna merekah melalui kanvas langit yang memesona. Senja yang sempurna, saat langit, hujan, angin, dan debu bersatu di bawah tudung matahari. Menikmati sisa-sisa hangat terakhir yang

Lebih terperinci

oooooooo "Park Shinhye!!!!!"

oooooooo Park Shinhye!!!!! 1 Ingin mengerti apa makna di balik senyumnya. Tapi seolah-olah aku mengamati, hatiku semakin jauh berlari berlawanan arah. Mengapa semua begitu rumit dan selalu ada yang terluka? Adakah satu hal saja

Lebih terperinci

TERPERANGKAP. merakitkata.blogspot.com

TERPERANGKAP. merakitkata.blogspot.com TERPERANGKAP Seberapa percayakah kau dengan apa yang ada di hadapanmu? Apakah setiap benda, padat, cair, gas yang kaurasakan itu nyata? Apakah tangan ini bergerak sesuai kehendakmu? Kaki ini berdiri menopang

Lebih terperinci

Di Unduh dari : Bukupaket.com

Di Unduh dari : Bukupaket.com bab 5 kejujuran gambar 5.1 tesa sedang berkumpul dengan teman temannya lihatlah gambar di atas tesa sedang berkumpul dengan teman temannya tentu kalian juga sering melakukannya setiap hari kita bergaul

Lebih terperinci

Oleh: Yasser A. Amiruddin

Oleh: Yasser A. Amiruddin LAKADAUNG Oleh: Yasser A. Amiruddin Dari balik kaca mobil yang melintas Ku melihat hamparan padi yang menguning Memandang kenangan lepas Mengingat kampung halaman yang lama ditinggal, Lakadaung Lakadaung

Lebih terperinci

SHIN HAIDO THE FINNEGANS SHADOWS #1. Penerbit FD Company IVAN DE FINNEGAN

SHIN HAIDO THE FINNEGANS SHADOWS #1. Penerbit FD Company IVAN DE FINNEGAN SHIN HAIDO THE FINNEGANS SHADOWS #1 IVAN DE FINNEGAN Penerbit FD Company The Finnegans Shadows #1 Ivan De Finnegan Oleh: Shin Haido Copyright 2013 by Shin Haido Penerbit FD Company Desain Sampul: Picture

Lebih terperinci

UJIAN TENGAH SEMESTER PERANCANGAN FILM KARTUN

UJIAN TENGAH SEMESTER PERANCANGAN FILM KARTUN UJIAN TENGAH SEMESTER PERANCANGAN FILM KARTUN Disusun Oleh : NAMA : ARIF FAJAR SETYAWAN NIM : 09.12.3589 KELAS : 09 S1SI 02 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011

Lebih terperinci

~24 SELINGAN DALAM HIDUP~

~24 SELINGAN DALAM HIDUP~ ~24 SELINGAN DALAM HIDUP~ Oleh : Turmudi 1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah.

Lebih terperinci

Pengendalian Emosi. Rerata Empirik (RE) : 124,95. Rerata Hipotetik (RH) : 107,5. Tergolong Tinggi

Pengendalian Emosi. Rerata Empirik (RE) : 124,95. Rerata Hipotetik (RH) : 107,5. Tergolong Tinggi Pengendalian Emosi Rerata Empirik (RE) : 124,95 Rerata Hipotetik (RH) : 107,5 Tergolong Tinggi Kekhusyu an Shalat Rerata Empirik (RE) : 139,62 Rerata Hipotetik (RH) : 100 Tergolong Tinggi 138 KATEGORISASI

Lebih terperinci

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus SATU Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own - ROBERT A. HEINLEIN Kenapa Mama harus pergi? tanya seorang anak berusia sekitar delapan tahun. Mama harus

Lebih terperinci

Rangkuman Kata Mutiara Tentang Waktu

Rangkuman Kata Mutiara Tentang Waktu Rangkuman Kata Mutiara Tentang Waktu Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa,

Lebih terperinci

László Hankó: Kebahagiaan Marina

László Hankó: Kebahagiaan Marina 1 László Hankó: Kebahagiaan Marina Terjemahan: Mentari Siahaan Dahulu kala hiduplah seorang wanita muda dan cantik bernama Marina. Dia tinggal di sebuah gubuk kecil di tepi pantai bersama suaminya yang

Lebih terperinci

Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24

Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24 Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/2014 11:41:24 2 Buku BI 3 (12 des).indd 2 16/12/2014 11:41:25 Bintang berkunjung ke rumah Tante Menik, adik ibunya. Tante Menik seorang wartawati. Rumah Tante Menik kecil,

Lebih terperinci

REVIEW. Mulut heart-shaped-nya menjadi lebih pucat dari sebelumnya. Ia meringis ketika rasa sakit menghantam perut bawahnya: kram.

REVIEW. Mulut heart-shaped-nya menjadi lebih pucat dari sebelumnya. Ia meringis ketika rasa sakit menghantam perut bawahnya: kram. REVIEW Nafas berat terdengar jelas ketika pemuda bertubuh kurus itu berusaha melawan rasa mual yang sedang menguasai tubuhnya, tubuhnya bergetar hebat dengan keringat yang bercucuran melalui dahinya, dan

Lebih terperinci

Rumah Sakit Jiwa. S uster Kometa memandang pilu ke arah luar

Rumah Sakit Jiwa. S uster Kometa memandang pilu ke arah luar Rumah Sakit Jiwa S uster Kometa memandang pilu ke arah luar gerbang Rumah Sakit Jiwa tempatnya bekerja tersebut. Suasana gelap, yang disebabkan hujan sejak empat jam lalu yang belum berhenti juga. Perutnya

Lebih terperinci

Behind the sea there s a kingdom where I could see your sweet smile.

Behind the sea there s a kingdom where I could see your sweet smile. Angel Has Fallen Down Chapter 1 : Alice the Holy Angel Dunia ini memiliki 101 dimensi yang setiap dimensinya dari teratas merupakan tempat yang bahagia hingga yang terbawah merupakan tempat paling menyengsarakan

Lebih terperinci

MORIENDO. Terlihat uluran tangan yang melepaskan butiran-butiran yang begitu cemerlang bagaikan kristal ke angkasa

MORIENDO. Terlihat uluran tangan yang melepaskan butiran-butiran yang begitu cemerlang bagaikan kristal ke angkasa 1 MORIENDO FADE IN: EXT. TEPI PANTAI - SIANG Terlihat uluran tangan yang melepaskan butiran-butiran yang begitu cemerlang bagaikan kristal ke angkasa CUT TO Butiran-butiran tersebut berubah menjadi dedaunan

Lebih terperinci

Pasang Surut Ombak Segare Sopianus Sauri XII IPA

Pasang Surut Ombak Segare Sopianus Sauri XII IPA BAGIAN I. 1 Pasang Surut Ombak Segare Sopianus Sauri XII IPA Hidup, apa itu hidup? Dan apa tujuan kita hidup di dunia ini? Menurutku hidup adalah perjuangan dan pengorbanan, di mana kita harus berjuang

Lebih terperinci

Belajar Memahami Drama

Belajar Memahami Drama 8 Belajar Memahami Drama Menonton drama adalah kegiatan yang menyenangkan. Selain mendapat hiburan, kamu akan mendapat banyak pelajaran yang berharga. Untuk memahami sebuah drama, kamu dapat memulainya

Lebih terperinci

Mencintai, adalah satu kata bermakna kompleks yang dapat mengubah seluruh hidup manusia. Mencintai adalah aku dan kamu. Dia dan orang lain.

Mencintai, adalah satu kata bermakna kompleks yang dapat mengubah seluruh hidup manusia. Mencintai adalah aku dan kamu. Dia dan orang lain. Mencintai, adalah satu kata bermakna kompleks yang dapat mengubah seluruh hidup manusia. Mencintai adalah aku dan kamu. Dia dan orang lain. Mencintai seseorang adalah suatu rasa yang mana disaat kau mendengar

Lebih terperinci

CATATAN KECIL MASA SEKOLAH. dan cerita-cerita lainnya

CATATAN KECIL MASA SEKOLAH. dan cerita-cerita lainnya CATATAN KECIL MASA SEKOLAH dan cerita-cerita lainnya Isi Buku PENGANTAR THE LOVE BETWEEN ME AND MY BEST FRIEND SAHABAT MASA KECIL PERTEMUAN DI KEDAI PERJALANAN PERKENALAN SINGKAT BELUM ADA JUDUL 5CM HUBUNGAN

Lebih terperinci

IBU - seorang ibu beranak 1 berumur 30 tahun, berkulit putih, rambut hitam pendek - berjalan menuju sebuah BUKU.

IBU - seorang ibu beranak 1 berumur 30 tahun, berkulit putih, rambut hitam pendek - berjalan menuju sebuah BUKU. INT. GUDANG - MALAM IBU - seorang ibu beranak 1 berumur 30 tahun, berkulit putih, rambut hitam pendek - berjalan menuju sebuah BUKU. Ibu meniup permukaan buku. Debu berterbangan. Glittering particle membentuk

Lebih terperinci

AKU AKAN MATI HARI INI

AKU AKAN MATI HARI INI AKU AKAN MATI HARI INI Cerpen Ardy Kresna Crenata AKU BELUM TAHU DENGAN CARA APA AKU AKAN MATI. Apakah mengiris nadi dengan pisau akan menyenangkan? Atau memukul-mukul tengkorak dengan batu akan jauh lebih

Lebih terperinci

Sarah mengemas barangnya dengan cemberut. Entah yang keberapa. kalinya Dia harus pindah. Dari Jakarta ke Jogja lalu ke Makassar dan kali ini dia

Sarah mengemas barangnya dengan cemberut. Entah yang keberapa. kalinya Dia harus pindah. Dari Jakarta ke Jogja lalu ke Makassar dan kali ini dia 1 Sarah mengemas barangnya dengan cemberut. Entah yang keberapa kalinya Dia harus pindah. Dari Jakarta ke Jogja lalu ke Makassar dan kali ini dia harus on the way ke Korea. Korea? Huh, bahkan dia pun tak

Lebih terperinci

Heart 119. Dan aku harap, kita tidak akan pernah bertemu. lagi.

Heart 119. Dan aku harap, kita tidak akan pernah bertemu. lagi. Heart 119 Hal itu seperti ia kembali ke masa lalu dan mengulang lagi semuanya. Ia bisa melihat dirinya dan orang itu. Dirinya yang terduduk tanpa melihat ke orang itu, mengucapkan kata-kata yang sebenarnya

Lebih terperinci

Seni Menata Hati Dalam Bergaul

Seni Menata Hati Dalam Bergaul Seni Menata Hati Dalam Bergaul Oleh : Turmudi Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan, yang insya Allah akan terasa sangat indah dan menyenangkan. Pergaulan yang penuh

Lebih terperinci

Primer Amor. One could fall in love many times during the course of lifetime, but the first rush of love always holds a special place in our hearts

Primer Amor. One could fall in love many times during the course of lifetime, but the first rush of love always holds a special place in our hearts Primer Amor One could fall in love many times during the course of lifetime, but the first rush of love always holds a special place in our hearts Satu di Antara Dua Windy Andriani.K Setiap hari akan tetap

Lebih terperinci

Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat

Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat lebih jelas. Sebelum batang pohon terlihat seperti batang

Lebih terperinci

LOVE STORY. Kisahnya beberapa tahun yang lalu.

LOVE STORY. Kisahnya beberapa tahun yang lalu. PROLOG Segitiga, bukankah bentuk yang unik? Ada tiga bagian garis yang melintang dan saling berhubungan hingga terbentuk tiga buah titik. Satu diatas dan yang dua ada disisi kanan dan kiri. Jika segitiga

Lebih terperinci

Mata Tomi terbelalak, ketika menyadari dia berada

Mata Tomi terbelalak, ketika menyadari dia berada Petualangan Tomi di Negeri Glourius Oleh: Desi Ratih Mata Tomi terbelalak, ketika menyadari dia berada di tempat yang begitu asing baginya. Suasana gelap dan udara yang cukup dingin menyelimuti tempat

Lebih terperinci

Aku benci saat angin berhembus.. Karena saat itulah mereka akan sadar bahwa aku berbeda...

Aku benci saat angin berhembus.. Karena saat itulah mereka akan sadar bahwa aku berbeda... Saat itu aku masih kelas 1 SD.. Umurku masih 5tahun.. Aku sekolah di salah satu sekolah swasta di Bogor.. Aku minder... Aku malu.. Karena aku sadar bahwa aku berbeda.. Sekilas tentu saja aku terlihat sama

Lebih terperinci

TUGAS BROADCASTING. Naskah Film Setengah Sendok Teh

TUGAS BROADCASTING. Naskah Film Setengah Sendok Teh TUGAS BROADCASTING Naskah Film Setengah Sendok Teh Disusun Oleh: Supriatin 10.22.1209 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 Setengah Sendok Teh 01. INT. RUMAH.RUANG TENGAH-MALAM. Djalal, suami Lastri, duduk di

Lebih terperinci

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga..

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Awal sebuah cerita adalah kegelisahan Aku khawatir perut ini terus terisi, namun kepalaku tak lagi penasaran dengan maksud adanya kehidupan. Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Gusarnya Angin Sore menjelang

Lebih terperinci

Measurement I. DIGIT SPAN (Before Treatment)

Measurement I. DIGIT SPAN (Before Treatment) Measurement I DIGIT SPAN (Before Treatment) ( Forward (F) Digit ) Series Trial I Trial II --2-9- ---9-2-- -2---1 ---- -1-9--- -9-2--- -9-1---2- -1--9--- --1-9-2--- --2-9--1-- 9 2-----2--- -1--9--2--- (

Lebih terperinci

S a t u DI PAKUAN EXPRESS

S a t u DI PAKUAN EXPRESS S a t u DI PAKUAN EXPRESS Ya, awal tahun 2008. Pindah ke rumah sendiri. Berpisah dari orangtua, pindah kerja pula ke Jakarta. Meninggalkan kenyamanan kerja di Bogor rupanya membuatku terkaget-kaget dengan

Lebih terperinci

Pergi Tak Kembali. Oleh: Firmansyah

Pergi Tak Kembali. Oleh: Firmansyah 1 Pergi Tak Kembali Oleh: Firmansyah Lima tahun berlalu tanpa terasa. Tanpa terasa? Tidak juga, lima tahun itu juga Dam dan istrinya menunggu. Beruntung saat mereka mulai merencanakan banyak terapi hamil,

Lebih terperinci

Dongeng Jepang Cerita berasal dari Kojiki (Legenda Jepang)

Dongeng Jepang Cerita berasal dari Kojiki (Legenda Jepang) Dongeng Jepang Cerita berasal dari Kojiki (Legenda Jepang) Diterjemahkan oleh : Ani Anipah & Fauziah Maulida Ulfah DONGENG JEPANG Dongeng terdapat di berbagai Negara. Dongeng merupakan cerita dimulainya

Lebih terperinci

Seorang pria menyelinap keluar dari balik pohon, dan Endra mengenalinya sebagai pemandunya, Lole.

Seorang pria menyelinap keluar dari balik pohon, dan Endra mengenalinya sebagai pemandunya, Lole. Hampir sore, saat Endra berada di hutan bedugul. Jari-jari lentik sinar matahari menembus kanopi puncak pepohonan menerangi kerimbunan hutan. Suara burung mengiringi langkahnya menembus batas hutan terlarang.

Lebih terperinci

.satu. yang selalu mengirim surat

.satu. yang selalu mengirim surat .satu. yang selalu mengirim surat Bunyi klakson motor berwarna oranye, dengan teriakan khas Pos! setiap hari selalu aku nantikan. Mata tak lepas dari balik pagar besi lusuh bewarna coklat tua. Ketika pagi

Lebih terperinci

ayahku selalu mengajarkan bahwa kita harus selalu menghormati orang yang lebih tua. Ambillah sendiri. Kau kenapa nak? Sepertinya ada masalah?

ayahku selalu mengajarkan bahwa kita harus selalu menghormati orang yang lebih tua. Ambillah sendiri. Kau kenapa nak? Sepertinya ada masalah? ayahku selalu mengajarkan bahwa kita harus selalu menghormati orang yang lebih tua. Ambillah sendiri. Kau kenapa nak? Sepertinya ada masalah? Nanti keceritakan. Aku mengambil seiikat bunga tulip yang ada

Lebih terperinci

Berlatih Membuat dan Mengetahui Sesuatu

Berlatih Membuat dan Mengetahui Sesuatu Bab 1 Berlatih Membuat dan Mengetahui Sesuatu M e n u U t a m a Peta Konsep Berlatih Membuat dan Mengetahui Sesuatu dibahas Memahami petunjuk dan cerita anak Bercerita dan menanggapi Memahami teks Menulis

Lebih terperinci

Bintang Pembuka. Kepada orang-orang yang tidak pernah naik keatas atap rumahnya untuk sekedar melihat betapa indahnya bintang-bintang.

Bintang Pembuka. Kepada orang-orang yang tidak pernah naik keatas atap rumahnya untuk sekedar melihat betapa indahnya bintang-bintang. Bintang Pembuka Kepada orang-orang yang tidak pernah naik keatas atap rumahnya untuk sekedar melihat betapa indahnya bintang-bintang. Kepada orang-orang yang belum pernah merasakan nikmatnya menatap bintang

Lebih terperinci

TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN

TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN KUNCUP MAWAR Galuh Ajeng Puspita 09.11.3239 STMIK AMIKOM Yogyakarta 2011 JUDUL NASKAH Kuncup Mawar Neona Written By Galuh Ajeng P. Cp: Galuh Ajeng P. STMIK AMIKOM Yogyakart

Lebih terperinci

Impossible Love. Between 2 Worlds. Prolog. Profita Dewi Nadita

Impossible Love. Between 2 Worlds. Prolog. Profita Dewi Nadita Impossible Love Between 2 Worlds Profita Dewi Nadita Prolog Takut, cemburu, merasa kehilangan, menangis, tersenyum, adalah hal yang manusiawi. Ketika seseorang merasakan pahit dan manisnya hidup, dia akan

Lebih terperinci

Pemilik jiwa yang sepi

Pemilik jiwa yang sepi Mawar biru Kusiapkan ini khusus untuk hadiah ulang tahunmu Sebagai persembahanku atas perhatianmu... Cintamu dan kesediaanmu menerima diriku Terimalah ini Mawar biru... Yang khusus kupetik dari surga Untuk

Lebih terperinci

Sahabat Terbaik. Semoga lekas sembuh ya, Femii, Aldi memberi salam ramah. Kemarin di kelas sepi nggak ada kamu.

Sahabat Terbaik. Semoga lekas sembuh ya, Femii, Aldi memberi salam ramah. Kemarin di kelas sepi nggak ada kamu. Sahabat Terbaik Hari Minggu pagi yang cerah ini seharusnya adalah waktu yang menyenangkan untuk olahraga bersama sahabat terdekat. Sayangnya, hari ini Femii sedang tidak enak badan, perut dan punggungnya

Lebih terperinci

Oleh: Windra Yuniarsih

Oleh: Windra Yuniarsih Puncak Kebahagiaan Oleh: Windra Yuniarsih Perempuan adalah makhluk yang istimewa. Aku merasa beruntung dilahirkan sebagai perempuan. Meskipun dari keluarga sederhana tetapi kakiku dapat membawaku ke tempat

Lebih terperinci

Stupid Love. June 21 st, 2013

Stupid Love. June 21 st, 2013 Stupid Love June 21 st, 2013 Sepasang mata biru terangnya menatapku lekat. Aku menggigit bibir bawahku, menahan kalimat yang tidak ingin aku katakan. Tapi aku harus. Aku harus mengatakannya. Emosiku sudah

Lebih terperinci

Trainers Club Indonesia Surabaya Learning Forum episode 28. Rabu 29 Juli 2009 WILLEM ISKANDAR

Trainers Club Indonesia Surabaya Learning Forum episode 28. Rabu 29 Juli 2009 WILLEM ISKANDAR WILLEM ISKANDAR Willem Iskandar adalah penulis terkenal dari Sumatra Utara, Indonesia. Ia menulis puisi dan buku-buku sekolah. Ia tertarik untuk mengajar dan belajar. Ia adalah seorang Sumatra pertama

Lebih terperinci

PROLOG. Wow, lihat! Dia datang. Kata Ronald sambil bersiul.

PROLOG. Wow, lihat! Dia datang. Kata Ronald sambil bersiul. PROLOG Frankfurt, Germany. Nick umur 9 tahun. Aku berlarian di padang rumput. Mengitari lapangan yang seperti permadani hijau. Rumput-rumputnya sudah mulai meninggi. Tingginya hampir melewati lututku.

Lebih terperinci

Buku BI 1 (5 des).indd 1 10/12/2014 8:43:03

Buku BI 1 (5 des).indd 1 10/12/2014 8:43:03 Buku BI 1 (5 des).indd 1 10/12/2014 8:43:03 Ibu Utha berjualan gorengan di tepi jalan. Di sana ada pisang, bakwan, tahu, dan cireng tersedia. Rasanya? Kata para pembelinya, gorengan Ibu Utha renyah dan

Lebih terperinci

Kurasa memang benar, sebaiknya kita membeli boks yang lebih besar.

Kurasa memang benar, sebaiknya kita membeli boks yang lebih besar. . Kurasa memang benar, sebaiknya kita membeli boks yang lebih besar. Karin mengamati karton berlapis kertas krep berwarna lavender di depannya. Dimensinya cukup besar persegi setengah meter dengan ketinggian

Lebih terperinci

Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan

Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan menyerah pada apapun juga Walaupun berakhir dengan kematian.

Lebih terperinci

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu PROLOG Yui mengerjapkan matanya yang berat dan menggerakan tubuhnya turun dari ranjangnya. Seluruh badannya terasa remuk, dan kepalanya terasa amat pening. Mungkin karena aku terlalu banyak minum semalam,

Lebih terperinci

pernah terasa sama lagi setelah kau mengalami hal yang fantastis. Bagiku, pengalaman selama di Vazard adalah hal yang fantastis.

pernah terasa sama lagi setelah kau mengalami hal yang fantastis. Bagiku, pengalaman selama di Vazard adalah hal yang fantastis. A PROLOG lex memacu kudanya secepat yang dia bisa. Matanya bergerak cepat menyisir pemandangan di hadapannya. Dia kenal betul kawasan ini, kawasan terlarang. Tangannya berusaha menarik tali kekang kudanya

Lebih terperinci

YUNUS. 1 7/15/15 Yunus 1. Yunus menolak perintah Allah untuk pergi memperingatkan penduduk kota Niniwe

YUNUS. 1 7/15/15 Yunus 1. Yunus menolak perintah Allah untuk pergi memperingatkan penduduk kota Niniwe 1 7/15/15 Yunus 1 YUNUS Yunus menolak perintah Allah untuk pergi memperingatkan penduduk kota Niniwe 1 Pada jaman dahulu, ada seorang nabi di Israel yang bernama Yunus. Ayahnya bernama Amitai. ALLAH memberi

Lebih terperinci

ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1

ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1 ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1 Sinar matahari siang ini begitu terik hingga sanggup menembus setiap celah kain berlapis yang menutupi kulit setiap orang yang menantangnya. Langkah Guri semakin cepat

Lebih terperinci