LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH"

Transkripsi

1 PROSEDUR IJIN KERJA No. Dokumen : PT-KITSBS-19 No. Revisi : 00 Tanggal : April Halaman : i dari iv LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. RM. Yasin Effendi PLT DM ADM Umum & Fas 2. Abdan Syakuro PLT DM Akuntansi 3. Bambang SA DM Pemeliharaan 4. Nursalim PLT DM Enjiniring DIPERIKSA OLEH No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. Andi Aziz Wakil Manajemen 2. Budi Widi Asmoro Manajer Enjiniring 3. Ikram Manajer Produksi 4. Nyimas Rosdiana Manajer Keuangan 5. Suparyanto Manajer SDM & Umum DISETUJUI OLEH No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. Ruly Firmansyah General Manager

2 PROSEDUR IJIN KERJA No. Dokumen : PT-KITSBS-19 No. Revisi : 00 Tanggal : April Halaman : ii dari iv DAFTAR ISI Uraian Halaman LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR DISTRIBUSI DOKUMEN TERKENDALI... iii DAFTAR PERUBAHAN DOKUMEN... iv 1. TUJUAN LINGKUP REFERENSI DEFINISI PROSEDUR DAN TANGGUNG JAWAB LAMPIRAN... 2

3 PROSEDUR IJIN KERJA No. Dokumen : PT-KITSBS-19 No. Revisi : 00 Tanggal : April Halaman : iii dari iv DAFTAR DISTRIBUSI DOKUMEN TERKENDALI No Unit Kerja Salinan Dokumen 1. Wakil Manajemen/Sekretariat SMT MASTER 2. Seluruh Karyawan Softcopy

4 PROSEDUR IJIN KERJA No. Dokumen : PT-KITSBS-19 No. Revisi : 00 Tanggal : April Halaman : iv dari iv DAFTAR PERUBAHAN DOKUMEN No Tgl Hlm Uraian yang diubah Uraian Perubahan Disahkan oleh

5 PROSEDUR IJIN KERJA No. dokumen : PT-KITSBS-19 No. revisi : 00 Tanggal : April Halaman : 1 dari 2 1. TUJUAN Prosedur Ijin Kerja disusun dengan tujuan untuk memberi perlindungan bagi pekerja terhadap kecelakaan dan atau kerusakan properti sebagai akibat suatu proses kerja yang mengandung resiko tinggi. 2. LINGKUP Prosedur Ijin Kerja ini mencakup sistem pengendalian terhadap ijin untuk melakukan pekerjaan yang berisiko tinggi di lingkungan PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel oleh karyawan (internal) maupun yang dilakukan oleh mitra kerja (eksternal). 3. REFERENSI 3.1. Persyaratan SMM ISO 9001:2008, Klausul Pengendalian Operasional 3.2. Persyaratan SML ISO 14001:2004, Klausul Pemantauan dan Pengukuran 3.3. Persyaratan SMK3 PP No. 50 Tahun 2012, Sub Elemen Terdapat sistem izin kerja untuk tugas beresiko tinggi 4. DEFINISI 4.1. Mitra Kerja Pihak eksternal yang akan melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan kedinasan di lingkungan PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel Pekerjaan beresiko tinggi Pekerjaan yang apabila dilakukan, pekerjaan tersebut mempunyai resiko K3 yang tinggi terhadap keselamatan pekerja itu sendiri dan lingkungan kerja di sekitarnya 5. PROSEDUR DAN TANGGUNG JAWAB 5.1. Pemohon ijin kerja yang akan mengajukan permohonan ijin pekerjaan kepada Sub Bidang K2LH. Pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan ijin kerja tertera di dalam Formulir Ijin Kerja (FR-PT-KITSBS-20-01) Sub Bidang K2LH kemudian melakukan pengecekan terhadap formulir ijin kerja sekaligus memastikan area tempat bekerja sudah aman, termasuk kelengkapan alat pemadam kebakaran & APD yang sesuai sebagai Pengawas K3 berkewajiban melakukan pemantauan selama pekerjaan berlangsung terkait dengan pelaksanaan K Apabila semua perlengkapan yang dipersyaratkan dalam formulir ijin kerja sudah terpenuhi, maka Formulir Ijin Kerja disetujui dan dikeluarkan oleh Sub Bidang K2LH Produksi.

6 PROSEDUR IJIN KERJA No. dokumen : PT-KITSBS-19 No. revisi : 00 Tanggal : April Halaman : 2 dari Sebelum memberikan Formulir Ijin Kerja, Sub Bidang K2LH memberikan Briefing K3 kepada pelaksana pekerjaan Formulir Ijin Kerja yang telah disetujui kemudian dicatat ke dalam log book yang terdapat di Sub Bidang K2LH Produksi Pelaksana pekerjaan wajib menjalankan/ mematuhi APD dan SOP yang sesuai dengan Formulir Ijin Kerja serta mematuhi semua rambu-rambu K3 yang ada Pelaksana Pekerjaan selama melakukan pekerjaannya memasang salinan surat ijin kerja dekat tempat bekerja dan Supervisor Atas mengawasi pekerjaan sesuai ketentuan formulir ijin kerja yang telah ditetapkan 5.8. Jika diketemukan di lokasi pekerjaan pekerja tidak sesuai dengan Formulir Ijin Kerja yang ada, maka Sub Bidang K2LH Produksi berhak memberhentikan pekerjaan dan dapat dilanjutkan kembali jika sudah memenuhi persyaratan sesuai ijin kerja yang dikeluarkan Jika pekerjaan telah selesai dilaksanakan, maka pelaksana pekerjaan menandatangani Formulir Ijin Kerja yang kemudian diserahkan kepada Sub Bidang K2LH untuk diperiksa apakah lokasi pekerjaan sudah bersih dan sesuai dengan laporan pekerjaan. Jika sudah sesuai, maka Sub Bidang K2LH menandatangani formulir ijin kerja sebagai persetujuan Satu Formulir Ijin Kerja hanya berlaku untuk 1 (satu) kali pekerjaan sampai selesai Staf K2LH akan mendata dan membuat laporan terhadap kegiatan/pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan mengenai Ijin Kerja & Briefing K3 seperti tersebut diatas. 6. LAMPIRAN 6.1. Formulir Working Permit (Ijin Kerja) (FR-PT-KITSBS-19-01) 6.2. Formulir Daftar Masuk di Lokasi Kerja Terbatas (FR-PT-KITSBS-19-02) 6.3. Surat Perintah Kerja Lembur (FR-PT-KITSBS-19-03) 6.4. Surat Perintah Kerja Lembur Outsourcing (FR-PT-KITSBS-19-04)

7 VERSI PLN SEKTOR Pipanisasi Penyetelan - Pengetesan Akses ke Peralatan Penggalian Pekerjaan yg menimbulkan Api / Panas Pekerjaan Civil Pekerjaan Listrik Teg.Tinggi Pengecatan Khusus Akses ke Area Pekerjaan di atas Ketinggian > 2 M Pekerjaan dalam Ruang tertutup/terbatas Pekerjaan lainnya Modifikasi Manufaktur Input-Stop Suplai Power Listrik dari SWGR Undang undang K3 - UU No.1 tahun 1970 Kebijakan K3 Tanggap Darurat Standar Operasional Procedure (SOP) Prosedur Kerja Aman Informasi lainnya APD Kepala APD Kaki APD Mata Rambu K3 APD Pernapasan APD Tangan APD Muka Sarana K3 lainnya APD Pendengaran APD / Pelindung Jatuh dari Ketinggian Proteksi Kebakaran Jenis : VERSI SMT Pipanisasi Perakitan Konstruksi Pengelasan Pemeriksaan / Inspeksi Pekerjaan PVC Pengecatan Pekerjaan dalam Ruang tertutup/terbatas Penggalian Isolasi Instrumentasi Pekerjaan lainnya Penyetelan Kelistrikan Undang undang K3 - UU No.1 tahun 1970 Peraturan Umum K3 untuk Kontraktor Surat Izin Kerja Berbahaya Syarat syarat kerja yang akan dilaksanakan Claim dan ganti rugi Pelaporan & Penyelidikan Kecelakaan P3K. Alat Pelindung Diri (APD) APD Kaki APD Mata Rambu K3 yang Dipergunakan : APD Tangan APD Muka Sarana K3 lainnya APD / Pelindung Jatuh dari Ketinggian Proteksi Kebakaran Jenis : Perlu Alat Pemadan Api Ringan (APAR) : Ya Sebutkan Jenis APAR Tidak Masuk Areal Kritikal / berpotensi bahaya tinggi / terlarang dan sejenisnya, Sebutkan Areal tersebut :.. Melakukan Pekerjaan Panas Pekerjaan Penggalian Masuk Ruang tertutup Gudang Zat Kimia Melakukan Pekerjaan di ketinggian Tanki / vessel dll Pipa Gas / Bahan bakar ( semua pekerjaan yang tingginya lebih dari 2 M Basement Power Plant dari atas tanah, lantai atau flatform ) Tangki Bahan Bakar

8 Rambu K3 Sarana K3 lainnya Rambu K3 Sarana K3 lainnya

9 WORKING PERMIT ( IJIN MELAKSANAKAN PEKERJAAN ) No. Formulir : FR-PT-KITSBS No Revisi : 00 Tanggal : April Halaman : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN - KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN Nomor RegIstrasi Ijin Kerja - Nomor PTW Tanggal Pengajuan No. Revisi Halaman Jenis Pekerjaan Detail Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Perusahaan / Bagian Pimpinan Bagian yg melaksanakan Pekerjaan Pengawas Pelaksanaan Pekerjaan / Supervisi No. Telephone : No. Telephone : Durasi Kerja Tanggal Mulai Waktu :.. Lama Pelaksanaan : Tanggal Selesai Waktu :.... Hari Jumlah Karyawan PLN Sektor =... Personil Jumlah Karyawan Outsource / Mitra Kerja KLASIFIKASI PEKERJAAN =... Personil PERATURAN K3 YANG DIJELASKAN ALAT PELINDUNG DIRI ( APD ) YANG HARUS DIGUNAKAN JENIS PEKERJAAN BERBAHAYA POINT YANG PERLU DILAKSANAKAN ISOLASI - LOCK OUT & TAG OUT PENGESAHAN DOKUMEN IZIN MELAKSANAKAN PEKERJAAN Diajukan oleh, Diperiksa & Disetujui untuk dilaksanakan Isolasi Lokasi Kerja jika diperlukan, Disetujui & Control oleh Sub Bidang K2LH, Pelaksana Pekerjaan Diajukan oleh, Direksi Pekerjaan PENGESAHAN PEKERJAAN SETELAH SELESAI DILAKSANAKAN Diperiksa & Disetujui untuk dilaksanakan Pelepasan Isolasi Lokasi Kerja jika diperlukan, Departement Safety / K2LH Disetujui & Control oleh Dept. Safety / K3, Pelaksana Pekerjaan Direksi Pekerjaan Departement Safety /K2LH Note : Lembar Putih untuk Pelaksana pekerjaan, Kuning untuk K3, Biru untuk MCR/PP - JIKA PEKERJAAN SELESAI HARAP WORKING PERMIT SEGERA DI TUTUP / CLOSED

10 WORKING PERMIT ( IJIN MELAKSANAKAN PEKERJAAN ) No. Formulir FR-PT-KITSBS No Revisi Tanggal Halaman SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN - KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN Nomor Regsitrasi Ijin Kerja Tanggal Pengajuan Revisi Halaman Jenis Pekerjaan Detail Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Perusahaan-Bagian Pimpinan Bagian yg melaksanakan Pekerjaan Pengawas Pelaksanaan Pekerjaan / Supervisi No. Telephone : No. Telephone : Durasi Kerja Tanggal Mulai Waktu :.. Lama Pelaksanaan : Tanggal Selesai Waktu :.... Hari Jumlah Karyawan PLN Sektor =... Personil Jumlah karyawan Outsource / Mitra Kerja =... Personil KLASIFIKASI PEKERJAAN POINT YANG PERLU DILAKSANAKAN ISOLASI, LOCK OUT & TAG OUT ORIENTASI K3 YANG DISAMPAIKAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) & SARANA K3 YANG DIBUTUHKAN PENGESAHAN DOKUMEN IZIN MELAKSANAKAN PEKERJAAN Diajukan oleh, Diperiksa & Disetujui untuk dilaksanakan Isolasi Lokasi Kerja jika diperlukan, Disetujui & Control oleh Dept. Safety / K3, Pelaksana Pekerjaan Spv. Operation ( Control Room ) / Penanggung Jawab Pekerjaan PENGESAHAN PEKERJAAN SETELAH SELESAI DILAKSANAKAN Departement Safety / K3 Diajukan oleh, Diperiksa & Disetujui untuk dilaksanakan Pelepasan Isolasi Lokasi Kerja jika diperlukan, Approved & Control by / Disetujui & Control oleh Dept. Safety / K3, Pelaksana Pekerjaan Spv. Operation ( Control Room ) / Penanggung Jawab Pekerjaan Departement Safety / K3 Note : Lembar Putih untuk Requester, Kuning untuk SAFETY, Biru untuk MCR/SAP - JIKA PEKERJAAN SELESAI HARAP WORKING PERMIT SEGERA DI TUTUP / CLOSED

11 SURAT PERINTAH KERJA LEMBUR - OUTSOURCING No. Formulir No. Revisi Tanggal Kepada : Sehubungan dengan acara/pekerjaan :. dengan ini diperintahkan untuk perintah kerja lembur kepada sdr : Nama Hari / Tanggal Jam S/D Tempat

12 : FR-PT-KITSBS : 00 : April Mengetahui,...

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 05/PRT/M/2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 05/PRT/M/2014 TENTANG PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 05/PRT/M/2014 TENTANG PEDOMAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 30 TAHUN 2009 TENTANG TATA LAKSANA PERIZINAN DAN PENGAWASAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN SERTA PENGAWASAN PEMULIHAN AKIBAT PENCEMARAN

Lebih terperinci

PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SEBAGAI WUJUD DARI KEBIJAKAN K3 DI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, Tbk

PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SEBAGAI WUJUD DARI KEBIJAKAN K3 DI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, Tbk LAPORAN KHUSUS PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SEBAGAI WUJUD DARI KEBIJAKAN K3 DI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, Tbk Oleh: Indria Indah Susiani NIM. R0006048 PROGRAM D-III HIPERKES DAN KESELAMATAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG PENGATURAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG PENGATURAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, S A L I N A N Nomor : 02/E, 2005 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG PENGATURAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1988 TENTANG RUMAH SUSUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1988 TENTANG RUMAH SUSUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1988 TENTANG RUMAH SUSUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang

Lebih terperinci

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG

PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG PERATURAN DAERAH KOTA PADANG PANJANG NOMOR 8 TAHUN 2005 TENTANG RETRIBUSI PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG PANJANG, Menimbang

Lebih terperinci

MODUL MATERI UJIAN PERPINDAHAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS FARMASI DAN MAKANAN TERAMPIL KE AHLI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) BADAN POM RI

MODUL MATERI UJIAN PERPINDAHAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS FARMASI DAN MAKANAN TERAMPIL KE AHLI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) BADAN POM RI MODUL MATERI UJIAN PERPINDAHAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS FARMASI DAN MAKANAN TERAMPIL KE AHLI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) BADAN POM RI MATA PELAJARAN : PEDOMAN CARA BERLABORATORIUM YANG BAIK BADAN PENGAWAS

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menyimpan air yang berlebih pada

Lebih terperinci

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA Logo perusahaan DISETUJUI OLEH: PRESIDEN DIREKTUR Dokumen ini terkendali ditandai dengan stempel DOKUMEN TERKENDALI. Dilarang mengubah atau menggandakan dokumen tanpa seizing

Lebih terperinci

LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM. Untuk

LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM. Untuk LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM Untuk IKUT SERTA DALAM LELANG DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN. Perjanjian Konsorsium untuk Pelaksanaan Pekerjaan 18 ( PERJANJIAN KONSORSIUM ) ini dibuat dan ditandatangani pada

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN JALAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN JALAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN JALAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PAKPAK BHARAT, Menimbang : a. bahwa jalan sebagai salah satu prasarana

Lebih terperinci

RUMAH SUSUN BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BONE LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 26 TAHUN 2009 DISUSUN OLEH

RUMAH SUSUN BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BONE LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 26 TAHUN 2009 DISUSUN OLEH LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 26 TAHUN 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 26 TAHUN 2009 T E N T A N G RUMAH SUSUN DISUSUN OLEH BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BONE PEMERINTAH KABUPATEN

Lebih terperinci

Persyaratan Kontrak Untuk Pelaksanaan Konstruksi

Persyaratan Kontrak Untuk Pelaksanaan Konstruksi Fédération Internationale des Ingénieurs-Conseils International Federation of Consulting Engineers Internationale Vereinigung Beratender Ingenieure Federación Internacional de Ingenieros Consultores Persyaratan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS CARA DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN YANG BAIK

PETUNJUK TEKNIS CARA DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN YANG BAIK PETUNJUK TEKNIS CARA DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN YANG BAIK I. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Alat Kesehatan yang beredar dan sampai ke pengguna diharapkan mempunyai mutu, manfaat dan keamanan yang sama dengan

Lebih terperinci

Diterbitkan oleh OPITO Internasional

Diterbitkan oleh OPITO Internasional Diterbitkan oleh OPITO Internasional Kantor Terdaftar: OPITO International FZ LLC PO Box 500726 Block 11 Room F11 Knowledge Village Dubai, United Arab Emirates www.opito.com Daftar Isi Daftar Isi... 2

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK TAHUN 2002 NOMOR 12 SERI C PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 09 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN AIR BAWAH TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA DEPOK, Menimbang : a.

Lebih terperinci

4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum;

4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum; PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10/PRT/M/2014 TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN PEMBERIAN IZIN PERWAKILAN BADAN USAHA JASA KONSTRUKSI ASING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN)

DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN) BAB I. DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN) Pengumuman Pelelangan Umum Pascakualifikasi...1 BAB II. Instruksi

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 67 TAHUN 2005 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.207, 2014 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LINGKUNGAN HIDUP. Hak Guna Air. Hak Guna Pakai. Hak Guna Usaha. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5578) PERATURAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

PEMERINTAH KOTA SURABAYA SALINAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PEMAKAIAN RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa dalam usaha untuk

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBUK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBUK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBUK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa pembangunan bidang ekonomi khususnya

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pelindungan terhadap

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN PERATURAN KEPALA BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SELAKU OTORITAS

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG KEGIATAN USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG KEGIATAN USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG KEGIATAN USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT ( HSE ) DEPARTMENT PT. GRAHAINDO JAYA GENERAL CONTRACTOR

HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT ( HSE ) DEPARTMENT PT. GRAHAINDO JAYA GENERAL CONTRACTOR HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT ( HSE ) DEPARTMENT STRUKTUR ORGANISASI HSE PROJECT MANAGER Ir. P Tanudjaja HSE OFFICER Suharso HSE SUPERVISOR Widianto HSE SUPERVISOR Deni Santoso HSE STAFF Jauhari J HSE STAFF

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG CARA DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN YANG BAIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG CARA DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN YANG BAIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG CARA DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN YANG BAIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

CONTOH SISTEM PERUSAHAAN YANG DIBANGUN OLEH BUDI CAHYADI

CONTOH SISTEM PERUSAHAAN YANG DIBANGUN OLEH BUDI CAHYADI CONTOH SISTEM PERUSAHAAN YANG DIBANGUN OLEH BUDI CAHYADI BANDUNG TAHUN 2012 CONTOH PERATURAN PERUSAHAAN BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Perusahaan

Lebih terperinci