SELAMAT DATANG DI LAPORAN KEBERLANJUTAN 2013 PGN Kami senantiasa berupaya memberikan nilai tambah yang terbaik bagi para pemangku kepentingan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SELAMAT DATANG DI LAPORAN KEBERLANJUTAN 2013 PGN Kami senantiasa berupaya memberikan nilai tambah yang terbaik bagi para pemangku kepentingan"

Transkripsi

1 2013 LAPORAN KEBERLANJUTAN IDX: PGAS SELAMAT DATANG DI LAPORAN KEBERLANJUTAN 2013 PGN Kami senantiasa berupaya memberikan nilai tambah yang terbaik bagi para pemangku kepentingan

2

3 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 1 Table of Contents SELAMAT DATANG DI LAPORAN KEBERLANJUTAN 2013 PGN Kami senantiasa berupaya memberikan nilai tambah yang terbaik bagi para pemangku kepentingan

4 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 2 Table Ikhtisar of Kinerja Contents Keberlanjutan Responsif Responsif merupakan kata kunci dalam bisnis berkelanjutan, yang merupakan komitmen untuk dilaksanakan oleh seluruh insan PGN. Perseroan memiliki komitmen untuk terus melakukan hubungan yang harmonis dengan pemangku kepentingan dengan merespon ekspektasi mereka, mulai dari pemegang saham, pemerintah, pemasok, pelanggan, pekerja, dan masyarakat. Sikap responsif menunjukan pula bahwa PGN bertanggungjawab terhadap lingkungan dan peduli sosial.

5 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 3 Kinerja Table of Ekonomi Contents KINERJA EKONOMI G4- EC1 KONTRIBUSI KEPADA NEGARA Pajak Deviden Iuran BPH MIGAS Dalam Miliar Rupiah NILAI EKONOMI YANG DITERIMA DAN DIDISTRIBUSIKAN (USD) NILAI EKONOMI YANG DIPEROLEH Pendapatan Pendapatan Bunga Pendapatan Selisih Kurs Valuta Asing - Pendapatan Penjualan Aset - Pendapatan Dari Investasi Mata Uang Asing Pendapatan Lain Jumlah Nilai Ekonomi Yang Didistribusikan Biaya Operasional Gaji Karyawan dan Benefit Lain - Departemen Operasional Departemen Administrasi Jumlah Gaji dan Imbal Jasa Lainnya Pembayaran Kepada Penyandang Dana - Pembayaran Dividen Pembayaran Bunga Jumlah Pembayaran Kepada Penyandang Dana Pengeluaran untuk Pemerintah Pengeluaran untuk Masyarakat ,970 Jumlah Ekonomi yang Didistribusikan Nilai Ekonomi Ditahan Sebelum Dividen Nilai Ekonomi Ditahan Setelah Dividen

6 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 4 Kinerja Table of Ekonomi Contents NILAI EKONOMI YANG DIPEROLEH (dalam USD) NILAI EKONOMI YANG DIDSTRIBUSIKAN (dalam USD) IMBAL JASA UNTUK PEKERJA (dalam USD) PEMBAYARAN PADA PEMASOK (dalam USD) DANA CSR DAN BINA LINGKUNGAN (dalam USD)

7 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 5 Kinerja Table of Ekonomi Contents KINERJA EKONOMI 5, , Customer SATISfACTION INDEx (CSI) 9,41% (Skor 3) Tingkat Efektifitas Penyaluran Dana Kemitraan 2013 usd ,79 Jumlah Penyaluran Dana Kemitraan Jumlah Mitra Binaan 2013 Mitra Binaan usd ,68 Dana CSR dan Bina Lingkungan 2013 NIHIL Kasus pelanggaran DALAM peraturan DALAM pemasaran 2013 JUMLAH PENYALURAN DANA KEMITRAAN (dalam USD) DIVIDEN UNTUK NEGARA (dalam USD) PENGELUARAN UNTUK PEMERINTAH (dalam USD) PEMBAYARAN PADA PENYANDANG DANA (dalam USD)

8 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 6 Kinerja Table of Lingkungan Contents KOMPOSISI Emisi Carbon PGN per Aktifitas KONSUMSI Energi Tahun ,00 35,00 37,13 30,00 Ribuan 25,00 20,00 Dalam Ton CO 2 eq 15,00 13,17 10,00 5,00 Listrik 0,37 BBM Genset 3,21 BBM Kendaraan Gas Pemakaian Sendiri 0,73 Penerbangan Emisi Carbon PGN per Unit Kerja Tahun ,00 Ribuan 35,00 30,00 25,00 20,00 15,00 10,00 5,00 Kantor Pusat SBU Distribusi I SBU Distribusi II SBU Distribusi III SBU TSJ Proyek Dalam Ton CO 2 eq Listrik BBM Genset BBM Kendaraan Gas Pemakaian Sendiri Penerbangan - 868, ,86 101, , ,21 203,95 2,93 17,74 474, ,81 257,37 359,05 491,53 581,91 51,38 206,71 1, , ,92 104,18 134,46 175,15 148,32 16,00 151,54

9 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 7 Kinerja Table of Lingkungan Contents KINERJA LINGKUNGAN KONTRIBUSI Reduksi Emisi Carbon DARI Bisnis Penyaluran GAS Bumi PGN di INDONESIA MMScfd 820,00 824,35 807,16 823, , ,00 800,00 792, ,94 795, , , ,00 Volume Penyaluran Gas Bumi 780, , ,00 Reduksi Emisi CO 2 760, , , Ton/hari 740, , ,00 720, , *) Asumsi adalah penyaluran dari konversi solar ke gas bumi **) Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC, tahun 1996) Jumlah penanaman pohon re-vegetasi PGN Tahun Jumlah Pohon

10 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 8 Kinerja Table of Lingkungan Contents KINERJA LINGKUNGAN EMISI CO , , * 2013** Ton PENGGUNAAN ENERGI LANGSUNG TURBIN KOMPRESOR Gigajoule KONSUMSI BBM PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK Liter Gigajoule * 2013** 2012* 2013** PENANAMAN POHON RE-VEGETASI *) Kantor pusat **) PGN No Uraian Kegiatan Jumlah (Rp) 1 Penyusunan Dokumen Lingkungan seluruh wilayah kerja PGN Pemantauan lingkungan seluruh Strategic Business Unit Pembuatan Sumur Resapan di Strategic Business Unit Distribusi I dan II Kampanye Lingkungan Pengelolaan Limbah B3 seluruh Strategic Business Unit PROPER Studi kebisingan Strategic Business Unit Transmisi Sumatera Jawa Alat ukur lingkungan Strategic Business Unit Transmisi Sumatera Jawa Pelatihan Bidang Lingkungan Transformasi Lingkungan Strategic Business Unit Distribusi I Total

11 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 9 Kinerja Table of Sosial Contents KINERJA sosial 100% PEKERJA MENERIMA KPI TAHUNAN 100% PEKERJA TERGABUNG DALAM SERIKAT PEKERJA NIHIL Pemogokan / BOIKOT oleh pekerja CUKUP dana pensiun PEKERJA NIHIL kasus PELANGGARAN HAM NIHIL kasus PELANGGARAN PERATURAN TENAGA kerja JUMLAH PEKERJA PRIA JUMLAH PEKERJA WANITA TOTAL JUMLAH PEKERJA Tahun 2012 Tahun 2013

12 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 10 Kinerja Table of Sosial Contents KINERJA KESELAMATAN 6 3 Kecelakaan Kerja Ringan 0 0 Kecelakaan Kerja (LTIF) 4 3 Penghargaan di bidang KESELAMATAN KERJA 10 0 SERTIFIKAT OHSAS DAN SMK

13 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 11 Bantuan Table of Contents Untuk Masyarakat BANTUAN UNTUK MASYARAKAT Bantuan Bencana Alam Layanan dapur umum dan kesehatan untuk korban banjir di wilayah Banten, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Bekasi Bantuan rehabilitasi pascabencana di Aceh Bantuan bencana erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara Bantuan siaga pangan Nusantara berupa makanan siap saji yang disalurkan ke daerah daerah bencana Bantuan Pendidikan Pengiriman 31 pengajar muda ke 25 SD di daerah terpencil Pembangunan dan renovasi sekolah beserta sarana pendidikan lainnya Pemberian beasiswa kepada mahasiswa di 14 universitas negeri di Indonesia Pemberian bantuan dana pendidikan untuk siswa Peningkatan kompetensi guru di Lampung, Palembang dan Surbaya. Pelatihan Menjahit dan Bantuan mesin jahit di Medan, Sumatera Utara Bantuan Peningkatan Kesehatan Layanan melalui Mobil Sehat PGN Bantuan pengadaan 12 unit ambulans Bantuan alat rontgen, endoskopi dan mobil untuk Yayasan Kanker Indonesia Bantuan alat bantu jalan, alat bantu dengar, donor darah dan operasi katarak Pembangunan puskesmas pembantu di Lampung Pendirian posko kesehatan mudik lebaran 2013 Bantuan berupa mobil unit donor darah sebanyak 7 unit Bantuan Pengembangan Prasarana Umum Bantuan penyediaan air bersih Bantuan jembatan penyeberangan Kali Mookervaart Bantuan pembangunan jembatan gantung dan kantor desa di Lebak, Banten Bantuan berupa mobil unit tangki air sebanyak 7 unit yang akan beroperasi di wilayah operasi PGN Bantuan pembangunan gapura selamat datang di Kota Lampung Pemberian sarana penerangan (gas engine) untuk masyarakat di Pulau Pemping, Batam Bantuan Sarana Ibadah Pembangunan dan renovasi sarana ibadah dan fasilitas penunjang keagamaan Santunan anak yatim piatu, santunan fakir miskin Nikah massal Bantuan Pelestarian Alam Program penanaman pohon pada kawasan hutan Sentul eco-edu-tourism forest di lahan seluas 709 Ha, Sentul-Bogor, Jawa Barat Program penanaman pohon di Sidoarjo, Jawa Timur Program penanaman pohon di kawasan wisata Kasongan, Yogyakarta BUMN PEDULI PENDIDIKAN Pembangunan dan Renovasi 9 Sekolah di Kalimantan Barat Program Apresiasi Guru dan Siswa Berprestasi (AGSB) dari daerah terpencil, pulau terluar dan wilayah perbatasan Indonesia

14 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 12 Gas Table Bumi of Contents Bagi Negeri 3 LNG LNG merupakan moda transportasi alternatif untuk membawa gas bumi dari sumber gas menuju ke pasar gas bumi bagi negeri 4 Pembangkit Listrik Gas bumi memberikan efektifitas serta fleksibilitas bagi alat pembangkit listrik FSRU 2 Stasiun Kompresi Stasiun kompresi untuk meningkatkan kehandalan jaringan pipa 1 Sumber Gas Jumlah cadangan gas bumi di Indonesia jauh lebih besar dari minyak bumi

15 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 13 Gas Table Bumi of Contents Bagi Negeri 5Pelanggan Industri Energi yang murah, efisien dan ramah lingkungan untuk meningkatkan daya saing industri 6Pelanggan Komersil Gas bumi menjadi sumber energi yang penting bagi hotel, restoran, rumah sakit juga kawasan komersial 7Pelanggan Rumah Tangga Gas bumi memiliki manfaat yang sangat besar untuk rumah tangga salah satunya adalah untuk keperluan memasak

16 14 Table Daftar of IsiContents DAFTAR ISI 3 Ikhtisar Kinerja Ekonomi 16 Sambutan komisaris 18 Sambutan Direksi 23 PROFIL SINGKAT 24 VISI DAN MISI 26 NILAI BUDAYA PGN (PROCISE) PERILAKU UTAMA PERSEROAN 28 SOSIALISASI DAN INTERNALISASI VISI DAN MISI SERTA BUDAYA PERUSAHAAN 29 SEKILAS PERUSAHAAN GAS NEGARA 30 RIWAYAT SINGKAT PERUSAHAAN 33 STRUKTUR OPERASIONAL PGN 34 GROUP PGN 35 UNIT USAHA, ENTITAS ANAK DAN AFILIASI 36 MODEL STRUKTUR USAHA 38 RANGKAIAN PERISTIWA PENTING PENGHARGAAN DAN sertifikasi Tentang Perusahaan Gas Negara 45 MENGELOLA LINGKUNGAN BERSAMA PGN 46 PERUBAHAN IKLIM SEBAGAI ISU LINGKUNGAN GLOBAL 47 EMISI GAS RUMAH KACA DARI KEGIATAN BISNIS PGN 50 TRANSFORMASI LINGKUNGAN, PARTISIPASI PGN DALAM MITIGASI GRK 50 Audit energi di SBU 1 51 Kalkulator Karbon 53 Implentasi AMDAL atau UKL-UPL 56 MENGELOLA DAN MEMANTAU LINGKUNGAN UNTUK KEBERLANJUTAN 56 Pemantauan Kondisi Lingkungan 57 Pemakaian Bahan 59 Pengelolaan Limbah 61 Penggantian Bahan Bakar Chiller untuk Pendingin Ruangan 62 Penerapan Inovasi Operasional Konversi Penggunaan Bahan Bakar Minyak dengan Gas 63 Penghijauan untuk Menyerap CO 2 Tanggung Jawab Lingkungan 48 DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KEGIATAN BISNIS PGN 49 PELUANG USAHA AKIBAT PERUBAHAN IKLIM 54 Partisipasi pada pelaksanaan PROPER 54 Pelatihan di Bidang Lingkungan 55 REVISI KEBIJAKAN LINGKUNGAN 60 Pengelolaan Emisi Karbon Realisasi PARTISIPASI Mitigasi GRK 60 Menerapkan Hasil Rekomendasi Audit Energi Penggunaan Energi 64 Upaya KONSERVASI Air 65 MELESTARIKAN ALAM MELALUI PROGRAM BINA LINGKUNGAN 66 ANGGARAN PROGRAM LINGKUNGAN 69 MENGUTAMAKAN K3 70 KOMITMEN TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA 71 ROADMAP PENGELOLAAN K3 71 Perubahan Kebijakan dan Tujuan Pengelolaan K3 73 Target dan Kemajuan Implementasi Roadmap K3 75 Implementasi K3 75 Organisasi Pengelolaan K3 76 Internalisasi Budaya K3 77 Program Peningkatan K3 di Tahun STATISTIK Kinerja K3 82 Safety metric tahun Jam kerja aman 83 Lost Time Injury Frequency (LTIF) 84 Jarak berkendaraan aman 84 Total sickness absence frequency (TSAF) 85 PENYULUHAN KESEHATAN 86 PENGHARGAAN BIDANG K3 TAHUN 2013 Mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja 91 Meningkatkan Kesejahteraan MASYARAKAT 93 Realisasi Kegiatan 93 Program TJSP 94 Program BUMN Peduli Pendidikan 95 Festival Gerakan Indonesia Mengajar Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat 99 Meningkatkan Perekonomian 100 PRODUK DAN JASA PERSEROAN 101 DISTRIBUSI NILAI EKONOMI 103 KONTRIBUSI KEPADA NEGARA 104 KONTRIBUSI KEPADA PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH 105 MEMBINA HUBUNGAN BAIK DENGAN MITRA KERJA 106 PENGEMBANGAN USAHA 106 Strategi Pengembangan 108 Rencana dan Realisasi Pengembangan Usaha 111 Program Kemitraan Meningkatkan Perekonomian

17 15 Table Daftar of IsiContents Pengembangan Insan PGN 117 PENGEMBANGAN INSAN PGN 118 PERAN DAN POSISI INSAN PGN 119 TRANSFORMASI ORIENTASI PENGELOLAAN SDM 120 HUBUNGAN INDUSTRIAL DENGAN PEKERJA 124 Komunikasi yang Efektif 124 Perputaran Pekerja 126 Program Pengembangan INSAN PGN 126 Program Rekrutmen 126 Program Pendidikan dan Pelatihan 131 Remunerasi Pekerja 132 Program Bantuan Pekerja 133 Program Kesehatan Hari Tua 133 Program Pensiun Dini 134 Program Pensiun dan Asuransi 121 LINGKUNGAN KERJA YANG KONDUSIF 121 Kebebasan Berserikat 121 Menerapkan Asas Kesetaraan 123 Mengembangkan Manajemen Penilaian Kinerja 128 Program Eksekutif 129 Program STAR PGN 129 Pelatihan Persiapan Masa Purnabakti 129 Manajemen Karier Pekerja 131 Paket Kesejahteraan 135 PROFIL TENAGA KERJA 136 Penghormatan Hak ASASI Manusia (HAM) 137 Komitmen Antikorupsi dan Antisuap Meningkatkan Layanan 141 Meningkatkan Layanan 142 Memberi Kejelasan Informasi Produk 142 Menjaga Mutu Produk Sesuai Regulasi dan Standar 144 Memberi Layanan Terbaik kepada Pelanggan 144 Temu Pelanggan 145 Memonitor Tingkat Kepuasan 146 Kartu Pelanggan Tata Kelola Keberlanjutan 149 TATA Kelola Berkelanjutan 150 KUALITAS PENERAPAN TATA KELOLA 151 Struktur TATA Kelola 151 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 156 Kebijakan POKOK TATA Kelola 156 Remunerasi Berbasis Kinerja 156 Pengawasan dan Pengendalian Internal 157 Pencegahan Korupsi 158 Mekanisme Penyampaian Pendapat kepada Direksi 159 Penerapan Standar Internasional 160 Internalisasi Kode Etik dan Budaya 153 Struktur Dewan KOMISARIS dan Direksi 153 Dewan Komisaris 153 Direksi 154 Kedudukan Dewan Komisaris dan Direksi 157 Kebijakan dan Prosedur Pengungkapan 158 Mengindarkan Benturan Kepentingan 158 Pakta Integritas 158 Pengadaan Barang dan Jasa 161 MANAJEMEN Pemangku Kepentingan 161 Keanggotaan dalam Asosiasi Industri dan Organisasi Lainnya 161 Mengelola Stakeholder Tentang Laporan Ini 171 TENTANG Laporan INI 172 GRI G4 sebagai Rujukan Penyusunan Laporan Ini 172 Periode Pelaporan 173 Batas (Boundary) Laporan 174 Proses Penetapan Konten Laporan 175 Menentukan Aspek- Aspek material dan Boundary 176 Menentukan Tingkat Materialitas Assurance Statement 178 indeks GRI G4 core 180

18 Laporan Keberlanjutan 16 Sambutan Table of Contents Komisaris Direksi G4-1 SAMBUTAN KOMISARIS Bayu Krisnamurthi Komisaris Utama Para pemangku kepentingan yang terhormat, Tahun 2013 menandai suatu tahun di mana jumlah pasokan dan kebutuhan energi di Indonesia meningkat, dan juga tahun di mana Perseroan berupaya keras memperoleh sumber-sumber baru untuk menyokong pasokan gasnya dalam rangka memenuhi permintaan dari berbagai pelanggan industri, komersial, dan residensialnya. Perekonomian yang terus tumbuh dengan cukup sehat di Indonesia membutuhkan pasokan energi dari gas alam, dan Perusahaan Gas Negara pun turut bertumbuh agar dapat setara dengan potensi yang dimiliki Indonesia. Sebagai sebuah perusahaan Indonesia yang melayani pasar di Indonesia, PGN berencana untuk mengonversi sumber-sumber daya kaya gas di Indonesia menjadi energi yang mendorong pertumbuhan ekonomi: energi untuk kehidupan. Pada akhir dari tahun di mana sistem-sistem manajemen kami diuji dan kemampuan kami dikembangkan, sekali lagi kami diingatkan tentang makna dari keberlanjutan bagi Perseroan, yang telah malang melintang di dunia energi sejak lama. Sebagaimana pada awalnya, saat PGN mulai membuat dan mendistribusikan batubara

19 Laporan Keberlanjutan 17 Sambutan Table of Contents Komisaris Direksi Ekspansi ke bidang hulu memberikan kompetensi lebih baik dan peluang menciptakan rantai pasokan lebih stabil. tergasifikasi, yang merupakan suatu produk strategis di masa itu, PGN di masa sekarang mengetahui betul makna untuk memiliki pengetahuan produk yang prima dan memiliki berbagai cara untuk menyalurkan produk gas alam ke pasar. Akan tetapi, karena sejarahnya inilah PGN menyadari bahwa agar setiap operasinya dapat berkelanjutan, maka Perseroan perlu secara aktif mengadaptasikan kemampuannya secara terencana. Rencana-rencana yang telah dibuat di tahun 2010, yakni untuk memiliki dan mengelola ladang-ladang produksi, telah membuahkan hasil yaitu kepemilikan penuh atas satu ladang, dan kepemilikan minoritas pada dua ladang lain. Dengan demikian, kami memiliki kompetensi yang lebih baik dan telah meletakkan dasar yang kuat untuk menciptakan suatu rantai pasokan yang lebih stabil, dan dengan demikian mengamankan pasokan nasional. Keberlanjutan juga berarti bahwa kami harus mengakui, kemampuan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang baru dan sulit merupakan suatu pencapaian istimewa dari perusahaanperusahaan yang dinamis dan penting. Dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul, di tahun 2013 sebagaimana di tahun-tahun sebelumnya, manajemen PGN telah memiliki keyakinan yang kuat bahwa gas alam adalah bisnis energi di masa depan. Kami juga menyadari bahwa melalui gas, terdapat kesempatan di masa depan yang perlu dimanfaatkan, dengan berfokus pada Indonesia dan nantinya pada pasar ASEAN yang sebentar lagi akan terintegrasi, dengan total penduduk 600 juta orang. Ini merupakan prospek yang sangat cerah bagi Perseroan. Di tengah investasi besar-besaran yang dilakukan Perseroan dalam bisnis intinya, yaitu transmisi dan distribusi, PGN tetap menyadari bahwa, dengan menyediakan energi bagi kawasan perumahan, berbagai moda transportasi pengangkutan gas dan diversifikasi pemanfaatan gas akan menumbuhkan kesempatan bisnis secara berkelanjutan. Dengan rekam jejak keselamatan kerja kami yang terbukti prima, dan dengan pemikiran yang senantiasa mengedepankan penyempurnaan operasional membuktikan PGN memiliki komitmen lebih tegas untuk keberlanjutan bisnis. Keberhasilan program tanggung jawab sosial PGN dalam menciptakan konsensus, yang dicerminkan dari pemahaman dan kesediaan masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ditawarkan oleh gas alam bagi daerah-daerah mereka, perlu diperluas lagi. Hal ini dapat dicapai dengan menyampaikan secara terinci dan holistik seluruh aspek positif dari gas alam sebagai sumber energi yang fleksibel untuk kebutuhan tenaga listrik, bahan bakar kendaraan, memasak, dan masih banyak lagi. PGN tetap berkeyakinan teguh pada fakta bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan energi lebih banyak dan menginginkan pasokan yang terjamin, serta bahwa langkah-langkah terukur Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan ini selama satu dekade yang telah berjalan dan hingga jauh ke masa mendatang. Nilai PGN yang luar biasa sebagai pakar di bidang gas di Indonesia, pada akhirnya, merupakan bukti paling kuat bahwa kontribusi PGN kepada seluruh pemangku kepentingannya perlu dijaga keberlanjutannya. Jakarta, Maret 2014 Bayu Krisnamurthi Komisaris Utama

20 Laporan Keberlanjutan 18 Sambutan Table of Contents Direksi G4-1 SAMBUTAN Direksi Hendi Prio Santoso Direktur Utama Pemangku kepentingan yang terhormat, Merupakan suatu kebahagiaan bagi saya menyampaikan Laporan Keberlanjutan PGN edisi kelima tahun ini, mengingat hasil-hasilnya kini telah benar-benar mencerminkan sasaran-sasaran kami saat kami mulai membahas platform keberlanjutan kami secara terinci, memberikan sudut pandang yang lebih luas kepada seluruh pemangku kepentingan kami terkait Perseroan. Dalam laporan ini, PGN telah menjawab isu-isu terkait pemangku kepentingan kami di bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan masyarakat serta sosial dan kami telah menciptakan sejumlah ekspektasi baru sekaligus peluang baru untuk mencapai keunggulan operasional. Di tahun 2013 lalu, kami memandang perlunya suatu kelincahan untuk dapat mengelola baik isu kelebihan maupun kekurangan pasokan gas dalam tiga daerah operasional kami. Dampak dari perubahan yang berlangsung di tahun 2013 sesungguhnya tidaklah dapat dievaluasi secara memadai dalam hitungan minggu ataupun bulan. Dalam mempertimbangkan ekspansi permintaan energi skala besar yang sedang berlangsung dari para pelanggan industri, komersial, dan residensial, kami membutuhkan garis waktu yang lebih lama untuk dapat secara akurat mengetahui ke mana pasar-pasar tertentu di Indonesia akan bergerak di masa mendatang.

21 Laporan Keberlanjutan 19 Sambutan Table of Contents Direksi Kami berhasil melalui 49 juta jam kerja tanpa insiden besar merupakan pencapaian yang luar biasa dan kerjasama dari seluruh pekerja. Keharusan untuk mempertimbangkan tren jangka panjang dalam struktur pengambilan keputusan di PGN, sementara kami harus tetap menjaga kinerja operasional kami dari hari ke hari, merupakan wujud dari komitmen PGN terhadap lingkungan, keselamatan, pelibatan masyarakat, dan kepuasan pelanggan, sekaligus juga merupakan dedikasi PGN terhadap pembangunan berkelanjutan pada skala nasional. Dengan begitu banyaknya pihak pemangku kepentingan dari berbagai sektor yang dilibatkan, kuncinya adalah bagaimana mengarahkan dialog dengan pemangku kepentingan menuju sasaransasaran yang produktif. Pendekatan secara membumi ini akan menghadirkan gagasan-gagasan baru, menciptakan solusi-solusi baru, dan pada akhirnya, membawa PGN untuk terus menghadirkan energi bagi kehidupan. PGN senantiasa mengevaluasi penggunaan energinya sebagaimana diukur melalui metrik Jejak Karbonnya, dan dari tahun ke tahun, upaya untuk mengukur dan mengendalikan emisi karbon ini telah membantu mengurangi jumlah emisi dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Hal ini sangatlah sejalan dengan karakter gas alam, yang merupakan bahan bakar yang lebih bersih. Pengukuran yang kami lakukan di sepanjang pipa-pipa distribusi kami termasuk deteksi kebocoran dan kebisingan, dan kami telah menerapkan sistem peringatan dini dan sistem cadangan untuk mencegah berbagai jenis polusi mengganggu komunitas setempat. Pelibatan komunitas adalah hal yang kami anggap serius baik karena alasan lingkungan maupun keselamatan. Dengan melibatkan seluruh komunitas untuk pertama-tama menyadari di mana fasilitas kami berada, dan kemudian dengan upaya kami untuk melindungi masyarakat dan lingkungan, kami dapat terus menjaga catatan prima kami yaitu nol kecelakaan kerja di seluruh fasilitas kami. Catatan keselamatan karyawan ini sangatlah kami banggakan, karena kami berhasil melalui 49 juta jam kerja tanpa insiden besar. Gas pada dasarnya membutuhkan penanganan khusus sehingga hal-hal terinci dari setiap sistem senantiasa kami evaluasi dan tinjau. Kami telah bergerak dari perspektif yang mengedepankan rincian ke perspektif yang lebih bersifat jangka panjang, yang pada intinya adalah memastikan setiap karyawan kami dapat pulang ke rumah mereka masing-masing seusai mereka bekerja. Operasi yang berkelanjutan di dalam industri gas membutuhkan tindakan dari seluruh karyawan, dan kampanye terbaru kami untuk menghindari pekerjaan yang berbahaya mengandung pesan yang sangat positif dan menunjukkan hasil yang sangat positif: para karyawan kini memiliki mekanisme yang telah disebarluaskan di Perseroan untuk melindungi mereka sendiri dengan menunjukkan hal-hal yang mereka anggap berbahaya di tempat kerja mereka, dan dengan melindungi diri mereka sendiri, mereka pun melindungi sesama karyawan lain, Perseroan, dan juga masyarakat. Di dalam bauran energi Indonesia yang kompetitif, yang terdiri dari batubara, diesel, geothermal, hidro dan mikrohidro, biogas, propana, metana, dan lainlain, PGN perlu memastikan bahwa seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan untuk gas alam dan gas alam cairnya, keunggulan layanan tetap dikedepankan. Dengan menyelenggarakan survei kualitas dan membina hubungan baik dengan pelanggan, kami tidak menunggu hingga masalah terjadi. Dengan demikian, kami mencegah terjadinya masalah, dan dengan memelihara hubungan yang baik ini kami dapat memanfaatkan peluang-peluang baru yang muncul.

22 Laporan Keberlanjutan 20 Sambutan Table of Contents Direksi PGN memiliki posisi yang cukup unik dalam berpartisipasi dan mendukung program swasembada energi Indonesia. Posisi yang unik ini berasal dari keyakinan kami bahwa gas adalah masa depan energi di Indonesia, yang berpotensi memberikan pasokan yang cukup besar untuk periode yang cukup panjang. Bagi PGN, mengamankan pasokan gas jangka panjang adalah sasaran yang perlu dicapai untuk seluruh wilayah penjualan, negosiasi dengan produsen dari sektor swasta dan pemerintah, serta dengan memanfaatkan fleksibilitas dalam rantai-rantai pasokan yang ada dan melalui opsi-opsi baru untuk distribusi jarak pendek dan volume kecil. Implementasi dari hal-hal ini tentunya akan menunjukkan betapa lincahnya PGN dalam memenuhi sasaransasaran keberlanjutannya. Tetapi sekedar menjawab di mana pasokannya dan di mana permintaannya tentunya bukanlah pandangan jangka panjang yang baik. Pembangunan berkelanjutan di Indoesia haruslah menjawab tantangan untuk menyediakan akses terhadap energi secara berkelanjutan, sehingga semua kawasan di Indonesia dapat membangun kekuatan mereka masing-masing dan memperkokoh perekonomian bangsa. PGN berpegang teguh pada kebijakan investasinya yang tak hanya mencakup para karyawan dan komunitas di sekitar fasilitas kami, tetapi juga yang mendukung para pelanggan dan menarik pelanggan baru dengan komitmen untuk menghadirkan energi gas melalui pembangunan berkelanjutan pembangunan yang akan menguntungkan semua kawasan di Indonesia dan mendukung janji negeri bagi bangsa ini. Jakarta, Maret 2014 Hendi Prio Santoso Direktur Utama

23 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 21 Table of Contents 01 TENTANG PERUSAHAAN GAS NEGARA

24 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 22 Table of Contents

25 Tentang PGN 23 Profil Table Singkat of Contents PROFIL SINGKAT G4-4 G4-7 G4-31 G4-3 G4-6 G4-5 Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19/1965 Perusahaan Gas Negara (PGN) menjadi badan hukum yang berhak untuk melakukan usahanya secara mandiri dengan ruang lingkup usaha penyediaan tenaga gas dan industri gas, terutama untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat umum. 1 NAMA PERUSAHAAN PRODUK & JASA Jasa distribusi dan transmisi gas bumi KEPEMILIKAN Pemerintah Indonesia 56,97% Publik 45,03% AREA OPERASIONAL Hampir di seluruh wilayah Indonesia STATUS / DASAR HUKUM BUMN, PP No.19/1965 MODAL DASAR Rp MODAL DITEMPATKAN DAN DISETOR PENUH Rp PENCATATAN DI BURSA Saham Perseroan telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 15 Desember 2003 dengan Kode Saham di Bursa: PGAS ALAMAT KANTOR PUSAT Jl. K.H. Zainul Arifin No. 20, Jakarta 11140, Indonesia T. (62-21) , , F. (62-21) , PO BOX 1119 JKT CONTACT Center

26 Tentang PGN 24 Visi Table dan of Contents Misi Visi Menjadi Perusahaan energi kelas dunia dalam pemanfaatan gas bumi

27 Tentang PGN 25 Visi Table dan of Contents Misi 1 misi Meningkatkan nilai tambah Perusahaan bagi stakeholders melalui: Penguatan bisnis inti di bidang transportasi, niaga gas bumi dan pengembangannya Pengembangan usaha pengolahan gas Pengembangan usaha jasa operasi, pemeliharaan dan keteknikan yang berkaitan dengan industri migas Profitisasi sumber daya dan aset Perusahaan dengan mengembangkan usaha lainnya Visi dan Misi tersebut telah mendapatkan persetujuan Direksi. Visi dan Misi ditetapkan berdasarkan Keputusan Direksi Nomor: K/HM.03/UT/2011 yang ditetapkan pada 20 September 2011

28 Tentang PGN 26 Nilai Table Budaya of Contents PGN (PROCISE) G4-56 NILAI Budaya PGN (ProCISE) Pedoman Perilaku Utama PGN Budaya Perusahaan merupakan nilai dan falsafah yang telah disepakati dan diyakini oleh seluruh insan PGN sebagai landasan dan acuan bagi PGN untuk mencapai tujuan. PGN mendefinisikan budaya Perusahaan dalam lima nilai yang disingkat ProCISE dan dijabarkan dalam 10 Perilaku Utama Perusahaan. 5 NILAI Budaya PGN Profesionalisme Senantiasa memberikan hasil terbaik dengan meningkatkan kompetensi di bidangnya dan bertanggung jawab atas setiap tindakan dan keputusan yang diambil. Penyempurnaan Terus Menerus Berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan terus menerus. INTEGRITAS Jujur terhadap diri sendiri maupun orang lain. Konsisten antara pikiran, perkataan dan perbuatan berlandaskan standar etika yang luhur. Keselamatan Kerja Senantiasa mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Pelayanan Prima Mengutamakan kepuasan baik pelanggan internal maupun eksternal dengan memberikan pelayanan terbaik.

29 Tentang PGN Table Perilaku of Contents Utama Perseroan 10 perilaku utama perseroan PROFESIONALisme 1 Kompeten di Bidangnya 1 2 Bertanggung Jawab penyempurnaan terus menerus 3 4 Kreatif dan Inovatif Adaptif terhadap perubahan INtegritAS 5 Jujur, terbuka dan berpikir Positif 6 Disiplin dan Konsisten keselamatan kerja 7 8 Mengutamakan Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja Peduli Lingkungan Sosial dan Alam pelayanan prima 9 10 Mengutamakan Kepuasan Pelanggan Internal dan Eksternal Proaktif dan Cepat Tanggap

30 Tentang PGN 28 Sosialisasi Table of Contents dan Internaslisasi Visi Dan Misi G4-56 SOSIALISASI Dan INTERNASLISASI Visi Dan Misi Serta Budaya Perusahaan Kami melakukan sosialisasi dan internalisasi visi, misi dan nilai-nilai budaya perusahaan kepada seluruh pekerja secara periodik. Proses sosialisasi kami lakukan melalui pendekatan berjenjang dengan materi melingkupi sosialisasi atas pengertian visi, misi dan serta pembentukan karakter karyawan sesuai butir-butir nilai budaya PGN untuk mencapai visi PGN Internalisasi visi, misi dan budaya PGN kami lakukan melalui pendekatan top-down, disampaikan oleh manajemen puncak (top management) kepada para agen perubahan, yang kemudian menjelaskan kepada seluruh pegawai hingga level terbawah. Pada tahap tersebut, secara simultan kami menyaring berbagai ide dan usulan dari bawah untuk selanjutnya kami integrasikan sebagai strategi untuk mencapai visi dan misi PGN. Di samping itu, saat penerimaan karyawan, evaluasi kinerja karyawan atau promosi dan rotasi jabatan, kami anggap sebagai ajang penting untuk internalisasi visi, misi dan budaya kerja PGN. Melalui pendekatan intensif seperti itu, kebijakan dan strategi bisnis PGN akan lebih mudah dihayati dan dijalankan oleh seluruh karyawan. Pemahaman seluruh jajaran perusahaan sampai level terbawah akan menjamin tercapainya visi PGN 2020, yang pada akhirnya menjamin keberlanjutan PGN.

SELAMAT DATANG DI LAPORAN KEBERLANJUTAN 2013 PGN 2013 LAPORAN KEBERLANJUTAN

SELAMAT DATANG DI LAPORAN KEBERLANJUTAN 2013 PGN 2013 LAPORAN KEBERLANJUTAN 2013 LAPORAN KEBERLANJUTAN SELAMAT DATANG DI LAPORAN KEBERLANJUTAN 2013 PGN IDX: PGAS Kami senantiasa berupaya memberikan nilai tambah yang terbaik bagi para pemangku kepentingan Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan

Lebih terperinci

Kami senantiasa berupaya memberikan nilai tambah yang terbaik bagi para pemangku kepentingan. LAporan keberlanjutan

Kami senantiasa berupaya memberikan nilai tambah yang terbaik bagi para pemangku kepentingan. LAporan keberlanjutan 2013 LAporan keberlanjutan Kami senantiasa berupaya memberikan nilai tambah yang terbaik bagi para pemangku kepentingan Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 1 Table of Contents SELAMAT DATANG DI LAPORAN KEBERLANJUTAN

Lebih terperinci

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Tanggal dan Jam 30 Nop :28:04 Laporan Hasil Public Expose

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Tanggal dan Jam 30 Nop :28:04 Laporan Hasil Public Expose No Surat/Pengumuman Nama Perusahaan Kode Emiten Lampiran 4 042100.S/HI.01/SPER/2012 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk PGAS Tanggal dan Jam 30 Nop 2012 21:28:04 Perihal Laporan Hasil Public Expose

Lebih terperinci

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Tanggal dan Jam 01 Mar :10:03

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Tanggal dan Jam 01 Mar :10:03 No Surat/Pengumuman Nama Perusahaan Kode Emiten Lampiran 2 013000.S/HM.01.00/SPER/2013 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk PGAS Tanggal dan Jam 01 Mar 2013 15:10:03 Perihal Keterbukaan Informasi Yang

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM KEBIJAKAN IMBALAN KERJA DI PT. PGN (Persero) Tbk.

BAB 3 GAMBARAN UMUM KEBIJAKAN IMBALAN KERJA DI PT. PGN (Persero) Tbk. BAB 3 GAMBARAN UMUM KEBIJAKAN IMBALAN KERJA DI PT. PGN (Persero) Tbk. 3.1. Sejarah Pendirian Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) ( Perusahaan ) berasal dari perusahaan swasta Belanda yang bernama

Lebih terperinci

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Lainnya: Keterbukaan Informasi - Press Release PGN Memenuhi Kebutuhan Gas Untuk Industri di Jawa Timur

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Lainnya: Keterbukaan Informasi - Press Release PGN Memenuhi Kebutuhan Gas Untuk Industri di Jawa Timur No Surat/Pengumuman Nama Perusahaan Kode Emiten Lampiran 2 018100.S/HM.05/SPER/2012 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk PGAS Tanggal dan Jam 18 Jun 2012 18:21:14 Perihal Keterbukaan Informasi Yang Perlu

Lebih terperinci

Selamat datang di Laporan Keberlanjutan 2012 PGN, yang merupakan laporan tahun keempat.

Selamat datang di Laporan Keberlanjutan 2012 PGN, yang merupakan laporan tahun keempat. Laporan Keberlanjutan energi untuk keberlanjutan Selamat datang di Laporan Keberlanjutan 2012 PGN, yang merupakan laporan tahun keempat. Melalui laporan ini, kami menyampaikan kepada para pemangku kepentingan,

Lebih terperinci

Perusahaan Gas Negara

Perusahaan Gas Negara Perusahaan Gas Negara Investor Summit 2014 6M 2014 Update Catatan: Informasi yang terdapat pada presentasi ini ditujukan hanya sebagai referensi pribadi. Presentasi ini dapat mengandung proyeksi dan ekspektasi

Lebih terperinci

BAB II TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH PROVINSI BANTEN

BAB II TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH PROVINSI BANTEN BAB II TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH PROVINSI BANTEN 2.1 Tujuan Penataan Ruang Dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, khususnya Pasal 3,

Lebih terperinci

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 30 /SEOJK.04/2016 TENTANG BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 30 /SEOJK.04/2016 TENTANG BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK Yth. Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik di tempat SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 30 /SEOJK.04/2016 TENTANG BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN ATAU PERUSAHAAN

Lebih terperinci

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.04/20.. TENTANG BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.04/20.. TENTANG BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK Yth. Direksi Emiten atau Perusahaan Publik di tempat. SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.04/20.. TENTANG BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK Sehubungan dengan Peraturan

Lebih terperinci

Ringkasan Eksekutif INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2009

Ringkasan Eksekutif INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2009 INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2009 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2009 Indonesia Energy Outlook (IEO) 2009 adalah salah satu publikasi tahunan

Lebih terperinci

Keberlanjutan. jalanan. Per. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Laporan Keberlanjutan 2014 IDX: PGAS

Keberlanjutan. jalanan. Per. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Laporan Keberlanjutan 2014 IDX: PGAS Per jalanan Keberlanjutan Ibu Menik Yuli Hastuti, pemilik usaha kerajinan Editha Art Craft di Yogyakarta yang merupakan salah satu Mitra Binaan PGN. IDX: PGAS 1 Perjalanan Keberlanjutan PGN Perjalanan

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Indoturbine terbentuk pada tanggal 6 Juni 1973, bersamaan dengan dimulainya eksplorasi minyak dan gas bawah laut di Indonesia. Dimulai sebagai

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK The New Climate Economy Report RINGKASAN EKSEKUTIF Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim didirikan untuk menguji kemungkinan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang

Lebih terperinci

Kinerja Operasional TINS Lebih Baik

Kinerja Operasional TINS Lebih Baik UNTUK SEGERA DISIARKAN Untuk keterangan lebih lanjut hubungi: Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan telepon : +62 (21) 2352 8000 faksimili : +62 (21) 344 4012 e mail : corporatesecretary@pttimah.co.id website

Lebih terperinci

PERCEPATAN PENGEMBANGAN EBTKE DALAM RANGKA MENOPANG KEDAULATAN ENERGI NASIONAL

PERCEPATAN PENGEMBANGAN EBTKE DALAM RANGKA MENOPANG KEDAULATAN ENERGI NASIONAL PERCEPATAN PENGEMBANGAN EBTKE DALAM RANGKA MENOPANG KEDAULATAN ENERGI NASIONAL Diskusi Panel National Integration of the Centre of Excellence Jakarta, 8 Oktober 2015 1 Daftar Isi 1. Membangun Kedaulatan

Lebih terperinci

PERAN CSR SUCOFINDO DALAM PENINGKATAN MUTU SUMBERDAYA MANUSIA. Hotel Horison, Bandung 15 November 2010

PERAN CSR SUCOFINDO DALAM PENINGKATAN MUTU SUMBERDAYA MANUSIA. Hotel Horison, Bandung 15 November 2010 PERAN CSR SUCOFINDO DALAM PENINGKATAN MUTU SUMBERDAYA MANUSIA Hotel Horison, Bandung 15 November 2010 AGENDA 1 Profil PT SUCOFINDO (Persero) 2 Konteks CSR di SUCOFINDO 3 Penerapan CSR di SUCOFINDO 4 Tanya

Lebih terperinci

KONSERVASI DAN DIVERSIFIKASI ENERGI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI INDONESIA TAHUN 2040

KONSERVASI DAN DIVERSIFIKASI ENERGI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI INDONESIA TAHUN 2040 KONSERVASI DAN DIVERSIFIKASI ENERGI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI INDONESIA TAHUN 2040 Ana Rossika (15413034) Nayaka Angger (15413085) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi

Lebih terperinci

Disampaikan pada Seminar Nasional Optimalisasi Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Menuju Ketahanan Energi yang Berkelanjutan

Disampaikan pada Seminar Nasional Optimalisasi Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Menuju Ketahanan Energi yang Berkelanjutan KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA Disampaikan pada Seminar Nasional Optimalisasi Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Menuju Ketahanan Energi yang Berkelanjutan Direktorat

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN TAHUNAN PT INDOFARMA (Persero) Tbk. Halaman BAB I PENDAHULUAN: 1 1. Latar Belakang 2. Tujuan 3.

DAFTAR ISI PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN TAHUNAN PT INDOFARMA (Persero) Tbk. Halaman BAB I PENDAHULUAN: 1 1. Latar Belakang 2. Tujuan 3. DAFTAR ISI PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN TAHUNAN PT INDOFARMA (Persero) Tbk Halaman BAB I PENDAHULUAN: 1 1. Latar Belakang 2. Tujuan 3. Ruang Lingkup 1 2 2 BAB II KERANGKA UMUM PENYAJIAN 3 BAB III MATERI

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. manusia dalam penggunaan energi bahan bakar fosil serta kegiatan alih guna

I. PENDAHULUAN. manusia dalam penggunaan energi bahan bakar fosil serta kegiatan alih guna I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perubahan iklim adalah fenomena global yang disebabkan oleh kegiatan manusia dalam penggunaan energi bahan bakar fosil serta kegiatan alih guna lahan dan kehutanan. Kegiatan

Lebih terperinci

Nilai-Nilai dan Kode Etik Grup Pirelli

Nilai-Nilai dan Kode Etik Grup Pirelli Nilai-Nilai dan Kode Etik Grup Pirelli Identitas Grup Pirelli menurut sejarahnya telah terbentuk oleh seperangkat nilai-nilai yang selama bertahun-tahun telah kita upayakan dan lindungi. Selama bertahuntahun,

Lebih terperinci

NILAI-NILAI DAN KODE ETIK GRUP PIRELLI

NILAI-NILAI DAN KODE ETIK GRUP PIRELLI NILAI-NILAI DAN KODE ETIK GRUP PIRELLI MISI NILAI-NILAI GRUP PIRELLI PENDAHULUAN PRINSIP-PRINSIP PERILAKU KERJA - SISTEM KONTROL INTERNAL PIHAK-PIHAK YANG BERKEPENTINGAN Pemegang saham, investor, dan komunitas

Lebih terperinci

LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 15 /SEOJK.05/2016 TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN

LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 15 /SEOJK.05/2016 TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 15 /SEOJK.05/2016 TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PEMBIAYAAN - 1 - PENILAIAN SENDIRI (SELF ASSESSMENT) ATAS

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1),

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Profil Perusahaan PT. TELKOM CDC PT Telekomunikasi Indonesia Tbk., yang selanjutnya disebut TELKOM atau Perseroan, merupakan perusahaan informasi dan komunikasi (InfoCom)

Lebih terperinci

KEBIJAKAN KONSERVASI ENERGI NASIONAL

KEBIJAKAN KONSERVASI ENERGI NASIONAL KEBIJAKAN KONSERVASI ENERGI NASIONAL Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Sosialisasi Program ICCTF 2010-2011 Kementerian Perindustrian

Lebih terperinci

PIAGAM DEWAN KOMISARIS PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam )

PIAGAM DEWAN KOMISARIS PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam ) PIAGAM DEWAN KOMISARIS PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam ) DAFTAR ISI I. DASAR HUKUM II. TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG III. ATURAN BISNIS IV. JAM KERJA V. RAPAT VI. LAPORAN DAN TANGGUNG JAWAB VII.

Lebih terperinci

Piagam Audit Internal. PT Astra International Tbk

Piagam Audit Internal. PT Astra International Tbk Piagam Audit Internal PT Astra International Tbk Desember 2010 PIAGAM AUDIT INTERNAL 1. Visi dan Misi Visi Mempertahankan keunggulan PT Astra International Tbk dan perusahaanperusahaan utama afiliasinya

Lebih terperinci

1. Sampul muka, samping, dan belakang 2. Setiap halaman. 2. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh direksi.

1. Sampul muka, samping, dan belakang 2. Setiap halaman. 2. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh direksi. I. Umum KRITERIA 1. Dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, dianjurkan menyajikan juga dalam Bahasa Inggris. 2. Dicetak pada kertas yang berwarna terang agar mudah dibaca dan jelas PENJELASAN 3. Mencantumkan

Lebih terperinci

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

BAPPEDA KAB. LAMONGAN BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH 5.1 Sasaran Pokok dan Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Panjang Untuk Masing masing Misi Arah pembangunan jangka panjang Kabupaten Lamongan tahun

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF Dalam kerangka pembangunan Good Governance yang berorientasi pada hasil, dan dalam rangka mendukung pencapaian

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1),

Lebih terperinci

PIAGAM DIREKSI PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam )

PIAGAM DIREKSI PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam ) PIAGAM DIREKSI PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam ) DAFTAR ISI I. DASAR HUKUM II. TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG III. ATURAN BISNIS IV. JAM KERJA V. RAPAT VI. LAPORAN DAN TANGGUNG JAWAB VII. KEBERLAKUAN

Lebih terperinci

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Tanggal dan Jam 29 Agust :25:30

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Tanggal dan Jam 29 Agust :25:30 No Surat/Pengumuman Nama Perusahaan Kode Emiten Lampiran 2 026700.S/HI.01/SPER/2012 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk PGAS Tanggal dan Jam 29 Agust 2012 18:25:30 Perihal Keterbukaan Informasi Yang

Lebih terperinci

Global Reporting Initiatives, PelaporanTanggung Jawab Sosial yang Paripurna. Andilo Tohom Tampubolon (Widyaiswara Madya pada Pusdiklatwas BPKP)

Global Reporting Initiatives, PelaporanTanggung Jawab Sosial yang Paripurna. Andilo Tohom Tampubolon (Widyaiswara Madya pada Pusdiklatwas BPKP) Global Reporting Initiatives, PelaporanTanggung Jawab Sosial yang Paripurna Andilo Tohom Tampubolon (Widyaiswara Madya pada Pusdiklatwas BPKP) Bukan saatnya lagi perusahaan berargumentasi bahwa bukan tanggung

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, pres-lambang01.gif (3256 bytes) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2004 TENTANG KEGIATAN USAHA HILIR MINYAK DAN GAS BUMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

KRITERIA PENILAIAN ANNUAL REPORT AWARD Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 5 %.

KRITERIA PENILAIAN ANNUAL REPORT AWARD Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 5 %. KRITERIA PENILAIAN ANNUAL REPORT AWARD 2007 Kriteria penilaian ini dibagi menjadi 8 klasifikasi: 1. Umum: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 5 %. 2. Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan

Lebih terperinci

EFISIENSI OPERASIONAL PEMBANGKIT LISTRIK DEMI PENINGKATAN RASIO ELEKTRIFIKASI DAERAH

EFISIENSI OPERASIONAL PEMBANGKIT LISTRIK DEMI PENINGKATAN RASIO ELEKTRIFIKASI DAERAH EFISIENSI OPERASIONAL PEMBANGKIT LISTRIK DEMI PENINGKATAN RASIO ELEKTRIFIKASI DAERAH Abstrak Dalam meningkatkan rasio elektrifikasi nasional, PLN telah melakukan banyak upaya untuk mencapai target yang

Lebih terperinci

PROGRAM KONSERVASI ENERGI

PROGRAM KONSERVASI ENERGI PROGRAM KONSERVASI ENERGI Disampaikan pada: Lokakarya Konservasi Energi DIREKTORAT JENDERAL ENERGI BARU TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA Bandung,

Lebih terperinci

Yth. 1. Perusahaan Asuransi; 2. Perusahaan Asuransi Syariah; 3. Perusahaan Reasuransi; dan 4. Perusahaan Reasuransi Syariah di tempat.

Yth. 1. Perusahaan Asuransi; 2. Perusahaan Asuransi Syariah; 3. Perusahaan Reasuransi; dan 4. Perusahaan Reasuransi Syariah di tempat. Yth. 1. Perusahaan Asuransi; 2. Perusahaan Asuransi Syariah; 3. Perusahaan Reasuransi; dan 4. Perusahaan Reasuransi Syariah di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 17/SEOJK.05/2014

Lebih terperinci

No. Program Sasaran Program Instansi Penanggung Jawab Pagu (Juta Rupiah)

No. Program Sasaran Program Instansi Penanggung Jawab Pagu (Juta Rupiah) E. PAGU ANGGARAN BERDASARKAN PROGRAM No. Program Sasaran Program Instansi Penanggung Jawab Pagu (Juta Rupiah) Sub Bidang Sumber Daya Air 1. Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, Danau, dan

Lebih terperinci

Oleh Asclepias R. S. Indriyanto Institut Indonesia untuk Ekonomi Energi. Disampaikan pada Forum Diskusi Sore Hari LPEM UI 5 Agustus 2010

Oleh Asclepias R. S. Indriyanto Institut Indonesia untuk Ekonomi Energi. Disampaikan pada Forum Diskusi Sore Hari LPEM UI 5 Agustus 2010 Kebijakan Energi dan Implementasinya Tinjauan dari Sisii Ketahanan Energi Oleh Asclepias R. S. Indriyanto Institut Indonesia untuk Ekonomi Energi Disampaikan pada Forum Diskusi Sore Hari LPEM UI 5 Agustus

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI I. UMUM Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) menegaskan bahwa cabang-cabang produksi

Lebih terperinci

Piagam Audit Internal. PT Astra International Tbk

Piagam Audit Internal. PT Astra International Tbk PT Astra International Tbk Agustus 2016 PIAGAM AUDIT INTERNAL I. Visi & Misi Visi Misi Visi 2020 Menjadi Kebanggaan Bangsa Grup Astra diakui memiliki standar kelas dunia dalam hal tata kelola perusahaan,

Lebih terperinci

RENCANA AKSI DAERAH (RAD) UNTUK PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) DKI JAKARTA BADAN PENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA

RENCANA AKSI DAERAH (RAD) UNTUK PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) DKI JAKARTA BADAN PENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA RENCANA AKSI DAERAH (RAD) UNTUK PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) DKI JAKARTA BADAN PENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA 1 OUTLINE 2 PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Pendekatan dan

Lebih terperinci

Strategi dan Rencana Aksi Pengurangan Emisi GRK dan REDD di Provinsi Kalimantan Timur Menuju Pembangunan Ekonomi Hijau. Daddy Ruhiyat.

Strategi dan Rencana Aksi Pengurangan Emisi GRK dan REDD di Provinsi Kalimantan Timur Menuju Pembangunan Ekonomi Hijau. Daddy Ruhiyat. Strategi dan Rencana Aksi Pengurangan Emisi GRK dan REDD di Provinsi Kalimantan Timur Menuju Pembangunan Ekonomi Hijau Daddy Ruhiyat news Dokumen terkait persoalan Emisi Gas Rumah Kaca di Kalimantan Timur

Lebih terperinci

RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (RAN-GRK)

RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (RAN-GRK) RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (RAN-GRK) Shinta Damerys Sirait Kepala Bidang Pengkajian Energi Pusat Pengkajian Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Kementerian Perindustrian Disampaikan

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN IKLIM GLOBAL PERJANJIAN KERJA SAMA (PKS)

KEPEMIMPINAN IKLIM GLOBAL PERJANJIAN KERJA SAMA (PKS) KEPEMIMPINAN IKLIM GLOBAL PERJANJIAN KERJA SAMA (PKS) I. Pernyataan Tujuan A. Perubahan iklim menimbulkan tantangan dan resiko global terhadap lingkungan dan ekonomi, membawa dampak bagi kesehatan manusia,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya

BAB V KESIMPULAN. ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya BAB V KESIMPULAN Keamanan energi erat hubungannya dengan kelangkaan energi yang saat ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya industrialisasi dan kepentingan militer. Kelangsungan

Lebih terperinci

Terwujudnya Kota Mojokerto sebagai Service City yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Bermoral.

Terwujudnya Kota Mojokerto sebagai Service City yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Bermoral. Visi Pemerintah 2014-2019 adalah : Terwujudnya Service City yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Bermoral. Perumusan dan penjelasan terhadap visi di maksud, menghasilkan pokok-pokok visi yang diterjemahkan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-431/BL/2012 TENTANG PENYAMPAIAN

Lebih terperinci

Tabel 1. Ringkasan Laporan Laba Rugi untuk 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2012/2011

Tabel 1. Ringkasan Laporan Laba Rugi untuk 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2012/2011 Jakarta, 30 Oktober, 2012 Press Release AKRA 9M 2012 mencatat pertumbuhan yang stabil pada Pendapatan Penjualan dan Laba Neto Pendapatan Penjualan meningkat 13,4% mencapai Rp 16.3 Triliun; Laba Neto meningkat

Lebih terperinci

PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT SUMBERDAYA SEWATAMA

PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT SUMBERDAYA SEWATAMA PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT SUMBERDAYA SEWATAMA 1 DAFTAR ISI I. DEFINISI...3 II. VISI DAN MISI...4 III. TUJUAN PENYUSUNAN PIAGAM KOMITE AUDIT...4 IV. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB...4 V.

Lebih terperinci

PENJELASAN MENGENAI AGENDA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT PEMBANGUNAN GRAHA LESTARI INDAH, TBK Medan, 25 Mei 2016

PENJELASAN MENGENAI AGENDA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT PEMBANGUNAN GRAHA LESTARI INDAH, TBK Medan, 25 Mei 2016 PENJELASAN MENGENAI AGENDA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT PEMBANGUNAN GRAHA LESTARI INDAH, TBK Medan, 25 Mei 2016 Sehubungan dengan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ( RUPST )

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERINDUSTRIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERINDUSTRIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERINDUSTRIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur

Lebih terperinci

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi 3.1.1. Permasalahan Umum Dalam mencapai peran yang diharapkan pada Visi dan Misi Kepala

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG KRITERIA DAN SERTIFIKASI BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG KRITERIA DAN SERTIFIKASI BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG KRITERIA DAN SERTIFIKASI BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

Perkara Penting yang Sedang Dihadapi

Perkara Penting yang Sedang Dihadapi Ikhtisar Data Keuangan Penting Laporan Dewan Pengawas dan Pengurus Profil Dana Pensiun BTN Analisa & Pembahasan Manajemen Penilaian Efektivitas Pengendalian Intern Evaluasi efektivitas sistem pengendalian

Lebih terperinci

PIAGAM INTERNAL AUDIT

PIAGAM INTERNAL AUDIT PIAGAM INTERNAL AUDIT PT INTILAND DEVELOPMENT TBK. 1 dari 8 INTERNAL AUDIT 2016 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Piagam Audit Internal merupakan dokumen penegasan komitmen Direksi dan Komisaris serta

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2008

RINGKASAN EKSEKUTIF INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2008 RINGKASAN EKSEKUTIF INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2008 Indonesia Energy Outlook (IEO) 2008 disusun untuk menggambarkan kecenderungan situasi permintaan dan penyediaan energi Indonesia hingga 2030 dengan mempertimbangkan

Lebih terperinci

Perubahan Iklim? Aktivitas terkait pemanfaatan sumber daya energi dari bahan bakar fosil. Pelepasan emisi gas rumah kaca ke udara

Perubahan Iklim? Aktivitas terkait pemanfaatan sumber daya energi dari bahan bakar fosil. Pelepasan emisi gas rumah kaca ke udara Amalia, S.T., M.T. Perubahan Iklim? Aktivitas terkait pemanfaatan sumber daya energi dari bahan bakar fosil Pelepasan emisi gas rumah kaca ke udara Perubahan komposisi atmosfer secara global Kegiatan

Lebih terperinci

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Lainnya: Keterbukaan Informasi: PGN dan Hoegh-Rekind Tandatangani Kontrak LO&M dan EPCIC Medan LNG FSRF

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Lainnya: Keterbukaan Informasi: PGN dan Hoegh-Rekind Tandatangani Kontrak LO&M dan EPCIC Medan LNG FSRF No Surat/Pengumuman Nama Perusahaan Kode Emiten Lampiran 2 002200.S/HI.01/SPER/2012 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk PGAS Tanggal dan Jam 26 Jan 2012 14:46:26 Perihal Keterbukaan Informasi Yang Perlu

Lebih terperinci

LAMPIRAN V SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 10 /SEOJK.05/2016 TENTANG PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DAN LAPORAN HASIL PENILAIAN SENDIRI

LAMPIRAN V SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 10 /SEOJK.05/2016 TENTANG PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DAN LAPORAN HASIL PENILAIAN SENDIRI LAMPIRAN V SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 10 /SEOJK.05/2016 TENTANG PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DAN LAPORAN HASIL PENILAIAN SENDIRI PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI LEMBAGA JASA KEUANGAN

Lebih terperinci

PUBLIC EXPOSE. PT SUPREME CABLE MANUFACTURING & COMMERCE Tbk. 31 Mei 2016

PUBLIC EXPOSE. PT SUPREME CABLE MANUFACTURING & COMMERCE Tbk. 31 Mei 2016 PUBLIC EXPOSE PT SUPREME CABLE MANUFACTURING & COMMERCE Tbk 31 Mei 2016 TENTANG PERSEROAN 9 November 1970 : Perseroan didirikan 2 Oktober 1972 : Perseroan memulai produksi komersial dengan memproduksi

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN KYOTO PROTOCOL TO THE UNITED NATIONS FRAMEWORK C'ONVENTION ON CLIMATE CHANGE (PROTOKOL KYOTO ATAS KONVENSI KERANGKA KERJA PERSERIKATAN

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG PASAR DOMESTIK GAS BUMI TERBESAR ADA DI PULAU JAWA YANG MEMILIKI CADANGAN GAS BUMI RELATIF KECIL;

LATAR BELAKANG PASAR DOMESTIK GAS BUMI TERBESAR ADA DI PULAU JAWA YANG MEMILIKI CADANGAN GAS BUMI RELATIF KECIL; LATAR BELAKANG GAS BUMI MEMPUNYAI PERAN YANG SANGAT PENTING DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL, YAITU SEBAGAI SUMBER ENERGI, BAHAN BAKU DALAM NEGERI DAN SEBAGAI SUMBER PENERIMAAN NEGARA DAN DEVISA.; PERMINTAAN

Lebih terperinci

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN ENERGI NASIONAL

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN ENERGI NASIONAL VISI: Terwujudnya pengelolaan energi yang berdasarkan prinsip berkeadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan guna terciptanya kemandirian energi dan ketahanan energi nasional untuk mendukung pembangunan

Lebih terperinci

GREEN TRANSPORTATION

GREEN TRANSPORTATION GREEN TRANSPORTATION DIREKTORAT PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DIRJEN PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Jakarta 2016 - 23 % emisi GRK dari fossil

Lebih terperinci

Sambutan Endah Murniningtyas Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Balikpapan, Februari 2012

Sambutan Endah Murniningtyas Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Balikpapan, Februari 2012 Sambutan Endah Murniningtyas Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Penyusunan

Lebih terperinci

MANAJEMEN BIAYA LINGKUNGAN

MANAJEMEN BIAYA LINGKUNGAN 1 MANAJEMEN BIAYA LINGKUNGAN Kinerja lingkungan dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap posisi keuangan perusahan. Hal ini juga menunjukkan perlunya informasi biaya lingkungan yang memadai. Bagi

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI. dengan fasilitas dan infrastruktur perkotaan yang sesuai dengan kegiatan ekonomi yang dilayaninya;

KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI. dengan fasilitas dan infrastruktur perkotaan yang sesuai dengan kegiatan ekonomi yang dilayaninya; Lampiran III : Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor : 21 Tahun 2012 Tanggal : 20 Desember 2012 Tentang : RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2012 2032 KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Jika di masa lalu perusahaan berorientasi pada konsumen (customer oriented) yaitu

BAB 1 PENDAHULUAN. Jika di masa lalu perusahaan berorientasi pada konsumen (customer oriented) yaitu BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan bisnis di era globalisasi saat ini semakin ketat, sehingga perusahaan harus memiliki strategi dalam memenangkan persaingan bisnis tersebut. Jika di masa

Lebih terperinci

Bab VIII Indikasi Rencana Program Prioritas dan Kebutuhan Pendanaan

Bab VIII Indikasi Rencana Program Prioritas dan Kebutuhan Pendanaan Bab VIII Indikasi Rencana Program Prioritas dan Kebutuhan Pendanaan Perumusan Kebutuhan Pendanaan dalam perencanaan jangka menengah ini berlandaskan kaidah Budget follows Program. Selaras dengan penganggaran

Lebih terperinci

BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1.Visi Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, khususnya dalam Pasal 1, angka 12 menyebutkan bahwa visi merupakan

Lebih terperinci

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 KABUPATEN BONE BOLANGO NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 KABUPATEN BONE BOLANGO NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 KABUPATEN BONE BOLANGO NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 1. Optimalisasi peran dan fungsi Persentase produk hukum kelembagaan pemerintah daerah daerah ditindaklanjuti

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PERTAMINA adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10Desember 1957 dengan nama PT.

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN ENERGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN ENERGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN ENERGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI OGAN KOMERING ULU, Menimbang : a. bahwa sumber daya energi merupakan

Lebih terperinci

Daftar Isi. Latar Belakang Implementasi Manajemen Risiko Tujuan Manajemen Risiko Definisi Model Manajemen Risiko Control Self Assessment

Daftar Isi. Latar Belakang Implementasi Manajemen Risiko Tujuan Manajemen Risiko Definisi Model Manajemen Risiko Control Self Assessment Manajemen Risiko Daftar Isi Latar Belakang Implementasi Manajemen Risiko Tujuan Manajemen Risiko Definisi Model Manajemen Risiko Control Self Assessment Latar Belakang Manajemen Risiko Tata Kelola Perusahaan

Lebih terperinci

Indorama Ventures Public Company Limited. Kode Etik Pemasok

Indorama Ventures Public Company Limited. Kode Etik Pemasok Indorama Ventures Public Company Limited Kode Etik Pemasok Kode Etik Pemasok Indorama Ventures Public Company Limited dan anak perusahaan / afiliasi (secara kolektif disebut sebagai Perusahaan) berkomitmen

Lebih terperinci

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal PIAGAM AUDIT INTERNAL PT LIPPO KARAWACI TBK I. LANDASAN HUKUM Landasan pembentukan Internal Audit berdasarkan kepada Peraturan Nomor IX.I.7, Lampiran Keputusan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. optimal. Salah satu sumberdaya yang ada di Indonesia yaitu sumberdaya energi.

I. PENDAHULUAN. optimal. Salah satu sumberdaya yang ada di Indonesia yaitu sumberdaya energi. I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumberdaya alam. Akan tetapi, sumberdaya alam yang melimpah ini belum termanfaatkan secara optimal. Salah satu sumberdaya

Lebih terperinci

KRITERIA PENILAIAN ANNUAL REPORT AWARD 2009

KRITERIA PENILAIAN ANNUAL REPORT AWARD 2009 PENILAIAN ANNUAL REPORT AWARD 2009 Kriteria penilaian ini dibagi menjadi 8 klasifikasi: 1. Umum: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 2 % 2. Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH I. UMUM Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan bertambahnya

Lebih terperinci

Nilai dan Kode Etik Pirelli Group

Nilai dan Kode Etik Pirelli Group Nilai dan Kode Etik Pirelli Group Identitas Pirelli Group secara historis dibentuk oleh seperangkat nilai yang selama bertahun-tahun berusaha untuk dicapai dan dijaga oleh kami. Selama bertahun-tahun nilai-nilai

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Lampiran 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2004 tentang Pengesahan Kyoto Protocol To The United Nations Framework Convention On Climate Change (Protokol Kyoto Atas Konvensi Kerangka Kerja

Lebih terperinci

ITEM PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN. 3 EC 3 Jaminan kewajiban organisasi terhadap program imbalan pasti

ITEM PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN. 3 EC 3 Jaminan kewajiban organisasi terhadap program imbalan pasti 71 ITEM PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN NO kode GRI KETERANGAN 1 EC 1 2 EC2 Perolehan dan distribusi nilai ekonomi langsung,meliputi pendapatan, biaya operasi, imbal jasa karyawan, donasi

Lebih terperinci

PEMANASAN GLOBAL Dampak terhadap Kehidupan Manusia dan Usaha Penanggulangannya

PEMANASAN GLOBAL Dampak terhadap Kehidupan Manusia dan Usaha Penanggulangannya PEMANASAN GLOBAL Dampak terhadap Kehidupan Manusia dan Usaha Penanggulangannya Oleh : Prof. Dr., Ir. Moch. Sodiq Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2013 Hak Cipta 2013 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. saja kebanyakan dari mereka masih memfokuskan tujuan utamanya pada pencarian

BAB I PENDAHULUAN. saja kebanyakan dari mereka masih memfokuskan tujuan utamanya pada pencarian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era sekarang ini, sektor bisnis di Indonesia mulai berkembang. Tentu saja kebanyakan dari mereka masih memfokuskan tujuan utamanya pada pencarian keuntungan semata.

Lebih terperinci

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Lainnya: Press Release - PGN Jamin Pasokan Gas PLTGU Muara Tawar

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Lainnya: Press Release - PGN Jamin Pasokan Gas PLTGU Muara Tawar No Surat/Pengumuman Nama Perusahaan Kode Emiten Lampiran 2 003300.S/HM.02.03/SPER/2013 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk PGAS Tanggal dan Jam 22 Jan 2013 12:15:03 Perihal Keterbukaan Informasi Yang

Lebih terperinci

Pusat Pengkajian Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian

Pusat Pengkajian Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian GREEN CHILLER POLICY IN INDUSTRIAL SECTOR Disampaikan pada: EBTKE CONEX Jakarta Convention Center 21 Agustus 2015 Pusat Pengkajian Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Badan Penelitian dan Pengembangan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG ENERGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG ENERGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG ENERGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa sumber daya energi merupakan kekayaan alam sebagaimana

Lebih terperinci

Shell Meresmikan Terminal Bahan Bakar Minyak di Pulau Laut Kalimantan Selatan

Shell Meresmikan Terminal Bahan Bakar Minyak di Pulau Laut Kalimantan Selatan BERITA PERS DAPAT SEGERA DITERBITKAN Shell Meresmikan Terminal Bahan Bakar Minyak di Pulau Laut Kalimantan Selatan Jakarta, 27 Agustus 2010 Shell bekerjasama dengan Indonesia Bulk Terminal (IBT), meresmikan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG E N E R G I DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG E N E R G I DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG E N E R G I DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sumber daya energi merupakan kekayaan alam sebagaimana

Lebih terperinci

Konversi BBM ke BBG: Belajar dari Pengalaman Sebelumnya

Konversi BBM ke BBG: Belajar dari Pengalaman Sebelumnya Konversi BBM ke BBG: Belajar dari Pengalaman Sebelumnya Oleh: Hadi Setiawan 1 Pendahuluan Kekayaan gas alam Indonesia yang besar dan melimpah, jumlah subsidi bahan bakar minyak (BBM)/energi yang sangat

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN

BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA DAN KELOMPOK SASARAN 5.. Rencana Program dan Kegiatan Program adalah Instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dewasa ini isu mengenai Global Warming dan keterbatasan energi kerap menjadi perbincangan dunia. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui kelompok penelitinya yaitu

Lebih terperinci