TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING. PDF created with pdffactory Pro trial version

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING. PDF created with pdffactory Pro trial version"

Transkripsi

1 TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING

2 KONSEP MATA UANG Mata uang Fungsional Mata uang Asing (Foreign currency) Mata uang lokal (Local currency) Mata uang lokal adalah mata uang yang menjadi alat transaksi dalam satu wilayah. Contoh: Indonesia menggunakan matauang Rupiah, maka rupiah disebut Local currency. Mata uang bukan/selain mata uang lokal Mata uang asing adalah mata uang yang bukan/selain matauang lokal dalam satu wilayah. Contoh: Dolar Amerika, Yen Jepang, Euro Eropa, di Indonesia disebut matauang asing. Kampus LPMB/STEI Ciledug 2

3 KONSEP PERTUKARAN MATA UANG Mata uang lokal (Local currency) Mata uang Asing (Foreign currency) 1. EXCHANGE RATE (Nilai Tukar) Rasio antara satu unit mata uang dengan mata uang lainnya pada suatu saat tertentu. Ada dua cara: a. Direct Quotation : dari matauang asing kematauang lokal. b. Indirect Quotation : dari matauang lokal ke matauang asing. Contoh: kurs hari ini, $1 = Rp.8.900,- Direct Quotation ( US Dolar equivalent ) = Rp / 1 = Rp ,- Indirect Quotation ( Rupiah per US Dolar ) = $1 / Rp = $ 0, Kasus: 1. Berapa US Dolar-kah untuk Rp ? Jawab: Rp x $ 0, = $ 50, Berapa Rupiah-kah untuk $ 100? Kampus LPMB/STEI Ciledug 3 Jawab: $ 100 x Rp = Rp ,-

4 KONSEP PERTUKARAN MATA UANG 2. FLOATING EXCHANGE RATE (Nilai tukar mengambang) Nilai tukar yang mencerminkan daya beli di pasar dunia ( open market economy ). Nilai ini sangat tergantung pada tingkat inflasi suatu negara. Inflasi naik, daya beli turun, maka nilai tukar ikut turun. Demikian pula sebaliknya.. 3. FIXED EXCHANGE RATE (Nilai tukar TETAP) Nilai tukar yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk kepentingan pengendalian inflasi. 4. SPOT RATE (Nilai tukar SPOT) Nilai tukar yang berlaku pada saat tertentu dan dapat berubah setiap waktu (on spot). Nilai tukar ini sering digunakan oleh Bank/Lembaga keuangan untuk jangka pendek.. 5. current RATE Nilai tukar yang digunakan pada saat terjadinya transaksi atau pada tanggal Neraca. Biasanya menggunakan spot rate pada penutupan transaksi harian di pasar uang. 6. historical RATE Nilai tukar di masa lalu saat terjadi transaksi dengan menggunakan spot rate saat itu. Kampus LPMB/STEI Ciledug 4

5 TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING Dibagi 2 macam: 1. Transaksi yang tidak termasuk Forward Contract ( PSAK No ) 2. Transaksi yang termasuk Forward Contract ( PSAK No ) Apakah yg dimaksud Forward Contract? Forward Contract adalah kontrak persetujuan untuk suatu nilai tukar mata uang tertentu pada suatu tanggal tertentu di masa mendatang. Tujuannya untuk mengantisipasi resiko penurunan nilai piutang/hutang mata uang asing di masa mendatang. Kampus LPMB/STEI Ciledug 5

6 Transaksi Mata Uang Asing Tidak Termasuk Forward Contracts. PSAK No menetapkan persyaratan untuk transaksi bukan Forward Contracts sebagai berikut 1. Pos aktiva & kewajiban moneter dalam mata uang asing dilaporkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tanggal neraca atau kurs tengah Bank Indonesia. 2. Pos nonmoneter harus dilaporkan menggunakan kurs tanggal transaksi. Kampus LPMB/STEI Ciledug 6

7 Contoh 1: Transaksi Pembelian Impor (Hutang impor) 1.a. PT Fadali Trading impor mesin genset dari PT Daytona Jepang. Nilai invoice yen. Current rate adalah 1 yen = Rp.300,-. Transaksi dalam mata uang yen. Jurnal pembelian impor: Persediaan Hutang Impor (Yen) (Impor dengan invoice yen kurs transaksi Rp.300) Kampus LPMB/STEI Ciledug 7

8 Contoh 1: Transaksi Pembelian Impor (Hutang Usaha) 1.b. Saat tanggal pelunasan hutang yen tersebut, Current rate adalah 1 yen = Rp.290,- Apabila pelunasan tersebut masih dalam tahun yang sama, maka Jurnal pelunasan hutang: Hutang Impor (Yen) Bank (Yen) Laba selisih kurs (Pelunasan invoice yen kurs pelunasan Rp.290, kurs transaksi Rp.300) Kampus LPMB/STEI Ciledug 8

9 Contoh 1: Transaksi Pembelian Impor (Hutang Usaha) Perhitungan: Hutang tercatat: yen x Rp.300= Hutang berdasar kurs tanggal pelunasan: yen x Rp.290= Laba selisih kurs Kampus LPMB/STEI Ciledug 9

10 Contoh 1: Transaksi Pembelian Impor (Hutang Usaha) 1.c. Apabila hutang yen belum dilunasi sampai akhir periode akuntansi, maka harus dibuatkan Ayat Jurnal Penyesuaian untuk mengakui adanya defferal expense akibat hutang impor (Yen) tersebut pada akhir periode. Diketahui kurs tanggal akhir periode ( tanggal neraca ), 1 Yen = Rp.302,- maka jurnal penyesuaian sbb: Rugi Selisih Kurs Hutang Impor (Yen) (Penyesuaian akhir periode atas kenaikan nilai hutang akibat kenaikan kurs, semula Rp.300 menjadi Rp.302) Kampus LPMB/STEI Ciledug 10

11 Contoh 1: Transaksi Pembelian Impor (Hutang Usaha) Perhitungan: Hutang tercatat: yen x Rp.300= Hutang berdasar kurs tanggal neraca: yen x Rp.302= Rugi selisih kurs Kampus LPMB/STEI Ciledug 11

12 Contoh 1: Transaksi Pembelian Impor (Hutang Usaha) 1.d. Apabila hutang yen baru dilunasi pada periode akuntansi selanjutnya, maka jurnal pelunasan hutang impor (Yen) tersebut sbb: Diketahui kurs saat tanggal pelunasan, 1 Yen = Rp.295,- Hutang Impor (Yen) Bank (Yen) Laba Selisih Kurs (Pelunasan invoice yen kurs pelunasan Rp.295, kurs tanggal neraca Rp.302) Kampus LPMB/STEI Ciledug 12

13 Contoh 1: Transaksi Pembelian Impor (Hutang Usaha) Perhitungan: Hutang tercatat pada tgl neraca: yen x Rp.302= Hutang berdasar kurs tanggal pelunasan: yen x Rp.295= Laba selisih kurs Kampus LPMB/STEI Ciledug 13

14 Kesimpulan: transaksi pembelian (hutang impor) Kurs saat Pelunasan Hutang Kurs tanggal neraca Kurs saat Pelunasan Hutang Kurs tanggal neraca > Kurs saat transaksi Rugi timbulnya hutang / = tanggal neraca Selisih Kurs < Kurs saat transaksi Laba timbulnya hutang / = tanggal neraca Selisih Kurs Kampus LPMB/STEI Ciledug 14

15 Contoh 2: Transaksi Penjualan ekspor (piutang ekspor) 2.a. PT Fadali Trading ekspor mainan anak-anak ke Meijers Inggeris. Nilai invoice US$ Current rate adalah US$ 1= Rp.9.000,-. Transaksi dalam mata uang Dolar Amerika. Jurnal penjualan ekspor: Piutang Ekspor (US$) Penjualan Ekspor (Ekspor dengan invoice US$ kurs Rp.9.000) Kampus LPMB/STEI Ciledug 15

16 Contoh 2: Transaksi Penjualan ekspor (piutang ekspor) 2.b. Saat tanggal menerima transfer pelunasan piutang tersebut, Current rate adalah US$ 1 = Rp.8.900,- Apabila pelunasan tersebut masih dalam tahun yang sama, maka Jurnal penerimaan piutang: Bank (US$) Rugi Selisih Kurs Piutang Ekspor (US$) (Pelunasan invoice US$ kurs pelunasan Rp.8.900, kurs transaksi Rp.9.000) Kampus LPMB/STEI Ciledug 16

17 Contoh 2: Transaksi Penjualan ekspor (piutang ekspor) Perhitungan: Piutang tercatat: US$ x Rp.9.000= Piutang berdasar kurs tanggal pelunasan: US$ x Rp.8.900= Rugi selisih kurs Kampus LPMB/STEI Ciledug 17

18 Contoh 2: Transaksi Penjualan ekspor (piutang ekspor) 2.c. Apabila piutang US$ belum dilunasi sampai akhir periode akuntansi, maka harus dibuatkan Ayat Jurnal Penyesuaian untuk mengakui adanya defferal expense akibat piutang ekspor (US$) tersebut pada akhir periode. Diketahui kurs tanggal akhir periode ( tanggal neraca ), US$ 1 = Rp.9.100,- maka jurnal penyesuaian sbb: Piutang Ekspor (US$) Laba Selisih Kurs (Penyesuaian akhir periode atas kenaikan nilai piutang akibat kenaikan kurs, semula Rp menjadi Rp.9.100) Kampus LPMB/STEI Ciledug 18

19 Contoh 2: Transaksi Penjualan ekspor (piutang ekspor) Perhitungan: Piutang tercatat: US$ x Rp.9.000= Piutang berdasar kurs tanggal neraca: US$ x Rp.9.100= Laba selisih kurs Kampus LPMB/STEI Ciledug 19

20 Contoh 2: Transaksi Penjualan ekspor (piutang ekspor) 2.d. Apabila piutang US$ baru diterima pelunasan pada periode akuntansi selanjutnya, maka jurnal penerimaan piuang tersebut sbb: Diketahui kurs saat tanggal pelunasan, US$ 1 = Rp.9.050,- Bank (US$) Rugi Selisih Kurs Piutang Ekspor (US$) (Pelunasan invoice US$ kurs pelunasan Rp.9.050, kurs tanggal neraca Rp.9.100) Kampus LPMB/STEI Ciledug 20

21 Contoh 2: Transaksi Penjualan ekspor (piutang ekspor) Perhitungan: Piutang tercatat pada tgl neraca: US$ x Rp.9.100= Piutang berdasar kurs tanggal pelunasan: US$ x Rp.9.050= Rugi selisih kurs Kampus LPMB/STEI Ciledug 21

22 Kesimpulan: Transaksi Penjualan (Piutang ekspor) Kurs saat Pelunasan Piutang Kurs tanggal neraca Kurs saat Pelunasan Piutang Kurs tanggal neraca > Kurs saat transaksi Laba timbulnya piutang = / tanggal neraca Selisih Kurs < Kurs saat transaksi Rugi timbulnya piutang = / tanggal neraca Selisih Kurs Kampus LPMB/STEI Ciledug 22

23 Transaksi mata uang asing forward contract Instrumen Derivatif Tujuan Hedging (Forward Contract): 1. Spekulasi pengerakan valuta asing. 2. Lindung nilai terhadap aktiva & kewajiban valas. 3. Kontrak atas transaksi di masa mendatang (Foreign Currency Commitment). 4. Antisipasi terhadap transaksi valas (Cash Flow Hedge). HEDGING Suatu aktivitas pembelian atau penjualan mata uang asing yang bertujuan untuk meminimalisasi resiko pemilikan piutang atau hutang dalam mata uang asing. Strategi yang digunakan adalah FORWARD CONTRACTS. Forward Contract adalahkontrak persetujuan untuk suatu nilai tukar mata uang tertentu pada suatu tanggal tertentu di masa mendatang. Kampus LPMB/STEI Ciledug 23

24 Transaksi mata uang asing forward contract Ketentuan Instrumen Derivatif Menurut PSAK No.55 (2004) : 1. Lindung nilai terhadap perubahan nilai wajar aktiva atau kewajiban yang sudah diakui, atau terhadap resiko perubahan nilai wajar ikatan pasti yang belum diakui yang berkaitan dengan resiko tertentu. 2. Lindung nilai arus kas. 3. Lindung nilai terhadap resiko valuta asing. Kampus LPMB/STEI Ciledug 24

25 Transaksi mata uang asing forward contract FORWARD CONTRACT Spekulasi Pergerakan Valuta Asing Laba atau Rugi Selisih Kurs Umur / Jangka waktu - 30 hari - 90 hari -180 hari Diakui, Diukur, Dilaporkan Laporan Keuangan Kampus LPMB/STEI Ciledug 25

26 Contoh forward contract: spekulasi pergerakan valas Tgl 2 Nov 07, PT Fadali Int l menanda tangani Forward Contract untuk membeli Dolar Amerika senilai $ dengan standar kur untuk 90 hari $1=Rp.9.000,-. Spot rate tgl 2 Nov 07 adalah $1=Rp.9.040,- Jurnal dibuat tgl 2 Nov 07: Piutang Forward Contract ($) Hutang Forward Contract ($) (Penanda tanganan 90 hari forward contract pembelian $ dengan indikasi 30 hari future rate $1=Rp.9.000) Kampus LPMB/STEI Ciledug 26

27 Contoh forward contract: spekulasi pergerakan valas Tgl 31 Des 07, diketahui exchange rate untuk 30 hari forward contract adalah $1=Rp.9.050,- (Alasan menggunakan 30 hari forward contract adalah karena merupakan sisa waktu forward contract.) Jurnal penyesuaian dibuat tgl 31 Des 07: Piutang Forward Contract ($) Laba selisih kurs Forward Contract (Penyesuaian saldo piutang forward contract $ dengan indikasi 30 hari forward contract rate $1=Rp.9.050, semula rate $1=Rp.9.000) Kampus LPMB/STEI Ciledug 27

28 Contoh forward contract: spekulasi pergerakan valas Tgl 30 Jan 08, saat jatuh tempo 90 hari forward contract, diketahui exchange rate 30 hari forward contract $1=Rp.9.080,- Sedangkan spot rate saat itu adalah $1=Rp.9.130,- Jurnal dibuat tgl 30 Jan 08 (berakhir masa forward contract): 1. Bank ($) Piutang Forward Contract ($) Laba Selisih Kurs Forward Contract (Penerimaan hasil forward contract $ berdasarkan spot rate tgl jatuh tempo $1=Rp.9.130, Sedangkan nilai forward contract sesuai tgl neraca) 2. Hutang Forward Contract ($) Bank ($) Kampus LPMB/STEI Ciledug 28 (Pembayaran forward contract telah jatuh tempo sesuai kurs saat kontrak)

29 Contoh forward contract: Lindung nilai terhadap aktiva & kewajiban dalam valas Tgl 1 Des 07, PT Fadali Int l melakukan ekspor 3 kontainer kaleng ikan tuna ke Medusa Int l di Jepang. Nilai ekspor yen. Jangka waktu 60 hari. Karena mata uang Yen sangat berfluktuasi, maka PT Fadali melakukan perjanjian 60 hari Hedging dengan PT. Aisha Financing. Berikut adalah data exchange rate yang relevan. 1 Des Des Jan 08 Spot rate Rp. 750 Rp. 749,80 Rp. 749,70 30 hari future rate Rp. 749 Rp. 748,90 Rp. 748,80 60 hari future rate Rp. 749 Rp. 748,80 Rp. 748,60 Kampus LPMB/STEI Ciledug 29

30 Contoh forward contract: Lindung nilai terhadap aktiva & kewajiban dalam valas Jurnal dibuat tgl 1 Des 07: 1. Piutang Ekspor (Yen) Penjualan Ekspor (Yen) (Penjualan ekspor senilai yen dengan spot rate 1 yen =Rp.750) 2. Piutang Forward Contract (Yen) Hutang Forward Contract (Yen) (Penanda tanganan 60 hari Forward Contract senilai yen dengan indikasi 60 hari future rate 1 yen=rp.749) Kampus LPMB/STEI Ciledug 30

31 Contoh forward contract: Lindung nilai terhadap aktiva & kewajiban dalam valas Jurnal penyesuaian dibuat tgl 31 Des 07: 1. Rugi Selisih Kurs Piutang Ekspor (Yen) (Penyesuaian piutang ekspor dengan spot rate tgl neraca Rp.749,80; kurs transaksi Rp.750) 2. Hutang Forward Contract (Yen) Laba Selisih Kurs (Penyesuaian saldo hutang forward contract akibat selisih 30 hari future rate (Rp.749-Rp.748,90) x yen) Kampus LPMB/STEI Ciledug 31

32 Contoh forward contract: Lindung nilai terhadap aktiva & kewajiban dalam valas Jurnal dibuat tgl 30 Jan 07 (berakhir masa forward contract): 1. Bank (Yen) Rugi Selisih Kurs Piutang Ekspor (Yen) (Penerimaan transfer piutang ekspor senilai yen dengan spot rate 1 yen =Rp.749,70; sedangkan kurs tgl neraca Rp.749,80) 2. Hutang Forward Contract (Yen) Rugi Selisih Kurs Bank (Yen) (Pembayaran forward contract yg jatuh tempo senilai yen dengan spot rate tgl 30 Jan 07 yaitu Rp.749,70; sedangkan Hutang forward contract sesuai tgl neraca) Kampus LPMB/STEI Ciledug 32

33 Contoh forward contract: Lindung nilai terhadap aktiva & kewajiban dalam valas Jurnal dibuat tgl 30 Jan 07 (berakhir masa forward contract): 3. Bank (Yen) Piutang Forward Contract (Yen) (Penerimaan pembayaran atas piutang forward contract senilai yen sesuai kurs saat tanda tangan kontrak, yaitu Rp.749) Kampus LPMB/STEI Ciledug 33

34 Latihan PT Indoperkasa pada tgl 1 Mei 2007 memesan tepung terigu dari AS dengan nilai transaksi US$ Terigu akan diterima dan dibayar tgl 30 Juni Kurs tgl 1 Mei US$1=Rp.9.300, sedangkan kurs tgl 30 Juni US$1=Rp Diminta jurnal tgl 1 Mei & 30 Juni. PT Muliana pada tgl 15 Desember 2007 membeli keramik dari Singapura dengan nilai Sin$ Pembayaran dilakukan tgl 20 Feb Adapun kurs untuk Dolar Singapura adalah: -15 Des 2007 Sin$1=Rp Des 2007 Sin$1=Rp Feb 2008 Sin$1=Rp Diminta: Buatlah jurnal tgl 15 Des 07, 31 Des 07, dan 20 Feb 08. Kampus LPMB/STEI Ciledug 34

35 Kampus LPMB/STEI Ciledug 35

PERTEMUAN 13 KONSEP, TRANSAKSI DAN LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING

PERTEMUAN 13 KONSEP, TRANSAKSI DAN LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING PERTEMUAN 13 KONSEP, TRANSAKSI DAN LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian Konsep dan Transaksi mata uang asing. 2. Mahasiswa dapat menjelaskan

Lebih terperinci

AKUNTANSI MULTINASIONAL TRANSAKSI MATA UANG ASING MATERI AKL 1, RABU 25 DESEMBER 2013

AKUNTANSI MULTINASIONAL TRANSAKSI MATA UANG ASING MATERI AKL 1, RABU 25 DESEMBER 2013 AKUNTANSI MULTINASIONAL TRANSAKSI MATA UANG ASING MATERI AKL 1, RABU 25 DESEMBER 2013 Perusahaan yang beroperasi di pasar internasional dipengaruhi oleh resiko bisnis normal : 1. Kurangnya permintaan atas

Lebih terperinci

Konsep dan Transaksi Dalam Mata Uang Asing

Konsep dan Transaksi Dalam Mata Uang Asing Konsep dan Transaksi Dalam Mata Uang Asing Mata Uang : - Menyediakan suatu standar nilai - Media pertukaran atau alat tukar - Unit pengukuran bagi transaksi ekonomi. Pada umumnya Mata uang yang digunakan

Lebih terperinci

Transaksi Mata Uang Asing. Bab 13

Transaksi Mata Uang Asing. Bab 13 Transaksi Mata Uang Asing Bab 13 Mengenal Valuta Asing Valuta asing atau biasa disebut juga dengan kata lain seperti valas, foreign exchange, forex atau juga fx adalah mata uang yang di keluarkan sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi dalam perkembangannya ditandai dengan adanya perdagangan

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi dalam perkembangannya ditandai dengan adanya perdagangan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi dalam perkembangannya ditandai dengan adanya perdagangan bebas. Perdagangan bebas merupakan suatu kegiatan jual beli produk antar negara tanpa adanya

Lebih terperinci

PERTEMUAN 14 KONSEP, TRANSAKSI DAN LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING

PERTEMUAN 14 KONSEP, TRANSAKSI DAN LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING PERTEMUAN 14 KONSEP, TRANSAKSI DAN LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mahasiswa dapat menjelaskan masalah-masalah yang timbul akibat nilai kurs mata uang yang menyatakan hubungan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berbagai bidang, termasuk di dalam perdagangan internasional. Pemenuhan

BAB I PENDAHULUAN. berbagai bidang, termasuk di dalam perdagangan internasional. Pemenuhan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Era perdagangan bebas saat ini telah meningkatkan interaksi antara Negara berbagai bidang, termasuk di dalam perdagangan internasional. Pemenuhan kebutuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan masa arus globalisasi pada masa masa ini yang ditandain

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan masa arus globalisasi pada masa masa ini yang ditandain BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan masa arus globalisasi pada masa masa ini yang ditandain dengan perdagangan bebas, dunia usaha telah mengalami peningkatan yang sangat luar biasa.

Lebih terperinci

SISTEM MONETER INTERNASIONAL. Oleh : Dr. Chairul Anam, SE

SISTEM MONETER INTERNASIONAL. Oleh : Dr. Chairul Anam, SE SISTEM MONETER INTERNASIONAL Oleh : Dr. Chairul Anam, SE PENGERTIAN KURS VALAS VALUTA ASING (FOREX) Valas atau Forex (Foreign Currency) adalah mata uang asing atau alat pembayaran lainnya yang digunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memfasilitasi investor untuk berinvestasi, untuk mendapatkan pengembalian yang

BAB I PENDAHULUAN. memfasilitasi investor untuk berinvestasi, untuk mendapatkan pengembalian yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Dalam era persaingan global setiap negara ingin bersaing secara internasional, sehingga dalam hal ini kebijakan yang berbeda diterapkan untuk memfasilitasi investor

Lebih terperinci

TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING

TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 10 tentang Transaksi dalam Mata Uang Asing disetujui dalam Rapat Komite Prinsip Akuntansi Indonesia pada tanggal 24 Agustus

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Smith dan Skousen (2000 : 286) adalah sebagai berikut : A receivable is an

BAB II LANDASAN TEORI. Smith dan Skousen (2000 : 286) adalah sebagai berikut : A receivable is an 5 BAB II LANDASAN TEORI A. PENGERTIAN PIUTANG VALUTA ASING 1. Pengertian Piutang Dalam aktivitas perusahaan jasa, tentunya tidak bisa lepas dari hutang dan piutang. Dalam bab ini penulis akan mendefinisikan

Lebih terperinci

ANALISIS PENGGUNAAN TEKNIK HEDGING CONTRACT FORWARD UNTUK MENGURANGI KERUGIAN SELISIH KURS VALAS ATAS HASIL PENJUALAN EKSPOR

ANALISIS PENGGUNAAN TEKNIK HEDGING CONTRACT FORWARD UNTUK MENGURANGI KERUGIAN SELISIH KURS VALAS ATAS HASIL PENJUALAN EKSPOR ANALISIS PENGGUNAAN TEKNIK HEDGING CONTRACT FORWARD UNTUK MENGURANGI KERUGIAN SELISIH KURS VALAS ATAS HASIL PENJUALAN EKSPOR Jevi Enggawati Moch. Dzulkirom A.R Raden Rustam Hidayat Fakultas Ilmu Administrasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk bekerja dengan lebih efisien dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

BAB I PENDAHULUAN. untuk bekerja dengan lebih efisien dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif dewasa ini, menuntut pengusaha untuk bekerja dengan lebih efisien dalam menghadapi persaingan yang semakin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia juga mengalami peningkatan. Bertambahnya aset dan modal yang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia juga mengalami peningkatan. Bertambahnya aset dan modal yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi yang makin berkembang telah membuka peluang dalam dunia bisnis semakin lebar dan luas. Aset dan modal yang dimiliki perusahaan di Indonesia juga mengalami

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Laporan Keuangan Bank Pada dasarnya bank adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa yang menyangkut bidang likuid dan mengalami perputaran yang cukup tinggi, sehingga tidak

Lebih terperinci

Materi Minggu 6. Lalu Lintas Pembayaran Internasional

Materi Minggu 6. Lalu Lintas Pembayaran Internasional E k o n o m i I n t e r n a s i o n a l 43 Materi Minggu 6 Lalu Lintas Pembayaran Internasional 6.1. Gambaran Umum Lalu Lintas Pembayaran Internasional Transaksi-transaksi pembayaran antar daerah tidak

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1. Kebijakan Akuntansi Perusahaan Dalam Pelaksanaan pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan terdapat kebijakan akuntansi perusahaan yang diterapkan terhadap seluruh transaksi

Lebih terperinci

BAB 4 KURS DAN BURSA VALAS SPOT RATE, CROSS RATE DAN FORWARD RATE

BAB 4 KURS DAN BURSA VALAS SPOT RATE, CROSS RATE DAN FORWARD RATE BAB 4 KURS DAN BURSA VALAS SPOT RATE, CROSS RATE DAN FORWARD RATE I. SPOT RATE DAN MARKET SPOT Spot Rate adalah tingkat nilai tukar (kurs) suatu nilai currency (mata uang suatu negara) terhadap currency

Lebih terperinci

Manajemen Investasi. SUTIA BUDI STIE AHMAD DAHLAN JAKARTA

Manajemen Investasi.  SUTIA BUDI STIE AHMAD DAHLAN JAKARTA Manajemen Investasi SUTIA BUDI sutia_budy@yahoo.com sutiabudi19@gmail.com STIE AHMAD DAHLAN JAKARTA INVESTMENT MANAGEMENT Session 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times Chapter Introduction

Lebih terperinci

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN 188

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN 188 A. PENGERTIAN Foreign exchange market atau sering pula disebut dengan bursa valas adalah suatu mekanisme dimana orang dapat mentransfer daya beli antar negara, memperoleh atau menyediakan kredit untuk

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: Hedging, forward contract, money market, open position, export, account receivable. viii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keywords: Hedging, forward contract, money market, open position, export, account receivable. viii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT This study aims to apply methods that provide the greatest total value of accounts receivable between the use of hedging techniques forward contracts hedge and money market hedge with the implementation

Lebih terperinci

2. Mekanisme Kerja Pasar Valuta Asing 4. Jenis-jenis Pasar Valas

2. Mekanisme Kerja Pasar Valuta Asing 4. Jenis-jenis Pasar Valas 2. Mekanisme Kerja Pasar Valuta Asing Profit dr posisi transaksi yg dilakukan dikenal istilah Lot & Pip. 1 Lot nilainya adl $1000 & 1 pip nilainya adl $10. Se&gkan nilai dolar di bursa valas berbeda dgn

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bidang, hal ini didukung dengan munculnya arus globalisasi yaitu perdagangan bebas

BAB I PENDAHULUAN. bidang, hal ini didukung dengan munculnya arus globalisasi yaitu perdagangan bebas BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Perdagangan dunia telah mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang, hal ini didukung dengan munculnya arus globalisasi yaitu perdagangan bebas

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1.1 Pengertian Transaksi asing / valuta asing Berdasarkan PSAK 10 (2012) valuta asing didefinisikan sebagai mata uang selain mata uang fungsional entitas, sedangankan definisi atas

Lebih terperinci

Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing

Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Perbedaan pasar uang dan pasar modal yaitu: 1. Instrumen yang diperjualbelikan pasar modal yang diperjualbelikan adalah adalah surat-surat berharga jangka panjang seperti

Lebih terperinci

1. LPEI wajib mengelola dan memelihara posisi devisa neto (PDN) secara keseluruhan maupun neraca paling tinggi 20% (dua puluh persen) dari Modal.

1. LPEI wajib mengelola dan memelihara posisi devisa neto (PDN) secara keseluruhan maupun neraca paling tinggi 20% (dua puluh persen) dari Modal. TATA CARA PERHITUNGAN POSISI DEVISA NETO LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA 1. LPEI wajib mengelola dan memelihara posisi devisa neto (PDN) secara keseluruhan maupun neraca paling tinggi 20% (dua puluh

Lebih terperinci

menggunakan asumsi bahwa penghitungan jumlah laba rugi

menggunakan asumsi bahwa penghitungan jumlah laba rugi BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penentuan Kebijakan Mata Uang Fungsional Dan Pengukuran Kembali Laporan Keuangan 1. Asumsi-asumsi Sebelum dilakukan analisis faktor penentu mata uang fungsional

Lebih terperinci

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 30 SEPTEMBER 2003 & 2002

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 30 SEPTEMBER 2003 & 2002 PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA NO POS - POS AKTIVA 1 Kas 62.396 50.624 2 3 4 5 6 7 Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia 999.551 989.589 b. Sertifikat Bank Indonesia - 354.232

Lebih terperinci

AKUNTANSI MULTINASIONAL TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN ENTITAS ASING MATERI AKL 1

AKUNTANSI MULTINASIONAL TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN ENTITAS ASING MATERI AKL 1 AKUNTANSI MULTINASIONAL TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN ENTITAS ASING MATERI AKL 1 Pada saat perusahaan multinasional Indonesia menyusun laporan keuangan untuk pelaporan kepada pemegang sahamnya, perusahaan

Lebih terperinci

Akuntansi Instrumen Derivatif Tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Oleh: Ida Farida

Akuntansi Instrumen Derivatif Tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Oleh: Ida Farida Abstract Akuntansi Instrumen Derivatif Tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Oleh: Ida Farida Makalah ini memberikan penjelasan secara deskriptif mengenai PSAK 55 (Revisi 2006) tentang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berurusan dengan pasar domestik (Winarto, 2008:45). Mata uang tiap negara

BAB I PENDAHULUAN. berurusan dengan pasar domestik (Winarto, 2008:45). Mata uang tiap negara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Transaksi perusahaan dengan perusahaan internasional tidak hanya dilakukan secara tunai, akibatnya timbul hutang maupun piutang dalam bentuk mata uang asing

Lebih terperinci

PSAK NO. 52 - MATA UANG PELAPORAN SEBUAH CONTOH PENERAPAN

PSAK NO. 52 - MATA UANG PELAPORAN SEBUAH CONTOH PENERAPAN 16 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 1, No. 1, Mei 1999 : 16-27 PSAK NO. 52 - MATA UANG PELAPORAN SEBUAH CONTOH PENERAPAN Y. Jogi Christiawan Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Universitas Kristen

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. dapat diduga sebelumnya. Risiko dapat dibedakan menjadi risiko murni dan risiko

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. dapat diduga sebelumnya. Risiko dapat dibedakan menjadi risiko murni dan risiko BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Manajemen Resiko Risiko merupakan kerugian yang diakibatkan oleh sebuah kejadian yang tidak dapat diduga sebelumnya. Risiko dapat dibedakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. valuta asing (Foreign Currency Transactions) terjadi apabila suatu perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. valuta asing (Foreign Currency Transactions) terjadi apabila suatu perusahaan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seluruh atau sebagian transaksi valuta asing atau operasi luar negeri yang merupakan aktivitas dari perusahaan, maka transaksi atas aktivitas tersebut memerlukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. zaman saat ini yang dipengaruhi oleh globalisasi telah. membuat interaksi antar negara semakin meningkat dalam perdagangan

BAB I PENDAHULUAN. zaman saat ini yang dipengaruhi oleh globalisasi telah. membuat interaksi antar negara semakin meningkat dalam perdagangan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan zaman saat ini yang dipengaruhi oleh globalisasi telah membuat interaksi antar negara semakin meningkat dalam perdagangan internasional. Banyak perusahan

Lebih terperinci

P A S A R U A N G. Resiko yang mungkin dihadapi dalam kegiatan investasi di pasar uang antara lain :

P A S A R U A N G. Resiko yang mungkin dihadapi dalam kegiatan investasi di pasar uang antara lain : P A S A R U A N G Sekelompok pasar dimana instrumen kredit jangka pendek (biasanya jatuh tempo dalam waktu 1 tahun atau kurang), yang umumnya berkualitas tinggi diperjual-belikan. Fungsi Pasar Uang : Merupakan

Lebih terperinci

Seksi Informasi Hukum Ditama Binbangkum. UTANG NEGARA i : PEMERINTAH BUKA HEDGING ii UTANG VALUTA ASING (VALAS) Nasional.kontan.co.

Seksi Informasi Hukum Ditama Binbangkum. UTANG NEGARA i : PEMERINTAH BUKA HEDGING ii UTANG VALUTA ASING (VALAS) Nasional.kontan.co. UTANG NEGARA i : PEMERINTAH BUKA HEDGING ii UTANG VALUTA ASING (VALAS) Nasional.kontan.co.id Pemerintah tak mau terus tekor gara-gara fluktuasi nilai tukar. Maka itu, pemerintah akan melakukan hedging

Lebih terperinci

Judul : Analisis Forward Contract Hedging dan Open Position dalam Menghadapi Eksposur Valuta Asing (Studi pada CV Bali Cipta Sarana)

Judul : Analisis Forward Contract Hedging dan Open Position dalam Menghadapi Eksposur Valuta Asing (Studi pada CV Bali Cipta Sarana) Judul : Analisis Forward Contract Hedging dan Open Position dalam Menghadapi Eksposur Valuta Asing (Studi pada CV Bali Cipta Sarana) Nama : Ni Putu Era Larasati NIM : 1306205054 ABSTRAK Perdagangan internasional

Lebih terperinci

Halaman 1 dari 10 UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI AKUNTANSI UJIAN AHIR SEMESTER GENAP 2011/2012

Halaman 1 dari 10 UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI AKUNTANSI UJIAN AHIR SEMESTER GENAP 2011/2012 UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI AKUNTANSI SOAL 1 (20%) UJIAN AHIR SEMESTER GENAP 2011/2012 Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Lanjutan Hari /Tanggal: Selasa, 29 Mei 2012 Waktu : 150

Lebih terperinci

PENJABARAN LAPORAN KEUANGAN DALAM MATA UANG ASING ( Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.11 )

PENJABARAN LAPORAN KEUANGAN DALAM MATA UANG ASING ( Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.11 ) ISSN 1411 0393 PENJABARAN LAPORAN KEUANGAN DALAM MATA UANG ASING ( Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.11 ) Akhmad Riduwan *) ABSTRAK Mata uang pelaporan (reporting currency) bagi perusahaan yang

Lebih terperinci

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 31 MARET 2007 (Dalam Jutaan Rupiah)

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 31 MARET 2007 (Dalam Jutaan Rupiah) NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 31 MARET 2007 KONSOLIDASI NO. POS-POS 31 Mar. 2007 31 Mar. 2006 31 Mar. 2007 31 Mar. 2006 (Tidak Diaudit) (Tidak Audit) (Tidak Diaudit)

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORTIS

BAB II URAIAN TEORTIS 23 BAB II URAIAN TEORTIS A. Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh Pertiwi (2007) pada perusahaan perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI),yang berjudul pengaruh faktorfaktor

Lebih terperinci

Oleh: Sujana, Saefudin Zuhdi dan Purwitayani. Dosen Tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan Bogor ABSTRACT

Oleh: Sujana, Saefudin Zuhdi dan Purwitayani. Dosen Tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan Bogor ABSTRACT JURNAL ILMIAH RANGGAGADING Volume 6 No. 1, April 2006 : 36-40 TEKNIK ANALISIS FORWARD CONTRACT HEDGING DENGAN MONEY MARKET HEDGING DALAM MEMINIMALISASI TINGKAT RISIKO KERUGIAN Studi Kasus Pada PT Elang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH APRIL 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH APRIL 2015 BADAN PUSAT STATISTIK No. 50/05/Th. XVIII, 15 Mei 2015 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH APRIL 2015 APRIL 2015 RUPIAH TERAPRESIASI 0,23 PERSEN TERHADAP DOLAR AMERIKA Rupiah mencatat apresiasi 0,23

Lebih terperinci

RISIKO VALUTA ASING ANDRI HELMI M, SE., MM. MANAJEMEN RISIKO

RISIKO VALUTA ASING ANDRI HELMI M, SE., MM. MANAJEMEN RISIKO RISIKO VALUTA ASING ANDRI HELMI M, SE., MM. MANAJEMEN RISIKO A. Pengertian Pasar Uang Pasar uang (money market) di Indonesia masih relatif baru jika dibandingkan dengan negaranegara maju. Namun, dalam

Lebih terperinci

ANALISIS FORWARD CONTRACT HEDGING DAN OPEN POSITION DALAM MENGHADAPI EKSPOSUR VALUTA ASING (STUDI PADA PT XYZ )

ANALISIS FORWARD CONTRACT HEDGING DAN OPEN POSITION DALAM MENGHADAPI EKSPOSUR VALUTA ASING (STUDI PADA PT XYZ ) 1 ANALISIS FORWARD CONTRACT HEDGING DAN OPEN POSITION DALAM MENGHADAPI EKSPOSUR VALUTA ASING (STUDI PADA PT XYZ ) Mochammad Bagus Alim MS Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya Bagus_alim10@yahoo.com

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Nilai tukar mata uang adalah catatan harga pasar dari mata uang asing (foreign

I. PENDAHULUAN. Nilai tukar mata uang adalah catatan harga pasar dari mata uang asing (foreign 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Nilai tukar mata uang adalah catatan harga pasar dari mata uang asing (foreign currency) dalam harga mata uang domestik (domestic currency) atau harga mata uang domestik

Lebih terperinci

Materi: Irsan Lubis, SE.Ak; Kampus LPMB/STEI Ciledug 1. PDF created with pdffactory Pro trial version

Materi: Irsan Lubis, SE.Ak; Kampus LPMB/STEI Ciledug 1. PDF created with pdffactory Pro trial version SOAL-SOAL AKUNTANSI PERPAJAKAN Kampus LPMB/STEI Ciledug 1 PPh Badan (Pasal 29) 1. DATA: LABA KOMERSIAL Rp.100.000.000 BEBAN PENYUSUTAN menurut Pajak Rp. 20.000.000 BEBAN PENYUSUTAN menurut Akuntansi Rp.

Lebih terperinci

Antisipasi Rencana Pembayaran Hutang Dagang Melalui Pengukuran Translation Exposure dengan Metode Current Rate dan Penggunaan Forward Contract Hedging

Antisipasi Rencana Pembayaran Hutang Dagang Melalui Pengukuran Translation Exposure dengan Metode Current Rate dan Penggunaan Forward Contract Hedging Antisipasi Rencana Pembayaran Hutang Dagang Melalui Pengukuran Translation Exposure dengan Metode Current Rate dan Penggunaan Forward Contract Hedging Aan Soelehan Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi

Lebih terperinci

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Rupiah Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia (kodenya adalah IDR). Nama ini diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut Indonesia menggunakan

Lebih terperinci

BAB V TEKNIK MENGELOLA ASSET VALUTA ASING

BAB V TEKNIK MENGELOLA ASSET VALUTA ASING BAB V TEKNIK MENGELOLA ASSET VALUTA ASING Dalam kegiatan operasional usaha khususnya perusahaan internasional termasuk juga Multinational Enterprise (MNE) akan menghadapi risiko baik risiko premium maupun

Lebih terperinci

JUMLAH AKTIVA

JUMLAH AKTIVA NERACA 31 DESEMBER 2007 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan bank 3 866.121.482 3.038.748.917 Piutang usaha - bersih Hubungan istimewa 2b, 2c, 4, 5, 8 2.635.991.416 328.548.410 Pihak ketiga - setelah dikurangi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESA. Seasoned equity offerings (SEO) merupakan penawaran saham tambahan yang dilakukan

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESA. Seasoned equity offerings (SEO) merupakan penawaran saham tambahan yang dilakukan BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESA 2.1 Seasoned Equity Offerings (SEO) Seasoned equity offerings (SEO) merupakan penawaran saham tambahan yang dilakukan perusahaan yang listed di pasar modal,

Lebih terperinci

Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing

Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK No. 11 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 11 tentang Penjabaran Laporan

Lebih terperinci

KONSOLIDASI POS-POS. Des 2005 Des 2004 Des 2005 Des 2004 AKTIVA 41,215 28,657

KONSOLIDASI POS-POS. Des 2005 Des 2004 Des 2005 Des 2004 AKTIVA 41,215 28,657 NERACA POS-POS KONSOLIDASI Des 2005 Des 2004 Des 2005 Des 2004 1. AKTIVA Kas 41,215 28,657 2. Penempatan pada Bank Indonesia 850,832 615,818 a. Giro Bank Indonesia 732,894 554,179 b. Sertifikat Bank Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1. Nilai tukar tetap, antara 1970 sampai dengan Nilai tukar mata uang mengambang, antara 1978 sampai dengan 1997.

BAB I PENDAHULUAN. 1. Nilai tukar tetap, antara 1970 sampai dengan Nilai tukar mata uang mengambang, antara 1978 sampai dengan 1997. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank Indonesia adalah satu-satunya penerbit mata uang Rupiah dan bertanggung jawab dalam mempertahankan stabilitas Rupiah. Sejak tahun 1970, Indonesia telah

Lebih terperinci

FOREIGN CURRENCIES TRANSLATIONS

FOREIGN CURRENCIES TRANSLATIONS hapter 6 Part 2 FOREIGN URRENIES TRANSLATIONS TRANSLATIONS METOD By MASINA, SE, MSI Email: sisin@suryasoft.com Mahsina_se@hotmail.com ALASAN TRANSLASI Alasan utama translasi valuta asing adalah penyusunan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. maka meningkatkan juga aktivitas perdagangan international. Beberapa aktivitas

BAB 1 PENDAHULUAN. maka meningkatkan juga aktivitas perdagangan international. Beberapa aktivitas BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan meningkatnya pasar bebas, globalisasi, tuntutan ekonomi maka meningkatkan juga aktivitas perdagangan international. Beberapa aktivitas perdagangan international

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perubahan nilai tukar merupakan salah satu sumber ketidakpastian makroekonomi

BAB I PENDAHULUAN. Perubahan nilai tukar merupakan salah satu sumber ketidakpastian makroekonomi BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perubahan nilai tukar merupakan salah satu sumber ketidakpastian makroekonomi yang mempengaruhi perusahaan. Kerugian dan kebangkrutan banyak perusahaan dalam beberapa

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Growth Opportunity,

BAB V PENUTUP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Growth Opportunity, 87 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Growth Opportunity, Leverage, Firm Size, Cash Ratio,dan Current Ratio terhadap probabilitas perusahaan menggunakan instrument

Lebih terperinci

STIE DEWANTARA Pengelolaan Risiko Pasar

STIE DEWANTARA Pengelolaan Risiko Pasar Pengelolaan Risiko Pasar Manajemen Risiko, Sesi 7 Latar Belakang Risiko Pasar adalah risiko pada posisi neraca dan rekening administratif termasuk transaksi derivatif, akibat perubahan secara keseluruhan

Lebih terperinci

1. jelaskan faktor-faktor penting yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan dunia akuntansi!

1. jelaskan faktor-faktor penting yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan dunia akuntansi! 1. jelaskan faktor-faktor penting yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan dunia akuntansi! Ada 8 faktor yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan akuntansi, antara lain

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang

BAB I PENDAHULUAN. semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kompleksitas sistem pembayaran dalam perdagangan internasional semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang berkembang akhir-akhir ini.

Lebih terperinci

Kuliah II Manajemen Keuangan Internasional

Kuliah II Manajemen Keuangan Internasional Kuliah II Manajemen Keuangan Internasional Pasar Valuta Asing/Devisa The Foreign Exchange Market By : Pedro Ximenes ST,MM Pengertian Pasar Devisa/Valas Pasar Valuta Asing/Devisa. Pengertian : Pasar valuta

Lebih terperinci

Transaksi NPI terdiri dari transaksi berjalan, transaksi modal dan finansial.

Transaksi NPI terdiri dari transaksi berjalan, transaksi modal dan finansial. BY : DIANA MA RIFAH Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) merupakan statistik yang mencatat transaksi ekonomi antara penduduk Indonesia dengan bukan penduduk pada suatu periode tertentu (biasanya satu tahun).

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian sebelumnya. Berikut ini akan diuraikan beberapa penelitian terdahulu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian sebelumnya. Berikut ini akan diuraikan beberapa penelitian terdahulu BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Pembahasan yang dilakukan pada penelitian ini merujuk pada penelitian sebelumnya. Berikut ini akan diuraikan beberapa penelitian terdahulu beserta persamaan

Lebih terperinci

DEFINISI DAN JENIS PASAR KEUANGAN

DEFINISI DAN JENIS PASAR KEUANGAN PASAR KEUANGAN DEFINISI DAN JENIS PASAR KEUANGAN DEFINISI: Bertemunya pihak yg kelebihan dana dan kekurangan dana JENIS: Pasar Modal VS Pasar Uang Pasar Spot VS Pasar Forward Pasar Perdana VS Pasar Sekunder

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Mata uang

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Mata uang BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penerapan Akuntansi Dana Pensiun KWI 1. Deskriptif Kualitatif a. Penyajian Laporan Keuangan Laporan keuangan Dana Pensiun KWI disusun dengan menggunakan prinsip dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelaku binis mengenai currency (mata uang) yang akan dipakai dalam kontrak

BAB I PENDAHULUAN. pelaku binis mengenai currency (mata uang) yang akan dipakai dalam kontrak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perdagangan antar negara pada umumnya menimbulkan pilihan bagi pelaku binis mengenai currency (mata uang) yang akan dipakai dalam kontrak dagang yang akan dilakukan.

Lebih terperinci

Nanang Hendarsah. Direktur Task Force Program Pendalaman Pasar Keuangan

Nanang Hendarsah. Direktur Task Force Program Pendalaman Pasar Keuangan Nanang Hendarsah Direktur Task Force Program Pendalaman Pasar Keuangan Jakarta, 1 Juni 2015 2 1 2 3 4 5 Tujuan Penyempurnaan Ketentuan Skema Transaksi Cross Currency Swap (CCS) Skema Transaksi Dengan Settlement

Lebih terperinci

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Manajemen modal kerja adalah salah satu aktivitas penting dalam mengelola perusahaan. Pengelolaan modal kerja yang baik akan menentukan keberlangsungan operasional perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini perekonomian menjadi semakin terbuka. Kini hampir semua

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini perekonomian menjadi semakin terbuka. Kini hampir semua BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini perekonomian menjadi semakin terbuka. Kini hampir semua negara menerapkan perekonomian terbuka yang mengarah kepada sistem perdagangan internasioal. Dengan

Lebih terperinci

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (Dalam Jutaan Rupiah)

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (Dalam Jutaan Rupiah) NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN KONSOLIDASI NO. POSPOS Per 30 Sept 2007 Per 30 Sept 2006 Per 30 Sept 2007 Per 30 Sept 2006 (Tidak Diaudit) (Tidak Audit) (Tidak Diaudit)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perdagangan dunia yang semakin pesat di berbagai bidang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perdagangan dunia yang semakin pesat di berbagai bidang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan perdagangan dunia yang semakin pesat di berbagai bidang menyebabkan terbukanya kesempatan hubungan dagang antar negara sehingga kegiatan usaha

Lebih terperinci

PDF created with pdffactory Pro trial version

PDF created with pdffactory Pro trial version MASALAH BUNGA DALAM PENJUALAN ANGSURAN Dalam penjualan angsuran pada umumnya ada 4 kebijakan yang berkaitan dengan cara perhitungan bunga. 1. Bunga diperhitungkan dari sisa harga selama jangka waktu angsuran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Uang merupakan suatu alat tukar yang memiliki peranan penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. Uang merupakan suatu alat tukar yang memiliki peranan penting dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Uang merupakan suatu alat tukar yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Uang mempermudah manusia untuk saling memenuhi kebutuhan hidup dengan cara melakukan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Mata uang asing (valuta asing) merupakan suatu komoditas yang memiliki nilai

I. PENDAHULUAN. Mata uang asing (valuta asing) merupakan suatu komoditas yang memiliki nilai I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Mata uang asing (valuta asing) merupakan suatu komoditas yang memiliki nilai ekonomis. Hal ini dikarenakan adanya permintaan yang timbul karena adanya kepentingan

Lebih terperinci

Irsan Lubis, SE.Ak,BKP

Irsan Lubis, SE.Ak,BKP Irsan Lubis, SE.Ak,BKP 0818 06375490 TUJUAN Menyelesaikan kasus praktik akuntansi dengan menggunakan Accurate Accounting Software MK. Praktik Kerja Akuntansi MK. Praktik Komputer Akuntansi Tahap Pekerjaaan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/ 8 / PBI/ 2013 TENTANG TRANSAKSI LINDUNG NILAI KEPADA BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/ 8 / PBI/ 2013 TENTANG TRANSAKSI LINDUNG NILAI KEPADA BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/ 8 / PBI/ 2013 TENTANG TRANSAKSI LINDUNG NILAI KEPADA BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan Bank Indonesia adalah

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN HEDGING, SWAPS CONTRACT DENGAN FORWARD CONTRACT UNTUK MEMINIMALISASI KERUGIAN SELISIH KURS VALAS ATAS HASIL PENJUALAN EKSPOR

ANALISIS PERBANDINGAN HEDGING, SWAPS CONTRACT DENGAN FORWARD CONTRACT UNTUK MEMINIMALISASI KERUGIAN SELISIH KURS VALAS ATAS HASIL PENJUALAN EKSPOR Journal Applied Buisiness and Economics Volume 1 Nomor 4 Juni 2015 ANALISIS PERBANDINGAN HEDGING, SWAPS CONTRACT DENGAN FORWARD CONTRACT UNTUK MEMINIMALISASI KERUGIAN SELISIH KURS VALAS ATAS HASIL PENJUALAN

Lebih terperinci

Please purchase PDFcamp Printer on to remove this watermark. NILAI TUKAR DAN NERACA PEMBAYARAN MEET-11

Please purchase PDFcamp Printer on  to remove this watermark. NILAI TUKAR DAN NERACA PEMBAYARAN MEET-11 NILAI TUKAR DAN NERACA PEMBAYARAN MEET-11 HAKEKAT TRANSAKSI VALUTA ASING Pasar valuta asing Pasar valuta asing (foreign exchange market / forex) atau disingkat valas merupakan suatu jenis perdagangan atau

Lebih terperinci

Laporan Keuangan Triwulanan 30 September 2009

Laporan Keuangan Triwulanan 30 September 2009 Laporan Keuangan Triwulanan 30 September 2009 Bangkok Bank Public Company Limited Jakarta Branch NERACA BANGKOK BANK PCL Per 30 September 2009 dan 2008 (dlm.jutaan rupiah) No. POS - POS 30 September 2009

Lebih terperinci

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi (Mata Uang Indonesia) - 1 - NERACA KONSOLIDASI 30 Juni 2002 2001 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas (Catatan 2c, 3 dan 26)

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGISIAN LAPORAN PROFIL MATURITAS

PEDOMAN PENGISIAN LAPORAN PROFIL MATURITAS PEDOMAN PENGISIAN LAPORAN PROFIL MATURITAS UMUM A. Laporan Profil Maturitas menyajikan pos-pos aset, kewajiban, dan rekening administratif yang dipetakan ke dalam skala waktu. Pemetaaan dilakukan berdasarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia usaha di era globalisasi sekarang ini semakin

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia usaha di era globalisasi sekarang ini semakin BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha di era globalisasi sekarang ini semakin hari dapat dikatakan semakin berkembang. Perdagangan yang semakin meluas tidak lagi terbatas

Lebih terperinci

Business Combination (Penggabungan Usaha)

Business Combination (Penggabungan Usaha) Business Combination (Penggabungan Usaha) Irsan Lubis, SE.Ak Adalah: Business Combination PENYATUAN DUA ATAU LEBIH BADAN USAHA UNTUK MENDIRIKAN SUATU BADAN USAHA BARU. Ketentuan penggabungan usaha ini

Lebih terperinci

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham) NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham) AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Bank 2.b, 4 7.079.491 4.389.630 Investasi Jangka Pendek 2.d, 5 6.150 6.150 Piutang Usaha 2.b,

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN HEDGING ANTARA FORWARD CONTRACT DENGAN CURRENCY SWAP UNTUK MEMINIMASI RISIKO FOREIGN EXCHANGE

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN HEDGING ANTARA FORWARD CONTRACT DENGAN CURRENCY SWAP UNTUK MEMINIMASI RISIKO FOREIGN EXCHANGE ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN HEDGING ANTARA FORWARD CONTRACT DENGAN CURRENCY SWAP UNTUK MEMINIMASI RISIKO FOREIGN EXCHANGE Ni Wayan Eka Mitariani (1) I.B. Panji Sedana (2) I.B. Badjra (3) (1) Program

Lebih terperinci

Materi AP-7 1. Bab 7 KOMITMEN. Pencatatan Komitmen Dalam Laporan Keuangan. Pencatatan KOMITMEN MENURUT JENIS TRANSAKSI AKUNTANSI KOMITMEN & KONTIJEN

Materi AP-7 1. Bab 7 KOMITMEN. Pencatatan Komitmen Dalam Laporan Keuangan. Pencatatan KOMITMEN MENURUT JENIS TRANSAKSI AKUNTANSI KOMITMEN & KONTIJEN KOMITMEN Bab 7 KOMITMEN & KONTIJEN Komitmen adalah suatu ikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara sepihak, dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama

Lebih terperinci

MATA UANG FUNGSIONAL SEBAGAI MATA UANG PELAPORAN DAN PENCATATAN SESUAI PSAK 52

MATA UANG FUNGSIONAL SEBAGAI MATA UANG PELAPORAN DAN PENCATATAN SESUAI PSAK 52 MATA UANG FUNGSIONAL SEBAGAI MATA UANG PELAPORAN DAN PENCATATAN SESUAI PSAK 52 Yuliawati Tan Fakultas Ekonomi Universitas Surabaya Abstract : For companies which use foreign currencies repetitively in

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menjadi sarana untuk melakukan hedging, speculation, dan arbitrage.

BAB I PENDAHULUAN. menjadi sarana untuk melakukan hedging, speculation, dan arbitrage. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ekonomi Indonesia menyebabkan beberapa instrumen keuangan seperti saham, obligasi, hingga derivatif menjadi sarana untuk melakukan investasi. Tidak hanya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Piutang adalah bagian dari aktiva perusahaan yang bersifat lancar umumnya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Piutang adalah bagian dari aktiva perusahaan yang bersifat lancar umumnya 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Piutang 1. Pengertian Piutang Piutang adalah bagian dari aktiva perusahaan yang bersifat lancar umumnya berupa kas yang masih akan diterima di masa yang akan datang dan terdapat

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Tbk dari tahun 2002 hingga tahun 2004 dengan menggunakan metode analisis horizontal

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Tbk dari tahun 2002 hingga tahun 2004 dengan menggunakan metode analisis horizontal BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1. Simpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap neraca dan laporan laba-rugi PT Astra Otoparts Tbk dari tahun 2002 hingga tahun 2004 dengan menggunakan metode analisis horizontal

Lebih terperinci

Asset Liabilities Management (ALMA) Foreign Exchange Management

Asset Liabilities Management (ALMA) Foreign Exchange Management Asset Liabilities Management (ALMA) Foreign Exchange Management Foreign Exchange Management Poundsterling Exchange of currencies on a specified date Counterparty B Counterparty A US Dollar Trading Hours

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seperti yang kita ketahui di setiap negara memiliki mata uang yang berbeda-beda antara negara yang satu dengan negara yang lain, sehingga dalam melakukan suatu

Lebih terperinci

AKUNTANSI TERHADAP MODAL SAHAM

AKUNTANSI TERHADAP MODAL SAHAM AKUNTANSI TERHADAP MODAL SAHAM (Materi 2) Beberapa istilah tentang Modal Saham : 1. Modal Dasar / Otorisasi Modal Saham Jumlah lembar saham dan nilai nominalnya pada saat pendirian perusahaan, dan dicantumkan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Perekonomian Indonesia saat ini sudah tidak dapat terpisahkan lagi dengan

I. PENDAHULUAN. Perekonomian Indonesia saat ini sudah tidak dapat terpisahkan lagi dengan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perekonomian Indonesia saat ini sudah tidak dapat terpisahkan lagi dengan perekonomian dunia. Hal ini terjadi setelah dianutnya sistem perekonomian terbuka yang dalam aktivitasnya

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Hampir semua transaksi perdagangan internasional pada saat ini menggunakan

I. PENDAHULUAN. Hampir semua transaksi perdagangan internasional pada saat ini menggunakan I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hampir semua transaksi perdagangan internasional pada saat ini menggunakan Fiat Money. 1 Mata uang ini telah sangat luas digunakan oleh masyarakat dunia sebagai alat

Lebih terperinci

valuta asing tersebut dibutuhkan untuk keperluan transaksi ekspor-impor.

valuta asing tersebut dibutuhkan untuk keperluan transaksi ekspor-impor. BAB II LANDASAN TEORI A. Ruang Lingkup Pasar Valuta Asing 1. Pengertian Pasar Valuta Asing Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual-beli, dalam hal ini perdagangan

Lebih terperinci