I MADE SADHA SUARDIKHA ( Universitas Udayana ) SUTRISNO T. EKO GANIS SUKOHARSONO BAMBANG PURNOMOSIDHI ( Universitas Brawijaya ) Abstract

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "I MADE SADHA SUARDIKHA ( Universitas Udayana ) SUTRISNO T. EKO GANIS SUKOHARSONO BAMBANG PURNOMOSIDHI ( Universitas Brawijaya ) Abstract"

Transkripsi

1 PENGARUH IMPLEMENTASI BUDAYA TRI HITA KARANA TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DIMEDIASI KEYAKINAN-DIRI ATAS KOMPUTER, KEINOVATIFAN PERSONAL, PERSEPSI KEGUNAAN, DAN PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI BALI I MADE SADHA SUARDIKHA ( Universitas Udayana ) SUTRISNO T. EKO GANIS SUKOHARSONO BAMBANG PURNOMOSIDHI ( Universitas Brawijaya ) Abstract This study aims to examine and analyze the influence of Tri Hita Karana (THK) culture on the use of Accounting Information System (AIS), either directly or indirectly mediated by the main Technology Acceptance Model (TAM) variables (perceived usefulness and perceived ease of use) and external variables of TAM (computer self-efficacy and personal innovativeness); the influence of THK culture on computer self-efficacy, and personal innovativeness; influence perceived usefulness and perceived ease of use on the use of AIS as an expression of the success of AIS. This research is located in Bali with the object of Rural Banks (Bank Perkreditan Rakyat). Variables examined consisted of six, namely: THK Culture, computer self-efficacy, Personal innovativeness, Perceived usefulness, Perceived ease of use, and Use of AIS. This study look at the entire population of Rural Banks in Bali. Required data collected by census using a list of questions asked to the respondents. The data has been collected was analyzed using an analysis tool SEM, PLS Smart 2.0 M3 approach. The results of this study show that: 1) THK culture influences computers self-efficacy, personal innovativeness, and the use of AIS as an expression of the success of AIS; 2) THK Cultural affect the use of AIS is mediated by computer self-efficacy, personal innovativeness, perceived usefulness, and perceived ease of use; 3) Computer self-efficacy affects the perceived usefulness and perceived ease of use; 4) Personal innovativeness affects perceived usefulness and perceived ease of use; and 5) the perceived usefulness and perceived ease of use affect the use of AIS. Keyword: THK Culture, Computer self-efficacy, Personal innovativeness, Perceived usefulness, Perceived ease of use, and Use of AIS. 1

2 1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang SFAC No. 2 menyatakan bahwa Sistem Informasi (SI) mempunyai peranan penting dalam akuntansi. FASB, Bodnar and Hopwood (1990), Halim (1994: 30), dan Hartono (1994: 47) menjelaskan bahwa akuntansi sebagai SI karena tujuan akuntansi adalah menyediakan informasi bagi pengambil keputusan. Setiap perusahaan berhadapan dengan masalah pengambilan keputusan. Informasi yang memadai (akurat, tepat waktu, dan tepat nilainya) merupakan solusinya yang umumnya dihasilkan oleh SI berbasis komputer. SI berbasis komputer atau Teknologi Informasi (TI) disebut SIA (Hartono, 1994: 48 dan McLeod, 1996). Informasi dihasilkan oleh SIA yang dikembangkan perusahaan diadakan untuk menunjang aktivitas usaha di semua tingkatan organisasi. Faktor manusia merupakan hal penting dalam pengembangan sistem (Burch et. al., 1991) dan faktor manusia sangat menentukan kesuksesan penerapan SIA (Halim, 1994: 259). Oleh karena itu perlu dipertimbangkan faktor budaya dalam penerimaan dan penggunaan SIA karena budaya mempunyai dampak besar terhadap prilaku dan praktik manusia di dalam melaksanakan kegiatannya. Faktor budaya merupakan faktor penting dalam membentuk konteks utilisasi teknologi dan kinerja telah lama diakui (Lippert and Volkmar, 2007). Budaya secara luas dipercaya mempunyai dampak besar terhadap perilaku dan praktik individu di seluruh dunia (McCoy et. al., 2007). Salah satu dari dimensi budaya Hofstede: individualisme-kolektivisme memengaruhi orang-orang dalam membentuk kepercayaan yang mungkin memengaruhi kerelaan orang-orang untuk percaya kepada SI yang berbasis TI (Doney et. al., 1998). Nilai budaya dapat memengaruhi ciri-ciri dan kepercayaan yang berhubungan dengan TI (Srite et.al., 2008). Kesuksesan SI digambarkan dengan adanya kepuasan yang dirasakan oleh pengguna SI, atau dapat digambarkan dengan adanya penggunaan SI oleh pengguna secara berkesinambungan (Choe, 1996; McGill et. al., 2003; Iivary, 2005; Radityo dan Zulaikha, 2007). Penelitian ini dilakukan di Bali dengan objek penelitian: Bank Perkreditan Rakyat (BPR) karena adanya fenomena yang menarik untuk diteliti pada BPR yang beroperasi di Bali. Penelitian-penelitian sebelumnya menggunakan 2

3 model DeLone and McLean dan model Technology Acceptance Model (TAM) yang satu sama lainnya menunjukkan hasil yang tidak konsisten berkaitan dengan pengukuran kesuksesan SI/TI. Bertolak dari hal tersebut di atas, penelitian ini menganalisis penggunaan SIA yang mengekpresikan kesuksesan SIA dengan menggunakan TAM ditambah dan diintegrasikan dengan variabel eksternal, seperti keyakinan-diri atas komputer, keinovatifan personal, dan budaya THK. Keyakinan-diri atas komputer dan keinovatifan personal merupakan variabel ekternal yang menunjukkan perbedaan-perbedaan (ciri-ciri) individual yang dapat memengaruhi penggunaan SIA. Budaya THK merupakan budaya lokal yang diduga dapat memengaruhi penggunaan SIA baik secara langsung maupun tidak langsung melalui keyakinan-diri atas komputer, keinovatifan personal, persepsi kegunaan, dan persepsi kemudahan penggunaan. Berdasarkan pada latar belakang masalah dan penjelasan tersebut di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Apakah budaya THK berpengaruh terhadap keyakinan-diri atas komputer, keinovatifan personal, dan penggunaan SIA; (2) Apakah budaya THK berpengaruh terhadap penggunaan SIA dimediasi keyakinan-diri atas komputer, keinovatifan personal, persepsi kegunaan, dan persepsi kemudahan penggunaan; (3) Apakah keyakinan-diri atas komputer dan keinovatifan personal berpengaruh terhadap persepsi kegunaan; (4) Apakah keyakinandiri atas komputer dan keinovatifan personal berpengaruh terhadap persepsi kemudahan penggunaan; dan (5) Apakah persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap penggunaan SIA. 1.2 Motivasi Penelitian Belum banyak yang mau menerima dan menggunakan SI berbasis TI (Darsono, 2005). Pada hal, SI berbasis TI dewasa ini merupakan suatu tuntutan dalam rangka menunjang kelancaran operasional suatu perusahaan. Demikian halnya, BPR sangat membutuhkan SI berbasis TI khususnya SIA dalam mengelola bisnisnya. Namun SIA yang digunakan tidak didukung oleh aparat BPR sehingga BPR banyak yang kecolongan dalam hal mengelola keuangannya. Penelitian yang dilakukan di Indonesia telah banyak menggunakan variabel kepuasan pengguna untuk mengukur kesuksesan SI. Penelitian tersebut dilakukan oleh Chandrarin dan 3

4 Indriantoro (1997), Budiartha (2006), Restuningdiah (2006), Radityo dan Zulaikha (2007), dan Handayani (2007). Pemerintah Daerah Bali mengembangkan visi pembangunan berdasarkan budaya THK (Windia dan Dewi, 2007: 23). Oleh karena itu, budaya THK seharusnya mampu dijabarkan dan dilaksanakan oleh seluruh komponen masyarakat di Bali, termasuk kalangan pengusaha yang mengembangkan usahanya di Bali dan khususnya BPR di Bali. 1.3 Tujuan dan Konstribusi Penelitian Berdasarkan latar belakang dan permasalahan tersebut di atas, maka yang menjadi tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh implementasi budaya THK terhadap penggunaan SIA sebagai ekspresi kesuksesan SIA, baik langsung maupun tidak langsung dimediasi oleh variabel utama TAM (persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan) dan variabel eksternal TAM (keyakinan-diri atas komputer dan keinovatifan personal). Selain tujuan tersebut di atas, penelitian ini juga mempunyai konstribusi, yaitu: 1) Konstribusi teoretis penelitian ini adalah penerapan budaya THK mempunyai pengaruh terhadap fenomena penggunaan dan penerimaan SIA, hal ini memperkuat teori TAM; 2) Konstribusi bagi dunia praktik, yaitu: (a) sebagai petunjuk bagi pengambil keputusan untuk menerapkan secara konsisten budaya THK dalam pengembangan SIA sehingga dapat memperkecil kegagalan pengembangan SIA, (b) dapat digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki praktik operasional BPR berkaitan dengan penggunaan SIA; dan 3) Konstribusi kebijakan bagi dunia usaha khususnya usaha BPR di Bali dalam menentukan kebijakan perusahaan pihak manajemen perlu memperhatikan faktor-faktor strategik khususnya budaya THK untuk mendukung kesuksesan pengembangan SIA. 2. Kerangka Teoretis dan Pengembangan Hipotesis 2.1 Akuntansi sebagai Sistem Informasi (SI) a. SI versus Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan SIA Penerapan SI di dalam organisasi untuk mendukung informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen disebut sebagai SIM (Hartono, 1994: 39). SIM dalam organisasi yang kecil hampir semuanya diwakili oleh SIA, sedangkan dalam organisasi yang lebih besar SIA merupakan 4

5 subsistem dari SIM (Wilkinson et. al., 2000: 15). SIA merupakan subsistem yang terbesar dari SIM karena sebagian besar sumber informasi yang dibutuhkan manajemen dihasilkan oleh SIA. b. Pengembangan SI Teknis dan Kualitas SI telah berkembang dengan kemajuan yang cukup pesat (Jogiyanto, 2007). SI yang berhasil adalah SI yang dapat memberikan kepuasan bagi pemakainya dan digunakan seccra berulang-ulang (Radityo dan Zulaikha, 2007; Ives et. al., 1983; Iivary, 2005; DeLone dan McLean, 1992). Keberhasilan SI perlu dijaga karena SI mempunyai keterbatasan sehinga SI menjadi usang. Setiap organsasi yang mengembangkan SI, siklus hidup pengembangan SI (System Development Life Cycles/SDLC) pasti dilalui (Bodnar dan Hopwood, 1990). c. Penggunaan SI/TI sebagai Ekspresi Kesuksesan SI/TI Davis (1989) meletakkan model dasar penerimaan teknologi berbasis pada penggunaan teknologi dan dampaknya pada individu. Teknologi dikatakan sukses (berhasil) jika dapat diterima yang ditandai dgn keinginan utk menggunakan dan bermuara pada penggunaan. DeLone and McLean (1992) menunjukkan bahwa sekitar 27 penelitian menggunakan penggunaan dan 38 penelitian menggunakan dampak individu sbg dimensi pengukur kesuksesan SI. Nugroho (2008) menjelaskan bahwa telah banyak penelitian-penelitian sebelumnya yang menggunakan variabel penggunaan sistem dan kepuasan pemakai sebagai indikator kesuksesan suatu sistem, misalnya Alavi and Henderson (1981), Ginzberg (1981), dan Raymond (1985). 2.2 Model Penerimaan Teknologi (TAM) Model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model/TAM) pertama kali dikembangkan oleh Davis, 1986 merupakan model SI yang dikembangkan untuk memprediksi pengadopsian dan penggunaan SI. TAM merupakan aplikasi dari teori tindakan beralasan /Theory of Reasoned Action (TRA) yg diadopsi secara luas. TAM menambahkan dua konstruk utama ke dalam model TRA, yaitu: kegunaan dan kemudahan penggunaan disamping kontstruk lainnya, yaitu minat untuk menggunakan dan penggunaan (Davis,1989). Tujuan model ini adalah untuk dapat menjelaskan faktor-faktor utama dari perilaku pengguna teknologi informasi terhadap penerimaan dan penggunaan teknologi informasi itu sendiri. 5

6 Beberapa studi telah berfokus kepada penambahan atau evaluasi model TAM, daya tarik dan manfaatnya telah didukung secara, misalnya (1) Deg et. al. (2005) mereview 40 studi TAM dan menemukan dukungan umum terhadap model inti, (2) Analisis meta King dan HE (2006) menunjukkan TAM sebagai model prediktif kuat yang tepat untuk bermacam-macam kategori teknologi (McCoy et. al., 2007). Dalam perkembangannya para peneliti mencoba mengekstensi TAM dengan menambah variabel eksternal (misal: keyakinan-diri atas computer, keinovatifan personal, kecemasan komputer, budaya dll.) sebagai anteseden variabel utama (kegunaan dan kemudahan penggunaan): Compeau and Higgins (1995), Karahana et. al. (1999), Agarwal and Karahanna (2000), Tatcher and Perrewe (2002), Hong et. al. (2002),Thatcher et. al. (2003), Verkantesh et. al., 2003, Mao, et. al. (2005), Ndubisi et. al. (2005), Darsono (2005), Hassan (2006), Yi et. al. (2006), Hassan (2007), Wang et.al. (2008), dan Srite, et. al. (2008). 2.3 Budaya Budaya adalah sebuah pemrograman pikiran kolektif yang membedakan anggota satu kelompok atau kategori orang-orang dari lainnya. Budaya mencerminkan gabungan sifat manusia dan kepribadian (Hofstede 1991). Budaya didefinisikan sebagai norma, kepercayaan dan nilai yang menyebar dan luas di mana memandu kehidupan sehari-hari dari kelompok (Kotter and Heskett, 2002). Orang-orang beraktivitas di dunia bisnis perlu menyadari bahwa setidaknya ada tiga level budaya yang mungkin memengaruhi aktivitas suatu perusahaan. Level budaya ini meliputi budaya nasional, budaya bisnis, dan budaya organisasional serta pekerjaan (Kotter and Heskett, 2002). Budaya nasional adalah budaya yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat yang tinggal di sebuah wilayah (negara) (Hofstede, 1991). Kotter and Heskett (2002) mendifinisikan budaya nasional tersebut adalah budaya dominan dalam batas politik negara, yang biasanya menampilkan budaya orang-orang dengan populasi terbesar atau kekuatan ekonomi atau politik terbesar. Dengan demikian, budaya THK merupakan budaya lokal yang bersumber dari kearifan lokal, sehingga dapat dikatakan sebagai budaya nasional karena berbagai faktor seperti etnis, ekonomi, politik, agama, ataupun bahasa memberikan kontribusi dalam pembentukan budaya nasional (Kotter and Heskett, 2002). a. Budaya THK 6

7 Filosofi THK dikenal dalam dimensi hidup orang Bali yang merupakan tradisi masyarakat Hindu di Bali. Prinsip THK merupakan filosofi yang diajarkan di dalam Bhagawadghita, yaitu mengajarkan tentang 3 hal pokok kepada manusia untuk mencapai kebahagiaan tertinggi: dharma/kebenaran Tuhan dan hakekat manusia, meningkatkan kekeyakinan hati akan kebenaran Tuhan, dan bagaimana berbuat di dalam kebenaran Tuhan (Palguna, 2007). THK diartikan sebagai tiga penyebab kesejahteraan yang bersumber pada keharmonisan hubungan antara: manusia dengan Tuhannya (parahyangan), manusia dengan alam lingkungannya (palemahan), dan manusia dengan sesamanya (pawongan) (Kaler, 1983; Surpha, 1991; Pitana, 1994; Dalem, 2007; Palguna, 2007; dan Agung, 2009). THK sesungguhnya mengandung nilai-nilai universal karena THK merupakan filosofi tentang harmoni dan kebersamaan yang dalam konsep maupun penerapannya tidak mengenal perbedaan ras, suku, keturunan, agama, dan ada pada semua ajaran agama di dunia (Arif dan Pusposutardjo, 1999 dalam Windia dan Dewi, 2007; Agung, 2009). Ini menunjukkan implementasi budaya THK pada bisnis merupakan bukti bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalam budaya nasional telah digunakan dan diimplementasikan di dalam praktik budaya organisasi. Koentjaraningrat (2008) menjelaskan bahwa konsep THK ini pada dasarnya analog dengan sistem kebudayaan yang memiliki 3 elemen, yaitu: 1) elemen/subsistem pola pikir/konsep/nilai, 2) subsistem sosial, dan 3) subsistem artifak/kebendaan. Demikian halnya Schein (2004) menyatakan bahwa budaya ditunjukkan oleh tiga tingkatan, yaitu: perilaku dan artifak, kepercayaan dan nilai, dan asumsi-asumsi dasar. b. Budaya Organisasi Budaya organisasi adalah suatu sistem nilai yang dirasakan maknanya oleh seluruh orang dalam organisasi. Nilai-Nilai inilah yang berfungsi sebagai landasan untuk berperilaku bagi setiap jajaran yang ada dalam organisasi dalam setiap gerak dan langkah akvitasnya (Susanto et. al., 2008: 7). Budaya organisasi terdiri atas beberapa elemen, seperti yang disebutkan oleh beberapa pakar organisasi dan budaya. Adapun pandangan para pakar tersebut, antara lain: 1) berdasarkan tulisan Inkeles dan Levinson, Hofstede menyebut 4 culture dimensions tesebut sebagai jarak kekuasaan, individualisme versus kolektivisme, maskulinitas versus femininitas, dan penghindaran ketidakpastian. Dikemukakan bahwa agama merupakan salah satu cara manusia untuk bertindak di 7

8 dalam melakukan pilihan untuk menghindari ketidakpastian (uncertainty avoidance) Hofstede (1991); 2) Schein (2004) menyebutkan ada 3 tingkatan elemen budaya organisasi, yaitu: a) artifacts, b) espoused beliefs and values, dan c) underlying assumptions; dan 3) sebagai suatu sistem kebudayaan, budaya memiliki tiga elemen, yaitu: a) subsistem nilai, b) subsistem sosial, c) dan subsistem artifak (Koentjaraningrat, 2008). Elemen budaya Hofstede (1991), Schein (2004), dan Koencaraninggrat (2008) telah tercakup di dalam elemen budaya THK, yaitu: parahyangan, pawongan, dan palemahan (Windia dan Dewi, 2007). Oleh karena itu, budaya THK telah dapat dipergunakan sebagai suatu tata nilai atau kebiasaan yang menjadi pegangan anggota organisasi dalam melaksanakan kewajiban dan berperilaku di dalam organisasi. Dinamika dan kreativitas masyarakat Bali baik secara individu maupun organisasional ingin mewujudkan kehidupan yang harmonis, meliputi pembangunan manusia seutuhnya, yang astiti bhakti (hormat) terhadap Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), cinta kepada pelestarian lingkungan, dan rukun serta damai dengan sesamanya. Nilai-Nilai inilah merupakan nilai budaya yang melekat pada filosofi THK (Windia, 2007), yang merupakan landasan bagi individu maupun organisasi dalam setiap gerak langkah aktivitasnya dalam dunia bisnis. Ini mencerminkan bahwa budaya THK merupakan budaya organisasi. 2.4 Penelitian Terdahulu Penelitian-penelitian empiris yang menggunakan model DeLone and McLean (1992) dan model TAM untuk mengekspresikan kesuksesan SI telah banyak dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. DeLone and McLean (1992) mengembangkan suatu model untuk melihat kesuksesan SI yang dikembangkan dalam perusahaan. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kesuksesan SI dipengaruhi oleh perceived information quality dan perceived system quality merupakan prediktor bagi kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna juga merupakan prediktor bagi intended use dan perceived individual impact. Temuan DeLone and McLean (1992) ini sama dengan temuan McGill et. al. (2003), tetapi bertentangan dengan temuan Iivary (2005), serta Radityo dan Zulaikha (2007). Selanjutnya, penelitian di Indonesia yang dilakukan oleh Radityo dan Zulaikha (2007) menunjukkan bahwa intensitas penggunaan SI berpengaruh positif terhadap individual impact; 8

9 individual impact berpengaruh positif terhadap organizational impact; variabel information quality dan system quality tidak berpengaruh terhadap intensitas penggunaan SI dan kepuasan pengguna; dan kepuasan pengguna tidak berpengaruh terhadap intensitas penggunaan SI. Temuan Radityo dan Zulaikha (2007) ini menunjukkan perbedaan dengan temuan McGill et. al. (2003) dan Iivary (2005) dalam hal pengaruh variabel information quality dan system quality terhadap intensitas penggunaan SI dan kepuasan pengguna, dan juga pengaruh kepuasan pengguna dengan intensitas penggunaan SI. Penelitian Handayani (2007) menunjukkan bahwa minat untuk menggunakan SI tidak berpengaruh terhadap penggunan SI. Temuan lain dari penelitiannya adalah kemudahan penggunaan menunjukkan pengaruh langsung terhadap minat untuk menggunakan dan tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap kegunaan. Hasil penelitian Handayani (2007) ini berbeda dengan temuan Davis et. al. (1989) dan Thomson et. al. (1991) yang menemukan bahwa dengan adanya manfaat yang dirasakan oleh pengguna maka akan menimbulkan minat untuk menggunakan SI tersebut. Selain itu, hasil penelitiannya juga menunjukkan bahwa minat untuk menggunakan teknologi komputer berpengaruh terhadap penggunaan teknologi komputer. Temuan Davis et. al. (1989) dan Thomson et. al. (1991) ini konsisten dengan temuan Venkatesh et. al. (2003) yang menunjukkan bahwa keyakinan-diri tidak berpengaruh langsung terhadap minat, dan ditemukan adanya pengaruh langsung antara minat untuk menggunakan SI terhadap penggunaan SI. Igbaria et. al. (1997) melakukan penelitian tentang penerimaan personal komputer yang salah satu temuannya menunjukkan bahwa persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh langsung terhadap penggunaan sistem dan persepsi kegunaan berpengaruh langsung terhadap persepsi kemudahan penggunaan. Penelitian Davis et. al., (1989); Igbaria et. al. (1997); dan Venkatesh et. al. (2003); mengadaptasi teori TAM yang dikembangkan oleh Davis (1989). Lain halnya penelitian Hasan (2006, 2007) menguji pengaruh variabel keyakinan-sendiri dalam membangun variabel persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kegunaan, minat untuk menggunakan, dan penggunaan TI. Temuannya menunjukkan bahwa keyakinan-diri atas komputer berpengaruh terhadap persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kegunaan dan perceived system complexity; persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap persepsi kegunaan, sikap dan minat untuk menggunakan; serta persepsi kegunaan berpengaruh terhadap sikap, dan minat untuk 9

10 menggunakan. Hasil penelitian ini mendukung temuan Agarwal dan Karahanna (2000) kecuali pengaruh persepsi kemudahan penggunaan terhadap persepsi kegunaan mendukung temuan Davis et. al. (1989) yang menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan tidak berpengaruh terhadap persepsi kegunaan. Cognitive absorption yang telah dikontrol keyakinan-diri berpengaruh positif dan sebagai prediktor dari persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi kegunaan. Hal ini sesuai dengan temuan Hasan (2007). 2.5 Rerangka Konseptual dan Pengembangan Hipotesis Berdasarkan latar belakang, tujuan penelitian, masalah penelitian, kajian teori dan penjelasan di atas, maka dapat dibangun rerangka konseptual penelitian seperti pada Gambar 2.1 di bawah ini. Gambar 2.1: Rerangka Konseptual Penelitian Keyakinandiri atas komputer Budaya THK Keinovatifan personal Teori keyakinan-diri dan Budaya Persepsi kegunaan Persepsi kemudahan penggunaan Penggunaan SIA Teori Technology Acceptance Model (TAM) dikembangkan dari Theory of Reasoned Action (TRA) yang diderivasi dari Teori Sikap yang mempelajari Sikap dan Perilaku yang berasal dari Teori Psikologi a. Pengaruh Budaya THK terhadap Keyakinan-diri atas Komputer, Keinovatifan Personal, dan Penggunaan SIA. Teori menunjukkan bahwa nilai budaya seharusnya memengaruhi ciri/praktik, seperti keinovatifan, computer anxiety, dan keyakinan-diri atas komputer (Straub et. al dalam Srite et. al. 2008). Demikian halnya, budaya THK mungkin memengaruhi ciri dan kepercayaan seseorang terhadap penggunaan SIA karena nilai budaya yang melekat pada filosofi THK kemungkinan memberikan sinyal tentang respon yang tepat terhadap penggunaan SIA. Srite et. al. (2008) mengungkapkan bahwa ciri TI spesifik mungkin memengaruhi pengembangan persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan. Ciri TI spesifik dan kepercayaan tercermain dalam keyakinan-diri 10

11 atas komputer dan keinovatifan personal yang ada pada diri seseorang merupakan variabel eksternal TAM. Para peneliti menyatakan bahwa budaya merupakan variabel penting yang berhubungan dan berinteraksi di dalam penerimaan dan penggunaan SI/TI. Ada interaksi antara budaya khususnya budaya nasional dengan proses penerimaan teknologi (McCoy et. al., 2007). Sehubungan dengan itu, Srite et al (2008) menyatakan bahwa nilai budaya dapat memengaruhi ciri dan kepercayaan yang berhubungan dengan TI. Penelitiannya menunjukkan bahwa dimensi budaya maskulinitas/femininitas memengaruhi keyakinan-diri atas komputer, dan keinovatifan personal. Budaya Individualisme/kolektivisme tidak memengaruhi keyakinan-diri atas komputer dan menunjukkan pengaruh yang lemah terhadap keinovatifan personal. Dari hal tersebut di atas dapatlah dirumuskan hipotesisnya sebagai berikut: H 1a Budaya THK berpengaruh terhadap keyakinan-diri atas komputer H 1b Budaya THK berpengaruh terhadap keinovatifan personal. H 1c Budaya THK berpengaruh terhadap penggunaan SIA b. Pengaruh Budaya THK terhadap Penggunaan SIA Dimediasi Variabel-Variabel Eksternal dan Utama TAM. Ada interaksi antara dua penomena, yaitu proses penerimaan dan budaya nasional (McCoy et. al., 2007). Dimensi budaya maskulinitas/femininitas dan individualisme /kolektivisme berpengaruh langsung terhadap qualitative dan quantitative overload, tetapi tidak memiliki pengaruh langsung terhadap keinovatifan personal (Thatcher et. al., 2003). Budaya maskulinitas/femininitas dan individualisme/kolektivisme secara langsung memengaruhi keinovatifan personal, keyakinan-diri atas komputer, dan kecemasan komputer, serta mempunyai efek mediasi terhadap persepsi kegunaan, dan persepsi kemudahan penggunaan, serta penggunaan TI (Sirite, et. al., 2008). Dari hal tersebut di atas dapatlah dirumuskan hipotesisnya: H 2 Budaya THK berpengaruh terhadap penggunaan SIA dimediasi keyakinan-diri atas computer, keinovatifan personal, persepsi kegunaan, dan persepsi kemudahan penggunaan. c. Pengaruh Keyakinan-Diri atas Komputer terhadap Persepsi Kegunaan dan Persepsi Kemudahan Penggunaan. 11

12 Hasil penelitian Darsono (2005) menunjukkan bahwa keyakinan-diri atas komputer berpengaruh terhadap persepsi kemudahan penggunaan dan terhadap minat menggunakan internet. Temuan ini konsisten dengan temuan Hong, et al. (2002), Lewis et al (2003), dan didukung oleh Hassan (2006) yang menemukan bahwa keyakinan-diri atas komputer berpengaruh positif terhadap kemudahan penggunaan. Penelitian Thompson et al (2006), Hassan (2007) dan Srite et al (2008) juga menemukan bahwa keyakinan-diri atas komputer berpengaruh terhadap persepsi kemudahan penggunaan. Temuan lainnya dari Hassan (2007) dan Srite et al (2008) adalah keyakinan-diri atas komputer menunjukkan pengaruh yang positif terhadap persepsi kegunaan. Demikian halnya temuan Thompson et al (2006) pada test periode 1. Namun temuan ini berlawanan dengan temuan Wang, et al. (2008) yang menunjukkan bahwa keyakinan-diri atas komputer tidak berpengaruh terhadap persepsi kegunaan. Demikian halnya, temuan Thompson et al (2006) pada test periode 2. Bertolak dari uraian di atas, maka hipotesis penelitian ini adalah: H 3a Keyakinan-diri atas komputer berpengaruh positif terhadap persepsi kegunaan. H 3b Keyakinan-diri atas komputer berpengaruh positif terhadap persepsi kemudahan penggunaan. d. Pengaruh Keinovatifan PErsonal terhadap Persepsi Kegunaan dan Persepsi Kemudahan Penggunaan. Lewis et. al. (2003) dan Mao et. al. (2005) menemukan bahwa keinovatifan personal berpengaruh langsung terhadap persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan. Penelitian ini didukung oleh penelitian Thompson et. al. (2006) pada test periode 1 yang menunjukkan bahwa keinovatifan personal berpengaruh kuat secara positif terhadap kemudahan penggunaan TI, tetapi pada test periode 2 hasilnya berlawanan, yaitu keinovatifan personal tidak berpengaruh terhadap kemudahan penggunaan TI. Selanjutnya hasil penelitian Srite et. al. (2008) menunjukkan bahwa keinovatifan personal berpengaruh positif dan kuat terhadap persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan. Begitu juga, penelitian Wang, et al. (2008) menemukan hal yang sama dengan Mao et. al. (2005), dan Thompson et. al. (2006) pada test periode 1. Srite et. al. (2008) mengemukakan bahwa seorang individual yang lebih inovatif akan lebih mampu untuk melihat cara alternatif dalam menggunakan teknologi dan lebih mampu mengidentifikasi kegunaan aplikasi dari teknologi. Bertolak dari uraian di atas, maka hipotesis penelitian ini adalah: 12

13 H 4a Keinovatifan personal berpengaruh terhadap persepsi kegunaan. H 4b Keinovatifan personal berpengaruh terhadap persepsi kemudahan penggunaan. e. Pengaruh Persepsi Kegunaan dan Persepsi Kemudahan Penggunaan terhadap Penggunaan SIA. Persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan mempunyai pengaruh terhadap penggunaan sesungguhnya (Davis, 1989; Davis et. al., 1989; Adam et. al., 1992). Persepsi kegunaan berpengaruh terhadap penggunaan sistem. Namun, kemudahan penggunaan tidak berpengaruh (Starub et. al. (1995) dan Szajna (1996). Persepsi kegunaan berpengaruh positif terhadap persepsi penggunaan. Namun, persepsi kemudahan penggunaan hanya berpengaruh tidak langsung terhadap persepsi penggunaan (Igbaria et. al.,1995; Igbaria et. al., 1996). Persepsi kegunaan berpengaruh langsung terhadap penggunaan sesungguhnya, persepsi kemudahan penggunaan juga berpengaruh langsung terhadap penggunaan sesungguhnya (Igbaria et. al., 1997). Persepsi kegunaan secara signifikan berhubungan dengan penggunaan TI. Persepsi kemudahan penggunaan tidak berhubungan langsung dengan penggunaan TI (Ndubisi et. al., 2005). Persepsi kemudahan penggunaan secara positif memengaruhi penggunaan TI, Persepsi kegunaan tidak memengaruhi penggunaan TI (Srite et. al., 2008 dan Wiyono, 2008). Dari hal tersebut di atas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 5 a Persepsi Kegunaan berpengaruh terhadap penggunaan SIA H 5b Persepsian Kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap penggunaan SIA 3. Metode Penelitian 3.1 Objek, Lokasi, Populasi, dan Pendekatan Penelitian Objek penelitian adalah BPR di Bali karena peranannya signifikan dalam membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali. Penelitian ini mengamati seluruh populasi BPR (138 BPR) di Bali dengan pertimbangan bahwa hanya di Bali budaya THK secara nyata dan sadar diterapkan (Arif, 1999 dalam Windia dan Dewi 2007: 25). Subjek penelitian ini adalah profesional di lingkungan BPR di Bali yang terkait penggunaan SIA, yaitu direksi (direktur utama dan direktur) dan kepala bagian akuntansi. Dengan demikian, responden penelitian ini menjadi 414 orang. Penelitian ini membahas hubungan sebab aktbat antara budaya THK dengan variabel ekstemal TAM (keyahinan-diri atas kompuler dan keinovatifan personal) dan variabel utama TAM (penggunaan 13

14 SIA), serta hubungan sebab akibat antar variabel utama TAM, yaitu persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan panggunaan dengan penggunaan SIA. Dengan demikian, penelitian ini dapat digolongkan sabagai penelitian kausal komparatif atau penelitian ekplanatori (Indriantoro dan Supomo, 1999: 27). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan alat analisis Structural Equation Modelling (SEM) yang berbasis variance based atau component based dengan Partial Least Square (PLS) Smart 2.0 M Jenis Data dan Teknik Pengumpulannya Penelitian ini menggunakan jenis data subjek karena data dikumpulkan menggunakan daftar pertanyaan/pernyataan yang diajukan kepada subjek penelitian dengan pendekatan atau cara survei. Daftar pertanyaan/pernyataan dalam penelitian ini disampaikan dan dikumpulkan secara langsung oleh peneliti dari subjek (responden) penelitian. Dikaitan dengan sumber data, maka penelitian ini menggunakan data primer, yaitu data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). 3.3 Definisi Operasional Variabel dan Teknik Pengukurannya Ditinjau dari dapat tidaknya suatu variabel diamati atau diukur, maka variabel dapat dikelompokan menjadi dua (Solimun, 2002: 57), yaitu: 1) unobservable atau latent atau construct variable dan 2) observable variable atau variabel manifest atau indikator. Berdasarkan pengelompokan variabel tersebut enam variabel penelitian ini merupakan latent variable karena variabel-variabel ini dibentuk tidak dapat diukur secara langsung melainkan dibentuk melalui beberapa dimensi yang ditentukan oleh pengelompokan indikator-indikator. Enam variabel tersebut adalah: a) Budaya THK sebagai variabel bebas eksogen adalah aktualisasi tingkah laku seseorang dalam aktivitasnya termasuk aktivitas penggunaan SIA karena keputusan yang diambil dipengaruhi oleh identitas budaya yang merupakan nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan yang dijunjung tinggi bagi masyarakat di daerah Bali (Dalem, 2007; Windia dan Dewi, 2007: 11, Windia, 2007; Palguna, 2007; dan Gde Agung, 2009). b) Keyakinan-diri atas kommputer adalah karakteristik individual yang merefleksikan kepercayaan diri dalam kemampuannya untuk melakukan tugas dalam penggunaan SIA 14

15 (Compeau and Higgins, 1995; dan Compeau et al, 1999). c) Keinovatifan personal adalah suatu ciri yang mencerminkan seseorang bersedia untuk mencoba sesuatu (TI) yang baru manapun (Agarwal and Karahana, 2000; Thatcher and Perrewe, 2002; Agarwal and Prasad, 1998 dalam Srite et al, 2008; dan Thatcer, et al., 2003). d) Persepsi kegunaan merupakan tingkat keyakinan individu bahwa penggunaan SIA akan meningkatkan kinerjanya (Davis, 1989 dan Hartono, 2007: 114). e) Persepsi kemudahan penggunaan adalah keadaan saat mana seseorang yakin bahwa penggunaan SIA merupakan hal yang mudah dan akan bebas dari usaha penggunanya (Davis, 1989 dan Hartono, 2007: 115). f) Penggunaan SIA merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang berhubungan dengan SIA atau interaksi antara seseorang dengan SIA (Hartono, 2007: 117). Variabel-variabel dalam penelitian ini diukur menggunakan instrumen yang dikembangkan dalam bentuk daftar pertanyaan/pernyataan. Budaya THK diukur dengan 3 indikator, yaitu parahyangan, pawongan, dan palemahan masing-masing masing-masing terdiri atas 8 item. instrumen ini diadopsi dari Windia dan Dewi (2007: 52), dan Riana (2010) yang dimodifikasi dan ditambahkan agar sesuai dengan kontek penelitian ini. Sedangkan lima variabel lainnya diukur dengan indikator-indikator yang dikonstrusi sendiri, antara lain: a) keyakinan-diri atas komputer diukur dengan 3 indikator, yaitu: kemampuan, dukunan perusahaan, dan fasilitas penjelas masing-masing masing-masing terdiri atas 3 item; b) keinovatifan personal diukur dengan 3 indikator, yaitu: penggunaan aplikasi baru, penggunaan cara baru, dan penciptaan desain baru masing-masing masingmasing terdiri atas 3 tem; c) persepsi kegunaan diukur dengan tiga indikator, yaitu: kinerja, produktivitas, dan efektivitas masing-masing terdiri atas 4 item; d) persepsi kemudahan penggunaan diukur dengan 3 indikator, yaitu: pembelajaran, interaksi, dan pengalaman masing-masing terdiri atas 4 item; dan e) penggunaan SIA diukur dengan tiga indikator, yaitu: siklus proses transaksi, pembuatan anggaran/rencana kerja, dan proses pengendalian intern masing-masing terdiri atas 5 item. Pertanyaan/pernyataan dalam daftar pertanyaan/pernyataan diukur dengan menggunakan skala Likert dengan cara meminta responden untuk menyatakan persepsinya dengan memilih salah satu dari alternatif jawaban berupa lima angka penilaian: (5) sangat setuju, (4) setuju, (3) netral, (2) tidak setuju, (1) sangat tidak setuju yang tertera dalam daftar pertanyaan/pernyataan. 15

16 3.4 Uji Validitas dan Reliabilitas Sebelum daftar pertanyaan dikirimkan kepada responden, maka daftar pertanyaan diujicobakan teriebih dahulu kepada para profesional perusahaan. Pengujian instrumen penelitian dimulai dengan uji validitas dengan kriteria r 0,3 menyatakan instrumen penelitian dianggap valid (Masrun, 1979 dalam Solimun, 2002: 81 dan Hartono, 2004: 129). Selanjunya, dilakukan uji reliabilitas instrumen dengan menggunakan alpha Cronbach dengan kriteria α 0.6 menyatakan suatu instrumen dianggap sudah cukup reliabel (Malhotra, 1996 dalam Sohmun. 2002: 81). 3.5 Metode Analisis Data a. Proses Pengolahan Data Proses pengolahan data dalam penelitian ini melalui beberapa tahapan, yaitu: a) memberikan nomor urut pada daftar pertanyaan yang telah diterima dari responden, b) memeriksa kelengkapan pengisian daftar pertanyaan yang telah diterima dari responden, c) input data ke komputer menggunakan program Excell for Window XP, d) melakukan perhitungan statistik deskriptif dengan program SPSS, dan e) mengolah data dengan program PLS Smart 2.0 M3 dan menganalisisnya. b. Pengujian Hipotesis Hipotesis diuji menggunakan SEM dengan pendekatan variance based atau component based dengan PLS. Penggunaan PLS sebagai metode analisis memerlukan beberapa langkah pemodelan persamaan struktural, yaitu: 1) Merancang Model Struktural (inner model), 2) Merancang Model Pengukuran (outer model), 3) Mengonstruksi diagram Jalur, seperti terlihat dalam Gambar 3.1 di bawah ini, 4) Konversi diagram Jalur ke dalam Sistem Persamaan, 5) Estimasi, dan 6) Goodness of Fit dengan kriteria, seperti terlihat dalam Tabel 3.1 di halaman 17. Gambar 3.1 Diagram Jalur Antar Variabel ε 2 ε 1 X 22 ε 3 ε 7 ε 8 ε 9 X 21 X 23 X 41 X 42 X 43 X 11 X 12 ζ ζ 3 1 η 1 η 3 β 5 γ β2 1 η 5 λ x11 λ x12 λ x13 λ x21 λ x22 λ x23 λ x41 λ x42 λ x43 ξ β 1 γ 3 λ y1 λ y2 λ y3 Y 1 ε 13 Y 2 ε 1 16 X 13 ζ 2 δ 1 γ 2 η β 4 η 4 β 6 ζ 4 ζ 5 Y 3 ε 1

17 Keterangan: ξ = Ksi adalah variabel laten eksogen, yaitu Budaya THK (X 1 ) η = Eta adalah variabel endogen, yaitu η 1 = Keyakinan-diri atas komputer (X 2 ), η 2 = Keinovativan personal (X 3 ), η 3 = Persepsi kegunaan (X 4), η 4 = Persepsi kemudahan penggunaan (X 5 ), dan η 5 = Penggunaan SIA (Y) γ = Gamma (kecil) adalah koefisien pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen β = Beta (kecil) adalah koefisien pengaruh variabel endogen terhadap variabel endogen λ x = Lamnda (kecil) adalah matrix loading factor variabel laten eksogen λ y = Lamnda (kecil) adalah matrix loading factor variabel laten endogen δ = Delta (kecil) adalah galat pengukuran pada variabel manifest untuk variabel laten eksogen ε = Epsilon (kecil) adalah galat pengukuran pada variabel manifest untuk variabel endogen Tabel 3.1 Kriteria Pengujian Model Pengukuran/outer model dan Pengujian Model Struktural/inner model (Parameter Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Ketepatan Model, dan Uji Hipotesis) Keterangan Parameter Kriteria Uji Pengujian Model Pengukuran ): 1. Uji Validitas: a. Konvergen b. Diskriminan Faktor loading 1) Akar AVE dan korelasi variabel laten 2) Cross loading 2. Uji Reliabilitas: Reliabilitas konstruk Composite Reliability 0,7 Pengujian Model Struktural: 1. Uji Ketepatan Model: Tingkat variasi variabel independen terhadap variabel dependen 2. Uji Hipotesis: Signifikansi koefisien parth/inner model Q-square 0 < Q 2 < 1 Statistik-t dan t-table > 0,5 Akar AVE > korelasi variabel laten Cross loading indikator variabel bersangkutan > cross loading variabel laten lainnya Nilai Statistik-t > 1,96 (hipo- tesis two taliled) atau > 1,65 (hipotesis one tailed) dengan confidence coefficient 95% atau level of significance (α) 5% 4. Hasil dan Pembahasan Pengujian validitas menunjukkan bahwa semua instrumen yang digunakan adalah valid karena r 0,3. Demikian halnya, instrumen (keseluruhan indikator) dianggap sudah cukup reliabel karena pengujian reliabilitas data menunjukkan angka di atas 0,60 (α 0.6). Selanjutnya dilakukan 17

18 evaluasi outer model dan inner model berdasarkan SEM dengan pendekatan PLS Smart 2.0 M3. Hasil eksekusi PLS Smart 2.0 M3 dari data yang terkumpul dapat dilihat pada Gambar 4.1 di halaman 18. Evaluasi outer model berdasarkan outer loading untuk indikator reflektif dari penelilian ini telah memenuhi convergent validity karena lidak ada nilai loading < 0,5 dan nilai t-statistik lebilh besar dari 1,96. Evaluasi outer model barasarkan cross loding menunjukkan bahwa variabel laten telah memenuhi discriminant validity karena nilai cross loading setiap indikator pada variabel bersangkutan terbesar dibandingkan dengan cross loading variabel lalen lainnya. Demikian halnya, Gambar 4.1 Model Persamaan Setruktural Penelitian Sumber: Lampiran 2 Hasil eksekusi/analisis PLS (output PLS) evaluasi berdasarkan perbandingan nilai akar AVE setiap variabel laten dengan korelasi antar variabel laten lainnya mengindikasikan bahwa model telah mempunyai discriminant validity yang cukup karena akar AVE variabel laten lebih besar dari korelasi seluruh variabel laten lainnya. Evaluasi ouler model berdasarkan composite reliability menunjukkan bahwa variabel laten penelitian telah reliabel, yaitu composite reliability > 0,70. Evaluasi inner model menunjukkan bahwa model cukup baik, yaitu mampu menjelaskan fenomena variabel penggunaan SIA sebesar 86,91%. Sedangkan sisanya 13,09% dijelaskan oleh variabel lain yang belum masuk ke dalam model dan eror. Selanjutnya pengujian hipotesis menunjukkan bahwa sembilan jalur langsung yang menggambarkan hipotesis dinyatakan signifikan 18

19 dan satu jalur tidak langsung yang menggambarkan hipotesis dinyatakan signifikan. Hasil perhitungan jalur secara keseluruhan dapat dilihat pada Tabel 1 di halaman 19. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai koefisien jalur pengaruh budaya THK terhadap keyakinan-diri atas komputer adalah signifikan. Ini berarti bahwa budaya THK memengaruhi keyakinan-diri atas komputer. Hasil ini mengindikasikan bahwa budaya THK berperan sebagai kunci yang dapat menumbuhkan keyakinan-diri alas komputer, karena dengan menghayati dan mengamalkan nilal-nilai budaya THK akan semakin meningkatkan keyakinan-diri atas komputer dalam aktivitas penggunaan SIA. Temuan ini mendukung penelitian Srile et. al. (2008). Namun ada Tabel 4.1 Hasil Pengujian Hipolesis dan Pengujian Tambahan Hipotesis Variabel Bebas (independen) Variabel Tergantung (dependen) H 1a Budaya THK Keyakinan-diri atas komputer H 1b Budaya THK Keinovatifan personal Variabel Antara (mediasi) Pengaruh Koefisien Jalur (Statistik-T) - Langsung 0, (9,058774) - Langsung 0, (7,216938) H 1c Budaya THK Penggunaan SIA - Langsung 0, (3,343689) H 2 Budaya THK Penggunaan SIA - Keyakinan-diri atas komputer - Keinovatifan personal -Persepsi kegunaan -Persepsi kemudahan penggunaan H 3a H 3b Keyakinan-diri atas komputer Keyakinan-diri atas komputer Langsung + Tidak Langsung (pengaruh total) 0, (7,130873) Persepsi kegunaan - Langsung 0, (8,203219) Persepsi kemudahan penggunaan - Langsung 0, (6,999197) H 4a Keinovatifan personal Persepsi kegunaan - Langsung 0, (6,038883) H 4b Keinovatifan personal Persepsi kemudahan penggunaan - Langsung 0, (7,965439) H 5a Persepsi kegunaan Penggunaan SIA - Langsung 0, (6,349930) H 5b Persepsi kemudahan penggunaan Penggunaan SIA - Langsung 0, (4,323773) Sumber: Lampiran 2 Hasil eksekusi/analisis PLS (output PLS) Keputusan: Diterima atau Ditolak Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima sedikit perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian Srite et. al. (2008), yaitu penelitian ini menggunakan variabel budaya THK yang merupakan budaya lokal masyarakat Bali yang mencakup dimensi yang lebih luas (sumber daya ilahi/parahyangan, sumber daya manusia/pawongan, dan sumber daya alam/palemahan, sedangkan penelilian Srite et. al. (2008) menggunakan variabel budaya Hofstede (1980) yang menekankan sumber daya manusia sebagai dasar kajiannya. Perbedaan inilah 19

20 yang merupakan hal baru atau hal yang spesifik dalam penelitian ini. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengelola BPR di Bali telah mengimplementasikan budaya THK dan keyakinandiri atas komputer dengan baik dalam melaksanakan akiivitas penggunaan SIA. Tabel 4.1 di atas juga menunjukkan bahwa nilai koefisien jalur pengaruh budaya THK terhadap keinovatifan personal adalah signifikan, Ini berarti bahwa budaya THK memengaruhi keinovatifan personal. Hal ini mengindikasikan bahwa budaya THK berperan sebagai kunci yang dapat membangkitkan keinovatifan personal, karena dengan menghayati dan mengamalkan nilai-nilai budaya THK akan semakin meningkatkan rasa keinovatifan personal dalam aktivitas penggunaan SIA. Temuan ini mendukung hasil penelitian Srite et. al. (2008). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa budaya THK dan keinovatifan personal telah dipersepsikan baik oleh pengelola BPR di Provinsi Bali. Hal ini menunjukkan bahwa pengelola BPR di Bali merasa yakin bahwa dengan penggunaan aplikasi baru, penggunaan cara baru, dan penciptaan desain baru mereka akan mampu melaksanakan tugas-tugasnya sesuai harapan. Hasil pengujian hipotesis dalam Tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai koefisien jalur pengaruh budaya THK terhadap penggunaan SlA adalah signifikan. Ini berarti bahwa budaya THK memengaruhi penggunaan SlA. Hasil ini mengindikasikan bahwa budaya THK berperan sebagai kunci yang dapat memberikan keyakinan kepada para pengelola BPR bahwa penggunaan SIA dalam melaksanakan tugas-tugasnya akan memberikan manfaat untuk pembuatan keputusan. Temuan ini mendukung visi pembangunan Provinsi Bali tahun , yakni: Bali Dwipa Jaya, Adil dan Demokratis, serta Aman dan Bersatu, dalam Wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia Berlandaskan Tri Hita Karana yang pada hahekatnya memaparkan bahwa tradisi masyarakat Hindu di Bali baik secara individu maupun kelompok organisasi dalam kehidupan sehari-hari mengedepankan prinsip-prinsip kebersamaan, keselarasan, dan keseimbangan yang tercermin dalam tiga dimensi, yaitu parahyangan, pawongan. dan palemahan (Windia dan Dewi, 2007: 23). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengelola BPR di Bali telah mengimplementasikan budaya THK dengan baik dalam aktivitas penggunaan SIA. Demikian halnya, penggunaan SIA juga telah dipersepsikan baik. 20

21 Hasil pengujian hipotesis pada Tabel 4.1 menunjukkan bahwa budaya THK memengaruhi penggunaan SIA dimediasi oleh keyakinan-diri alas komputer, kemovatifan personal, persepsi kegunaan, dan persepsi kemudahan penggunaan. Koefisien jalur pangaruh total budaya THK terhadap penggunaan SIA melalui keyakinan-diri atas komputer, keinovatifan personal, persepsi kegunaan, dan persepsi kemudahan penggunaan mengindikasikan bahwa pengaruh tak langsungnya (0,169760) memperkuat pengaruh langsungnya (0,173635). Hal ini bermakna bahwa keyakinan-diri atas komputer, keinovatifan personal, persepsi kegunaan, dan persepsi kemudahan penggunaan SIA merupakan variabel antara yang menguatkan pengaruh budaya THK terhadap penggunaan SIA. Tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa nilai koefisien jalur pengaruh keyakinan-diri atas komputer terhadap persepsi kegunaan adalah signifikan. Ini berarti bahwa kayakinan-diri atas komputer memengaruhi persepsi kegunaan. Koefisien jalur menunjukkan arah yang posrtif. Ini berarti bahwa terdapat hubungan yang searah antara keyakinan-diri atas komputer dengan persepsi kegunaan, yaitu semakin tinggi kepercayaan terhadap keyakinan-diri atas kompuler semakin tinggi pula persepsi kegunaan yang ditumbuhkan. Hasil ini mengindikasikan bahwa keyakinan-diri atas komputer berperan sebagai kunci yang dapat menumbuhkan persepsi kegunaan, karena dengan memiliki kemampuan untuk menggunakan komputer maka kegunaan SIA akan dapat dirasakan dalam aktivitas penggunaan SIA. Temuan ini mendukung hasil penelitian Hong et. al. (2002), Thompson et. al. (2006) pada test periode 1, Hassan (2007), dan Srite et el. (2006). Namun temuan ini berlawanan dengan temuan Thompson et. al. (2006) pada test periode 2 dan temuan Wang el. al. (2008). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa keyakinan-diri alas komputer dan persepsi kegunaan telah dipersepsikan baik oleh pengelola BPR di Bali. Hasil pengujian hipotesis dalam Tabel 4.1 menunjukhan bahwa nilai koefisien jalur pengaruh keyakinan-diri atas komputar terhadap persepsi kemudahan penggunaan adalah signifikan. Ini berarti bahwa kayakinan-diri atas komputer memengaruhi persepsi kemudahan penggunaan. Koefisien jalur menunjukhan arah yang positif. Ini berarti bahwa terdapat hubungan yang searah antara keyakinandiri atas komputer dengan persepsi kemudahan penggunaan, yaitu semakin tinggi kepercayaan terhadap keyakinan-diri atas komputar semakin tinggi pula persepsi kemudahan penggunaan yang ditumbuhkan. Hasil ini mengindikasikan bahwa keyakinan-diri atas komputer berperan sebagai kunci 21

22 yang dapat menumbuhkan persepsi kemudahan penggunaan, karena dengan memiliki kemampuan untuk menggunakan komputer maka penggunaan SIA akan menjadi mudah. Temuan ini mendukung hasil penelitian Hong et. al. (2002), Lewis et. at. (2003), Darsono (2005), Thompson et. al. (2006), Hassan (2007), dan Srite et. al. (2008). Hasil analisis deskriptif menunjukkan babwa persepsi kemudahan penggunaan telah dipersepsikan baik oleh pengelola BPR di Provinsi Bali. Hal ini didukung oleh status pendidikannya sebagian besar berada pada jenjang pendidikan formal dan frequensi pendidikan informal yang tinggi sebagai hasil proses pembelajaran, serta pengalaman baik pengalaman kerja pada perusahaan dan pengalaman kerja yang berhubungan dengan penggunaan SIA memungkinkan para pengelola BPR di Bali memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang SIA, sehingga mereka merasa yakin akan mudah untuk menggunakan SIA dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai koefisien jalur pengaruh keinovatifan personal terhadap persepsi kagunaan adalah signifikan. Ini berarti bahwa keinovatifan personal memengaruhi persepsi kegunaan. Hasil ini rnengindikasikan bahwa keinovatifan personal berperan sebagai kunci yang dapat memicu meningkatnya persepsi kegunaan, karena dengan berinovasi dalam menggunakan SIA maka kegunaan SIA akan dapat dirasakan. Temuan ini sesuai dengan temuan Lewis et. al. (2003), Mao et. al. (2005), Wang et. al.. (2008), dan Srite et. al. (2008), yaitu bahwa keinovatifan personal berpengaruh langsung terhadap persepsi kegunaan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa keinovatifan personal dan persepsi kegunaan telah dipersepsikan baik oleh pengelola BPR di Bali. Tabel 4.1 juga menunjukkan bahwa nilai koefisien jalur pengaruh keinovatifan personal terhadap persepsi kemudahan penggunaan adalah signifikan. Hal ini berarti bahwa keinovatifan memengaruhi persepsi kemudahan penggunaan. Hasil ini mengindikasikan bahwa keinovatifan personal berperan sebagai kunci yang dapat menumbuhkan persepsi kemudahan penggunaan, karena dengan berinovasi dalam penggunaan SIA maka penggunaan SIA akan menjadi hal yang mudah. Temuan ini konsisten dengan temuan Lewis et. al. (2003), Mao et. al. (2005), Wang et. al. (2008), Thompson et. al. (2006) pada test periode 1, dan Srite et. al. (2008). Namun sebaliknya temuan Thompson et. al. (2006) pada test periode 2 hasilnya berlawanan, yaitu keinovatifan personal tidak berpengaruh terhadap kemudahan penggunaan TI. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 22

23 persepsi kemudahan penggunaan dan keinovatifan personal telah dipersepsikan baik oleh pengelola BPR di Bali. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai koefisien jalur pengaruh persepsi kegunaan terhadap penggunaan SIA adalah signifikan. Ini berarti bahwa persepsi kegunaan memengaruhi penggunaan SIA. Hasil ini mengindikasikan bahwa persepsi kegunaan berperan sebagai kunci yang dapat meningkatkan keyakinan seseorang bahwa SIA berguna dalam aktivitas bisnisnya, sehingga mereka akan menggunakan SIA tersebut. Temuan ini sesuai dengan temuan Davis (1989), Davis et. al. (1989), Szajna (1996), Igbaria et. al. (1997), dan Ndubisi et. al. (2005). Namun Srite et. al. (2008) dan penelitian di Indonesia yang dilakukan oleh Wiyono (2008) menemukan bahwa persepsi kegunaan tidak memengaruhi penggunaan TI. Walaupun demikian, temuan Davis (1989), dan Ndubisi et. al. (2005) manegaskan bahwa persepsi kegunaan berpengaruh terhadap penggunaan sesungguhnya, yang menunjukkan pengaruh lebih kuat dibandingkan dengan konstruk manapun. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengelola BPR di Bali telah mempersepsikan secara baik parsepsi kegunaan dan penggunaan SIA. Hasil pengujian hipotesis dalam Tabel 4.1 menunjukkan bahwa koefisien jalur pengaruh persepsi kemudahan penggunaan SIA terhadap penggunaan SIA signifikan. Ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan SIA memengaruhi penggunaan SIA. Hasil ini mengindikasikan bahwa persepsi kemudahan penggunaan SIA berperan sebagai kunci yang dapat meningkatkan keyakinan seseorang bahwa SIA mudah untuk digunakan, sehingga mereka akan menggunakan SIA tersebut. Temuan ini mendukung temuan Davis (1989), Davis et. al. (1989), Szajna (1996), Igbaria et. al. (1997), Venkatesh et. al. (2003), Ndubisi et. al. (2005), Wang et. al. (2008), dan Srite et. al. (2008) yang menemukan bahwa persepsi kemudahan penggunaan SIA memengaruhi secara langsung penggunaan sesungguhnya. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengelola BPR di Bali telah mempersepsikan secara baik persepsi kemudahan penggunaan dan penggunaan SIA. 5. Simpulan, Keterbatasan dan Saran 5.1 Simpulan 23

24 Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, maka dapat disimpulan, yaitu: 1) Budaya THK memengaruhi keyakinan-diri atas komputer. Bukti empirik ini konsisten dengan hasil penelitian Srite et. al. (2008). 2) Budaya THK memengaruhi keinovatifan personal. Bukti empirik ini konsisten dengan hasil penelitian Srite et. al. (2008). 3) Budaya THK memengaruhi penggunaan SIA. Bukti empirik ni mendukung visi pembangunan Provinsi Bali tahun , yakni: "Bali Dwipa Jaya, Adil dan Demokratis, serta Aman dan Bersatu, dalam Wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia Berlandaskan Tri Hita Karana. 4) Budaya THK memengamhi penggunaan SIA dimediasi oleh keyakinan-diri atas computer, keinovatifan personal, persepsi kegunaan, dan persepsi kemudahan penggunaan. 5) Keyakinan-diri atas komputer berpengaruh positif terhadap persepsi kegunaan. Bukti empirik ini konsisten dengan penelitian Hong et. al. (2002), Thompson et. al. (2006) pada test periode 1. Hassan (2007), dan Srite et. al. (2008). 6) Keyakinan-diri atas komputer berpengaruh positif terhadap kemudahan penggunaan SIA. Bukti empirik ini konsisten dengan penelitian Hong et. al. (2002), Lewis et. al. (2003), Darsono (2005), Thompson et. al. (2006), Hassan (2007), dan Srite et. al. (2008). 7) Keinovatifan personal memengaruhi persepsi kegunaan. Bukti empirik ini mendukung penemuan Lewis et. al. (2003). Mao et. al. (2005), Wang et. al. (2008), dan Srite et. al. (2008). 8) Keinovatifan personal memengaruhi kemudahan penggunaan. Bukti empink ini konsisten dengan temuan Lewis et. al. (2003). Mao et. al. (2005), Thompson et al. (2006) pada test periode 1, Wang et. al. (2006), dan Srite et. al. (2008). 9) Persepsi kegunaan memengaruhi penggunaan SIA. Bukti empirik ini mendukung penemuan Davis (1989), Davis et. al. (1989), Szajna (1996), Igbaria et. al. (1997), dan Ndubisi et. al. (2005). 10) Persepsi kemudahan penggunaan memengaruhi penggunaan SIA. Bukti empirik ini konsisten dengan penemuan Davis (1989), Davis et. al. (1989), Szajna (1996), Igbaria et, al, (1997). Ndubisi et. al. (2005). Wang et. al. (2008), dan Srite et. al. (2008). 5.2 Keterbatasan dan Saran Saran yang dapat dijadikan sebagai rekomendasi untuk mengembangkan SIA bagi peneliti dalam bidang SIA maupun bagi BPR di Bali, yaltu: 1) Penelitian ini meneliti budaya THK bersifat unik dan universal pada BPR di Provinsi Bali karena sesungguhnya filosofi THK ada pada semua ajaran agama di dunia. Berdasarkan hal ini maka penelitian yang akan datang dapat melakukan hal 24

25 yang serupa dengan mengambil objek yang berbeda dengan ruang lingkup lebih luas baik nasional maupun intenasional. 2) Penelitian ini tidak melakukan pemisahan kelompok BPR berdasarkan lingkup operasionalnya, yaitu lingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, dan tingkat provinsi. Berdasarkan hal tersebut penelitian yang akan datang dapat memisahkan BPR sesuai dengan lingkup operasionalnya, sehingga memperoleh hasil yang lebih spesifik unkuk masing-masing kelompok BPR. 3) Penelitian yang akan datang perlu mengeksploitasi secara lebih mendalam pengaruh nilainilai budaya THK dalam kaitannya dengan penggunaan SIA. Hal ini dimaksudkan untuk menguji kembali temuan empirik penelitian yang mengintenalisasi budaya nasional (budaya THK) dalam budaya organisasi yang memengaruhi secara langsung penggunaan SIA. 4) Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, budaya THK mempunyai peranan penting di dalam aktivitas penggunaan SIA, menumbuhkan keyakinan-diri atas homputer, dan meningkatkan keinovatifan personal. Berdasarkan temuan ini manajemen BPR semestinya mengembangkan suatu pola penghayatan dan implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya THK yang dapat meningkatkan kepercayaan atas nilai-nilai budaya THK tersebut. 5) Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan-diri atas komputer berperan penting dalam menumbuhkan persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan. Oleh karena itu, manajemen BPR di Provinsi Bali perlu meningkatkan keyakinan-diri atas komputer melalui peningkatan kemampuan di bidang SIA, memberi dukungan dalam pengembangan SIA, dan penyediaan fasilitas penjelas tentang SIA sehingga pengguna SIA mempunyai keyakinan bahwa SIA bermanfaat dan mudah digunakan dalam operasionai BPR. Demikian halnya, BPR di Provinsi Bali perlu menumbuhkan keinovatifan personal melalui penggunaan aplikasi baru, penggunaan cara baru, dan penciptaan desain baru sehingga pengguna SIA merasa bahwa SIA bannanfaat dan mudah untuk digunakan dalam operasional BPR. 6) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kegunaan SIA dan persepsi kemudahan penggunaan SIA berperan penting dalam meningkatkan motivasi pengguna untuk menggunakan SIA. Oleh karena itu, manajemen BPR di Bali perlu berusaha untuk menumbuhkan kepercayaan agar persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan dapat ditingkatkan sehingga pengguna SIA merasa yakin bahwa SIA bermanfaat dan mudah untuk digunakan dalam pengambilan keputusan. 7) Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya peran keyakinan-diri atas komputer, keinovatifan personal, persepsi 25

26 kegunaan, dan persepsi kemudahan penggunaan yang memediasi pengaruh budaya THK terhadap penggunaan SIA sebagai ekspresi kesuksesan SIA. Berdasarkan temuan ini manajemen BPR di Bali harus berusaha melakukan tindakan-tindakan yang dapat membangkitkan keyakinan-diri atas komputer, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya berinovasi, menumbuhkan kepercayaan bahwa SIA bermanfaat, dan menumbuhkan kepercayaan bahwa SIA mudah untuk digunakan dalam penyelesaian tugas-tugas sesuai harapan. 26

27 REFERENSI Adam, Dennis A.; Nelson, R. Ryan; and Todd, Peter A Perceived Usefulness, Ease of Use, and Usage of Information Technology: A Replication, MIS Quarterly, Vol. 16, No. 2, June, p Agarwal, Ritu and Karahanna, Elena Time Flies When You are Having Fun: Cognitive Absorption and Beliefs about Information Technology Usage, MIS Quarterly, Vol.24, No. 4, December, p Agung, Anak Agung Gde Bawa Tri Hita Karana Go World, Bali Post, Minggu Pon, 5 April Ahuja, Manju K. and Thatcher, Jason Bennett Moving Beyond Intentions and Toward the Theory of Trying: Effects of Work, MIS Quarterly, Vol. 29, No. 3, September, p Ashrama, B. dan Seekings, Karen Buku Panduan/Hand Book Tri Hita Karana Tourism Awards 2001, Bali Travel News, Denpasar. Babbie, Earl The Practice of Social Research, Third Edition, Wadsworth Publishing Company, California. Bodnar, G.H. and Hopwood, W.S Accounting Information Systems, Fourth Edition, Allyn Bacon, Boston. Bodnar, G.H. dan Hopwood, W.S Accounting Information Systems, 9 nd. Saputra, Julianto Agung dan Setiawati, Lilis. (penerjemah). Sistem Informasi Akuntansi, Penerbit Andi, Yogyakarta. Budiartha, I Ketut Pengaruh Kemampuan terhadap Partisipasi dan Penerimaan Sistem serta Kepuasan Pengguna Sistem Informasi pada Hotel Berbintang di Provinsi Bali, Disertasi, Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya. Burch, John and Garry Information System: Theory and Practice, 5 th Ed., Willey & Sons. Chandrarin, Grahita dan Nur Indriantoro Hubungan antara Partisipasi dengan Kepuasan Pemakai dalam Pengembangan Sistem Berbasis Komputer: Suatu Tinjauan Dua Faktor Kontijensi, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 12 No. 2, hal Choe, Jong-Min The Relationship Among Performance of Accounting Information System, Influence Factors, and Evolution Level of Information Systems, Journal of Management Information Systems, Spring, Vol. 12, No. 4, pp Chueke, R. and Amstrong, R The Learning Oganization in Small and Medium-sized Enterprises. A Destination or a journey?, International Journal of Entrepreneurial Behavioral & Research, Vol. 4, No. 2, pp Compeau, Deborah R. and Higgins, Christopher A Computer Self-Efficacy: Development of a Measure and Initial Test, MIS Quarterly, Vol. 19, No. 2, June, p Compeau, Deborah R.; Higgins, Christopher A.; and Huf, Sid Social Cognitive Theory and Individual Reactions to Computing Technology: a Longitudinal Study, MIS Quarterly, Vol. 23, No. 2, June, p Dalem, A.A.G. R Implementasi Tri HitaKarana dalam bidang Pariwisata Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Jurnal lingkungan Hidup Bumi Lestari PPLH-UNUD Denpasar, Vol. 7, No. 1, hal Darsono, Li Examining Information Technology Acceptance by Individual Professionals, Gajah Mada International Journal of Business, Vol. 7, No. 2, p Davis, F.D Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of Information System Technology, MIS Quarterly, Vol.13, No.3, p

28 Davis, Fred D.; Bagozzi, Richard P.; and Warshaw, Paul R User Acceptance of Computer Technology: A Comparison of Two Theoretical Models, Management Science, Vol. 35, No. 8, Agustus, p DeLone, W.H. and E.R. Mc Lean Information System Success: The Quest for the Dependent Variable Infomation System Research 3 (Marach). Doney, Patricia M.; Cannon, Joseph P.; and Mulen, Michael R Understanding the Influence of National Culture on the Development of Trust, The Academy of Management Review, Vol. 23, No. 3, July, p Gefen, David and Straub, Detmar W Gender differences in the perception and use of An extension to the Technology Acceptance Model, MIS Quarterly; Vol. 21, No. 4, December, p Halim, Abdul Bunga rampai Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta. Handayani, Rini Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat untuk menggunakan Sistem Informasi dan Penggunaan Sistem Informasi (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta), Materi SNA X Unhas Makasar, Juli Hartono, Jogiyanto Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer: Konsep Dasar dan Komponen, Buku 1, BPFE, Yogyakarta. Hartono, Jogiyanto Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman- Pengalaman, Edisi 2004/2005, BPFE, Yogyakarta. Hartono, Jogiyanto Sistem Informasi Keprilakuan, Penerbit Andi, Yogyakarta. Hartono, Jogiyanto dan Abdillah, Willy Konsep & Aplikasi PLS (Partial Least Square) untuk Penelitian Empiris, BPFE, Yogyakarta. Hasan, Bassam Effectiveness of Computer Training: The Role of Multilevel Keyakinan-diri atas komputer, Journal of Organization and End User Computing, Vol. 18, No. 1, p Hasan, Bassam Examining the Effect of Computer Self-Efficacy and System Complexity on Technology Acceptance, Information Resources Management Journal, Vol. 20, Issue 3, p Hofstede, Geert Culture and Organizations: Software of the Mind, McGraw-Hill International (UK) Limited, London. Hong, Weiyin; Thong, James YL; Wong, Wai-Man; and Tam, Kar-Yam Determinants of User Acceptance of Digital Libraries: An Empirical examination of Differences and System Charateristics, Journal of Management Information Systems, Vol. 18, No. 3, Winter, p Igbaria, Magid; Guimaraes, Tor; and Davis Gordon B Testing the Determinants of Microcomputer Usage via a Structural Equation Model, Journal of Management Information Systems, Spring 1995, Vol. 11, No. 4, p Igbaria, Magid; Parasuraman, Saroj; and Baroudi, Jack J A motivational model of microcomputer usage, Journal of Management Information Systems; Vol. 13, No. 1, Summer, p Igbaria, Magid; Zinatelli, Nancy; Cregg, Paul; and Cavaye, Angele L.M Personal Computing Acceptance Factors in Small Firms: A Structural Equation Model, MIS Quarterly, September, Vol. 21, No. 3, p Iivary, Juhani An Empirical Test of The DeLone-McLean Model of Information System Success, Database for Advance in Information System, Spring 2005, Volume 36. No. 2, p Indriantoro, Nur dan Supomo Bambang Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta. Kaler, G.K Butir-butir Tercecer Tentang Adat Bali Vol II (Scattered Thoughts on Balinese Custom Vol II), Bali Agung, Denpasar. Koentjaraningrat Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Kotter, J.P. and Heskett, J.L., Corporate Culture and Performance, Free Press, New York. Kusuma, IB. 2000, THK dalam Kehidupan Masyarakat Bali, Makalah disampaikan dalam seminar THK tahun 2000, Pusaka, Denpasar. Lewis, William; Agarwal, Ritu; and Sambamurthy, V Soursces of Influence on Beliefs about Information Technology Use: An Empirical Study of Knowledge Workers, MIS Quarterly, Vol. 27, No. 4, December, p

29 Lippert, Susan K. and Volkmar, John A Cultural Effects on Technology Performance and Utilization: a Comparison of U.S. and Canadian Users, Journal of Global Information Management, Vol. 15, No. 2, April-June, p Mao, En; Srite, Mark; Thatcher, Jason Bennet; and Yaprak, Onur A Research Model for Mobile Phone Service Behaviors: Empirical Validation in the U.S. and Turkey, Journal of Global Information Technology Management, Vol. 8, No. 4, p McCoy, Scott; Galletta, Dennis F.; and King, William R Applying TAM Across, Culture: The Need for Cauton, European Journal of Information Systems, Vol. 16, p McGill, Tanya; Hobbs, Valerie; and Klobas, Jane User-Developed Aplications and Information Systems Success: A Test of DeLone and McLean s Model, Information Resources Management Journal, January-March, Vol. 16, No. 1, p McLeod, Raymond Management Information System, Simon & Schuster (Asia) Pte, LTd. Ndubisi, Nelson Oly; Gupta, Omprakash K.; and Ndubisi, Gibson C The Moguls' Model of Computing: Integrating the Moderating Impact of Users' Persona into the Technology Acceptance Model, Journal of Global Information Technology Management, Vol. 8, No. 1, p Nugroho, Mahendra Adhi Kesuksesan Katalog Elektronik Perpustakaan Akademik: Pengaruh Ketakutan Komputer Pemakai dan Kualitas Pelayanan Pustakawan dengan Kualitas Sistem Informasi sebagai Variabel Kendali, Jurnal Riset Akuntansi, Vol. 11, No. 2, Mei, hal Palguna, A.A.B Budaya Tri Hita Karana dan Trikaya Parisudha, Wahana, Edisi No. 59 Th. XXIII Nopember 2007, Hal Perbarindo Bali Buku Petunjuk Rapat Kerja Daerah Perbarindo Bali, Singaraja, 14 Desember Pitana, IG Desa Pekraman dalam arus Moderenisasi, In G. Pitana (Ed.): Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Bali (The Dynamic of Balinese Culture and Society), Denpasar: Bali Post Press) pp Poniman, F.; Nugroho, I.; dan Azzaini, J Kubik Leadership, Solusi Esensial Meraih Sukses dan Hidup Mulia, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Pragatha, R., Memperkuat Budaya Perusahaan, Majalah Manajemen dan Usahawan No. 4 Tahun XXIV, April, Jakarta. Putra, IGM THK dalam Arsitektur Bali, dalam kumpulan makalah Konsep dan Implementasi THK dalam Pembangunan Bali Menyongsong Pelaksanaan Otonomi Daerah, Pusat Kajian Bali. Radityo, Dody dan Zulaikha Pengujian Model DeLone and McLean Dalam Pengembangan Sistem Informasi Manajemen (Kajian Sebuah Kasus), Materi SNA X Unhas Makasar, Juli Restuningdiah, Nurika Pengaruh Partisipasi terhadap Kepuasan Pemakai Sistem Informasi pada Perusahaan yang Mengembangkan Sistem Informasi yang Berbasis Komputer, Disertasi, Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya Malang. Riana, I Gede Dampak Penerapan Budaya Tri Hita Karana terhadap Orientasi Kewirausahaan dan Orientasi Pasar serta Konsekuensinya terhadap Kinerja Usaha (Studi pada IKM Kerajinan Perak di Bali), Disertasi, Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya Malang. Schein, Edgar, H Organizational Culture and Leadership, John Wiley and Sons, Inc Setianingsih, Sunarti dan Nur Indriantoro Pengaruh Dukungan Manajemen Puncak dan Komunikasi Pemakai-Pengembang terhadap Hubungan Partisipasi dan Kepuasan Pemakai dalam Pengembangan Sistem Informasi, JRAI, Juli 1998, hal Solimun Multivariate Analysis Structural Equation Modelling (SEM) Lisrel dan Amos (Aplikasi di Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Psikologi, Sosial, Kedokteran dan Agrokompleks), Penerbit Universitas Negeri Malang, Malang. Solimun Pemodelan Persamaan Struktural Pendekatan PLS (Dilengkapi Pembahasan Variabel Moderator), Program Studi Statistika FMIPA, Program Doktor Ilmu Manajemen FE Universitas Brawijaya Malang. Srite, Mark; Thacher, Jason Bennett; and Galy, Edith Does Within-Culture Variation Matter?, An Empirical Study of Computer Usage, Journal of Global Information Management, Vol. 16, Issue 1, p

30 Straub, Detmar; Limayem, Moez; and Karahanna-Evaristo, Elena Measuring System Usage: Implications for IS Theory Testing, Management Science, Vol. 41, No. 8, Agustus, p Surpha, W Eksistensi Desa Adat di Bali (The Existence of Desa Adat in Bali), Upada Sastra, Denpasar. Susanto, A.B.; Sujanto, F.X.; Wijanarko, Himawan; Susanto, Patricia; Mertosona, Suwahjuhadi; dan Ismangil, Wagiono A Strategic Management Approach Corporate Culture & Organization Culture, The Jakarta Consulting Group, Jakarta. Szajna, Bernadette Emperical Evaluation of the Revised Technology Acceptance Model, Management Science, Vol. 42, No. 1, January, p Thatcher, Jason Bennett; Srite, Mark; Stepina, Lee P.; and Liu, Yongmei Culture, Overload and Personal Innovativeness with Information Technology: Extending the Nomological Net, The Journal of Computer Information Systems, Vol. 44, No. 1, Fall, ProQuest Computing, p Thatcher, Jason Bennett and Perrewe, Pamela L An Empirical Examination of Individual Traits as Antecendents to Computer Anxeity and Computer Self-Efficacy, MIS Quarterly; Vol. 26, No. 4, December, p Thompson, Ronald L.; Higgins, Christopher A.; and Howell, Jane M. 1991, Personal Computing: Toward a Conceptual Model of Utilization, MIS Quarterly, March, Vol.15, No.1, p Thompson, Ron; Compeau, Deborah; and Higgins, Chris Intentions to Use Information Technologies: An Integrative Model, Journal of Organizational and End User Computing, Vol. 18, No. 3, p Venkatesh, V.; Morris, M.G.; Davis, G.B.; and Davis, F.D. 2003, User Acceptance of Information Technology: Toward a Unified View, MIS Querterly, Vol.27, No.3, September, p Wang, Wei; Hsieh, J.J. Po-An; Butler, John E.; and Hsu, Sheng-Hsun Innovate with Complex Information Technologies: A Theoretical Model and Empirical Examination, The Journal of Computer Information Systems; Fall, Vol. 49, No. 1, ProQuest Computing, p Wiana, I Ketut Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu, Paramita Surabaya, Surabaya. Wilkinson, Joseph W.; Cerullo, Michael J.; Raval, Vasant; and Wong-On-Wong, Bernard Accounting Information Systems (Essential Concepts and Ap.lications), Fourth Edition, John Wiley and Sons, Inc., New York. Windia, Wayan Analisis Bisnis yang Berlandaskan Tri Hita Karana (Sebuah Kasus Pelaksanaan/Penjabaran PIP Kebudayaan UNUD), Wahana, Edisi No. 57 Th. XXIII Mei 2007, Hal 4-6. Windia, Wayan dan Dewi, Ratna Komala Analisis Bisnis yang Berlandaskan Tri Hita Karana, Penerbit Universitas Udayana, Denpasar. Yamin, Sofyan dan Kurniawan, Heri Structural Equation Modeling, Belajar lebih Mudah Teknik Analisis Data Kuesioner dengan Lisrel PLS, Buku Aplikasi Statistik Seri 2, Penerbit Salemba Infotek, Jakarta. Yi, Mun Y.; Fiedler, Kirk D.; and Park, Jae S Understanding the Role of Individual Innovativeness in the Acceptance of IT-Based Innovations: Comparative Analysis of Models and Measures, Decision Sciences, August, Vol. 37, No. 3, p

31 Lampiran 1: Daftar Pertanyaan atau Pernyataan Hal: Permohonan Menjadi Responden Denpasar, 9 Nopember Kepada: Yth. Bapak/Ibu Direksi/Kepala Bagian Akuntansi PT BPR Di Tempat. Dengan hormat, Bersama ini dengan segala kerendahan hati saya mengharapkan Bapak/Ibu berpartisipasi untuk menjadi responden dalam penelitian saya. Penelitian saya berjudul Pengaruh Implementasi Budaya Tri Hita Karana (THK) terhadap Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Dimediasi Keyakinan-diri atas Komputer, Keinovatifan Personal, Persepsi Kegunaan, dan Persepsi Kemudahan Penggunaan pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bali. Adapun tujuan pelelitian yang saya lakukan adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh budaya THK terhadap penggunaan SIA sebagai ekspresi kesuksesan SIA melalaui variabel eksternal TAM (keyakinan-diri atas komputer dan keinovatifan personal) dan melalui kegunaan persepsian ataupun melalui kemudahan penggunaan persepsian SIA. Sehubungan dengan hal ini saya berharap Bapak/Ibu sudi meluangkan waktunya untuk mengisi kuesrioner yang saya sampaikan. Informasi yang disampaikan dalam kuesioner hanya semata-mata untuk tujuan akademis dan tidak akan digunakan untuk tujuan yang lainnya serta akan saya jaga kerahasiaannya. Demikianlah hal ini saya sampaikan dan atas bantuan serta perhatian Bapak/Ibu, saya menyampaikan ucapan terima kasih. Hormat saya, Suardikha I Made Sadha Peneliti 31

32 DAFTAR PERTANYAAN I. Penjelasan ringkas tentang Pengisian Daftar Pertanyaan Daftar pertanyaan ini berisi dua jenis pertanyaan, yaitu: a) pertanyaan tertutup dan b) pertanyaan terbuka. Pertanyaan tertutup meminta Bapak/Ibu mengisi jawaban sesuai dengan pilihan yang tersedia. Adapun cara mengisinya adalah dengan memberi tanda lingkaran (0) atau tanda silang (X) pada bidang yang paling sesuai dengan jawaban Bapak/Ibu. Pertanyaan terbuka meminta Bapak/Ibu untuk mengisi sendiri jawaban Bapak/Ibu. Adapun cara pengisiannya adalah dengan mengisi jawaban pada bidang (...). Daftar pertanyaan ini diharapkan diisi oleh Direksi dan Kepala Bagian Akuntansi atau yang setara. Bapak/Ibu dimohon untuk memberikan jawaban sesuai dengan kondisi sebenarnya yang ada di perusahaan Bapak/Ibu dengan jawaban yang objektif, karena penelitian ini dilakukan untuk penyusunan disertasi yang diharapkan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan bisnis. Semua data yang Bapak/Ibu berikan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. II. Materi Pertanyaan 1. Identitas Responden Nama :... (boleh tidak diisi) Umur Bapak/Ibu : di bawah 20 tahun 20 s.d. 25 tahun Pendidikan terakhir Bapak/ibu: 26 s.d. 30 tahun 31 s.d. 35 tahun 36 s.d. 40 tahun di atas 40 tahun a. Formal : SMU Diploma S1 S2 S3 b. Informal* ) : Kursus/pendidikan dan latihan/lainnya 1-2 kali Kursus/pendidikan dan latihan/lainnya 3-4 kali Kursus/pendidikan dan latihan/lainnya 5-6 kali Kursus/pendidikan dan latihan/lainnya 7-8 kali Kursus/pendidikan dan latihan/lainnya 9-10 kali Di atas 10 kali *)Kursus/pendidikan dan latihan/lainnya yang dimaksud adalah kursus: komputer, akuntansi, komputer akuntansi, dan manajemen serta informasi yang lainnya Berapa lama pengalaman Bapak/Ibu bekerja dalam perusahaan? < 5 tahun tahun 6 10 tahun > 15 tahun Berapa lama pengalaman sebagai direksi atau di bagian akuntansi? < 5 tahun tahun 6 10 tahun > 15 tahun Jabatan :... Apakah perusahaan tempat Bapak/Ibu bekerja? Mengembangkan SIA sendiri sesuai dengan kebutuhan perusahaan Merancang dan mendesain SIA oleh pihak luar perusahaan Membeli SIA yang telah jadi Lainnya... Apakah selama implementasi/menggunakan SIA Bapak/Ibu menghadapi kesulitan? Ya Tidak 32

33 Jika Ya, apakah kesulitan yang Bapak/Ibu alami tersebut? Jelaskan secara ringkas, apa harapan Bapak/Ibu terhadap SIA yang dikembangkan di perusahaan Bapak/Ibu tempat bekerja? Apakah Bapak/Ibu menghendaki ringkasan hasil penelitian ini?: Ya Tidak Bila Ya, dikirim ke : Identitas Perusahaan Nama BPR :... Alamat BPR :... Bentuk Badan Hukum: Perseroan Terbatas (PT) Koperasi Perusahaan Daerah Status Kepemilikan BPR: Keluarga Terbuka 3. Budaya Tri Hita Karana (THK) Budaya THK adalah aktualisasi tingkah laku seseorang dalam aktivitasnya karena keputusan yang diambil dipengaruhi oleh identitas budaya yang merupakan nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Beberapa pertanyaan/pernyataan berikut bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh Budaya THK terhadap penggunaan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dalam pengembangan Sistem Informasi pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Bali. Bapak/Ibu diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau lingkaran (0) untuk jawaban yang bapak/ibu anggap paling tepat dengan memilih skala nilai 1 sampai dengan 5. Skala 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, dan 5 = sangat setuju. No. Parahyangan Skala pengukuran 1. Saya percaya bahwa kesuksesan/keberhasilan melaksanakan tugas dalam penggunaan SIA bukan semata-mata karena kemampuan kita sendiri, tetapi juga atas kehendak/ridho Tuhan Melaksanakan tugas dalam penggunaan SIA mempunyai tujuan tertentu, yaitu sukses (berhasil) menyelesaikan tugas yang merupakan yadnya (pengorbanan tanpa pamerih) berdasarkan prinsip ngayah bagi setiap insan ciptaan Tuhan Saya meyakini bahwa melaksanakan tugas dalam penggunaan SIA adalah perbuatan yang mendapat kontrol dari Tuhan Yang Maha Esa Sebagai insan ciptaan Tuhan, dalam melaksanakan tugas penggunaan SIA kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai harmoni dan kebersamaan Saya selalu berdoa sesuai dengan agama saya setiap akan mulai melaksanakan tugas penggunaan SIA Saya selalu ikut serta melaksanakan aktivitas rutin keagamaan secara bersama-sama Melakukan ritual keagamaan (yadnya) setiap hari pada lingkungan pelaksanaan tugas dalam penggunaan SIA sesuai kepercayaan Melaksanakan acara siraman rohani/dharma wacana secara berkala dapat menciptakan/membangkitkan ketenangan jiwa

34 No. Pawongan 1. Tenggang rasa dan saling hormat menghormati antar karyawan dalam melaksanakan tugas penggunaan SIA merupakan sikap Tat Twam Asi yang yang perlu dijaga karena pada hakekatnya bahwa manusia sebagai insan ciptaan Tuhan yang satu dengan yang lainnya adalah sama Hukum Karma Phala hendaknya menjadi pegangan dalam melaksanakan tugas penggunaan SIA untuk menjaga harmoni secara internal dan dikalangan luar perusahaan Hubungan harmonis atas dasar prinsip kebersamaan antara karyawan satu dengan karyawan yang lain dan antara karyawan dengan pengelola perlu mendapat perhatian dalam penggunaan SIA Ada kesempatan yang sama bagi karyawan untuk berprestasi dalam pekerjaan penggunaan SIA Ada keterbukaan dalam menilai hasil kerja dan berbagai hak karyawan dalam penggunaan SIA sebagai wujud bahwa manusia sebagai ciptaan Tuhan perlu dihargai dan dihormati Partisipasi karyawan pada setiap kegiatan manajemen selalu diperhatikan dan ditumbuh kembangkan Perusahaan dan jajarannya dalam melaksanakan tugas khususnya penggunaan SIA selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar Selalu mengantisipasi perubahan dalam tugas penggunaan SIA denganmelakukan pembelajaran No. Palemahan 1. Ada bangunan suci (tempat pemujaan: pelinggih atau pura di areal bangunan, pelangkiran di ruangan kerja atau tempat ibadah) di tempat melaksanakan tugas dalam penggunaan SIA sebagai wujud rasa bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa Menghindari adanya konflik dengan masyarakat sekitarnya berkaitan dengan masalah lingkungan dalam pelaksanaan tugas penggunaan SIA Disain bangunan dan ruangan tempat pelaksanaan tugas dalam penggunaan SIA diatur sedemikian rupa agar tercapai suasana yang kondusif dalam pelaksanaan tugas Keindahan dan kebersihan lingkungan di sekitar tempat pelaksanaan tugas dalam penggunaan SIA perlu dijaga, sehingga memancarkan kedamaian yang dapat menunjang suasana kerja yang kondusif untuk mencapai harmoni Meningkatkan peran dan kepedulian dalam membangun kesejahteraan sosial dan pelestarian lingkungan Karyawan disediakan sarana untuk melaksanakan ritual sesuai dengan kepercayaannya Tersedianya fasilitas tertentu yang cukup bagi keperluan karyawan dalam penggunaan SIA Memelihara dan menjaga keamanan dan kontinuitas penggunaan SIA perlu dilakukan secara berkelanjutan Keyakinan-Diri Atas Komputer Keyakinan-Diri Atas Komputer adalah karakteristik individual yang merefleksikan kepercayaan diri dalam kemampuannya untuk melakukan tugas dalam penggunaan SIA. Bapak/Ibu diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau lingkaran (0) untuk jawaban yang bapak/ibu anggap paling tepat dengan memilih skala nilai 1 sampai dengan 5. Skala 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, dan 5 = sangat setuju. No. Kemampuan Skala pengukuran 1. Saya merasa yakin bahwa saya bisa mengoperasikan aplikasi SIA untuk entri data keuangan dan data lainnya Saya merasa yakin bahwa dengan SIA saya mampu melaksanakan siklus pemrosesan transaksi

35 3. Saya merasa yakin bahwa saya mampu menjalankan SIA dalam penyusunan laporan keuangan (neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan catatan atas laporan keuangan) No. Dukungan Perusahaan 1. Saya merasa bahwa perusahaan telah memberi peluang kepada saya untuk ikut serta dalam pengembangan SIA Saya merasa bahwa perusahaan telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengembangkan diri terkait penggunaan SIA Perusahaan menyediakan sumber daya yang saya perlukan untuk menggunakan SIA secara cepat No. Fasilitas penjelas 1. Saya merasa yakin dapat menyelesaikan tugas jika saya dapat memanggil seseorang untuk membantu saya dalam kesulitan terkait penggunan SIA Saya merasa yakin dapat menyelesaikan tugas jika mempunyai manual SIA untuk referensi Saya merasa yakin dapat menyelesaikan tugas jika seseorang membantu saya untuk memulai menggunakan SIA dalam pelaksanaan tugas Keinovatifan Personal Keinovatifan Personal adalah suatu ciri yang mencerminkan seseorang bersedia untuk mencoba teknologi yang baru manapun. Keinovatifan Personal terdiri atas tiga indikator, yaitu: penggunaan baru, menggunakan dengan cara baru, dan menciptakan desain baru. Bapak/Ibu diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau lingkaran (0) untuk jawaban yang bapak/ibu anggap paling tepat dengan memilih skala nilai 1 sampai dengan 5. Skala 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, dan 5 = sangat setuju. No. Penggunaan aplikasi baru Skala pengukuran 1. Saya percaya bahwa penggunaan aplikasi SIA yang baru dapat meningkatkan produktivitas saya dalam melaksanakan tugas rutin Saya percaya bahwa penggunaan aplikasi SIA yang baru dapat meningkatkan effektifitas saya dalam melaksanakan tugas rutin Saya percaya bahwa penggunaan aplikasi SIA yang baru mempermudah pelaksanaan tugas rutin saya dalam perusahaan No. Penggunaan cara baru 1. Saya biasanya orang pertama yang mencoba menggunakan cara baru dalam melaksanakan tugas Saya berusaha mencari cara baru dalam melaksanakan tugas rutin menggunakan SIA Saya suka melakukan eksperimen dengan cara baru dalam tugas rutin menggunakan SIA No. Penciptaan desain baru 1. Saya berusaha membuat desain baru laporan keuangan sesuai dengan format standar akuntansi keuangan dengan penggunaan SIA Saya merasa mampu membuat desain baru anggaran/rencana kerja dengan penggunaan SIA dalam pekerjaan saya Saya suka mencoba menciptakan desain baru dalam pekerjaan saya Persepsi Kegunaan SIA Persepsi Kegunaan SIA adalah tingkat keyakinan individu bahwa penggunaan SIA akan meningkatkan kinerjanya. Bapak/Ibu diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau lingkaran (0) untuk jawaban yang bapak/ibu anggap paling tepat dengan memilih skala nilai 1 sampai dengan 5. Skala 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, dan 5 = sangat setuju. No. Kinerja Skala pengukuran 35

36 1. Penggunaan SIA dalam pekerjaan saya dapat membantu memperbaiki kinerja kerja/hasil kerja saya Penggunaan SIA dalam pekerjaan saya dapat menunjukkan kemampuan kerja saya Penggunaan SIA dalam pekerjaan saya dapat menunjukkan prestasi kerja yang dicapai Penggunaan SIA dalam pekerjaan saya meningkatkan kualitas kerja saya No. Produktivitas 1. Penggunaan SIA membantu saya dalam tugas menyusun laporan keuangan Penggunaan SIA dalam pekerjaan saya bermanfaat dalam penyusunan laporan mingguan, bulanan, triwulanan, smesteran dan tahunan untuk Bank Indonesia Penggunaan SIA dapat membantu saya dalam melaksanakan penyusunan anggaran/rencana kerja Penggunaan SIA dapat membantu menyediakan infomasi keuangan (laporan keuangan) dan informasi bukan keuangan (informasi intern untuk keperluan perencanaan dan pengendalian) No. Efektivitas 1. Penggunaan SIA mempermudah saya dalam melaksanakan pekerjaan saya Penggunaan SIA dalam pekerjaan saya dapat membantu penyelesaian pelaporan keuangan tepat pada waktunya Penggunaan SIA dalam pekerjaan memungkinkan saya dapat bekerja lebih efektif Penggunaan SIA dalam pekerjaan memungkinkan penyediaan informasi yang diperlukan lebih cepat Persepsi Kemudahan Penggunaan SIA Persepsi Kemudahan Penggunaan SIA adalah tingkat keyakinan seseorang bahwa penggunaan SIA merupakan hal yang mudah dan akan bebas dari usaha penggunanya. Bapak/Ibu diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau lingkaran (0) untuk jawaban yang bapak/ibu anggap paling tepat dengan memilih skala nilai 1 sampai dengan 5. Skala 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, dan 5 = sangat setuju. No. Pembelajaran Skala pengukuran 1. Saya merasa bahwa pendidikan formal bermanfaat dalam pelaksanaan tugas saya menggunakan SIA Saya sering mengikuti pendidikan/kursus dan pelatihan yang berkaitan dengan SIA Pendidikan/Kursus dan pelatihan terkait SIA yang saya ikuti selama ini bermanfaat bagi saya dalam pelaksanaan tugas Mempunyai orang kepercayaan yang telah berpengalaman di bidang SIA sebagai pembimbing yang berperan untuk memberi bimbingan dan saran dalam penggunaan SIA No. Interaksi 1. Interaksi saya dengan SIA sangat jelas dan dapat dipahami oleh karena itu belajar mengoperasikan SIA adalah mudah bagi saya Interaksi dengan SIA saya lakukan setiap saat secara kontinu Sering berinteraksi dengan SIA akan mudah bagi saya menjadi ahli dalam menggunakan SIA Interaksi dengan SIA dapat memudahkan saya melakukan apa yang ingin saya lakukan terkait dengan SIA tersebut No. Pengalaman 1. Saya merasa bahwa belajar dari pengalaman menggunakan SIA merupakan hal penting Saya merasa bahwa mempunyai pengalaman menggunakan SIA pada perusahaan 36

37 lain dapat membantu tugas saya dalam penggunan SIA di perusahaan Saya merasa setiap kali mengalami kejadian kritis dalam penggunaan SIA, akan menjadi pengalaman yang berharga bagi saya dalam pengembangan SIA di masa-masa yang akan datang Saya merasa SIA mudah digunakan dalam tugas saya Penggunaan SIA Penggunaan SIA adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang berhubungan dengan SIA atau interaksi antara seseorang/profesional dengan SIA. Bapak/Ibu diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau lingkaran (0) untuk jawaban yang bapak/ibu anggap paling tepat dengan memilih skala nilai 1 sampai dengan 5. Skala 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, dan 5 = sangat setuju. No. Siklus Pemrosesan Transaksi Skala pengukuran 1. Transaksi yang berhubungan dengan distribusi barang atau jasa dan pengumpulan kas terkait dengan distribusi barang atau jasa tersebut dilakukan setiap hari Transaksi yang berhubungan dengan perolehan barang atau jasa dari entitas lain dan pelunasan kewajiban terkait dengan perolehan barang atau jasa tersebut dilakukan setiap hari Transaksi yang terkait dengan tranformasi sumber daya menjadi barang atau jasa (penentuan suku bunga, seperti: bunga kredit, bunga tabungan, dan deposito dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan Transaksi yang terkait dengan akuisisi dan pengolahan dana, termasuk kas dilakukan setiap hari Pelaporan keuangan dibuat dan dilaporkan secara berkala (harian, mingguan, bulanan, triwulan, smesteran, dan tahunan) No. Pembuatan Anggaran/rencana kerja 1. Anggaran/rencana kerja disusun berdasarkan laporan keuangan periode sebelumnya dan laporan operasi lainnya, sebelum aktivitas dimulai Anggaran/rencana kerja disusun berdasarkan anggaran/rencana kerja seluruh subunit organisasi Anggaran/rencana kerja dipakai sebagai pedoman kerja dalam melaksanakan operasional perusahaan Anggaran/rencana kerja dipakai sebagai alat kendali yang berguna untuk mengotorisasi aktivitas transaksi Anggaran/rencana kerja dipakai sebagai dasar untuk menilai kinerja organisasi dan karyawan No. Proses Pengendalian Intern 1. Adanya Struktur organisasi yang memadai atau menjamin kelancaran operasi perusahaan Regulasi dan hukum atau peraturan-peraturan yang baru untuk akuntansi mempunyai pengaruh terhadap proses penyusunan laporan dan pelaporan keuangan Adanya otorisasi, keakuratan, dan kelengkapan transaksi dalam siklus pemrosesan transaksi keuangan Prosedur akuntansi ditetapkan dalam manual prosedur akuntansi sehingga kebijakan dan intruksi dapat diketahui secara eksplisit dan diterapkan secara konsisten Pengawasan/monitoring termasuk supervisi manajemen dan tindakan lainnya dilaksanakan secara berkesinambungan dari waktu ke waktu

38 ..., ( ) NB: Mohon bubuhkan tanda tangan dan cap Bank 38

39 Lampiran 2: Hasil Eksekusi/Analisis PLS (output PLS) Output PLS Outer Loadings (Mean, STDEV, T-Values) Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics ( O/STERR ) x11 -> X1 0, , , , , x12 -> X1 0, , , , , X13 -> X1 0, , , , , X21 <- X2 0, , , , , X22 <- X2 0, , , , , X23 <- X2 0, , , , , X31 <- X3 0, , , , , X32 <- X3 0, , , , , X33 <- X3 0, , , , , X41 <- X4 0, , , , , X42 <- X4 0, , , , , X43 <- X4 0, , , , , X51 <- X5 0, , , , , X52 <- X5 0, , , , , X53 <- X5 0, , , , , Y1 <- Y 0, , , , , Y2 <- Y 0, , , , , Y3 <- Y 0, , , , , Outer Weights (Mean, STDEV, T-Values) Original Sample Mean (M) Standard Deviation Standard Error T Statistics 39

40 Sample (O) STDEV) (STERR) ( O/STERR ) x11 -> X1 0, , , , , x12 -> X1 0, , , , , X13 -> X1 0, , , , , X21 <- X2 0, , , , , X22 <- X2 0, , , , , X23 <- X2 0, , , , , X31 <- X3 0, , , , , X32 <- X3 0, , , , , X33 <- X3 0, , , , , X41 <- X4 0, , , , , X42 <- X4 0, , , , , X43 <- X4 0, , , , , X51 <- X5 0, , , , , X52 <- X5 0, , , , , X53 <- X5 0, , , , , Y1 <- Y 0, , , , , Y2 <- Y 0, , , , , Y3 <- Y 0, , , , , Cross Loadings x1 x2 x3 x4 x5 Y x11 0, , , , , , x12 0, , , , , , X13 0, , , , , , X21 0, , , , , , X22 0, , , , , , X23 0, , , , , , X31 0, , , , , , X32 0, , , , , , X33 0, , , , , , X41 0, , , , , , X42 0, , , , , , X43 0, , , , , , X51 0, , , , , , X52 0, , , , , , X53 0, , , , , , Y1 0, , , , , , Y2 0, , , , , , Y3 0, , , , , , Latent Variable Correlations 40

41 x1 x2 x3 x4 x5 Y x1 1, x2 0, , x3 0, , , x4 0, , , , x5 0, , , , , y 0, , , , , , AVE, Composite Reliability, R Square, Square Root AVE, dan Cronbachs Alpha x1 Composite Reliability R Square AVE Square Root AVE Cronbachs Alpha x2 0, , , , , x3 0, , , , , x4 0, , , , , x5 0, , , , , y 0, , , , , Path Coefficients (Mean, STDEV, T-Values) Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics ( O/STERR ) x1 -> x2 0, , , , , x1 -> x3 0, , , , , x1 -> y 0, , , , , x2 -> x4 0, , , , , x2 -> x5 0, , , , , x3 -> x4 0, , , , , x3 -> x5 0, , , , , x4 -> y 0, , , , , x5 -> y 0, , , , , Total Effects (Mean, STDEV, T-Values) Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics ( O/STERR ) X1 -> X2 0, , , , , X1 -> X3 0, , , , ,

42 X1 -> X4 0, , , , , X1 -> X5 0, , , , , X1 -> Y 0, , , , , X2 -> X4 0, , , , , X2 -> X5 0, , , , , X2 -> Y 0, , , , , X3 -> X4 0, , , , , X3 -> X5 0, , , , , X3 -> Y 0, , , , , X4 -> Y 0, , , , , X5 -> Y 0, , , , , Diagram Jalur 42

43 CURRICULUM VITAE (CV) 1. DATA PRIBADI Nama Lengkap : Dr. I Made Sadha Suardikha, SE., M.Si., Ak. NIP. : Tempat/Tgl Lahir : Denpasar, 10 September 1955 Pangkat/Golongan : Pembina Tk. I / IV/b Jabatan akademik,tmt : Lektor Kepala, 1 April 2006 Alamat Rumah : Jl. Pemuda III No 22, Denpasar/ / PENDIDIKAN a. SD tahun 1968 di Kesiman b. SMEP Negeri tahun 1971 di Denpasar c. SMEAN Jurusan Tata Buku tahun 1974 di Denpasar d. S-1 di Fak.Ekonomi UNUD Denpasar, Jurusan Managemen, tahun 1982 e. S-1 di Fak. Ekonomi, Jurusan Akuntansi, Universitas Airlangga Surabaya, tahun 1993 f. S-2 di Program Pascasarjana Universitas Gajah Mada Jogyakarta, tahun 2003 g. S-3 di Program Doktor Akuntansi PPs. Fak.Ekonomi dan Bisnis UB, Malang, tahun Kursus Singkat/Pelatihan/Loka Karya 1) Lokakarya Pelatihan Peningkatan Kemampuan Mengajar, diselenggarakan oleh TPSDP-PS Akuntansi Fak.Ekonomi UNUD, tanggal 28 Mei dan 11 Juni ) Lokakarya Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dana PNBP Fakultas Ekonomi UNUD Tahun Anggaran 2012, tanggal 6 Januari Seminar 1) Simposium Nasional X IAI Kompartemen Akuntan Pendidik di Makasar tgl. 26 Juli s/d 28 Juli ) Konsersium Akuntansi Internasional ke-3 diselenggarakan Fak.Ekonomi Univ.Brawijaya, Malang Juni Penelitian 1) Loans to Debt Ratio, Debt Equity Ratio, Interes Margin on Loans dan BOPO Sebagai Prediktor Profit Margin Pada Bank Perkreditan Rakyat Di Kabupaten Badung, tahun ) Pengaruh Budaya Tri Hita Karana (THK) terhadap Kesuksesan Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi (SIA), (Studi pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Bali), tahun Pengabdian Kepada Masyarakat 1) Pelatihan Akuntansi dan Manajemen Sebagai Usaha Peningkatan Kemampuan Mengelola Usaha Bagi Pengusaha Kerajianan Bambu Di Kabupaten Gianyar, tahun ) Penataran Penyusunan dan Analisis Laporan Keuangan Koperasi Menuju Koperasi Sehat Pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP) Di Kabupaten Tabanan, tahun Publikasi 1) Pengaruh Proses Politik pada Praktik Akuntansi, Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Fak. Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar, Volume 7, No.13 Maret

44 2) Pengaruh Sistem Perpajakan yang Kondusif terhadap Dunia Usaha, Jurnal Akuntansi dan Bisnis AUDI, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, Denpasar Bali, Vol. 2 No. 1 Juli Denpasar, 10 Juni Hormat saya Dr. I Made Sadha Suardikha, SE., M.Si., Ak. NIP

45 PERNYATAAN Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya sepanjang pengetahuan saya, artikel saya yang berjudul: "Pengaruh Implementasi Budaya Tri Hita Karana Terhadap Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Dimediasi Keyakinan-Diri Atas Komputer, Keinovatifan Personal, Persepsi Kegunaan, Dan Persepsi Kemudahan Penggunaan Pada Bank Perkreditan Rakyat Di Bali", tidak pernah disampaikan atau dipublikasikan oleh jurnal lain. Demikianlah peryataan ini saya buat untuk maklum dan apabila artikel ini temyata telah pernah disampaikan atau dipublikasi oleh jurnal lain, maka artikel saya ini dapat dibatalkan penyampaiannya atau publikasinya. Denpasar, 10 Juni

PENGARUH BUDAYA TRI HITA KARANA TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DIMEDIASI PERSEPSI KEGUNAAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN

PENGARUH BUDAYA TRI HITA KARANA TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DIMEDIASI PERSEPSI KEGUNAAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN 02 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Juni 20, Vol. 0, No., hal 02-28 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia Volume 0 Nomor, Juni 20 PENGARUH BUDAYA TRI HITA KARANA TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. semua pengguna akhir sistem (end-user) pada Dinas Pendapatan, Pengelola

BAB III METODE PENELITIAN. semua pengguna akhir sistem (end-user) pada Dinas Pendapatan, Pengelola 25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Sumber Data Penelitian ini menggunakan data primer yang merupakan data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber aslinya (Sekaran, 2003). Objek penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian ini penulis mengambil obyek penelitian di

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian ini penulis mengambil obyek penelitian di BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis mengambil obyek penelitian di Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian mulai dilaksanakan pada Bulan

Lebih terperinci

I Made Sadha Suardikha. Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Denpasar.

I Made Sadha Suardikha. Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Denpasar. Pengaruh Budaya Tri Hita Karana (Thk) Terhadap Kesuksesan Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi ( Sia ) (Studi Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Di Provinsi Bali) I Made Sadha Suardikha Pasca Sarjana

Lebih terperinci

Analisis Pengaruh Penggunaan Sistem Informasi Pelayanan Cabang Terhadap Kinerja Operasional Karyawan pada PT. Taspen (Persero) Cabang Palembang

Analisis Pengaruh Penggunaan Sistem Informasi Pelayanan Cabang Terhadap Kinerja Operasional Karyawan pada PT. Taspen (Persero) Cabang Palembang 18 ISSN: 2407-1102 Analisis Pengaruh Penggunaan Sistem Informasi Pelayanan Cabang Terhadap Kinerja Operasional Karyawan pada PT. Taspen (Persero) Cabang Palembang Rachman Saputra* 1, Sang Aji 2, Ervi Cofriyanti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Pelakasanaan 1. Waktu Penelitian Proses penelitian ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan di tempat yang akan digunakan sebagai lokasi penelitian,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. minat perilaku nasabah dalam penggunaan layanan menggunakan model integrasi

BAB III METODE PENELITIAN. minat perilaku nasabah dalam penggunaan layanan menggunakan model integrasi BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara atau prosedur yang dipergunakan untuk melakukan penelitian sehingga mampu menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian dengan suatu landasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kasihan, Tamantirto, Bantul, Yogyakarta. Akuntansi, Prodi Ilmu Ekonomi sejumlah 76 dosen.

BAB III METODE PENELITIAN. Kasihan, Tamantirto, Bantul, Yogyakarta. Akuntansi, Prodi Ilmu Ekonomi sejumlah 76 dosen. BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek dan Subyek Penelitian 1. Obyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Alamat: Jalan Lingkar Selatan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program S1 Akuntansi di Kota

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program S1 Akuntansi di Kota 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program S1 Akuntansi di Kota Bandarlampung. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling, yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITAN

BAB III METODE PENELITAN BAB III METODE PENELITAN A. Obyek / Subyek Penelitian 1. Obyek Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada PUSKESMAS Mantrijeron, sebagai unit pelayanan jasa yang menerapkan sistem manajemen mutu ISO

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Penggunaan sistem teknologi informasi saat ini telah menjadi kebutuhan utama bagi

BAB 1 PENDAHULUAN. Penggunaan sistem teknologi informasi saat ini telah menjadi kebutuhan utama bagi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penggunaan sistem teknologi informasi saat ini telah menjadi kebutuhan utama bagi setiap perusahaan. Pengembangan teknologi informasi (TI) telah memimpin dengan

Lebih terperinci

TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: MENGUJI KEEFEKTIVAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI TERPADU (SISTER) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER

TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: MENGUJI KEEFEKTIVAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI TERPADU (SISTER) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: MENGUJI KEEFEKTIVAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI TERPADU (SISTER) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER Peneliti : Kartika 1 Mahasiswa Terlibat : - Sumber Dana : DIPA Universitas

Lebih terperinci

STRUCTURAL EQUATION MODELING - PLS. SPSS for Windows

STRUCTURAL EQUATION MODELING - PLS. SPSS for Windows STRUCTURAL EQUATION MODELING - PLS SPSS for Windows A. PENILAIAN MODEL PENGUKURAN Penilaian model pengukuran dibagi menjadi 2 pengukuran yaitu pengukuran model reflektif dan pengukuran model formatif.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik penentuan sampel pada

III. METODE PENELITIAN. meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik penentuan sampel pada III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Tipe Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan

Lebih terperinci

Nama : Lilis Sulistyani : C4C005268

Nama : Lilis Sulistyani : C4C005268 PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL ORGANISASI TERHADAP PENERIMAAN PENGGUNAAN KOMPUTER PERSONAL (PC) (Studi Empiris Pada Bank Perkreditan Rakyat Di Jawa Tengah) Nama : Lilis Sulistyani NIM : C4C005268

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. adanya hubungan yang dimiliki oleh principal dan agent. Principal (pemilik)

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. adanya hubungan yang dimiliki oleh principal dan agent. Principal (pemilik) BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori Keagenan Teori keagenan (agency theory) adalah suatu teori yang menjelaskan adanya hubungan yang dimiliki oleh principal dan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Saat ini SDM berperan aktif dan menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam pencapaian visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu, SDM suatu perusahaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 37 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Deskripsi Data Responden Untuk dapat memberikan gambaran mengenai deskripsi data responden, peneliti menggunakan tabel distribusi sebaran untuk menunjukkan data responden

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian adalah rencana yang mencakup penelitian secara

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian adalah rencana yang mencakup penelitian secara 28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian adalah rencana yang mencakup penelitian secara menyeluruh yang akan dilakukan oleh peneliti mulai dari membuat hipotesis dan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Riduwan dan Achmad,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Riduwan dan Achmad, BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Populasi dan Sampel Dalam suatu penelitian, populasi dan sampel digunakan untuk menentukan atau memilih subjek penelitian a. Populasi adalah wilayah generalisasi yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Gagasan pertama berdirinya Rumah Sakit Islam Jakarta, bermula dirasakannya kebutuhan akan pelayanan rumah sakit yang bernafaskan islam.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bab tinjauan pustaka ini terdiri dari dua Sub Bab yaitu Sub Bab 2.1 Landasan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bab tinjauan pustaka ini terdiri dari dua Sub Bab yaitu Sub Bab 2.1 Landasan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab tinjauan pustaka ini terdiri dari dua Sub Bab yaitu Sub Bab 2.1 Landasan Teori yang memaparkan teori teori yang digunakan dalam penelitian ini, dan Sub Bab 2.2 Penelitian Penelitian

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN A. KERANGKA PEMIKIRAN Dalam suatu organisasi atau perusahaan, faktor sumberdaya manusia memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan organisasiuntuk mencapai berbagai

Lebih terperinci

Analisis Penerimaan Layanan E-Filing Dalam Pelaporan SPT Tahunan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam) 2 Di KPP Pratama Surakarta

Analisis Penerimaan Layanan E-Filing Dalam Pelaporan SPT Tahunan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam) 2 Di KPP Pratama Surakarta Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Terapan (SEMANTIK) 2015 361 Analisis Penerimaan Layanan E-Filing Dalam Pelaporan SPT Tahunan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam)

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengawasan dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengawasan dalam 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sistem Informasi Sistem informasi merupakan seperangkat komponen yang saling berhubungan yang berfungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi pada penelitian ini adalah semua pimpinan di lingkungan Satuan Kerja

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi pada penelitian ini adalah semua pimpinan di lingkungan Satuan Kerja 22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan sampel Populasi pada penelitian ini adalah semua pimpinan di lingkungan Satuan Kerja Pengelola Daerah (SKPD) Kota Bandarlampung. Sampel diambil dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode studi

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode studi BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang Digunakan Metode penelitian yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode studi empiris, yaitu penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada PT. First Media Production yang beralamat di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada PT. First Media Production yang beralamat di BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada PT. First Media Production yang beralamat di Gedung Berita Satu Plaza Lantai 5 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 Jakarta

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Informasi Akuntansi 2.1.1 Sistem Informasi Sistem merupakan satu kesatuan kelompok yang saling berinteraksi dan bekerjasama satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memberikan manfaat pada bidang ekonomi. Teknologi juga telah mendorong

BAB I PENDAHULUAN. memberikan manfaat pada bidang ekonomi. Teknologi juga telah mendorong BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang sangat cepat saat ini telah banyak memberikan manfaat pada bidang ekonomi. Teknologi juga telah mendorong manusia untuk dengan mudah

Lebih terperinci

Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia PENGARUH KEYAKINAN DIRI ATAS KOMPUTER, KEINOVATIFAN PERSONAL, PERSEPSI KEGUNAAN, DAN PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (Studi Pada Kantor Cabang Utama Bank Central

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010), penelitian eksplanatori adalah

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010), penelitian eksplanatori adalah BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010), penelitian eksplanatori adalah penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sakit yang terdiri dari tenaga medis (para dokter), tenaga paramedis (para

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sakit yang terdiri dari tenaga medis (para dokter), tenaga paramedis (para BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan sampel Populasi dari penelitian ini adalah karyawan tingkat kepala bagian di lima rumah sakit yang terdiri dari tenaga medis (para dokter), tenaga paramedis

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan. Sistem dilihat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan. Sistem dilihat BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Pengertian Sistem Sistem adalah suatu entity yang terdiri dari dua atau lebih komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan. Sistem dilihat

Lebih terperinci

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVIII Program Studi MMT-ITS, Surabaya 27 Juli 2013

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVIII Program Studi MMT-ITS, Surabaya 27 Juli 2013 PEMODELAN PENGGUNAAN NYATA APLIKASI WEBSITE E-LEARNING OLEH DOSEN DI UA MENGGUNAKAN METODE PARTIAL LEAST SQUARES STRUCTURAL EQUATION MODELING (PLS-SEM) Sulih Priyono dan Sony Sunaryo Program Studi Magister

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. langsung ke pengurus koperasi yang ada di Bandar lampung.kuesioner yang

BAB III METODE PENELITIAN. langsung ke pengurus koperasi yang ada di Bandar lampung.kuesioner yang BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui metode survey dengan menggunakan kuesioner dan disebarkan secara langsung

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif ekspalanatori yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antar variabel. Pendekatan ini dipilih karena penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan pengertian objek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:38)

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan pengertian objek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:38) BAB III METODE PENELITIAN.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Dengan pengertian objek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (01:8) bahwa Objek penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Berdasarkan hipotesis yang diajukan maka selanjutnya perlu merancang penelitian untuk menguji hipotesisinya. Merancang riset berarti menentukan jenis risetnya,

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : SUCI ANDRIYANI

SKRIPSI. Oleh : SUCI ANDRIYANI PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN, NORMA SUBYEKTIF, PERSEPSI KEGUNAAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PENGGUNA SISTEM (Studi terhadap Pengguna Listrik Sistem Token / Meter Prabayar di Kecamatan Buduran Sidoarjo)

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Penyusunan Kuesioner dan Penentuan Variabel

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Penyusunan Kuesioner dan Penentuan Variabel BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Penyusunan Kuesioner dan Penentuan Variabel Kuesioner disusun berdasarkan penelitian yang telah dilakukan olehwadie Nasri dan Lanouar Charfeddine (2012) mengangkat faktor

Lebih terperinci

E-Jurnal Manajemen Unud, Vol.5, No.4, 2016: ISSN :

E-Jurnal Manajemen Unud, Vol.5, No.4, 2016: ISSN : E-Jurnal Manajemen Unud, Vol.5, No.4, 2016: 2341-2368 ISSN : 2302-8912 APLIKASI MODEL TAM DALAM MENJELASKAN NIAT MENGGUNAKAN MOBILE COMMERCE DI KOTA DENPASAR Ni Made Kania Indriani Putri 1 Ni Wayan Sri

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. akurat, dan secepat mungkin. Meningkatnya kebutuhan ini seiring dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. akurat, dan secepat mungkin. Meningkatnya kebutuhan ini seiring dengan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan akan informasi selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, di mana setiap orang berusaha untuk mendapatkan informasi dengan tepat, akurat, dan secepat

Lebih terperinci

MODEL KESUKSESAN SISTEM INFORMASI DELONE DAN MCLEAN UNTUK EVALUASI SISTEM INFORMASI POS PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) DIVISI REGIONAL VI SEMARANG

MODEL KESUKSESAN SISTEM INFORMASI DELONE DAN MCLEAN UNTUK EVALUASI SISTEM INFORMASI POS PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) DIVISI REGIONAL VI SEMARANG INFOKAM No. II Th. XII/SEPTEMBER/2016 13 MODEL KESUKSESAN SISTEM INFORMASI DELONE DAN MCLEAN UNTUK EVALUASI SISTEM INFORMASI POS PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) DIVISI REGIONAL VI SEMARANG Kenti Yuliana

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori Dasar atau acuan yang berupa teori-teori atau temuan-temuan melalui hasil berbagai penelitian sebelumnya merupakan hal yang sangat perlu dan dapat dijadikan sebagai

Lebih terperinci

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN RESTORAN CEPAT SAJI MENGGUNAKAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE (Studi Kasus: Burger King Bali)

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN RESTORAN CEPAT SAJI MENGGUNAKAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE (Studi Kasus: Burger King Bali) E-Jurnal Matematika Vol. 4 (3), Agustus 2015, pp. 98-103 ISSN: 2303-1751 ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN RESTORAN CEPAT SAJI MENGGUNAKAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE (Studi Kasus: Burger King Bali) Made Sanjiwani

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Kab. Sleman yang mengalami juga perkembangan pesat adalah distro. Berdasarkan

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Kab. Sleman yang mengalami juga perkembangan pesat adalah distro. Berdasarkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dunia bisnis yang semakin cepat telah menjadikan informasi menjadi sumber daya organisasi yang paling dibutuhkan saat ini. Hal ini mendorong perusahaan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Davis pada tahun TAM dibuat khusus untuk pemodelan adopsi pengguna

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Davis pada tahun TAM dibuat khusus untuk pemodelan adopsi pengguna BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep 2.1.1 Technology Acceptance Model (TAM) Technology Acceptance Model (TAM) diperkenalkan pertama kali oleh Davis pada tahun 1989.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang pesat menjadi bagian dari sarana

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang pesat menjadi bagian dari sarana BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang pesat menjadi bagian dari sarana pendukung berbagai aktivitas, baik aktivitas para pebisnis, akademisi, birokrat, maupun profesional.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, definisi operasional dan

BAB III METODE PENELITIAN. populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, definisi operasional dan BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini peneliti menguraikan ulasan mengenai desain penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, definisi operasional dan pengukuran variabel penelitian, pengujian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terhadap laporan keuangan perusahaan sehingga dapat meningkatkan kredibilitas

BAB I PENDAHULUAN. terhadap laporan keuangan perusahaan sehingga dapat meningkatkan kredibilitas BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Audit atas laporan keuangan digunakan sebagai salah satu dasar dalam pengambilan keputusan perusahaan. Untuk itu diperlukan pihak independen sebagai pihak ketiga

Lebih terperinci

D. Statistik Deskriptif. Tabel 5 Statistik Deskriptif Variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional Gaya Kepemimpinan Transformasional.

D. Statistik Deskriptif. Tabel 5 Statistik Deskriptif Variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional Gaya Kepemimpinan Transformasional. 65 D. Statistik Deskriptif Statistik deskritif menunjukkan gambaran umum kecenderungan sampel yang diobservasi. Jawaban dari responden secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 6. Pada Tabel 5 berikut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pesat. Hal tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penerapan

BAB I PENDAHULUAN. pesat. Hal tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penerapan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang diiringi dengan perkembangan sistem informasi berbasis teknologi mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat. Hal tersebut

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi. Adapun

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi. Adapun BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk mendapatkan

Lebih terperinci

ANALISIS KESUKSESAN SISTEM BIMBINGAN ONLINE STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ANALISIS KESUKSESAN SISTEM BIMBINGAN ONLINE STMIK AMIKOM YOGYAKARTA ANALISIS KESUKSESAN SISTEM BIMBINGAN ONLINE STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Ike Verawati 1, Wing Wahyu Winarno 2, Andi Sunyoto 3 1,2,3 Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta E-mail: 1 ike.verawati@gmail.com,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan jumlah keseluruhan sampel kurang dari 100. Dikarenakan penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan jumlah keseluruhan sampel kurang dari 100. Dikarenakan penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Bank Syaraiah Mandiri KCP Wirobrajan, Yogyakarta. Sedangkan untuk subjek penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi merupakan keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian penelitian.

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi merupakan keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian penelitian. BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penentuan Sampel Populasi merupakan keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang terlibat

Lebih terperinci

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGKINANG MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGKINANG MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGKINANG MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Eki Saputra 1, Misfariyan 2 Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah seluruh pejabat pengelola keuangan daerah pada

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah seluruh pejabat pengelola keuangan daerah pada BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel 3.1.1 Populasi Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh pejabat pengelola keuangan daerah pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada

Lebih terperinci

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 1 ADAPTASI MODEL MCGILL YANG DIMODIFIKASI GUNA MENGUJI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (SIPKD) KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Oleh FERDI FEBRIANSYAH FAKULTAS EKONOMI DAN

Lebih terperinci

PRAVITRI MARGA KESUMMAN

PRAVITRI MARGA KESUMMAN PENGARUH PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DI PEMERINTAHAN KOTA DENPASAR SKRIPSI Oleh: PRAVITRI MARGA KESUMMAN 1206305189

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Teknologi Komputer

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Teknologi Komputer BAB 2 LANDASAN TEORI Bab ini menjelaskan teori-teori yang digunakan pada penelitian yang dilakukan. Adapun teori yang digunakan meliputi teknologi komputer secara umum, penelitian kuantitatif, snowball

Lebih terperinci

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013 i ADAPTASI MODEL DELONE DAN MCLEAN YANG DIMODIFIKASI GUNA MENGUJI KEBERHASILAN APLIKASI OPERASIONAL PERBANKAN BAGI INDIVIDU PENGGUNA SISTEM INFORMASI (STUDI KASUS PADA PD.BPR BKK DI KABUPATEN PATI) Skripsi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karena melibatkan sejumlah variable bebas (independent variable) dan variabel

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karena melibatkan sejumlah variable bebas (independent variable) dan variabel BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Structural Equation Modeling (SEM) Structural Equation Modeling (SEM) merupakan teknik dengan kombinasi dari analisis jalur (path) dan analisis regresi yang memungkinkan peneliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam hal ini penelitian dipilih tentang implementasi SAP dalam menghasilkan laporan keuangan. Objek penelitian ini adalah PT Tri Swardana Utama

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi dan sistem informasi terutama pada penggunaan software akuntansi membawa perubahan yang signifikan terhadap cara pemakai dalam mengerjakan tugas-tugas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor

BAB I PENDAHULUAN. baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di era persaingan global saat ini, dunia bisnis berkembang dengan pesat, baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor pendidikan.

Lebih terperinci

Analisis Kemanfaatan dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Manajemen Surat dengan Pendekatan Technology Acceptance Model pada PT.

Analisis Kemanfaatan dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Manajemen Surat dengan Pendekatan Technology Acceptance Model pada PT. JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-216 Analisis Kemanfaatan dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Manajemen Surat dengan Pendekatan Technology Acceptance Model pada

Lebih terperinci

PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN MODEL TAM PADA HOTEL DI KABUPATEN GIANYAR SKRIPSI

PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN MODEL TAM PADA HOTEL DI KABUPATEN GIANYAR SKRIPSI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN MODEL TAM PADA HOTEL DI KABUPATEN GIANYAR SKRIPSI Oleh : AMADEUS VINCENT REZIARIO NUGRAHA NIM : 1206305126 Skripsi ini ditulis

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 24 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Perusahaan PT XYZ mempunyai visi dan misi yang digunakan untuk pedoman dalam menjalankan mekanisme kerja. Perusahaan PT XYZ mempunyai bagian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. teknologi komputer dan telekomunikasi dengan teknologi lainnya, seperti

BAB I PENDAHULUAN. teknologi komputer dan telekomunikasi dengan teknologi lainnya, seperti BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi informasi dapat didefinisikan sebagai perpaduan antara teknologi komputer dan telekomunikasi dengan teknologi lainnya, seperti perangkat keras, perangkat

Lebih terperinci

Universitas Putera Batam Fakultas Ekonomi - Program Studi Manajemen Jalan R. Soeprapto, Muka Kuning, Batam.

Universitas Putera Batam Fakultas Ekonomi - Program Studi Manajemen Jalan R. Soeprapto, Muka Kuning, Batam. Penerapan Aplikasi Komputer dalam Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan, Fasilitas dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi Kasus: Kereta Api Ekonomi AC Yogyakarta) Evaliata Br.Sembiring *, Elieser

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep 2.1.1 Sistem Informasi Akuntansi 1) Sistem Sistem adalah sekumpulan sumber daya yang saling berhubungan untuk mencapai suatu

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUKSESAN IMPLEMENTASI SISDM BPK RI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUKSESAN IMPLEMENTASI SISDM BPK RI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUKSESAN IMPLEMENTASI SISDM BPK RI Bismark Noor Kuddusˡ, Achmad Djunaedi², Warsun Najib³ 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. manusia modern. Maraknya penggunaan komputer telah membawa dampak

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. manusia modern. Maraknya penggunaan komputer telah membawa dampak BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1. Pengantar Sekarang ini komputer sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia modern. Maraknya penggunaan komputer telah membawa dampak beralihnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. salah satu sarana untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan bisnis.

BAB I PENDAHULUAN. salah satu sarana untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan bisnis. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem informasi dan teknologi informasi merupakan suatu kebutuhan yang harus dimiliki untuk membantu kegiatan operasional suatu organisasi atau perusahaan.

Lebih terperinci

Oleh : Litan Adhip B Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Oleh : Litan Adhip B Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Semarang. PENGARUH BUDAYA ORGANISASI KEINOVATIFAN PERSONAL PERSEPSI KEGUNAAN DAN KEMUDAHAN PENGUNAAN TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI STUDI PADA KANTOR BANK RAKYAT INDONESIA DI KENDAL Oleh : Litan

Lebih terperinci

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA PENGGUNA MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA PENGGUNA MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA PENGGUNA MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (Studi Kasus : Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung) TUGAS AKHIR Disusun sebagai

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 21 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Dari industri jasa Lembaga Bahasa Inggris yang ada di Bogor, setiap penyelenggara kursus bahasa Inggris tentunya akan menciptakan suatu nama / simbol

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Alur Penelitian Gambar 3.1. berikut merupakan flow chart dari tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Alur Penelitian Gambar 3.1. berikut merupakan flow chart dari tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini. BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Bab ini menjelaskan metode yang dilakukan dalam penelitian, dimulai dari gambaran umum mengenai alur penelitian, perancangan penelitian, hingga teknik yang digunakan dalam melakukan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem Informasi Desa dan Kawasan merupakan suatu usaha untuk menyajikan informasi yang akurat, tepat waktu dan sesuai kebutuhan guna menunjang proses pembangunan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. perusahaan dalam menjalankan proses bisnis. Untuk memperoleh keunggulan

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. perusahaan dalam menjalankan proses bisnis. Untuk memperoleh keunggulan BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1. Pengantar Menyediakan informasi yang akurat merupakan hal penting bagi perusahaan dalam menjalankan proses bisnis. Untuk memperoleh keunggulan kompetetif

Lebih terperinci

PENGARUH MEDIA ELEKTRONIK DAN IMBALAN EKSTERNAL TERHADAP NIAT BERBAGI PENGETAHUAN

PENGARUH MEDIA ELEKTRONIK DAN IMBALAN EKSTERNAL TERHADAP NIAT BERBAGI PENGETAHUAN PENGARUH MEDIA ELEKTRONIK DAN IMBALAN EKSTERNAL TERHADAP NIAT BERBAGI PENGETAHUAN Kartika ABSTRACT The aim of this research is to examine the factors supporting individuals knowledge sharing intention.

Lebih terperinci

BAB 5 ANALISIS HASIL STUDI. responden yang berada di Sumatera Utara. Karakteristik responden merupakan

BAB 5 ANALISIS HASIL STUDI. responden yang berada di Sumatera Utara. Karakteristik responden merupakan BAB 5 ANALISIS HASIL STUDI 5.1 Deskripsi Umum Sampel Penelitian Setelah dilakukan penyebaran kuesioner kepada responden maka hasil kuesioner yang layak dan secara penuh mengisi kuesioner berjumlah 134

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata-kata Kunci: Kesadaran wajib pajak, penerapan sanksi perpajakan, penerapan tarif pajak penghasilan, kepatuhan wajib pajak, SEM.

ABSTRAK. Kata-kata Kunci: Kesadaran wajib pajak, penerapan sanksi perpajakan, penerapan tarif pajak penghasilan, kepatuhan wajib pajak, SEM. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh kesadaran wajib pajak, penerapan sanksi perpajakan, dan penerapan tarif pajak penghasilan terhadap kepatuhan wajib

Lebih terperinci

SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENGGUNAAN INTERNET BANKING PADA BANK MANDIRI WILAYAH X MAKASSAR

SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENGGUNAAN INTERNET BANKING PADA BANK MANDIRI WILAYAH X MAKASSAR SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENGGUNAAN INTERNET BANKING PADA BANK MANDIRI WILAYAH X MAKASSAR sebagai salah satu persyaratan untuk memeroleh gelar Sarjana Ekonomi disusun dan diajukan oleh BUDI

Lebih terperinci

Alumni Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya 2)

Alumni Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya 2) PENGARUH PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KFC (STUDI KASUS DI RESTORAN KFC CABANG KAWI MALANG) The Influence of Consumer Behavior in The Decision Making Process of KFC s Products

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kuantitatif. Menurut Masyuri dan Zainuddin (2008) penelitian kuantitatif adalah penelitian

Lebih terperinci

di Instansi Pemerintah : Model Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan dan Pengaruhnya Terhadap Produktivitas

di Instansi Pemerintah : Model Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan dan Pengaruhnya Terhadap Produktivitas 367 E-Mail di Instansi Pemerintah : Model Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan dan Pengaruhnya Terhadap Produktivitas Edi Nur Cahyaningtyas *), Hanung Adi Nugroho **), Eko Nugroho ***) Teknik

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau

BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau analisis data statistik. Desain penelitian merupakan rincian prosedur dalam memperoleh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Responden Pada bab IV ini akan menampilkan hasil penelitian yang berupa gambaran umum objek penelitian dan data deskriptif serta menyajikan hasil komputasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. adalah karyawan di lingkungan PT Surya Toto Indonesia.

BAB III METODE PENELITIAN. adalah karyawan di lingkungan PT Surya Toto Indonesia. BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengambil lokasi pada PT Surya Toto Indonesia yang beralamat di Jalan Raya Tigaraksa Km 21 Cikupa Tangerang 15710

Lebih terperinci

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN PENGHARGAAN TERHADAP KREATIVITAS DAN KINERJA PEGAWAI DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN PENGHARGAAN TERHADAP KREATIVITAS DAN KINERJA PEGAWAI DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN PENGHARGAAN TERHADAP KREATIVITAS DAN KINERJA PEGAWAI DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister Pada Program Magister, Program Studi Manajemen

Lebih terperinci

Eka Susila Anggraeni 1), Dr. Ir. Imam Santoso, MP. 2), Dhita Morita Ikasari STP, MP. 2)

Eka Susila Anggraeni 1), Dr. Ir. Imam Santoso, MP. 2), Dhita Morita Ikasari STP, MP. 2) ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PROSES ADOPSI TEKNOLOGI PADA INDUSTRI KECIL KERUPUK SINGKONG DENGAN MENGGUNAKAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE (Studi Kasus Pada Industri Kecil Kerupuk Singkong

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI BUDAYA THK, PERSPEKTIF USIA DAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

IMPLEMENTASI BUDAYA THK, PERSPEKTIF USIA DAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 342 IMPLEMENTASI BUDAYA THK, PERSPEKTIF USIA DAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI I Kadek Satria Nova, Ni Nyoman Ayu Suryandari Universitas Mahasaraswati ABSTRAK Dalam pengembangan sistem terutama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi. Brata (2003) menyatakan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi. Brata (2003) menyatakan bahwa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha Kecil dan Menengah yang biasa disebut dengan UKM, merupakan motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi. Brata (2003) menyatakan bahwa UKM merupakan salah satu bagian

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. dengan pokok masalah yang dibahas di dalam penelitian ini, yaitu meliputi Theory

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. dengan pokok masalah yang dibahas di dalam penelitian ini, yaitu meliputi Theory BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis Sub bab ini akan membahas landasan dan rerangka teori yang berkaitan dengan pokok masalah yang dibahas di dalam penelitian ini, yaitu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. digunakan untuk pengembangan sistem informasi (Venkatest et al, 2003).

BAB I PENDAHULUAN. digunakan untuk pengembangan sistem informasi (Venkatest et al, 2003). BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penggunaan sistem informasi dalam suatu organisasi telah meningkat secara signifikan. Sejak tahun 1980-an, sekitar 50 persen modal baru digunakan untuk pengembangan

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini akan mengukur dan menganalisis pengaruh kompetensi SDM, penerapan SPIP, dan SAP terhadap kualitas LKPD, sehingga peneliti menetapkan jenis

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research.

III. METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research. III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research. Menurut Singarimbun (1995) explanatory research yaitu penelitian yang ditunjukan

Lebih terperinci