PANDUAN PENGEMBANGAN BUDAYA MASYARAKAT

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PANDUAN PENGEMBANGAN BUDAYA MASYARAKAT"

Transkripsi

1 PANDUAN PENGEMBANGAN BUDAYA MASYARAKAT Victoria Keighery Community Cultural Development NSW, Sydney Prakata oleh Jeannie Park, Yayasan Bagong Kussudiardja, Yogyakarta Disunting oleh Alison Carroll, Asialink, Melbourne dan Kate Ben-Tovim, Arts Manager in Residence, Yayasan Bagong Kussudiardja, Yogyakarta 2009 Diterbitkan oleh CCDNSW dan Asialink Didukung oleh The Ford Foundation, Jakarta Didistribusikan oleh Yayasan Kelola 2010

2

3 ISI Prakata.. 4 Oleh Jeannie Park 1 Kata pengantar Apakah Pengembangan Budaya Masyarakat (PBM)? Peran PBM Tiga Prinsip dari Pengembangan Budaya Masyarakat: Filsafat 4.2 Praktik: untuk seniman dan komunitas 4.3 Proses: bagaimana sebuah proyek PBM berjalan di dalam masyarakat? 5 Ide-ide proyek Pengembangan Budaya Masyarakat Daftar Isian PBM Sumber daya

4 Prakata Dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini, saya secara khusus tertarik pada penemuan caracara baru untuk membina seni, pembelajaran abadi dan komunitas-komunitas. Pemaparan pertama saya atas model berbasis seni masyarakat seperti yang dipresentasikan dalam buku ini melalui Proyek Wayang Orang di Yogyakarta pada tahun Model ini dikembangkan dan difasilitasi oleh sanggar teater wayang besar dari Melbourne, Snuff Puppets. Keindahan dari proyek ini adalah bahwa sifat-sifat manusia yang pernah dipaparkan mendorong para peserta untuk menggunakan praktik dan dialog seni untuk secara aktif memadukan kemampuan kreatif individu (berfikir, merasa, melakukan) yang memberi kontribusi bagi semangat positif komunitas dan kehidupan manusia. Yang benar-benar saya hargai dari proyek ini adalah caranya dalam mendorong untuk mengkaji lebih jauh peran dan arti menyeluruh dari SENI yang telah mempengaruhi kerja saya dalam mengembangkan dan memfasilitasi pembelajaran berkesinambungan dalam dan melalui seni bagi komunitas seni dan komunitas non-seni. Dua tahun kemudian, saya diperkenalkan kepada istilah dan bidang baru: Pengembangan Budaya Masyarakat. Praktik terstruktur dari PBM mengingatkan saya pada beberapa kelebihan terbesar dari Negara Barat: kemampuan menciptakan sebuah sains (struktur, sistem, dan bahasa) dari praktikpraktik yang telah ada di area tertentu di dunia, atau praktik-praktik baru. Bidang dan praktik-praktik PBM menunjukkan betapa penciptaan seni (praktik budaya/seni) dapat menjadi bagian intrinsik dari kehidupan individu dan masyarakat. Fokusnya tidaklah pada objek budaya atau seni, tetapi bagaimana proses dan tindakan menciptakan memberi kontribusi bagi kehidupan manusia. Meskipun praktik terstruktur Pengembangan Budaya Masyarakat dapat dianggap sangat baru untuk Indonesia, saya yakin bahwa ada banyak unsur dalam PBM yang telah ada dalam praktik masyarakat tradisional Indonesia. Buku panduan ini merupakan serangkaian alat yang dikembangkan dari praktik-praktik Pengembangan Budaya Masyarakat di Barat untuk seniman di Indonesia untuk menyerap dan mengadaptasi ide-ide yang relevan yang sesuai dengan tatanan dan konteks budaya Indonesia, sebagaimana ditekankan oleh penulis buku panduan ini. Saya yakin cara yang bagus untuk mulai menyerap informasi dan kiat-kiat yang dikemukakan dalam buku 4

5 panduan ini adalah pembaca mengkaji dan mengolah istilah-istilah secara seksama, secara pribadi, dan dari aspek manusia (baik dalam arti individu maupun masyarakat) tidak hanya berfokus pada seni, isu-isu atau objek-objek yang dijelaskan. Meski istilah-istilah ini mungkin dikenal (misalnya: masyarakat budaya pengembangan), selalu mencerahkan kiranya untuk mempertimbangkan arti baru apa yang dapat ditarik yang dapat memberi kontribusi bagi aspek positif kehidupan manusia. Warisan budaya Indonesia yang kaya tidaklah ternilai, bukan karena apa yang diwakilinya, tetapi karena pikiran-pikiran kreatif berharga manusia yang MENCIPTAKANNYA. Saya ingin menekankan lebih lanjut kata menciptakan yang artinya membuat atau melakukan sesuatu yang baru tidak berarti bahwa kita mengesampingkan semua yang telah (atau belum) dicapai. Saya yakin bahwa dengan mengidentifikasi potensi positif dari apapun yang kita lakukan, kita dapat membayangkan masa depan, membongkar masa lalu, dan menghadapi masa kini untuk memberi nilai tambah lebih jauh, bukannya menghilangkan nilai budaya. Jeannie Park Direktur Eksekutif Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) Yogyakarta 5

6 1. Kata pengantar Ketika Anda membaca panduan ini,ada kemungkinan besar Anda mempunyai ketertarikan pada Pengembangan Budaya Masyarakat (kemudian akan disingkat PBM). Karena ini merupakan sebuah praktik reflektif, setiap proyek PBM mengambil bentuk yang paling relevan dengan masyarakat setempat, khususnya di mana masyarakat tersebut telah terlibat dalam proses-proses pengambilan keputusan selama proyek berlangsung. Namun, sebelum lebih jauh ada baiknya kita memulai panduan ini dengan pertanyaan sederhana seperti apa yang dimaksud dengannya, keterkaitan dengan filsafat, praktik-praktik atau proses-proses yang membedakan PBM dari praktik-praktik seni yang lebih akrab lainnya. PBM dapat digunakan dalam beraneka ragam situasi di mana para seniman, seni dan pekerja dan masyarakat budaya bekerjasama. PBM sebagai sebuah teori dan sebuah praktik diperkenalkan di Negara Barat sejak akhir tahun 1980-an untuk mengakui evolusi yang terjadi pada satu dari banyak aspek praktik seni masyarakat. Buku ini sadar bahwa praktik seni masyarakat di Indonesia adalah sebuah tradisi yang berubah-ubah tetapi bahwa, dalam konteks seni masyarakat Indonesia, mungkin tersedia peran bagi PBM. Saat ini di Negara Barat, istilah Pengembangan Seni dan Budaya Masyarakat (PSBM) digunakan untuk memastikan bahwa istilah luas ini mencakup semua aspek dari pengembangan seni dan budaya di masyarakat. Tetapi untuk tujuan-tujuan dari buku panduan ini, istilah PBM merujuk kepada praktik yang lebih khusus dari Pengembangan Budaya Masyarakat yang dapat mengarah kepada perubahan sosial yang signifikan dalam masyarakat. Di Australia, kegiatan masyarakat berbasis lokal menerapkan proses-proses PBM di mana terdapat kebutuhan akan perubahan sosial yang teridentifikasi dan signifikan. Terkadang proses-proses seni masyarakat yang lebih luas dari PBM membuahkan hasil sosial yang baik untuk masyarakat termasuk yang melibatkan anggota masyarakat dalam praktik-praktik budaya tradisional yang ada, kegiatan-kegiatan yang menjaga kesejahteraan masyarakat dan kegiatan berbasis rekreasi. PBM berfungsi dengan sangat baik di saat terjadinya kekurangan, isolasi, pelemahan, marjinalisasi dan konflik budaya. Selalu pantas untuk ditanyakan apakah pemberdayaan, motivasi dan kesejahteraan masyarakat dapat dibangkitkan melalui bentuk lain praktik berbasis masyarakat sebelum melaksanakan sebuah proyek PBM yang telah berkembang sepenuhnya. 6

7 PBM terutama difokuskan kepada kerjasama dengan komunitas-komunitas yang berhadapan dengan risiko. Di Australia, mereka adalah kelompok-kelompok sosial ekonomi rendah, komunitas-komunitas dengan masalah-masalah seperti tuna wisma, kecanduan narkoba dan alkohol dan para penyandang cacat, dll. Kerja PBM juga difokuskan kepada kelompok-kelompok budaya minoritas dalam penduduk Australia seperti komunitas-komunitas migran dan penduduk asli Australia. Kerja PBM bertujuan menghasilkan perubahan sosial yang positif pada kelompok-kelompok ini dan untuk memberdayakan anggota masyarakat dengan bekerjasama dengan kelompok-kelompok ini untuk mewujudkan karya-karya seni yang merefleksikan suara dan cerita mereka. Tetapi, konteks sosial dan budaya sebagaimana yang diterapkan pada PBM di Barat sangatlah berbeda dari yang diterapkan di Indonesia. Praktik PBM di Australia umumnya bekerja dengan komunitas-komunitas yang mewakili sejumlah kecil penduduk dan praktik PBM didukung oleh berbagai lembaga pemerintah, LSM, masyarakat, kesehatan dan seni. Di Indonesia, di mana kondisi sosial ekonomi bisa lebih sulit dan terjadi pada kelompok masyarakat yang lebih luas lagi, tingkat kekurangan tinggi dan dukungan infrastruktur tidak begitu tersedia bagi masyarakat dan seniman, sehingga proyek-proyek mungkin berbentuk kurang formal atau institusional dalam strukturnya. Pada saat yang sama, praktik seni masyarakat luas diterapkan secara luas di Indonesia, dan integrasi tradisi seni dalam kehidupan, ritual dan masyarakat telah menjadi bagian yang besar dari banyak budaya di Indonesia. Seni dan budaya di Indonesia selalu dipraktikkan oleh anggota masyarakat yang belum tentu berprofesi sebagai seniman, tetapi merupakan bagian dari sebuah tradisi yang sangat canggih dari ekspresi budaya. Definisi Barat atas seni masyarakat dilihat sebagai sebuah praktik yang terpisah dari praktik-praktik seni profesional. Meskipun kedua praktik tersebut seringkali dilakukan oleh para seniman di Australia, bersama dengan pengajaran dan pekerjaan di sektor swasta. Hal ini perlu diingat sebelum menerapkan praktik-praktik seni Barat yang kadang dimaknai terlalu harfiah di Indonesia. Panduan ini memberikan cara khusus untuk memahami dan menafsirkan praktik khusus PBM seperti yang dipahami di Barat yang semoga memberi titik pengujian, kiat-kiat dan model-model yang bermanfaat yang mungkin berguna di Indonesia, dan sebuah ringkasan dari proses-proses untuk digunakan oleh para praktisi ketika menjelaskan PBM ke masyarakat. Diharapkan bahwa, dengan sumber daya ini, para seniman dan pekerja masyarakat Indonesia dapat dengan kreatif mengadaptasi dan menerapkan beberapa ide ini. Kekuatan luar biasa dari praktik budaya berbasis masyarakat yang telah ada di Indonesia memberi latar belakang yang hidup bagi eksplorasi atas praktik ini. 7

8 2. Apakah Pengembangan Budaya Masyarakat itu? PBM adalah sebuah praktik yang memiliki banyak wajah dengan serangkaian harapan perorangan untuk dipenuhi dan diakomodasi di antara kelompok masyarakat yang terlibat dalam prosesnya. Para seniman juga menggunakan keterampilan dan penafsiran mereka masing-masing selama proyek masyarakat berlangsung dan ini menjadikan setiap proyek khusus bagi orang-orang dan keadaan tertentu. Kesulitan dalam menjelaskan PBM dapat dimengerti karena ada beraneka arti ganda ketiga kata kunci ini: Masyarakat Kamus mendefinisikan masyarakat sebagai: Sekelompok orang yang tinggal di satu daerah atau daerah di mana mereka tinggal Sekelompok orang dengan latar belakang yang sama atau dengan kepentingan yang sama dalam masyarakat Sekelompok bangsa dengan sejarah yang sama atau kepentingan ekonomi atau politik yang sama Publik atau masyarakat secara umum. Latihan: Identifikasi masyarakat di mana Anda menjadi bagiannya dalam kehidupan sehari-hari Anda. Budaya Kamus mendefinisikan budaya sebagai: Seni, musik, kesusastraan dan kegiatan-kegiatan intelektual terkait, dianggap secara kolektif Sebagai jalan hidup, yang mencakup keyakinan, adat, praktik, dan perilaku sosial dari bangsa atau rakyat tertentu Latihan: Pikirkan tentang apa arti budaya Anda bagi Anda dan apa yang memengaruhinya. 8

9 Pengembangan Kamus mendefinisikan pengembangan sebagai proses berubah dan menjadi lebih besar, lebih kuat, lebih mengesankan, berhasil atau maju, atau menyebabkan seseorang atau sesuatu berubah dalam cara ini. Pengembangan berarti perubahan; sesuatu tidak dapat berkembang kecuali berubah dari keadaannya sekarang. Inilah bagian melakukan dari PBM. Para seniman bekerja dengan masyarakat dalam pengembangan budaya mereka. Perlu diingat bahwa banyak kelompok masyarakat memiliki budaya masyarakat tradisional yang sangat canggih, seperti yang ada di Indonesia, dan pengembangan adalah menyangkut mengembangkan dan memperkuat aspek-aspek positif yang sudah ada. Sebuah masyarakat mungkin ingin secara aktif meningkatkan aspek-aspek kehidupan budayanya, atau menggunakan budayanya sebagai alat untuk menunjukkan atau mengembangkan. Kedua pendekatan ini merupakan contoh dari pengembangan budaya masyarakat. Pengembangan Budaya Masyarakat menggambarkan sebuah proses kerja bersama masyarakat untuk mengembangkan kapasitas melalui kerjasama budaya dan seni. Semua masyarakat dunia dan seniman bekerjasama secara kreatif dengan menggunakan praktik PBM untuk menggali dan mengekspresikan pandangan masyarakat tentang isu-isu penting sambil membantu mereka menguasai keterampilan-keterampilan baru ketika melakukannya. Produksi seni merupakan media yang sangat kuat untuk perubahan, tantangan dan pilihan dan menjadi bagian dari kerja PBM. Para seniman dan pekerja budaya dapat dilihat sebagai agen perubahan dalam konteks ini. Sebuah rumus sederhana untuk menunjukkan prinsip-prinsip ini digunakan oleh CCDNSW: Masyarakat Seni Keterlibatan + Keterampilan Baru = Perubahan Latihan: Pikirkan pengembangan-pengembangan dalam hidup Anda apakah pengembangan-pengembangan itu menyebabkan perubahan? Proses-proses apa yang digunakan untuk mencapai perubahan? Dalam praktik, pengembangan budaya masyarakat melibatkan beragam bentuk seni, dari seni pertunjukan hingga seni visual, dari film dan video hingga penulisan, sejarah lisan dan mendongeng. Hasil kreatifnya bisa berupa apapun dari seni publik hingga festival, teater dan pertunjukan tari, pameran, publikasi dan seminar. Semua kegiatan ini, dan banyak lagi yang lainnya yang dapat disebutkan, memiliki kesamaan berupa proses kolaborasi dan pemberdayaan di mana para peserta terlibat dengan kegiatan kreatif untuk menghasilkan perubahan melalui seni. 9

10 3. Peran PBM PBM telah berhasil digunakan untuk menunjukkan atau mengangkat isu-isu tentang marjinalisasi individu atau kelompok dalam banyak masyarakat. PBM juga telah digunakan untuk menunjukkan identitas budaya seperti menemukan sisi historis suatu daerah untuk dan setempat untuk mengidentifikasi masalah-masalah sosial di kelompok masyarakat tertentu untuk membangkitkan rasa memiliki yang mendorong kesejahteraan dalam masyarakat setempat. Proses-proses untuk kerja PBM mendorong kelompok-kelompok masyarakat untuk bekerjasama. Membangun kemitraan dengan para seniman bermanfaat untuk menyelesaikan isu-isu di antara mereka untuk berbagi aspek-aspek positif dari kehidupan masyarakat. PBM berjalan dengan sangat baik bagi kelompok-kelompok kecil masyarakat, di mana isu ini merupakan isu bersama dan di mana ada kebutuhan yang nyata untuk perubahan sosial atau perbaikan. PBM telah digunakan untuk menciptakan perubahan sosial dalam banyak masyarakat seperti: Kaum muda yang menghadapi risiko dan berada dalam tahanan Warga lanjut usia, di rumah mereka sendiri dan di Panti Wreda Para penyandang cacat Penduduk pribumi yang menginginkan perubahan sosial di masyarakatnya Orang-orang dari beragam latar belakang budaya dan bahasa Orang-orang yang tinggal di daerah kumuh Orang-orang tanpa akses ke pendidikan Orang-orang yang terisolir dari kelompok mereka karena jarak atau kekurangan Keluarga-keluarga dalam kesusahan Kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengalami tragedi atau bencana alam Pengungsi, pencari suaka dan mereka yang berada di rumah tahanan Penduduk baru dari negara lain Korban-korban kejahatan Korban-korban penyiksaan Kelompok-kelompok masyarakat yang kurang memiliki akses ke informasi tentang isu-isu kesehatan dan sosial (HIV, isu-isu perempuan, isu-isu gender) PBM dapat memberi pilihan untuk terjadinya perubahan dalam keadaan di mana kekurangan atau ketidakadilan terjadi. 10

11 4. Tiga Prinsip dari Pengembangan Budaya Masyarakat 4.1 FILSAFAT Dalam proyek-proyek PBM terdapat tiga prinsip fundamental yang ditunjukkan melalui sebuah proyek yang memiliki tujuan menciptakan perubahan sosial melalui seni: Akses: Lebih dari sekedar akses fisik, proyek-proyek PBM harus dapat diakses melalui bahasa setempat yang digunakan, pemrograman kegiatan dan kemudahan untuk terlibat. Ini adalah sebuah kerangka kerja inklusi sosial yang penting jika proyek ini mengatasi isu-isu marjinalisasi atau isolasi dalam suatu masyarakat. Dalam istilah praktis bahasa suatu masyarakat yang tidak menjadi bagian dari budaya mayoritas sering kali perlu membutuhkan penafsir dan tentu saja ini berarti perencanaan tambahan harus disertakan. Sebuah rencana komunikasi merupakan perangkat yang vital untuk disertakan dalam rencana proyek bila hal ini terjadi. Kiat: Dengan setiap proses perencanaan koordinator proyek perlu menanyakan adakah seseorang dari proyek yang tidak akan disertakan dalam bagian ini. Kesetaraan: Ini berarti perlakuan yang sama bagi semua peserta seperti akses, pendapat dan nilai yang setara untuk semua kontribusi bagi proyek ini. Prinsip ini mengemukakan hakhak ekspresi seni sebagai suatu budaya. Hak-hak budaya adalah prinsip-prinsip yang penting bagi para peserta yang memiliki budaya yang berbeda dari budaya mayoritas dari suatu masyarakat. Budaya dapat berkaitan dengan sebuah jalan hidup atau sistem kepercayaan, serangkaian nilai moral atau cara perayaan atau menandai perubahan status sosial. Ini berarti proses-proses yang digunakan dalam sebuah proyek PBM harus mengakomodir beragam cara di mana budaya dapat ditafsirkan melalui ekspresi seni dan untuk menghormati tempatnya dalam kehidupan individu dan kelompok masyarakat. Meskipun kesetaraan merupakan sebuah tantangan yang signifikan untuk dicapai dalam masyarakat yang tidak setara dan kita mendapati bahwa beberapa sistem dan tentunya beberapa sikap menentang kesetaraan, para pekerja PBM harus memuaskan diri mereka sendiri bahwa mereka telah melakukan upaya terbaik untuk mencapai kesetaraan. 11

12 Kiat: Ketika sebuah keputusan telah diambil koordinator proyek perlu menanyakan apakah beberapa peserta memiliki kesempatan sejauh mana [lebih atau kurang] dalam berpartisipasi atau berkontribusi dalam proyek ini. Jika tidak, bagaimana ini dapat ditangani? Partisipasi: Keterlibatan para peserta dalam isi dan proses sebuah proyek PBM. Lebih dari sekedar konsumsi pasif atau observasi, partisipasi berarti keterlibatan langsung dalam sebuah proyek tertentu. Dalam sebuah proyek PBM keterlibatan langsung meliputi pengambilan keputusan dari awal hingga selesainya sebuah proyek. Tetapi, ada daerah di mana keahlian tertentu dibutuhkan dan tidaklah praktis bagi para peserta untuk mengambil keputusan, misalnya, persyaratan hukum, dll. Jika seniman atau pekerja seni tidak ahli dalam bidang-bidang ini, pendapat pakar harus dicari. Meskipun para peserta harus secara aktif terlibat dalam penentuan isi dari sebuah proyek (misalnya pesan, cerita atau representasi dari masyarakat mereka) mereka mungkin tidak memiliki keahlian teknis dan konseptual untuk menerjemahkan ini ke dalam naskah drama atau menerjemahkannya ke dalam sebuah mural tiga dimensi. Mereka dapat belajar melakukannya selama proyek berlangsung tetapi harus dipandu dengan keahlian dari seniman yang bekerjasama dengan mereka. Mutu dari hasil akan sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek teknis dari sebuah proyek dan keahlian seniman dalam profesinya sebagaimana halnya dampak sosial atau budaya pada para peserta. Kiat: Pada setiap bagian proyek tanyakan apakah Anda mampu memaksimalkan kesempatan bagi para peserta untuk terlibat dalam pelaksanaan proyek ini. Misalnya, tanya pada diri Anda sendiri adakah keterampilan tertentu adalah sesuatu yang dapat Anda ajarkan kepada para peserta tanpa harus dilakukan oleh seorang pakar. Kelebihan Keterlibatan masyarakat dalam seni dapat memberdayakan individu-individu, menempatkan mereka dalam hubungan dengan anggota masyarakat lainnya dan membantu mereka mengartikulasikan cerita-cerita, isu-isu, dan keprihatinan-keprihatinan yang umum bagi kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Proses PBM juga memperkenalkan para peserta kepada keterampilan-keterampilan baru dan cara-cara baru dalam memandang sekaligus memikirkan permasalahan dunia. Dalam cara yang sama, mendongeng oleh orang ketiga memungkinkan orang melihat isuisu dari perspektif berbeda, digunakan secara bertanggungjawab dan efektif proses-proses PBM dapat mengidentifikasi dan berbagi isu-isu dan konflik-konflik di antara kelompok tanpa memaparkan individu. Tantangan Sebuah tantangan tersendiri untuk meyakinkan orang akan manfaat konsep PBM yang mungkin curiga atau pesimis akan hasilnya. Partisipasi anggota masyarakat adalah sebuah proses yang sangat memakan waktu karena mereka tidak selalu memiliki keterampilan teknis atau konseptual untuk bekerja secepat para pakar. Ini adalah satu-satunya bagian yang paling menonjol dari proyek PBM yang membedakan mereka yang ingin bekerja berangkat dari individu, profesional atau praktisi studio. Proses-proses PBM membutuhkan kesabaran dan kapasitas untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan baru dari tingkat awal hingga lanjut (sering kali dalam sebuah kelompok yang sama dengan beragam pengalaman), untuk mencapai tenggat dan menyelesaikan proyek ini sesuai standar profesional yang tinggi. 12

13 4.2 PRAKTIK Praktik untuk seniman Sejak masa awal masyarakat seni dan pengembangan budaya masyarakat, peran seniman dalam masyarakat telah berubah. Saat ini ada banyak praktik yang dilakukan oleh seniman memengaruhi peningkatan jumlah praktik yang kemudian diperkenalkan melalui campur tangan teknologi dan sains baru. Di Australia para seniman sering kali memilih untuk bekerja dalam beberapa praktik seni sepanjang karir mereka. Ini dapat mencakup praktik seni individual mereka dengan mengajar, menulis tentang praktiknya, pameran atas kerja pertunjukan dengan seniman lainnya. Mereka mengerjakan proyek kuratorial, kerja produksi atau penyutradaraan. Tetapi, karena sifat pekerjaannya yang menuntut keterlibatan dan komitmen, sebagian besar seniman atau pekerja budaya mungkin hanya dapat bekerja dalam satu proyek PBM dalam satu waktu. Kelebihan Proyek PBM menjadi makanan bagi jiwa kreatif dari seniman proyek, membangkitkan ide-ide baru dan menimbulkan pendekatan-pendekatan baru pada karya seni. PBM dapat memberikan kesempatan khusus bagi seniman dan pekerja budaya untuk terlibat dengan masyarakat untuk kepentingan bersama. Ini merupakan praktik yang sangat bermanfaat karena Anda dapat melihat perubahan terjadi setiap hari pada kehidupan beberapa anggota masyarakat, dan mungkin mendapati bahwa proses ini juga merubah cara Anda memandang dunia. Para seniman yang menghargai kerja di proyek-proyek PBM sering kembali ke praktik, terdorong oleh nilai yang orang lain temukan dalam kerja yang mereka lakukan dalam masyarakat. Tantangan Beberapa seniman mendapati bahwa kerja PBM menuntut sebagian besar perhatian sehingga justru menjauhkannya dari praktik-praktik seninya sendiri; PBM itu didorong oleh proses, maka banyak hal tercapai lebih lama bergantung kepada ukuran dan pengalaman kelompok dibandingkan jika para seniman melakukan pekerjaan seni mereka sendiri. Pada saat yang sama, PBM menuntut perhatian karena standar kerja yang muncul dari proses yang sering kali diberikan pada mereka yang tidak memiliki tingkat keterampilan seniman; PBM menuntut keterampilan komunikasi yang baik. Meskipun sebagian pekerja PBM memiliki keterampilan-keterampilan ini secara naluriah, atau dapat menerjemahkan keterampilan-keterampilan yang mereka miliki kepada proses dari kerja kelompok, negosiasi dan penyelesaian konflik, sebagian lainnya mendapatinya sulit untuk mengatasi isu-isu yang muncul selama proyek berlangsung. Dalam kasus kasus seperti ini, adalah lebih baik bagi seniman untuk bekerja dengan seorang mitra proyek yang memiliki keterampilan-keterampilan itu, atau mencari seorang mentor untuk membantu seniman menangani isu-isu tersebut. PRAKTIK untuk masyarakat Proses PBM mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dari awal hingga akhir. Partisipasi juga dapat meliputi dokumentasi, evaluasi dan laporan proyek. Inilah yang menjadikan Pengembangan Budaya Masyarakat seperti apa adanya. Kelebihan Para peserta dalam proyek-proyek PBM mengembangkan rasa memiliki atas proyek dan bertanggungjawab atas hasil dan kelangsungannya. Proses PBM mendorong refleksi dan mencari dasar yang sama dalam kelompok ini untuk membentuk sebuah dinamika kelompok yang sering kali bertahan setelah proyek selesai. PBM dapat membantu membentuk sebuah komunitas yang mungkin belum pernah ada sebelumnya. Proses PBM mendorong komunikasi antar budaya di antara kelompok masyarakat termasuk di dalamnya adalah bahasa yang berbeda atau situasi sosial yang berbeda. Proses ini sering kali menyejajarkan dasar bagi masyarakat untuk bekerja bersama secara produktif. 13

14 Tantangan Proyek-proyek PBM itu padat karya dan karenanya lebih lambat untuk diterapkan ketika Anda bekerja dengan kelompok-kelompok yang baru belajar keterampilan keterampilan baru untuk diterapkan di dalam proyek. Keterlibatan sukarela oleh para peserta masyarakat sering kali berarti harus mengakomodasi dan mengelola keterlibatan paruh waktu para peserta. Dalam sebuah kelompok campuran ada kalanya muncul sudut pandang-sudut pandang yang bertentangan yang mungkin menghentikan proses kerja dan membutuhkan penyelesaian konflik. 4.3 PROSES: bagaimana sebuah proyek PBM berjalan di dalam sebuah masyarakat? Bagian berikut ini menggambarkan proses permulaan sebuah proyek PBM di Australia. Ada dua faktor yang kami ingin kemukakan: Pertama, ada infrastruktur institusional yang berkembang untuk mendukung PBM di Australia dan proses di bawah ini merefleksikan fakta bahwa proyek-proyek ini sering kali dimulai oleh, atau didukung oleh pemerintah, organisasi dan lembaga daerah dalam beberapa hal. Kedua, sering kali seniman atau pekerja PBM bukanlah anggota masyarakat yang bekerjasama dengannya, untuk itu diperlukan penelitian dan proses konsultasi cukup terinci. Kedua situasi ini akan berbeda secara mencolok di Indonesia, di mana lembaga-lembaga mungkin kurang terlibat dalam proyek-proyek PBM. Sangat mungkin bahwa para seniman adalah anggota masyarakat di mana mereka bekerja, atau telah memiliki hubungan dengan masyarakat atau budaya tersebut. Di Australia, proyek-proyek PBM sering kali dimulai oleh organisasi dan lembaga non-seni seperti organisasi layanan masyarakat daerah, petugas pemerintah daerah, lembaga sekolah dan layanan remaja. Terkadang seorang seniman atau organisasi seni adalah pihak yang memulai hubungan dan memperkenalkan masyarakat kepada sebuah ide proyek budaya. Satu dari keterampilan khusus yang dibutuhkan di sini adalah kemampuan untuk memberi panduan dan sebuah kerangka kerja, yang akan memulai proyek, sementara memastikan bahwa masyarakat yang memegang kendali atas proyek ini, dan bahwa ini adalah sesuatu yang masyarakat benarbenar inginkan untuk mereka sendiri. Menentukan kapan dan bagaimana sebuah proyek PBM bermula adalah sebuah proses konsultatif dengan masyarakat terkait diikuti dengan sebuah proses kolaboratif antara seorang seniman atau pekerja budaya dan masyarakat. Sebagai aturan umum, sebuah organisasi atau petugas instansi yang ingin melakukan sebuah proyek PBM harus mengikuti proses ini untuk melanjutkan filsafat, praktik dan proses hingga berakhirnya proyek ini. Jika Anda bukan anggota sebuah masyarakat yang ingin melaksanakan sebuah proyek PBM dan Anda bekerja untuk satu organisasi yang telah mengidentifikasi sebuah masyarakat yang akan mendapat manfaat dari sebuah proyek PBM, berikut ini adalah sebuah daftar isian untuk membantu Anda: 14

15 Riset Konsultasi Informasi Rencana Sumber daya Pantau Dokumen tasi Evaluasi Identifikasi dengan jelas masyarakat tuan rumah dan isu-isu yang Anda pikir dapat dibantu lewat sebuah proyek PBM. Kumpulkan semua informasi yang Anda dapat tentang masyarakat dan bicaralah dengan orang lain yang telah bekerja dengan masyarakat tuan rumah itu, atau pada proyek-proyek sejenis. Identifikasi orang-orang yang perlu Anda temui dalam masyarakat ini, termasuk mereka yang mungkin bukan pemuka masyarakat, untuk mengetahui apakah mereka memerlukan atau menginginkan sebuah proyek PBM dan apakah mereka ingin bekerja dengan Anda atau organisasi Anda dalam proyek itu. Konsultasikan dengan masyarakat untuk memberitahu mereka cara kerja PBM dan penggunaannya dalam masyarakat mereka untuk mencapai tujuan mereka. Tawarkan kepada mereka bantuan dan dukungan Anda untuk memulai. Jika masyarakat memutuskan untuk berpartisipasi dalam sebuah proyek PBM, bantu mereka mengembangkan sebuah rencana proyek yang jelas dengan kesepakatan hasil yang ingin dicapai. Jika Anda tidak memiliki keterampilan untuk melakukannya, mungkin lebih baik mencari seseorang yang memilikinya dan dapat bekerjasama dengan masyarakat untuk mengembangkan rencana proyek tersebut. Setelah ada rencana yang jelas, masyarakat sering kali membutuhkan bantuan untuk mengidentifikasi sumber daya yang mereka butuhkan dan cara mendapatkannya. Anda mungkin perlu membantu mereka mengakses sumber daya yang mereka butuhkan. Jika Anda bukan seniman atau pekerja budaya dan telah mempekerjakan orang lain untuk mengkoordinir proyek, pastikan Anda telah membangun titik-titik pemeriksaan dalam fase pelaksanaan untuk memastikan bahwa proyek terus mengikuti filsafat, praktik dan proses PBM. Pastikan bahwa proyek terdokumentasikan dengan baik dengan cara yang sesuai dan bahwa masyarakat menyetujui pendokumentasian proyek. Anda dapat menyimpan catatan tentang proyek dalam bentuk foto, cerita atau video, atau Anda dapat menyimpan blog atau chat room di situs yang dikontribusikan oleh para peserta. Selalu kaji ulang hasil proyek PBM untuk memastikan bahwa proyek itu telah mencapai hasil sesuai rencana: pastikan bahwa masyarakat memiliki kesempatan untuk memutuskan apakah proyek berhasil menurut ukuran mereka. Manfaat evaluasi adalah bahwa Anda dapat melihat apa yang dapat berjalan dan apa yang tidak dan jika terjadi kesalahan, Anda akan tahu apa yang sebaiknya tidak dilakukan dalam proyek berikutnya. Jika Anda telah menerima dana pemerintah atau pribadi untuk proyek Anda, para donor akan selalu melihat manfaat evaluasi proyek oleh para peserta, dan itu mungkin menjadi sebuah syarat penerimaan dana. Anda dapat meminta para peserta mengisi formulir evaluasi, atau angket, yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan yang dapat Anda gunakan untuk laporan kepada badan penyandang dana. Dalam laporan kepada badan penyandang dana Anda mungkin diminta untuk: Mengidentifikasi manfaat-manfaat proyek kepada para pekerja proyek dan masyarakat. Memberi contoh pengalaman-pengalaman para peserta. Mengidentifikasi hasil apa yang telah dicapai oleh proyek. Anda perlu memastikan bahwa Anda telah menetapkan sebuah proses untuk mengumpulkan informasi dalam fase perencanaan proyek. 15

16 5. Ide-ide proyek Pengembangan Budaya Masyarakat Cerita-cerita tentang proyek-proyek PBM berikut ini berdasarkan proyek nyata. Tidaklah terlalu penting di mana proyek-proyek ini dilaksanakan, siapa yang melaksanakannya, berapa biayanya atau dari mana dananya berasal, sebanyak apa yang mereka capai untuk masyarakat mereka. Contoh-contoh ini menunjukkan yang terbaik dari PBM. Beberapa di antaranya berskala kecil, terdiri dari 10 sampai 20 orang, sementara yang lainnya melibatkan ratusan anggota masyarakat. Meskipun demikian, kelebihan dari proyek-proyek PBM adalah bahwa proyek-proyek ini dapat diperkecil dan diperbesar skalanya untuk disesuaikan dengan keadaan masyarakat setempat dan keinginan serta harapannya. a. Merekam sejarah lokal dan cerita pribadi Sebuah proses PBM yang populer telah digunakan dalam masyarakat adalah mengumpulkan cerita sejarah local yang nantinya akan memperkuat identitas lokal dan bermanfaat untuk membangkitkan komunikasi antara orang-orang dalam sebuah masyarakat. Proyek-proyek ini sering kali dirujuk sebagai proyek-proyek sejarah lokal atau sejarah lisan. Berikut ini adalah contoh campuran dari proyek sejarah local yang diambil dari beberapa studi kasus. Di sebuah kota di daerah, tiga guru berkumpul dan mengembangkan sebuah proyek di mana beberapa pasang remaja berusia 11 dan 12 tahun mengunjungi warga lanjut usia di dalam masyarakat mereka untuk menjadi bagian dari proyek untuk merekam cerita-cerita kehidupan mereka dan kenangan-kenangan mereka akan kota ini. Mereka juga mengumpulkan foto-foto dan artikel koran lama tentang kota ini, dengan meminta izin untuk menggunakan foto-foto ini selama proses berlangsung. Karena ada sebuah Masyarakat Sejarah di kota ini, para guru ini juga melibatkannya dalam proses, dan, melalui kontak ini, mereka mampu menemukan dan melibatkan seorang sejarawan sosial untuk mengkoordinir proyek ke suatu standar pencapaian yang tinggi. 16

17 Cerita-cerita ini ditulis ke dalam sebuah buku, bersama gambar-gambar, sebagai sebuah proyek sekolah. Buku ini diterbitkan dalam jumlah terbatas untuk para peserta proyek ini dan sebagai sebuah referensi sejarah untuk masyarakat setempat, pengunjung dan pendatang ke daerah tersebut. Meskipun ini merupakan tantangan bagi kaum muda yang terlibat untuk berbicara dengan para warga lanjut usia. Sementara tidak semua warga lanjut usia merasa cerita-cerita mereka cukup penting untuk dimasukkan ke dalam buku, publikasi akhir menjadi sumber kebanggaan bagi kota ini. Proyek ini mencapai beberapa hasil positif di masyarakat: Kaum muda menjadi terlibat secara aktif dalam mempelajari sejarah tempat di mana mereka tinggal dan merasa menyumbang identitas untuk kota mereka. Para warga lanjut usia menjadi terlibat dalam pengumpulan foto-foto dan pembicaraan mengenai cerita-cerita mereka tentang kota mereka, termasuk cerita cerita pribadi mereka sendiri, memberi mereka peran aktif dalam berkontribusi kepada dokumentasi sejarah kota mereka. Para guru mengembangkan sebuah model yang menarik untuk melibatkan kaum muda dalam sejarah lokal yang juga mencapai hasil pembelajaran untuk kurikulum sekolah yang mereka ajar. Masyarakat Sejarah mengembangkan sebuah hubungan dengan masyarakat luas, guru dan kaum muda yang biasanya tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan Masyarakat Sejarah. Proyek ini memberi kebangaan bagi kaum muda maupun warga lanjut usia atas hasil yang telah dicapai oleh masyarakat mereka di masa lalu dan rasa bangga atas apa yang mampu dicapai di masa depan. Hubungan yang terbentuk antara generasi muda dan tua yang berkaitan dengan penyampaian dan perekaman cerita-cerita berlanjut setelah berakhirnya proyek ini yang secara kreatif melibatkan orang-orang satu sama lain yang biasanya mungkin tidak berkomunikasi dalam kesehariannya. Kota ini memperoleh dokumentasi tak ternilai dari sejarahnya dan sumber daya yang dapat memberi informasi bagi studi sejarah lebih lanjut atau memberi informasi latar belakang untuk penduduk baru. Proyek-proyek sejarah lisan/masyarakat mengakui peran yang orang-orang mainkan dalam merekam sejarah tempat-tempat tertentu sepanjang masa hidup mereka melalui foto dan buku harian, guntingan koran dan sejarah lisan yang disampaikan dari generasi ke generasi. Proyek-proyek ini juga mengakui fakta bahwa sejarah sering kali direkam sebagai sebuah cerita dari peristiwa-peristiwa di waktu dan tempat tertentu, ketika itu sebenarnya dibuat berdasarkan banyak cerita. Melalui proyek-proyek seperti ini keberagaman tidak hanya diakui tetapi dihormati dan kehidupan biasa dan keseharian orang-orang dihargai dan dirayakan dengan cara yang memberdayakan. b. Menggunakan bahasa musik dalam masyarakat Musik hip hop memiliki daya tarik yang besar bagi generasi muda di seluruh dunia. Ini adalah musik urban yang memadukan kata-kata dengan musik beat dan memungkinkan beragam ekspresi dalam berbagai bahasa. Hip hop utamanya mengisahkan cerita-cerita tentang budaya kaum muda urban tetapi formatnya dapat diterjemahkan ke cerita-cerita nonurban tentang kaum muda di seluruh dunia. Suatu kelompok remaja di daerah pinggiran kota besar, sebagian besar berasal dari latar belakang beragam, mengalami kesulitan dalam hidup mereka dan menghadapi risiko terseret gaya hidup tidak produktif dan berbahaya. Kondisi ini memprihatinkan bagi keluarga, sekolah mereka dan organisasi-organisasi layanan masyarakat. Jika terjadi keresahan sosial artinya disebabkan oleh isolasi dan marjinalisasi kaum muda oleh masyarakat arus utama di beberapa daerah pinggiran ini. 17

18 Seorang artis hip hop yang tumbuh di area ini dilibatkan untuk bekerja dengan kaum muda dalam penulisan, rekaman dan pertunjukan musik hip hop mereka sendiri dengan menggunakan kata-kata, ide-ide, pesan-pesan mereka sendiri dan latar belakang musik beat elektronik. Karena musik ini merupakan bentuk yang populer, sebuah perusahaan sponsor tertarik untuk mendukung dan menyumbang dana untuk membantunya mencapai hasil yang diharapkannya. Proyek ini berlangsung selama satu tahun dengan kaum muda menghadiri serangkaian lokakarya yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menulis lirik dan musik dan menggunakan studio rekaman dari organisasi budaya tuan rumah. Para DJ tamu khusus dan artis hip hop mengadakan sesi-sesi tentang musik mereka, mengajarkan keterampilan-keterampilan yang membuat mereka populer di antara kaum muda. Rangkaian lokakarya ini dilanjutkan oleh acara mentoring sehingga beberapa dari kaum muda ini dapat terus mengembangkan keterampilan mereka dan memperoleh kesempatan rekaman di dunia hip hop. Peluncuran CD dan buku kecil merupakan sebuah event yang sangat penting bagi kaum muda yang terlibat. Mereka melakukan pertunjukan di salah satu panggung terkenal di kota di hadapan beragam penonton yang terinspirasi dan terkesan oleh musik mereka. Proyek ini mencapai hasil untuk kaum muda, termasuk: Motivasi untuk bekerja keras untuk sesuatu yang mereka hargai dan gigih hingga pekerjaan selesai. Peningkatan keterampilan dalam penulisan lirik dan musik. Peningkatan komunikasi dengan orang-orang dari luar kelompok mereka. Peningkatan rasa harga diri dan kebanggaan atas diri sendiri. Rasa hormat pada diri sendiri dan penghargaan pada diri mereka. Rasa hormat dari orang lain atas musik mereka dan atas mereka sebagai musisi. Terobosan bagi orang dewasa untuk memahami dan bersentuhan dengan budaya kaum muda. Keterampilan kerja yang dapat ditularkan. Pengalaman yang didapat dengan mengerjakan sebuah proyek kelompok dan mempengaruhi perilaku kelompok yang positif sebagai hasilnya. Proyek-proyek kaum muda juga telah dilaksanakan dalam bentuk musik yang lain. Kesamaan yang mereka miliki adalah pengenalan sebuah bahasa baru bagi kaum muda yang dapat mereka gunakan untuk berbicara kepada dunia dan membuat dunia mendengarkan. Sebuah bahasa yang dimengerti oleh seluruh budaya, gender, filsafat, kelompok umur dan keadaan sosial ekonomi yang lain. c. Seni visual yang menceritakan cerita-cerita masyarakat Seni visual dan kerajinan telah digunakan dalam banyak proyek PBM termasuk bentuk-bentuk ekspresi tradisional yang menggunakan disain dan teknologi. Secara khusus, penggunaan bentuk-bentuk seni visual dan keterampilan kerajinan telah digunakan dengan sukses dalam proyek-proyek masyarakat. Kesuksesan yang dimaksud adalah untuk pengembangan jalan utama, pembuatan tempat atau bangunan umum [public space] dengan disain interior, desain eksterior dan dekorasi bangunan-bangunan publik. Satu proyek terkemuka melibatkan dua belas kota pinggiran. Mereka menggambarkan bentang darat lokal dengan menggunakan beragam materi yang tidak biasa digunakan dalam seni. Seorang direktur artistik dilibatkan untuk bekerja dengan seniman-seniman lokal dan masyarakat mereka di dua belas kota ini. Direktur artistik mempekerjakan seorang fotografer yang mampu mengambil gambar bentang darat dari suatu titik tinggi. Setiap karya sastra bentang darat, setelah selesai, dapat difoto dari jarak tertentu sehingga tidak ada rincian yang jelas atas materi yang digunakan. Disain berskala besar dikembangkan menjadi sebuah gambar atau lambang yang menceritakan kisah daerah mereka sekaligus merefleksikan identitas area. Sebagai daerah pedesaan, sangat terpengaruh oleh kondisi iklim yang buruk saat itu, proyek-proyek lokal menghasilkan hubungan dan keterlibatan masyarakat ketika situasi justru menjadi penghalang. 18

19 Berikut contoh kerja kreatif masyarakat dalam melaksanakan proyek ini: Satu menggunakan pola tradisional untuk tempat pertemuan. Disain dipetakan di suatu area yang luas dan dinding digunakan untuk menetapkan pola termasuk pola hewan. Beberapa di antaranya dicelup warna biru yang tidak terlihat dari titik tinggi foto kecuali diamati lebih dekat dengan tangan. Karya akhir merefleksikan sebuah lukisan, yang dibuat dengan indah dengan referensi pada produksi pedesaan dan pertanian, semua yang penting di daerah ini. Area pedesaan pantai menggunakan peralatan berlayar lokal untuk menggambarkan sebuah kerang raksasa di tepi laut dari garis pantai mereka. Dilihat dari atas, kerang terlihat tetapi rincian tentang bahan yang dipakai untuk membuatnya tidak terlihat. Gambar ini melukiskan budaya dari area ini dan interaksi antara laut dan orang-orang yang menggunakannya untuk rekreasi dan mencari nafkah. Sebuah daerah lainnya menggunakan tanah, pasir, batu beragam warna dan hasil pertanian untuk melukiskan disain cap jempol yang merefleksikan sejarah dari tanah itu. Penggunaan materi alami yang indah menghantarkan sebuah cerita yang hadir berdampingan dalam bentang darat ini. Masyarakat kemudian menggunakan gambar-gambar ini untuk memproduksi beragam kartu pos untuk kota mereka dan gambar-gambar ini juga digunakan dengan cara lain yang mempromosikan daerah mereka dengan cara memberi gambaran berbeda yang merefleksikan sejarah dan budaya setempat supaya orang tertarik berkunjung, d. Teater bersama warga tunawisma dan warga miskin Satu daerah dalam kota tertentu membantu warga tunawisma dan yang berkekurangan memahami dunia dan kehidupan di dalamnya melalui teater. Kelompok individu kreatif yang bergabung untuk membuat teater hiburan kali ini merupakan sebuah teater tunawisma dan warga miskin. Mereka menggali isu-isu, pendapat dan pengalaman hidup dalam proses ini. Kekuatan teater mereka terletak pada fakta bahwa mereka merencanakan sendiri karya mereka semuanya orisinil dari kelompok ini meskipun datang dari kelompok yang beragam. Kelompok yang dimaksudkan adalah tunawisma dan warga miskin yang bekerja di ruang yang berbeda dan mencari jalan keluar kreatif. Tetapi semuanya bekerja sebagai sebuah tim. Terkadang kekacauan terjadi, tetapi teater ini selalu menghibur dan TIDAK PERNAH membosankan! Ini bergerak dalam beberapa tingkat: Pengembangan melalui lokakarya drama terbuka dilaksanakan selama 4 pekan dalam setahun. Ini adalah sebuah program lokakarya yang diantar ke rumah dengan cara kunjungan ke warga tunawisma dan yang berkekurangan kemudian melaksanakan lokakarya-lokakarya di tempat-tempat tersebut. Semua program lokakarya melibatkan perencanaan sebuah drama kecil orisinil untuk dipentaskan di salah satu pertunjukan tersebut. Teater forum/pertunjukan ulang yang berdasarkan pada cerita kehidupan nyata manusia, dan terkadang dikelompokkan dalam tema-tema tertentu. Cerita ini dipentaskan secara keseluruhan, kemudian kembali kepada pokok-pokok pengambilan keputusan dan sebuah diskusi dibuka untuk penonton tentang pilihan alternatif yang mungkin ada dalam keadaan-keadaan seperti ini. Para penonton memilih saran favorit mereka dan para penonton ini bangun dan melakukan akting model alternatif dengan para aktor. Pertunjukan-pertunjukan ini tidaklah bersifat mendidik, atau tentang menyelesaikan tetapi justru menggali pilihan-pilihan. Pertunjukan-pertunjukan teater publik berskala besar yang dibuat sebagai karya teatrikal orisinil yang membuat teater berdayacipta, menggali pengalaman pengalaman para tunawisma dan masyarakat yang kurang beruntung dan bertujuan menciptakan dialog dengan masyarakat luas. Forum-forum dan komisi-komisi pertunjukan diselenggarakan untuk mendiskusikan isu isu tertentu yang relevan dengan para warga tunawisma dan yang berkekurangan. e. Sebuah bahasa baru untuk para penyandang cacat Sebuah pertunjukan multimedia yang melibatkan kaum muda penyandang cacat ataupun tidak untuk mengembangkan dan memproduksi sebuah CD dari rekaman improvisasi mereka sendiri. 19

20 Proyek ini merupakan sebuah program pengembangan keterampilan selama sembilan bulan yang mencapai puncaknya dengan satu musim dan terjual habis dalam 8 kali pertunjukan dalam perumahan urban. Pertunjukan ini yang merancang panggung lebih tinggi dari kepala penonton. Dua puluh pemain menggunakan pertunjukan udara dan musik untuk menceritakan kisah yang dibuat sendiri, dengan bekerjasama dengan seniman-seniman profesional. Ketidakmampuan di antara peserta muda berkisar antara down syndrome, aspergers syndrome, muscular dystrophy, cerebral palsy, autisme dan encephalitis, menjadikan proyek ini sebagai sebuah pencapaian luar biasa dalam pertunjukan udara. Sebelum pertunjukan dan rekaman CD, diadakan 8 lokakarya sepanjang dua jam yang didukung oleh sebuah kelompok teater profesional dan mitra lainnya dari daerah setempat. Dalam lokakarya-lokakarya ini, para peserta dibawa ke dalam sebuah proses improvisasi terbuka, yang awalnya berkonsentrasi pada musik, dengan menggunakan beragam instrument dan objek yang ditemukan. Setelah beberapa minggu, beragam unsur diperkenalkan: kostum, prop, tali dan kerekan dan unsur-unsur struktur dan rancangan dari panggung. Selama proses berlangsung, seniman profesional yang bekerja dalam proyek ini menghadiri lokakarya, memantau dan memberi umpan balik kepada proses perencanaan. Gambar-gambar rancangan struktural dan gambar-gambar yang memberi semangat dikembangkan dan panggung dibuat untuk mengakomodir kursi roda listrik dan kebutuhan mobilitas lainnya dari para peserta muda. Kota di udara yang diciptakan mencakup jembatan-jembatan dan beragam rumah dan ruang-ruang yang merefleksikan sebuah cerita. Prop dan kostum dirancang dan dibuat untu membawa cerita dan tuntutan dari tokoh-tokoh yang tinggal di ruang itu. Kaum muda mendapat masukan sepanjang pengembangan drama, akhirnya tinggal bersama dalam rumah-rumah kecil pertunjukan di mana mereka berimprovisasi dan memikirkan tokoh-tokoh cerita dan saling merespon masukan satu sama lain. Dampak dari proyek ini di antaranya: Inklusi sesungguhnya dari para peserta dalam proses pengembangannya. Interaksi berarti dan berkelanjutan antara penyandang dan bukan penyandang cacat. Pengembangan kendaraan untuk ekspresi kreatif bagi semua peserta. Peningkatan rasa percaya diri para peserta disertai keterampilan komunikasi dan kolaborasi kelompok di antara mereka. Peningkatan dalam dasar keterampilan artistik para peserta dan pengetahuan dan pemahaman mereka atas kapasitas yang dimiliki oleh seni untuk ekspresi diri. Pengembangan keterampilan adaptif bagi para seniman dalam menantang keterampilan artistik yang ada ke serangkaian persyaratan dan keadaan baru. Peningkatan partisipasi dalam program teater oleh kaum muda berkebutuhan, sekolah dan keluarga mereka dan kedekatan yang ada dan berkelanjutan atas program ini. Praktik-praktik seni kolaboratif yang memberi status dan nilai setara untuk peserta dengan atau tanpa kebutuhan khusus. Pemberian kesempatan untuk membentuk dan dibentuk oleh pengalaman yang dibagi bersama 20 peserta dan para seniman yang bekerja dengan mereka. Penciptaan cerita yang unik dan musik yang mengiringinya, dan produksi CD musik improvisasi orisinilnya. Apa yang dapat kita lihat dalam adalah bahwa Pengembangan Budaya Masyarakat adalah praktik yang kompleks dan menantang bagi para seniman, pekerja seni dan peserta, tetapi filsafat, proses dan praktiknya memberi hadiah yang sangat berarti bagi para praktisi dan peserta. Ada beberapa unsur yang sama dalam semua studi kasus ini yang membentuk tiga prinsip PBM ini, tetapi apa yang PBM butuhkan adalah perencanaan seksama sehingga setiap prinsip ini dilaksanakan oleh proyek-proyek yang bertujuan menciptakan perubahan sosial. Latihan: Teliti semua deskripsi kelima proyek ini dan identifikasi di mana semuanya telah memenuhi kriteria untuk tiga prinsip Pengembangan Budaya Masyarakat. Gunakan Daftar Isian PBM berikut ini untuk mengetahui kriteria mana yang telah dipenuhi setiap proyek. 20

Sebuah Kota bagi Semua Menuju Sydney yang tangguh dan berkeadilan sosial

Sebuah Kota bagi Semua Menuju Sydney yang tangguh dan berkeadilan sosial Sebuah Kota bagi Semua Menuju Sydney yang tangguh dan berkeadilan sosial Rangkuman Makalah Diskusi Mengenai Keberlanjutan Sosial Maret 2016 Kota Sydney Rangkuman Sebuah kota untuk semua: semua orang berkembang

Lebih terperinci

Permintaan Aplikasi Hibah (Request for Applications) Knowledge Sector Initiative. Untuk. Judul Kegiatan: Skema Hibah Pengetahuan Lokal

Permintaan Aplikasi Hibah (Request for Applications) Knowledge Sector Initiative. Untuk. Judul Kegiatan: Skema Hibah Pengetahuan Lokal Permintaan Aplikasi Hibah (Request for Applications) Untuk Knowledge Sector Initiative Judul Kegiatan: Skema Hibah Pengetahuan Lokal Nomor Permintaan Aplikasi: 01/KSI/SG-S/Des/2014 Tanggal Mulai dan Penutupan

Lebih terperinci

Definisi tersebut dapat di perluas di tingkat nasional dan atau regional.

Definisi tersebut dapat di perluas di tingkat nasional dan atau regional. Definisi Global Profesi Pekerjaan Sosial Pekerjaan sosial adalah sebuah profesi yang berdasar pada praktik dan disiplin akademik yang memfasilitasi perubahan dan pembangunan sosial, kohesi sosial dan pemberdayaan

Lebih terperinci

MEMBUKA DATA DARI BAWAH TUJUH LANGKAH UNTUK MEMBUKA DATA PEMERINTAH DENGAN SUKSES PANDUAN PELAKSANAAN JAKARTA

MEMBUKA DATA DARI BAWAH TUJUH LANGKAH UNTUK MEMBUKA DATA PEMERINTAH DENGAN SUKSES PANDUAN PELAKSANAAN JAKARTA MEMBUKA DATA DARI BAWAH TUJUH LANGKAH UNTUK MEMBUKA DATA PEMERINTAH DENGAN SUKSES PANDUAN PELAKSANAAN JAKARTA PANDUAN PELAKSANAAN: MEMBUKA DATA DARI BAWAH Tujuh Langkah untuk Membuka Data Pemerintah dengan

Lebih terperinci

Membuka Data. Tujuh Langkah untuk Membuka Data Pemerintah dengan Sukses. 25 Agustus 2015 JAKARTA

Membuka Data. Tujuh Langkah untuk Membuka Data Pemerintah dengan Sukses. 25 Agustus 2015 JAKARTA Membuka Data dari Bawah Tujuh Langkah untuk Membuka Data Pemerintah dengan Sukses Panduan Pelaksanaan 25 Agustus 2015 JAKARTA Panduan Pelaksanaan: Membuka Data dari Bawah Tujuh Langkah untuk Membuka Data

Lebih terperinci

60 menit tahun. Memperkenalkan Tujuan Global. Subjek. Hasil belajar. Persiapan

60 menit tahun. Memperkenalkan Tujuan Global. Subjek. Hasil belajar. Persiapan Memperkenalkan Tujuan Global P1 "Kita hanya memiliki satu bumi. Kita tidak memiliki tempat lain untuk didatangi. Kalau kita menggunakan kekuatan kreatif kita dengan benar, kita tidak memerlukan tempat

Lebih terperinci

Centre for Disability Research and Policy

Centre for Disability Research and Policy Kolaborasi Lintas Sektor Kesehatan dan Pendidikan untuk Pendidikan Inklusif bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Membangun Visi Kebijakan dan Agenda Penelitian di Indonesia (Issue 2, 2016) Centre for Disability

Lebih terperinci

GOETHE-INSTITUT INDONESIA

GOETHE-INSTITUT INDONESIA GOETHE-INSTITUT INDONESIA DAFTAR ISI 01_TENTANG KAMI 02_BUDAYA 03_BAHASA 04_INFORMASI 05_SELAYANG PANDANG TENTANG KAMI GOETHE-INSTITUT 02 TENTANG KAMI Goethe-Institut adalah lembaga kebudayaan Republik

Lebih terperinci

Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar. Pedoman Fasilitator. Tentang pedoman ini

Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar. Pedoman Fasilitator. Tentang pedoman ini Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Pedoman Fasilitator Tentang pedoman ini Pedoman ini memuat informasi untuk membantu fasilitator mempersiapkan dan menyampaikan pelatihan mengenai Epidemiologi Lapangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu Negara perairan yang luas dan terdiri dari beribu pulau di dalamnya. Wilayah Indonesia yang luas dan tersebar, membuat indonesia kaya

Lebih terperinci

Kurikulum Australia L E M B A R A N I N F O R M A S I

Kurikulum Australia L E M B A R A N I N F O R M A S I Bagaimana caranya untuk memberikan umpan balik atas rancangan Kurikulum Australia K-10?Australia? Rancangan Kurikulum Australia K-10 untuk bahasa Inggris, matematika, sains dan sejarah akan tersedia untuk

Lebih terperinci

Kebijakan Gender AIPP Rancangan September 2012

Kebijakan Gender AIPP Rancangan September 2012 Latar belakang dan konteks Kebijakan Gender AIPP Rancangan September 2012 AIPP bekerja untuk mempromosikan hak-hak masyarakat adat. Hak-hak masyarakat adat adalah bagian dari kerangka kerja hak-hak asasi

Lebih terperinci

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas)

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) LAMPIRAN 6 PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) Pihak Pertama Nama: Perwakilan yang Berwenang: Rincian Kontak: Pihak Kedua Nama:

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS. Komunitas belajar dalam Tugas Akhir ini dapat didefinisikan melalui beberapa referensi yang telah dibahas pada Bab II.

BAB III ANALISIS. Komunitas belajar dalam Tugas Akhir ini dapat didefinisikan melalui beberapa referensi yang telah dibahas pada Bab II. BAB III ANALISIS Sesuai dengan permasalahan yang diangkat pada Tugas Akhir ini, maka dilakukan analisis pada beberapa hal sebagai berikut: 1. Analisis komunitas belajar. 2. Analisis penerapan prinsip psikologis

Lebih terperinci

MODUL PEMETAAN SOSIAL BERBASIS KELOMPOK ANAK

MODUL PEMETAAN SOSIAL BERBASIS KELOMPOK ANAK MODUL PEMETAAN SOSIAL BERBASIS KELOMPOK ANAK 00 LATAR BELAKANG Social Mapping, Pemetaan Sosial atau Pemetaan Masyarakat yang dilakukan oleh anak dimaksudkan sebagai upaya anak menyusun atau memproduksi

Lebih terperinci

Biografi. Jadwal Penilaian

Biografi. Jadwal Penilaian Biografi Ringkasan Unit Setelah mendengarkan dan membaca beberapa biografi, keduanya dalam bentuk buku-buku dan majalah, para murid sekolah dasar mengungkapkan pendapat tentang apa yang menyebabkan sebuah

Lebih terperinci

mari membuat video cara praktis membuat video dan foto

mari membuat video cara praktis membuat video dan foto mari membuat video cara praktis membuat video dan foto Edisi Pertama, versi Bahasa Indonesia 2010 Gede Sugiarta dan Yayasan IDEP Yayasan IDEP PO BOX 160 Ubud M e d i a U n i t @ i d e p f o u n d a t i

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.333, 2012 KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA. Standar. Pelayanan. Minimal. Petunjuk Teknis. PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR 27/PER/M.KOMINFO/12/2011

Lebih terperinci

Intel Teach Program Assessing Projects

Intel Teach Program Assessing Projects Mempelajari Energi di Sekolah Menengah Mr. Hirano mengajar enam bagian dari fisika tingkat delapan, dengan jumlah siswa di kelas berkisar antara 26 sampai 33 siswa. Karena sekolahnya mengimplementasi program

Lebih terperinci

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Pernyataan Prinsip: Setiap orang berhak mendapatkan perlakuan hormat di tempat kerja 3M. Dihormati berarti diperlakukan secara jujur dan profesional dengan

Lebih terperinci

Panduan Permohonan Hibah

Panduan Permohonan Hibah Panduan Permohonan Hibah 1. 2. 3. Sebelum memulai proses permohonan hibah, mohon meninjau inisiatif-inisiatif yang didukung Ford Foundation secara cermat. Selain memberikan suatu ikhtisar tentang prioritas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan pesatnya perkembangan informasi di era globalisasi ini, komunikasi menjadi sebuah kegiatan penting. Informasi sangat dibutuhkan dalam mendukung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Film dalam perspektif praktik sosial maupun komunikasi massa, tidak

BAB I PENDAHULUAN. Film dalam perspektif praktik sosial maupun komunikasi massa, tidak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Film dalam perspektif praktik sosial maupun komunikasi massa, tidak dimaknai sebagai ekspresi seni pembuatnya, tetapi melibatkan interaksi yang kompleks

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran Standar : SMP : VII (Tujuh) / 1 (Satu) : SENI BUDAYA : SENI RUPA 1. Mengapresiasi Karya Seni Rupa 1.1. Mengindentifikasi jenis karya seni rupa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Karya sastra merupakan cermin dari sebuah realitas kehidupan sosial

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Karya sastra merupakan cermin dari sebuah realitas kehidupan sosial BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan cermin dari sebuah realitas kehidupan sosial masyarakat. Sebuah karya sastra yang baik akan memiliki sifat-sifat yang abadi dengan memuat

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Pencarian Bilangan Pecahan

Pencarian Bilangan Pecahan Pencarian Bilangan Pecahan Ringkasan Unit Siswa ditugaskan sebuah profesi yang menggunakan pecahan bilangan dalam pekerjaannya. Mereka meneliti, meringkas, menarik kesimpulan, dan mempresentasikan penemuan

Lebih terperinci

Standar Kompetensi Guru SI/SK Kompetensi Guru Mapel KD Indikator Esensial

Standar Kompetensi Guru SI/SK Kompetensi Guru Mapel KD Indikator Esensial Kisi-kisi Soal SMK Seni Teater Kompetensi PEDAGOGIK 1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik,moral, spiritual, sosial, kultural,emosional, dan intelektual. 1.1 Memahami karakteristik peserta

Lebih terperinci

Kami telah menyiapkan beberapa sumber daya untuk membantu anda berpatisipasi dalam Pelajaran Cerita Besar ini.

Kami telah menyiapkan beberapa sumber daya untuk membantu anda berpatisipasi dalam Pelajaran Cerita Besar ini. Kepada Yth Kepala Sekolah, Guru dan Rekan Sejawat Perihal: UNGEI dan Kampanye Dunia untuk Pendidikan Pelajaran Cerita Besar Pekan Aksi Dunia 2011: Ini adalah hak, jadikanlah dengan benar! Pendidikan bagi

Lebih terperinci

TERMS OF REFERENCE (TOR) EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2014

TERMS OF REFERENCE (TOR) EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2014 TERMS OF REFERENCE (TOR) EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2014 ============================================================== Tahun 2014 ini adalah 1 dekade Eagle Award Documentary Competition menginspirasi

Lebih terperinci

Standar Kompetensi Lulusan. Master of Ceremony

Standar Kompetensi Lulusan. Master of Ceremony Standar Kompetensi Lulusan Master of Ceremony Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2012 A.

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017 Berdasarkan : Permendikbud no. 22/2016 Tentang Standar Proses endidikan Dasar &

Lebih terperinci

LAMPIRAN 3 NOTA KESEPAKATAN (MOU) UNTUK MERENCANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA. (Versi Ringkas)

LAMPIRAN 3 NOTA KESEPAKATAN (MOU) UNTUK MERENCANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA. (Versi Ringkas) LAMPIRAN 3 NOTA KESEPAKATAN (MOU) UNTUK MERENCANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) Pihak Pertama Nama: Perwakilan yang Berwenang: Rincian Kontak: Pihak Kedua

Lebih terperinci

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 A) Latar Belakang Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Nama Sekolah : Mata Pelajaran : SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN Kelas/Semester : IV (empat) / II (dua) Pertemuan Ke : Alokasi Waktu : x 35 Standar Kompetensi SENI

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang

II. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang 10 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Problem Based Learning (PBL) Model Problem Based Learning atau PBL merupakan suatu model pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang membutuhkan penyelidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pada Bab 1 Pendahulanakan membahas mengenai gambaran umum penulisan Seminar Tugas Akhir. Pembahasan dimulai dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan metode perancangan. 1.1.

Lebih terperinci

Naskah Rekomendasi mengenai Landasan Nasional untuk Perlindungan Sosial

Naskah Rekomendasi mengenai Landasan Nasional untuk Perlindungan Sosial Naskah Rekomendasi mengenai Landasan Nasional untuk Perlindungan Sosial 2 Naskah Rekomendasi mengenai Landasan Nasional untuk Perlindungan Sosial Naskah Rekomendasi mengenai Landasan Nasional untuk Perlindungan

Lebih terperinci

MENGHARGAI SESAMA DAN MASYARAKAT PENDEKATAN ANZ TERHADAP HAK ASASI MANUSIA

MENGHARGAI SESAMA DAN MASYARAKAT PENDEKATAN ANZ TERHADAP HAK ASASI MANUSIA DAN MASYARAKAT 24 08 2010 PENDEKATAN ANZ TERHADAP HAK ASASI MANUSIA DAFTAR ISI PENDAHULUAN 3 BAGAIMANA KAMI MENERAPKAN STANDAR KAMI 4 STANDAR HAK ASASI MANUSIA KAMI 4 SISTEM MANAJEMEN KAMI 6 3 PENDAHULUAN

Lebih terperinci

60 menit tahun. Misi: Kesetaraan Gender. Subjek. Hasil Belajar. Persiapan. Total waktu:

60 menit tahun. Misi: Kesetaraan Gender. Subjek. Hasil Belajar. Persiapan. Total waktu: Misi: Kesetaraan Gender P1 Misi: Kesetaraan Gender Freida Pinto Aktris Subjek Geografi, Sains, Pemahaman Bahasa Hasil Belajar Untuk mengetahui definisi kesetaraan gender Untuk mengeksplorasi beberapa penyebab

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. cipta yang menggambarkan kejadian-kejadian yang berkembang di masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. cipta yang menggambarkan kejadian-kejadian yang berkembang di masyarakat. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan karya sastra tidak dapat dilepaskan dari gejolak dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Karena itu, sastra merupakan gambaran kehidupan yang terjadi

Lebih terperinci

Deklarasi Dhaka tentang

Deklarasi Dhaka tentang Pembukaan Konferensi Dhaka tentang Disabilitas & Manajemen Risiko Bencana 12-14 Desember 2015, Dhaka, Bangladesh Deklarasi Dhaka tentang Disabilitas dan Manajemen Risiko Bencana, 14 Desember 2015 diadopsi

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah :... Kelas/Semester : IX (sembilan) / I (satu) Mata Pelajaran : Seni Budaya/Seni Rupa Standar : 1. Mengapresiasi karya seni rupa. 1.1 Mengidentifikasi seni rupa murni yang diciptakan di daerah

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG Dwi Sulistyorini Abstrak: Dalam kegiatan pembelajaran menulis, siswa masih banyak mengalami kesulitan

Lebih terperinci

Intel Teach Program Assessing Projects

Intel Teach Program Assessing Projects Kiasan dalam Kelas Senior Bahasa Inggris Senior sekolah menengah atas dalam kelas Bahasa Inggris Cleo Barnes akan memulai unit 3-minggu pada kiasan, menjawab Pertanyaan Penting, Mengapa orang tidak langsung

Lebih terperinci

Buku 2: Hubungan antara Masyarakat - Guru - Orangtua dalam Menciptakan LIRP idpnorway

Buku 2: Hubungan antara Masyarakat - Guru - Orangtua dalam Menciptakan LIRP idpnorway Buku 2: Hubungan antara Masyarakat - Guru - Orangtua dalam Menciptakan LIRP idpnorway Buku 2: Hubungan antara Masyarakat - Guru - Orangtua dalam Menciptakan LIRP Hubungan antara Masyarakat - Guru - Orangtua

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam situasi masyarakat yang selalu berubah, idealnya pendidikan tidak

BAB I PENDAHULUAN. Dalam situasi masyarakat yang selalu berubah, idealnya pendidikan tidak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam situasi masyarakat yang selalu berubah, idealnya pendidikan tidak hanya berorientasi pada masa lalu dan masa kini, tetapi sudah seharusnya merupakan proses

Lebih terperinci

Selamat Datang Di. AsiaWorks

Selamat Datang Di. AsiaWorks Selamat Datang Di AsiaWorks Program Basic Training adalah pengalaman eksplorasi dan penemuan diri; di sana saya belajar banyak hal tentang diri saya sendiri... dari diri saya sendiri! Kurikulum Inti AsiaWorks

Lebih terperinci

Kerangka Kerja Pengembangan Masyarakat (Community Development) 1

Kerangka Kerja Pengembangan Masyarakat (Community Development) 1 2 Kerangka Kerja Pengembangan Masyarakat (Community Development) 1 Program Pengembangan Masyarakat (Community Development), seharusnya disesuaikan dengan persoalan yang terjadi secara spesifik pada suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu dari sekian banyaknya kesenian di Pulau Jawa adalah kesenian wayang

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu dari sekian banyaknya kesenian di Pulau Jawa adalah kesenian wayang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu dari sekian banyaknya kesenian di Pulau Jawa adalah kesenian wayang kulit purwa. Kesenian wayang kulit purwa hampir terdapat di seluruh Pulau Jawa.

Lebih terperinci

Panduan untuk Pendidik

Panduan untuk Pendidik Panduan untuk Pendidik Bagaimana menggunakan situs web dan sumber Pelajaran Terbesar di Dunia Pada hari Jumat, 25 September, PBB mendeklarasikan Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan. Ide dari

Lebih terperinci

LAMPIRAN 5. PENJELASAN ATAS PRESEDEN PERJANJIAN KERJA SAMA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT YANG DIDUKUNG CSR (versi lengkap)

LAMPIRAN 5. PENJELASAN ATAS PRESEDEN PERJANJIAN KERJA SAMA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT YANG DIDUKUNG CSR (versi lengkap) LAMPIRAN 5 PENJELASAN ATAS PRESEDEN PERJANJIAN KERJA SAMA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT YANG DIDUKUNG CSR (versi lengkap) 125 Pendahuluan Ulasan berikut ini menjelaskan secara ringkas cara menggunakan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 5. PENJELASAN ATAS PRESEDEN PERJANJIAN KERJA SAMA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT YANG DIDUKUNG CSR (versi lengkap)

LAMPIRAN 5. PENJELASAN ATAS PRESEDEN PERJANJIAN KERJA SAMA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT YANG DIDUKUNG CSR (versi lengkap) LAMPIRAN 5 PENJELASAN ATAS PRESEDEN PERJANJIAN KERJA SAMA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT YANG DIDUKUNG CSR (versi lengkap) Pendahuluan Ulasan berikut ini menjelaskan secara ringkas cara menggunakan

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN. pembelajaran sastra berlangsung. Banyak siswa yang mengeluh apabila disuruh

1. PENDAHULUAN. pembelajaran sastra berlangsung. Banyak siswa yang mengeluh apabila disuruh 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran sastra di sekolah kini tampak semakin melesu dan kurang diminati oleh siswa. Hal ini terlihat dari respon siswa yang cenderung tidak antusias saat

Lebih terperinci

07. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. A. Latar Belakang

07. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. A. Latar Belakang 07. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasian dalam mempelajari

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN. IV.2 Perancangan Model Komunitas Belajar Learner-Centered

BAB IV PERANCANGAN. IV.2 Perancangan Model Komunitas Belajar Learner-Centered BAB IV PERANCANGAN Pada bab ini dilakukan perancangan model komunitas belajar dengan prinsip psikologis learner-centered sesuai dengan analisis yang telah dilakukan sebelumnya, berikut penjelasannya. IV.1

Lebih terperinci

DEKLARASI BERSAMA TENTANG KEMITRAAN STRATEGIS ANTARA PERANCIS DAN INDONESIA

DEKLARASI BERSAMA TENTANG KEMITRAAN STRATEGIS ANTARA PERANCIS DAN INDONESIA DEKLARASI BERSAMA TENTANG KEMITRAAN STRATEGIS ANTARA PERANCIS DAN INDONESIA Jakarta, 1 Juli 2011 - 1 - Untuk menandai 60 tahun hubungan diplomatik dan melanjutkan persahabatan antara kedua negara, Presiden

Lebih terperinci

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional

Lebih terperinci

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional

Lebih terperinci

DANA INVESTASI IKLIM

DANA INVESTASI IKLIM DANA INVESTASI IKLIM 29 November 2011 USULAN RANCANG MEKANISME HIBAH TERDEDIKASI UNTUK WARGA PRIBUMI DAN MASYARAKAT LOKAL YANG AKAN DISUSUN BERDASARKAN PROGRAM INVESTASI HUTAN PENDAHULUAN 1. Dokumen Rancang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. emosional, mental sosial, tapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

BAB I PENDAHULUAN. emosional, mental sosial, tapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan Luar Biasa merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses penbelajaran karena kelainan fisik,

Lebih terperinci

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti

Lebih terperinci

PANDUAN KELAS INSPIRASI. Cerita tentang bagaimana cara membuat Kelas Inspirasi di daerah kamu

PANDUAN KELAS INSPIRASI. Cerita tentang bagaimana cara membuat Kelas Inspirasi di daerah kamu PANDUAN KELAS INSPIRASI Cerita tentang bagaimana cara membuat Kelas Inspirasi di daerah kamu PETA PANDUAN Kenali Kelas Inspirasi Tujuan Dampak Sosial Sikap Dasar Prinsip Pengelolaan Membuat di lingkungan

Lebih terperinci

The IFP Legacy Website merupakan sarana untuk membangun komunitas global berbasis online bagi Alumni IFP.

The IFP Legacy Website merupakan sarana untuk membangun komunitas global berbasis online bagi Alumni IFP. The IFP Legacy Website merupakan sarana untuk membangun komunitas global berbasis online bagi Alumni IFP. Website ini merupakan sarana dan tempat bagi Anda dalam mempublikasikan karya ilmiah, kompetensi,

Lebih terperinci

SEKOLAH UNTUK ANAK AUTISTIK

SEKOLAH UNTUK ANAK AUTISTIK SEKOLAH UNTUK ANAK AUTISTIK Oleh Augustina K. Priyanto, S.Psi. Konsultan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus dan Orang Tua Anak Autistik Berbagai pendapat berkembang mengenai ide sekolah reguler bagi anak

Lebih terperinci

Memulai saluran dengan cepat

Memulai saluran dengan cepat Memulai saluran dengan cepat dalam kursus: Memulai Selamat datang di YouTube dan pusat pendidikan pembuat konten - Akademi Pembuat Konten! Pelajaran dan kursus yang akan kami sampaikan dibuat untuk membantu

Lebih terperinci

Kerangka Acuan Call for Proposals : Voice Indonesia

Kerangka Acuan Call for Proposals : Voice Indonesia Kerangka Acuan Call for Proposals 2016-2017: Voice Indonesia Kita berjanji bahwa tidak akan ada yang ditinggalkan [dalam perjalanan kolektif untuk mengakhiri kemiskinan dan ketidaksetaraan]. Kita akan

Lebih terperinci

R-111 REKOMENDASI DISKRIMINASI (PEKERJAAN DAN JABATAN), 1958

R-111 REKOMENDASI DISKRIMINASI (PEKERJAAN DAN JABATAN), 1958 R-111 REKOMENDASI DISKRIMINASI (PEKERJAAN DAN JABATAN), 1958 2 R-111 Rekomendasi Diskriminasi (Pekerjaan dan Jabatan), 1958 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan

Lebih terperinci

Seminar Pendidikan Matematika

Seminar Pendidikan Matematika Seminar Pendidikan Matematika TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH Oleh: Khairul Umam dkk Menulis Karya Ilmiah adalah suatu keterampilan seseorang yang didapat melalui berbagai Latihan menulis. Hasil pemikiran,

Lebih terperinci

15B. Catatan Sementara NASKAH REKOMENDASI TENTANG PEKERJAAN YANG LAYAK BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA. Konferensi Perburuhan Internasional

15B. Catatan Sementara NASKAH REKOMENDASI TENTANG PEKERJAAN YANG LAYAK BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA. Konferensi Perburuhan Internasional Konferensi Perburuhan Internasional Catatan Sementara 15B Sesi Ke-100, Jenewa, 2011 NASKAH REKOMENDASI TENTANG PEKERJAAN YANG LAYAK BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA 15B/ 1 NASKAH REKOMENDASI TENTANG PEKERJAAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Bandung telah dikenal oleh masyarakat di Indonesia sebagai kota yang memiliki apresiasi seni yang tinggi, salah satunya di bidang musik. Salah satu pemicu tingginya

Lebih terperinci

Latar Belakang. Mengapa UN4U?

Latar Belakang. Mengapa UN4U? UN4U Indonesia adalah salah satu program penjangkauan terbesar dalam kampanye UN4U global dilaksanakan di beberapa kota di seluruh dunia selama bulan Oktober. Dalam foto di atas, para murid di Windhoek,

Lebih terperinci

KERANGKA STRATEGIS Jejaring Asia-Pasifik untuk Kepemimpinan Global

KERANGKA STRATEGIS Jejaring Asia-Pasifik untuk Kepemimpinan Global KERANGKA STRATEGIS 2012-2015 Jejaring Asia-Pasifik untuk Kepemimpinan Global Pertemuan Tahunan Para Presiden APRU ke 16 Universitas Oregon 27-29 Juni 2012 Draf per 24 Mei 2012 APRU: Sekilas Pandang 42

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3. 1 Pendekatan Kualitatif dan Metode Action Research Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Alasannya adalah dalam pemaparan hasil penelitian dijelaskan dalam

Lebih terperinci

Intel Teach Program Assessing Projects

Intel Teach Program Assessing Projects Menilai Proyek Pelajaran berbasis proyek menuntut penilaian yang lebih progresif dimana siswa dapat melihat pelajaran sebagai proses dan strategi penyelesaian masalah untuk memenuhi harapan-harapan proyek.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesenian adalah ciptaan dari segala pikiran dan perilaku manusia yang

BAB I PENDAHULUAN. Kesenian adalah ciptaan dari segala pikiran dan perilaku manusia yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesenian adalah ciptaan dari segala pikiran dan perilaku manusia yang fungsional, estetis dan indah, sehingga ia dapat dinikmati dengan panca inderanya yaitu

Lebih terperinci

R a a t f. Sistem Informasi Pedesaan

R a a t f. Sistem Informasi Pedesaan R a a t f Sistem Informasi Pedesaan 1 Ringkasan Eksekutif Mengintegrasikan Gender pada Sistem Informasi Pedesaan di Indonesia Bank Dunia, Unit Sektor Pengembangan Pedesaan dan Sumberdaya Alam, Wilayah

Lebih terperinci

Asesmen Gender Indonesia

Asesmen Gender Indonesia Asesmen Gender Indonesia (Indonesia Country Gender Assessment) Southeast Asia Regional Department Regional and Sustainable Development Department Asian Development Bank Manila, Philippines July 2006 2

Lebih terperinci

SILABUS. Kegiatan Pembelajaran Teknik

SILABUS. Kegiatan Pembelajaran Teknik SILABUS Sekolah Kelas/ Semester Mata Pelajaran Standar : SMP : VIII (Delapan)/ 1 (Satu) : SENI BUDAYA : SENI RUPA 1. Mengapresiasi karya seni rupa 1.1 Mengidentifikasi jenis karya seni rupa terapan Sejarah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebudayaan merupakan suatu hal dalam adat istiadat yang menjadi kebiasaan turun temurun yang erat hubungannya dengan masyarakat di setiap negara. Dengan adanya keanekaragaman

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) PADA MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN UNTUK SISWA SMP. Oleh: Endah Budi Rahaju UNESA

PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) PADA MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN UNTUK SISWA SMP. Oleh: Endah Budi Rahaju UNESA Kode Makalah PM-1 PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) PADA MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN UNTUK SISWA SMP Oleh: Endah Budi Rahaju UNESA Abstrak Dalam KBK telah dimasukkan tujuan-tujuan

Lebih terperinci

Rio Deklarasi Politik Determinan Sosial Kesehatan Rio de Janeiro, Brasil, 21 Oktober 2011.

Rio Deklarasi Politik Determinan Sosial Kesehatan Rio de Janeiro, Brasil, 21 Oktober 2011. Rio Deklarasi Politik Determinan Sosial Kesehatan Rio de Janeiro, Brasil, 21 Oktober 2011. 1. Atas undangan Organisasi Kesehatan Dunia, kami, Kepala Pemerintahan, Menteri dan perwakilan pemerintah datang

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 174 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah Perpustakaan ITS Surabaya dan Perpustakaan UK Petra Surabaya melakukan pemanfaatan fungsi ruang yang

Lebih terperinci

Program Rintisan Jarak Jauh DBE 2: Survey Guru (Keberpusatan Pada Siswa) Halaman 1

Program Rintisan Jarak Jauh DBE 2: Survey Guru (Keberpusatan Pada Siswa) Halaman 1 Program Rintisan Jarak Jauh DBE 2: Survey Guru (Keberpusatan Pada Siswa) Halaman 1 SURVEY GURU (Teacher Survey/Measure of Learner- Centeredness) Nomor Identifikasi: (prov tgl... /bln/ bln././th.. th..)...

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesenian dan Pariwisata merupakan dua kegiatan yang saling memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Dalam konteks pariwisata telah menjadi atraksi atau daya tarik wisata

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang termasuk dalam aspek kebudayaan, sudah dapat dirasakan oleh

BAB I PENDAHULUAN. yang termasuk dalam aspek kebudayaan, sudah dapat dirasakan oleh BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Seni budaya merupakan penjelmaan rasa seni yang sudah membudaya, yang termasuk dalam aspek kebudayaan, sudah dapat dirasakan oleh orang banyak dalam rentang perjalanan

Lebih terperinci

Penilaian Unjuk kerja Oleh Kusrini & Tatag Y.E. Siswono

Penilaian Unjuk kerja Oleh Kusrini & Tatag Y.E. Siswono washington College of education, UNESA, UM Malang dan LAPI-ITB. 1 Pebruari 8 Maret dan 8-30 April 2002 di Penilaian Unjuk kerja Oleh Kusrini & Tatag Y.E. Siswono Dalam pembelajaran matematika, sistem evaluasinya

Lebih terperinci

Memahami dan Memobilisasi untuk Kesehatan Masyarakat

Memahami dan Memobilisasi untuk Kesehatan Masyarakat 2 Memahami dan Memobilisasi untuk Kesehatan Masyarakat Dalam bab ini: halaman Memobilisasi untuk kesehatan masyarakat...12 Perubahan butuh waktu...13 Kegiatan-kegiatan untuk belajar dan memobilisasi...14

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk kemajuan pembangunan. Salah satu lembaga pendidikan yang penting adalah perguruan tinggi.

Lebih terperinci

BUDAYA MARITIM NUSANTARA DAN GERAKAN KEMBALI KE LAUT

BUDAYA MARITIM NUSANTARA DAN GERAKAN KEMBALI KE LAUT BUDAYA MARITIM NUSANTARA DAN GERAKAN KEMBALI KE LAUT Gusti Asnan (Jur. Sejarah, Fak. Ilmu Budaya, Univ. Andalas Padang gasnan@yahoo.com) Berbincang mengenai budaya maritim Nusantara sesungguhnya membincangkan

Lebih terperinci

PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) I. Pendahuluan Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan

Lebih terperinci

STRATEGI MEMAJUKAN PERAN & KEBERLANJUTAN ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL DI INDONESIA 1

STRATEGI MEMAJUKAN PERAN & KEBERLANJUTAN ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL DI INDONESIA 1 STRATEGI MEMAJUKAN PERAN & KEBERLANJUTAN ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL DI INDONESIA 1 Handoko Soetomo 2 Peran organisasi masyarakat sipil (OMS) di Indonesia tak dapat dilepaskan dari konteks dan tantangan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Film 2.1.1 Pengertian Film Kehadiran film sebagai media komunikasi untuk menyampaikan informasi, pendidikan dan hiburan adalah salah satu media visual auditif yang mempunyai jangkauan

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA - 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA DAN SASTRA, SERTA PENINGKATAN FUNGSI BAHASA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

01 Berkomunikasi di Tempat Kerja

01 Berkomunikasi di Tempat Kerja Kode Unit : PAR.AJ.01.001.01 Judul Unit : BEKERJASAMA DENGAN KOLEGA DAN PENGUNJUNG Deskripsi Unit : Unit ini membahas pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan oleh seorang pemandu wisata dalam

Lebih terperinci

60 menit tahun. Bekerja Sama untuk Mencapai Tujuan Global. Subjek. Hasil Belajar. Persiapan

60 menit tahun. Bekerja Sama untuk Mencapai Tujuan Global. Subjek. Hasil Belajar. Persiapan Bekerja sama untuk mencapai Tujuan Global P1 Saat mengetahui ketidakberuntungan berbagai budaya dan masyarakat di seluruh dunia, siswa-siswa saya sering bertanya, Mengapa ini bisa terjadi? Terkadang, seorang

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional Rencana program dan kegiatan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pemalang mendasarkan pada pencapaian Prioritas

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Nama Sekolah :... Mata Pelajaran : Seni Budaya Dan Keterampilan Kelas/Semester : V/ I Pertemuan Ke : Alokasi Waktu : x 35 Menit SENI RUPA Standar Kompetensi. Mengapresiasi

Lebih terperinci

JURNAL OLEH YENI FARIDA The Learning University

JURNAL OLEH YENI FARIDA The Learning University PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS SEJARAH KELAS VII SMP NEGERI 1 MALANG SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2011/2012 JURNAL OLEH YENI

Lebih terperinci