PANDUAN PENGEMBANGAN BUDAYA MASYARAKAT

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PANDUAN PENGEMBANGAN BUDAYA MASYARAKAT"

Transkripsi

1 PANDUAN PENGEMBANGAN BUDAYA MASYARAKAT Victoria Keighery Community Cultural Development NSW, Sydney Prakata oleh Jeannie Park, Yayasan Bagong Kussudiardja, Yogyakarta Disunting oleh Alison Carroll, Asialink, Melbourne dan Kate Ben-Tovim, Arts Manager in Residence, Yayasan Bagong Kussudiardja, Yogyakarta 2009 Diterbitkan oleh CCDNSW dan Asialink Didukung oleh The Ford Foundation, Jakarta Didistribusikan oleh Yayasan Kelola 2010

2

3 ISI Prakata.. 4 Oleh Jeannie Park 1 Kata pengantar Apakah Pengembangan Budaya Masyarakat (PBM)? Peran PBM Tiga Prinsip dari Pengembangan Budaya Masyarakat: Filsafat 4.2 Praktik: untuk seniman dan komunitas 4.3 Proses: bagaimana sebuah proyek PBM berjalan di dalam masyarakat? 5 Ide-ide proyek Pengembangan Budaya Masyarakat Daftar Isian PBM Sumber daya

4 Prakata Dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini, saya secara khusus tertarik pada penemuan caracara baru untuk membina seni, pembelajaran abadi dan komunitas-komunitas. Pemaparan pertama saya atas model berbasis seni masyarakat seperti yang dipresentasikan dalam buku ini melalui Proyek Wayang Orang di Yogyakarta pada tahun Model ini dikembangkan dan difasilitasi oleh sanggar teater wayang besar dari Melbourne, Snuff Puppets. Keindahan dari proyek ini adalah bahwa sifat-sifat manusia yang pernah dipaparkan mendorong para peserta untuk menggunakan praktik dan dialog seni untuk secara aktif memadukan kemampuan kreatif individu (berfikir, merasa, melakukan) yang memberi kontribusi bagi semangat positif komunitas dan kehidupan manusia. Yang benar-benar saya hargai dari proyek ini adalah caranya dalam mendorong untuk mengkaji lebih jauh peran dan arti menyeluruh dari SENI yang telah mempengaruhi kerja saya dalam mengembangkan dan memfasilitasi pembelajaran berkesinambungan dalam dan melalui seni bagi komunitas seni dan komunitas non-seni. Dua tahun kemudian, saya diperkenalkan kepada istilah dan bidang baru: Pengembangan Budaya Masyarakat. Praktik terstruktur dari PBM mengingatkan saya pada beberapa kelebihan terbesar dari Negara Barat: kemampuan menciptakan sebuah sains (struktur, sistem, dan bahasa) dari praktikpraktik yang telah ada di area tertentu di dunia, atau praktik-praktik baru. Bidang dan praktik-praktik PBM menunjukkan betapa penciptaan seni (praktik budaya/seni) dapat menjadi bagian intrinsik dari kehidupan individu dan masyarakat. Fokusnya tidaklah pada objek budaya atau seni, tetapi bagaimana proses dan tindakan menciptakan memberi kontribusi bagi kehidupan manusia. Meskipun praktik terstruktur Pengembangan Budaya Masyarakat dapat dianggap sangat baru untuk Indonesia, saya yakin bahwa ada banyak unsur dalam PBM yang telah ada dalam praktik masyarakat tradisional Indonesia. Buku panduan ini merupakan serangkaian alat yang dikembangkan dari praktik-praktik Pengembangan Budaya Masyarakat di Barat untuk seniman di Indonesia untuk menyerap dan mengadaptasi ide-ide yang relevan yang sesuai dengan tatanan dan konteks budaya Indonesia, sebagaimana ditekankan oleh penulis buku panduan ini. Saya yakin cara yang bagus untuk mulai menyerap informasi dan kiat-kiat yang dikemukakan dalam buku 4

5 panduan ini adalah pembaca mengkaji dan mengolah istilah-istilah secara seksama, secara pribadi, dan dari aspek manusia (baik dalam arti individu maupun masyarakat) tidak hanya berfokus pada seni, isu-isu atau objek-objek yang dijelaskan. Meski istilah-istilah ini mungkin dikenal (misalnya: masyarakat budaya pengembangan), selalu mencerahkan kiranya untuk mempertimbangkan arti baru apa yang dapat ditarik yang dapat memberi kontribusi bagi aspek positif kehidupan manusia. Warisan budaya Indonesia yang kaya tidaklah ternilai, bukan karena apa yang diwakilinya, tetapi karena pikiran-pikiran kreatif berharga manusia yang MENCIPTAKANNYA. Saya ingin menekankan lebih lanjut kata menciptakan yang artinya membuat atau melakukan sesuatu yang baru tidak berarti bahwa kita mengesampingkan semua yang telah (atau belum) dicapai. Saya yakin bahwa dengan mengidentifikasi potensi positif dari apapun yang kita lakukan, kita dapat membayangkan masa depan, membongkar masa lalu, dan menghadapi masa kini untuk memberi nilai tambah lebih jauh, bukannya menghilangkan nilai budaya. Jeannie Park Direktur Eksekutif Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) Yogyakarta 5

6 1. Kata pengantar Ketika Anda membaca panduan ini,ada kemungkinan besar Anda mempunyai ketertarikan pada Pengembangan Budaya Masyarakat (kemudian akan disingkat PBM). Karena ini merupakan sebuah praktik reflektif, setiap proyek PBM mengambil bentuk yang paling relevan dengan masyarakat setempat, khususnya di mana masyarakat tersebut telah terlibat dalam proses-proses pengambilan keputusan selama proyek berlangsung. Namun, sebelum lebih jauh ada baiknya kita memulai panduan ini dengan pertanyaan sederhana seperti apa yang dimaksud dengannya, keterkaitan dengan filsafat, praktik-praktik atau proses-proses yang membedakan PBM dari praktik-praktik seni yang lebih akrab lainnya. PBM dapat digunakan dalam beraneka ragam situasi di mana para seniman, seni dan pekerja dan masyarakat budaya bekerjasama. PBM sebagai sebuah teori dan sebuah praktik diperkenalkan di Negara Barat sejak akhir tahun 1980-an untuk mengakui evolusi yang terjadi pada satu dari banyak aspek praktik seni masyarakat. Buku ini sadar bahwa praktik seni masyarakat di Indonesia adalah sebuah tradisi yang berubah-ubah tetapi bahwa, dalam konteks seni masyarakat Indonesia, mungkin tersedia peran bagi PBM. Saat ini di Negara Barat, istilah Pengembangan Seni dan Budaya Masyarakat (PSBM) digunakan untuk memastikan bahwa istilah luas ini mencakup semua aspek dari pengembangan seni dan budaya di masyarakat. Tetapi untuk tujuan-tujuan dari buku panduan ini, istilah PBM merujuk kepada praktik yang lebih khusus dari Pengembangan Budaya Masyarakat yang dapat mengarah kepada perubahan sosial yang signifikan dalam masyarakat. Di Australia, kegiatan masyarakat berbasis lokal menerapkan proses-proses PBM di mana terdapat kebutuhan akan perubahan sosial yang teridentifikasi dan signifikan. Terkadang proses-proses seni masyarakat yang lebih luas dari PBM membuahkan hasil sosial yang baik untuk masyarakat termasuk yang melibatkan anggota masyarakat dalam praktik-praktik budaya tradisional yang ada, kegiatan-kegiatan yang menjaga kesejahteraan masyarakat dan kegiatan berbasis rekreasi. PBM berfungsi dengan sangat baik di saat terjadinya kekurangan, isolasi, pelemahan, marjinalisasi dan konflik budaya. Selalu pantas untuk ditanyakan apakah pemberdayaan, motivasi dan kesejahteraan masyarakat dapat dibangkitkan melalui bentuk lain praktik berbasis masyarakat sebelum melaksanakan sebuah proyek PBM yang telah berkembang sepenuhnya. 6

7 PBM terutama difokuskan kepada kerjasama dengan komunitas-komunitas yang berhadapan dengan risiko. Di Australia, mereka adalah kelompok-kelompok sosial ekonomi rendah, komunitas-komunitas dengan masalah-masalah seperti tuna wisma, kecanduan narkoba dan alkohol dan para penyandang cacat, dll. Kerja PBM juga difokuskan kepada kelompok-kelompok budaya minoritas dalam penduduk Australia seperti komunitas-komunitas migran dan penduduk asli Australia. Kerja PBM bertujuan menghasilkan perubahan sosial yang positif pada kelompok-kelompok ini dan untuk memberdayakan anggota masyarakat dengan bekerjasama dengan kelompok-kelompok ini untuk mewujudkan karya-karya seni yang merefleksikan suara dan cerita mereka. Tetapi, konteks sosial dan budaya sebagaimana yang diterapkan pada PBM di Barat sangatlah berbeda dari yang diterapkan di Indonesia. Praktik PBM di Australia umumnya bekerja dengan komunitas-komunitas yang mewakili sejumlah kecil penduduk dan praktik PBM didukung oleh berbagai lembaga pemerintah, LSM, masyarakat, kesehatan dan seni. Di Indonesia, di mana kondisi sosial ekonomi bisa lebih sulit dan terjadi pada kelompok masyarakat yang lebih luas lagi, tingkat kekurangan tinggi dan dukungan infrastruktur tidak begitu tersedia bagi masyarakat dan seniman, sehingga proyek-proyek mungkin berbentuk kurang formal atau institusional dalam strukturnya. Pada saat yang sama, praktik seni masyarakat luas diterapkan secara luas di Indonesia, dan integrasi tradisi seni dalam kehidupan, ritual dan masyarakat telah menjadi bagian yang besar dari banyak budaya di Indonesia. Seni dan budaya di Indonesia selalu dipraktikkan oleh anggota masyarakat yang belum tentu berprofesi sebagai seniman, tetapi merupakan bagian dari sebuah tradisi yang sangat canggih dari ekspresi budaya. Definisi Barat atas seni masyarakat dilihat sebagai sebuah praktik yang terpisah dari praktik-praktik seni profesional. Meskipun kedua praktik tersebut seringkali dilakukan oleh para seniman di Australia, bersama dengan pengajaran dan pekerjaan di sektor swasta. Hal ini perlu diingat sebelum menerapkan praktik-praktik seni Barat yang kadang dimaknai terlalu harfiah di Indonesia. Panduan ini memberikan cara khusus untuk memahami dan menafsirkan praktik khusus PBM seperti yang dipahami di Barat yang semoga memberi titik pengujian, kiat-kiat dan model-model yang bermanfaat yang mungkin berguna di Indonesia, dan sebuah ringkasan dari proses-proses untuk digunakan oleh para praktisi ketika menjelaskan PBM ke masyarakat. Diharapkan bahwa, dengan sumber daya ini, para seniman dan pekerja masyarakat Indonesia dapat dengan kreatif mengadaptasi dan menerapkan beberapa ide ini. Kekuatan luar biasa dari praktik budaya berbasis masyarakat yang telah ada di Indonesia memberi latar belakang yang hidup bagi eksplorasi atas praktik ini. 7

8 2. Apakah Pengembangan Budaya Masyarakat itu? PBM adalah sebuah praktik yang memiliki banyak wajah dengan serangkaian harapan perorangan untuk dipenuhi dan diakomodasi di antara kelompok masyarakat yang terlibat dalam prosesnya. Para seniman juga menggunakan keterampilan dan penafsiran mereka masing-masing selama proyek masyarakat berlangsung dan ini menjadikan setiap proyek khusus bagi orang-orang dan keadaan tertentu. Kesulitan dalam menjelaskan PBM dapat dimengerti karena ada beraneka arti ganda ketiga kata kunci ini: Masyarakat Kamus mendefinisikan masyarakat sebagai: Sekelompok orang yang tinggal di satu daerah atau daerah di mana mereka tinggal Sekelompok orang dengan latar belakang yang sama atau dengan kepentingan yang sama dalam masyarakat Sekelompok bangsa dengan sejarah yang sama atau kepentingan ekonomi atau politik yang sama Publik atau masyarakat secara umum. Latihan: Identifikasi masyarakat di mana Anda menjadi bagiannya dalam kehidupan sehari-hari Anda. Budaya Kamus mendefinisikan budaya sebagai: Seni, musik, kesusastraan dan kegiatan-kegiatan intelektual terkait, dianggap secara kolektif Sebagai jalan hidup, yang mencakup keyakinan, adat, praktik, dan perilaku sosial dari bangsa atau rakyat tertentu Latihan: Pikirkan tentang apa arti budaya Anda bagi Anda dan apa yang memengaruhinya. 8

9 Pengembangan Kamus mendefinisikan pengembangan sebagai proses berubah dan menjadi lebih besar, lebih kuat, lebih mengesankan, berhasil atau maju, atau menyebabkan seseorang atau sesuatu berubah dalam cara ini. Pengembangan berarti perubahan; sesuatu tidak dapat berkembang kecuali berubah dari keadaannya sekarang. Inilah bagian melakukan dari PBM. Para seniman bekerja dengan masyarakat dalam pengembangan budaya mereka. Perlu diingat bahwa banyak kelompok masyarakat memiliki budaya masyarakat tradisional yang sangat canggih, seperti yang ada di Indonesia, dan pengembangan adalah menyangkut mengembangkan dan memperkuat aspek-aspek positif yang sudah ada. Sebuah masyarakat mungkin ingin secara aktif meningkatkan aspek-aspek kehidupan budayanya, atau menggunakan budayanya sebagai alat untuk menunjukkan atau mengembangkan. Kedua pendekatan ini merupakan contoh dari pengembangan budaya masyarakat. Pengembangan Budaya Masyarakat menggambarkan sebuah proses kerja bersama masyarakat untuk mengembangkan kapasitas melalui kerjasama budaya dan seni. Semua masyarakat dunia dan seniman bekerjasama secara kreatif dengan menggunakan praktik PBM untuk menggali dan mengekspresikan pandangan masyarakat tentang isu-isu penting sambil membantu mereka menguasai keterampilan-keterampilan baru ketika melakukannya. Produksi seni merupakan media yang sangat kuat untuk perubahan, tantangan dan pilihan dan menjadi bagian dari kerja PBM. Para seniman dan pekerja budaya dapat dilihat sebagai agen perubahan dalam konteks ini. Sebuah rumus sederhana untuk menunjukkan prinsip-prinsip ini digunakan oleh CCDNSW: Masyarakat Seni Keterlibatan + Keterampilan Baru = Perubahan Latihan: Pikirkan pengembangan-pengembangan dalam hidup Anda apakah pengembangan-pengembangan itu menyebabkan perubahan? Proses-proses apa yang digunakan untuk mencapai perubahan? Dalam praktik, pengembangan budaya masyarakat melibatkan beragam bentuk seni, dari seni pertunjukan hingga seni visual, dari film dan video hingga penulisan, sejarah lisan dan mendongeng. Hasil kreatifnya bisa berupa apapun dari seni publik hingga festival, teater dan pertunjukan tari, pameran, publikasi dan seminar. Semua kegiatan ini, dan banyak lagi yang lainnya yang dapat disebutkan, memiliki kesamaan berupa proses kolaborasi dan pemberdayaan di mana para peserta terlibat dengan kegiatan kreatif untuk menghasilkan perubahan melalui seni. 9

10 3. Peran PBM PBM telah berhasil digunakan untuk menunjukkan atau mengangkat isu-isu tentang marjinalisasi individu atau kelompok dalam banyak masyarakat. PBM juga telah digunakan untuk menunjukkan identitas budaya seperti menemukan sisi historis suatu daerah untuk dan setempat untuk mengidentifikasi masalah-masalah sosial di kelompok masyarakat tertentu untuk membangkitkan rasa memiliki yang mendorong kesejahteraan dalam masyarakat setempat. Proses-proses untuk kerja PBM mendorong kelompok-kelompok masyarakat untuk bekerjasama. Membangun kemitraan dengan para seniman bermanfaat untuk menyelesaikan isu-isu di antara mereka untuk berbagi aspek-aspek positif dari kehidupan masyarakat. PBM berjalan dengan sangat baik bagi kelompok-kelompok kecil masyarakat, di mana isu ini merupakan isu bersama dan di mana ada kebutuhan yang nyata untuk perubahan sosial atau perbaikan. PBM telah digunakan untuk menciptakan perubahan sosial dalam banyak masyarakat seperti: Kaum muda yang menghadapi risiko dan berada dalam tahanan Warga lanjut usia, di rumah mereka sendiri dan di Panti Wreda Para penyandang cacat Penduduk pribumi yang menginginkan perubahan sosial di masyarakatnya Orang-orang dari beragam latar belakang budaya dan bahasa Orang-orang yang tinggal di daerah kumuh Orang-orang tanpa akses ke pendidikan Orang-orang yang terisolir dari kelompok mereka karena jarak atau kekurangan Keluarga-keluarga dalam kesusahan Kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengalami tragedi atau bencana alam Pengungsi, pencari suaka dan mereka yang berada di rumah tahanan Penduduk baru dari negara lain Korban-korban kejahatan Korban-korban penyiksaan Kelompok-kelompok masyarakat yang kurang memiliki akses ke informasi tentang isu-isu kesehatan dan sosial (HIV, isu-isu perempuan, isu-isu gender) PBM dapat memberi pilihan untuk terjadinya perubahan dalam keadaan di mana kekurangan atau ketidakadilan terjadi. 10

11 4. Tiga Prinsip dari Pengembangan Budaya Masyarakat 4.1 FILSAFAT Dalam proyek-proyek PBM terdapat tiga prinsip fundamental yang ditunjukkan melalui sebuah proyek yang memiliki tujuan menciptakan perubahan sosial melalui seni: Akses: Lebih dari sekedar akses fisik, proyek-proyek PBM harus dapat diakses melalui bahasa setempat yang digunakan, pemrograman kegiatan dan kemudahan untuk terlibat. Ini adalah sebuah kerangka kerja inklusi sosial yang penting jika proyek ini mengatasi isu-isu marjinalisasi atau isolasi dalam suatu masyarakat. Dalam istilah praktis bahasa suatu masyarakat yang tidak menjadi bagian dari budaya mayoritas sering kali perlu membutuhkan penafsir dan tentu saja ini berarti perencanaan tambahan harus disertakan. Sebuah rencana komunikasi merupakan perangkat yang vital untuk disertakan dalam rencana proyek bila hal ini terjadi. Kiat: Dengan setiap proses perencanaan koordinator proyek perlu menanyakan adakah seseorang dari proyek yang tidak akan disertakan dalam bagian ini. Kesetaraan: Ini berarti perlakuan yang sama bagi semua peserta seperti akses, pendapat dan nilai yang setara untuk semua kontribusi bagi proyek ini. Prinsip ini mengemukakan hakhak ekspresi seni sebagai suatu budaya. Hak-hak budaya adalah prinsip-prinsip yang penting bagi para peserta yang memiliki budaya yang berbeda dari budaya mayoritas dari suatu masyarakat. Budaya dapat berkaitan dengan sebuah jalan hidup atau sistem kepercayaan, serangkaian nilai moral atau cara perayaan atau menandai perubahan status sosial. Ini berarti proses-proses yang digunakan dalam sebuah proyek PBM harus mengakomodir beragam cara di mana budaya dapat ditafsirkan melalui ekspresi seni dan untuk menghormati tempatnya dalam kehidupan individu dan kelompok masyarakat. Meskipun kesetaraan merupakan sebuah tantangan yang signifikan untuk dicapai dalam masyarakat yang tidak setara dan kita mendapati bahwa beberapa sistem dan tentunya beberapa sikap menentang kesetaraan, para pekerja PBM harus memuaskan diri mereka sendiri bahwa mereka telah melakukan upaya terbaik untuk mencapai kesetaraan. 11

12 Kiat: Ketika sebuah keputusan telah diambil koordinator proyek perlu menanyakan apakah beberapa peserta memiliki kesempatan sejauh mana [lebih atau kurang] dalam berpartisipasi atau berkontribusi dalam proyek ini. Jika tidak, bagaimana ini dapat ditangani? Partisipasi: Keterlibatan para peserta dalam isi dan proses sebuah proyek PBM. Lebih dari sekedar konsumsi pasif atau observasi, partisipasi berarti keterlibatan langsung dalam sebuah proyek tertentu. Dalam sebuah proyek PBM keterlibatan langsung meliputi pengambilan keputusan dari awal hingga selesainya sebuah proyek. Tetapi, ada daerah di mana keahlian tertentu dibutuhkan dan tidaklah praktis bagi para peserta untuk mengambil keputusan, misalnya, persyaratan hukum, dll. Jika seniman atau pekerja seni tidak ahli dalam bidang-bidang ini, pendapat pakar harus dicari. Meskipun para peserta harus secara aktif terlibat dalam penentuan isi dari sebuah proyek (misalnya pesan, cerita atau representasi dari masyarakat mereka) mereka mungkin tidak memiliki keahlian teknis dan konseptual untuk menerjemahkan ini ke dalam naskah drama atau menerjemahkannya ke dalam sebuah mural tiga dimensi. Mereka dapat belajar melakukannya selama proyek berlangsung tetapi harus dipandu dengan keahlian dari seniman yang bekerjasama dengan mereka. Mutu dari hasil akan sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek teknis dari sebuah proyek dan keahlian seniman dalam profesinya sebagaimana halnya dampak sosial atau budaya pada para peserta. Kiat: Pada setiap bagian proyek tanyakan apakah Anda mampu memaksimalkan kesempatan bagi para peserta untuk terlibat dalam pelaksanaan proyek ini. Misalnya, tanya pada diri Anda sendiri adakah keterampilan tertentu adalah sesuatu yang dapat Anda ajarkan kepada para peserta tanpa harus dilakukan oleh seorang pakar. Kelebihan Keterlibatan masyarakat dalam seni dapat memberdayakan individu-individu, menempatkan mereka dalam hubungan dengan anggota masyarakat lainnya dan membantu mereka mengartikulasikan cerita-cerita, isu-isu, dan keprihatinan-keprihatinan yang umum bagi kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Proses PBM juga memperkenalkan para peserta kepada keterampilan-keterampilan baru dan cara-cara baru dalam memandang sekaligus memikirkan permasalahan dunia. Dalam cara yang sama, mendongeng oleh orang ketiga memungkinkan orang melihat isuisu dari perspektif berbeda, digunakan secara bertanggungjawab dan efektif proses-proses PBM dapat mengidentifikasi dan berbagi isu-isu dan konflik-konflik di antara kelompok tanpa memaparkan individu. Tantangan Sebuah tantangan tersendiri untuk meyakinkan orang akan manfaat konsep PBM yang mungkin curiga atau pesimis akan hasilnya. Partisipasi anggota masyarakat adalah sebuah proses yang sangat memakan waktu karena mereka tidak selalu memiliki keterampilan teknis atau konseptual untuk bekerja secepat para pakar. Ini adalah satu-satunya bagian yang paling menonjol dari proyek PBM yang membedakan mereka yang ingin bekerja berangkat dari individu, profesional atau praktisi studio. Proses-proses PBM membutuhkan kesabaran dan kapasitas untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan baru dari tingkat awal hingga lanjut (sering kali dalam sebuah kelompok yang sama dengan beragam pengalaman), untuk mencapai tenggat dan menyelesaikan proyek ini sesuai standar profesional yang tinggi. 12

13 4.2 PRAKTIK Praktik untuk seniman Sejak masa awal masyarakat seni dan pengembangan budaya masyarakat, peran seniman dalam masyarakat telah berubah. Saat ini ada banyak praktik yang dilakukan oleh seniman memengaruhi peningkatan jumlah praktik yang kemudian diperkenalkan melalui campur tangan teknologi dan sains baru. Di Australia para seniman sering kali memilih untuk bekerja dalam beberapa praktik seni sepanjang karir mereka. Ini dapat mencakup praktik seni individual mereka dengan mengajar, menulis tentang praktiknya, pameran atas kerja pertunjukan dengan seniman lainnya. Mereka mengerjakan proyek kuratorial, kerja produksi atau penyutradaraan. Tetapi, karena sifat pekerjaannya yang menuntut keterlibatan dan komitmen, sebagian besar seniman atau pekerja budaya mungkin hanya dapat bekerja dalam satu proyek PBM dalam satu waktu. Kelebihan Proyek PBM menjadi makanan bagi jiwa kreatif dari seniman proyek, membangkitkan ide-ide baru dan menimbulkan pendekatan-pendekatan baru pada karya seni. PBM dapat memberikan kesempatan khusus bagi seniman dan pekerja budaya untuk terlibat dengan masyarakat untuk kepentingan bersama. Ini merupakan praktik yang sangat bermanfaat karena Anda dapat melihat perubahan terjadi setiap hari pada kehidupan beberapa anggota masyarakat, dan mungkin mendapati bahwa proses ini juga merubah cara Anda memandang dunia. Para seniman yang menghargai kerja di proyek-proyek PBM sering kembali ke praktik, terdorong oleh nilai yang orang lain temukan dalam kerja yang mereka lakukan dalam masyarakat. Tantangan Beberapa seniman mendapati bahwa kerja PBM menuntut sebagian besar perhatian sehingga justru menjauhkannya dari praktik-praktik seninya sendiri; PBM itu didorong oleh proses, maka banyak hal tercapai lebih lama bergantung kepada ukuran dan pengalaman kelompok dibandingkan jika para seniman melakukan pekerjaan seni mereka sendiri. Pada saat yang sama, PBM menuntut perhatian karena standar kerja yang muncul dari proses yang sering kali diberikan pada mereka yang tidak memiliki tingkat keterampilan seniman; PBM menuntut keterampilan komunikasi yang baik. Meskipun sebagian pekerja PBM memiliki keterampilan-keterampilan ini secara naluriah, atau dapat menerjemahkan keterampilan-keterampilan yang mereka miliki kepada proses dari kerja kelompok, negosiasi dan penyelesaian konflik, sebagian lainnya mendapatinya sulit untuk mengatasi isu-isu yang muncul selama proyek berlangsung. Dalam kasus kasus seperti ini, adalah lebih baik bagi seniman untuk bekerja dengan seorang mitra proyek yang memiliki keterampilan-keterampilan itu, atau mencari seorang mentor untuk membantu seniman menangani isu-isu tersebut. PRAKTIK untuk masyarakat Proses PBM mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dari awal hingga akhir. Partisipasi juga dapat meliputi dokumentasi, evaluasi dan laporan proyek. Inilah yang menjadikan Pengembangan Budaya Masyarakat seperti apa adanya. Kelebihan Para peserta dalam proyek-proyek PBM mengembangkan rasa memiliki atas proyek dan bertanggungjawab atas hasil dan kelangsungannya. Proses PBM mendorong refleksi dan mencari dasar yang sama dalam kelompok ini untuk membentuk sebuah dinamika kelompok yang sering kali bertahan setelah proyek selesai. PBM dapat membantu membentuk sebuah komunitas yang mungkin belum pernah ada sebelumnya. Proses PBM mendorong komunikasi antar budaya di antara kelompok masyarakat termasuk di dalamnya adalah bahasa yang berbeda atau situasi sosial yang berbeda. Proses ini sering kali menyejajarkan dasar bagi masyarakat untuk bekerja bersama secara produktif. 13

14 Tantangan Proyek-proyek PBM itu padat karya dan karenanya lebih lambat untuk diterapkan ketika Anda bekerja dengan kelompok-kelompok yang baru belajar keterampilan keterampilan baru untuk diterapkan di dalam proyek. Keterlibatan sukarela oleh para peserta masyarakat sering kali berarti harus mengakomodasi dan mengelola keterlibatan paruh waktu para peserta. Dalam sebuah kelompok campuran ada kalanya muncul sudut pandang-sudut pandang yang bertentangan yang mungkin menghentikan proses kerja dan membutuhkan penyelesaian konflik. 4.3 PROSES: bagaimana sebuah proyek PBM berjalan di dalam sebuah masyarakat? Bagian berikut ini menggambarkan proses permulaan sebuah proyek PBM di Australia. Ada dua faktor yang kami ingin kemukakan: Pertama, ada infrastruktur institusional yang berkembang untuk mendukung PBM di Australia dan proses di bawah ini merefleksikan fakta bahwa proyek-proyek ini sering kali dimulai oleh, atau didukung oleh pemerintah, organisasi dan lembaga daerah dalam beberapa hal. Kedua, sering kali seniman atau pekerja PBM bukanlah anggota masyarakat yang bekerjasama dengannya, untuk itu diperlukan penelitian dan proses konsultasi cukup terinci. Kedua situasi ini akan berbeda secara mencolok di Indonesia, di mana lembaga-lembaga mungkin kurang terlibat dalam proyek-proyek PBM. Sangat mungkin bahwa para seniman adalah anggota masyarakat di mana mereka bekerja, atau telah memiliki hubungan dengan masyarakat atau budaya tersebut. Di Australia, proyek-proyek PBM sering kali dimulai oleh organisasi dan lembaga non-seni seperti organisasi layanan masyarakat daerah, petugas pemerintah daerah, lembaga sekolah dan layanan remaja. Terkadang seorang seniman atau organisasi seni adalah pihak yang memulai hubungan dan memperkenalkan masyarakat kepada sebuah ide proyek budaya. Satu dari keterampilan khusus yang dibutuhkan di sini adalah kemampuan untuk memberi panduan dan sebuah kerangka kerja, yang akan memulai proyek, sementara memastikan bahwa masyarakat yang memegang kendali atas proyek ini, dan bahwa ini adalah sesuatu yang masyarakat benarbenar inginkan untuk mereka sendiri. Menentukan kapan dan bagaimana sebuah proyek PBM bermula adalah sebuah proses konsultatif dengan masyarakat terkait diikuti dengan sebuah proses kolaboratif antara seorang seniman atau pekerja budaya dan masyarakat. Sebagai aturan umum, sebuah organisasi atau petugas instansi yang ingin melakukan sebuah proyek PBM harus mengikuti proses ini untuk melanjutkan filsafat, praktik dan proses hingga berakhirnya proyek ini. Jika Anda bukan anggota sebuah masyarakat yang ingin melaksanakan sebuah proyek PBM dan Anda bekerja untuk satu organisasi yang telah mengidentifikasi sebuah masyarakat yang akan mendapat manfaat dari sebuah proyek PBM, berikut ini adalah sebuah daftar isian untuk membantu Anda: 14

15 Riset Konsultasi Informasi Rencana Sumber daya Pantau Dokumen tasi Evaluasi Identifikasi dengan jelas masyarakat tuan rumah dan isu-isu yang Anda pikir dapat dibantu lewat sebuah proyek PBM. Kumpulkan semua informasi yang Anda dapat tentang masyarakat dan bicaralah dengan orang lain yang telah bekerja dengan masyarakat tuan rumah itu, atau pada proyek-proyek sejenis. Identifikasi orang-orang yang perlu Anda temui dalam masyarakat ini, termasuk mereka yang mungkin bukan pemuka masyarakat, untuk mengetahui apakah mereka memerlukan atau menginginkan sebuah proyek PBM dan apakah mereka ingin bekerja dengan Anda atau organisasi Anda dalam proyek itu. Konsultasikan dengan masyarakat untuk memberitahu mereka cara kerja PBM dan penggunaannya dalam masyarakat mereka untuk mencapai tujuan mereka. Tawarkan kepada mereka bantuan dan dukungan Anda untuk memulai. Jika masyarakat memutuskan untuk berpartisipasi dalam sebuah proyek PBM, bantu mereka mengembangkan sebuah rencana proyek yang jelas dengan kesepakatan hasil yang ingin dicapai. Jika Anda tidak memiliki keterampilan untuk melakukannya, mungkin lebih baik mencari seseorang yang memilikinya dan dapat bekerjasama dengan masyarakat untuk mengembangkan rencana proyek tersebut. Setelah ada rencana yang jelas, masyarakat sering kali membutuhkan bantuan untuk mengidentifikasi sumber daya yang mereka butuhkan dan cara mendapatkannya. Anda mungkin perlu membantu mereka mengakses sumber daya yang mereka butuhkan. Jika Anda bukan seniman atau pekerja budaya dan telah mempekerjakan orang lain untuk mengkoordinir proyek, pastikan Anda telah membangun titik-titik pemeriksaan dalam fase pelaksanaan untuk memastikan bahwa proyek terus mengikuti filsafat, praktik dan proses PBM. Pastikan bahwa proyek terdokumentasikan dengan baik dengan cara yang sesuai dan bahwa masyarakat menyetujui pendokumentasian proyek. Anda dapat menyimpan catatan tentang proyek dalam bentuk foto, cerita atau video, atau Anda dapat menyimpan blog atau chat room di situs yang dikontribusikan oleh para peserta. Selalu kaji ulang hasil proyek PBM untuk memastikan bahwa proyek itu telah mencapai hasil sesuai rencana: pastikan bahwa masyarakat memiliki kesempatan untuk memutuskan apakah proyek berhasil menurut ukuran mereka. Manfaat evaluasi adalah bahwa Anda dapat melihat apa yang dapat berjalan dan apa yang tidak dan jika terjadi kesalahan, Anda akan tahu apa yang sebaiknya tidak dilakukan dalam proyek berikutnya. Jika Anda telah menerima dana pemerintah atau pribadi untuk proyek Anda, para donor akan selalu melihat manfaat evaluasi proyek oleh para peserta, dan itu mungkin menjadi sebuah syarat penerimaan dana. Anda dapat meminta para peserta mengisi formulir evaluasi, atau angket, yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan yang dapat Anda gunakan untuk laporan kepada badan penyandang dana. Dalam laporan kepada badan penyandang dana Anda mungkin diminta untuk: Mengidentifikasi manfaat-manfaat proyek kepada para pekerja proyek dan masyarakat. Memberi contoh pengalaman-pengalaman para peserta. Mengidentifikasi hasil apa yang telah dicapai oleh proyek. Anda perlu memastikan bahwa Anda telah menetapkan sebuah proses untuk mengumpulkan informasi dalam fase perencanaan proyek. 15

Definisi tersebut dapat di perluas di tingkat nasional dan atau regional.

Definisi tersebut dapat di perluas di tingkat nasional dan atau regional. Definisi Global Profesi Pekerjaan Sosial Pekerjaan sosial adalah sebuah profesi yang berdasar pada praktik dan disiplin akademik yang memfasilitasi perubahan dan pembangunan sosial, kohesi sosial dan pemberdayaan

Lebih terperinci

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 A) Latar Belakang Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat

Lebih terperinci

Panduan Permohonan Hibah

Panduan Permohonan Hibah Panduan Permohonan Hibah 1. 2. 3. Sebelum memulai proses permohonan hibah, mohon meninjau inisiatif-inisiatif yang didukung Ford Foundation secara cermat. Selain memberikan suatu ikhtisar tentang prioritas

Lebih terperinci

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Pernyataan Prinsip: Setiap orang berhak mendapatkan perlakuan hormat di tempat kerja 3M. Dihormati berarti diperlakukan secara jujur dan profesional dengan

Lebih terperinci

Memahami dan Memobilisasi untuk Kesehatan Masyarakat

Memahami dan Memobilisasi untuk Kesehatan Masyarakat 2 Memahami dan Memobilisasi untuk Kesehatan Masyarakat Dalam bab ini: halaman Memobilisasi untuk kesehatan masyarakat...12 Perubahan butuh waktu...13 Kegiatan-kegiatan untuk belajar dan memobilisasi...14

Lebih terperinci

Penilaian Unjuk kerja Oleh Kusrini & Tatag Y.E. Siswono

Penilaian Unjuk kerja Oleh Kusrini & Tatag Y.E. Siswono washington College of education, UNESA, UM Malang dan LAPI-ITB. 1 Pebruari 8 Maret dan 8-30 April 2002 di Penilaian Unjuk kerja Oleh Kusrini & Tatag Y.E. Siswono Dalam pembelajaran matematika, sistem evaluasinya

Lebih terperinci

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas)

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) LAMPIRAN 6 PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) Pihak Pertama Nama: Perwakilan yang Berwenang: Rincian Kontak: Pihak Kedua Nama:

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH OLEH A. MULIATI, AM Kepala sekolah dalam meningkatkan profesonalisme guru diakui sebagai salah satu faktor yang sangat penting dalam organisasi

Lebih terperinci

DIEMBARGO SAMPAI 9 APRIL (07:00 WIB) Pendidikan untuk Semua 2000-2015: Tujuan pendidikan global hanya dicapai oleh sepertiga negara peserta

DIEMBARGO SAMPAI 9 APRIL (07:00 WIB) Pendidikan untuk Semua 2000-2015: Tujuan pendidikan global hanya dicapai oleh sepertiga negara peserta Siaran Pers UNESCO No. 2015-xx DIEMBARGO SAMPAI 9 APRIL (07:00 WIB) Pendidikan untuk Semua 2000-2015: Tujuan pendidikan global hanya dicapai oleh sepertiga negara peserta Paris/New Delhi, 9 April 2015

Lebih terperinci

BUDAYA MARITIM NUSANTARA DAN GERAKAN KEMBALI KE LAUT

BUDAYA MARITIM NUSANTARA DAN GERAKAN KEMBALI KE LAUT BUDAYA MARITIM NUSANTARA DAN GERAKAN KEMBALI KE LAUT Gusti Asnan (Jur. Sejarah, Fak. Ilmu Budaya, Univ. Andalas Padang gasnan@yahoo.com) Berbincang mengenai budaya maritim Nusantara sesungguhnya membincangkan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu kata efektif juga dapat

II. TINJAUAN PUSTAKA. berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu kata efektif juga dapat 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Efektivitas Pembelajaran Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA SALINAN - 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA DAN SASTRA, SERTA PENINGKATAN FUNGSI BAHASA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

- 458 - 2. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di bidang kebudayaan.

- 458 - 2. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di bidang kebudayaan. - 458 - Q. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 1. Kebijakan Bidang Kebudayaan 1. Kebudayaan 1. Rencana induk pengembangan kebudayaan 1. Rencana induk pengembangan kebudayaan

Lebih terperinci

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku.

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku. KODE UNIT : KOM.PR01.005.01 JUDUL UNIT : Menyampaikan Presentasi Lisan Dalam Bahasa Inggris DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan profesi humas

Lebih terperinci

JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional

JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional KODE UNIT : TIK.MM01.009.01 JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional DESKRIPSI UNIT : Unit ini menjelaskan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan prinsip

Lebih terperinci

GUDANG GARAM INDONESIA ART AWARD 2015

GUDANG GARAM INDONESIA ART AWARD 2015 1 GUDANG GARAM INDONESIA ART AWARD 2015 Indonesia Art Award adalah program Yayasan Seni Rupa Indonesia yang diselenggarakan sejak 1994, berawal dengan nama Phillip Morris Indonesia Art Awards, bagian dari

Lebih terperinci

ECD Watch. Panduan OECD. untuk Perusahaan Multi Nasional. alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab

ECD Watch. Panduan OECD. untuk Perusahaan Multi Nasional. alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab ECD Watch Panduan OECD untuk Perusahaan Multi Nasional alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab Tentang Panduan OECD untuk perusahaan Multi nasional Panduan OECD untuk Perusahaan Multi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran matematika. Permasalahan ini relevan dengan bukti empiris yang. membaca atau mengerjakan soal-soal yang ada di dalamnya.

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran matematika. Permasalahan ini relevan dengan bukti empiris yang. membaca atau mengerjakan soal-soal yang ada di dalamnya. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurang maksimalnya pemanfaatan media merupakan salah satu dari sekian banyak masalah dalam pembelajaran di sekolah termasuk pada mata pelajaran matematika. Permasalahan

Lebih terperinci

PENILAIAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN PEMBELAJARAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PENILAIAN APA PENILAIAN? APA PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI? BAGAIMANA CARANYA? PENILAIAN: PROSES SISTIMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA, DESKRIPSI VERBAL), ANALISIS, INTERPRETASI

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH A. Ridwan Siregar Universitas Sumatera Utara I. PENDAHULUAN Minat baca adalah keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi (gairah) untuk membaca. Minat baca dengan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Examples Non Examples Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga lima orang dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja

Lebih terperinci

Latar Belakang. Mengapa UN4U?

Latar Belakang. Mengapa UN4U? UN4U Indonesia adalah salah satu program penjangkauan terbesar dalam kampanye UN4U global dilaksanakan di beberapa kota di seluruh dunia selama bulan Oktober. Dalam foto di atas, para murid di Windhoek,

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

Selamat Datang Di. AsiaWorks

Selamat Datang Di. AsiaWorks Selamat Datang Di AsiaWorks Program Basic Training adalah pengalaman eksplorasi dan penemuan diri; di sana saya belajar banyak hal tentang diri saya sendiri... dari diri saya sendiri! Kurikulum Inti AsiaWorks

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. seminar, dan kegiatan ilmiah lain yang di dalammnya terjadi proses tanya-jawab,

BAB I PENDAHULUAN. seminar, dan kegiatan ilmiah lain yang di dalammnya terjadi proses tanya-jawab, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Metode tanya-jawab seringkali dikaitkan dengan kegiatan diskusi, seminar, dan kegiatan ilmiah lain yang di dalammnya terjadi proses tanya-jawab, meskipun

Lebih terperinci

Total Quality Purchasing

Total Quality Purchasing Total Quality Purchasing Diadaptasi dari Total quality management, a How-to Program For The High- Performance Business, Alexander Hamilton Institute Dalam Manajemen Mutu Total, pembelian memainkan peran

Lebih terperinci

STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA

STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA I. VISI, MISI, DAN TUJUAN UNIVERSITAS A. VISI 1. Visi harus merupakan cita-cita bersama yang dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan

Lebih terperinci

Hasil Ketik Ulang dari Dokumen Asli (Dokumen asli terlampir di bawah) : Terbit, 19 Maret 1980. MAKBET Tantangan Buat Anggota PARFI

Hasil Ketik Ulang dari Dokumen Asli (Dokumen asli terlampir di bawah) : Terbit, 19 Maret 1980. MAKBET Tantangan Buat Anggota PARFI Hasil Ketik Ulang dari Dokumen Asli (Dokumen asli terlampir di bawah) : Terbit, 19 Maret 1980 MAKBET Tantangan Buat Anggota PARFI Jakarta, TERBIT: Karya novelis besar dunia William Shakespears, Makbet,

Lebih terperinci

PRINSIP PRIVASI UNILEVER

PRINSIP PRIVASI UNILEVER PRINSIP PRIVASI UNILEVER Unilever menerapkan kebijakan tentang privasi secara khusus. Lima prinsip berikut melandasi pendekatan kami dalam menghormati privasi Anda. 1. Kami menghargai kepercayaan yang

Lebih terperinci

TEKNIK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA PARTISIPATIF

TEKNIK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA PARTISIPATIF 1 TEKNIK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA PARTISIPATIF Disampaikan pada : Pelatihan Program Pengembangan Desa Binaan Bogor, 26 29 September 2002 Konsep Pemberdayaan Dekade 1970-an adalah awal kemunculan

Lebih terperinci

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu KELAS XII SEMESTER 1 SILABUS Semester : 1 Standar Kompetensi : Mendengarkan 1. Memahami informasi dari berbagai laporan 1.1 Membedakan Laporan Mencatat pokok-pokok antara fakta Laporan kegiatan isi laporan

Lebih terperinci

SEBUAH AWAL BARU: PERTEMUAN TINGKAT TINGGI TENTANG KEWIRAUSAHAAN

SEBUAH AWAL BARU: PERTEMUAN TINGKAT TINGGI TENTANG KEWIRAUSAHAAN SEBUAH AWAL BARU: PERTEMUAN TINGKAT TINGGI TENTANG KEWIRAUSAHAAN Pertemuan Tingkat Tinggi Tentang Kewirausahaan akan menyoroti peran penting yang dapat dimainkan kewirausahaan dalam memperluas kesempatan

Lebih terperinci

Perubahan ini telah memberikan alat kepada publik untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan ekonomi. Kemampuan untuk mengambil keuntungan dari

Perubahan ini telah memberikan alat kepada publik untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan ekonomi. Kemampuan untuk mengambil keuntungan dari PENGANTAR Sebagai salah satu institusi pembangunan publik yang terbesar di dunia, Kelompok (KBD/World Bank Group/WBG) memiliki dampak besar terhadap kehidupan dan penghidupan jutaan orang di negara-negara

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa hak cipta merupakan kekayaan intelektual di bidang

Lebih terperinci

PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER

PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER Kami meyakini bahwa bisnis hanya dapat berkembang dalam masyarakat yang melindungi dan menghormati hak asasi manusia. Kami sadar bahwa bisnis memiliki tanggung

Lebih terperinci

FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi.

FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi. FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi. Disampaikan Pada: DIKLAT KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SILIWANGI PERIODE II TAHUN AKADEMIK 2011/2012 FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Bagian

Lebih terperinci

Oleh : Cahyono Susetyo

Oleh : Cahyono Susetyo PENGEMBANGAN MASYARAKAT BERBASIS KELOMPOK Oleh : Cahyono Susetyo 1. PENDAHULUAN Perencanaan partisipatif yang saat ini ramai didengungkan merupakan suatu konsep yang dianggap mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

Reviu 10 Buku Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang Pendidikan

Reviu 10 Buku Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang Pendidikan Reviu 10 Buku Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang Pendidikan Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D. Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal

Lebih terperinci

Akses Buruh Migran Terhadap Keadilan di Negara Asal: Studi Kasus Indonesia

Akses Buruh Migran Terhadap Keadilan di Negara Asal: Studi Kasus Indonesia MIGRANT WORKERS ACCESS TO JUSTICE SERIES Akses Buruh Migran Terhadap Keadilan di Negara Asal: Studi Kasus Indonesia RINGKASAN EKSEKUTIF Bassina Farbenblum l Eleanor Taylor-Nicholson l Sarah Paoletti Akses

Lebih terperinci

MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK. Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan

MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK. Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 disebutkan bahwa

Lebih terperinci

Mobilisasi Masyarakat

Mobilisasi Masyarakat Mobilisasi Masyarakat Dalam tulisan ini saya mencoba memadukan beberapa pengalaman dan pengamatan tentang Community Mobilization (Penggerakan Masyarakat), dengan tujuan agar masyarakat ikut melakukan kegiatankegiatan

Lebih terperinci

Kajian Tengah Waktu Strategi 2020. Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik

Kajian Tengah Waktu Strategi 2020. Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Kajian Tengah Waktu Strategi 2020 Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Kajian Tengah Waktu (Mid-Term Review/MTR) atas Strategi 2020 merupakan

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 1 A. Latar

Lebih terperinci

Mengapa setiap orang bisa dan mampu menjadi pemimpin?

Mengapa setiap orang bisa dan mampu menjadi pemimpin? Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas. Pemimimpin juga bisa ditemukan di level terendah dalam organisasi dan di setiap bagian dalam organisasi. Dalam laporan khusus oleh Knowledge@Wharton

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Lagu wajib nasional adalah lagu-lagu mengenai perjuangan dan nasionalisme bangsa yang wajib untuk dihapalkan oleh peserta didik. Lagu wajib nasional sebagai

Lebih terperinci

Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik Jenis dan cara penilaian : Kompetensi Pedagogik (Pengamatan dan Pemantauan)

Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik Jenis dan cara penilaian : Kompetensi Pedagogik (Pengamatan dan Pemantauan) Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik Jenis dan cara penilaian : Kompetensi Pedagogik (Pengamatan dan Pemantauan) Pernyataan : Guru mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik

Lebih terperinci

KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID

KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID UNTUK MENDAPATKAN AKUN BLACKBERRY ID, SERTA DAPAT MENGAKSES LAYANAN YANG MENSYARATKAN ANDA UNTUK MEMILIKI AKUN BLACKBERRY ID, ANDA HARUS (1) MENYELESAIKAN PROSES

Lebih terperinci

Indonesia-Maroko: Beberapa Langkah Lebih Dekat Melalui Seni Budaya (124/M)

Indonesia-Maroko: Beberapa Langkah Lebih Dekat Melalui Seni Budaya (124/M) KOPI, Ada banyak cara dalam mempromosikan suatu negara dan mempererat hubungan diplomatik antar dua negara, salah satunya adalah melalui seni dan budaya. Indonesia adalah negeri yang kaya akan tradisi,

Lebih terperinci

PESAN NILAI KESETIAKAWANAN SOSIAL PADA FILM RUMAH TANPA JENDELA NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai

PESAN NILAI KESETIAKAWANAN SOSIAL PADA FILM RUMAH TANPA JENDELA NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai PESAN NILAI KESETIAKAWANAN SOSIAL PADA FILM RUMAH TANPA JENDELA (Analisis Semiotik Pada Film Rumah Tanpa Jendela) NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat

Lebih terperinci

R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA 1 R-197 Rekomendasi Mengenai Kerangka Promotional Untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. kesimpulan untuk mengingatkan kembali hal-hal yang penting dan sekaligus

BAB V PENUTUP. kesimpulan untuk mengingatkan kembali hal-hal yang penting dan sekaligus BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari uraian skripsi yang telah penulis bahas tersebut maka dapat diambil kesimpulan untuk mengingatkan kembali hal-hal yang penting dan sekaligus menjadi inti sari daripada

Lebih terperinci

Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need

Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need Bagian 1 Identifikasi Proyek TELAAH ALKITAB Penilaian Kebutuhan Menanggapi KebutuhanResponding to a need Baca Nehemia 1 Nehemia adalah seorang Yahudi dalam pembuangan di negeri asing. Sebagaian orang Yahudi

Lebih terperinci

Perjanjian BlackBerry ID

Perjanjian BlackBerry ID Perjanjian BlackBerry ID Perjanjian BlackBerry ID atau "Perjanjian" merupakan suatu perjanjian hukum antara Research In Motion Limited, atau anak perusahaannya atau afiliasinya sebagaimana tertera dalam

Lebih terperinci

LAYANAN INFORMASI KELUHAN (COMPLAINT INFORMATION SERVICE)

LAYANAN INFORMASI KELUHAN (COMPLAINT INFORMATION SERVICE) Mengajukan keluhan Australian Human Rights Commission (Komisi Hak Asasi Manusia Australia) adalah sebuah lembaga independen yang bertugas menyelidiki dan menyelesaikan keluhan tentang diskriminasi berdasarkan

Lebih terperinci

Evaluasi dari proyek IIED Ringkasan Eksekutif

Evaluasi dari proyek IIED Ringkasan Eksekutif Evaluasi dari proyek IIED Ringkasan Eksekutif 1. Proyek IIED mengenai Studi kebijakan dalam pengembangan mekanisme pembayaran jasa perlindungan DAS dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sini dimaksudkan

Lebih terperinci

Fokus kami adalah memberi tahu Anda bila perlu dan membantu mengambil data yang tepat dalam waktu singkat. Analisis Video Pintar

Fokus kami adalah memberi tahu Anda bila perlu dan membantu mengambil data yang tepat dalam waktu singkat. Analisis Video Pintar Fokus kami adalah memberi tahu Anda bila perlu dan membantu mengambil data yang tepat dalam waktu singkat. Analisis Video Pintar Penambahan penginderaan dan struktur Bila memerlukan pengawasan video, yang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang

Lebih terperinci

Terjemahan Tanggapan Surat dari AusAID, diterima pada tanggal 24 April 2011

Terjemahan Tanggapan Surat dari AusAID, diterima pada tanggal 24 April 2011 Terjemahan Tanggapan Surat dari AusAID, diterima pada tanggal 24 April 2011 Pak Muliadi S.E yang terhormat, Terima kasih atas surat Anda tertanggal 24 Februari 2011 mengenai Kalimantan Forests and Climate

Lebih terperinci

Pedoman Common Ground News Service bagi Para Penulis

Pedoman Common Ground News Service bagi Para Penulis Pedoman Common Ground News Service bagi Para Penulis The Common Ground News Service (CGNews) adalah sumber pemberitaan dan informasi independen. Didirikan dengan tujuan (1) menyebarkan artikel baru berorientasi

Lebih terperinci

PRISAI (Prinsip, Kriteria, Indikator, Safeguards Indonesia) Mei 2012

PRISAI (Prinsip, Kriteria, Indikator, Safeguards Indonesia) Mei 2012 PRISAI (Prinsip, Kriteria, Indikator, Safeguards Indonesia) Mei 2012 Apa saja prasyaarat agar REDD bisa berjalan Salah satu syarat utama adalah safeguards atau kerangka pengaman Apa itu Safeguards Safeguards

Lebih terperinci

Sistem Rekrutmen Anggota Legislatif dan Pemilihan di Indonesia 1

Sistem Rekrutmen Anggota Legislatif dan Pemilihan di Indonesia 1 S T U D I K A S U S Sistem Rekrutmen Anggota Legislatif dan Pemilihan di Indonesia 1 F R A N C I S I A S S E S E D A TIDAK ADA RINTANGAN HUKUM FORMAL YANG MENGHALANGI PEREMPUAN untuk ambil bagian dalam

Lebih terperinci

MANAJEMEN KASUS HIV/AIDS. Sebagai Pelayanan Terpadu Bagi Orang dengan HIV/AIDS (Odha)

MANAJEMEN KASUS HIV/AIDS. Sebagai Pelayanan Terpadu Bagi Orang dengan HIV/AIDS (Odha) MANAJEMEN KASUS HIV/AIDS Sebagai Pelayanan Terpadu Bagi Orang dengan HIV/AIDS (Odha) Tujuan Peserta mampu : 1. Menjelaskan dan menerapkan prinsip-prinsip dasar manajemen kasus HIV/AIDS 2. Memahami fungsi/kegiatan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pemberdayaan masyarakat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes keterampilan membaca puisi untuk mengetahui kondisi awal keterampilan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes keterampilan membaca puisi untuk mengetahui kondisi awal keterampilan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian tindakan kelas yang berupa hasil tes dan nontes. Hasil tes meliputi siklus I dan siklus II. Hasil

Lebih terperinci

CePDeS. Canada Fund For Local Initiatives

CePDeS. Canada Fund For Local Initiatives Canada Fund For Local Initiatives CePDeS Center for Pesantren and Democracy Studies (CePDeS) Jl. Guru No.22 Lenteng Agung Raya Jakarta Selatan Telp/Fax: (62) 21 7820563 E-mail: cepdes.jkt@gmail.com Equitas

Lebih terperinci

IKLIM ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012

IKLIM ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012 IKLIM ORGANISASI Sebuah mesin memiliki batas kapasitas yang tidak dapat dilampaui berapapun besaran jumlah energi yang diberikan pada alat itu. Mesin hanya dapat menghasilkan produk dalam batas yang telah

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan, perlu perubahan secara mendasar, terencana dan terukur. Upaya

Lebih terperinci

Sistem manajemen mutu Persyaratan

Sistem manajemen mutu Persyaratan SNI ISO 9001-2008 Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional SNI ISO 9001-2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1

Lebih terperinci

Strategi Keanekaragaman Budaya 2008 2011

Strategi Keanekaragaman Budaya 2008 2011 Strategi Keanekaragaman Budaya 2008 2011 Tanggal digunakan: 30 Juni 2008 Pemilik: Tanggal Pengkajian: Juli 2009 Manajer, Perencanaan Sosial, Akses dan Pengembangan DAFTAR ISI RANGKUMAN EKSEKUTIF 2 1.0

Lebih terperinci

K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA

K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA 1 K-88 Lembaga Pelayanan Penempatan Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan tuntutan Kurikulum KTSP yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah mengharapkan agar penguasaan

Lebih terperinci

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA 1 K 29 - Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi laki-laki

Lebih terperinci

TEKNIK MENYUSUN SKRIPSI YANG BEBAS PLAGIAT *Salam, M.Pd

TEKNIK MENYUSUN SKRIPSI YANG BEBAS PLAGIAT *Salam, M.Pd TEKNIK MENYUSUN SKRIPSI YANG BEBAS PLAGIAT *Salam, M.Pd A. Pendahuluan Ketika seorang mahasiswa sudah masuk pada semester VII, terasa ada beban yang mulai menyelimuti pikirannya. Pikiran itu mengarah pada

Lebih terperinci

Kami dapat membantu Anda belajar bahasa Inggris

Kami dapat membantu Anda belajar bahasa Inggris Kami dapat membantu Anda belajar bahasa Inggris Mengapa saya harus belajar bahasa Inggris? Kini setelah Anda berada di Australia, sangatlah penting bagi Anda untuk belajar bahasa Inggris. Bahasa Inggris

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK The New Climate Economy Report RINGKASAN EKSEKUTIF Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim didirikan untuk menguji kemungkinan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Chairman Mario Moretti Polegato

PENDAHULUAN. Chairman Mario Moretti Polegato RESPIRA Codice Etico Code of Ethics Code Éthique Código Ético 道 德 准 则 Kode Etik Bộ Quy Tắc Đạo Đức Кодекс профессиональной этики Etički kodeks İş Ahlakı Kuralları የስነ-ምግባር ደንብ PENDAHULUAN Dengan bangga

Lebih terperinci

Beri putra putri Anda awal yang tepat untuk masuk universitas

Beri putra putri Anda awal yang tepat untuk masuk universitas Monash University Foundation Year Beri putra putri Anda awal yang tepat untuk masuk universitas www.monashcollege.edu.au Mengapa memilih Foundation Year kami yang berbasis di Melbourne? Persiapan terbaik

Lebih terperinci

Oleh Maria Chatarina Adharti Sri Susriyamtini ; Suci Paresti ; Maria Listiyanti ; Sapto Aji Wirantho ; Budi Santosa

Oleh Maria Chatarina Adharti Sri Susriyamtini ; Suci Paresti ; Maria Listiyanti ; Sapto Aji Wirantho ; Budi Santosa PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KEBUTUHAN LAPANGAN PADA PENGEMBANGAN MODEL KURIKULUM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR BERBASIS EKONOMI PRODUKTIF Oleh Maria Chatarina Adharti Sri Susriyamtini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa yang berkembang di masyarakat sangat beragam. Ragam

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa yang berkembang di masyarakat sangat beragam. Ragam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa yang berkembang di masyarakat sangat beragam. Ragam bahasa tersebut digunakan sesuai kondisi yang ada. Preston dan Shuy (dalam Chaer, 2002: 105) mengatakan ragam

Lebih terperinci

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas:

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas: PRINSIP ESSILOR Setiap karyawan Essilor dalam kehidupan professionalnya ikut serta bertanggung jawab untuk menjaga reputasi Essilor. Sehingga kita harus mengetahui dan menghormati seluruh prinsip yang

Lebih terperinci

Pengembangan Berpikir Kreatif melalui CTS (Catatan: Tulis dan Susun) Oleh: Salam, S.Pd, M.Pd.

Pengembangan Berpikir Kreatif melalui CTS (Catatan: Tulis dan Susun) Oleh: Salam, S.Pd, M.Pd. Pengembangan Berpikir Kreatif melalui CTS (Catatan: Tulis dan Susun) Oleh: Salam, S.Pd, M.Pd. A. Pengantar Sebenarnya apa yang saya kemukakan pada bagian ini, mungkin tidak akan berarti apa-apa kepada

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN BERDASARKAN STANDAR PROSES. MULAI. Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN

PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN BERDASARKAN STANDAR PROSES. MULAI. Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN BERDASARKAN STANDAR PROSES. ALUR PROSES /FLOWCHART PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN MULAI Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Menetapkan rombongan belajar. Menetapkan

Lebih terperinci

Mengatasi diskriminasi etnis, agama dan asal muasal: Persoalan dan strategi penting

Mengatasi diskriminasi etnis, agama dan asal muasal: Persoalan dan strategi penting Mengatasi diskriminasi etnis, agama dan asal muasal: Persoalan dan strategi penting Kesetaraan dan non-diskriminasi di tempat kerja di Asia Timur dan Tenggara: Panduan 1 Tujuan belajar Menetapkan konsep

Lebih terperinci

http://padamu.siap.web.id Page 1 of 14

http://padamu.siap.web.id Page 1 of 14 1. http://padamu.siap.web.id/ 2. klik: aktifasi akun PTK 3. isi NUPTK 4. isi kode aktifasi 5. klik: lanjut 6. isi password 7. ulangi password 8. isi email (WAJIB ADA) 9. klik: lanjut 10. klik: simpan 11.

Lebih terperinci

Beri tanda [v] pada statement di bawah ini yang sesuai dengan diri Anda saat ini. Jumlahkan tanda [v] pada masing-masing kolom.

Beri tanda [v] pada statement di bawah ini yang sesuai dengan diri Anda saat ini. Jumlahkan tanda [v] pada masing-masing kolom. Beri tanda [v] pada statement di bawah ini yang sesuai dengan diri Anda saat ini. Jumlahkan tanda [v] pada masing-masing kolom. Suka menulis kreatif Menonjol dalam kelas seni di sekolah Mengarang kisah

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA Agustian SDN 02 Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam

Lebih terperinci

BAB 7 RUANG LINGKUP, TUJUAN, PRINSIP, STRATEGI DAN FUNGSI KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

BAB 7 RUANG LINGKUP, TUJUAN, PRINSIP, STRATEGI DAN FUNGSI KOMUNIKASI PEMBANGUNAN MATERI KULIAH KOMUNIKASI PEMBANGUNAN BAB 7 RUANG LINGKUP, TUJUAN, PRINSIP, STRATEGI DAN FUNGSI KOMUNIKASI PEMBANGUNAN Materi Kuliah Komunikasi Pembangunan Hal 1 A. RUANG LINGKUP KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

Sebelum Pengamatan. Selama Pengamatan. Setelah Pengamatan

Sebelum Pengamatan. Selama Pengamatan. Setelah Pengamatan Nama Guru Nama Penilai 1 Tanggal Mengenal karakteristik peserta didik Tanggal Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama pengamatan Tanggal Setelah Pengamatan Setelah Pengamatan hal 1 dari 17 hal

Lebih terperinci

Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang

Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Pemimpin : Lakukan NetWORK Bukan NetSit Atau NetEat Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Dalam rangka meningkatkan nilai dan kualitas kehidupan,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

RIPPLES. Cara Anda Bisa Membangun Momentum dan Mobilisasi Dukungan untuk. Hari Kanker Anak Internasional

RIPPLES. Cara Anda Bisa Membangun Momentum dan Mobilisasi Dukungan untuk. Hari Kanker Anak Internasional RIPPLES Cara Anda Bisa Membangun Momentum dan Mobilisasi Dukungan untuk Hari Kanker Anak Internasional 1. Meningkatkan visibilitas Pita Emas Sederhana: mendorong mitra, patner, relawan, kolega, teman dan

Lebih terperinci

Revisi Pedoman Pelaporan dan Pencatatan. Pemutakhiran pedoman pencatatan Monev

Revisi Pedoman Pelaporan dan Pencatatan. Pemutakhiran pedoman pencatatan Monev www.aidsindonesia.or.id MARET 2014 L ayanan komprehensif Berkesinambungan (LKB) merupakan strategi penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 21 tahun

Lebih terperinci

PEMERINGKATAN (RATING) LPZ DI INDONESIA

PEMERINGKATAN (RATING) LPZ DI INDONESIA PEMERINGKATAN (RATING) LPZ DI INDONESIA Oleh Hertanto Widodo Sumber: BUKU KRITIK & OTOKRITIK LSM: Membongkar Kejujuran dan Keterbukaan Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia (Hamid Abidin & Mimin Rukmini)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya.

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Roda pemerintahan terus bergulir dan silih berganti. Kebijakan baru dan perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya. Dampak

Lebih terperinci

Panduan untuk Fasilitator

Panduan untuk Fasilitator United Nations Development Programme (UNDP) The Office of UN Special Ambassador for Asia Pacific Partnership for Governance Reform Panduan untuk Fasilitator Kartu Penilaian Bersama untuk Tujuan Pembangunan

Lebih terperinci

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat Naskah Soal Ujian Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Petunjuk: Naskah soal terdiri atas 7 halaman. Anda tidak diperkenankan membuka buku / catatan dan membawa kalkulator (karena soal yang diberikan tidak

Lebih terperinci

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian.

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Uji Penilaian Profesional Macquarie Leaflet Latihan Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Mengapa Uji Penilaian psikometrik digunakan Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang menyertakan

Lebih terperinci