BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Desa Mebongo merupakan desa yang baru saja pisah dari desa induk yakni Desa

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Desa Mebongo merupakan desa yang baru saja pisah dari desa induk yakni Desa"

Transkripsi

1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Sejarah Singkat SDN 1 Mebongo Desa Mebongo merupakan desa yang baru saja pisah dari desa induk yakni Desa Bulontio Barat. Dari tahun ke tahun desa ini terus berkembang dan akhirnya pada tahun 2010 dibangunlah sekolah kelas jauh Desa Mebongo dengan mempecayakan guru pembantu untuk menjaga dan mengajar siswa-siswa kelas I sampai dengan kelas IV, dengan keadaan gedung yang dibangun hanya 6 ruangan yaitu ruangan kelas untuk siswa belajar serta ruangan kepala sekolah dan ruang guru. Jumlah siswa saat itu sekitar 79 orang. Pada tahun 2011 sekolah SDN 1 Mebongo diresmikan oleh Kepala Cabang Dikpora Kecamatan Sumalata Bapak Ridwan Daud, S.Pd,M.Pd yang menjadikan sekolah SDN 1 Mebongo ini sudah berdiri sendiri dan terpisah dari sekolah induk. Sementara itu dilakukanlah pula pengangkatan Kepala Sekolah baru SDN 1 Mebongo yaitu Bapak Irwan Talib, S.Pd,M.Pd dan 4 orang guru sebagai tenaga pendidik di sekolah ini. Pada akhir tahun 2012 Kepala Sekolah Bapak Irwan Talib, S.Pd,M.Pd terangkat menjadi Pengawas TK dan SD kecamatan Sumalata dan posisi Kepala Sekolah SDN 1 Mebongo saat itu digantikan oleh Ibu Wirda Dangkua, S.Pd yang menjabat sebagai Kepala Sekolah hingga saat ini Keadaan Guru SDN 1 Mebongo 29

2 SDN 1 Mebongo memiliki 7 orang guru yang terdiri dari 2 guru PNS dan 5 orang guru honorer. Berikut adalah tabel keadaan guru SDN 1 Mebongo Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara. (Tabel 4.1 Keadaan Guru SDN 1 Mebongo Kec. Sumalata Kab. Gorontalo Utara Tahun Ajaran 2012/2013) No Nama Guru Jabatan 1 Wirda Dangkua, S.Pd, M.Pd Kepala Sekolah 2 Djamila Pulu, S.Pd Guru Kelas 3 Hasridawati, S.Pd Guru Kelas 4 Yudin Ihlas, S.Pd Guru Kelas 5 Nikma Hasan Guru Kelas 6 Gobel Pakaya Guru Kelas 7 Risman Samsi Guru Kelas Keadaan Siswa SDN 1 Mebongo Siswa SDN 1 Mebongo Kecamatan Sumalata berjumlah 99 orang siswa yang terdiri 6 kelas seperti terlihat pada table berikut : (Tabel 4.2 Keadaan Siswa SDN 1 Mebongo Kec. Sumalata Kab. Gorontalo Utara Tahun Ajaran 2012/2013) No Kelas Jumlah Siswa Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah Kelas 1 I II III IV V VI Jumlah Keadaan Sarana dan Prasarana SDN 1 Mebongo

3 SDN 1 Mebongo mempunyai 3 gedung yang masing-masing 2 gedung untuk ruang kelas dan 1 gedung untuk ruang kelapa sekolah dan ruang guru. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut : (Tabel 4.3 Keadaan Sarana dan Prasarana SDN 1 Mebongo Kec. Sumalata Kab. Gorontalo Utara Tahun Ajaran 2012/2013) No Nama Ruang Jumlah Keterangan 1 Ruang Kelas 5 2 Gedung 2 Ruang kepala sekolah dan ruang guru 1 1 Gedung 1.2 Deskripsi Hasil Penelitian Siklus I Pelaksanaan penelitian mengacu pada prosedur penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu diantaranya : 1) Tahap Perencanaan, 2) Tahap Pelaksanaan, 3) Tahap Pengamatan, dan 4) Tahap Refleksi. Pada akhir kegiatan pembelajaran siklus I ini diperoleh gambaran tentang peningkatan pemahaman belajar PKn siswa kelas V SDN 1 Mebongo yang diikuti oleh semua siswa kelas V yang berjumlah 20 orang Tahap Perencanaan Siklus I Perencanaa tindakan silkus pertama dilaksanakan dengan perencanaan terdapat kegiatan yang diantaranya : menyusun RPP, menetapkan Pembelajaran pada siklus ini adalah siswa belajar dalam kelompok yang terdiri dari lima kelompok, dan setiap kelompok berjumlah empat orang Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus I Pelaksanaan tindakan dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa pada materi kebebasan berorganisasi melalui model pembelajaran tipe Jigsaw pada siswa kelas V SDN

4 1 Mebongo dilaksanakan dalam dua siklus. Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan 2 kali pertemuan. Pada siklus 1 Pertemuan pertama Jumat 3 Mei dan pertemuan ke dua Jumat 10 Mei Jam pelajaran PKn di kelas V dimulai pukul Pelaksanaan pembelajaran siklus I adalah sebagai berikut : a) Menyampaikan materi pelajaran yang akan dilaksanakan b) Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakn c) Menyampaikan langkah-langkah pelaksanaan tindakan yakni: 1. Membentuk kelompok heterogen beranggotakan 4 6 orang. 2. Masing masing kelompok mengirimkan satu orang wakil mereka untuk membahas topik yang disebut kelompok ahli. 3. Kelompok ahli berdiskusi untuk membahas topik yang diberikan untuk menguasai topik tersebut. 4. Setelah memahami materi, kelompok ahli menyebar dan kembali ke kelompok masing-masing (kelompok asal), kemudian menjelaskan materi kepada rekan kelompoknya. 5. Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal, selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok. 6. Guru memberikan tes individual pada akhir pembelajaran tentang materi yang telah didiskusikan Tahap Pengamatan Proses Pembelajaran Siklus I Hasil pengamatan observasi kegiatan guru dalam proses pembelajaran di kelas : (Tabel 4.4. Rekapan kegiatan guru pada Siklus I)

5 No Aspek Yang Diamati Kriteria Nilai B C K I Pra Pembelajaran II Membuka Pelajaran III Kegiatan Inti Pembelajaran IV Penutup Jumlah Persentase 79,17 % 20,83 % 0 % Keterangan : B = Baik C = Cukup K = Kurang Berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan oleh guru mitra dengan memperhatikan data hasil kegiatan mengajar siklus I pada tabel di atas, tampaklah dalam pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti belum memenuhi target yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari empat aspek yang diamati dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, aspek yang mencapai kriteria baik sebanyak 19 dengan persentase 79,17%. Aspek yang mencapai kriteria cukup sebanyak 5 dengan persentase 20,83 %. Dan spek yang mencapai kriteria kurang sebanyak 0 dengan persentase 0 % Hasil pengamatan kegiatan siswa pada saat pembelajaran berlangsung dapat dilihat pada tabel pengamatan berikut : (Tabel 4.5. Rekapan kegiatan siswa saat pembelajaran Siklus I) No Aspek Yang Diamati Kriteria Nilai B C K I Pendahuluan 1 1 0

6 II Kegiatan Membuka Pelajaran III Kegiatan Inti Pembelajaran IV Penutup Jumlah Persentase 4,35 % 73,91 % 21,74 % Keterangan : B = Baik C = Cukup K = Kurang Berdasarkan tabel pengamatan kegiatan siswa di atas saat menerima materi pada pembelajaran siklus I, tampaklah belum tercapai dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari empat aspek yang diamati dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, aspek yang mencapai kriteria baik sebanyak 1 dengan persentase 4,35%. Aspek yang mencapai kriteria cukup sebanyak 17 dengan persentase 73,91%. Dan spek yang mencapai kriteria kurang sebanyak 5 dengan persentase 21,74% Pemahaman Belajar Siswa Siklus I Aspek penilaian yang harus dicapai berupa pemahaman belajar dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi kebebasan berorganisasi memperoleh data yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siklus I dapat disajikan melalui hasil kegiatan belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sebagai berikut : (Tabel 4.6. Kegiatan belajar siswa menggunakan tipe Jigsaw Siklus I)

7 Kelompok I II III IV V Nama Siswa Adriyan Tilahunga Wiwin Nusuha Lindawati Supu Suwartin Biahimo Jufriyanto Dulah Muh. Farid Naim Rena Ali Merlin Pauweni Aryanto Dulah Sahrul Pauweni Riska Ahmad Farah Mooduto Usman Igirisa Fikran Pomalango Suwardin Biahimo Sriwahyuni Katili Edrik Supu Alan Hippy Eksal Ahmad Meli Tatengkeng Aspek Yang Dinilai Kerja Siswa Menjelaskan Persentase Jumlah Data tabel 4.6 menunjukkan bahwa Kelompok I aktif pada semua aspek yaitu aspek kerja siswa, menjelaskan dan persentase. Kelompok II aktif pada aspek yaitu aspek kerja siswa dan menjelaskan. Kelompok III aktif pada semua aspek yaitu aspek kerja siswa, menjelaskan dan persentase. Kelompok IV aktif pada semua aspek yaitu aspek kerja siswa, menjelaskan dan persentase. Dan Kelompok V aktif pada satu aspek saja yaitu aspek kerja siswa. (Tabel 4.7. Tabel Hasil Belajar Siswa Siklus I) No Nama Nilai Keterangan

8 Siswa Tuntas Tidak Tuntas 1 Adriyan Tilahunga Jufriyanto Dulah Aryanto Dulah Usman Igirisa Edrik Supu Alan Hippy Fikran Pomalango Eksal Ahmad Suwardin Biahimo Sahrul Pauweni Muh. Farid Naim Wiwin Nusuha Lindawati Supu Rena Ali Riska Ahmad Sriwahyuni Katili Meli Tatengkeng Farah Mooduto Merlin Pauweni Suwartin Biahimo J u m l a h Persentase % 15 % 85 % Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 siswa yang menjadi subjek penelitian siklus I, jumlah nilai perolehan hasil belajar siswa siklus I yaitu dengan persentase 66.94%. Nilai siswa yang berada pada kategori tuntas sebanyak 3 orang atau 15 % dari jumlah siswa. Sedangkan nilai siswa yang berada pada kategori tidak tuntas sebanyak 17 orang atau 85 % dari jumlah siswa. Perolehan nilai belajar siswa di atas jika dimasukan dalam tabel skor frekuensi dan persentase maka dapat dilihat pada tabel berikut : (Tabel 4.8. Rekapan hasil belajar siswa Siklus I)

9 Rentang Nilai Frekuensi / Jumlah Siswa Tuntas Keterangan Tidak Tuntas Jumlah Persentase 100 % 15 % 85 % Dari tabel di atas tidak ada siswa yang mendapat skor Tidak ada siswa yang mendapat skor Terdapat 3 siswa yang mendapat skor Terdapat 17 siswa yang mendapat skor Dan tidak ada siswa yang mendapat skor Dari hasil belajar siswa terdapat 3 siswa atau 15% yang berada pada kategori tuntas dan terdapat 17 siswa atau 85% yang berada pada kategori tidak tuntas Refleksi Siklus I Berdasarkan hasil refleksi penelitian yang dilakukan pada siklus I pada siswa kelas V SDN 1 Mebongo telah ditunjukan bahwa dari 20 siswa yang dibagi dalam lima kelompok pada kegiatan belajar siswa menggunakan tipe Jigsaw siklus I menunjukan bahwa kelompok belajar siswa belum menunjukan keaktifan yang optimal dalam proses belajar yang meliputi aspek kerja siswa, menjelaskan dan persentase. Hal ini ditandai dari hanya sebagian kelompok yang aktif. Begitu juga pada hasil belajar siswa dalam peningkatan pemahaman siswa dari 20 jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian jumlah nilai siswa siklus I keseluruhan yaitu atau 66.94%. Terdapat 3 atau 15% siswa

10 yang nilainya berada pada kategori tuntas, dan sebanyak 17 atau 85% siswa yang nilainya berada pada kategori tidak tuntas. Hasil pemahaman belajar siswa belum mencapai target yang diharapkan berdasarkan KKM dan indikator keberhasilan, sehingga penelitian perlu melanjutkan ke siklus II untuk memperoleh hasil pemahaman belajar yang diharapkan dengan teknik pembelajaran yang sama yaitu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran PKn siswa kelas V SDN 1 Mebongo. 1.3 Hasil Penelitian Deskripsi Siklus II Siklus II ini merupakan lanjutan dari siklus I, sehingga dari hasil yang diperoleh kita dapat melihat perubahan peningkatan pemahaman belajar siswa. Pelaksanaan penelitian mengacu pada prosedur penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu diantaranya : 1) Tahap Perencanaan, 2) Tahap Pelaksanaan, 3) Tahap Pengamatan, dan 4) Tahap Refleksi. Pada akhir kegiatan pembelajaran siklus II ini diperoleh gambaran tentang peningkatan pemahaman belajar PKn siswa kelas V SDN 1 Mebongo yang diikuti oleh semua siswa kelas V yang berjumlah 20 orang Tahap Perencanaan Siklus II Perencanaa tindakan silkus II sama dengan siklus I. Perencanaa tindakan silkus II dilaksanakan dengan perencanaan terdapat kegiatan yang diantaranya : menyusun RPP,

11 menetapkan Pembelajaran pada siklus ini adalah siswa belajar dalam kelompok yang terdiri dari lima kelompok, dan setiap kelompok berjumlah empat orang Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus II Pelaksanaan tindakan siklus II untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi kebebasan berorganisasi melalui model pembelajaran tipe Jigsaw siswa kelas V SDN 1 Mebongo ini dilaksanakan 4 x 35 menit atau 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama 24 Mei 2013 dan pertemuan ke dua 31 Mei Jam pelajaran PKn di kelas V dimulai pukul Pelaksanaan pembelajaran siklus II melalui model pembelajaran tipe Jigsaw adalah sebagai berikut : a) Menyampaikan materi pelajaran yang akan dilaksanakan b) Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakn c) Menyampaikan langkah-langkah pelaksanaan tindakan yakni: 1. Membentuk kelompok heterogen beranggotakan 4 6 orang. 2. Masing masing kelompok mengirimkan satu orang wakil mereka untuk membahas topik yang disebut kelompok ahli. 3. Kelompok ahli berdiskusi untuk membahas topik yang diberikan untuk menguasai topik tersebut. 4. Setelah memahami materi, kelompok ahli menyebar dan kembali ke kelompok masing-masing (kelompok asal), kemudian menjelaskan materi kepada rekan kelompoknya. 5. Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal, selanjutnya dilakukan presentasi kelompok.

12 6. Guru memberikan tes individual pada akhir pembelajaran tentang materi yang telah didiskusikan Tahap Pengamatan Proses Pembelajaran Siklus II Hasil pengamatan observasi kegiatan guru dalam proses pembelajaran di kelas Siklus II : (Tabel 4.9. Rekapan kegiatan guru pada Siklus II) No Aspek Yang Diamati Kriteria Nilai B C K I Pra Pembelajaran II Membuka Pelajaran III Kegiatan Inti Pembelajaran IV Penutup Jumlah Persentase 100 % 0 % 0 % Keterangan : B = Baik C = Cukup K = Kurang

13 Berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan oleh guru mitra dengan memperhatikan data hasil kegiatan mengajar siklus II pada tabel di atas, tampaklah dalam pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti telah memenuhi target yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari empat aspek pokokyang diamati dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, aspek yang mencapai kriteria Baik sebanyak 24 dengan persentase 100 %. Aspek yang mencapai kriteria cukup sebanyak 0 dengan persentase 0 %. Dan spek yang mencapai kriteria kurang sebanyak 0 dengan persentase 0 % Hasil pengamatan kegiatan siswa siklus II pada saat pembelajaran berlangsung dapat dilihat pada tabel pengamatan berikut : (Tabel Rekapan kegiatan siswa saat pembelajaran Siklus II) No Aspek Yang Diamati Kriteria Nilai B C K I Pendahuluan II Kegiatan Membuka Pelajaran III Kegiatan Inti Pembelajaran IV Penutup Jumlah Persentase % 8.70 % 0 % Keterangan : B = Baik C = Cukup K = Kurang

14 Berdasarkan tabel pengamatan kegiatan di atas saat menerima materi pada siklus II pada tabel di atas, tampaklah sudah tercapai dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari 23 aspek yang diamati dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, aspek yang mencapai kriteria baik sebanyak 21 dengan persentase 91,30 %. Aspek yang mencapai kriteria cukup sebanyak 2 dengan persentase 8,70 %. Dan spek yang mencapai kriteria kurang sebanyak 0 dengan persentase 0 % Pemahaman Belajar Siswa Siklus II Aspek penilaian yang harus dicapai berupa pemahaman belajar dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi kebebasan berorganisasi memperoleh data yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siklus II dapat disajikan melalui hasil kegiatan belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sebagai berikut : (Tabel Kegiatan belajar siswa menggunakan tipe Jigsaw Siklus II) Kelompok I II Nama Siswa Adriyan Tilahunga Wiwin Nusuha Lindawati Supu Suwartin Biahimo Jufriyanto Dulah Muh. Farid Naim Rena Ali Merlin Pauweni Aspek Yang Dinilai Kerja Siswa Menjelaskan Persentase

15 III IV V Aryanto Dulah Sahrul Pauweni Riska Ahmad Farah Mooduto Usman Igirisa Fikran Pomalango Suwardin Biahimo Sriwahyuni Katili Edrik Supu Alan Hippy Eksal Ahmad Meli Tatengkeng Jumlah Data tabel 4.11 menunjukkan bahwa dari 20 jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian yang dibagi kedalam lima kelompok terlihat bahwa semua kelompok telah aktif dalam mengikuti proses pembelajaran pada semua aspek yaitu aspek kerja siswa, menjelaskan dan persentase. Sehingga peningkatan pemahaman belajar PKn siswa telah meningkat. No (Tabel Tabel Hasil Belajar Siswa Siklus II) Nama Siswa Nilai Tuntas Keterangan Tidak Tuntas 1 Adriyan Tilahunga Jufriyanto Dulah Aryanto Dulah Usman Igirisa Edrik Supu Alan Hippy Fikran Pomalango Eksal Ahmad Suwardin Biahimo Sahrul Pauweni Muh. Farid Naim Wiwin Nusuha

16 13 Lindawati Supu Rena Ali Riska Ahmad Sriwahyuni Katili Meli Tatengkeng Farah Mooduto Merlin Pauweni Suwartin Biahimo J u m l a h Persentase 80.35% 100 % 0 % Dari tabel 4.12 menunjukkan bahwa dari 20 siswa yang menjadi subjek penelitian siklus II, jumlah nilai perolehan hasil belajar siswa siklus II yaitu 1607 dengan persentase 80.35%. Nilai siswa yang berada pada kategori tuntas sebanyak 20 atau 100% dari jumlah siswa. Sedangkan nilai siswa yang berada pada kategori tidak tuntas adalah 0 atau 0% dari jumlah siswa. Sehingga pembelajaran dianggap tuntas secara klasikal. Perolehan nilai belajar siswa di atas jika dimasukan dalam tabel skor frekuensi dan persentase maka dapat dilihat pada tabel berikut : (Tabel Rekapan hasil belajar siswa Siklus II) Rentang Nilai Frekuensi / Jumlah Siswa Tuntas Keterangan Tidak Tuntas Jumlah

17 Persentase 100 % 100 % 0 % Dari tabel di atas menunjukan tidak ada siswa yang mendapat skor Terdapat 13 siswa yang mendapat skor Terdapat 7 siswa yang mendapat skor Tidak ada siswa yang mendapat skor Dan tidak ada siswa yang mendapat skor Ketuntasan belajar siswa mencapai 20 orang dengan persentase 100% Refleksi Siklus II Berdasarkan hasil refleksi penelitian yang dilakukan pada siklus II pada siswa kelas V SDN 1 Mebongo telah ditunjukan bahwa dari 20 siswa yang dibagi dalam lima kelompok pada kegiatan belajar siswa menggunakan tipe Jigsaw siklus II bahwa kelompok belajar siswa telah menunjukan keaktifan yang optimal dalam proses belajar dari semua aspek penilaian yang meliputi aspek kerja siswa, menjelaskan dan persentase. Hal ini ditandai dari semua kelompok yang aktif dan meningkatnya pemahaman dalam belajar. Begitu juga pada hasil belajar siswa dalam peningkatan pemahaman siswa dari 20 jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian jumlah nilai siswa siklus II keseluruhan yaitu 1607 atau 80.35%. Terdapat 20 atau 100% siswa yang nilainya berada pada kategori tuntas, dan sebanyak 0 atau 0% siswa yang nilainya berada pada kategori tidak tuntas. Hasil pemahaman belajar siswa telah mencapai target yang diharapkan berdasarkan KKM dan indikator keberhasilan untuk memperoleh hasil pemahaman belajar yang diharapkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran PKn siswa kelas V SDN 1 Mebongo, sehingga penelitian telah dianggap berhasil tuntas secara klasikal. Terbukti bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman belajar

18 siswa pada mata pelajaran PKn siswa kelas V SDN 1 Mebongo Kec. Sumalata Kab. Gorontalo Utara. 1.4 Pembahasan Pelaksanaan penelitian untuk meningkatan pemahaman siswa pada mata pelajaran PKn materi kebebasan berorganisasi melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw kelas V SDN 1 Mebongo Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara mengalami peningkatan dan dikatakan berhasil sesuai dengan pencapaian indikator keberhasilan. Berikut ini pembahasan mengenai hasil observasi pengamatan kegiatan guru dan siswa serta hasil peningkatan pemahaman PKn siswa selama proses pembelajaran siklus I dan siklus II Pembahasan penelitian siklus I Hasil penelitian yang dilakukan sesuai dengan pengamatan selama pembelajaran berlangsung diperoleh data berikut: a. Berdasarkan hasil pengamatan observasi kegiatan guru dalam proses pembelajaran di kelas siklus I tampaklah pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan belum memenuhi target yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari empat aspek yang diamati dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, aspek yang mencapai kriteria baik sebanyak 19 dengan persentase 79,17%. Aspek yang mencapai kriteria cukup sebanyak 5 dengan persentase 20,83 %. Dan spek yang mencapai kriteria kurang sebanyak 0 dengan persentase 0 %. b. Berdasarka hasil pengamatan kegiatan siswa pada saat pembelajaran berlangsung siklus I, tampaklah belum tercapai dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari empat aspek yang diamati dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, aspek yang mencapai

19 kriteria baik sebanyak 1 dengan persentase 4,35%. Aspek yang mencapai kriteria cukup sebanyak 17 dengan persentase 73,91%. Dan spek yang mencapai kriteria kurang sebanyak 5 dengan persentase 21,74%. c. Berdasarkan hasil kegiatan belajar siswa menggunakan tipe Jigsaw Siklus I menunjukkan bahwa Kelompok I aktif pada semua aspek yaitu aspek kerja siswa, menjelaskan dan persentase. Kelompok II aktif pada aspek yaitu aspek kerja siswa dan menjelaskan. Kelompok III aktif pada semua aspek yaitu aspek kerja siswa, menjelaskan dan persentase. Kelompok IV aktif pada semua aspek yaitu aspek kerja siswa, menjelaskan dan persentase. Dan Kelompok V aktif pada satu aspek saja yaitu aspek kerja siswa. d. Berdasarkan hasil belajar siswa siklus I menunjukkan bahwa dari 20 siswa yang menjadi subjek penelitian siklus I, jumlah nilai perolehan hasil belajar siswa siklus I yaitu dengan persentase 66.94%. Nilai siswa yang berada pada kategori tuntas sebanyak 3 orang atau 15 % dari jumlah siswa. Sedangkan nilai siswa yang berada pada kategori tidak tuntas sebanyak 17 orang atau 85 % dari jumlah siswa. e. Berdasarkan rekapan hasil belajar siswa siklus I tidak ada siswa yang mendapat skor Tidak ada siswa yang mendapat skor Terdapat 3 siswa yang mendapat skor Terdapat 17 siswa yang mendapat skor Dan tidak ada siswa yang mendapat skor Dari hasil belajar siswa terdapat 3 siswa atau 15% yang berada pada kategori tuntas dan terdapat 17 siswa atau 85% yang berada pada kategori tidak tuntas Berdasarkan hasil penelitian telah ditunjukan bahwa dari 20 siswa yang dibagi dalam lima kelompok pada kegiatan belajar siswa menggunakan tipe Jigsaw siklus I

20 menunjukan bahwa kelompok belajar siswa belum menunjukan keaktifan yang optimal dalam proses belajar yang meliputi aspek kerja siswa, menjelaskan dan persentase. Hal ini ditandai dari hanya sebagian kelompok yang aktif. Begitu juga pada hasil belajar siswa dalam peningkatan pemahaman siswa dari 20 jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian jumlah nilai siswa siklus I keseluruhan yaitu atau 66.94%. Terdapat 3 atau 15% siswa yang nilainya berada pada kategori tuntas, dan sebanyak 17 atau 85% siswa yang nilainya berada pada kategori tidak tuntas. Hasil pemahaman belajar siswa belum mencapai target yang diharapkan berdasarkan KKM dan indikator keberhasilan, sehingga penelitian perlu melanjutkan ke siklus II untuk memperoleh hasil pemahaman belajar yang diharapkan dengan teknik pembelajaran yang sama yaitu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran PKn siswa kelas V SDN 1 Mebongo Pembahasan Penelitian Siklus II Hasil penelitian yang dilakukan sesuai dengan pengamatan selama pembelajaran berlangsung diperoleh data berikut: a. Berdasarkan hasil pengamatan observasi kegiatan guru dalam proses pembelajaran di kelas siklus II tampaklah dalam pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti telah memenuhi target yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari empat aspek pokokyang diamati dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, aspek yang mencapai kriteria Baik sebanyak 24 dengan persentase 100%. Aspek yang mencapai kriteria cukup sebanyak 0 dengan persentase 0%. Dan spek yang mencapai kriteria kurang sebanyak 0 dengan persentase 0 %.

21 b. Berdasarkan hasil pengamatan kegiatan siswa pada saat pembelajaran berlangsung siklus II tampaklah sudah tercapai dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari 23 aspek yang diamati dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, aspek yang mencapai kriteria baik sebanyak 21 dengan persentase 91,30%. Aspek yang mencapai kriteria cukup sebanyak 2 dengan persentase 8,70%. Dan spek yang kriteria kurang sebanyak 0 dengan persentase 0%. c. Berdasarkan hasil kegiatan belajar siswa menggunakan tipe Jigsaw Siklus II. Data menunjukkan bahwa dari 20 jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian yang dibagi kedalam lima kelompok terlihat bahwa semua kelompok telah aktif dalam mengikuti proses pembelajaran pada semua aspek yaitu aspek kerja siswa, menjelaskan dan persentase. Sehingga peningkatan pemahaman belajar PKn siswa telah meningkat. d. Berdasarkan hasil belajar siswa siklus II menunjukkan bahwa dari 20 siswa yang menjadi subjek penelitian siklus II, jumlah nilai perolehan hasil belajar siswa siklus II yaitu 1607 dengan persentase 80.35%. Nilai siswa yang berada pada kategori tuntas sebanyak 20 atau 100 % dari jumlah siswa. Sedangkan nilai siswa yang berada pada kategori tidak tuntas sebanyak 0 atau 0 % dari jumlah siswa. Sehingga pembelajaran dianggap tuntas secara klasikal. e. Berdasarkan rekapan hasil belajar siswa siklus II menunjukan Dari tabel di atas menunjukan tidak ada siswa yang mendapat skor Terdapat 13 siswa yang mendapat skor Terdapat 7 siswa yang mendapat skor Tidak ada siswa yang mendapat skor Dan tidak ada siswa yang mendapat skor Ketuntasan belajar siswa mencapai 20 orang dengan persentase 100%.

22 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan siklus II pada siswa kelas V SDN 1 Mebongo telah ditunjukan bahwa dari 20 siswa yang dibagi dalam lima kelompok pada kegiatan belajar siswa menggunakan tipe Jigsaw siklus II bahwa kelompok belajar siswa telah menunjukan keaktifan yang optimal dalam proses belajar dari semua aspek penilaian yang meliputi aspek kerja siswa, menjelaskan dan persentase. Hal ini ditandai dari semua kelompok yang aktif dan meningkatnya pemahaman dalam belajar. Begitu juga pada hasil belajar siswa dalam peningkatan pemahaman siswa dari 20 jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian jumlah nilai siswa siklus II keseluruhan yaitu 1607 atau 80.35%. Terdapat 20 atau 100% siswa yang nilainya berada pada kategori tuntas, dan sebanyak 0 atau 0% siswa yang nilainya berada pada kategori tidak tuntas. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I dan siklus II terdapat adanya peningkatan pemahaman siswa pada mata pelajaran PKn materi kebebasan berorganisasi melalui model pembelajaran koopetarif tipe Jigsaw. Berikut adalah rekapan peningkatan hasil belajar siswa siklus I dan siklus II : (Tabel Rekapan peningkatan hasil belajar siswa Siklus I dan II) Siklus Jumlah Nilai Persentase Tuntas Tidak Tuntas Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase I % 3 15 % % II % % 0 0 %

23 Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 jumlah siswa kelas V SDN 1 Mebongo yang menjadi subjek penelitian, terlihat bahwa : Jumlah nilai siswa pada siklus I yaitu dengan persentase 66.94% meningkat pada siklus II Yaitu 1607 dengan persentase 80.35%. Begitu juga dengan frekuensi dan persentase ketuntasan Rekapan peningkatan hasil belajar siswa Siklus I dan II % 50.00% 66.94% 80.35% Persentase Nilai Tuntas 0.00% SIKLUS I SIKLUS II Tidak Tuntas belajar siswa siklus I dan siklus II telah meningkat. Pada siklus I terdapat 3 siswa atau 15 % yang berada pada kategori tuntas meningkat 20 siswa atau 100% pada siklus II. Pada siklus I terdapat 17 siswa dengan persentase 85% yang berada pada kategori tidak tuntas menurun pada siklus II dengan tidak adanya siswa yang terdapat pada kategori tidak tuntas, sehingga pembelajaran tuntas secara klasikal. (Grafik. 4.1 Rekapan persentase peningkatan hasil belajar siswa siklus I dan II SDN 1 Mebongo) Hasil pemahaman PKn siswa dalam belajar telah mencapai target yang diharapkan berdasarkan KKM dan indikator keberhasilan untuk memperoleh hasil pemahaman siswa saat belajar yang diharapkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran PKn siswa kelas V SDN 1

24 Mebongo, sehingga penelitian telah dianggap berhasil dan tuntas secara klasikal. Terbukti bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran PKn siswa kelas V SDN 1 Mebongo Kec. Sumalata Kab. Gorontalo Utara.

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Hunggaluwa-Limboto, yang

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Hunggaluwa-Limboto, yang 1 BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Hunggaluwa-Limboto, yang menjadi penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu siswa kelas V SD Negeri 01 Suka Agung Barat sebanyak 23 siswa

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu siswa kelas V SD Negeri 01 Suka Agung Barat sebanyak 23 siswa 20 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah guru sebagai peneliti dan siswa yang diteliti yaitu siswa kelas V SD Negeri 01 Suka Agung Barat sebanyak 23 siswa yang terdiri

Lebih terperinci

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan 35 Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan 4.1. Deskripsi Pra Siklus Kegiatan belajar mengajar sebelum pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas, Guru dalam mengajar masih menggunakan metode ceramah. Karena

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah Sekolah Dasar Negeri 57

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah Sekolah Dasar Negeri 57 19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah Sekolah Dasar Negeri 57 Dumbo Raya Kota Gorontalo. Waktu penelitian dilaksanakan selama

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian 3.1.1 Latar Penelitian Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru dalam

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Boalemo, dengan jumlah siswa 20 orang terdiri dari laki-laki 8 orang

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Boalemo, dengan jumlah siswa 20 orang terdiri dari laki-laki 8 orang BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Botumoito Kabupaten Boalemo, dengan jumlah siswa 20 orang terdiri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah satu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJAGA KEUTUHAN NKRI MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW. Parjimin

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJAGA KEUTUHAN NKRI MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW. Parjimin Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 2, April 2016 ISSN 2087-3557 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJAGA KEUTUHAN NKRI MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW SD Negeri 01 Kebonsari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Baleharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. SDN 1 Baleharjo terletak di lingkungan pedesaan yang jauh

Lebih terperinci

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan : 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri Wringingintung 01 yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Way Kandis, Jalan Bunga Sedap Malam Raya Kecamatan Tanjung. Senang Kota Bandar Lampung.

BAB III METODE PENELITIAN. Way Kandis, Jalan Bunga Sedap Malam Raya Kecamatan Tanjung. Senang Kota Bandar Lampung. 30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting Penelitian 3.1.1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Perumnas Way Kandis, Jalan Bunga Sedap Malam Raya Kecamatan Tanjung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1.Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sukoharjo 01 Kec. Pabelan Kab. Semarang. Karakteristik kondisi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menyajikan materi Kubus dan Balok dengan menggunakan pendekatan Realistic

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menyajikan materi Kubus dan Balok dengan menggunakan pendekatan Realistic BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Hasil Penelitian Pelaksanaan tindakan kelas ini dilaksanakan pada bulan Mei 0 dengan menyajikan materi Kubus dan Balok dengan menggunakan pendekatan Realistic

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. orang siswa. Adapun yang menjadi fokus pada penelitian ini yaitu meningkatkan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. orang siswa. Adapun yang menjadi fokus pada penelitian ini yaitu meningkatkan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN 2 Telaga Kecamatan Telaga. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo Utara yang berjumlah 20 orang siswa, terhadap materi perubahan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo Utara yang berjumlah 20 orang siswa, terhadap materi perubahan 4.1. Hasil Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.1. Pengamatan Observasi Awal Pelaksanaan observasi awal dilakukan untuk melihat sejauhmana hasil yang diperoleh siswa Kelas IV SDN 1 Kasia

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berjumlah 27 orang yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berjumlah 27 orang yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 6 Kota Gorontalo Profinsi Gorontalo dengan subyek penelitian adalah siswa kelas VIII.3,

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aek Kuasan dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi Pedosfer

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 16 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 6 Tanjungrejo Jekulo Kudus tahun pelajaran 2012/2013

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 22% Jumlah Nilai tertinggi 76 Nilai terendah 20

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 22% Jumlah Nilai tertinggi 76 Nilai terendah 20 26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 1.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Kondisi awal siswa kelas IV SDN Bakaran Kulon 01 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013 adalah siswa yang kurang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Menguneng 01 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang pada siswa kelas IV semester 2 tahun

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Sekolah SDN Banyubiru 05 berada di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. SD ini terletak cukup dekat dengan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini terfokus pada peserta didik SD Negeri 1 Gedong Tataan

III. METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini terfokus pada peserta didik SD Negeri 1 Gedong Tataan 22 III. METODE PENELITIAN 3.1 Subyek Penelitian Subyek penelitian ini terfokus pada peserta didik SD Negeri 1 Gedong Tataan Kelas IV yang berjumlah 25 orang, yaitu 11 orang perempuan dan 14 orang lakilaki

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action Research yaitu suatu action research (penelitian tindakan) yang dilakukan di kelas (Wardhani, 2007:1.3).

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteritik Subyek Penelitian 3.1.1 Latar Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SDN No. 86 Kota Tengah Kota Gorontalo

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan jumlah siswa 20 anak yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11. Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu.

BAB III METODE PENELITIAN. dengan jumlah siswa 20 anak yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11. Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian a. Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan terhadap siswa kelas III SDN I Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Semester Dua

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Diskripsi Awal Proses pembelajaran sebelum pelaksanaan PTK, guru mengajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional atau hanya ceramah. Guru cenderung mentransfer

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Mei semester genap TA. 2011/2012 yang berlokasi di SDN No. 33 Kota Selatan

BAB III METODE PENELITIAN. Mei semester genap TA. 2011/2012 yang berlokasi di SDN No. 33 Kota Selatan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Dan Karakteristik Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei semester genap TA. 2011/2012 yang berlokasi di SDN No. 33 Kota

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. April sampai bulan Juni tahun pelajaran 2011/2012. SDN 5 Suwawa Tengah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. April sampai bulan Juni tahun pelajaran 2011/2012. SDN 5 Suwawa Tengah 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Subjek Penelitian. 3.1.1 Latar Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 5 Suwawa Tengah Kecamatan Suwawa Tengah Kabupaten Bone Bolango.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 29 4.1 Pelaksanaan Tindakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan rancangan penelitian model

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Kondisi Awal 1. Observasi Sebelum melaksanakan proses penelitian, dilakukan observasi pengambilan dan pengumpulan data dan informasi tentang subjek penelitian.

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Ni Wayan Lasmini SD Negeri 2 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Permasalahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Sukadadi Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Sukadadi Kabupaten BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Sukadadi Kabupaten pasawaran dengan jumlah siswa 22 orang, laki-laki 11 dan perempuan 11 orang. B. Tempat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini penulis laksanakan pada SMP Negeri 1 Mootilango Kabupaten

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini penulis laksanakan pada SMP Negeri 1 Mootilango Kabupaten 30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini penulis laksanakan pada SMP Negeri 1 Mootilango Kabupaten Gorontalo tepatnya pada kelas VII 1 yang jumlahnya 32 siswa yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ketiga bulan Maret, dengan alokasi waktu dalam penelitian ini yaitu 3 x 35 menit (2 x

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ketiga bulan Maret, dengan alokasi waktu dalam penelitian ini yaitu 3 x 35 menit (2 x BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Secara ringkas pelaksanaan tindakan kelas ini di kelas V SDN 2 Biau Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo utara. Pada semester genap tahun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. melakukan penelitian tindakan kelas ini. Peneliti mengacu pada

BAB III METODE PENELITIAN. melakukan penelitian tindakan kelas ini. Peneliti mengacu pada 31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Setting Penelitian Untuk melakukan penelitian tindakan kelas ini. Peneliti mengacu pada beberapa metode penelitian tindakan kelas yang dapat dipergunakan, yaitu metode

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom Action Reserch). Penelitian tindakan kelas (PTK)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini diadakan di SDN 48 Hulonthalangi Kota

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini diadakan di SDN 48 Hulonthalangi Kota 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini diadakan di SDN 48 Hulonthalangi Kota Gorontalo pada bulan April tahun

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan Di SMK N 1 Suwawa Kec. Suwawa Kab. Bone bolango, yang menjadi penelitian adalah kelas XI TKJ C yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AP 5 SMK Negeri

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AP 5 SMK Negeri BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AP 5 SMK Negeri I Gorontalo dengan jumlah siswa 34 orang dan I orang guru mitra.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. di dalamnya, yaitu sebuah penelitian yang dilakukan di kelas. Menurut

BAB III METODE PENELITIAN. di dalamnya, yaitu sebuah penelitian yang dilakukan di kelas. Menurut BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pemilihan metode penelitian dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dari namanya sudah menunjukkan isi yang terkandung di dalamnya, yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 20 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reklektif terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Muhammadiyah 2 Kalianda Lampung Selatan. 2. Kelas yang digunakan sebagai subyek penelitian adalah kelas VII 2 yang

BAB III METODE PENELITIAN. Muhammadiyah 2 Kalianda Lampung Selatan. 2. Kelas yang digunakan sebagai subyek penelitian adalah kelas VII 2 yang BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat 1. Lokasi penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti adalah SMP Muhammadiyah 2 Kalianda Lampung Selatan 2. Kelas yang digunakan sebagai subyek penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan PTK, teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif.

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan PTK, teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif. BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pada situasi kelas, atau disebut dengan Classroom Action Research (CAR).

BAB III METODE PENELITIAN. pada situasi kelas, atau disebut dengan Classroom Action Research (CAR). 17 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penlitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terfokus pada situasi kelas, atau disebut dengan Classroom Action Research (CAR). Wardani

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN Kali Awi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN Kali Awi 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN Kali Awi Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung Tahun

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Observasi Awal Siklus I Pertemuan I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Observasi Awal Siklus I Pertemuan I BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1 Hasil Penelitian Observasi Awal Siklus I Pertemuan I Pelaksanaan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan meningkatkan hasil

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sebelum diberikan pembelajaran dengan metode cooperative learning tipe STAD, langkah awal yang dilakukan adalah menguji instrument yang

Lebih terperinci

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN 26 BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat SDN Jirak SDN Jirak Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong terletak di desa Jirak Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain dan Jenis Penelitian Desain atau jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Subjek Penelitian 4.1.1. Kondisi Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas I SDN 1 Tanggung, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Kalisari Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Siswa kelas IV berjumlah 24 siswa yang

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SDN 2

METODE PENELITIAN. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SDN 2 23 III. METODE PENELITIAN 1.1 Setting Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SDN 2 Sumberejo Kemiling dengan jumlah siswa 36 orang yang terdiri dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN 1 Madajaya kelas IV

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN 1 Madajaya kelas IV 21 BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN 1 Madajaya kelas IV pada semester I (ganjil) Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa 38

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri Sondakan No. 11 Surakarta tahun ajaran 2015/2016 yang beralamatkan di Jl.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting Penelitian dan Karakteistik Subjek Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting Penelitian dan Karakteistik Subjek Penelitian 21 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian dan Karakteistik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Learning Tipe The Power Of Two Topik Lingkungan Hidup telah terlaksana dengan menggunakan dua

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Learning Tipe The Power Of Two Topik Lingkungan Hidup telah terlaksana dengan menggunakan dua BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian dengan judul Meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Active Learning Tipe The Power Of Two Topik Lingkungan Hidup telah terlaksana

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan selama 5 (lima) bulan, yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan selama 5 (lima) bulan, yaitu BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas V SDN Lebuh Dalam, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang. B. Waktu Penelitan Penelitian Tindakan

Lebih terperinci

Upaya Guru Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PKn Dengan Menggunakan Peta Konsep Di Kelas IV SDN 1 Bale

Upaya Guru Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PKn Dengan Menggunakan Peta Konsep Di Kelas IV SDN 1 Bale Upaya Guru Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PKn Dengan Menggunakan Peta Konsep Di Kelas IV SDN 1 Bale Agusmawan, Imran, dan Rizal Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM QUIZ BERBASIS CD PADA MATERI SISTEM PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM QUIZ BERBASIS CD PADA MATERI SISTEM PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT Dinamika Vol. 4, No. 3, Januari 2014 ISSN 0854-2172 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM QUIZ BERBASIS CD PADA MATERI SISTEM PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT Sri Torisni SDN Kendalserut 02 Kecamatan Pangkah Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian. sistematis, terencana, dan dengan sikap mawas diri.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian. sistematis, terencana, dan dengan sikap mawas diri. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini menerapkan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang merupakan penelitian model Kemmis

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Sekolah SDN 1 Lupoyo yang berlokasi di Jln. Olitule tepatnya di desa lupoyo kec. Telaga biru kab. Gorontalo yang didirikan pada tahun 1955 dan beroperasi

Lebih terperinci

BAB III. Penelitian ini dilaksanakan di TK Berlian Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo.

BAB III. Penelitian ini dilaksanakan di TK Berlian Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian 3.1.1 Latar penelitian Penelitian ini dilaksanakan di TK Berlian Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 21 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Awal Sebelum diadakan penelitian pada tahap awal terlebih dahulu diadakan pengamatan terhadap subjek. Pengamatan berupa pelajaran biasa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan.

BAB III METODE PENELITIAN. sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada tanggal 23 April 05

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pulau Permai Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Siswa berjumlah 8

BAB III METODE PENELITIAN. Pulau Permai Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Siswa berjumlah 8 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN 030 Pulau Permai Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Siswa berjumlah 8 orang yang

Lebih terperinci

Bab III Metode Penelitian

Bab III Metode Penelitian 24 Bab III Metode Penelitian 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas. Menurut Arikunto (2008) penelitian tindakan

Lebih terperinci

Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Melalui Metode Inquiri di Kelas IV SD Inpres 4 Kasimbar

Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Melalui Metode Inquiri di Kelas IV SD Inpres 4 Kasimbar Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 2 No. 3 ISSN 2354-614X Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Melalui Metode Inquiri di Kelas IV SD Inpres 4 Kasimbar Ni Wayan Ratnawathi, Fatmah Dhafir

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Latar Lokasi Sekolah dan Karakter Guru dan Siswa. Sekolah Dasar Negri No. 6 GEDUNG AIR TKB yang memiliki 14 kelas

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Latar Lokasi Sekolah dan Karakter Guru dan Siswa. Sekolah Dasar Negri No. 6 GEDUNG AIR TKB yang memiliki 14 kelas 1 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Latar Lokasi Sekolah dan Karakter Guru dan Siswa Sekolah Dasar Negri No. 6 GEDUNG AIR TKB yang memiliki 14 kelas dengan jumlah siswa 485 orang. Semua siswa masuk pagi.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kelas (PTK). Penentuan bentuk penelitian ini karena kegiatan penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Kelas (PTK). Penentuan bentuk penelitian ini karena kegiatan penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Pemilihan Metode Penelitian Pemilihan metode penelitian dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penentuan bentuk penelitian ini karena kegiatan penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan 21 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode, Model dan Alur Penelitian 1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada tindakan guru

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN 2 Pajerukan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Pada semester II

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Sekolah Dasar Negeri Wonokerto terlektak di Desa Wonokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Sekolah ini terdiri dari 1 kepala sekolah,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang. dikembangkan oleh Kemmis & Taggart 1988, menurutnya Perencanaan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang. dikembangkan oleh Kemmis & Taggart 1988, menurutnya Perencanaan BAB III METODE PENELITIAN A. Metode, Model dan Alur Penelitian 1. Metode Penelitian Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Penelitian dilakukan di kelas IV SDN Watuagung 01 pada semester II tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 14 siswa pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Negeri I Telaga Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Negeri I Telaga Kabupaten 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Negeri I Telaga Kabupaten Gorontalo, siswa yang dikenakan tindakan adalah siswa kelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom Action Research terdiri dari tiga kata, yaitu penelitian, tindakan, dan kelas.

Lebih terperinci

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN X. Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN X. Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah Penerapan Metode Pembelajaran Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perkalian Bilangan Cacah di Kelas II SDN Inpres 1 Birobuli Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting waktu Dan Subjek Penelitian 3.1.1 Seting Waktu Penelitian ini dilakukan di SDN Sugihrejo 02 Kecamatan Gabus Kabupaten pati. Waktu pelaksanaan diawali dengan tahap persiapan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. awal. Dalam 1 siklus terdiri dari 3 kali pertemuan yang masing-masing pertemuan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. awal. Dalam 1 siklus terdiri dari 3 kali pertemuan yang masing-masing pertemuan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian PTK atau penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada kelas X ( Sepuluh ) IPS 4 di SMA Negeri 2 Limboto Kabupaten Gorontalo, dengan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian dilakukan di SDN Cicadas 03 Desa Cicadas Kecamatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian dilakukan di SDN Cicadas 03 Desa Cicadas Kecamatan 18 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di SDN Cicadas 03 Desa Cicadas Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor. Sedangkan waktu penelitian di mulai pada

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam jenis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam jenis 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III SDN Sidorejo Lor 06 Salatiga yang beralamatkan di jalan Imam Bonjol Gang Menur

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 2 Gunungterang,

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 2 Gunungterang, BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 2 Gunungterang, yaitu merupakan salah satu SD Negeri yang berada di daerah kota

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 32 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD Negeri Boto Kecamatan Jaken Kabupaten Pat dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 50 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian yang dilakukan di SMA Swasta Cerdas Murni ini menerapkan metode pembelajaran diskusi kelompok dengan penggunaan media grafis pada materi pedosfer

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilaksanakan dalam praktek pembelajaran di kelas V SD Negeri Jembrak Kabupaten Semarang, dengan jumlah siswa 16 orang pada

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. profil sekolah penelitian baik penelitian tindakan kelas maupun penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. profil sekolah penelitian baik penelitian tindakan kelas maupun penelitian 62 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi dan Interpretasi Studi Awal 1. Deskripsi Studi Awal Deskripsi studi awal penelitian ini adalah dengan mendeskripsikan profil sekolah penelitian baik penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. juga teman sejawat yang bertindak sebagai observer. Penelitian ini hanya

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. juga teman sejawat yang bertindak sebagai observer. Penelitian ini hanya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.1 Deskripsi Hasil Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti didampingi oleh ibu Dra. Nurhayati Alie sebagai guru matematika kelas X di SMA N 3 Gorontalo

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 43 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Pembelajaran pada prasiklus ini, penulis menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu dengan metode ceramah. Guru mengawali

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. tindakan kelas merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. tindakan kelas merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk 28 BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV tahun pelajaran

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV tahun pelajaran BAB III METODE PEELITIA A. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV tahun pelajaran 2013-2014 dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang, terdiri dari 12 orang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Kemampuan Menyelesaikan Pengurangan Pecahan biasa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Kemampuan Menyelesaikan Pengurangan Pecahan biasa 4.1 Hasil Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.1 Gambaran Kemampuan Menyelesaikan Pengurangan Pecahan biasa 4.1.1.1 Gambaran Kemampuan Menyelesaikan Pengurangan Pecahan biasa Siklus I

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MIN Awang Baru Hulu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MIN Awang Baru Hulu BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MIN Awang Baru Hulu Sungai Tengah. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI yang berjumlah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di VI SDN 2 Lawonu

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di VI SDN 2 Lawonu 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 1. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di VI SDN 2 Lawonu Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo pada

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdiri 9 orang laki-laki, dan 11 orang perempuan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdiri 9 orang laki-laki, dan 11 orang perempuan. 1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. HASIL PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 4 Kabila Kabupaten Bone Bolango, dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelas 1 SDN 10 Paguyaman Kecamatan Paguyaman Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang selanjutnya akan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang selanjutnya akan 27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang selanjutnya akan dikonversi ke dalam data kualitatif. Hal ini ditujukan untuk mendeskripsikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII A SMPN. 1 Waway Karya

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII A SMPN. 1 Waway Karya BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII A SMPN. 1 Waway Karya semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 32 orang dengan siswa laki-laki 17

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) model Kemmis dan Taggart. Penelitian Tindakan Kelas

Lebih terperinci