REPUBLIK INDONESIA DRAFT PERJANJIAN JUAL BELI AIR MINUM CURAH

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "REPUBLIK INDONESIA DRAFT PERJANJIAN JUAL BELI AIR MINUM CURAH"

Transkripsi

1 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR REPUBLIK INDONESIA Proyek Kerjasama Pemerintah Swasta Sistem Penyediaan Air Minum (KPS-SPAM) UMBULAN DRAFT PERJANJIAN JUAL BELI AIR MINUM CURAH Pengembangan SPAM Umbulan, Provinsi Jawa Timur Mata Air Umbulan Surabaya, 11 Mei 2012 PANITIA LELANG PROYEK KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (KPS SPAM) UMBULAN Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya Telp: (031) & ; Fax:

2 2 PERJANJIAN ANTARA PERUSAHAAN DAERAH AIR BERSIH (PDAB) PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN... NOMOR: NOMOR: TENTANG PENJUALAN DAN PEMBELIAN AIR MINUM CURAH DARI MATA AIR UMBULAN, PROVINSI JAWA TIMUR Pada hari ini.., tanggal.... bulan... Tahun dua ribu duabelas di Surabaya, yang bertanda tangan di bawah ini: I.... : Direktur Utama, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Provinsi Jawa Timur, suatu Perusahaan Daerah yang didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 1987 sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur No. 12 Tahun 1996, berkedudukan di [*****] dengan alamat [****], untuk selanjutnya disebut PIHAK KESATU ; II.... : Direktur Utama, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT [*****], suatu

3 3 perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Republik Indonesia, berdasarkan Akta Nomor [****] tanggal [*****] dibuat dihadapan [*****], Notaris di [*****], yang telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia berdasarkan Keputusan Nomor [****] Tanggal [*****] tentang [******], berkedudukan di [*****] dengan alamat [****], yang dalam melakukan perbuatan hukum dalam perjanjian ini telah memperoleh persetujuan dari [******] berdasarkan [*****], yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA; berdasarkan : 1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1950 tentang Pembentukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Himpunan Peraturan-Peraturan Negara Tahun 1950) sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1950 tentang Perubahan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1950 (Himpunan Peraturan-Peraturan Negara Tahun 1950); 2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Kerja Sama Daerah;

4 4 6. Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur; 7. Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2010 tentang Penjaminan Infrastruktur Dalam Proyek Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha yang Dilakukan Melalui Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur; 8. Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Nomor 4 Tahun 2010 tentang Panduan Umum Pelaksanaan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur; 9. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pedoman Kerja Sama Pengusahaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 260/PMK.011/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Infrastruktur Dalam Proyek Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha; dan 11. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 2 Tahun 1987 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Bersih Pemerintah Propinsi Jawa Timur sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 12 Tahun 1996 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 1987.

5 5 Para Pihak masing-masing bertindak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas terlebih dahulu menerangkan: A. BAHWA, PEMPROV JATIM berwenang untuk memberikan konsesi bagi pengembangan sistem penyediaan air minum yang berasal dari mata air Umbulan yang terletak di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia untuk diselenggarakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha; B. BAHWA, sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah, dan terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 56 Tahun 2011 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur, PEMPROV JATIM telah melaksanakan proses pelelangan terbuka untuk memilih badan usaha secara transparan dan kompetitif, dan dari hasil pelelangan terbuka tersebut PIHAK KEDUA telah terpilih untuk menyelenggarakan Proyek sesuai dengan Perjanjian ini dan Perjanjian Kerjasama. C. BAHWA, PIHAK KEDUA telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PEMPROV JATIM, yang di dalamnya menyatakan bahwa PEMPROV JATIM memberikan hak kepada PIHAK KEDUA untuk menjual air minum curah yang diproduksi oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA. D. BAHWA, sebagai pelaksanaan dari Perjanjian Kerjasama dan sesuai dengan ketentuan dari Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur No. 2 Tahun 1987 sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur No. 12 Tahun 1996 tentang Perusahaan Daerah Air Bersih Propinsi Jawa Timur (PDAB) dan Peraturan/Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Timur Nomor [*],

6 6 PIHAK KESATU berwenang untuk menandatangani Perjanjian ini dengan PIHAK KEDUA untuk penjualan dan pembelian air minum curah. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA selanjutnya disebut PARA PIHAK dan masingmasing disebut PIHAK, sepakat mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan ketentuan sebagai berikut:

7 7 BAB I KETENTUAN UMUM PASAL 1 DEFINISI, DASAR PENAFSIRAN 1.1 Definisi Dalam Perjanjian ini, kecuali ditentukan lain, definisi-definisi di bawah ini memiliki arti sebagai berikut: Afiliasi berarti, sehubungan dengan suatu Pihak atau suatu Subyek Hukum, setiap Subyek Hukum yang secara langsung atau tidak langsung, melalui satu atau lebih pihak perantara, mengendalikan atau dikendalikan oleh atau dibawah kendali yang sama dengan Subyek Hukum tersebut. Yang dimaksud dengan kendali dalam definisi ini, berarti kepemilikan atas lebih dari 50% (lima puluh persen), secara langsung atau tidak langsung, atas saham atau kepentingan modal lainnya dari Subyek Hukum tersebut dan memiliki hak suara untuk memberikan arahan atau menyebabkan manajemen dan kebijakan usaha Subyek Hukum tersebut diarahkan. Agen berarti pihak yang ditunjuk oleh Para Kreditur Proyek untuk menerima setiap pemberitahuan yang ditujukan kepada Para Kreditur Proyek sebagaimana diatur dalam Pasal 18.3 (b). Ahli berarti ahli yang ditunjuk sesuai dengan aturan Ahli Kamar Dagang Internasional (Rules for Expertise of the International Chamber of Commerce) sebagaimana dimodifikasi dengan ketentuan dalam Pasal 20.2 Perjanijan ini.

8 8 Air Baku berarti air yang diambil secara langsung dari Titik-Titik Pengambilan di Mata Air Umbulan untuk diolah di Fasilitas Baru sebagaimana dijelaskan lebih rinci dalam Lampiran 6 (Air Baku). Air Minum Curah berarti air minum yang harus dipasok oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU sesuai dengan Perjanjian ini, Perjanjian Kerjasama dan sesuai dengan semua Hukum Yang Berlaku. AMDAL berarti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup atau penilaian komprehensif atas dampak lingkungan dan sosial yang disiapkan oleh konsultan yang kompeten dengan mengacu pada sistem di Indonesia dan izin atau persetujuan lingkungan yang diberikan atas Proyek oleh Instansi sesuai dengan Hukum Yang Berlaku. Auditor berarti kantor akuntan publik independen yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA setelah mendapatkan persetujuan tertulis sebelumnya dari PIHAK KESATU. Bulan Tagihan berarti: (a) periode sejak Tanggal Operasional Komersial hingga Hari terakhir dalam bulan kalender dimana terjadi Tanggal Operasional Komersial (hal ini disebut sebagai Bulan Tagihan 1); (b) tiap bulan kalender seterusnya (disebut sebagai Bulan Tagihan 2 dan seterusnya); dan (c) periode sejak Hari pertama dalam bulan kalender terjadinya Tanggal Pengakhiran hingga saat Tanggal Pengakhiran itu sendiri. Bunga Keterlambatan Pembayaran berarti LIBOR (London Inter-Bank Offered Rate) ditambahkan dengan 2%, yang akan diaplikasikan terhadap

9 9 setiap kelebihan jumlah dari dan termasuk Hari dimana jumlah tersebut jatuh tempo dan dapat ditagih berdasarkan Perjanjian ini sampai pada Hari pembayaran sesungguhnya, dan akan dihitung berdasarkan jumlah Hari yang sebeneranya yang dilewati dan 360 (tiga ratus enam puluh) Hari setahun dan bertambah dari Hari ke Hari. Cidera Janji Jaminan berarti: (a) Terjadinya Peristiwa Cidera Janji Penjamin dan yang berkelanjutan berdasarkan dan sebagaimana didefinisikan dalam Jaminan PEMPROV JATIM baik (i) PEMPROV JATIM mengkonfirmasi secara tertulis, atau (ii) putusan arbitrase yang mengikat berdasarkan Jaminan PEMPROV JATIM yang mengkonfirmasi terjadinya Peristiwa Cidera Janji Penjamin telah diperoleh; atau (b) Terjadinya Peristiwa Cidera Janji Pemerintah yang berkelanjutan berdasarkan dan sebagaimana didefinisikan dalam Perjanjian Jaminan dan Hak Regres dan/atau Perjanjian Escrow, dan baik (i) setiap Penjamin mengkonfirmasi secara tertulis, atau (ii) putusan arbitrase yang mengikat berdasarkan Perjanjian Jaminan dan Hak Regres dan/atau Perjanjian Escrow (sebagaimana berlaku), yang menegaskan terjadinya Peristiwa Cidera Janji Pemerintah telah diperoleh. Debit Pemeliharaan berarti volume dan debit minimum yang harus dipertahankan pada sungai sesuai dengan Hukum Yang Berlaku. Dolar Amerika Serikat berarti mata uang yang sah dari Amerika Serikat.

10 10 Dukungan Kelayakan Proyek berarti sejumlah dana dalam Rupiah yang harus disediakan oleh Pemerintah Indonesia sebagai hibah untuk Proyek berdasarkan Surat Dukungan Pemerintah. Ekuitas berarti (i) modal saham PIHAK KEDUA yang telah disetor oleh Pemegang Saham dan (ii) Hutang Pemegang Saham Yang Disubordinasikan. Fasilitas Baru berarti sistem penyediaan Air Minum Curah yang terdiri dari jaringan-jaringan pengambilan Air Baku, fasilitas pengolahan air, stasiunstasiun pompa, jaringan pipa transmisi, Titik-Titik Pasokan, meteran-meteran air, reservoir distribusi, dan peralatan-peralatan serta fasilitas-fasilitas terkait yang membentuk Proyek, sebagaimana dijelaskan lebih rinci dalam Lampiran 2 (Spesifikasi Desain dan Teknis). Hak Guna Air berarti hak, izin atau persetujuan yang diberikan oleh Instansi sesuai dengan Hukum Yang Berlaku untuk memanfaatkan, mengambil dan menggunakan Air Baku bagi Proyek. Hari berarti periode selama 24 (dua puluh empat) jam dimulai dan berakhir pukul 24:00 waktu Indonesia Bagian Barat. Hari Kerja berarti Hari selain Sabtu, Minggu, atau Hari libur resmi pemerintah atau hari dimana bank-bank umum di Surabaya, Indonesia diwajibkan untuk tidak beroperasi. Hukum Yang Berlaku berarti semua hukum, undang-undang, perintah peradilan, putusan peradilan, ketetapan, putusan sela, Persetujuan, ordonansi, resolusi, perjanjian, analisis mengenai dampak lingkungan hidup, peraturan dari Instansi manapun.

11 11 Hutang Senior berarti kewajiban hutang yang dimiliki oleh PIHAK KEDUA berdasarkan Perjanjian-Perjanjian Pembiayaan namun tidak termasuk kewajiban hutang Ekuitas. Informasi Rahasia berarti informasi termasuk Informasi Hak Kekayaan Intelektual mengenai usaha dari salah satu Pihak pada Perjanjian ini atau salah satu dari Afiliasi-Afiliasinya yang telah diberikan oleh Pihak tersebut kepada Pihak lainnya berdasarkan atau untuk tujuan Perjanjian ini, atau hal apapun yang dimaksud oleh Perjanjian ini atau berkaitan dengan Perjanjian ini, dimana pengungkapannya mungkin akan merugikan secara material atau sebaliknya mengganggu kepentingan komersial Pihak tersebut, dengan tetap memperhatikan pengecualian tertentu yang diuraikan dalam Pasal 21.2(b). Indikator Kinerja Utama berarti tingkat aliran air, tekanan air yang ditentukan dan parameter operasional penting lainnya serta standar-standar yang dimaksudkan untuk mengukur kinerja PIHAK KEDUA yang disebutkan dalam Perjanjian Kerjasama dan Lampiran 13 (Standar dan Prosedur Operasional) Perjanjian ini. Indonesia berarti Negara Kesatuan Republik Indonesia. Informasi Hak Kekayaan Intelektual berarti segala informasi, data, hasil karya, know-how, rancangan, rahasia dagang, hasil-hasil, dan dokumendokumen yang tidak terbuka untuk umum dan secara hukum dilindungi hakhak kepemilikannya dalam hal penemuan (inventions), teknologi, hasil karya yang dilindungi hak ciptanya, piranti lunak komputer, piranti keras, termasuk (i) hak paten, merek dagang, merek jasa, hak atas desain, nama dagang, hak cipta, dan hak atas rahasia dagang, baik didaftarkan atau tidak;

12 12 (ii) permohonan pendaftaran hal-hal tersebut; (iii) hak-hak berdasarkan lisensi dan persetujuan berkenaan dengan hal-hal tersebut; dan (iv) segala bentuk perlindungan yang bersifat serupa atau setara atau berdampak sama dengan hal-hal tersebut yang diakui di negara manapun. Instansi berarti pemerintah, kementerian, departemen, komisi, dewan, biro, instansi, badan regulatori, Badan Usaha Milik Negara, Perusahaan Daerah atau lembaga lainnya, baik eksekutif, legislatif, yudikatif atau administratif, tingkat nasional atau lokal, yang memiliki wewenang atas persoalan yang bersangkutan, termasuk Pemerintah Indonesia, Pemerintah Daerah, PDAB dan PDAM. Isu (-isu) Faktual berarti isu-isu faktual dan/atau teknis yang menjadi objek Sengketa Para Pihak sebagaimana diatur dalam Pasal Jaminan Operasional berarti suatu standby letter of credit yang tidak bersyarat dan tidak dapat ditarik kembali dalam bentuk sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran 15 (Bentuk Jaminan Operasional) yang diterbitkan oleh Penerbit Jaminan Pelaksanaan untuk kepentingan PIHAK KESATU sejumlah Rp , (empat puluh enam milyar Rupiah) sebagai jaminan atas pelaksanaan oleh PIHAK KEDUA terhadap kewajibankewajibannya berdasarkan Perjanjian ini selama Periode Kerjasama. Jadwal Pemeliharaan berarti jadwal untuk perbaikan, perawatan dan pemeliharaan teratur, terencana dan rutin atas Fasilitas Baru yang harus disusun dan diserahkan oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan Pasal 6.3. Jadwal Perbaikan berarti jadwal permulaan untuk penyelesaian Perbaikan.

13 13 Jadwal Tahap Penyelesaian Proyek berarti jadwal yang disyaratkan untuk penyelesaian berbagai Tahap Penyelesaian Proyek sebagaimana diuraikan dalam Lampiran 5 (Jadwal Tahap Penyelesaian Proyek), sebagaimana dapat diubah sesuai dengan ketentuan Perjanjian ini dan/atau Perjanjian Kerjasama. Jaminan PEMPROV JATIM berarti jaminan yang diberikan oleh PEMPROV JATIM atas kewajiban-kewajiban pembayaran PIHAK KESATU berdasarkan Perjanjian ini sebagaimana diatur di dalam Perjanjian Kerjasama. Kapasitas Yang Dapat Diandalkan berarti jumlah bersih kapasitas yang dapat diandalkan atas Fasilitas Baru sebagaimana ditentukan berdasarkan hasil uji jumlah bersih kapasitas yang dapat diandalkan sesuai dengan Perjanjian Kerjasama. Kekurangan Pasokan berarti volume Air Minum Curah, dinyatakan dalam meter kubik per Hari, yang tidak dapat dipasok oleh PIHAK KEDUA menurut Perjanjian ini yang diukur berdasarkan selisih antara Volume Pasokan dengan sembilan puluh delapan persen (98%) dari Volume Pesanan. Kelebihan Volume Pasokan berarti jumlah Volume Pasokan dalam suatu Bulan Tagihan yang melebihi jumlah Volume Pesanan untuk Bulan Tagihan yang sama sebagaima diatur dalam Pasal 8.3. Keuntungan Pembiayaan Ulang berarti nilai bersih dari penghematan yang timbul dari Pembiayaan Ulang (Re-Financing), termasuk bunga dan upah yang harus dibayarkan kepada Para Kreditur Proyek, atas sisa jangka

14 14 waktu dari Perjanjian setelah Pembiayaan Ulang, dengan ketentuan bahwa nilai bersih tersebut melebihi 0 (nol) sebagaimana diatur dalam Pasal 5.1 (d). Klaim berarti, segala sesuatu yang berhubungan dengan Subyek Hukum, setiap dan seluruh gugatan, sanksi, proses hukum, klaim, penilaian, putusan peradilan, ganti rugi, penalti, denda, kewajiban, tuntutan, biaya out of pocket yang wajar dalam bentuk apapun (termasuk biaya dan pengeluaran yang wajar bagi penasehat hukum) dan kerugian yang timbul atau diderita oleh atau diajukan terhadap Subyek Hukum tersebut, akan tetapi Klaim ini tidak termasuk kerugian akibat hilangnya laba atau ganti rugi lain yang bersifat khusus, atau bersifat insidental, tidak langsung, atau sebagai hukuman, atau ganti rugi imaterial yang diderita oleh Subyek Hukum tersebut. Konsultan Pengawas berarti tenaga ahli teknis atau perusahaan konsultasi teknis yang bukan merupakan Afiliasi dari PIHAK KEDUA, PEMPROV JATIM atau PIHAK KESATUyang memiliki kompetensi sesuai dengan ketentuan sertifikasi yang berlaku, mempunyai pengalaman terkait dalam bidang desain, pengembangan dan pembangunan dari sistem penyediaan air minum curah dalam jumlah besar yang serupa dengan Proyek dan ditunjuk sesuai dengan Perjanjian Kerjasama. Kontrak Pengoperasian dan Pemeliharaan berarti setiap kontrak pengoperasian dan pemeliharaan yang ditandatangani oleh PIHAK KEDUA dan Kontraktor Pengoperasian dan Pemeliharaan untuk pengoperasian dan pemeliharaan Fasilitas Baru.

15 15 Kontraktor Pengoperasian dan Pemeliharaan berarti kontraktor (kontraktor) yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA berdasarkan Kontrak Pengoperasian dan Pemeliharaan. Kontrak Penyedia Barang dan Jasa berarti kontrak rekayasa rancang bangun/perencanaan (turnkey), pengadaan dan konstruksi (Engineering Procurement Construction) antara PIHAK KEDUA dan Kontraktor Penyedia Barang dan Jasa dimana Kontraktor Penyedia Barang dan Jasa menyanggupi untuk melaksanakan perancangan, rekayasa teknik, pengadaan, konstruksi, pemasangan, pengujian dan percobaan fungsional Fasilitas Baru sesuai dengan Perjanjian ini dan Perjanjian Kerjasama. Kontraktor Penyedia Barang dan Jasa berarti kontraktor (kontraktor) yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA berdasarkan Kontrak Penyedia Barang dan Jasa. Kualitas Dasar Air Baku berarti jenis-jenis yang ditentukan dan kualitas terukur serta konsentrasi-konsentrasi kotoran yang terkandung dalam Air Baku yang boleh digunakan oleh PIHAK KEDUA dalam merancang Fasilitas Baru sebagaimana diuraikan dalam Lampiran 6 (Air Baku). Laporan berarti laporan penilaian yang dipersiapkan oleh PIHAK KEDUA untuk diberikan kepada PIHAK KESATU dalam hal PIHAK KEDUA gagal untuk memperbaiki operasional Fasilitas Baru sebagaimana diatur dalam Pasal Laporan Ahli berarti laporan tertulis dari Ahli sehubungan dengan Isu(-isu) Faktual yang dirujuk oleh Para Pihak untuk diputuskan dalam Pemeriksaan Ahli sebagaimana diatur dalam Pasal 20.2.

16 16 LIBOR (London Inter-Bank Offered Rate) berarti sehubungan dengan suatu periode dan jumlah yang relevan: (a) Tarif per tahun dimana deposito enam (6) bulan ditawarkan untuk periode setara atau sebanding dengan periode yang ditunjukan oleh Layar Reuters pada pk:11.00 pagi (Waktu London), untuk kepentingan ini Layar Reuters berarti tampilan yang dimaksukan sebagai Layar Reuters Halaman LIBOR 01 atau halaman lainnya yang dapat menggantikan Halaman LIBOR 01 Layar Reuters dalam sistemnya untuk tujuan menampilan tarif yang ditawarkan untuk deposito dalam Dolar Amerika Serikat; atau (b) Apabila pada saat atau sekiranya pada Hari tertentu tidak ada tarif yang ditampilkan dalam Layar Reuters, maka tarif yang akan diberlakukan adalah tarif yang disetujui oleh Para Pihak pada Hari tersebut, atau apabila Para Pihak, pada hari tersebut gagal untuk mencapai kesepakatan atas tarif tersebut, maka tarif yang akan diberlakukan adalan tarif LIBOR pada Hari terakhir dimana tarif LIBOR ditampilkan pada Layar Reuters. Lokasi Proyek sebagaimana disebutkan dalam Lampiran 1 (Lokasi Proyek). Menteri Keuangan berarti Menteri Keuangan Republik Indonesia. Pajak berarti pajak atas pendapatan, penerimaan kotor, penjualan, penggunaan, pengalihan, keuntungan, ad valorem, waralaba, persentase, laba, keuntungan modal, lisensi, nilai tambah, pemotongan pajak, pembayaran upah, pekerjaan, profesional, usaha, cukai, bea meterai, jabatan,

17 17 premi, harta kekayaan, lingkungan, keuntungan pemberian, dokumentasi, pendaftaran, kompensasi pemutusan kerja, bea masuk, biaya pemerintah, pungutan atau ongkos lainnya dalam jenis apapun, yang dikenakan berdasarkan peraturan nasional dan peraturan daerah, berikut dengan segala bunga, denda atau utang atas jumlah-jumlah tersebut. Para Kreditur Proyek berarti Subyek-Subyek Hukum dan para penerus haknya, atau para penerima pengalihan haknya, agen atau wali mereka yang telah memberikan pinjaman-pinjaman atau bentuk-bentuk lain pembiayaan atau Pembiayaan Ulang bagi PIHAK KEDUA berdasarkan suatu Perjanjian Pembiayaan, namun tidak termasuk Pemegang Saham atau Afiliasi dari Pemegang Saham sehubungan dengan hutang PIHAK KEDUA dalam bentuk Ekuitas. Para Kontraktor berarti Penyedia Barang dan Jasa, Kontraktor Pengoperasian dan Pemeliharaan, pemasok dan kontraktor-kontraktor lain yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan desain, rekayasa, konstruksi, pengujian, percobaan fungsional Fasilitas Baru dan/atau pengoperasian, pengelolaan dan pemeliharaan Proyek dan/atau pasokan bahan-bahan bagi Proyek, dan Kontraktor berarti salah satu dari mereka. Parameter Kualitas Air Baku berarti faktor-faktor atau ukuran-ukuran yang digunakan dalam menentukan kualitas Air Baku untuk dapat diolah pada Fasilitas Baru sebagaimana dinyatakan dalam Lampiran 6 (Air Baku). Para Penjamin berarti: (a) PII; atau

18 18 (b) PII dan Pemerintah Indonesia (bertindak melalui Menteri Keuangan); atau (c) PII dan pihak ketiga lainnya dan Penjamin berarti salah satu dari mereka. Para Pihak berarti PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA secara bersamasama. Para Pihak dari PIHAK KEDUA berarti PIHAK KEDUA, para pemegang sahamnya, direktur, pejabat, karyawan, perwakilan, Afiliasi, agen, kontraktor, atau sub-kontraktor sebagaimana diatur lebih lanjut dalam Pasal 15.2 Perjanjian ini. Para Pihak dari PIHAK KESATU berarti PIHAK KESATU, para pejabat, karyawan, perwakilan, Afiliasi, agen, kontraktor atau subkontraktor sebagaimana diatur dalam Pasal PDAB berarti Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Provinsi Jawa Timur yang dimiliki oleh PEMPROV JATIM yang bergerak di bidang penyediaan air bersih. PDAM berarti Perusahaan Daerah Air Minum yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah yang bergerak di bidang penyediaan air minum. Pelanggan berarti rumah tangga perorangan, institusi, badan usaha, dan industri yang memiliki sambungan ke Sistem PDAM dan membeli air minum dari PDAM.

19 19 Pembayaran Pengakhiran berarti pembayaran yang dilakukan oleh PEMPROV JATIM sehubungan dengan pengalihan Proyek dan Fasilitas Baru kepada PEMPROV JATIM sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerjasama. Pemegang Saham berarti Subyek Hukum yang memilikisaham modal yang telah ditempatkan di PIHAK KEDUA, termasuk setiap Pemegang Saham Awal. Pemberitahuan Cidera Janji berarti pemberitahuan mengenai terjadinya Peristiwa Cidera Janji dari Pihak yang tidak melakukan cidera janji kepada Pihak yang melakukan cidera janji sebagaimana diatur dalam Pasal 18.1(a)(i) Perjanjian ini. Pemberitahuan Pemilihan berarti pemberitahuan dari Para Kreditur Proyek kepada PIHAK KESATU bahwa Para Kreditur Proyek telah memilih untuk mengupayakan pemulihan Peristiwa Cidera Janji PIHAK KEDUA atau mengusahakan pemulihannya berdasarkan Perjanjian-Perjanjian Pembiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 18.3(d)(ii). Pemberitahuan Pengakhiran berarti pemberitahuan tertulis dari Pihak yang tidak melakukan cidera janji kepada Pihak yang melakukan cidera janji yang memuat rincian Peristiwa Cidera Janji, tindakan yang perlu dilakukan untuk memulihkan Peristiwa Cidera Janji (apabila memungkinkan) dan usulan tanggal pengakhiran Perjanjian sebagaimana diaturdalam Pasal 18.1(b)(i). Pemberitahuan Penggantian mempunyai arti yang diberikan bagi istilah tersebut dalam Pasal 19.1 (b) (iii). Pembiayaan Ulang (Refinancing) berarti:

20 20 (a) setiap perubahan, variasi, novasi, tambahan atau penggantian dari Perjanjian Pembiayaan apapun; (b) pelaksanaan setiap hak apapun, atau pemberian pengesampingan atau persetujuan berdasarkan Perjanjian Pembiayaan; (c) disposisi atas hak atau kepentingan apapun dalam, atau terciptanya hak untuk berpartisipasi sehubungan dengan Perjanjian Pembiayaan, atau terciptanya suatu kepentingan atau manfaat dalam bentuk apapun atas Perjanjian Pembiayaan maupun kontrak-kontrak, keuntungan, asset-aset PIHAK KEDUA baik dengan cara penjaminan maupun cara lainnya; atau (d) setiap dan semua bentuk pengaturan oleh PIHAK KEDUA atau Subyek Hukum lainnya yang mempunyai pengaruh yang serupa sehubungan dengan salah satu diantara huruf (a)-(c) di atas, atau yang berdampak membatasi kemampuan PIHAK KEDUA atau setiap Afiliasi untuk melaksanakan salah satu diantara huruf (a)-(c) di atas; Pemerintah Daerah berarti, secara sendiri-sendiri atau bersama-sama, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya, kesemuanya berada di Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Indonesia berarti pemerintah pusat negara Republik Indonesia termasuk kementerian dan lembaga. PEMPROV JATIM berarti Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penerima Pengalihan berarti Subyek Hukum yang: (a) merupakan suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan Hukum Yang Berlaku;

21 21 (b) memenuhi kriteria kualifikasi sebagaimana ditetapkan dalam dokumen pre-kualifikasi yang diterbitkan oleh PEMPROV JATIM berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur No. 188/95/KPTS/013/2011 tanggal 28 Februari 2011 beserta perubahan-perubahannya; (c) merupakan, baik operator air minum perpipaan yang berpengalaman dan memenuhi syarat atau pihak yang telah sepakat untuk terlibat dalam memberikan pelayanan terhadap pihak operator air minum perpipaan yang berpengalaman dan memenuhi syarat; (d) telah membayar seluruh jumlah, apabila ada, yang jatuh tempo dan harus dibayar kepada PIHAK KESATU berdasarkan Perjanjian ini; dan (e) telah mengambil alih kewajiban-kewajiban PIHAK KEDUA yang sedang berjalan berdasarkan Perjanjian ini dan Perjanjian Kerjasama (termasuk kewajiban PIHAK KEDUA untuk menjaga dan mengoperasikan Fasilitas Baru sesuai dengan persyaratan dalam Perjanjian ini). Penjaminan berarti hak tanggungan, hak gadai, hak jaminan, klaim, atau bentuk-bentuk penjaminan lainnya. Penyelesaian Sengketa Oleh Ahli berarti penyerahan Sengketa untuk diselesaikan oleh Ahli sebagaimana diatur dalam Pasal Perbaikan berarti modifikasi atau tambahan bahan atau perbaikan terhadap Fasilitas Baru dengan nilai lebih dari Rp ,- (dua milyar dua ratus lima puluh juta Rupiah yang diperlukan untuk mengembalikan Fasilitas Baru kepada kemampuan kinerja atau keadaan fisik sebelum terjadinya Peristiwa Keadaan Kahar Non Politis.

22 22 Periode Evaluasi berarti periode setelah berakhirnya Periode Pemulihan Awal dimana Para Kreditur Proyek dapat mengevaluasi Peristiwa Cidera Janji PIHAK KEDUA, kondisi dari Fasilitas Baru, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan tindakan yang akan dilakukan oleh Para Kreditur Proyek mengenai Peristiwa Cidera Janji PIHAK KEDUA sebagaimana diatur dalam Pasal 18.3(d)(i). Periode Kerjasama berarti periode selama 25 (dua puluh lima) Tahun secara terus menerus sejak Tanggal Operasional Komersial sebagaimana diatur dalam Pasal 3.1(a). Periode Pemulihan Awal berarti periode pemulihan Peristiwa Cidera Janji PIHAK KEDUA yang diberikan oleh PIHAK KESATU kepada Para Kreditur Proyek sebagaimana diatur dalam Pasal 18.3 (a) Perjanjian ini. Periode Pemulihan Kreditur Proyek berarti tambahan periode pemulihan selama 180 (seratus delapan puluh) Hari yang diberikan kepada Para Kreditur Proyek yang terhitung sejak penyerahan Pemberitahuan Pemilihan untuk memulihkan Peristiwa Cidera Janji PIHAK KEDUA sebagaimana diatur dalam Pasal 18.3 (e). Peristiwa Cidera Janji berarti Peristiwa Cidera Janji PIHAK KEDUA atau Peristiwa Cidera Janji PIHAK KESATU, sebagaimana ditentukan dalam Perjanjian ini. Peristiwa Cidera Janji PEMPROV JATIM berarti salah satu dari peristiwaperistiwa yang disebutkan dalam Perjanjian Kerjasama yang merupakan suatu pelanggaran atas Perjanjian Kerjasama oleh PEMPROV JATIM.

23 23 Peristiwa Cidera Janji PIHAK KEDUA berarti salah satu dari peristiwaperistiwa yang disebutkan dalam Pasal 17.1 Perjanjian ini yang merupakan suatu pelanggaran atas Perjanjian ini oleh PIHAK KEDUA. Peristiwa Cidera Janji PIHAK KESATU berarti salah satu dari peristiwaperistiwa yang disebutkan dalam Pasal 17.2 Perjanjian ini yang merupakan suatu pelanggaran atas Perjanjian ini oleh PIHAK KESATU. Peristiwa Keadaan Kahar berarti peristiwa, keadaan, atau situasi (termasuk Peristiwa Keadaan Kahar Non-Politis dan Peristiwa Keadaan Kahar Politis) dan dampaknya yang berada diluar kendali wajar, secara langsung atau tidak langsung, dari Pihak yang menderitanya, namun hanya apabila dan sepanjang: (a) peristiwa, keadaan, atau situasi tersebut bukan merupakan akibat langsung atau tidak langsung dari pelanggaran yang dilakukan Pihak tersebut atas kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini atau Perjanjian Kerjasama atau karena kesalahan atau kelalaian Pihak tersebut, Afiliasinya, atau pihak lain yang ada di bawah pengendaliannya; (b) meskipun telah dilakukan usaha pencegahan yang wajar, peristiwa, keadaan atau situasi tersebut tidak dapat dicegah, dihindari, atau dihilangkan oleh Pihak tersebut; (c) peristiwa, keadaaan, atau situasi tersebut mempunyai dampak merugikan yang material atas kemampuan Pihak tersebut untuk memenuhi seluruh atau sebagian besar kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini, dan Pihak tersebut telah melakukan segala tindakan pencegahan, penghindaran, dan upaya yang ada untuk menghindari

24 24 atau mengurangi dampak dari peristiwa tersebut terhadap kemampuannya untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini; dan (d) Pihak tersebut telah memberitahukan kepada Pihak lainnya sesuai dengan Pasal Peristiwa Keadaan Kahar Non-Politis berarti Peristiwa-Peristiwa Keadaan Kahar termasuk namun tidak terbatas pada: (a) perang atau permusuhan publik, baik dinyatakan atau tidak; (b) kekacauan massal, pergolakan, pemberontakan, tindakan terorisme, pembajakan, embargo, sabotase, huru-hara atau demonstrasi; (c) bencana alam, ledakan, kebakaran, gempa bumi, tsunami, banjir, badai, tanah longsor atau bencana alam lainnya, kontaminasi radio-aktif atau radiasi ion, epidemi, karantina; atau wabah; dan (d) demonstrasi buruh atau tindakan industrial lainnya yang bukan merupakan demonstrasi buruh atauh tindakan industrial oleh para buruh PIHAK KEDUA atau Kontraktor yang (i) bukan merupakan bagian dari sengketa perburuhan nasional atau regional dan (ii) masih dalam kendali PIHAK KEDUA atau Kontraktor yang bersangkutan untuk menyelesaikannya; Peristiwa Keadaan Kahar Politis berarti salah satu dari Peristiwa-Peristiwa Keadaan Kahar berikut ini: (a) (b) (c) suatu Peristiwa Tindakan atau Tiada Tindakan Pemerintah; atau Perubahan Hukum; atau Cidera Janji Penjamin.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN DARI ORDER PEMBELIAN ( KETENTUAN ) Dalam Ketentuan ini, kecuali terdapat maksud lainnya:

SYARAT DAN KETENTUAN DARI ORDER PEMBELIAN ( KETENTUAN ) Dalam Ketentuan ini, kecuali terdapat maksud lainnya: SYARAT DAN KETENTUAN DARI ORDER PEMBELIAN ( KETENTUAN ) 0. Definisi Dalam Ketentuan ini, kecuali terdapat maksud lainnya: Afiliasi berarti, suatu entitas yang (a) mengendalikan suatu Pihak; (b) dikendalikan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

KETENTUAN BERLANGGANAN

KETENTUAN BERLANGGANAN KETENTUAN BERLANGGANAN Pasal 1 Definisi 1. Ketentuan Berlangganan adalah ketentuan yang wajib dipatuhi baik oleh Mitra maupun D&K sehubungan dengan pelayanan PEMBUKAAN AKSES ONLINE PAYMENT POINT berdasarkan

Lebih terperinci

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia)

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) Syarat dan ketentuan pembelian barang ini akan mencakup semua barang dan jasa yang disediakan oleh PT. SCHOTT IGAR GLASS

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa jasa konstruksi mempunyai peran strategis dalam pembangunan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 12 / PRT / M / 2010 TENTANG PEDOMAN KERJASAMA PENGUSAHAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 12 / PRT / M / 2010 TENTANG PEDOMAN KERJASAMA PENGUSAHAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM MENTERI PEKERJAAN UMUM PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 12 / PRT / M / 2010 TENTANG PEDOMAN KERJASAMA PENGUSAHAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/22/PBI/2014 TENTANG PELAPORAN KEGIATAN LALU LINTAS DEVISA DAN PELAPORAN KEGIATAN PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

Lebih terperinci

SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN

SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DIREKTORAT PENYULUHAN PELAYANAN DAN HUBUNGAN MASYARAKAT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Assalamualaikum

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap.

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap. DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN Anggaran Dasar Lama NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan terbatas ini

Lebih terperinci

GPRS adalah General Packet Radio Service; Layanan Health Concierge adalah layanan sebagaimana dimaksud di dalam Lampiran 1;

GPRS adalah General Packet Radio Service; Layanan Health Concierge adalah layanan sebagaimana dimaksud di dalam Lampiran 1; -1- Peralatan adalah handset EPI yang diperlukan untuk menggunakan Layanan yang dibeli oleh Pelanggan dan yang disebutkan di dalam Kontrak dan peralatan pengawasan lain dan/atau aksesorisnya; GPRS adalah

Lebih terperinci

PERJANJIAN PEMBUKAAN REKENING EFEK

PERJANJIAN PEMBUKAAN REKENING EFEK Pada hari ini, hari... tanggal... di Jakarta, telah dibuat Perjanjian Pembukaan Rekening Efek, oleh dan antara : 1. PT Primasia Securities, dalam hal ini diwakili oleh Heliodorus Sungguhria, dalam jabatannya

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN UMUM Industri perbankan merupakan salah satu komponen sangat penting dalam perekonomian nasional demi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan perekonomian nasional bertujuan

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SUSUNAN DALAM SATU NASKAH DARI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH TERAKHIR DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG Draft Htl Maharani 9 September 2008 PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA SIMPAN PINJAM

Lebih terperinci

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas)

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) LAMPIRAN 6 PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) Pihak Pertama Nama: Perwakilan yang Berwenang: Rincian Kontak: Pihak Kedua Nama:

Lebih terperinci

TATA CARA PENYUSUNAN KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA BAB I PENYUSUNAN KONTRAK

TATA CARA PENYUSUNAN KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA BAB I PENYUSUNAN KONTRAK LAMPIRAN IV : Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan R.I Nomor PER.11/MEN/2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan TATA CARA PENYUSUNAN

Lebih terperinci

PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk

PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk I. Pengertian 1. Aanwijzing adalah pemberian penjelasan kepada Peserta Pengadaan Barang dan Jasa mengenai Rencana Kerja

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN,

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, Menimbang Mengingat : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 Peraturan Presiden Nomor

Lebih terperinci

Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya

Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi : Account Representative Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa di dalam era perdagangan global, sejalan dengan konvensi-konvensi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa perekonomian nasional yang diselenggarakan

Lebih terperinci

Perjanjian BlackBerry ID

Perjanjian BlackBerry ID Perjanjian BlackBerry ID Perjanjian BlackBerry ID atau "Perjanjian" merupakan suatu perjanjian hukum antara Research In Motion Limited, atau anak perusahaannya atau afiliasinya sebagaimana tertera dalam

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy

PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy Perjanjian ini dibuat pada hari ini, , tanggal , bulan tahun (dd-mm-yyyy), antara: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia,

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK

PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK I. KETENTUAN UMUM II. 1. Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:

Lebih terperinci

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL 1A BULAN / HARGA NILAI SISA BUKU FISKAL METODE PENYUSUTAN / AMORTISASI KELOMPOK / JENIS HARTA TAHUN PEROLEHAN AWAL TAHUN PENYUSUTAN / AMORTISASI FISKAL TAHUN INI

Lebih terperinci

402. PERSYARATAN KEANGGOTAAN BURSA BERDASARKAN KATEGORI

402. PERSYARATAN KEANGGOTAAN BURSA BERDASARKAN KATEGORI BAB IV KEANGGOTAAN BURSA 400. UMUM 1. Setiap Pihak dapat mengajukan permohonan keanggotaan Bursa dengan mengisi formulir pendaftaran, dan memenuhi persyaratan keanggotaan, persyaratan keuangan, serta persyaratan

Lebih terperinci

Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun

Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN PELAYANAN PERBANKAN ELEKTRONIK DBS

SYARAT DAN KETENTUAN PELAYANAN PERBANKAN ELEKTRONIK DBS SYARAT DAN KETENTUAN PELAYANAN PERBANKAN ELEKTRONIK DBS Bagian A Syarat dan Ketentuan Umum yang Mengatur Pelayanan Perbankan Elektronik 1. DEFINISI DAN INTERPRETASI 1.1 Definisi. Dalam Syarat dan Ketentuan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 LOKASI PROYEK. Kecuali didefinisikan lain dalam Lampiran 1 ini, istilah-istilah yang dimulai dengan

LAMPIRAN 1 LOKASI PROYEK. Kecuali didefinisikan lain dalam Lampiran 1 ini, istilah-istilah yang dimulai dengan LAMPIRAN 1 LOKASI PROYEK 1 Definisi Kecuali didefinisikan lain dalam Lampiran 1 ini, istilah-istilah yang dimulai dengan huruf besar yang digunakan dalam Lampiran 1 ini mempunyai arti yang diberikan bagi

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DP.01.07 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV, Lt. 4 Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta

Lebih terperinci

Penjelasan atas UU Nomor 11 Tahun 1992 P E N J E L A S A N A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1992 TENTANG DANA PENSIUN

Penjelasan atas UU Nomor 11 Tahun 1992 P E N J E L A S A N A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1992 TENTANG DANA PENSIUN P E N J E L A S A N A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1992 TENTANG DANA PENSIUN U M U M Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional yang pada hakekatnya merupakan pembangunan manusia

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PP. No. : 45 Tahun 1995 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG

Lebih terperinci

ADENDUM TERHADAP KETENTUAN PEMBELIAN DALAM BBSLA UNTUK SELURUH TOKO RIME

ADENDUM TERHADAP KETENTUAN PEMBELIAN DALAM BBSLA UNTUK SELURUH TOKO RIME ADENDUM TERHADAP KETENTUAN PEMBELIAN DALAM BBSLA UNTUK SELURUH TOKO RIME 1. RUANG LINGKUP & APLIKASI 1.1. Perjanjian Lisensi BlackBerry Solution ("BBSLA") berlaku untuk seluruh distribusi (gratis dan berbayar)

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 67 TAHUN 2005 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan efektivitas dan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 37 /PBI/2008 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 37 /PBI/2008 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 37 /PBI/2008 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa tujuan Bank Indonesia adalah

Lebih terperinci

Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut:

Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut: SYARAT & KETENTUAN Safe Deposit Box A. DEFINISI Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut: 1. Anak Kunci

Lebih terperinci

KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID

KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID UNTUK MENDAPATKAN AKUN BLACKBERRY ID, SERTA DAPAT MENGAKSES LAYANAN YANG MENSYARATKAN ANDA UNTUK MEMILIKI AKUN BLACKBERRY ID, ANDA HARUS (1) MENYELESAIKAN PROSES

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2009 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2009 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

SYARAT DAN KETENTUANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT: SYARAT & KETENTUAN INFOSEKITAR (WEBSITE DAN APLIKASI) ADALAH LAYANAN ONLINE YANG DIMILIKI DAN DIOPERASIKAN OLEH GALAKSI KOMPUTER YAITU APLIKASI YANG MENYEDIAKAN INFORMASI PROMO DISKON/POTONGAN HARGA UNTUK

Lebih terperinci

PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK PERANCIS MENGENAI KERJA SAMA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK PERANCIS MENGENAI KERJA SAMA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK PERANCIS MENGENAI KERJA SAMA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - 1 - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Perancis

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

LAPORAN UJI TUNTAS & PENDAPAT HUKUM

LAPORAN UJI TUNTAS & PENDAPAT HUKUM LAPORAN UJI TUNTAS & PENDAPAT HUKUM Oleh KarimSyah Law Firm Sudirman Square Office Tower B, lantai 11 Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta 12930, INDONESIA Phone: +62 21 577-1177 (Hunting), Fax: +62

Lebih terperinci

KERANGKA KEBIJAKAN SEKTOR AIR MINUM PERKOTAAN RINGKASAN EKSEKUTIF

KERANGKA KEBIJAKAN SEKTOR AIR MINUM PERKOTAAN RINGKASAN EKSEKUTIF KERANGKA KEBIJAKAN SEKTOR AIR MINUM PERKOTAAN a. Pada akhir Repelita V tahun 1994, 36% dari penduduk perkotaan Indonesia yang berjumlah 67 juta, jiwa atau 24 juta jiwa, telah mendapatkan sambungan air

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP- 179/BL/2008 TENTANG POKOK-POKOK

Lebih terperinci

LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM. Untuk

LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM. Untuk LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM Untuk IKUT SERTA DALAM LELANG DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN. Perjanjian Konsorsium untuk Pelaksanaan Pekerjaan 18 ( PERJANJIAN KONSORSIUM ) ini dibuat dan ditandatangani pada

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBUK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBUK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBUK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa pembangunan bidang ekonomi khususnya

Lebih terperinci

DRAFT AWAL DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DRAFT AWAL DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP- /BL/2008 TENTANG POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/14/PBI/2007 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/14/PBI/2007 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/14/PBI/2007 TENTANG SISTEM INFORMASI DEBITUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berdasarkan perundang-undangan yang berlaku,

Lebih terperinci

JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2009 TANGGAL 28 Mei 2009 JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH SEBAGAIMANA

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP-104/BL/2006 TENTANG PRODUK UNIT

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN BARAT, Menimbang : a. bahwa kekayaan daerah adalah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan

Lebih terperinci

GARANSI TERBATAS (PLAYBOOK) Hak-Hak Yang Wajib Diperoleh Berdasarkan Undang-Undang. Garansi

GARANSI TERBATAS (PLAYBOOK) Hak-Hak Yang Wajib Diperoleh Berdasarkan Undang-Undang. Garansi GARANSI TERBATAS (PLAYBOOK) Hak-Hak Yang Wajib Diperoleh Berdasarkan Undang-Undang. Garansi Terbatas ini mengatur tanggung jawab Research In Motion dan grup perusahaan afiliasinya ( RIM ) tentang BlackBerry

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN SURAT PESANAN PEMBELIAN LEAR INDONESIA. 1. Pembentukan; Penawaran; Penerimaan; Syarat-syarat Ekslusif.

SYARAT DAN KETENTUAN SURAT PESANAN PEMBELIAN LEAR INDONESIA. 1. Pembentukan; Penawaran; Penerimaan; Syarat-syarat Ekslusif. SYARAT DAN KETENTUAN SURAT PESANAN PEMBELIAN LEAR INDONESIA Versi 1 Mei 1 2013 1. Pembentukan; Penawaran; Penerimaan; Syarat-syarat Ekslusif. A. Masing-masing surat pesanan, bersama-sama dengan Syarat-syarat

Lebih terperinci

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN STATUS DAN JANGKA WAKTU MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN STATUS DAN JANGKA WAKTU MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Yayasan ini bernama [ ] disingkat [ ], dalam bahasa Inggris disebut [ ] disingkat [ ], untuk selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut "Yayasan" berkedudukan di

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH. BAB I KETENTUAN UMUM

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH. BAB I KETENTUAN UMUM www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Informasi Produk Asuransi Allianz

Informasi Produk Asuransi Allianz Informasi Produk Asuransi Allianz Nama Produk Permata Proteksi Ku Permata Proteksi Plus Permata KTA Proteksi Jenis Produk Asuransi jiwa berjangka untuk perlindungan tagihan kartu kredit Asuransi jiwa berjangka

Lebih terperinci

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS PERNYATAAN DAN PRINSIP KEBIJAKAN Sesuai dengan Undang-undang Intelijen Keuangan dan Anti Pencucian Uang 2002 (FIAMLA 2002), Undang-undang Pencegahan Korupsi 2002

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM

PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM Nomor : Kep-48/PM/1996 PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM 1. Penawaran Umum Penawaran Umum dapat merupakan Penawaran

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 6/ 9 /PBI/2004 TENTANG TINDAK LANJUT PENGAWASAN DAN PENETAPAN STATUS BANK GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 6/ 9 /PBI/2004 TENTANG TINDAK LANJUT PENGAWASAN DAN PENETAPAN STATUS BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, . PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 6/ 9 /PBI/2004 TENTANG TINDAK LANJUT PENGAWASAN DAN PENETAPAN STATUS BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menciptakan sistem perbankan yang sehat,

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN

SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN Nomor: Pada hari Kamis, tanggal Satu bulan April tahun Dua Ribu

Lebih terperinci

Syarat dan Ketentuan untuk Kontes Microsoft Get2Modern SMB IT Makeover

Syarat dan Ketentuan untuk Kontes Microsoft Get2Modern SMB IT Makeover Syarat dan Ketentuan untuk Kontes Microsoft Get2Modern SMB IT Makeover CATATAN PENTING: HARAP MEMBACA SYARAT DAN KETENTUAN INI SEBELUM MENGIKUTI KONTES. SYARAT DAN KETENTUAN INI MERUPAKAN PERJANJIAN PENGIKAT

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/ 38 /DPNP tanggal 31 Desember 2010 PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI Lampiran Surat

Lebih terperinci

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI Kebijakan Kepatuhan Global Desember 2012 Freeport-McMoRan Copper & Gold PENDAHULUAN Tujuan Tujuan dari Kebijakan Anti-Korupsi ( Kebijakan ) ini adalah untuk membantu memastikan kepatuhan oleh Freeport-McMoRan

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMUNGUTAN RETRIBUSI DAERAH PELAYANAN TATA KOTA

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMUNGUTAN RETRIBUSI DAERAH PELAYANAN TATA KOTA PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 139 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMUNGUTAN RETRIBUSI DAERAH PELAYANAN TATA KOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 17 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK TENTANG IZIN GANGGUAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 17 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK TENTANG IZIN GANGGUAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 17 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG IZIN GANGGUAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN Menimbang Mengingat DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

PI HAK YAN G M EM I LI KI HUBUN GAN I STI M EW A

PI HAK YAN G M EM I LI KI HUBUN GAN I STI M EW A Pihak yang Memiliki Hubungan Istimewa SA Se k si 3 3 4 PI HAK YAN G M EM I LI KI HUBUN GAN I STI M EW A Sumber: PSA No. 34 PEN DAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan tentang prosedur yang harus dipertimbangkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA 1. Penilaian terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola yang baik Lembaga Pembiayaan Ekspor

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN PEMBELIAN REPUBLIK INDONESIA (AUTOMOTIVE EXPERIENCE) Terakhir direvisi Mei 2014

SYARAT DAN KETENTUAN PEMBELIAN REPUBLIK INDONESIA (AUTOMOTIVE EXPERIENCE) Terakhir direvisi Mei 2014 SYARAT DAN KETENTUAN PEMBELIAN REPUBLIK INDONESIA (AUTOMOTIVE EXPERIENCE) Terakhir direvisi Mei 2014 Ketentuan-Ketentuan ini berlaku apabila dirujuk dalam surat order pembelian (purchase order) atau dokumen-dokumen

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO

PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG.PELAYANAN KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDOARJO Menimbang :a. bahwa Daerah otonomi

Lebih terperinci

BAB 1 KETENTUAN UMUM

BAB 1 KETENTUAN UMUM BAB 1 KETENTUAN UMUM 1.1. Definisi Kecuali diberikan pengertian secara khusus, maka semua kata dan atau istilah dalam peraturan ini mempunyai pengertian yang sama sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam upaya turut memelihara dan mendukung pencapaian stabilisasi nilai rupiah,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. DASAR HUKUM

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. DASAR HUKUM BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Board Manual adalah petunjuk tatalaksana kerja Direksi dan Dewan Komisaris yang menjelaskan tahapan aktivitas secara terstruktur, sistematis, mudah dipahami dan dapat

Lebih terperinci

Layanan Pengoptimalan Cepat Dell Compellent Keterangan

Layanan Pengoptimalan Cepat Dell Compellent Keterangan Layanan Pengoptimalan Cepat Dell Compellent Keterangan Ikhtisar Layanan Keterangan Layanan ini ("Keterangan Layanan") ditujukan untuk Anda, yakni pelanggan ("Anda" atau "Pelanggan") dan pihak Dell yang

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menciptakan disiplin pasar (market discipline) perlu diupayakan

Lebih terperinci

DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Collective Number S15LL0001A

DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Collective Number S15LL0001A DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Collective Number S15LL0001A PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN 2 (DUA) UNIT GAS ENGINE CATERPILLAR G3516 DAN COMPRESSOR DRESSER RAND 2HOS DI PONDOK TENGAH PT PERTAMINA GAS WESTERN JAVA

Lebih terperinci