LAPORAN PRAKTIKUM 1 TEKNIK DASAR PIPET, TIMBANGAN DAN PEMBUATAN LARUTAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAPORAN PRAKTIKUM 1 TEKNIK DASAR PIPET, TIMBANGAN DAN PEMBUATAN LARUTAN"

Transkripsi

1 LAPORAN PRAKTIKUM 1 TEKNIK DASAR PIPET, TIMBANGAN DAN PEMBUATAN LARUTAN NAMA: 1. KARIN TIKA FITRIA 2. HENNY GUSVINA BATUBARA HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : KAMIS/17 MARET 2016 BAB I. TUJUAN PERCOBAAN 1) Latihan penggunaan timbangan digital dan pipet otomatik, pipet Mohr serta pipet spuit 2) Membandingkan akurasi dan presisi penggunaan pipet otomatik 3) Latihan membuat larutan 4) Latihan pembuatan dan interpretasi grafik BAB II. PROSEDUR KERJA Alat dan bahan yang dibutuhkan 1. Timbangan 11. Pipet Spuit Digital 12. Pipet Sartorius Otomatik 2. Cawan Petri 13. Beaker Glass 3. Natrium Sitrat 14. Stirr bar (Na 3 C 6 H 6 O 7 ) 15. Gelas Ukur 4. Glukosa 16. Aquadest 5. Na 2 HPO Balon 6. NaH 2 PO Spidol 7. NaOH 19. Etanol 8. Na 2 CO Otomatik 9. CuSO 4.5H 2 O Stirrer 10. Pipet Mohr 1

2 A. Latihan Penggunaan Timbangan digital dan pipet otomatik pipet Mohr serta pipet spuit 1. Prosedur Kerja Timbangan digital Sartorius a. Timbangan di nol kan dengan menekan tombol Tare sampai muncul angka 0,000 pada layar atau weight display. b. Membuka tutup timbangan (pada timbangan yang dilengkapi penutup) c. Untuk menimbang langsung, benda/ bahan dapat diletakkan pada weighing pan d. Namun bila bahan yang akan ditimbang membutuhkan wadah, maka wadah/alas diletakkan terlebih dahulu e. Timbangan di nol kan kembali dengan menekan tombol Tare f. Meletakkan bahan yang akan ditimbang g. Membaca hasil timbangan pada layar Poin-poin yang penting pada penggunaan timbangan digital: a. Timbangan dihidupkan minimal 5 menit sebelum timbangan akan digunakan b. Timbangan digital memiliki akurasi yang tinggi, pada timbangan digital dengan Merk Sartorius, angka tombangan hingga 3 angka di belakang koma dengan satuan gram(gambar 1.a). Sementara pada gambar 1.b. timbangan dengan Merk Vibra, dilengkapi penutup di nagian atasnya dan hasil penimbangan sangat detail hingga 4 angka di belakang koma 2

3 Gambar 1. Bagian bagian Timbangan Digital Sartorius 3

4 Gambar 2. Timbangan Digital Sartorius(kiri) dan timbangan digital merk Vibra(kanan) 2. Prosedur penggunaan pipet otomatik a. Menyiapkan beaker glass yang telah terisi aquadest b. Menyiapkan pipet otomatik dan mengatur volume hingga maksimal Pipet yang tersedia di laboratorium Biomedik adalah: 1) Pipet Otomatik berukuran 1-10 μl (1 buah) 2) Pipet Otomatik berukuran μl (4 buah) 3) Pipet Otomatik berukuran μl (1 buah) 4) Pipet Otomatik berukuran μl (5 buah) c. Memasang tip pipet sesuai dengan ukurannya d. Menghisap cairan di dalam beaker glass menggunakan pipet otomatik dengan cara menekan tombol pada ujung atas pipet (push button) hingga perhentian pertama, kemudian memasukkan ke dalam air pada beaker glass dan melepaskan tombol yang sebelumnya ditekan secara perlahan e. Memindahkan cairan di dalam pipet otomatik ke dalam wadah(cawan petri) yang telah diletakkan di atas timbangan yang telah dinolkan sebelumnya, dengan cara menekan kembali tombol pada ujung atas pipet otomatik hingga perhentian yang ke 4

5 dua secara perlahan sampai seluruh cairan yang sebelumnya terhisap di dalam tip pipet telah keluar. f. Setiap praktikan mencoba memindahkan 1 ml(1000 μl) air menggunakan pipet bervolume μl ke atas cawan petri yang berada di atas timbangan dan mencatat berat yang didapat. Setiap praktikan mengulang perlakuan sebanyak 5 kali dan dicatat hasilnya g. Mencatat berat yang muncul di layar timbangan Gambar 3. Pipet Otomatis Merk BioHit Proline Single Channel 5

6 3. Prosedur Penggunaan Pipet Mohr dan Pipet Spuit Prosedur penggunaan Pipet Mohr a. Menyiapkan beaker glass yang telah terisi aquadest b. Menyiapkan pipet Mohr yang terdiri dari pipa kaca berskala dan balon karet dengan 3 titik stop yaitu A(airway), S(suction) dan E c. Menekan titik A sambil mengempeskan balon karet d. Menghisap cairan di dalam beaker glass dengan memasukkan ujung pipet ke dalam air dan menekan titik S hingga volume yang dibutuhkan e. Memindahkan cairan di dalam pipet otomatik ke dalam wadah(cawan petri) yang telah diletakkan di atas timbangan yang telah di nolkan sebelumnya, dengan cara menekan titik E hingga keluar cairan sebanyak 1 ml f. Mengukur berat Aquadest yang telah dikeluarkan dan mencatat berat Aquadest yang muncul di layar timbangan Prosedur penggunaan Pipet Mohr a. Menyiapkan beaker glass yang telah terisi aquadest b. Menyiapkan pipet spuit, menekan pendorong spuit hingga maksimal dan mengencangkan sambungan jarum spuit c. Menghisap cairan di dalam beaker glass dengan memasukkan ujung jarum ke dalam air hingga melebihi volume yang dibutuhkan, kemudian mengeluarkan gelembung udara dan kelbihan volume hingga batas pendorong tepat pada skala 1 ml d. Memindahkan cairan di dalam pipet otomatik ke dalam wadah(cawan petri) yang telah diletakkan di atas timbangan yang telah di nolkan sebelumnya, dengan cara menekan pendorong spuit e. Mengukur berat Aquadest yang telah dikeluarkan dan mencatat berat Aquadest yang muncul di layar timbangan 6

7 Gambar 4. Pipet Spuit(kiri) dan Pipet Mohr(kanan) B. Membandingkan akurasi dan presisi penggunaan pipet otomatik, pipet Mohr serta pipet Spuit 1. Prosedur Kerja a. Menghidupkan timbangan digital Sartorius dan dibiarkan selama 5 menit sebelum digunakan b. Me nol kana lat timbangan c. Meletakkan cawan petri pada alas timbangan dan menge nol kan kembali d. Mengambil pipet dan member label 1, 2, 3 dan seterusnya e. Memasang tip pipet dan mengatur volume pipet sampai nilai maksimalnya (percobaan dilakukan pada pipet Pipet Otomatik berukuran μl yang berjumlah 5 buah dan pipet otomatik berukuran μl yang berjumlah 4 buah; sementara pipet otomatik yang berukuran 1-10 μl dan μl masing masing hanya berjumlah satu buah sehingga tidak dapat dibandingkan) f. Menghisap air dari beaker glass dan memindahkannya ke atas timbangan g. Percobaan dilakukan kembali untuk pipet ke 2,3,4 dan 5 7

8 Gambar 5. Pipet Otomatik dengan volume μl Gambar 6. Pipet Otomatik dengan volume μl 8

9 Gambar 7. Pipet otomatik berukuran μl (atas) dan 1-10 μl (bawah) Gambar 8. Tip Pipet Otomatik, yang berwarna kuning untuk pipet bervolume μl, sementara biru untuk pipet bervolume besar seperti μl C. Latihan Membuat Larutan Prosedur Pembuatan larutan 1. Membaca dengan detail resep larutan yang akan dibuat, bila diperlukan, dipersiapkan terlebih dahulu perhitungannya 2. Mengumpulkan bahan kimia yang akan dipakai dan meletakkan di dekat timbangan digital 9

10 Gambar 9. Bahan kimia yang dibutuhkan untuk pembuatan larutan 3. Menyiapkan alat lain yang dibutuhkan yaitu cawan petri, sendok, beaker glass, gelas ukur 4. Menimbang jumlah bahan kimia yang dibutuhkan dengan hati-hati 5. Ketika selesai menimbang, bahan kimia dikembalikan ke tempatnya dan mebersihkan timbangan serta tempat sekelilingnya serta membawa beaker glass ke meja kerja 6. Menuangkan aquadest secukupnya (kurang dari jumlah aquadest yang dibutuhkan pada resep) ke dalam beaker glass, kemudian meletakkan stir bar dengan ukuran sesuai ke dalam beaker glass. Kemudian beaker glass diletakkan di atas otomatic stirrer untuk melarutkan bahan kimia dengan kecepatan sedang 7. Setelah terlarut, menuangkan larutan ke dalam gelas ukur yang sesuai, kemudian membilas beaker glass dengan aquadest dan memasukkan bilasan ke dalam gelas ukur berisi larutan tersebut. Kemudian menambahkan aquadest sampai mencapai volume yang dibutuhkan di dalam resep 8. Membersihkan semua alat yang pernah dipakai dan merapikan temat kerja 10

11 Gambar 10. Multi Stirrer untuk melarutkan bahan kimia di dalam larutan Larutan yang harus dibuat adalah ml 0,25 M Na 2 HPO 4 (Natrium monohidrogen fosfat atau natrium fosfat dibasik (HPO - 4 )) ml 0,25 M NaH 2 PO 4 (Natrium dihidrogen fosfat atau natriom fosfat monobasik(h 2 PO - 4 )) ml 5% Glukosa ml 0,7 M CuSO 4.5H 2 O ml 1 M Na OH 6. 1,5 x 10-1 liter 70% etanol (etanol absolute berada pada konsentrasi 95%) ml 1,2 M Natrium Sitrat (Na 3 C 6 H 6 O 7 ), 1,6 M Na 2 CO 3. H 2 O 11

12 BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengukuran adalah kegiatan atau proses mengaitkan angka secara empiris dan obyektif kepada sifat-sifat obyek atau kejadian nyata sedemikian rupa sehingga angka tadi dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai obyek atau kejadian tersebut, (Permenkes No. 363 Tahun 1998). Pengukuran baik berat maupun volume serta pembuatan larutan merupakan beberapa teknik dasar yang diperlukan di dalam laboratorium. Salah satu alat yang digunakan untuk mengukur massa atau berat yang sering digunakan dalam laboratorium adalah Timbangan digital Sartorius. Sementara Pipet merupakan salah satu jenis instrument yang digunakan untuk mengukur volume cairan. (Turgeon, 2016) Dalam proses pengukuran suatu variabel, diperlukan alat ukur yang biasa disebut instrumen(matondang, 2009). Hasil pengukuran yang diperoleh dapat menunjukkan variasi, baik akibat faktor pasien, pemeriksa, alat atau faktor bias lainnya(pratiknya, 2007). Untuk mengurangi kesalahan pengukuran atau bias maka yang harus diperhatikan adalah (1) Alat ukut yang digunakan harus sensitif, valid dan reliabel serta (2) Pengukur harus trampil dan dalam kondisi yang stabil (Sanusi, 2005). Alat ukur yang reliabel artinya alat ukur yang memiliki keakurasian dan presisi yang baik. Presisi adalah konsistensi pada pengukuran berulang. Presisi tidak memiliki nilai numeric, nilainya dapat diukur dari nilai impresisi. Tingkat presisi yang tinggi atau impresisi yang kecil berarti terdapat variasi yang kecil ketika dilakukan pengukuran berulang pada sampel yang sama. Sementara inakurasi adalah perbedaan numeric antara nilai rata-rata dari sebuah set pengukuran berulang dengan nilai normalnya. Akurasi yang tinggi diperoleh bila inakurasi kecil, yaitu perbedaan antara nilai rata rata dan nilai yang seharusnya(ylatupa, 1997). Inakurasi dihitung dengan Systematic error, sementara, impresisi diperoleh dari nilai Random eror, yaitu nilai standar deviasi dari set pengukuran berulang(www.biohit.com) 12

13 Rumus Standard Deviasi s= ( ) s= Standar deviasi= Random Error =Impresisi n= Jumlah percobaan x= Hasil pengukuran berat pada pengukuran ke i Rumus Systematic Error = Inaccuracy = A = A= inakurasi= Systematic error = nilai rata rata dari satu set pengukuran berulang = nilai yang diset (1 ml= 1 gram) A. Latihan Penggunaan Timbangan digital dan pipet otomatik, pipet Mohr serta pipet spuit Tabel 1. Praktikan Hasil Hasil Pengukuran dengan pipet Otomatik μl Hasil Pengukuran Pipet otomatik(g) A B C D E F G H I Rata-rata Standard Deviasi Inakurasi (A) Keterangan A Irma D Karin G Dinno B Rahmi E Henny H Bina C Yuli F Siska I TM Reza 13

14 Tabel. 2 Praktikan Hasil Hasil Pengukuran dengan Pipet Mohr Hasil pengukuran Pipet Mohr (g) A B C D E F G H I Rata-rata Standard Deviasi Inakurasi (A) Keterangan A Irma D Karin G Dinno B Rahmi E Henny H Bina C Yuli F Siska I TM Reza Tabel 3. Hasil Pengukuran dengan pipet Spuit Hasil Pengukuran Pipet Spuit (g) Praktikan Hasil A B C D E F G H I Rata-rata Standard Deviasi Inakurasi (A) Keterangan A Irma D Karin G Dinno B Rahmi E Henny H Bina C Yuli F Siska I TM Reza 14

15 Berat (g) Pipet otomatik A B C D E F G H I Praktikan Gambar 12. Grafik Perbandingan Rata-Rata Pengukuran Berat 1 ml Aquadest diantara Praktikan menggunakan Pipet Otomatik 1000 μl disertai dengan Standard Deviasi Berat (mg) Pipet Mohr A B C D E F G H I Praktikan Gambar 13. Grafik Perbandingan Rata-Rata Pengukuran Berat 1 ml Aquadest diantara Praktikan menggunakan Pipet Mohr disertai dengan Standard Deviasi 15

16 Berat (mg) Pipet Spuit A B C D E F G H I Praktikan Gambar 14. Grafik Perbandingan Rata-Rata Pengukuran Berat 1 ml Aquadest diantara Praktikan menggunakan Pipet Spuit disertai Standard Deviasi Berat (mg) Pipet otomatik Pipet Mohr Pipet Spuit A B C D E F G H I Praktikan Gambar 15. Grafik Perbandingan Rata-Rata Pengukuran Berat 1 ml Aquadest yang Diambil dengan Pipet Otomatik 1000 μl, Pipet Mohr dan Pipet Spuit 16

17 Tabel 4. Perbandingan total rata rata pengukuran, Impresisi atau Standard Deviasi (Random Eror) dan Inakurasi atau Systematic Error diantara Pipet Otomatik 1000 μl, Pipet Mohr dan Pipet Spuit Pipet Otomatik Pipet Mohr Pipet Spuit Rata rata Impresisi Inakurasi Gambar merupakan grafik yang menunjukkan perbandingan rata rata pengukuran berat Aquadest yang diambil dengan Pipet Otomatik, Pipet Mohr dan Pipet Spuit disertai dengan Stadard deviasinya. Secara individual dapat terlihat yaitu standard deviasi diantara praktikan pada penggunaan pipet otomatik lebih kecil dibandingkan pada pipet Mohr maupun pipet spuit. Penggunaan pipet Mohr yang dilakukan oleh praktikan F memiliki standar deviasi tertinggi, sementara standar deviasi terendah adalah dengan pipet otomatik yang dilakukan oleh praktikan D Pada gambar 15 tampak perbedaan diantara Pipet Otomatik, Pipet Mohr dan Pipet Spuit yang dilakukan oleh 9 praktikan. Dari grafik terlihat bahwa hasil pengukuran dengan pipet otomatik yang dilakukan sebagian besar praktikan mendekati nilai 1,000 gram dibandingkan pengukuran dengan pipet Mohr maupun dengan pipet Spuit. Hal ini juga diperkuat dari perhitungan total rata rata pengukuran ketiga jenis pipet pada table 4, dimana tingkat impresisi dan inakurasi pada pipet otomatik paling kecil dibandingkan pipet Mohr dan pipet spuit. Sementara pipet spuit memiliki nilai impresisi dan inakurasi yang paling besar. Artinya, pipet otomatik memiliki keakuratan (nilai yang diperoleh mendekati nilai nyata yang seharusnya) lebih tinggi dan presisi yang tinggi dibandingkan pipet Mohr dan pipet spuit. Salah satu praktikan (praktikan I) mampu memperoleh nilai rata-rata pengukuran mengunakan pipet otomatik 1000 μl sama dengan 1 gram, sehingga nilai inakurasinya bernilai nol atau sangat akurat. Biohit menyebutkan bahwa beberapa faktor dapat mempengaruhi akurasi dan presisi pipet. Yang pertama adalah suhu. Semua pipetor sangat sensitive terhadap perbedaan suhu antara sampel 17

18 dan lingkungan, semakin kecil perbedaan suhu antara pipetor, tip dan sampel yang akan dipipet maka semakin akurat hasilnya. Pada percobaan ini sampel, pipet dan tip berada di ruang yang sama sehingga kemungkinan suhunya juga tidak berbeda. Faktor yang ke dua adalah viskositas cairan yang dipipet. Namun pada percobaan kali ini menggunakan aquadest sehingga tidak begitu menimbulkan masalah bila dibandingkan pada cairan dengan viskositas tinggi seperti serum. Faktor yang ketiga adalah pengalaman dari penguna pipet. Semakin berpengalaman pengguna pipet maka semakin akurat dan presisi hasil yang diperoleh. Performansi pipet otomatik juga dipengaruhi oleh pemilihan tip pipet yang digunakan. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan presisi, sebaiknya menggunakan tip yang diproduksi oleh pabrik yang sama dengan pembuat pipet. Bila tidak memungkinkan, maka perlu diuji performansi dari tip tersebut sebelum digunakan untuk prosedur penelitian atau laboratorium lainnya. Selain perbedaan suhu antara pipet, tip dan sampel yang telah dibahas sebelumnya, perbedaan tekanan udara dan kelembaban udara di lingkungan juga mempengaruhi(ylatupa, 1997). Teknik pipetting juga sangat mempengaruhi akurasi dan presisi dari mikropipet. Penggunaan mikropipet ini membutuhkan keterampilan dan pengalaman untuk dapat melakukannya dengan benar. Beberapa tips yang harus diperhatikan dalam menggunakan mikropipet: 1. Tip harus dipilih sesuai dengan volume mikropipet yang digunakan untuk meminimalisasi rongga udara antara piston dan cairan 2. Ujung tip tidak boleh dimasukkan ke dalam cairan terlalu dalam, hanya cukup sekitar 2-3 mm di atas permukaan cairan 3. Melakukan Pre-wetting tip dapat meningkatkan akurasi dan presisi 4. Aspirasi cairan dilakukan perlahan lahan, tidak terlalu cepat 18

19 Kesimpulan 1. Pipet otomatik atau mikropipet memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan pipet Mohr dan pipet Spuit. Hal ini dapat terlihat dari grafik pengukuran berat (menggunakan timbangan digital Sartorius) 1 ml aquadest yang diambil menggunakan pipet otomatik bervolume μl, pipet Mohr dan Pipet Spuit. Sebagian besar praktikan dapat mencapai hasil mendekati 1,000 g (1 ml) dengan pipet otomatik 2. Nilai rata rata Inakurasi dan impresisi diantara praktikan pada penggunaan pipet otomatik paling rendah diantara ketiga pipet, diikuti dengan pipet Mohr dan yang terbesar adalah pipet spuit 3. Secara individual, Nilai random error atau standard deviasi tertinggi terjadi pada penggunaan pipet Mohr oleh praktikan F yaitu sebesar 0,0857 sementara nilai standar deviasi terendah terjadi pada pengukuran dengan pipet otomatik yang dilakukan oleh praktikan D yaitu sebesar 0,0013. Artinya hasil pengukuran menggunakan pipet otomatik yang dilakukan praktikan D paling presisi diantara pengukuran lainnya. 4. Secara individual, nilai inakurasi tertinggi adalah pengukuran dengan pipet spuit yang dilakukan oleh praktikan H dengan nilai inakurasi sebesar 0,134. Sementara nilai inakurasi paling rendah adalah pengukuran dengan pipet otomatik yang dilakukan oleh praktikan I dengan nilai inakurasi sebesar 0. Artinya pengukuran dengan pipet otomatik yang dilakukan oleh praktikan I paling akurat dibandingkan pengukuran lainnya. 19

20 B. Membandingkan Akurasi Dan Presisi Penggunaan Pipet Otomatik Pada uji akurasi dan presisi beberapa pipet otomatik yang tersedia di laboratorium, dilakukan uji pada 5 buah Mikropipet μl dan 4 buah Mikropipet μl. Berdasarkan standard DIN 12650, suatu standard yang mengatur alat alat mekanik yang berupa air-displacement dan positive displacement piston-operated pipettors serta spesifik untuk uji presisi dan akurasi menggunakan uji gravimetrik pada alat alat volumetrik yang dijadikan panduan bagi perusahaan Biohit, nilai maximum error(f max ) untuk Mikropipet μl adalah ±10 μl dengan maksimum eror relatif (F max %) sebesar 1,0%. Sementara untuk Mikropipet μl nilai F max sebesar ±1,50 μl dengan F max % sebesar 1,5%. Bila dianggap 1 gram=1ml=1000 μl, maka F max untuk Mikropipet μl adalah 0,010 gram sementara untuk Mikropipet μl F max adalah 0,0015 gram. Standard ini merupakan dasar pembuatan standard ISO(www.biohit.com). Rumus untuk menghitung maximum error (F max ) F= A + 2s F= nilai eror A= nilai inakurasi s= Standard Deviasi Rumus untuk menghitung maksimum eror relatif (F max %) F%= A% + 2CV% A % = Persentasi inakurasi = x 100% CV% = Persentasi impresisi = x100% F% = nilai eror relatif = nilai yang diset (1 ml= 1 gram) 20

21 Tabel 5 Hasil Hasil Uji akurasi dan Presisi diantara beberapa Pipet Mikropipet μl Berat timbangan (g) Mikropipet μl Rata-rata s A F *0.010 * F relative(%) ** * Berada di dalam batas maksimum eror ** Berada dalam batas maksimum eror relatif berat Aquadest (gram) Mikropipet μl Nomor Mikropipet Gambar 16. Rata rata berat Aquadest yang diambil dengan Mikropipet μl 21

22 berat Aquadest (gram) Mikropipet μl Nomor Mikropipet Gambar 16. Rata rata berat Aquadest yang diambil dengan Mikropipet μl Kesimpulan Beradasarkan hasil uji akurasi dan presisi menggunakan teknik gravimetric dan dibandingkan dengan standar DIN Nilai inakurasi (A) yang paling tinggi adalah pipet nomor 5, sementara nilai inakurasi (A) yang paling rendah adalah pipet nomor 2 yaitu sebesar 0, artinya Mikropipet μl nomor 2 adalah yang paling akurat diantara kelima pipet dengan volume yang sama 2. Nilai inakurasi(a) yang paling rendah pada Mikropipet μl nomor 2, artinya mikropipet tersebut memiliki akurasi yang lebih baik dibandingkan 3 pipet lainnya 3. Nilai impresisi atau random error atau standard deviasi (s) yang paling tinggi pada Mikropipet μl nomor 3 yaitu sebesar 0,0082, sementara nilai s yang paling rendah adalah pada Mikropipet μl nomor 1 yaitu 0,0031, artinya diantara kelima pipet tersebut, pipet nomor 1 memiliki presisi yang paling baik 4. Nilai impresisi untuk Mikropipet μl yang terendah adalah pada mikropipet nomor 2, artinya mikropipet nomor 2 selain memiliki 22

23 akurasi yeng lebih baik juga memiliki nilai presisi yang lebih baik dibandingkan 3 pipet lainnya 5. Nilai eror (F) pada Mikropipet μl yang masih berada dalam batas nilai eror maksimum pada Standard DIN1260 (F max =0,010) adalah mikropipet nomor 1 dan 2, yaitu 0,010 dan 0,007. Namun nilai relatif yang berada di dalam batas maksimum eror relatif (F max % =1,00%) hanya mikro pipet nomor 2 yaitu 0,7211%. 6. Nilai eror (F) pada Mikropipet μl tidak ada yang berada dalam ambang batas maksimal (F max =0,0015) dan (F max %=1,5%). C. Latihan membuat larutan Tabel 6. Menghitung bahan kimia yang dibutuhkan dalam larutan No Larutan Perhitungan ml 0,25 M Na 2 HPO 4 (Natrium monohidrogen fosfat atau natrium fosfat dibasik (HPO - 4 )) Berat Molekul(BM) = [2(Na)+(H)+(P)+4(O)]+2{2(H)+(O)] = [2(23)+(1)+(31)+4(16)]+2{2(1)+(16)] =178 gram/mol 0,25 M 400 ml Na 2 HPO 4 = 0,25 mol/l x 0,4 L x 178 gram/mol =17,8 gram ml 0,25 M NaH 2 PO 4 (Natrium dihidrogen fosfat atau natriom fosfat monobasik(h 2 PO - 4 )) 17,8 gram Na 2 HPO 4 ditambahkan aquadest hingga mencapai volume 400 ml Berat Molekul(BM) = [(Na)+2(H)+(P)+4(O)] = [(23)+2(1)+(31)+4(16)] =120 gram/mol 0,25 M 400 ml NaH 2 PO 4 = 0,25 mol/l x 0,4 L x 120 gram/mol =12 gram 12 gram NaH 2 PO 4 ditambahkan aquadest hingga mencapai volume 400 ml 23

24 3 50 ml 5% Glukosa Larutan 5% glukosa = 5 gram/100 ml Untuk membuat 50 ml 5% glukosa = 50ml/100ml x 5g = 2,5 g ml 0,7 M CuSO 4.5H 2 O 2,5 gram glukosa ditambahkan aquadest hingga mencapai volume 50 ml Berat Molekul(BM) = [(Cu)+(S)+4(O)]+5[(2(H)+(O)] = [(63,5)+(32)+4(16)]+5[(2(1)+(16)] = 249,5 gram/mol 0,7 M 100 ml CuSO 4.5H 2 O = 0,7 mol/l x 0,1 L x 249,5 gram/mol =17,465 gram 17,465 gram CuSO 4.5H 2 O ditambahkan aquadest hingga mencapai volume 100 ml ml 1 M Na OH Berat Molekul(BM) = [(Na)+(O)+(H)] =[(23)+(16)+(1)] =40 gram/mol 1 M 100 ml NaOH = 1 x 0,1x 40 gram/mol = 4 gram 6 1,5 x 10-1 liter 70% etanol (etanol absolute berada pada konsentrasi 95%) 4 gram NaOH ditambahkan aquadest hingga mencapai volume 100 ml Sediaan etanol berada pada konsentrasi 95% V1C1=V2C2 150ml x 70% = V2 x 95% V2 = 110,52 ml 110,52 ml etanol 95% ditambahkan aquadest 24

25 7 500 ml 1,2 M Natrium Sitrat (Na 3 C 6 H 6 O 7 ), 1,6 M Na 2 CO 3. H 2 O hingga mencapai 150 ml (ditambahkan sebanyak 39,47 ml aquadest) BM Na 3 C 6 H 6 O 7 =[3(Na)+6(C)+6(H)+7(O)] =[3(23)+6(12)+6(1)+7(16)]=259 gr/mol BM Na 2 CO 3. H 2 O =[2(Na)+(C)+3(O)]+[2(H)+(O)] =[2(23)+(12)+3(16)]+[2(1)+(16)]=124 gr/mol 1,2 M 500 ml Na 3 C 6 H 6 O 7 = 1,2 mol x 0,5 L x 259 gr/mol = 155,4 gram 1,6 M 500 ml Na 2 CO 3. H 2 O = 1,6 mol x 0,5 x 124 gr/mol = 99,2 gram 155,4 gram Na 3 C 6 H 6 O 7 dan 99,2 gram Na 2 CO 3. H 2 O kemudian ditambahkan aquadest hingga mencapai 500 ml Gambar 17. Hasil pembuatan larutan 25

26 BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN 1. Pada Uji akurasi dan presisi diantara pipet otomatik, pipet mohr dan pipet spuit, diperoleh nilai inakurasi dan impresisi yang terendah adalah pipet otomatik, artinya akurasi dan presisi pipet otomatik secara total rata rata diantara semua praktikan adalah paling tinggi dibandingkan dengan pipet Mohr dan pipet spuit. 2. Uji akurasi dan presisi diantara Mikropipet μl yang tersedia di laboratorium Biomedik diperoleh hasil bahwa Mikropipet μl yang memiliki akurasi dan presisi paling tinggi adalah mikropipet nomor 2, sementara yang memiliki inakurasi paling tinggi adalah pipet nomor 5 3. Berdasarkan standar yang menjadi acuan biohit untuk mengkalibrasi alat pipetornya, maka mikropipet yang memenuhi standard an memiliki nilai eror (F) yang berada di dalam batas F maksimal adalah mikropipet nomor 1 dan 2, namun secara nilai relative yang memenuhi batas maksimal eror relative (Fmax %) adalah mikropipet nomor 2 4. Sementara Mikropipet μl tidak ada yang memiliki nilai eror di dalam batas maksimal (Fmax). SARAN 1. Perlu adanya buku panduan ( manufacture user manual) dari setiap alat yang dapat diakses oleh praktikan sehingga dapat dipelajari oleh praktikan sebelum praktikum dimulai 2. Ketersediaan peralatan laboratorium seperti beaker glass, gelas ukur, kertas alas timbangan masih terbatas 26

27 DAFTAR PUSTAKA Hasan, M. Iqbal, 2002, Pokok Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia Brochure_ _screen.pdf (diakses 21 Maret 2016) op.pdf (diakses 21 Maret 2016) 21 Maret 2016) https://www.sartorius.com.cn/fileadmin/fm-dam/ddm/lab-products-and- Services/Liquid-Handling/Mechanical- Pipettes/Manuals/Manual_Biohit_Proline_ e.pdf(diakses 21 Maret 2016) Matondang, Zulkifli Validitas dan Reliabilitas Suatu Instrumen Penelitian. Jurnal Tabularasa PPS Unimed. Vol 6. No. 1, Juni 2009 Pratiknya, Ahmad Watik Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Turgeon, Mary Louise Linne & Ringsrud's Clinical Laboratory Science. Concept, Procedure and Clinical Application. 7 th ed. Missouri: Elsevier Mosby Ylatupa, Sari, Liquid Handling Aplication Note. (diakses 21 Maret 2016) 27

LAPORAN PRAKTIKUM 1 TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM 1 TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN LAPORAN PRAKTIKUM 1 TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN Nama Praktikan : T.M. Reza Syahputra Binayanti Nainggolan Tanggal Praktikum : Kamis,17 Maret 216 Tujuan Praktikum: 1. Latihan penggunaan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM I TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 17 Maret 2016

LAPORAN PRAKTIKUM I TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 17 Maret 2016 LAPORAN PRAKTIKUM I TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 17 Maret 2016 SISKA MULYANI NIM : 157008009 DINO RILANDO NIM : 157008006 BAB I TUJUAN PERCOBAAN Tujuan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM I TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 17 Maret 2016

LAPORAN PRAKTIKUM I TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 17 Maret 2016 LAPORAN PRAKTIKUM I TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 17 Maret 2016 SISKA MULYANI NIM : 157008009 DINO RILANDO NIM : 157008006 Tujuan percobaan adalah 1.

Lebih terperinci

NAMA PRAKTIKAN : Yuliandriani Wannur Azah ( ) Rahmiwita ( ) Irma Yanti ( )

NAMA PRAKTIKAN : Yuliandriani Wannur Azah ( ) Rahmiwita ( ) Irma Yanti ( ) LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN NAMA PRAKTIKAN : Yuliandriani Wannur Azah (157008004) Rahmiwita (157008005) Irma Yanti (157008011) HARI/TGL. PRAKTIKUM : Rabu, 17 Maret

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN NAMA PRAKTIKAN : Meutia Atika Faradilla HARI/TGL. PRAKTIKUM : Rabu, 3 maret 2015 Tujuan Praktikum : 1. Latihan menggunakan timbangan

Lebih terperinci

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN Tujuan: i) ii) ii) iii) Latihan teknik timbangan manual, maupun digital Latihan penggunaan pipet otomatik, pipet Mohr serta pipet spuit Latihan membuat

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN IRA ASTUTI HASIBUAN PROGRAM STUDI MAGISTER BIOMEDIK FK USU

LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN IRA ASTUTI HASIBUAN PROGRAM STUDI MAGISTER BIOMEDIK FK USU LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN IRA ASTUTI HASIBUAN 147008008 PROGRAM STUDI MAGISTER BIOMEDIK FK USU Tujuan : 1. Melatih keterampilan mahasiswa menggunakan

Lebih terperinci

Oleh : Melya Susanti Kelompok: melya susanti dan Islah wahyuni Selasa, 3 maret 2015

Oleh : Melya Susanti Kelompok: melya susanti dan Islah wahyuni Selasa, 3 maret 2015 LAPORAN PRAKTIKUM BIOMEDIK TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN Oleh : Melya Susanti Kelompok: melya susanti dan Islah wahyuni Selasa, 3 maret 2015 TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN

Lebih terperinci

TEKNIK DASAR PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL DAN DIGITAL PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL

TEKNIK DASAR PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL DAN DIGITAL PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL LAPORAN PRAKTIKUM 2 TEHNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET, DAN PEMBUATAN LARUTAN Oleh : Jimmy dan Jenny Novina Sitepu Kamis, 26 September 2012 08.00 11.00 Kegiatan Praktikum 2: a. Teknik dasar penggunaan timbangan

Lebih terperinci

Laporan praktikum Teknik Dasar: Pipet, Timbangan, Pembuatan Larutan. : Mesrida Simarmata Nim :

Laporan praktikum Teknik Dasar: Pipet, Timbangan, Pembuatan Larutan. : Mesrida Simarmata Nim : Laporan praktikum Teknik Dasar: Pipet, Timbangan, Pembuatan Larutan Nama : Mesrida Simarmata Nim :147008011 Hari/ Tanggal: Selasa/ 3 Maret 2015 Tujuan Praktikum: 1. Teknik dasar penggunaan timbangan manual

Lebih terperinci

BM506 USU LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN Seri Rayani Bangun Melviana Lubis RABU/2 OKTOBER 2013

BM506 USU LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN Seri Rayani Bangun Melviana Lubis RABU/2 OKTOBER 2013 LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN Seri Rayani Bangun Melviana Lubis RABU/2 OKTOBER 2013 TUJUAN PRAKTIKUM Agar mahasiswa mampu : 1. menggunakan timbangan manual dan

Lebih terperinci

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN Tujuan: i) ii) ii) iii) Latihan penggunaan timbangan manual dan digital Latihan penggunaan pipet otomatik, pipet Mohr serta pipet spuit Latihan membuat

Lebih terperinci

TUGAS INDIVIDU LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

TUGAS INDIVIDU LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN TUGAS INDIVIDU LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN DOSEN : TIM LABOR Disusun oleh : ISLAH WAHYUNI NIM : 4 784 PROGRAM STUDI MAGISTER BIOMEDIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

A. TEKNIK DASAR PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL DAN DIGITAL

A. TEKNIK DASAR PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL DAN DIGITAL LAPORAN PRAKTIKUM 2 TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN Oleh : Ningrum Wahyuni Kegiatan Praktikum 2 : a. Teknik dasar penggunaan timbangan manual dan digital b. Teknik dasar penggunaan

Lebih terperinci

: Adenin Dian Musrifani NIM : : Magister Ilmu Biolmedik : Teknik Dasar Pipet, Timbangan, dan Pembuatan Larutan TUJUAN :

: Adenin Dian Musrifani NIM : : Magister Ilmu Biolmedik : Teknik Dasar Pipet, Timbangan, dan Pembuatan Larutan TUJUAN : NAMA : Adenin Dian Musrifani NIM : 147008020 PRODI : Magister Ilmu Biolmedik JUDUL : Teknik Dasar Pipet, Timbangan, dan Pembuatan Larutan TUJUAN : 1. Latihan teknik timbangan manual, maupun digital 2.

Lebih terperinci

TEKNIK DASAR LABORATORIUM: PIPET; TIMBANGAN; PEMBUATAN LARUTAN.

TEKNIK DASAR LABORATORIUM: PIPET; TIMBANGAN; PEMBUATAN LARUTAN. LAPORAN PRAKTIKUM I TEKNIK DASAR LABORATORIUM: PIPET; TIMBANGAN; PEMBUATAN LARUTAN. Nama Praktikan Group Praktikan : Lasmono Susanto : Ika Warastuti Lasmono Susanto Hari/tanggal praktikum: Senin/2 Maret

Lebih terperinci

Latihan penggunaan pipet otomatik, pipet Mohr serta pipet spuit 3. Latihan membuat larutan 4. Latihan pembuatan dan interpretasi grafik

Latihan penggunaan pipet otomatik, pipet Mohr serta pipet spuit 3. Latihan membuat larutan 4. Latihan pembuatan dan interpretasi grafik Laporan Praktikum 1 TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN Tujuan Praktikum: 1. Latihan teknik timbangan manual, maupun digital 2. Latihan penggunaan pipet otomatik, pipet Mohr serta pipet spuit

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM JUDUL PRAKTIKUM: TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM JUDUL PRAKTIKUM: TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN LAPORAN PRAKTIKUM JUDUL PRAKTIKUM: TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN NAMA MAHASISWA : - Debby Mirani Lubis - T. Barlian WAKTU KEGIATAN : RABU/2 OKTOBER 2013, Pukul 08.00-11.00 I. TUJUAN

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 2 TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN DISUSUN OLEH : JEKSON MARTIAR SIAHAAN DAN MARIA LESTARI

LAPORAN PRAKTIKUM 2 TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN DISUSUN OLEH : JEKSON MARTIAR SIAHAAN DAN MARIA LESTARI LAPORAN PRAKTIKUM 2 TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN DISUSUN OLEH : JEKSON MARTIAR SIAHAAN DAN MARIA LESTARI Kamis 24 september 2012 14.00 s/d 16.00 wib TUJUAN : 1. Latihan penggunaan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. HARI/TGL. PRAKTIKUM : Rabu, 3 Maret 2015

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. HARI/TGL. PRAKTIKUM : Rabu, 3 Maret 2015 LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN NAMA PRAKTIKAN : Fani Nuryana Manihuruk HARI/TGL. PRAKTIKUM : Rabu, 3 Maret 2015 Tujuan Praktikum : 1. Latihan menggunakan timbangan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 02 TEKNIK DASAR : PIPET,TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN.

LAPORAN PRAKTIKUM 02 TEKNIK DASAR : PIPET,TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. LAPORAN PRAKTIKUM 02 TEKNIK DASAR : PIPET,TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. Oleh : Yulia Fitri (127008005) dan Liza Mutia (127008017) I. Tujuan: Agar mahasiswa memiliki keterampilan dalam : 1. Menggunakan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 1 Teknik Dasar: Pipet, Timbangan, Pembuatn Larutan ALAT DAN BAHAN: Alat Bahan

LAPORAN PRAKTIKUM 1 Teknik Dasar: Pipet, Timbangan, Pembuatn Larutan ALAT DAN BAHAN: Alat Bahan LAPORAN PRAKTIKUM 1 Teknik Dasar: Pipet, Timbangan, Pembuatn Larutan Nama : Atri Gustiana Gultom Hari/tanggal : Selasa/03 Maret 2015 Tujuan Praktikum : 1. Latihan teknik timbangan manual, maupun digital

Lebih terperinci

Tabel 1. Data Hasil Penggunaan Timbangan Manual dan Digital

Tabel 1. Data Hasil Penggunaan Timbangan Manual dan Digital LAPORAN PRAKTIKUM BIOMEDIK I Nama : Ika Waraztuty Tgl Praktikum : 3 Maret 2015 Judul Praktikum : Teknik dasar : Pipet, Timbangan, Pembuatan Larutan Tujuan Praktikum : 1. Latihan penggunaan timbangan manual

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 2 : TEKNIK DASAR PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. Henny Erina Saurmauli Ompusunggu. Rebecca Rumesty Lamtiar. Nunung Sri Mulyani

PRAKTIKUM 2 : TEKNIK DASAR PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. Henny Erina Saurmauli Ompusunggu. Rebecca Rumesty Lamtiar. Nunung Sri Mulyani PRAKTIKUM 2 : TEKNIK DASAR PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN Henny Erina Saurmauli Ompusunggu Rebecca Rumesty Lamtiar Nunung Sri Mulyani Tujuan: 1. Latihan teknik timbangan manual, maupun digital 2.

Lebih terperinci

LAPORAN PRATIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. Agar Mahasiswa/i mampu memiliki kemampuan dan mengetahui teknik :

LAPORAN PRATIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. Agar Mahasiswa/i mampu memiliki kemampuan dan mengetahui teknik : LAPORAN PRATIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN Nama Praktikan : Yunita Wannur Azah Grup Praktikan : Grup Pagi (10.00 s/d 13.00) Kelompok : 1 Hari/Tgl Pratikum : Selasa, 03 Maret 2015

Lebih terperinci

BIOMEDIK USU Laporan Praktikum 2 Teknik Dasar: Pipet, Timbangan, Pembuatan Larutan

BIOMEDIK USU Laporan Praktikum 2 Teknik Dasar: Pipet, Timbangan, Pembuatan Larutan Laporan Praktikum 2 Teknik Dasar: Pipet, Timbangan, Pembuatan Larutan BIOMEDIK USU 2013 Nama : Maya Anjelir Antika Winda Kharunnisa Harahap Yuni Rahmayanti Hari/Tanggal : Rabu/02 Oktober 2013 Tujuan Praktikum

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM TEHNIK DASAR : PENGGUNAAN PIPET, TIMBANGAN DAN PEMBUATAN LARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM TEHNIK DASAR : PENGGUNAAN PIPET, TIMBANGAN DAN PEMBUATAN LARUTAN Hari/Tanggal Praktikum : Kamis/22 September 2011 Nama Mahasiswa : Taya Elsa Savista LAPORAN PRAKTIKUM TEHNIK DASAR : PENGGUNAAN PIPET, TIMBANGAN DAN PEMBUATAN LARUTAN Tujuan Praktikum : Agar mahasiswa/i

Lebih terperinci

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN Tujuan: i) ii) ii) iii) Latihan teknik timbangan manual, maupun digital Latihan penggunaan pipet-pipet otomatik, Mohr serta spuid Latihan membuat larutan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA LAPORAN PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Nama : T.M. Reza Syahputra Dinno Rilando Hari / Tgl: Kamis / 24 Maret 2016 Tujuan Praktikum: 1. Mahasiswa/i dapat memahami pengertian dan fungsi

Lebih terperinci

: Kirana patrolina sihombing

: Kirana patrolina sihombing Laporan Praktikum Biomedik BM 506 Tema : ph Meter, Buffer dan Pengenceran Hari/Tanggal Praktikum : Selasa/10 Maret 2015 Jam Nama Praktikan Tujuan Praktikum : 10.00 WIB 14.00 WIB : Melya Susanti : Kirana

Lebih terperinci

: Kirana patrolina sihombing

: Kirana patrolina sihombing Laporan Praktikum Biomedik BM 506 Tema : ph Meter, Buffer dan Pengenceran Hari/Tanggal Praktikum : Selasa/10 Maret 2015 Jam Nama Praktikan Tujuan Praktikum : 10.00 WIB 14.00 WIB : Melya Susanti : Kirana

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 02 TEKNIK DASAR : PIPET,TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. Leo Pardon Sipayung

LAPORAN PRAKTIKUM 02 TEKNIK DASAR : PIPET,TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. Leo Pardon Sipayung LAPORAN PRAKTIKUM 02 TEKNIK DASAR : PIPET,TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. Leo Pardon Sipayung Tujuan: 1. Latihan menggunakan timbangan manual maupun digital 2. Latihan menganalisa akurasi hasil pengukuran

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Nama : Muhammad Yunus dan Yuni Rahmayanti Tanggal praktikum : 17 Oktober 2013 Kelompok : Siang (12.00-15.00) Tujuan : 1. Mampu menggunakan alat ukur

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA LAPORAN PRAKTIKUM ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Nama : 1. Irmayanti (157008011) 2. Binayanti Nainggolan (157008008) 3. Henny Gusvina Batubara (157008010) Tanggal Praktikum : 31 Maret 2016 Tujuan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 02 TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN.

LAPORAN PRAKTIKUM 02 TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. LAPORAN PRAKTIKUM 02 TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. Nama : Herviani Sari (127008008) Rika Nailuvar Siregar (127008004) Tanggal : 27 September 2012 Tujuan: 1. Latihan menggunakan timbangan

Lebih terperinci

KESEIMBANGAN ASAM BASA

KESEIMBANGAN ASAM BASA LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA NAMA PRAKTIKAN : Fani Nuryana Manihuruk (NIM 147008013) Mesrida Simarmata (NIM 147008011) HARI/TGL. PRAKTIKUM : Selasa, 10 Maret 2015 TUJUAN

Lebih terperinci

LAPORAN PRATIKUM II PRATIKUM PH METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRATIKUM II PRATIKUM PH METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA LAPORAN PRATIKUM II PRATIKUM PH METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA NAMA : ASTRID SISKA PRATIWI (147008007) IKA WARAZTUTY (147008019) PRODI : MAGISTER ILMU BIOMEDIK TGL PRATIKUM : 10 MARET 2015 TUJUAN

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 2. : Magister Ilmu Biolmedik : ph meter, persiapan larutan penyangga Tanggal pelaksanaan : 10 Maret 2015

LAPORAN PRAKTIKUM 2. : Magister Ilmu Biolmedik : ph meter, persiapan larutan penyangga Tanggal pelaksanaan : 10 Maret 2015 LAPORAN PRAKTIKUM NAMA PRAKTIKAN : Nini Chairani (14700801) Zakirullah Syafei (1470080) PRODI : Magister Ilmu Biolmedik JUDUL : ph meter, persiapan larutan penyangga Tanggal pelaksanaan : 10 Maret 015

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Nama : Ayu Elvana (127008013) & Rika Nailuvar Sinaga ( Tanggal praktikum : 4 Oktober 2012 Kelompok : Siang (12.00-15.00) Tujuan : 1. Mampu menggunakan

Lebih terperinci

Laporan Praktikum ph Meter, Persiapan Larutan Penyangga

Laporan Praktikum ph Meter, Persiapan Larutan Penyangga Laporan Praktikum ph Meter, Persiapan Larutan Penyangga Hari / Tanggal Praktikum : Kamis / 4 Oktober 2012 Nama Praktikan : Rica Vera Br. Tarigan dan Nunung Sri Mulyani Tujuan Praktikum: Agar Mahasiswa/i

Lebih terperinci

PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA LAPORAN PRAKTIKUM : 2 PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Nama : Sunarti NIM :147008015 Hari/ tgl: Selasa, 3 Maret 2015 Tujuan Praktikum: 1. Mengerti prnsip dasar tentang larutan buffer (penyangga)

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA LAPORAN PRAKTIKUM ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Nama : Meutia Atika Faradilla (147008014) Sri Wulandari (147008005) Tanggal Praktikum : 10 Maret 2015 Tujuan Praktikum : 1. Memahami prinsip dasar

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 3 : PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, PENGENCERAN STOK GLUKOSA. Oleh : Henny Erina Saurmauli Ompusunggu. Jekson Martiar Siahaan

PRAKTIKUM 3 : PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, PENGENCERAN STOK GLUKOSA. Oleh : Henny Erina Saurmauli Ompusunggu. Jekson Martiar Siahaan PRAKTIKUM 3 : PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, PENGENCERAN STOK GLUKOSA Oleh : Henny Erina Saurmauli Ompusunggu Jekson Martiar Siahaan I. Tujuan Praktikum 1. Memahami prinsip-prinsip dasar larutan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 2 BM 506. ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM 2 BM 506. ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA LAPORAN PRAKTIKUM 2 BM 506 ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Nama Praktikan : Lasmono Susanto Ira Astuti Group : Biomedik 2014 Hari : Selasa/10 Maret 2015 TUJUAN: Praktikan mampu memahami prinsip-prinsip

Lebih terperinci

Laporan Praktikum 3. Praktikum 3 : ph meter, Persiapan larutan penyangga, Pengenceran stok glukosa. Oleh : Rebecca Rumesty L dan Jimmy

Laporan Praktikum 3. Praktikum 3 : ph meter, Persiapan larutan penyangga, Pengenceran stok glukosa. Oleh : Rebecca Rumesty L dan Jimmy Laporan Praktikum 3 Praktikum 3 : ph meter, Persiapan larutan penyangga, Pengenceran stok glukosa Oleh : Rebecca Rumesty L dan Jimmy Hari/Tanggal Praktikum : Kamis / 4 Oktober 2012 Jam : 12.00 15.00 WIB

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGAN, DAN PENGENCERAN

LAPORAN PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGAN, DAN PENGENCERAN LAPORAN PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGAN, DAN PENGENCERAN KELOMPOK PRAKTIKAN : Hadiyatur Rahma dan Yunita Wannur Azza GRUP PRAKTIKAN : Grup Pagi (10.00-13.00) HARI/TGL. PRAKTIKUM : Selasa,

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 3 ph METER, BUFFER, dan PENGENCERAN DISUSUN OLEH : MARIA LESTARI DAN YULIA FITRI GHAZALI Kamis 04 Oktober s/d 16.

LAPORAN PRAKTIKUM 3 ph METER, BUFFER, dan PENGENCERAN DISUSUN OLEH : MARIA LESTARI DAN YULIA FITRI GHAZALI Kamis 04 Oktober s/d 16. LAPORAN PRAKTIKUM 3 ph METER, BUFFER, dan PENGENCERAN DISUSUN OLEH : MARIA LESTARI DAN YULIA FITRI GHAZALI Kamis 04 Oktober 2012 14.00 s/d 16.00 wib TUJUAN : 1. Agar mahasiswa dapat memahami prinsip-prinsip

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 2 ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 31 Maret 2016

LAPORAN PRAKTIKUM 2 ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 31 Maret 2016 LAPORAN PRAKTIKUM 2 ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : Kamis, 31 Maret 2016 RAHMAWITA NIM : 157008005 SISKA MULYANI NIM : 157008009 BAB I TUJUAN PERCOBAAN 1. Dapat mengerti

Lebih terperinci

Laporan Praktikum 3. ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga

Laporan Praktikum 3. ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga Laporan Praktikum 3 ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga Hari/Tanggal Praktikum : Kamis / 4 Oktober 2012 Jam : 08.00 11.00 WIB Kelompok : 2 Nama Praktikan : Sari Karolina Surbakti Lucia Aktalina 1.

Lebih terperinci

ph = pk a + log ([A - ]/[HA])

ph = pk a + log ([A - ]/[HA]) PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Tujuan: i) Memahami prinsip prinsip dasar larutan buffer ii) Latihan penggunaan ph meter iii) Latihan persiapan pembuatan buffer fosfat dengan teknik titrasi iv) Latihan

Lebih terperinci

PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA DAN PH METER

PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA DAN PH METER LAPORAN PRAKTIKUM 2 PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA DAN PH METER NAMA: 1. YULIANDRIANI (NIM: 157008004) 2. KARIN TIKA FITRIA (NIM: 157008003) HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : KAMIS / 31 MARET 2016 TEMPAT : LABORATORIUM

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 2:

LAPORAN PRAKTIKUM 2: LAPORAN PRAKTIKUM 2: PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, PENGENCERAN STOK GLUKOSA Oleh : AMIRUL HADI (137008015) SERI RAYANI BANGUN (137008003) Waktu praktikum : Kamis, 17 OKtober 2013 I. TUJUAN PRAKTIKUM

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 03 ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga

LAPORAN PRAKTIKUM 03 ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga LAPORAN PRAKTIKUM 03 ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga Oleh : Yulia Fitri Djaribun dan Frenky S Manullang A. Tujuan: 1. Mampu menggunakan alat ukur ph meter. 2. Mampu mengukur ph dari sebuah larutan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN HARVARD TRIP DIAL-O-GRAM TIMBANGAN DIGITAL Rerata St. Deviasi LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN NAMA PRAKTIKAN : Zakirullah Syafei GRUP PRAKTIKAN : Biomedik 2015 KELOMPOK

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, PENGENCERAN STOK GLUKOSA Oleh: Melviana Aditya Candra

PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, PENGENCERAN STOK GLUKOSA Oleh: Melviana Aditya Candra I.Tujuan Praktikum PRAKTIKUM 2 PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA, PENGENCERAN STOK GLUKOSA Oleh: Melviana Aditya Candra 1. Memahami prinsip-prinsip dasar larutan buffer Larutan penyangga atau buffer

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA DAN PENGENCERAN GLUKOSA

LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA DAN PENGENCERAN GLUKOSA LAPORAN PRAKTIKUM ph METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA DAN PENGENCERAN GLUKOSA Nama : Debby Mirani Lubis & Ichwan Alamsyah Lubis Tanggal praktikum : 17 Oktober 2013 Kelompok : Pagi (08.00-12.00) I. Tujuan

Lebih terperinci

Praktik Biomedik 506 Ketrampilan Dasar Laboratorium. Laporan Praktikum ph Meter, Buffer dan Pengenceran

Praktik Biomedik 506 Ketrampilan Dasar Laboratorium. Laporan Praktikum ph Meter, Buffer dan Pengenceran Hari/Tanggal : Kamis / 04 Oktober 2012 Praktik Biomedik 506 Ketrampilan Dasar Laboratorium Laporan Praktikum ph Meter, Buffer dan Pengenceran Nama : Selly Oktaria dan Liza Mutia ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM. ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN PRAKTIKUM. ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA LAPORAN PRAKTIKUM ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Hari/Tanggal Praktikum : Kamis/ 17 Oktober 2013 Nama Mahasiswa : 1. Nita Andriani Lubis 2. Ade Sinaga Tujuan Praktikum : Teori 1. Mengetahui pembuatan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 3 METABOLISME GLUKOSA TEKNIK SPEKTROFOTOMETRI SISKA MULYANI (NIM: ) HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : KAMIS / 4 Agustus 2016

LAPORAN PRAKTIKUM 3 METABOLISME GLUKOSA TEKNIK SPEKTROFOTOMETRI SISKA MULYANI (NIM: ) HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : KAMIS / 4 Agustus 2016 LAPORAN PRAKTIKUM 3 METABOLISME GLUKOSA TEKNIK SPEKTROFOTOMETRI SISKA MULYANI (NIM: 157008009) HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : KAMIS / 4 Agustus 2016 TEMPAT : LABORATORIUM TERPADU LANTAI 2 UNIVERSITAS SUMATERA

Lebih terperinci

Kuliah 2: September Jadwal OpenWetWare Keamanan Bagaimanakah itu DeviasiStandar pada grafik? Praktikum 2 :Teknik Dasar: Pipet, Timbangan,

Kuliah 2: September Jadwal OpenWetWare Keamanan Bagaimanakah itu DeviasiStandar pada grafik? Praktikum 2 :Teknik Dasar: Pipet, Timbangan, Ketrampilan Dasar Laboratorium Program Studi Ilmu Biomedik 2011 Kuliah 2: September 14 2011 Jadwal OpenWetWare Keamanan Bagaimanakah itu DeviasiStandar pada grafik? Praktikum 2 :Teknik Dasar: Pipet, Timbangan,

Lebih terperinci

BAB V METODOLOGI. Tabel 3. Alat yang digunakan dalam praktikum No Nama Alat Jumlah

BAB V METODOLOGI. Tabel 3. Alat yang digunakan dalam praktikum No Nama Alat Jumlah BAB V METODOLOGI 5.. Alat dan Bahan yang Digunakan 5... Alat yang Digunakan Tabel 3. Alat yang digunakan dalam praktikum No Nama Alat Jumlah. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 0. 2. 3. 4. Alat Ion Exchanger Beaker

Lebih terperinci

LAPORANPRAKTIKUM AnalisaTabletVitaminCdenganHPLC (High PerformanceLiquidChromatography)

LAPORANPRAKTIKUM AnalisaTabletVitaminCdenganHPLC (High PerformanceLiquidChromatography) LAPORANPRAKTIKUM AnalisaTabletVitaminCdenganHPLC (High PerformanceLiquidChromatography) NAMA :1. BINAYANTI NAINGGOLAN (NIM :157008008) 2. HENNY GUSVINA B(NIM :157008010) 3. DINNO RILANDO(NIM :157008004)

Lebih terperinci

H 2 PO 4 H + + HPO 4 [H + ] [HPO 4 2- ] [H 2 PO 4 - ] K a = kalau disusun kembali... [H + ] = K a [H 2 PO 4 [HPO 4 2- ] bila diuraikan didapat rumus

H 2 PO 4 H + + HPO 4 [H + ] [HPO 4 2- ] [H 2 PO 4 - ] K a = kalau disusun kembali... [H + ] = K a [H 2 PO 4 [HPO 4 2- ] bila diuraikan didapat rumus PRAKTIKUM PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA DAN KROMATOGRAFI Tujuan: i) Dapat mengerti prinsip prinsip dasar mengenai larutan buffer ii) Latihan penggunaan ph meter iii) Latihan persiapan buffer dan

Lebih terperinci

METABOLISME GLUKOSA, UREA, DAN TRIGLISERIDA (TEKNIK SPEKTOFOTOMETRI)

METABOLISME GLUKOSA, UREA, DAN TRIGLISERIDA (TEKNIK SPEKTOFOTOMETRI) LAPORAN PRAKTIKUM 4 METABOLISME GLUKOSA, UREA, DAN TRIGLISERIDA (TEKNIK SPEKTOFOTOMETRI) Nama : Maria Lestari Situmeang (127008012) Herviani Sari (127008008) Tanggal : Kamis, 11 Oktober 2012 Pukul : 12.00

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM METABOLISME I (GLUKOSA, UREA, DAN TRIGLISERIDA) DAN SPEKTROFOTOMETRI

LAPORAN PRAKTIKUM METABOLISME I (GLUKOSA, UREA, DAN TRIGLISERIDA) DAN SPEKTROFOTOMETRI LAPORAN PRAKTIKUM METABOLISME I (GLUKOSA, UREA, DAN TRIGLISERIDA) DAN SPEKTROFOTOMETRI Nama : Juwita (127008003) Rebecca Rumesty Lamtiar (127008016) Hari / Tanggal Praktikum: Kamis / 15 Oktober 2012 Waktu

Lebih terperinci

Metodologi Penelitian

Metodologi Penelitian Bab III Metodologi Penelitian Pembuatan larutan buffer menggunakan metode pencampuran antara asam lemah dengan basa konjugasinya. Selanjutnya larutan buffer yang sudah dibuat diuji kemampuannya dalam mempertahankan

Lebih terperinci

Tourniquet Swab alkohol Tempat pembuangan yang tajam Jarum EDTA Tempat pembuangan yang kena darah

Tourniquet Swab alkohol Tempat pembuangan yang tajam Jarum EDTA Tempat pembuangan yang kena darah PRAKTIKUM 4 METABOLISME GLUKOSA, UREA, DAN TRIGLISERIDA (TEKNIK SPEKTROFOTOMETRI) Oleh: Henny E. S. Ompusunggu dan Yulia Fitri Ghazali Hari/Tanggal/Jam Praktikum : Kamis/ 11 Oktober 2012/ 12.00 WIB I.

Lebih terperinci

BM 506 KETRAMPILAN DASAR LABORATORIUM LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM 04 METABOLISME GLUKOSA, TRIGELISERIDA DAN UREA

BM 506 KETRAMPILAN DASAR LABORATORIUM LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM 04 METABOLISME GLUKOSA, TRIGELISERIDA DAN UREA BM 506 KETRAMPILAN DASAR LABORATORIUM LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM 04 METABOLISME GLUKOSA, TRIGELISERIDA DAN UREA Hari/Tanggal : Kamis/6 Oktober 2011 Kelompok : III (Siang) Anggota : 1. Musthari 2. Sukaisi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang di lakukan adalah penelitian analitik. Tempat penelitian cara manual dan automatik dilakukan di

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang di lakukan adalah penelitian analitik. Tempat penelitian cara manual dan automatik dilakukan di BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang di lakukan adalah penelitian analitik. B. Tempat dan Waktu Tempat penelitian cara manual dan automatik dilakukan di laboratorium Patologi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang dilakukan dengan cara

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang dilakukan dengan cara 30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang dilakukan dengan cara identifikasi bakteri dari probiotik yang berpotensi sebagai bahan biodekomposer.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium kimia mineral / laboratorium geoteknologi, analisis proksimat dilakukan di laboratorium instrumen Pusat Penelitian

Lebih terperinci

LAMPIRAN 0,5 M 0,75 M 1 M 30 0,6120 % 1,4688 % 5,0490 % 45 2,2185 % 4,7838 % 2,9197 % 60 1,1016 % 0,7344 % 3,3666 %

LAMPIRAN 0,5 M 0,75 M 1 M 30 0,6120 % 1,4688 % 5,0490 % 45 2,2185 % 4,7838 % 2,9197 % 60 1,1016 % 0,7344 % 3,3666 % LAMPIRAN LAMPIRAN 1. DATA PERCOBAAN L.1.1 Data Percobaan Kadar Gula Reduksi Sebelum Inversi Tabel L.1 Data Percobaan Kadar Gula Reduksi Sebelum Inversi Waktu Hidrolisis (Menit) Konsentrai HCl 0,5 M 0,75

Lebih terperinci

KIMIA DASAR. Pendahuluan KETEPATAN DAN KETELITIAN PERLAKUAN DATA HASIL ANALISIS DAN KESALAHAN PENGUKURAN

KIMIA DASAR. Pendahuluan KETEPATAN DAN KETELITIAN PERLAKUAN DATA HASIL ANALISIS DAN KESALAHAN PENGUKURAN Pendahuluan KIMIA DASAR PERLAKUAN DATA HASIL ANALISIS DAN KESALAHAN PENGUKURAN Praktikan harus mencatat dengan teliti dan menghitung dengan benar setiap hasil analisis dalam log book/jurnal Analisis dilakukan

Lebih terperinci

Soal Latihan UTS Mata Kuliah Ketrampilan Dasar Laboratorium Biomedik 2011

Soal Latihan UTS Mata Kuliah Ketrampilan Dasar Laboratorium Biomedik 2011 Nama NPM PENGGUNAAN TIMBANGAN: Untuk timbangan yang manual: nomor kotak yang akan ditimbangkan Hasil penimbangan PENGGUNAAN PH METER: Tentukan larutan A yang disediakan sampai ph =6,3. ~10 PEMBUATAN GRAFIK

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

BAB III METODE PENELITIAN. Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya. Pelaksanaan

Lebih terperinci

BAB V METODOLOGI. 5.1 Alat dan Bahan yang Digunakan Alat yang Digunakan

BAB V METODOLOGI. 5.1 Alat dan Bahan yang Digunakan Alat yang Digunakan BAB V METODOLOGI 5.1 Alat dan Bahan yang Digunakan 5.1.1 Alat yang Digunakan Tabel 5. Alat yang Digunakan No. Nama Alat Ukuran Jumlah 1. Baskom - 3 2. Nampan - 4 3. Timbangan - 1 4. Beaker glass 100ml,

Lebih terperinci

BAB V METODOLOGI. No. Alat Ukuran Jumlah

BAB V METODOLOGI. No. Alat Ukuran Jumlah BAB V METODOLOGI 5.1 Alat dan bahan yang digunakan 5.1.1 Alat Tabel 4. Alat yang digunakan No. Alat Ukuran Jumlah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 5.1.2 Bahan Sendok Pipet

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Termasuk

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Termasuk BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Termasuk penelitian eksperimen karena dalam penelitian ini terdapat kontrol sebagai acuan antara

Lebih terperinci

LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON BANTEN

LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON BANTEN MODUL 1.01 ABSORPSI Oleh : Fatah Sulaiman, ST., MT. LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON BANTEN 2008 2 Modul 1.01 ABSORPSI I. Tujuan Praktikum

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. 3.2 Desain Penelitian Untuk memudahkan pelaksanaan penelitian ini, dibuat suatu desain penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Faktor I adalah variasi konsentrasi kitosan yang terdiri dari 4 taraf meliputi:

BAB III METODE PENELITIAN. Faktor I adalah variasi konsentrasi kitosan yang terdiri dari 4 taraf meliputi: BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian akan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah kadar kitosan yang terdiri dari : 2%, 2,5%, dan 3%.

Lebih terperinci

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 6: Cara uji kadar amoniak (NH 3 ) dengan metode indofenol menggunakan spektrofotometer

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 6: Cara uji kadar amoniak (NH 3 ) dengan metode indofenol menggunakan spektrofotometer Standar Nasional Indonesia Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 6: Cara uji kadar amoniak (NH 3 ) dengan metode indofenol menggunakan spektrofotometer ICS 13.040.40 Badan Standardisasi Nasional

Lebih terperinci

Modul l Modul 2 Modul 3

Modul l Modul 2 Modul 3 v B Tinjauan Praktikum iokimia merupakan bagian ilmu kimia yang berhubungan dengan makhluk hidup. Dalam biokimia dibahas organisme hidup yang merupakan sekumpulan molekul organik yang berinteraksi dengan

Lebih terperinci

BAB III MATERI DAN METODE. pada suhu 70 C terhadap total bakteri, ph dan Intensitas Pencoklatan susu telah

BAB III MATERI DAN METODE. pada suhu 70 C terhadap total bakteri, ph dan Intensitas Pencoklatan susu telah 13 BAB III MATERI DAN METODE Penelitian dengan judul pengaruh variasi periode pemanasan pada suhu 70 C terhadap total bakteri, ph dan Intensitas Pencoklatan susu telah dilaksanakan sejak tanggal 11 April

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2013 di

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2013 di 25 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2013 di Laboratorium Instrumentasi dan Laboratorium Biokimia Jurusan Kimia

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik. UNIMUS, Jl. Wonodri Sendang Raya 2A Semarang. Waktu penelitian yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik. UNIMUS, Jl. Wonodri Sendang Raya 2A Semarang. Waktu penelitian yaitu BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik. B. Tempat dan Waktu Tempat penelitian adalah dilaboratorium Klinik Analis Kesehatan UNIMUS, Jl. Wonodri Sendang

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental.

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental. 23 BAB 3 METODOLOGI 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental. 3.2 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini bertempat di laboratorium kimia kedokteran Fakultas

Lebih terperinci

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 8: Cara uji kadar hidrogen klorida (HCl) dengan metoda merkuri tiosianat menggunakan spektrofotometer

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 8: Cara uji kadar hidrogen klorida (HCl) dengan metoda merkuri tiosianat menggunakan spektrofotometer Standar Nasional Indonesia Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 8: Cara uji kadar hidrogen klorida (HCl) dengan metoda merkuri tiosianat menggunakan spektrofotometer ICS 13.040.40 Badan Standardisasi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan, mulai bulan Maret 2011 sampai dengan Agustus 2011. Berlokasi di Laboratorium Jasa Analisis Pangan, Departemen

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN digilib.uns.ac.id BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimental. Sepuluh sampel mie basah diuji secara kualitatif untuk

Lebih terperinci

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Bab IV Hasil dan Pembahasan Bab IV Hasil dan Pembahasan IV.1 Pembuatan Larutan Buffer Semua zat yang digunakan untuk membuat larutan buffer dapat larut dengan sempurna. Larutan yang diperoleh jernih, homogen, dan tidak berbau. Data

Lebih terperinci

BAKTERI PRAKTIKUM KULTUR JARINGAN

BAKTERI PRAKTIKUM KULTUR JARINGAN PRAKTIKUM KULTUR JARINGAN Tujuan:i) ii) iii) iv) Mengetahui dan mampu melakukan teknik-teknik mengisolasi / inokulasi bakteri di media Menggunakan alat mikroskop dengan benar. Meneliti efek bahan atau

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental dengan lima kelompok perlakuan. Hasil penghitungan bilangan peroksida dari tiap-tiap kelompok perlakuan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 32 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember 2013 bertempat di Laboratorium Biomassa Terpadu Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang melibatkan 2 faktor perlakuan

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang melibatkan 2 faktor perlakuan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 RANCANGAN PENELITAN Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang melibatkan 2 faktor perlakuan dengan 3

Lebih terperinci

Soal-Soal. Bab 4. Latihan. Laju Reaksi. 1. Madu dengan massa jenis 1,4 gram/ cm 3 mengandung glukosa (M r. 5. Diketahui reaksi:

Soal-Soal. Bab 4. Latihan. Laju Reaksi. 1. Madu dengan massa jenis 1,4 gram/ cm 3 mengandung glukosa (M r. 5. Diketahui reaksi: Bab Laju Reaksi Soal-Soal Latihan. Madu dengan massa jenis, gram/ cm 3 mengandung glukosa (M r = 80) sebanyak 35 % b/b. Kemolaran glukosa dalam madu adalah... 0,8 M (D),7 M,8 M (E) 3,0 M, M. Untuk membuat

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM METABOLISME GLUKOSA, UREA, DAN PROTEIN (TEKNIK SPEKTROFOTOMETRI) BINAYANTI NAINGGOLAN ( )

LAPORAN PRAKTIKUM METABOLISME GLUKOSA, UREA, DAN PROTEIN (TEKNIK SPEKTROFOTOMETRI) BINAYANTI NAINGGOLAN ( ) LAPORAN PRAKTIKUM METABOLISME GLUKOSA, UREA, DAN PROTEIN (TEKNIK SPEKTROFOTOMETRI) NAMA : RAHMIWITA (157008005) Tanggal Praktikum : 14 April 2016 BINAYANTI NAINGGOLAN (157008008) Tujuan Praktikum 1. Mampu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dan Analisis kandungan nutrient bahan pakan dilaksanakan di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dan Analisis kandungan nutrient bahan pakan dilaksanakan di BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian dan Analisis kandungan nutrient bahan pakan dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Hewan Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas

Lebih terperinci

Metodologi Penelitian

Metodologi Penelitian 16 Bab III Metodologi Penelitian Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode titrasi redoks dengan menggunakan beberapa oksidator (K 2 Cr 2 O 7, KMnO 4 dan KBrO 3 ) dengan konsentrasi masing-masing

Lebih terperinci

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE BAB III BAHAN DAN METODE 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2009. Pengambilan sampel susu dilakukan di beberapa daerah di wilayah Jawa Barat yaitu

Lebih terperinci