P U T U S A N Nomor 156/Pdt/2015/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "P U T U S A N Nomor 156/Pdt/2015/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA."

Transkripsi

1 P U T U S A N Nomor 156/Pdt/2015/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Pengadilan Tinggi Bandung yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dibawah ini dalam perkara antara : FREDI KHO, bertempat tinggal di Jalan Situ Tengah Rt.001 Rw.003 Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dalam hal ini memberikan kuasa hukum kepada PERDI LIMBONG, SH. dan ROMMEL SIHOLE, SH., Advokat/Penasehat Hukum pada kantor Hukum PERDI LIMBONG & ASSOCIATES, beralamat di Jalan Lembong No.6 Kota Bandung berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 1 Desember 2014 yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bale Bandung tanggal 6 Januari 2015, sebagai Pembanding I, dahulu Tergugat II ; PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT), DYAH ASTUTI PERTIWI, SH.M.Kn., BERALAMAT DI Jalan Awani I Kav. C-02, The Awani Residence Gadobangkong, Kabupaten Bandung Barat, dalam hal ini diwakili oleh kuasa hukumnya H. KUSWARA S. TARYONO, SH.MH. dan AFFANDI ARFAN, SH., Advokat dan Konsultan Hukum, berkantor di Sarimas Regensi Jalan Sarimas Raya No Bandung berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 11 Nopember 2014, sebagai Pembanding II, dahulu Turut Tergugat I ; KEPALA KANTOR BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) BANDUNG BARAT, beralamat di Jalan Raya Batujajar No.133 Padalarang, Bandung Halaman 1 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

2 Barat, sebagai Pembanding III, dahulu Turut Tergugat II ; KEPALA BANK RAKYAT INDONESIA, beralamat di Jalan Dewi Sartika, Kota Bandung, sebagai Pembanding IV, dahulu Turut Tergugat III ; l a w a n : 1. SUYANTO TJIPTA WIDJAYA, bertempat tinggal di Jalan Pada Saluyu No.30 Rt.003 Rw.003 Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, dalam hal ini diwakili oleh kuasa hukumnya TOGAR SIANTURI, SH.MH. dan RIYANTO SILALAHI, SH., Advokat Konsultan Hukum pada kantor TOGAR SIANTURI, SH.MH. & REKAN beralamat kantor di Jalan Ambon No.2 (Gedung Pelti Jabar) Kota, Bandung sebagai Terbanding, dahulu Penggugat ; Dan : 2. ALEXANDER ERIC SUTANTO, bertempat tinggal di Jalan Kotamas 3-18 Perumahan Kotamas, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, sebagai Turut Terbanding, dahulu Tergugat I ; PENGADILAN TINGGI tersebut ; Telah membaca : 1. Surat Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Bandung tanggal 13 April 2015 No.156/PEN/PDT/2015/PT.BDG tentang penunjukkan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara antara kedua belah pihak tersebut diatas ; Berkas perkara dan turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung No.49/Pdt.G/2014/PN.Blb. tanggal 3 November 2014 berikut surat-surat lainnya yang bersangkutan dengan perkara tersebut ; TENTANG DUDUKNYA PERKARA : Mengutip dan memperhatikan tentang hal-hal yang tercantum dalam turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung No.49/Pdt.G/ 2014/ PN.Blb. tanggal 3 November 2014 yang amarnya berbunyi sebagai berikut : Halaman 2 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

3 Menyatakan Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian; Menyatakan Tergugat I dan Tergugat II melakukan Perbuatan Melawan Hukum : Menyatakan Akta Jual Beli Nomor 228/2013 tidak mempunyai kekuatan hukum ; Menyatakan Sertifikat Hak Milik nomor 1741/desa Cipendeuy tidak mempunyai kekuatan hukum ; Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar kerugian materil secara tanggung renteng dan tunai kepada Penggugat sebesar rp ,- < satu milyar seratus delapan puluh empat juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah > ; Menghukum Turut Tergugat I, Turut tergugat II dan Turut Tergugat III agar taat dan tunduk terhadap putusan ini ; Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya; Menghukum para tergugat untuk membayar biaya perkara yang jumlahnya sebesar rp ,- < dua juta delapan ratus dua belas ribu rupiah > ; Menimbang, bahwa berdasarkan Akta Pernyataan Permohonan Banding Nomor 59/Pdt.BD/2014/PN.Blb. Jo. Nomor 49/Pdt,G/2014/PN.BB. yang ditanda tangani oleh Panitera Pengadilan Negeri Bale Bandung, pada hari Selasa, tanggal 11 November 2014, Fredi Kho/Tergugat II telah mengajukan permintaan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Nomor 49/Pdt.G/2014/PN.Blb. tanggal 3 November 2014, pada tanggal 17 November 2014 kuasa Turut Tergugat I, tanggal 07 Januari 2015 Suwarsa, A Ptnb PNS pada Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung Barat, Turut Tergugat II dan tanggal 13 Januari 2015 Irfan Syaifuddin, SH. Legal Officer Turut Tergugat III ; Menimbang, bahwa berdasarkan Relaas Pemberitahuan Pernyataan Banding No.59/Pdt.BD/2014/PN.BB Jo. No.49/Pdt.G/2014/PN.BB Jo. No.719/Pdt/Del/2014/PN.Bdg. yang ditanda tangani oleh Jurusita Pengadilan Negeri Bandung yang telah diberitahukan dan disampaikan secara sah dan patut kepada Penggugat/Terbanding, pada tanggal 19 Desember 2014, kepada Turut Terbanding/Tergugat I pada tanggal 05 Januari 2015, Pembanding II/Turut Tergugat I tanggal 15 Januari 2015, Pembanding III/Turut Tergugat II tanggal 24 Desember 2014 dan Pembanding IV/Turut Halaman 3 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

4 Tergugat III tanggal 19 desember 2014, Turut Terbanding dahulu Tergugat I tanggal 5 Januari 2015, Pembanding I dahulu Tergugat II tanggal 16 Desember 2014, Terbanding dahulu Penggugat tanggal 3 Pebruari 2015, Turut Terbanding dahulu Tergugat I tanggal 3 Pebruari 2015, Pembanding I dahulu Tergugat II tanggal 3 Pebruari 2015, Pembanding II dahulu Turut Tergugat I tanggal 26 Pebruari 2015 dan kepada Pembanding III dahulu Turut Tergugat II tanggal 28 Januari 2015 ; Menimbang, bahwa untuk melengkapi permohonan bandingnya, Pembanding I/Tergugat II telah mengajukan memori banding tertanggal 5 Januari 2015 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bale Bandung pada tanggal 6 Januari 2015, yang mana memori banding tersebut telah diberitahukan/diserahkan secara patut kepada Terbanding/Penggugat pada tanggal 3 Februari 2015 ; Menimbang, bahwa untuk melengkapi permohonan bandingnya, Pembanding II/Turut Tergugat I telah mengajukan memori banding tertanggal 29 Nopember 2014 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bale Bandung pada tanggal 15 Januari 2015, yang mana memori banding tersebut telah diberitahukan/diserahkan secara patut kepada Terbanding/Penggugat pada tanggal 3 Februari 2015 ; Menimbang, bahwa untuk melengkapi permohonan bandingnya, Pembanding III/Turut Tergugat II telah mengajukan memori banding tertanggal Januari 2015 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bale Bandung pada tanggal 28 Januari 2015, yang mana memori banding tersebut telah diberitahukan/diserahkan secara patut kepada Terbanding/ Penggugat pada tanggal 4 Maret 2015 ; Menimbang, bahwa untuk melengkapi permohonan bandingnya, Pembanding IV/Tergugat III telah mengajukan memori banding tertanggal 27 Januari 2015 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bale Bandung pada tanggal 27 Januari 2015, yang mana memori banding tersebut telah diberitahukan/diserahkan secara patut kepada Terbanding/Penggugat pada tanggal 4 Maret 2015 ; Menimbang, bahwa untuk menanggapi memori banding dari Para Pembanding, Terbanding dahulu Penggugat mengajukan kontra memori banding tertanggal 8 Pebruari 2015 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bale Bandung pada tanggal 9 Pebruari 2015, yang mana kontra memori banding tersebut telah diberitahukan/diserahkan secara patut Halaman 4 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

5 kepada Para Pembanding dahulu Tergugat I, Turut Tergugat I, Turut Tergugat II dan Turut Tergugat III masing-masing pada tanggal 24 Februari 2015, 26 Februari 2015, 16 Maret 2015 dan 18 Maret 2015 ; Menimbang, bahwa berdasarkan Relaas Pemberitahuan Memeriksa Berkas (Inzage) No.49/Pdt.G/2014/PN.BB. yang ditanda tangani oleh Jurusita pengganti Pengadilan Negeri Depok, baik Pembanding dahulu Tergugat II, Pembanding dahulu Turut Tergugat I, Pembanding II dahulu Turut Tergugat II, Pembanding III dahulu Turut Tergugat III maupun Terbanding dahulu Penggugat, masing-masing pada tanggal 16 Desember 2014, 19 Desember 2014, 24 Desember 2014, 05 Januari 2015 dan 15 Januari 2015 telah diberikan kesempatan untuk mempelajari /memeriksa berkas perkara (inzage) sebelum berkas tersebut dikirimkan ke- Pengadilan Tinggi Bandung untuk diperiksa dalam tingkat banding ; TENTANG PERTIMBANGAN HUKUMNYA : Menimbang, bahwa permohonan banding dari Pembanding I dahulu Tergugat II diajukan tanggal 11 Nopember 2014, Pembanding II dahulu Turut Tergugat I tanggal 17 Nopember 2014, Pembanding III dahulu Turut Tergugat II tanggal 7 Januari 2015 pemberitahuan isi putusan tanggal 24 Desember 2014, Pembanding IV dahulu Turut Tergugat III tanggal 13 Januari 2015 pemberitahuan isi putusan tanggal 30 Desember 2014 atas putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung tanggal 3 Nopember 2014 dalam perkara Nomor : 49/Pdt.G/2014/PN.Blb. diajukan dalam tenggang waktu dan menurut tata cara serta memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh undang-undang, oleh karena itu permohonan banding tersebut secara formal dapat diterima ; - Menimbang, bahwa Pembanding I dahulu Tergugat II mengajukan memori banding pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa sesuai fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan berdasarkan alat bukti (P-24), telah dipertimbangkan Hakim Judex factie, sebagaimana dalam alinea ke-3 halaman 31, Putusan Pengadilan Bale Endah No.49/Pdt.G/2014/PN.Blb. yang menyatakan :.Penggugat melaporkan Tergugat I kepada yang berwajib dan telah dijatuhi putusan pidana yang telah berkekuatan hukum yang tetap vide bukti surat P-26, Tergugat I telah terbukti melakukan tindak pidana penipuan kepada Penggugat, karena itu terdapat alasan hukum untuk menyatakan Tergugat I melakukan perbuatan melawan hukum artinya dengan mencermati pertimbangan a quo, Majelis Hakim Judex Factie sudah Halaman 5 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

6 mengetahui dan yakin saat perkara ini digelar dipersidangan, Tergugat I tidak bisa hadir dalam persidangan sehubungan Tergugat I sudah ada dalam tahanan menjalani putusan pidana, pada bagian pertimbangan yang lain judex factie memberikan penilaian bahwa Tergugat I melepaskan kepentingannya atau haknya, karena ia tidak menanggapi dalil gugatan penggugat baik menjawab atau membantahnya ; artinya ketidak hadiran Tergugat I dalam persidangan karena ada dalam tahanan yang dinilai judex factie sebagai melepaskan kepentingan atau haknya adalah merupakan penilaian yang keliru, salah dan bertolak belakang dengan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan; Tergugat I tidak bisa hadir dalam persidangan bukan karena kesengajaan untuk tidak menjawab atau membantah dalil-dalil gugatan Penggugat, melainkan karena suatu keadaan, (yakni sedang dalam tahanan), kondisi Tergugat I yang tidak bisa mengikuti persidangan, tidak bisa menjawab atau membantah dalil-dalil gugatan Penggugat, sepanjang mengenai transaksi jual beli antara Tergugat I dengan Tergugat II tidak berarti dalil-dalil Penggugat sudah benar adanya, apalagi sampai merugikan kepentingan hukum Pembanding/dahulu Tergugat II Asal selaku pembeli beritikad baik ; Judex Factie yang menjadikan ketidak hadiran Terbanding II/Tergugat I Asal selama persidangan kemudian memberi penilaian bahwa Tergugat I melepaskan hak jawab atau hak membantah atas dalil-dalil gugatan Penggugat/Terbanding, seolah-olah membenarkan seluruh dalil-dalil gugatan Pengugat kemudian menjadikan bagian landasan pertimbangan hukumnya menyatakan transaksi jual beli antara Turut Terbanding I/ dahulu Tergugat I dengan Pembanding/dahulu Tergugat II sebagai perbuatan melawan hukum adalah merupakan pertimbangan dan penilaian yang keliru, tidak berdasar, penilaian yang hanya berpihak pada Penggugat, sehingga tidak menunjukkan penilaian yang objektif dan berimbang serta tidak selaras dengan asas penilaian pembuktian; selaku demikian putusan judex factie a quo telah didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan dan penilaian yang berpihak, salah dan keliru karenanya demi hukum haruslah dibatalkan ; Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan diatas, PEMBANDING, dahulu TERGUGAT II memohon kepada Yth. Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung c.q. Yth. Majelis Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk berkenan untuk memutuskan : Halaman 6 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

7 1. Menerima permohonan banding dari PEMBANDING dahulu TERGUGAT II tersebut ; Menerima dan mengabulkan alasan keberatan PEMBANDING dahulu TERGUGAT II untuk seluruhnya ; Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Perkara No.49/Pdt.G/2014/PN.Blb. tanggal 3 Nopember 2014 ; Mengadili sendiri dengan amar putusan : Menolak gugatan Penggugat/Terbanding untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan Penggugat/Terbanding tidak dapat diterima ; Menghukum Penggugat/Terbanding untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini ; Atau apabila Majelis Hakim Tinggi berpendapat lain, maka mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono). Menimbang, bahwa Pembanding II dahulu Turut Tergugat I mengajukan memori banding pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa terhadp pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama dalam perkara a quo berkaitan dengan adanya produk dari Pembanding/Turut Terbanding I berupa Akta Jual Beli No.228/2013 tertanggal 04 September 2013, perlu Pembanding/Turut Tergugat I tanggapi sebagai berikut : Bahwa sebelumnya pada tanggal pukul wib dilalukan pengecekan SHGB No.2927/Cipeundeuy oleh Pembanding sebagai persyaratan pembuatan Akta Jual Beli dari Terbanding II ke An. Terbanding III ; Bahwa pada tanggal oleh dan dihadapan Pembanding dibuatkan Akta Jual Beli Nomor 228/2013 dari Terbanding II ke Terbanding III dan didaftar balik namanya di BPN Kabupaten Bandung Barat pada tanggal ; Bahwa pada tanggal berdasarkan Keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No.6 Tahun 1998 tanggal terhadap SHGB No.2927/Desa Cipeundeuy An. Terbanding III dilakukan perubahan hak atas permohonan Terbanding III sehingga terjadi 2 (dua) perubahan status secara bersamaan ; Permohonan perubahan Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2927/Desa Cipeundeuy menjadi Hak Milik An. Terbanding III berlaku sebagai keterangan melepaskan hak atas tanah semula Halaman 7 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

8 menjadi tanah yang langsung dikuasai Negara (Tanah Negara) sebagaimana dimaksud Pasal 131 ayat (4) Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepada BPN Nomor 3 Tahun 1997; dan 2. SHGB No.2927/Desa Cipeundeuy An. Terbanding III berubah menjadi Sertifikat Hak Milik Nomor 1741/Desa Cipeundeuy ; Bahwa antara Terbanding III/Tergugat II (selaku Pembali) dengan Terbanding II/Terugat I (selaku Penjual) telah melakukan transaksi jual beli atas sebidang tanah berikut bangunan HGB Nomor 2927/Desa Cipeundeuy sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 21 Pebruari 2011 Nomor 01024, seluas 220 M2 (dua ratus dua puluh dua meter persegi) sesuai Sertifikat HGB No.2927/Desa Cipeundeuy tertanggal 31 Maret 2011 dan telah dituangkan oleh Pembanding/Turut Tergugat I sesuai dengan Akta Jual Beli No.228/2013 tertanggal 4 September 2013 ; Bahwa perlu disampaikan, sebelumnya telah ada Surat Pernyataan tertanggal 4 September 2013 dari Terbanding II/ Tergugat I (selaku Penjual) yang menjamin atas tanah-tanah tersebut tidak tersangkut sengketa, bebas dari sitaan dan tidak ada gugatan dari pihak lain atas tanah dan bangunan tersebut ; Bahwa Pembanding/Turut Tergugat I selaku Notaris/PPAT telah bekerja berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang belaku, termasuk Peraturan Jabatan Notaris ; Bahwa Akta Jual Beli No.228/2013 tertanggal 4 September 2013 yang dibuat oleh dan dihadapan Pembanding/Turut Tergugat I telah memenuhi semua persyaratan yang diharuskan menurut undang-undang dan peraturan peraturan lainnya ; Bahwa demikian tidak ada Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan T1 dan T2 ; Bahwa karena tidak ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan T1 dan T2, maka terhadap pertimbangan hukum yang menyatakan TT1 supaya tunduk terhadap putusan ini haruslah dibatalkan ; Menimbang, bahwa Pembanding III dahulu Turut Tergugat II mengajukan memori banding pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Asas Perlindungan Pembeli Yang Beritikad Baik : Bahwa Pembanding/Tergugat II dengan mendaftarkan dan membayar peralihan dan perubahan haknya ke BPN Kabupaten Bandung Barat, Halaman 8 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

9 Pembanding/Tergugat II telah beritikad baik, memenuhi kewajibannya, memenuhi prosedur sebagaimana yang ditentukan dalam UUPA, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran Tanah, dan Peraturan Pelaksanaannya ; Bahwa berdasarkan uraian diatas, maka itikad baik diatas dapat diformulasikan sebagai berikut : Itikad baik diartikan pihak ketiga (calon pembeli) pada saat membeli tidak mengetahui adanya cacad/bersengketa ; Sebagai calon pembeli yang baik, Pihak Ketiga ( calon pembeli) memenuhi kewajibannya, yaitu mendaftarkan haknya pada instansi yang berwenang (BPN Kabupaten Bandung Barat) ; Dalam hukum pertanahan, itikad baik Pembanding/Tergugat II, pada bidang tanah in case SHM No.1741/Cipeundeuy An. Fredi Kho, sebagai berikut : Tergugat II telah memenuhi kewajiban yang ditentukan Pasal 23 UUPA, Pasal 36 dan 37 PP 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah ; Pasal 23 UUPA : Ayat (1) : Hak milik demikian pula setiap peralihan haknya harus didaftarkan menurut ketentuan Ayat (2) : pendaftaran, merupakan alat pembuktian yang kuat serta sahnya peralihan hak tersebut - Pasal 36 PP 24 Tahun 1997, bagi pemegang hak atas tanah berkewajiban untuk mendaftarkan setiap ada perubahan data fisik dan/atau data yuridis. Tergugat II telah memenuhi ketentuan termaksud dengan mendaftarkan Peralihan Haknya ke BPN Bandung Barat ; Alat bukti perbuatan hukum jual beli Tergugat I dan Tergugat II atas SHGB No.2927/Cipeundeuy adalah akta jual beli yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah tang berwenang, yaitu Dyah Astuti P pada tanggal Nomor 228/2013, sesuai dengan ketentuan Pasal 37 PP 24 Tahun 1997 ; Pasal 39 PP 24 Tahun 1997 sebelum membuat akta, PPAT/ kuasa pemegang hak atas tanah wajib melakukan mengecekan kesesuaian data fisik maupun data yuridis pada register instansi publik (daftar umum/buku tanah BPN). Dan pada pengecekan mengenai status tanahnya saat itu telah dilakukan PPAT, dalam buku tanahnya tidak ada catatan Halaman 9 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

10 mengenai sengketa, perkara, maupun konflik pada data fisik dan data yuridisnya ; Mekanisme dan prosedur pendaftaran peralihan hak ke atas nama Tergugat II sudah ditempuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian menurut Turut Tergugat II, Tergugat II dapat dikualifikasikan sebagai pembeli yang beritikad baik ; Bahwa sejalan dengan asas kepastian hukum dan asas harus dilindunginya hak pihak ketiga yang beritikad baik. Disebutkan dalam Pasal 1341 ayat (2) KUHPerdata, pihak ketiga yang memperoleh haknya dengan itikad baik harus dilindungi atas barang-barang yang menjadi pokok perbuatan yang dituntut pembatalannya. Demikian juga putusan-putusan pengadilan yang memberikan perlindungan kepada mereka (pembeli) yang beritikad baik antara lain Putusan MARI No.565/K/Sip/1971 ; No.292/K/Sip/1969 ; No.663/K/Sip/1970; No.242/K/Sip/1958 dan No.210/K/Sip/1955 (Boedi harsono, Hukum Agraria Indonesia, Sejarah Pembentukan UUPA, Isi dan Pelaksanaannya, Djambatan, Jakarta, 1997, hlm.66) ; Bahwa dalam keadaan yang demikian, pihak Terbanding/ Penggugat hanya dapat menuntut ganti rugi kepada penjual atau pihak yang mengalihkan haknya bukan menuntut pembatalan asset pihak ketiga (Sertifikat hak Milik No.1741/Desa Cioeundeuy atas nama Pembanding/Tergugat II ; Asas Perlindungan Jaminan Kepastian Hukum bagi pemegang Hak : Bahwa Pembanding/Turut Tergugat II keberatan terhadap putusan yang menyatakan Sertifikat Hak Milik No.1741/Desa Cipeundeuy tidak mempunyai kekuatan hukum; dengan alasan hukum dengan diterbitkannya Sertifikat Hak Milik nomor 1741 Desa Cipeundeuy berarti telah terpenuhinya segala syarat dan telah diproses berdasarkan yang ditentukan dalam UUPA, Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dan Peraturan Pelaksanaannya ; Bahwa dengan dinyatakan Sertifikat Hak Milik No.1741/Desa Cipeundeuy tidak mempunyai kekuatan hukum berarti yang menjadi dasar-dasar penerbitan Sertifikat Hak Milik Nomor 1741 Desa Cipeundeuy adalah tidak benar adanya padahal tidak pernah disebut-sebut dalam pertimbangan hukum Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus Halaman 10 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

11 perkara ini cacatnya atau lemahnya suatu dasar-dasar penerbitan sertifikat ; Bahwa apabila Sertifikat hak Milik No.1741/Desa Cipeundeuy tidak mempunyai kekuatan hukum berarti pihak-pihak pemegang hak awal harusnya diikutsertakan dalam pihak dalam perkara ini ; Bahwa apabila dikaji seharusnya yang dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum adalah bentuk peralihan haknya saja apabila memang terjadi suatu kekeliruan cacat prosedur atau adanya itikad tidak baik bagi pemegang hak, tetapi apabila dikaji dengan cermat perkara ini adalah bermula terjadinya piutang bukan jual beli sehingga seharusnya diselesaikan dengan cara mengembalikan hutang bukan mempermasalahkan terbitnya sertifikat ; Bahwa dengan terpenuhi persyaratan dan telah ditempuh berdasarkan prosedur yang benar berarti pula telah dijamin oleh pemerintah kebenaran adanya hubungan hukum yang kuat antara Subyek (nama yang tercatat dalam sertifikat) dengan objek (gambar, luas, letak yang terlampir dalam sertifikat) berarti harus dilindungi oleh hukum ; Menimbang, bahwa Pembanding IV dahulu Turut Tergugat III mengajukan memori banding pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : - Bahwa setelah membaca, menganalisa dan memahami putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung dalam perkara a quo, ternyata Pengadilan Negeri Bale Bandung (Majelis Hakim Pengadilan Tingkat Pertama) telah tidak cermat dalam memeriksa perkara a quo serta salah dalam memberikan pertimbangan hukum dan salah pula dalam menerapkan hukum, sehingga mengakibatkan putusan yang dijatuhkannya menjadi keliru dan bertentangan dengan Hukum yang berlaku ; Pembanding IV mohon agar membatalkan putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Nomor. 49/Pdt.G/2014/PN.Blb. tanggal 12 Desember 2014 dan mengadili sendiri ; Menimbang, bahwa Terbanding dahulu Penggugat telah pula mengajukan kontra memori banding pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa Terbanding/Penggugat dk menolak dengan tegas seluruh dalildalil yang diajukan oleh Pembanding I/Tergugat II dk dalam memori bandingnya tertanggal 05 Januari 2015, dan memori banding yang diajukan oleh Pembanding II/Turut Tergugat I dk terkecuali terhadap hal- Halaman 11 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

12 hal yang secara tegas dan nyata telah diakui oleh Pembanding I/Tergugat II dk dan Pembanding II/Turut Tergugat I serta terhadap hal-hal yang menguntungkan pihak Terbanding/Penggugat dk ; Bahwa Terbanding/Penggugat dk telah sependapat dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama Pengadilan Negeri Bale Bandung dalam putusan perkara perdata No.49/Pdt.G/2014/PN.Blb. tanggal 03 Nopember 2014, karena pertimbangan-pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama dalam perkara tersebut sudah tepat dan benar, serta telah menerapkan ketentuan hukum yang berlaku dan juga telah didasarkan pada fakta-fakta yuridis yang terungkap di muka persidangan dan berdasarkan pada bukti-bukti yang diajukan baik oleh Pembanding I/Terugat II dk dan Pembanding II/Turut Tergugat I dk maupun berdasarkan bukti-bukti yang diajukan oleh Terbanding/ Penggugat dk, maka oleh karenanya Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung dalam perkara perdata No.49/Pdt.G/2014/PN.Blb. tanggal 3 Nopember 2014 adalah sudah tepat dan benar menurut hukum dan oleh karenanya harus dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jawa Barat/Bandung ; Menimbang, bahwa Pengadilan Tinggi menerima alasan-alasan hukum yang disampaikan dalam memori banding Para Pembanding dan memori banding Para Pembanding tersebut akan dipertimbangkan dalam pokok perkara dalam perkara ini ; Menimbang, bahwa Pengadilan Tinggi setelah memeriksa dan meneliti serta mencermati dengan seksama berkas perkara beserta turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung tanggal 3 Nopember 2014 Nomor. 49/Pdt.G/2014/PN.Blb. dan telah pula membaca serta memperhatikan dengan seksama Surat Memori Banding yang diajukan oleh Pembanding I, Pembanding II, Pembanding III dan Pembanding IV, Pengadilan Tinggi berpendapat sebagai berikut : DALAM EKSEPSI : Menimbang, bahwa didalam jawabannya Pembanding I dahulu Tergugat II, Pembanding II dahulu Turut Tergugat I, Pembanding III dahulu Turut Tergugat II dan Pembanding IV dahulu Turut Tergugat III mengajukan eksepsi, dan eksepsi tersebut telah diperiksa dan diputus dalam Putusan Sela oleh Majelis Hakim tingkat pertama dalam Putusan Sela pada tanggal 8 Juli 2014 dalam perkara Nomor. 49/Pdt.G/2014/PN.Blb. yang menyatakan menolak eksepsi Tergugat II, Turut Tergugat I dan Turut Tergugat III, Halaman 12 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

13 menyatakan Pengadilan Negeri Bale Bandung berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara No.49/Pdt.G/2014/PN.Blb. ; Menimbang, bahwa Pengadilan Tinggi sependapat dengan Majelis Hakim Pengadilan Tingkat Pertama dalam putusan sela yang menyatakan Pengadilan Negeri Bale Bandung berwenang menyidangkan perkara ini, yang sekaligus dalam putusan sela juga memperhatikan eksepsi Tergugat II dan eksepsi Turut Tergugat I yang menyangkut error in Objecto dan eksepsi lainnya hal tersebut mencakup pembuktian, oleh karena itu telah memasuki materi pokok gugatan ini, oleh karena itu maka eksepsi Para Pembanding menurut pendapat Pengadilan Tinggi haruslah ditolak sesuai dengan pertimbangan Majelis Hakim tingkat pertama dalam Putusan Selanya, pertimbangan mana diambil alih dan dijadikan pertimbangan sendiri oleh Pengadilan Tinggi dalam memutus perkara ini dalam eksepsi yang seharusnya dimuat dalam amar putusan dalam perkara ini ; DALAM POKOK PERKARA : Menimbang, bahwa mengenai pertimbangan dan kesimpulan Hakim tingkat pertama, Pengadilan Tinggi tidak sependapat dengan alasan sebagai berikut : Menimbang, bahwa didalam gugatannya Penggugat mendalilkan : Bahwa sekitar tahun 2011 PENGGUGAT didatangi oleh TERGUGAT I, ketika itu TERGUGAT I datang menemui PENGGUGAT di kantornya dan menawarkan sebagai nasabah Bank BII, dan tawaran TERGUGAT I diterima oleh PENGGUGAT sebagai nasabah bank BII ; Bahwa bulan Juli 2012 TERGUGAT I datang kembali ke tempat kerja PENGGUGAT di Jalan Ir. Juanda No. 58 Kota Bandung, kedatangan TERGUGAT I untuk meminjam uang kepada PENGGUGAT untuk keperluan berobat orang tuanya Yang sedang sakit, dikarenakan PENGGUGAT merasa kasihan, PENGGUGAT memberikan pinjaman sebesar Rp ,- ( lima belas juta rupiah ) sekitar 10 (sepuluh ) hari kemudian TERGUGAT I datang lagi meminta tambahan pinjaman, dan PENGGUGAT memberikan pinjaman lagi, sebesar Rp ,- (limabelas juta rupiah ) ; Bahwa oleh karena penyakit orang tua TERGUGAT I makin parah dan biaya pengobatan-nya masih kurang dan harus operasi ke singapura, TERGUGAT I kali datang dan meminjam uang Halaman 13 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

14 PENGGUGAT, ketika dihitung sampai bulan Agustus 2012 jumlah pinjaman TERGUGAT I sudah mencapai sebesar Rp ,- ( Dua ratus empatpuluh lima juta rupiah ) dan ketika itu PENGGUGAT memberitahukan bahwa jumlah pinjaman TERGUGAT I sudah sangat besar, dan PENGGUGAT menanyakan kepada TERGUGAT I bagaimana pembayarannya, TERGUGAT I mengatakan akan menjual rumahnya ; Bahwa pada tanggal 7 September 2012, TERGUGAT I datang lagi kepada PENGGUGAT, dimana saat itu TERGUGAT I menangisnangis dan meminta tolong oleh karena penyakit orang tuanya tak kunjung sembuh dan perlu tambahan biaya untuk berobat, pada saat itu TERGUGAT I meminta pinjaman lag'^besar RD ,- ( limahpuluh lima juta rupiah ), oleh karena PENGGUGAT kasihan dan percaya akan menjual rumahnya, PENGGUGAT memben pinjaman tersebut, jadi jika dijumlahkan pinjaman TERGUGAT I sampai bulan September 2012 sudah mencapai sebesar Rp ,- (tigaratus juta rupiah ) ; Bahwa pada bulan September 2012 TERGUGAT I mengatakan kepada PENGGUGAT bahwa rumahnya belum laku terjual, yang kemudian ditawarkanoleh TERGUGAT I kepada PENGGUGAT supaya dibeli dengan harga Rp ,- ( satu milyar seratus juta rupiah ), PENGGUGAT menanyakan surat-surat rumah TERGUGAT I, saat itu TERGUGAT I. mengatakan bahwa sertifikatnya masih dalam pengurusan pemecahan dari sertipikat induk ke setiap kapling ; Bahwa dari hasil pembicaraan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT I pada bulan September 2012 tersebut, disepakati rumah TERGUGAT I dibeli oleh PENGGUGAT dengan harga Rp ,- (satu milyar seratus juta rupiah), oleh karena pinjaman TERGUGAT I sebelumnya sebesar Rp ,- (tiga ratus juta rupiah ), maka disepakati pinjaman tersebut merupakan pembayaran pertama sebesar Rp ,- (tiga ratus juta rupiah), sedangkan sisanya sebesar Rp ,- ( delapan ratus juta rupiah ) akan dibayar oleh PENGGUGAT setelah suratsuratnya selesai dan sekaligus AJB, pada saat itu kesepakatan hanya berdasarkan kepercayaan atau saling percaya saja ; Halaman 14 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

15 7. Bahwa pada tanggal 2 Oktober 2012 TERGUGAT I datang lagi menemui PENGGUGAT, dan meminjam lagi uang sebesar Rp ,- ( seratus juta rupiah ), untuk keperluan biaya perobatan orang tuanya, saat itu PENGGUGAT merasa kasihan melihat TERGUGAT I memohon mohon sampai menangis dan PENGGUGAT memberikan pinjaman tersebut, dan pada tanggal 17 Oktober 2012 TERGUGAT I datang lagi meminjam uang sebesar Rp ,- ( seratus enam puluh lima juta rupiah ), dengan alasan untuk membeli rumah, tidak berhenti pada pinjaman tersebut, TERGUGAT I berkali - kali datang dan meminjam uang PENGGUGAT, dan jika dihitung keseluruhan pinjaman sampai tanggal 2 Juli 2013 sudah sebesar Rp ,- ( satu milyar seratus juta rupiah ), dan pada saat itu pula TERGUGAT I, membuat Kwitansi tanda penerimaan uang sebesar Rp ,- ( satu milyar seratus juta rupiah, sebagai tanda pembayaran pembelian 1 unit rumah miliknya yang terletak di Kota Baru Parahyangan Jalan. Nagadigdaya No. 30 Desa Cipeundeuy, Padalarang, dengan Nomor Sertipikat Hak Milik 1741, Surat Ukur No , dengan luas tanah 220 M2, dan pada saat itu TERGUGAT I berjanji akan mengurus beres balik nama pada bulan Agustus 2013, agar supaya AJB terhadap PENGGUGAT dapat dilaksanakan, namun TERGUGAT I hanya berjanji dan bedanji, dan sampai bulan September akhir 2013 TERGUGAT I tidak pernah menepati janjinya dengan tidak memberikan alasan apapun ; Menimbang, bahwa didalam pembuktian Pengugat menyerahkan bukti fotocopy yang dicocokan dengan aslinya ternyata sesuai, kecuali bukti P.1, P.2, P.3, P.4, P.5, P.6, P.7, P.8, P.9, P.10, P.11, P.12, P.13, P.14, P.15, P.16, P.17, P.18, P.19, P.20, P.21 hanya merupakan fotocopy dan tidak disertai bukti aslinya ; Menimbang, bahwa bukti tersebut diatas serta keterangan saksi-saksi (RS. Willard Malau dan Lelah Herawati), Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa hubungan hukum antara Penggugat dan Tergugat I adalah masalah hutang piutang, sehingga gugatan Penggugat haruslah ditujukan kepada Tergugat I atas dasar wanprestasi bukan atas dasar perbuatan melawan hukum ; Halaman 15 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

16 Menimbang, bahwa mengenai hubungan hukum Tergugat II dengan Penggugat juga hubungan hukum dengan Turut Tergugat I, Turut Tergugat II dan Turut Tergugat III, Pengadilan Tinggi berpendapat sebagai berikut : Menimbang, bahwa didalam jawabannya Tergugat II menyatakan bahwa benar antara Tergugat II (selaku Pembeli) dengan Tergugat I (selaku Penjual) telah melakukan transaksi jual beli atas sebidang tanah berikut bangunan HGB Nomor 2927/Desa Cipendeuy sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 21 Pebruari 2011 Nomor 01024, seluas- 220 M2 (dua ratus dua puluh dua meter persegi) sesuai Sertifikat HGB No. 2927/Desa Cipeundeuy tertanggal 31 Maret 2011 dan telah dituangkan oleh Turut Tergugat I sesuai dengan Akta Jual Beli No. 228/2013 tertanggal 4 September 2013 ; Menimbang, bahwa dalil Terugat II tersebut didukung dengan bukti-bukti yang diajukan oleh Tergugat II ataupun bukti-bukti yang diajukan oleh Turut Tergugat I, Turut Tergugat II dan Turut Tergugat III, yaitu fotocopy Sertifikat Hak Milik No.1741/Desa Cipeundeuy tertanggal 31 Maret 2011 tertulis atas nama Tuan Fredi Kho (Tergugat II), bahwa fotocopy tersebut telah dicocokan dengan aslinya dan ternyata sesuai serta telah diberi materai secukupnya sehingga dapat dipergunakan sebagai bukti surat dalam perkara ini ; Menimbang, bahwa berdasarkan alasan hukum tersebut diatas, maka tidak ada hubungan hukum apapun antara Penggugat dengan Tergugat II, dan Jual Beli yang terjadi antaratergugat I dan Tergugat II berdasarkan buktibukti tertulis telah dilakukan secara sah dan dibenarkan oleh hukum karena pembeli tidak mengetahui adanya jual beli yang terjadi sebelumnya, pembeli tersebut dapat dikatakan sebagai pembeli yang beritikad baik, sehingga kedudukan pembeli yang beritikad baik dilindungi oleh hukum sebagaimana ditentukan dalam Yurisprudensi Putusan M.A.R.I tanggal 26 Desember 1958 Nomor : 251 K/Sip/1958 ; Menimbang, bahwa dengan demikian karena dalil pokok gugatan Penggugat tidak terbukti dan tidak didasarkan alasan yang syah menurut hukum, maka gugatan Penggugat harus ditolak seluruhnya ; Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas, maka putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung tanggal 3 Nopember 2014 Nomor : 49/Pdt.G/2014/PN.Blb. harus dibatalkan dan Pengadilan Tinggi akan mengadili sendiri sebagaimana tersebut dalam amar putusan dibawah ini ; --- Halaman 16 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

17 Menimbang, bahwa karena gugatan Penggugat/Terbanding ditolak, maka Penggugat/Terbanding dihukum untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan ; Mengingat dan memperhatikan pasal-pasal dari Undang-undang Nomor. 20 Tahun 1947 tentang Peradilan Ulangan di Jawa dan Madura, Undang-undang Nomor. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, pasal-pasal dari HIR dan ketentuan lain dari Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan ; MENGADILI : - Menerima Permohonan banding dari Pembanding I dahulu Tergugat II, Pembanding II dahulu Turut Tergugat I, Pembanding III dahulu Turut Tergugat II dan Pembanding IV dahulu Turut Tergugat III ; Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung tanggal 3 Nopember 2014 Nomor : 49/Pdt.G/2014/PN.Blb. yang dimohonkan banding tersebut : DENGAN MENGADILI SENDIRI : DALAM EKSEPSI : Menolak Eksepsi Para Pembanding untuk seluruhnya ; DALAM POKOK PERKARA : - Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya ; Menghukum Terbanding dahulu Pengugat untuk membayar biaya perkara pada kedua tingkat peradilan yang pada tingkat banding sebesar Rp ,- (seratus lima puluh ribu rupiah) ; Demikianlah diputuskan pada hari KAMIS, tanggal 28 MEI 2015 dalam musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung dengan susunan AMRIDDIN, S.H., M.Hum. sebagai Hakim Ketua, HARTONO A. MURAD, S.H., M.H. dan DR.H. WAHIDIN, S.H., M.H. masing-masing sebagai Hakim Anggota, serta dibantu oleh YUNTHA DHARMANSYAH S., SH. Panitera-pengganti pada Pengadilan Tinggi Bandung, putusan mana pada hari KAMIS, tanggal 04 JUNI 2015 telah diucapkan dalam persidangan Halaman 17 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

18 yang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua tersebut dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut dan Panitera-pengganti tersebut, akan tetapi tidak dihadiri oleh kedua belah pihak yang berperkara atau kuasanya ; HAKIM ANGGOTA, HAKIM KETUA, ttd ttd HARTONO A. MURAD, S.H., M.H. AMRIDDIN, S.H., M.H. ttd DR. H. WAHIDIN, S.H., M.H. PANITERA PENGGANTI, ttd YUNTHA DHARMANSYAH S., SH. Perincian biaya perkara : 1. Biaya Materai..... Rp ,- 2. Biaya Redaksi putusan. Rp ,- 3. Biaya Pemberkasan. Rp ,- Jumlah.. Rp ,- Halaman 18 dari 18 Putusan No.156/Pdt/2015/PT.Bdg.

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

BAB III. Obyek penelitian dalam bab ini adalah mengenai fakta yuridis yang diuraikan sebagai berikut :

BAB III. Obyek penelitian dalam bab ini adalah mengenai fakta yuridis yang diuraikan sebagai berikut : BAB III DUDUK PERKARA PUTUSAN PENGADILAN NEGERI NOMOR : 174/Pdt.G/2002/PN.Jkt.Tim JO. PUTUSAN PENGADILAN TINGGI JAKARTA NOMOR : 95/PDT/2003/PT.DKI DAN PUTUSAN KASASI MAHKAMAH AGUNG RI NOMOR : 3302 K/PDT/2003

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 272 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1 P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Perdata dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran.

PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran. PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran. Hal. : Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Surabaya, 26 Pebruari 2010 Dengan Hormat, Kepada

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata permohonan dalam tingkat pertama,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat banding dalam persidangan Majelis

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan P U T U S A N NOMOR 129 / PID / 2015/ PT MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn.

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA,

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 MAHKAMAH AGUNG RI 2008 1 DAFTAR ISI Kata Pengantar... iii Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : KMA/032/SK/IV/2007

Lebih terperinci

PARTNERS. * Hengki M. Sibuea, Founder dan Senior Partner pada Kantor Hukum HENGKI SIBUEA &

PARTNERS. * Hengki M. Sibuea, Founder dan Senior Partner pada Kantor Hukum HENGKI SIBUEA & PENERAPAN RASA KEADILAN YANG BERTENTANGAN DENGAN JUMLAH YANG SUDAH DISEPAKATI ADALAH PERTIMBANGAN YANG KELIRU Oleh: Hengki M. Sibuea * Topik tersebut merupakan pertimbangan hukum Majelis Hakim Kasasi pada

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU;

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU; P U T U S A N Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 08/PMK/2006 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM SENGKETA KEWENANGAN KONSTITUSIONAL LEMBAGA NEGARA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Nomor : 52/DJU/SK/HK.006/5/ Tahun 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN MAHKAMAH

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana biasa dalam peradilan tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara pidanadalam peradilan tingkat Banding, menjatuhkan Putusan seperti

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN.

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 B A L I K P A P A N P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

SUATU TINJAUAN YURIDIS TENTANG PERLAWANAN PIHAK KETIGA DALAM PERKARA JUAL BELI TANAH (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SALATIGA)

SUATU TINJAUAN YURIDIS TENTANG PERLAWANAN PIHAK KETIGA DALAM PERKARA JUAL BELI TANAH (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SALATIGA) SUATU TINJAUAN YURIDIS TENTANG PERLAWANAN PIHAK KETIGA DALAM PERKARA JUAL BELI TANAH (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SALATIGA) NASKAH PUBLIKASI Disusun Dan Diajukan untuk melengkapi Tugas Tugas Dan Syarat

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 345/Pid.B/2014/PN.BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa di dalam era perdagangan global, sejalan dengan konvensi-konvensi

Lebih terperinci

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA

LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA 1 LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA oleh : Ali M. Haidar I. PENDAHULUAN Tulisan ini disajikan hanyalah sebagai ulangan dan bahkan cuplikan dari berbagai tulisan tentang

Lebih terperinci

STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SE-KALIMANTAN TENGAH

STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SE-KALIMANTAN TENGAH STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SEKALIMANTAN TENGAH I. PENDAHULUAN Dalam Visi Mahkamah Agung Republik Indonesia yang dituangkan dalam Blue Print

Lebih terperinci

yang dibahas dalam makalah singkat ini adalah mengenai alat bukti tertulis.

yang dibahas dalam makalah singkat ini adalah mengenai alat bukti tertulis. PEMBUKTIAN. PENERAPAN ALAT BUKTI TERTULIS DALAM PEMERIKSAAN PERKARA Dalam Hukum Acara Perdata menjadi kewajiban bagi kedua belah pihak yang berperkara untuk membuktikan. Pembuktian ini untuk meyakinkan

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING I. Mempelajari Berkas Perkara 1. Bentuk Dakwaan: a. Tunggal : Adalah tehadap Terdakwa hanya didakwakan satu perbuatan yang memenuhi Uraian dalam satu Pasal tertentu

Lebih terperinci

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

SOP PENYELESAIAN PERKARA PERDATA GUGATAN

SOP PENYELESAIAN PERKARA PERDATA GUGATAN PENGADILAN NEGERI KOLAKA PENGADILAN NEGERI KOLAKA Kepaniteraan Perdata Jln. Pemuda No. 175 Kolaka (0405) 2321012 Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan Oleh SOP PENYELESAIAN

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: 1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iah dalam tenggang waktu : a. 14 (empat belas)

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KETUA MAHKAMAH AGUNG PERATURAN MAHKAMAH AGUNG Nomor : 02 Tahun 2009 TENTANG BIAYA PROSES PENYELESAIAN PERKARA DAN PENGELOLAANNYA PADA MAHKAMAH AGUNG DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA DI BAWAHNYA KETUA MAHKAMAH

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB)

CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB) CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB) Pada hari ini ( ) tanggal [( ) ( tanggal dalam huruf )] ( bulan dalam huruf ) tahun [( ) ( tahun dalam huruf )], kami yang bertanda

Lebih terperinci

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN MEDAN 2011 DAFTAR ISI BAB I PERDATA A. PERDATA UMUM... 1 B. PERDATA KHUSUS 1. PERMOHONAN PERNYATAAN PAILIT DAN PKPU...

Lebih terperinci

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN KEDUA Perkara Nomor 79/PUU-XII/2014 Tugas dan Wewenang DPD Sebagai Pembentuk Undang-Undang

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN KEDUA Perkara Nomor 79/PUU-XII/2014 Tugas dan Wewenang DPD Sebagai Pembentuk Undang-Undang RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN KEDUA Perkara Nomor 79/PUU-XII/2014 Tugas dan Wewenang DPD Sebagai Pembentuk Undang-Undang I. PEMOHON Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dalam hal ini diwakili oleh Irman Gurman,

Lebih terperinci

JURNAL ILMIAH PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK ATAS SERTIFIKAT YANG HILANG (STUDI DI BPN KOTA MATARAM)

JURNAL ILMIAH PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK ATAS SERTIFIKAT YANG HILANG (STUDI DI BPN KOTA MATARAM) 1 JURNAL ILMIAH PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK ATAS SERTIFIKAT YANG HILANG (STUDI DI BPN KOTA MATARAM) Oleh : R. SUSETIYO KUKUH K D1A009070 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MATARAM MATARAM 2013 2 Halaman

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Perbaikan Tgl. 28-02-2012 MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM NOMOR : 1/DJU/OT.01.03/I/2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN

Lebih terperinci

BAB II PEMBUATAN AKTA JUAL BELI YANG TIDAK SESUAI KETENTUAN DALAM PROSEDUR PEMBUATAN AKTA PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH

BAB II PEMBUATAN AKTA JUAL BELI YANG TIDAK SESUAI KETENTUAN DALAM PROSEDUR PEMBUATAN AKTA PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH BAB II PEMBUATAN AKTA JUAL BELI YANG TIDAK SESUAI KETENTUAN DALAM PROSEDUR PEMBUATAN AKTA PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH A. Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Jual Beli 1. Pengertian Hak Atas Tanah Tanah diberikan

Lebih terperinci

Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun

Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1995 TENTANG KOMISI BANDING MEREK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1995 TENTANG KOMISI BANDING MEREK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1995 TENTANG KOMISI BANDING MEREK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 35 Undang-undang Nomor 19 Tahun

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang mengadili perkara Harta Bersama pada tingkat banding

Lebih terperinci

Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah

Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah AKTA PENDIRIAN YAYASAN "..." Nomor :... Pada hari ini,..., tanggal... 2012 (duaribu duabelas) pukul... Waktu Indonesia Barat. Berhadapan dengan saya, RUFINA INDRAWATI TENGGONO, Sarjana Hukum, Notaris di

Lebih terperinci

KUMULASI PERMOHONAN ITSBAT NIKAH DENGAN ASAL USUL ANAK. A. Penggabungan Gugatan dalam HIR, RBg

KUMULASI PERMOHONAN ITSBAT NIKAH DENGAN ASAL USUL ANAK. A. Penggabungan Gugatan dalam HIR, RBg KUMULASI PERMOHONAN ITSBAT NIKAH DENGAN ASAL USUL ANAK (Dalam Persfektif Hukum Positif di Indonesia) Oleh: Drs.H.Abdul MUJIB AY,M.H. (Wakil Ketua PA Tanah Grogot Kalimantan Timur) A. Penggabungan Gugatan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 442/Pdt/2014/PT.BDG.

P U T U S A N. Nomor : 442/Pdt/2014/PT.BDG. P U T U S A N Nomor : 442/Pdt/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 1 TAKAH RAKERPTA 2012 Pasal 91A UU NO. 50 TAHUN 2009 (1) Dalam menjalankan tugas peradilan, peradilan agama dapat menarik biaya perkara. (2) Penarikan biaya

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA

STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA JAKARTA 2014 STANDAR PELAYANAN PERADILAN DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA I. KETENTUAN UMUM A. Dasar Hukum 1. Undang-undang

Lebih terperinci

PENCABUTAN VERSUS PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN AGAMA DALAM PERKARA BANDING

PENCABUTAN VERSUS PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN AGAMA DALAM PERKARA BANDING PENCABUTAN VERSUS PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN AGAMA DALAM PERKARA BANDING Makalah disajikan untuk bahan Diskusi Hakim sekoordinator Bojonegoro Oleh Dra. Hj.Laila Nurhayati, MH Hakim Pengadilan Agama

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH JURNAL

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH JURNAL PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH JURNAL Oleh : LALU BUHARI HAMNI D1A OO8 254 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MATARAM 2012 PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH JURNAL Oleh:

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL PERATURAN METERI NEGARA AGRARIA/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 9 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DAN PEMBATALAN HAK ATAS TANAH NEGARA

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id PUTUSAN Nomor 354/Pid.B/2014/PN Sbg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan

Lebih terperinci

KEKUATAN PEMBUKTIAN AKTA DI BAWAH TANGAN YANG TELAH MEMPEROLEH LEGALITAS DARI NOTARIS. Oleh : Lusy K.F.R. Gerungan 1

KEKUATAN PEMBUKTIAN AKTA DI BAWAH TANGAN YANG TELAH MEMPEROLEH LEGALITAS DARI NOTARIS. Oleh : Lusy K.F.R. Gerungan 1 KEKUATAN PEMBUKTIAN AKTA DI BAWAH TANGAN YANG TELAH MEMPEROLEH LEGALITAS DARI NOTARIS Oleh : Lusy K.F.R. Gerungan 1 A. PENDAHULUAN Notaris dengan kewenangan yang diberikan oleh perundang-undangan itu,

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor 76/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

PUTUSAN. Nomor 76/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PUTUSAN Nomor 76/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA [1.1] Yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara konstitusi pada tingkat pertama

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DALAM KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DALAM KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN DALAM KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN Firmansyah, S.H., LL.M. TM Luthfi Yazid, S.H., LL.M. Comparative Study of Judicial System between Japan and Indonesia 2007 - Jepang MEDIASI DI PENGADILAN (Court-Annexed

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1977 TENTANG PERWAKAFAN TANAH MILIK (LNRI. No. 38, 1977; TLNRI No. 3107)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1977 TENTANG PERWAKAFAN TANAH MILIK (LNRI. No. 38, 1977; TLNRI No. 3107) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1977 TENTANG PERWAKAFAN TANAH MILIK (LNRI. No. 38, 1977; TLNRI No. 3107) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa wakaf adalah suatu lembaga

Lebih terperinci

Lampiran Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor : 15 Tahun 2012 Tanggal : 25 Oktober 2012

Lampiran Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor : 15 Tahun 2012 Tanggal : 25 Oktober 2012 18 Lampiran Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor : 15 Tahun 2012 Tanggal : 25 Oktober 2012 TANDA TERIMA BERKAS PERMOHONAN Nomor :..*) Nama Pemohon :... Berkas yang sudah diserahkan terdiri dari

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM

Lebih terperinci

PEMBATALAN PERJANJIAN CESSIE OLEH BADAN PENYEHATAN PERBANKAN NASIONAL (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 3025.

PEMBATALAN PERJANJIAN CESSIE OLEH BADAN PENYEHATAN PERBANKAN NASIONAL (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 3025. SKRIPSI PEMBATALAN PERJANJIAN CESSIE OLEH BADAN PENYEHATAN PERBANKAN NASIONAL (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 3025.K/Pdt/2001) AN ANNULMENT OF CESSIE AGREEMENT BY INDONESIAN BANK RESTRUCTURING

Lebih terperinci

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KANDANGAN NOMOR : W15 - A4/ 028 / HK.05 / I / 2011 TENTANG PANJAR BIAYA PERKARA

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KANDANGAN NOMOR : W15 - A4/ 028 / HK.05 / I / 2011 TENTANG PANJAR BIAYA PERKARA NO. I LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KANDANGAN NOMOR : W15 - A4/ 028 / HK.05 / I / 2011 TENTANG PANJAR BIAYA PERKARA URAIAN Panjar Biaya Perkara Tingkat Pertama JUMLAH KETERANGAN 1. Gugatan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1996 TENTANG HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTA BENDA-BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1996 TENTANG HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTA BENDA-BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1996 TENTANG HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTA BENDA-BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

PERANAN HAKIM TERHADAP LAHIRNYA PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA (Studi Kasus Putusan No. 191/Pdt.G/2010/PN.

PERANAN HAKIM TERHADAP LAHIRNYA PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA (Studi Kasus Putusan No. 191/Pdt.G/2010/PN. PERANAN HAKIM TERHADAP LAHIRNYA PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA (Studi Kasus Putusan No. 191/Pdt.G/2010/PN.Mks) Rezki Erawati. S Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin

Lebih terperinci

PUTUSAN NOMOR 52/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

PUTUSAN NOMOR 52/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PUTUSAN NOMOR 52/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA [1.1] Yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara konstitusi pada tingkat pertama

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, KOMISI INFORMASI Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 04/PMK/2004 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA

PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA I.A. Prosedur Dan Proses Penyelesaian Perkara Cerai Talak PROSEDUR Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon (suami) atau kuasanya : 1. a. Mengajukan

Lebih terperinci

Anggaran Dasar PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk.

Anggaran Dasar PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. Anggaran Dasar PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. www.bankmandiri.co.id 2 ANGGARAN DASAR Pendirian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 berdasarkan

Lebih terperinci

PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT)

PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) DR FRANSISCUS XAVERIUS ARSIN, SH DAERAH KERJA KOTAMADYA JAKARTA BARAT SK Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor : 3-XA-2004 Tanggal 4 Maret 2004 Ruko Makaliwe Office Park,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN UU 28-2004 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA

I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA A. KEPANITERAAN PIDANA 1. Penyelesaian Perkara a. Pengadilan Negeri menerima

Lebih terperinci

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg.

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. Nomor P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara Pidana dalam tingkat banding telah

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG TATA CARA PERMOHONAN, PEMERIKSAAN, DAN PENYELESAIAN BANDING MEREK

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG TATA CARA PERMOHONAN, PEMERIKSAAN, DAN PENYELESAIAN BANDING MEREK PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG TATA CARA PERMOHONAN, PEMERIKSAAN, DAN PENYELESAIAN BANDING MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci