GAMBARAN KADAR Fe (BESI) PADA AIR TANAH DANGKAL (SUMUR) DI KECAMATAN SUKARAME PALEMBANG TAHUN 2012 ABSTRAK

Save this PDF as:
Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "GAMBARAN KADAR Fe (BESI) PADA AIR TANAH DANGKAL (SUMUR) DI KECAMATAN SUKARAME PALEMBANG TAHUN 2012 ABSTRAK"

Transkripsi

1 GAMBARAN KADAR Fe (BESI) PADA AIR TANAH DANGKAL (SUMUR) DI KECAMATAN SUKARAME PALEMBANG TAHUN 2012 Witi Karwiti Dosen Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Palembang ABSTRAK Besi merupakan salah satu logam berat yang sering ditemukan di air karena besi terdapat dalam air alam, dengan kadar rendah. Standar konsentrasi maksimum besi didalam air minum yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI yaitu < 0.3 mg/ L. Kadar Fe yang melebihi batas yang sudah ditetapkan pemerintah jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan mungkin sampai menyebabkan kematian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Kadar Fe (besi) pada air tanah dangkal (sumur) dikecamatan Sukarame Palembang Tahun Penelitian ini bersifat deskriptif Analitik. Sampel penelitian adalah Air tanah dangkal (sumur) yang di ambil secara randomisasi. Metode pemeriksaan Kadar Fe menggunakan metode fenantrolin secara spektrofotometri. Dari hasil analisa didapatkan dari 15 sampel yang diperiksa terdiri 10 sampel (66,7%) kadar Fe tidak memenuhi syarat. Dari 4 sampel yang memenuhi syarat ph terdapat 2 sampel (50%) kadar Fe tidak memenuhi syarat, dan dari 11 sampel yang tidak memenuhi syarat ph terdapat 3 sampel (27,3%) kadar Fe memenuhi syarat. Sedangkan dari 2 sampel yang warnanya memenuhi syarat terdapat 1 sampel (50%) kadar Fe memenuhi syarat dan dari 13 sampel yang warnanya tidak memenuhi syarat terdapat 4 sampel (44,4%) kadar Fe memenuhi syarat. Serta 5 sampel yang memenuhi syarat kekeruhan terdapat 4 sampel (80%) kadar Fe memenuhi syarat dan dari 10 sampel yang tidak memenuhi syarat kekeruhannya terdapat 1 sampel (10%) kadar Fe memenuhi syarat. Disarankan kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi air minum terutama sumber air berasal dari air sumur yang memiliki kadar Fe yang tidak memenuhi syarat. Salah satu caranya yaitu dengan melihat karakteristik air tersebut misalnya bila air tersebut berwarna kuning kecoklatan dan keruh ada kemungkinan air itu memiliki kadar Fe yang tinggi sehingga hindari untuk mengkonsumsinya atau lakukan pengolahan misalnya penyaringan, penambahan tawas, dll. Kata Kunci : Air Tanah Dangkal (sumur), Kadar Fe (besi) Referensi : 8 ( )

2 PENDAHULUAN Air merupakan salah satu sumber kehidupan di muka bumi ini. Perannya tak bisa digantikan dalam menunjang kehidupan semua makhluk hidup dan Air juga merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun dengan berkembangnya peradaban serta semakin bertambahnya penduduk didunia ini, dengan sendirinya menambah aktivitas kehidupannya yang mau tidak mau menambah pengotoran atau pencemaran air sehingga air tidak selamanya bersih dan tidak selamanya layak untuk diminum karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh cemaran yang terjadi. (1,2) Sumber pencemaran yang sering terjadi pada air antara lain cemaran mekanis, cemaran biologi, cemaran mikrobiologi dan cemaran kimia. Cemaran kimia ada yang menggolongkannya dalam kelompok cemaran petisida walaupun yag dimaksud disini adalah adalah obat pemberantas hama, bahkan obatobatan yang digunakan dalam usaha produksi hasil ternak sepert antibiotika, hormone dan perangsang pertumbuhan. Cemaran kimia lain yang berpotensi membahayakan kesehatan adalah berupa logam berat misalnya besi, merkuri, timah, tembaga dan lain-lainnya. (3) Besi merupakan salah satu logam berat yang sering ditemukan di air karena besi terdapat dalam air alam, dengan kadar rendah. Adanya unsur-unsur besi didalam air diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan unsur tersebut. Zat besi merupakan unsur yang penting dan berguna untuk metabolisme tubuh. Untuk keperluan ini tubuh membutuhkan 7-35 mg unsur tersebut per hari, yang tidak hanya diperoleh dari air. Atas dasar pertimbangan inilah, maka ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No.907/MENKES/SK/VII/2002 kadar maksimum yang diperbolehkan pada air minum 0,3 mg/l. (4) Berdasarkan hasil penelitian Kurniyati (2007) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi diketahui bahwa dari 1172 sampel air, dari jumlah tersebut 391 sampel (33,4%) tidak memenuhi syarat air minum, dan 69 sampel (5,9%) tidak memenuhi syarat kadar besi. Sampel air yang berasal dari wilayah Depok 17,6% paling banyak tidak memenuhi syarat kadar besi, atau tertinggi dari wilayah lain.. (5) Tingginya kadar Fe (besi) yang terdapat didalam air memiliki pengaruh terhadap penggunanya antara lain konsentrasi kadar Fe didalam air melebihi 1 mg/l akan menyebabkan warna air menjadi kemerah-merahan memberi rasa yang tidak enak pada minuman, juga dapat menimbulkan noda pada peralatan dan bahan-bahan yang berwarna putih. (1,4) Sedangkan air yang memiliki kadar Fe yang melebihi batas yang sudah ditetapkan pemerintah jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan mungkin sampai menyebabkan kematian.

3 TUJUAN PENELITIAN Untuk mengetahui gambaran Kadar Fe (Besi) pada air tanah dangkal (sumur) di Kecamatan Sukarame Palembang tahun 2012 berdasarkan karakteristik (ph, Warna dan Kekeruhan). BAHAN DAN CARA Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan observatif yaitu melakukan pengujian kadar Fe (besi) Pada Air Tanah Dangkal (sumur) di Kecamatan Sukarame Palembang berdasarkan karakteristik (ph, Warna dan Kekeruhan). Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 September s/d 13 Oktober Tempat pengambilan sampel di Kelurahan Karya Baru Kecamatan Sukarame Palembang. Sampel yang digunakan adalah air tanah dangkal (sumur) penduduk yang berada diwilayah penelitian dan diambil secara random sampling. PEMERIKSAAN SAMPEL Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Fenantrolin dengan menggunakan alat spektrofotometer. Prinsip pemeriksaan sampel yaitu sampel dipanaskkan dengan asam dan hidroxilamin untuk mengubah Fe 2+ menjadi Fe 3+ lalu tambah 1.10 Fenontrolin pada ph 2,3-3,3 sampai terbentuk warna jingga lalu baca di spektrofotometri pada λ=510 nm, diamana setiap atom besi diikat 3 molekul fenantrolin. INTERPRETASI HASIL 1. Kadar Fe (besi) Memenuhi Syarat (MS) : 0,3 mg/l Tidak Memenuhi Syarat (TMS) : > 0,3 mg/l 2. ph Memenuhi Syarat (MS) : 6,5 8,5 Tidak Memenuhi Syarat (TMS) : < 6,5 atau >8,5 3. Warna Memenuhi Syarat (MS) : 15 TCU Tidak Memenuhi Syarat (TMS) : >15 TCU 4. Kekeruhan Memenuhi Syarat (MS) : 5 NTU Tidak Memenuhi Syarat (TMS) : > 5 NTU ANALISIS DATA Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan juga disajikan secara narasi. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Distribusi Frekuensi Kadar Fe (besi) pada Air Tanah Dangkal (sumur) di Kecamatan Sukarame Palembang Tahun 2012 No Kadar Fe (besi) Jumlah Persentase (%) 1 Memenuhi Syarat (MS) 5 33,3 2 Tidak Memenuhi 10 66,7 Syarat (TMS) Jumlah Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kadar Fe (besi) pada air tanah dangkal (sumur) di Kelurahan Karya Baru Kecamatan Sukarame Palembang, dari 15 sampel air sumur yang diperiksa didapatkan 5 sampel (33,3%) kadar Fe memenuhi syarat dan 10 sampel (66,7%) tidak memenuhi syarat.

4 Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kadar Fe (besi) pada Air Tanah Dangkal (sumur) dikecamatan Sukarame Palembang Tahun 2012 berdasarkan ph Kadar Fe (besi) Jumlah ph MS TMS n % n % N % MS TMS 3 27,3 8 72, Jumlah 5 33,3 66,7 66, Dari 4 sampel yang memenuhi syarat ph terdapat 2 sampel (50%) kadar Fe memenuhi syarat dan 2 sampel (50%) tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari 11 sampel yang tidak memenuhi syarat ph terdapat 3 sampel (27,3%) kadar Fe memenuhi syarat dan 8 sampel (72,7%) tidak memenuhi syarat. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kadar Fe (besi) pada Air Tanah Dangkal (sumur) dikecamatan Sukarame Palembang Tahun 2012 berdasarkan Warna Kadar Fe (besi) Jumlah Warna MS TMS N % n % n % MS TMS 4 44,4 9 55, Jumlah 5 33, , Berdasarkan warna, dari 2 sampel yang warnanya memenuhi syarat terdapat 1 sampel (50%) kadar Fe memenuhi syarat dan 1 sampel (50%) tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari 13 sampel yang warnanya tidak memenuhi syarat terdapat 4 sampel (44,4%) kadar Fe memenuhi syarat dan 9 sampel (66,7%) tidak memenuhi syarat. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kadar Fe (besi) pada Air Tanah Dangkal (sumur) dikecamatan Sukarame Palembang Tahun 2012 berdasarkan Kekeruhan Kadar Fe (besi) Jumlah Hasil MS TMS N % Kekeruhan n % n % MS TMS Jumlah 5 33, ,

5 Berdasarkan kekeruhan, dari 5 sampel yang memenuhi syarat kekeruhan terdapat 4 sampel (80%) kadar Fe memenuhi syarat dan 1 sampel (20%) tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari 10 sampel kekeruhan tidak memenuhi syarat terdapat 1 sampel (10%) kadar Fe memenuhi syarat dan 9 sampel (90%) tidak memenuhi syarat. PEMBAHASAN Hasil penelitian dari 15 sampel air tanah dangkal (sumur) di Kelurahan Karya Baru Kecamatan Sukarame Palembang, didapatkan 5 sampel (33,3%) kadar Fe memenuhi syarat dan 10 sampel (66,7%) tidak memenuhi syarat berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No.907/MENKES/SK/VII/2002 yaitu kadar maksimum yang diperbolehkan pada air minum 0,3 mg/l (4). Apabila dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kurniyati (2007) diketahui dari 1172 sampel air terdapat 69 sampel (5,9%) yang memenuhi syarat kadar Fe, jumlah ini sangat tidak sejalan dengan jumlah persentase pada penelitian kali ini yaitu 10 sampel (66,7%) tidak memenuhi syarat kadar Fe (5). Hal ini dapat disebabkan karena perbedaan jumlah dan lokasi pengambilan sampel. Penelitian terdahulu Kurniyati tahun 2007 yang dilakukan didaerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dengan 1172 sampel. (5) Besi adalah salah satu elemen kimiawi yang dapat di temui pada hampir setiap tempat di bumi. Pada semua lapisan geologis dan semua badan air. Besi juga termasuk dalam golongan logam berat, namun pada lingkungan perairan umumnya berada dalam bentuk ion logam bebas. (7) Keberadaan ion Fe 2+ dalam badan perairan dapat berasal dari sumber alamiah atau oleh olahan manusia. Secara alamiah dapat berasal dari pengikisan batu mineral yang bearada disekirtar perairan atau adanya penimbunan zat-zat organic dari hasil dekomposisi bahan-bahan organic yang larut dalam air. (8) Zat-zat organic tersebut berasal dari pelapukan daun-daun yang berguguran, tumbuhan-tumbuhan dan hewan yang mati lalu terurai menjadi humus dan mengandung mineralmineral. Proses pelapukan ini ada yang mengalami perubahan secara fisik, yaitu hanya terjadi perubahan dari bentuk besar ke bentuk kecil (partikel). Ada juga pelapukan terjadi perubahan kimiawi yaitu terjadi perubahn sifatsifat kimia dari zat-zat organic tertentu menjadi zat anorganik yang lain berbeda sekali dengan sifatnya, biasanya merupakan hasil kerja bakteri aerob dan bakteri anaerob. Ion-ion logam terlarut dalam air ini pada konsentrasi tertentu dapat menjadi racun dalam kehidupan walaupun daya racun yang ditimbulkan tidak sama pada setiap individu. (8) Kadar Fe Berdasarkan ph Dari 4 sampel yang memenuhi syarat ph terdapat 2 sampel (50%) kadar Fe memenuhi syarat dan 2 sampel (50%) tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari 11 sampel yang tidak memenuhi syarat ph terdapat 3 sampel

6 (27,3%) kadar Fe memenuhi syarat dan 8 sampel (72,7%) tidak memenuhi syarat berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.907/MENKES/SK/VII/2002 yaitu kadar maksimum yang diperbolehkan pada air minum yaitu ph 6,5-8,5. (4) Kadar Fe dapat dipengaruhi oleh keasaman atau kebasaan ph air. Pada air limbah yang asam dengan ph kurang dari 3,5 besi akan larut dalam bentuk ferri. Jadi dalam air, besi dapat sebagai larutan maupun bentuk koloidal yang mengikat bahan organik dalam bentuk ferri maupun ferro. Besi dapat ditemukan dalam lumpur yang berada dalam air yang dapat berasal dari kerusakan pipa-pipa atau tutup wadah sampel yang terbuat dari logam. Secara analitis sukar dibedakan antara besi terlarut dan besi tersuspensi karena diudara terbuka ion ferro yang larut dapat dioksidir oleh oksigen terlarut dan dihidrolisa pada ph lebih dari 5 menjadi ion ferri yang tak larut. (1,2) Air permukaan yang alkalis dan disaring jarang mengandung ion Fe 2+ lebih dari 1 mg/l. beberapa air tanah dan air permukaan yang asam, kadang-kadang mengandung ion Fe 2+ lebih banyak, dalam keadaan tereduksi sebagai ferro. Ion Fe 2+ ini larut dalam ion-ion pembentuk kompleks, ion Ferro hanya larut dalam ph 5. di udara terbuka atau karena oksidasi akan terbentuk ferri dan dapat terhidrolisa menjadi ferri oksida yang tidak larut. Dalam air Fe 2+ dapat berbentuk sebagai larutan maupun koloidal yang mengikatbahan organic dalam bentuk ferri maupun ferro. (1) Jika Fe 2+ yang didapat oleh tubuh seseorang dalam dosis besar dapat juga menimbulkan kerusakan dinding usus, kematian sering kali disebabkan oleh rusaknya dinding usus ini. (6) Kadar Fe Berdasarkan Warna Dari 2 sampel yang warnanya memenuhi syarat terdapat 1 sampel (50%) kadar Fe memenuhi syarat dan 1 sampel (50%) tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari 13 sampel yang warnanya tidak memenuhi syarat terdapat 4 sampel (44,4%) kadar Fe memenuhi syarat dan 9 sampel (66,7%) tidak memenuhi syarat berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.907/MENKES/SK/VII/2002 yaitu kadar maksimum yang kekeruhan diperbolehkan pada air minum yaitu 15 TCU. (4) Warna pada air dapat disebabkan berbagai faktor misalnya tumbuhtumbuhan atau zat kimia yang terlarut didalamnya salah satunya yang dapat menyebabkan terjadinya warna pada air adalah Fe karena kadar Fe di atas 1 mg/l dapat memberikan warna pada air agak kemerah-merahan (1) Kadar Fe berdasarkan Kekeruhan Dari 5 sampel yang memenuhi syarat kekeruhan terdapat 4 sampel (80%) kadar Fe memenuhi syarat dan 1 sampel (20%) tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari 10 sampel kekeruhan tidak memenuhi syarat terdapat 1 sampel (10%) kadar Fe memenuhi syarat dan 9 sampel (90%) tidak memenuhi syarat berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI

7 No.907/MENKES/SK/VII/2002 yaitu kadar maksimum kekeruhan yang diperbolehkan pada air minum yaitu 5 NTU. (4) Kadar Fe dapat dipengaruhi oleh kekeruhan air. Karena Air yang memiliki kadar Fe yang tinggi biasanya menimbulkan koloid atau gumpalan-gumpalan yang dapat menyebabkan tingginya kekeruhan pada air tersebut. (1) KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil penelitian dari 15 sampel air tanah dangkal (sumur) di Kelurahan Karya Baru Kecamatan Sukarame Palembang, didapatkan 5 sampel kadar Fe memenuhi syarat dan 10 sampel tidak memenuhi syarat. Dari 11 sampel yang tidak memenuhi syarat ph terdapat 3 sampel kadar Fe memenuhi syarat dan 8 sampel tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari 13 sampel yang warnanya tidak memenuhi syarat terdapat 4 sampel kadar Fe memenuhi syarat dan 9 sampel tidak memenuhi syarat. Serta dari 10 sampel dengan kekeruhan tidak memenuhi syarat terdapat 1 sampel kadar Fe memenuhi syarat dan 9 sampel tidak memenuhi syarat kadar Fe. Saran 1. Sebagai masukan kepada petugas kesehatan lingkungan untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya mengkonsumsi air yang mengandung kadar Fe (besi) tinggi. 2. Sebagai sumber informasi bagi masyarakat untuk lebih hati-hati dan waspada dalam mengkonsumsi air tanah dangkal (sumur) yang tidak memenuhi syarat kadar Fe. Salah satu caranya yaitu dengan melihat karakteristik air tersebut misalnya bila air tersebut berwarna kuning kecoklatan dan keruh ada kemungkinan air itu memiliki kadar Fe yang tinggi sehingga hindari untuk mengkonsumsinya atau lakukan pengolahan misalnya penyaringan, penambahan tawas, dll. Karena walaupun tidak menimbulkan dampak secara langsung akan tetapi dalam jangka waktu yang lama bila terus dikonsumsi dapat memberikan dampak bagi kesehatan seperti kanker, kerusakan ginjal dan mungkin sampai menyebabkan kematian

8 DAFTAR PUSTAKA 1. Departemen Kesehatan RI Pusat Pendidikan Tenaga Kerja Kimia Air. Jakarta. 2. Sutrisno,C., dkk Teknologi Penyediaan Air Bersih. Rineka Cipta: Jakarta. 3. Departemen Kesehatan RI Pusat Pendidikan Tenaga Kerja Kimia Makanan dan Minuman. Jakarta. 4. Departemen Kesehatan RI. Peraturan Keputusan Menteri Republik Indonesia No.907/Menkes/SK/VII/2002. Jakarta dia/index.php. 6. Soemirat, J.S Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. 7. Alaerts, G., Santika, SS Metode Penelitian Air. Usaha Nasional: Surabaya. 8. Abdurrahman, F, dkk Laporan Penyuluhan Pengelolahan Air Bersih pada Masyarakat Desa Siderejo Kabupaten Musi Banyuasin. Palembang.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air adalah materi di dalam kehidupan.tidak ada satu pun makhluk hidup yang ada di planet ini yang tidak membutuhkan air. Di dalam sel hidup baik pada sel tumbuh-tumbuhan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Sutrisno (2006), air merupakan senyawa kimia yang sangat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Sutrisno (2006), air merupakan senyawa kimia yang sangat BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sumber Air Menurut Sutrisno (2006), air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain, fungsinya bagi kehidupan tidak dapat digantikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat adalah keadaan lingkungan. Salah satu komponen lingkungan. kebutuhan rumah tangga (Kusnaedi, 2010).

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat adalah keadaan lingkungan. Salah satu komponen lingkungan. kebutuhan rumah tangga (Kusnaedi, 2010). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat di antaranya tingkat ekonomi, pendidikan, keadaan lingkungan, dan kehidupan sosial budaya. Faktor yang penting

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Air adalah zat yang sangat dibutuhkkan oleh semua makhluk hidup termasuk

BAB 1 PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Air adalah zat yang sangat dibutuhkkan oleh semua makhluk hidup termasuk BAB 1 PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Air adalah zat yang sangat dibutuhkkan oleh semua makhluk hidup termasuk manusia, hewan serta tumbuh-tumbuhan. Manfaat air bermacam-macam misalnya untuk diminum, untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. digunakan oleh manusia untuk keperluan sehari-harinya yang memenuhi

BAB I PENDAHULUAN. digunakan oleh manusia untuk keperluan sehari-harinya yang memenuhi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan zat paling dibutuhkan bagi kehidupan manusia. Air yang dimaksud adalah air tawar atau air bersih yang akan secara langsung dapat dipakai di kehidupan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan. Bagi

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan. Bagi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan. Bagi manusia, air digunakan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, mandi, memasak dan sebagainya.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O, dimana pada satu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O, dimana pada satu BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O, dimana pada satu molekul air memiliki dua atom hidrogen yang berikatan kovalen pada atom oksigen. Secara fisik air tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Air merupakan unsur yang penting di dalam kehidupan.tidak ada satu pun makhluk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Air merupakan unsur yang penting di dalam kehidupan.tidak ada satu pun makhluk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan unsur yang penting di dalam kehidupan.tidak ada satu pun makhluk hidup yang ada di bumi ini yang tidak membutuhkan air. Di dalam tubuh makhluk hidup baik

Lebih terperinci

PRISMA FISIKA, Vol. IV, No. 01 (2016), Hal ISSN :

PRISMA FISIKA, Vol. IV, No. 01 (2016), Hal ISSN : Pemetaan Sebaran Kandungan ph, TDS, dan Konduktivitas Air Sumur Bor (Studi Kasus Kelurahan Sengkuang Kabupaten Sintang Kalimantan Barat) Leonard Sihombing a, Nurhasanah a *, Boni. P. Lapanporo a a Prodi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Air bersih merupakan salah satu dari sarana dasar yang paling dibutuhkan oleh masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Air bersih merupakan salah satu dari sarana dasar yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Air bersih merupakan salah satu dari sarana dasar yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. Kebutuhan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang

BAB I PENDAHULUAN. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air sangat penting bagi kehidupan, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Seluruh metabolisme dalam tubuh berlangsung dalam media air. Air didalam kehidupan sehari-hari

Lebih terperinci

PRISMA FISIKA, Vol. V, No. 1 (2017), Hal ISSN :

PRISMA FISIKA, Vol. V, No. 1 (2017), Hal ISSN : Analisis Kualitas Air Sumur Bor di Pontianak Setelah Proses Penjernihan Dengan Metode Aerasi, Sedimentasi dan Filtrasi Martianus Manurung a, Okto Ivansyah b*, Nurhasanah a a Jurusan Fisika, Fakultas Matematika

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan rumah tangga (Kusnaedi, 2010). sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia serta untuk

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan rumah tangga (Kusnaedi, 2010). sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia serta untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat diantaranya tingkat ekonomi, pendidikan, keadaan lingkungan dan kehidupan sosial budaya. Faktor yang penting dan

Lebih terperinci

kimia Yang berbeda untuk masing-masing lapisan tanah. Disamping itu, pengotoran juga masih terus berlangsung. Terutama pada permukaan air yang dekat

kimia Yang berbeda untuk masing-masing lapisan tanah. Disamping itu, pengotoran juga masih terus berlangsung. Terutama pada permukaan air yang dekat kimia (garam-garam terlarut) karena melalui lapisan tanah yang mempunyai unsurunsur kimia Yang berbeda untuk masing-masing lapisan tanah. Disamping itu, pengotoran juga masih terus berlangsung. Terutama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Besi (Fe) adalah salah satu elemen kimiawi yang dapat ditemui pada hampir setiap tempat di bumi, pada semua lapisan geologis dan semua badan air. Besi (Fe) adalah logam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam tubuh manusia itu sendiri (Mulia, 2005). fungsi tersebut dengan sempurna. Konsumsi air rata-rata setiap orang adalah

BAB I PENDAHULUAN. dalam tubuh manusia itu sendiri (Mulia, 2005). fungsi tersebut dengan sempurna. Konsumsi air rata-rata setiap orang adalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan mahkluk hidup di bumi. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Pengenalan Air Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan,

Lebih terperinci

ANALISIS KUALITAS AIR PROGRAM PAMSIMAS DI DESA LOMULI KECAMATAN LEMITO KABUPATEN POHUWATO. Meiske M. Bulongkot, Lintje Boekoesoe, Lia Amalia 1)

ANALISIS KUALITAS AIR PROGRAM PAMSIMAS DI DESA LOMULI KECAMATAN LEMITO KABUPATEN POHUWATO. Meiske M. Bulongkot, Lintje Boekoesoe, Lia Amalia 1) ANALISIS KUALITAS AIR PROGRAM PAMSIMAS DI DESA LOMULI KECAMATAN LEMITO KABUPATEN POHUWATO Meiske M. Bulongkot, Lintje Boekoesoe, Lia Amalia 1) meiske.blongkot@gmail.com Program Studi Kesehatan Masyarakat

Lebih terperinci

ANALISIS WARNA, SUHU, ph DAN SALINITAS AIR SUMUR BOR DI KOTA PALOPO

ANALISIS WARNA, SUHU, ph DAN SALINITAS AIR SUMUR BOR DI KOTA PALOPO Prosiding Seminar Nasional Volume 02, Nomor 1 ISSN 2443-1109 ANALISIS WARNA, SUHU, ph DAN SALINITAS AIR SUMUR BOR DI KOTA PALOPO Hasrianti 1, Nurasia 2 Universitas Cokroaminoto Palopo 1,2 hasriantychemyst@gmail.com

Lebih terperinci

PERANAN MIKROORGANISME DALAM SIKLUS UNSUR DI LINGKUNGAN AKUATIK

PERANAN MIKROORGANISME DALAM SIKLUS UNSUR DI LINGKUNGAN AKUATIK PERANAN MIKROORGANISME DALAM SIKLUS UNSUR DI LINGKUNGAN AKUATIK 1. Siklus Nitrogen Nitrogen merupakan limiting factor yang harus diperhatikan dalam suatu ekosistem perairan. Nitrgen di perairan terdapat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. suatu daerah, maka penyebaran penyakit menular dalam hal ini adalah penyakit perut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. suatu daerah, maka penyebaran penyakit menular dalam hal ini adalah penyakit perut BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan, terutama penyakit

Lebih terperinci

AIR SUMUR SUNTIK DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PNEUMATIC SYSTEM

AIR SUMUR SUNTIK DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PNEUMATIC SYSTEM PENURUNAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR SUNTIK DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PNEUMATIC SYSTEM (Suatu Penelitian di RT 1 Kelurahan Wumialo Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo) Clara Shinta Dilapanga 1), Herlina

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua atom hydrogen (H) dan satu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua atom hydrogen (H) dan satu BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Air Air adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua atom hydrogen (H) dan satu atom oksigen (O) yang berikatan secara kovalen yang sangat penting fungsinya. Dengan adanya penyediaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Air Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia di bumi ini. Sesuai dengan kegunaannya air dipakai sebagai air minum, untuk mandi dan mencuci, dan kegiatan lainnya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan berbagai macam cara, tergantung kondisi geografisnya. Sebagian

BAB I PENDAHULUAN. dengan berbagai macam cara, tergantung kondisi geografisnya. Sebagian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan unsur yang sangat penting untuk menopang kelangsungan hidup bagi semua bentuk kehidupan di bumi. Air bersih memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. karena itu air berperan penting dalam berlangsungnya sebuah kehidupan. Air

BAB 1 PENDAHULUAN. karena itu air berperan penting dalam berlangsungnya sebuah kehidupan. Air BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air adalah salah satu elemen atau unsur yang berdiri sebagai pemegang tonggak kehidupan makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan, oleh karena itu air berperan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara penghasil batubara yang cukup banyak. Sumber daya alam yang melimpah dapat dijadikan alternatif sebagai pemanfaatan

Lebih terperinci

Kombinasi pengolahan fisika, kimia dan biologi

Kombinasi pengolahan fisika, kimia dan biologi Metode Analisis Untuk Air Limbah Pengambilan sample air limbah meliputi beberapa aspek: 1. Lokasi sampling 2. waktu dan frekuensi sampling 3. Cara Pengambilan sample 4. Peralatan yang diperlukan 5. Penyimpanan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terdapat di bumi dan sangat penting bagi kehidupan. Suatu molekul air terdiri atas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terdapat di bumi dan sangat penting bagi kehidupan. Suatu molekul air terdiri atas BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Air merupakan suatu senyawa kimia yang paling dikenal dan banyak terdapat di bumi dan sangat penting bagi kehidupan. Suatu molekul air terdiri atas dua atom hidrogen dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Air merupakan komponen utama untuk kelangsungan hidup manusia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Air merupakan komponen utama untuk kelangsungan hidup manusia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan komponen utama untuk kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. Air merupakan kebutuan yang sangat vital bagi manusia. Air yang layak diminum,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. semua mahluk hidup, dan merupakan kekuatan utama yang secara konstan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. semua mahluk hidup, dan merupakan kekuatan utama yang secara konstan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Air adalah substansi yang paling melimpah di permukaan bumi yang terdistribusi ke berbagai tempat seperti sungai, merupakan komponen utama bagi semua mahluk hidup, dan merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan. Air sangat erat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. air pasti lebih besar dari pada kebutuhan untuk negara-negara yang sedang

BAB I PENDAHULUAN. air pasti lebih besar dari pada kebutuhan untuk negara-negara yang sedang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di berbagai negara berkembang di dunia ini semakin bertambahnya jumlah penduduk, dengan sendirinya menambah aktivitas kehidupan dan menambah kebutuhan air (khususnya

Lebih terperinci

PENENTUAN KUALITAS AIR

PENENTUAN KUALITAS AIR PENENTUAN KUALITAS AIR Analisis air Mengetahui sifat fisik dan Kimia air Air minum Rumah tangga pertanian industri Jenis zat yang dianalisis berlainan (pemilihan parameter yang tepat) Kendala analisis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Industri tahu mempunyai dampak positif yaitu sebagai sumber

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Industri tahu mempunyai dampak positif yaitu sebagai sumber BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Industri tahu mempunyai dampak positif yaitu sebagai sumber pendapatan, juga memiliki sisi negatif yaitu berupa limbah cair. Limbah cair yang dihasilkan oleh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bohulo. Desa Talumopatu memiliki batas-batas wilayah sebelah Utara berbatasan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bohulo. Desa Talumopatu memiliki batas-batas wilayah sebelah Utara berbatasan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Gambaran Umum Lokasi 1.1.1 Letak Geografis dan Luas Wilayah Desa Talumopatu merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Mootilango, kabupaten Gorontalo mempunyai

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sampah Sampah dapat didefinisikan sebagai semua buangan yang dihasilkan dari aktivitas manusia dan hewan yang berupa padatan, yang dibuang karena sudah tidak berguna atau diperlukan

Lebih terperinci

Analisa BOD dan COD ANALISA BOD DAN COD (BOD AND COD ANALYSIST) COD (Chemical Oxygen Demand) BOD (Biochemical Oxygen Demand)

Analisa BOD dan COD ANALISA BOD DAN COD (BOD AND COD ANALYSIST) COD (Chemical Oxygen Demand) BOD (Biochemical Oxygen Demand) Analisa BOD dan COD ANALISA BOD DAN COD (BOD AND COD ANALYSIST) COD (Chemical Oxygen Demand) COD atau kebutuhan oksigen kimia (KOK) adalah jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Republik Indonesia mempunyai visi yang sangat ideal, yakni masyarakat Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Republik Indonesia mempunyai visi yang sangat ideal, yakni masyarakat Indonesia BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia Sehat 2010 yang telah dicanangkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia mempunyai visi yang sangat ideal, yakni masyarakat Indonesia yang penduduknya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. supaya dapat dimanfaatkan oleh semua makhluk hidup. Namun akhir-akhir ini. (Ferri) dan ion Fe 2+ (Ferro) dengan jumlah yang tinggi,

BAB 1 PENDAHULUAN. supaya dapat dimanfaatkan oleh semua makhluk hidup. Namun akhir-akhir ini. (Ferri) dan ion Fe 2+ (Ferro) dengan jumlah yang tinggi, BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan salah satu yang banyak diperlukan oleh semua makhluk hidup. Oleh sebab itu, air harus dilindungi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Aktivitas pencemaran lingkungan yang dihasilkan dari suatu kegiatan industri merupakan suatu masalah yang sangat umum dan sulit untuk dipecahkan pada saat

Lebih terperinci

LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT)

LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT) Lampiran 2 LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT) Saya yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : Umur : Jenis kelamin : Alamat : No.Telp./ HP : Setelah mempelajari dan mendapatkan penjelasan

Lebih terperinci

PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI CaCo3 DAN KARBON AKTIF TERHADAP KUALITAS AIR DI DESA NELAYAN I KECAMATAN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA

PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI CaCo3 DAN KARBON AKTIF TERHADAP KUALITAS AIR DI DESA NELAYAN I KECAMATAN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA Vol 3 Nomor 1 Januari-Juni 2015 Jurnal Fropil PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI CaCo3 DAN KARBON AKTIF TERHADAP KUALITAS AIR DI DESA NELAYAN I KECAMATAN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA Endang Setyawati Hisyam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia, serta untuk

BAB I PENDAHULUAN. sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia, serta untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia, serta untuk memajukan kesejahteraan umum sehingga

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Limbah adalah sampah cair dari suatu lingkungan masyarakat dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Limbah adalah sampah cair dari suatu lingkungan masyarakat dan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Limbah Limbah adalah sampah cair dari suatu lingkungan masyarakat dan terutama terdiri dari air yang telah dipergunakan dengan hampir-hampir 0,1% dari padanya berupa benda-benda

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini telah banyak industri kimia yang berkembang, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Kebanyakan industriindustri

Lebih terperinci

Bab V Hasil dan Pembahasan

Bab V Hasil dan Pembahasan terukur yang melebihi 0,1 mg/l tersebut dikarenakan sifat ortofosfat yang cenderung mengendap dan membentuk sedimen, sehingga pada saat pengambilan sampel air di bagian dasar ada kemungkinan sebagian material

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia di dunia ini. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia di dunia ini. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia di dunia ini. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari disegala

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. hidup yang berada di planet bumi ini, yang tidak membutuhkan air (Suriawiria,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. hidup yang berada di planet bumi ini, yang tidak membutuhkan air (Suriawiria, BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Air adalah materi esensial di dalam kehidupan. Tidak ada satu pun makhluk hidup yang berada di planet bumi ini, yang tidak membutuhkan air (Suriawiria, 2005). Air secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan sumber daya alam yang menjadi kebutuhan dasar bagi

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan sumber daya alam yang menjadi kebutuhan dasar bagi BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Air merupakan sumber daya alam yang menjadi kebutuhan dasar bagi kehidupan. Sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun

Lebih terperinci

BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON

BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON Air merupakan salah satu bahan pokok dalam proses pembuatan beton, peranan air sebagai bahan untuk membuat beton dapat menentukan mutu campuran beton. 4.1 Persyaratan

Lebih terperinci

Fendra Nicola, Mukh Mintadi, Siswoyo* Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Jember * ABSTRAK

Fendra Nicola, Mukh Mintadi, Siswoyo* Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Jember *  ABSTRAK Hubungan Antara Konduktivitas, TDS (Total Dissolved Solid) DAN TSS (Total Suspended Solid) Dengan Kadar Fe 2+ Dan Fe Total Pada Air Sumur Gali Di Daerah Sumbersari, Puger Dan Kencong Kabupaten Jember Fendra

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan kebutuhan vital makhluk hidup. Proses kehidupan tidak dapat berjalan tanpa adanya air yang memadai. Kebutuhan utama untuk terselenggaranya kesehatan yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tunggang dengan akar samping yang menjalar ketanah sama seperti tanaman dikotil lainnya.

BAB I PENDAHULUAN. tunggang dengan akar samping yang menjalar ketanah sama seperti tanaman dikotil lainnya. BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) merupakan tanaman perdu dan berakar tunggang dengan akar samping yang menjalar ketanah sama seperti tanaman dikotil lainnya. Tomat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air adalah materi esensial di dalam kehidupan. Tidak ada satu pun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air adalah materi esensial di dalam kehidupan. Tidak ada satu pun BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Air adalah materi esensial di dalam kehidupan. Tidak ada satu pun mahluk hidup yang berada di planet bumi ini, yang tidak membutuhkan air. Di dalam sel hidup, baik pada

Lebih terperinci

PRISMA FISIKA, Vol. V, No. 1 (2017), Hal ISSN:

PRISMA FISIKA, Vol. V, No. 1 (2017), Hal ISSN: PRISMA FISIKA, Vol. V, No. 1 (217), Hal. 31 36 ISSN: 2337-824 Uji Perbandingan Kualitas Air Sumur Tanah Gambut dan Air Sumur Tanah Berpasir di Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas Berdasarkan Parameter

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dibutuhkan adalah air bersih dan hygiene serta memenuhi syarat kesehatan yaitu air

BAB I PENDAHULUAN. dibutuhkan adalah air bersih dan hygiene serta memenuhi syarat kesehatan yaitu air BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi makhluk hidup. Air yang dibutuhkan adalah air bersih dan hygiene serta memenuhi syarat kesehatan yaitu air yang jernih,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan kita sebagai manusia yang berbudaya. Air juga diperlukan untuk mengatur suhu tubuh.

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan kita sebagai manusia yang berbudaya. Air juga diperlukan untuk mengatur suhu tubuh. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Air merupakan kebutuhan yang sangat pokok bagi kehidupan. Semua makhluk hidup memerlukan air. Tanpa air tidak akan ada kehidupan. Demikian pula manusia tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat terpisahkan adalah Air. Tidak hanya penting bagi manusia, air merupakan bagian yang

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 KARAKTERISASI LIMBAH MINYAK Sebelum ditambahkan demulsifier ke dalam larutan sampel bahan baku, terlebih dulu dibuat blanko dari sampel yang diujikan (oli bekas dan minyak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mutu air adalah kadar air yang diperbolehkan dalam zat yang akan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mutu air adalah kadar air yang diperbolehkan dalam zat yang akan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian air secara umum Mutu air adalah kadar air yang diperbolehkan dalam zat yang akan digunakan.air murni adalah air yang tidak mempunyai rasa, warna dan bau, yang terdiri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan salah satu sumber daya alam yang terpenting bagi semua makhluk hidup di bumi. Air digunakan hampir di setiap aktivitas makhluk hidup. Bagi manusia, air

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komponen utama bagi semua mahluk hidup, dan merupakan kekuatan utama yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komponen utama bagi semua mahluk hidup, dan merupakan kekuatan utama yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Air adalah substansi yang paling melimpah di permukaan bumi, merupakan komponen utama bagi semua mahluk hidup, dan merupakan kekuatan utama yang secara konstan membentuk

Lebih terperinci

Gambar 3. Penampakan Limbah Sisa Analis is COD

Gambar 3. Penampakan Limbah Sisa Analis is COD IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Limbah Laboratorium Limbah laboratorium yang digunakan pada penelitian ini adalah limbah sisa analisis COD ( Chemical Oxygen Demand). Limbah sisa analisis COD

Lebih terperinci

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA MODUL: UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA I. DESKRIPSI SINGKAT A ir dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Kualitas air yang dikonsumsi masyarakat dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat.

Lebih terperinci

MAKALAH KIMIA ANALITIK

MAKALAH KIMIA ANALITIK MAKALAH KIMIA ANALITIK Aplikasi COD dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Disusun oleh : Ulinnahiyatul Wachidah ( 412014003 ) Ayundhai Elantra ( 412014017 ) Rut Christine ( 4120140 ) Universitas Kristen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan eksperimental. B. Tempat dan Waktu Tempat penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan

Lebih terperinci

V.2 Persyaratan Air Baku Air Minum Pada dasarnya, ada dua sisi yang harus dipenuhi oleh air baku dalam sistem pengolahan air minum, yaitu:

V.2 Persyaratan Air Baku Air Minum Pada dasarnya, ada dua sisi yang harus dipenuhi oleh air baku dalam sistem pengolahan air minum, yaitu: BAB V V.1 Umum Dalam sebuah proses pengolahan hal terpenting yang harus ada adalah bahan baku. Bahan baku yang dijadikan input dalam proses pengolahan air minum dinamakan air baku. Air baku yang diolah

Lebih terperinci

Mn 2+ + O 2 + H 2 O ====> MnO2 + 2 H + tak larut

Mn 2+ + O 2 + H 2 O ====> MnO2 + 2 H + tak larut Pengolahan Aerasi Aerasi adalah salah satu pengolahan air dengan cara penambahan oksigen kedalam air. Penambahan oksigen dilakukan sebagai salah satu usaha pengambilan zat pencemar yang tergantung di dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bertahan hidup tanpa air. Sebanyak 50 80% di dalam tubuh manusia terdiri

BAB I PENDAHULUAN. bertahan hidup tanpa air. Sebanyak 50 80% di dalam tubuh manusia terdiri BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air adalah unsur penting bagi makhluk hidup. Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan selama 3 sampai 6 bulan namun tidak akan mampu bertahan hidup tanpa air. Sebanyak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. akan ada kehidupan seandainya di bumi ini tidak ada air. Air yang relatif bersih

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. akan ada kehidupan seandainya di bumi ini tidak ada air. Air yang relatif bersih BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan dibumi ini. Tidak akan ada kehidupan seandainya di bumi ini tidak ada air. Air yang relatif bersih sangat didambakan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Ekosistem air terdiri atas perairan pedalaman (inland water) yang terdapat

TINJAUAN PUSTAKA. Ekosistem air terdiri atas perairan pedalaman (inland water) yang terdapat TINJAUAN PUSTAKA Ekosistem Air Ekosistem air terdiri atas perairan pedalaman (inland water) yang terdapat di daratan, perairan lepas pantai (off shore water) dan perairan laut. Ekosistem air yang terdapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kekurangan cairan dalam tubuhnya (Suriawiria, U., 1996). Sekitar 70 % tubuh

BAB I PENDAHULUAN. kekurangan cairan dalam tubuhnya (Suriawiria, U., 1996). Sekitar 70 % tubuh BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup untuk dapat menjalankan segala aktivitasnya. Pengaruh air sangat luas bagi kehidupan, khususnya untuk makan dan minum. Orang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pencemaran yang melampui daya dukungnya. Pencemaran yang. mengakibatkan penurunan kualitas air berasal dari limbah terpusat (point

BAB I PENDAHULUAN. pencemaran yang melampui daya dukungnya. Pencemaran yang. mengakibatkan penurunan kualitas air berasal dari limbah terpusat (point BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu masalah yang timbul akibat meningkatnya kegiatan manusia adalah tercemarnya air pada sumber-sumber air karena menerima beban pencemaran yang melampui daya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. selama hidupnya selalu memerlukan air. Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air.

BAB 1 PENDAHULUAN. selama hidupnya selalu memerlukan air. Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan, khususnya bagi manusia yang selama hidupnya selalu memerlukan air. Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sehingga tidak akan ada kehidupan seandainya di bumi tidak ada air. Ada tiga

BAB I PENDAHULUAN. sehingga tidak akan ada kehidupan seandainya di bumi tidak ada air. Ada tiga 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan kebutuhan utama dalam proses kehidupan di bumi, sehingga tidak akan ada kehidupan seandainya di bumi tidak ada air. Ada tiga jenis sumber air di bumi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan unsur penting dalam kehidupan. Hampir seluruh kehidupan di dunia ini tidak terlepas dari adanya unsur air ini. Sumber utama air yang mendukung kehidupan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tempe gembus, kerupuk ampas tahu, pakan ternak, dan diolah menjadi tepung

BAB I PENDAHULUAN. tempe gembus, kerupuk ampas tahu, pakan ternak, dan diolah menjadi tepung 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri tahu dalam proses pengolahannya menghasilkan limbah, baik limbah padat maupun cair. Limbah padat dihasilkan dari proses penyaringan dan penggumpalan. Limbah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. selain memproduksi tahu juga dapat menimbulkan limbah cair. Seperti

BAB I PENDAHULUAN. selain memproduksi tahu juga dapat menimbulkan limbah cair. Seperti BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Industri pembuatan tahu dalam setiap tahapan prosesnya menggunakan air dengan jumlah yang relatif banyak. Artinya proses akhir dari pembuatan tahu selain memproduksi

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hujan merupakan unsur iklim yang paling penting di Indonesia karena

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hujan merupakan unsur iklim yang paling penting di Indonesia karena II. TINJAUAN PUSTAKA A. Defenisi Hujan Asam Hujan merupakan unsur iklim yang paling penting di Indonesia karena keragamannya sangat tinggi baik menurut waktu dan tempat. Hujan adalah salah satu bentuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. salju. Air tawar terutama terdapat di sungai, danau, air tanah (ground water), dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. salju. Air tawar terutama terdapat di sungai, danau, air tanah (ground water), dan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Air menutupi sekitar 70% permukaan bumi, dengan jumlah sekitar 2.368 juta km 3. Air terdapat dalam berbagai bentuk, misalnya uap air, es, cairan, dan salju. Air tawar terutama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kulit jadi merupakan kulit hewan yang disamak (diawetkan) atau kulit

BAB I PENDAHULUAN. Kulit jadi merupakan kulit hewan yang disamak (diawetkan) atau kulit BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kulit jadi merupakan kulit hewan yang disamak (diawetkan) atau kulit bebas bulu dan urat di bawah kulit. Pekerjaan penyamakan kulit mempergunakan air dalam jumlah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keperluaan air minum sangatlah sedikit. Dari total jumlah air yang ada, hanya

BAB I PENDAHULUAN. keperluaan air minum sangatlah sedikit. Dari total jumlah air yang ada, hanya BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda pemenuhannya. Manusia membutuhkan air, terutama untuk minum. Ketersediaan air didunia ini begitu melimpah, namun yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin tinggi dan peningkatan jumlah industri di Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin tinggi dan peningkatan jumlah industri di Indonesia. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penurunan kualitas air merupakan salah satu bentuk penurunan kualitas lingkungan sebagai akibat dari tingkat pertambahan penduduk yang semakin tinggi dan peningkatan

Lebih terperinci

Penurunan Kandungan Zat Kapur dalam Air Tanah dengan Menggunakan Media Zeolit Alam dan Karbon Aktif Menjadi Air Bersih

Penurunan Kandungan Zat Kapur dalam Air Tanah dengan Menggunakan Media Zeolit Alam dan Karbon Aktif Menjadi Air Bersih JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D-78 Penurunan Kandungan Zat Kapur dalam Air Tanah dengan Menggunakan Media Zeolit Alam dan Karbon Aktif Menjadi Air Bersih

Lebih terperinci

https://ejurnal.stkip-pessel.ac.id/index.php/kp P-ISSN: Maret 2017

https://ejurnal.stkip-pessel.ac.id/index.php/kp P-ISSN: Maret 2017 e-issn: 2502-6445 https://ejurnal.stkip-pessel.ac.id/index.php/kp P-ISSN: 2502-6437 Maret 2017 UJI KUALITAS FISIK AIR BERSIH PADA SARANA AIR BERSIH PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pencemaran Perairan

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pencemaran Perairan 8 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pencemaran Perairan Menurut Odum (1971), pencemaran adalah perubahan sifat fisik, kimia dan biologi yang tidak dikehendaki pada udara, tanah dan air. Sedangkan menurut Saeni

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan zat yang penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan, selama hidupnya manusia selalu memerlukan air. Kebutuhan

Lebih terperinci

ANALISA KEBERADAAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DALAM PRODUK AIR MINUM DARI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG ABSTRAK

ANALISA KEBERADAAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DALAM PRODUK AIR MINUM DARI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG ABSTRAK ANALISA KEBERADAAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DALAM PRODUK AIR MINUM DARI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG Emridwansyah 1*, Elwina 2, Munawar 2 1* DIV Teknologi Kimia Industri, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik

Lebih terperinci

RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR. Oleh DEDY BAHAR 5960

RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR. Oleh DEDY BAHAR 5960 RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR Oleh DEDY BAHAR 5960 PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG DINAS PENDIDIKAN SMK NEGERI 1 (STM PEMBANGUNAN) TEMANGGUNG PROGRAM STUDY KEAHLIAN TEKNIK KIMIA KOPETENSI KEAHLIAN KIMIA

Lebih terperinci

PERBEDAAN EFEKTIVITAS KAPUR TOHOR (CaO) DALAM MENINGKATKAN DISSOLVED OXYGEN (DO) PADA LIMBAH CAIR RSUD DATOE BINANGKANG BOLAANG MONGONDOW

PERBEDAAN EFEKTIVITAS KAPUR TOHOR (CaO) DALAM MENINGKATKAN DISSOLVED OXYGEN (DO) PADA LIMBAH CAIR RSUD DATOE BINANGKANG BOLAANG MONGONDOW PERBEDAAN EFEKTIVITAS KAPUR TOHOR (CaO) DALAM MENINGKATKAN DISSOLVED OXYGEN (DO) PADA LIMBAH CAIR RSUD DATOE BINANGKANG BOLAANG MONGONDOW Iman, F., Hiola, R. P., Bialangi S. 1 fitriahiman@gmail.com Program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Bagi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berdampak positif, keberadaan industri juga dapat menyebabkan dampak

BAB I PENDAHULUAN. berdampak positif, keberadaan industri juga dapat menyebabkan dampak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberadaan sektor industri menjadi salah satu sektor penting, dimana keberadaannya berdampak positif dalam pembangunan suatu wilayah karena dengan adanya industri maka

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. meningkatkan lagi aktivitas penduduk serta penggunaan sumber daya air.

I. PENDAHULUAN. meningkatkan lagi aktivitas penduduk serta penggunaan sumber daya air. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan, manusia memerlukan air selama hidupnya. Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk minum, memasak, mandi,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. daya air semakin meningkat. Ekplotasi sumber-sumber air yang berlebihan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. daya air semakin meningkat. Ekplotasi sumber-sumber air yang berlebihan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Air Air merupakan kebutuhan dasar manusia, air dibutuhkan manusia untuk kelangsungan hidup. Semakin banyak jumlah penduduk, pemanfaatan sumber daya air semakin meningkat.

Lebih terperinci

BAB III PENCEMARAN SUNGAI YANG DIAKIBATKAN OLEH LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA. A. Penyebab dan Akibat Terjadinya Pencemaran Sungai yang diakibatkan

BAB III PENCEMARAN SUNGAI YANG DIAKIBATKAN OLEH LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA. A. Penyebab dan Akibat Terjadinya Pencemaran Sungai yang diakibatkan BAB III PENCEMARAN SUNGAI YANG DIAKIBATKAN OLEH LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA A. Penyebab dan Akibat Terjadinya Pencemaran Sungai yang diakibatkan Industri Tahu 1. Faktor Penyebab Terjadinya Pencemaran

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H 2 O, dimana satu molekul air

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H 2 O, dimana satu molekul air 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Air Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H 2 O, dimana satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air secara

Lebih terperinci

BAB 1 KIMIA PERAIRAN

BAB 1 KIMIA PERAIRAN Kimia Perairan 1 BAB 1 KIMIA PERAIRAN Kompetensi Dasar: Menjelaskan komponen penyusun, sifat fisika dan sifat kimia di perairan A. Definisi dan Komponen Penyusun Air Air merupakan senyawa kimia yang sangat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Air Lindi 1. Definisi Air Lindi Lindi adalah cairan yang timbul akibat masuknya air eksternal ke dalam timbunan sampah, melarutkan dan membilas materi-materi terlarut, termasuk

Lebih terperinci