Volume : III, Nomor : 1, Mei 2014 Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI) ISSN : X

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Volume : III, Nomor : 1, Mei 2014 Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI) ISSN : 2339-210X"

Transkripsi

1 UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA POKOK BAHASAN KISAH KELUARGA TENTANG ANAK YANG BIJAK DAN YANG BEBAL DIKELAS III (Studi Kasus : SD Negeri Medan Petisah Tahun Ajaran 2011/2012) Deliana Sitorus Guru Sekolah SD Negeri Medan Petisah Jl. Kejaksanaan Ujung No. 37 Medan // Abstrak Motivasi belajar adalah membangun semangat belajar anak. Agama dianggap salah satu pelajaran yang membosankan. Sehingga jangan disalahkan apabila disetiap jam pelajaran Agama siswa cenderung enggan dan malas. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu ada solusi dalam penyampaian mata pelajaran Agama dengan menggunakan berbagai cara yang menarik yang ada kaitannya denga kehidupan sehari-hari. Agar anak dapat dengan sungguh-sungguh dan bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajajar khususnya pelajaran Pendidikan Agama, maka perlu dilakukan suatu evaluasi. Salah satu hubungan dalam memotivasi anak belajar adalah peranan guru dalam proses belajar mengajar. Untuk mengatasi hal tersebut perlu diupayakan langkah-langkah yang dapat dilaksanakan baik siswa maupun guru. Guru hendaknya mengemas proses belajar mengajar dengan metode yang tepat dan menarik dalam penyajiannya. Salah satu langkah adalah menggunakan metode variasi dan bantuan alat peraga.menurut pendapat Hoetomo: proses belajar dan mengajar dalam memotivasi peranan yang sangat penting adalah guru sebagai pengajar, sebagai fasilator, pengelola kelas,demonstrator dan evaluator. Kata Kunci : Metode Inkuiri, Pendidikan Agama, Siswa SD 1. Latar Belakang Masalah Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada setiap orang sepanjang hidunya. Proses belajar itu terjadi karena ada interaksi antara seorang dengan lingkungannya. Slameteo mengatakan : belajar itu merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk melakukan suatu proses tingkah laku yang baru secara keseluruhan. D.L.Baker mengatakan :belajar adalah membiasakan diri karena belajar merupakan suatu yang amat penting bagi setiap orang,khususnya anak didik, maka diharapkan para peserta didik dapat mengikuti kegiatan proses belajar-mengajar itu dalam kondisi dan situasi yang menyenangkan dan tidak membosankan. Berdasarkan pengertian diatas disimpulkan suatu hasil yang telah dicapai seseorang setelah melakukan kegiatan yang telah dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh ketekunan. Tugas guru yang paling utama adalah mengajar untuk menyampaikan atau mentransfer ilmu kepada anak didiknya. Oleh karena itu seorang guru Sekolah Dasar (SD) dituntut untuk menguasai semua mata pelajaran. Namun hasil perolehan nilai beberapa mata pelajaran dalam kenyataannya masih ada yang belum memenuhi standar, tidak terkecuali untuk mata pelajaran Agama. Berdasarkan pengalaman peneliti hal ini disebabkan oleh, Teknik mengajar yang masih relative monoton. Sejauh ini pembelajaran Agama dikelas mayoritas masih menyebabkan interaksi belajar mengajar yang lebih melemahkan motivasi belajar siswa. Motivasi belajar adalah membangun semangat belajar anak. Agama dianggap salah satu pelajaran yang membosankan. Sehingga jangan disalahkan apabila disetiap jam pelajaran Agama siswa cenderung enggan dan malas. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu ada solusi dalam penyampaian mata pelajaran Agama dengan menggunakan berbagai cara yang menarik yang ada kaitannya denga kehidupan sehari-hari. Agar anak dapat dengan sungguh-sungguh dan bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajajar khususnya pelajaran Pendidikan Agama, maka perlu dilakukan suatu evaluasi. Pembelajaran Agama haruslah lebih berkembang, Tidak hanya terfokus pada kebiasaan dengan strategi atau urutan penyajian sebagai berikut : Diajarkan definisi, Di berikan contoh dan di berikan latihan soal-soal. Hal ini sangat memungkinkan siswa mengalami kesulitan dalam menerima konsep yang tidak berasosiasi dengan pengalaman sebelumnya. Dalam latihan soal sebaiknya dihadapi bentuk soal cerita yang mungkin terkait dengan terapan Agama atau kehidupan sehari-hari. Pendidikan Agama Kristen merupakan pendidikan yang memiliki tujuan untuk membentuk manusia mengenal Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Upaya Meningkatkan Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Pada Pokok 29

2 Memperhatikan uraian diatas yang sama dialami juga oleh siswa SD Negeri , Siswa masih merasa kesulitan, Takut dan kurang berani bertanya terhadap hal-hal yang belum di pahami, Sementara itu peneliti kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran. Keadaan ini jika dibiarkan maka nilai pelajaran Agama akan semakin menurun dan gagal dalam memperoleh nilai ketuntasan minimal yang telah di tentukan. Untuk mengatasi masalah tersebut seorang guru harus mampu memberikan motivasi terhadap siswa melalui pengolahan kelas yang menarik dalam menemukan konsep. Salah satu hubungan dalam memotivasi anak belajar adalah peranan guru dalam proses belajar mengajar. Untuk mengatasi hal tersebut perlu diupayakan langkah-langkah yang dapat dilaksanakan baik siswa maupun guru. Guru hendaknya mengemas proses belajar mengajar dengan metode yang tepat dan menarik dalam penyajiannya. Salah satu langkah adalah menggunakan metode variasi dan bantuan alat peraga.menurut pendapat Hoetomo: proses belajar dan mengajar dalam memotivasi peranan yang sangat penting adalah guru sebagai pengajar, sebagai fasilator, pengelola kelas,demonstrator dan evaluator Perumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang diatas, Penulis merumuskan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah proses pembelajaran melalui implementasi pembelanjaran siswa kelas ISD Negeri ? 2. Bagaimana Memuji Allah melalui Nyanyian siswa kelas I SD Negeri Medan? 3. Bagaimanakah peningkatan kreativitas siswa kelas I SD Negeri melaui implementasi pembelajaran? 4. Bagaimanakah respon siswa terhadap implementasi pembelajaran siswa kelas I SD Negeri ? 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan penelitan ini adalah : 1. Untuk mendeskripsikan proses pembelajaran melalui implementasi pembelajaran siswa kelas I SD Negeri Untuk mengetahui sejauh mana implementasi pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas I SD Negeri Untuk mengetahui sejauh mana implementasi pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas I SD Negeri Untuk mengetahui respon siswa terhadap implementasi pembelajaran siswa kelas I SD Negeri Manfaat Penelitian Penelitian ini sangat bermanfaat, baik siswa, guru, maupun guru lain. a. Bagi siswa Dapat meningkatkan keberanian siswa bertanya, menjawab, mengemukakan pendapat dan meningkatkan pemahaman dalam proses pambelajaran dikelas III SD Negeri Medan. b. Bagi guru Dapat meningkatkan keterampilan pengembangan pendekatan, metode atau model dalam proses pembelajaran dikelas. c. Bagi guru lain Dapat meningkatkan pemahaman tentang penelitian dan menumbuhkan minat untuk melakukan penelitan 2. Landasan Teori Dan Pengajuan Hipotesis 2.1. Model Pembelajaran Model pembelajaran ini didefinisikan oleh Usman (1993:124) adalah suatu cara menyampaikan pelajaran dengan penelaahan sesuatu yang bersifat mencari secara kritis,analisis, dan ilmiah dengan menggunakan langkah-langkah tertentu menuju kesimpulan antara lain : siswa memahami benar bahan pelajaran, meltih siswa beljar dengan mandiri,siswa dapat mentransfer pengetahuannya dalam berbegai konteks, dan menimblkan rasa puas bagi siswa juga menambah kepercayaan pada diri sendiri menjadi penemu. Model inkuiri sebagai pengajaran dimana guru dan anak mempelajari peristiwa-peristiwa dan gejala-gejala ilmiah dengan pendekatan para ilmuwan. Pengajaran berdasarkan inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa dimana kelompok-kelompok siswa dihadapkan pada suatu persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di dalam suatu prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas. Menurut Piaget dalam Sofan (2010:103) mengatakan suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis,kritis logis, dan analisis sehingga dapat merumuskan sendiri penemuan engan penuh percaya diri. Sementara itu, Trowbridge (1990) dalam (Putrayasa,2001) menjelaskan model inkuiri sebagai proses mendefinisikan dan menyelidiki masalah masalah, Merumuskan hipotesis, Merancang eskperimen, Menemukan data, Dan menggambarkan kesimpulan masalah masalah tersebut. Hal ini senada dikatakan oleh Roestiyah (1998) mengatakan bahwa inkuiri adalah suatu perluasan proses discovery, Inkuiri mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, Misalnya merumuskan masalah, Merancang eksperimen, Melakukan eksperimen, Mengumpulkan dan menganalisis data, Menarik kesimpulan, Menumbuhkan sikap objektif, Jujur, Hasrat ingin tahu, Terbuka dan sebagainya. Berdasarkan definisi definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa inkuiri merupakan suatu proses Upaya Meningkatkan Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Pada Pokok 30

3 yang ditempuh siswa untuk memecahkan masalah, Merancanakan eksperimen, Melakukan eksperimen, Mengumpulkan dan menganalisi data, Dan menarik kesimpulan. Jadi, Dalam model inkuiri ini siswa terlibat secara mental maupun fisik untuk memecahkan suatu permasalahan yang diberikan guru. Dengan demikian, Siswa akan terbiasa bersikap seperti para ilmuwan sains, Yaitu teliti, Tekun/ulet, Objektif/jujur, Kreatif, Dan menghormati pendapat orang lain Tingkatan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Ajar Tingkatan pemahaman pembelajaran anak baru berada ditahap tahu dan hafal tetapi dia belum tahu mengapa hal itu bisa dan dapat terjadi. Menurut Kamus Webster bahwa pemahaman siswa dalam mendapat materi adalah dari intelek yang berarti kecakapan untuk berfikir, mengamati atau mengerti. Istilah intelegensi telah banyak digunakan, terutama didalam bidang psikolog dan pendidikan, namun secara defenitif istilah itu tidak mudah dirumuskan.singgih Gunarsa mengatakan dengan rumusannya bahwa intelegensi sebagai berikut : 1. Intelegensi merupakan suatu kumpulan kemampuan seseorang yang memugkinkan memperoleh ilmu pengetahuan dan mengamalkan ilmu tersebut dalam hubungannya dengan lingkungan dan masalah-masalah yang timbul. 2. Intelegensi adalah suatu bentuk tingkah laku tertentu yang tampil dalam kelancaran tingkah laku. 3. Intelegensi meliputi pengalaman-pengalaman dan kemampuan bertambah-nya pengertian dan tingkah laku dengan pola-pola baru dan mempergunakannya secara efektif. Uraian diatas mengungkapkan bahwa makna intelegensi mengandung unsur-unsur yang sama dengan yang dimaksudkan dalam intelek, yang menggambarkan kemampuan seseorang dalam berfikir Pengertian Kreativitas S.C. utami Munandar (1992) dalam bukunya mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah, Merumuskan kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, Berdasarkan data, Informasi atau unsur unsur yang ada. Selanjutnya dalam belajar kreatif siswa terlibat secara aktif dan mendalami bahan yang dipelajari (penalaran). Tetapi juga berhubungan dengan penhayatan pengalaman belajar yang mengasyikan. Pentingnya kreativitas dikembangkan karena : (1) dengan berkreasi orang dapat mewujudkan dirinya; (2) kreativitas atau berpikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat berbagai macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah; (3) bersibuk diri dengan kreatif tidak hanya bermanfaat, Tetapi juga memberikan kepuasan diri sendiri; (4) kreatifitaslah yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya (S.C. Utami Munandar, 1992). Dari uraian diatas maka yang dimaksud dengan kreatifitas adalah seorang yang selalu mempunyai rasa ingin tahu, Ingin mencoba, Bertualang, Suka bermain main, Intuisif, Dan mempunyai potensi untuk orang yang kreatif. Semua orang lahir dengan kreatifitas dan jika ia yakin ia adalah orang yang kretif maka ia akan menemukan cara yang kreatif untuk mengatasi masalah harian baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadinya.(depoter,2000) Pengertian Hasil Belajar Untuk mengetahui sejauh mana proses belajar mengajar mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, Maka perlu diadakan tes hasil belajar. Menurut pendapat Winata Putra dan Rosita (1997;191) tes hasil belajar adalah salah satu alat ukur yang paling banyak digunakan untuk menentukan keberhasilan suatu program pendidikan. Adapun dasar - dasar penyusunan tes hasil belajar adalah sebagai berikut : a. Tes hasil harus dapat mengukur apa - apa yang dipelajari dalam proses pembelajaran sesuai dengan tujuan instruksional yang tercantum dalam kurikulum yang berlaku. b. Tes hasil belajar disusun sedemikian sehingga benar benar mewakili bahan yang telah dipelajari. c. Bentuk pertanyaan tes hasil belajar hendak nya disesuaikan dengan aspek aspek tingkat belajar yang diharapkan. d. Tes hasil belajar hendaknya dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar. A.Tabarani (1992;3) mengatakan bahwa belajar mengajar adalah suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru, Tetapi melibatkan berbagai kegiatan maupun yang harus dilakukan, Terutama bila diinginkan hasil yang lebih baik Tipe Hasil Belajar Menurut Nana Sudjana (1988;49), Tujuan pendidikan yang ingin dicapai dalam suatu pengajaran terdiri dari 3 macam yaitu : Bidang kognitif, Afektif, Dan psikomotorik. Ketiga aspek tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan yang harus nampak sebagai hasil belajar. Nana Sudjana (1988;50-54) juga mengemukakan unsur unsur yang terdapat dalam ketiga aspek pengajaran adalah sebagai berikut: 1. Tipe hasil belajar bidang kognitf Tipe ini terbagi menjadi 6 point, Yaitu tipe hasil : a. Pengetauan hafalan (knowledge), Yaitu pengetahuan yang sifatnya faktual. Merupakan jembatan untuk menguasai tipe hasil belajar lainnya. Upaya Meningkatkan Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Pada Pokok 31

4 b. Pemahaman (konprehention), Kemampuan menangkap makna atau arti dari suatu konsep. c. Penerapan (aplikasi), Yaitu kesanggupan menerapkan dan mengabstraksikan suatu konsep. Ide, Rumus, Hukum dalam situasi yang baru, Misalnya memecahkan persoalan dengan menggunakan rumus tertentu. d. Analisis, Yaitu kesanggupan memecahkan, Menguasai suatu intergritas (kesatuan yang utuh) menjadi unsur atau bagian yang mempunyai arti. e. Sintesis, Yaitu kesanggupan menyatukan unsur atau bagian menjadi satu integritas. f. Evaluasi, Yaitu kesanggupan memberikan keputusan tentang nilai suatu berdasarkan pendapat yang dimilikinya dan kriteria yang dipakainya. 2. Tipe hasil belajar efektif Bidang efektif disini berkenan dengan sikap. Bidang ini kurang diperhatikan oleh guru, Tetapi lebih menekankan bidang kognitif. Hal ini didasarkan pada pendapat beberapa ahli yang mengatakan, Bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya, Bila seseorang telah menguasai bidang kognitif tingkat tinggi. Beberapa tingkatan bidang afektif sebagai tujuan dan tipe hasil belajar dari yang sederhana ke yang lebih komplek yaitu : a. Receiving atau attending, Yakni semacam kepekaan dalam menerima rangsangan dari luar yang datang pada siswa, Baik dalam bentuk masalah situasi dan gejala. b. Responding atau jawaban, Yakni reaksi yang diberikan seseorang terhadap stimulus dari luar. c. Valuing atau penilaian, Yakni berhubungan dengan nilai dan kepercayaan terhadap stimulus. d. Organisasi, Yakni pengembangan nilai kedalam system organisasi, Termasuk menentukan hubungan satu nilaidengan nilai lainnya dan kemantapan prioritas yang dimilikinya. e. Karakteristik nilai atau internalisasi, Yakni keterpaduan dari semua nilai yang dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. 3. Tipe hasil belajar bidang psikomotor Hasil belajar bidang psikomotor tampak dalam bentuk keterampilan, Kemampuan bertindak individu. Ada 6 tingkatan keterampilan yaitu : a. Gerakan refleks yaitu keterampilan pada gerakan tidak sadar. b. Keterampilan pada gerakan gerakan dasar. c. Kemampuan pesreptual termasuk didalamnya membedakan visual, Adaptif, Motorik, Dan lainlain. d. Kemampuan dibidang fisik, Misalnya kekuatan keharmonisan dan ketetapan. e. Gerakan gerakan skill, Mulai dari keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang kompleks. f. Kemampuan yang berkenan dan komunikasi non decorsive seperti gerakan ekpresif, Interpertatitive Pengertian Nyanyian Bagi Tuhan Nyanyian Tuhan merupakan ekspresi kasih kita yang tertinggi pada Allah dan ekspresi kasih Allah yang tertinggi bagi Gereja-Nya. Nyanyian Tuhan adalah suatu dimensi musik yang menggugah orang percaya yang sedang dilawat oleh Roh Kudus saat sekarang ini. Ini merupakan nyayian atau pembawaan lagu-lagu yang spontan dibawah inspirasi Roh Kudus didalam Gereja. Kita memuji Allah dan menyembah Allah karena kasih-nya kepada kita, diciptakannya semua anggota tubuh kita untuk bekerja dan memuji Allah. Pada saat kita menyembah Tuhan, sebenarnya kita lebih banyak diberkati daripada Tuhan sendiri. Semua agam di dunia menyatakan bahwa ada sesuatu yang baik didalam diri manusia tetapi kekristenan menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang baik dari kita selain Tuhan. Ibrani 10:19-20 menyatakan jadi saudara-saudara oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk kedalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu dirinya sendiri.beberapa perspektif yang benar dalam Memuji Tuhan antara lain; 1. Menghabiskan banyak waktu dalam hadirat Allah (Maz 84:11) 2. Selalu berusaha berkenan dalam segala hal yang mereka lakukan (1 Kor 10:31 dan Kolose 3:23) 3. Segenap hati sesuai dengan kebesaran-nya (Matius 22:37-39) 4. Memiliki keroyalan dalam memberi pujipujian kepada Tuhan seperti apa yang patut Ia terima, tetapi seorang penyembah yang sejati memberi lebih dari yang dibutuhkan. 5. Orang-orang yang Emosional. Kita menyembah Tuhan bukan karena sedang semangat tetapi mengespresikan apa yang kita rasakan dan pikirkan tentang Tuhan. Kita dapat menyembah secara emosional tetapi bukan kita mencari-cari emosi. 6. Orang-orang yang Ekspresif. Allah sangat menyukai orang-orang yang menyembah dengan segenap tubuh jasmani mereka I Kor 6:20 menyatakan bahwa kita harus memuliakan Allah didalam dengan tubuh kita. 7. Penyembah adalah orang yang terfokus,pikirannya tertuju pada Allah. 8. Memiliki hati yang hancur (Maz 51:17-19) 9. Penyembah yang benar mengekspresikan keseluruhan dari segi kehidupannya. Jadi jelas disini,bahwa makna pujian dalam ibadah kita bukan sekedar menjadi selingan atau hiburan tetapi ada makna yang lebih penting dari yaitu sebagai rangkaian dialog antara umat dengan Tuhan. Memuji Tuhan dalam aktivitas sehari-hari dengan Upaya Meningkatkan Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Pada Pokok 32

5 selalu merasakan bahwa Tuhan hadir bersama dengan kita, maka kita akan mendapatkan kekuatan kektika kita letih lesu menjalani hidup yang serba tidak pasti, mendapatkan semangat ketika sudah hampir menyerah menghadapi tantangan hidup, mendapatkan sukacita ketika merasakan kesedihan dan kekecewaan, bimbingan dengan tidak tahu untuk mengambil keputusan, damai sejahtera ketika kita kehilangan rasa damai. Kalau kita bisa mengalami kasih dan kehadiran Tuhan dalam diri, kita dapat menyaksikan Tuhan juga melalui pikiran, perkataan, perbuatan kita sehari-hari. Damai dan sukacita yang melimpah dalam hati yang mengalir melalui Pujipujian kepada Tuhan tentu dapat dirasakan oleh anak-anak SD Negeri Kerangka Berfikir Pembelajaran yang efektif menuntut siswa untuk terlibat secara aktif agar apa yan dipelajari berbekas dalam ingatan siswa. Keaktifan siswa tidak hanya sekedar mengajak siswa terlibat dalam proses belajar mengajar tetapi juga menuntut siswa berpikir, Menganalisa dan termotivasi dalam memahami hal hal yang dipelajarinya. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dengan model pembelajaran inkuiri. Pembelajaran inkuiri dapat membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa sehingga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari hari. Berfikir tolak pada kerangka teoritis diatas, Pelajaran Agama merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari hari Hipotesis Tindakan Dari kajian teori dan rumusan masalah maka hipotesis dalam penenlitian ini adalah dengan Upaya Meningkatan Pembelajaran Agama Menggunakan Metode Inkuiri Pada Pokok Bahasan Memuji Allah Melalui Pujian di Kelas III SD Negeri MEDAN PETISAH. 3..Prosedur Penelitian Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilaksanakan oleh guru didalam kelas dengan kegiatan berulang-ulang atau bersiklus, Dalam rangka memecahkan masalah, Sampai masalah itu dipecahkan. Dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Guru dapat meneliti sendiri terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara langsung, Sehingga bila guru menemukan permasalahan dalam pembelajaran guru dapat merencanakan tindakan alternatif, Kemudian dilaksanakan dan dievaluasi apakah tindakan alternatif tersebut dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Menurut Arikunto (2006) adapun tahapan tahapan penelitian ini dapat dilihat, Pada skema berikut: Gambar 1 : Skema Dalam Penelitian Tindakan Kelas Penelitian ini memiliki beberapa tahap pelaksanaan tindakan yang diuraikan sebagai berikut : Penelitian tindakan kelas lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, Sifatnya realistik dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Namun hasil penelitian dapat diterapkan oleh orang lain yang mempunyai konteks yang sama dengan peneliti. Dalam buku pedoman Teknis Pelaksanaan Clasroom Action Research (CAR) atau peneliti Tindakan Kelas (PTK Depdiknas (2001:5) disebutkan penelitian bersiklus, Tiap siklus terdiri dari : a. Persiapan/perencanaan (Planning) b. Tindakan/pelaksanaan (Acting) c. Observasi (Observesing) d. Refleksi (Reflecting) Tahapan Pelaksanaan Tahapan pelaksanaan penelitian terdiri dari 3 siklus yaiitu : 1. Siklus I a. Perencanaan (Planning) Sebelum melakukan penelitian, Peneliti mempersiapkan hal- hal sebagai berikut : 1. Mengidentifikasikan bahan pembelajaran 2. Menyusun silabus dan RPP 3. Menyiapkan alat bantu pembelajaran 4. Menyiapkan lembar tes 5. Menyiapkan lembar observasi b. Tindakan /pelaksanaan (Acting) Dalam tahap ini merupakan tahap apa yang telah tertuan dalam rencana pembelajaran dengan modifikasi pelaksanaan sesuai dengan situasi dengan modifikasi pelaksanaan sesuai dengan situasi yang terjadi : 2. Tindakan Siklus I Pokok Bahasan :Memuji Allah melalui nyanyian Sub Pokok Bahasan :cara memuji Allah Langkah langkah tindakan : a. Tindakan pertama yang perlu dilakukan adalah mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran dengan memberikan pertanyaan- pertanyaan awal untuk membangkitkan motivasi belajar. Upaya Meningkatkan Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Pada Pokok 33

6 b. Guru mengajak siswa untuk memahami tingkah laku anak didalam keluarga c. Guru mengajukan pertanyaan pada siswa seputar tentang pengetahuan yang berkaitan denganmemuji Allah lewat nyanyian. d. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok dan disetiap kelompok diberikan tugas simulasi untuk memerankan beberapa cara bernyanyi dengan 3 org/group. e. Guru mempersilahkan setiap kelompok untuk maju dan mensimulasikan fragmen adegan tersebut di atas. f. Guru dan siswa bersama sama menyimpulkan hasil pembahasan materi dengan skema dan tepat. Beberapa hal yang diharapkan dalam siklus ini adalah : 1. Siswa mengalami peningkatan minat belajar dan aktivitas dikelas selama guru melakukan kegiatan pembelajaran. 2. Terdapat peningkatan konsentrasi belajar siswa sehingga aktivitas siswa menjadi terfokus dalam penyelesaian tugas tugas yang diberikan oleh guru. 3. Siswa memiliki kemauan dan keberanian untuk bertanya kepada siswa tentang kesulitan yang dialami pada saat menyelesaikan tugas yang diberikan. c. Observasi (Observing) Dalam tahapan observasi peneliti melakukan pengamatan selama kegiatan berlangsung, Juga teman, Guru yang diminta bantuan untuk ikuti mengamati selama kegiatan proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi keaktifan siswa dan lembar observasi aktifitas guru. d. Refleksi (Reflecting) Tahap ini merupakan tahap menganalisa, Mensintesa, Hasil dari catatan selama kegiatan proses pembelajaran menggunakan instrumen lembar pengamata, Kuisioner, dan tes. Dalam refleksi melibatkan siswa, Teman sejawat yang mengamati dan kepada sekolah. Untuk melakukan perencanaan pada siklus berikutnya, Peneliti menidentifkasi dan mengelompokan masalah yang timbul pada pebelajaran siklus I. 2. Siklus II a. Persiapan/perencanaa (planning) Sebelum melaksanakan tindakan siklus II, Peneliti melakukan perbaikan-perbaikan terkait dengan temuan temuan pada siklus I b. Tindakan/pelaksanaan (Acting) Pokok Bahasan : Memuji Allah melalui Nyanyian Sub Pokok Bahasan : cara memuji Allah Langkah langkah tindakan : a. Guru mengajak siswa untuk memuji Allah melalui nyanyian. b. Guru menanyakan kepada siswa beberapacontoh memuji Allah yang benar dan yang tidak benar.. c. Guru mengajak siswa untuk mencontohkan cara menyanyi yang benar. d. Guru mengajak siswa melakukan studi kelompok dalam rangka memahami dan mengenal lebih jauh tentang memuji Allah lewat pujian. e. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok dan disetiap kelompok diberikan tugas kelompok. f. Siswa diharapkan menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan mengerjakannya dengan berbagi tugas bersama rekannya dalam kelompok. g. Siswa melaporkan hasil kerjanya kedepan kelas dengan mempraktekan cara memuji Allah dengan penyembahan, Dalam siklus II ini guru mengurangi peran dan instruksinya kepada siswa, Hanya mengamati dengan seksama bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang diakukannya dan perubahan aktifitas siswa yang dialaminya. h. Pada sesi akhir guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran secara bersama sama. Harapan yang dimungkinkan muncul dalam siklus II ini adalah bahwa : 1. Guru dapat mengelola kelas dengan baik dan lebih mampu memahami siswa. 2. Siswa dapat meningkatkan kemampuan komunikasinya dan penguasaan konsep materi pembelajarn. 3. Partsipasi siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan yang baik. c. Observasi (Observing) Pada tahap observasi peneliti melakukan pengamatan selama kegiatan berlangsung, Peneliti juga meminta bantuan teman guru untuk mengamati kegiatan proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi aktifitas guru dan lembar keaktifan siswa. d. Refleksi (reflecting) Dari hasil pengamatan pada siklus kedua dapat digunakan untuk melakukan refleksi apakah hasil ulangan siswa sudah memenuhi ketuntasan secara klasikal maupun individual. 4. Hasil Penelitian Dan Pembahasan 4.1. Deskripsi Kondisi Awal Pembelajaran Agama haruslah lebih berkembang, Tidak hanya terfokus pada kebiasaan dengan strategi atau urutan penyajian sebagai berikut : Diajarkan definisi, Diberikan contoh contoh dan diberikan latihan soal. Hal ini sangat memungkinkan siswa mengalami kesulitan dalam menerima konsep yang berasosiasi dengan pengalaman sebelumnya. Upaya Meningkatkan Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Pada Pokok 34

7 Dalam latihan soal sebaiknya dihadapi bentuk soal cerita yang mungkin terkait dengan terapan Agama atau kehidupan sehari hari Deskripsi Hasil Siklus I Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus, Dimana tiap sikusnya terdiri dari satu tindakan yang diwujudkan dalam satu kali pertemuan pembelajaran yang lamanya 2 x 30 menit. Jadi penelitian tindakan kelas ini diadakan proses pembelajaran sebanyak tiga pertemuan. Pelaksanaan Siklus I 1) Perencanaan Tindakan (Planning) Kegiatan yang dilakukan pada siklus I adalah : a. Membuat rencana pembelajaran atau skenario metode inkuiri, Sesuai materi yang diajarkan. b. Membuat instrument penelitian. c. Membuat silabus. d. Membuat lembar kerja sesuai materi Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajak siswa bersama sama mengamati dan mencatat kisah keluarga yang memiliki anak yang bijak dan bebal. Guru dan siswa kemudian memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh guru. Siswa kemudian diminta oleh guru menjelaskan kegiatan yang dapat terjadi. Guru membagi siswa dalam 3 (tiga) kelompok. Kemudian guru mempersilakan siswa untuk menyusun bersama kelompoknya bagaimana simulasi peristiwa tersebut diatas pada nantinya akan disimulasikan didepan kelas. Setelah simulasi kelas selasai dilakukan, Setelah itu guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang materi pembelajaran. Beberapa hal yang dapat dicatat dalam siklus I adalah sebagai berikut : 1. Temuan Positif a. Melaui penggunaan metode inkuiri ini siswa terlihat lebih bergairah dalam belajar. b. Dalam berdiskusi dan tanya jawab siswa terlihat mulai aktif, Meski peran siswa masih kurang karena hanya beberapa orang saja. c. Motivasi siswa dalam memahami kisah keluarga tentang anak yang bijak dan yang bebal terlihat dengan adanya beberapa siswa bertanya terkait dengan simulasi yang dilakukan oleh siswa siswa yang lain. 2. Temuan Negative a. Sebagian siswa masih ada yang belum bisa menjelaskan kepada teman-temannya dalam menyampaikan pengalamannya. b. Kualitas tanya jawab yang dihasilkan dari hasil diskusi belum maksimal Deskripsi Hasil Siklus II 1. Perencanaan (Planning) Kegiatan yang dilakukan pada siklus II adalah : a. Membuat rencana pembelajaran atau skenario metode inkuiri, Sesuai materi yang diajarkan. b. Membuat instrument penelitian c. Membuat silabus d. Membuat lembar kerja sesuai materi Guru mengajak siswa dan menanyakan kepada siswa beberapa tokoh contoh anak yang bijak dan yang bebal didalam keluarga yang siswa teliti. Sesi selanjutnya setelah siswa telah menyelasaikan tugas yang diberikan guru maka guru memulai kegiatan pembelajaran dengan memaparkan permasalahan dan siswa yang ditunjuk secara acak diminta untuk menanggapi permasalahan yang telah diberikan oleh guru. Kemudian guru juga meminta siswa lain untuk memberikan tanggapan atau pendapatan yang berbeda sehingga kemudian pada saat siswa telah dianggap kondisi tugas yang telah disiapkan oleh guru. Siswa diharapkan menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan mengerjakannya dengan berbagi tugas bersama rekannya dalam kelompok. Siswa melaporkan hasil kerjanya kedepan kelas dan memulai diskusi bersama sama, Dalam siklus II ini guru mengurangi peran dan instruksinya kepada siswa, Hanya mengamati dengan seksama bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukannya dan perubahan aktifitas siswa yang dialaminya. Pada sesi akhir guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaraan secara bersama sama. Setelah diskusi kelas selesai dilakukan, Setelah itu guru peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa tentang materi pembelajaraan. Beberapa hal yang dapat yang dapat dicatat dalam siklus II adalah sebagai berikut : 1. Temuan Positif a. Dalam berdiskusi dan Tanya jawab siswa terlihat mulai aktif, Meski peran siswa masih kurang karena hanya beberapa orang saja. b. Jumlah siswa yang aktif meningkat hal ini terlihat adanya bertambahnya siswa yang bertanya. 2. Temuan Negative a. Pertanyaan siswa dalam diskusi kelas masih terlihat belum terarah, Sehingga alur diskusi masih belum berjalan lancar. Dan masih didominasi oleh beberapa siswa yang berprestasi dikelas. b. Sebagian siswa masih ada yang belum bisa menjelaskan kepada teman temannya dalam menyampaikan pengalamannya. Upaya Meningkatkan Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Pada Pokok 35

8 c. Kualiatas Tanya jawab yang dihasilkan dari diskusi belum maksimal. Tabel 3 : Respon Siswa Terhadap Pembelajaran 4.4. Pembahasan Tiap Sikus dan Antar Siklus Pengamatan dilakukan pada setiap pelaksanaan tindakan dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan instrument yaitu : (1) pengamatan terhadap kreativitas siswa (2) evaluasi pemahaman siswa (3) angket untuk mengetahui dampak model pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terhadap kreativitas siswa dan pemahaman siswa. Berikut dipaparkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dari pelaksanaan tindakan pada setiap siklus sebagai berikut : 1. Hasil pengamatan terhadap kreativitas siswa Pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan 7 (tujuh) indikator yang meliputi keseriusan siswa, Inisiatif siswa, Partisipasi siswa dalam pembelajaran, Kemampuan siswa menyebutkan fakta, Kemampuan siswa menjelaskan konsep dengan kata kata sendiri, Berdiskusi, Kemampuan siswa memahami perintah guru. Tabel 1 : Pengamatan Kreativitas Siswa dalam Pembelajaran 2. Hasil tes formatif pemahaman benda dan sifatnya Berdasarkan hasil tes yang diberikan kepada siswa dan telah dianalisis berdasarkan indikator pencapaian pemahaman materi benda dan sifatnya maka diperoleh data sebagai berikut : Tabel 2 : Hasil Tes Fomatif Pemahaman Siswa Terhadap Materi Pembelajaran 3. Hasil penilaian berdasarkan angket yang diberikan kepada siswa Berdasarkan angket yang telah diberikan dan diisi oleh siswa maka diperoleh data respon siswa terhadap pembelajaran sebagai berikut Kesimpulan Hasil Penelitian Kesimpulan yang telah diperoleh dari hasil pengamatan pada siklus I dan Sikus II diolah dan dianalisis dengan hasil sebagai berikut : 1. Dari data penilaian tentang kreativitas jelaslah bahwa implementasi pembelajaran berbasis inkuiri pada pok0k bahasan memuji Allah melalui Pujian memberikan kontribusi yang cukup signifikan (positif) terhadap peningkatan kreativitas siswa. Hal ini terlihat dari siklus ke-1 ke siklus ke-2 tampak pada table diatas pada siklus ke-1 dari 7 (tujuh) indicator keberhasilan terdapat 1 baik, 1 cukup dan kurang 5, Sedangkan pada siklus ke-2 dari 7(tujuh) indikator keberhasilan terdapat 5 baik, 2 cukup hal ini membuktikan terdapat adanya peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran siswa. 2. Dari data formatif I dan tes formatif II tampak terdapat peningkatan yang signifikan, Hal ini tampak pada hasil formatif I rata rata siswa yang mampu menjawab soal tes 68,7% dan mengalami kesulitan 31,3%, Sedangkan pada hasil tes formatif II yang mampu menjawab soal tes 83,5% dan yang mengalami kesulitan 18,3%. Maka telah terjadi kenaikan sekitar 14,80% pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa implementasi metode inkuiri dapat dikatakan efektif dalam meningkatkan pemahaman pengetahuan siswa terhadap pembelajaran. 3. Berdasarkan data hasil angket yang diberikan kepada siswa didapatkan sebagian besar 24 atau (82,5%) siswa menyatakan senang belajar dengan metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru, Dan hanya 6 (17,5%) siswa menyatakan tidak senang. Dalam aspek kegunaan pembelajaran yang baru dilakukan dalam kehidupannya sekitar 23 (80,5%) siswa mampu merasakan hal tersebut sedangkan 7 (19,5%) siswa belum dapat. Persentase tersebut juga berlaku dalam aspek tentang perlu tidaknya metode pembelajaran itu digunakan. Padahal sebagian besar siswa merasa tertantang dengan langkah-langkah pembelajaran yang baru dilakukan, Hal ini ditunjukan oleh 28 (92,7%) siswa dan 2 (7,3%) siswa merasa tidak ada tantangan. Bahkan siswa yang secara terbuka merasakan tertarik metode yang dikembangkan Upaya Meningkatkan Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Pada Pokok 36

9 guru 27 (91,6%) siswa dan hanya 3 (7,4%) siswa menyatakan tidak tertarik. Maka dengan hasil ini dapat dikatakan bahwa metode inkuiri yang dikembangkan oleh guru (peneliti) secara garis besar dapat di terima oleh siswa. 5. Kesimpulan Dan Saran 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis kemukakan dalam bab sebelumnya, Maka dapat disimpulkan hal hal sebagai berikut : 1. Implementasi berbasis inkuiri dalam materi memuji Allah melalui nyanyian dalam kehidupan untuk siswa kelas I SD Negeri dilakukan dalam 2 (dua) siklus dengan tanpa hambatan berarti. 2. Implementasikan pembelajaran berbasis inkuiri dalam materi memuji Allah melalui nyanyian dalam kehidupan untuk siswa kelas I SD Negeri Medan Petisah. Terbukti terdapat kenaikan persentase tingkat pemahaman dari siklus I sebesar 68,7% menjadi 83,5% pada siklus II, Atau mengalami peningkatan sebesar 14,60%. 3. Implementasi pembelajaran berbasis inkuiri dalam memuji Allah melalui nyanyian dalam kehidupan dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas I SD Negeri Respon siswa terhadap implementasikan pembelajaran berbasis inkuiri dalam materi memuji Allah melalui nyanyian dalam kehidupan untuk siswa kelas I SD Negeri termasuk positif Saran 1. Guru dalam pembelajaran ini hendaknya lebih banyak strategi pembelajaran dari pada sekedar memberikan informasi. 2. Siswa diberi kesempatan untuk menemukan dan menerapkan ide-idenya, Dan guru sebaiknya sebagai fasilitator. 3. Kepala sekolah mendukung dan motivasi dalam pelaksanaan penelitian dalam pelaksanaan peneliti tindakan kelas. 6. DAFTAR PUSTAKA [1] Alkitab Terjemahan, 1992, Lembaga Alktab Indonesia [2] Slameto, 2007, Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhi, Jakarta [3] D.L Baker dan A.A, Sitompul, 2007, Kamus Ibrani Indonesa,Jakarta BPK.Gunung Mulia, Skripsi [4] A.Tabrani, 1992, Pendekatan Kontekstual, Balai Pustaka, Jakarta [5] Arikunto, 2006, Kurikulum Berbasis Kompetensi, PT Rosda Karya, Bandung [6] Breys dan Herscovics (1997). Belajar dan pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta [7] Dahar Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya. [8] Deporter (2000) Teori - Teori Belajar, Dirjen Pendidikan Tinggi Depdikbud, Jakarta [9] Guntur Sumilih Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka cipta [10] Holstein (1986). Proses Belajar Mengajar, Jakarta : Bumi Aksara. [11] Nana Sudjana (1998), Belajar Dan Pembelajaran, PT. Rineka Cipta, Jakarta. [12] Roestiyah (1998). Strategi Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana. [13] Rosita (1997), Taksonomi Variabel, IKIP Malang, Malang. [14] Sunardi (20026). Belajar dan faktor - faktor Yang mempengaruhi. Jakarta : Rineka Cipta. [15] Sud dan Trowbridge (1990), Putrayasa (2001) Menjadi Guru Yang Mau Dan Mampu Mengajar Secara Menyenangkan. Bandung : MLC. [16] Skemp (1976 dalam Wahyudi (2001).Pembelajaran Metode Agama. Jakarta : Kartika. [17] S.C.Utami Munandar, Berbahasa. Surakarta : Erlangga [18] Sunardi, 2006 Agama Pembelajaran Inkuiri Erlangga, Jakarta. Upaya Meningkatkan Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Pada Pokok 37

Lulus Yuliastuti 23. Kata Kunci: Hasil Belajar, pembelajaran PKn, Inkuiri. Guru Kelas IV SDN Sidomekar 08 Semboro, Jember

Lulus Yuliastuti 23. Kata Kunci: Hasil Belajar, pembelajaran PKn, Inkuiri. Guru Kelas IV SDN Sidomekar 08 Semboro, Jember MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER PADA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN METODE BERBASIS INKUIRI Lulus Yuliastuti 23 Abstrak. Pembelajaran PKn

Lebih terperinci

METODE PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PELAJARAN PKN SISWA KELAS IX-7 SMP NEGERI 8 TEBING TINGGI.

METODE PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PELAJARAN PKN SISWA KELAS IX-7 SMP NEGERI 8 TEBING TINGGI. METODE PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PELAJARAN PKN SISWA KELAS IX-7 SMP NEGERI 8 TEBING TINGGI Yendina Saragih Guru SMP Negeri 8 Tebing Tinggi Email: saragihyendina@yahoo.co.id

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS. pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri. Guru tidak

BAB II KAJIAN TEORITIS. pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri. Guru tidak BAB II KAJIAN TEORITIS A. Kajian Teoretis 1. Strategi Cooperative Script Dalam strategi pembelajaran kooperatif ini, guru lebih berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jembatan penghubung kearah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perilakunya karena hasil dari pengalaman.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perilakunya karena hasil dari pengalaman. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Belajar Banyak ahli pendidikan yang mengungkapkan pengertian belajar menurut sudut pandang mereka masing-masing. Berikut ini kutipan pendapat beberapa ahli pendidikan tentang

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STIK di KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 7 MATARAM

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STIK di KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 7 MATARAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STIK di KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 7 MATARAM Tri Sari Wijayanti Guru IPA SMAN 7 Mataram E-mail:- ABSTRAK:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hidupnya yang berlangsung sepanjang hayat. Oleh karena itu maka setiap manusia

BAB I PENDAHULUAN. hidupnya yang berlangsung sepanjang hayat. Oleh karena itu maka setiap manusia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya yang berlangsung sepanjang hayat. Oleh karena itu maka setiap manusia harus menapaki

Lebih terperinci

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI MELALUI PEMBUATAN MINIATUR MUKA BUMI PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI SIDOMULYO 03

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI MELALUI PEMBUATAN MINIATUR MUKA BUMI PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI SIDOMULYO 03 MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI MELALUI PEMBUATAN MINIATUR MUKA BUMI PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI SIDOMULYO 03 Sri Widayati 1 Abstrak. Di kelas 3 SDN Sidomulyo 03 untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam

BAB I PENDAHULUAN. emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman dalam menentukan pokok

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman dalam menentukan pokok 29 BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman dalam menentukan pokok pikiran

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MEMPERBAIKI PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA DI KELAS XI MIA-5 SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN T.A.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MEMPERBAIKI PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA DI KELAS XI MIA-5 SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN T.A. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MEMPERBAIKI PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA DI KELAS XI MIA-5 SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN T.A.2014/2015 Martogi Bangun Sianturi Guru Mata Pelajaran Fisika SMA

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS TENTANG HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BILANGAN BULAT

BAB II KAJIAN TEORITIS TENTANG HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BILANGAN BULAT 8 BAB II KAJIAN TEORITIS TENTANG HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BILANGAN BULAT A. Metode Kerja Kelompok Salah satu upaya yang ditempuh guru untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang kondusif

Lebih terperinci

jadikan sebagai indikator aktivitas belajar siswa adalah:

jadikan sebagai indikator aktivitas belajar siswa adalah: II. TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Aktivitas Belajar Aktivitas belajar merupakan proses interaksi kegiatan jasmani dan rohani, dibantu oleh faktor-faktor lain untuk mencapai tujuan belajar yang

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA

PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA Citra Veronika, Djoko Adi Susilo, Tri Candra Wulandari Universitas Kanjuruhan Malang veronikacitra11@gmail.com

Lebih terperinci

Desi Rusnita SDN 08 Kepahiang

Desi Rusnita SDN 08 Kepahiang PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME MELALUI LKS BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD NEGERI 08 KEPAHIANG TAHUN 2013 Desi Rusnita SDN 08 Kepahiang Abstrak:

Lebih terperinci

Sinar Sion Guru Pendidikan Jasmani SD Negeri Suka Makmur ABSTRAK

Sinar Sion Guru Pendidikan Jasmani SD Negeri Suka Makmur   ABSTRAK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT PADA MATERI POKOK GERAK BEBAS BERIRAMA DENGAN ARAH BIDANG STUDI PENDIDIKAN JASMANI KELAS 1 SD NEGERI 105300 SUKA MAKMUR Sinar

Lebih terperinci

Oleh: Mulyani SD Negeri 3 Karanggandu, Watulimo, Trenggalek

Oleh: Mulyani SD Negeri 3 Karanggandu, Watulimo, Trenggalek Mulyani, Penggunaan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan... 45 PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TENTANG RANGKAIAN LISTRIK SERI DAN PARALEL PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS VI

Lebih terperinci

Oleh Fathorrasi (1), Hasan Muchtar Fauzi (2)

Oleh Fathorrasi (1), Hasan Muchtar Fauzi (2) PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA MATERI POKOK SIFAT-SIFAT BENDA KELAS III SEMESTER GANJIL DI SDN 1 DAWUAN KECAMATAN SUBOH KABUPATEN SITUBONDO TAHUN

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS VIID SMP N I SRANDAKAN

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS VIID SMP N I SRANDAKAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS VIID SMP N I SRANDAKAN Oleh: Raras Dwi Asri 11144100129 Pendidikan Matematika Fakultas

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pembelajaran ialah

II. TINJAUAN PUSTAKA. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pembelajaran ialah 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teoritis 1. Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pembelajaran ialah menentukan model atau metode mengajar tentang

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI MEDAN ESTATE

PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI MEDAN ESTATE PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI MEDAN ESTATE RAMLI SITORUS Dosen Jurusan PPSD Prodi PGSD Email: ramlisitorus105@ymail.com

Lebih terperinci

JEMBER TAHUN PELAJARAN

JEMBER TAHUN PELAJARAN PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING MODEL PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MATERI MENGIDENTIFIKASIKAN CIRI- CIRI NEGARA BERKEMBANG DAN NEGARA MAJU BAGI

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar Negeri 08 Salatiga. Subyek yang menjadi fokus penelitian adalah siswa kelas 2

Lebih terperinci

Oleh Sri Mujayani SMP Negeri 1 Wonoayu

Oleh Sri Mujayani SMP Negeri 1 Wonoayu 153 PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATERI KEGIATAN EKONOMI DAN PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA ALAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DI SMP NEGERI 1 WONOAYU Oleh Sri Mujayani SMP Negeri 1 Wonoayu

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE PROBLEM-BASED LEARNING

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE PROBLEM-BASED LEARNING UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE PROBLEM-BASED LEARNING PADA POKOK BAHASAN LOGIKA MATEMATIKA DI KELAS X-1SMA NEGERI 2 SUMENEP TAHUN PELAJARAN 2010-2011 Hasanudin Guru SMAN 2

Lebih terperinci

dapat dialami langsung oleh siswa, hal ini dapat mengatasi kebosanan siswa dan perhatiannya akan lebih baik sehingga prestasi siswa dapat meningkat.

dapat dialami langsung oleh siswa, hal ini dapat mengatasi kebosanan siswa dan perhatiannya akan lebih baik sehingga prestasi siswa dapat meningkat. PENDAHULUAN Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah dengan perbaikan sistem pendidikan. Dengan adanya perombakan dan pembaharuan kurikulum yang berkesinambungan, mulai

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN BERBANTUAN MEDIA KARTU PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

PEMBELAJARAN BERBANTUAN MEDIA KARTU PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR PEMBELAJARAN BERBANTUAN MEDIA KARTU PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Rissa Prima Kurniawati IKIP PGRI MADIUN rissaprimakurniawati14@gmail.com ABSTRAK Guru dalam mengajar

Lebih terperinci

Riskah, S.Pd Guru SMAN 1 Kaliwungu Kabupaten Kendal

Riskah, S.Pd Guru SMAN 1 Kaliwungu Kabupaten Kendal Peningkatan Prestasi Belajar Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal Melalui Penerapan Model Pembelajaran Probelm Based Learning Bagi Peserta Didik Kelas XI IPS1 Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016 Riskah,

Lebih terperinci

II. KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Teori Yang Melandasi Model Pembelajaran Make A Match

II. KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Teori Yang Melandasi Model Pembelajaran Make A Match II. KAJIAN PUSTAKA 2.1 Teori Yang Melandasi Model Pembelajaran Make A Match 2.1.1 Teori Vygotski Karya Vygotski didasarkan pada tiga ide utama : (1) bahwa intelektual berkembang pada saat individu menghadapi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Paparan Data Pra Tindakan Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang. Selanjutnya,

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Examples Non Examples Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga lima orang dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja

Lebih terperinci

Oleh: Sumirah SDN I Karanganyar, Gandusari, Trenggalek

Oleh: Sumirah SDN I Karanganyar, Gandusari, Trenggalek 122 JUPEDASMEN, Volume 1, Nomor 3, Desember 2015 PENERAPAN METODE GROUP INVESTIGATION DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SDN I KARANGANYAR KECAMATAN GANDUSARI TRENGGALEK PADA BIDANG STUDI

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang seacara harfiah berarti

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang seacara harfiah berarti 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Media Audio-Visual Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang seacara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar

Lebih terperinci

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Tomini Pada Konsep Gerak

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Tomini Pada Konsep Gerak Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Tomini Pada Konsep Gerak Mikran, Marungkil Pasaribu, I Wayan Darmadi Email: Mikran_fisika@yahoo.com

Lebih terperinci

Tesar Lakani Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Tesar Lakani Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Hubungan Makanan Dan Kesehatan Melalui Teknik Discovery di Kelas V SD Inpres Basabungan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Tesar Lakani Mahasiswa Program Guru

Lebih terperinci

Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli

Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli Samriah Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kelas (PTK). PTK merupakan terjemahan dari classroom action research, untuk meningkatkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kelas (PTK). PTK merupakan terjemahan dari classroom action research, untuk meningkatkan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindak Kelas (PTK). PTK merupakan terjemahan dari classroom action research,

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI GROUP RESUME SKRIPSI

UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI GROUP RESUME SKRIPSI UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI GROUP RESUME ( PTK di Kelas VIII Semester 2 SMP Ne geri 1 Nogosari) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA 7 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teoritis 1. Konsep Belajar dan Mengajar Belajar merupakan proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses

Lebih terperinci

OLEH DESRIYANTI A1C309009

OLEH DESRIYANTI A1C309009 ARTIKEL ILMIAH UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TEKNIK PENYELESAIAN MASALAH TERSTRUKTUR DI KELAS X SMA NEGERI 3 BATANGHARI OLEH DESRIYANTI A1C309009

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dibicarakan, tentu dalam rangka penataan yang terus dilakukan untuk mencapai

BAB I PENDAHULUAN. dibicarakan, tentu dalam rangka penataan yang terus dilakukan untuk mencapai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penerapan teori-teori pendidikan pada masa ini adalah hal yang marak dibicarakan, tentu dalam rangka penataan yang terus dilakukan untuk mencapai pendidikan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. penerimaannya dan lain-lain aspek yang ada pada individu. 2

BAB II KAJIAN TEORI. penerimaannya dan lain-lain aspek yang ada pada individu. 2 BAB II KAJIAN TEORI A. Kerangka Teoretis 1. Pengertian Belajar Untuk memperoleh pengertian yang objektif tentang belajar terutama belajar di sekolah, perlu dirumuskan secara jelas pengertian belajar. Belajar

Lebih terperinci

Edudikara, Vol 1 (2); 34-41,

Edudikara, Vol 1 (2); 34-41, PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PROSEDUR KEAMANAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Sri Sukeksi SMK Negeri 1 Sragen Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan

Lebih terperinci

Penerapan Metode Penugasan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perubahan Wujud Benda dalam Pembelajaran IPA Kelas IV SDN 21 Ampana

Penerapan Metode Penugasan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perubahan Wujud Benda dalam Pembelajaran IPA Kelas IV SDN 21 Ampana Penerapan Metode Penugasan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perubahan Wujud Benda dalam Pembelajaran IPA Kelas IV SDN 21 Ampana Masyita, Amram Rede, dan Mohammad Jamhari Mahasiswa Program

Lebih terperinci

Aji Heru Muslim 1

Aji Heru Muslim 1 PENINGKATAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PGSD UMP PADA MATA KULIAH STRATEGI BELAJAR MENGAJAR DI SD MELALUI COOPERATIVE LEARNING TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) Aji Heru Muslim 1 ajiheru_muslim@yahoo.co.id

Lebih terperinci

Oleh: Sri Hanifah Guru SDN II Wonorejo, Trenggalek

Oleh: Sri Hanifah Guru SDN II Wonorejo, Trenggalek 130 JUPEDASMEN, Volume 1, Nomor 2, Agustus 2015 MELALUI MODEL BELAJAR KOOPERATIF MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VI SD NEGERI II WONOREJO KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN TRENGGALEK

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian 1. Pra siklus Pada tahap pra siklus ini yang dilakukan oleh peneliti berupa pendokumentasian daftar nama, daftar nilai peserta didik, dan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMAN 1 MEDAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMAN 1 MEDAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMAN 1 MEDAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW FAHRUDDIN Guru SMA Negeri 1 Medan Email: fahruddin1958@gmail.com ABSTRAK

Lebih terperinci

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SDN 09 KEPAHIANG MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SDN 09 KEPAHIANG MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SDN 09 KEPAHIANG MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Dian Saputra Guru SD di Kepahiang Abstrak: Mata pelajaran IPA merupakan salah satu

Lebih terperinci

Elistina. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

Elistina. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Berbantuan Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 5 Basi Kecamatan Basidondo Tolitoli Elistina Mahasiswa

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perlu untuk ditingkatkan dan digali sebesar-besarnya karena hal tersebut

BAB 1 PENDAHULUAN. perlu untuk ditingkatkan dan digali sebesar-besarnya karena hal tersebut 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang ini, kita memasuki dunia yang berkembang serba cepat sehingga memaksa setiap individu untuk dapat mengikuti perkembangan tersebut. Indonesia

Lebih terperinci

KHAIRUL ANWAR* DAN RIZKY CHAIRU RAMADHAN** *Ketua Jurusan PPSD Prodi PGSD FIP UNIMED ** Mahasiswa Jurusan PPSD Prodi PGSD FIP UNIMED

KHAIRUL ANWAR* DAN RIZKY CHAIRU RAMADHAN** *Ketua Jurusan PPSD Prodi PGSD FIP UNIMED ** Mahasiswa Jurusan PPSD Prodi PGSD FIP UNIMED MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KERJA LAPANGAN, INKUIRI, DISKUSI PADA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD NEGERI 050670 PANTAI GEMI KHAIRUL ANWAR* DAN RIZKY CHAIRU RAMADHAN** *Ketua

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1) WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada tanggal 24 Nopember sampai 3 Desember tahun 2009 Penentuan waktu penelitian mengacu pada

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) PADA SISWA KELAS VIIC SMP N 1 PAJANGAN

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) PADA SISWA KELAS VIIC SMP N 1 PAJANGAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) PADA SISWA KELAS VIIC SMP N 1 PAJANGAN Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI

Lebih terperinci

Penerapan Model Pembelajaran Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Di Kelas V SDN 3 Tompoh

Penerapan Model Pembelajaran Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Di Kelas V SDN 3 Tompoh Penerapan Model Pembelajaran Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Di Kelas V SDN 3 Tompoh Rahmawati, Mestawaty As. A, dan Lilies Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jika akar permasalahan sudah diketahui, alternatif berikutnya adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Jika akar permasalahan sudah diketahui, alternatif berikutnya adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Tindakan yang mungkin dilakukan oleh guru terkait dengan permasalahan dalam proses pembelajaran adalah mencari akar permasalahan. Jika akar permasalahan sudah

Lebih terperinci

Suparmi SMP Negeri 25 Pekanbaru

Suparmi SMP Negeri 25 Pekanbaru PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS VII-1 SMPN 25 PEKANBARU 0823-8848-1697 SMP Negeri 25 Pekanbaru 98

Lebih terperinci

PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR RUANG DIMENSI TIGA PADA SISWA SMAN 8 MATARAM

PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR RUANG DIMENSI TIGA PADA SISWA SMAN 8 MATARAM PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR RUANG DIMENSI TIGA PADA SISWA SMAN 8 MATARAM Tari Asdiati 1 & Agusfianuddin 2 1 Pemerhati Pendidikan Matematika

Lebih terperinci

ARTIKEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

ARTIKEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ARTIKEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DAN PENGUASAAN MATERI LINGKARAN I MELALUI LATIHAN MANDIRI BAGI SISWA KELAS VIIIE SMP N 5 SRAGEN SEMESTER GENAP TAHUN 2009/2010 Oleh

Lebih terperinci

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 1 Binangga Kecamatan Marawola Palu

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 1 Binangga Kecamatan Marawola Palu Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 1 Binangga Kecamatan Marawola Palu Andi Mamas, Amran Rede, dan Fatmah Dhafir Mahasiswa

Lebih terperinci

Didit Yulian Kasdriyanto. Staf Pengajar, Universitas Panca Marga, Probolinggo (diterima: , direvisi

Didit Yulian Kasdriyanto. Staf Pengajar, Universitas Panca Marga, Probolinggo (diterima: , direvisi ISSN 2354-6948 Penerapan Metode Pengamatan Langsung Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas V SDN Malasan Wetan 02 Kecamatan Tegal Siwalan Kabupaten Probolinggo Didit Yulian Kasdriyanto

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersedia tidak memadai, kurang dana, keterbatasan keterampilan guru dalam

BAB I PENDAHULUAN. tersedia tidak memadai, kurang dana, keterbatasan keterampilan guru dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan sains dan teknologi yang demikian pesat pada era informasi kini, menjadikan pendidikan IPA sangat penting bagi semua individu. Kemampuan siswa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia, mulai dari (kurikulum tahun 1994) yang menggunakan cara belajar

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia, mulai dari (kurikulum tahun 1994) yang menggunakan cara belajar 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perubahan kebijakan pemerintah dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, mulai dari (kurikulum tahun 1994) yang menggunakan cara belajar siswa aktif (CBSA)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (1) yang

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (1) yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (1) yang dimaksud dengan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. adalah peraga yang artinya bertugas meragakan atau membuat bentuk raga

BAB II KAJIAN PUSTAKA. adalah peraga yang artinya bertugas meragakan atau membuat bentuk raga BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Alat Peraga 2.1.1 Pengertian Alat Peraga Kata Alat Peraga diperoleh dari dua kata alat dan peraga. Kata utamanya adalah peraga yang artinya bertugas meragakan atau membuat bentuk

Lebih terperinci

Penerapan Metode Teknik Tugas Individual Dalam Pembelajaran PKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Inpres 2 Ampibabo

Penerapan Metode Teknik Tugas Individual Dalam Pembelajaran PKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Inpres 2 Ampibabo Penerapan Metode Teknik Tugas Individual Dalam Pembelajaran PKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Inpres 2 Ampibabo Asmawati Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan

Lebih terperinci

PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VI SDN 09 KAMPUNGDALEM TULUNGAGUNG TAHUN 2011/2012 SEMESTER II

PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VI SDN 09 KAMPUNGDALEM TULUNGAGUNG TAHUN 2011/2012 SEMESTER II 124 JUPEDASMEN, Volume 1, Nomor 2, Agustus 2015 PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VI SDN 09 KAMPUNGDALEM TULUNGAGUNG TAHUN 2011/2012 SEMESTER II Oleh: Sri

Lebih terperinci

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Kalicari 2 Desa Kalicari Kecamatan Pedurungan Semarang. Peneliti memilih

Lebih terperinci

Eko Budiono, Hadi Susanto PENDAHULUAN

Eko Budiono, Hadi Susanto PENDAHULUAN PENYUSUNAN DAN PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN BERDASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI SUB POKOK BAHASAN ANALISA KUANTITATIF UNTUK SOAL-SOAL DINAMIKA SEDERHANA PADA KELAS X SEMESTER I SMA Eko Budiono, Hadi

Lebih terperinci

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI DAN PENGUKURAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MELALUI PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI DAN PENGUKURAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MELALUI PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Prosiding Seminar Nasional Matematika Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 24 Juli 2011 PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI DAN PENGUKURAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MELALUI

Lebih terperinci

JURNAL OLEH YENI FARIDA The Learning University

JURNAL OLEH YENI FARIDA The Learning University PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS SEJARAH KELAS VII SMP NEGERI 1 MALANG SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2011/2012 JURNAL OLEH YENI

Lebih terperinci

Kata-kata Kunci : Model Numbered Head Together (NHT), Media Manik-manik, Aktifitas, Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar

Kata-kata Kunci : Model Numbered Head Together (NHT), Media Manik-manik, Aktifitas, Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar PENERAPAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER ( NHT ) DENGAN MEDIA MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 GUNUNG PUTRI SITUBONDO Oleh Ria Dwi

Lebih terperinci

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIMETRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DENGAN PERMAINAN MATEMATIKA

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIMETRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DENGAN PERMAINAN MATEMATIKA i PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIMETRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DENGAN PERMAINAN MATEMATIKA (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Surakarta) SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

Oleh: Nuryanti SDN 2 Watulimo, Trenggalek

Oleh: Nuryanti SDN 2 Watulimo, Trenggalek 96 JUPEDASMEN, Volume 1, Nomor 3, Desember 2015 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI UNSUR DAN SIFAT BANGUN DATAR SEDERHANA MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME PADA SISWA KELAS III SDN 2 WATULIMO

Lebih terperinci

Aprillia Fitriana 1, Dwi Haryoto 2, Sumarjono 3 Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang.

Aprillia Fitriana 1, Dwi Haryoto 2, Sumarjono 3 Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang. 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII-A MTs MIFTAHUL ULUM BATOK, MADIUN Aprillia Fitriana 1, Dwi Haryoto 2, Sumarjono

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang

II. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang 10 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Problem Based Learning (PBL) Model Problem Based Learning atau PBL merupakan suatu model pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang membutuhkan penyelidikan

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tumbuhan Dan Fungsinya Dengan Menggunakan Metode Tanya Jawab Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Lemo

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tumbuhan Dan Fungsinya Dengan Menggunakan Metode Tanya Jawab Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Lemo Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tumbuhan Dan Fungsinya Dengan Menggunakan Metode Tanya Jawab Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Lemo Nikma A. Manandri, Achmad Ramadhan, dan Bustamin Mahasiswa

Lebih terperinci

Jurnal Cakrawala Pendas, Vol. 2, NO. 1 Januari 2016 ISSN:

Jurnal Cakrawala Pendas, Vol. 2, NO. 1 Januari 2016 ISSN: PENGGUNAAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BAGIAN-BAGIAN UTAMA TUBUH HEWAN DAN KEGUNAANNYA DI KELAS II SDN KULUR I KECAMATAN MAJALENGKA KABUPATEN MAJALENGKA Oleh

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PATUMBAK

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PATUMBAK PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PATUMBAK ERIKA NADAPDAP Guru SMP Negeri 1 Patumbak Email : seriussembiring@gmail.com

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG Dwi Sulistyorini Abstrak: Dalam kegiatan pembelajaran menulis, siswa masih banyak mengalami kesulitan

Lebih terperinci

Novi Arrum Mustika SMP Negeri 2 Bungkal. Erika Eka Santi M.Si Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Novi Arrum Mustika SMP Negeri 2 Bungkal. Erika Eka Santi M.Si Universitas Muhammadiyah Ponorogo PENERAPAN MODEL ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, SATISFACTION (ARIAS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 BUNGKAL Novi

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Atik Dwi Kurniati Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo e-mail: atikdwi_kurniati@gmail.com

Lebih terperinci

V. KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan kegiatan pembelajaran IPA dengan pendekatan pembelajaran

V. KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan kegiatan pembelajaran IPA dengan pendekatan pembelajaran V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan kegiatan pembelajaran IPA dengan pendekatan pembelajaran kontekstual dan temuan pembelajaran siswa kelas 6 Sekolah Tunas Mekar Indonesia Bandar Lampung

Lebih terperinci

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Menggunakan Media Gambar di Kelas II SD Inpres 2 Mepanga Kecamatan Mepanga

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Menggunakan Media Gambar di Kelas II SD Inpres 2 Mepanga Kecamatan Mepanga Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Menggunakan Media Gambar di Kelas II SD Inpres 2 Mepanga Kecamatan Mepanga Wirda, Muhammad Jamhari, dan Ritman Ishak Paudi Mahasiswa Program

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X MIA 3 SMA NEGERI 6 MALANG

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X MIA 3 SMA NEGERI 6 MALANG 1 PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X MIA 3 SMA NEGERI 6 MALANG Rima Buana Prahastiwi 1, Subani 2, Dwi Haryoto 3 Jurusan Fisika

Lebih terperinci

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI INKUIRI SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 1 BALONG TAHUN AJARAN 2013/2014

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI INKUIRI SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 1 BALONG TAHUN AJARAN 2013/2014 PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI INKUIRI SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 1 BALONG TAHUN AJARAN 2013/2014 Kiki Pramudita Amalia Program Studi Pendidikan Matematika Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang penulis laksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research/CAR) yang sudah dipaparkan di BAB II. Adapun

Lebih terperinci

METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS. Oleh : Ari Yanto )

METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS. Oleh : Ari Yanto ) METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS Oleh : Ari Yanto ) Email : ari.thea86@gmail.com Abstrak Salah satu masalah yang dihadapi oleh tenaga pengajar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam pelaksanaan pendidikan, baik pendidikan non formal (masyarakat),

BAB I PENDAHULUAN. dalam pelaksanaan pendidikan, baik pendidikan non formal (masyarakat), BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari waktu ke waktu berkembang sangat pesat. Hal ini harus didukung dengan adanya peningkatan dalam pelaksanaan pendidikan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Ruang lingkup penelitian ini adalah pembelajaran yang

Lebih terperinci

Hadmin Luande, Nuraedah, dan Nurvita Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Hadmin Luande, Nuraedah, dan Nurvita Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI MELALUI METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) DI KELAS V SD INPRES 2 TERPENCIL LOMBOK KECAMATAN TINOMBO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Hadmin

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Efektivitas pembelajaran merupakan suatu ukuran yang berhubungan dengan tingkat

II. TINJAUAN PUSTAKA. Efektivitas pembelajaran merupakan suatu ukuran yang berhubungan dengan tingkat II. TINJAUAN PUSTAKA A. Efektivitas Pembelajaran Efektivitas pembelajaran merupakan suatu ukuran yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan dari suatu proses pembelajaran. Pembelajaran dikatakan efektif

Lebih terperinci

PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII MTs AL-MAARIF 01 SINGOSARI

PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII MTs AL-MAARIF 01 SINGOSARI PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII MTs AL-MAARIF 01 SINGOSARI Oleh: Cendika M Syuro Mahasiswi Jurusan Matematika FMIPA UM email: cendikahusein@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. SMK Negeri Pancatengah merupakan Unit Sekolah Baru (USB) dengan

BAB I PENDAHULUAN. SMK Negeri Pancatengah merupakan Unit Sekolah Baru (USB) dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah SMK Negeri Pancatengah merupakan Unit Sekolah Baru (USB) dengan program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Pemasaran. Dari hasil observasi awal

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun penjelasan PTK adalah sebagai berikut : 1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

Lebih terperinci

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN BILANGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 KALITENGAH

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN BILANGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 KALITENGAH DIDAKTIKA PGRI, 2, (1), 2016, 156 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN BILANGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 KALITENGAH Umbar Rumanti *) NIP 19630407

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI Pengertian Belajar Menurut Teori Konstruktivisme. penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Belajar merupakan aktivitas

BAB II KAJIAN TEORI Pengertian Belajar Menurut Teori Konstruktivisme. penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Belajar merupakan aktivitas 7 BAB II KAJIAN TEORI 2.1. Pengertian Belajar Menurut Teori Konstruktivisme Belajar merupakan komponen penting dalam setiap usaha penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Belajar merupakan aktivitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memecahkan suatu permasalahan yang diberikan guru.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memecahkan suatu permasalahan yang diberikan guru. 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Model Inkuiri Inkuiri merupakan model pembelajaran yang membimbing siswa untuk memperoleh dan mendapatkan informasi serta mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia yang mampu menghadapi berbagai perubahan serta kemajuan di sekitarnya.

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN METODE DISKUSI BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI BENTUK PANGKAT DAN AKAR PADA SISWA KELAS X.6 SEMESTER I SMA

Lebih terperinci