Kata-kata dan perbuatan kita akan membentuk siapa diri kita. You re What You Think, You re What You Say.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Kata-kata dan perbuatan kita akan membentuk siapa diri kita. You re What You Think, You re What You Say."

Transkripsi

1

2 Mencaci orang dengan kata-kata kotor tidak membuat orang menjadi kotor, malah sebaliknya mengotori diri sendiri. Sebab kata-kata kotor itu keluar dari hati dan pikiran kita. Hanya hati dan pikiran yang kotor mengeluarkan kata-kata yang kotor. Menghina orang tidak membuat orang terhina melainkan membuat hina diri sendiri. Sebab hanya hati dan pikiran yang hina akan mengeluarkan kata-kata dan perilaku menghina. Menghormati orang dengan kata-kata kasih akan membuat diri Anda dihormati dan hati Anda berbelas kasih. Sebab hanya hati yang berbelas-asih akan mengeluarkan kata-kata kasih. Menguatkan orang dengan kata-kata bijak akan membuat diri Anda menjadi kuat dan pikiran Anda bijak sebab hanya pikiran yang bijak akan melahirkan kata-kata bijak. Membahagiakan orang dengan kata-kata berpengharapan akan membuat diri Anda bahagia dan jiwa Anda penuh harapan. Sebab hanya jiwa yang penuh harapan dapat menyampaikan kata-kata penuh harapan. Kata-kata dan perbuatan kita akan membentuk siapa diri kita. You re What You Think, You re What You Say. Semoga kita termasuk insan-insan yang selalu menumbuh kembangkan dan menjaga pikiran (Otak), perkataan (Lisan), perbuatan (Attitude), perasaan (Hati) dan iman (Jiwa) kita dimanapaun, kapanpun juga.

3 Kata Pengantar Pertempuran dan perang paling besar bukanlah di dunia nyata, tetapi ada dipikiran manusia, saat pertentangan antara yang baik dan jahat sedang berlangsung Pendidikan Karakter Semuanya diawali dengan keputusan kita. Apakah yang menjadi keputusan kita dalam menjalani kehidupan kita. Dan dari pola kehidupan yang kita lalui (pola pekerjaan, sosial, keluarga) tidak lepas dari apa yang disebut Karakter. Karakter manusia menjadi topik yang terus dibicarakan (walau bahasa yang digunakan bukanlah karakter ). Sebenarnya saat kita ngerasani atau bergosip ria, kita erat dengan membicarakan karakter seseorang. Jika ditanya bagaimana membentuk karakter? Maka cara mudahnya adalah sebutkan hal-hal yang bersifat jelek dari karakter manusia dan diawali dengan kata hindari / jangan biasakan, misal: hindari / jangan biasakan bersikap angkuh dan sombong, hindari bersikap marah berlebihan, jangan biasakan menyimpan amarah dan dendam dan masih banyak lagi. Capek kan? Kok hidup banyak aturan? Lalu apakah ada cara yang lebih memberdayakan? Ada, ebook ini dibuat untuk memberdayakan anak, orangtua dan guru agar memaksimalkan kehidupan yang lebih baik. Pemahaman yang diberikan sangat mudah dicerna dan 1 yang paling penting, yaitu praktekkan. Mengenali dan memahami diri sendiri adalah langkah awal dari keberhasilan hidup seseorang, ebook ini adalah jawaban sekaligus panduan bagi kita yang ingin berkembang mencapai karakter yang maksimal dan juga membantu sesama (termasuk memberi contoh) agar bertumbuh dalam karakter yang baik. 1

4 Ebook ini bukanlah ebook yang isinya berat dan tidak mudah dipahami. Ebook ini tidak jauh berbeda dengan artikel yang telah di tulis di website Nuansa psikologis yang bersahabat dengan pemahaman kita menjadi menu utama di ebook ini dan juga sangat mudah diaplikasikan. Memang itulah tujuan utama kami. Kami merangkai kata dari pemahaman yang susah dicerna menjadi rangkaian tulisan yang mudah dimengerti serta di lakukan. Setelah membaca ebook ini, maka dengan mudahnya Anda akan memahami tahapan psikologis manusia dan merancang perubahan sikap bagi manusia. Gunakan kemampuan ini untuk meningkatkan kualitas hidup Anda terlebih dahulu. Pendidikan Karakter adalah pendidikan dari kita dan untuk kita. Anda akan dibuat terkagum-kagum dengan kemampuan Anda yang baru ini, bukankah itu sangat menarik? Satu hal yang terpenting yang tidak boleh ketinggalan untuk disampaikan, ucapan terima kasih kepada rekan sekerjaku yang begitu baik hatinya. Tanpa dia kita akan susah memahami apa itu Pendidikan Karakter. Penataan gambar, design serta pengaturan website sangat bergantung kepada pribadi hebat yang satu ini, kepada Alex Hadi Prajitno, saya berterima kasih banyak buat ketulusan dan kerjasamannya. Semoga apa yang kita kerjakan bersama ini, berarti bagi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Akhir kata, terima kasih buat keluargaku. Istri dan anakku, Hanna dan Joshua. Terima kasih buat doa dan dukungannya, maaf jika waktu pembuatan ebook ini jadi menyita waktu kita bersama, tapi percayalah waktu yang kuhabiskan bersama kalian jauh lebih berharga ketika diriku sedang sibuk menjalankan kewajibanku sebagai kepala keluarga kalian. I love you so much and thanks a lot. Timothy Wibowo Founder 2

5 Pendahuluan (1001 belajar, pembelajaran dan pendidikan) Sama halnya dengan pondasi bangunan, pondasi hidup juga perlu untuk didesign dan dibangun dengan kokoh Mengajar itu paling mudah, belajar itu yang lebih sulit. Kalau kita gunakan istilah begini, membelajarkan maka akan lebih bersahabat bagi kemajuan pendidikan, maksudnya? Kita sebagai guru bukan mengajar, namun membelajarkan murid-murid kita. Kalau sebagai orangtua membelajarkan anak-anak kita. Yang namanya membelajarkan adalah kita memastikan bahwa kalau kita mengajar, maka murid atau anak kita juga belajar. Itulah yang namanya membelajarkan sebenarnya. Itu kita bicara proses, dan bicara tentang proses itu mencangkup banyak hal. Diantaranya kurikulum, yang semakin ke bawah semakin non akademik. Dalam artian yang diajarkan bersifat non akademik yaitu meliputi sikap dan kepribadian. Maksudnya seperti contoh berikut, bila saya mengajar mahasiswa, maka saya tidak lagi bilang, hei sikapmu tidak baik, kamu punya karakter tidak baik. Tidak ada hal seperti itu, karena mereka telah dewasa. Yang paling penting saya mengajar materinya dan mereka harus menguasai ini. Masalah karakter, sikap dan kepribadian menjadi urusan mereka sendiri. 3

6 Namun lain halnya pada saat dia masih kecil hingga remaja. Yang kita tekankan adalah aspek non akademik. Sikap, kepribadian dan rasa percaya diri harus dibuat bagus. Bagaimana dengan pelajaran? Tidak menguasai juga tidak masalah. Yang penting pondasi yang bagus, sikap, semangat juang, rasa senang belajar dulu yang dibangkitkan. Jadi sekali lagi, janganlah anak kita dibuat stress karena sekolah. Mengapa belajar menjadi suntuk dan tidak menyenangkan? Pertama karena kita tidak tahu proses belajar yang benar. Kita tidak pernah mengajari anak bagaimana cara belajar yang benar. Kita tidak tahu prosesnya, sebab kita tidak pernah belajar dan diajari atau tidak pernah mengajarkan cara belajar yang benar. Pondasi yang bagus, sikap, semangat juang, rasa senang belajar dulu yang dibangkitkan Baiklah para pembaca sekalian, sekarang kita fokus membahas pendidikan. Sebenarnya apa tujuan dari pendidikan? Bisa dibilang, tujuan pendidikan adalah proses untuk memanusiakan manusia. Pendidikan itu sebenarnya memiliki keterkaitan pararel dengan hidup kita, bukan dengan nilai sekolah kita. Kalau nilai itu bisa dengan mudah didapat, kita bisa mendapatkan nilai bagus dengan teknik-teknik belajar yang ada. Kita bisa mendapatkan nilai yang gemilang dengan belajar trik-trik menjawab soal. Namun, pendidikan yang sesungguhnya tidak sekedar bagaimana kita mendapatkan nilai yang bagus dengan mempelajari trik-trik yang ada. Pendidikan tentang kejujuran itu berawal dari rumah Sebagai orangtua, kita memberikan pendidikan pada anak kita untuk masa depan mereka. Dan bicara mengenai value atau nilai pendidikan, banyak orangtua yang salah dalam mendidik anaknya. Selama ini orientasi kita hanyalah untuk mencapai nilai yang tinggi 4

7 bahkan sempurna di lingkup akademiknya saja. Namun, faktor non akademik seperti pendidikan karakter misalnya, yang bisa mengantar kepada kesuksesan justru diabaikan. Sebelum berbicara mengenai sukses lebih lanjut, ada satu pertanyaan yang perlu kita cermati bersama. Apa yang harus kita lakukan saat kita ingin membangun rumah? Selain pondasi, kita juga mendesign rumah kita kan? Sama dengan kehidupan kita, apakah kita pernah sadar telah mendesign hidup kita? Apakah kita pernah secara sadar mendesign hidup anak kita lewat pendidikan. Biasanya cara kita mendesign kehidupan anak kita adalah dengan memasukkan mereka kedalam sekolah yang menurut kita bagus, mungkin lebih tepatnya bagus bangunan sekolahnya. Ini kita lakukan agar anak kita mendapatkan kesuksesan dalam hidupnya. Padahal belum tentu demikian. Sama halnya dengan pondasi bangunan, pondasi hidup juga perlu untuk didesign dan dibangun dengan kokoh. Selayaknya merancang dan membangun sebuah pondasi rumah, kita minta seorang arsitek, seorang teknik sipil menghitung pondasi bisa batu kali, pondasi flat, struk cakar air, cakar bebek, dan segala macam agar terbentuk pondasi yang kuat. Begitu juga dengan membangun kesuksesan kita dan anak kita. Kita juga butuh sebuah pondasi yang bagus, kuat dan bertahan selama hidup. Jadi jangan sampai kita salah mendesign dan membangunnya. Sekarang ini tidak jarang orangtua yang mengkarbit anak-anaknya. Pernah ada seorang ibu yang bertanya pada saya Pak, anak saya umur tiga setengah tahun tapi kok belum bisa baca seperti anak teman saya? Saya hanya mbatin dan tersenyum ya iyalah, anak segitu belum waktunya belajar membaca, nanti dong ada tahapannya. Ada waktunya bermain, belajar dan bekerja. Ada baiknya biarkan anak tumbuh sesuai waktunya dan menjalani proses sesuai usianya. Ada usia untuk anak bermain, usia dia belajar dan akhirnya bekerja. Hal seperti itu jangan dilakukan, karena bukan seperti itu pondasi sukses seorang anak. Ingat sekali lagi, semakin tinggi bangunannya, semakin megah gedungnya, semakin sukses anak kita, maka pondasinya juga harus semakin kokoh. 5

8 Sebuah kata bijak yang saya kutip dari Amsal: Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu.. Yang dimaksud dengan mendidik anak muda menurut jalan yang patut baginya adalah sesuai jalan karakter, talenta, kepribadian, gaya belajar dan keunikan. Satu lagi kutipan dari Ali bin Abi Thalib: Didiklah anak-anakmu untuk masa yang bukan masamu. Berarti kita menyiapkan untuk masa depan mereka. Seorang tokoh spiritual muda bilang : Education is the greatest a miracle, pendidikan adalah sebuah keajaiban yang paling besar, paling dahsyat. Karena dengan pendidikan, seseorang itu bisa berubah. It s better to build children than repair adult. Jauh lebih baik kita membangun seorang anak daripada kita memperbaiki orangtua yang sudah rusak. Kenapa? Waktu masih kecil sangat mudah untuk membentuknya, memasukkan nilai-nilai positif dalam dirinya. Berbeda dengan ketika dia tumbuh dewasa, maka akan lebih sulit. Jadi kalau ada problem pada anak, maka yang pertama kali harus disalahkan dan diperbaiki adalah orangtuanya. Ketika masa kanak-kanak adalah masa-masa yang tepat untuk menentukan mental sukses anak. Lalu bagaimana menentukan mental sukses? Seperti kita memilih bibit tanaman, jadi kita harus memilih bibit-bibit yang bagus dan positif. Jika pada diri manusia, kita bicara tentang kebiasaan, kita mulai tanamkan pada diri anak kita bibit-bibit atau nilai-nilai yang positif. Setelah itu kita pelihara, kita menjaganya agar tidak terserang hama dan penyakit. Dan pastikan, jika dia sudah besar akarnya harus kuat, agar nilai-nilai positif yang kita tanamkan tidak tercabut dan hilang dalam dirinya. Ketika saya bicara tentang akar, maka saya bicara tentang spiritual. Kuncinya disitu, yaitu dasar-dasar spiritual yang bagus. 6

9 Penelitian oleh Thomas J. Stanley, Ph.D dalam bukunya The Millionaire Mind menceritakan tentang tiga orang sukses di Amerika. Ketiganya berasal dari beragam profesi dan latar belakang. Dari situ dia menemukan 104 poin sukses. Nomor satu adalah bersikap jujur, ini merupakan pendidikan yang dimulai dari rumah. Disiplin yang baik berasal dari mana? Disiplin itu tidak sama dengan memberikan hukuman. Disiplin dari rumah, dari pembiasaan akan menjadi satu kebiasaan. Anak yang dibiasakan bersikap baik, maka hal itu akan menjadi kebiasaan dia kelak. Di samping sikap jujur dan disiplin yang baik, juga ada sikap pintar bergaul dan kemampuan komunikasi. Selain itu mempunyai pasangan hidup yang mendukung, bekerja lebih keras (fighting spirit), mencintai karier dan kepemimpinan. Lalu bagaimana dengan pendidikan? Nah, sekarang kita bicara lagi masalah kejujuran. Pendidikan tentang kejujuran itu berawal dari rumah. Jika anak kita berbuat salah atau berbohong, tanyakan dulu baik-baik. Apa penyebabnya? Ketika dia sudah mau menjawab jujur, nasehati dia baik-baik. Jangan malah memarahinya. Sebaliknya, orangtua juga harus konsisten. Kejujuran berawal dari rumah, jadi orangtua juga memberikan contoh kepada anaknya bagaimana bersikap jujur. Janganlah, menyuruh anak kita jujur jika sebaliknya kita sebagai orangtua malah seenaknya bersikap tidak jujur. Kemudian kita berbicara tentang disiplin. Disiplin itu tidak sama dengan memberikan hukuman. Banyak orangtua mengartikan kedisiplinan dengan memberikan hukuman pada anaknya. Sebenarnya bukan sekedar itu bentuk kedisiplinan. Disiplin adalah anak harus melakukan apa yang harus dia lakukan. Disiplin itu ada yang bersifat positif dan negatif. Disiplin positif atau yang benar adalah disiplin yang mendukung keberhasilan hidup anak. Contoh sikap disiplin itu seperti disiplin ketika pulang sekolah, dengan membiasakan mereka menaruh tas dan sepatu di tempat yang benar, melepas seragam sekolah dan ganti dengan baju rumah. Kita biasakan itu mulai dari kecil. Bibit-bibit positif yang kita ambil, kita rawat dan kita jaga. 7

10 Anak juga harus tahu apa saja yang menjadi haknya. Hak anak tentu saja mendapat makan, tempat tinggal, kasih sayang dan pendidikan. Namun selain hak, dia juga punya kewajiban. Dan ini yang harus dijelaskan orangtua sejak awal. Ini yang mereka boleh lakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Kita membuat semacam koridor, jadi anak boleh bermain dalam koridor itu dan tidak boleh bermain di luar. Bila dia menyimpang sedikit, kita luruskan, menyimpang lagi kita luruskan lagi dan begitu seterusnya. Sekarang mengenai disiplin yang negatif. Anak yang nakal itu juga anak yang disiplin lho. Tidak percaya? Dia disiplin untuk bersikap nakal. Dia tidak mau mandi tepat waktu, bangun pagi selalu telat. Ini yang kita cari problem pikirannya lebih lanjut. Nah, benarkah jika kita selalu memanjakan anak? Pasti kita semua sepakat berkata TIDAK, pertanyaannya kenapa tidak baik memanjakan anak? Karena mereka akan berkembang menjadi anak yang mementingkan diri sendiri. Mengapa? Karena dia terbiasa mendapatkan apa yang dia mau, sehingga lama-kelamaan dia akan menjadi egois. Mudah marah bila tidak terpenuhi apa yang dia inginkan dan tidak bisa menghargai orang lain. Selain itu, karena keinginannya selalu terlayani, maka dia tidak akan punya motivasi, semangat juang alias fighting spirit. Penguasaan dirinya buruk, tidak tahan menderita, tidak siap mengembangkan diri dan buruknya lagi tidak tahu tujuan hidup. Disiplin itu tidak sama dengan memberikan hukuman Berbicara terntang Pendidikan Karakter, maka kita sebagai pendidik ataupun orangtua akan sangat dibuat frustasi oleh pendidikan yang satu ini. Kenapa? Menjawabnya pertanyaan ini pun, sebagai orang awam pun seringkali kita binggung, kenapa? Karena cukup sulit untuk mendidik karakter manusia? Kini kita semua tidak perlu pusing ataupun bingung lagi, jaman sudah berkembang dan informasi serta hasil riset terbaru mengenai manusia juga berkembang sangat pesat, sehingga kebingungan kita untuk menjawab tantangan Pendidikan Karakter bisa terlewati dengan mudah. 8

11 Pendidikan Karakter, lebih memfokuskan kepada perubahan. Sebenarnya tidak Pendidikan Karakter saja, semua pendidikan (Matematika, Bahasa dan sebagainya) memfokuskan pada perubahan. Nah, bedanya Pendidikan Karakter sangat membutuhkan upaya lebih dalam transfer ilmunya. Kenapa? Karena hasilnya berorientasi pada perilaku dan sikap. Berbeda dengan pendidikan yang lain yang mungkin sebagian besar berorientasi pada nilai, angka di selembar kertas ujian. Kembali lagi pada CHANGE atau perubahan, yang merupakan fokus utama Pendidikan Karakter. Sebelum manusia berubah maka dia harus mendapatkan input terlebih dahulu, input ini akan diterima serta diproses oleh pikirannya sehingga terjadilah keputusan berubah atau tidak berubah. Pertanyaannya, input seperti apa yang dapat merubah dan membuat perubahan itu permanen pada karakter manusia? Pertanyaan sederhana dan akan kita bahas dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Pendidikan Karakter yang akan kita bahas ini akan lebih menekankan pada aspek Psikologis manusia, sehingga banyak sekali action yang harus dilakukan. Ya, Pendidikan Karakter bukan hanya dibicarakan dan dibahas (masuk telinga kiri, keluar dari mulut, alias debat terus) tetapi harus dilakukan, ingat fokus Pendidikan Karakter adalah Perilaku. Berikutnya, berbicara mengenai perilaku maka akan sangat erat dengan pola pikir dan emosi manusia. Begini, misalnya: Doni memukul Agus, pertanyaanya apakah sebelum memukul Agus, Doni tidak memproses gejolak emosi di pikiran dan hatinya? Tentu ada beribu alasan dan pertimbangan sehingga yang muncul sebagai pemenang adalah keputusan untuk memukul Agus. Jadi perilaku yang muncul sebelumnya telah diproses di pikiran serta dipengaruhi oleh emosi manusia (emosi positif dan negatif). Nah, pada ebook yang Anda baca sekarang, ebook yang kami terbitkan via on-line, kami memberikan intisari dasar dari Pendidikan Karakter. Kita akan belajar bersama bagaimana melakukan Pendidikan Karakter yang tepat dan cepat menghasilkanpe- 9

12 perubahan perilaku. Satu kunci rahasia dari Pendidikan Karakter adalah Pahami dan Lakukan! Fokus Pendidikan Karakter adalah Perilaku Dari berbagai lokakarya dan workshop yang kami lakukan, peserta yang mampu memperoleh hasil maksimal mengenai perubahan anak atau pasangannya adalah peserta yang mau Action. Kebanyakan dari peserta sudah paham (karena ini sangatlah mudah) tetapi mereka lupa kunci yang ke dua, Praktek, Lakukan, Do It, Action! Ebook ini akan memberikan pemaham dengan sangat mudah dan sederhana, tidak perlu di baca habis sekaligus. Baca saja per bagian, resapi dan berkomitmenlah pada diri Anda untuk melakukannya. Jika Anda konsisten, maka perubahannya akan berlangsung kurang dari 2 minggu. Mudah bukan? Lakukan! Perubahan untuk siapa dan kepada siapa? Siapa yang berubah? Itulah kelebihan ebook ini, ebook ini akan sangat bermanfaat bagi kita yang menghendaki perubahan didalam keluarga ataupun di sekolah. Bukan kepada anak didik di sekolah atau di rumah, tetapi dampak perubahan bisa terjadi bagi guru disekolah bahkan pasangan hidup Anda dirumah, atau diri Anda sendiri. Lha bisa seperti itu? Ingat kunci dari Pendidikan Karakter adalah Action saat kita melakukan apa yang telah kita pahami, maka perilaku kita berubah terhadap sesama dan terhadap diri sendiri. Satu sendok teh gula pada secangkir kopi akan membuat rasa manis yang berbeda, perubahan sedikit yang kita lakukan dengan tulus maka akan terjadi perubahan di lingkungan kita. 10

13 Hari Pertama Kenapa Anak Tidak Mendengarkan Orangtua? Salah satu pertanyaan yang paling umum yang sering ditanyakan kepada saya adalah kenapa anak sewaktu kecil kalau dibilangin nurut tetapi saat ini dia selalu bandel ya, kalau dibilangin lebih nurut sama teman-temannya? keluh seorang ibu yang memiliki anak yang telah remaja dan banyak pertanyaan sejenis yang dilontarkan saat saya selesai memberikan pelatihan di berbagai tempat. 11

14 Alasan saya menulis artikel ini adalah memudahkan orangtua berkomunikasi dengan anaknya dan dapat berbagi keceriaan dengan sangat mudah serta memudahkan proses terbentuknya karakter. Lewat komunikasi, proses pembentukan karakter ini akan semakin cepat. Ya, tentu yang bertanya seperti itu hampir sebagian besar adalah orangtua yang haus kasih sayang anak bukan? Lha nggak kebalik? (hayo yang baca dan merasa silahkan jujur...) Coba rasakan, apa sih rasanya ngomong tapi dicuekin sama orang terdekat kita (anak)? Jengkel, marah, sebel? Itu artinya ada yang berbuat tidak adil terhadap kita. Kenapa? Karena kita mengharapkan timbal balik dari apa yang selama ini kita lakukan, merasa punya otoritas tapi tidak bisa digunakan dan lain-lain. Nah saat anak mendengarkan dan menuruti apa yang kita katakan, maka perasaan cinta dan sayang kita tumbuh bukan? Nah, jadi banyak dong orangtua yang haus akan kasih sayang anak. Kita akan belajar dari 1 pertanyaan diatas dan aspek apa yang dibutuhkan agar komunikasi antara orangtua dan anak terjalin dengan baik. Secara umum ada 2 aspek yang akan saya bahas. Yang pertama adalah : Aspek emosi anak Penyebab anak lebih mudah dipengaruhi, nurut dan berkomitmen kuat dengan temannya adalah adanya perasaan diterima. Ketika bersama dengan teman-temannya mereka merasa bagian dari kelompok, agar diterima dalam kelompok, mereka akan menuruti apapun yang dikatakan teman-teman mereka, walaupun tidak masuk akal atau merusak. Termasuk dengan berani merokok atau menganggu teman mereka yang lain. Dengan cara itu mereka akan dikagumi dengan cara yang salah, oleh kelompok atau geng mereka sendiri. Menjadi keren dan terlihat hebat adalah hal yang sangat penting bagi remaja, karena dorongan terkuat mereka saat itu adalah merasa penting dan adanya pengakuan. Disisi lain, banyak anak tidak suka mendengar orangtua karena orangtua mereka cenderung mendikte. Jadi dalam pikiran anak, mereka merasa dengan mendengarkan 12

15 orangtua berarti mereka kalah dan orangtua menang. Mereka merasa tidak penting dengan melakukan apa yang dikatakan oleh orangtua dan dengan membangkang maka mereka merasa lebih penting karena sudah memenangkan pertarungan. Setelah saya mempelajari dari kasus-kasus klien saya, maka saya mengetahui bahwa anak yang berprestasi di sekolah, yang memiliki percaya diri, tidak mudah terpengaruh oleh teman sebaya adalah anak yang diterima, dicintai dan diakui oleh orangtuanya. Saat di rumah semuanya sudah terpenuhi, maka mereka tidak perlu mencari-cari pengakuan diluar sana Nah, bagaimana cara memenuhi kebutuhan emosi anak jika berada di rumah? Model komunikasi seperti apa yang harus dilakukan? Berikut penjelasannya. Hal yang perlukan untuk memperbaiki komunikasi kita dengan anak adalah : 1. Gunakan kata minta saat kita membutuhkan anak melakukan sesuatu. Dengan menggunakan kata minta artinya kita menghargai anak, misalnya akan sangat berbeda saat kita menyuruh pembantu di rumah membuka pintu, dengan saat kita minta mertua kita untuk membukakan pintu, Anda tentu paham dengan maksud saya. Anak juga ingin dihargai dan diakui, dan ini sangat penting. Para pembaca yang bijak dan budiman, masih ada 3 point dan 6 bab lagi yang sangat sayang jika Anda lewatkan. Tahukah Anda bahwa mendidik berarti mengajarkan kepada anak-anak kita kemampuan untuk siap dan mampu menghadapi tantangan di masa depan mereka. Ebook ini akan membantu Anda untuk menumbuhkan karakter unggul dalam diri anak, yang akan sangat bermanfaat sekali bagi Anda para orangtua dan guru untuk membantu terbentuknya generasi yang berkualitas dalam karakter. 13

16 Apa komentar mereka yang telah membaca ebook ini? Jadi orangtua adalah berkah luar biasa dari Tuhan pada kita. Sebuah amanah yang indah sekaligus berat. Tapi ebook ini bisa banyak membantu untuk memahami amanah yang indah dan berat itu menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan untuk semua. Sangat saya rekomendasikan!! Irma Rahayu Soul Healer & penulis buku Emotional Healing Therapy "Saya sungguh tidak habis pikir, ada panduan untuk pendidikan karakter anak selengkap ini, namun juga amat praktis dan mudah untuk diterapkan oleh siapapun!! Sebagai seorang Personal Life & Family Coach, saya memastikan ikut memakai ebook ini sebagai referensi penting untuk mendukung pekerjaan sehari-hari saya! Ebook ini adalah suatu hal yang FUNRIOUS, FUN and SERIOUS Tools yang harus dimiliki oleh baik orangtua maupun pendidik yang memang serius dengan perihal mendidik anak." Daniel Go Holistic Success Coach "Empowering people in their personal life, family & business achievements" 14

17 Kalau memang keluarga itu penting bagi Anda, inilah buku yang harus Anda miliki tahun ini. Harus! Ippho Santosa Pakar Otak Kanan Penulis Mega-Bestseller 7 Keajaiban Rezeki Pemilik TK Khalifah Jika Anda berminat mempelajari lebih serius tentang bagaimana cara membentuk karakter anak, maka Anda bisa klik link dibawah ini dan miliki ebook ini dengan cara yang mudah dan sederhana. 15

TOLERAN HORMAT JUJUR. Membentuk ERDAS RBAIK JUJUR PERCAYA D KEDAMAIAN SANTUN ERANSI SANTUN KEPEMIMPINAN CERDA GOTONG-RO TANGGUNG JAWAB

TOLERAN HORMAT JUJUR. Membentuk ERDAS RBAIK JUJUR PERCAYA D KEDAMAIAN SANTUN ERANSI SANTUN KEPEMIMPINAN CERDA GOTONG-RO TANGGUNG JAWAB Rahasia Sukses Pendidikan Karakter: 7 Hari Membentuk Karakter Anak Timothy Wibowo ERDAS RBAIK OLERANSI IS S DIRIAN AWAN ERANSI TANGGUNG JAWAB SANTUN KEPEMIMPINAN SANTUN DERMAWAN KEMANDIRI HORMAT TOLERAN

Lebih terperinci

TOLERAN HORMAT JUJUR. Membentuk ERDAS RBAIK JUJUR PERCAYA D KEDAMAIAN SANTUN ERANSI SANTUN KEPEMIMPINAN CERDA GOTONG-RO TANGGUNG JAWAB

TOLERAN HORMAT JUJUR. Membentuk ERDAS RBAIK JUJUR PERCAYA D KEDAMAIAN SANTUN ERANSI SANTUN KEPEMIMPINAN CERDA GOTONG-RO TANGGUNG JAWAB Rahasia Sukses Pendidikan Karakter: 7 Hari Membentuk Karakter Anak Timothy Wibowo ERDAS RBAIK OLERANSI IS S DIRIAN AWAN ERANSI TANGGUNG JAWAB SANTUN KEPEMIMPINAN SANTUN DERMAWAN KEMANDIRI HORMAT TOLERAN

Lebih terperinci

MENANAMKAN NILAI MORAL DAN KEAGAMAAN PADA ANAK

MENANAMKAN NILAI MORAL DAN KEAGAMAAN PADA ANAK Artikel MENANAMKAN NILAI MORAL DAN KEAGAMAAN PADA ANAK Oleh : Drs. Mardiya Banyaknya anak yang cenderung nakal, tidak sopan, suka berkata kasar, tidak disiplin, tidak mau bekerjasama dengan teman, malas

Lebih terperinci

TAHAP-TAHAP KEHIDUPAN / PERKEMBANGAN KELUARGA

TAHAP-TAHAP KEHIDUPAN / PERKEMBANGAN KELUARGA Perkembangan keluarga merupakan proses perubahan yang terjadi pada sistem keluarga meliputi; perubahan pola interaksi dan hubungan antar anggota keluarga disepanjang waktu. Perubahan ini terjadi melalui

Lebih terperinci

Mewujudkan Harapan Dengan Tindakan

Mewujudkan Harapan Dengan Tindakan Mewujudkan Harapan Dengan Tindakan Sudah sekian lamakah kita berharap? Sudah berapa kalikah kita menyimpan file file keinginan dalam otak kita? tentu sudah lupa tapi yang jelas sudah banyak sekali daftar

Lebih terperinci

PENANGANAN ANAK BERMASALAH DENGAN KASIH SAYANG

PENANGANAN ANAK BERMASALAH DENGAN KASIH SAYANG PENANGANAN ANAK BERMASALAH DENGAN KASIH SAYANG Kita sering mendengar kasus anak-anak yang memiliki masalah di sekolah dan di rumah,seperti suka mencuri, suka berkelahi, mengganggu orang lain, suka berbohong,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, manusia selalu membutuhkan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, manusia selalu membutuhkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, manusia selalu membutuhkan orang lain. Kehidupan manusia mempunyai fase yang panjang, yang di dalamnya selalu mengalami

Lebih terperinci

KUMPULAN KATA-KATA BIJAK

KUMPULAN KATA-KATA BIJAK KUMPULAN KATA-KATA BIJAK Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus. Pikiran

Lebih terperinci

Pendidikan Kasih Sayang dalam Keluarga

Pendidikan Kasih Sayang dalam Keluarga Pendidikan Kasih Sayang dalam Keluarga Oleh : Ir. Rosemarie Sutjiati, M.M. Kasih adalah wujud perhatian dan kepedulian seseorang terhadap orang lain yang diwujudkan dengan pelayanan dan pengorbanan seseorang.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 21 tahun dan belum menikah (www.google.com). Menurut UU No. 23 Tahun

BAB I PENDAHULUAN. 21 tahun dan belum menikah (www.google.com). Menurut UU No. 23 Tahun BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Konsep anak didefinisikan dan dipahami secara bervariasi dan berbeda, sesuai dengan sudut pandang dan kepentingan yang beragam. Menurut UU No. 4 Tahun 1979

Lebih terperinci

Kejadian Sehari-hari

Kejadian Sehari-hari Tema 5 Kejadian Sehari-hari Menghormati dan menaati orang tua merupakan salah satu perwujudan perilaku yang mencerminkan harga diri. Berperilaku baik, berarti kita juga mempunyai harga diri yang baik pula

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. artinya ia akan tergantung pada orang tua dan orang-orang yang berada di

BAB I PENDAHULUAN. artinya ia akan tergantung pada orang tua dan orang-orang yang berada di BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia terlahir dalam keadaan yang lemah, untuk memenuhi kebutuhannya tentu saja manusia membutuhkan orang lain untuk membantunya, artinya ia akan tergantung

Lebih terperinci

Jangan Sekadar Jadi Guru

Jangan Sekadar Jadi Guru Jangan Sekadar Jadi Guru (sumber: www.school.philipmar n.info) Sebutlah namanya Pak Kardun, ia adalah salah seorang guru SD di sebuah desa terpencil. Menariknya, walaupun sekolahnya tak besar dan gaji

Lebih terperinci

PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA

PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA Oleh: Alva Nadia Makalah ini disampaikan pada Seminar Online Kharisma ke-3, dengan Tema: Kekerasan Pada Anak: Efek Psikis, Fisik, dan Tinjauan Agama Dunia Maya,

Lebih terperinci

Kegiatan Sehari-hari

Kegiatan Sehari-hari Bab 1 Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sehari-hari 1 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan mampu: 1) membuat daftar kegiatan sehari-hari berdasarkan penjelasan guru; 2) menceritakan

Lebih terperinci

Minggu 5 : Mengapa dan Bagaimana Saya Berdoa? Panduan Acara & Bantuan untuk Penceramah

Minggu 5 : Mengapa dan Bagaimana Saya Berdoa? Panduan Acara & Bantuan untuk Penceramah Minggu 5 : Mengapa dan Bagaimana Saya Berdoa? Panduan Acara & Bantuan untuk Penceramah Dokumen ini berisi panduan untuk keseluruhan acara, garis besar ceramah dan instruksi bagaimana memberikan ceramah

Lebih terperinci

1. Mengapa bermeditasi?

1. Mengapa bermeditasi? CARA BERMEDITASI 1. Mengapa bermeditasi? Oleh: Venerable Piyananda Alih bahasa: Jinapiya Thera Dalam dunia ini, apakah yang dicari oleh kebanyakan orang dalam hidupnya? Sebenarnya, mereka ingin mencari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. adalah untuk mencapai kepribadian yang sesuai dengan norma-norma yang

BAB I PENDAHULUAN. adalah untuk mencapai kepribadian yang sesuai dengan norma-norma yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pola asuh orang tua merupakan interaksi antara anak dan orang tua selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Pengasuhan ini berarti orang tua mendidik, membimbing, mendisiplinkan,

Lebih terperinci

Pekerjaan. Menghargai kelebihan orang lain merupakan wujud sikap memiliki harga diri

Pekerjaan. Menghargai kelebihan orang lain merupakan wujud sikap memiliki harga diri Tema 4 Pekerjaan Menghargai kelebihan orang lain merupakan wujud sikap memiliki harga diri Kamu Harus Mampu Setelah mempelajari tema ini, kamu akan mampu: 1. mengenal pentingnya memiliki harga diri; 2.

Lebih terperinci

www.rajaebookgratis.com. "Ih, Udah Gede Kok Nggak Punya Malu!" Rasa malu merupakan salah satu nilai moral yang patut diajarkan pada anak. Perasaan ini tidak ada kaitannya dengan sifat pemalu. Bagaimana

Lebih terperinci

pesimis, tidak percaya diri, bahkan tidak ikut andil dalam kegiatan apa pun. Perbedaan itulah yang membuatnya merasa minder.

pesimis, tidak percaya diri, bahkan tidak ikut andil dalam kegiatan apa pun. Perbedaan itulah yang membuatnya merasa minder. Episode # 1 YAKIN Marilah kita mempunyai keyakinan bahwa kebenaran menghasilkan kekuatan, dan dengan keyakinan itu marilah kita menuju tantangan akhir untuk melakukan tugas kita seperti yang kita pahami.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kekayaan sumber daya alam di masa depan. Karakter positif seperti mandiri,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kekayaan sumber daya alam di masa depan. Karakter positif seperti mandiri, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia membutuhkan manusia berkompeten untuk mengolah kekayaan sumber daya alam di masa depan. Karakter positif seperti mandiri, disiplin, jujur, berani,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Penyesuaian Sosial 2.1.1 Pengertian penyesuaian sosial Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan kehadiran orang lain untuk berinteraksi. Agar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Mereka bersih seperti kertas putih ketika

Lebih terperinci

ARTIKEL PENERAPAN SELF ASSESSMENT DI SEKOLAH DASAR DHARMA PUTRA TANGERANG

ARTIKEL PENERAPAN SELF ASSESSMENT DI SEKOLAH DASAR DHARMA PUTRA TANGERANG ARTIKEL PENERAPAN SELF ASSESSMENT DI SEKOLAH DASAR DHARMA PUTRA TANGERANG Oleh: YULI AGUSTINA NIM 0250112010502 Disusun dan Diajukan sebagai Salah Satu Persyaratan untuk Syarat Yudisium Jurusan Dharmacarya

Lebih terperinci

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Pertama Kali Aku Mengenalnya 1 Pertama Kali Aku Mengenalnya Aku berhasil menjadi kekasihnya. Laki-laki yang selama 4 tahun sudah aku kagumi dan cintai. Aku pertama kali bertemu dengannya ketika aku duduk di bangku SMP. Saat itu hidupku

Lebih terperinci

Juli Milik kita. Aku sudah sampai depan RS Margono. siap. menunggu. engga usah kaget, aku bisa. menit aku sampai, tunggu ya mas

Juli Milik kita. Aku sudah sampai depan RS Margono. siap. menunggu. engga usah kaget, aku bisa. menit aku sampai, tunggu ya mas Juli Milik kita Hanya ada dua kali dalam satu tahun Kebahagiaan yang luar biasa bagi kita Kerinduan yang sekian lama terpendam, kini terbayar juga Cuti kenaikan tingkat, dari tingkat 2 menuju tingkat 3

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kelompok remaja merujuk pada kelompok individu yang berada dalam kisaran usia 12-21 tahun. Kata remaja berasal dari bahasa Latin yang berarti kematangan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan memiliki kaitan yang erat dengan prestasi belajar. Prestasi itu sendiri dapat dibagi menjadi dua yaitu prestasi yang ditinjau dari bidang akademik

Lebih terperinci

Dua Sisi Mata Uang Dampak Teknologi Jumat, 14 Februari 2014 17:15. Oleh Ahmad Turmudzi*

Dua Sisi Mata Uang Dampak Teknologi Jumat, 14 Februari 2014 17:15. Oleh Ahmad Turmudzi* Oleh Ahmad Turmudzi* Sebelum masuk ke inti tulisan singkat ini, saya ingin mengulas terlebih dahulu arti remaja. Menurut akar katanya, remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau

Lebih terperinci

Anthony Dio Martin HR Excellency 1. by Anthony Dio Martin

Anthony Dio Martin HR Excellency 1. by Anthony Dio Martin Anthony Dio Martin HR Excellency 1 Sebelum Sarapan? by Anthony Dio Martin napa yang Kamu Lakuka 2 Free E-Book: Apa yang Kamu Lakukan Sebelum Sarapan? Apa yang Kamu Lakukan Sebelum Sarapan? Perencanaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Olahraga basket merupakan olahraga yang sudah ada sejak tahun 1891. Olahraga ini dianggap unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh James Naismith. Pada tanggal

Lebih terperinci

Pencarian Bilangan Pecahan

Pencarian Bilangan Pecahan Pencarian Bilangan Pecahan Ringkasan Unit Siswa ditugaskan sebuah profesi yang menggunakan pecahan bilangan dalam pekerjaannya. Mereka meneliti, meringkas, menarik kesimpulan, dan mempresentasikan penemuan

Lebih terperinci

Perkebunan produktif di lereng pegunungan

Perkebunan produktif di lereng pegunungan Khofiffah Mudjiono: Perkebunan produktif di lereng pegunungan Bayangkan anda tengah berada di lereng pegunungan. Sejauh mata anda memandang, terlihat hamparan perkebunan berbagai komoditas. Mungkin teh

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS. A. Analisis Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter Bangsa dalam. Proses Pembelajaran Menurut Kurikulum 2013 di SD Negeri 01

BAB IV ANALISIS. A. Analisis Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter Bangsa dalam. Proses Pembelajaran Menurut Kurikulum 2013 di SD Negeri 01 BAB IV ANALISIS A. Analisis Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter Bangsa dalam Proses Pembelajaran Menurut Kurikulum 2013 di SD Negeri 01 Gumawang Wiradesa Kab. Pekalongan Berdasarkan pemaparan

Lebih terperinci

KELUARGA ADALAH MINIATUR PERILAKU BUDAYA. Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin

KELUARGA ADALAH MINIATUR PERILAKU BUDAYA. Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin KELUARGA ADALAH MINIATUR PERILAKU BUDAYA Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin i Topik Makalah Keluarga Adalah Miniatur Perilaku Budaya Kelas : 1-ID08 Tanggal Penyerahan Makalah

Lebih terperinci

Komunikasi Orang Tua. dan Pengaruhnya Pada Anak SERI BACAAN ORANG TUA

Komunikasi Orang Tua. dan Pengaruhnya Pada Anak SERI BACAAN ORANG TUA 27 SERI BACAAN ORANG TUA Komunikasi Orang Tua dan Pengaruhnya Pada Anak Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN Keluarga adalah tempat pertama bagi anak belajar mengenai segala hal yang ada dalam kehidupan. Orang tua berperan penting dalam perkembangan anak dan memiliki

Lebih terperinci

Apakah Hipnosis/Hipnoterapi Berbahaya?

Apakah Hipnosis/Hipnoterapi Berbahaya? Apakah Hipnosis/Hipnoterapi Berbahaya? With great power comes great responsibility Sebelum menjelaskan lebih lanjut saya ingin kita menyamakan dulu persepsi kita mengenai hipnosis, agar kita bisa berpikir

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tugas Akhir ini berjudul Terjemahan cerita anak Churiippu Hoikuen,

BAB I PENDAHULUAN. Tugas Akhir ini berjudul Terjemahan cerita anak Churiippu Hoikuen, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tugas Akhir ini berjudul Terjemahan cerita anak Churiippu Hoikuen, Kujiratori, Chikochan dalam buku Iyaiyaen. Menurut Hunt (via Ampera, 2010:10), sastra anak adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gia Nikawanti, 2015 Pendidikan karakter disiplin pada anak usia dini

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gia Nikawanti, 2015 Pendidikan karakter disiplin pada anak usia dini 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada dasarnya disiplin merupakan kebutuhan dasar bagi perkembangan perilaku anak mengingat masa ini merupakan masa yang sangat efektif untuk pembentukan perilaku moral

Lebih terperinci

Kebanyakan dari apa yang saya amati dan diceritakan oleh klien-klien saya, mereka mengatakan bahwa sebenar-nya mereka itu kesal dengan dirinya

Kebanyakan dari apa yang saya amati dan diceritakan oleh klien-klien saya, mereka mengatakan bahwa sebenar-nya mereka itu kesal dengan dirinya Sekarang kita akan membahas satu topik yang sangat seru sekali yaitu tentang kedisiplinan. Anda mungkin sering mendengar bahwa banyak orang tua atau mungkin Anda sendiri yang mengatakan saya akan mendisiplinkan

Lebih terperinci

DOA. Prinsip: Doa dimulai dengan hubungan kita dengan Tuhan.

DOA. Prinsip: Doa dimulai dengan hubungan kita dengan Tuhan. DOA Pengantar Apakah Anda pernah kagum akan sesuatu yang dikatakan oleh seorang anak kecil? Mungkin caranya menerangkan bagaimana cara kerja sebuah mainan. Atau mungkin ia menceriterakan tentang suatu

Lebih terperinci

PERGESERAN POLA PIKIR REMAJA TENTANG KONSEP PANDANGAN HIDUP DAN UPAYA MENJADIKAN PANCASILA SEBAGAI SEMANGAT HIDUP REMAJA.

PERGESERAN POLA PIKIR REMAJA TENTANG KONSEP PANDANGAN HIDUP DAN UPAYA MENJADIKAN PANCASILA SEBAGAI SEMANGAT HIDUP REMAJA. BAB II PERGESERAN POLA PIKIR REMAJA TENTANG KONSEP PANDANGAN HIDUP DAN UPAYA MENJADIKAN PANCASILA SEBAGAI SEMANGAT HIDUP REMAJA. 2.1 Pancasila Sebagai Pedoman Bangsa Pancasila adalah ideologi bangsa dan

Lebih terperinci

Tak Ada Tempat Untuk Berpaling

Tak Ada Tempat Untuk Berpaling Tak Ada Tempat Untuk Berpaling Dengan merahasiakan ketidakpercayaanmu, sesungguhnya engkau ini bukanlah seorang munafik. Anda adalah bagian dari tentara bawah tanah eks Muslim. Kerahasiaan adalah strategi

Lebih terperinci

HOPE FOR YOUR FAMILY #2 - HARAPAN UNTUK KELUARGA ANDA #2 LOVE LANGUAGE - BAHASA KASIH

HOPE FOR YOUR FAMILY #2 - HARAPAN UNTUK KELUARGA ANDA #2 LOVE LANGUAGE - BAHASA KASIH HOPE FOR YOUR FAMILY #2 - HARAPAN UNTUK KELUARGA ANDA #2 LOVE LANGUAGE - BAHASA KASIH PEMBUKAAN: Minggu ini kita akan masuk pada bagian kedua dari seri khotbah Hope for Your Family, dan saya ingin membagikan

Lebih terperinci

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti

Lebih terperinci

Strategi Mengasah Keterampilan Baru

Strategi Mengasah Keterampilan Baru Strategi Mengasah Keterampilan Baru October 2013 1 1. Г Jika anda sering GOOGLING di internet atau MELIHAT-LIHAT buku di toko buku, untuk mencari informasi yang berkaitan dengan kebutuhan anda. Apakah

Lebih terperinci

Buddha berkata keinginan itu seperti air asin. Makin banyak diminum, semakin haus

Buddha berkata keinginan itu seperti air asin. Makin banyak diminum, semakin haus Buddha artinya menjadi tercerahkan. Kita semua sedang tertidur, kita semua sedang bermimpi, Dan kita mempercayai apa adanya mimpi kita. Disinilah pokok permasalahannya. Sewaktu saya tinggal di dalam gua,

Lebih terperinci

Dan, bagaimana kita melepaskan diri dari Zona Nyaman

Dan, bagaimana kita melepaskan diri dari Zona Nyaman ILUSI ZONA NYAMAN Dan, bagaimana kita melepaskan diri dari Zona Nyaman Oleh Rahmat http://www.zonasukses.zom ebook Gratis Hanya Untuk Member Zona Sukses. Jika menurut Anda ebook ini akan bermanfaat untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. makhluk sosial, individu di dalam menjalin hubungan dengan individu lain perlu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. makhluk sosial, individu di dalam menjalin hubungan dengan individu lain perlu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia secara hakiki merupakan makhluk sosial yang membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagai makhluk sosial, individu

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. pelepah dasar terbentuknya kepribadian seorang anak. Kedudukan dan fungsi

I. PENDAHULUAN. pelepah dasar terbentuknya kepribadian seorang anak. Kedudukan dan fungsi I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keluarga memegang peran penting dalam membentuk watak dan kepribadian anak. Karena pendidikan dikeluarga menjadi risalah awal sekaligus sebagai pelepah dasar terbentuknya

Lebih terperinci

SENI DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK

SENI DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK SENI DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK Nur Auliah Hafid Widyaiswara LPMP Sulsel 1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah Seni dapat meningkatkan Kecerdasan Emosional

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orangtua menginginkan yang terbaik

BAB I PENDAHULUAN. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orangtua menginginkan yang terbaik BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orangtua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk dalam hal pendidikan. Orangtua berharap anaknya bisa mendapat

Lebih terperinci

Shadoow Foox. Cara Pria Berkomunikasi Dengan Wanita. Gampang Terbit

Shadoow Foox. Cara Pria Berkomunikasi Dengan Wanita. Gampang Terbit Shadoow Foox Cara Pria Berkomunikasi Dengan Wanita Gampang Terbit 2 Gampang Terbit Cara Pria Berkomunikasi dengan Wanita Oleh: Shadoow Foox Copyright 2010 by Shadoow Foox Penerbit Gampang Terbit www.gampangterbit.wordpress.com

Lebih terperinci

BAB IV BENTUK KOMUNIKASI KONSELING DALAM AL QURAN

BAB IV BENTUK KOMUNIKASI KONSELING DALAM AL QURAN BAB IV BENTUK KOMUNIKASI KONSELING DALAM AL QURAN A. Bentuk Komunikasi Konseling Dalam Al Quran Setelah selesai membahas macam-macam lafaz qaulan dalam Al Quran, setidaknya kini kita telah memperoleh gambaran

Lebih terperinci

PETERPAN AND CINDERELLA SYNDROME

PETERPAN AND CINDERELLA SYNDROME PETERPAN AND CINDERELLA SYNDROME by superadmin - Thursday, November 26, 2015 http://rahmadi.dosen.akademitelkom.ac.id/index.php/2015/11/26/peterpan-2/ PETER PAN AND CINDERELLA SYNDROME Menghindari perceraian

Lebih terperinci

E-Book ini dibuat dan disusun oleh Mahasiswa Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Achmad Choirul Arifin i

E-Book ini dibuat dan disusun oleh Mahasiswa Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Achmad Choirul Arifin i Tips cepat dan mudah mengetik sepuluh jari dalam 14 hari ANDA BISA LANCAR MENGETIK DENGAN TEHNIK SEPULUH JARI HANYA DALAM WAKTU KURANG DARI SATU BULAN E-Book ini dibuat dan disusun oleh Mahasiswa Institut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk kemajuan pembangunan. Salah satu lembaga pendidikan yang penting adalah perguruan tinggi.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu fenomena yang menarik pada zaman modern di Indonesia adalah pemahaman dan implementasi tentang nilai-nilai moral dalam kehidupan masyarakat kita yang semakin

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA BERPRESTASI DI SMP NEGERI 14 PEKALONGAN. A. Analisis Gaya Belajar Siswa Berprestasi di SMP Negeri 14 Pekalongan

BAB IV ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA BERPRESTASI DI SMP NEGERI 14 PEKALONGAN. A. Analisis Gaya Belajar Siswa Berprestasi di SMP Negeri 14 Pekalongan BAB IV ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA BERPRESTASI DI SMP NEGERI 14 PEKALONGAN A. Analisis Gaya Belajar Siswa Berprestasi di SMP Negeri 14 Pekalongan Analisis terhadap gaya belajar siswa berprestasi di SMP

Lebih terperinci

1. Disregulasi Neurologik

1. Disregulasi Neurologik Berdasarkan beberapa bukti penelitian yang pernah dilakukan dapat diketahui paling tidak ada enam faktor penyebab kenakalan remaja, dan masing-masing faktor tidak berdiri sendiri. Keenam faktor tersebut

Lebih terperinci

Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre

Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre Tujuan Pembangunan Karakter Anak : Membangun sikap dan watak seseorang sehingga mempunyai sebuah sikap yang dapat dinilai sebagai sikap yang baik menurut

Lebih terperinci

Hubungan Interpersonal Antara Petugas Pajak dan Wajib Pajak. Sumber: Djamaludin Ancok, Psikologi Terapan, Yogyakarta, Darussalam, 2004

Hubungan Interpersonal Antara Petugas Pajak dan Wajib Pajak. Sumber: Djamaludin Ancok, Psikologi Terapan, Yogyakarta, Darussalam, 2004 Hubungan Interpersonal Antara Petugas Pajak dan Wajib Pajak Sumber: Djamaludin Ancok, Psikologi Terapan, Yogyakarta, Darussalam, 2004 Pengantar Salah satu ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang penyuluh

Lebih terperinci

SAHABAT PERTAMA. Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah.

SAHABAT PERTAMA. Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah. SAHABAT PERTAMA Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah. Lisha ayo cepat mandinya! Nanti kamu terlambat lho! kata mama dari bawah. Akhirnya Lisha turun dari lantai

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG PENUMBUHAN BUDI PEKERTI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG PENUMBUHAN BUDI PEKERTI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG PENUMBUHAN BUDI PEKERTI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lepas dari bantuan dan mengadakan interaksi sosial.

BAB I PENDAHULUAN. lepas dari bantuan dan mengadakan interaksi sosial. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia merupakan makluk sosial yang mempunyai dorongan untuk mengadakan hubungan sosial dengan orang lain. Selain sebagai makhluk individu yang memenuhi kebutuhannya

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2012, Jakarta, 29 Agustus 2012 Rabu, 29 Agustus 2012

Sambutan Presiden RI pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2012, Jakarta, 29 Agustus 2012 Rabu, 29 Agustus 2012 Sambutan Presiden RI pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2012, Jakarta, 29 Agustus 2012 Rabu, 29 Agustus 2012 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PUNCAK PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL

Lebih terperinci

Teori Motivasi Maslow

Teori Motivasi Maslow . Sesi Pertama Teori Motivasi Maslow Memahami Proses Belajar Handout Abraham Maslow dianggap sebagai bapak Psikologi Humanistik, yang juga dikenal sebagai Kekuatan Ketiga. Psikologi Humanistik menggabungkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam kehidupan bermasyarakat banyak sekali nilai-nilai dalam

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam kehidupan bermasyarakat banyak sekali nilai-nilai dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan bermasyarakat banyak sekali nilai-nilai dalam kehidupan yang harus dijalankan sesuai dengan tata caranya masing-masing. Jika nilai-nilai itu

Lebih terperinci

MENANGANI KELUHAN CUSTOMER (RUMAH SAKIT)

MENANGANI KELUHAN CUSTOMER (RUMAH SAKIT) MENANGANI KELUHAN CUSTOMER (RUMAH SAKIT) By: Diah Pramesti Staff Penunjang & Administrasi Medis Jogja International Hospital Meredakan (Pahami) Kemarahan Customer Sebagai bagian dari Customer Satisfaction

Lebih terperinci

Andri PT. BestProfit Futures - Malang 2014

Andri PT. BestProfit Futures - Malang 2014 Andri PT. BestProfit Futures - Malang 2014 BERPIKIR BESAR DAN MELIHAT MASA DEPAN Masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini. Sebagian besar orang menganggap kesuksesan itu dapat diukur berdasarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memiliki prestasi akademik yang tinggi pada umumnya dianggap sebagai

BAB I PENDAHULUAN. memiliki prestasi akademik yang tinggi pada umumnya dianggap sebagai 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Saat seseorang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke sebuah Perguruan Tinggi, salah satu tujuan yang ingin dicapainya adalah memiliki prestasi akademik yang memuaskan

Lebih terperinci

I Love My Job and My Family:

I Love My Job and My Family: I Love My Job and My Family: My Job is My Life & My Family is My Breath Jadilah emas, bukan anak emas Anonymous Mungkin beliau bukanlah seseorang yang telah lama bekerja di Eka Hospital, namun ia memiliki

Lebih terperinci

B. Allah Swt. itu Esa. Sikapku. Ayo Kerjakan. Lihat diri sendiri. Lihat gambar ini. Tanyakan pada temanmu, nama dan manfaat setiap anggota tubuh.

B. Allah Swt. itu Esa. Sikapku. Ayo Kerjakan. Lihat diri sendiri. Lihat gambar ini. Tanyakan pada temanmu, nama dan manfaat setiap anggota tubuh. B. Allah Swt. itu Esa 1. Lihat diri sendiri. Lihat gambar ini. Tanyakan pada temanmu, nama dan manfaat setiap anggota tubuh. Allah Swt. yang menciptakan itu semua. Ayo Kerjakan.. Sikapku Aku bersyukur

Lebih terperinci

PAHAMI ANAK APA ADANYA

PAHAMI ANAK APA ADANYA TUGAS PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK PAHAMI ANAK APA ADANYA Oleh: Eka Rezeki Amalia (06320004) JURUSAN MATEMATIKA DAN KOMPUTASI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2008 Anak

Lebih terperinci

Apakah Aku Seorang Manajer yang Baik?

Apakah Aku Seorang Manajer yang Baik? Apakah Aku Seorang Manajer yang Baik? oleh: Supriyanto Widyaiswara Muda Pusdiklat PSDM Good management is the art of making problems so interesting and their solutions so constructive that everyone wants

Lebih terperinci

REKREASI. "Segala sesuatu ada masanya. Page 1

REKREASI. Segala sesuatu ada masanya. Page 1 REKREASI "Segala sesuatu ada masanya. Page 1 Perbedaan Rekreasi & Hiburan Ada perbedaan yang nyata antara rekreasi dan hiburan. Bilamana sesuai dengan namanya, Rekreasi cenderung untuk menguatkan dan membangun

Lebih terperinci

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP AGRESIFITAS ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK KARTIKA 1-61 PADANG

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP AGRESIFITAS ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK KARTIKA 1-61 PADANG 1 HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP AGRESIFITAS ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK KARTIKA 1-61 PADANG Yozi Dwikayani* Abstrak- Masalah dalam penelitian ini yaitu banyaknya orang tua murid TK Kartika 1-61 Padang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai pengetahuan tentang kode bahasa, kode budaya dan kode sastra.

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai pengetahuan tentang kode bahasa, kode budaya dan kode sastra. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Memahami sebuah karya sastra pada dasarnya bukanlah persoalan mudah, karena pemahaman sastra berkaitan erat dengan proses sifat karya sastra itu sendiri. Maka

Lebih terperinci

HUKUM Integritas. Oleh: Agung Budilaksono Widyaiswara Pusdiklat Bea dancukai

HUKUM Integritas. Oleh: Agung Budilaksono Widyaiswara Pusdiklat Bea dancukai HUKUM Integritas Diinspirasi dari tulisan berjudul: The Integrity Advantage: How Taking the High Road Creates a Competitive Advantage in Business Karangan Dana Telford and Adrian Gostick Oleh: Agung Budilaksono

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. program tertentu. Aktivitas mereka adalah belajar. Belajar ilmu pengetahuan,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. program tertentu. Aktivitas mereka adalah belajar. Belajar ilmu pengetahuan, 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa dapat dikatakan sebagai kelompok dari generasi muda yang sedang belajar atau menuntut ilmu di perguruan tinggi, dengan jurusan atau program tertentu.

Lebih terperinci

MOTIVASI DALAM BELAJAR. Saifuddin Azwar

MOTIVASI DALAM BELAJAR. Saifuddin Azwar MOTIVASI DALAM BELAJAR Saifuddin Azwar Dalam dunia pendidikan, masalah motivasi selalu menjadi hal yang menarik perhatian. Hal ini dikarenakan motivasi dipandang sebagai salah satu faktor yang sangat dominan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada masa remaja, hubungan sosial mengambil peran yang penting. Mereka

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada masa remaja, hubungan sosial mengambil peran yang penting. Mereka BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada masa remaja, hubungan sosial mengambil peran yang penting. Mereka mulai memperluas pergaulan sosial dengan teman-teman sebayanya. Menurut Santrock (2003:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan terbatas dalam belajar (limitless caoacity to learn ) yang

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan terbatas dalam belajar (limitless caoacity to learn ) yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Hakikat pendidikan anak usia dini, secara alamiah, perkembangan anak berbeda-beda, baik intelegensi, bakat, minat, kreativitas, kematang emosi, kepribadian,

Lebih terperinci

10 Rute Jalur Normal

10 Rute Jalur Normal Walau dengan kecepatan tinggi, kalau jalannya salah arah ya percuma saja. Pasti kembali lagi ke titik awal alias titik nol, bahkan bisa minus. Waspadalah! - Saudagar Timur - 10 Rute Jalur Normal Percayakah

Lebih terperinci

Ditulis oleh Orang Gila

Ditulis oleh Orang Gila 1 PRAMA WIRATAMA Ditulis oleh Orang Gila Ditulis oleh Orang Gila Oleh: Prama Wiratama Copyright 2010 by Prama Wiratama Desain Sampul: PENGANTAR 2 Assalamu'alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah akhirnya buku saya

Lebih terperinci

Buat Lima Prosedur Ini Bekerja bagi Anda

Buat Lima Prosedur Ini Bekerja bagi Anda 2 Buat Lima Prosedur Ini Bekerja bagi Anda 1. Tindakan menyembuhkan ketakutan. Kurung ketakutan Anda da kemudian ambil tindakan konstruktif. Tidak adanya tindakan tidak melakukan apapun terhadap situasi

Lebih terperinci

Anda bisa kunjungi blog saya yang sederhana di

Anda bisa kunjungi blog saya yang sederhana di Seluruh artikel ini ditulis oleh Gm.Susanto, seorang praktisi Internet Marketing yang lebih suka bekerja dari rumah dengan dibantu belasan karyawan yang bisa dipercaya. Anda bisa membagikan ebook ini secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. resiko (secara psikologis), over energy dan sebagainya. Hal tersebut dapat dilihat

BAB I PENDAHULUAN. resiko (secara psikologis), over energy dan sebagainya. Hal tersebut dapat dilihat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ada stereotif yang umum berkembang di masyarakat yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa yang penuh masalah, penuh gejolak, penuh resiko (secara psikologis),

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. atau usia dini dimana pada masa ini adalah masa penentuan. karakter usia dini yang salah satunya adalah masa berkelompok anakanak

BAB I PENDAHULUAN. atau usia dini dimana pada masa ini adalah masa penentuan. karakter usia dini yang salah satunya adalah masa berkelompok anakanak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia senantiasa membutuhkan kehadiran orang lain dan berinteraksi dengan orang lain dalam hidupnya. Guna memenuhi kebutuhan tersebut individu dalam berhubungan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Tentunya siswa banyak mengalami interaksi yang cukup leluasa dengan. yang dihuni oleh beberapa suku dan budaya.

I. PENDAHULUAN. Tentunya siswa banyak mengalami interaksi yang cukup leluasa dengan. yang dihuni oleh beberapa suku dan budaya. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah merupakan tempat dimana untuk menumbuhkembangkan kreatifitas dan perilaku yang positif bagi peserta didik. Sekolah juga merupakan tempat kedua setelah keluarga

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI SEPULUH HUKUM KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

IMPLEMENTASI SEPULUH HUKUM KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI IMPLEMENTASI SEPULUH HUKUM KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI Oleh Drs. Samsul Hidayat, M.Ed (Widyaiswara Madya BKD & Diklat Provinsi NTB) ABSTRAK Banyak pemimpin besar meraih keberhasilan dalam pekerjaan dan

Lebih terperinci

BULLYING. I. Pendahuluan

BULLYING. I. Pendahuluan BULLYING I. Pendahuluan Komitmen pengakuan dan perlindungan terhadap hak atas anak telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28B ayat (2) menyatakan bahwa setiap

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk menjalani hidupnya. Hal ini terlihat dalam Undang-Undang No.20

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk menjalani hidupnya. Hal ini terlihat dalam Undang-Undang No.20 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Hal ini terlihat dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN SOSIAL PENGERTIAN PERKEMBANGAN SOSIAL 3/22/2012

PERKEMBANGAN SOSIAL PENGERTIAN PERKEMBANGAN SOSIAL 3/22/2012 PERKEMBANGAN SOSIAL PENGERTIAN PERKEMBANGAN SOSIAL Yusuf (2007) menyatakan bahwa Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Perkembangan sosial dapat pula diartikan sebagai

Lebih terperinci

Orang Tuamu T. nakmu, Tet. Ajaran dan Nasihat Tuhan.

Orang Tuamu T. nakmu, Tet. Ajaran dan Nasihat Tuhan. Hai nak-anak Anak, Taatilah Orang Tuamu T di Dalam Tuhan, Karen arena Haruslah Demikian. Hormatilah Ayahmu dan Ibumu ini Adalah Suatu Perintah yang Penting, Seperti yang Nyata dari Janji ini: Supaya Kamu

Lebih terperinci

SHAINA BARENO. 9 Butterflies. (9 Kupu-kupu) Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

SHAINA BARENO. 9 Butterflies. (9 Kupu-kupu) Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com SHAINA BARENO 9 Butterflies (9 Kupu-kupu) Diterbitkan secara mandiri melalui Nulisbuku.com 1 INSPIRASI DARI KEPOMPONG Senja itu, saya duduk di bawah pohon mangga berbuah lebat di taman samping rumah, sambil

Lebih terperinci

Adang Daradjatun: Penjaga Harmoni Masyarakat. Oleh: Niniek L. Karim, Bagus Takwin, Dicky Pelupessy, Nurlyta Hafiyah

Adang Daradjatun: Penjaga Harmoni Masyarakat. Oleh: Niniek L. Karim, Bagus Takwin, Dicky Pelupessy, Nurlyta Hafiyah Adang Daradjatun: Penjaga Harmoni Masyarakat Oleh: Niniek L. Karim, Bagus Takwin, Dicky Pelupessy, Nurlyta Hafiyah Bayangkan seorang lelaki berumur 57 tahun dengan badan tegap, perut rata, dan wajah tanpa

Lebih terperinci

Konflik Batin Tokoh Utama Novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda Karya Agnes Davonar Tinjauan Psikologi Sastra

Konflik Batin Tokoh Utama Novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda Karya Agnes Davonar Tinjauan Psikologi Sastra Konflik Batin Tokoh Utama Novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda Karya Agnes Davonar Tinjauan Psikologi Sastra Sarry Kaswinda Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh

Lebih terperinci